Peternakan ayam, terutama broiler, dianggap sebagai salah satu metode peternakan hewan yang paling efisien. Industri ini terus berkembang dengan kemajuan dalam pemuliaan, nutrisi, dan praktik manajemen untuk memenuhi permintaan daging ayam yang terus meningkat.
Selama bertahun-tahun, seleksi ayam pedaging telah difokuskan pada peningkatan efisiensi konversi pakan (FCR), laju pertumbuhan, hasil daging, dan kualitasnya. Hal ini menghasilkan ayam dengan rasio konversi pakan yang tinggi dan laju pertumbuhan yang cepat, selain itu dagingnya empuk dan diterima secara luas di seluruh dunia.
Industri broiler telah berkembang pesat karena tingginya permintaan daging ayam. Broiler telah menjadi alternatif popular terhadap daging sapi dan babi, sebagian karena laju pertumbuhannya yang cepat dan biaya produksi yang lebih rendah, dengan lebih dari 70 miliar ayam dipotong setiap tahun di seluruh dunia (Mace & Knight, 2022). Peternakan unggas, khususnya produksi broiler, dianggap sebagai salah satu metode peternakan hewan yang paling efisien (Gržinić et al., 2023).
Genetika broiler telah memanfaatkan gudang materi genetik yang dikombinasikan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan selama puluhan tahun. Hal ini memungkinkan penerapan, yang memungkinkan industri menyediakan produk daging yang terjangkau yang sebagian besar berasal dari sumber tanaman kepada konsumen global.
Seleksi genetika broiler selama 60 tahun terakhir telah berfokus secara sempit dan intensif pada sifat-sifat produksi yaitu laju pertumbuhan dan efisiensi pakan. Hal ini telah menyebabkan masalah kesejahteraan yang signifikan pada unggas yang dipelihara untuk daging termasuk gangguan kaki, penyakit kardiovaskular, dan akibatnya tingkat kematian yang tinggi, sementara unggas indukan mengalami pembatasan pakan yang parah. Masalah tulang seperti kondronekrosis bakteri dan dyschondroplasia tibia lazim terjadi dan studi terbaru melaporkan prevalensi unggas dengan gangguan gaya berjalan sedang hingga berat berkisar antara 5.5-48.5 %.
Di seluruh dunia, lebih dari 70 miliar ekor broiler di sembelih setiap tahunnya. Skala produksi ayam pedaging yang sangat besar ini berarti bahwa masalah kesejahteraan tersebar luas dan kemungkinan akan meningkat keparahannya karena meningkatnya populasi manusia global, meningkatnya permintaan daging, dan fokus yang berkelanjutan pada efisiensi produksi di sektor pertanian.
Oleh karena itu, industri broiler mewakili beberapa masalah kesejahteraan hewan yang paling serius di bidang pertanian. Ada kebutuhan mendesak untuk mengatasi masalah ini dengan menjadikan sifat-sifat kesejahteraan sebagai prioritas utama dalam program pemuliaan dan mengintegrasikannya dengan tujuan pemuliaan lainnya. Banyak penelitian merekomendasikan penggunaan jenis unggas yang pertumbuhannya lebih lambat dan tidak memiliki masalah kesejahteraan yang sama. Mengatasi masalah kesejahteraan ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan unggas serta untuk penerimaan sosial dan keberlanjutan industri broiler di seluruh dunia.
Bagaimana Ayam Pedaging Komersial Telah Berevolusi
Selama kurang lebih 40 tahun antara 1970-2007, ayam broiler telah mengalami evolusi dalam hal... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Juli 2026.
Ditulis oleh:
Drh Arief Hidayat
Praktisi perunggasan





%20Juni%202026.jpg)
%20Juni%202026.jpg)









