-->

RUSIA LAPORKAN PENULARAN AI H5N8 KE MANUSIA

Avian Influenza H5N8 melanda Rusia

Rusia melaporkan kasus pertama penularan avian influenza strain  H5N8 dari burung ke manusia. Wabah flu burung dengan strain ini dilaporkan tengah terjadi di beberapa negara, namun sejauh ini hanya ditemukan pada unggas.

Virus AI dengan strain H5N8 antara lain mewabah di wilayah Rusia, Eropa, China, Timur Tengah, dan Afrika Utara. Strain yang menular ke manusia sejauh ini hanya H5N1, H7N9, dan H9N2. Sebanyak 7 pekerja peternakan unggas di Rusia bagian selatan terinfeksi H5N8 pada wabah Desember lalu. Para pekerja saat ini sudah membaik.

"Situasi ini tidak berlanjut," kata Anna Popova, kepala lembaga pengawas kesehatan konsumen Rusia, Rospotrebnadzor, yang melaporkan temuan tersebut ke WHO, dikutip dari Reuters, Minggu (21/2/2021).

Dalam sebuah email, perwakilan WHO di Eropa mengatakan telah menerima laporan tersebut. Diakui, ini adalah pertama kalinya strain tersebut menular dari hewan ke manusia.

"Informasi awal menunjukkan bahwa kasus yang dilaporkan adalah pekerja terpapar dari kawanan burung," tulis email tersebut.

"Mereka tidak bergejala dan tidak ada penularan dari orang ke orang yang dilaporkan," lanjutnya.

Sebagian besar kasus infeksi avian influenza pada manusia dikaitkan dengan kontak langsung dengan unggas hidup maupun mati. Daging unggas yang dimasak dengan benar disebutkan aman untuk dikonsumsi. (reuters/CR)


WABAH FLU BURUNG H5N8 DI KOREA SELATAN MENCAPAI 100

Korea Selatan mengonfirmasi tambahan wabah flu burung H5N8, sehingga jumlah total kasus dari peternakan unggas lokal menjadi 100.

Kantor Berita Yonhap mengumumkan pencapaian yang suram pada 20 Februari setelah kasus tambahan H5N8 tercatat di sebuah peternakan di Tongyeong. Peternakan yang terletak sekitar 330 km tenggara Seoul itu memelihara berbagai jenis unggas, termasuk bebek, angsa, dan ayam.

Otoritas kesehatan hewan di negara tersebut telah memusnahkan 28,6 juta unggas hingga saat ini sebagai bagian dari tindakan biosekuriti.

Beberapa lalu, Korea Selatan mengurangi tindakan pencegahan intensifnya dan sekarang akan memusnahkan unggas dalam zona 1 km dari peternakan yang terinfeksi, bukan 3 km. Langkah-langkah baru akan diberlakukan selama dua minggu.

EKSPOR UNGGAS BRASIL KE ARAB SAUDI UNTUK JANUARI 2021 TETAP STABIL

Meskipun ada sedikit penurunan ekspor pada Januari, Arab Saudi membeli 35.800 ton unggas dari Brasil.

Brasil mengirim 35.800 ton unggas ke kerajaan Arab Saudi, yang menyebabkan peningkatan pendapatan sebesar 4% menjadi $ 54,5 juta.

Angka impor menunjukkan bahwa Arab Saudi merupakan importir utama ayam Brasil, disusul Uni Emirat Arab. Total ekspor unggas mentah dan olahan dari Brasil mencapai $ 434,4 juta pada Januari 2021, turun 17,9% dari Januari 2020.

“Arab Saudi telah mengimpor dari Brasil selama beberapa dekade sekarang, dan selalu berada di antara 20 hingga 25 importir terkemuka. Namun, impor akan berfluktuasi dari tahun ke tahun,” kata Direktur ABICS Aguinaldo Lima dalam sebuah pernyataan.

SKOTLANDIA MENGONFIRMASI KASUS FLU BURUNG KEDUA

Otoritas kesehatan hewan Skotlandia telah mengidentifikasi wabah flu burung H5N1 yang sangat patogen di Fife.

Pemerintah Skotlandia memastikan bahwa sekawanan sekitar 14.000 gamebird di tempat pemeliharaan di Levan, Fife, telah terinfeksi flu burung H5N1 yang sangat patogen. Semuanya yang terkena dampak dimusnahkan secara manusiawi. Zona Perlindungan 3 km dan Zona Pengawasan 10 km juga telah ditempatkan di sekitar tempat yang terinfeksi untuk mengekang risiko penyebaran penyakit.

Berbagai tindakan pengendalian dilakukan di dalam zona, termasuk pembatasan pergerakan telur, unggas, bangkai, kotoran unggas. Namun tetap dinyatakan bahwa risiko kesehatan manusia dari virus ini sangat rendah.

Ini adalah kasus flu burung kedua yang dikonfirmasi di Skotlandia dalam beberapa bulan terakhir. Pada bulan Desember, pemerintah Skotlandia mengidentifikasi flu burung yang sangat patogen (H5N8) pada kawanan di pulau Sanday di Orkney.

ALTERNATIF ANTIBIOTIK BARU DI PETERNAKAN UNGGAS RUSIA

Pada tahun 2025, peternakan unggas Rusia diperkirakan dapat menghentikan penggunaan antibiotik pakan dengan memasukkan betulin dalam ransum pakan. Phytobiotic, yang berasal dari kulit pohon birch, dikenal luas karena memberi warna putih pada pohon, yang tampaknya melindungi pohon dari panas berlebih oleh matahari.

Sekelompok ilmuwan dari cabang Ural dari Akademi Sains Rusia menjalankan percobaan dengan kawin silang Ross-308 di sebuah peternakan ayam pedaging di Sverdlovsk Oblast, Rusia. Hasil studi tersebut telah dipublikasikan di majalah ilmiah Rusia, Veterinary Today. Unggas dalam kelompok eksperimen diberi betulin kering yang ditambahkan ke dalam ransum dari hari ke 21 sampai hari ke 35 dengan dosis 2,5 mg per kg bobot hidup. Pengenalan pakan tambahan berdasarkan betulin ke dalam makanan berkontribusi pada peningkatan berat badan hidup dan berat otot dada sebesar 7,6%.

Ilmuwan juga menemukan bahwa konsumsi fitobiotik oleh ayam pedaging menyebabkan penurunan pengendapan lemak subkutan dan perut, meningkatkan kualitas biologis daging dengan meningkatkan kandungan unsur abu.

Peraturan kedokteran hewan Rusia masih tidak membatasi penggunaan antibiotik yang diizinkan di peternakan unggas. Seperti yang dijelaskan oleh Petr Kanardov, direktur umum lembaga konsultasi Feedland Group, terdapat perbedaan mendasar dalam pendekatan penggunaan antibiotik pakan dalam pemberian pakan unggas di Rusia dan negara-negara barat. Di Rusia, fokus utamanya adalah tidak adanya sisa antibiotik dalam produksi ternak sehingga pabrikan Rusia dapat menggunakan obat ini dalam jumlah yang tidak terbatas. Hal utama adalah bahwa mereka tidak boleh ditemukan di produk akhir, kata Kanardov. Pemerintah Rusia telah mempertimbangkan rencana untuk mengatasi masalah ini, tetapi tidak ada upaya nyata yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir.

CIRI AYAM CACINGAN

Cacingan sering menyerang ayam broiler dan layer pada kandang yang sanitasinya tidak dikelola dengan baik. Tes laboratorium disarankan agar penyakit cacing pada ayam dapat dideteksi lebih dini. Ciri ayam cacingan bisa juga dilihat dari kondisi fisik ayam.

Ciri-ciri ayam broiler cacingan:

  • Perut kembung.
  • Ayam lesu tidak lincah seperti biasanya.
  • Nafsu makan menurun bahkan bisa tidak mau makan.
  • Pertumbuhannya lambat.
  • Ada cacing pada kotoran ayam.

Ciri-ciri ayam layer cacingan:

  • Produksi telur menurun.
  • Bulu menjadi kusut.
  • Berat badan menurun meski ayam banyak makan.
  • Kualitas telur jelek.
  • Ada cacing pada kotoran ayam.

Ciri ayam terkena cacingan di atas biasanya timbul setelah ayam terinfeksi cacing dalam tingkat yang sudah parah. Saat masih awal terkena cacing seringkali tidak terlihat ciri atau gejala yang jelas.

Cacingan lebih sering ditemui pada ayam layer karena umur peliharanya yang lebih panjang dari ayam broiler. Penyakit cacingan ini bisa ditangani dengan biosekuriti dan sanitasi yang baik, serta pengobatan yang tepat.

SEKTOR UNGGAS NIGERIA MENGHADAPI KELANGKAAN KEDELAI DAN AI

Kelangkaan dan kenaikan harga kedelai, bahan utama yang digunakan dalam pakan unggas, dengan cepat melumpuhkan sektor perunggasan di Nigeria, yang kini juga menghadapi ancaman flu burung.

Setelah 2 tahun tidak ada wabah yang dilaporkan di negara tersebut, Institut Penelitian Hewan Nasional Nigeria telah mengonfirmasi bahwa flu burung telah muncul kembali. Wabah terjadi di 2 peternakan unggas dari berbagai spesies burung unta, angsa, kalkun, ayam petelur, dan burung merak di negara bagian Kano. Setelah itu, wabah telah dikonfirmasi di 2 peternakan komersial.

Sementara itu, Nigeria menghadapi kekurangan kedelai yang parah. Sekantong 100 kg kedelai telah meningkat menjadi N24.000 (US $ 60,93) dari N12.000 (US $ 30,47). Selain mahal kedelai juga langka di dalam negeri, menyusul adanya laporan kekurangan jagung. Menurut Onallo Akpa, Dirjen Asosiasi Unggas Nigeria, banyak peternakan unggas yang tutup karena mahalnya harga pakan. “Ini berdampak negatif pada industri, karena kedelai dan jagung merupakan hampir 80% bahan baku dalam produksi pakan, dan sekarang kedelai dan jagung kekurangan pasokan,” katanya. Di Nigeria, pengganti kedelai yang populer termasuk kacang tanah, biji kapas, dan palm kernel, namun kedelai adalah yang paling disukai karena sifat kecernaannya yang tinggi.

Hassan Dalha, seorang ahli pertanian dan petani kedelai, mencatat bahwa kekurangan kedelai disebabkan oleh curah hujan yang buruk tahun lalu, yang mengakibatkan hasil yang rendah. Dia memperkirakan bahwa harga akan terus naik.

PERAN PENTING PREHEATING

Preheating yang dilakukan dengan metode yang tepat akan berdampak positif untuk DOC. (Foto: Infovet/Ridwan)

Telur yang baru saja menetas menjadi anak ayam atau biasa disebut day old chick (DOC) sangat membutuhkan lingkungan yang hangat agar bisa bertahan hidup. Biasanya induk ayam akan meletakkan DOC tersebut ke dalam sayapnya agar DOC merasa hangat. Tetapi hal ini sangat sulit dilakukan apabila jumlah populasi DOC sangat banyak.

Perusahaan penetasan telur ayam skala industri biasanya akan mengirim DOC kekandang-kandang milik perusahaan atau ke kandang mitra. Mobil pengantar DOC akan membutuhkan waktu beberapa jam untuk sampai di kandang. Diharapkan ketika DOC telah sampai di kandang atau chick-in, DOC langsung bisa merasakan lingkungan yang hangat di area brooding. Lingkungan yang hangat ini sangat menentukan keberlangsungan hidup DOC. Kegiatan menghangatkan area brooding di dalam kandang sebelum kedatangan DOC biasa disebut preheating

Preheating dilakukan dengan menggunakan bantuan gas yang terhubung dengan brooder. Ketika brooder dinyalakan, perlahan area brooding akan terasa hangat. Idealnya preheating dimulai sejak empat jam sebelum chick-in atau bisa lebih lama jika kondisi lingkungan sedang sangat dingin dan bisa lebih cepat jika kondisi lingkungan sedang panas, atau bisa disesuaikan dengan suhu litter ketika sudah mencapai 34° C. Suhu litter dapat diketahui salah satunya dengan cara menembakkan thermo gun ke arah litter.

Karena sensor suhu DOC terletak pada kakinya, hal tersebut yang mengakibatkan pengukuran suhu area brooding tidak menggunakan termometer dinding yang biasa dipasang tegak dalam sebuah ruangan untuk mengetahui suhu ruangan, tetapi menggunakan jenis termometer lain salah satunya thermo gun untuk membantu mengetahui suhu litter tempat kaki ayam berpijak.

Dampak Positif Preheating
Preheating yang dilakukan dengan metode yang tepat akan berdampak positif untuk DOC. DOC akan merasakan kenyamanan di area brooding tersebut, tidak kedinginan dan juga tidak kepanasan. Kenyamanan ini akan berdampak pada tercapainya berat badan sesuai standar ideal DOC selama pemeliharaan.

Pendugaan kenyaman atau ketidaknyamanan DOC dapat dilihat dari tingkah laku dan kondisi tembolok DOC tersebut. Jika DOC terlalu banyak makan, berkumpul di bawah lampu yang bercahaya dan ketika memegang temboloknya terasa keras, diduga DOC tersebut sedang kedinginan. Jika DOC terlalu banyak minum dan ketika memegang temboloknya terasa sangat lembek dan seperti berisi banyak air, diduga DOC tersebut sedang kepanasan.

Namun demikian, jika DOC terlihat tersebar merata di area brooding dan ketika memegang temboloknya terasa tidak keras dan juga tidak terlalu lembek, bisa dipastikan DOC sudah merasa nyaman.

Efek Negatif Tak Melakukan Preheating
Dampak negatif tidak melakukan preheating atau melakukannya tapi tidak dengan metode yang tepat, maka akan berdampak pada tidak tercapainya berat badan standar ideal bahkan bisa berdampak pada bertambahnya angka deplesi atau tingkat kematian dan culling yang tinggi.

Tentunya para peternak tidak menginginkan kondisi seperti tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukannya preheating dengan metode yang tepat agar dapat meminimalkan kemungkinan kerugian dalam beternak. ***

Ditulis oleh:
Waode Nurmayani
Alumnus Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

OPTIMALISASI SBM SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN

Memaksimalkan penggunaan SBM untuk pakan yang lebih efisien

Pakan merupakan komponen penting dengan cost tertinggi dalam usaha budidaya peternakan termasuk unggas. Hampir 70% komposisi biaya dalam beternak berasal dari pakan, oleh karena itu sangat penting untuk menekan cost pakan agar budidaya lebih efisien.

Namun begitu tidak mudah rasa – rasanya mengefisienkan harga pakan dikala pandemi kini. Terlebih lagi banyak keluhan dari para produsen pakan terkait kenaikan harga beberapa jenis bahan baku pakan misalnya Soybean Meal (SBM) yang umum digunakan dalam formulasi pakan di Indonesia.

PT Agrimara Cipta Nutrindo selaku distributor dari Industrial Tecnica Pecuaria SA, perusahaan yang berpengalaman selama 50 tahun di bidang teknologi pakan, mengadakan webinar untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam memaksimalkan SBM. Webinar tersebut dihelat pada 10 Februari 2021 lalu melalui daring Zoom meeting.

Bertindak sebagai narasumber yakni Dr Josep Mascarell, BD Director ITPSA dan webinar tersebut dimoderatori oleh Prof Komang G Wiryawan dari departemen ilmu nutrisi dan teknologi pakan, Fakultas Peternakan IPB University.

Sebagai pembuka, Prof Komang kembali mengingatkan pada kita akan fungsi SBM sebagai sumber nutrisi (asam amino). Namun begitu jika tidak termanfaatkan dengan baik oleh ternak, sisa protein dalam SBM akan menghasilkan gas yang akan berbahaya karena Non-Starch Polisacharide (NSP) yang tersisa, ini akan dicerna bakteri patogen sehingga mengancam kesehatan saluran pencernaan ternak.

Hal tersebut diamini oleh Josep, berdasarkan hasil riset asam amino yang terkandung dalam SBM lebih seimbang dan beberapa diantaranya tidak dapat ditemukan dalam tanaman lain. Selain itu Josep menilai bahwa utilisasi dari SBM dalam sebuah formulasi pakan belum termaksimalkan dengan baik. Terlebih lagi di masa sekarang ini dimana efisiensi adalah sebuah keharusan dan peternak dihadapkan dengan berbagai macam tantangan dalam budidaya.

“Tantangan di masa kini semakin kompleks, produsen pakan pun harus berlomba – lomba dalam menciptakan pakan yang murah, efisien, tetapi juga berkualitas, oleh karena itu dibutuhkan kustomisasi yang tepat dalam formulasi untuk melakukannya,” tutur Josep.

Di kawasan Asia mayoritas formulasi pakan ternak didominasi oleh jagung, tepung gandum, dan SBM sebagai bahan baku utama. Dalam SBM ternyata terdapat kandungan zat anti nutrisi berupa α-galaktosidase (αGOS). Zat tersebut dapat menyebabkan timbunan gas dalam perut, penurunan absorpsi nutrient, peradangan pada usus, dan rasa tidak nyaman pada ternak.

Hal ini tentunya akan menyebabkan ternak stress dan menyebabkan turunnya sistem imun. Energi dari pakan yang seharusnya dapat dimaksimalkan untuk performa dan pertumbuhan malah terbuang untuk menyusun sistem imun yang menurun. Oleh karena itu dibutuhkan substrat yang dapat menguraikan α-galaktosidase untuk memaksimalkan utilisasi energi dari SBM.

Menurut Josep, di masa kini penggunaan enzim dalam formulasi pakan adalah sebuah keniscayaan. Penambahan enzim eksogen dapat membantu meningkatkan kualitas pakan,meningkatkan kecernaan nutrient (NSP, protein, dan lemak), memaksimalkan utilisasi energi pakan, dan yang pasti mengurangi biaya alias efisiensi formulasi.

ITPSA telah melakukan riset selama 20 tahun lebih dalam hal ini. Setelah melalui serangkaian riset dihasilkanlah produk enzim serbaguna yang dapat membantu memaksimalkan formulasi pakan terutama yang berbasis jagung, tepung gandum, dan SBM yakni Capsozyme SB Plus™. Produk tersebut memiliki bahan aktif kombinasi antara enzim α-galaktosidase dan xylanase yang sudah terbukti dan teruji dapat mengefisienkan formulasi pakan.

Berdasarkan trial pada ransum broiler dan babi pada tahun 2019, Capsozyme SB Plus™ terbukti dapat meningkatkan perfoma pada broiler dan babi. Selain itu, Capsozyme SB Plus™ juga terbukti dapat meningkatkan kecernaan dan menjaga kesehatan saluran pencernaan, sebagaimana terlihat pada tabel 1 dan 2.

Tabel 1. Peningkatkan Kecernaan Pada Broiler (penggunaan Capsozyme SB Plus)


Tabel 2. Peningkatkan Kecernaan Pada Babi (penggunaan Capsozyme SB Plus)


Josep juga mengatakan bahwa Capsozyme SB Plus™ aman digunakan dan dikombinasikan dengan berbagai jenis feed additive lainnya. Dengan menambahkan Capsozyme SB Plus™ dalam formulasi pakan, tentunya akan dihasilkan performa ternak yang baik, meningkatkan kesehatan saluran pencernaan, dan tentunya akan lebih menguntungkan. (CR)



BISNIS KULINER DUKUNG PENYERAPAN PRODUKSI UNGGAS PETERNAK DOMESTIK

ILC ke-17 bahas kiat bisnis kuliner produk hasil unggas. (Foto: Istimewa)

Wirausaha dengan di era milenial memiliki sejumlah keunggulan antara lain, mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas usaha dengan memangkas rantai pasok dan distribusi. Digitalisasi bisnis bahkan mampu membuka akses pasar yang jauh lebih luas bagi pelaku usaha hingga ke ranah global, berkat adanya internet dan sosial media.

Di sisi lain, bagi konsumen mendapat manfaat berupa sarana pemerataan akses pasar bagi masyarakat di berbagai pelosok daerah. Adanya bisnis berbasis digital memungkinkan mereka yang berada di daerah mendapatkan produk dengan harga nyaris sama dengan yang tinggal di kota besar.

Bisnis kuliner menjadi tren di seluruh kota di Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Mulai dari menu yang bervariasi, cemilan hingga makanan berat. Memiliki usaha sendiri merupakan keinginan banyak orang. Fleksibilitas kegiatan dan waktu, hingga omzet yang tak terhingga membuat banyak generasi muda lebih memilih menjalankan usaha sendiri ketimbang bekerja di perusahaan.

Hal itu mengemuka dalam Indonesia Livestock Club (ILC) #Edisi17 yang diselenggarakan Indonesia Livestock Alliance (ILA), Badan Pengembangan Peternakan Indonesia (BPPI) dan Poultry Indonesia, Senin (15/2/2021). ILC kali ini dilaksanakan dalam rangka Program Hilirisasi Industri Perunggasan, dengan tajuk “Kiat Bisnis Kuliner Produk Hasil Unggas”.

Kegiatan menghadirkan tiga narasumber, diantaranya Guru Besar Fapet UGM dan owner Super Farm Prof Dr Yuny Erwanto, yang membahas tentang peran peternak dalam menyiapkan bahan baku kuliner hasil unggas yang berkualitas. Kemudian owner Azyro Fried Chicken, Setya Winarno, membahas seputar manajemen stok bahan baku dan distribusi produk ayam dalam grup warung makan dan Excecutive Chef Hotel Bogor, Sahira Inno Satria, yang memaparkan tentang penerapan dapur terpadu (central kitchen) untuk efisiensi kuliner produk hasil unggas.

Kuliner dengan bahan produk hasil unggas merupakan pilihan tepat, apalagi sumber protein hewani ini relatif mudah diperoleh, harga terjangkau, dapat diolah menjadi berbagai hidangan yang mengundang selera dan disukai banyak orang. Berbagai inovasi dapat dilakukan agar bisnis kuliner tetap relevan sesuai permintaan konsumen, sehingga harus mengetahui seluk-beluk karakter produk hasil unggas, memahami permintaan pasar, pemilihan bahan baku, pengelolaan logistik hingga penanganan keamanan pangannya.

Dengan makin banyaknya kuliner berbahan utama produk hasil unggas dengan berbagai inovasi, layanan dan hidangan menarik, maka akan makin banyak masyarakat yang mengonsumsi sumber protein hewani ini, sehingga meningkatkan asupan gizi protein hewani masyarakat, sekaligus meningkatkan konsumsi unggas dan produknya.

“Menyiapkan rumah makan itu harus menyiapkan juga bahan bakunya, yakni dari ayam hidup. Hal tersebut tidak terlepas dari tujuan untuk menjaga kualitas dan kontinuitas bahan baku,” ujar Setya Winarno.

Oleh karena itu, ia mengingatkan untuk senantiasa menjaga aliran bahan baku agar tidak kelebihan atau kekurangan stok. Kelebihan stok akan membuat uang tidak bisa diputar dan bahan menjadi riskan untuk rusak. Sedangkan jika kekurangan stok, rumah makan tersebut akan mengalami libur dan tidak bisa mendapatkan pemasukan karena tidak ada bahan untuk diolah.

Sementara dari sisi peternak sebagai penyuplai bahan baku produk hasil unggas, Yuny Erwanto berpesan agar para peternak bisa memahami prinsip bisnis kuliner seperti rumah makan, yang kebutuhannya memerlukan spesifikasi khusus seperti ukuran, bentuk potongan, jumlah potongan per ekor, jam pengantaran dan lain-lain.

“Peternakan sebagai penyedia bahan baku produk kuliner hasil unggas juga perlu untuk memahami perihal tata niaga seperti kesepakatan harga, persaingan dan cara pembayaran,” kata Yuny. (IN)

HATCHING HOPE BEREKSPANSI KE KENYA

Hatching Hope berekspansi ke Kenya dengan tujuan menjangkau 10 juta orang di fase 1 melalui dukungan langsung kepada peternak unggas dan kampanye kesadaran konsumen. 

Melalui Hatching Hope, Heifer International dan Cargill selangkah lebih dekat untuk mencapai tujuan meningkatkan gizi dan pendapatan 100 juta orang pada tahun 2030. Kenya adalah negara Afrika pertama untuk program keberlanjutan unggas. Program Hatching Hope di Kenya bertujuan untuk meningkatkan sistem peternakan dan pangan unggas saat ini, untuk membangun sistem pasar yang layak dan adil melalui 'Model Distributor' yang berkelanjutan untuk meningkatkan akses pakan dan dukungan teknis bagi 46.000 rumah tangga peternak unggas. “Hatching Hope menggunakan pendekatan system-wide, dengan tujuan meningkatkan nutrisi dan pendapatan bagi peternak unggas kecil dan keluarganya,” kata Adesuwa Ifedi, Wakil Presiden senior Program Afrika untuk Heifer International. 

Program berfokus pada unggas karena banyak peternak kecil lokal yang telah memelihara ayam dan semua anggota rumah tangga dapat terlibat dalam produksi unggas. Beternak ayam adalah salah satu cara yang paling praktis dan berkelanjutan untuk keluar dari kemiskinan, catat Hatching Hope, karena ayam mudah diberi makan, dikembangbiakkan dan dibawa ke pasar, dan tumbuh dengan cepat untuk memberikan penghasilan dengan cepat. Daging dan telur menyediakan sumber nutrisi yang kaya, terutama protein. Country Director Heifer Kenya, George Odhiambo: "Intervensi ini akan mengarah pada penciptaan bisnis unggas milik petani yang menguntungkan dan berkelanjutan melalui akses ke produk, layanan, dan pasar."

Studi yang dilakukan oleh Heifer International mengungkapkan permintaan produk unggas meningkat, dengan pasokan lokal tidak dapat memenuhi permintaan. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan pasokan daging dan telur. Kampanye kesadaran konsumen akan mempromosikan manfaat produk unggas untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi keluarga, sekaligus meningkatkan kemandirian finansial dan pengambilan keputusan perempuan dalam keluarga peternak. (via poultryworld.net)

HUBBARD KINI BERUSIA 100 TAHUN

Perusahaan pengembangbiakan ayam broiler Hubbard merayakan hari jadinya yang ke-100 tahun ini. Apa yang dimulai dengan sekawanan kecil unggas di sebuah peternakan di Walpole, AS, berkembang menjadi salah satu perusahaan pembibitan ayam pedaging terkemuka di dunia, bercabang ke 100 negara di seluruh dunia.

Ira dan Oliver Hubbard secara resmi mendirikan perusahaan Hubbard Farms pada tahun 1921. Industri unggas telah mengalami perubahan yang luar biasa selama seabad terakhir, dengan hasil yang dramatis untuk kepentingan umat manusia. Hubbard telah dan akan terus memainkan peran penting dalam industri perunggasan. Sejak awal dan seterusnya, anggota keluarga Hubbard dengan cepat membangun reputasi dan bisnis mereka melalui kerja keras dan cerdas, memberikan respect kepada karyawan dan pelanggan mereka, dan terus meningkatkan kualitas anak ayam mereka.

Evolusi pasar dan permintaan konsumen melibatkan Hubbard Farms untuk terus bergerak dan berkembang. Mereka mengadaptasi pembiakan mereka, memelihara unggas tradisional New Hampshire, untuk mendiversifikasi dan memasukkan jenis bulu putih untuk memenuhi segmen pasar baru. Hingga 1950-an, AS adalah pasar utama mereka, dan ekspansi internasional dimulai pada 1960-an di Eropa dan kemudian ke seluruh dunia. Saat ini, Research & Development menjadi core business mereka untuk memastikan perusahaan terus bergerak maju sambil mendengarkan tren pasar, kebutuhan pelanggan, dan permintaan konsumen. Dalam dekade-dekade berikutnya, bisnis mereka ditandai dengan kesuksesan besar dan beberapa kemunduran.

Kelulusan Oliver Hubbard dari New Hampshire Agriculture College pada tahun 1921 dapat dilihat sebagai awal dari Hubbard dalam bisnis unggas komersial. Sejak tahun 1921 hingga diakuisisi oleh Merck pada tahun 1974, Hubbard selalu menjadi perusahaan keluarga. Pada tahun 1997, perusahaan bergabung dengan ISA-group dari Perancis, dengan fokus murni pada pembiakan ayam pedaging sejak tahun 2003, dan pada tahun 2005, Hubbard diakuisisi oleh Groupe Grimaud (sebuah kelompok keluarga Perancis). Pada Februari 2018, Hubbard menjadi anggota Grup Aviagen, grup keluarga Jerman Erich Wesjohann Group (EWG), dan terus beroperasi sebagai perusahaan pengembangbiakan independen dalam Grup Aviagen. (Sumber Poultryworld.net)

NAMIBIA MENINGKATKAN PRODUKSI UNGGAS

Dengan larangan impor unggas ke Namibia di tengah wabah flu burung di banyak negara Eropa, produsen unggas terbesar di negara itu telah meminta sektor unggas untuk menunjukkan bahwa mereka dapat mencukupi kebutuhan sendiri.

Namibia terus meningkatkan produksi unggas lokal selama 5 tahun terakhir dengan pertumbuhan signifikan yang secara khusus terlihat pada usaha kecil dan menengah (UKM). Wabah flu burung yang sangat patogen (HPAI) baru-baru ini di beberapa negara Eropa telah mengakibatkan penangguhan impor unggas hidup dan produk unggas ke negara tersebut. Produsen unggas terbesar di negara itu, Namibia Poultry Industries (NPI), telah meminta semua produsen unggas di negara tersebut untuk menggunakan kesempatan ini untuk menunjukkan bahwa Namibia dapat mandiri dan memenuhi total permintaan lokal.

“Untungnya, Namibia memiliki industri perunggasannya sendiri yang berfungsi dan tidak sepenuhnya bergantung pada impor. Produksi lokal harus melihat peningkatan, yang positif untuk situasi ekonomi saat ini, ”kata Spesialis Perdagangan Internasional di NPI, Arwil Viviers, menambahkan bahwa Namibia adalah salah satu produsen unggas yang paling efektif dan efisien di kawasan Komunitas Pembangunan Afrika Selatan. “Jadi, produsen lokal harus tetap percaya, terus beroperasi dan menyediakan produk ayam kepada masyarakat Namibia dan menciptakan lapangan kerja dengan melakukan itu.”

Viviers melanjutkan, larangan impor seiring dengan pandemi Covid-19 telah menunjukkan betapa pentingnya memiliki industri lokal, tidak hanya untuk ketahanan pangan tetapi juga untuk ketahanan ekonomi negara. “Melihat wabah Avian Influenza di Eropa seharusnya membuat kita berpikir mengapa kita mengonsumsi produk dari negara-negara tersebut pada awalnya ketika kita memiliki produk yang sama yang diproduksi di rumah oleh orang kita sendiri? Mendukung orang lokal tidak pernah sepenting sebelumnya."

DIES NATALIS KE-55 - LUSTRUM XI - DARI FAPET UNSOED: INOVASI UNTUK NEGERI

GELARAN Dies Natalis ke 55 - Lustrum XI Fapet Unsoed, Rabu 10 Pebuari 2021 ini berlangsung secara hybrid, yaitu kombinasi pertemuan langsung (non virtual) dari Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Purwokerto – Jawa Tengah. Dan virtual melalui zoom meeting. Kegiatan di tengah Pandemi Covid-19 kali ini mengharuskan digelar dengan Protokol kesehatan (Prokes) ketat. Hal itu sebagaimana disampaikan Novie Andri Setianto, PhD dalam laporan sebagai Ketua Panitia.

Acara dibuka dengan sambutan Prof Dr Ismoyowati, MP Dekan Fapet Unsoed dan Rektor Unsoed, Prof Dr Suwarto, MS. Keduanya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas prestasi yang telah dicapai Fapet Unsoed dalam berbagai peran untuk pembangunan bangsa melalui pendidikan tinggi maupun atas kiprah dan prestasi alumni Fapet Unsoed di tengah masyarakat.

Sebagaimana tajuk Dies Natalis ke 55 - Lustrum XI tentang “Inovasi untuk Negeri” panitia juga menghadirkan Narasumber dalam Orasi Ilmiah tentang Kebijakan Pemerintah dalam Menjamin Ketersediaan Produk Ternak di Era Kenormalan Baru.

Dan Ir Fini Murfiani, M.Si Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (Dir PPHNak) Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian menyampaikan presentasi mewakili Dirjen Peternakan. Dalam waktu yang terbatas, Fini memaparkan capaian-capaian program Ditjen PKH dalam upaya menjamin ketersedian produk ternak. Misal, untuk memenuhi kebutuhan dan menjamin ketersediaan produk pangan strategis atau ketahanan pangan asal hewan/ternak, pada tahun 2021 Ditjen PKH melaksanakan Program Utama. Yaitu, Program Ketersediaan, Akses dan Konsumsi Pangan yang berkualitas dengan target produksi daging untuk 7 komoditas ternak sebesar 4,54 juta ton.

Sementara Dr Ir Rahayu Widiyanti, SE., MP, SH., S.Pd AUD sebagai narasumber internal Fapet Unsoed dengan tema Orasi Ilmiah yang sama, lebih menyoroti keterkaitan hubungan antar lembaga dalam pengembangan industri peternakan dalam menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan solusi dari hasil kerjasama berbagai kalangan, baik dari pemerintah maupun lembaga lain yang saling men-support. Untuk itu sebagaimana pesan Fini dalam akhir orasinya berharap, agar Fapet Unsoed dengan usiannya yang dewasa kian mampu berperan bersama-sama pemerintah dalam upaya ketersediaan pangan dan kesejahteraan peternak.

Dan pesan dari helat acara ini, bahwa fapet Unsoed sebagai lembaga pendidikan tinggi selalu siap mengabdikan dirinya untuk negeri dengan berbagai inovasi yang dibutuhkan masyarakatnya.

Melalui undangan khusus Zoom meeting, tak kurang 90 peserta mengikuti acara Dies Natalis ke 55 - Lustrum XI Fapet Unsoed yang dihadiri oleh para alumni dari dalam dan luar negeri dari berbagai lembaga.

Dimeriahkan dengan pemberian Award oleh Dekan, kepada para Dosen dan Mahasiswa berprestasi, juga Award diberikan kepada Alumni dan Pihak Mitra kerja. Cindera mata diberikan pula kepada para purna tugas dan turut menghiasi keharuan acara.

Potong tumpeng nasi kuning oleh Prof Dr Ismoyowati, MP dan acara bergambar bersama dengan kaidah Prokes menjadi penutup acara.

Kesan-kesan Alumni

Sementara itu Kafapet-unsoed.com, website yang dikelola keluarga alumni Fapet Unsoed, ikut memeriahkan ulang tahun Fapet Unsoed dengan menyajikan sejumlah artikel, salah satunya artikel tentang kesan-kesan alumni dan tokoh nasional.

Hernani Felomeno Coelho Da Silva salah satu alumni fapet Unsoed asal Timor Leste yang pernah menjadi Menteri Luar Negeri dan Menteri Petroleum Timor Leste ikut memberi kesan-kesan terhadap fapet Unsoed. Tokoh alumni yang pernah menjadi wartawan Infovet itu  mengatakan di belahan dunia manapun berkarya,  alumni Fapet Unsoed tetap dalam satu keluarga Fapet Unsoed.

Sejumlah tokoh nasional juga ikut memberi ucapan selamat antara lain Dirjen peternakan Dr. Nasrullah,  Wakil Gubernur terpilih Sumatera Barat Audy Joinaldy, Dekan Fapet IPB Dr Idat Galih Permana dan Guru Besar Fapet UGM Prof Ali Agus,  dan lain-lain***(DS/Bams)

POLA PEMELIHARAAN UNGGAS HOLISTIK DIBAHAS DALAM STUDIUM GENERALE FK UNPAD

BTC saat memaparkan materinya dalam Studium Generale PPDH FK Unpad. (Foto: Dok. Infovet)

Senin, 8 Februari 2021. Universitas Padjajaran (Unpad) menyelenggarakan kegiatan Studium Generale mahasiswa koas Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Fakultas Kedokteran (FK) Unpad secara daring yang akan berlangsung hingga 11 Februari 2021.

Ketua Program Studi Kedokteran Hewan Unpad, Drh Endang Yuni Setyowati, dalam sambutannya mengatakan bahwa Studium Generale PPDH FK Unpad merupakan pekan pembekalan dan pembelajaran bagi mahasiswa PPDH sebagai persiapan sebelum memasuki semester baru.

Adapun ruang lingkupnya dijelaskan Endang, meliputi refresh materi terkait mata kuliah semester yang akan berlangsung, pembekalan dari para pakar/praktisi/stakeholder sesuai mata kuliah dan pemantapan materi terkait problem terkini dunia kedokteran hewan.

“Alhamdulillah di kondisi pandemi sekarang ini kita mendapat mitra-mitra yang sangat baik sebagai wahana mahasiswa koas untuk kegiatan pencapaian kompetensi sebagai dokter hewan,” ujar Endang.

Ia berharap, “Semoga apa yang disampaikan oleh para narasumber memberikan manfaat bagi mahasiswa dan masyarakat lainnya, khususnya untuk kesejahteraan manusia melalui kesejahteraan hewannya.”

Pada kesempatan tersebut, national poultry technical consultant, Drh Baskoro Tri Caroko (BTC), didaulat sebagai narasumber sesi kedua mewakili Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia (ADHPI). Dihadapan sekitar 40 mahasiswa kedokteran hewan Unpad, Baskoro mengupas materi mengenai upaya sektor perunggasan dalam mewujudkan sumber pangan yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH), terkait pola pemeliharaan unggas secara holistik sebagai strategi pengendalian penyakit untuk meningkatkan produktivitas.

“Sebagai calon dokter hewan, pola pemeliharan unggas secara holistik menjadi sangat penting agar bisa mengurai akar masalah secara profesional dan memberikan manfaat kepada peternak,” kata Baskoro.

Lebih lanjut dijelaskan, pola pemeliharaan holistik menjadi acuan dokter hewan perunggasan karena memperhatikan faktor lingkungan, hewan dan manusia, atau interaksi ketiganya, serta tentunya kesehatan unggas, kepentingan pemilik dan kemakmuran sesama manusia.

“Implementasinya pada peternakan unggas yakni pengendaliannya langsung pada sumber penyebab kejadian penyakit dan menjadi solusi praktis, efektif dan efisien untuk mencegah terjadinya re-emerging disease,” jelas dia.

Ia juga menegaskan, dengan pemeliharaan secara holistik dapat dengan mudah mengendalikan penyakit dengan mencegah terbentuknya sumber penularan dan menghilangkan penyebab terjadinya stres. Lebih memperhatikan kesejahteraan unggas dengan pakan berkualitas dan tertib vaksinasi.

“Dengan berhasil mencegah penyakit dan penyakit re-emerging, daging dan telur unggas menjadi aman, sehat, utuh dan halal, serta bebas dari residu antibiotik dan bahan kimia lainnya,” pungkasnya. (RBS)

NAHKODA BARU ASOSIASI AHLI NUTRISI DAN PAKAN INDONESIA PERIODE 2021-2024

Kongres Nasional V AINI melalui daring. (Foto: Istimewa)

Dalam suasana pandemi, para ahli nutrisi dan pakan Indonesia yang tergabung dalam wadah Asosiasi Ahli Nutrisi dan Pakan Indonesia (AINI) menyelenggarakan Kongres Nasional V secara daring, pada Sabtu (6/2/2021).

Kongres diikuti oleh para dewan pengurus pusat, dewan pengurus wilayah, peninjau dan anggota AINI dari berbagai wilayah di Indonesia, juga dihadiri Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, sekaligus sebagai Wakil Ketua Umum AINI, Dr Nasrullah.

Ketua Umum AINI periode 2015-2021, Prof Dr Nahrowi, mengingatkan tentang tantangan AINI sebagai organisasi profesi di masa kini dan mendatang. Menghadapi tantangan di era digital, yakni semua perubahan bisa terjadi sangat cepat, serba sulit diprediksi, serta ada banyak sekali masalah yang sangat kompleks.

Menghadapi hal itu, ia berharap semua anggota AINI bisa menjadikan tantangan yang ada sebagai peluang berkembang menuju yang lebih baik. “Karena saat ini kita dihadapkan pada perubahan teknologi yang jauh lebih cepat dibanding perubahan bisnis,” kata Nahrowi.

Kongres yang diselenggarakan tiap lima tahun tersebut didahului oleh orasi ilmiah dengan menghadirkan dua narasumber penting, yakni Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas, Ir R. Anang Noegroho Setyo Moeljono MEM, yang membawakan orasi bertema “Tantangan Inovasi dan Teknologi Pakan dalam Mendukung Kebijakan Pembangunan Peternakan Nasional.” Kemudian orasi Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristek/BRIN, Prof Dr Heri Hermansyah S T MEng, mengenai “Pentingnya Sinergitas AINI dengan Kementerian BRIN dalam Kegiatan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat di Bidang Peternakan.”

Dalam kongres yang berlangsung secara kekeluargaan tersebut, pimpinan sidang Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof Dr Ali Agus menetapkan dengan suara bulat yakni Dr Ir Osfar Sjofjan MSc IPU ASEAN Eng sebagai Ketua Umum AINI periode 2021-2024.

Dalam pernyataannya, Osfar mengharapkan koordinasi yang lebih baik lagi antar anggota untuk membentuk kepengurusan AINI yang baru tersebut.

“Karena tantangan ke depan pasti tidak akan mudah. Kita harap arahan, bantuan, serta dukungannya untuk acara-acara AINI ke depan,” katanya. (IN)

CHINA MENCABUT PENANGGUHAN EKSPOR BRASIL

Administrasi Umum Kepabeanan China (GACC) telah mencabut penangguhan ekspornya dari 3 pabrik Brasil pada minggu terakhir Januari 2021.

2 pabrik milik JBS dan 1 milik Aurora, sebelumnya dilarang mengekspor ke Cina menyusul masalah terkait virus Corona. Pabrik JBS yang terkena dampak masing-masing berlokasi di Tres Passos (babi) dan di Passo Fundo (ayam), keduanya terletak di negara bagian Rio Grande do Sul. Selain itu, Cina mencabut penangguhan ekspor daging dari pabrik Aurora di Chapeco, Santa Catarina. Pada bulan April 2020, Passo Fundo JBS, diperiksa oleh Kantor Kejaksaan Tenaga Kerja (MPT) Brasil karena wabah Covid-19 di antara para pekerjanya.

Pada bulan Agustus tahun yang sama, Kementerian Pertanian Brasil memutuskan dengan sendirinya untuk menghentikan ekspor pabrik ini ke China. Dalam catatannya, JBS mengatakan tindakan tersebut mencerminkan misi perusahaan untuk menerapkan tingkat kesehatan dan kualitas tertinggi. Perusahaan saat ini memiliki 25 pabrik di Brasil, yang diizinkan untuk mengekspor ke China.

Dimulainya kembali ekspor dari pabrik Aurora di Chapeco menyusul penangguhan oleh otoritas China awal bulan ini. Perusahaan menyatakan telah menginvestasikan €15 juta untuk menerapkan langkah-langkah untuk melindungi pekerjanya dari virus corona baru. (via poultryworld)

BULGARIA MEMUSNAHKAN KAWANAN LAYER KARENA FLU BURUNG

Wabah flu burung di sebuah peternakan Bulgaria dengan lebih dari 99.000 ayam petelur telah memaksa pihak berwenang untuk memusnahkan kawanan yang tersisa.

Wabah itu adalah yang pertama di negara Balkan dalam tujuh bulan terakhir, menurut badan keamanan pangan Bulgaria.

Pihak berwenang belum menetapkan jenis flu burung di peternakan di kota utara Slaviyanovo itu, tetapi jenis yang dominan di Eropa sekarang adalah H5N8.

Serangkaian wabah flu burung telah dilaporkan di Jerman dan tempat lain di Eropa dalam beberapa bulan terakhir dengan burung liar yang diduga menyebarkan penyakit tersebut.

Risiko terhadap manusia dari penyakit ini dianggap rendah, tetapi wabah di masa lalu di antara unggas peternakan telah mengakibatkan program pemusnahan ekstensif untuk menahan penyebarannya.

PROYEK HENTRACK MENINGKATKAN GENETIKA UNGGAS

Langkah untuk meningkatkan pembiakan ayam petelur dengan menggunakan pelacakan inovatif dan strategi analisis data telah mendapat dukungan dari perusahaan genetika besar.

Perusahaan asal Belanda Hendrix Genetics Layers akan mendukung HenTrack, sebuah proyek penelitian inovatif yang berbasis di Center of proper Housing of Poultry and Rabbits (ZTHZ) di Swiss, yang melihat pembiakan untuk meningkatkan kesejahteraan hewan sekaligus meningkatkan produksi telur yang berkelanjutan pada saat yang bersamaan.

Proyek senilai US $468.000 yang dipimpin oleh Dr Michael Toscano, akan menggunakan fasilitas penelitian skala besar di The Aviforum di Zollikofen untuk melakukan pengamatan yang rinci dan terus menerus terhadap ayam petelur individu selama seluruh periode bertelur. ZTHZ sebelumnya telah menunjukkan pola perilaku yang konsisten dari masing-masing ayam petelur yang sangat berbeda antar ayam. Pola tersebut tampaknya terkait dengan proses biologis dasar (misalnya epigenom) dan terkait dengan kondisi yang relevan dengan kesejahteraan hewan, seperti cedera tulang.

Dengan dukungan dari Open Philanthropy, data yang dihasilkan oleh HenTrack akan mencakup informasi tentang bagaimana hewan menyesuaikan diri dengan stres komersial standar, seperti perubahan pola makan dan vaksinasi, serta variasi dalam lingkungan mereka, termasuk akses ke area luar ruangan (taman). Informasi yang dikumpulkan di Aviforum, menggunakan kelompok besar yang masing-masing terdiri dari 225 ayam petelur dalam sistem kandang komersial, akan digabungkan dengan evaluasi breeding tradisional yang dilakukan oleh Hendrix dalam kelompok kecil dan pengamatan yang lebih terfokus.

Upaya ini akan menghasilkan ayam petelur yang berkinerja baik di semua kondisi kandang. Fokus saat ini adalah pada breed Dekalb White yang berkinerja tinggi, breed yang dengan cepat mendapatkan pangsa pasar di seluruh dunia. Ayam Dekalb White dikenal karena perilakunya yang jinak dan performanya yang bagus.

Selama dekade terakhir, Hendrix telah menjalin kolaborasi penelitian dengan Dr Toscano, dan meyakini jika pekerjaan dengan Dekalb berjalan dengan baik, nantinya dapat diperluas ke breed lain. (Via Poultryworld.net)

BRASIL BERHARAP DAPAT MEMPRODUKSI 14,5 JUTA TON AYAM PADA 2021

Brasil memproyeksikan produksi 14,5 juta ton daging ayam pada 2021, 5,5% lebih banyak dari rekor sebelumnya yang dicapai tahun lalu.

Asosiasi Protein Hewan Brasil (ABPA) memperkirakan konsumsi domestik per kapita 47 kg, naik 4,4% dari tahun 2020 (45 kilogram). Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memperkirakan ekspor Brasil meningkat 2,1% dari tahun ke tahun dibandingkan tahun 2020. Tahun lalu, Brasil mengekspor 4,23 juta ton daging ayam.

The Center for Advanced Studies in Applied Economics (Cepea) di University of Sao Paulo menjelaskan bahwa meskipun China meningkatkan produksi ayamnya sendiri, ekspor Brasil ke China diprediksi akan meningkat pada tahun 2021. Selain itu, ekspor ke negara lain diperkirakan juga akan meningkat.

Menurut Laporan Fokus Bank Sentral, ekonomi Brasil dapat tumbuh sebesar 3,4% pada tahun 2021. Meskipun demikian, tingkat pengangguran yang tinggi, dan berakhirnya bantuan darurat yang diberikan oleh pemerintah federal dapat berdampak negatif pada pendapatan keluarga, terutama di daerah dengan angka kemiskinan tinggi.

Hal itu bisa menguntungkan penjualan daging ayam dan terutama penjualan telur karena harganya lebih rendah dibandingkan dengan protein lainnya. “Kemungkinan vaksinasi Covid-19 memungkinkan orang untuk kembali ke acara sosial, yang juga dapat meningkatkan konsumsi,” kata peneliti Cepea. ABPA memperkirakan bahwa pada 2021, produksi telur Brasil dapat meningkat 5% dibandingkan tahun 2020, menjadi 56,2 miliar telur. Konsumsi diperkirakan mencapai 265 telur per kapita sepanjang tahun, 6% lebih tinggi dari perkiraan pada tahun 2020. (Via Poultryworld)

GEN EDITING MEMBUAT AYAM KEBAL TERHADAP FLU BURUNG

EggXYt, perusahaan Israel, baru-baru ini merambah ke bidang pencegahan penyakit, khususnya proyek untuk mengembangkan ketahanan terhadap flu burung (AI) pada ayam.

“Sejak awal, kami mengidentifikasi pencegahan penyakit pada unggas sebagai masalah yang layak dipecahkan,” kata perusahaan itu. “Dengan AI khususnya, setiap kali wabah dilaporkan, biasanya semua unggas dalam radius tertentu harus dimusnahkan oleh hukum, terlepas dari apakah mereka telah terinfeksi atau tidak. Wabah AS tahun 2015, misalnya, menyebabkan kematian 50 juta unggas dan kerugian ekonomi sebesar US $3,3 miliar. Saat ini, beberapa negara menangani AI dengan vaksin dan langkah-langkah biosekuriti yang ditingkatkan, tetapi ini tidak cukup untuk mencegah semua wabah.”

EggXYt mengumpulkan tim ahli biologi molekuler kelas dunia yang keahliannya terletak pada penyuntingan gen dan ilmu unggas. Dengan menggunakan gen editing, tim tersebut dapat memberikan kekebalan genetik pada ayam terhadap sejumlah penyakit contohnya adalah flu burung.

“Kami percaya gen editing adalah masa depan semua pembiakan. Ini lebih cepat, lebih tepat, lebih murah, dan mampu melakukan lebih banyak dibandingkan dengan breeding tradisional. Tentu saja, kami mendukung penyebarannya dengan cara yang aman dan teregulasi,” lanjut EggXYt. “Kami berencana untuk menjadi yang terdepan dalam solusi kesehatan hewan berbasis gen editing yang akan meningkatkan kesejahteraan hewan, mengubah rantai pasokan protein hewani, dan meningkatkan keberlanjutan industri ini secara keseluruhan. Kami berharap dapat mencapai ini baik melalui inovasi internal maupun melalui lisensi teknologi eksternal untuk usaha masa depan kami dalam genetika unggas dan spesies lainnya.” (Via poultryworld.net)

WORK BASED ACADEMY, PROGRAM MAGANG TINGKATKAN KETERAMPILAN SARJANA PETERNAKAN

Yesakh Ryan saat magang pada peternakan broiler unit Kalimantan Tengah. (Foto: Istimewa)

Mencari pengalaman sebelum bekerja menjadi hal penting bagi sebagian besar manusia. Banyak cara untuk mendapatkan pengalaman, salah satunya melalui magang. Begitu pula dengan Yesakh Ryan, lulusan Universitas Palangka Raya program studi (prodi) Peternakan yang menjadi salah satu peserta Work Based Academy (WBA) batch 2.

WBA merupakan program kerja sama antara Fakultas Peternakan UGM dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Yesakh Ryan sendiri saat ini ditempatkan pada peternakan broiler unit Kalimantan Tengah.

Ia bercerita sempat pesimis saat mendaftar program WBA. Hal ini karena banyak pendaftar lain yang berasal dari universitas ternama di Indonesia.

“Tetapi keinginan saya yang besar untuk berkarir di dunia perunggasan membuat saya semangat dan tetap maju. Saya berpikir, meskipun akhirnya tidak lolos, setidaknya saya pernah mencoba,” ucap Yesakh Ryan, saat sesi monitoring evaluasi rutin WBA yang dilakukan melalui daring, Jumat (15/1/2021).

Berkat usaha dan tekad yang besar, Yesakh dinyatakan lolos menjadi bagian WBA batch 2. Banyak hal yang sudah ia didapatkan, terutama pada materi yang kemudian diterapkan saat magang di lapangan. Pemahaman akan situasi lapangan dan cara mengatasi permasalahan menjadi pembelajaran yang didapatkan. Disana, ia juga mendapat bimbingan langsung oleh mentor berpengalaman di bidang perunggasan.

“Sebagian peternak belum semua mengetahui mengenai manajemen pemeliharaan kandang closed house yang sesuai dengan standar perusahaan. Hal ini mengakibatkan saat proses pemeliharaan kurang maksimal. Tetapi kendala tersebut dapat diatasi dengan mendiskusikan segala permasalahan dengan tim atau mentor saat di lapangan,” ucapnya.

Tentunya dengan pengalaman yang diperoleh saat magang, menjadikan Yesakh lebih unggul dan siap menghadapi dunia pekerjaan serta mampu bersaing dengan SDM dari dalam maupun luar negeri.

“Saya bersyukur bisa mendapat kesempatan luar biasa ini dan menjadikan saya tidak menyesal telah terjun di bidang peternakan,” ungkap Yesakh.

General Manager Human Capital PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Ir M. Syafri Afriansyah, memaparkan bahwa setiap peserta WBA mendapatkan pendampingan dari mentor atau senior selama magang enam bulan.

“Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta dalam budi daya broiler menggunakan sistem closed house. Sehingga setiap peserta benar-benar mengetahui bagaimana business process dalam peternakan broiler yang dijalankan secara efisien,” tutur Syafri.

Sementara Dekan Fakultas Peternakan UGM sekaligus penggagas program WBA, Prof Dr Ir Ali Agus DAA DEA IPU ASEAN Eng, menjelaskan bahwa lulusan program studi peternakan harus mampu menjawab tantangan perkembangan industri 4.0 atau disruption era.

“Adaptasi dengan adanya perubahan pola tersebut harus mampu dihadapi dengan bijaksana, yakni dengan meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan saat ini. Complex problem solving menjadi target keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap peserta program WBA,” kata Prof Ali. (IN)

KONSOLIDASI PETERNAK DAN STAKEHOLDER STABILKAN HARGA AYAM HIDUP

Konsolidasi stakeholder perunggasan sepakati kenaikan harga

Selasa 2 Februari 2021 yang lalu diadakan pertemuan antara peternak yang tergabung dalam asosiasi (GOPAN & PINSAR), pemerintah (Kementan, Kemendag, & satgas pangan), serta perwakilan anggota DPR. Mereka membahas urgensi harga live bird yang kembali anjlok dibawah HPP.

Berdasarkan penuturan Mukhlis, salah seorang perwakilan peternak, harga ayam hidup di kandang per tanggal 2 Februari 2021 anjlok di level Rp. 15.000 – Rp. 16.000 per kilogram di berbagai wilayah. Padahal, HPP peternak berada di angka Rp. 19.000 – Rp. 19.500.

“Sekarang ini harga pakan saja sudah menyentuh Rp.7.200 – Rp.7.500/kg, DOC Rp. 6.300 – Rp. 6.500, kalau harga jualnya cuma Rp.15.000 – Rp. 16.000 rugi banget kita. Minimal kita HPP di Rp. 19.000-an,” tutur Mukhlis.

Senada dengan Mukhlis, Kholik yang juga peternak asal Malang juga mengungkapkan keluhannya terhadap harga ayam yang kembali anjlok. Menurutnya peternak dalam hal ini lebih baik daripada pemerintah yang memberikan subsidi harga ayam hidup.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah mengatakan bahwa pemerintah sudah semaksimal mungkin berkoordinasi dan berkolaborasi dalam menstabilkan harga ayam hidup. Dirinya secara blak-blakan juga mengancam kepada semua stakeholder untuk tidak “bermain di air keruh”.

“Kami sudah atur kuota impor GP, kita atur cutting segala macam, kalau sudah begini masih ada yang macam – macam, nanti biar kita cabut izin usahanya. Data kami ada, yang belum melakukan cutting silakan ikuti aturannya, kami juga sudah berkolaborasi dengan kemendag dan kementerian terkait, pokoknya ini harus selesai,” sergah Nasrullah.

Pada hari itu akhirnya seluruh perwakilan yang hadir menyepakati adanya kenaikan harga ayam hidup sebesar Rp.1000/kg per tanggal 3 Februari 2021. Nantinya di hari – hari berikutnya harga ayam hidup akan dinaikkan secara bertahap sebesar Rp.500 hingga menyentuh Rp.19.000/kg sesuai dengan HPP.

Ketua Umum PINSAR yang juga anggota Komisi IX DPR – RI Singgih Januratmoko mengatakan bahwa situasi perekonomian yang tidak kondusif kini juga mempengaruhi rendahnya daya serap daging ayam. Oleh karena itu, upaya perbaikan harga unggas harus dilakukan secara bertahap.

“Sekarang semua juga sedang lesu, makanya kita harapkan kenaikan ini benar – benar bisa mencapai harga Rp.19.000 dengan penyerapan yang baik,” tutur Singgih.

Ia juga berharap peran pemerintah juga dalam menjaga kondisi permintaan dan penawaran perunggasan. Pengawasan harus terus dilakukan hingga situasi normal sehingga harga yang terbentuk juga sesuai dengan harapan para peternak.(CR)

TELUR DAN MANFAAT GIZI DI MASA PANDEMI DIBAHAS DI ILC

Webinar ILC edisi ke-16 membahas mengenai Telur dan Manfaat Gizi di Masa Pandemi. (Foto: Dok. Infovet)

“Telur merupakan sumber protein hewani paling murah yang mudah terjangkau masyarakat. Protein hewani sangat penting, terutama untuk anak dalam masa pertumbuhan. Telur adalah protein hewani termurah, kaya akan gizi, serta mengandung banyak vitamin. Karena sangat lengkap zat gizi yang terkandung, telur sering kali disebut Kapsul Ajaib,” ujar panitia Indonesia Livestock Club (ILC), Andang S. Indartono dalam webinar ILC edisi ke-16 bertajuk “Telur dan Manfaat Gizi di Masa Pandemi”, Senin (1/2/2021).

Khususnya di era pandemi saat ini selain penerapan protokol kesehatan yang ketat, juga dibutuhkan asupan sumber pangan yang bergizi untuk membangun sistem pertahanan tubuh dalam melawan penyakit, salah satunya melalui telur ini.

Menurut Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan, DR Dhian Probhoyekti Dipo MA, Indonesia masih mengalami kendala kekurangan dan kelebihan gizi bagi anak maupun balita, serta permasalahan kekurangan energi kronis bagi ibu hamil. Hal ini diakibatkan asupan pangan yang kurang bergizi dan tidak beragam.

“Untuk itu sesuai arahan presiden, kita harus melakukan perbaikan pola konsumsi makanan sesuai gizi seimbang, perbaikan perilaku sadar gizi, peningkatan akses terhadap sumber gizi dan lain sebagainya,” tutur Dhian yang menjadi pembicara pertama.

Salah satu sumber pangan bergizi, lanjut dia, adalah telur yang memiliki gizi lengkap, ketersediaan melimpah, harga murah, daya terima baik, pengolahannya mudah, hingga diterima oleh semua agama.

“Telur menjadi prioritas pilihan yang paling layak sebagai sumber protein hewani keluarga. Data dari BPS 2018, konsumsi telur kita baru hanya 20,58%, untuk itulah edukasi dan pemahaman mengenai manfaat telur sangat diperlukan, apalagi di era pandemi. Perlu upaya bersama untuk meningkatkan konsumsi telur ini,” katanya dihadapan 300 peserta yang hadir.

Alasan mengapa pentingnya telur dikonsumsi, dipaparkan Dhian adalah karena di dalam telur terkandung nilai gizi yang sangat baik, diantaranya energi (154 kkal), protein (12,4 g), lemak (10,8 g), zat besi (3,0 mg), kalsium (86 mg), fosfor (258 mg), zinc (1,5 mg), vitamin (A, B1, B2, B3) dan lain sebagainya. Sehingga konsumsi satu butir telur sangat disarankan, khususnya bagi anak dalam masa pertumbuhan dan ibu hamil (perkembangan dan pertumbuhan sel otak janin dan anak).

Kendati demikian, lanjut dia, saat ini masih banyak mitos yang terjadi di masyarakat mengenai konsumsi telur, yakni mitos alergi, kolesterol, bahkan ibu hamil tidak disarankan mengonsumsi telur.

“Padahal faktanya tidak semua anak alergi akibat konsumsi telur, memperkenalkan telur sejak dini justru membantu mengurangi reaksi alergi. Kemudian telur mengandung protein dan 11 vitamin dan mineral yang sangat baik dalam memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil,” ungkapnya.

“Konsumsi satu butir telur juga tidak akan meningkatkan kolesterol, itu sudah dilakukan penelitian. Karena satu butir telur setiap hari, gizi keluarga terpenuhi, bebas stunting dan Indonesia kuat,” pungkas Dhian.

Webinar yang dilaksanakan pada pukul 13:00 WIB ini juga menghadirkan pembicara lain yakni Penasehat Pinsar Petelur Nasional, Yoseph Setiabudi dan Guru Besar FKH Unair, Prof Dr Ir Sri Hidanah MS. Webinar diselenggarakan atas kerja sama Indonesia Livestock Alliance (ILA) dan Badan Pengembangan Peternakan Indonesia (BPPI). (RBS)

HA-IPB SALURKAN 1.000 PAKET BANTUAN TAHAP DUA KE BOTTENG UTARA, MAMUJU SULAWESI BARAT

Himpunan Alumni IPB, konsisten mengulurkan tangan kepada korban bencana

Kembali Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) menyalurkan 1.000 paket bantuan tahap kedua untuk warga terdampak gempa di beberapa dusun di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Sabtu (30/1). Tim ARM HA-IPB dipimpin Wakil Sekretaris Jenderal 1, Musbakri Ahmad, serta didukung personel DPD HA-IPB Sulsel dan DPD HA-IPB Sulbar.

Dalam aksi kali ini, ARM HA-IPB mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke lima dusun yang paling parah di tiga desa. Kelima dusun itu adalah Dusun Pasada, Dusun Popangan, dan Dusun Adi-adi di Desa Botteng Utara; Dusun Tekbong di Desa Botteng Induk, kedua Desa itu berada di Kecamatan Simboro; serta Dusun Suri, Desa Pasangaan, Kecamatan Tapalang. 

ARM HA-IPB menyediakan beragam jenis bantuan kemanusiaan yang amat dibutuhkan warga, sesuai hasil kajian cepat dan masukan dari jaringan relawan Desa Quran pimpinan tokoh filantropi Sunaryo Adhiatmoko. Bantuan kemanusiaan itu berupa terpal untuk tenda, paket hygiene dan sanitasi pribadi, beras, mi instan, perlengkapan kebutuhan kaum perempuan dan lansia (pembalut dan diapers), perlengkapan salat (mukena dan sarung), serta paket bingkisan anak-anak. 

“ARM dan mitra-mitranya berkewajiban menyalurkan bantuan ini kepada mereka yang paling membutuhkan. Dan kawasan yang kami pilih ini memang mengalami dampak cukup parah akibat gempa 14-15 Januari 2021 lalu,” ujar Musbakri. Untuk Desa Botteng Utara saja, misalnya, dengan total penduduk 2.560 jiwa, sekitar 90 persen bangunan rusak berat, termasuk bangunan sekolah dan tiga mesjid. Masih banyak warga yang membutuhkan terpal dan tenda, karena rumah mereka tak bisa dihuni lagi akibat rusak berat.

Penyaluran bantuan kepada para korban gempa

Menurut rencana, ARM HA-IPB masih akan melanjutkan misi kemanusiaan di Sulawesi Barat dengan mengirimkan bantuan tahap ketiga. Sasaran bantuan tahap ketiga adalah pengadaan air bersih dan sanitasi (water and sanitation) serta dukungan renovasi mesjid.  “Air bersih dan rumah ibadah adalah kebutuhan mendesak warga. Hal ini kami identifikasi setelah berdiskusi dengan masyarakat dan jaringan relawan yang bergiat di Botteng Utara,” kata Ahmad Husein, Ketua Umum ARM HA-IPB. 

Bantuan kemanusiaan yang disalurkan hari ini tak lepas dari dukungan para mitra yang menyalurkan donasi mereka melalui ARM HA-IPB. Mereka adalah DPD HA-IPB Sulsel, Yayasan Jendela Kemanusiaan Lestari (JKL), DPD HA-IPB Sulawesi Tenggara, Sekolah Bisnis IPB (SB IPB), Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) Masjid Alumni IPB, Trans Berkah Makmur, Anthoceros (kelompok 9 TPB Angkatan 20), dan Sirius (Badan Eksekutif Mahasiswa) FPIK-IPB. (INF)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer