-->

Featured Posts

COLIBACILLOSIS YANG BIKIN MIRIS

Temuan umum patologi anatomis pada kasus colibacillosis. (A) Pericarditis. (B) Airsacculitis. (C) Perihepatitis. (Foto: Istimewa)

Penyakit colibacillosis, mungkin semua peternak ayam terutama broiler pernah merasakan kerugian yang diakibatkannya. Walaupun sudah banyak peternak yang bisa dibilang well educated, namun masih saja kerap kali kecolongan, tetapi kenapa cenderung berulang?

Baik peternak, petugas kandang, technical service, maupun sales representative, sudah pasti “kenyang” dengan kemunculan penyakit ini. Namun misteri mengapa ketika kasus colibacillosis dapat terus menggerus usaha peternak secara berulang memang tak pernah bisa diungkap.

Apalagi ketika harga ayam sedang mentok di level terbawah, keberadaan penyakit pasti akan menambah derita peternak, terutama peternak kecil mandiri.

Oportunis di Semua Makhluk Hidup
Bakteri Escherichia coli (E. coli) merupakan bakteri yang normal hidup pada saluran pencernaan mahluk hidup bahkan ketika suatu mahluk tersebut lahir, termasuk manusia (Kohl, 2018). Bakteri tersebut juga normal terdapat banyak di lingkungan peternakan ayam.

Beberapa peneliti mengkategotikan bakteri ini sebagai bakteri komensal yang tergolong pembusuk yang dapat membantu proses pencernaan di saluran cerna. Meskipun kebanyakan non-patogen, beberapa di antaranya menyebabkan infeksi saluran pencernaan pada berbagai makhluk hidup termasuk ayam.

Berdasarkan klasifikasi terbaru menurut uji serologis yang dilakukan berbagai ilmuwan, sederhananya E.coli dibagi menjadi patogen dan non-patogen. Anben et al. (2001), mengelompokkan E. coli yang bersifat patogen sesuai dengan gejala klinis yang ditimbulkan, antara lain penyebab diare dan septisemia sebagai Avian Pathogenic Escherichia Coli (APEC). Galur ini merupakan galur yang berhubungan dengan karakteristik penyakit ketika terjadi infeksi penyakit oleh E. coli maka penyakit tersebut dinamakan colibacillosis.

Bakteri E. coli juga dapat mencemari lingkungan. Biasanya dapat ditemukan dalam litter, kotoran ayam, debu atau kotoran dalam kandang. Debu dalam kandang ayam dapat mengandung 105-106 E. coli per gram. Keberadaan E. coli dalam air minum merupakan indikasi adanya pencemaran oleh feses. Dalam saluran pencernaan ayam normal, terdapat 10-15% bakteri E. coli patogen dari keseluruhan E. coli. (Tabbu, 2000).

Merajalela di Nusantara
Sebagai bakteri patogen, E. coli bisa dibilang “cukup berprestasi” dalam konotasi yang negatif di Indonesia. Seperti dituturkan Technical Education & Consultation Manager PT Medion, Drh Christina Lilis. Berdasarkan data yang telah dirangkum Tim Technical Education and Consultation PT Medion, colibacillosis menduduki peringkat… Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Februari 2026 (CR)

3 RAHASIA KESUKSESAN DR DRH MUHAMMAD MUNAWAROH MM

naik pedati tebu menuju ibu kota

Ketika bertemu orang penting, hal yang sering terbetik di hati saya adalah bagaimana masa lalunya? Bagaimana jalan hidupnya dahulu sehingga bisa menjadi sukses seperti sekarang?

Pertanyaan-pertanyaan itu seringkali tak terjawab. Menjadi penasaran yang kemudian memudar seiring waktu.

Berbeda dengan Dr Drh Muhammad Munawaroh MM, Ketua Umum PB PDHI periode 2022-2026. Saya bisa membaca masa lalunya di buku biografinya yang berjudul Naik Pedati Tebu Menuju Ibu Kota.

Buku biografi tersebut bercerita menggunakan kronologi waktu. Dimulai dari masa kecil, remaja, kuliah, berkarir, bergorganisasi, dan diakhiri dengan tulisan dari para teman dan sejawat.

Masa kecil Munawaroh sepertinya tak jauh berbeda dengan masa kecil banyak orang Indonesia pada umumnya. Kehidupan keluarganya sederhana, sehari-hari berkecukupan namun tidak mewah. Begitu pun masa remajanya, juga masa kuliahnya.

Yang membedakan adalah, didikan orangtuanya berhasil membentuk Munawaroh menjadi pribadi yang mampu memilih pilihan-pilihan yang baik. Sehingga di setiap fase kehidupan, ia terus meningkat. Baik secara akademik, organisasi, maupun karir.

Privilege yang dimiliki Munawaroh tidak sebesar yang dipunyai anak-anak orang kaya dan mapan. Ia juga sering menemui kendala. Namun di tengah keterbatasan, kemampuan menentukan pilihan yang baik menjadi leverage yang melipatgandakan daya juang dan pencapaiannya.

Di samping itu, setelah memilih, dia memperjuangkan pilihannya. Dengan sepenuh hati menjalaninya dengan dedikasi yang patut dikagumi. Meski ada kendala dan keterbatasan, ia mampu mengatasinya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.

Contohnya, dulu ketika akan kuliah Munawaroh agak bingung menentukan jurusan. Akhirnya dia memilih kedokteran hewan karena kakaknya adalah lulusan kedokteran hewan. Sehingga memperingan biaya kuliah karena dia bisa menggunakan buku-buku kuliah peninggalan kakaknya.

Pilihannya itu ia jalani dengan penuh tanggung jawab. Selain sungguh-sungguh belajar ia juga mengikuti berbagai kegiatan di kampus, termasuk ikut membuat majalah FKH UGM, Medivet. Ia juga terpilih menjadi mahasiswa teladan dari FKH UGM.

Selain itu Munawaroh sejak kecil mempunyai daya juang yang tinggi. Hasil didikan orangtua dan tempaan keadaan. Cita-cita, berbagai kendala, dari sejak SD hingga kuliah lalu bekerja dan berorganisasi, ia perjuangkan dan umumnya membuahkan hasil yang baik.

Dari buku biografi ini saya mendapatkan rahasia kesuksesan Munawaroh. Pertama adalah menentukan pilihan yang baik. Dalam hidup kita sering dihadapkan pada berbagai pilihan, dimana pilihan tersebut akan menentukan masa depan kita. Sehingga penting untuk memilih pilihan yang tepat.

Kedua adalah memperjuangkan pilihan tersebut. Pilihan sebaik apapun tanpa diperjuangkan terus-menerus sudah tentu tidak menghasilkan apa-apa.

Ketiga adalah daya juang. Memperjuangkan pilihan adalah bagian yang berat. Tanpa daya juang yang tinggi orang akan mudah menyerah di tengah jalan. Karena daya juanglah yang membuat kita tetap setia pada perjuangan kita, hingga akhirnya membawa pada kesuksesan. (NDV)

MOLDOVA MENYITA RATUSAN RIBU TELUR DAN AYAM BROILER KARENA KONTAMINASI PAKAN IMPOR

Hampir 130.000 telur, lebih dari 100.000 ayam broiler, dan sejumlah pakan yang tidak ditentukan disita dari pasar dan dimusnahkan di seluruh Moldova setelah inspeksi rutin mendeteksi kadar metronidazol yang berlebihan. Asalnya ditentukan dari pakan ternak yang diimpor dari Ukraina.

Inspeksi dilakukan oleh badan pengawas veteriner ANSA, yang mengatakan bahwa lebih dari 17 inspeksi lanjutan di gudang pakan, rumah potong hewan, dan peternakan telur memungkinkan petugas veteriner untuk melacak asal kontaminasi ke pakan yang diimpor dari Ukraina. Masih belum jelas apakah ada produk yang terkontaminasi telah dikonsumsi.

The Telegraph, sebuah media berita lokal, menerbitkan permohonan dari sekelompok pelanggan yang mengklaim bahwa ANSA diberitahu tentang kontaminasi produk unggas pada tanggal 22 Desember, tetapi secara publik mengakui masalah tersebut dan mulai menyita produk hanya pada tanggal 2 Januari.

Permohonan banding tersebut juga menyatakan bahwa sebanyak 10 peternakan unggas di Moldova telah membeli pakan yang terkontaminasi. Namun, ANSA dilaporkan hanya menyita produk dari 2 peternakan unggas, Intervetcom SRL dan Raiplai Avicola SRL, menurut publikasi tersebut.

Secara terpisah, media lokal melaporkan bahwa peternakan unggas yang terlibat dalam skandal tersebut telah memasok produk melalui tender negara, termasuk untuk tentara Moldova.

Metronidazol telah dilarang dalam peternakan unggas di Uni Eropa sejak tahun 1990-an dan di Moldova sejak tahun 2011.

Konsumsi telur yang terkontaminasi metronidazol dapat berkontribusi pada resistensi antibiotik, yang berpotensi menyebabkan kegagalan pengobatan pada infeksi di masa mendatang. Hal ini juga dapat menyebabkan efek kesehatan yang merugikan seperti sakit kepala, mual, pusing, sakit perut, dan kemungkinan kerusakan hati dan ginjal. Residu antibiotik menimbulkan risiko termasuk reaksi alergi dan neurotoksisitas, dan penggunaannya pada hewan penghasil makanan dilarang secara luas.

ANSA mengatakan produk-produk yang disita diproses sebagai limbah non-makanan di pabrik biogas untuk menghilangkan risiko kesehatan masyarakat. Regulator veteriner juga menekankan bahwa semua produk telur yang saat ini tersedia di pasar Moldova aman untuk dikonsumsi.

Skandal ini telah mengguncang industri unggas Moldova, menandai insiden veteriner paling serius dalam beberapa tahun terakhir, hanya beberapa minggu setelah negara tersebut menerima persetujuan untuk mengekspor produk unggas ke Uni Eropa.

COBB-VANTRESS MEMPERKENALKAN BROILER BREEDER COBB800

Sumber gambar: Cobb

Cobb-Vantress telah memperkenalkan Cobb800, broiler breeder yang dikembangkan untuk memenuhi tuntutan sistem produksi skala besar dengan hasil tinggi. Menurut perusahaan, produk baru ini merupakan hasil dari seleksi genetik selama beberapa dekade, yang didukung oleh program pengujian komersial paling komprehensif dalam sejarah Cobb.

Cobb800 telah dikembangkan untuk memberikan peningkatan hasil, tingkat kelangsungan hidup, dan daya tetas di berbagai lingkungan produksi. Cobb mengatakan bahwa unggas tersebut telah dievaluasi dalam kondisi komersial dunia nyata, dengan pengujian yang dilakukan di berbagai wilayah geografis, sistem manajemen, dan program nutrisi untuk memvalidasi konsistensi kinerja dalam skala besar.

Penelitian dan pengembangan memainkan peran sentral dalam pengembangan unggas ini. Dr William Herring, wakil presiden penelitian dan pengembangan di Cobb, mengatakan bahwa Cobb800 mencerminkan pergeseran dalam cara kemajuan genetik diuji dan di-delivery.

“Ini adalah produk yang paling dievaluasi secara menyeluruh yang pernah kami kembangkan,” katanya. “Produk ini telah diuji dalam skala komersial, di berbagai sistem produksi, untuk memastikan bahwa peningkatan genetik diterjemahkan menjadi kinerja yang terukur di peternakan.”

Cobb800 juga merupakan produk pertama yang menyelesaikan siklus pengembangan penuhnya melalui platform Proving Grounds Cobb, yang dirancang untuk menilai kinerja genetik dalam kondisi operasi komersial. Perusahaan mengatakan pendekatan ini meningkatkan relevansi dan keandalan data kinerja bagi produsen.

Saat memperkenalkan Cobb800, Cobb menekankan bahwa produk baru ini melengkapi portofolio yang ada, bukan menggantikannya. Cobb500 tetap menjadi solusi utama perusahaan untuk pasar unggas kecil, di mana produk ini terus memberikan kinerja dan efisiensi yang kuat.

Menurut Cobb, upaya penelitian dan peningkatan genetik terus berlanjut di semua lini produk selama pengembangan Cobb800. “Program ini mencerminkan komitmen kami terhadap peningkatan berkelanjutan,” kata Herring. “Pengembangan produk baru tidak mengorbankan lini produk kami yang sudah ada.”

Cobb memposisikan Cobb800 sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk menyediakan solusi genetik berbasis data dan tervalidasi secara komersial kepada para produsen, yang dapat diintegrasikan dengan percaya diri ke dalam sistem produksi modern. (Via Poultryworld)

JENIS RUMPUT PAKAN TERNAK SAPI PROTEIN TINGGI

jenis rumput pakan ternak sapi protein tinggi

Dalam usaha peternakan sapi, ketersediaan pakan hijauan yang berkualitas menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan produksi. Pakan hijauan bukan hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai sumber protein, serat, dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan sapi untuk tumbuh, berkembang, dan berproduksi secara optimal. Di Indonesia, banyak peternak mengandalkan rumput sebagai pakan utama karena mudah dibudidayakan, biaya produksi relatif rendah, dan cocok dengan iklim tropis.

Beberapa jenis rumput pakan ternak telah lama digunakan oleh peternak di berbagai daerah, mulai dari rumput lokal hingga rumput introduksi dari luar negeri. Masing-masing jenis rumput memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari segi kandungan nutrisi, produktivitas, ketahanan terhadap lingkungan, maupun kemudahan budidaya. Berikut adalah beberapa jenis rumput pakan sapi protein tinggi yang populer dan sering digunakan dalam pakan ternak sapi.

Biovitass

Biovitass merupakan salah satu jenis rumput pakan ternak sapi yang dikembangkan oleh BB Biogen dari rumput lokal, melalui berbagai perlakuan pemuliaan hingga menghasilkan karakteristik yang lebih baik. Rumput ini dikenal tahan terhadap kondisi iklim kering dan relatif tahan terhadap serangan hama, sehingga cocok untuk dikembangkan di berbagai wilayah.

Kandungan protein kasar Biovitass mencapai sekitar 18% dengan serat kasar sekitar 24%. Nilai protein yang cukup tinggi ini membuat Biovitass sangat baik sebagai sumber nutrisi bagi sapi, terutama untuk fase pertumbuhan dan penggemukan. Selain itu, produktivitasnya tinggi dan memiliki bulu yang sedikit, sehingga tidak mudah melukai mulut ternak saat dikonsumsi.

Rumput Gajah

Rumput gajah merupakan salah satu rumput pakan ternak yang sudah lama dibudidayakan di Indonesia. Rumput ini sangat adaptif terhadap berbagai kondisi cuaca dan jenis tanah, sehingga cukup mudah dibudidayakan.

Kandungan protein kasar rumput gajah sekitar 10% dengan serat kasar sekitar 31%. Meskipun kadar proteinnya tidak setinggi beberapa rumput lainnya, rumput gajah tetap disukai karena produktivitasnya sangat tinggi dan mudah ditanam. Usia panennya relatif cepat, sehingga peternak dapat melakukan pemotongan secara berkala untuk memenuhi kebutuhan pakan hijauan.

Rumput Odot

Rumput odot dikenal dengan karakteristik daun yang lembut dan batang yang tidak terlalu keras, sehingga lebih mudah dikonsumsi oleh ternak. Kandungan protein kasar rumput odot berkisar antara 12-14%, dengan serat kasar sekitar 32-38%.

Rumput odot yang ditanam dan dipanen pada musim penghujan biasanya lebih disukai ternak karena teksturnya lebih lunak dan palatabilitasnya lebih baik.

Rumput Setaria

Rumput setaria memiliki daun yang lebat dengan batang yang cukup kuat. Rumput ini mudah ditanam di berbagai jenis lahan, sehingga cocok untuk dikembangkan di lahan kering maupun lahan subur.

Kandungan protein kasar rumput setaria berkisar antara 10-12%, dengan serat kasar sekitar 30-36%. Umur panen rumput setaria sekitar 60-90 hari.

Namun, kelemahan utama rumput ini adalah tidak tahan terhadap genangan air. Jika lahan tergenang terlalu lama, rumput setaria dapat mati, sehingga perlu manajemen drainase yang baik.

Rumput Pakchong

Rumput Pakchong berasal dari Thailand dan dikenal juga dengan sebutan king grass. Rumput ini memiliki pertumbuhan yang sangat cepat dan produktivitas yang tinggi.

Rumput Pakchong tahan terhadap cuaca ekstrem, baik panas maupun hujan. Kandungan protein kasar sekitar 16% dengan serat kasar 35-40%.

Umurnya relatif panjang, bisa mencapai sekitar 9 tahun, dengan umur panen pertama sekitar 40 hingga 50 hari. Dengan produktivitas yang tinggi dan kandungan nutrisi yang baik, rumput ini sangat potensial untuk mendukung usaha penggemukan sapi secara komersial.

Rumput Brachiaria

Rumput Brachiaria merupakan salah satu jenis rumput introduksi yang banyak digunakan di daerah tropis. Rumput ini mampu beradaptasi pada berbagai iklim dan jenis tanah, serta dikenal tahan terhadap kondisi kekeringan.

Kandungan protein kasar rumput Brachiaria sekitar 12% dengan serat kasar antara 30-35%. Ketahanan terhadap kekeringan membuat rumput ini sangat cocok untuk daerah dengan curah hujan rendah atau musim kemarau yang panjang.

AFGHANISTAN MENGINCAR SWASEMBADA PRODUKSI UNGGAS DAN TELUR

Afghanistan meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan domestik akan daging ayam broiler dan telur dengan lebih baik, lapor Shafaqna, sebuah media berita lokal, mengutip Kementerian Pertanian, Peternakan, dan Irigasi Taliban.

Sebagai contoh, Kementerian mencatat pertumbuhan substansial dalam industri unggas di Herat, sebuah wilayah di barat laut negara itu, di mana US$120 juta baru-baru ini diinvestasikan dalam produksi telur. Akibatnya, tambah Kementerian, produksi segmen tersebut telah mencapai 2,5 juta per hari, dan angka tersebut diproyeksikan akan tumbuh menjadi 4 juta per hari selama beberapa bulan ke depan.

Herat telah menjadi pusat industri unggas Afghanistan, karena wilayah tersebut mengekspor sekitar 75% produk unggas olahan ke provinsi lain. Saat ini, 800 peternakan unggas aktif di provinsi tersebut, 65 di antaranya khusus memproduksi telur, kata Kementerian.

“Industri unggas Afghanistan secara bertahap menjadi swasembada,” kata Shafaqna, mengutip Kementerian Pertanian. Pengumuman tersebut dibuat sebagai respons terhadap fluktuasi harga yang tajam di pasar makanan Afghanistan selama beberapa bulan terakhir.

Menurut Shafaqna, penutupan perbatasan dengan Pakistan pada Oktober 2025 telah memicu lonjakan harga unggas dan telur di seluruh negeri.

Pada awal tahun 2025, produsen unggas Pakistan memperkirakan bahwa Afghanistan mengimpor 30% daging ayam dan telur untuk memenuhi konsumsi domestik. Hal ini menawarkan peluang signifikan bagi eksportir unggas Pakistan.

Pakistan menutup semua perbatasan dengan Afghanistan pada Oktober 2025 setelah bentrokan mematikan semalam di mana kedua pihak mengklaim telah menewaskan puluhan tentara.

Dampak ketegangan politik telah dirasakan di kedua sisi perbatasan. Harga ayam di Karachi, ibu kota Pakistan, telah turun secara signifikan dalam beberapa minggu terakhir tahun 2025, dengan para pedagang menghubungkan penurunan tersebut dengan penutupan perbatasan dengan Afghanistan, yang secara efektif telah menangguhkan ekspor unggas, menurut Ariana News, sebuah media berita lokal.

Penurunan harga unggas secara tiba-tiba di Pakistan bahkan memicu spekulasi di media sosial bahwa wabah penyakit hewan mungkin menjadi penyebabnya.

Namun, para pejabat industri unggas membantah rumor tersebut. Kamal Akhtar Siddiqui, sekretaris jenderal Asosiasi Pedagang Grosir Unggas Sindh, misalnya, mengatakan kepada Ariana News bahwa tidak ada wabah yang memengaruhi industri unggas Pakistan baru-baru ini. Penghentian ekspor unggas, telur, dan pakan ke Afghanistan telah mengakibatkan surplus produk di pasar dan menurunkan harga, tambahnya.

INVESTASI MENINGKATKAN PRODUKSI UNGGAS DAN SWASEMBADA ARAB SAUDI

Produksi industri unggas Arab Saudi meningkat menjadi 1,2 juta ton pada tahun 2024, memperkuat swasembada kerajaan dalam daging unggas, menurut Kementerian Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian.

Pada tahun sebelumnya, produksi unggas Saudi diperkirakan antara 900.000 dan 1 juta ton, dengan swasembada — indikator kunci dalam program Visi 2030 — mencapai sekitar 72%.

Bersamaan dengan peningkatan produksi, kementerian mengatakan sektor ini telah mencapai peningkatan kualitas produk unggas dan keamanan pangan, sekaligus meningkatkan perlindungan lingkungan dan penggunaan sumber daya alam yang efisien.

Kementerian juga memuji Praktik Pertanian yang Baik Saudi (Saudi GAP), program sertifikasi nasional yang dirancang untuk memastikan keamanan pangan dan meningkatkan kualitas produk, karena telah berkontribusi pada pertumbuhan tersebut. Menurut perkiraan resmi, program ini sekarang mencakup sekitar 90% dari industri unggas.

Di bawah Visi 2030, Arab Saudi telah menetapkan target untuk mencapai swasembada 90% dalam daging ayam broiler, tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya di Timur Tengah. Pertumbuhan diyakini sebagian besar didorong oleh investasi negara yang besar, meskipun para pengamat memperingatkan bahwa mempertahankan pertumbuhan yang cepat dapat terbukti menantang, dengan alasan ketergantungan impor pakan yang tinggi, kelangkaan air, dan meningkatnya biaya produksi.

Mereka mencatat bahwa meskipun dukungan negara telah mempercepat perluasan kapasitas, keuntungan jangka panjang akan bergantung pada peningkatan produktivitas dan kemampuan sektor untuk tetap kompetitif secara biaya tanpa subsidi besar.

Kementerian mengatakan pihaknya sangat mendorong adopsi teknologi canggih di seluruh produksi, pengolahan, dan pemasaran untuk mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi operasional. Upaya pemerintah juga berfokus pada peningkatan daya saing produk domestik di pasar global dengan mendorong investasi dalam teknologi kecerdasan buatan untuk memantau kesehatan unggas dan meningkatkan rasio konversi pakan, kata kementerian.

Di antara pencapaian utama sektor ini dalam beberapa tahun terakhir, kementerian menyoroti peningkatan rasio konversi pakan dan pengurangan konsumsi energi, perkembangan yang juga telah memperkuat daya saing produk unggas Saudi terhadap impor.

Kementerian juga memuji kampanye kesadaran 'Jaminan Lokal Anda', yang diluncurkan untuk mempromosikan kepatuhan terhadap kualitas, keamanan pangan, dan standar peraturan, yang berkontribusi pada momentum positif sektor ini.

Dalam program tersebut, kementerian menyediakan pelatihan gratis bagi petani tentang praktik pertanian yang baik, mendistribusikan panduan komprehensif tentang standar kualitas dan keamanan pangan di sektor unggas, dan melakukan inspeksi rutin terhadap fasilitas untuk memastikan kepatuhan terhadap persyaratan GAP Saudi.

INDUSTRI UNGGAS NIGERIA MENGHADAPI KESENJANGAN PASOKAN-PERMINTAAN YANG SIGNIFIKAN

Nigeria tetap menjadi salah satu kekuatan industri unggas Afrika, dan menurut Asosiasi Unggas Nigeria (PAN), negara ini memproduksi sekitar 1,5 juta metrik ton daging ayam setiap tahunnya, dengan populasi unggas sekitar 180 juta ekor.

Sektor unggas negara ini juga memproduksi sekitar 15,8 miliar telur per tahun, memiliki omset tahunan sebesar US$3,2-4 miliar, dan menyumbang sekitar 25% dari PDB pertanian Nigeria.

Namun, terlepas dari skala dan kepentingannya, industri unggas Nigeria menghadapi kesenjangan pasokan-permintaan yang signifikan. Meskipun Nigeria dilaporkan mengonsumsi sekitar 1,5 juta metrik ton daging ayam per tahun, negara ini memproduksi sekitar 454.000 metrik ton, yang memenuhi kurang dari sepertiga permintaan.

Untuk mengimbangi hal tersebut, sejumlah besar daging unggas – baik impor maupun selundupan – memasuki pasar setiap tahunnya. Menurut Asosiasi Praktisi Pakan Nigeria, hampir 1 juta metrik ton ayam diselundupkan ke Nigeria setiap tahunnya. Presiden asosiasi tersebut, Dr Ayoola Oduntan, mencatat bahwa daging unggas tetap menjadi daging yang paling banyak diselundupkan dan diimpor di Nigeria.

Tantangan utama yang menghambat kemampuan Nigeria untuk menutup kesenjangan ini berpusat pada biaya input pakan, ketidakstabilan mata uang, manajemen penyakit, dan hambatan regulasi. Bahan pakan seperti jagung dan kedelai merupakan pendorong biaya utama. Nigeria hanya memproduksi sebagian dari kebutuhannya secara lokal dan mengimpor sisanya, sehingga produsen terpapar fluktuasi harga global dan risiko nilai tukar.

Selain itu, wabah flu burung dan infrastruktur yang lemah (rantai dingin, pengolahan, transportasi) meningkatkan angka kematian, pembusukan, dan kerugian operasional.

Implikasi yang lebih luas dari situasi unggas Nigeria sangat signifikan bagi ketahanan pangan nasional dan sektor agribisnis Afrika. Dengan populasi Nigeria yang melampaui 230 juta jiwa dan meningkatnya pendapatan serta urbanisasi, permintaan akan protein yang terjangkau diperkirakan akan tumbuh tajam.

Menutup kesenjangan produksi tidak hanya akan meningkatkan gizi dan mengurangi ketergantungan pada impor, tetapi juga mempertahankan nilai di dalam perekonomian, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan pengolahan lokal, dan meningkatkan ekspor.

WASPADA WOODEN TONGUE DAN LUMPY JAW PADA SAPI

Wooden tongue dan lumpy jaw bisa menyerang semua breed, umur, dan jenis kelamin sapi. (Foto: Istimewa)

Tahun 2015, penulis melakukan penelitian bidang bovine patology di National Institute of Animal Health (NIAH) di Tsukuba, Jepang. Penulis melakukan kerja sama dengan peternakan dan pemerintah daerah masing-masing distrik atau perfektur untuk mendapatkan data penelitian. Rumah pemotongan hewan (RPH) dan peternakan menjadi sumber data utama diagnosis patologi penyakit sapi di NIAH. Berbagai jenis penyakit pada sapi yang sering terdiagnosis meliputi beberapa penyakit pernapasan kompleks, penyakit pencernaan, penyakit syaraf, penyakit sirkulasi, limfatik, dan lainnya.

Penyakit pernapasan kompleks yang paling sering ditemukan adalah infectious bovine rhinotracheitis (IBR), bovine viral diarrhea (BVD), bovine respiratory syncytial virus (BRSV), parainfluenza 3 (PI3), Mannhaemia haemolytica, Pasteurella multocida, Mycoplasma bovis, Trueperella pyogenes, dan Histophillus somni.

Sedangkan penyakit pencernaan yang sering didiagnosis meliputi BVD, rota virus, adeno virus, Johnes disease, kolibasilosis, salmonelosis, dan koksidiosis. Salah satu kejadian penyakit yang diterima dari RPH di Saitama adalah penyakit lidah papan/kayu (wooden tongue). Kasus tersebut berasal dari sapi Wagyu umur 27 bulan dengan gejala kesulitan makan dan pembengkakan lidah.

Beberapa bulan terakhir, penulis mendapatkan informasi kejadian penyakit dengan gejala mirip dengan kejadian lidah papan di Jepang. Informasi tersebut berupa video, foto, ataupun diskusi dengan dokter hewan praktik sapi dari beberapa tempat di Pulau Jawa. Informasi terkait gejala klinis meliputi pembengkakan pada lidah, limfoglandula di rahang bawah, adanya benjolan keras berbentuk abses di rahang bawah, dan sekitar leher. Berdasarkan analisis, dugaan sementara kejadian tersebut merupakan penyakit wooden tongue (lidah papan) dan actinomycosis (lumpy jaw).

Lidah papan disebabkan Actinobacillus lignieresii yang merupakan bakteri gram-negatif batang. Sementara lumpy jaw disebabkan Actinomyces bovis yang merupakan bakteri gram-positif batang bercabang. Kedua agen penyakit ini merupakan bakteri oportunistik, yaitu bakteri yang normal ada pada saluran pencernaan sapi sehat. Kedua penyakit bisa menyerang semua breed, umur, dan jenis kelamin, serta memiliki prevalensi yang rendah dalam suatu populasi dengan kejadian lidah papan lebih sering daripada lumpy jaw.

Penyakit lidah papan menyerang jaringan lunak yaitu lidah dan kelenjar getah bening sekitar lidah. Penyakit ini menyebabkan pembengkakan akut, nyeri, dan proliferasi jaringan ikat sehingga sangat mengganggu aktivitas makan. Sedangkan penyakit lumpy jaw ditandai dengan pembengkakan tulang rahang sehingga tidak dapat digerakkan. Penyakit ini berkembang lambat serta sering menyebabkan kesulitan mengunyah dan bernapas. Istilah “actino” pada kedua penyakit tersebut menunjukkan respons keradangan spesifik yang ditandai dengan pembentukan nanah yang berisi struktur granular. Granula “seperti pasir” ini pada dasarnya adalah koloni bakteri yang menggumpal.

Deteksi cepat Actinobacillus lignieresii dilakukan dengan pemeriksaan mikroskopis apusan nanah dan kultur bakteri. Pada Actinomycosis, keberadaan granula “sulfur” sangat menciri dan granula kuning ini sering kali dapat diamati secara kasat mata. 

Patogenesis penyakit lidah papan dan lumpy jaw bergantung pada... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Februari 2026.

Ditulis oleh:
Dr Drh Joko Susilo MSc APVet
Wartawan Infovet Daerah Lampung

CARA “MENCURIGAI” AYAM TIREN & DAGING OPLOSAN

Ciri daging ayam bangkai, berformalin, dan/atau disuntik air. (Sumber: Buku Cara Pintar Pilih Pangan Asal Hewan)

Para pedagang nakal ini muncul memanfaatkan menipisnya stok daging ayam di pasaran. Begitu harga naik, mereka mengemas ayam tiren jadi ayam “segar” dan dijual dengan harga murah. Para pedagang nakal ini memanfaatkan ketidaktahuan konsumen.

Meluasnya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah untuk anak sekolah, kaum lansia, dan balita melalui Posyandu, berdampak pada menipisnya stok daging dan telur ayam di pasar. Hasil penelusuran Infovet pada liputan edisi akhir tahun 2025 menyebutkan, menipisnya stok telur ayam di pasar-pasar tradisional, salah satunya, disebabkan para peternak mengalihkan supply daging dan telurnya ke pemilik dapur MBG.

Masyarakat tentu merasa terbantu dengan adanya program MBG bisa mengurangi pengeluaran belanja urusan dapur, meski sedikit. Namun menipisnya stok daging dan telur ayam di pasar juga berkibat naiknya harga komoditi ini.

Akhir tahun kemarin, harga telur ayam mencapai Rp 33.000/kg, padahal harga sebelumnya hanya berkisar Rp 25.000/kg. Harga daging ayam mencapai Rp 45.000/kg, padahal sebelumnya hanya berkisar Rp 33.000/kg.

Melambungnya harga kedua komoditas tersebut rupanya menimbulkan permasalahan di pasar-pasar tradisional. Tak sedikit para pedagang nakal muncul menjual daging ayam yang tak layak konsumsi. Lagi-lagi yang menjadi korban adalah pembeli. Kondisi macam ini seolah menjadi siklus yang terus terjadi.

Ada saja pedagang yang sengaja melakukan tipu-tipu dalam usahanya. Tak sedikit pedagang yang nakal dengan menyuntikkan air ke dalam daging ayam, sehingga berat melebihi dari seharusnya. Ada juga yang menjual karkas ayam yang menggunakan formalin.

Ada pula yang memanfaatkan ayam yang sudah mati sebelum dipotong (tiren, ayam mati kemarin-red), menjadi menu olahan atau dijual dalam bentuk karkas. Karkas ayam tiren biasanya diolesi dengan bahan kimia tertentu, sehingga kelihatan seperti ayam baru dipotong. Tipu-tipu kualitas daging semacam ini hampir setiap waktu terjadi.

“Saya juga pernah mengalami kejadian seperti ini. Beli ayam di pasar kelihatannya dari luar bagus. Begitu sampai di rumah, waktu di masak baru keluar bau busuknya,” tutur Lilik Utami, warga Komplek Bumi Sawangan Indah, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, kepada Infovet.

Ketidaktahuan Wartini akan kualitas daging ayam menyebabkan ia percaya saja dengan pedagang di pasar. Ia mengaku, sebenarnya ia sudah agak curiga dengan ayam yang akan dibeli, warnanya agak gelap dan kemerahan, tidak seperti biasanya. Bau busuknya juga sedikit tercium.

Tapi, karena lingkungan di pasar tradisional memang bau menyengat, ibu rumah tangga ini tidak ingin buruk sangka. Apalagi harga daging ayam tersebut lebih murah dibanding di bakul lainnya, Lilik pun tergoda untuk membelinya.

“Dalam masalah seperti ini memang dibutuhkan kejujuran para pedagangnya. Jangan menipu pembeli,” ujar Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Ir Edi Suryanto MSc PhD IPU.

Upaya tipu-tipu menjaul daging unggas maupun daging sapi, menurutnya, sudah berlangsung lama, bahkan berulang-ulang terjadi. Ada sekelompok orang yang secara sengaja memaksakan kehendak dalam mencari rezeki secara tidak halal. Karena itum dibutuhkan kepintaran dari konsumen untuk lebih teliti dan hati-hti dalam membeli produk protein hewani.

Agar Tidak Tertipu
Menurut Buku Cara Pintar Pilih Pangan Asal Hewan yang diterbitkan Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH), Kementerian Pertanian, ada beberapa yang perlu dikenali untuk memastikan daging ayam aman dan tidak ada tipu-tipu.

Ciri-ciri daging ayam yang baik menurut para peneliti yang menyusun buku ini adalah warna daging ayam putih kemerahan dan cerah. Bau tidak menyimpang (tidak berbau amis, menyengat, dan asam). Permukaan daging terlihat lembap (tidak kering dan tidak basah).

Selain itu, permukaan daging ayam juga tampak bersih dan tidak ada darah. Serabut daging relatif halus. Kadang daging menyatu dengan kulit. Untuk karkas dalam bentuk beku (frozen), daging ayam disimpan dalam kondisi dingin (1-10 °C). Sementara untuk daging ayam yang sudah tergolong bangkai (mati tanpa disembelih), pada bagian permukaan karkas terlihat warna kemerahan (seperti memar).

Ciri lainnya, cobalah perhatikan pada bagian pangkal sayapnya. Pembuluh darah pada pangkal sayap berwarna biru kehitaman karena berisi darah. Konsumen juga perlu perhatikan pada pembuluh darah di balik kulitnya. Pembuluh darah kapiler terlihat jelas (merah kehitaman). Perhatikan juga pada daging di balik kulitnya, terdapat warna kemerahan pada daging (seperti memar).

Daging Ayam Berformalin
Bagaimana dengan daging ayam berformalin? Ayam berformalin adalah karkas/daging ayam yang mengandung formalin yang diberikan melalui suntikan ke dalam daging atau pencelupan daging ke dalam larutan formalin.

Konsumen bisa memperhatikan pada bagian leher, ada pembuluh darah yang tidak terpotong. Permukaan potongan saluran napas (trakea), saluran makan (esofagus), dan pembuluh darah rata, pembuluh darah terisi darah dan berwarna kehitaman (gelap).

Masih dalam Buku Cara Pintar Pilih Pangan Asal Hewan, pada ayam yang berformalin jika dicubit bagian kulitnya (dianjurkan menggunakan sarung tangan atau menggunakan pinset) maka kulit tidak kembali ke semula dan kulit terlihat kaku.

Adapun kasus lain yang sering dijumpai adalah ayam disuntik dengan air, seperti yang dialami oleh Krishandini. Ayam suntik adalah ayam yang diberikan air melalui suntikan ke dalam daging dengan tujuan menambah berat daging.

Konsumen bisa memperhatikan bagian kulit karkas ayam tampak meregang, karena daging terisi air. Perhatikan juga pada bagian paha, biasanya ada bekas jarum suntikan. Lubang-lubang kecil itu merupakan bekas suntikan untuk memasukan air.

Waspadai Daging Celeng
Kewaspadaan konsumen juga tak kalah penting saat membeli daging sapi, baik daging sapi mentah maupun yang sudah dalam bentuk olahan. Sejak lama, kasus yang sering terjadi adalah adanya daging oplosan antara daging sapi dan daging babi hutan (celeng).

Di saat harga daging melonjak, para pedagang yang curang kerap memanfaatkan momen ini. Para pedagang ini mencampur daging sapi dengan daging babi hutan dalam satu timbangan. Bagi yang jeli dan sudah tahu perbedaan antara daging sapi dengan daging babi hutan, pasti akan menolak. Namun bagi masyarakat lain yang masih awam dengan perbedaan tersebut, tentu sangat dirugikan. Terlebih bagi konsumen yang muslim.

Yang lebih sulit lagi untuk membedakan keduanya adalah saat sudah menjadi makanan olahan seperti bakso, sosis, dan lainnya. Harga memang jadi lebih murah dibanding dengan bakso yang hanya menggunakan bahan daging sapi saja.

Menurut Edi Suryanto, dari sisi Islam pencampuran atau pengoplosan akan menimbulkan kerugian besar. Kerugian juga datang dari sisi jasmani atau tubuh orang yang mengonsumsi barang haram tersebut. “Kotoran yang ada dalam barang haram antara lain seperti racun-racun, mikrobia perusak, mikrobia penyebab penyakit, parasit, dan berbagai macam virus,” ujarnya.

Untuk menghindari keraguan masyarakat dalam membeli daging, Edi menyampaikan tips penting untuk membedakan antara daging sapi dan daging babi hutan mentah. Menurutnya, tidak terlalu sulit untuk membedakannya secara kasat mata.

Daging mempunyai ciri atau karakteristiknya sendiri. Misalnya, daging sapi berbeda dengan daging babi, daging unggas berbeda dengan daging sapi ataupun daging babi. Perbedaan disebabkan antara lain oleh genetik, pakan, umur, dan manajemen.


Bagaimana jika sudah jadi olahan? Ini juga masalah yang sering kali dihadapi konsumen. Menurut Edi, daging sapi dan daging babi hutan yang sudah matang juga masih dapat dibedakan. “Warna daging sapi matang cokelat gelap, sedangkan warna daging babi matang cokelat pucat,” ujarnya. 

Jika olahan berkuah, maka kuah daging sapi memberikan aroma yang khas daging sapi, sedangkan kuah daging celeng aromanya berbeda. Lemak daging sapi akan menggumpal saat dingin, sedangkan lemak daging babi tetap cair saat dingin. ***

Ditulis oleh:
Abdul Kholis
Koresponden Infovet Daerah Depok,
Konsultan media dan penulis buku,
Writing Coach Griya Menulis (Bimbingan Menulis Buku & Jurnalistik),
Juara I Lomba Jurnalistik Tingkat Nasional (Unsoed, 2021) & Juara I Kompetisi Menulis
Artikel Tingkat Nasional dalam rangka HATN, 2022

SIDAK PASAR DI DEPOK, HARGA AYAM DAN DAGING SELAMA PUASA TETAP NORMAL

Sidak yang dilakukan Kementan di pasar wilayah Depok. (Foto: Istimewa)

Dalam rangka menjaga stabilitas pangan selama Ramadan hingga Idulfitri, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua pasar tradisional di Depok, yakni Pasar Depok Jaya dan Pasar Kemiri Muka, Minggu (22/2/2026).

Dalam kegiatan itu Direktur Pakan Kementan, Tri Melasari, menyampaikan bahwa harga komoditas peternakan di dua pasar tersebut relatif masih normal.

“Harga daging ayam rata-rata masih berada di kisaran Rp 37.000-40.000 per ekor. Ini menunjukkan pasokan dan harga tetap terjaga,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga komoditas peternakan terpantau stabil. Di Pasar Depok Jaya, harga telur ayam ras berkisar Rp 32.000/kg, sementara daging ayam ras berada pada kisaran Rp 37.000/kg. Kondisi ini menunjukkan harga masih dalam batas wajar dan pasokan tersedia.

Sementara di Pasar Kemiri Muka, telur ayam ras dijual pada kisaran Rp 31.000/kg, dan daging ayam ras berada pada harga Rp 37.000-40.000/kg. Untuk daging sapi, harga terpantau sekitar Rp 140.000/kg. Harga tersebut dinilai masih stabil, sejalan dengan ketersediaan pasokan di tingkat pedagang.

Pemerintah juga mencatat pasokan ayam di tingkat pedagang cukup melimpah. Kendati begitu, percepatan distribusi tetap diperlukan guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Meskipun harga terpantau relatif stabil, pemerintah akan terus melakukan sidak secara rutin selama Ramadan untuk memantau pergerakan harga. Langkah ini dilakukan agar harga di tingkat konsumen tetap terkendali hingga Idulfitri, sesuai arahan Menteri Pertanian.

Sebelumnya Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang juga Kepala Badan Pangan Nasional, menegaskan bahwa pemerintah akan bertindak tegas terhadap praktik yang berpotensi mengganggu stabilitas harga pangan selama Ramadan.

“Kami terus memperkuat koordinasi. Jika ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar, pemerintah bersama aparat terkait akan segera mengambil langkah penanganan,” ujarnya. (INF)

STABILKAN HARGA, GPM DAN SPHP JAGUNG DILAKSANAKAN SEPANJANG RAMADAN

Daging ayam. (Foto: Istimewa)

Komoditas daging ayam dan telur ayam terus menjadi perhatian pemerintah. Sumber protein hewani yang paling terjangkau tersebut patut dijaga kestabilan harganya di pasaran. Terbaru, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut rata-rata harga kedua komoditas itu mulai sedikit melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen pada minggu kedua Februari 2026.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) berkolaborasi dengan kalangan swasta menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) daging ayam beku. Adapun perusahaan yang terlibat antara lain PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) dan PT Japfa Comfeed Indonesia (Japfa).

CPI menggelar GPM daging ayam beku di 1.200 outlet penjualan yang tersebar di seluruh Indonesia. Sementara Japfa memastikan GPM daging ayam beku tersedia di 500 outlet jaringannya. Masyarakat dipastikan dapat memperoleh daging ayam beku seharga Rp 40.000/kg. Periodenya mulai 18 Februari sampai sehari sebelum Idulfitri.

“Untuk daging ayam di beberapa tempat kami pantau di wilayah Jakarta dan Tangerang relatif masih bagus. Harga Rp 40.000, paling tinggi. Nah ini ada inisiatif positif kami bersama PT CPI dan Japfa menggelar GPM daging ayam ras. Jadi masyarakat dipastikan bisa membeli sesuai HAP yang telah ditentukan pemerintah,” ujar Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, Maino Dwi Hartono, di Jakarta pada Kamis (19/2/2026).

Sementara menurut BPS, rata-rata harga daging ayam ras sampai minggu kedua Februari 2026 berada di Rp 40.471/kg dengan batas maksimal HAP tingkat konsumen di Rp 40.000/kg. Jumlah daerah yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging ayam ras disebutkan mencapai 155 kabupaten/kota.

Akan tetapi, dari 155 kabupaten/kota tersebut, hanya 53 daerah saja yang mengalami rata-rata harga daging ayam ras melampaui HAP tingkat konsumen. Sementara 102 daerah mengalami kenaikan IPH tapi harganya masih tidak melebihi HAP tingkat konsumen.

Sementara untuk komoditas telur ayam ras, Maino menjelaskan bahwa kondisi harga saat ini masih terpantau stabil tanpa gejolak berlebihan. Ia optimis harga telur ayam ras sepanjang Ramadan dapat terkendali. Terlebih, pemerintah telah menyiapkan paket program intervensi pangan yang tidak hanya menyasar konsumen saja, namun juga produsen pangan dalam negeri seperti peternak unggas.

“Kalau telur bervariasi. Ada yang Rp 30.000, ada yang Rp 31.000, tapi kecenderungan memang sudah turun di beberapa tempat. Mulai menurun menjadi Rp 29.000-30.000 untuk telur, menurut pantauan kami,” ucap Maino.

Dalam laporan BPS, untuk rata-rata harga telur ayam ras secara nasional sampai minggu kedua Februari 2026, disebutkan berada di Rp 31.757/kg dengan HAP tingkat konsumen maksimal di Rp 30.000/kg. Sementara jumlah daerah yang mengalami kenaikan IPH telur ayam ras mencapai 80 daerah. Dari jumlah daerah itu, hanya 28 kabupaten/kota yang mengalami harga telur ayam ras melewati HAP tingkat konsumen, sementara 52 kabupaten/kota lainnya masih cukup aman dan sesuai koridor.

Salah satu upaya lain pemerintah untuk menjaga kestabilan harga daging ayam dan telur adalah pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan. Anggaran sebesar Rp 678 miliar, target penyaluran SPHP jagung pakan ke para peternak mencapai total 242 ribu ton.

Diharapkan program ini dapat menjadi angin segar karena target SPHP jagung di 2026 meningkat drastis hingga hampir lima kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Adapun penyaluran SPHP jagung 2025 berada di angka 51,2 ribu ton yang menyasar ke 3.578 peternak ayam ras petelur di 17 provinsi.

Terpisah, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meminta agar harga daging ayam ras dan telur tidak ada kenaikan. Ini karena kedua komoditas tersebut telah surplus secara nasional. Produksi dalam negeri mampu penuhi kebutuhan konsumsi rakyat Indonesia.

“Daging ayam dan telur ayam tidak boleh naik. Kita surplus. Tidak ada alasan naik. Kita sekarang sudah swasembada sembilan komoditas. Termasuk telur dan daging ayam, kita sudah swasembada,” kata Amran saat di acara Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional di Jakarta (13/2/2026). (INF)

EKSPOR PERDANA MEDION KE TAIWAN, ZAMBIA, DAN MESIR

Pelepasan ekspor produk herbal Medion ke Mesir. (Foto: Dok. Medion)

Medion Farma Jaya kembali memperluas jangkauan pasar internasionalnya melalui ekspor produk farmasetik ke beberapa negara tujuan baru. Pada Desember 2025, Medion melakukan pelepasan ekspor perdana ke Taiwan, Zambia, dan Mesir.

Ekspansi ini merupakan bagian dari strategi pertumbuhan Medion setelah berhasil menembus lebih dari 20 negara di kawasan Asia dan Afrika, sekaligus memperkuat daya saing produk farmasetik nasional di pasar global.

Dalam pelaksanaannya, Medion melakukan seleksi distributor potensial melalui agen ekspor Artha Vena International (AVI), menawarkan produk berkualitas ekspor dengan harga yang kompetitif dengan dukungan data scientific yang lengkap dan tim teknis yang siap men-support distributor dalam memasarkan produk, serta pemenuhan pesanan dengan cepat dan efektif.

Medion juga menyediakan pembuatan label khusus sesuai bahasa dan regulasi di negara tujuan, untuk memastikan produk mudah diterima dan digunakan oleh pasar lokal. Adapun produk yang diekspor ke tiga negara tersebut meliputi produk antibiotik, vitamin, dan herbal.

Seluruh produk diproduksi sesuai standar Good Manufacturing Practice (GMP) dan dikirimkan melalui jalur laut maupun udara dengan standar distribusi produk yang baik, sehingga kualitas produk terjaga hingga tiba di negara tujuan.

Medion berharap dapat terus menambah varian produk yang diekspor, khususnya produk herbal untuk membantu meminimalkan resiko antimicrobial resistance (AMR), menjangkau lebih banyak negara baru, serta memperkuat posisinya sebagai produsen utama obat kesehatan hewan di kawasan Asia dan Afrika. (INF)

CUACA BERUBAH, PENYAKIT MENGINTAI: STRATEGI MENCEGAH PENYAKIT MENULAR PADA UNGGAS

Waspadai penyakit menular yang masih menjadi “musuh lama” peternakan unggas. (Foto: Istimewa)

Perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi menjadi tantangan nyata bagi industri perunggasan nasional. Pagi panas, siang terik, malam dingin, disertai kelembapan tinggi. Kondisi ini menjadi kombinasi ideal bagi berkembangnya berbagai penyakit menular pada ayam. Tak heran jika pada masa peralihan musim, kasus penyakit seperti ND, IB, AI, gumboro, hingga gangguan saluran pencernaan kerap meningkat.

Dalam situasi seperti ini, peternak dituntut tidak hanya bereaksi saat penyakit muncul, tetapi membangun sistem pencegahan yang kuat sejak awal. Kuncinya ada pada pendekatan terpadu, yakni biosekuriti yang disiplin, program kesehatan yang tepat, manajemen pemeliharaan yang adaptif, serta nutrisi pakan yang dioptimalkan untuk mendukung daya tahan tubuh ayam.



Musuh Lama yang Masih Relevan
Meski teknologi kandang dan pakan terus berkembang, penyakit menular masih menjadi “musuh lama” yang belum sepenuhnya terkalahkan. Baik pada broiler, layer, maupun breeder, penyakit menular selalu berujung pada satu hal, yaitu penurunan performa dan kerugian ekonomi.

Pada broiler pertumbuhan tidak optimal, FCR membengkak, mortalitas meningkat, sementara pada layer produksi telur turun, kualitas kerabang menurun, masa produksi memendek, serta pada breeder akan mengalami gangguan fertilitas, daya tetas menurun, kualitas DOC ikut terdampak.

Kondisi cuaca ekstrem mempercepat... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Januari 2026.

Ditulis oleh:
Henri E. Prasetyo drh MVet
Praktisi perunggasan, Nutritionist PT DMC

RESMI DIKUKUHKAN, KOMITMEN PERMINDO BANGUN EKOSISTEM PERUNGGASAN YANG ADIL & BERKELANJUTAN

Momen penyerahan bendera pataka dari Ketua Dewan Pembina PERMINDO kepada ketua dan pengurus inti PERMINDO. (Foto: Infovet/Ridwan)

Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (PERMINDO) resmi dikukuhkan pada Kamis (12/2/2026). Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Pembina PERMINDO, Hartono, dengan penyerahan bendera pataka kepada ketua dan pengurus inti PERMINDO.

“PERMINDO hadir untuk menjadi wadah bagi peternak rakyat mandiri di tengah kekosongan perlindungan kebijakan. Padahal ketika ada persoalan, peternak rakyat mandiri yang paling pertama terkena dampaknya,” ujar Hartono disela-sela acara pengukuhan sekaligus kegiatan Focus Group Discussion yang diadakan PERMINDO, di Bogor.

Ia menambahkan, peternak yang selama ini telah berjuang menghasilkan protein hewani bagi masyarakat berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan nasibnya agar mendapat keadilan dalam berusaha dan memperoleh kehidupan yang layak.

“PERMINDO meminta negara mengambil sikap dan berani berpihak pada keadilan bagi peternak rakyat mandiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PERMINDO, Kusnan, menyebut bahwa hingga kini sektor perunggasan masih menghadapi tantangan yang tidak sedikit. Mulai dari persaingan global, biaya produksi, efisiensi produksi, produktivitas, pembiayaan, hingga terkait kebijakan pemerintah termasuk mengenai harga acuan. Begitu juga terkait stabilitas harga bahan baku pakan maupun produk unggas.

“Oleh karena itu, hadirnya PERMINDO agar teman-teman peternak rakyat kecil bisa terus eksis dan bisa menjembatani aspirasi mereka dengan kebijakan pemerintah dan dinamika industri. Kami datang dengan data lapangan, pengalaman nyata, dan komitmen untuk membangun ekosistem perunggasan yang adil dan berkelanjutan,” kata Kusnan.

Ia juga menambahkan, kegiatan perdana yang dilaksanakan ini merupakan bentuk sinergi dari PEMINDO kepada pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan asosiasi perunggasan yang sudah ada. “Kita di sini berdiskusi bagaimana ke depan peternak rakyat kecil bisa berkolaborasi memajukan sektor perunggasan,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PERMINDO, Herry Irawan, bahwa lahirnya PERMINDO bukan untuk bersaing dengan asosiasi manapun, tetapi untuk saling menguatkan dan melengkapi dari organisasi yang sudah lebih dulu besar dan mapan.

“PERMINDO siap berkolaborasi dengan stakeholder perunggasan nasional. Dimana visi PERMINDO bahwa peternak rakyat bukan pelengkap industri, tapi pilar utama kedaulatan pangan nasional dan tidak ada mensrea kepada pihak manapun,” katanya. (RBS)

GELAR FGD, PERMINDO SIAP BERSINERGI BERSAMA STAKEHOLDER PERUNGGASAN

FGD PERMINDO di Bogor. (Foto: Infovet/Ridwan)

Kamis (12/2/2026), bertempat di Royal Hotel Bogor, Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (PERMINDO), menggelar agenda pertamanya yakni Focus Group Discussion (FGD) mengenai arah perunggasan di tahun ini.

Latar belakang diadakannya FGD tersebut karena sektor perunggasan berperan sangat signifikan dalam ekonomi Indonesia, utamanya sebagai penyedia protein hewani, penggerak lapangan kerja bagi sekitar 12,5 juta jiwa, dan penggerak perekonomian dengan perputaran uang hingga puluhan triliun rupiah per tahun. Selain itu, perunggasan juga sangat berkontribusi bagi ketahanan pangan, pendapatan, bahkan peluang ekspor.

Kendati demikian, menurut Ketua Umum PERMINDO, Kusnan, hingga kini sektor perunggasan masih menghadapi tantangan yang tidak sedikit. Mulai dari persaingan global, biaya produksi, efisiensi produksi, produktivitas, pembiayaan, hingga terkait kebijakan pemerintah termasuk mengenai harga acuan. Begitu juga terkait stabilitas harga bahan baku pakan maupun produk unggas.

“Oleh karena itu, hadirnya PERMINDO agar teman-teman peternak rakyat kecil bisa terus eksis dan bisa menjembatani aspirasi mereka dengan kebijakan pemerintah dan dinamika industri. Kami datang dengan data lapangan, pengalaman nyata, dan komitmen untuk membangun ekosistem perunggasan yang adil dan berkelanjutan," ujar Kusnan dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan "ini merupakan bentuk sinergi dari PEMINDO kepada pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan asosiasi perunggasan yang sudah ada. Kita di sini berdiskusi bagaimana ke depan peternak rakyat kecil bisa berkolaborasi memajukan sektor perunggasan."

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PERMINDO, Herry Irawan, turut menambahkan bahwa lahirnya PERMINDO bukan untuk bersaing dengan asosiasi manapun, tetapi untuk saling menguatkan dan melengkapi dari organisasi yang sudah lebih dulu besar dan mapan.

“PERMINDO siap berkolaborasi dengan stakeholder perunggasan nasional. Dimana visi PERMINDO bahwa peternak rakyat bukan pelengkap industri tapi pilar utama kedaulatan pangan nasional dan tidak ada mensrea kepada pihak manapun," ujarnya.

Tahun ini, lanjut dia, kebijakan pemerintah terkait perunggasan pun sangat dinanti. Mengingat pemerintah juga memiliki program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sangat terkait dengan produk perunggasan, sebagai salah satu sumber protein yang diberikan dalam program tersebut.

“Pun demikian dengan program memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dalam penyediaan bahan baku pakan seperti soybean meal (SBM) dan gandum, melalui investasi peternakan terintegrasi skala besar. Program ini rencana mulai bergulir tahun 2026 ini. Oleh karena itu, perlu adanya dialog dan diskusi antara peternak, industri, pemerintah, akademisi, dan semua stakeholder terkait arah perunggasan di 2026 ini," tukasnya.

Diskusi pun menghadirkan beberapa pembicara di antaranya Ketua Umum PERMINDO Kusnan, Dekan Fapet IPB University Dr Idat Galih Permana, Country Director PT FPT Defryansyah, dan Guru Besar IPB University Prof Muladno Basar. Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga sekaligus diadakan pengukuhan pengurus inti PERMINDO oleh Ketua Dewan Pembina PERMINDO Hartono. (RBS)

REFLEKSI: MENTAL TAHAN BANTING DALAM BERKARYA

Terus mendaki tanpa lelah dan frustasi karena hasil telah menanti.(Foto Ilustrasi CGPT)

Semangat berkarya teman-teman pembaca!

Pernahkah kalian merasa bahwa hidup ini penuh dengan tantangan dan rintangan? Lalu bagaimana cara kalian menghadapinya? Apakah kalian perlu memiliki mental tahan banting berlapis dan berpikiran terbuka untuk terus belajar dan berkembang?

Pertanyaan-pertanyaan elementer tentang mental tahan banting berupa kemampuan untuk menghadapi tantangan dan rintangan dengan kepercayaan diri nan efektif itu jawabannya akan menjadi sebuah urgensi dalam berkarya.

Orang yang memiliki mental tahan banting dapat mengubah sebuah tantangan menjadi peluang dan rintangan menjadi batu loncatan menuju kesuksesan dalam sebuah karya.

Naganya seperti kalimat klise ya, tentu tidak!

Mengapa, karena bisa menerima kegagalan sebagai pelajaran dan kesempatan untuk belajar dan tumbuh adalah modal awal yang sangat penting.

Lalu berpikiran terbuka dan fleksibel untuk menerima ide-ide baru dan kemudian beradaptasi dengan perubahan adalah

modal berikutnya.

Menjadi seorang yang fokus pada proses dan kemajuan, serta bukan berorentasi hanya pada hasil akhir adalah suatu nukilan makna kesabaran dalam berkarya.

Mindset optimis adalah kemampuan untuk melihat peluang dalam tantangan dan rintangan. Hal ini akan menjadi bagi jangkar pemilik karya untuk tetap memotivasi diri dan fokus pada tujuan, bahkan dalam situasi yang sulit.

Mengembangkan sikap positif dan percaya diri adalah aspek lain dalam menjaga keutuhan sebuah optimisme diri.

Prakteknya tentu dapat anda kerjakan ketika menghadapi kesulitan dalam pekerjaan, harus berupaya dapat mengubahnya menjadi kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Karena jikapun ada kegagalan, anda akan dapat menerimanya sebagai pelajaran dan kesempatan untuk terus tumbuh.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW "Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat pada hati dan amal kalian." (HR. Muslim)

Sebuah pesan yang menekankan pentingnya memiliki hati yang baik dan amal yang saleh. Tentu dengan memiliki mental tahan banting dan berpikiran terbuka, serta mindset optimis, maka kita dapat memiliki hati yang baik dan amal yang saleh dengan karya yang bermanfaat bagi banyak pihak.

Dus, mental tahan banting dan berpikiran terbuka, serta mindset optimis, sangat penting untuk mencapai kesuksesan. Dengan bekal ini, kita dapat mengubah tantangan menjadi peluang dan rintangan menjadi batu loncatan menuju kesuksesan. Oleh karena itu, kita harus berusaha untuk memiliki mental tahan banting, berpikiran terbuka, dan mindset optimis agar dapat mencapai sebuah karya dan kesuksesan dalam kehidupan.***


Ir Darmanung Siswantoro, L.Ac
Penulis adalah jurnalis, pemerhati bisnis peternakan dan praktisi kesehatan alternatif holistik

Artikel hard copy bisa anda baca pada Majalah INFOVET, Rubrik Refleksi edisi Agustus 2025

ASOHI KEMBALI GELAR PELATIHAN PJTOH, KINI MASUK ANGKATAN KE-28

Ketua Umum ASOHI, Akhmad Harris Priyadi, saat memberikan sambutannya. (Foto-foto: Dok. Infovet)

Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan profesionalisme tenaga teknis di industri obat hewan melalui penyelenggaraan Pelatihan Penanggung Jawab Teknis Obat Hewan (PJTOH) Angkatan XXVIII.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 10-12 Februari 2026, bertempat di Hotel Luminor dan Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) Gunung Sindur, Bogor, serta melalui daring.

Hari pertama pelatihan, Selasa (10/2/2026), dibuka dengan pendalaman regulasi dan tata cara perizinan obat hewan, dengan serangkaian sambutan dari Ketua Panitia PPJTOH Rezki Eko Nugroho, Ketua Umum ASOHI Drh Akhmad Harris Priyadi, serta pembukaan resmi melalui daring oleh Direktur Kesehatan Hewan (Dirkeswan) Kementerian Pertanian Drh Hendra Wibawa MSi PhD.

Sambutan melalui daring oleh Dirkeswan, Hendra Wibawa.

Para peserta juga mendapat pembekalan materi mengenai aspek legalitas dan tugas pokok PJTOH, antara lain penjelasan mengenai peraturan obat hewan, pengenalan klasifikasi, serta pengawasan dan peresepan obat hewan yang disampaikan oleh Ketua Koordinator Substansi Pengawas Obat Hewan, Drh Arief Wicaksono MSi.

Kemudian diskusi mengenai peran dokter hewan dalam industri obat hewan oleh perwakilan PDHI, Drh Mirjawal MM, dan sosialisasi mengenai alur registrasi obat hewan, tata cara ekspor-impor, serta pembaruan sistem perizinan melalui OSS RBA dan update KBLI 2025 yang dipaparkan oleh tim POH dan tim dari Kementerian Investasi/BKPM.

Sementara pada hari kedua, yang akan dilaksanakan pada Rabu (11/2/2026), peserta dibekali materi yang lebih teknis terkait standar operasional di lapangan, meliputi prosedur CPOHB dan manajemen apotek veteriner, penjelasan mengenai peraturan terkait pakan (CPPB & NPP) dan peran apoteker dalam industri obat hewan, pengenalan struktur organisasi serta penegasan Kode Etik ASOHI bagi seluruh anggota, hingga soal manajemen cold chain yang sangat krusial dalam menjaga kualitas obat hewan.

Sedangkan pada Kamis (12/2/2026), kunjungan lapangan ke BBPMSOH Gunung Sindur menjadi puncak acara rangkaian Pelatihan PJTOH Angkatan XXVIII. Peserta dibagi menjadi dua kloter untuk melihat langsung proses di laboratorium BBPMSOH. Kunjungan ini bertujuan memberikan gambaran riil mengenai proses pengujian mutu obat hewan di Indonesia sebelum rangkaian acara resmi ditutup.

Melalui pelatihan ini, ASOHI berharap para penanggung jawab teknis dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan lebih optimal, memastikan distribusi dan penggunaan obat hewan di Indonesia tetap memenuhi standar keamanan dan kualitas yang ditetapkan pemerintah. (RBS)

AGAR SENANTIASA AMAN DI SEGALA CUACA & MUSIM

Manajemen pemeliharaan ayam broiler pada musim hujan berbeda dengan di musim kemarau. (Foto: Istimewa)

Indonesia merupakan salah satu negara dengan iklim tropis dengan dua musim. Tentunya perkembangan peternakan unggas juga tergantung dengan kondisi iklim yang sedang terjadi. Terutama perubahan dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya.

Perubahan yang sangat mendasar dari musim kemarau ke musim hujan sangat dipengaruhi suhu, kecepatan angin, kelembapan, kadar oksigen, dan curah hujan. Kelima faktor tersebut yang akan memengaruhi bagaimana manajemen pemeliharaan unggas di musim penghujan, yang meliputi kualitas air, kualitas pakan, manajemen kandang, manajemen pemeliharaan, dan penyebaran bibit penyakit.

Untuk dapat bertahan di dalam kondisi cuaca yang ekstrem dan perubahan musim yang terkadang tidak terprediksi, dibutuhkan trik tertentu. Kejelian peternak dalam membaca situasi sangat diperlukan. Beberapa pengalaman dan saran para ahli di bawah ini setidaknya dapat menjadi referensi agar performa tetap terjaga di segala kondisi musim.

Cegah Heat Stress di Musim Kemarau
Heat stress merupakan suatu cekaman yang disebabkan suhu udara yang melebihi zona nyaman (> 28 °C). Gangguan ini dikarenakan ayam tidak bisa menyeimbangkan antara produksi dan pembuangan panas tubuhnya. Mekanisme pengeluaran panas tubuh ayam akan berfungsi normal (optimal) saat ayam dipelihara pada zona nyaman (comfort zone), dengan suhu kandang 21-28 °C dan kelembapan 60-70%. Problem heat stress memang kerap terjadi di musim kemarau, utamanya pada peternak yang masih menggunakan sistem kandang terbuka.

Heat stress sering terjadi pada ayam dewasa. Biasanya ayam mengalami panting (napas terengah-engah), yaitu bernapas melalui tenggorokan atau melakukan evaporasi (penguapan). Saat panas, konsumsi ransum juga menurun sehingga asupan nutrisi tidak terpenuhi, FCR membengkak, dan pertumbuhan bobot badan terhambat. Selain itu, sistem kekebalan tubuh juga akan melemah (bersifat imunosupresif) dan dampak paling parah yang ditimbulkan ialah kematian mendadak.

Ada beberapa trik yang dapat dilakukan dalam mencegah heat stress di musim kemarau. Guru Besar SKHB IPB University, Prof I Wayan Teguh Wibawan, yang juga konsultan perunggasan, memaparkan bahwa dalam mencegah heat stress yang pertama harus dilakukan yakni mengatur ventilasi kandang dengan baik.

“Kalau kandang terbuka, manajemen buka tutupnya harus bagus, cek suhu sesering mungkin, catat perubahannya. Jadi kita tahu kapan harus buka-tutup tirainya, dan ini enggak bisa dilakukan 1-2 hari, tapi setiap saat,” katanya.

Selain itu bila perlu (ketika suhu terlalu tinggi), penambahan... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Januari 2026. (CR)

FILIPINA 2026: MENINGKATNYA PERMINTAAN SUSU DAN PERTUMBUHAN IMPOR KEJU

Berdasarkan perkiraan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), permintaan produk susu di Filipina akan meningkat sebesar 1,5% menjadi 3,5 juta metrik ton (mt) setara susu cair pada tahun 2026. Menurut laporan tahunan GAIN terbaru tentang produk susu, produksi domestik tidak dapat memenuhi permintaan sehingga Filipina mengimpor sebagian besar kebutuhan susunya, yang saat ini mencapai 99%. Pada tahun berikutnya, diperkirakan akan ada sedikit pertumbuhan impor susu skim sebesar 1% menjadi 175.000 mt, sementara impor susu cair tetap stabil di 130.000 mt.

Impor keju akan terus meningkat, diperkirakan sebesar 9% meskipun harganya tinggi karena meningkatnya permintaan dari jaringan pizza, restoran, dan hotel.

Peluang Luas bagi Produsen

Seperti yang telah disebutkan, negara ini hanya memproduksi 1% dari kebutuhan produk susunya, yang menyebabkan negara ini mengimpor 99% dari kebutuhannya. Konsumsi per kapita tahunannya sebesar 27 kg berada di bawah konsumsi di Amerika Serikat, yang mencapai 295 kg per kapita. Angka yang rendah ini menunjukkan bahwa ada banyak peluang bagi produsen makanan untuk menawarkan lebih banyak produk susu di Filipina.

Produksi susu rata-rata di negara ini adalah 10 liter per hari untuk sapi perah, 4,5 liter per hari untuk kerbau, dan 1,5 liter per hari untuk kambing. Amerika Serikat dan Selandia Baru tetap menjadi pemasok utama produk susu ke Filipina.

Prakiraan untuk 2026

Laporan tersebut menambahkan bahwa FAS Manila memperkirakan konsumsi akan mencapai 3,5 juta metrik ton setara susu cair pada tahun 2026, yang mewakili pertumbuhan 1,5% dari tahun 2025, dengan sebagian besar berasal dari impor. Pertumbuhan ini merupakan hasil dari kelas menengah yang berkembang dan populasi yang meningkat. Populasi di Filipina diperkirakan mencapai 121,9 juta jiwa pada tahun 2026, meningkat 1,5% setiap tahunnya.

Prakiraan Produk Susu

Susu cair atau susu siap minum, produksinya diperkirakan meningkat menjadi 37.000 metrik ton pada tahun 2026, didorong oleh peningkatan jumlah sapi perah dan implementasi aktif proyek pengembangan susu pemerintah.

Meskipun produksi keju lokal masih minimal, terdapat peningkatan permintaan keju meskipun harganya lebih tinggi untuk memasok makanan cepat saji, jaringan pizza, hotel, dan restoran, yang merupakan pendorong permintaan keju. Peningkatan impor sebesar 9% diperkirakan terjadi pada tahun 2026 karena peningkatan permintaan lokal di kalangan hotel, jaringan makanan, dan restoran.

Konsumsi susu bubuk skim diperkirakan meningkat menjadi 175.000 metrik ton pada tahun 2026, naik 1% dari tahun 2025. Pertumbuhan impor susu bubuk skim sebesar 2% juga diperkirakan terjadi karena konsumsi terus meningkat.

Susu bubuk utuh, konsumsi diperkirakan akan tetap stabil pada tahun 2026 di angka 20.000 metrik ton, setelah mengalami peningkatan pada tahun 2025. Impor diperkirakan akan tetap stabil pada tahun 2026 di angka 20.000 metrik ton dengan mempertimbangkan pertumbuhan dua digit yang diharapkan sebesar 18% pada tahun 2025.

Produksi Susu

Peningkatan produksi sebesar 3% menjadi 37.000 metrik ton pada tahun 2026 dibandingkan dengan tahun 2025 diantisipasi, didorong oleh peningkatan jumlah ternak sapi perah dan proyek pengembangan peternakan sapi perah pemerintah.

Sumber susu lainnya seperti produksi susu kerbau dan kambing akan terus meningkat tetapi kontribusinya akan tetap minimal, terutama produksi susu kambing. Produksi susu sapi mewakili lebih dari 50% dari total produksi.

Secara keseluruhan, impor produk susu akan mengalami pertumbuhan sebesar 1,5% pada tahun 2026 seiring dengan meningkatnya permintaan.

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer