-->

Featured Posts

MUNAS III AMI TETAPKAN SAULAND SINAGA LANJUT PIMPIN AMI PERIODE 2026-2031

Foto bersama sebagian peserta Munas AMI. (Foto-foto: Dok. Gallus)

Musyawarah Nasional (Munas) III Asosiasi Monogastrik Indonesia (AMI) secara aklamasi menetapkan Dr Ir Sauland Sinaga MS untuk kembali memimpin AMI periode 2026-2031. Munas berlangsung di NICE (Nusantara International Convention Exhibition), kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 Jakarta, Sabtu (9/5/2026).

Pelaksanaan Munas dilakukan usai Seminar Nasional Peternakan Babi yang digelar di lokasi yang sama. Acara berlangsung hangat dan penuh suasana kekeluargaan dengan dihadiri berbagai tokoh peternakan nasional serta anggota AMI dari berbagai daerah di Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut pendiri AMI sekaligus Ketua Umum AMI periode 2002-2016 Dr Ir Rachmawati Siswadi MAgrSc, serta Bambang Suharno yang juga ikut mendirikan organisasi tersebut. Hadir pula Ketua Umum ASOHI periode 2010-2015 Drh Rakhmat Nuriyanto MBA, bersama anggota, dan pelaku usaha peternakan babi dari Bali, Jawa, Sulawesi Utara, NTT, Sumatra Utara, dan berbagai daerah lainnya.

Sauland Sinaga (tengah) bersama pendiri AMI Rachmawati Siswadi (kiri), dan Bambang Suharno usai penetapan Sauland melanjutkan kepemimpinan AMI 2026-2031.

Dalam Munas tersebut, Sauland menyampaikan laporan pertanggung jawaban dan paparan berbagai kegiatan serta capaian AMI selama masa kepemimpinannya. Salah satu perhatian utama AMI adalah perjuangan dalam penanganan African Swine Fever (ASF) yang sempat berdampak besar terhadap industri peternakan babi nasional.

Selain itu, AMI juga aktif meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai seminar dan pelatihan bekerja sama dengan sejumlah lembaga dan perusahaan, antara lain USSEC, perusahaan obat hewan, Infovet, ASOHI, Pusvetma, dan berbagai pihak lainnya.

Sauland juga menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan AMI saat ini, organisasi berhasil mendorong pemerintah menghentikan impor daging babi karena produksi dalam negeri dinilai sudah mencukupi kebutuhan nasional. Menurutnya, kehadiran dan peran AMI kini semakin diperhitungkan, termasuk dalam berbagai forum diskusi dan penyusunan regulasi pemerintah terkait peternakan babi.

“AMI semakin sering dilibatkan dalam berbagai forum strategis pemerintah terkait peternakan babi dan kebijakan peternakan nasional,” ujar Sauland.

Dalam kesempatan itu, Sauland juga menyampaikan bahwa dirinya memperoleh penghargaan Fighting ASF in Asia, Honor Roll dari Asian Agribiz. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pengurus dan anggota AMI. “Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, melainkan untuk AMI,” ungkapnya.

Suasana Seminar Nasional dan Munas AMI di NICE PIK 2.

Sementara itu, Dr Ir Rachmawati Siswadi MAgrSc, ikut menyampaikan apresiasinya terhadap kepemimpinan Sauland yang dinilai berhasil membawa organisasi terus berkembang dan semakin berkontribusi bagi dunia peternakan nasional.

Dalam kesempatan tersebut Rachmawati menyampaikan kronologis berdirinya AMI dan perkembangannya hingga sekarang. AMI berdiri pada 8 Mei 2002, di Kantor Infovet diprakarsai oleh Dr Rachmawati didukung oleh pengurus ASOHi saat itu antara lain Ketua Umum ASOHI A. Karim Mahanan, Sekjen ASOHI Drh Tjiptardjo SE, dan Bambang Suharno.

Menanggapi laporan Sauland, Rachmawati optimistis AMI akan terus maju dan semakin berperan dalam mendukung perkembangan industri peternakan babi Indonesia di masa mendatang. (BS)

INOVASI GENETIK HINGGA RANTAI PASOK PETERNAKAN DIKUPAS DALAM SEMINAR NASIONAL AMI

Para pembicara seminar. Dari kiri: Henrik Nielsen, Manmohan Singh, dan Prama Rangga Respati, yang dipandu oleh Agung Puji Haryanto. (Foto-foto: Dok. Infovet)

Asosiasi Monogastrik Indonesia (AMI) menyelenggarakan Seminar Nasional dan Musyawarah Nasional (Munas) pada Sabtu (9/5/2026) di NICE PIK 2. Mengangkat tema “Inovasi Genetik, Digitalisasi, dan Ketahanan Rantai Pasok Peternakan Babi untuk Daya Saing Global,” acara ini digelar melalui kolaborasi antara AMI, Agrimat, dan Majalah Infovet.

Dalam sambutannya, Ketua AMI, Sauland Sinaga, menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi industri peternakan babi domestik, khususnya di sektor pemuliaan (breeding). Menurutnya, penguatan genetika lokal menjadi fondasi penting untuk meningkatkan performa produksi.

Selain faktor genetik, Sauland menekankan pentingnya digitalisasi peternakan untuk mempermudah pemetaan dan pemantauan permintaan pasar (demand) secara akurat. Ia juga menggarisbawahi urgensi penguatan rantai pasok dan rantai dingin.

“Di Jakarta, kebutuhan daging babi untuk sektor hotel, restoran, sebagian besar masih dipasok impor. Oleh karena itu, sistem rantai dingin ini sangat diperlukan untuk menjaga kualitas produk lokal,” ujar Sauland, seraya menambahkan bahwa ketersediaan bahan baku pakan yang juga masih bergantung impor turut menjadi fokus utama yang harus segera dibenahi.

Secara ringkas, AMI memetakan empat isu krusial tersebut untuk memajukan industri babi nasional, yakni breeding untuk meningkatkan kualitas genetik ternak; digitalisasi peternakan sebagai alat pengambilan keputusan berbasis data yang akurat; sistem rantai dingin yang menjamin distribusi dan kualitas produk; serta pemberian nutrisi yang baik untuk efisiensi pakan dan kesehatan ternak.

Sambutan oleh Ketua AMI Sauland Sinaga, dan menampilkan salah satu narasumber yang hadir melalui daring Basilisa Reas.

Memasuki sesi seminar yang dipandu oleh Technical Consultant USSEC, Agung Puji Haryanto, menghadirkan pakar internasional di antaranya Henrik Nielsen, ahli genetika babi dari Denmark, yang memaparkan strategi peningkatan genetik untuk mencapai efisiensi produksi maksimal.

Kemudian dari sisi teknologi digital, Prama Rangga Respati dari Ausvet menjelaskan bagaimana smart farming membantu pemerintah dan peternak dalam melakukan surveilans kesehatan hewan secara real-time. Digitalisasi memungkinkan juga peternak mengelola risiko terkait iklim dan meningkatkan akurasi performa ternak.

Sementara itu, Manmohan Singh dari OctoFrost memaparkan peran teknologi canggih dalam pengolahan daging babi melalui sistem rantai dingin untuk memberikan nilai tambah pada produk industri.

Disusul pemaparan dari Technical Director for Animal Protein USSEC East-Asia, Basilisa Reas, yang memberikan perspektif menarik mengenai kaitan antara nutrisi dan biosekuriti. Ia menegaskan bahwa untuk mencapai performa yang baik, peternak harus menyeimbangkan tiga pilar, yakni genetik, nutrisi, dan biosekuriti.

Ia menjelaskan bahwa nutrisi yang tepat adalah langkah awal biosekuriti. Diet seimbang memperkuat imun, menjaga integritas usus sebagai penghalang infeksi alami, dan mengurangi tekanan penyakit dalam kelompok ternak. Dengan kecukupan nutrisi, terbukti mampu mengurangi ketergantungan peternak pada antibiotik yang sekaligus menjawab isu resistansi antimikroba global.

Suasana Seminar Nasional AMI di NICE PIK 2.

Rangkaian seminar tersebut juga menjadi momen spesial karena bertepatan dengan peringatan ulang tahun AMI yang ke-24, yang berdiri sejak 8 Mei 2002. Dalam kesempatan tersebut, Sauland Sinaga menyampaikan apresiasinya kepada para pendiri, di antaranya Dr Rachmawati Siswandi dan Bambang Suharno, atas dedikasinya membangun asosiasi hingga saat ini.

Usai seminar yang ditutup dengan diskusi panel, kegiatan pun masih berlanjut dengan agenda internal Munas AMI untuk menentukan arah organisasi ke depan. (RBS)

MENJAGA PERFORMA DARI BAHAYA MIKOTOKSIN

Jamur, cendawan, atau kapang tumbuh di mana dan kapan saja, terutama ketika kondisi lingkungan menguntungkan. (Foto: Gemini)

Mikotoksin sangat berbahaya bagi kelangsungan performa di peternakan unggas. Kontaminasi mikotoksin pada unit usaha unggas apapun itu, dapat menyebabkan kerugian yang sangat besar.

Jamur, cendawan, atau kapang tumbuh di mana dan kapan saja, terutama ketika kondisi lingkungan menguntungkan bagi mereka. Yang lebih berbahaya, kebanyakan jamur biasanya tumbuh pada tumbuhan yang biasa digunakan sebagai bahan baku pakan, seperti jagung dan kacang kedelai.

Kedua jenis tanaman tersebut merupakan unsur penting dalam formulasi ransum. Jagung digunakan sebagai sumber energi utama, sedangkan kedelai sebagai sumber protein. Persentase penggunaan jagung dan kacang kedelai dalam suatu formulasi ransum unggas di Indonesia sangat tinggi. Jagung dapat digunakan 50-60%, sedangkan kedelai bisa sampai 20%.

Cemaran Mikotoksin
Commercial Technical Manager-Mycotoxin Risk Management Trouw Nutrition, Dr Swamy Haladi, dalam presentasinya pada webinar Review Mikotoksin Global 2026, menjabarkan beberapa hal terkait cemaran mikotoksin yang terdapat pada bahan baku dan pakan jadi.

Ia menuturkan, berdasarkan analisis terhadap lebih dari 115.000 sampel dari 46 negara, Trouw melaporkan bahwa jumlah sampel yang terkontaminasi mikotoksin pada 2025 mengalami penurunan dibandingkan 2024. Sampel tersebut mencakup berbagai bahan baku pakan, termasuk biji-bijian, sumber protein, produk samping, silase, total mixed rations (TMR), konsentrat, serta pakan lengkap.

“Penurunan paling signifikan terjadi pada tingkat kontaminasi fumonisin dan toksin T-2. Sebaliknya, tingkat deoksinivalenol (DON) dan zearalenon (ZEA) relatif serupa dengan tahun sebelumnya dan tetap lebih tinggi dibandingkan fumonisin. Sementara itu, rata-rata konsentrasi mikotoksin dalam sampel 2024 dan 2025 dilaporkan tidak menunjukkan perbedaan signifikan,” paparnya.

Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun jumlah sampel terkontaminasi menurun, faktor lingkungan yang mendukung pertumbuhan kapang dan produksi mikotoksin masih berlanjut hingga 2025, khususnya di wilayah beriklim sedang.

Selain existing mycotoxin yang sudah dikenal, ia juga berbicara mengenai enniatins. Mereka adalah kelompok mikotoksin “emerging” (mikotoksin yang relatif baru mendapat perhatian) yang diproduksi terutama oleh jamur Fusarium, khususnya Fusarium avenaceum, F. tricinctum, dan F. poae.

Enniatins (misalnya enniatins A, A1, B, dan B1) merupakan senyawa siklik heksadepsipeptida yang bersifat ionofor, artinya mampu membentuk kompleks dengan ion (seperti K⁺, Na⁺, Ca²⁺) dan mengganggu keseimbangan ion dalam sel.

Walau belum diregulasi secara ketat seperti DON atau aflatoksin, enniatins mendapat perhatian karena dapat menyebabkan efek sitotoksik pada sel mamalia (in vitro), gangguan membran sel dan mitokondria, potensi imunosupresif dan antimikroba, serta memiliki efek sinergis dengan mikotoksin lain (toxic cocktail effect).

Feed producer harus waspada dengan hal ini, karena enniatins juga bisa berbahaya, oleh karenanya kewaspadaan harus terus ditingkatkan,” katanya.

Jika sudah mengontaminasi bahan baku pakan, apalagi pakan jadi, tentu sangat merugikan produsen pakan maupun peternak. Menurut Tony Unandar, konsultan perunggasan yang juga anggota dewan pakar ASOHI, mikotoksikosis klinis bukanlah kejadian umum di lapangan.

Kasus mikotoksikosis subklinis justru sering ditemukan di lapangan. Gejalanya klinisnya sama dengan... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi April 2026. (CR)

RUPS 2025: JAPFA PERKUAT FUNDAMENTAL, LABA DAN EKUITAS TUMBUH SIGNIFIKAN

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2025, didorong oleh strategi efisiensi, inovasi operasional, dan penguatan di seluruh lini bisnis. Hal ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) yang diselenggarakan pada 29 April 2026.

Sepanjang 2025, JAPFA membukukan penjualan neto sebesar Rp 60,72 triliun, meningkat dari Rp 55,80 triliun pada tahun sebelumnya. Laba usaha turut naik menjadi Rp 6,18 triliun dari Rp 5,06 triliun, sementara laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 4 triliun, tumbuh signifikan dari sekitar Rp 3,02 triliun pada 2024. Peningkatan kinerja ini juga tercermin pada laba per saham (EPS) yang naik dari Rp 260 menjadi Rp 344 per saham. Dari sisi neraca, total aset Perseroan meningkat menjadi Rp 40,06 triliun dan ekuitas naik menjadi Rp 20,02 triliun, mencerminkan fundamental keuangan yang semakin kuat.

Direktur JAPFA, Leo Handoko, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil konsistensi Perseroan dalam menjalankan strategi operasional yang adaptif di tengah dinamika industri.

“Pencapaian ini mencerminkan fokus kami pada efisiensi, inovasi, dan peningkatan kualitas di seluruh segmen usaha. Kami berkomitmen menghadirkan produk dan layanan terbaik sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kinerja positif JAPFA didukung oleh kontribusi seluruh segmen usaha. Segmen pakan ternak memperkuat efisiensi melalui penerapan teknologi dan optimalisasi energi alternatif, serta strategi segmentasi produk untuk memperkuat daya saing. Segmen pembibitan unggas terus memperluas kapasitas melalui modernisasi fasilitas serta peningkatan penetrasi pasar domestik dan ekspor, sementara segmen peternakan komersial tetap menjadi kontributor utama dengan dukungan inovasi kandang closed house dan penguatan kemitraan peternak.

Di sisi hilir, segmen pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen terus mendorong inovasi dan peningkatan kapasitas produksi. Sedangkan segmen budidaya perairan mencatat pertumbuhan melalui ekspansi pasar ekspor dan penguatan dukungan teknis kepada pelanggan.

“Keberhasilan JAPFA pada 2025 merupakan hasil kolaborasi seluruh tim dan mitra bisnis kami. Ke depan, kami akan terus mendorong inovasi, memperluas pasar, serta memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Leo Handoko. (Rilis)

EKSPOR PRODUK SUSU TEMBUS VIETNAM, DAYA SAING PETERNAKAN NASIONAL KIAN MENGUAT

Seremoni pelepasan ekspor produk olahan susu ke Vietnam. (Foto: Istimewa)

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ekspor produk olahan susu ke Vietnam menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi peternak dan pelaku usaha sekaligus meningkatkan nilai tambah industri peternakan nasional.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, I Ketut Wirata, mengatakan keberhasilan ekspor tersebut menunjukkan peningkatan daya saing produk susu Indonesia.

“Momentum hari ini menjadi bukti nyata bahwa produk susu Indonesia semakin kompetitif di pasar global. Hal ini tercermin dari kinerja ekspor yang terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya pada Pelepasan Ekspor Produk Olahan Susu PT Cisarua Mountain Dairy di Bogor, Selasa (5/5/2026).

Berdasarkan data penerbitan sertifikat veteriner, dalam kurun waktu 2023-2026, total ekspor produk nasional telah melampaui 11,9 juta kilogram dengan nilai mencapai USD 15,3 juta. Dalam tiga tahun terakhir, peningkatan ekspor juga terjadi ke berbagai negara seperti Hong Kong, Filipina, dan Thailand, dengan Filipina menjadi pasar terbesar.

Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan yang konsisten sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai eksportir produk olahan susu yang semakin diperhitungkan di kawasan Asia. “Hal ini mencerminkan komitmen kuat dalam memperluas akses pasar internasional,” sebutnya.

Menurut dia, keberhasilan ekspor tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, tetapi juga pemenuhan standar internasional, terutama dalam aspek keamanan pangan dan kesehatan hewan. Pemerintah memastikan sistem jaminan mutu berjalan melalui pengawasan veteriner, sertifikasi, serta harmonisasi standar dengan negara tujuan ekspor.

Sementara itu, Dairy Manufacturing Director PT Cisarua Mountain Dairy, Bayu Triprasetyo, mengungkapkan dukungan dari pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi mutu sekaligus memperlancar proses ekspor, termasuk ke pasar Vietnam yang kian menjanjikan.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Kementerian Pertanian melalui pengawasan kesmavet, serta Kementerian Perdagangan yang telah mendorong kelancaran proses ekspor ke Vietnam. Sinergi ini semakin memperkuat komitmen kami untuk terus menghadirkan produk berkualitas serta berkontribusi lebih besar dalam peningkatan kinerja ekspor nasional,” ujar Bayu.

Dengan berbagai upaya yang terus dilakukan, pemerintah memastikan kegiatan ekspor tidak sekadar mendorong kinerja perdagangan nasional, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi peternak dan pelaku usaha. (INF)

AUDIENSI ASOHI DENGAN MENTERI PPN

Foto bersama usai audiensi ASOHI bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas. (Foto-foto: Dok. Infovet)

Jakarta, Selasa (5/5/2026). Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) melakukan audiensi strategis dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Prof Rachmat Pambudy. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara pelaku industri obat hewan dengan pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan dan kesehatan hewan nasional.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi ASOHI dipimpin langsung oleh jajaran pengurus inti, di antaranya Ketua Umum Akhmad Harris Priyadi, Sekretaris Jenderal Rivo Ayudi Kurnia, Ketua Dewan Pakar Prof Budi Tangendjaja, Ketua Badan Pengawas ASOHI (BPA) Gowinda Sibit, bersama anggota Rakhmat Nuriyanto, serta Sekretaris BPA Bambang Suharno sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Infovet.

Kepada Menteri PPN, ASOHI turut melaporkan gambaran usaha bisnis obat hewan hingga nilai ekspor yang mencapai triliunan rupiah dalam setahun. Harris juga memperkenalkan struktur kepengurusan baru hasil Munas, serta memaparkan kontribusi nyata asosiasi terhadap sektor peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia. Fokus utama yang disampaikan meliputi peningkatan volume ekspor dan upaya asosiasi dalam menjaga standar kualitas obat hewan di pasar domestik maupun internasional.

Diskusi juga berkembang pada isu-isu krusial seperti implementasi One Health. ASOHI juga menegaskan komitmennya terhadap penanganan antimicrobial resistance (AMR) atau resistansi antimikroba yang terus menjadi perhatian utama dalam industri kesehatan hewan global.

Selain itu, ASOHI juga meminta arahan dari menteri mengenai langkah strategis agar industri obat hewan dapat lebih berperan aktif dalam pembangunan nasional di masa mendatang.

Suasana audiensi.

Adapun Menteri Prof Rachmat Pambudy didampingi oleh Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas Jarot Indarto, Perencana Ahli Utama Anang Nugroho, Tim Ahli Suaedi Sunanto, serta jajaran pejabat lainnya.

Prof Rachmat pun menekankan beberapa poin penting bagi ASOHI, di antaranya terkait peningkatan daya saing. Menekankan pentingnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di industri peternakan Indonesia. Kemudian mendorong peningkatan performa ekspor obat hewan. Hingga kontribusi pembangunan dengan mengharapkan peran aktif asosiasi dalam mendukung kebijakan pangan nasional.

Pertemuan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi yang telah lama terjalin. Hubungan antara Prof Rachmat Pambudy dengan media industri peternakan, khususnya Infovet, sudah terbangun sejak lama melalui berbagai kolaborasi, antara lain penerbitan buku “70 Tahun Agribisnis Ayam Ras di Indonesia”, buku “40 Tahun ISPI (Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia)”, serta keterlibatan beliau sebagai narasumber ahli bagi Infovet.

Pemred Infovet Bambang (paling kiri) saat memberikan Majalah Infovet dan Info Akuakultur kepada Menteri PPN Prof Rachmat Pambudy (tiga kanan).

Melalui audiensi ini, diharapkan tercipta keselarasan kebijakan antara pemerintah dan pelaku usaha demi kemajuan industri peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia. (INF)

SEMINAR NASIONAL PETERNAKAN BABI & MUNAS AMI (ASOSIASI MONOGASTRIK INDONESIA)


“Inovasi Genetik, Digitalisasi, dan Ketahanan Rantai Pasok dalam Peternakan Babi untuk Daya Saing Global” akan menjadi tema dalam Seminar Nasional yang akan diselenggarakan oleh Asosiasi Monogastrik Indonesia (AMI), berbarengan dengan Musyawarah Nasional (Munas) AMI. Bekerja sama dengan Majalah Infovet (PT Gallus Indonesia Utama) dan Agrilivestock Expo (PT Wakeni).

Kegiatan akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: Sabtu, 9 Mei 2026
Waktu: 10.00-13.00 WIB
Tempat: Seminar Room, Area Agrilivestock Expo, NICE, PIK 2 - Jakarta

Menghadirkan pembicara dengan topik:
Mr. Henrik Nielsen - Pakar Genetika Babi (Denmark)
“Strategi Pemuliaan dan Peningkatan Genetik untuk Produktivitas dan Efisiensi Produksi”

drh. Prama Rangga Respati - AUSVET
“Digitalisasi Peternakan Babi,  Meningkatkan Produksi dan Kesehatan Hewan melalui Smart Farming”

Manmohan Singh (OctoFrost)
“Smart Technologies and Adding Value to Pork Industry through Cold Chain and Processing”

Basilisa Reas (USSEC)
“Nutrition Applications: Improving Pig Health, Growth and Profitability”

Moderator: Drh Agung Puji Haryanto MSi (USSEC)

Pendaftaran
GRATIS (Kuota terbatas 90 peserta)
Munas AMI dilaksanakan setelah seminar (khusus anggota AMI)

Contact Person: Mariyam (0877-7829-6375)

PEMBUNUH SENYAP YANG TERSEMBUNYI DALAM PAKAN AYAM

Bahaya tersembunyi dalam pakan ayam dapat berdampak serius pada kesehatan ternak. (Foto: lelandmills.com)

Bahaya tersembunyi dalam pakan ayam dapat berdampak serius pada kesehatan kawanan, produktivitas, dan konsumen manusia, terutama meliputi mikotoksin, logam berat, bahan kimia tambahan yang tidak diungkapkan, hingga bakteri patogen.

Kontaminan-kontaminan tersebut sering kali tidak terlihat mata telanjang dan dapat bertahan dalam proses pengolahan, yang dapat menyebabkan keracunan kronis, subklinis, sampai akut.

Ancaman tersembunyi dalam pakan ayam yang meliputi mikotoksin (seperti aflatoksin) yang diproduksi jamur atau kapang dapat merusak organ vital, endotoksin yang dapat menyebabkan kebocoran usus dan keracunan darah. Ionofor yang tidak terkontrol dan bisa memicu keracunan, serta kontaminasi bakteri patogen seperti Salmonella dan E. coli.

Mikotoksin dan endotoksin sering kali tidak terlihat secara kasat mata, akan tetapi dapat menyebabkan penurunan pertumbuhan, kerusakan organ, hingga kematian. Berikut ini adalah beberapa detail mengenai bahaya tersembunyi dalam pakan unggas:

• Mikotoksin: Adalah senyawa beracun yang dihasilkan oleh jamur (Aspergillus, Fusarium, Penicillium) yang tumbuh pada biji-bijian (jagung, gandum, kedelai) di ladang atau selama penyimpanan. Beberapa mikotoksin tersebut:
- Aflatoksin: Dianggap sebagai yang paling berpotensi menyebabkan kerusakan hati (hepatotoksisitas), supresi yang parah, dan penurunan produksi telur.
- Okratoksin: Sangat nefrotoksik (kerusakan ginjal), menyebabkan kehilangan nafsu makan dan pertumbuhan yang buruk.
- Trichotecenes (T-2, DON): Menyebabkan ulkus mulut, erosi ampela, dan penolakan makan yang parah.
- Zearalenone: Dikenal karena menyebabkan masalah reproduksi, seperti penurunan kesuburan dan kemampuan penetasan.
- Mikotoksin bertopeng: Ini adalah bentuk tersembunyi, sering melekat pada molekul tanaman yang tidak terdeteksi oleh tes standar tetapi berubah kembali menjadi racun aktif di usus ayam.

• Logam berat dan kontaminan polusi industri: Penyimpanan yang tidak tepat dan bahan baku yang terkontaminasi dapat memperkenalkan logam berat dan bahan kimia ke dalam pakan.
- Arsenik, timbal, kadmium, dan merkuri: Logam berat ini terakumulasi secara biologis dalam jaringan unggas (hati, ginjal), menyebabkan keracunan kronis dan menimbulkan risiko bagi konsumen manusia
- Sisa pestisida: Tanaman yang disimpan atau dipanen secara tidak tepat mungkin mengandung residu pestisida organoklorin.
- Dioksin/melamin: Kadang-kadang diperkenalkan melalui bahan baku yang dipalsukan atau terkontaminasi.

• Aditif dan pengisi yang tidak diungkapkan:... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi April 2026.

Ditulis oleh:
Drh Arief Hidayat
Praktisi perunggasan

WABAH PSEUDORABIES PERTAMA DI PETERNAKAN KOMERSIAL AS DALAM 22 TAHUN

Sebuah peternakan babi di Iowa, APHIS telah mengkonfirmasi keberadaan virus Penyakit Aujeszky (juga dikenal sebagai pseudorabies). Virus tersebut belum ditemukan di peternakan babi komersial AS sejak tahun 2004.

Virus terdeteksi pada tanggal 22 April di sebuah fasilitas komersial dekat Eldora di Hardin County, sekitar 115 km di utara ibu kota negara bagian, Des Moines. Secara total, 11 hewan diidentifikasi rentan, di mana 5 di antaranya dinyatakan positif terinfeksi virus.

Di situsnya, Layanan Inspeksi Kesehatan Hewan dan Tanaman USDA (APHIS) mengkonfirmasi bahwa ini adalah 5 babi jantan yang berasal dari fasilitas luar ruangan di Texas. Hewan dari kawanan tersebut, tulis APHIS, juga dinyatakan positif terinfeksi pseudorabies. Artikel tersebut menyatakan bahwa “APHIS bekerja sama dengan pejabat di Iowa dan Texas untuk memperluas upaya penelusuran dan mengidentifikasi potensi paparan tambahan.”

Sebuah pernyataan dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH) menyatakan bahwa hewan-hewan yang terinfeksi sedang diisolasi dan telah dimusnahkan. Selain itu, pernyataan tersebut mengatakan bahwa tidak ada semen dari hewan yang terinfeksi yang telah dikirim secara domestik atau internasional.

Penyakit Aujeszky diketahui terjadi pada beberapa populasi babi liar di AS, oleh karena itu, penularan sesekali ke kawanan produksi di luar ruangan mungkin terjadi. Pengawasan dan kegiatan respons yang ditingkatkan akan dilakukan sesuai dengan standar program pemberantasan pseudorabies Amerika Serikat.

CIRI-CIRI KELINCI HAMIL

ciri ciri kelinci hamil

Ciri-ciri kelinci hamil bisa dilihat dari perubahan perilaku dan perubahan fisiknya.

Perubahan Perilaku

Nafsu makan kelinci hamil kemungkinan akan meningkat. Kelinci makan lebih banyak untuk mendukung pertumbuhan janinnya.

Sekitar pertengahan masa kehamilannya, kelinci kemungkinan mulai mengumpulkan rumput, bulu, atau bahan lunak lainnya untuk membangun sarang.

Kelinci yang hamil juga bisa lebih cemas, mudah tersinggung, atau protektif terutama saat didekati.

Saat hamil, aktivitas kelinci betina juga bisa menurun. Ia akan lebih tenang atau menyendiri di tempat-tempat yang tenang untuk mengurangi stres.

Perubahan Fisik

Perubahan fisik kelinci betina yang hamil akan samar di masa awal kehamilan. Seiring waktu perubahan fisiknya akan lebih jelas terlihat.

Pada minggu kedua kehamilan akan terlihat sedikit pembesaran pada perut kelinci. Di saat ini pula, sekitar hari ke 10-14, jika perut kelinci diraba dengan lembut akan terasa ada massa kecil dan padat.

Puting susu induk kelinci menjadi lebih merah muda dan sedikit membesar, sebagai persiapan untuk produksi susu. Berat badan kelinci tentu juga akan naik.

Tekstur bulu bisa berubah, atau terjadi kerontokan, karena pergeseran hormonal. Feses bisa berkurang karena terjadi perubahan pencernaan ringan selama kehamilan.

SEARY 9.0 UNSOED ANGKAT ISU KEMANDIRIAN PANGAN DAN OPTIMALISASI SUMBER DAYA LOKAL

Foto bersama dalam acara SEARY 9.0 Unsoed. (Foto-foto: Istimewa)

Unit Penelitian dan Pengembangan Peternakan (UP3) Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed) sukses menyelenggarakan Soedirman Event of Animal Husbandry ke-9 (SEARY 9.0) dalam bentuk talkshow nasional yang mengangkat isu strategis seputar inovasi, pangan, dan pengelolaan sumber daya lokal.

Mengusung tema “Optimalisasi Sumber Daya Lokal untuk Mendukung SDGs dan Kemandirian Pangan Nasional”, kegiatan ini digelar pada Sabtu (2/5/2026) di Ruang Konferensi Lantai 1 Gedung B Fapet Unsoed.

Acara dipandu oleh moderator Hilmy Abdurrasyid Ammar SPt MSc selaku dosen Fapet Unsoed, dan menghadirkan narasumber utama Ir Bambang Suharno selaku Direktur Utama PT Gallus Indonesia Utama sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Infovet.

SEARY 9.0 merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Kegiatan ini diikuti sekitar 200 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dari Pulau Jawa maupun luar Jawa, di antaranya Universitas Mataram, Universitas Muhammadiyah Palopo, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, UGM, UNDIP, UI, IPB, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, serta Unsoed dan sejumlah kampus di Purwokerto. Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari fakultas peternakan, tetapi juga lintas disiplin ilmu seperti MIPA, ekonomi, biologi, dan pertanian yang relevan dengan isu SDGs.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Rektor Unsoed, Prof Akhmad Sodiq. Turut hadir dalam acara tersebut Dekan Fapet Unsoed Dr Novie Andri Setianto, Ketua LPPM Unsoed Prof Elly Tugianti, Wakil Dekan Dr Agus Susanto, Pendiri UP3 Adila Haqi, Pembina UP3 Dr Tri Rachmanto Prihamnodo SPt MSi, Ketua Umum UP3 M. Fikri Maulana Ibrahim, Ketua Panitia SEARY 9.0 Maulana Dwi Rahmaputra, serta sejumlah alumni UP3 dan pejabat kampus lainnya.

Dekan Fapet Unsoed menyampaikan harapannya agar forum ini dapat menjadi wadah untuk menggali pengetahuan praktis dari narasumber yang berpengalaman di bidangnya. Sementara itu, Rektor Unsoed memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan banyak perwakilan kampus dari berbagai daerah.

Ketua Umum UP3 M. Fikri Maulana Ibrahim, Ketua Panitia SEARY 9.0 Maulana Dwi Rahmaputra, serta Pembina UP3 Dr Tri Rachmanto Prihamnodo SPt MSi, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas suksesnya penyelenggaraan acara ini. Mereka juga menyampaikan terima kasih atas dukungan para alumni, termasuk para pendiri, yang terus setia mendampingi mahasiswa UP3 dalam berbagai kegiatan.

UP3 sendiri merupakan unit kegiatan mahasiswa Fapet Unsoed yang telah berdiri selama 34 tahun. Organisasi ini berawal dari aktivitas mahasiswa yang saat itu dipimpin oleh Adila Haqi dengan nama Aspirasi Mahasiswa (ASMA) . Hingga kini, alumni UP3 telah berkiprah di berbagai bidang, mulai dari industri peternakan, akademisi, birokrasi, hingga pelaku usaha. Sejak berdiri, UP3 terus berkembang dan turut membawa nama Fapet Unsoed dalam berbagai forum ilmiah di bidang peternakan.

Dari tiga kiri: Dr Agus Susanto, Dr Novia Andri, Bambang Suharno, Adila Haqi, Prof Akhmad Sodiq, Irlan (alumni), dan Prof Elly, saat seremoni pembukaan SEARY 9.0.

Dalam sesi talkshow, Bambang Suharno menegaskan pentingnya peran sektor peternakan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), baik sebagai penyedia sumber gizi maupun penggerak ekonomi masyarakat.

Ia juga menyoroti tantangan dalam sektor peternakan, khususnya terkait rendahnya konsumsi produk peternakan di Indonesia. “Konsumsi telur di Indonesia sekitar 200 butir per orang per tahun, sementara konsumsi rokok mencapai 1.300 batang per orang per tahun. Padahal harga satu batang rokok setara dengan satu butir telur,” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi peluang besar bagi pengembangan sektor peternakan. Apalagi saat ini sering terjadi oversupply ayam dan telur yang solusi jangka pendeknya mengandalkan afkir dini dan cutting produksi DOC . Belum ada upaya konkret yang menjadi langkah utama yaitu peningkatan konsumsi ayam dan telur. Padahal jika ini dilakukan, dampaknya tidak hanya menguntungkan peternakan, tetapi juga meningkatkan gizi serta pertumbuhan ekonomi.

Ia juga menambahkan, jika setiap orang di Indonesia meningkatkan konsumsi satu butir telur saja, maka dibutuhkan tambahan sekitar 280 juta butir telur, yang berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi puluhan ribu orang.

Melalui forum ini, diharapkan lahir pemikiran dan kolaborasi lintas disiplin yang mampu mendorong optimalisasi sumber daya lokal guna memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus mendukung pencapaian SDGs. (INF)

DMK BERHASIL MENARIK PETERNAK SAPI PERAH BARU

Koperasi susu terbesar di Jerman, DMK, berhasil menarik anggota baru tahun lalu. Pengolah susu ini melaporkan hal ini dengan angka sementara untuk tahun 2025, meskipun tidak disebutkan berapa banyak peternak sapi perah yang telah bergabung.

Harga susu DMK rata-rata 51,4 sen per kg pada tahun 2025. Setahun sebelumnya, harga tersebut adalah 47,31 sen per kg susu. Laba bersih perusahaan sedikit turun menjadi €24,2 juta. Pendapatan naik dari €5,1 miliar menjadi €5,3 miliar.

CEO Ingo Müller mengaitkan hasil ini dengan strategi perusahaan. “Kami telah memperkuat posisi pasar kami, mencapai harga pembayaran yang kompetitif untuk peternak sapi perah kami, dan mengambil langkah-langkah penting menuju masa depan yang lebih berkelanjutan,” kata Müller.

Untuk tahun 2026, DMK awalnya mengantisipasi lingkungan pasar yang terus menantang. Pabrik-pabrik susu beroperasi dengan kapasitas penuh, yang memberi tekanan pada pasar bahan baku, terutama di awal tahun. Sementara itu, tanda-tanda stabilisasi pertama terlihat untuk produk-produk susu utama.

DMK berbicara tentang permintaan yang solid di pasar Eropa dan posisi kompetitif internasional yang kuat. Pasokan dan permintaan di pasar susu akan secara bertahap seimbang sepanjang tahun, meskipun ketidakpastian geopolitik dan tingkat produksi yang tinggi tetap menjadi risiko yang dapat menyebabkan fluktuasi harga yang signifikan.

Tahun lalu, DMK berinvestasi dalam pembangunan gudang pematangan baru untuk keju alami di Hoogeveen. Selain itu, kapasitas produksi diperluas di 2 lokasi di Jerman. Perusahaan susu tersebut menggambarkan ini sebagai langkah-langkah penting untuk produksi produk yang lebih bernilai tambah dan peningkatan daya saing internasional.

Bagi DMK, tahun ini sebagian besar didominasi oleh penggabungan dengan Arla Foods. Ini membutuhkan persetujuan dari otoritas terkait. DMK memperkirakan proses ini akan selesai pada paruh pertama tahun 2026. 

RABOBANK: KONFLIK IRAN BERDAMPAK TIDAK LANGSUNG PADA INDUSTRI BABI

Meskipun dampak langsung dari konflik Timur Tengah saat ini pada industri babi mungkin tetap terbatas, kemungkinan besar dampak tidak langsung akan terasa. Itulah pesan yang disampaikan bank agribisnis Rabobank dalam laporan triwulanan globalnya tentang industri babi.

Divisi RaboResearch memperkirakan dampak tingkat kedua dan ketiga akan menyebar ke seluruh sektor.

Bank tersebut menunjuk pada dampak jangka panjang dari penutupan Selat Hormuz dan mengilustrasikannya dengan 3 jenis dampak yang berbeda.

Logistik: Bank tersebut menunjukkan bahwa tarif pengiriman telah meningkat, dengan harga solar dan gas alam yang lebih tinggi memengaruhi semua pihak dalam rantai pasokan.

Produksi: Kenaikan biaya bahan bakar dan pakan akan berdampak pada margin bagi produsen babi dan rumah potong hewan.

Permintaan Konsumen: Konsumen mungkin menjadi lebih berhati-hati dalam pengeluaran mereka, sebagian karena ketidakpastian atau inflasi.

Dalam prospek triwulanan, bank tersebut menyoroti perkembangan di berbagai benua. Menariknya, ekspor daging babi AS ke Jepang meningkat sebesar 21% dari tahun ke tahun, akibat dari wabah ASF pada populasi babi hutan di Spanyol yang sebelumnya adalah pemasok utama Jepang.

Brasil juga diuntungkan dari masalah kesehatan di Spanyol. Pengiriman ke Jepang meningkat 60% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai total 43.000 metrik ton. Ekspor Brasil ke Filipina terus menduduki peringkat teratas dengan 121.000 metrik ton.

YAPPI GELAR INDOLIVESTOCK SERVICES AWARD: DORONG SEMANGAT “FOOD FOR BETTER LIVES” MELALUI KETAHANAN PANGAN

Pengurus YAPPI. Dari kiri: Setya Winarno, Desianto B. Utomo, dan Bambang Suharno. (Foto: Infovet/Ridwan)

Yayasan Pengembangan Pangan Indonesia (YAPPI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui gelaran Indolivestock Services Award. Dengan mengusung tema “Food for Better Lives”, penghargaan ini bertujuan untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi nyata dalam menyediakan pangan bagi masyarakat.

Ketua YAPPI, Desianto B. Utomo, menjelaskan bahwa penghargaan ini menyasar perusahaan, lembaga, hingga perorangan yang aktif dalam kegiatan sosial berbasis pangan dan gizi. Bentuk kontribusi yang dimaksud sangat beragam, mulai dari pemberian bantuan pangan, penyelenggaraan bazaar pangan murah, hingga inisiatif berbasis komunitas yang rutin dilakukan kepada masyarakat.

“Intinya adalah bagaimana kontribusi mereka terkait pangan ini bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya dalam konferensi pers YAPPI, Kamis (30/4/2026), di Telaga Seafood Restaurant, Cibubur.

Penerima penghargaan tidak dipilih secara sembarang. Terdapat proses penjaringan yang sistematis, mulai dari seleksi administrasi hingga tahap penetapan pemenang. Beberapa indikator penilaian utama yang menjadi acuan meliputi komitmen dan konsistensi, memiliki dampak sosial, tata kelola dan inovasi, hingga replikasi dan memiliki nilai inspiratif.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris YAPPI, Bambang Suharno, bahwa esensi dari penghargaan ini adalah pemberdayaan pangan yang berkelanjutan. Tujuannya bukan sekadar memberikan piala, tetapi memastikan bahwa akses pangan masyarakat terus terjaga melalui sinergi berbagai pihak.

Sementara itu, Bendahara YAPPI, Setya Winarno menceritakan sejarah singkat YAPPI yang telah berdiri sejak 2002. Dibentuk oleh berbagai organisasi profesi, YAPPI awalnya berfokus pada penilaian pelaku di bidang peternakan dengan nama Yayasan Pengembangan Peternakan Nasional. Namun seiring perkembangan zaman, sejak 2025, berubah menjadi Yayasan Pengembangan Pangan Indonesia dengan tetap menggunakan nama YAPPI.

Adapun kepengurusan YAPPI saat ini dipunggawai oleh Prof Dr Ir Muladno MSA (Pembina), Drh Desianto B. Utomo MSc PhD (Ketua), Drh Deddy Kusmanagandi MBA (Wakil Ketua), Bambang Suharno (Sekretaris), Winarno SP MSi (Wakil Sekretaris), dan Ir Setya Winarno (Bendahara).

“Kami memberikan penghargaan agar menjadi inspirasi bagi pihak lain, bukan untuk berkompetisi. Semakin banyak pihak yang ikut bergerak dan berkontribusi, maka akan semakin baik bagi ketahanan pangan kita,” pungkas Setya.

Melalui Indolivestock Services Award, YAPPI berharap semangat “Food for Better Lives” yang akan diselenggarakan bersamaan dengan Indolivestock Expo & Forum 2026, 16-18 Juni, di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, dapat menular ke seluruh lapisan masyarakat, sehingga tercipta ekosistem pangan yang mandiri dan berdaulat.

Bagi yang berminat ikut dalam penilaian Indolivestock Services Award 2026 bisa mengisi form di link pendaftaran berikut: https://bit.ly/Registration_Indolivestock_Award_2026. Pendaftaran paling lambat 11 Mei 2026. (RBS)

VAKSINDO PERLUAS AKSES PASAR GLOBAL MELALUI EKSPANSI KE KAWASAN EAEU

Pertemuan membahas rencana ekspor produk Vaksindo ke negara Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Senin (6/4). (Foto-foto: Infovet/NDV)

PT Vaksindo Satwa Nusantara kembali menunjukkan kiprahnya di pasar internasional dengan melaksanakan persiapan mengekspor vaksin ke kawasan Eurasian Economic Union (EAEU). Langkah ekspansif ini bukan sekadar pencapaian bisnis, namun mempertegas posisi Indonesia sebagai negara yang semakin diperhitungkan dalam industri kesehatan hewan global.

Dukungan pun datang dari Kementerian Pertanian yang disampaikan melalui Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr Drh Agung Suganda MSi. “Kami sangat mendukung penuh terhadap upaya perluasan pasar vaksin hewan Indonesia ke kawasan EAEU,” kata Agung dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Senin (6/4).

Agung memberikan apresiasi kepada PT Vaksindo Satwa Nusantara. “Vaksindo menunjukkan komitmen dan kinerja yang kuat sebagai produsen vaksin hewan nasional, tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri namun juga berhasil menembus pasar internasional,” lanjutnya.

Audiensi ini dihadiri oleh delegasi Rosselkhoznadzor, I. A. Samoilova, kemudian Presiden Direktur PT Vaksindo Satwa Nusantara, Dr Teguh Y. Prajitno beserta tim auditor Good Manufacturing Practices (GMP) Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH).

Melalui proses audiensi ini, pemerintah berharap dapat memperoleh hasil yang positif sebagai langkah awal membuka akses ekspor vaksin hewan Indonesia ke negara anggota EAEU yaitu Rusia, Kazakhstan, Belarus, Armenia, dan Kirgistan.

“Tentunya kita semua sangat berharap rencana ekspor vaksin ke negara Rusia ini akan sukses. Dukungan untuk Vaksindo kami berikan dengan memperhatikan regulasi yang ada dan melakukan percepatan sesuai dengan prosedur negara pengimpor,” tutur Direktur Kesehatan Hewan, Drh Hendra Wibawa MSi PhD.

Hendra pun menyampaikan bahwa pemerintah optimis, mengingat pengalaman Vaksindo yang telah mengekspor vaksin dan obat hewan ke lebih dari 20 negara.

Perkuat Kapabilitas Riset Berstandar Internasional

Selama beberapa tahun terakhir, Vaksindo memperkuat kapabilitas riset dan pengembangan serta memastikan produknya memenuhi standar internasional yang ketat. Ekspansi ke negara kawasan Eurasian menjadi bukti bahwa produk vaksin unggas buatan dalam negeri mampu bersaing, baik dari sisi efektivitas maupun keamanan.

Suasana audiensi berlangsung interaktif.

Permintaan dari negara-negara ini terhadap vaksin unggas yang diproduksi Vaksindo, menjadi bukti nyata pengakuan pasar internasional terhadap kualitas produk dalam negeri.

“Kami mengembangkan dan memproduksi vaksin yang terjamin efikasinya, sesuai dengan standar ISO 9001:2015, ISO 17025 dan tentunya CPOHB serta GMP. Didukung penelitian yang komprehensif,” tandas Teguh Y. Prajitno.

Lini produk utama Vaksindo yang rencananya akan diekspor meliputi vaksin ND, AI, IB, IBD. Sebagai pabrik vaksin hewan pertama di Indonesia sejak 1983, Vaksindo memproduksi vaksin untuk segmen hatchery, breeding, dan peternakan komersial.

Produk Vaksindo telah menjangkau lebih dari 24 negara baik di kawasan Asia dan beberapa negara lainnya di kawasan Timur Tengah. Hal ini menunjukkan portofolio produk Vaksindo telah memenuhi standar internasional (GMP & ISO).

Dengan fondasi yang kuat, inovasi berkelanjutan, dan visi global yang semakin jelas, Vaksindo berada pada jalur pertumbuhan menjanjikan. Vaksindo hadir sebagai kebanggaan industri dalam negeri dan berkontribusi nyata untuk kesehatan hewan dunia. (ADV)

BRASIL SIAP MENCAPAI REKOR PANEN BIJI-BIJIAN DI TENGAH PERTUMBUHAN YANG MODERAT

Brasil berada di jalur yang tepat untuk mencapai rekor panen biji-bijian musim ini, dengan total produksi diperkirakan mencapai 356,3 juta ton, peningkatan 1,2% dari siklus sebelumnya. Meskipun terjadi sedikit penurunan rata-rata hasil panen untuk tanaman utama seperti jagung dan padi, perluasan lahan dan kinerja kedelai yang kuat khususnya mendorong pertumbuhan.

Brasil diperkirakan akan menghasilkan 356,3 juta ton biji-bijian pada musim ini, yang mewakili peningkatan 1,2% – atau 4,1 juta ton – dibandingkan dengan siklus sebelumnya. Jika dikonfirmasi, ini akan menandai rekor baru untuk volume panen yang dihasilkan oleh produsen Brasil. Angka-angka tersebut berasal dari survei terbaru oleh Companhia Nacional de Abastecimento (Conab), yang dirilis minggu lalu.

Luas lahan tanam pada siklus saat ini diproyeksikan tumbuh sebesar 2%, mencapai 83,3 juta hektar. Ini berarti kurang dari 10% dari seluruh wilayah Brasil.

Namun, hasil panen rata-rata diperkirakan akan sedikit menurun, dari 4.310 kilogram per hektar pada musim sebelumnya menjadi 4.276 kg/ha pada tahun panen 2025/2026. Meskipun proyeksi penurunan sebesar 0,8%, ini masih akan mewakili hasil panen rata-rata nasional tertinggi kedua yang pernah tercatat.

Conab memperkirakan panen kedelai akan kembali mencetak rekor, diperkirakan mencapai 179,2 juta ton. Curah hujan yang berkurang pada bulan Maret memperbaiki kondisi lahan, memungkinkan kemajuan panen mencapai 85,7% dari luas lahan yang ditanami.

Untuk jagung, tanaman yang paling banyak ditanam kedua di negara ini, total produksi diproyeksikan mencapai 139,6 juta ton, penurunan 1,1% dari musim sebelumnya. Meskipun luas lahan yang ditanami tanaman pertama meningkat, tanaman kedua diperkirakan akan menurun sebesar 3,6% dibandingkan musim 2024/2025. Penanaman tanaman jagung kedua hampir selesai, dengan lahan saat ini berada pada tahap perkecambahan hingga pembungaan.

WAMENTAN SUDARYONO: SEKTOR PETERNAKAN SERAP TENAGA KERJA

Momen penyerahan cinderamata kepada Wamentan Sudaryono. (Foto: NDV)

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengapresiasi potensi peternakan di Ciamis yang dinilai cukup besar, terutama untuk ayam pedaging. 

Lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) peternakan di daerah Ciamis sudah banyak diminati industri sebelum lulus. 

“Ini menunjukkan sektor peternakan punya prospek bagus dan menyerap tenaga kerja,” katanya saat ditemui awak media usai Dialog Perunggasan “Konsolidasi Peternak Rakyat Nasional 2026” di Ciamis, Jawa Barat, Selasa (28/04).

Ia menuturkan jutaan masyarakat Indonesia menggantungkan hidup dari sektor peternakan, khususnya perunggasan seperti ayam petelur dan ayam pedaging.

“Ada jutaan orang yang menggantungkan hidup dari sektor ini. Mereka tidak berpenghasilan tetap, akan tetapi hasil ternaknya bisa menghidupi keluarga,” ujarnya. 

Sudaryono didampingi Ketua Umum Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Herry Dermawan menambahkan, saat ini nilai tukar petani (NTP) mengalami peningkatan.

Hal tersebut menunjukkan kesejahteraan petani dan peternak semakin membaik. Kendati demikian, pemerintah akan terus meningkatkannya.

Sudaryono menegaskan, sektor pangan menjadi prioritas pemerintah karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. “Sektor pangan ini sangat strategis. Tidak boleh kita bergantung pada pihak lain,” tandasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti peran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai mampu menciptakan pasar baru bagi hasil pertanian dan peternakan.

“Sekarang tidak ada lagi hasil pertanian yang terbuang. Semua terserap pasar. MBG menjadi emerging market bagi petani dan peternak,” jelasnya.

Meningkatnya kebutuhan protein masyarakat melalui program tersebut berdampak pada naiknya permintaan produk seperti telur dan daging ayam.

Selain itu, Sudaryono menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga komoditas pangan, terutama daging ayam dan telur, agar tidak terlalu tinggi maupun terlalu rendah.

“Kalau harga terlalu tinggi harus diturunkan, kalau terlalu rendah harus dinaikkan. Harus dijaga di kisaran yang wajar,” tegasnya.

Pemerintah akan terus mendorong pemanfaatan produk lokal untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, termasuk dalam program MBG.

“Kalau bisa jangan impor. Jika tidak ada susu, bisa diganti telur atau ayam. Terpenting dari produksi dalam negeri,” pungkasnya. (NDV)

LAUNCHING NUSANTARA LIVESTOCK AND POULTRY EXPO 2026: WUJUDKAN KEMANDIRIAN PANGAN LEWAT KOLABORASI INDUSTRI YANG LEBIH MODERN & KOMPETITIF

Foto bersama saat peluncuran Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026. (Foto: Infovet/Ridwan)

Seiring meningkatnya kebutuhan akan efisiensi dan produktivitas, industri peternakan nasional terus bergerak menuju arah yang lebih modern dan terintegrasi. PT Debindo Global Expo (DEBINDO) kembali menghadirkan Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026 yang resmi diluncurkan pada Rabu (29/4/2026) di Hotel The Westin Jakarta.

Pameran yang kedua kalinya ini merupakan wujud nyata komitmen DEBINDO dalam mendukung program pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan industri peternakan dan perunggasan nasional melalui inovasi dan kolaborasi strategis.

"Penyelenggaraan pameran ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan dalam memperkuat daya saing industri peternakan nasional. Kolaborasi lintas sektor yang didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan industri ke depan," ujar Direktur PT Debindo Global Expo, Rafidi Iqra Muhammad, dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan, sinergi dengan berbagai kementerian, asosiasi, dan mitra strategis diharapkan mampu mendorong penguatan ekosistem industri peternakan secara menyeluruh, mulai dari sisi produksi hingga distribusi dan hilirisasi.

Melalui kolaborasi lintas sektor, ajang ini diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi serta praktik terbaik dalam industri peternakan nasional untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan.

Hal itu juga seperti yang disampaikan Ketua IV GPPU, Asrokh Nawawi. "Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026 hadir sebagai wadah kolaborasi yang menyatukan pelaku dari hulu hingga hilir. Dengan dukungan inovasi, pengembangan genetika unggul, serta penguatan hilirisasi, sektor peternakan akan semakin kuat sebagai pilar ketahanan pangan nasional sekaligus mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan," katanya.

Sementara pada kesempatan yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Nuryani Zainuddin, turut menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap pameran ini dapat menjadi platform strategis untuk mendorong kolaborasi, pertukaran informasi, serta pengembangan teknologi di sektor peternakan, sekaligus memperluas akses pasar dan kemitraan usaha secara berkelanjutan.

Beragam inovasi dan solusi akan dihadirkan dalam penyelenggaraan pameran ini, mencakup produksi peternakan dan unggas, sistem kandang dan containment, mesin dan peralatan peternakan, teknologi egg farming, pakan dan nutrisi, obat serta vaksin hewan, layanan logistik, hingga sektor akuakultur dan perikanan. Semuanya dihadirkan sebagai bagian dari ekosistem industri yang terintegrasi, dengan menekankan pendekatan berkelanjutan sebagai fokus utama dalam pengelolaan peternakan modern.

Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026 siap menghadirkan lebih dari 100 brand nasional dan internasional yang akan menampilkan berbagai produk serta solusi inovatif, mulai dari teknologi peternakan, pakan dan nutrisi, kesehatan hewan, hingga sistem pengolahan dan cold chain. Keragaman ini menunjukkan semakin berkembangnya industri peternakan yang kini didorong oleh integrasi teknologi.

Tak sekadar menjadi ajang pameran, Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026 juga menghadirkan rangkaian program pendukung yang dikemas secara dinamis. Mulai dari forum diskusi dan seminar industri, sesi knowledge sharing bersama praktisi dan pakar, demonstrasi teknologi peternakan secara langsung, hingga agenda business matching yang membuka peluang kemitraan strategis bagi para pelaku usaha. Sejumlah program unggulan turut dihadirkan, antara lain Nusantara Food Summit, IPB Stakeholder Forum, Business Pitching bersama Ditjen PKH, serta Intensive Livestock Bootcamp berkolaborasi dengan NusaQu.

Selain itu, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor, pada momentum peluncuran ini juga dilaksanakan penandatanganan MoU antara DEBINDO dengan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), serta Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI). Penandatanganan ini menjadi langkah konkret dalam mendorong pengembangan industri peternakan nasional, peningkatan kualitas pakan dan pembibitan, serta percepatan adopsi inovasi dan teknologi di sektor peternakan, sekaligus memperkuat ekosistem livestock yang lebih terintegrasi, produktif, dan berdaya saing.

Melalui peluncuran ini, DEBINDO membuka peluang bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat dalam Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026, yang diselenggarakan bersamaan dengan Indonesia Agriculture Technology (INDOGRITECH) Expo 2026. Pameran akan berlangsung pada 4-7 November 2026, di Hall 5 ICE BSD City. (RBS)

GOPAN DORONG GENERASI MUDA AMBIL PERAN DI INDUSTRI PERUNGGASAN

Herry Dermawan, Ketua Umum GOPAN. (Foto: NDV)

Ketua Umum Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Herry Dermawan, menilai industri perunggasan sekarang tengah memasuki fase penting. Herry menilai regenerasi peternak menjadi isu yang tidak kalah penting. 

Menurut Herry, sudah saatnya generasi muda didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam industri perunggasan nasional. Kehadiran peternak muda dinilai mampu membawa pendekatan yang lebih efektif, inovatif, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi modern di sektor budidaya.

Pernyataan ini dikemukakan Herry saat membuka Dialog Perunggasan “Konsolidasi Peternak Rakyat Nasional 2026” yang diadakan di Auditorium KH. Ahmad Dahlan, Ciamis pada Selasa (28/4).

Sebagai organisasi yang mewadahi peternak rakyat mandiri, GOPAN memandang perlu adanya konsolidasi nasional untuk membahas berbagai isu strategis perunggasan. Mulai dari implementasi regulasi, akses peternak terhadap program-program pemerintah, hingga persiapan kaderisasi generasi penerus yang mampu mengambil peran dalam pembangunan industri perunggasan nasional.

“Peternak muda memiliki potensi besar menghadirkan sistem usaha yang lebih efisien dan visioner. Mereka akan menjadi penentu keberlanjutan peternak rakyat di masa depan,” katanya.

Perlindungan Bagi Peternak

Sementara itu, Sekretaris Jenderal GOPAN, Sugeng Wahyudi menegaskan harapannya agar usaha budidaya ayam pedaging (broiler) lebih banyak diserahkan kepada peternak rakyat sesuai amanat Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2024 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menciptakan pemerataan ekonomi sekaligus memberikan perlindungan usaha bagi peternak kecil. 

“Kalau peternak rakyat mendapatkan ruang usaha yang lebih besar, maka generasi muda akan lebih bersemangat masuk ke sektor perunggasan karena ada perlindungan dalam berusaha,” jelas Sugeng.

Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dalam melakukan intervensi pasar ketika harga jatuh, sebagaimana perlindungan yang diberikan kepada petani padi. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak kecil, agar tetap mampu bertahan di tengah fluktuasi pasar.

Lebih lanjut Sugeng menjelaskan bahwa dialog perunggasan ini merupakan bagian dari program kerja triwulan organisasi. 

“Kegiatan ini melibatkan berbagai stakeholder lintas generasi mulai dari peternak rakyat, pelaku usaha korporasi, hingga akademisi sebagai pengamat industri,” imbuhnya.

Diskusi yang berlangsung diharapkan mampu melahirkan arah kebijakan strategis bagi penguatan usaha budidaya, serta mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam kepemimpinan komunitas peternak.

Dialog Perunggasan Nasional 2026 tersebut dipandu oleh Moderator Ir H Setya Winarno (Ketua Harian GOPAN). Para pembicara diantaranya Hari Adam, SE, (Peternak dan Ketua Kadin Ciamis), Dr Ir Rohadi Tawaf, MSi (Akademisi, peneliti senior ekonomi dan kebijakan peternakan Unpad) serta Drh Asrokh Nawawi dari Asosiasi Gabungan Perusahaan Pembibitan  Unggas (GPPU). (NDV)

DIALOG PERUNGGASAN DI CIAMIS, WAMENTAN DENGAR ASPIRASI PETERNAK RAKYAT

Wamentan Sudaryono berdialog secara langsung dengan peternak dan peserta dari SMK Industri Perunggasan. (Foto: NDV)

Selasa pagi, (28/4) terlihat ratusan peserta menghadiri Dialog Perunggasan “Konsolidasi Peternak Rakyat Nasional 2026” di Auditorium KH. Ahmad Dahlan, Ciamis, Jawa Barat. Acara ini diselenggarakan oleh Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN). 

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono hadir dan berdialog secara langsung dengan peternak rakyat yang tergabung dalam GOPAN. 

Ia mendengarkan berbagai aspirasi, harapan, serta tantangan yang dihadapi para peternak. Sudaryono menegaskan bahwa aspirasi para peternak tersebut akan menjadi bahan penting dalam penyusunan kebijakan ke depan, sehingga program pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan riil di lapangan.

“Semoga sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha pertanian dapat terus diperkuat agar cita-cita besar menuju swasembada pangan nasional dapat terwujud,” harapnya. 

Menurutnya, komitmen pemerintah pusat terhadap penguatan sektor pertanian tidak hanya sebatas wacana, tetapi telah dibuktikan melalui berbagai kebijakan strategis yang dituangkan dalam sejumlah regulasi Presiden RI, Prabowo Subianto. Baik dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) maupun Instruksi Presiden (Inpres) yang secara khusus mengatur percepatan pembangunan pertanian nasional.

Regulasi tersebut menjadi landasan kuat bagi seluruh daerah untuk bergerak lebih cepat dalam meningkatkan produktivitas pertanian, termasuk sektor peternakan unggas yang memiliki kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional.

“Presiden Prabowo menempatkan swasembada pangan sebagai agenda penting nasional. Karena itu, pemerintah hadir dengan berbagai kebijakan nyata agar petani dan peternak mendapatkan dukungan yang lebih kuat, baik dari sisi produksi, distribusi, hingga kesejahteraan pelaku usaha pertanian,” jelasnya. 

Sementara itu Ketua Umum GOPAN, Herry Dermawan mengemukakan melalui forum konsolidasi ini, GOPAN berharap lahir langkah bersama yang lebih solid untuk memperkuat posisi peternak rakyat mandiri dalam menghadapi era baru industri perunggasan nasional.

“Kita berada di tengah modernisasi dan persaingan yang semakin ketat. Keberlanjutan sektor perunggasan tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan pasar, tetapi juga oleh keberpihakan terhadap peternak rakyat sebagai fondasi utama industri pangan nasional,” ungkapnya. 

Dalam acara ini juga berlangsung penandatanganan MoU Kandang Binaan GOPAN-SMK Industri Perunggasan Panjalu. Seremoni dilakukan oleh Wamentan, Ketua Umum GOPAN, dan Adisty Risnawati SPt, MM selaku Kepala SMK Industri Perunggasan Panjalu. (NDV)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer