Gratis Buku Motivasi "Menggali Berlian di Kebun Sendiri", Klik Disini Peristiwa | Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan -->

PELATIHAN PJTOH ANGKATAN XXVI DIGELAR HYBRID DI SURABAYA

Pelatihan PJTOH angkatan XXVI hari pertama dan kedua yang berlangsung di Surabaya. (Foto-foto: Dok. Infovet)

Pelatihan Penanggung Jawab Teknis Obat Hewan (PPJTOH) kembali digelar Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) untuk angkatan XXVI, dilaksanakan pada 21-22 Mei 2024, di Surabaya secara hybrid diikuti sekitar 90-an peserta.

“Mengingat pentingnya tugas dan tanggung jawab PJTOH, maka ASOHI hampir setiap tahun mengadakan pelatihan ini. Sejak berlakunya pelarangan penggunaan AGP sejak 2018, kesadaran para dokter hewan dan apoteker terhadap pentingnya pelatihan ini semakin meningkat. Semoga dengan kesadaran ini implementasi peraturan bidang obat hewan semakin baik,” ujar Ketua ASOHI, Drh Irawati Fari.

Pada hari pertama pelatihan menampilkan pembicara Koordinator Substansi Pengawasan Obat Hewan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Drh Ni Made Ria Isriyanthi yang membahas mengenai regulasi obat hewan, izin usaha, pedoman CPOHB, registrasi, penyediaan, peredaran, dan pengawasan obat hewan, serta tugas dan tanggung jawab PJTOH.

Dijelaskan oleh Ria, tugas dan tanggung jawab PJTOH yakni untuk menjaga mutu, khasiat, dan keamanan obat hewan wajib menempatkan dokter hewan dan/atau apoteker sebagai penanggung jawab teknis pada perusahaan obat hewan.

Di antaranya dengan memberikan informasi peraturan perundangan obat hewan kepada direktur perusahaan; memberikan saran dan pertimbangan teknis obat yang berhubungan dengan farmakodinamik, farmokinetik, farmakoterapi, toksikologi, serta imunologi; mempersiapkan kelengkapan dokumen izin usaha dan dokumen pendaftaran; menyetujui penyediaan dan peredaran obat hewan sesuai undang-undang atau menolak apabila tidak sesuai peraturan perundangan obat hewan.

“PJTOH harus menolak penyediaan dan peredaran obat hewan ilegal; bertanggung jawab memberikan pertimbangan teknis; laporan tertulis tentang penyediaan dan peredaran obat hewan kepada Ditjen PKH cq Ditkeswan sesuai ketentuan yang berlaku; serta evaluasi terhadap khasiat, keamanan, dan efek samping obat hewan yang telah dipasarkan di lapangan,” jelas Ria.

“Seorang PJTOH bertanggung jawab penuh terhadap semua kegiatan produksi, importir/eksportir, apabila ada obat hewan ilegal dan pemalsuan adalah tanggung jawab seorang PJTOH.”

Selain itu, pemaparan dilanjutkan dengan materi dari narasumber Prof Budi Tangendjaja yang mengupas soal feed additive dan feed supplement, kemudian oleh Badan Karantina mengenai kebijakan karantina hewan, dan oleh Drh Widiarto mengenai peran PPNS dalam penanganan obat hewan ilegal.

Peserta PJTOH yang ikut secara daring. 

Sementara pada hari kedua menampilkan Direktur Pakan Ternak, Drh Nur Saptahidhayat yang membahas mengenai isu resistansi antimikroba (AMR), keamanan pakan, pakan terapi (medicated feed), dan PJTOH pakan.

Dijelaskan bahwa pentingnya PJTOH pakan di antaranya mengendalikan obat dalam pakan, sebab pakan merupakan hal krusial dalam budi daya ternak. “Penggunaan antimikroba harus sesuai dosis, sesuai lama pemberian, mengendalikan penjualan pakan terapi, dan mencegah penggunaan antimikroba sebagai growth promoter,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, PJTOH pakan juga ikut mengawasi penyimpangan penggunaan obat hewan, mengawasi distribusi pakan terapi di lapangan, serta menjaga pabrik sesuai standar cara pembuatan pakan yang baik (CPPB). Hal tersebut menurutnya agar penanggung jawab teknis di suatu perusahaan ikut menjamin pakan yang tersebar aman. Adapun pembahasan lain mengenai regulasi pakan terapi, nomor pendaftaran pakan (NPP).

Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Ketua Komisi Obat Hewan, Prof Widya Asmara, tentang obat hewan biologik, farmasetik, dan obat alami. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ketua Tim Kerja Pelayanan Pengujian Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH), M. Syaefurrosad, mengenai rantan dingin (cold chain), tata cara pengiriman obat hewan yang baik dan prosedur pengiriman sampel ke BBPMSOH.

Bahasan semakin lengkap dengan hadirnya narasumber dari tim CPOHB, Drh Ketut Karuni, yang membawakan materi CPOHB dan tata cara pembuangan limbah obat, dan Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Drh M. Munawaroh, mengenai tata cara pengurusan SIPT, kemudian Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Noffendri Roestam, soal tata cara pengurusan SIPA, serta Ketua ASOHI, Drh Irawati Fari, tentang peran ASOHI dalam pembinaan anggota dan Sekretaris sekaligus anggota Dewan Kode Etik ASOHI, Peter Yan, soal kode etik AOSHI. (RBS)

PUBLIC EXPOSE TAHUN BUKU 2023 PT MALINDO FEEDMILL TBK

PT Malindo Feedmill Tbk yang bergerak dalam bidang produksi dan penjualan pakan ternak, pembibitan dan distribusi anak ayam usia sehari ras pedaging, pembibitan dan penjualan anak ayam usia sehari ras parent stock serta peternakan ayam ras pedaging, pengolahan makanan, RPU, dan juga memiliki restoran cepat saji Sunny Chick, pada 21 Mei 2024 mengadakan Public Expose Tahun Buku 2023 di Jakarta.

Penjualan bersih Malindo mengalami peningkatan 8,6% menjadi Rp 12,1 triliun dari Rp 11,1 triliun di tahun 2022. Kinerja penjualan pakan menjadi kontributor paling besar pada penjualan bersih yaitu sebesar 65,0%, disusul penjualan ayam pedaging sebesar 16,9%, anak ayam/itik usia sehari sebesar 13,8%, makanan olahan sebesar 1,0% dan lain-lain sebesar 3,3%.

Penjualan pakan mengalami peningkatan 9,5% menjadi sebesar Rp 7,8 triliun di tahun 2023 dari Rp 7,1 triliun di tahun 2022. Penjualan ayam pedaging mengalami peningkatan 17,4% menjadi sebesar Rp 2,0 triliun di tahun 2023 dari Rp 1,7 triliun di tahun 2022. Penjualan produk makanan olahan meningkat 0,4% menjadi sebesar Rp 116,1 miliar di tahun 2023 dari Rp 115,6 miliar ditahun 2022. Penjualan lain-lain meningkat 4,1% menjadi sebesar Rp 398 miliar di tahun 2023 dari Rp 382,3 miliar di tahun 2022. Sedangkan penjualan anak ayam/itik usia sehari turun 2,5% menjadi sebesar Rp 1,6 triliun di tahun 2022 dari Rp1,7 triliun di tahun 2022.

Perolehan laba kotor tahun 2023 lebih besar dibandingkan dengan tahun 2022 yaitu meningkat 36,6% menjadi Rp 947,8 miliar. Laba tahun berjalan tahun 2023 sebesar Rp 63,1 miliar, meningkat 140,9% dibanding tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 26,2 miliar di tahun 2022. Jumlah laba komprehensif pada tahun 2023 adalah sebesar Rp 65,1 miliar, meningkat 141,0 % dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp 27,0 miliar.

Jumlah aset pada tahun 2023 adalah sebesar Rp 5,5 triliun, yaitu lebih rendah 4,0% atau Rp 229,7 miliar dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp 5,7 triliun. Hal ini terutama dipengaruhi oleh penurunan aset lancar sebesar 4,4% atau Rp 130,9 miliar dan penurunan aset tidak lancar sebesar 3,5% atau Rp 98,8 miliar.

Jumlah liabilitas pada tahun 2023 adalah sebesar Rp 3 triliun, yaitu lebih rendah 9,9% atau Rp 331,2 miliar dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp 3,3 triliun. Hal ini terutama dipengaruhi oleh penurunan liabilitas jangka pendek sebesar 5,6% atau Rp 141,8 miliar dan penurunan liabilitas jangka panjang sebesar 22,9% atau Rp 189,4 miliar.

Penjualan bersih Malindo pada kuartal I 2024 meningkat sebesar Rp 568,1 miliar atau sebesar 21,2%. Penjualan pakan ternak naik sebesar 17,7% atau Rp 316,7 miliar, peningkatan penjualan anak ayam/itik usia sehari sebesar 46,5% atau sebesar Rp 147,3 miliar dari Rp 316,7 miliar menjadi Rp 464 miliar di periode Maret 2024. Penjualan ayam pedaging naik sebesar Rp 88,3 miliar atau 19,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan makanan olahan naik 8,8% atau sebesar Rp 2,6 miliar, penjualan lain-lain naik 13,8% atau sebesar Rp 12,9 miliar. Secara keseluruhan setiap penjualan produk mengalami peningkatan yang signifikan.

Laba kotor pada kuartal I 2024 naik sebesar Rp 323,1 miliar atau 517,4% dari Rp 62,4 miliar menjadi Rp 385,5 miliar. Peningkatan laba kotor ikut mendorong peningkatan laba (rugi) bersih dari negatif Rp 143,9 miliar di kuartal I 2023 menjadi positif sebesar Rp 143,5 miliar di akhir Maret 2024 atau naik sebesar Rp 287,4 miliar atau 199,8%. Faktor utama peningkatan ini adalah kenaikan harga DOC dan broiler, yang juga disertai dengan peningkatan volume penjualan.

Dalam menjalankan operasinya Malindo menghadapi kendala meliputi krisis ekonomi global yang mengakibatkan daya beli masyarakat menurun, stabilitas harga jual DOC dan ayam broiler sepanjang tahun, dan ketersediaan dan kestabilan harga bahan baku pakan.

Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut dilakukan kebijakan strategis sebagai berikut:

  • Menunda belanja modal.
  • Meningkatkan efisiensi produksi dan melakukan penghematan di setiap lini produksi dan operasional.
  • Melakukan manajemen pembelian bahan baku dan penyesuaian harga jual yang tepat.
  • Mendukung program pemerintah untuk menyeimbangkan antara permintaan dan penawaran khususnya di industri peternakan.
  • Meningkatkan penjualan ekspor.

WAJIB IKUT! PELATIHAN PPJTOH ANGKATAN XXVI

Permentan 15 tahun 2021 menyebutkan bahwa Perusahaan Obat Hewan WAJIB mempunyai PJTOH (Penanggung Jawab Teknis Obat Hewan) yang bersertifikat. Perusahaan obat hewan yang dimaksud meliputi produsen, importir, eksportir, distributor, feedmill yang menggunakan obat hewan, pengecer (petshop, poultry shop, apotek veteriner, toko/depo obat hewan). Untuk itu Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) bekerja sama dengan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan akan mengadakan Pelatihan Penanggung Jawab Teknis Obat Hewan (PPJTOH) Bersertifikat  Angkatan XXVI di Surabaya.

๐Ÿ—“️ Selasa-Rabu , 21 - 22 Mei 2024

๐Ÿ•ฃ 07.30 – 17.00 WIB

๐Ÿข Hybrid form Mercure Gran Mirama Surabaya Jawa Timur 

๐Ÿ†” Pendaftaran klik https://bit.ly/daftarppjtohXXVI

Materi pelatihan

  1. Peraturan perundang-undangan, Pakan, Karantina, PPNS
  2. Bahasan teknis : Biologik, Farmasetik, Premix
  3. Pemahaman etika dan organisasi. 

Narasumber

  1. Direktur Kesehatan Hewan
  2. Direktur Pakan
  3. Direktur Tindakan Karantina Hewan
  4. Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan 
  5. Koordinator Substansi Pengawasan Obat Hewan
  6. Prof Budi Tangendjaja
  7. Prof Widya Asmara
  8. Ketua Umum ASOHI
  9. dll

Jika ada yang kurang jelas hubungi https://wa.me/6287778296375 (Mariyam, GITA EO)

PT CAHAYA SAKTI KIMIA GELAR SEMINAR EDUKASI MIKOTOKSIN

Yuana Saputra, Teritory Manager Olmix Indonesia memaparkan materi seminar (Foto: Istimewa)


Mini seminar mengangkat topik “How to Eliminate Mycotoxin Challenge in Various Raw Materials" yang diselenggarakan PT Cahaya Sakti Kimia dan PT Olmix Indonesia Nutrition (Olmix), Maret lalu berlangsung sukses. Kegiatan digelar selama dua hari pada 18 Maret 2024 di Kayu Arum Resort, Salatiga dan 19 Maret 2024 di Hotel POP, Solo.

Ronald Paulus selaku Direktur PT Cahaya Sakti Kimia saat dihubungi Infovet melalui WhatsApp mengatakan latar belakang diadakannya seminar tersebut sebagai pengingat bahwa kondisi bahan baku pakan ternak utama yaitu jagung masih rentan terhadap kontaminasi, mikotoksin baik field mycotoxin maupun storage mycotoxin.

“Kegiatan ini juga sebagai salah satu wujud peran serta kami dalam mendukung kesehatan hewan di Indonesia dengan memberikan edukasi dan informasi kepada peternak dan feedmiller. Khususnya tentang mikotoksin, global tren mikotoksin, mycotoxin management and strategy, metode sampling yang benar untuk mendukung analisa mikotoksin, efikasi beberapa bahan toxin binder, serta teknologi dari Olmix Perancis di dalam MTX+ untuk mengikat semua jenis mikotoksin,” terang Ronald.

Acara dibuka dengan opening speech dari Endri Yoga Laksana selaku Technical Manager Olmix dan Yuana Saputra selaku Teritory Manager Olmix Indonesia.

Paparan materi berjudul “How to Eliminate Mycotoxin Challenge in Various Raw MaterialProduct Specialist Olmix untuk Asia, Mike Lin. Disusul dengan presentasi produk MTX+ , Solusi dari Olmix oleh Endri Yoga Laksana dan Yuana Saputra.

Toxin binder wide spectrum dari Olmix yaitu MTX+ dengan nanoteknologi interspaced montmorillonite yang telah dipatenkan dengan kemampuan mengikat segala jenis mikotoksin. Selain itu terdapat kandungan Yeast Cell walls, Diatomaceous earth, dan ekstrak alga untuk memaksimalkan kinerja dari toxin binder ini. Produk ini telah melewati uji invitro dynamics trial dengan efikasi tinggi terhadap FUM dan DON.

Foto betsama customer yang hadir dalam seminar (Foto: Istimewa)

Usai sesi tanya jawab, tim Olmix dan Aziz selaku Sales PT Cahaya Sakti Kimia area Jawa Tengah menyampaikan promo program dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan lucky draw. Seminar ini dihadiri customer yang diantaranya para peternak layer, babi, serta local feedmill. (NDV)

KEMENTAN MINTA BULOG FOKUS SERAP DUA KOMODITI STRATEGIS

Jagung sebagai komoditi strategis nasional. (Foto: Dok. Infovet)

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, meminta Bulog memperkuat penyerapan dan distribusi hasil panen raya petani. Bulog diharapkan mampu membeli hasil panen dengan harga yang menguntungkan petani. Saat ini pihaknya tengah fokus pada pemenuhan pangan dalam negeri untuk menekan kebijakan impor. Dua di antara komoditas yang ditargetkan adalah padi dan jagung sebagai komoditi strategis nasional.

“Jangan sampai kita terlalu bersemangat pada impor daging kerbau tapi serap gabah dan jagung hasil panen raya petani malah tidak berdaya,” kata Mentan.

Hal tersebut menanggapi keluhan Direktur Utama Bulog soal tidak mendapatkan izin impor daging kerbau 2024. Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Dirkesmavet), Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, Syamsul Ma’arif, mengatakan sesuai hasil Rakortas yang dikoordinasikan oleh Menko bidang Perekonomian pada 28 Maret 2024, telah diputuskan bahwa izin impor hanya diberikan pada PT Berdikari dan PT PPI.

“Rakortas pertama pada 13 Desember 2023 memutuskan impor daging kerbau hanya menyebutkan pelaksanaan oleh BUMN. Kemudian Rakortas kedua pada 28 Maret 2024 memutuskan penugasan impor daging kerbau kepada PT Berdikari dan PT PPI. Jadi begitu keputusan pemerintah selaku regulator,” tegas Syamsul melalui keterangan resminya di Jakarta, Selasa (2/4/2024).

Syamsul juga mengatakan bahwa sebenarnya saat ini beban Bulog cukup berat. Untuk menyerap hasil panen jagung dan gabah petani saja tidak sanggup, sehingga sebaiknya tidak menambah beban perusahaan.

“Importasi jutaan ton beras saat ini sepertinya belum maksimal. Begitu pula serap jagung masih macet. Sebaiknya fokus bisnisnya membantu petani dalam negeri. Toh impor daging kerbau dilakukan juga oleh BUMN,” tukasnya. (INF)

PENTINGNYA BIOSECURITY, NUTRISI DAN SERTIFIKASI NKV PADA BUDIDAYA UNGGAS PETELUR DI PROVINSI SULAWESI UTARA

U.S. Soybean Export Council (USSEC) Indonesia, bersama Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Utara dan PINSAR Sulut mengadakan Workshop bagi peternak ayam petelur tentang Biosekuriti, Nutrisi dan Sertifikasi NKV. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (20/3) yang lalu di Rumah Makan Tedu Matuari, Minahasa Utara.

Kegiatan tersebut bertujuan agar peternak dapat semakin memahami dan termotivasi untuk menerapkan biosecurity yang benar, pemilihan nutrisi pakan yang tepat serta dapat memiliki sertifikat NKV budidaya unggas petelur (NKV-BUP). Alfred Kompudu, Animal Protein Technical Consultant USSEC Indonesia memberikan gambaran melalui presentasinya akan pentingnya pemilihan nutrisi yang tepat bagi ayam petelur untuk performa dan produksi yang maksimal dengan menggunakan soybean meal US.

Selain nutrisi, Alfred yang lebih dari 10 tahun menangani biosecurity di peternakan unggas juga menerangkan masalah biosekuriti yang masih dianggap hanya sekedar melakukan "penyemprotan desinfektan" oleh peternak. Jika ditanya apakah sudah melakukan biosecurity di peternakannya, jawab peternak pasti sudah.

Hal penting dalam biosecurity adalah melakukan kontrol dan pengawasan terhadap faktor risiko pembawa agen (kuman) penyakit yaitu Orang, Benda dan Hewan, atau disingkat dengan istilah OBH. “Yang kita lakukan adalah bagaimana supaya kuman penyakit tidak masuk, tumbuh, berkembang, lalu menyebar ke dalam peternakan. Caranya dengan melakukan isolasi, kontrol lalu-lintas, serta pembersihan dan desinfeksi di peternakan yang cara yang benar dan tepat”, ujar Alfred.

Penerapan biosekuriti di peternakan dengan konsep Biosekuriti 3-Zona merupakan salah satu rekomendasi yang tepat untuk mengamankan peternakan khususnya di peternakan unggas. Peternak ayam petelur yang telah menerapkan biosekuriti 3-zona akan lebih mudah mendapatkan sertifikat NKV karena implementasi biosekuriti merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikat NKV. Peternak layer di Pulau Jawa, Lampung dan Sulawesi Selatan yang telah menerapkan Biosecurity 3-Zona, banyak yang berhasil mendapatkan sertifikat NKV dan USSEC mendukung program pemerintah tersebut dalam rangka pemenuhan produk asal hewan yang Aman Sehat Utuh dan Halal (ASUH). 

Pada kesempatan ini Drh. Hanna Tioho, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Propinsi Sulawesi Utara dalam presentasinya menjelaskan tahapan dan prosedur untuk mendapatkan sertifikasi NKV, sebagaimana yang syaratkan dalam Permentan No 11 Tahun 2020. Serifikasi NKV Budi Daya Petelur (BUP) berlaku selama 5 tahun dan setiap tahunnya diadakan surveillance untuk memastikan kondisi peternakan tetap sama dan konsisten dalam menjalankan prosedur biosecurity, hygiene dan sanitasi di peternakannya. “Dengan kegiatan ini semoga pelaku usaha semakin termotivasi untuk memiliki sertifkat NKV - BUP, dan pemerintah daerah siap membantu prosesnya" tutur dia.

Ketua PINSAR Sulawesi Utara, Ir. Jan Tambayong mengemukakan bahwa apa yang dihasilkan dari kegiatan implementasi Biosekuriti di daerah lain menjadi pemacu dan motivasi bagi peternak layer di propinsi Sulawesi Utara untuk bersama-sama melakukan hal yang positif. Harapan kami, peternak layer disini dapat mengajukan pengurusan sertifikasi NKV secara kolektif kepada pemerintah.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Biro Perekonomian Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara dan Satgas Pangan yang berdiskusi dengan peternak layer terkait Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan khususnya jagung dan berusaha mencarikan solusi akan inflasi harga telur di Sulawesi Utara akhir-akhir ini. (Rilis)

ANTRAKS DI DIY LANGSUNG DITANGANI CEPAT AGAR TAK MELUAS

Pemberian vaksinasi pada sapi untuk mencegah antraks. (Foto: Istimewa)

Mencuatnya kasus antraks yang menyerang ternak sapi dan kambing di Kabupaten Sleman dan Gunungkidul Provinsi D.I. Yogyakarta (DIY), ditangani secara cepat dengan mengintensifkan disinfeksi, vaksinasi, dan pengawasan lalu lintas ternak.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah, mengungkapkan bahwa kasus ini telah menjadi perhatian Menteri Pertanian untuk segera diambil langkah-langkah preventif agar tidak meluas.

“Inilah kepedulian pemerintah terhadap rakyat. Harapannya yaitu wilayah kasus bisa kita isolir. Pemerintah jangan sampai lengah terhadap vaksinasi antraks. Stok vaksin kita lebih dari cukup dan tidak impor. Kita produksi sendiri,” kata Nasrullah saat memberikan sambutan pada kegiatan vaksinasi untuk pencegahan antraks di Balai Desa Gayamharjo, Prambanan, Sleman, Selasa (19/3/2024).

Dalam keterangan resminya, Nasrullah menyoroti pentingnya pemahaman yang lebih baik dari peternak tentang bagaimana menjaga kesehatan ternak dan mencegah agar kasus antraks tidak terulang.

Ia mengimbau jika ternak sakit, segera laporkan kepada petugas, tidak boleh menyembelih di sembarang tempat tanpa izin, serta mengonsumsi  ternak yang sakit apalagi yang telah mati. Hal tersebut dapat membahayakan kesehatan diri sendiri maupun masyarakat.

“Sangat penting bagi peternak untuk memahami bahaya antraks dan langkah-langkah pencegahannya. Edukasi harus rutin diberikan kepada peternak dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, perlu diperkuat check point lalu lintas ternak yang ada dan melakukan koordinasi lintas wilayah yang berbatasan. Aparat Kepolisian juga diharapkan menindak oknum yang menjual ternak sakit atau ternak mati yang diduga antraks.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan upaya pendataan kelompok ternak di Kabupaten Sleman dan turut memantau perdagangan ternak secara ketat. Terutama wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah, menjadi fokus utama dalam pemantauan.

“Kami telah melakukan upaya disinfeksi di lingkungan kandang ternak yang positif antraks dan Pemda Sleman terus berupaya memusnahkan daging ternak kena antraks yang telah ditaruh di kulkas-kulkas, kita ambil semua, ini bekerja sama juga dengan TNI dan Polri,” kata Kustini.

Ia juga membeberkan telah dilakukan pengobatan dan pemberian vitamin terhadap 143 ekor sapi dan 224 ekor kambing/domba. Vaksinasi juga terus dilakukan pada zona kuning yaitu di Dusun Nawung, Kalinongko, dan Kalinongko Lor. Semua dilakukan beserta jajaran Pemda Sleman agar penyebaran antraks berhenti.

Pada kesempatan yang sama Direktur Kesehatan Hewan, Nuryani Zainuddin, menjelaskan bahwa antraks yang terjadi di DIY merupakan kasus yang berulang dan ini disebabkan oleh beberapa hal salah satunya adalah ketidaktahuan masyarakat terkait bahaya antraks.

“Penyakit antraks sebenarnya adalah penyakit yang mudah ditangani kalau dilakukan vaksinasi secara rutin, yaitu setiap tahun. Selain dengan vaksinasi, pemerintah melalui Balai Besar Veteriner bisa melakukan flooring atau semenisasi untuk daerah yang terkena antraks,” tutur Nuryani.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DIY, Hery Sulistio Hermawan, juga menekankan pentingnya koordinasi antar instansi dalam menangani kasus ini. Menurutnya, seluruh wilayah di DIY harus mengambil langkah tegas dan waspada.

“Berawal dari 2 Februari 2024 terjadi utamanya di Kalinongko Kidul, Gayamharjo, beruntun sampai 7 Maret 2024. Kemudian pada 23 Februari 2024 juga terjadi kasus di Serut. Artinya ada di dua lokasi penyakit antraks. Dua lokasi tersebut saling berdekatan di perbatasan dengan jarak 100-200 meter,” terangnya.

Ia sampaikan telah terjadi kematian dua ekor sapi dan 10 ekor kambing dan saat ini sudah 14 hari sudah tidak ditemukan kasus lagi. Artinya, kematian ternak yang terakhir terkonfirmasi pada 7 Maret 2024.

Update penanganan yaitu telah dilakukan disinfeksi, pengobatan antibiotik, dan vitamin sebanyak 750 ekor terdiri dari 238 sapi dan 519 kambing. Vaksinasi akan dilaksanakan 14 hari setelah ternak diobati. Untuk Klaten yang menjadi daerah terancam, juga telah vaksinasi 242 ekor yaitu terdiri dari 140 sapi, 55 kambing, dan 47 domba,” tukasnya.

Pada acara tersebut, Dirjen PKH Nasrullah juga menyerahkan bantuan Kementerian Pertanian berupa vaksin antraks (2.600 dosis), vitamin (1.500 botol), obat-obatan (600 botol), dan spuit (20.000 set) kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DIY. (INF)

BRIN BERSAMA INFOVET GELAR WEBINAR RISNOV TERNAK #2

Webinar Risnov Ternak #2. (Foto-foto: Dok. Infovet)

“Peternak Ayam Petelur Mandiri: Harapan dan Tantangan” menjadi tema dalam webinar Risnov Ternak #2 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Peternakan bersama Majalah Infovet, Kamis (21/3/2024).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk berbagi informasi perkembangan riset dan inovasi bidang peternakan (risnov ternak), dengan menghadirkan narasumber di antaranya Hidayaturohman dari Jatinom Grup Blitar sekaligus Pengurus Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia. Kemudian Prof Dr Ir Arnold P. Sinurat MS (Pakar Nutrisi Unggas BRIN) dan Dr Ir Tike Sartika (Pemulia Ayam Lokal BRIN). Webinar dipandu oleh moderator Dr Hardi Julendra dari BRIN.

Para narasumber dan MC dari BRIN.

Webinar diikuti oleh 300 orang melalui zoom dan lebih dari 20 orang melalui kanal YouTube Majalah Infovet, terdiri dari kalangan peneliti, akademisi, industri pakan, obat hewan, peternak, pemerintah, serta stakeholder lainnya dari berbagai daerah di Indonesia. Acara diawali dengan sambutan kepala OR Pertanian dan Pangan BRIN, Dr Puji Lestari, dan Kepala Pusat Riset Peternakan BRIN, Dr Tri Puji Priyatno.

Kepala Pusat Riset Peternakan BRIN, Dr Tri Puji Priyatno.

Pada kesempatan tersebut, Hidayat yang membahas materi “Peternak Ayam Petelur Mandiri: Harapan dan Tantangan Menghadapi Gejolak Perunggasan” mengemukakan apa yang menjadi harapan peternak dalam menjalankan bisnisnya dan meningkatkan produktivitas ternak, salah satunya menyoal pakan seperti harga jagung dan bahan baku lainnya yang diharapkan bisa berimbang.

“Kalau jagung impor memang harganya murah, namun ongkos transportasinya cukup besar. Oleh karena itu, bahan pakan sumber energi lainnya seperti ketela, sorgum, dan sebagainya bisa dimanfaatkan,” katanya.

Pakan memang mempunyai kontribusi biaya tertinggi dalam usaha ayam petelur. Jumlah pakan/bahan pakan yang dibutuhkan terus meningkat menyebabkan harga pakan melambung. Oleh sebab itu, perlu dilakukan peningkatan efisiensi. Hal itu seperti dikatakan oleh Prof Arnold.

Adapun strategi nutrisi yang ditawarkan olehnya untuk meningkatkan efisiensi (ekonomis dan teknis) di antaranya dengan menggunakan bahan pakan yang tersedia dan lebih ekonomis dengan menerapkan prinsip-prinsip formulasi pakan yang benar, menerapkan teknologi seperti penggunaan imbuhan pakan yang dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan zat gizi dalam bahan pakan, dapat menggunakan bahan pakan berserat seperti BIS lebih banyak dalam pakan.

Webinar Risnov Ternak #2.

“Kemudian dengan menggunakan salah satu produk hasil teknologi dalam negeri yang sudah dihasilkan adalah enzim BS4,” jelasnya. Enzim pemecah serat tersebut dihasilkan dengan membiakkan Eupenicilium javanicum pada substrat bungkil kelapa. Di isolasi dari biji sawit, dimaksudkan untuk meningkatkan kecernaan gizi produk ikutan industri sawit (solid, BIS).

Selain pakan, dalam meningkatkan jumlah produktivitas telur secara nasional, potensi ternak ayam lokal juga bisa dimanfaatkan. Seperti disampaikan Tike Sartika, ayam lokal dapat dimanfaatkan sebagai penghasil telur yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Bisa di branding sebagai telur omega tinggi, warna kuning telurnya juga lebih oranye sehingga termasuk dalam kategori pasar niche market. (INF)

Rekaman webinar dapat dilihat di YouTube Majalah Infovet berikut ini.

TURUNKAN TIM KE LAPANGAN, KEMENTAN RESPONS CEPAT LAPORAN ANTRAKS DI YOGYAKARTA

Tim saat mengambil sampel di peternakan warga karena adanya laporan kasus antraks. (Foto: Istimewa)

Merespons laporan kasus antraks di Kabupaten Sleman dan Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada 8 Maret 2024, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian (Kementan), langsung menurunkan tim ke lapangan.

“Tim kami dari Balai Besar Veteriner Wates telah melakukan investigasi dan pengujian laboratorium dengan hasil positif antraks dari sampel darah sapi dan tanah yang berasal dari Desa Serut, Kecamatan Gedangsari, Gunung Kidul dan sampel tanah dari Desa Gayamharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman,” ujar Dirjen PKH, Kementan, Nasrullah, dalam siaran resminya di Jakarta, Selasa (12/3/2024).

Untuk mencegah tambahan kasus, ia sampaikan bahwa Kementan segera mengirimkan bantuan berupa vaksin sebanyak 1.000 dosis, 100 botol antibiotik, dan 1.000 botol vitamin untuk diberikan ke ternak di wilayah terdampak di DIY.

"Bantuan tersebut akan disalurkan untuk penanganan kejadian antraks yang dilaporkan dari Sleman, Gunung Kidul, dan wilayah terancam lainnya," ucapnya.

Sementara terkait adanya kasus antraks, Direktur Kesehatan Hewan, Kementan, Nuryani Zainuddin, menerangkan bahwa penyakit tersebut merupakan salah satu penyakit hewan yang dapat menular ke manusia (zoonosis).

"Saya minta masyarakat tetap waspada dan tidak menjual atau memotong hewan sakit, apalagi mengonsumsinya," imbuhnya. Sebab, adanya kasus pada masyarakat disebabkan karena mereka mengonsumsi ternak yang sakit dan dicurigai antraks.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa timnya bersama dinas setempat telah melakukan dekontaminasi dan disinfeksi pada lingkungan yang tercemar, yaitu lokasi penyembelihan, kandang dan area penguburan ternak, pengobatan antibiotik dan roboransia, serta KIE bersama dengan UPT Puskesmas. Sedangkan vaksinasi akan segera dilakukan setelah pengobatan.

“Tim kami akan terus melakukan penanganan di lapang dan dalam waktu dekat kita akan adakan pertemuan lintas sektor termasuk kesehatan yang dikoordinir oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DIY,” pungkasnya. (INF)

KEMENTAN LAKUKAN PERCEPATAN VAKSINASI PMK JELANG RAMADAN

Tim vaksinator memberikan vaksinasi PMK pada sapi. (Foto: Istimewa)

Sebagai upaya mencegah munculnya kembali penyakit mulut dan kuku (PMK) jelang Ramadan, Kementerian Pertanian (Kementan) didukung FAO ECTAD Indonesia melakukan percepatan vaksinasi PMK.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di delapan kabupaten pada lima provinsi, yaitu Kabupaten Indragiri Hulu di Riau, Kabupaten Sukabumi di Jawa Barat, Kabupaten Barru di Sulawesi Selatan, Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur di Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Pati, Rembang, dan Wonogiri di Jawa Tengah.

“Akselerasi vaksinasi ini kita lakukan di daerah padat ternak, daerah yang merupakan produsen ternak, dan juga tinggi lalu lintas ternaknya” ujar Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Nasrullah, dalam siaran resminya di Jakarta, Kamis (7/3/2024).

Lebih lanjut dijelaskan, vaksinasi tidak hanya dilakukan di daerah-daerah tersebut, namun dilaksanakan juga di wilayah lainnya di daerah tertular PMK.

Dalam program percepatan vaksinasi ini, pihaknya meminta dinas kabupaten menyiapkan tim vaksinator di setiap lokasi target untuk memetakan target wilayah vaksinasi, hewan, dan jumlah ternak yang akan divaksin, hingga merencanakan kegiatan edukasi ke peternak.

“Saya berharap bahwa dari kegiatan ini dinas dan tim vaksinator, serta semua pihak yang dilibatkan untuk berkomitmen bersama dalam memacu vaksinasi PMK di Lapangan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pusat Darurat FAO ECTAD di Indonesia, Luuk Schoonman, mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendukung program pemerintah dalam pengendalian PMK. Dengan dukungan pemerintah Australia yang telah mengalokasikan anggaran khusus untuk hal tersebut termasuk dukungan percepatan vaksinasi.

Menurut Luuk, vaksinasi merupakan salah satu kunci pengendalian PMK dan diperlukan kolaborasi untuk mempercepat vaksinasi di berbagai wilayah di Indonesia.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Kesehatan Hewan, Kementan, Nuryani Zainuddin, menyampaikan bahwa hingga saat ini kasus PMK masih terus dilaporkan dari beberapa provinsi. Munculnya PMK menandakan bahwa virus masih terus bersirkulasi sehingga potensi penularannya tetap mungkin terjadi.

“PMK disebabkan oleh virus yang sampai saat ini belum ada pengobatan yang efektif, sehingga langkah terbaik yang bisa dilakukan adalah pencegahan dengan vaksinasi secara periodik, yaitu setiap enam bulan” kata Nuryani.

Ia menambahkan bahwa hasil pemetaan untuk kegiatan percepatan yang dilakukan dalam lima hari tersebut dengan total target vaksinasi diperkirakan akan mencapai 73.247 ekor dengan target jenis hewan sapi, kambing, dan domba.

Kegiatan percepatan vaksinasi direncanakan akan terus dilakukan secara bertahap di wilayah potensial hingga menjelang Idul Adha. Hal tersebut penting menurutnya, mengingat 1-3 bulan menjelang Idul Fitri dan Idul Adha, lalu lintas ternak sapi, kambing, dan domba akan tinggi untuk persiapan kebutuhan daging di hari raya tersebut.

“Kami tidak ingin ada lonjakan kasus PMK yang dapat menyebabkan kerugian bagi peternak akibat ternak sakit menjelang masa panen di hari raya, sehingga penting bagi kami untuk terus mengampanyekan vaksinasi dan mendorong dinas bersama tim vaksinator untuk terus meningkatkan capaian vaksinasi,” pungkasnya. (INF)

SERAH TERIMA JABATAN KEPALA BBPMSOH

 

Drh Hasan Abdullah Sanyata (kiri) menjabat Kepala BBPMSOH (Foto: Humas Kementan)  

Bertempat di kantor Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH), Jumat (1/3) telah diselenggarakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala BBPMSOH.

Sertijab ini dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor : 172/KPTS/KP.230/M/02/2024 tanggal 25 Februari 2024 tentang : Pemberhentian, Pemindahan dan Pengangkatan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Kementerian Pertanian.

Seremoni sertijab diberikan dari Plt Kepala BBPMSOH Drh Makmun MSc kepada Kepala BBPMSOH yang baru Drh Hasan Abdullah Sanyata yang dilantik oleh Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Rabu, 28 Februari 2024.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar BBPMSOH menjadi lebih unggul dan maju sebagai rujukan laboratorium referensi untuk pengujian vaksin hewan di ASEAN.

"Saya berharap BBPMSOH dapat membuka lebih banyak peluang untuk dapat memasarkan produk vaksin Indonesia di wilayah ASEAN,” ungkap Nasrullah.

Senada dengan Nasrullah, Makmun yang merupakan Sekretaris Ditjen PKH dalam sambutannya juga berpesan agar BBPMSOH menerapkan pengaplikasian teknologi dalam pengerjaan tugas sehari-hari

"Saya sangat berharap agar Kepala BBPMSOH yang baru saja dilantik, dapat lebih mengimplementasikan penerapan teknologi di lingkungan kerja sehari-hari, sehingga memudahkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Hal ini juga mengingat keterbasatan SDM yang ada maka optimalisasi teknologi sangat dibutuhkan untuk mendukung pelayanan kinerja yang lebih prima," ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan Sertijab ini, Eselon II lingkup Ditjen PKH serta perwakilan dari Unit Pelayanan Teknis (UPT) meliputi BPMSP Bekasi, BET Cipelang, BPMSPH dan BVet Lampung. (Sumber: ditjenpkh.pertanian.go.id)

 

 

SEMINAR NASIONAL DAN PELANTIKAN PB ISPI PERIODE 2024-2029

Acara seminar nasional ISPI, Jumat (1/3) dihadiri banyak stakeholder peternakan, berlangsung semarak.
Acara seminar nasional ISPI, Jumat (1/3) dihadiri banyak stakeholder peternakan, berlangsung semarak.

Pelantikan Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (PB ISPI) periode 2024-2029 dilaksanakan malam ini, Jumat (1/3) di IPB ICC, Bogor.

Pengurus PB ISPI yang dilantik hari ini merupakan hasil dari Kongres ISPI yang dilaksanakan di kota Bandar Lampung, 19 Januari 2024 lalu.

Kepengurusan PB ISPI dipimpin Ketua Umum Dr Ir Audy Joinaldy SPt MSc MM IPM Asean Eng dan Sekretaris Jenderal Ir Suaedi Sunanto SPt MBA IPU. Turut dilantik Wakil Sekjen dan Koordinator Wilayah Dr Muhamad Reza SPt MSi dan pengurus lainnya.

Sebelum acara pelantikan, kepanitiaan acara yang pada tahun ini diketuai oleh Rakhmat Ramdan SPt, mengundang para narasumber berkompeten dalam sesi seminar nasional bertajuk "ISPI Untuk Pembangunan Peternakan Indonesia yang Berkelanjutan".

Audy Joinaldy saat membuka seminar secara resmi mengemukakan, nama ISPI yang selama ini singkatan dari Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia dirubah.

Ketua Umum PB ISPI, Audy Joinaldy.
Ketua Umum PB ISPI, Audy Joinaldy.

"Sebelum agenda seminar, pengurus besar menggelar KLB (Kongres Luar Biasa) guna menertibkan legalitas organisasi. Jadi melalui KLB tadi, nama ISPI akan menjadi Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia," terang Audy.

Hasil KLB tersebut akan segera didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM.

"Kita berkomitmen menguatkan branding dan keberadaan ISPI sebagai lembaga. Semoga segera terealisasi ISPI membuka kantor kesekretariatan di kawasan Bendungan Hilir," lanjut Audy.

Dalam kesempatan ini, Audy juga mengundang salah satu dosen Fakultas Peternakan Universitas Papua dan merangkul para stakeholder peternakan untuk turut mendukung ISPI

Acara ini juga dihadiri oleh Ikatan Istri Sarjana Peternakan Indonesia (IISPI) dan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan Dr Ir Nasrullah MSc. (NDV)

FEED TECHNOLOGY & ANIMAL NUTRITION CONFERENCE

The latest innovations and pioneering technologies for sustainable animal nutrition are presented at the Animal Feed and Nutrition Technology Conference (FTANC) to be held in Indonesia. The focus of the discussion is on the latest technology and studies that support the use and advantages of soybeans in feed, highlighting the comparative value of US soybeans with other origin products in terms of consistency, DAA, Metabolic Energy, protein solubility. etc.

Join Us For The U.S Soybean Export Counsil Southeast Asia's Flagship Technical Program in Bali

The Westin Resort Nusa Dua Bali, Indonesia

May 29-31, 2024

For further information you can visit: https://cvent.me/MwrKgk or scan the QR code on the flayer



TIM SCI DAN LIPTOSA KUNJUNGAN KE ALFINDO LF MAKMUR

Kegiatan kunjungan tim SCI bersama Carlos Lopez, Asia Area Manager Liptosa (Foto: Istimewa)


PT Sehat Cerah Indonesia (SCI) memiliki kegiatan rutin di mana mengunjungi customer, sebagai salah satu program after sales maupun menganalisa situasi terkini di kawasan peternakan. Kamis, 22 Februari 2024 lalu, tim SCI berjumpa dengan manager farm dan animal health Alfindo LF Makmur, peternakan ayam petelur yang terletak di Pandeglang, Banten. 

Kunjungan ini disambut hangat Alfindo Farm, saat bertatap muka secara langsung dengan Carlos Lopez selaku Asia Area Manager Lipidos Toledos S.A - Liptosa, perusahaan asal Spanyol yang dikenal memiliki lini produk lengkap berupa obat dan vitamin kesehatan hewan.

Pada momen berharga tersebut, Carlos bersama Drh Ramdhani (Area Manager SCI), Drh Alam (Sales Team SCI), dan Drh Margaretha Nova (Product Manager SCI) banyak berdiskusi seputar gut health pada ayam. 

Saat berdiskusi seputar gut health pada ayam (Foto: Istimewa)

Dihubungi oleh Redaksi Infovet secara daring, Senin (26/2), Product Manager SCI Drh Margaretha Nova mengemukakan salah satu produk unggulan Liptosa yakni Liptosafe dengan improvement formula sudah lama dinantikan oleh para peternak ayam. 

“Jadi kunjungan kami kali ini juga sekaligus membawa kabar bahagia bahwa produk tersebut akan segera masuk ke Indonesia,” ungkap wanita yang akrab disapa Nova ini. (NDV)

FGD PENGENDALIAN RESISTANSI ANTIMIKROBA

Focus Group Discussion pengendalian resistansi antimikroba. (Foto: Dok. Infovet)

Kamis (22/2/2024), berlangsung secara hybrid Focus Group Discussion (FGD) mengenai pengendalian resistansi antimikroba (AMR) untuk pengembangan kebijakan di bidang kesehatan hewan maupun kesehatan manusia.

Acara tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi kodefikasi pembiayaan kesehatan hewan dalam pengendalian AMR dan menyusun konsep untuk penguatan fakta beban AMR di sektor kesehatan dan sektor peternakan. Juga dibahas beragam studi kasus penanganan AMR di manusia dan hewan.

Seperti diketahui penggunaan antibiotik di sektor peternakan khususnya perunggasan memang cukup tinggi. Mengingat kasus penyakit yang terjadi di peternakan ayam cukup beragam seperti virus, bakteri, maupun parasit.

Menurut Gian Pertela dari Medion yang menjadi narasumber, dari data yang ia paparkan, serangan kasus bakterial di sektor peternakan menempati urutan cukup tinggi yakni sekitar 60%, sehingga membutuhkan antibiotik sebagai pengobatannya.

Adapun data 2023 dari Medion, bahwa tren penggunaan antibiotik cukup beragam, di antaranya antibiotik dari golongan trimethoprim-sulfadiazine, enrofloxacin, oxytetracycline, amoxicillin, erythromycin, doxycycline, ciprofloxacin, ampicillin, gentamycin, dan tetracycline.
 
“Kami sadari memang penggunaan antibiotik di industri peternakan itu tak terelakkan, namun kami tetap menjaga agar penggunaannya tepat dan bijak,” ujar Gian.

Penggunaan antibiotik memang memiliki dampak positif dengan memberikan kesehatan pada unggas dan memperbaiki performa unggas, namun dampak negatif dari resistansi yang ditimbulkan ataupun residu pada produk unggas, dan pencemaran lingkungan harus dihindarkan.

Oleh karena itu, sektor kesehatan hewan terus berupaya untuk melakukan intervensi penanganan AMR. Gian menjabarkan pihaknya memiliki 5R framework of antimicrobial stewardship, di antaranya Reduce, yakni dengan aktif memberikan edukasi dan pelatihan kepada peternak tentang manajemen pemeliharaan, kesehatan (vaksinasi), termasuk biosekuriti yang baik.

Replace, meningkatkan strategi non-antimikroba untuk pemacu pertumbuhan dan mencegah penyakit melalui pengembangan produk vaksin dan alternatif antibiotik.

Responsibility, memastikan kualitas obat melalui penerapan CPOHB, memastikan kualifikasi tim personel lapang dalam melakukan diagnosis penyakit dan penanganannya agar pemberian antibiotik dilakukan secara rasional, serta meningkatkan penggunaan DOC quality assassment dalam menentukan strategi pemberian antibiotik yang bijak dan tepat.

Refine, menyediakan layanan uji lab Antimicrobial Susceptibility Testing (AST) dalam penentuan antibiotik yang tepat untuk pengobatan, aktif memberikan edukasi soal bahaya AMR, dan meningkatkan penggunaan formularium antibiotik dalam pemilihan pengobatan guna mengurangi penggunaan HPCIA pada hewan ternak.

Review, melakukan pemantauan kasus AMR di peternakan, serta mengevaluasi dan mengembangkan intervensi pengendalian AMR melalui studi dan kolaborasi.

Sementara dari sisi pemeliharaan ternak, Didit Prigastono dari Japfa, mengungkapkan bahwa diperlukan manajemen pemeliharaan yang baik untuk optimalisasi genetik ayam menuju performa produksinya.

Kemudian penerapan biosekuriti untuk meminimalisir, mengurangi, mengendurkan, dan mencegah penyakit, serta melakukan vaksinasi untuk meningkatkan ketahanan spesifik terhadap patogen untuk kesehatan ternak yang optimal.

Dengan begitu diharapkan penggunaan antibiotik bisa dikurangi seminimal mungkin untuk mencegah kasus AMR semakin meluas, baik di kesehatan manusia maupun kesehatan hewan. 

Hal tersebut juga ditanggapi oleh salah satu peserta, yakni Baskoro Tri Caroko, selaku poultry consultant, bahwa seharusnya secara sederhana antibiotik jenis apa saja yang diperlukan untuk kepentingan maupun tidak pada kesehatan manusia, menjadi rekomendasi untuk bisa digunakan pada hewan ternak.

“Mohon itu bisa dikomunikasikan dengan baik ke Kementrian Pertanian khususnya Direktorat Kesehatan Hewan dan juga ASOHI, sehingga kami para dokter hewan perunggasan bisa membantu demi kepentingan kesehatan manusia. Dengan Good Management Practice di poultry farm dan antibiotik sederhana, kami dokter hewan perunggasan Insyaallah mampu menyediakan produk ayam dan telur yang aman, sehat, utuh, halal, dan bebas residu antibiotik,” tulisnya di kolom komentar. (RBS)

28 UNIT BISNIS JAPFA TERIMA PENGHARGAAN PROPER

 

Unis bisnis Japfa terima penghargaan PROPER


PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk membuktikan komitmennya dalam mengelola bisnis secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Sebanyak 28 anak usaha Japfa memperoleh penghargaan PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup) tingkat nasional (PROPERNAS) dan tingkat daerah (PROPERDA) dengan peringkat biru.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan (KLHK) dan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya perusahaan dalam menjalankan operasionalnya dengan memperhatikan dampak terhadap lingkungan.

Salah satu unit bisnis Japfa penerima penghargaan PROPERDA Provinsi dengan peringkat biru yakni Vaksindo Satwa Nusantara - Plant 1 Bogor.

Sementara unit bisnis Japfa penerima penghargaan PROPERNAS diantaranya:

1. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk - Feedmill Purwakarta, Lampung, Padang, Serang, Tangerang, Cirebon, Sragen, Makassar, Sidoarjo dan HTC Garut, Purwakarta, Lampung. kemudian PT Indojaya Agrinusa - Feedmill Medan

2. PT Suri Tani Pramuka - Aquafeed Lampung dan Purwakarta

3. PT So Good Manufacturing - Unit Cikupa

4. PT So Good Manufacturing - Unit Cikupa

5. PT So Good Food - Unit UHT Boyolali, Wonoayu, Sukabumi

6. PT Ciomas Adisatwa - Unit RPA Lampung dan Makassar

7. PT Santosa Agrindo - Bekri Lampung

*Sumber: Instagram @japfa.id

RAT KOPERASI BERKAH TELUR BLITAR BAHAS SITUASI SULIT PETERNAK AYAM

Kepengurusan Koperasi Berkah telur Blitar (Foto: Istimewa)


Minggu, 4 Februari 2024 Koperasi Berkah Telur Blitar menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai wujud pertanggungjawaban pengurus pada semua anggota.

Koperasi Berkah Telur Blitar merupakan kumpulan peternak rakyat dan pelaku UMKM berbasis peternakan beranggotakan sebagian besar profesional muda dan sarjana di bidangnya, serta beroperasional di kawasan Blitar Timur.

Anggota yang tergabung terdiri dari peternak ayam petelur, peternak kambing/domba, peternak ikan, dan UMKM produsen pangan.

Ketua Umum Koperasi Berkah Telur Blitar, Yesi Yuni Astuti mengemukakan ide untuk membuat wadah legal formal di kawasan Blitar timur sebagai wadah peternak rakyat ini pada September 2021. 

“Tanggal 8 Juli 2023 tercapai kesepakatan untuk membuat sebuah wadah berbentuk koperasi. Kemudian 23 Juli 2023 terbit akta dari Kemenkumham dan 2 Sebtember 2023 Koperasi Berkah Telur Blitar di-launching oleh bapak direktur SPHP Badan Pangan Nasional,” terang Yesi dalam keterangan resminya.

Empat bulan beroperasi, per tgl 31 Desember 2023 Koperasi Berkah Telur Blitar bisa membuat Laporan pertanggung jawaban pengurus, pengawas tahun buku 2023 dan rencana kerja dan rencana anggaran belanja tahun buku 2024.

“Dalam agenda hari ini RAT tahun buku 2023, kami manfaatkan juga untuk rapat koordinasi bagi para anggota dalam menghadapi situasi yang sulit saat ini yaitu harga pakan yang terus naik dan harga telur yang masih di bawah HPP,” kata Yesi. 

Lanjut Yesi, sudah 2 bulan lebih harga jagung jauh diatas HPP normal (harga terakhir Rp 9300) dan harga telur jauh dibawah HPP normal (harga terendah menyentuh Rp 21.000). 

Tentu hal ini adalah masa-masa sulit bagi peternak rakyat. “Semoga ke depan ada kebijakan-kebijakan dari pemerintah yang strategis yang bisa cepat meng-cover peternak rakyat di masa sulit,” harap Yesi.

Bidang ekonomi koperasi Berkah Telur Blitar yang terdiri dari divisi telur, divisi pakan/jagung, divisi ruminansia, divisi perikanan, divisi pangan dan olahan masing-masing memaparkan rencana kerja untuk satu tahun ke depan. (INF/NDV)


STIPER KUTIM: PERLU KAJIAN STRATEGI TINGKATKAN JIWA KEPEMIMPINAN & KEWIRAUSAHAAN

Foto bersama dalam seminar nasional “Membangun Karakteristik Kepemimpinan dan Kewirausahaan di Kalangan Generasi Millenial dan Generasi Z”. (Foto: Infovet/Sadarman)

Menghadapi kemajuan teknologi yang pesat, pengembangan jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan di kalangan generasi muda terdidik menjadi semakin mendesak. Hal ini bertujuan agar mereka tidak hanya memiliki keterampilan sebagai pekerja, tetapi juga mampu memimpin dan memiliki semangat kewirausahaan untuk menghadapi tantangan yang kompleks dalam dunia kerja, terutama mengingat terjadinya perubahan teknologi yang pesat.

Sebuah solusi kreatif untuk mengatasi pengangguran terdidik adalah dengan memotivasi mereka untuk menjadi pengusaha mandiri, bukan sekadar pekerja. Dalam konteks ini, pemberdayaan generasi muda sebagai entrepreneur menjadi strategi penting dalam menanggapi dinamika ekonomi global saat ini.

Pemikiran tersebut mencuat dalam seminar nasional “Membangun Karakteristik Kepemimpinan dan Kewirausahaan di Kalangan Generasi Millenial dan Generasi Z”, yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutai Timur bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Alumni IPB Kalimantan Timur. Seminar berlangsung hybrid pada akhir Desember lalu, di Kantor Bupati Kutai Timur di Sangatta.

Bupati Kutai Timur, Drs H Ardiansyah Sulaiman, dalam paparannya menyoroti pentingnya memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah di daerahnya. Beliau menegaskan perlunya persiapan sumber daya manusia (SDM) melalui pendirian sekolah dan perguruan tinggi di Kutai Timur, dengan tujuan menghasilkan tenaga kerja terdidik yang siap memasuki dunia kerja.

Ia juga menyoroti kebutuhan untuk mengantisipasi habisnya sumber daya mineral tambang dan mendorong persiapan SDM yang mampu memanfaatkan sumber daya alam non-mineral, seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan kelautan. “Berwirausaha di bidang peternakan masih sangat menjanjikan, untuk itu mengapa harus takut tidak dapat pekerjaan setelah selesai kuliah, bukankah Anda sudah memegang lisensi sebagai tenaga muda terdidik di bidang peternakan?,” tanya Bupati kepada peserta seminar.

Sementara, Wakil Gubernur Sumatra Barat, Dr Ir Audy Joinaldy, yang juga turut hadir menyampaikan ada lebih dari sejuta sarjana yang menganggur saat ini. “Setiap tahun Indonesia menghasilkan 3 juta sarjana, namun kuota PNS hanya 700 ribu orang, peluangnya sangat kecil, diperebutkan, lalu yang tidak lulus masuk ke ranah pengangguran. Akibatnya pada 2021, Indonesia menjadi salah satu penyumbang sarjana terbanyak yang tidak memiliki perkerjaan di dunia,” kata Joinaldy.

Ia menjelaskan, penyebab tingginya angka pengangguran sarjana antara lain rendahnya pertumbuhan ekonomi, skill, dan cara berpikir para alumni yang terlalu maju, banyak lulusan bidang sosial yang minim skill, sehingga kurangnya kreativitas untuk menciptakan lapangan kerja sendiri. Padahal, Indonesia dengan populasi terbesar di Asia Tenggara (271 juta dari total 655 juta orang), memiliki persentase wirausaha perpenduduk yang paling kecil di antara negara-negara ASEAN, yaitu hanya 2%, sedangkan Thailand 4%, Malaysia 5%, dan Singapura 9%. Solusi yang ditawarkan adalah tentu membuka usaha di bidang-bidang peternakan dari hulu sampai hilir.

Prof Dr Ir Nafiatul Umami, Guru Besar Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta, yang juga turut menjadi pembicara, menyampaikan bahwa bidang peternakan menyajikan beragam unit usaha yang menjadi potensi bisnis menarik bagi generasi muda. Beberapa di antaranya mencakup bisnis benih atau bibit tanaman pakan, usaha hijauan pakan, produksi pakan awetan hijauan (silase), dan penyediaan pakan olahan dalam bentuk lainnya.

Peluang bisnis tersebut, lanjut dia, telah berkembang pesat di Thailand dan sedang tumbuh di Indonesia. Nafiatul melihat potensi bisnis tersebut sangat sesuai dikembangkan di Kutai Timur, terutama dengan lahan yang luas.

“Kutai Timur memiliki lahan bekas tambang yang dapat direhabilitasi menjadi lahan hijauan pakan, sehingga pemanfaatan lahan tersebut diharapkan dapat menghasilkan hijauan pakan yang dapat memenuhi kebutuhan pakan ternak,” katanya. (Sadarman/Infovet Daerah Riau)

AUDY JOINALDY RESMI JABAT KETUA PB ISPI PERIODE 2024-2029

Kongres XIII PB ISPI resmi memilih Audy Joinaldy sebagai ketua periode 2024-2029. (Foto: Istimewa)

Dr Ir Audy Joinaldy SPt MSc MM IPM ASEAN Eng, resmi terpilih sebagai Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (PB ISPI) periode 2024-2029, pada Kongres XIII PB ISPI yang dilaksanakan di Emersia Hotel, Bandar Lampung, 19-21 Januari 2024.

Pada kesempatan tersebut, Audy yang merupakan Wakil Gubernur Sumatra Barat, mengharapkan dukungan penuh dari keluarga besar ISPI atas kepercayaannya sebagai pemimpin tertinggi ISPI.

“Terima kasih atas kepercayaan dari rekan-rekan semua, saya mohon dukungannya dari segenap anggota maupun para senior di ISPI. Tidak mudah mengurus rumah besar kita ini, tapi mari kita terus tingkatkan sinergi dan kolaborasi agar organisasi bisa berkembang,” ujar Audy.

Pada kongres itu juga terpilih Suaedi Sunanto sebagai Sekretaris Jenderal PB ISPI yang baru periode 2024-2029. Pada kesempatannya, Suaedi juga berharap dengan dukungan dari seluruh anggota ISPI dapat terus menguatkan kelembagaan ISPI agar bisa terasa manfaatnya bagi masyarakat.

Audy dan Suaedi, keduanya merupakan alumni Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University. Sebelumnya Audy dikenal sebagai pengusaha perunggasan Perkasa Group dan aktif di berbagai organisasi salah satunya Himpunan Alumni Fakultas Peternakan IPB (Hanter). Sedangkan Suaedi banyak berkarya di industri obat hewan dan sekarang memimpin Nutricell Pacific

Terpilihnya Audy dan Suaedi resmi menggantikan pimpinan periode sebelumnya (2018-2023), Ketua Umum Didiek Purwanto dan Sekjen Joko Susilo. Didiek merupakan alumni Fapet Universitas Brawijaya Malang, seorang pengusaaha feedlot, dan juga Ketua Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo). Sementara Joko merupakan alumni Fapet UGM yang juga aktif di Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN).

Seperti diketahui, ISPI berfungsi sebagai wadah dan bentuk kerja sama para insinyur peternakan dan sarjana peternakan dengan berbagai pihak di Indonesia untuk memajukan, mengembangkan, dan mengamalkan ilmunya dalam pembangunan nasional. ISPI juga berusaha membantu, menggiatkan, serta meningkatkan usaha masing-masing anggota dalam rangka tanggung jawab bersama dalam pembangunan nasional, serta mengadakan hubungan dan kerja sama dengan badan-badan lain, baik di dalam maupun di luar negeri yang menyangkut masalah pembangunan peternakan. (INF)

MENYONGSONG KONGRES ISPI KE-13 DI LAMPUNG


Pengurus Besar Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (PB ISPI) bersama dengan Pengurus Wilayah ISPI Lampung akan menggelar Kongres XIII di Hotel Emersia, Bandar Lampung, 19-21 Januari 2024. Selain akan memilih Ketua Umum dan pengurus PB ISPI periode 2024-2028, kegiatan akan dirangkai dengan seminar nasional bertajuk “Membumikan Profesi Insinyur Peternakan Menuju Indonesia Emas 2045”.

Melalui siaran resminya, Senin (15/1/2024), Ketua Pelaksana Kegiatan, Aris Susanto SPt, mengatakan Kongres ISPI XIII merupakan kedaulatan tertinggi dalam organisasi ISPI di tingkat Nasional. “Lampung diberikan kepercayaan penuh untuk menjadi tuan rumah kegiatan ini,” ujar Aris.

Menurutnya, Kongres XIII diadakan untuk menilai pertanggungjawaban pengurus PB ISPI dalam menjalankan amanah yang diberikan pada kongres sebelumnya. Lalu menyusun program kerja kepengurusan dan memilih Ketua Umum dan pengurus PB ISPI untuk periode berikutnya.

“Atas dasar ini maka PB ISPI bersama dengan PW ISPI Lampung akan melaksanakan Kongres XIII sebagai bentuk dinamika organisasi dan proses pengaderan organisasi,” kata Aris yang juga Ketua PW ISPI Lampung.

Sementara itu, Ketua Umum PB ISPI, Ir Didiek Purwanto IPU, menuturkan dalam perjalanan pembangunan peternakan nasional menuju Indonesia emas 2045, ISPI dengan insinyur keprofesiannya terpanggil untuk berperan aktif berkontribusi mempercepat penyediaan protein hewani asal hewan. Hal ini merupakan kontribusi nyata profesi insinyur peternakan dalam pembangunan nasional. Untuk itu, pada Kongres XIII ISPI di Lampung juga akan digelar seminar nasional.

Seminar yang akan dilaksanakan pada Jumat (19/1/2024), rencananya dihadiri oleh Ketua Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Peternakan Indonesia, Dr Rahmat Hidayat SPt MSi, yang akan membawakan materi “Kompetensi Lulusan Fapet dengan Kebutuhan Dunia Usaha”. Kemudian Ketua BK Keinsinyuran, Prof Dr Ir Ali Agus DEA DAA IPU ASEAN Eng, dengan materi “Pengakuan Profesi Keinsinyuran Peternakan Dalam Dunia Kerja”. Lalu Ketua Tim Perubahan UU PKH-PB ISPI, Prof Ir Budi Guntoro SPt MSc PhD IPU ASEAN Eng, yang membawakan materi “Substansi Rancangan Perubahan UU No. 18/2009 Jo UU No. 41/20 tentang PKH”.

Seperti diketahui, ISPI berfungsi sebagai wadah dan bentuk kerja sama para insinyur peternakan dan sarjana peternakan dengan berbagai pihak di Indonesia untuk memajukan, mengembangkan, dan mengamalkan ilmunya dalam pembangunan nasional. ISPI juga berusaha membantu, menggiatkan, serta meningkatkan usaha masing-masing anggota dalam rangka tanggung jawab bersama dalam pembangunan nasional, serta mengadakan hubungan dan kerja sama dengan badan-badan lain, baik di dalam maupun di luar negeri yang menyangkut masalah pembangunan peternakan.

Saat ini jumlah sarjana peternakan yang lulus dari 22 fakultas dan jurusan peternakan di seluruh Indonesia diperkirakan sebanyak 13.593 orang S1 yang di antaranya melanjutkan sampai lulus berjenjang S2 sebanyak 896 orang, dan berjenjang S3 sebanyak 156 orang. Jumlah insinyur peternakan dengan peringkat IPP, IPM, dan IPU juga terus bertambah. (INF)

ARTIKEL TERPOPULER

ARTIKEL TERBARU

BENARKAH AYAM BROILER DISUNTIK HORMON?


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer