-->

KEKHAWATIRAN SALMONELLA – PRANCIS MENARIK 3 JUTA TELUR

Pihak berwenang Prancis telah memerintahkan penarikan sekitar 3 juta telur karena kemungkinan terkontaminasi salmonella. Telur dalam jumlah yang lebih kecil juga telah ditarik. Badan kesehatan melaporkan bahwa, sejauh ini, 8 orang dilaporkan sakit dengan kemungkinan terkait dengan kontaminasi tersebut, tetapi tidak ada rawat inap yang dilaporkan.

Distributor telur Ovalis telah mengumumkan penarikan sejumlah besar telur yang dijual dengan berbagai merek oleh semua jaringan supermarket besar Prancis, termasuk Carrefour, Auchan, dan Leclerc, serta telur yang didistribusikan oleh jaringan bank makanan Restos du Coeur di seluruh Prancis.

Menurut Ovalis, penarikan pencegahan diperlukan karena potensi kontaminasi Salmonella Typhimurium. Telur tersebut telah dijual dalam kotak berisi selusin, 10, atau setengah lusin antara 29 September dan 10 Oktober dengan tanggal kedaluwarsa hingga 31 Oktober. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa hanya sejumlah kecil telur yang mungkin terkontaminasi, tetapi telur-telur tersebut telah tercampur di tempat pengemasan mereka dengan sejumlah besar telur lainnya, sehingga penarikan kembali 3 juta telur dalam skala besar diperlukan.

PETERNAK UNGGAS PERTAMA MOLDOVA MENDAPAT LAMPU HIJAU UNTUK MENGEKSPOR KE UE

Bulan Oktober, produsen telur konsumen pertama di Moldova diberi hak untuk mengekspor produksinya ke Uni Eropa, kata Badan Keamanan Pangan Nasional Moldova (ANSA).

Pihak berwenang Moldova menyatakan bahwa ini adalah tonggak penting bagi industri unggas negara itu, yang telah lama berjuang keras untuk memenuhi syarat untuk mengekspor daging dan telur ayam pedaging ke UE. "UE membuka pintunya lebar-lebar bagi produsen dari Republik Moldova," klaim ANSA.

Di tingkat nasional, Moldova diizinkan untuk mengekspor produk unggas ke UE pada Maret 2023. Namun, butuh waktu hampir 1,5 tahun bagi perusahaan pertama, yang namanya tidak disebutkan, untuk menerima izin untuk memulai pengiriman sebenarnya.

Presiden Moldova Maia Sandu menyambut baik perkembangan tersebut. Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di halaman Facebook-nya, Sandu menyatakan, "Mendapatkan hak untuk mengekspor daging unggas segar [ke UE] menunjukkan bahwa produsen Moldova tahu cara memastikan standar keamanan pangan dan kualitas tinggi Eropa."

UE adalah mitra ekonomi utama Moldova. Menurut Kementerian Ekonomi, 65% ekspor Moldova dikirim ke pasar UE. Pada tahun 2023, Moldova tidak mengekspor daging, sebagian karena wabah flu burung di negara tersebut. Wabah ini secara signifikan merusak potensi investasi industri unggas, seperti yang dilaporkan oleh outlet berita lokal, Mold Street, mengutip pelaku pasar lokal.

SETAHUN SETELAH VAKSINASI FLU BURUNG DI PRANCIS

Setelah satu tahun, vaksinasi bebek terhadap flu burung yang sangat patogen (HPAI) sejauh ini terbukti berhasil di Prancis. Dokter hewan unggas Leni Corrand memberikan tanggapan.

Corrand, yang bekerja untuk kelompok dokter hewan ANIBIO, mengatakan Eropa telah mengalami 5 krisis flu burung besar selama dekade terakhir, dengan 13 juta hewan dimusnahkan pada tahun 2016/7, 22 juta pada tahun 2020/1 dan 46 juta pada tahun 2021/2, termasuk 21 juta di Prancis, yang sebagian besar adalah bebek tetapi juga melibatkan 4,5 juta ayam petelur. Berbicara di konferensi tahunan Komisi Telur Internasional di Venesia, Corrand mengatakan 1 juta ayam petelur dan 200.000 ayam dara juga telah hilang pada tahun 2023, yang menyebabkan penurunan jumlah ayam nasional sebesar 4,3% dibandingkan dengan tahun 2021.

Itik, katanya, adalah bom virus dan sangat rentan terhadap flu burung, yang menyebarkan virus dalam jumlah besar. Mentalitas dan budaya industri tersebut menyebabkan peternakan juga menyebabkan penyebaran virus.

Ia mengatakan bahwa pada akhir tahun 2022 pilar manajemen tradisional berupa deteksi dini, pemusnahan reaktif, pemusnahan preventif, dan biosekuriti dianggap tidak berhasil. Kelompok vaksinasi industri unggas dibentuk pada musim gugur tahun 2022, yang melibatkan perusahaan produksi, praktik veteriner, dan perusahaan farmasi. Kelompok tersebut mempertimbangkan penerapan praktis vaksinasi dan pengawasan serta mengevaluasi 5 skenario berbeda, dan membagikan analisis mereka kepada para pengambil keputusan publik.

Sebuah komite pengarah dibentuk oleh pemerintah Prancis pada bulan Januari 2023 untuk melanjutkan vaksinasi preventif. Pemerintah memutuskan untuk melakukan vaksinasi pencegahan wajib bagi semua kawanan bebek yang berjumlah lebih dari 250 ekor (64 juta ekor), mulai Oktober 2023.

Tender untuk 80 juta dosis vaksin Boehringer Ingelheim Animal Health VOLVAC B.E.S.T. telah disetujui pada Juni 2023 dan tender kedua untuk 60 juta dosis, yang akan digunakan antara Juni dan November 2024, telah mendapat lampu hijau pada Mei 2024. Tender ini dibagi antara VOLVAC B.E.S.T. (33 juta dosis) dan Ceva Santé Animale CEVA Respons (27 juta dosis).

Vaksin ini didanai bersama oleh Negara dan industri bebek, dengan Negara membayar 85% untuk tahun pertama. Total biaya yang diperkirakan mencapai €105 juta untuk 60 juta bebek, termasuk 1,2 juta indukan, jauh lebih rendah dari €1,4 miliar yang harus dikeluarkan Prancis akibat krisis HPAI pada tahun 2021/2.

Vaksinasi dimulai pada tanggal 1 Oktober 2023 dengan menyuntik bebek pedaging sebanyak dua kali, antara hari ke-10 dan ke-21, dan kemudian 3 minggu kemudian. Vaksinasi dapat diberikan saat menetas, tetapi vaksin Boehringer Ingelheim berminyak dan memperlambat proses, sehingga diperlukan banyak tenaga kerja. Vaksin Ceva dapat diberikan saat menetas dan kemudian 21-28 hari kemudian, dan diperlukan tenaga kerja yang lebih sedikit, tetapi ada tantangan logistik termasuk menyimpannya pada suhu -80°C.

Corrand berbicara tentang sifat sukarela vaksinasi HPAI pada bebek indukan, sementara produsen harus mempertimbangkan implikasi perdagangan potensial, kemungkinan infeksi, dan kedekatan dengan lokasi strategis. Sejauh ini, 4 suntikan diperlukan di bagian belakang bebek, dan penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung – ada antibodi yang lebih buruk yang bertahan pada bebek Muscovy.

GEMAR KONSUMSI KULIT AYAM? COBA PERTIMBANGKAN LAGI

Olahan kulit goreng krispi yang banyak dijadikan camilan. (Foto: shutterstock/kohuku)

Harus diakui, gurih dan nikmatnya kulit ayam yang digoreng krispi bisa menggoda selera makan siapapun. Anak-anak hingga orang dewasa suka menikmatinya. Tetapi bagi penggemarnya dan sering mengonsumsinya, cobalah pertimbangkan lagi.

Karyoto, fotografer media online di Jakarta, mendadak berhenti mengunyah sepiring kulit ayam tepung yang digoreng kering. Gara-garanya, bersamaan ngemil camilan krispi itu, ia membaca ulasan artikel tulisan seorang dokter sekaligus ahli nutrisi yang menjadi kontributor di media tempat ia bekerja. Artikel tersebut berjudul “Jika Ingin Sehat, STOP Konsumsi Kulit Ayam Goreng!

Lelaki berambut ikal ini tercengang membaca artikel yang mengulas bahaya keseringan mengonsumsi kulit ayam goreng. Bisa dimaklumi, saat ini umur fotografer sudah menginjak 54 tahun. Berat badannya lebih dari 85 kg. Artinya umur sudah setengah abad dan bobot badannya tergolong tambun.

Separo camilan kesukaannya itu ia geser sedikit menjauh dari jangkauan tangannya. Camilan kesukaan itu ia beli dari warung makan tak jauh dari kantornya. Siang itu ia masih duduk di meja kerjanya. Ia masukan kembali ke dalam kertas bungkus, lalu diberikan kepada temannya.

“Dari dulu memang suka banget sama kulit ayam goreng krispi. Gurih banget, kalau di rumah buat lauk sama sambel,” tutur Karyoto kepada Infovet, saat berkunjung ke kantornya.

Fotografer senior ini mengaku sebenarnya sudah pernah membaca artikel yang mengulas kandungan nutrisi pada kulit ayam, plus bahaya jika dikonsumsi berlebihan. Tetapi Karyoto berpikiran, yang namanya berlebihan itu kalau dirinya makan satu baskom sekaligus. Tapi sejak membaca artikel yang ditulis seorang dokter tadi, Karyoto mengaku berhenti konsumsi kulit ayam goreng. Tidak berhenti total, hanya sesekali saja.

“Aku ini termasuk bandel kalau urusan makanan. Sudah ada yang ingetin, tapi karena kulit ayam itu gurih, jadi keterusan,” ungkapnya.

Renyah dan rasa gurih olahan kulit ayam goreng kering memang menjadikan olahannya disukai banyak orang. Andai saja kandungan lemak kulit ayam tak tinggi, bisa jadi camilan favorit banyak orang.

Seberapa bahaya konsumsi kulit ayam bagi kesehatan? Sudah banyak platform dan media online yang mengulas tentang kandungan bagian dari ayam ini. Salah satunya portal FatsecretIndonesia.id, platform yang khusus mengulas tentang kandungan nutrisi ini menyebutkan kulit ayam dalam 100 gram mengandung 454 kalori dengan rincian kalori: 82% lemak, 0% karbohidrat, dan 18% protein.

Menurut Akromah SGz RD selaku Dietisien di Rumah Sakit Umum Pemerintah Fatmawati (RSUP Fatmawati), hampir semua olahan kulit hewani memiliki kandungan lemak, termasuk kulit ayam dan kulit sapi. Dietsien ini menyebutkan, kandungan lemak pada kulit ayam memang lebih tinggi dibandingkan dengan kulit sapi.

“Tapi masih aman-aman saja sih dikonsumsi, asal porsinya yang wajar. Sumber pangan hewani itu memang mengandung kolesterol. Termasuk kulit ayam,” ujarnya kepada Infovet.

Kekhawatiran sebagian orang mengonsumsi olahan kulit ayam karena takut terkena kolesterol, menurut ahli nutrisi ini, dianggap wajar. Akibat kekurangtahuan mereka akan kandungan nutrisinya. “Pokoknya, selama tidak terlalu sering dan dalam porsi yang wajar, itu tidak masalah,” imbuhnya.

Tak Bahayakan Jantung
Menurut Akromah, sampai kapanpun kolesterol menjadi momok semua kalangan, baik anak muda, apalagi yang sudah menjelang lansia. Padahal, tak semua kolesterol itu buruk untuk kesehatan. Sudah banyak media yang mengulas tentang dua jenis kolesterol di dalam tubuh manusia, yakni LDL (Low Density Lipoprotein) atau yang biasa disebut sebagai kolesterol jahat dan HDL (High Density Lipoprotein) atau yang biasa disebut kolesterol baik.

“Kondisi tubuh akan tidak bagus jika prosentase koleterol LDL lebih banyak di dalam tubuh dibandingkan kolesterol HDL,” ujarnya.

Dua jenis koleterol tersebut (HDL dan LDL) sama-sama dibutuhkan tubuh. Namun kondisi tubuh akan baik jika perbandingan antara keduanya sesuai kebutuhan di dalam tubuh. Hanya saja, jika konsumsi sumber lemak hewani terlalu banyak, maka jumlah kolesterol jahatnya pun akan banyak juga.

Dalam artikel tentang kandungan kulit ayam yang sudah di-review dr Andreas Wilson Setiawan Mkes, di platform Hellosehat.com, jumlah lemak total mencapai 44,2 gram dalam setiap 100 gram kulit ayam mentah. Jika dikonsumsi secara berlebihan kulit ayam bisa meningkatkan kolesterol atau menambah lemak tubuh. Meski demikian, ada manfaat yang bisa didapatkan dari mengonsumsi kulit ayam, asalkan tidak berlebihan dan dimasak dengan tepat.

Pertama, lemak baik. Lemak dalam kulit ayam lebih banyak terkandung dalam jenis lemak baik (lemak tak jenuh) dibandingkan lemak jahat (lemak jenuh). Departemen Pertanian Amerika Serikat melaporkan bahwa 100 gram kulit ayam mengandung sekitar 12 gram lemak jenuh dan mengandung 19 gram lemak tak jenuh. Artinya, kulit ayam mungkin tidak membahayakan kesehatan jantung jika dimakan dalam jumlah yang tidak berlebihan. Karena kandungan lemak tak jenuh dalam kulit ayam yang lebih besar mungkin dapat mencegah penyakit jantung. Lemak tak jenuh berpotensi membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol.

Kedua, mengurangi penyerapan minyak pada daging. Memasak ayam dengan kulitnya dapat membantu menjaga kelembapan daging ayam. Saat memasak ayam dengan suhu tinggi, kulitnya berfungsi sebagai penghalang minyak. Dengan begitu, minyak tidak diserap berlebihan ke dalam daging sehingga kelembapan daging ayam terjaga. Jika memasak ayam tanpa kulit, minyak bisa langsung terserap pada daging dan menyebabkan daging ayam kering.

Ketiga, mengurangi asupan garam. Karena rasa kulit ayam sudah gurih, maka tidak perlu menambahkan terlalu banyak garam lagi. Penambahan sedikit garam dalam masakan ayam sudah cukup membuat masakan tersebut lezat. Kebanyakan garam justru dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Mengurangi asupan garam membantu menurunkan tingkat tekanan darah, terutama pada orang dengan tekanan darah tinggi.

Keempat, tinggi protein. Kulit ayam mengandung protein. Jika mengonsumsinya dalam porsi sewajarnya, makanan ini bisa membantu menurunkan berat badan. Meningkatkan asupan protein dapat memberikan rasa kenyang. Hal ini bisa mengurangi keinginan untuk makan lebih banyak. Jika mampu mengontrol nafsu makan, berat badan bisa terjaga, apalagi jika rutin berolahraga.

Agar Sehat Makan Kulit Ayam
Bagi penggemarnya, mungkin tidak perlu menghindari memakan ayam dengan kulitnya lagi. Tetapi yang harus diingat, mengonsumsi kulit ayam dalam jumlah banyak juga berbahaya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat makan kulit ayam.

Pertama, jangan mengonsumsinya secara berlebihan. Meski lebih banyak mengandung lemak baik daripada lemak jahat, tetapi tetap saja kulit ayam mengandung lemak. Makan berlebihan dapat menambah kalori berlebih pada tubuh.

Kedua, usahakan jangan masak kulit ayam sampai kering. Memasak kulit ayam terlalu kering dapat menghilangkan zat gizi yang terkandung di dalamnya. Bahkan, justru bisa meningkatkan kandungan lemaknya. Cara terbaik memasak kulit ayam mungkin dengan menggorengnya agak renyah atau direbus bersama sop.

Ketiga, usahakan tidak melapisi kulit ayam dengan tepung. Tepung hanya akan membuat lebih banyak minyak terserap dalam kulit ayam. Hal ini bisa menambah kandungan lemak dan kalori kulit ayam. Setelah diberi bumbu, sebaiknya langsung masak ayam dengan minyak rendah kolesterol seperti minyak jagung atau kanola.

Keempat, pilih cara memasak kulit ayam seperti memanggang, menumis, mengukus, atau menggoreng dengan minyak yang tidak terlalu banyak. Jika mengonsumsi dalam batas wajar dan memasaknya dengan mengurangi minyak, makan kulit ayam bisa memberikan keuntungan tersendiri.

Itulah dua sisi kelebihan dan kekurangan tentang olahan kulit ayam. Bagi para penggemarnya, ada baiknya menimbang secara bijak saat konsumsi kulit ayam dalam bentuk olahan apapun. Tetap nikmat, tetap sehat. ***


Ditulis oleh:
Abdul Kholis
Koresponden Infovet daerah Depok,
Konsultan media dan penulis buku,
Writing Coach Griya Menulis (Bimbingan Menulis Buku & Jurnalistik),
Juara I Lomba Jurnalistik Tingkat Nasional (Unsoed, 2021) & Juara I Kompetisi Menulis Artikel Tingkat Nasional dalam rangka HATN, 2022

IKUTI PELATIHAN FORMULASI, PRODUKSI, UJI MUTU PAKAN SAPI PERAH

Mari ikuti Pelatihan Formulasi, Produksi, dan Uji Mutu Pakan Sapi Perah.

Peternakan sapi perah memainkan peran penting dalam penyediaan susu yang berkualitas. Untuk mendukung peningkatan produksi dan kualitas susu di Indonesia, CENTRAS IPB University mengadakan pelatihan Formulation, Production, and Rapid Test of Dairy Cattle Feed Quality.

  • 20-21 November 2024: Materi in-class di Ibis Styles Bogor Pajajaran, Bogor
  • 22 November 2024: Pabrik Pakan, Tangerang Selatan

Tingkatkan pengetahuan Anda dalam pengelolaan pakan sapi perah untuk mendukung produktivitas dan kualitas susu nasional!

Daftar Segera (Kuota Terbatas) https://ipb.link/fprt-dairycattle2024

Narahubung :

Asmadini wa.me/6285780525614

Maya wa.me/6281381684690


PETERNAK APRESIASI GEBRAKAN “MR CLEAN” UNTUK SERAP SUSU SECARA BESAR-BESARAN

Susu sapi. (Sumber: Sciencemag)

Para peternak sapi mengapresiasi gebrakan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, yang mewajibkan pelaku usaha Industri untuk melakukan penyerapan susu sapi rakyat secara besar-besaran.

Bagi peternak, gebrakan tersebut patut diacungi jempol karena Mentan telah membuktikan diri sebagai "Mr Clean" di sektor pertanian dan peternakan.

“Kami menyambut positif kesepakatan yang difasilitasi pemerintah dalam hal ini gebrakan langsung dari Bapak Menteri Pertanian sebagai Mr Clean yang meminta perusahaan menyerap susu sapi rakyat,” ujar Ketua Perhimpunan Peternak Sapi Kerbau Indonesia (PPSKI), Nanang Perus Subendro, Senin (11/11/2024). 

Menurut Nanang, gebrakan tersebut tengah menjadi pembicaraan hangat di kalangan peternak sapi. Mereka bersyukur pemerintah akhirnya turun tangan dan mau membantu peternak kecil dalam mengembangkan usahanya.

“Kebetulan kemarin saya komunikasi dengan beberapa senior dan semua sepakat bahwa Pemerintah harus turun tangan untuk menyelesaikan masalah peternakan,” katanya.

Ia berharap melalui kebijakan ini pemerintah terus membangkitkan dunia peternakan agar kembali bergairah. “Peternak memang sangat mengharapkan uluran tangan pemerintah dengan membuat kebijakan yang membuat dunia peternakan bergairah kembali. Apakah itu berupa subsidi bahan konsentrat, subsidi bunga bank, maupun penggantian sapi yang ada/ex PMK dengan sapi yang bagus dan sehat,” katanya.

Pada senin kemarin, Mentan Amran berhasil mempertemukan peternak sapi perah, pengepul, dan industri pengolahan susu. Dalam mediasi tersebut, semua pihak yang terlibat bersepakat untuk bekerja sama agar produksi susu dalam negeri dapat terserap.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Pertanian akan mengubah regulasi untuk mewajibkan industri susu menyerap susu dari peternak lokal. Dengan adanya kebijakan ini, industri pengolahan susu nasional harus bisa menyerap semua susu peternak, kecuali susu mengalami kerusakan. Mentan meyakini, kebijakan ini akan berdampak pada meningkatnya gairah para peternak sapi perah dalam berproduksi. (INF)

AKSI PROTES, MENTAN PERTEMUKAN PETERNAK DAN INDUSTRI PENGOLAHAN SUSU

Konferensi pers Mentan Amran usai pertemukan peternak dan industri pengolahan susu di kantornya. (Foto: Istimewa)

Aksi protes peternak dan pengepul kepada industri pengolahan susu akhirnya berujung damai. Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mempertemukan peternak sapi perah, pengepul, dan industri pengolahan susu. Dalam mediasi tersebut, semua pihak bersepakat bekerja sama agar produksi susu dalam negeri dapat terserap.

“Kami sudah mempertemukan industri, peternak, dan pengepul. Semuanya sudah sepakat untuk berdamai,” ujar Amran, saat konferensi pers usai pertemuan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (11/11/2024).

Sebagai langkah konkret, Kementan akan mengubah regulasi untuk mewajibkan industri susu menyerap susu dari peternak lokal. “Seluruh industri wajib menyerap susu peternak. Kami sudah sepakati, tandatangani, dan kirim surat ke dinas peternakan provinsi dan kabupaten untuk ditindaklanjuti,” ucapnya.

Dengan adanya kebijakan ini, industri pengolahan susu nasional harus bisa meyerap semua susu peternak, kecuali susu memang mengalami kerusakan. Amran meyakini, kebijakan ini akan berdampak pada meningkatnya gairah para peternak sapi perah dalam berproduksi.

“Kami harapkan industri bersama pemerintah turun tangan untuk membina para peternak dan membantu meningkatkan kualitas susu dalam negeri. Ini sesuai dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerintah untuk hadir di tengah-tengah industri dan peternak bisa tumbuh bersama,” ungkapnya.

Pihaknya pun berjanji akan melakukan evaluasi ketat terhadap pelaksanaan kebijakan ini. Untuk sementara, lima perusahaan pengolahan susu ditahan izin impornya untuk memastikan mereka memenuhi kewajiban menyerap produksi peternak.

“Saya yakin industri akan mematuhi kebijakan kami. Tapi jika mereka menolak, kami akan cabut izin impor mereka selamanya. Ini ketegasan kami pemerintah untuk melindungi peternak,” tegas Amran.

Kebijakan Kementan tersebut akan diikuti Peraturan Presiden (Perpres) yang mewajibkan industri menyerap produksi susu dalam negeri. Aturan ini diharapkan dapat membalikkan kebijakan yang berlaku sejak krisis ekonomi tahun 1997/1998, saat Inpres No. 2/1985 tentang Koordinasi Pembinaan dan Pengembangan Persusuan Nasional dicabut karena mengikuti letter of intent antara Pemerintah RI dengan IMF. Sejak saat itu, ketergantungan pada impor meningkat drastis, dari 40% pada 1997 menjadi 80% saat ini.

Mensesneg Prasetyo Hadi, yang turut hadir dalam pertemuan, turut menyampaikan apresiasinya kepada Kementan yang sigap mencari solusi.

“Inilah yang menurut saya harus kita galakkan, meskipun ada permasalahan kita mencari solusi bersama-sama, tumbuh bersama teman-teman industri dan peternak susu. Menurut saya ini energi positif, karena industri ini vital, semua membutuhkan asupan gizi termasuk susu,” kata Prasetyo.

Sementara menurut salah satu pengepul susu asal Pasuruan, Bayu Aji Handayanto, yang turut melakukan aksi membuang susu kemarin, sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah menggelar mediasi.

"Semua berjalan lancar. Saya mewakili peternak sapi perah merasa terharu. Kami seperti mendapat sosok bapak baru, inspirasi kami kini didengar oleh Bapak Menteri Pertanian, Mensesneg, dan Wamentan yang telah merespons cepat," katanya.

Ia menambahkan bahwa selama ini tuntutan peternak hanya satu, namun dalam pertemuan mediasi mereka mendapat banyak perhatian dari pemerintah. Salah satu langkah yang sangat diapresiasi adalah akan dimasukkannya susu ke dalam daftar Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting (Bapokting), yang menurutnya akan memberi perlindungan lebih bagi peternak lokal. (INF)

TASYAKURAN KANTOR PT NAGA TOBING KARYA

Seremoni pengguntingan pita oleh direksi PT Naga Tobing Karya (Foto: Infovet) 

Prosesi pengguntingan pita pembukaan dan tasyakuran PT Naga Tobing Karya (PT NTK) cukup meriah di tengah teriknya sinar matahari. Berlangsung di kawasan Taman Yasmin, Bogor, acara ini dihadiri para undangan dari berbagai perusahaan perunggasan mulai pembibitan, produksi pakan, hingga penyedia obat hewan salah satunya PT Tekad Mandiri Citra.  

Resmi berbadan hukum pada Mei 2024, PT NTK perusahaan kemitraan ayam broiler, hadir di tengah kondisi harga livebird yang kurang baik serta banyaknya perusahaan serupa yang tumbang.  

Ading Nurjaman, Co-CEO PT NTK mengemukakan bisnis kemitraan sejatinya adalah bisnis kepercayaan. “Komitmen kami adalah tanggung jawab dan mengelola dengan baik, agar perusahaan bertahan di situasi apapun,” tandas Ading ditemui redaksi Infovet usai acara, Jumat (8/11). 

Ia menambahkan, usia PT NTK memang masih sangat muda akan tetapi unggul dalam mengusung konsep kerjasama yang jelas hingga jaringan pendistribusian yang luas.

“Program pembinaan bakul sejak awal telah kami adakan. Ranah kami memang peternak kecil dengan populasi mulai dari 5 ribu, namun tidak perlu khawatir mengenai penyerapan hasil panen kami siap menampung,” imbuhnya.

Foto bersama direksi dan tim PT Naga Tobing Karya

Saat ini PT NTK memiliki 60 kemitraan dengan populasi mencapai 1 juta ekor. Memiliki kantor cabang di Bogor dan Tangerang.

“Kami optimis, ditambah kami dipercaya sebagai salah satu suplier dalam Program Makanan Bergizi Gratis pastinya berharap bisnis kami semakin tumbuh dengan target berikutnya semoga dapat mendirikan RPA,” lanjut Ading.

Pembukaan hingga akhir acara ini dipandu Heri Irawan selaku GM Sales Operations PT NTK. Ditutup dengan makan bersama dan ramah tamah dengan para undangan diantaranya PT Charoen Pokphand Indonesia, PT Japfa Comfeed Indonesia, PT Sreeya Sewu, PT Farmsco Feed Indonesia, PT New Hope Indonesia, PT CJ Feed & Care, PT Padma Karya Prima, dan PT Nutricell Pacific. (NDV) 

HADIRI! SEMINAR NASIONAL OUTLOOK BISNIS PETERNAKAN 2025



Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) dengan bangga mengundang Anda untuk menghadiri Seminar Nasional Outlook Bisnis Peternakan 2025 yang mengangkat tema “Program MBG (Makan Bergizi Gratis): Angin Segar Bagi Industri Peternakan?”

Program MBG adalah sebuah inisiatif yang bertujuan untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi kepada kelompok yang membutuhkan, dengan fokus pada anak-anak atau kelompok rentan lainnya. Dalam program ini, makanan yang disediakan mengikuti standar gizi yang ditetapkan, di antaranya kebutuhan protein, vitamin, mineral, dan energi yang mencukupi.

Program MBG ditujukan untuk pelajar di sekolah-sekolah atau anak-anak dalam komunitas yang mungkin tidak memiliki akses yang memadai terhadap makanan bergizi. Dengan menyediakan makanan yang sehat dan bergizi secara gratis, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan kelompok yang dilayani, serta membantu menciptakan kondisi yang lebih baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak bangsa.

Oleh karena itu, sub sektor peternakan diharapkan dapat berkontribusi besar dalam penyediaan protein asal hewani dan menjadi momentum yang sangat tepat. Namun apakah hal itu akan membawa angin segar bagi industri peternakan di Indonesia? Simak kelanjutannya dalam Seminar Nasional Outlook Bisnis Peternakan 2025 “Program MBG (Makan Bergizi Gratis): Angin Segar Bagi Industri Peternakan?” yang akan terlaksana pada:

• Hari/Tanggal: Rabu, 20 November 2024
• Lokasi: Hotel Avenzel Cibubur, Jawa Barat
• Biaya: Rp 800.000/orang (Bank Mandiri Cabang Pasar Minggu Pejaten 126.0098041451 a.n. ASOHI)

Narasumber:
• Dr. Drs. Nyoto Swignyo, M.M. (Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional)*
• Ketua Umum/Perwakilan dari GPPU, GPMT, PINSAR INDONESIA, AMI, PPSKI, HPDKI, dan ASOHI

Moderator: ASOHI

Keterangan: (*) dalam konfirmasi

Klik link pendaftaran: https://bit.ly/SBP_2025
atau hubungi GITA EO: Ibu Aida (0818-0659-7525)


Kami tunggu kehadiran Anda!

WASPADAI PARAMPHISTOMIASIS SAAT MUSIM HUJAN

Paramphistomum sp., ditemukan pada kerongkongan kerbau yang mati karena SE (dok. kasus lapangan/istimewa)

Beberapa daerah di Indonesia pada Oktober 2024 memasuki musim penghujan. Perubahan dari musim kemarau ke penghujan bisa menimbulkan stres pada beberapa ruminansia. Stres akan memicu penurunan daya tahan tubuh ternak yang mendorong kemunculan beberapa penyakit strategis.

Wabah bisa terjadi dan muncul kembali pada beberapa penyakit strategis bila imunitasnya tidak cukup baik. Musim penghujan juga menimbulkan kelembapan tinggi pada lingkungan pemeliharaan ternak, yang menimbulkan suasana yang nyaman bagi berkembangnya agen penyakit strategis yang siap menginfeksi.

Melalui kajian beberapa ahli kesehatan hewan, pemerintah telah menetapkan beberapa penyakit strategis. Kajian atau penilaian, pembobotan beberapa aspek parameter penilaian yang telah dilakukan terhadap beberapa jenis penyakit, di antaranya seberapa sering menimbulkan wabah, penularan atau penyebarannya, aspek zoonosisnya, kerugian ekonomi yang ditimbulkannya, serta beberapa parameter penting lainnya.

Salah satu dari penyakit strategis yang ditetapkan pemerintah adalah kecacingan, yang bisa disebabkan oleh cacing nematoda, trematoda, maupun cestoda. Kecacingan pada ternak ditetapkan sebagai salah satu penyakit strategis karena bobot kerugian ekonomi yang ditimbulkan sangat besar. Penurunan bobot badan, penghambatan pertumbuhan, memicu infeksi penyakit lainnya yang menimbulkan kematian.

Trematoda yang merupakan salah satu kelompok kecacingan sering menjadi perhatian saat pemeriksaan di rumah pemotongan hewan (RPH) adalah infestasi cacing hati. Di antara kelompok trematoda selain cacing hati, yang tidak kalah pentingnya adalah paramphistomiasis, yang disebabkan oleh infestasi Paramphistomum sp. Cacing dewasa jenis ini bisa ditemukan di lipatan-lipatan selaput lendir rumen dan retikulum, sedangkan yang muda bisa ditemukan pada usus halus. Parasit dewasa lebih banyak ditemukan pada rumen dari ruminansia.

Paramphistomiasis pada infestasi sedang hingga berat menyebabkan kekurusan bahkan kematian. Parasit saluran pencernaan ini mempunyai mulut pengisap yang menempel erat ke dinding mukosa usus. Melalui dua mulut pengisapnya di bagian depan dan bawah, parasit melekat erat pada mukosa usus, mengisap darah, dan menyebabkan kerusakan mukosa.

Parasit mengisap makanan dan darah, menyebabkan ternak ruminansia menjadi kurus, pucat atau anemis, lemah, dan mati. Parasit bisa menginfestasi ternak (sapi, kerbau, kambing, domba), dan satwa liar (rusa, pelanduk). Kemetian bisa terjadi pada ternak karena kekurusan, kekurangan darah, serta infeksi agen penyakit lainnya. Pada saat bedah bangkai pada ternak yang mati, bisa ditemukan adanya parasit ini dalam jumlah yang banyak dengan kondisi hidup di usus besar ternak.

Distribusi Paramphistomiasis
Paramphistomiasis merupakan parasit yang umum ditemukan pada... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Oktober 2024.

Ditulis oleh:
Ratna Loventa Sulaxono
Medik Veterner Ahli Pertama
Balai Veteriner Jayapura
&
Sulaxono Hadi
Purna tugas Medik Veteriner Ahli Madya
di Kota Banjarbaru

SOSIALISASI PROGRAM PERCEPATAN PENYEDIAAN DAGING SAPI, SUSU, DAN TELUR

Peta jalan pemenuhan kebutuhan susu segar dan daging sapi guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (Foto: Dok. Humas Kementan)

Mengundang kurang lebih 17 media massa, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mengadakan kegiatan Sosialisasi Program Percepatan Penyediaan Daging Sapi, Susu, dan Telur, Kamis (7/11) di Jakarta. 

Kegiatan ini sekaligus untuk menjalin kedekatan yang baik dengan media yang telah banyak membantu menyebarluaskan berita-berita peternakan serta program maupun kegiatan strategis Ditjen PKH.

Agenda kegiatan dibuka Kepala Biro Humas dan lnformasi Publik, Kementan, Roy Malindo SPt MSi disusul pembacaan dokumen arahan Dirjen PKH, Dr drh Agung Suganda MSi yang berhalangan hadir. 

Ketua Kelompok Hukum dan Hubungan Masyarakat, Ditjen PKH Andika Prima Hadi SH MH dalam kesempatan tersebut mewakili Dirjen PKH untuk memaparkan beberapa poin penting dalam program serta kegiatan strategis Ditjen PKH.  

Salah satunya adalah peningkatan produksi khususnya susu segar dan daging sapi serta efisiensi agar tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, namun juga dapat mengurangi ketergantungan pada impor.

“Dalam rangka mencapai visi Indonesia Emas 2045, pemerintah menetapkan Asta Cita sebagai misi utama yang terdiri dari delapan poin. Ditjen PKH mendukung penuh Asta Cita ini dengan menjalankan program prioritas yang terkait langsung dengan subsektor peternakan dan kesehatan hewan,” urai Andika.

Program prioritas tersebut mencakup peningkatan produksi, modernisasi sarana produksi, penguatan tata kelola, pengembangan akses pasar, hingga pelatihan bagi peternak 

“Kami mengajak rekan media untuk memberikan dukungan dalam bentuk pemberitaan dan penyebaran berita positif terkait upaya yang dilakukan oleh Kementan, khususnya Ditjen PKH dalam upaya mewujudkan swasembada pangan dalam hal ini yaitu pangan asal ternak,” imbuh Andika. 

Usai pemaparan, dilanjutkan sesi diskusi dengan media. Diantaranya membahas upaya Kementan dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha peternakan.

Selain itu mengemuka topik yang dahulu disebut Pekarangan Pangan Lestari. Belum lama ini Kementan bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bergerak cepat dan berkolaborasi untuk mengoptimalkan peran desa dalam mewujudkan swasembada pangan. Melalui Gerakan Nasional Pangan Merah Putih, desa-desa di seluruh Indonesia dihidupkan untuk mendukung swasembada pangan dan program makan bergizi bergratis (MBG) diantaranya untuk menghasilkan hasil asal pangan ternak salah satunya telur. 

Pada program pekarangan pangan lestari mendukung makan bergizi, Kementan akan membagikan secara gratis benih cabai, benih sayuran, rumah benih, umbi-umbian, ayam/itik petelur, pakan, kandang, serta memberikan pendampingan. Melibatkan peran kepolisian dalam pengawasan dan pembinaan.

Kementan juga menyusun peta jalan atau roadmap pemenuhan kebutuhan susu segar dan daging sapi hingga tahun 2035. Target ini mencakup impor satu juta ekor sapi perah dan satu juta ekor sapi pedaging dari negara-negara seperti Australia, Brazil, New Zealand, Mexico, dan Amerika Serikat. (NDV) 

DOMPET DHUAFA GALI POTENSI PETERNAKAN GUNUNG KIDUL MELALUI KEMITRAAN INTI - PLASMA

Simbolis penyerahan domba program Inti-Plasma Breeding di Desa Plumbon Kidul, Logandeng, Playen Gunungkidul
(Foto : Dompet Dhuafa)


Dompet Dhuafa Yogyakarta bersama BMT UMMAT membangun kerjasama program Inti-Plasma Breeding untuk masyarakat, dengan menggali potensi peternakan di daerah pelosok, dimana hasil breeding domba nantinya akan diberikan kepada masyarakat. 

Acara serah terima domba program Inti-Plasma Breeding disahkan di desa Plumbon Kidul, Logandeng, Playen Gunungkidul pada Hari Jumat  (1/11/2024), dengan dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul Wibawanti Wulandari, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Rismiyadi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan M. Johan Wijayanto, serta beberapa  warga setempat.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta Muhammad Zahron mengatakan, Dompet Dhuafa terus berupaya menghadapi tantangan zaman dalam melayani mustahik, dengan menyesuaikan programnya pada kondisi dan situasi masyarakat yang terus berkembang. 

Zahron mengharapkan, melalui program ini akan membantu meningkatkan kesejahteraan peternak lokal sekaligus memperkuat Yogyakarta sebagai destinasi wisata kuliner yang khas dengan berbagai olahan daging domba. Selain itu, kesadaran masyarakat Muslim terhadap ibadah kurban semakin meningkat setiap tahunnya. 

"Melalui program ini, diharapkan kebutuhan hewan kurban menjelang Idul Adha dapat terpenuhi," kata Zahron, dalam keterangan persnya, Rabu (6/11/2024).

Program pemberdayaan ternak domba ini diadakan untuk memenuhi permintaan pasar daging domba yang terus meningkat serta untuk memenuhi permintaan hewan kurban disetiap tahunnya. Program ini merupakan hasil kolaborasi  Dompet Dhuafa Yogyakarta dan BMT UMMAT sebagai Mitra Pengelola Zakat. 

Tujuan dari program ini adalah untuk memfasilitasi dan meningkatkan produktivitas peternak lokal serta memanfaatkan peluang ekonomi yang ada di sektor wisata kuliner Yogyakarta.

Seiring berkembangnya Yogyakarta sebagai tujuan wisata kuliner, permintaan akan daging domba berkualitas semakin meningkat. Program peternakan domba ini hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan memberikan dukungan berupa pelatihan teknis, bantuan modal, dan akses ke pasar yang lebih luas. Para peternak lokal akan dibina dalam pemilihan bibit domba unggul, penerapan metode pemberian pakan yang sesuai, serta pengelolaan kesehatan ternak yang optimal.

Perwakilan dari BMT UMMAT Dewi menjelaskan, program Inti-Plasma Breeding merupakan program inisiasi Dompet Dhuafa Yogyakarta melalui DD Farm Yogyakarta untuk memberdayakan peternakan domba dengan skema inti-plasma terpadu.

Dalam program ini, lanjut Dewi, BMT UMMAT dipercaya oleh Dompet Dhuafa Yogyakarta Kembali untuk ikut menjadi mitra kerjasama. Dengan total domba 21 ekor, 1 ekor pejantan dan 20 ekor betina. 

"Tentunya program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat/peternak, dan untuk menjaga keberlangsungan populasi domba, serta  menjadi kemitraan strategis bagi masing-masing pihak.” kata Dewi.

Sementara Wibawanti Wulandari selaku Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul dalam sambutannya menyampaikan, adanya program ternak domba di Gunungkidul ini, diharapkan menjadi salah satu langkah awal bagi kabupaten untuk semakin berkembang.  Apalagi dijelaskan Wibawanti, berbagai keunikan dan potensi yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul. 

"Disini saya mewakili Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sangat berterimakasih dan mendukung program ini yang nantinya kami akan ikut serta dalam memberikan penyuluhan serta pemeriksaan kesehatan hewan ternak domba ini, karena kita ketahui bahwa kasus PMK pada hewan masih sering terjadi dan di Kabupaten Gunungkidul kasus wabah antraks masih sering terjadi," ujar Wibawanti. (INF)

TERNAK SAPI MATI SECARA MISTERIUS DI GORONTALO, DINAS TERKAIT SULIT AMBIL TINDAKAN

Salah Satu Sapi Yang Mati Milik Peternak
(Foto : Istimewa)


Kematian ternak sapi milik warga di kecamatan paguyaman, kabupaten boalemo sejak beberapa tahun terakhir terus menjadi momok menakutkan dikalangan peternak. Banyaknya laporan dan keluhan warga, membuat bidang peternakan dinas pertanian provinsi gorontalo angkat bicara dan akan melakukan penelusuran lebih lanjut.

Meski sudah terjadi sejak tahun 2014, bidang peternakan Provinsi mengaku tak pernah mendapatkan informasi atas kematian puluhan sapi milik warga ini. Kini, bidang peternakan Provinsi telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Boalemo untuk melakukan pendataan dan investigasi awal.

Kabid peternakan Provinsi Gorontalo pun menegaskan akan segera menindaklanjuti kejadian ini dan segera mengungkap penyebab pasti matinya puluhan ternak sapi di Paguyaman ini. Sementara itu, UPTD Laboratorium Veteriner Gorontalo pun mengaku akan segera melakukan uji Laboratorium terhadap ternak sapi yang ada di Paguyaman.

Sayangnya saat ini, petugas belum bisa melakukan uji laboratorium karena bangkai sapi yang mati telah dijual dan tidak ada sampel yang bisa diperiksa. Hingga kini, Laboratorium Veteriner juga belum bisa memastikan penyebab matinya ternak sapi milik warga, namun ada dua kemungkinan yakni benar benar sengaja diracuni atau terpapar wabah Antraks.

Bidang peternakan dan Laboratorium Veteriner Gorontalo meminta dan menghimbau agar segera melaporkan jika kasus kematian ternak sapi kembali terjadi, agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Warga pun diharapkan dapat lebih menjaga dan memperhatikan ternak sapi yang ada, mulai dari pemberian pakan dan tidak melepas liarkan ternak sapi. Sebelumnya, warga mengaku sudah lebih dari 50 ekor ternak sapi di Kecamatan Paguyaman yang mati dengan kondisi perut mengembung hingga mengeluarkan busa di bagian mulut dan hidung.

Bahkan beberapa kali warga mengaku menemukan racun dibagian perut ternak sapi yang mati. Kejadian itu pun membuat sejumlah peternak mengalami kerugian hingga Puluhan Juta Rupiah. (INF)

30 TAHUN KIPRAH DRH KOKOT FEBRUHADI, TECHNICAL CONSULTANT AGRO PRIMALAB

Kokot Februhadi (tengah) beraktivitas di lapangan.

Menuju Kota Surabaya, Kokot Februhadi meninggalkan kampung halamannya yang berada di Kecamatan Lubuk Sikaping, Sumatera Barat. Berpamitan sekaligus mendapat restu dari orang tua, Kokot memantapkan hatinya untuk menuntut ilmu di Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga. 

Kini sudah 30 tahun, Kokot berkiprah di bidang peternakan dan sekarang dipercaya sebagai Technical Consultant Agro Primalab. Yang menjadi distributor produk Datamars Livestock, perusahaan penyedia teknologi dan manajemen peternakan yang berpusat di Switzerland. Kokot saat ini lebih banyak mengurus sapi perah. 

Tantangan tersendiri dirasakan oleh pria kelahiran 6 Februari 1968 ini yang sekarang menghabiskan waktu di peternakan sapi, khususnya di Provinsi Jawa Timur. 

Flashback ke tahun 1994, selepas mendapat gelar dokter hewan, Kokot mengawali karirnya di Cibadak Indah Sari Farm (CISF) kemudian memperoleh panggilan untuk menempati posisi Sales Feed di Guyofeed pada tahun 1995 sampai 2010.

Tahun 2010 hingga 2015, Kokot bekerja untuk Evialis Indonesia di Divisi Quality Control & Laboratorium, serta Technical Support Supervisor. Kokot bergabung ke Invivo Indonesia tahun 2015 sebagai Poultry R&D Specialist and Technical Support Manager dan memegang penuh test farm ayam broiler dan layer.

“Dua test farm ini berfungsi mensupport tim sales di lapangan. Selain itu test farm ini sebagai bench marking produk dari kompetitor, tempat melakukan tes bahan baku pakan maupun premiks sebelum kita distribusikan ke customer, sekaligus tempat melatih para peternak untuk dapat mencapai produksi terbaik. Pelatihan peternak ini sangat penting karena sebagus apapun pakan, peralatan dan genetik ayam, tanpa di-support manajemen yang baik (SDM), hasilnya tentu tidak maksimal,” terang Kokot.  

Ketika Invivio diakuisisi ADM Company di tahun 2018, Kokot tetap memegang penuh tanggung sebagai Poultry R&D Specialist and Technical Support Manager sampai 2020. 

Kemudian momen di mana ADM diakuisisi De Heus, pada 2020 hingga 2023 Kokot dipromosikan sebagai Poultry Trainer Specialist and Technical Support Manager dan Deputy Sales Manager.

Pengalaman dan jam terbang yang banyak sebagai sales, membuat ayah 3 anak ini menjalin networking sangat luas.

“Dimulai dari jualan DOC broiler layer sampai pakan, luar biasa banyak ilmu yang saya peroleh baik melalui pertemuan dengan teman-teman peternak maupun relasi bisnis,” tambahnya.

Menangani persyaratan registrasi produk obat hewan dan pakan juga pernah Kokot lakukan, sehingga ia banyak memiliki jaringan ke Kementerian Pertanian, dinas/instansi peternakan maupun badan karantina.

Di De Heus, Kokot banyak mensupport tim sales di lapangan dan peternak untuk tata laksana manajemen peternakan hingga mencapai performa optimal. Termasuk mengikuti berbagai pelatihan ke Belanda dan Perancis, serta berjumpa tenaga ahli di bidang teknologi peternakan ayam broiler.

Berkunjung ke breeding farm De Haas, Belanda

Monitor Kesehatan Sapi

Bergabung dengan perusahaan Agro Primalab bagi Kokot menambah deretan pengalaman yang telah ia miliki.

“Sewaktu di Guyofeed, saya sebenarnya sudah banyak mempelajari manajemen dalam peternakan sapi perah baik itu bab reproduksi maupun gangguan reproduksi pada sapi. Saat ini di Agro Primalab, ilmu memonitor kesehatan hewan ternak ini lebih banyak saya terapkan,” ungkap Kokot.

Salah satu upaya dalam meningkatkan produktivitas sapi perah adalah dengan menerapkan manajemen pemeliharaan, berupa kegiatan recording atau pencatatan data ternak.

Agro Primalab menyediakan layanan konsultasi sekaligus peralatan seperti Active Tag (chip yang dikalungkan di leher sapi), yang salah satunya memiliki kegunaan mendeteksi posisi sapi digembalakan di mana dalam radius jarak tertentu. Selain itu juga bermanfaat memonitor kesehatan dan pendeteksi birahi. Chip ini terhubung dengan internet yang langsung mengirim notifikasi ke HP peternak tentang kondisi sapi. ”Info ini memungkinkan peternak melakukan IB tepat waktu sehingga angka kebuntingan tinggi,” jelas Kokot.

Inovasi teknologi terkini bisa disinergikan dengan peternak, stakeholder, koperasi yang nantinya untuk pengadaan fasilitas serta tatanan manajemen pemeliharaan yang baik.

Karena tidak lama lagi Program Makan Bergizi dan Minum Susu yang menjadi program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo akan terlaksana, menurut Kokot percepatan produktivitas sapi juga harus mengiringi. Pemerintah juga akan mendatangkan jutaan sapi perah dan indukan sapi pedaging untuk mendongkrak produktivitas.

“Program tersebut menjadi peluang besar bagi semua yang menjalankan profesi di sektor peternakan. Harapan ke depan, ternak sapi menjadi andalan Indonesia dan tidak bergantung lagi pada impor daging sapi dan susu,” ujar Kokot. 

Ia turut menyoroti kasus PMK di Indonesia yang cukup berdampak signifikan dari segi populasi. Penyebab munculnya kembali PMK setelah 32 tahun dinyatakan bebas PMK, adalah kebijakan yang mengakibatkan longgarnya peraturan impor ternak/hasil ternak dari luar negeri.

Dosen Praktisi

Selain aktif dalam perusahaan, beberapa waktu lalu Kokot juga memperoleh undangan untuk mengajar sebagai dosen praktisi di Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya.

Pada kesempatan tersebut, Kokot memaparkan materi dan kajian seputar perkembangan feed additive dalam nutrisi unggas serta nutrisi dan pakan ayam organik, herbal, free range dan probiotik.

Penggemar olahraga tenis meja ini kerap menjadi pembicara dalam seminar. Ia dikenal dalam menyampaikan materi sangat mudah dipahami peserta yang mayoritas adalah peternak.

“Ketika dipercaya sebagai pembicara, persiapan data atau materi sebelum dipaparkan mesti matang. Saya yakin dengan penyampaian yang dirangkai menggunakan tata bahasa sederhana dan rapi, juga akan mendapat feedback positif,” jelasnya. 

Kokot senang menyelipkan guyonan dan perumpaan-perumpaan yang tentunya disesuaikan dengan keseharian yang dihadapi peternak di kandang. (NDV)

CLARIANT RESMIKAN FASILITAS PRODUKSI BARU FEED ADDITIVE DI INDONESIA

Seremoni pemotongan pita berlangsung di area pabrik PT Clariant Adsorbents Indonesia yang terletak di Limus Nunggal, Cileungsi, Bogor. (Foto-foto: Istimewa/Dok. Clariant)

Memiliki jaringan pertambangan global sekaligus sebagai perusahaan penghasil clay terbesar di dunia, Clariant bersiap meningkatkan industri peternakan Tanah Air. Peresmian fasilitas produksi baru untuk feed additive, Rabu (23/10), di pabrik PT Clariant Adsorbents Indonesia berlokasi di Cileungsi kini semakin mendekatkan Clariant dengan para pelanggan.

“Kami sangat bersemangat dengan dibukanya fasilitas produksi imbuhan pakan Clariant yang baru di pabrik kami di Cileungsi. Fasilitas berteknologi tinggi yang kami terapkan sesuai standar Clariant Jerman, diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar kepada industri peternakan serta berperan di seluruh rantai pasokan untuk pasar Asia Pasifik,” ujar Direktur Utama PT Clariant Adsorbents Indonesia, Pandu Wibowo.

Sebagai penyedia utama produk khusus berbasis bentonit, Clariant mendefinisikan keseluruhan nilai mulai dari eksplorasi, penambangan, pemrosesan, pemurnian, hingga solusi yang disesuaikan dengan industri dan pelanggan.

Country Head PT Clariant Indonesia, Hans Gert Herrel, mengatakan goals Clariant adalah Greater Chemistry between People and Planet. Menghasilkan inovasi yang bertahan dalam jangka panjang tanpa merusak lingkungan, berkelanjutan bagi kehidupan yang baik bagi makhluk hidup di bumi.

“Kami menyadari tanggung jawab kami untuk menciptakan nilai melalui bidang kimia. Kami berkomitmen pada kualitas juga keamanan dan semua produk kami telah lulus uji in vitro dan in vivo. Karena permintaan pangan global terus meningkat, industri pakan ternak harus terus berinovasi dan mengembangkan solusi baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat modern,” ungkap Hans.

(Dari kiri) Hans Gert Herrel, Pandu Wibowo, Imron Suandy, Arief Wicaksono, Erika Kusuma Wardani.

Clariant secara selektif menargetkan mikotoksin dengan tetap mempertahankan nutrisi pakan yang penting. Terdapat 11 produk unggulan toxin binder Clariant diperkenalkan dalam acara peresmian ini.

Di antaranya adalah Toxisorb™ yang sebelumnya diproduksi di Jerman, kini akan diproduksi di Indonesa. Selain Toxisorb™, Clariant juga memproduksi seri Terrana™ yang berbahan clay asli Indonesia.

“Keputusan strategis ini selaras dengan komitmen Clariant untuk berpartisipasi dalam mewujudkan ketahanan pangan dan memberikan service lebih baik kepada pelanggan di kawasan Asia Pasifik,” tambah Pandu.

Area new feed line dengan kapasitas silo 20 ton, dalam sehari beroperasi beberapa siklus sesuai order.

Solusi Mikotoksin hingga Wet Dropping

Salah satu penggunaan clay dalam industri peternakan adalah sebagai toxin binder. Seperti diketahui bersama, toxin binder sudah lama digunakan untuk mengikat mikotoksin.

Industri peternakan menghadapi tantangan yang signifikan dengan adanya mikotoksin yang menyebabkan kerugian ekonomi karena penurunan produktivitas. Termasuk turunnya berat badan hewan ternak, masalah reproduksi, hingga kematian.

Hampir semua toxin binder menggunakan clay di dalamnya, akan tetapi tidak semua clay memiliki kemampuan yang sama.

“Mikotoksin sudah lama menjadi masalah besar dalam industri pakan ternak. Clariant hadir dengan produk Toxisorb™ dan Terrana™ yang efektif dalam mengikat mikotoksin baik yang bersifat polar maupun non-polar secara signifikan meningkatkan kesehatan dan produktivitas hewan ternak,” jelas Regional Manager Asia Pacific for Feed Business Clariant Adsorbents, Erika Kusuma Wardani.

Lanjut Erika, Clariant menyediakan bahan baku clay sebagai toxin binder, sebagai pengikat amonia, drying powder untuk piglet maupun mengatasi wet dropping/diare, sebagai pengikat vibrio untuk segmen akuakultur, pellet binder dan filler.

Berbeda dari yang Lain

Hasil uji Toxisorb™ Premium tidak mengikat/sedikit sekali mengikat nutrisi pakan.

Keunggulan produk toxin binder Clariant dibandingkan produk sejenis yaitu dilengkapi dengan servis laboratorium dengan ribuan sampel dan melakukan tes berbagai jenis toksin.

Toxisorb™ salah satunya memiliki keunggulan tidak diaktivasi, namun mampu mengikat toksin tanpa mengikat nutrisi-nutrisi lainnya, sehingga nutrisi diserap ayam secara tepat dan hasilkan efisiensi.

“Produk kami natural, namun cukup kuat,” imbuh Erika. ”Kalau yang lain diaktivasi supaya clay-nya kuat. Tetapi ketika diaktivasi, masalahnya bukan hanya menangkap toksin tapi juga nutrien, kemudian asam amino, mineral terikat sehingga berpeluang menimbulkan pemborosan.”

Laboratorium Clariant juga melakukan tes untuk menghitung binding efficiency (efisiensi daya ikat). Metode ini juga membedakan Clariant dengan produsen toxin binder lainnya. Produsen toxin binder lain kebanyakan hanya menghitung adsorpsi dan binding capacity. Sementara Clariant melakukan penghitungan berdasarkan ikatan yang benar terjadi antara toxin binder dan toxin yang diikatnya.

Selain itu, Clariant menerima permintaan produk custom atau menyesuaikan customer dengan spesifikasi khusus dalam jumlah yang besar. “Di sini peran kami juga sebagai supplier raw material,” kata Erika.

Produk-produk seperti Toxisorb™ Classic dan Toxisorb™ Premium, Terrana™ 312, Terrana™ 313, maupun Terrana™ 317 tersedia bagi pelanggan dan dapat dipesan secara langsung di Clariant, Cileungsi. Clariant juga menggandeng SHS International, Elanco, dan IMA sebagai istributor.

Pelepasan Ekspor Perdana ke Vietnam

Pelepasan ekspor perdana produk Toxisorb™ ke Vietnam ditandai dengan pemecahan kendi.

Berbekal sertifikat CPOHB juga ISO 9001, ISO 14001 dan ISO 45001 (Sistem Penilaian Kesehatan dan Keselamatan Kerja), serta ISO 50001 (Sistem Manajemen Energi), dengan bangga Clariant sekaligus menggelar seremoni pelepasan ekspor produk perdana ke Vietnam.

Negara Asia Pasifik tujuan Clariant antara lain Indonesia, Malaysia, Vietnam, Thailand, India Jepang, Taiwan, Korea, China, Australia, Bangladesh, Myanmar, Kamboja, dan Filipina.

Direktur Kesehatan Hewan (Dirkeswan), Kementerian Pertanian (Kementan), Drh Imron Suandy MVPH, mengemukakan Clariant memiliki langkah penting serta sejalan dengan target sektor peternakan di Indonesia, di mana mengeksplorasi dan memurnikan hasil tambang menjadi bahan baku imbuhan pakan.

“Selamat untuk tim Clariant usai dibukanya new feedline ini, sejalan dengan target sektor peternakan dan kami selaku pemerintah senantiasa siap memfasilitasi kegiatan ekspor. Sukses untuk teman-teman di Clariant, semoga bisa memberikan manfaat dan berkontribusi untuk pembangunan peternakan Indonesia,” pungkas Imron.

Acara ini selain dihadiri Dirkeswan, juga mengundang Ketua Kelompok Substansi Pengawas Obat Hewan Kementan Drh Arief Wicaksono MSi, serta para stakeholder industri obat hewan. (ADV)

PAKAN BERKUALITAS JADI IDAMAN

Inspeksi keamanan pakan, dengan menjaga keamanan pakan akan menentukan kualitasnya. (Foto: Istimewa)

Selain menjadi tanggung jawab produsen, keamanan dan kualitas pakan juga harus diupayakan oleh semua mata rantai yang terlibat, tentunya pakan berkualitas merupakan idaman bagi semua stakeholder.

Pengaruh Iklim Terhadap Kualitas Bahan Baku
Kualitas pakan juga bergantung pada lingkungan, hal ini karena lingkungan dapat memengaruhi kualitas dari suatu bahan baku pakan. Contoh keadaan iklim dan musim, dikala musim penghujan tiba, produsen biasanya ketar-ketir dengan kualitas beberapa bahan baku yang cenderung tercemar mikotoksin yang tinggi.

Hal tersebut pernah diungkap oleh Nutrition and Technical Support Section Head PT Charoen Pokphand Indonesia Lampung, Viko Azi Cahya. Ketika kelembapan cenderung tinggi dan terjadi penurunan suhu, hal tersebut akan memengaruhi kadar air suatu bahan pakan. Setiap bahan pakan memiliki standar mutu level kadar air, namun selama penyimpanan, level kadar air bahan pakan tidak selalu konstan.

Air di dalam bahan pakan dan udara saling membentuk keseimbangan, yang disebut juga dengan equilibrium moisture content (EMC). Oleh karena itu selama penyimpanan, agar kadar air selalu terjaga tidak mencapai level yang bisa membuat tumbuhnya mikroorganisme penyebab kerusakan, harus dijaga kelembapan udara di tempat penyimpanannya.

“Oleh karena itu dalam memilih bahan baku misalnya jagung, kita juga mempertimbangkan kadar air yang terkandung di dalamnya, ini akan memengaruhi kualitas dari bahan baku itu sendiri. Formulator dan nutrisionis harus pintar menyiasatinya,” kata Viko.

Memanfaatkan Data, Jaringan, & Teknologi
Sebelum memilih bahan baku pakan terutama bahan baku impor, produsen juga harus mengetahui hal teknis yang terjadi dan dapat memengaruhi kualitas bahan baku. Beberapa perusahaan supplier feed additive biasanya memberikan... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Oktober 2024.

Ditulis oleh:
Drh Cholillurahman
Redaksi Majalah Infovet

KEMENTAN SIAPKAN PETA JALAN PEMBANGUNAN PETERNAKAN 2025-2035, BERBASIS KAJIAN MENDALAM

Serah terima laporan studi oleh Sophie Roden kepad Dirjen PKH Agung Suganda (Foto: Istimewa)

Membuka seminar diseminasi hasil kajian "Studi Pemetaan Ketersediaan dan Kebutuhan Produk Peternakan di Indonesia 2025-2035”, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan) Dr drh Agung Suganda MSi menyampaikan hasil kajian ini sangat penting sebagai referensi untuk menyempurnakan Peta Jalan Pembangunan Peternakan Indonesia 2025-2035 yang sedang disusun oleh Kementan.

Agung juga mengapresiasi tim Universitas Gadjah Mada (UGM), PRISMA Indonesia, Kedutaan Besar Australia, serta seluruh stakeholder terkait yang berperan aktif dan mendukung terlaksananya studi ini hingga selesai dengan baik.

“Hasil studi ini berdasarkan database produk ketersediaan peternakan di tahun 2024. Dari mulai perencanaan studi, kami meminta tim pelaksana untuk berkoordinasi dengan tim data di Kementan dan Badan Pusat Statistik,” ujar Agung di Space Ballroom Hotel Aloft, Jakarta, Rabu (30/10/2024). 

Lanjut Agung, diharapkan hasil studi akan menghasilkan data-data yang relevan dan valid dalam rangka mempersiapkan ketersediaan produk-produk peternakan. Khususnya dalam rangka mendukung program strategis Presiden Prabowo yaitu Makan Bergizi dan Minum Susu yang berjalan pada Januari 2025.

Indonesia memiliki komoditas peternakan yang sangat strategis yaitu telur dan daging ayam ras yang telah mencapai swasembada. Kendati demikian, kata Agung, komoditas susu dan daging sapi masih defisit. 

“Percepatan penyediaan untuk pemenuhan daging dan susu sapi, bukan hanya untuk program Makan Bergizi dan Minum Susu, namun juga memenuhi kebutuhan reguler masyarakat,” tambah Agung. 

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mendukung penuh Kementan dalam meningkatkan produksi daging sapi dan susu guna mencapai swasembada. Bappenas juga telah memasukkan percepatan daging sapi dan susu menjadi program unggulan. 

Seiring dengan studi yang dilaksanakan tim UGM dan PRISMA, Ditjen PKH Kementan menyusun Peta Jalan Pembangunan Peternakan Nasional 2025 - 2035.

Prioritas Ditjen PKH yaitu pelaksanaan percepatan penyediaaan produksi daging sapi dan susu dengan menyusun perhitungan. Dalam 5 tahun ke depan Indonesia harus segera memasukkan 1 juta sapi perah maupun 1 juta indukan sapi pedaging untuk capai target di tahun 2029, yang tentunya dapat berdampak positif dalam hal penurunan impor produk daging sapi dan susu.

Selain penambahan populasi, strategi dalam Peta Jalan Pembangunan Peternakan Indonesia 2025-2035 diungkapkan Agung diantaranya penyelesaian regulasi pemerintah. Baik peraturan presiden, peraturan menteri termasuk regulasi-regulasi yang mendukung kebijakan percepatan produksi daging sapi dan susu tengah disesuaikan guna memperlancar iklim investasi. 

“Kami menargetkan dalam 100 hari Kabinet Merah Putih, beberapa regulasi inti seperti revisi kedua Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2016 diharapkan telah ditandatangani bapak presiden,” tutur Agung. 

Menurut Agung, identifikasi dan survei lokasi telah berlangsung, serta terdapat lebih dari 1,2 juta hektar lahan berstatus idle atau belum dioptimalkan. Sebagian besar lahan umum yang dimiliki BUMN dan pemerintah daerah. Tinjauan lahan-lahan tersebut akan dihubungkan dengan calon-calon investor yang mengembangkan peternakan sapi perah, baik terintegrasi maupun kemitraan dengan peternak rakyat.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Australia, Sophie Roden juga memberikan apresiasi terhadap hasil kajian tersebut. Ia berharap, "Semoga hasilnya dapat menjadi acuan bagi Indonesia dalam merancang peta jalan yang memastikan keselarasan antara ketersediaan pasokan dan permintaan pasar, serta berkontribusi pada keberlanjutan industri peternakan jangka panjang."

Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas, Jarot Indarto, menggarisbawahi tiga prioritas pembangunan nasional yaitu peningkatan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan ketahanan pangan. "Kedaulatan pangan dan peningkatan kualitas makanan bergizi berakar pada pemberdayaan pangan lokal, termasuk pangan akuatik, serta menjaga sumber nutrisi dan penguatan tata kelola sistem pangan," jelasnya.

Prof Dr Ir Ali Agus DAA DEA IPU ASEAN Eng, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Produk Peternakan, menegaskan potensi Indonesia sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi dunia. "Potensi pasar yang besar akan mendorong investasi," ujarnya. Ia juga menekankan perlunya percepatan penyediaan daging sapi dan susu untuk mendukung Program Makan Bergizi serta mewujudkan Indonesia Emas 2025 yang maju, adil, dan sejahtera. 

"Dengan kolaborasi dari berbagai pihak, kami optimis target ini dapat dicapai secara berkelanjutan," tutup Ali.

Serah Terima Laporan Studi

Sesi diskusi dalam seminar

Sesi serah terima studi dari UGM kepada PRISMA kemudian dilanjutkan dari PRISMA kepada Kementan berlangsung dengan khidmat.

Dalam seminar ini berlangsung sesi pemaparan oleh Prof Dr Ir Budi Prasetyo Widyiobroto sekaligus dihadiri Prof Ir Budi Guntoro SPt MSc PhD IPU ASEAN Eng selaku Dekan Fakultas Peternakan UGM. 

Acara ini juga dihadiri Staf Ahli Bidang Perdagangan Kementan, Dr Ir Nasrullah MSc kemudian Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dr drh Nuryani Zainuddin MSi dan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Tri Melasari SPt MSi.

Jelang akhir acara, sesi diskusi berlangsung dimoderatori Prof Ali serta dipandu tim PRISMA. Bersumber dari laman LinkedIn, PRISMA merupakan kemitraan inovatif antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia untuk menumbuhkan pasar pertanian di pedesaan Indonesia. (NDV)

WABAH JEMBRANA DI SULTRA, KEMENTAN TEGASKAN PERKETAT LALU LINTAS TERNAK

Vaksinasi adalah metode pengendalian paling efektif untuk mengatasi penyakit Jembrana. (Foto: Istimewa)

Menyusul kali pertama terjadinya wabah penyakit Jembrana yang menyerang sapi Bali di Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kementerian Pertanian (Kementan) mengimbau agar setiap daerah memperketat upaya pencegahan dengan meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas ternak.

Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah penyebaran penyakit yang telah menginfeksi ratusan sapi di beberapa kabupaten di Sultra.

Kementan melalui Balai Besar Veteriner Maros telah mengonfirmasi tujuh sampel positif Jembrana dari 55 sampel yang diuji pada 11 Oktober 2024. Berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra yang diperoleh melalui iSIKHNAS, terdapat 422 ekor sapi yang terlapor terjangkit, tersebar di enam kabupaten yakni Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, Konawe, Konawe Selatan, dan Konawe Utara.

Meskipun angka kematian ternak kini mulai melandai berkat langkah biosekuriti dan pengobatan, Kementan tetap memperingatkan pentingnya pengawasan dan pengendalian penyakit.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda, menyatakan bahwa vaksinasi adalah metode pengendalian paling efektif untuk mengatasi penyakit Jembrana, di samping pemberian vitamin, obat-obatan, dan disinfektan di area peternakan.

“Kami telah mengirimkan pasokan obat-obatan, vitamin, dan disinfektan ke Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra pada 24 Oktober 2024 lalu,” ungkapnya.

Agung menekankan pentingnya pelaksanaan Permentan No. 17/2023 tentang Tata Cara Pengawasan Lalu Lintas Hewan, Produk Hewan, dan Media Pembawa Penyakit Hewan Lainnya di Dalam Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Peraturan ini adalah tulang punggung ketahanan sistem kesehatan hewan di Indonesia. Kita harus belajar dari pengalaman wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada 2022. Upaya pencegahan akan selalu lebih efektif dibandingkan penanganan setelah wabah terjadi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, aturan terkait pengawasan lalu lintas ternak telah dirancang berbasis digital untuk memudahkan implementasi dan menjadi standar nasional dalam upaya pengendalian risiko. Pemerintah Provinsi Sultra juga telah mengambil langkah pencegahan dengan mengimbau peternak untuk mengandangkan ternak mereka, memisahkan hewan yang sakit dari yang sehat, serta menerapkan biosekuriti seperti sanitasi, pembersihan, dan disinfeksi kandang.

Pemerintah Provinsi Sultra juga telah mengalokasikan 15.000 dosis vaksin Jembrana untuk 2025. Diharapkan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dapat menjalankan pelayanan kesehatan hewan yang andal dan profesional demi memastikan penanganan kesehatan ternak yang lebih baik. (INF)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer