![]() |
| Peta jalan pemenuhan kebutuhan susu segar dan daging sapi guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (Foto: Dok. Humas Kementan) |
Mengundang kurang lebih 17 media massa, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mengadakan kegiatan Sosialisasi Program Percepatan Penyediaan Daging Sapi, Susu, dan Telur, Kamis (7/11) di Jakarta.
Kegiatan ini sekaligus untuk menjalin kedekatan yang baik dengan media yang telah banyak membantu menyebarluaskan berita-berita peternakan serta program maupun kegiatan strategis Ditjen PKH.
Agenda kegiatan dibuka Kepala Biro Humas dan lnformasi Publik, Kementan, Roy Malindo SPt MSi disusul pembacaan dokumen arahan Dirjen PKH, Dr drh Agung Suganda MSi yang berhalangan hadir.
Ketua Kelompok Hukum dan Hubungan Masyarakat, Ditjen PKH Andika Prima Hadi SH MH dalam kesempatan tersebut mewakili Dirjen PKH untuk memaparkan beberapa poin penting dalam program serta kegiatan strategis Ditjen PKH.
Salah satunya adalah peningkatan produksi khususnya susu segar dan daging sapi serta efisiensi agar tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri, namun juga dapat mengurangi ketergantungan pada impor.
“Dalam rangka mencapai visi Indonesia Emas 2045, pemerintah menetapkan Asta Cita sebagai misi utama yang terdiri dari delapan poin. Ditjen PKH mendukung penuh Asta Cita ini dengan menjalankan program prioritas yang terkait langsung dengan subsektor peternakan dan kesehatan hewan,” urai Andika.
Program prioritas tersebut mencakup peningkatan produksi, modernisasi sarana produksi, penguatan tata kelola, pengembangan akses pasar, hingga pelatihan bagi peternak
“Kami mengajak rekan media untuk memberikan dukungan dalam bentuk pemberitaan dan penyebaran berita positif terkait upaya yang dilakukan oleh Kementan, khususnya Ditjen PKH dalam upaya mewujudkan swasembada pangan dalam hal ini yaitu pangan asal ternak,” imbuh Andika.
Usai pemaparan, dilanjutkan sesi diskusi dengan media. Diantaranya membahas upaya Kementan dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha peternakan.
Selain itu mengemuka topik yang dahulu disebut Pekarangan Pangan Lestari. Belum lama ini Kementan bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bergerak cepat dan berkolaborasi untuk mengoptimalkan peran desa dalam mewujudkan swasembada pangan. Melalui Gerakan Nasional Pangan Merah Putih, desa-desa di seluruh Indonesia dihidupkan untuk mendukung swasembada pangan dan program makan bergizi bergratis (MBG) diantaranya untuk menghasilkan hasil asal pangan ternak salah satunya telur.
Pada program pekarangan pangan lestari mendukung makan bergizi, Kementan akan membagikan secara gratis benih cabai, benih sayuran, rumah benih, umbi-umbian, ayam/itik petelur, pakan, kandang, serta memberikan pendampingan. Melibatkan peran kepolisian dalam pengawasan dan pembinaan.
Kementan juga menyusun peta jalan atau roadmap pemenuhan kebutuhan susu segar dan daging sapi hingga tahun 2035. Target ini mencakup impor satu juta ekor sapi perah dan satu juta ekor sapi pedaging dari negara-negara seperti Australia, Brazil, New Zealand, Mexico, dan Amerika Serikat. (NDV)


0 Comments:
Posting Komentar