-->

MITIGASI LALU LINTAS TERNAK DAN PELAKSANAAN KURBAN DI TENGAH WABAH PMK

KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia bersama HPDKI (Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia) telah menggelar Webinar Nasional dengan Topik “Mitigasi Lalu Lintas Ternak dan Pelaksanaan Kurban di Tengah Wabah PMK)” pada Selasa, 24 Mei 2022. Webinar ini bertujuan memberikan wawasan dan masukan agar pelaksanaan lalu lintas ternak dan produknya serta pelaksanaan kurban di tengah wabah PMK ini tetap berjalan dengan lancar dan memperhatikan prinsip pencegahan penyebaran wabah. 

Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah diantaranya Ir Bambang MM sebagai Kepala Badan Karantina Pertanian yang didampingi oleh Kapus KH dan Keamanan Hayati Drh Wisnu Wasisa Putra MP, Drh Ira Firgorita selaku Koordinator Substansi Kelompok Perlindungan Hewan Direktorat Kesehatan Hewan mewakili Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan. Hadir pula Iswahyudi , Kabid Keswan Provinsi Jawa Timur Mewakili Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. 

Sedangkan unsur pelaku tataniaga yaitu Ir Didiek Purwanto, IPU sebagai Pelaku Tataniaga Sapi Potong dan Ketua Dewan GAPUSPINDO, Yudi Arief, Pelaku Tataniaga Sapi Kurban antar Pulau dan Bendahara Umum PPSKI, dan Drh Heryo Sasikorono Pelaku Tataniaga Kurban dari Daerah Wabah (Jawa Timur) dan Wakil Ketua Umum DPP HPDKI.

Kementerian Pertanian per 17 Mei 2022 mengumumkan kasus PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) telah ditemukan di 52 kabupaten/kota terdampak di 15 provinsi yaitu Aceh, Bangka Belitung, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara. Adapun total jumlah ternak yang terkonfirmasi hasil positif berdasarkan PCR di laboratorium sebanyak 13.965 ekor.

Ternak ruminansia termasuk domba dan kambing merupakan komoditas peternakan yang sangat rentan terhadap ancaman PMK. Lalu lintas ternak harus menjadi perhatian bersama, terlebih komoditas ini menjadi penopang ketahanan ibadah bagi umat Islam yang dalam waktu 1,5 bulan lagi menghadapi Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban.

Menghadapi kondisi tersebut, Menteri Pertanian per 18 Mei 2022 telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 02/SE/PK.300/M/5/2022 tentang Penataan Lalu Lintas Hewan Rentan, Produk Hewan dan Media Pembawa Lainnya di Daerah Wabah Penyakit Mulut dan Kuku. Juga Surat Edaran Nomor: 03/SE/PK.30OM5/2022 tentang Pelaksanaan Kurban dan Pemotongan Hewan Dalam Situasi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Foot And Mouth Disease). Kedua Surat Edaran ini bisa menjadi acuan bersama dalam pelaksanaan lalu lintas ternak dan kurban.

Sebelumnya tanggal 6 Mei 2022 Kepala Badan Karantina Pertanian juga telah mengeluarkan Surat Edaran No 12950/KR/120/K/05/2022 Tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku. Hal tersebut menjadi acuan Kepala UPTKP di seluruh Indonesia dalam pembatasan lalu lintas ternak khususnya dalam pengendalian penyebaran penyakit mulut dan kuku.

Hambatan Pelaksanaan Lalu Lintas Ternak dan Produknya

Namun, pelaksanaan penerapan kebijakan tersebut menghadapi kendala dilapangan khususnya pelaku tata niaga yang terdampak. Beberapa pelaku tata niaga kurban di daerah misalnya, mengeluhkan pelarangan masuk dan atau transit dari daerah bebas ke daerah terinfeksi seperti pengiriman sapi kurban dari Bali dan NTT ke Pulau Jawa via Provinsi Jawa Timur. Di daerah lain, ada yang menerapkan syarat pemeriksaan uji klinis bebas PMK dari setiap ternak yang dikirim dengan fasilitas uji klinis belum memadai dan membutuhkan biaya yang mahal 500 ribu rupiah per ekor dengan waktu hasil 3-4 hari. 

Dampak dari perbedaan kebijakan perlakuan penanganan lalu lintas ternak dan produknya dari wilayah wabah/terinfeksi/tertular dan bebas antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota menimbulkan saling mengunci antara daerah pengeluaran dengan daerah penerima. Pelaku lain misalnya, melaporkan mendapatkan tidak ada pembatasan dari daerah penerima dan sudah diterbitkan rekomendasi pemasukan, namun ada pembatasan dari daerah pengirim atau sebaliknya. 

Kondisi lain juga didapatkan adanya perbedaan perlakuan karantina pengeluaran 14 hari antara ternak lokal dengan ternak (sapi) ex impor atau tujuan RPH. Pelaku tata niaga akhirnya memandang kebijakan tersebut lebih memudahkan distribusi daging impor sumber negara terinfeksi India dan Brazil dibandingkan daging lokal.

Hambatan Pelaksanaan Kurban dan Pemotongan

Seperti yang diketahui bahwa Kurban merupakan hari raya para peternak untuk dapat mencairkan tabungannya. Pelaksanaan kurban di Indonesia sangat bergantung pada mengelirnya ketersediaan ternak dari sumber pasokan yang saat ini bergantung pada wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Lampung yang saat ini sudah masuk dalam daerah wabah/terinfeksi. Sedangkan untuk sumber pasokan lain yang masih bebas yaitu Bali dan NTT menemukan kendala pemasukan dari kebijakan karantina antar pulau. 

Jika dalam waktu dekat hambatan kebijakan lalu lintas tersebut belum menemukan jalan keluar, pelaku memperkirakan kurban tahun 2022 tidak dapat berjalan dengan baik dan dampaknya kemungkinan banyak peternak yang tidak dapat menjual ternaknya atau peningkatan penyebaran penyakit akan semakin meluas karena peternak memaksakan ternaknya dijual. 

Dalam hal pemotongan kurban, dengan fasilitas dan infrastruktur RPH yang ada, tidak memungkinkan panitia kurban untuk memenuhi persyaratan teknis sebagaimana yang diatur dalam surat edaran tersebut. Misalnya, pemisahan daging dan tulang, dan merebus bagian selain daging selama 30 menit atau daging direbus jika didistribusikan ke luar daerah, bahkan dimusnahkan jika ada ternak terinfeksi/terduga PMK di daerah bebas. Infrastruktur fasilitas RPH pemerintah yang ada di daerah umumnya didesign untuk handling daging segar, belum mampu menunjang untuk penerapan SOP handling daging untuk ternak terinfeksi yang membutuhkan infrastruktur rantai dingin dalam pengendalian penyebaran penyakit.

Pelaksanaan kurban dengan aturan tersebut tidak hanya membutuhkan fasilitas infrastruktur memadai, namun juga perlunya mengajak kementerian agama dan atau MUI memberikan pandangan atau bahkan fatwa secara syariat memandang kurban ditengah wabah PMK. Hal ini, guna memberikan pemahaman dan ketenangan kepada masyarakat tentang pelaksanaan kurban dengan kondisi yang terjadi saat ini.

Rekomendasi dan Solusi

Hasil dari webinar ini memberikan beberapa poin rekomendasi untuk para stakeholder dalam rangka kelancaran dalam proses lalu lintas ternak dan kurban diantaranya:

  • Melibatkan pihak pelaku tata niaga dalam penyusunan dan perumusan permentan lalu lintas ternak atau peraturan lain dalam mitigasi PMK yang berdampak langsung pada pelaku
  • Menyeragamkan antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah (provinsi dan kabupaten/kota) terkait lokus dan objek pembatasan lalu lintas ternak dan produknya (mengacu antar pulau, provinsi, kabupaten/kota, desa atau lokasi kejadian). Distribusi lalu lintas ternak yang dilalulintaskan mengacu pada hasil pemeriksaan ternak sehat dengan kelengkapan dokumen SKKH/SV oleh otoritas veteriner berwenang. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan kepastikan bagi pelaku tata niaga dalam mendistribusikan pangan dan ternak kurban di daerah.
  • Dalam hal pelaksanaan kurban, pemerintah pelu mengajak Kementerian Agama dan atau MUI untuk memberikan pandangan atau fatwa secara syariat tentang pelaksanaan kurban ditengah wabah PMK.
  • Mitigasi yang perlu disiapkan untuk pengendalian penyakit dalam hal pemotongan, menetapkan dan memisahkan RPH khusus untuk ternak terinfeksi atau yang memiliki gejala klinis dengan RPH dengan ternak sehat. RPH untuk ternak terinfeksi tersebut dilengkapi dengan infrastruktur yang memadai sesuai dengan SOP penanganan ternak dan dagingnya untuk pengendalian pencegahan penyebaran virus PMK.
  • Perlunya pemerintah melakukan terobosan hukum untuk memberikan kompensasi pada ternak terinfeksi yang dikenakan penanganan stamping out dan dipotong di lokasi RPH khusus ternak terinfeksi. (UU Nomor 18 Tahun 2009 (pasal 44 ayat 2 dan ayat 3) juncto Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2014 (pasal 68 dan pasal 72) bahwa Pemerintah tidak memberikan kompensasi atas tindakan depopulasi (termasuk tindakan pemusnahan/stamping out) terhadap hewan yang positif terjangkit penyakit hewan dan kompensasi hanya diberikan kepada orang yang memiliki hewan sehat yang didepopulasi untuk mencegah penyebaran penyakit serta proses pelaksanaan kompensasi dengan menggunakan anggaran negara (APBN).

Kedepan, diperlukan pemerintah dapat memfasilitasi panduan dan sertifikasi untuk penetapan kompartemen bebas PMK untuk pelaku usaha peternakan dan mempercepat penyediaan vaksin ternak di daerah wabah atau terinfeksi. (INF/Rilis)

MENJAGA KEAMANAN SALURAN PERNAPASAN

Saluran pernapasan memiliki berbagai sistem pertahanan tubuh terhadap agen infeksius. (Foto: Istimewa)

Kesehatan saluran pernapasan ayam sangat penting untuk mencapai target produktivitas ayam pedaging maupun petelur. Kesehatan saluran pernapasan harus selalu mendapat perhatian serius untuk mencapai puncak kemampuan genetik ayam. Karena dampak dari semakin tingginya produktivitas, ayam menjadi semakin sensitif terhadap perubahan lingkungan dan ancaman penyakit, sehingga membutuhkan manajemen kesehatan saluran pernapasan yang lebih baik.

Fungsi utama saluran pernapasan ayam adalah menyediakan oksigen dalam jumlah cukup, mengeluarkan CO2 dan membantu proses tanggap kebal. Syarat untuk memenuhi fungsi pernapasan tersebut adalah ketersediaan udara bersih dan saluran pernapasan yang sehat.

Karakteristik saluran pernapasan ayam antara lain saluran pernapasan relatif panjang, dalam proses pernapasan paru-paru tidak ekspansif dan memiliki kantung udara serta tidak memiliki diafragma. Konsekuensi karakteristik saluran pernapasan ayam tersebut adalah infeksi kantung udara menjadi sering muncul, dapat meluas dan menyebar ke organ lain.

Saluran pernapasan memiliki berbagai sistem pertahanan tubuh terhadap agen infeksius. Silia yang dapat menangkap agen infeksi dan epitel saluran pernapasan merupakan sistem pertahanan struktural. Makrofag dan netrofil merupakan sistem pertahanan selular non-spesifik. Sedangkan sistem kekebalan spesifik pada saluran pernapasan dapat bersifat humoral dan selular. Mukus pada saluran pernapasan termasuk sistem pertahanan sekretorik.

Jenis Penyakit Pernapasan
Penyakit yang dapat secara langsung merusak organ dan mengganggu fungsi pernapasan, berdasarkan tipe penyebab agen infeksi:… Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Mei 2022.

Ditulis oleh:
Drh Yuni
Technical Department Manager
PT ROMINDO PRIMAVETCOM
Jl. DR Saharjo No. 264, JAKARTA
Telp: 021-8300300

JELANG IDUL ADHA DKI SIAGA ANTISIPASI PENYEBARAN PMK

DKI Jakarta biasa dibanjiri pedagang hewan menjelang Idul Adha

Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) telah menyiapkan delapan langkah untuk mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak berkuku belah.

Adapun jenis hewan yang rentan terhadap penyebaran PMK adalah sapi, kerbau, kambing, domba dan babi.Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan, langkah pertama adalah melaksanakan rapat koordinasi lintas sektoral untuk meningkatkan kewaspadaan dini dan mitigasi risiko PMK

Mulai dari Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan, Polda Metro Jaya, OPD terkait, Perumda Dharma Jaya, dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang DKI Jakarta).

Kedua, menerbitkan Surat Edaran Kepala Dinas KPKP tentang kewaspadaan Penyakit Mulut dan Kuku, ketiga melaksanakan sosialisasi/komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada peternak, stakeholder lainnya bahkan kepada jajaran Dinas KPKP.

Selanjutnya keempat menyusun standar operasional prosedur (SOP) pencegahan dan pengendalian PMK, kelima menyusun tim pengawasan dan tim respon cepat.

Lalu keenam melaksanakan pengawasan pemasukan serta pemeriksaan kesehatan hewan di sentra-sentra ternak, dan rumah potong hewan dan ketujuh publikasi informasi PMK melalui media sosial DKPKP dan media.

“Terakhir, petugas Dinas KPKP melakukan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan di lima wilayah kota setiap hari pada tempat penampungan dan pemotongan hewan,” kata Suharini berdasarkan keterangannya pada Selasa (24/5/2022). (INF)


KABUPATEN GARUT DEKLARASIKAN WABAH PMK SEBAGAI KEJADIAN LUAR BIASA

Petugas Pemdakab Garut memeriksa sapi yang diduga terinfeksi PMK

Kabupaten Garut, menjadi salah satu daerah yang terdampak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi Jawa Barat. Atas meluasnya wabah tersebut, Bupati Garut Rudy Gunawan langsung menyatakan jika wilayahnya kini berstatus kejadian luar biasa atau KLB.

Informasi ini disampaikan Rudy usai melaksanakan zoom meeting bersama unsur pimpinan SKPD di lingkungan Pemdakab Garut yang dilaksanakan di Gedung Command Center, Jalan Kabupaten, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut pada Senin 23 Mei 2022 lalu.

Untuk menangani hal tersebut, pihaknya akan libatkan TNI Polri serta pihak lain, guna menekan angka penyebaran penyakit yang kini menyerang ratusan hewan ternak di belasan kecamatan, Kabupaten Garut.

Rudy mengatakan jika langkah kolaborasi bersama unsur TNI dan Polri serta pihak-pihak terkait lantaran wabah PMK sudah meluas dengan cepat di Kabupaten Garut.

"PMK ini kan sudah dinyatakan kejadian luar biasa, ini akan ditangani juga dengan luar biasa, kita sudah koordinasi ya TNI/POLRI dilibatkan, jadi kami sudah menyiapkan petugas-petugas ada 6 orang dokter hewan yang sekarang ini penyembuhannya sudah ada sudah menghasilkan yang sembuh itu 132," ujarnya, merujuk laman Pemkab Garut, Selasa (24/5).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, total sudah tercatat 12 kecamatan yang peternakannya terindikasi wabah penyakit tersebut. Untuk itu pihaknya terus melakukan langkah proaktif dalam menekan persebaran wabah PMK.

"(Untuk kompensasi) ga ada, belum ada kearah sana kita mengobati dulu proaktifnya mengobati dulu, (karena jumlahnya) sudah hampir seribu ya," ucapnya.

Adapun langkah pengendalian wabah yang saat ini akan dilakukan adalah dengan me-lockdown sapi-sapi yang datang atau berasal dari luar daerah Garut.

Dirinya menegaskan bahwa tidak boleh ada sapi dari luar wilayah yang masuk pada beberapa pekan jelang hari raya Idul adha. Untuk mendukung hal itu, pihaknya akan mengadakan check point kedatangan sapi di wilayah Malangbong.

"Kita menyelesaikan masalah ini dengan me-lockdown, tidak boleh ada lagi sapi-sapi yang biasanya idul adha itu 30 hari atau 60 hari sebelumnya sapi itu sudah dikirim dari Jawa kesini, nah oleh kita mau diadakan cek point di Malangbong," katanya.

Di tengah mewabahnya PMK, Bupati Garut menegaskan bahwa pihaknya tidak akan meloloskan hewan sakit untuk dijadikan hewan kurban.

"kurban itu harus sapi yang sehat, sapi yang tidak sehat tidak akan diloloskan sebagai hewan qurban, akan ada dokter hewannya nanti," katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat jika mendapati hewan ternak yang memiliki gejala PMK seperti mulut berbuih dan liur berlebih, bisa menghubungi call center yang telah disiapkan oleh Pemdakab Garut.

"Kalau seandainya tiba-tiba sapinya berbuih, sapinya tidak bisa makan, ya itu nanti ada liur yang begitu banyak di dalam mulutnya itu segera lapor, kita akan datang kesana," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak), Kabupaten Garut. Terdapat 132 tempat di 12 Kecamatan yang terpapar penyaki tersebut hingga 22 Mei 2022 lalu.

Dari 1688 ekor hewan yang diperiksa, pihak Diskanak Garut menemukan sekitar 978 hewan sakit serta terindikasi memiliki gejala PMK, dengan rincian 728 ekor sapi potong, 170 ekor sapi perah, dan 80 ekor domba. (INF)


KOMISI IV DPR MINTA KEMENTAN JABARKAN KRONOLOGI WABAH PMK

Petugas kesehatan hewan melakukan pemeriksaan terhadap sapi

Komisi IV DPR meminta Kementerian Pertanian (Kementan) jujur soal asal penyebaran penyakit mulut dan kaki (PMK) yang menyerang hewan ternak di Indonesia. 

"Saya ingin tahu, asalnya dari mana, apakah (PMK) dari India? Jujur saja," ujar Ketua Komisi IV DPR RI Sudin saat membuka Rapat Kerja dengan Menteri Pertanian, Dirut Perum Bulog, dan PT Berdikari ditayangkan secara virtual, Senin (23/5/2022).

Dia meragukan langkah Kementan mengatasi penyebaran penyakit mulut dan kaki (PMK) dengan menggunakan vaksin, karena asal penyakit tersebut belum diungkapkan pemerintah.

"Bagaimana mau tahu vaksinnya kalau asal muasalnya tidak tahu. Atau bisa saja, pihak karantina yang lalai bisa saja," kata dia.

Meski begitu, Komisi IV meminta Kementan harus saling koordinasi dengan kementerian dan lembaga lainnya dalam menangani PMK pada hewan ternak. Dengan koordonasi yang baik, diharapkan kebijakan pemerintah mampu menekan kasus penyebaran penyakit tersebut. 

Sudin mengatakan penanganan PMK sangat sangat penting karena permintaan daging sapi akan melonjak jelang Hari Raya Idul Adha. Komisi IV meminta kepada Kementan membuat rencana alternatif mencegah penyebaran PMK di Indonesia sembari menunggu vaksinasi PMK yang ditargetkan dilaksanakan pada awal Agustus 2022. Satu satu alternatif tersebut yaitu menyalurkan disinfektan sebanyak-banyaknya ke peternakan-peternakan yang belum terkontaminasi oleh PMK.

Pada kesempatan itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memaparkan 11 langkah darurat yang telah dilakukan mencegah penyebaran PMK. Seperti memusnahkan ternak yang terkonfirmasi positif, melakukan karantina dengan radius 3-10 kilometer (km) di wilayah yang terdampak PMK, hingga membentuk gugus tugas tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten atau kota. Selain itu, Pemerintah juga menghentikan sementara layanan inseminasi buatan dan pemeriksaan kebuntingan di daerah wabah PMK, mengendalikan lalu lintas ternak antar provinsi hingga kecamatan. (INF)



JANGAN LENGAH MENJAGA SALURAN PERNAPASAN

Ngorok/nyekrek, gejala umum penyakit pernapasan. (Foto: Istimewa)

Dalam suatu usaha peternakan unggas, ada tiga elemen penting yang harus dipenuhi, yakni pakan, air minum dan kebutuhan oksigen alias udara. Tanpa pakan, ayam masih bisa bertahan hidup dalam beberapa hari, tanpa air ayam masih bisa bertahan hidup sampai sehari, tanpa asupan udara yang cukup ayam bisa mati dalam beberapa jam.

Bernapas merupakan salah satu kebutuhan utama mahluk hidup. Prinsipnya yakni menghirup oksigen dari luar dan mengeluarkan karbon dioksida dari dalam tubuh. Terkadang, saluran pernapasan tidak selamanya dalam kondisi prima. Beberapa penyakit siap mengintai saluran pernapasan dan menurunkan performa bahkan menyebabkan kematian.

Seluruh mahluk hidup butuh bernapas untuk hidupnya. Oksigen yang dihirup digunakan dalam proses pembentukan energi atau lazim disebut oksidasi biologis. Tanpa adanya oksigen, energi yang berasal dari pakan sudah pasti tidak akan bisa terbentuk dan mustahil pertumbuhan dan performa akan tercapai.

Review Sistem Pernapasan Ayam
Tidak seperti hewan lainnya, unggas termasuk ayam memiliki sistem pernapasan yang berbeda dan unik. Karena pada ayam dan unggas terdapat kantung udara. Sistem pernapasan ayam terdiri dari saluran pernapasan (hidung, sinus hidung/sinus infraorbitalis, laring, trakea, bronkus), paru-paru dan kantung udara. Laring dan trakea tersusun atas otot dan tulang rawan. Pada permukaan dalam (epitel) terdapat silia, sebagai alat pertahanan terhadap benda asing. Di dalam paru-paru terjadi pertukaran udara bersih dan kotor.

Udara yang kaya akan oksigen akan diedarkan ke seluruh tubuh. Kantung udara merupakan selaput tipis berbentuk seperti balon yang berfungsi membantu pernapasan. Kantung udara memiliki sel fagosit dalam jumlah sedikit, sedangkan proses pertukaran udara juga terjadi di kantung udara tersebut. Padahal setiap udara yang masuk mengandung berbagai macam mikroba termasuk yang sifatnya patogen. Selain itu, kantung udara tersusun atas sel tipis dan sedikit pembuluh darah. Sehingga mudah dirusak oleh bibit penyakit. Hal inilah yang menjadi titik lemah pada sistem pernapasan ayam.

Jangan Lengah
Guru Besar FKH Unair, Prof Suwarno, yang juga praktisi perunggasan, mengingatkan bahwa... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Mei 2022. (CR)

UPAYA MENJAGA SALURAN PERNAPASAN AYAM AGAR TETAP AMAN

Penyakit pernapasan pada ayam menjadi tantangan yang pasti dialami setiap peternak dan seringkali memberi dampak kerugian ekonomi cukup besar. (Foto: Istimewa)

Bernapas adalah salah satu ciri dari makluk hidup. Bernapas merupakan sebuah proses menghirup oksigen (O2) dan melepaskan karbon dioksida (CO2). Pada sistem pernapasan, oksigen yang dihirup akan diserap oleh darah, sedangkan CO2 dikeluarkan dari tubuh karena merupakan sisa dari hasil pembakaran oksigen. Karbon dioksida ini jika tidak dikeluarkan dapat menghasilkan asam yang dapat menjadi racun bagi sel dalam tubuh.

Sedangkan saluran pernapasan merupakan bagian dari tubuh yang berfungsi sebagai tempat lintasan dan tempat pertukaran udara selama proses pernapasan. Pada ayam, saluran pernapasan berperan penting dalam menjaga kondisi tubuh. Bagian-bagian dari saluran pernapasan harus berfungsi dengan baik agar ayam aman dari gangguan penyakit saluran pernapasan. Adapun saluran pernapasan pada ayam dan fungsinya sebagai berikut:

a. Nares (lubang hidung), adalah tempat udara masuk kemudian diteruskan pada celah tekak yang terdapat pada dasar faring yang menghubungkan trakea. Di dalamnya terdapat bulu-bulu halus yang berfungsi untuk memfilter udara yang masuk.

b. Larynx, adalah pintu masuk menuju trakea yang berfungsi menghalau masuknya benda asing ke dalam larynx, jalan masuk udara selama inspirasi, membantu proses menelan makanan, mengatur suara dan membantu mengelola tekanan intra thoracis.

c. Trakea adalah sebuah… Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Mei 2022.

Ditulis oleh:
Ir Syamsidar SPt MSi IPM
Marketing Support PT Sanbio Laboratories

PITIK, START UP INDONESIA YANG DAPAT SUNTIKAN DANA 206 M

Tampilan Antarmuka Startup Pitik


Startup teknologi unggas Indonesia, Pitik memperoleh suntikan dana US$ 14 juta atau Rp 206 miliar dari perusahaan modal ventura Alpha JWC Ventures. Suntikan modal ini akan digunakan untuk pengembangan teknologi ekosistem peternakan perunggasan di Indonesia.

Co Founder sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Pitik, Arief Witjaksono mengungkapkan selain melakukan pengembangan usaha, Pitik juga akan ekspansi bisnis baik dari sisi teknologi, operasional, hingga pengembangan ekosistem peternakan.

"Kami memperoleh pendanaan Seri A senilai US$ 14 juta atau setara Rp 206 miliar dari perusahaan modal ventura yang dipimpin Alpha JWC Ventures bersama MDI Ventures dan Wavemaker Partners. Dana segar ini akan kami gunakan untuk pengembangan teknologi, memperluas ekosistem peternakan, dan memberdayakan lebih banyak peternak ayam di Indonesia," kata Arief dalam keterangannya, dikutip Sabtu (21/5/2022).

Pitik yang didirikan Arief bersama Rymax Joehana pada medio 2021 bertujuan memberdayakan peternak unggas di Indonesia. Perusahaan sedang membangun komunitas peternak unggas terbesar di Indonesia dan membekali mereka dengan solusi end-to-end di bidang teknologi, pembiayaan, dan rantai pasok.

Disebutkan, melalui layanan yang disediakan, Pitik secara konsisten berusaha mengatasi inefisiensi dalam produksi peternakan unggas dan memperlancar rantai pasok untuk menciptakan ekosistem yang adil bagi peternak.

"Peternak harus tumbuh dan mampu meningkatkan kesejahteraannya. Masalah efisiensi, kesulitan operasional, keterlambatan, dan gagal bayar saat panen harus diatasi," jelas Arief.

Sementara itu, Co Founder yang juga COO Pitik, Rymax Joehana menyatakan, melalui pendanaan Seri A, Pitik akan terus mengembangkan teknologi canggih dan produk otomatisasi pertanian sehingga dapat meningkatkan produktivitas.

"Tahun ini, kami menargetkan akan ekspansi ke seluruh wilayah di Pulau Jawa untuk memperluas bisnis ke layanan hilir, seperti pemrosesan dan distribusi ayam ke pengguna akhir," jelas Rymax.

Partner Alpha JWC Ventures, Eko Kurniadi menyambut positif langkah strategis yang akan ditempuh Pitik.

"Kami bangga Pitik telah membangun solusi lengkap manajemen pemeliharaan ternak unggas berbasis teknologi sehingga memungkinkan mereka menawarkan harga yang kompetitif dan suplai input ternak yang stabil," katanya. (INF)


AKIBAT PMK DOMPU GAGAL KIRIM SAPI KE JAKARTA

Petugas kesehatan hewan memeriksa sapi yang terindikasi PMK

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi yang ditemukan di Jawa Timur berdampak pada penjualan ternak di Kabupaten Dompu. Kuota 500 ekor sapi untuk dikirim ke Jakarta untuk kebutuhan lebaran Idul Qurban tahun 2022 melalui tol laut, Senin, 16 Mei 2022 gagal dikirim akibat tidak mendapat rekomendasi dari daerah penerima.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Ir Zaenal Arifin, MSI mengungkapkan, pengiriman ternak antar daerah dan pulau melalui jalur darat kini dihentikan untuk antisipasi penyebaran PMK yang terindikasi sudah masuk di pulau Lombok untuk wilayah NTB. Tapi pengiriman ternak antar pulau melalui jalur tol laut masih dibolehkan selama ada rekomendasi dari daerah penerima dan ternak yang dikirim kondisinya sehat dan bebas dari penyakit.

Selama ini, ternak dari Dompu banyak dikirim melalui darat untuk memenuhi permintaan pasar menjelang lebaran Idul Qurban. Sementara jadwal pengiriman ternak melalui tol laut bagi pengusaha ternak Dompu pada 16 Mei 2022. Jadwal itu tidak terisi karena rekomendasi dari daerah penerima tidak didapat pengusaha ternak Dompu.

“Karena tidak ada rekomendasi dari daerah penerima, jadwal kita tanggal 16 Mei kemarin tidak terisi. Akhirnya dimanfaatkan oleh pengusaha dari Bima untuk tol laut dari Bima ke Jakarta,” kata Zaenal Arifin.

Jadwal tol laut bagi pengusaha ternak Bima pada 19 Mei ini. Untuk mengantisipasi pengiriman ternak antar daerah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Dompu akan meningkatkan pengawasan di sejumlah titik.

Pasca temuan kasus PMK pada sapi di Jawa Timur, Zaenal mengatakan pihaknya terus meningkatkan pengawasan pada kesehatan hewan di daerah. Termasuk pada rumah potong hewan (RPH). “Sejauh ini tidak ada PMK di pulau Sumbawa. Tapi kita akan intenskan pengawasan, termasuk melakukan penyemprotan pada ternak sapi dan ayam,” ungkapnya.

Penyakit mulut dan kuku itu sendiri tidak berbahaya bagi manusia. Penyakit ini hanya menyebar dari hewan ke hewan. Ternak yang terjangkit PMK, masa inkubasinya selama 14 hari. “PMK ini dampaknya pada ekonomi petani. Ketika terjangkit PMK, maka akan menimbulkan kematian ternak lebih cepat. Ini yang kita antisipasi,” katanya. (INF)

DUKUNGAN PEMERINTAH IRAN UNTUK BUDIDAYA CROSSBREED DOMESTIK

Iran membuka pusat pembiakan baru yang berfokus pada ayam crossbredd domestik Arian di Kerman Selatan pada Oktober 2021. Beberapa fasilitas serupa diluncurkan di berbagai bagian negara selama beberapa tahun sebelumnya.

Mohammad Pouladkhaei, kepala organisasi pertanian Kerman Selatan, mengatakan bahwa siklus perkembangbiakan Arian adalah 42 hari, dan memiliki rasio konversi pakan yang baik. Dia juga menjelaskan bahwa pihak berwenang setuju untuk memberikan dukungan negara kepada peternak yang berencana untuk membudidayakan unggas Arian, termasuk dengan subsidi.

BRIN GELAR WEBINAR PMK INTERNASIONAL

Kepala BRIN memberikan sambutan dalam acara webinar

Wabah PMK yang melanda Indonesia beberapa waktu belakangan ini ternyata juga menarik minat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Melalui Kanal youtube mereka Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia dan Zoom meeting mereka melangsungkan Webinar bertajuk "Talk to Scientists : Penyakit Mulut dan Kuku : Penelitian, Diagnosa, dan Pengendaliannya" pada Kamis (19/5) yang lalu.

Dalam sambutannya Kepala BRIN Dr Laksana Tri Handoko mengatakan bahwa penyakit ini amat penting untuk segera dieradikasi mengingat kerugian yang ditimbulkan akan sangat besar. Selain itu menurutnya, Indonesia pernah mengalami wabah ini dan berhasil bebas, sehingga tidak alasan bagi negara kita untuk membiarkan PMK merajalela.

Narasumber yang dihadirkan dalam acara tersebut pun bukan hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari berbagai negara yang telah ahli dalam hal penelitian dan pengendalian penyakit PMK. Misalnya saja Prof Tamaki Kobayashi yang merupakan Vice Director Center for Animal Disease Control (CADIC), Universitas Miyazaki Jepang.Dalam presentasinya ia menyampaikan pengalamannya dalam menangulangi wabah PMK yang pernah terjadi di Jepang tepatnya di Perfektur Miyazaki dan Hokkaido pada tahun 2010 yang lalu.

Ia bercerita pada tahun 2010 Jepang menelan kerugian hingga USD 3 Miliar akibat mewabahnya PMK. 1362 peternak pun dirugikan dimana sebanyak 297.000 ternak harus jadi korban. 

"Ada dua tipe virus PMK yang menyerang yakni tipe O ME- SA, dan tipe O SEA pada waktu itu. Kami langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan stamping out, mencegah perpindahan hewan dan manusia, serta melakukan vaksinasi darurat," tutur dia.

Ia menyebut bahwa negaranya sangat ketat dalam menjalankan protokol wabah yang disarankan oleh OIE. Sehingga dalam kurun waktu 130 hari Jepang dapat mendeklarasikan bebas PMK dan pada 5 Februari 2011 Jepang dinyatakan bebas PMK oleh OIE.

Sementara itu pembicara lainnya yakni Dr Kingkarn Boonsuya Seeyo Peneliti Laboratorium Rujukan PMK Regional Asia Tenggara (RRLFMD), Thailand banyak membahas mengenai teknik pengambilan sampel, handling, preparasi, dan Investigasi lapang PMK.

Menurutnya memang agak kompleks dalam menangani sampel PMK, namun begitu ini amatlah penting karena nantinya virus yang diisolasi dapat diketahui tipenya dengan tepat sehingga vaksin yang digunakan juga tepat.

"Perlu diingat bahwa vaksin PMK tidak memiliki cross immunity artinya satu jenis vaksin hanya untuk satu tipe virus, oleh karenanya diagnosis harus dilakukan dengan teknik yang baik dan benar," tutur dia.

Sementara itu Dr Agus Wiyono selaku peneliti Pusat Riset Veteriner BRIN menjabarkan beberapa strategi yang akan dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam janga pendek, menengah dan panjang dalam presentasinya.

"Setelah wabah dideklarasikan Indonesia harus meningkatkan koordinasi dan kerjasama antar lembaga di lapangan, meredam kepanikan serta menyinergikan semua lembaga terkait juga masih menjadi PR kita," tukas Agus.

Vaksinasi darurat kata Agus akan segera dilakukan oleh Pemerintah sembari menunggu vaksin mana yang kiranya tepat untuk digunakan di lapangan. Sayangnya menurut Agus, kemungkinan besar Indonesia tidak akan melakukan stamping out, namun hanya melakukan depopulasi selektif. Selain itu nampaknya pemerintah juga tidak akan memberikan kompensasi kepada peternak dari ternak yang di culling terkait keterbatasan anggaran yang dimiliki (CR).

PROF AKHMAD SODIQ DILANTIK SEBAGAI REKTOR UNSOED

 

Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim saat melantik Prof Dr Ir Akhmad Sodiq (Foto: Istimewa)

Rabu (18/5), Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim melantik Prof Dr Ir Akhmad Sodiq MSc Agr sebagai Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Masa Jabatan 2022-2026.

Nadiem sambutannya menyampaikan bahwa kunci keberhasilan mengimplementasikan kebijakan Merdeka Belajar sejak 2020 sampai hari ini merupakan buah dari kolaborasi seluruh pihak dalam mendorong kemajuan Pendidikan Indonesia.

Khususnya di tengah upaya untuk bangkit dari pendemi, kolaborasi merupakan kunci utama untuk memulihkan pembelajaran dari dampak learning loss.

"Berkenaan dengan hal tersebut upacara pelantikan pejabat yang kita laksanakan hari ini merupakan bagian dari upaya Kemendikbudristek untuk semakin mengakselrasi kerja sama lintas sektor dan memperluas Gerakan Merdeka Belajar sampai keseluruh penjuru Indonesia," ujar Mendikbudristek di Auditorium Gedung Kemenristekdikti Jakarta.

"Ciptakan iklim belajar yang kondusif, aman dari segala bentuk kekerasan, serta memerdekakan mahasiswa dalam mengembangkan potensinya. Berikan hak kepada mahasiswa kita untuk belajar diluar kampus agar Ketika lulus mereka siap menghadapi segala macam tantangan," pesan Nadiem. 

Sementara itu, selepas pelantikan, Prof Akhmad Sodiq mengucapkan terima kasih kepada para kolega sahabat alumni atas atensi dan doa untuk memajukan pendidikan tinggi di Unsoed tercinta.

“Semoga Unsoed lebih berkontribusi dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia Unggul dan Pengembangan Iptek berbasis Sumber Daya Pedesaan dan Kearifan Lokal. Mohon dukungan semua pihak untuk akselerasi Unsped Merdeka Maju Mendunia,” harapnya, dalam keterangan resmi yang diterima Infovet, Kamis (19/5). 

Sebagaimana diketahui, Akhmad Sodiq merupakan alumni Fakultas Peternakan Unsoed angkatan 1987. Dia juga terhitung menjadi dekan termuda Fapet Unsoed pada saat dilantik saat itu, yakni berusia 41 tahun. Akhmad Sodiq menjadi dekan dalam dua periode, dari 2010 hingga 2017.

Kelahiran Batang, 28 Januari 1969 ini selain menjadi akademisi juga dikenal memiliki aktivitas sosial kemasyarakatan dan keagamaan.

Pada saat menjabat sebagai Dekan Fapet Unsoed, dia juga menjadi Ketua Tim Pendiri Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto. Ketika kampus tersebut mendapat izin operasional pada tahun 2016, Akhmad Sodiq menjadi Rektor UNU pertama. (INF)

CIANJUR KLAIM MASIH NEGATIF PMK

Memperketat pengawasan lalu lintas ternak perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran PMK

Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dislutkanak) Kabupaten Cianjur memastikan peternakan diwilayah belum ditemukan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Medik veteriner atau Subkoordinator Pengawasan Pemasukan dan. Pengeluaran Hewan dan Produk Hewan (P3H) Dislutkanak Kabupaten Cianjur Kharisudin mengatakan, semenjak adanya kabar wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada hewan ternak beberapa upaya langsung dilakukan.

"Semenjak ramainya wabah PMK, kita sudah melakukan koordinasi dan lansung mengumpulkan unit pelaksana unit kita, termasuk RPH sama Balai peternakan milik dinas, kita sosialisasi agar langsung bergerakan untuk melakukan pemantauan," katanya, Rabu (18/5/2022).

Hingga sejauh ini, kata dia, sudah ada sebanyak 1000 ekor hewan yang dilakukan pemeriksaan. Hasil dari pemeriksaan tersebut tidak ada inidkasi kasus yang ditemukan diwilayah Cianjur.

"Selain itu juga, kami telah mengeluarkan surat edaran ke sejumlah peternak di Cianjur untuk tidak memasukan hewan asal Jateng, Jogjakarta dan Jatim, karena dari awal-awal di daerah itu sumbernya," ucapnya.

Selain itu, ia mengatakan, pihak juga telah berkoodinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Cianjur dan Mapolres Cianjur unuk membantu pematauan dan pengawasan distribusi hewan dari luar daerah diperbatan.

"Karena distribusi hewan kurban, biasanya hampir 60 persen itu berasal dari Jateng dan Jatim. Oleh karena itu berharap peternak untuk memaksimalkan yang ada di Cianjur," ucapnya.

Ia mengatakan, apabila terjadi kekurangan, dipersilahkan untuk mengambil hewan dari luar, tetapi tetap memenuhi persyatan yang ketat, dan disertai SKH.

"Ketika hewan asal dari luar daerah tersebut, kita juga akan melakukan monitoring selama 14 hari untuk meminimalkan kejadian. Dan kita sarankan agar para peternak menajalankan disinfeksi hingga," jelasnya.

Ia meminta, para peternak untuk segera melapor, apabila hewan ternaknya memiliki ciri-ciri gejala awal demam tinggi, susah makan, keluar air liur berlebihan. Sedangkan khasnya terdapat lesi pada bagian lidah, gusi, hingga kuku. (INF)


DISKUSI INTERAKTIF MEWASPADAI PMK

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) alias Foot and Mouth Disease (FMD) yang melanda Indonesia baru - baru ini sukses membuat panik masyarakat Indonesia khususnya peternak. Pasalnya sudah 32 tahun terakhir Indonesia bebas PMK, dan kini penyakit tersebut kian merajalela kembali.

Sebagai bentuk edukasi dan upaya dalam meredam kepanikan dan membangkitkan kesadaran masyarakat dalam mencegah penyebar luasan PMK, Satwa Media Group melakukan diskusi interaktif bertajuk "Waspada PMK dan Cara Pengendaliannya" yang disiarkan secara live melalui kanal Youtube Satwa Media dan Zoom Meeting pada Rabu (18/5).

Hadir sebagai narasumber yakni Ir Rochadi Tawaf selaku Anggota Dewan Pakar PB ISPI dan Drh Andi Wijanarko selaku Ketua 2 ASOHI. Dalam pemaparannya Rochadi sedikit menjabarkan terkait sejarah PMK di Indonesia. 

Ia menyebut bahwa PMK dapat kembali masuk ke Indonesia salah satunya dikarenakan kesalahan kebijakan dari pemerintah yang membolehkan masuknya hewan maupun produk peternakan dari zona di negara yang belum bebas PMK.Ia juga menyebutkan bahwa lemahnya pengawasan dari Indonesia semakin meningkatkan risiko PMK bisa masuk ke Indonesia.

"Meskipun belum ada kajian ilmiah yang bilang bahwa PMK yang sekarang masuk dari India dan Brazil, tapi kan setidaknya ini sudah kita wanti - wanti sejak dulu. Kita awalnya menganut country based, tujuannya ya itu supaya PMK enggak masuk, nah sekarang yang kita khawatirkan terjadi," tutur Rochadi.

Dalam kajian yang telah ia lakukan jauh hari sebelumnya Rochadi menyebut bahwa estimasi kerugian ekonomi di sektor peternakan akibat PMK dapat mencapai 9,6 Triliun Rupiah, itupun hanya dari segi stamping out saja.

"Kita berkaca pada Inggris, di tahun 2011, mereka kena PMK dan lalu menyebar dalam 14 hari, Pemerintah di sana langsung ambil tindakan stamping out, lalu mereka ganti rugi ke peternaknya. Nah dari sisi itu saja kita estimasi kerugian sampai 9,6 T. Dan yang menanggung itu semua ya peternak, karena di sini tidak ada dalam UU pemberian kompensasi dari pemerintah," tutur dia.

Drh Andi Wijanarko memberikan pendapatnya dalam diskusi

Selain itu Rochadi juga menyebut bahwa kerugian dari sektor lain misalnya pariwisata, sektor perdagangan, dan lain sebagainya yang mungkin akan menambah nominal kerugian Indonesia akibat PMK.

Sementara itu Drh Andi Wijanarko menyebutkan bahwa saat ini pemerintah telah memanggil 4 anggota ASOHI yang memiliki produk vaksin PMK. Dimana dengan azas kedaruratan vaksin akan diimpor untuk digunakan dalam program vaksinasi oleh pemerintah.

"Ini pun masih dikaji, nanti siapa yang vaksinnya paling homolog. Vaksin PMK tidak seperti ND yang bisa memberikan cross immunity, jadi kalau tingkat homologinya rendah, ya percuma. Oleh karena itu dalam beberapa hari kedepan mungkin sudah ada produknya dan dijual terbatas hanya untuk program pemerintah," tutur Andi.

Dalam mencegah penyebaran PMK, selain vaksinasi Andi menyebut bahwa peternak dapat melakukan aplikasi biosekuriti yang ketat di peternakan. Selain itu layaknya Covid-19, karena penyebarannya yang cepat, ternak hendaknya tidak diumbar atau digembalakan, tetapi tetap di dalam kandang. 

Masyarakat juga dihimbau untuk tidak takut dalam mengonsumsi daging sapi, kambing, maupun kerbau, karena PMK bukan merupakan penyakit yang menular ke manusia alias zoonosis. Namun beberapa organ yang mengalami kerusakan akibat PMK, hendaknya jangan dikonsumsi. (CR)

CAHAYA DAN PENGARUHNYA PADA AYAM PETELUR

Cahaya memudahkan ayam mencari makanan dan air untuk tumbuh atau bertelur. (Foto: Istimewa

“Cahaya memudahkan ayam mencari makanan dan air. Tujuan utama untuk setiap jenis produksi ayam adalah agar ayam dapat menemukan makanan untuk tumbuh atau bertelur,” kata Technical Services Manager South East Asia Hy-Line International, Dr Sieche Genger, pada Poultry Week Webinar Informa Markets.

“Kita ingin memiliki ritme sirkadian yang normal untuk ayam,memungkinkan untuk mengatur ritme tubuh internal yang membuat ayam tetap sehat dan menjaga berbagai sistem berfungsi dengan baik.”

Cahaya bertanggung jawab untuk inisiasi dan kemudian regulasi pelepasan hormon. Juga untuk banyak regulasi metabolisme. Ini memiliki efek yang sangat penting pada reproduksi ayam petelur juga memiliki efek penting pada proses pembentukan tulang.

Cahaya masuk dan mengenai retina dan mata, persepsi visual ini dibuat melalui transmisi ke otak yang menciptakan image. Ketika itu terjadi juga ada pelepasan dopamin dan sinar UVA yang memengaruhi pelepasan melatonin.

Hal-hal tersebut kemudian berinteraksi dengan kelenjar pineal dan kelenjar hipotalamus. Kelenjar pineal memiliki fotoreseptor yang menerima cahaya pada panjang gelombang lebih dari empat lux. Itulah yang mengatur jam sirkadian.

Hipotalamus bertanggung jawab atas kematangan seksual. Ada reseptor yang menerima cahaya di hipotalamus dan menyebabkan stimulasi dan regulasi hormon seksual, yang akhirnya untuk menciptakan pematangan yang tepat dan proses seksual seperti bertelur.

Intensitas Cahaya
Intensitas lux akan berbeda berdasarkan seberapa tinggi cahaya dari lantai. Bola lampu yang jauh lebih dekat ke lantai memiliki efek sorotan yang lebih terkonsentrasi.

“Untuk mengukur apakah kandang sudah memiliki intensitas cahaya yang sesuai kami memiliki pengukur cahaya yang Anda dapat membelinya dari sejumlah lokasi,” kata Genger.

“Tidak semua pengukur cahaya dibuat sama,pengukur cahaya tradisional yang paling umum hanya akan memperhitungkan spektrum penglihatan manusia.Kami memiliki pengukur cahaya khusus hewan yang dapat menghitung penglihatan spektrum penuh tetapi memang lebih mahal.”

Pengukuran intensitas cahaya tujuannya adalah… Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Mei 2022. (NDV)

PMK DIDUGA MENYEBAR KE INDONESIA MELALUI BEBERAPA HAL INI

Sapi, ternak yang rentan terinfeksi PMK

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi, kerbau, domba, dan kambing kembali terjadi di Indonesia. Bahkan, PMK ini juga dapat menyerang hewan liar, seperti gajah, antelope, bison, menjangan, dan jerapah.

Penyakit yang disebabkan oleh virus tipe A dari keluarga Picornaviridae, genus Apthovirus, yakniAphtaee epizootecae pernah terjadi di Indonesia, yakni sekitar 1887. Beberapa tahun berikutnya, Indonesia berhasil keluar dari wabah PMK dan dinyatakan bebas PMK pada 1990 oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE). Namun, pada akhir April 2022, kasus PMK kembali menyerang hewan ternak di Indonesia. Sejumlah daerah melaporkan kasus PMK, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Lombok, hingga Aceh.

Dikutip dari jabarprov.go.id, virus penyebab PMK ini dapat bertahan lama di lingkungan dan bertahan hidup pada tulang, kelenjar, susu, serta produk susu. Sementara itu, tingkat penularan PMK cukup tinggi dengan tingkat kematian 1-5 persen. Lantas, melalui apa saja, virus PMK ini menyebar di Indonesia?

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB drh. Supratikno mengatakan, penyebaran virus PMK diduga masuk menginfeksi ternak di Indonesia melalui berbagai perantara.

"Salah satunya adalah kontak langsung dengan hewan penderita atau melalui media pembawa," ujarnya,.

Menurutnya, lalu lintas hewan yang dilakukan secara ilegal dari negara yang belum bebas PMK diduga menjadi penyebab penyebaran kasus di Indonesia.

"Bisa juga melalui media pembawa seperti sampah pesawat yang diberikan kepada ternak dan sampah tersebut teryata tercemar virus dari negara yang belum bebas PMK," imbuh Supratikno.

Selain itu, penyebaran kasus PMK juga diduga menyebar melalui media lain. Sebagai contoh, kegiatan impor yang ilegal produk olahan hewan yang tidak melalui karantina sehingga berpotensi membawa virus.

Pengawasan lalu lintas hewan yang lemah juga pernah disinggung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Muhammad Munawaroh. Dilansir dari KompasTV, Munawaroh mengatakan bahwa kasus PMK kembali terjadi lantaran pengawasan lalu lintas ternak di Indonesia yang lemah.

”Saya heran mengapa ternak, terutama domba. Misalnya dari Malaysia yang belum bebas PMK, bisa masuk dan terdistribusi sampai Wonosobo dan Malang sehingga meningkatkan risiko wabah dan terbukti,” ujarnya. (INF)



IRAN EKSPOR AYAM ARIAN

Berbicara selama pertemuan pemerintah pada 17 April, Seyed Javad Sadati Nejad, Menteri Jihad Pertanian, mengatakan bahwa Iran sedang berusaha untuk memenuhi permintaannya sendiri akan ayam crossbreed domestik Arian, tetapi pihak berwenang memutuskan untuk mengekspor beberapa surplus produksi.

Pada 25 April, Kementerian menyetujui ekspor unggas Arian dalam jumlah terbatas serta telur tetas, menambahkan bahwa kuota ekspor dapat ditingkatkan jika diperlukan. Namun, harga ayam Arian rata-rata 12% lebih tinggi dibandingkan dengan ayam crossbreed Barat lainnya yang lebih populer.

IRAN INGIN PETERNAK UNGGAS BERALIH KE AYAM ARIAN DOMESTIK

Kementerian Jihad Pertanian Iran telah meluncurkan rencana untuk mengganti genetika ayam yang diimpor dengan ayam Arian domestik.

Dalam sebuah pernyataan pada 1 Mei, Kementerian mengklaim bahwa hanya 8 negara yang memiliki kemampuan teknis dan ilmiah untuk mengembangkan persilangan unggas baru, dan Iran termasuk di antara mereka. Saat ini, 85% ayam pedaging di Iran adalah persilangan Ross, dan ketergantungan ini, kata Kementerian, dapat membahayakan ketahanan pangan negara.

Tidak ada informasi resmi tentang pangsa saat ini dari ayam persilangan Arian dalam produksi daging ayam pedaging Iran, tetapi diyakini telah terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Pada bulan Februari 2022, 180 anggota Parlemen Iran menandatangani pernyataan bersama yang menyerukan untuk meningkatkan pengembangan persilangan Arian untuk menyingkirkan ketergantungan impor pada genetika dalam industri unggas, yang menyumbang 70% dari konsumsi protein di Iran.

Anggota parlemen Iran menyuarakan keprihatinan tentang tekanan sanksi yang berkelanjutan dari negara-negara Barat terhadap Iran, menekankan bahwa kebijakan ini suatu hari nanti dapat menghalangi produsen unggas Iran dari genetika impor.

MENTAN SYL BUKA PELATIHAN PENGENDALIAN PENYAKIT MULUT DAN KUKU

Mentan SYL membuka Pelatihan Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku

Pembukaan sekaligus hari pertama kegiatan Pelatihan Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) berlangsung lancar. Secara virtual, pelatihan yang diselenggarakan selama tiga hari, pada 12-14 Mei 2022 ini dibuka oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL).

Dalam sambutannya, SYL sangat mengapresiasi langkah Pusat Pelatihan Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara dalam mempersiapkan pelatihan secara matang.

SYL berharap pelatihan ini dapat menambah wawasan para peserta yang men gikuti diantaranya para paramedik, petugas teknis, dan penyuluh peternakan se-provinsi Indonesia.

“Pelatihan ini memanggil rasa nasionalisme serta empati kita semua. Saya berharap seluruhnya yang ada di jajaran Kementan harus sigap dalam menyikapi wabah PMK, karena jika tidak cepat diatasi masyarakat panik dan bahkan tata niaga jatuh sebab terjadi panic selling atau peternak menjual ternak-ternaknya,” terang SYL melalui video conference.

Lanjutnya, SYL yakin wabah PMK ini bisa diatasi. Penanganan PMK terus dilakukan secara maksimal. Kementan telah melakukan beberapa langkah penanganan seperti mendistribusikan obat, penyuntikan vitamin, pemberian antibiotik, dan penguatan imun.

Kementan terus bekerja melakukan riset dan uji lab untuk menemukan vaksin dalam negeri. SYL mengatakan, pihaknya telah menemukan stereotip yang ada dan akan menghadirkan vaksin dalam waktu singkat.

“Saya minta Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dalam satu minggu ke depan untuk melakukan pengadaan vaksin dan akan kita kembangkan melalui Pusvetma,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama Dr drh Nuryani Zainuddin MSi selaku Direktur Kesehatan Hewan memaparkan beberapa agenda dalam penanganan wabah PMK di Indonesia. Sesuai dengan Menteri Pertanian, upaya yang dilakukan dengan mencanangkan tiga agenda berikut:

  1. Pengendalian SOS
    • Penetapan wabah oleh menteri pertanian (senin, 9 mei 2022) sbg kewajiban kita jg melakukan notifikasi ke OIE
    • Pemusnahan terbatas ternak yang terkonfirmwsi positif PMK
    • Penetapan penutupan (lockdown) zona wabah pada tingkat kecamaatan/kabupaten di setiap wilayah dengan radius 3-10 km dari wilayah terdampak PMK
    • Penutupan pengeluaran ternak dari Pulau Jawa dan pembatasan pemasukan ternak ke Pulau Jawa
    • Pembentukan gugus tugas tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota
    • Sosialisasi dan edukasi masyarakat terkait SOP Pencegahan dan pengendalian PMK
    • Menyiapkan vaksin PMK secara darurat, obat-obatan, disinfektan, APD
    • Memberikan multivitamin untuk penguat dan antibiotik untuk mencegah infeksi bakteri
    • Melakukan pembatasan, pengetatan, sampai penutupan lalu lintas ternak, pasar hewan dan rumah potong hewan, serta masuknya ternak hidup di wilayah perbatasan negara belum bebas PMK
    • Penghentian sementara pelayanan inseminasi buatan dan pemeriksaan kebuntingan di daerah wabah PMK
  2. Pengendalian Temporary
    • Pengadaan vaksin
    • Vaksinasi darurat
    • Pembatasan lalu lintas hewan dan produk hewan
  3. Pengendalian Permanent
    • Pembuatan vaksin oleh Pusvetma
    • Vaksinasi massal
    • Surveilans secara rutin

LANJUTAN KONFERENSI USSEC MENGENAI NUTRISI DAN PAKAN UNGGAS

Diskusi panel antara narasumber dengan peserta. (Foto: Dok. Infovet)

Kamis (12/5/2022), USSEC hybrid eventBroiler Nutrition and Feed Technology Conference” kembali dilanjutkan secara live di Menara 165 Jakarta dan daring yang difasilitasi GITA Event Organizer (EO).

Pada sesi pertama konferensi menghadirkan pembicara dari Auburn University US, Wilmer Pacheco, yang memberikan dua materi sekaligus diantaranya mengenai Particel Size for Feeding Broiler dan Hygiene in Feed Production.

Dalam pemaparannya, Wilmer merekomendasikan ukuran partikel untuk pakan starter 0,9-1,0 mm, serta pakan grower dan finisher sebesar 1,2 mm. “Sebab ukuran partikel dapat memengaruhi FCR dan luas permukaan pakan turut berpengaruh terhadap kecernaan dan efisiensi pakan,” jelasnya.

Dia pun juga menjelaskan tentang pentingnya kebersihan produksi pakan untuk mengontrol mikroba yang merugikan. “Dengan cara disain feedmill yang baik, kontrol kualitas dari bahan, kontrol burung dan hewan pengerat, kontrol kepadatan, sanitasi peralatan dan penyimpanan dalam pabrik dan kandang,” kata Wilmer.

Adapun pembicara lainnya yakni Poultry Nutrition Specialist Aviagen, Ruben Kriseldi, yang membahas mengenai Interactive Effects of Branched-chain Amino Acids in Broiler Production. Ia menekankan, asam amino bercabang mempunyai peranan penting karena berfungsi dalam sintesis protein tubuh, pertumbuhan bulu dan tulang, juga transpor glukosa serta metabolisme lemak.

Diskusi panel antara narasumber dengan peserta. (Foto: Dok. Infovet)

Sementara pada sesi kedua, turut ditampilkan narasumber President RO Feed Association, Iani Adrian Chihaia, yang mengupas informasi mengenai Formulating Feed for Poultry: Ecomonic and Enviromental Objective, dilanjutkan pemaparan Technical Service Manager Evonik, Richad Lim, mengenai Improving and Maintaining a Healthy Poultry Gut in the AGP Free Era dan Senior Technical Advisor USSEC, Richard Han, soal Overview Broiler Production in China.

Disetiap penghujung sesi presentasi digelar diskusi panel antara narasumber dengan peserta yang terlihat antusias. Konferensi hari terakhir ini pun dihadiri oleh lebih dari 100 orang peserta. (RBS)

MENTAN SYL : DAGING SAPI TERINFEKSI PMK BISA DIKONSUMSI KECUALI INI

Mentan SYL meninjau feedlot

Hasil riset yang dilakukan pemerintah pusat mengenai penyakit yang melanda hewan ternak sapi ini dikatakan masih aman dan tidak jangkit pada manusia.  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan daging hewan yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku, masih bisa dikonsumsi secara layak oleh masyarakat, asalkan pada bagian tubuh hewan tersebut tidak terjangkit virus yang terlihat dari perubahan warna.

"Yang tidak boleh hanya pada bagian-bagian tertentu yang terkena PMK. Misalnya organ organ tertentu, misalnya kaki, ya, tentu saja harus diamputasi dulu," ujar Yasin saat mengerikan keterangan mengenai virus PMK  lobby gedung A Kementerian Pertanian RI, Jakarta Selatan, Rabu 11 Mei 2022.

Hasil penelitian juga mengatakan virus tersebut ada di bagian organ dalam hewan yang biasa disebut dengan jeroan, masyarakat dalam hal ini juga diimbau oleh Limpo untuk tidak mengkonsumsi jeroan.

"Cuma itu yang memang tidak direkomendasi, tapi yang lain masih bisa direkomendasi. Dagingnya pun masih bisa dimakan, kecuali ya beberapa teknis," ujarnya.

Penyembelihan hewan ternak yang terjangkit penyakit tersebut juga berada di dalam pengawakan ketat kementerian pusat, pihak Kemenkes bahkan menerjunkan tim medisnya ke lokasi rumah pemotongan hewan guna memberitahui masyarakat, bagian mana saja yang bisa dan layak di konsumsi

Limpo juga mengatakan beberapa bagian tubuh hewan yang tidak bisa di konsumsi lantaran terpapar virus tersebut yakni jeroan, mulut, bibir, lidah, dan kaki.

"Selebihnya, masih bisa dikonsumsi oleh manusia" ujar dia. 

Limpo juga jelaskan bahwa hewan ternak yang masih ada dan bertahan hidup di sekitar lokasi wabah virus PMK tersebut akan segera diberikan vaksin, Kementerian Pertanian itu sendiri juga akan membuat vaksin langsung.

"Vaksin yang akan kita pakai adalah vaksin nasional. Tapi, vaksin ini membutuhkan waktu," ujarnya. (INF)




MALINDO MERAMBAH BISNIS AYAM GORENG

Seremoni opening resto Sunny’chick Fatmawati Jakarta. (Foto: Istimewa)

PT Malindo Feedmill Tbk melalui anak perusahaan PT Malindo Food Delight telah menambah bisnis baru, yaitu di bidang restoran ayam goreng dengan mendirikan resto Sunny’chick, yang dimulai dengan store pertamanya di Tambun Bekasi, Jawa Barat, pada November 2021.

Saat ini resto Sunny’chick sudah tersebar di berbagai lokasi di Jabodetabek dan Karawang. Direktur PT Malindo Feedmill Tbk, Lau Joo Hwa, dalam opening resto Sunny’chick Fatmawati Jakarta, Selasa (10/5), mengatakan bahwa bisnis ayam goreng Sunny’chick merupakan salah satu strategi Malindo dalam memperkuat posisinya di sektor hilir, disamping strategi lainnya seperti memperkuat pasar dipenjualan makanan olahan.

“Pilihan membuka bisnis ayam goreng karena makanan tersebut disukai oleh semua lapisan masyarakat dan dapat dibeli dengan harga terjangkau,” kata Lau melalui keterangan tertulisnya.

Ia menambahkan, “Dengan demikian diharapkan semua masyarakat Indonesia dapat menikmati ayam goreng yang enak, sehat, halal, bergizi dan pas di kantong mereka.”

Ayam goreng Sunny’ Chick memiliki cita rasa istimewa dengan berbagai pilihan menu, seperti crispy fried chicken yang tersedia dalam rasa original dan pedas dengan tambahan saus dan sambal geprek yang menggugah selera. Adapun menu lainnya yakni ayam bakar Sunny’chick. Ini menjadi menu andalan, dimana crispy fried chicken dibakar dan dioles saus rasa pedas atau barbeku. (INF)

RUSIA MEMBUKA PASARNYA UNTUK TEPUNG HEWAN BRASIL

Federal Veterinary and Phytosanitary Surveillance Service of Russia (Rosselkhoznadzor) telah mengumumkan tunjangan untuk impor tepung hewan dari Brasil.

Pengumuman tersebut merupakan hasil negosiasi antara Kementerian Pertanian, Peternakan dan Pasokan dan otoritas sanitasi Rusia dan, pada awalnya, mencakup 11 perusahaan Brasil.

Menurut Asosiasi Daur Ulang Hewan Brasil (ABRA), daftar pertama ini adalah pilihan sepihak dari otoritas Rusia, dan entitas tersebut terus bekerja dengan pemerintah Brasil untuk meningkatkan jumlah perusahaan yang memenuhi syarat secepat mungkin.

Negosiasi telah dimulai pada November tahun lalu ketika Uni Eurasia menerima proposal model sertifikat Brasil untuk ekspor tepung dan lemak hewani.

USSEC GELAR KONFERENSI SOAL NUTRISI DAN PAKAN UNGGAS BERSAMA GITA EO

Broiler Nutrition and Feed Technology Conference yang berlangsung secara hybrid. (Foto: Dok. Infovet)

US Soybean Export Council (USSEC) difasilitasi oleh GITA Event Organizer (EO) menyelenggarakan “Broiler Nutrition and Feed Technology Conference” pada 11-12 Mei 2022, yang berlangsung secara hybrid di Menara 165 Jakarta dan daring.

Pada hari pertama, konferensi dihadiri lebih dari 150 orang dengan menampilkan enam pembicara yang andal di bidangnya. Dipandu oleh Country Director Indonesia USSEC, Ibnu Edy Wiyono, acara diawali dengan pemberian sambutan dari Agicultural Consellor FAS U.S Embassy Jakarta Indonesia, Rey Santella.

“Kita sangat mendukung kegiatan konferensi ini, khususnya mengenai nutrisi dan teknologi pakan untuk unggas. Semoga konferensi ini memberi banyak informasi bagi semua,” kata Rey.

Kegiatan yang dimulai pukul 08:00 WIB dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama pemaparan diawali oleh Regional Director USSEC SEA & Oceania, Timothy Loh, yang membahas mengenai US Soy Sustainability and Sustainable Sourcing. Dilanjutkan oleh Nutrisionist Cobb Asia Pasific, Suttisak Boonyoung, dengan materi Broiler Nutrition Past and Current.

Kemudian dari Auburn University US, Wilmer Pacheco, yang membawakan materi Critical of Early Feeding on Broiler dan Senior Technical Service Manager Animal Nutrition Evonik (SEA) Pte. Ltd, Mubarak Ali, mengenai Digitalization Next Stage of Optimization in Broiler Production.

Pada sesi kedua, President RO Feed Association, Iani Adrian Chihaia, menjadi narasumber berikutnya yang membawakan materi Soy Industry 4.0 in Europe: Value Added Soy Products. Dilanjutkan dengan penampilan Technical Consultant Animal Nutrition USSEC Indonesia, Budi Tangendjaja perihal In Line Quality Control in Feed Manufacturing dan Suttisak Boonyoung mengenai Fiber in Broiler Nutrition and Health.

Pada tiap akhir sesi diadakan tanya jawab yang berjalan sangat dinamis. Kegiatan konferensi ini masih berlanjut pada Kamis (12/5/2022), dengan narasumber lainnya. (RBS)

KETUA GKSI IMBAU PETERNAK TIDAK LAKUKAN PANIC SELLING

Gubernur Khofifah meninjau pengobatan Hewan Ternak Sapi milik H. Bakri di Dusun Wates, Desa Kedungpring, Kec. Balongpanggang, Sabtu (7/5/2022). Foto: https://kominfo.jatimprov.go.id/berita/gerak-cepat-gubernur-khofifah-kawal-langsung-pengobatan-hewan-ternak-yang-terinfeksi-penyakit-mulut-dan-kuku-di-gresik

Ketua Umum Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Daerah Jawa Barat, DedI Setiadi melalui keterangan resminya mengimbau para peternak sapi untuk tidak melakukan pannic selling. Dia juga menyatakan produk peternakan asal sapi berupa susu dan daging secara klinis dinyatakan tidak berbahaya dikonsumsi masyarakat, dikarenakan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bukan penyakit Zoonosis.

“Kami mengimbau kepada peternak agar tidak melakukan "panic selling" yaitu menjual ternaknya secara tergesa-gesa. Kepada masyarakat umum agar tidak khawatir untuk mengonsumsi produk-produk peternakan asal sapi (susu dan daging),” terang Dedi, dikutip dari siaran pers yang diterima Infovet, Rabu (11/5). 

Imbauan tersebut telah disepakati berdasarkan hasil rapat koordinasi seluruh anggota Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Daerah Jawa Barat, Industri Pengolahan Susu (IPS), Ikatan Dokter Hewan Sapi Indonesia (IDHSI), Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat, Komite Pemulihan Ekonomi Jabar (KPED) Div Pertanian dan Ketahanan Pangan. Rapat koordinasi diselenggarakan pada Selasa tanggal 10 Mei 2022 di kantor GKSI Jawa Barat, Jalan Rumah Sakit No 114 Bandung.

Lebih lanjut dijelaskan, berkenaan dengan terjadinya outbreak PMK di Jawa Timur yang telah menyerang 1.247 ekor sapi (sumber: Surat Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur Nomor: 524.3/5201/122.3/2022), dan berdampak luas terhadap perekonomian regional maupun nasional. Mengingat PMK bersifat airborne disease dan penyebarannya sangat cepat, maka peternak sapi perah dibawah naungan GKSI dan peserta rapat lainnya, menyikapi sebagai berikut:

  1. GKSI dan segenap jajaran akan membuat SOP dan satgas PMK di tingkat peternak, kelompok, koperasi dan di tingkat GKSI dengan tujuan menghindari simpang siurnya pemberitaan mengenai dampak negatif yang tengah berkembang saat ini.
  2. Melakukan pemetaan dan identifikasi ternak dan wilayah yang tertular, terduga dan bebas PMK di wilayah Jawa Barat.
  3. Untuk meghindari terjadinya lalu lintas sapi yang tidak terkendali diperlukan keterlibatan lintas dinas, instansi terkait, dengan diterbitkannya kebijakan untuk tidak memasukkan ternak baru, terlebih dari wilayah termasuk zona terduga dan tertular wabah.
  4. Melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai PMK dan dampaknya secara masif kepada peternak dan masyarakat umum dengan melibatkan berbagai pihak terkait.
  5. Dalam rangka eradikasi di wilayah tertular, diperlukan dana tanggap darurat yang berasal dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pihak lain yang tidak mengikat, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  6. Produk peternakan asal sapi berupa susu dan daging secara klinis dinyatakan tidak berbahaya dikonsumsi oleh masyarakat, dikarenakan PMK bukan penyakit Zoonosis. Apabila terdapat keraguan bagi masyarakat, maka dapat menghubungi Direktorat P2HP Kementerian Pertanian (Jl Harsono RM No 3, Ragunan, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta) dan atau DKPP Provinsi Jawa Barat (Whatsapp: 082324252815 atau 0895337189496).

(INF) 

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer