-->

CAHAYA DAN PENGARUHNYA PADA AYAM PETELUR

Cahaya memudahkan ayam mencari makanan dan air untuk tumbuh atau bertelur. (Foto: Istimewa

“Cahaya memudahkan ayam mencari makanan dan air. Tujuan utama untuk setiap jenis produksi ayam adalah agar ayam dapat menemukan makanan untuk tumbuh atau bertelur,” kata Technical Services Manager South East Asia Hy-Line International, Dr Sieche Genger, pada Poultry Week Webinar Informa Markets.

“Kita ingin memiliki ritme sirkadian yang normal untuk ayam,memungkinkan untuk mengatur ritme tubuh internal yang membuat ayam tetap sehat dan menjaga berbagai sistem berfungsi dengan baik.”

Cahaya bertanggung jawab untuk inisiasi dan kemudian regulasi pelepasan hormon. Juga untuk banyak regulasi metabolisme. Ini memiliki efek yang sangat penting pada reproduksi ayam petelur juga memiliki efek penting pada proses pembentukan tulang.

Cahaya masuk dan mengenai retina dan mata, persepsi visual ini dibuat melalui transmisi ke otak yang menciptakan image. Ketika itu terjadi juga ada pelepasan dopamin dan sinar UVA yang memengaruhi pelepasan melatonin.

Hal-hal tersebut kemudian berinteraksi dengan kelenjar pineal dan kelenjar hipotalamus. Kelenjar pineal memiliki fotoreseptor yang menerima cahaya pada panjang gelombang lebih dari empat lux. Itulah yang mengatur jam sirkadian.

Hipotalamus bertanggung jawab atas kematangan seksual. Ada reseptor yang menerima cahaya di hipotalamus dan menyebabkan stimulasi dan regulasi hormon seksual, yang akhirnya untuk menciptakan pematangan yang tepat dan proses seksual seperti bertelur.

Intensitas Cahaya
Intensitas lux akan berbeda berdasarkan seberapa tinggi cahaya dari lantai. Bola lampu yang jauh lebih dekat ke lantai memiliki efek sorotan yang lebih terkonsentrasi.

“Untuk mengukur apakah kandang sudah memiliki intensitas cahaya yang sesuai kami memiliki pengukur cahaya yang Anda dapat membelinya dari sejumlah lokasi,” kata Genger.

“Tidak semua pengukur cahaya dibuat sama,pengukur cahaya tradisional yang paling umum hanya akan memperhitungkan spektrum penglihatan manusia.Kami memiliki pengukur cahaya khusus hewan yang dapat menghitung penglihatan spektrum penuh tetapi memang lebih mahal.”

Pengukuran intensitas cahaya tujuannya adalah… Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Mei 2022. (NDV)

WEBINAR SIGNIFY INDONESIA SOAL PENCAHAYAAN DI KANDANG CLOSED HOUSE

Webinar mengenai “Inovasi Pencahayaan untuk Produktivitas Kandang Closed House” yang diinisiasi Signify Indonesia. (Foto: Infovet/Ridwan)

Pencahayaan yang diprogram dengan baik di dalam kandang menjadi salah satu faktor penting dalam manajemen pemeliharaan ayam. Pencahayaan berpengaruh pada proses kematangan organ dan pertumbuhan ayam.

“Segi pencahayaan kandang turut memengaruhi perbaikan produktivitas ayam. Dan hal ini tentunya juga berpengaruh pada hasil produksi ternak yang berkualitas,” ujar Direktur Komersial Leader Signify Indonesia, Raymon, dalam webinar “Inovasi Pencahayaan untuk Produktivitas Kandang Closed House”, Kamis (16/9), yang diinisiasi Signify Indonesia bekerja sama dengan Majalah Infovet.

Hal tersebut juga diamini oleh Pakar Peternakan Universitas Padjajaran, Dr Sauland Sinaga yang menjadi narasumber. Ia mengungkapkan, kenyamanan pencahayaan dalam kandang berpengaruh pada faktor fisiologis yang juga memengaruhi potensi biologis ayam. “Khususnya pada kandang closed house yang memang sistem pencahayaannya tergantung pada lampu,” kata Sauland.

Iapun menjelaskan intensitas cahaya yang dibutuhkan unggas tidak perlu terlalu tinggi. Karena apa yang ditangkap oleh penglihatan ayam berbeda dengan manusia. “Kita berpikir 50 watt saja kadang masih redup, padahal bagi ayam itu sudah cukup tinggi, karena gelombang cahaya yang diterima ayam lebih luas. Sehingga ayam membutuhkan cahaya yang nyaman,” ungkap dia.

Jadi kata Sauland, peternak bisa memilih lampu berwarna kehijauan redup untuk pemeliharaan ayam. Ia juga menegaskan, jangan pernah menggunakan lampu berwarna merah karena hal tersebut berpeluang ayam menjadi kanibal karena meningkatkan perasaan fighting ayam.

Lebih lanjut dipaparkan, pada fase gelap atau redup ini juga membantu ayam mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Disinilah terjadi pembentukan hormon melatonin secara optimal yang menginduksi peningkatan sekresi hormon pertumbuhan.

“Optimalnya hormon melatonin juga meningkatkan sistem imun. Karena pada waktu terang hormon tersebut tidak bekerja optimal. Dengan waktu istirahat yang baik tubuh ayam juga melakukan recovery sel-sel yang rusak, mengoksidasi radikal bebas, meningkatkan penyerapan vitamin dan menurunkan peristaltik usus dan sekum yang terjadi peningkatan kecernaan mineral dan serat, serta meningkatkan produksi enzim pitase dan produksi inositol (vitamin B 8) yang memengaruhi sistem saraf pusat otak untuk tenang,” jelas Sauland yang juga Ketua Asosiasi Monogastrik Indonesia.

Hal senada juga dikemukakan Pakar Bisnis dan Teknologi Signify Indonesia, Budi Novianto. Dikatakan dalam pemeliharaan ternak ayam, pemberian cahaya yang nyaman pada saat ayam beraktivitas dan istirahat turut memegang peranan penting dalam pertumbuhan.

“Dari situlah kami lakukan inovasi teknologi pada lampu kandang yang mampu memberikan kenyamanan pada ayam. Dengan inovasi teknologi ini program lampu kandang tersebut memiliki simulasi seperti matahari terbit dan tenggelam, sehingga ayam benar-benar nyaman dibuatnya,” kata Budi.

Lebih lanjut dijelaskan dari beberapa penelitian yang dilakukan, penggunaan lampu tersebut turut memengaruhi kebaikan bobot badan ayam, memperbaiki konversi pakan hingga menurunkan angka deplesi pada populasi ayam. (RBS)

PENCAHAYAAN DI KANDANG AYAM

Ayam jenis ternak yang peka cahaya. (Sumber: thepoultrysite.com)

Pencahayaan di kandang ayam harus diprogram dengan baik. Salah satu faktor penting dalam manajemen pemeliharaan ayam ini, yaitu pencahayaan berpengaruh pada proses kematangan organ reproduksi dan pertumbuhan ayam.

Cahaya dalam dunia fisika didefisinikan sebagai spektrum elektromagnetik yang terlihat oleh mata. Definisi lainnya, cahaya merupakan energi yang dapat membantu proses penglihatan kemudian bergerak lurus ke semua arah, tidak dapat membelok serta dapat dipantulkan.

Dalam kandang tipe open house (terbuka), sumber cahaya umumnya berasal dari sinar matahari secara langsung pada siang hari dan lampu pijar pada malam harinya. Dalam kandang closed house (tertutup), sumber cahaya umumnya berasal dari lampu pijar.

Ayam merupakan jenis ternak yang peka terhadap cahaya. Menurut Vice President Sales Poultry Asia, Big Dutchman Agriculture Malaysia, Richard Armstrong, pencahayaan pada unggas antara lain berpengaruh terhadap konsumsi pakan, pertumbuhan, efisiensi konversi pakan menjadi energi dan perkembangannya.

Program Pencahayaan
Empat hal penting yang harus diketahui dalam program pencahayaan antara lain lumen (luminous flux), color, spektrum dan gelombang.

Lebih lanjut dijelaskan Richard, dalam presentasi berjudul “Lighting Management” milik Andrea Pizzabiocca, DVM (Cobb Vantress), poin pencahayaan dijabarkan sebagai berikut:

• Intensitas cahaya diukur dalam lux
Output cahaya lampu diukur dalam lumen
• Satu lumen per m² sama dengan satu lux.
• Cahaya juga memiliki suhu warna (°Kelvin):
a. 2000-3000 °K: hangat (merah)
b. 3000-4000 °K: netral (putih)
c. 4000-7000 °K: sejuk (biru/hijau)
d. Hari yang cerah adalah sekitar 5500 °K

Program pencahayaan pada tahap pertumbuhan awal, yaitu anak ayam yang berumur antara satu sampai tujuh hari digunakan intensitas cahaya minimum 20 lux yang diberikan secara terus-menerus.

Pemberian cahaya seperti ini bertujuan untuk memastikan anak ayam dapat beradaptasi dengan baik terhadap lingkungannya, serta meningkatkan aktivitas sehingga mengurangi terjadinya kelainan cacat pada kaki. Hal ini dapat diindikasikan oleh konsumsi pakan dan air minum yang optimal.

Pada tahap pertumbuhan ayam selanjutnya, dilakukan pembatasan intensitas cahaya dan lama pencahayaan antara dua sampai enam jam per hari.

Lama Pencahayaan
“Lama pencahayaan yang pendek pada awal-awal tahap pemeliharaan dapat mengurangi asupan pakan dan menekan tingkat pertumbuhan,” ujar Richard.

Lebih lanjut dijelaskan, pencahayaan secara terus-menerus menyebabkan terjadinya gangguan ritme harian (diurnal). Ayam broiler yang diberi cahaya terus menerus memiliki peluang yang lebih tinggi terkena kelainan kaki dan tulang. Efek selanjutnya menyebabkan unggas mengalami kesulitan untuk mendapatkan pakan dan air minum.

Unggas yang tetap berada pada posisi ritme harian mampu secara normal mengatur pola tingkah laku seperti makan, tidur, bergerak dan istirahat.

Sementara ditambahkan Sales Manager PT Big Dutchmann Agriculture Indonesia, Aneng Lim, pemberian lama pencahayaan selama 16 jam dapat menurunkan stres fisiologis. Selain itu terjadi peningkatan respon kekebalan, peningkatan metabolisme tulang, peningkatan aktivitas total dan peningkatan kesehatan kaki.

Tidak ada perbedaan secara signifikan, terutama pada nilai FCR. Oleh karena itu, apabila dilihat dari kelebihan penggunaan cahaya secara bergantian yang menurunkan stres fisiologis, maka disarankan untuk menggunakan metode cahaya secara bergantian. Hal tersebut juga dapat menghemat biaya listrik yang lumayan besar.

Penggunaan Cahaya untuk Ayam Broiler 
Berdasarkan karya tulis J. A. Renden, program penggunaan cahaya secara bergantian untuk ayam broiler menggunakan aturan sebagai berikut:

• Umur 0-7 hari: Intensitas cahaya 20.0 lux dengan 23 jam terang dan 1 jam gelap
• Umur 8-14 hari: Intensitas cahaya 5.0 lux dengan 16 jam terang dan 8 jam gelap
• Umur 15-21 hari: Intensitas cahaya 5.0 lux dengan 16 jam terang, 3 jam gelap, 2 jam terang dan 3 jam gelap
• Umur 22-28 hari: Intensitas cahaya 5.0 lux dengan 16 jam terang, 2 jam gelap, 4 jam terang dan 2 jam gelap
• Umur 29-35 hari: Intensitas cahaya 5.0 lux dengan 16 jam terang, 1 jam gelap, 6 jam terang dan 1 jam gelap
• Umur 36-49 hari: Intensitas cahaya 5.0 lux dengan 23 jam terang dan 1 jam gelap

Spektrum Cahaya
Pertumbuhan pada ayam, baik pedaging maupun petelur, dipengaruhi oleh spektrum cahaya. Cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda, memiliki efek yang bervariasi pada retina mata dan dapat mengakibatkan perubahan pola tingkah laku yang selanjutnya mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan ayam.

Warna hijau mempercepat pertumbuhan otot ayam dan menstimulasi pertumbuhan badan pada usia muda, sedangkan warna biru menstimulasi pertumbuhan badan ayam pada usia yang lebih tua.

Ayam broiler dengan pencahayaan di bawah warna biru atau hijau akan berdampak pada berat ayam secara signifikan, dibandingkan dengan ayam broiler di bawah pencahayaan warna merah atau putih.

Kemampuan ayam untuk memvisualisasikan warna sama dengan manusia, namun ayam tidak dapat melihat dengan baik ketika mendapat warna cahaya dengan panjang gelombang yang pendek (biru-hijau). Unggas sensitif pada panjang gelombang 415, 455, 508 dan 571 nanometer.

Penerangan di Kandang Tertutup
Richard kembali menerangkan, warna cahaya penerangan dalam sistem kandang tertutup (closed house) dengan kondisi suhu yang stabil dan optimal untuk pertumbuhan, serta diberikan selama 23 jam setiap harinya, memberikan efek yang berbeda terhadap aktivitas yang berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan ayam broiler.

“Cahaya berwarna merah dan kuning dapat meningkatkan aktivitas dan agresivitas, sementara warna biru dan hijau justru sebaliknya, dapat mengontrol agresivitas dan aktivitas ayam sehingga ayam menjadi lebih tenang,” urainya.

Ayam yang dipelihara dengan penerangan cahaya lampu warna hijau atau biru dengan intensitas 0,1 W/m2, menghasilkan bobot badan yang nyata lebih tinggi dibandingkan ayam yang dipelihara dengan penerangan lampu warna merah.

Pemeliharaan ayam broiler pada sistem kandang terbuka di daerah tropis seringkali dengan suhu yang lebih tinggi dari suhu optimal untuk pertumbuhan. Kondisi tersebut menyebabkan ayam mengalami cekaman panas, sehingga ayam meningkatkan konsumsi air minum yang berakibat pada penurunan konsumsi pakan. Menurut Richard, untuk menanggulangi masalah tersebut, maka perlu diberi tambahan cahaya penerangan pada malam hari. (NDV)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

ARTIKEL POPULER BULAN INI

ARTIKEL POPULER TAHUN INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer