Gratis Buku Motivasi "Menggali Berlian di Kebun Sendiri", Klik Disini Pernapasan Ayam | Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan -->

MEMERDEKAKAN SALURAN PERNAPASAN UNGGAS

Ngorok atau nyekrek, gejala umum penyakit pernapasan. (Foto: Dok. Infovet)

Dalam beberapa tahun belakangan, masyarakat sudah sangat familiar dengan penyakit pernapasan yang disebabkan virus COVID-19. Layaknya COVID, penyakit pernapasan pada ayam juga masih residivis, memiliki daya bunuh yang tinggi, dan berpotensi merugikan peternak. Sayangnya hal tersebut kerap berulang dan seakan peternak sulit merdeka dari penyakit pernapasan.

Bernapas merupakan salah satu kebutuhan utama makhluk hidup. Prinsipnya yakni menghirup oksigen dari luar dan mengeluarkan karbon dioksida dari dalam tubuh. Terkadang, saluran pernapasan tidak selamanya dalam kondisi prima. Beberapa penyakit siap mengintai dan menurunkan performa, bahkan menyebabkan kematian.

Seluruh mahluk hidup, tanpa terkecuali ayam, butuh bernapas untuk hidupnya. Oksigen yang diirup digunakan dalam proses pembentukan energi atau lazim disebut oksidasi biologis. Tanpa adanya oksigen, energi yang berasal dari pakan tidak akan bisa terbentuk dan mustahil pertumbuhan dan performa akan tercapai.

Lebih Paham Sistem Pernapasan Ayam
Tidak seperti hewan lainnya, unggas termasuk ayam memiliki sistem pernapasan yang berbeda dan unik. Karena pada ayam dan unggas lainnya terdapat kantung udara. Sistem pernapasan ayam terdiri dari saluran pernapasan (hidung, sinus hidung/sinus infraorbitalis, laring, trakea, bronkus), paru-paru, dan kantung udara. Laring dan trakea tersusun atas otot dan tulang rawan. Pada permukaan dalam (epitel) terdapat silia, sebagai alat pertahanan terhadap benda asing. Di dalam paru-paru terjadi pertukaran udara bersih dan kotor.

Udara yang kaya oksigen akan diedarkan ke seluruh tubuh. Kantung udara merupakan selaput tipis berbentuk seperti balon yang berfungsi untuk membantu pernapasan. Kantung udara memiliki sel fagosit dalam jumlah sedikit, sedangkan proses pertukaran udara juga terjadi di kantung udara tersebut. Padahal setiap udara yang masuk mengandung berbagai macam mikroba termasuk yang sifatnya patogen. Selain itu, kantung udara tersusun atas sel yang tipis dan sedikit pembuluh darah. Sehingga mudah dirusak oleh bibit penyakit. Hal inilah yang menjadi titik lemah pada sistem pernapasan ayam.

Jangan Lengah Meski Jengah
Guru Besar FKH Unair, Prof Suwarno, yang juga praktisi perunggasan, kembali mengingatkan bahwa ayam pedaging di zaman sekarang amatlah cepat. Pertumbuhan ototnya sangat luar biasa, paling mudah terlihat adalah massa otot dadanya. Risiko dari pertumbuhan yang cepat ini adalah... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Agustus 2023. (CR)

JANGAN BIARKAN VIRUS PENYEBAB PENYAKIT PERNAPASAN KERASAN DI PETERNAKAN

Banyak faktor yang berhubungan dan saling terkait yang menyebabkan munculnya penyakit pernapasan pada unggas. (Foto: Dok. Infovet)

Penyakit pernapasan pada unggas masih menjadi tren musiman yang sering dijumpai peternak di kandang. Penyakit ini menjadi ancaman serius karena dapat menimbulkan kerugian besar bagi peternak dan stakeholder terkait.

Penyakit yang disebabkan dari infeksi virus sangat berbahaya karena sifatnya mudah mutasi, sangat menular, serta mematikan sehingga sulit dibasmi dan dihilangkan. Kenapa masalah penyakit pernapasan pada ayam sering terjadi dan apa saja faktor yang memengaruhinya?

Tentunya banyak faktor yang berhubungan dan saling terkait yang menyebabkan munculnya penyakit pernapasan pada unggas, seperti status imunitas, nutrisi, kondisi stres, program vaksinasi, dan lingkungan. Kondisi imun yang turun dan nutrisi yang tidak tercukupi akan mempermudah masuknya agen penyakit virus, dimana pada saat itu kondisi tubuh ayam dalam keadaan yang tidak siap melawan agen asing yang masuk. Sama halnya saat ayam stres dan kondisi lingkungan kurang baik (musim pancaroba), maka sistem imun juga akan terganggu sehingga mudah terinfeksi penyakit.

Selain itu, program vaksinasi yang tidak baik juga menjadi faktor yang memicu mudahnya penyakit masuk, dimana vaksin dapat memberikan kekebalan yang spesifik terhadap penyakit tertentu yang bisa melawan tantangan infeksi virus.

Pada peternakan ayam petelur maupun pedaging, penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus di antaranya adalah... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Agustus 2023.

Ditulis oleh:
Ir Syamsidar SPt MSi IPM
Marketing Support PT Sanbio laboratories

AGAR TERHINDAR DARI PENYAKIT PERNAPASAN

Kandang terlalu padat dapat meningkatkan kemungkinan infeksi penyakit pernapasan. (Foto: Dok. Infovet)

Mengingat pentingnya sistem dan pencegahan penyakit pernapasan, tentunya tidak boleh menganggap remeh. Apalagi di tengah ketidakpastian harga produk perunggasan saat ini, penting rasanya menjaga pernapasan ayam agar peternak juga bisa “bernapas” panjang.

Dalam dunia medis ada tiga organ vital yang dapat menjadi penyebab kematian hewan maupun manusia, yakni otak, jantung dan paru-paru. Jika salah satu diantara ketiga sistem tersebut tidak bekerja dengan baik, bisa berujung kematian. Pada unggas komersil, pernapasan merupakan sistem yang kerap kali bermasalah dan rentan.

Alasan Penyakit Kerasan
Penyakit pernapasan sering terjadi dan cenderung berulang. Peternak yang sudah lama harusnya paham akan hal ini, karena beternak ayam pedaging maupun petelur yang kini pertumbuhan dan produksinya cepat, dibutuhkan manajemen yang baik, biosekuriti yang terjaga dan sebagainya.

Namun, perkembangan genetik yang cepat tidak diiringi penerapan cara beternak yang baik. Sehingga impaksinya dapat terlihat dari indeks performa dan hasil panen yang kurang memuaskan, serta mudahnya ayam terserang penyakit yang mengakibatkan mortalitas tinggi serta kerugian besar.

Drh Hari Wahjudi, dari PT Boehringer Ingelheim yang juga praktisi perunggasan, mengakui sudah kenyang melihat pemeliharaan ala kadarnya yang dilakukan peternak mitra. Padahal pihak penyedia (inti) sudah melakukan berbagai penyuluhan, seminar teknis dan lainnya dalam mendukung peternak plasma.

“Kadang kita sudah sampe berbusa ngomongnya kalau di lapangan, kita menggebu-gebu kasih materi, pas di kandang ternyata tidak diimplementasi oleh peternak,” tukas Hari. Kendati demikian, ada juga peternak yang benar-benar menjalankan manajemen dengan baik. Jika melihat itu, semangat Hari pun kembali.

Walau begitu, ia juga kerap dikomplain peternak mitra terkait performa DOC, pakan dan sapronak, namun setelah ditelaah lebih lanjut ternyata bukan disebabkan oleh hal tersebut, melainkan manajemen beternaknya yang memang kurang baik. Jika sudah begitu wajar apabila hasil yang dituai tidak optimal dan keuntungan yang didapat tidak maksimal.

Harus Mencegah
Jangan lupakan bahwa sebelum tahun 2003 Indonesia adalah... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Mei 2022. (CR)

RESEP DETEKSI DINI GANGGUAN PERNAPASAN

Awal gangguan pernapasan pada ayam modern kebanyakan tidak menunjukkan baik itu tampilan kesulitan bernapas dan/atau adanya pengeluaran cairan dari rongga hidung berlebihan, akan tetapi lebih sering adanya gejala sinusitis ringan dengan manifestasi kebengkakan pada area sinus-sinus hidung. Hal ini terjadi karena adanya titik lemah utama pada sistem pernapasan atas ayam yaitu tidak adanya katup antara rongga hidung dan sinus hidung.

Oleh: Tony Unandar (Anggota Dewan Pakar ASOHI)

Gangguan pernapasan seolah “lekat” dengan kehidupan ayam modern. Disamping secara normal memang terdapat cukup banyak mikroflora di permukaan mukosa sistem pernapasan ayam, kontak secara langsung dan kontinu dengan udara pernapasan sangat memungkinkan terjadinya infeksi mikroba kontaminan dalam udara pada sistem pernapasan ayam. Itulah sebabnya kasus pernapasan pada ayam modern kebanyakan kompleks, karena melibatkan multi-patogen.

Pada bangsa unggas (ayam), sistem pernapasannya sedikit banyak berbeda dengan bangsa hewan menyusui. Rasio volume paru-paru unggas dengan volume tubuhnya umumnya jauh lebih kecil dibanding pada hewan menyusui, karena paru-paru pada ayam bersifat masif alias tidak bisa mengembang. Di samping itu, pada ayam pertukaran gas/udara pernapasan terjadi di sepanjang kapiler-kapiler udara paru-paru yang berbentuk seperti jala (parabronkus), bukan di dalam alveolus (rongga udara dalam paru-paru). Itulah sebabnya mengapa ayam atau bangsa unggas secara umum sangat mudah mengalami keracunan secara per-inhalasi. Coba tengoklah sejarah medan perang kuno, banyak tentara sering menggunakan ayam atau unggas lainnya untuk mendeteksi adanya gas beracun yang disebar oleh pihak musuh.

Banyaknya faktor yang terlibat dalam gangguan pernapasan mengakibatkan sulitnya melakukan diagnosis di lapangan. Padahal seorang praktisi lapangan harus cepat bisa menentukan diagnosisnya secara akurat, sehingga langkah-langkah pencegahan atau tindakan terapi lainnya dapat sesegera mungkin dilakukan.

Contoh gangguan pernapasan yang sudah tidak asing adalah Chronic Complex Respiratory Disease (CCRD) yang selalu diartikan infeksi kompleks antara kuman mikoplasma dengan koli. Akan tetapi pada kenyataannya gangguan pernapasan yang memberikan gejala mirip CCRD kadang bisa disebabkan kombinasi infeksi suatu faktor/mikroorganisme dengan mikroorganisme lain. Itulah sebabnya mengapa gangguan pernapasan pada ayam modern sering disebut “CCRD-like” oleh beberapa praktisi perunggasan.

Penyebab “CCRD-like” dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu:
1. Faktor penyebab primer, misalnya debu kandang dan/atau kadar amonia yang terlalu tinggi, adanya tantangan virus tertentu (IB, ND, ILT, AMPV) yang berasal dari vaksin aktif ataupun virus lapang, serta infeksi mikoplasma (Mg/Ms).
2. Faktor penyebab sekunder, misalnya kuman E. coli, Salmonella spp., Pasteurella spp., Gallibacterium spp. atau Avibacterium spp.

Faktor-faktor dari kedua kelompok di atas dapat membentuk beberapa kombinasi untuk memberikan... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Mei 2022. (toe)

JANGAN LENGAH MENJAGA SALURAN PERNAPASAN

Ngorok/nyekrek, gejala umum penyakit pernapasan. (Foto: Istimewa)

Dalam suatu usaha peternakan unggas, ada tiga elemen penting yang harus dipenuhi, yakni pakan, air minum dan kebutuhan oksigen alias udara. Tanpa pakan, ayam masih bisa bertahan hidup dalam beberapa hari, tanpa air ayam masih bisa bertahan hidup sampai sehari, tanpa asupan udara yang cukup ayam bisa mati dalam beberapa jam.

Bernapas merupakan salah satu kebutuhan utama mahluk hidup. Prinsipnya yakni menghirup oksigen dari luar dan mengeluarkan karbon dioksida dari dalam tubuh. Terkadang, saluran pernapasan tidak selamanya dalam kondisi prima. Beberapa penyakit siap mengintai saluran pernapasan dan menurunkan performa bahkan menyebabkan kematian.

Seluruh mahluk hidup butuh bernapas untuk hidupnya. Oksigen yang dihirup digunakan dalam proses pembentukan energi atau lazim disebut oksidasi biologis. Tanpa adanya oksigen, energi yang berasal dari pakan sudah pasti tidak akan bisa terbentuk dan mustahil pertumbuhan dan performa akan tercapai.

Review Sistem Pernapasan Ayam
Tidak seperti hewan lainnya, unggas termasuk ayam memiliki sistem pernapasan yang berbeda dan unik. Karena pada ayam dan unggas terdapat kantung udara. Sistem pernapasan ayam terdiri dari saluran pernapasan (hidung, sinus hidung/sinus infraorbitalis, laring, trakea, bronkus), paru-paru dan kantung udara. Laring dan trakea tersusun atas otot dan tulang rawan. Pada permukaan dalam (epitel) terdapat silia, sebagai alat pertahanan terhadap benda asing. Di dalam paru-paru terjadi pertukaran udara bersih dan kotor.

Udara yang kaya akan oksigen akan diedarkan ke seluruh tubuh. Kantung udara merupakan selaput tipis berbentuk seperti balon yang berfungsi membantu pernapasan. Kantung udara memiliki sel fagosit dalam jumlah sedikit, sedangkan proses pertukaran udara juga terjadi di kantung udara tersebut. Padahal setiap udara yang masuk mengandung berbagai macam mikroba termasuk yang sifatnya patogen. Selain itu, kantung udara tersusun atas sel tipis dan sedikit pembuluh darah. Sehingga mudah dirusak oleh bibit penyakit. Hal inilah yang menjadi titik lemah pada sistem pernapasan ayam.

Jangan Lengah
Guru Besar FKH Unair, Prof Suwarno, yang juga praktisi perunggasan, mengingatkan bahwa... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Mei 2022. (CR)

UPAYA MENJAGA SALURAN PERNAPASAN AYAM AGAR TETAP AMAN

Penyakit pernapasan pada ayam menjadi tantangan yang pasti dialami setiap peternak dan seringkali memberi dampak kerugian ekonomi cukup besar. (Foto: Istimewa)

Bernapas adalah salah satu ciri dari makluk hidup. Bernapas merupakan sebuah proses menghirup oksigen (O2) dan melepaskan karbon dioksida (CO2). Pada sistem pernapasan, oksigen yang dihirup akan diserap oleh darah, sedangkan CO2 dikeluarkan dari tubuh karena merupakan sisa dari hasil pembakaran oksigen. Karbon dioksida ini jika tidak dikeluarkan dapat menghasilkan asam yang dapat menjadi racun bagi sel dalam tubuh.

Sedangkan saluran pernapasan merupakan bagian dari tubuh yang berfungsi sebagai tempat lintasan dan tempat pertukaran udara selama proses pernapasan. Pada ayam, saluran pernapasan berperan penting dalam menjaga kondisi tubuh. Bagian-bagian dari saluran pernapasan harus berfungsi dengan baik agar ayam aman dari gangguan penyakit saluran pernapasan. Adapun saluran pernapasan pada ayam dan fungsinya sebagai berikut:

a. Nares (lubang hidung), adalah tempat udara masuk kemudian diteruskan pada celah tekak yang terdapat pada dasar faring yang menghubungkan trakea. Di dalamnya terdapat bulu-bulu halus yang berfungsi untuk memfilter udara yang masuk.

b. Larynx, adalah pintu masuk menuju trakea yang berfungsi menghalau masuknya benda asing ke dalam larynx, jalan masuk udara selama inspirasi, membantu proses menelan makanan, mengatur suara dan membantu mengelola tekanan intra thoracis.

c. Trakea adalah sebuah… Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Mei 2022.

Ditulis oleh:
Ir Syamsidar SPt MSi IPM
Marketing Support PT Sanbio Laboratories

INFECTIOUS BRONCHITIS, PENYAKIT PERNAPASAN YANG MEMENGARUHI KUALITAS PRODUKSI


Infectious Bronchitis (IB) adalah penyakit yang cukup diwaspadai peternak ayam komersil di Indonesia. Vaksinasi IB bahkan masuk dalam list vaksin yang harus diberikan pada ayam komersil, terutama ayam layer. Penyakit ini termasuk penyakit pernapasan akut sangat menular pada ayam dan disebabkan oleh virus Coronavirus dari Family Coronaviridae.

Apa yang menyebabkan penyakit ini tidak boleh dibiarkan menjangkit di peternakan?
1. Penyebaran yang cukup cepat. Ayam dapat terinfeksi penyakit IB secara langsung melalui droplet pernapasan dari ayam sakit saat batuk atau bersin, serta virus yang diekskresikan melaui feses (shedding). Shedding virus ini dapat terjadi selama beberapa minggu oleh ayam yang terinfeksi IB. Sementara itu penularan tidak langsung dapat terjadi melalui peralatan, makanan, atau minuman yang tercemar droplet pernapasan maupun feses. Masa inkubasi penyakit ini relatif pendek hanya 18-36 jam dan telur yang terkontaminasi feses mengandung virus IB dapat menjadi sumber penularan.

2. Gejala klinis cukup extent. Saat menginfeksi tubuh, virus IB akan bereplikasi dalam saluran pernapasan atas kemudian menjangkiti organ predileksinya. Organ predileksi dari virus IB ini adalah paru-paru, trakea, ovarium, oviduk, ginjal dan seka tonsil. Gejala umum ditemukan akibat infeksi virus ini adalah gejala pernapasan (batuk, bersin, ngorok dan adanya sekresi hidung). Walaupun demikian gejala pernapasan lebih terlihat pada ayam muda yang menyebabkan leleran berair dari mata dan nostril, serta kesulitan bernapas. Suara napas abnormal lebih menonjol terdengar di malam hari, bahkan dapat terjadi kematian. Pada ayam dewasa, terutama ayam layer, penurunan kuantitas dan kualitas telur lebih menonjol. Jumlah produksi telur turun dapat mencapai 5-10% (persentase dapat meningkat jika muncul bersama penyakit lain), sementara kualitas telur turun akibat kalsifikasi telur yang tidak merata dan albumin encer. Selain itu gejala IB yang saat ini sering ditemukan adalah distensi abdomen akibat sistik oviduk yang berisi cairan, sehingga ayam memiliki postur mirip penguin.

3. Potensi mutasi tinggi. IB merupakan jenis virus ss-RNA yang tidak memiliki mekanisme proof reading sehingga berpotensi tinggi mengalami mutasi. Oleh karena itu, virus ini memiliki variasi yang tinggi dari segi serotipe dan juga genotipe-nya. Perbedaan antar serotipe ini dapat mencapai 20-25%. Adanya shedding virus di lapangan oleh ayam sakit tanpa penanganan biosekuriti yang baik memiliki potensi mutasi walaupun tidak secapat pada kasus Avian Influenza. Hal ini seringkali memengaruhi dalam pemilihan vaksin yang memiliki tingkat proteksi tinggi untuk semua jenis variasi yang ada di lapangan. Oleh karena itu, virus IB di lapangan lebih baik dipetakan berdasarkan sifat protectotipe atau immunotipe-nya, yaitu tipe kemampuannya dalam menginduksi imunitas yang protektif.

4. Kerugian ekonomi yang ditimbulkan. Utamanya adalah dari adanya penurunan kualitas dan kuantitas produksi telur dan biaya pengobatan yang harus dikeluarkan. Selain itu, kematian dan gangguan pertumbuhan dapat terjadi jika IB menjangkiti ayam muda. Kematian pada kasus IB yang parah pada ayam muda dapat mencapai 25-30%. Hal ini tentu memengaruhi performa peternakan.

Bagaimana bisa mencegah IB di lapangan? Tentunya peternak harus memahami… Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Oktober 2021.

Ditulis oleh:
Drh Aprilia Kusumastuti MSi
Marketing Support PT Sanbio Laboratories

PERNAPASAN LEGA, PERFORMA TERJAGA

Kandang terlalu padat dapat meningkatkan kemungkinan infeksi penyakit pernapasan. (Foto: Dok. Infovet)

Melihat dan meninjau pentingnya sistem dan pencegahan penyakit pernapasan, tentunya tidak boleh dianggap sepele. Apalagi di tengah ketidakpastian harga ayam saat ini, penting menjaga pernapasan ayam agar peternak tetap bisa “bernapas” lega.

Dalam dunia medis ada tiga organ vital yang dapat menjadi penyebab kematian hewan maupun manusia, yakni otak, jantung dan paru-paru. Paru-paru berkaitan dengan sistem respirasi atau pernapasan. Jika salah satu diantara ketiga sistem tersebut tidak bekerja dengan baik, kematian sangat mungkin terjadi. Pada unggas komersil, sistem pernapasan merupakan kerap menjadi masalah dan rentan.

Mengapa Terus Terulang?
Beternak ayam ras pedaging maupun petelur modern yang tumbuh cepat dibutuhkan manajemen yang baik, biosekuriti yang terjaga dan lain sebagainya. Namun itu kadang kala tidak diimbangi dengan penerapan cara beternak yang baik. Sehingga dampaknya terlihat dari indeks performa dan hasil panen yang kurang memuaskan, serta mudahnya ayam terserang penyakit yang mengakibatkan mortalitas dan kerugian tinggi.

Menurut Drh Hari Wahjudi, dari PT Boehringer Ingelheim, yang juga praktisi perunggasan, mengatakan sering melihat pemeliharaan unggas yang ala kadarnya. Padahal pihak penyedia (inti) sudah melakukan berbagai penyuluhan, seminar teknis dan lain sebagainya untuk mendukung peternak.

“Sudah sering kita sampaikan di lapangan, kita menggebu-gebu memberikan materi, namun sewaktu di kandang enggak diimplementasikan,” kata Hari. Kendati demikian, ada juga peternak mitra yang benar-benar menjalankan walaupun tidak sepenuhnya.

Hari mengaku kerap dikomplain peternak mitra terkait performa DOC, pakan dan sapronak, namun setelah ditelaah lebih lanjut ternyata manajemen beternak yang menjadi kendalanya. Hal itu wajar apabila hasil yang dituai kurang maksimal dan keuntungan minimal.

Mencegah (Selalu) Lebih Baik Daripada Mengobati
Sebelum tahun 2003 Indonesia adalah wilayah bebas AI (Avian Influenza). Kemudian peta perunggasan berubah setelah Indonesia dinyatakan daerah tertular AI dan banyak peternak ayam kehilangan akibat mortalitas tinggi. Tidak butuh waktu lama, AI terus bermutasi dengan berbagai macam strain dan clade, yang awalnya hanya menginfeksi ayam ras, kini itik pun bisa terinfeksi.

Bukan hanya AI, penyakit lain seakan tidak mau kalah. Berbagai macam mutasi genetik dari mikroorganisme patogen turut mewarnai jagad perunggasan Indonesia. Sehingga biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan dan pencegahan semakin bertambah. Walaupun begitu, ada nilai positif dari… Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Oktober 2021. (CR)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

ARTIKEL POPULER BULAN INI

ARTIKEL POPULER TAHUN INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer