MENTAN AMRAN: RPH DILARANG NAIKKAN HARGA DAGING
PENGGUNAAN AYAM PERSILANGAN ARIAN DIPERKIRAKAN MENIMBULKAN BIAYA TAMBAHAN US$1 MILIAR BAGI IRAN
Pemerintah Iran telah memerintahkan penyelidikan atas nasib ayam persilangan Arian setelah beberapa penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan paksa ayam tersebut sangat menghambat profitabilitas industri.
Dalam pertemuan dengan presiden Iran di provinsi Qazvin, para peternak mengeluh bahwa penggunaan paksa ayam Arian tidak masuk akal secara ekonomi. Ayam ini memiliki tulang 20% lebih banyak dan, rata-rata, produktivitas 20% lebih rendah daripada ayam persilangan populer.
Penggunaan ayam Arian menelan biaya rata-rata US$1,2 miliar per tahun bagi peternak Iran, menurut perkiraan Ali Akbar Abdul Maleki, kepala Kamar Dagang Sanandaj, yang mengutip perhitungan resmi dari Kementerian Pertanian.
Iran secara resmi bergantung ayam Arian untuk mengurangi biaya dan melindungi ketahanan pangan. Namun, implikasi ekonomi jangka panjang dari kebijakan ini menunjukkan bahwa kebijakan ini mungkin menyebabkan lebih banyak kerugian finansial daripada manfaat, karena biaya impor induk – diperkirakan sebesar US$20-25 juta per tahun – diimbangi oleh potensi peningkatan produktivitas yang saat ini belum terealisasi.
Penggunaan paksa unggas persilangan Arian tampaknya merupakan salah satu alasan utama mengapa industri unggas Iran berada dalam situasi keuangan yang buruk.
“Terdapat 777 peternakan ayam aktif di provinsi Qazvin yang berada di ambang penutupan karena produktivitas Arian yang rendah dan biaya tinggi untuk mendapatkan pakan di pasar terbuka. Dengan beralih ke ayam persilangan yang berbeda, unit-unit ini dapat kembali pulih dan menurunkan biaya bagi konsumen,” tambah Maleki.
Inisiatif untuk mengevaluasi kembali efektivitas ayam persilangan Arian telah disambut baik di kalangan ahli Iran.
“Pengembangan ayam persilangan memiliki sejarah lebih dari 135 tahun di negara-negara seperti Amerika Serikat, Belanda, Jerman, Prancis, dan Inggris, sementara ayam ras Arian dikembangkan pada tahun 1993 tanpa penelitian ilmiah yang memadai,” kata Arsalan Jamshidi, seorang analis industri independen.
Terdapat kesenjangan yang signifikan dalam rasio konversi pakan antara ayam ras Arian dan ayam persilangan Barat yang populer. Pada Mei 2025, penggunaan paksa ayam persilangan ras Arian dikritik keras dalam surat terbuka yang diajukan kepada pemerintah. Surat yang ditandatangani oleh 93 peternak unggas yang secara bersama-sama mewakili 30% produksi daging ayam broiler di negara itu, memperingatkan bahwa persilangan Arian membahayakan kelangsungan hidup industri tersebut. Namun, para pejabat Iran menolak untuk menghentikan penggunaan paksa persilangan Arian pada saat itu.
CUACA BERUBAH, AYAM PUN GUNDAH
![]() |
| Gangguan lingkungan sekecil apapun dapat memicu penurunan kesehatan, performa, dan efisiensi produksi unggas. (Foto: Gemini) |
Indonesia sebagai negara tropis sejatinya telah lama terbiasa dengan suhu relatif tinggi. Namun, perubahan iklim global membuat kondisi cuaca semakin sulit diprediksi. Gelombang panas berkepanjangan, hujan ekstrem, hingga perbedaan suhu siang dan malam yang tajam menjadi faktor stres tambahan bagi ayam, khususnya pada sistem pemeliharaan intensif.
Ayam, Suhu, dan Cuaca
Ayam merupakan hewan homoioterm yang harus mempertahankan suhu tubuh sekitar 41-42 °C. Zona nyaman (thermoneutral zone) ayam berada pada kisaran 18-25 °C, tergantung umur dan jenis ayam. Pada rentang ini, energi metabolik dapat digunakan secara optimal untuk pertumbuhan dan produksi.
Ketika suhu lingkungan melampaui batas tersebut, ayam mulai mengalami stres lingkungan, terutama stres panas (heat stress). Berbagai penelitian menyebutkan bahwa suhu di atas 28-30 °C yang disertai kelembapan tinggi secara signifikan menurunkan performa ayam broiler dan petelur (Lara & Rostagno, 2013; Nawab et al., 2018).
Guru Besar SKHB IPB University, Prof Agik Suprayogi, ketika ditemui Infovet mengatakan bahwasanya ayam mempertahankan suhu tubuh relatif konstan melalui keseimbangan antara panas metabolik dan pelepasan panas ke lingkungan. Ketika suhu lingkungan meningkat, kemampuan ayam melepaskan panas menjadi terbatas, terutama pada kondisi kelembapan tinggi.
“Jadi sebenarnya mereka juga tergantung pada lingkungan, suhu, cuaca, kelembapan, kecepatan angin, dan parameter lainnya bila perlu harus dapat dikontrol. Ini penting apalagi ayam modern yang kita kenal saat ini “lembek” terhadap perubahan lingkungan meskipun performa produksinya tinggi,” tutur Agik.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa suhu di kandang atau tempat ayam hidup sebisa mungkin harus dijaga agar mereka dapat tumbuh dengan optimal. Salah sedikit saja dalam mengatur hal tersebut maka bisa fatal akibatnya.
|
Suhu Lingkungan |
Respons Ayam |
Dampak Produksi |
|
18-25 °C |
Zona
nyaman |
Performa
optimal |
|
26-29 °C |
Awal
stres panas |
Konsumsi
pakan mulai turun |
|
30-33 °C |
Stres
panas sedang |
FCR
memburuk, produksi telur turun |
|
>33
°C |
Stres
panas berat |
Mortalitas
meningkat |
AVEC MENDESAK PARLEMEN EROPA UNTUK MENOLAK KESEPAKATAN MERCOSUR
AVEC, Asosiasi Pengolah Unggas dan Perdagangan Unggas di Uni Eropa, sangat menyesalkan pemungutan suara oleh negara-negara anggota Uni Eropa yang mendukung perjanjian EU-Mercosur.
Terlepas dari tekanan politik yang kuat yang diberikan dalam beberapa minggu terakhir, beberapa negara anggota memilih untuk menolak dan mempertahankan penentangan mereka terhadap perjanjian ini. AVEC ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada negara-negara ini atas pendirian dan upaya mereka untuk membela produsen peternakan Eropa. Sayangnya, penolakan ini tidak cukup untuk mencegah persetujuan perjanjian tersebut di tingkat Dewan.
AVEC menegaskan kembali posisinya yang tegas bahwa perjanjian EU-Mercosur akan memiliki konsekuensi yang signifikan dan jangka panjang bagi sektor unggas Eropa, terutama jika dilihat dalam konteks dampak kumulatif dari perjanjian perdagangan yang ada dan yang akan datang.
Saat ini, lebih dari 25% daging dada unggas yang dikonsumsi di Uni Eropa berasal dari negara ketiga. Dengan kuota yang diatur dalam perjanjian Mercosur (180.000 metrik ton), total impor akan mewakili 9% dari total konsumsi unggas Uni Eropa, yang akan memberikan tekanan yang tidak berkelanjutan pada produsen Uni Eropa yang tunduk pada standar tertinggi di dunia dalam hal keamanan pangan, kesejahteraan hewan, perlindungan lingkungan, dan aturan sosial.
Semua mata kini tertuju pada Parlemen Eropa. AVEC memiliki keyakinan penuh bahwa Anggota Parlemen Eropa akan menjalankan tanggung jawab demokrasi mereka dan menolak perjanjian yang tidak seimbang ini, yang gagal memastikan persaingan yang adil dan perlindungan yang memadai untuk sektor pertanian yang sensitif.
Dalam konteks ini, AVEC juga sangat berharap bahwa Parlemen Eropa akan mendukung pengajuan perjanjian tersebut ke Mahkamah Kehakiman Uni Eropa, untuk mendapatkan kejelasan hukum tentang aspek-aspek mendasar dari kesepakatan tersebut.
Selain itu, setiap upaya untuk menerapkan perjanjian tersebut secara sementara sebelum pemungutan suara di Parlemen Eropa akan merupakan penolakan serius terhadap prinsip-prinsip demokrasi dan mengabaikan proses persetujuan demokratis Uni Eropa.
AVEC kini akan sepenuhnya memfokuskan upayanya untuk berinteraksi dengan Parlemen Eropa guna menunjukkan secara jelas konsekuensi negatif yang akan ditimbulkan oleh perjanjian ini bagi produsen unggas Uni Eropa, lapangan kerja di pedesaan, dan keberlanjutan produksi Eropa. Asosiasi tersebut menyatakan bahwa mereka tetap berkomitmen pada dialog konstruktif dengan lembaga-lembaga Uni Eropa, tetapi tidak dapat menerima kebijakan perdagangan yang mengorbankan peternakan Eropa demi kepentingan geopolitik atau komersial.
IRAK MELARANG IMPOR UNGGAS UNTUK MENDUKUNG PETERNAK
Irak telah mengumumkan larangan sementara impor unggas yang berlaku mulai 15 Januari 2026. Langkah ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan lebih lanjut kepada peternak lokal untuk pengembangan, meskipun ada kekhawatiran tentang kenaikan harga menjelang Ramadan.
Jumlah peternakan unggas terdaftar di Irak telah mencapai 1.200, tersebar di Baghdad dan beberapa provinsi lainnya, kata Kementerian Pertanian, menambahkan bahwa angka ini tidak termasuk wilayah Kurdistan, di mana kapasitas produksi unggas yang substansial juga terkonsentrasi.
Industri unggas Irak sekarang terdiri dari berbagai peternakan, termasuk yang memproduksi daging ayam broiler, telur, dan anak ayam. Berdasarkan basis produksi yang berkembang dengan baik ini, kata Kementerian, industri ini dapat secara signifikan meningkatkan swasembada nasional dalam produk unggas.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertanian Irak menggambarkan larangan tersebut sebagai salah satu alat paling efektif yang tersedia untuk mendukung peternak unggas.
Mahdi Al-Jubouri, Wakil Sekretaris Administrasi Kementerian, menyatakan bahwa melindungi peternak lokal adalah salah satu pilar utama untuk menghidupkan kembali industri unggas negara itu, yang telah mengalami kerusakan signifikan selama bertahun-tahun akibat konflik bersenjata dan ketidakpastian.
Menurut Al-Jubouri, ada ribuan proyek unggas yang berbeda di Irak, dan sejumlah besar warga telah kehilangan mata pencaharian mereka karena kehilangan peternakan mereka dalam beberapa tahun terakhir. “Keputusan [untuk melarang impor unggas] seharusnya membantu memulai kembali proyek-proyek ini dan merevitalisasi siklus produksi,” kata Al-Jubouri.
Irak adalah importir daging unggas terbesar ke-9 di dunia, dengan impor senilai US$808 juta pada tahun 2024, menurut Observatorium Kompleksitas Ekonomi. Irak mengimpor unggas dari Brasil, Turki, dan Amerika Serikat.
Pada saat yang sama, larangan impor unggas memicu kekhawatiran tentang inflasi pangan, terutama selama Ramadan, ketika konsumsi protein meningkat.
PROSPEK 2026: PERTUMBUHAN GLOBAL DAGING UNGGAS DIPERKIRAKAN BERLANJUT
Permintaan ayam tetap tinggi, dan pertumbuhan global di sektor ini diperkirakan akan berlanjut, menurut laporan terbaru RaboResearch.
Pertumbuhan global di sektor daging unggas diperkirakan akan berlanjut sepanjang tahun 2026, dengan pertumbuhan sektor yang kuat sekitar 2,5%. Dalam 3 tahun terakhir, pertumbuhan global juga terjadi sekitar 3% per tahun, menurut laporan terbaru RaboResearch.
Pertumbuhan di sektor daging unggas ini sebagian didorong oleh harga ayam yang kompetitif relatif terhadap harga daging sapi dan telur, dikombinasikan dengan kondisi ekonomi yang membaik di pasar negara berkembang utama seperti Asia, kawasan MEA, dan Amerika Selatan dan Tengah.
Ada kemungkinan besar bahwa flu burung dan perkembangan geopolitik dapat menjadi sumber utama volatilitas pasar pada tahun 2026. Eropa Barat Laut dan Spanyol telah sangat terpengaruh oleh flu burung. Di AS, jumlah kasus juga meningkat. Gelombang wabah flu burung ini memiliki konsekuensi buruk bagi produksi lokal dan pasar global sebagai akibat dari pembatasan ekspor.
Pasar telur tetas sudah ketat karena terbatasnya stok induk global dan dampak kumulatif flu burung. Harga telur tetas telah naik ke level tertinggi sepanjang sejarah dan dapat naik lebih jauh jika wabah flu burung berlanjut. Selain itu, kebijakan perdagangan AS yang tidak dapat diprediksi dapat tiba-tiba menyebabkan perubahan dalam arus perdagangan.
Perdagangan global daging unggas juga diperkirakan akan terus tumbuh pada tahun 2026, antara 1,5% dan 2%, meskipun dengan kecepatan yang lebih lambat daripada sektor unggas itu sendiri. Hal ini terutama karena banyak pasar negara berkembang semakin fokus pada pasar domestik mereka dengan impor terbatas atau memberlakukan pembatasan melalui kuota, tarif tinggi, atau strategi ketahanan pangan (termasuk Uni Eropa, AS, Arab Saudi, Thailand, Tiongkok, dan Afrika Selatan).
Bagaimanapun, Brasil siap untuk memperluas pangsa pasarnya di pasar ekspor global. Tiongkok juga diperkirakan akan mengekspor lebih banyak daging unggas pada tahun 2026. Belanda berhasil mengekspor lebih banyak ayam selama 3 kuartal pertama tahun 2025, tetapi ekspor dari Uni Eropa berada di bawah tekanan sementara impor Uni Eropa meningkat.
Thailand (+18%) dan Tiongkok (+38%) secara signifikan meningkatkan ekspor mereka ke Uni Eropa. Negara-negara ini mendapat manfaat dari harga Eropa yang tinggi dan berkurangnya persaingan dari Brasil, yang terkena dampak flu burung tahun lalu.
SOLIDARITAS UNTUK CISARUA: NAPINDO DUKUNG UPAYA BANTUAN KEMANUSIAAN
![]() |
| Penyerahan tanda serah-terima bantuan dari Kementan ke Bupati Bandung Barat (Foto-foto: Dok. Napindo) |
PT Napindo Media Ashatama (Napindo) bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) menyalurkan bantuan logistik kemanusiaan bagi warga terdampak bencana longsor di wilayah Kecamatan Cisaura, Bandung Barat.. Penyerahan bantuan dilakukan pada Rabu, 28 Januari 2026 di Masjid Agung Ash-Shiddiq.
Napindo sebagai penyelenggara kegiatan Indo Livestock Expo & Forum yang dituan rumahi oleh Kementan, turut mengambil bagian dalam upaya kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan antara lain air mineral (kemasan 1500 ml) dan susu UHT sebagai tambahan asupan gizi. Kebutuhan pangan juga dipenuhi melalui makanan siap saji (mie instan) serta camilan (biskuit dan crackers) yang mudah dikonsumsi. Harapannya, bantuan ini dapat mendukung kebutuhan harian para pengungsi dan warga terdampak di lokasi bencana.
Penyaluran bantuan dilakukan secara terkoordinasi melalui Kementerian Pertanian, yang pada kesempatan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman, bersama Wakil Menteri Pertanian, jajaran Eselon I Kementerian Pertanian, serta Komisi IV DPR RI. Kehadiran tersebut menegaskan sinergi pemerintah dan mitra dalam memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat secara cepat dan tepat sasaran.
![]() |
| Tim Napindo di titik penyerahan bantuan |
Mentan Amran menyatakan, “Kami turut berduka cita atas korban bencana di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Kami turun langsung memberi bantuan. Ada 24 truk bantuan, berisi pangan siap saji, beras, dan kebutuhan pokok lainnya. Yang terpenting, masyarakat bisa segera terbantu.” Langkah taktis ini diharapkan menghadirkan dukungan moral melalui kehadiran nyata berbagai pihak dalam situasi darurat.
Sinergi antara Napindo dan Kementan menegaskan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam merespon bencana alam. Melalui penyaluran bantuan yang tepat sasaran dan terkoordinasi, diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat, serta mempercepat proses pemulihan. (Rilis/INF)
SEKTOR UNGGAS ALJAZAIR BERUPAYA UNTUK MENJADI LEBIH KOMPETITIF
Aljazair berada di antara produsen unggas menengah di Afrika. Meskipun total produksinya masih jauh di bawah negara-negara seperti Mesir, Afrika Selatan, dan Maroko, pasarnya telah berkembang secara bertahap.
Dilaporkan bahwa pada tahun 2022, produksi unggas di Aljazair mencapai hampir 275.000 metrik ton, meningkat perlahan dengan rata-rata tingkat tahunan sekitar +1,1% antara tahun 2017 dan 2022. Analis sektor mengantisipasi tren kenaikan yang moderat pada angka untuk tahun 2024/2025.
Salah satu tantangan utama sektor unggas Aljazair adalah input pakan. Pada musim 2024/2025, negara tersebut memperkirakan akan mengimpor rekor 5 juta ton jagung, terutama untuk memasok industri unggas, daging sapi, dan susu. Ini menandai peningkatan dibandingkan rata-rata tahun-tahun sebelumnya (sekitar 4 juta ton).
Namun, Aljazair berupaya untuk memperluas budidaya jagung domestik, dengan pemerintah bertujuan untuk menambah luas lahan yang ditanami jagung pada tahun 2028.
Konsumsi domestik produk unggas di Aljazair meningkat, meskipun dari angka per kapita yang lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara terkemuka. Di sektor telur, diperkirakan produksi nasional mencapai sekitar 10 miliar butir telur per tahun pada tahun 2025, dibandingkan dengan permintaan domestik yang mendekati 6-7 miliar, menghasilkan kelebihan pasokan yang signifikan. Tanggapan pemerintah adalah dengan mengizinkan kembali ekspor telur.
Dalam hal daging unggas, pihak berwenang berupaya untuk mengurangi ketergantungan pada impor unggas beku dan menurunkan ketidakstabilan pasokan. Impor ayam petelur dan telur tetas yang diizinkan dari Spanyol (untuk mengatasi kekurangan jenis unggas) juga mencerminkan upaya untuk menyeimbangkan kendala kapasitas internal dengan kebutuhan pasar yang mendesak.
Sektor unggas Aljazair sedang berupaya untuk menjadi lebih kompetitif di Afrika Utara, yang akan berkontribusi terhadap pengurangan tagihan impor produk unggas secara keseluruhan di Afrika.
ANNUAL MEETING GALLUS: INOVASI DAN ADAPTASI KUNCI DI ERA PERUBAHAN
Setelah melihat paparan kinerja perusahaan tahun kemarin, Gani turut memberikan apresiasi kepada Gallus yang telah sukses menerapkan inovasi dan adaptasi terhadap perubahan bisnis media maupun peternakan dan perikanan, di tengah gejolak industri dalam negeri dan global.
“Pencapaian Gallus tahun kemarin sudah sangat baik, mampu bertahan dan berkembang dengan perubahan yang cepat. Semoga ke depan kita bisa bekerja lebih inovatif dan adaptif lagi di tahun ini,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketum ASOHI, Akhmad Harris Priyadi, turut menyampaikan beberapa pandangan terkait tantangan dan situasi bisnis obat hewan, serta visi-misi ASOHI.
Dengan visi mewujudkan ASOHI yang lebih inovatif, fasilitatif, dan lebih kuat dengan seluruh pemangku kepentingan untuk kemajuan industri peternakan dan kesehatan hewan Indonesia.
Serta dengan membawa misi (Catur Krida) bersama ASOHI mendorong keterbukaan, edukasi, sosialisasi, teknologi informasi, serta bersinergi dan berkolaborasi, menguatkan profesionalitas, ketaatan, skill, kemandirian, hingga ASOHI yang proaktif meningkatkan industri, akselarasi, serta kontribusi peternakan dan kesehatan hewan.
Harris pun berharap Gallus dapat memberikan dukungan yang terbaik untuk menyukseskan visi-misi dan kegiatan-kegiatan ASOHI ke depannya.
ANTIBODI FLU BURUNG TERDETEKSI DI PETERNAKAN SAPI PERAH BELANDA, YANG PERTAMA DI EROPA
Antibodi flu burung telah terdeteksi pada seekor sapi perah di sebuah peternakan sapi perah di Friesland, Belanda, menandai temuan pertama semacam itu pada sapi di Eropa. Tidak ditemukan bukti adanya sirkulasi virus influenza unggas aktif di antara sapi perah di peternakan tersebut.
Menurut Rijksoverheid, Kementerian Dalam Negeri Belanda, pada tanggal 15 Januari, sapi perah di peternakan Friesland diuji dengan sampel acak, yang menunjukkan bahwa tidak ada hewan yang sakit pada saat itu. Analisis sampel susu oleh Wageningen Bioveterinary Research mengungkapkan bahwa tidak ada virus aktif yang hadir. Antibodi juga diuji pada sampel susu seekor sapi, yang menunjukkan bahwa sapi tersebut sebelumnya telah terinfeksi virus.
Otoritas Keamanan Pangan dan Produk Konsumen Belanda (NVWA) mengunjungi peternakan tersebut lagi pada tanggal 22 Januari dan sampel darah dan susu diambil dari semua sapi yang ada. Ini menunjukkan bahwa tidak ada virus influenza unggas di peternakan tersebut.
Hasil tes antibodi diharapkan minggu ini. Ini akan memberikan informasi lebih lanjut tentang apakah hewan-hewan tersebut telah melakukan kontak dengan virus. Mamalia lain di peternakan, seperti anjing, kucing, dan kuda, belum menunjukkan gejala apa pun. Karyawan peternakan, mereka yang berada di peternakan, dan dokter hewan peternakan sedang diuji oleh Dinas Kesehatan Kota.
Pengujian di peternakan khusus ini pada tanggal 15 Januari disebabkan oleh temuan yang terjadi beberapa minggu sebelumnya, pada tanggal 24 Desember 2025, di mana NVWA menerima laporan tentang 2 kucing yang sakit. Salah satu kucing ini dinyatakan positif terkena flu burung dan mati 2 hari kemudian. Setelah laporan ini, NVWA melakukan penelusuran sumber dan kontak. Investigasi mengungkapkan bahwa kucing tersebut berasal dari peternakan sapi perah.
FGD PDHI JABAR 1: SINERGI PROFESI DAN REGULASI KEFARMASIAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN HEWAN
![]() |
| Moderator dan para pembicara FGD 'Sinergi Profesi dan Regulasi Kefarmasian dalam Pelayanan Kesehatan Hewan'. (Foto-foto: Istimewa) |
Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat 1 mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertema 'Sinergi Profesi dan Regulasi Kefarmasian dalam Pelayanan Kesehatan Hewan'. Kegiatan yang dihadiri 105 peserta ini berlangsung di Aula Bos Sondaicus Kantor DKPP Jabar, Bandung, Rabu (28/1/2026).
Turut hadir Ketua Kelompok Kerja Pengawasan Obat Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan), Drh Arif Wicaksono MSi. Dalam paparannya, Arif menyampaikan kondisi sarana pelayanan kesehatan hewan khususnya untuk hewan peliharaan dan satwa liar yang dalam presentase sekitar 80% masih menggunakan sediaan farmasi/obat-obatan untuk manusia.
"Ketersediaan apotek veteriner di Indonesia sangat terbatas, baru ada 3 unit," ungkap Arif. Lebih lanjut Arif menyebutkan, jumlah klinik dokter hewan praktik yang terdaftar sebanyak 1.700 klinik/vet care. Sementara jumlah petshop 8.000 unit, yang sebagian besar menggunakan obat-obatan untuk manusia.
Arif menuturkan belum lama ini telah diselenggarakan pertemuan antara PDHI, Kementan dan BBPOM yang membahas penerbitan aturan baik berupa SE atau SKB terkait penggunaan obat manusia untuk pelayanan kesehatan hewan, baik khususnya untuk pet animal dan satwa liar yang berbasis keilmuan.
Peningkatan kerjasama pengawasan distribusi obat melalui inspeksi bersama (joint inspection), operasi pengawasan terpadu, serta pertukaran informasi intelijen terkait obat ilegal, palsu, dan penyalahgunaan antibiotik, serta obat keras (ketamin).
Kementan juga telah melakukan audiensi dengan Kemenkes pada 10 dan 20 Januari 2026. Salah satu hasil pertemuan yaitu dalam Peraturan Menteri Pertanian, perlu tercantum bahwa Dokter Hewan dapat mengakses atau mendapatkan obat di fasilitas sarana layanan kefarmasian (apotek).
![]() |
| Sesi foto bersama undangan dari Kementan, ASOHI, seluruh peserta. |
Drh Andi Wijanarko MM selaku Sekjen PB PDHI yang juga menjadi narasumber mengatakan topik yang diangkat dalam FGD ini sangat penting.
Dalam presentasinya, Andi mencontohkan salah satu studi kasus satwa gajah dalam evakuasi banjir. Penggunaan antibiotik, analgesic dan antiinflamasi (obat manusia) dalam situasi darurat dipergunakan.
"Dalam diskusi ini diharapkan akan menyamakan pemahaman lintas profesi, mengurai batas kewenangan dan tanggung jawab sekaligus menyusun kerangka rekomendasi kebijakan," tandas Andi.
Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran Prof Dr apt Sriwidodo MSi menjelaskan materi "Transformasi Peran Pendidikan Apoteker dalam Ekosistem Obat Hewan". Prof Sriwidodo menuturkan apoteker dapat berperan sebagai PJTOH di berbagai unit usaha.
Secara keseluruhan mata kuliah farmasi veteriner ini berisi materi salah satunya penjabaran pengembangan sediaan veteriner, registrasi, dan pengawasan sediaan veteriner.
Hadir dalam seminar ini diantaranya Direktur Pengawasan dan Distribusi Pelayanan ONPP dari BPOM RI, Ketua Umum IAI, Ketua ADHPHKI, IDHSI, Kabid Keswan Kesmavet DKPP Jabar, Perwakilan Dinkes Jabar, Direktorat Pengelolaan dan Pelayanan Farmasi Ditjen Farmasi dan Alkes – Kemenkes RI, dan Ketua Umum ASOHI Drh Akhmad Harris Priyadi. (NDV)
JANGAN SIA-SIAKAN CANGKANG TELUR, ADA MANFAATNYA
Sutarno, pemilah sampah tersebut memisahkan cangkang telur dari sampah basah lainnya. Pecahan cangkang telur ayam yang cukup banyak itu ia masukkan ke dalam plastik. Sementara, sampah sisa sayuran dan lainnya dimasukan ke dalam plastik lain.
Aktivitas mengepul sampah dari dapur MBG dilakukan Sutarno selepas waktu subuh. Menurutnya, kepingan cangkang telur tersebut sengaja dipisah, karena sudah dipesan oleh tetangganya. “Katanya sih buat campuran pupuk organik. Saya juga enggak tahu persis, yang penting dibayar. Sekilo bisa Rp 10 ribu, lumayan,” tuturnya.
Memanfaatkan sampah cangkang telur untuk pupuk tanaman sudah diketahui banyak orang, terutama para pecinta tanaman hias.
Dalam banyak literatur disebutkan, cangkang telur mengandung garam yang tinggi serta senyawa organik dalam telur dikhawatirkan dapat mencemari lingkungan akibat aktivitas mikroba di dalamnya. Namun, kandungan kalsium pada cangkang telur cukup tinggi dan dapat bermanfaat sebagai sumber nutrisi pada tanaman.
Cangkang telur juga memiliki kandungan fosfor yang cukup yang dapat bermanfaat untuk tanaman. Salah satu pemanfaatan cangkang telur yaitu dengan mengolah cangkang telur menjadi pupuk organik cair.
Dalam artikel berjudul Potensi Cangkang Telur Sebagai Pupuk Pada Tanaman Cabai Di Desa Sayang Kabupaten Jatinangor, karya Engela Evy Ernawati, Atiek Rostika Noviyanti, Yati B. Yuliyati, dari Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran, disebutkan kandungan cangkang telur terdiri atas 97% kalsium karbonat, sisanya fosfor, magnesium, natrium, kalium, seng, mangan, besi, dan tembaga. Cangkang telur mengandung hampir 95,1% adalah garam-garam organik, 3,3% bahan organik (terutama protein), dan 1,6% air.
Kandungan kalsium pada cangkang telur yang cukup besar dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Kalsium merupakan suatu zat yang berperan penting dalam pembentukan struktur tubuh, tulang, dan gigi pada manusia dan hewan, serta dinding sel pada tanaman.
Peran kalsium lain khususnya pada tanaman antara lain, menebalkan dinding sel, meningkatkan pemanjangan sel akar, kofaktor proses enzimatis dan hormonal, pelindung dari cekaman panas, hama, dan penyakit.
Sudah Diteliti Profesor
Keabsahan informasi tentang kandungan cangkang telur juga disampaikan oleh Prof Ambar Pertiwiningrum PhD dari Departemen Teknologi Hasil Ternak, Fapet UGM, yang melakukan penelitian ini. “Kami sudah lama melakukan penelitian tentang pengolahan lain dari limbah untuk dapat menghasilkan nilai tambah bagi para petani, khusunya petani jamu,” ujarnya kepada Infovet.
Limbah cangkang telur tak hanya bermanfaat untuk pupuk tanaman hias, tetapi juga baik untuk tanaman sayuran seperti jamur tiram. Guru besar ini bukan hanya meneliti cangkang telur, namun juga pemanfaatan limbah kotoran unggas untuk meningkatkan produksi jamur tiram. Tentu saja setelah melalui proses pengolahan.
Selain membuat media jamur sebagai substitusi dedak oleh limbah biogas kotoran ayam, Prof Ambar juga menggunakan limbah cangkang telur yang dapat digunakan sebagai pengganti kapur yang lebih ramah lingkungan.
Master Gardeners dari Hamilton County, Tenn, melalui laman SF Gate menyebutkan, cangkang telur terbuat dari kalsium karbonat. Ini merupakan bahan utama yang digunakan dalam kapur pertanian. Dari penelitian yang dilakukan oleh Jeff Gilman, seorang penulis buku berjudul The Truth About Garden Remedies, menunjukkan bahwa air rendaman cangkang telur mengandung 4 miligram kalsium dan kalium.
Selain kandungan tersebut, manfaat cangkang telur juga berasal dari fosfor, magnesium, dan natrium di dalamnya. Beberapa nutrisi tersebut berperan penting dalam pertumbuhan hingga kesuburan tanaman.
Untuk memanfaatkan limbah ternak unggas, termasuk cangkang telur, menjadi media tanam jamur tiram putih, tidak serta merta digunakan layaknya para petani menggunakannya sebagai pupuk kandang selama ini. Ada perlakuan khusus atau proses yang dilalui agar menghasilkan media tanam dan hasil panen jamur yang bagus.
Jamur tiram putih menjadi pilihan dalam penelitian Prof Ambar, mengingat tingkat konsumsi jamur di dalam negeri jumlahnya cukup besar. Hasil olahan jamur tiram putih tergolong jenis sayuran yang digemari masyarakat. Kini hasil olahannya pun makin bervariasi, bukan hanya dijadikan sayur untuk lauk, tetapi juga diolah jadi olahan kering sebagai camilan.
Menurut Prof Ambar, kandungan gizi jamur tiram putih cukup tinggi. Berdasar penelitian sebelumnya, protein pada jamur tiram setiap 100 gram kandungan sebesar 27%, atau lebih tinggi dibanding protein pada kedelai tempe sebesar 18,3% setiap 100 gram. “Serat jamur sangat baik untuk pencernaan, kandungan seratnya mencapai 7,4-24,6%, sehingga cocok untuk tubuh,” ungkapnya.
Tujuh Manfaat
Ada tujuh hal penting tentang manfaat cangkang telur bagi tanaman. Pertama, sebagai pupuk kompos. Cangkang telur mengandung kalsium yang berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan dinding sel tanaman. Tanpa asupan tersebut, tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik dan cepat. Caranya, cuci bersih cangkang telur dan keringkan. Kemudian hancurkan dan campurkan dengan kompos.
Kedua, mencegah pembusukan tanaman. Manfaat ini berasal dari kandungan kalsium yang terdapat dalam cangkang telur. Asupan tersebut dapat diserap oleh tanaman sehingga membuatnya tidak mudah busuk. Caranya, cuci dan keringkan cangkang telur. Kemudian haluskan dan masukkan ke dalam lubang tanah sebelum menanam tumbuhan.
Ketiga, penangkal hama. Caranya, cuci dan keringkan cangkang telur terlebih dulu. Kemudian hancurkan jadi bagian-bagian besar, lalu tebarkan di sekitar halaman. Cara ini dapat mencegah siput dan cacing merusak tanaman.
Keempat, wadah menyimpan benih. Manfaat cangkang telur ini dapat diperoleh dengan cara mencuci cangkang telur terlebih dulu, kemudian keringkan. Lalu isi setengah bagian dari cangkang telur dengan tanah dan masukkan benih. Siram dengan sedikit air dan simpan sampai benih siap ditanam di tanah.
Kelima, penutup lubang pot. Pertama-tama, cuci bersih cangkang telur dan pecahkan menjadi bagian-bagian besar. Selanjutnya, gunakan pecahan tersebut untuk menutup lubang atau pot yang rusak. Cangkang ini juga berperan dalam memberikan nutrisi pada tanah di dalam pot guna meningkatkan kesehatan tanaman.
Keenam, sebagai pupuk alami. Menurut American Society of Plant Biologists, kalsium yang terdapat di dalam cangkang telur memberikan efek pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman. Caranya, masukkan bubuk cangkang telur ke dalam wadah air dan diamkan selama beberapa hari. Gunakan air tersebut untuk menyiram tanaman.
Ketujuh, penyubur tanah. Manfaat cangkang telur ini berkat kandungan kalsium di dalamnya. Kegunaannya bisa dirasakan dengan baik pada tanah dengan tingkat keasaman yang tinggi. Caranya, haluskan cangkang telur yang telah dicuci dan dikeringkan. Kemudian campurkan dengan tanah yang digunakan untuk menanam tanaman.
Jika ingin membuat pupuk organik dari cangkang telur, caranya tak terlalu sulit. Bersihkan cangkang telur yang akan dibuat pupuk. Sterilkan cangkang telur dengan memasukkan ke dalam air panas. Keringkan cangkang telur dengan cara dijemur. Tumbuk cangkang telur hingga menjadi serpihan halus.
Untuk hasil yang lebih baik, campurkan cangkang telur dengan air ke dalam botol bekas. Tambahkan gula jawa dan EM4 dengan perbandingan 1 : 1 ke dalam botol. Tutup botol bekas dan campurkan pupuk dengan cara mengocok botol. Diamkan selama 10-14 hari untuk memaksimalkan proses fermentasi. Bila perlu, sesekali buka tutup botol bekas supaya gas yang ditimbulkan selama proses fermentasi dapat keluar.
Itu tujuh manfaat dan cara membuat pupuk organik dari cangkang telur, semoga bisa menginspirasi, dan mulai sekarang jangan lagi sia-siakan limbah cangkang telur. Ibarat pohon kelapa, semua bagian telur memiliki manfaat luar biasa. ***
KOLABORASI HULU-HILIR PERTEMUKAN KOPERASI PETERNAK DAN PELAKU KULINER
![]() |
| Kerja sama mempertemukan koperasi peternak sebagai penggerak sektor hulu dengan pelaku usaha kuliner nasional sebagai penguat sektor hilir. (Foto: Istimewa) |
Kerja sama ini mempertemukan koperasi peternak sebagai penggerak sektor hulu dengan pelaku usaha kuliner nasional sebagai penguat sektor hilir. Pemerintah menilai model kemitraan ini berpotensi memberi kepastian pasar bagi peternak ayam rakyat sekaligus memperkuat rantai pasok unggas nasional.
Penandatanganan PKS dilakukan oleh Founder Ayam Gepuk Pak Gembus, Rido Nurul Adityawan dan Ketua Umum Koperasi Produsen Usaha LPER, H. Mulyadi Atma. Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), Hary Suhada, yang turut menyaksikan kegiatan tersebut mengatakan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong penguatan ekosistem peternakan berbasis kemitraan.
Menurutnya, pemerintah berupaya memastikan peternak tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga memperoleh kepastian usaha. “Ditjen PKH terus memperkuat peran peternak sebagai pelaku utama. Salah satunya melalui fasilitasi kemitraan hulu-hilir agar peternak memperoleh kepastian usaha, akses pasar, dan nilai tambah yang lebih adil,” kata Hary.
Sementara pada kesempatan lain, Direktur Jenderal PKH, Agung Suganda, mengatakan pemerintah terus mendorong kemitraan berkeadilan antara peternak dan pelaku usaha sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.
“Kementerian Pertanian mendorong kemitraan yang saling menguntungkan dan berkeadilan. Peternak harus mendapat kepastian pasar dan harga yang wajar, sementara pelaku usaha memperoleh pasokan yang berkelanjutan. Kolaborasi seperti ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pertanian dalam memperkuat ekosistem perunggasan nasional,” kata Agung.
Lebih lanjut dikatakan, integrasi hulu-hilir menjadi kunci menjaga keberlanjutan usaha peternak di tengah volatilitas pasar. Ia menegaskan peran pemerintah sebagai fasilitator agar kemitraan berjalan transparan dan tidak merugikan peternak.
“Kami memastikan negara hadir melindungi peternak. Kemitraan hulu-hilir bukan hanya soal bisnis, tetapi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan peternak secara berkelanjutan,” ujar Agung.
Dengan dukungan dari usaha kuliner tersebut yang memiliki 850 outlet dan sekitar 14.000 tenaga kerja, serta menjalin kemitraan dengan lebih dari 200 pondok pesantren di berbagai daerah, kerja sama dengan koperasi peternak dinilai dapat menciptakan permintaan pasar yang relatif stabil bagi produksi unggas rakyat.
Sementara itu, Koperasi Produsen Usaha LPER menaungi ribuan peternak ayam petelur dan ayam pedaging mandiri di berbagai provinsi. Koperasi ini berfokus pada penguatan kelembagaan peternak, peningkatan kapasitas produksi, serta pengembangan ekosistem usaha yang berorientasi pada kesejahteraan anggota.
Kementan menilai kolaborasi antara tersebut sebagai contoh konkret implementasi kebijakan penguatan kemitraan usaha peternakan. Pemerintah berharap integrasi hulu-hilir yang berkelanjutan dapat memperkuat rantai pasok pangan nasional sekaligus memberi kepastian usaha bagi peternak. (INF)
DRH AKHMAD HARRIS PRIYADI: MENJADI PEMIMPIN ITU AKAN LEBIH MUDAH BILA DICALONKAN, BUKAN MENCALONKAN DIRI
Bagi Harris terpilih sebagai Ketua ASOHI bukan sesuatu yang perlu diselebrasi, melainkan sebuah tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan sebaik mungkin sesuai kemampuan. Dia menganggap jabatan ketua tidak seperti kedudukan politis yang harus distrategikan bagaimana supaya mengalahkan saingan.
“Berjalan mengalir saja,” katanya. “Kandidatnya juga sama-sama baik, semua orang-orang yang sudah ada pengalaman dengan track record yang baik, karena memang kriteria menjadi Ketua ASOHI harus minimal jadi pengurus satu periode dulu.”
Meneruskan Agenda Pengurus Sebelumnya
Sebagian besar kegiatan ASOHI di akhir tahun ini adalah meneruskan agenda pengurus sebelumnya. Misalnya agenda rutin outlook dan PJOTH yang sempat tertunda karena adanya Munas.
Untuk ke depannya ASOHI akan lebih memanfaatkan media sosial, dalam memberikan update maupun edukasi juga sharing awareness pada industri maupun masyarakat.
“Misi ASOHI juga sebagai mitra dari pemerintah dan salah satu fokus kita bersama saat ini adalah pengendalian AMR. Dalam waktu dekat sebagai bagian dari itu adalah membatasi penggunaan antibiotika golongan quinolone untuk hewan dan ternak,” terang Harris yang juga menjadi Business Development di PT Cita Indonesia.
Menurutnya masyarakat perlu diedukasi karena sekarang ini ada blind spot, yaitu masalah marketplace dan online shop, yang belum ada perangkat untuk menyelesaikannya. Di online shop masyarakat hampir bisa mendapatkan apa saja termasuk obat keras. Kementan sendiri bisa memberikan sanksi administratif, namun karena entitas di marketplace tidak jelas keberadaannya sehingga mengalami kesulitan, jika ditutup dengan mudahnya mereka bisa membuat yang baru lagi.
![]() |
| Drh Akhmad Harris Priyadi (kemeja biru-tengah) bersama Direktur Utama Cita Indonesia Group Virnanda Aprila Hapsara (kemeja putih-tengah), dan tim. |
ASOHI Berada di Tengah
“Uniknya di kita harus berkoordinasi dengan semua pihak. Kementan adalah policy maker. Tapi Pemda sebagai otoritas dan pelaksana di daerah, bukanlah dibawah rantai komando Kementan, dengan adanya otonomi daerah. Jadi bisa jadi Kementan/Ditjen PKH punya program A, Pemda bisa punya prioritas program B,” jelas Harris.
ASOHI yang sekarang sudah ada di 17 provinsi dapat bersinergi antara Kementan dengan pemda. Contohnya ketika wabah PMK banyak peternak tidak mau sapinya divaksin karena takut sapinya mati atau menjadi sakit. ASOHI pun bekerjasama dengan pemda untuk mengedukasi, bahwa vaksin aktif apapun akan menimbulkan reaksi dimana sapi membentuk antibodi.
ASOHI juga menjadi mediator antara pemerintah dengan perusahaan dan pelanggan. Harris mencontohkan, jika misalnya oleh pemerintah akan melarang obat tertentu, dan tidak diperbolehkan beredar dalam waktu beberapa bulan ke depan. Tentu perusahaan yang memiliki produk tersebut dan penggunanya akan keberatan. Pelanggan bingung apa pengganti produk tersebut, perusahaan bingung karena stok produk mungkin masih banyak.
“Di sinilah kita harus bisa melihat semua itu sebagai partner. Jangan prejudis dulu,” kata Harris. “Kita harus pandai-pandai menjelaskan dan memberikan informasi. Pemerintah sendiri sudah cukup terbuka karena ASOHI track record-nya selalu menjadi mitra.”
Leadership Style
Berpengalaman di berbagai perusahaan dan organisasi menempa kemampuan leadership Harris hingga terbentuk seperti saat ini.
“Leadership itu luas tergantung suasananya. Kadang-kadang ada leadership yang diperlukan otoriter, misalnya di dalam kemiliteran,” kata bapak dari dua putra ini. “Leadership style saya adalah memfasilitasi dan memperkuat. Ada orang yang misalnya rajin, tapi malas belajar. Tapi ada juga yang dia senang belajar tapi kurang rajin. Orang yang rajin ruang untuk tumbuhnya adalah dia harus saya tugaskan baca buku lebih banyak supaya menutupi kekurangannya. Dan bagi orang yang ilmunya banyak tapi kurang rajin, kita latih dia supaya lebih mobile, lebih sering public speaking supaya ilmunya menular ke yang lain.”
Namun menurut Harris juga ada pandangan kedua, yaitu fokus pada kekuatan orang tersebut. Orang yang rajin, senang berinteraksi, sering mobile, diberi penugasan sesuai dengan kelebihannya.
“Ada hal-hal yang kita bisa perbaiki dari orang itu kekurangan dia. Tapi ada juga memang kita fokus ke kekuatan dia apa kita fokuskan di sana. Nah, dengan begitu dia akan merasa tidak terbebani,” tambahnya. “Kita fokus memfasilitasi kekuatan seseorang dimana itu juga bisa kita tingkatkan. Di samping bisa juga kita tutupi dengan memperbaiki kelemahan dia.”
Pesan untuk Infovet
Pada akhir wawancara Harris sempat menitipkan pesan-pesan untuk Infovet. “Infovet harus dare to be different. Harus berani untuk menjadi berbeda,” katanya.(NDV)
PARA ILMUWAN IRAN MENGEMBANGKAN TEKNOLOGI UNTUK MENGUBAH BULU MENJADI PAKAN TERNAK
Sekelompok ilmuwan Iran dari Institut Nasional Rekayasa Genetika dan Bioteknologi mengklaim telah mengembangkan teknologi yang memungkinkan pemrosesan bulu unggas secara efektif menjadi tepung menggunakan strain Bacillus.
Bulu, yang menyumbang sekitar 5% dari total berat unggas, merupakan salah satu aliran limbah paling signifikan dalam industri unggas, kata Amir Maimandipour, salah satu ilmuwan di balik proyek tersebut.
“Ekspansi industri unggas [di Iran] berarti bahwa lebih banyak volume limbah ini dihasilkan, yang membutuhkan pengelolaan dan konversinya menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi,” kata Maimandipour.
Terlepas dari tantangan yang terus berlanjut dengan pasokan pakan, industri unggas Iran mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2024 setelah beberapa tahun mengalami gejolak. Produksi bulanan mencapai 223.000 ton, memungkinkan Iran untuk kembali menjadi pengekspor bersih, terutama ke Irak.
Saat ini, bulu unggas kadang-kadang digunakan sebagai sumber protein pakan dengan nilai gizi rendah dalam industri peternakan, meskipun umumnya diperlakukan sebagai limbah rumah potong hewan. Teknologi baru menjanjikan peningkatan yang signifikan dalam praktik pemberian pakan yang ada.
Hambatan utama dalam penggunaan bulu sebagai pakan ternak adalah sebagian besar protein bulu adalah keratin, protein struktural berserat yang juga membentuk lapisan luar pelindung kulit, rambut, kuku, bulu, tanduk, dan cakar pada hewan.
Terdapat banyak ikatan disulfida dalam struktur keratin, yang membuat protein ini tidak larut dan sulit dicerna, kata Maimandipour.
Meskipun demikian, keratin berpotensi digunakan di luar pakan ternak. Keratinase sebelumnya telah diisolasi dari mikroorganisme seperti jamur, sejumlah bakteri, dan Streptomyces. Enzim-enzim ini telah banyak digunakan tidak hanya dalam sistem air limbah tetapi juga dalam beberapa tahun terakhir di industri seperti makanan, pakaian, obat-obatan, dan kosmetik, kata Maimandipour.
Para peneliti mengisolasi gen yang mengkode keratinase dari strain bakteri asli dan mengekspresikannya dalam inang laboratorium untuk mempelajari sifat enzimatiknya. Menurut Maimandipour, strain tersebut dapat diterapkan langsung untuk produksi enzim atau digunakan bersamaan dengan limbah bulu yang dikumpulkan dari rumah potong hewan untuk memfasilitasi proses konversi.
Para ilmuwan mengantisipasi bahwa tepung bulu dapat meningkatkan diet hewan, tetapi penelitian lebih lanjut sangat penting untuk mengkonfirmasi efektivitasnya.
HPAI DIPERKIRAKAN AKAN BERLANJUT DI EROPA HINGGA AKHIR MUSIM DINGIN
Pada bulan-bulan terakhir tahun 2025, Eropa telah menyaksikan peningkatan yang signifikan dalam kasus flu burung patogenik tinggi (HPAI) di antara burung liar, yang menyebabkan wabah yang meluas di peternakan unggas dan peningkatan deteksi di antara mamalia karnivora.
Terlepas dari penyebaran yang terus berlanjut di dalam populasi hewan, risiko bagi masyarakat umum tetap rendah.
Antara 6 September dan 28 November 2025, 442 wabah HPAI dilaporkan pada burung domestik dan 2.454 wabah pada burung liar di 29 negara Eropa, menurut laporan triwulanan terbaru dari Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA), Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), dan laboratorium referensi Uni Eropa (EURL).
Wabah HPAI yang meluas di peternakan di seluruh Eropa terutama disebabkan oleh penularan oleh burung liar, terutama melalui kontak tidak langsung. Secara khusus, kalkun telah terpengaruh, dan telah terjadi peningkatan deteksi di antara bebek yang divaksinasi. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kasus meliputi penularan dari burung liar, tekanan infeksi dari lingkungan yang sangat terkontaminasi di dekat tempat peternakan unggas, dan kondisi cuaca tertentu seperti kelembapan.
Para ahli sangat menyarankan untuk menempatkan unggas domestik di daerah di mana virus HPAI beredar di burung liar atau di mana peristiwa kematian massal burung liar telah dilaporkan. Biosekuriti yang ketat dan pengawasan yang ditingkatkan sangat penting untuk mendeteksi wabah baru sejak dini dan mengurangi risiko terhadap kesehatan hewan.
INDUSTRI UNGGAS MOZAMBIK, TERMASUK PALING CEPAT TUMBUH DI AFRIKA
Mozambik telah muncul sebagai salah satu produsen unggas dengan pertumbuhan tercepat di Afrika dalam hal persentase, menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan yang kuat sebesar 8,9% dari tahun 2013 hingga 2024 di antara produsen utama.
Data pasar IndexBox tahun 2024 menempatkan Mozambik di antara negara-negara yang produksi unggasnya meningkat lebih tajam daripada produsen yang lebih besar, meskipun volume absolutnya masih tertinggal di belakang produsen teratas seperti Mesir, Afrika Selatan, dan Maroko.
Pada tahun 2023/2024, Mozambik memproduksi sekitar 152.784 metrik ton daging ayam, naik sekitar 4% dari tahun 2022, bersamaan dengan produksi telur yang mencapai rekor sebanyak 28.667.207 lusin telur. Peningkatan ini menyoroti baik meningkatnya permintaan domestik maupun peningkatan kapasitas dalam peternakan dan pengolahan unggas.
Sebagian besar pertumbuhan produksi unggas di Mozambik disebabkan oleh investasi publik-swasta, dukungan kebijakan yang tepat sasaran, dan perluasan operasi unggas komersial. Perkembangan penting baru-baru ini adalah investasi sebesar US$33 juta dari Bank Pembangunan Afrika melalui program PROCAVA, yang bertujuan untuk meningkatkan rantai nilai agribisnis termasuk unggas.
Pendanaan ini dimaksudkan untuk membantu meningkatkan infrastruktur, termasuk pabrik pakan, tempat penetasan, dan fasilitas penyembelihan/pengolahan, dan untuk mendukung produsen skala kecil saat mereka digabungkan ke dalam rantai nilai yang lebih efisien.
UZBEKISTAN MELIHAT KEMAJUAN LAMBAT DALAM MEMPERLUAS PRODUKSI UNGGAS
Selama 9 bulan pertama tahun 2025, Uzbekistan melihat pertumbuhan yang kuat dalam impor unggas, kemungkinan masih jauh dari target ambisiusnya untuk meningkatkan produksi unggas menjadi 1 juta ton tahun ini dan menjadi pengekspor daging ayam broiler bersih.
Uzbekistan mengimpor 54.600 ton daging unggas, naik 14,2% dibandingkan tahun sebelumnya, seperti yang diungkapkan Komite Statistik Nasional baru-baru ini. Sebagian besar unggas diimpor dari Rusia, Turki, dan Belarus, dan volume yang relatif kecil juga berasal dari Belgia dan Belanda.
Uzbekistan melihat lonjakan impor unggas meskipun pemerintah berencana untuk meningkatkan produksi unggas menjadi 1 juta ton pada tahun 2025, naik dari 800.000 ton pada tahun sebelumnya, seperti yang diuraikan oleh Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev pada bulan Januari.
Meskipun upaya besar telah dilakukan untuk meningkatkan produksi unggas, Uzbekistan belum mencapai target yang telah ditetapkan. Per tanggal 1 Oktober, populasi unggas di negara itu diperkirakan mencapai 110 juta ekor, naik 8,7% dari tahun sebelumnya. Produksi daging dan unggas sedikit meningkat sebesar 2,7% menjadi 2,17 juta ton, menurut informasi resmi pemerintah.
Produksi telur naik sebesar 6,2% menjadi 6,7 juta butir. Target untuk meningkatkan produksi telur menjadi 10,5 miliar butir, yang ditetapkan pada awal tahun, tampaknya sulit dicapai.
Uzbekistan belum secara publik mengungkapkan informasi apa pun tentang ekspor unggas. Selama pertemuan Januari, Mirziyoyev menugaskan pemerintah untuk menghasilkan pendapatan sebesar US$180 juta dari ekspor unggas pada tahun 2025.
JAGA HARGA DAN PASOKAN, PEMERINTAH BERSAMA ASOSIASI SEPAKAT HARGA TIMBANG HIDUP SAPI 55 RIBU PER KG
Kementan menegaskan tidak akan membiarkan gangguan distribusi maupun praktik spekulasi yang merugikan masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan nasional (HKBN). Pemerintah terus melakukan pemantauan harga, pasokan, dan distribusi secara ketat untuk memastikan kebijakan pangan tetap berpihak pada rakyat, peternak, dan pelaku usaha yang taat aturan.
Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), Wahyu Purnama, memastikan seluruh pedagang di bawah naungan APDI kembali berjualan. “Mulai malam Jumat, 23 Januari 2026, pedagang daging kembali beraktivitas dan RPH siap memotong sapi,” kata Wahyu.
Ia menegaskan, jika ditemukan harga di atas kesepakatan tersebut, pedagang diminta segera melapor. “Kalau ada yang melanggar, laporkan ke saya dan akan langsung kami teruskan ke pemerintah,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Umum Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI), H Asnawi. “Kalau ada pengusaha feedlot menjual di atas Rp55 ribu per kilogram, silakan laporkan dengan bukti untuk diteruskan ke Menteri Pertanian,” tegasnya.
Pemerintah juga memastikan pasokan sapi aman. Kuota impor sapi bakalan sekitar 700 ribu ekor per tahun telah disiapkan dan dialokasikan kepada sekitar 80 perusahaan penggemukan sapi. Selain itu, BUMN Pangan ditugaskan sebagai stabilisator untuk menjaga keseimbangan harga dan pasokan di tingkat konsumen.
Pemerintah juga akan terus mengawal agar distribusi berjalan lancar dan masyarakat tidak terbebani lonjakan harga daging sapi menjelang Ramadan dan Lebaran. (INF)
KELOMPOK AHLI SANGAT PRIHATIN DENGAN WABAH FLU BURUNG DI BELANDA
Kelompok ahli penyakit hewan Belanda, yang memberi nasihat kepada Kementerian Pertanian tentang flu burung, sangat prihatin tentang keadaan flu burung saat ini di Belanda. Hal itu menurut Arjan Stegeman, profesor Kesehatan Hewan Ternak di Universitas Utrecht dan ketua kelompok ahli tersebut. Ia juga memperingatkan bahwa metode yang digunakan saat ini untuk memerangi flu burung sudah ketinggalan zaman.
Stegeman menggambarkan situasi saat ini sebagai "serius". Penelitian terbaru oleh Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) menunjukkan bahwa antara September dan pertengahan November lebih dari 1.400 kasus virus terdeteksi di antara burung liar di 26 negara Uni Eropa. Itu 4 kali lebih tinggi daripada periode yang sama tahun lalu dan jumlah tertinggi yang tercatat untuk periode tersebut sejak 2016. Sejak pertengahan Oktober, perintah karantina telah diberlakukan di Belanda untuk peternakan dan peternak hobi.
Kepatuhan ketat terhadap langkah-langkah biosekuriti di peternakan unggas sangat penting untuk mengatasi flu burung, menurut EFSA. Deteksi dini infeksi dan pemusnahan cepat peternakan yang terinfeksi juga diperlukan.
Namun, menurut Stegeman, justru di situlah letak kelemahan utamanya. “Metode ini berasal dari masa ketika flu burung masih jarang dan pemusnahan peternakan unggas memastikan virus tersebut hilang. Tetapi sekarang flu burung terus-menerus terjadi di antara burung liar, bukan di peternakan unggas.”
Stegeman menganjurkan langkah-langkah pencegahan, termasuk vaksinasi. Uji coba sudah berlangsung. “Kita tidak bisa dengan mudah memvaksinasi semua ayam sekaligus. Perlu ada jadwal pencegahan di mana anak ayam muda menerima vaksin, dan mungkin lagi nanti. Dalam setahun, sebagian besar peternakan ayam petelur akan divaksinasi,” kata profesor tersebut. Hasil pertama uji coba vaksinasi diharapkan awal tahun depan.
“Saya pikir semua orang prihatin, termasuk Kementerian Pertanian,” kata Stegeman. “Dalam skenario yang menguntungkan, virus tersebut dapat mati karena sebagian besar populasi menjadi kebal akibat tingginya jumlah infeksi, tetapi kita telah melihat sebelumnya bahwa hal ini tidak selalu terjadi. Satu-satunya hal yang dapat kita lakukan sekarang adalah menerapkan langkah-langkah keamanan di peternakan unggas. Vaksin adalah sesuatu untuk jangka panjang.”
ARTIKEL POPULER MINGGU INI
-
Cara Menghitung FCR Ayam Broiler. FCR adalah singkatan dari feed convertion ratio, yaitu konversi pakan terhadap daging. FCR digunakan untuk...
-
Di dunia ini terdapat beberapa jenis ayam terbesar di dunia. Baik dari segi tinggi badannya, ukuran badannya, maupun berat badannya. Di anta...
-
Salah satu ciri telur asin yang berkualitas adalah bagian kuning telurnya yang tampak masir. (Foto: Istimewa) Bukan hanya cara menyimpannya,...
-
Sumber: Balitbangtan Kementan Ayam KUB adalah ayam kampung galur (strain) baru, merupakan singkatan dari Ayam Kampung Unggul Balitbangtan. A...
-
Prof Dr Ismoyowati SPt MP, dari Unsoed, membawakan materi Mekanisme Kemitraan dalam Budidaya Ayam Broiler, dalam webinar Charoen Pokphand In...
-
Moderator dan para pembicara FGD 'Sinergi Profesi dan Regulasi Kefarmasian dalam Pelayanan Kesehatan Hewan'. (Foto-foto: Istimewa) P...
-
Ayam abang adalah ayam ras petelur yang sudah memasuki masa “pensiun” bertelur. (Foto: Dok. Infovet) Ayam abang menjadi salah satu bisnis “s...
-
Cara menjadi mitra JAPFA untuk kemitraan ayam pedaging adalah dengan melalui PT Ciomas Adisatwa, yang merupakan anak perusahaan dari PT JAPF...
-
Dalam dunia peternakan bebek, proses penetasan telur menjadi salah satu kunci utama keberhasilan produksi Day Old Duck (DOD). Terdapat dua c...
-
Produk pangan asal hewan yang beredar di masyarakat telah melalui sistem pengawasan yang ketat dan aman untuk dikonsumsi. (Foto: Istimewa) K...













.jpeg)










