-->

PATAKA BAHAS LSD BERSAMA PARA STAKEHOLDER

Webinar PATAKA Membahas Wabah LSD

Rabu (20/4) Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (PATAKA) mengadakan webinar yang membahas wabah Lumpy Skin Disease (LSD) yang melanda Indonesia baru - baru ini. Webinar digelar melalui daring Zoom Meeting dan live streaming melalui kanal youtube PATAKA. 

Ketua Umum PATAKA Ali Usman dalam sambutannya mengatakan, hadirnya LSD sebagai wabah baru di Indonesia merupakan kekhawatiran baru bagi para peternak dan pengusaha di sektor persapian. Oleh karenanya dibutuhkan respon dan penanganan yang tepat.

"Mungkin dari yang saya tahu penyakit ini kematiannya tidak terlalu tinggi, tetapi tetap saja kalau penularannya cepat, bisa gawat juga," kata Usman.

Lebih lanjut mengenai LSD dijelaskan oleh Ketua Umum PDHI Drh Muhammad Munawaroh. Secara rinci ia menjelaskan mengenai aspek - aspek terkait penyakit ini. 

"Di Indonesia ini penyakit masuk karena lalu lintas yang kurang terjaga, sebagaimana kita ketahui bahwa di negara lain ini juga terjadi dengan pola yang sama," kata dia.

Munawaroh juga menyoroti fasilitas check point yang kurang dimaksimalkan, padahal peran dari check point yang dimiliki oleh Kementan tersebut merupakan salah satu unsur esensial dalam mengendalikan penyakit hewan lintas batas, termasuk LSD. 

Selain itu ia juga menyebut bahwa penyakit LSD dapat menyebar cepat melalui vektor serangga terbang seperti nyamuk, lalat pengisap darah, kutu, dan caplak. Oleh karena itu mengendalikan vektor juga menjadi aspek penting dalam pengendalian LSD.

Yang tak kalah penting menurut Munawaroh yakni vaksinasi. Dengan dilakukannya program vaksinasi, penyakit dapat dicegah sedini mungkin, dan disinilah pemerintah juga harus banyak memfokuskan kegiatannya.

Dalam kesempatan yang sama pemerintah yang diwakili oleh Direktur Kesehatan Hewan Drh Nuryani Zainuddin mengatakan bahwa pemerintah telah mengerahkan segala upaya dalam mencegah LSD masuk ke Indonesia.

Sebelumnya pemerintah telah beberapa kali memberikan notifikasi terkait penyakit ini, upaya lain seperti pelatiahn teknis juga telah dilakukan, namun apa daya ternyata penyakit ini memang tidak terbendung.

Kini pemerintah memfokuskan diri dalam program vaksinasi darurat. Kurang lebih target vaksinasi sebanyak 450.000 dosis, dan baru 100.000 dosis yang baru bisa dilaksanakan karena terkendala dana.

"Sementara ini vaksinasi yang tersedia bagi 100.000 dosis, diharapkan nanti akan diperluas, kami sudah melakukan pengajuan anggaran terkait penanggulangan penyakit ini, namun karena dananya masih terbatas, jadi belum bisa maksimal juga kitanya," tutur dia.

Aspek sosial ekonomi menurut Nuryani juga menjadi tantangan yang harus dihadapi dalam mengendalikan LSD di Riau.

"Kami merasa ini sangat nyata, peternak dan pemilik hewan terlihat acuh. Mereka lebih takut ternaknya kena Jembrana daripada LSD. Ini bisa jadi duri dalam daging juga, meskipun begitu tetap kami lakukan pendekatan supaya mereka lebih aware dengan penyakit ini," kata dia.

Aspek ekonomi yang dimaksud oleh Nuryani yakni terkait dengan pengendalian lalu lintas ternak vs stok daging sapi. Dengan diperketatnya lalu lintas ternak, otomatis kemungkinan terjadinya kelangkaan daging sapi yang berujung kenaikan harga bisa saja terjadi, dan inilah yang menurutnya juga adalah kendala terbesar.

Sementara itu Drh Nanang Purus Subendro Ketua Umum Pehimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) juga menyoroti aspek lalu lintas ternak terkait mewabahnya LSD.

Menurut dia, dengan banyaknya pulau kecil di sekitar Sumatera memungkinkan tejadi pengiriman sapi secara ilegal dari luar. Sehingga perdagangan ilegal yang tidak terkontrol inilah yang menjadi faktor risiko juga.

Ia juga kerap kali ditanya oleh eksportir sapi asal Australia terkait wabah LSD di Indonesia. Menurutnya ini juga menjadi suatu hal yang cukup mengkhawatirkan.

"Bisa saja nanti teman - teman kami di Australia menyoroti hal ini, jadi nanti mereka bikin kebijakan untuk sementara tidak mengekspor sapi ke Indonesia. Ini kan bahaya, feedlot bisa rugi, lalu peternak juga rugi kalau yang diekspor dari sana dagingnya saja," tutur dia.

Selain itu, menurut Nanang Indonesia sedikit beruntung karena Riau merupakan daerah resipien sapi, bukan produsen. Ia membandingkan bila LSD datang pertama kali di Lampung , Jawa Timur, atau NTB.

"Kita sedikit beruntung, kalau dia sampai duluan di Lampung, Jatim, atau NTB akan lebih gawat. Itu daerah produsen dan kalau sudah ada wabah biasanya nanti akan terjadi panic selling. namun begitu tetap kita semua harus bekerja keras untuk mengendalikan wabah ini," tutur Nanang

INTELLIOPT : SOLUSI SUPLEMENTASI TRACE MINERAL YANG PRESISI

Grand Launching Intelliopt® secara daring

Dalam suatu formulasi ransum, mineral mungkin digunakan dalam jumlah yang sedikit, namun begitu kita juga tidak dapat memandang sebelah mata akan pentingnya fungsi dari mineral. Hal tersebut diungkapkan oleh Prof Budi Tangendjaja dalam sebuah webinar sekaligus Grand Launching Intelliopt® yang diselenggarakan oleh PT Trouw Nutrition Indonesia pada Selasa (19/4) melalui daring Zoom Meeting. 

Sebagai narasumber dalam webinar tersebut Prof Budi menjabarkan akan pentingnya peran dari mineral yang kerap kali dipandang sebelah mata. Ia mengatakan bahwa beberapa jenis mineral berfungsi dalam membantu metabolisme mulai dari sistem pembekuan darah, keseimbangan osmotik, katalisator enzim, kualitas kerabang telur, dan bahkan perkembangan sistem muskuloskeletal pada ayam.

"Saya sering bilang ke peternak layer, kalau you mau punya ayam bertelurnya bagus, besar, kualitas telurnya juga bagus, otomatis tulangnya juga harus besar. Nah, salah satu yang mempengaruhi perkembangan tulang alias skelet, ya mineral juga, makanya ini jangan sembarangan," tutur Prof Budi.

Ia juga mengatakan bahwa pemberian trace mineral haruslah berada dalam jumlah yang tepat. Ini menjadi penting karena jika pemberiannya kurang, ternak akan mengalami defisiensi dan performanya terganggu. Sedangkan dalam jumlah yang terlalu banyak akan berdampak pada keracunan.

"Satu contoh misalnya selenium, di Amerika dulu selenium itu  menyebabkan kasus keracunan pada ternak. Tapi dari situ juga kita tahu bahwa ternak butuh asupan selenium dalam jumlah yang tepat tentunya. Mineral juga dapat mencemari lingkungan karena ia ikut keluar bersama feses, makanya kalau berlebihan ini akan bahaya," tukas Prof Budi.

Oleh karenanya Prof Budi menyarankan agar dalam memberikan suplementasi mineral pada ternak sebaiknya memang harus dalam jumlah yang tepat agar dapat terutilisasi secara maksimal oleh ternak.

Intelliopt® : Memenuhi Kebutuhan Mineral Dalam Jumlah Yang Presisi

Dalam kesempatan yang sama Kinasih Sekarlangit selaku Product Specialist PT Trouw Nutrition Indonesia mengatakan bahwa ada beberapa tantangan dalam menyuplai kebutuhan trace mineral pada ternak, diantaranya optimasi dari suplementasi, variasi dan reaktivitas mineral di dalam pakan, serta akurasi jumlah pemberiannya.

"Untuk itu kami memberikan solusi kepada para nutrisionis dalam hal ini dengan menggunakan Intelliopt®. Produk ini merupakan kombisasi dari teknologi kami yakni Intellibond dan Optimin yang memaksimalkan suplementasi mineral untuk ternak," tutur dia.

Intelliopt® merupakan produk feed supplement berupa mineral blend dimana sumber mineral yang digunakan yakni berupa mineral organik dan mineral yang memiliki gugusan hidroksi, bukan sulfat.

Kinasih juga menjabarkan beberapa keunggulan dari Intelliopt®, misalnya sumber mineral yang digunakan adalah mineral organik stabil dan lebih maksimal diserap tubuh. Selain itu Intelliopt® juga memiliki teknologi OptiSize sehingga densitasnya lebih seragam. Nutirisionis pun tidak perlu khawatir karena mineral jumlah mineral yang disuplementasi lebih presisi dan tidak akan bersifat reaktif pada zat nutrien lain di dalam pakan.

Dalam beberapa trial yang dilakukan terbukti bahwa pemberian Intellibond® dapat memperbaiki FCR, meningkatkan performa, bahkan mempengaruhi kualitas kerabang telur dan karkas. Hal ini tentu akan meningkatkan keuntungan dari peternak.

Wully Wahyuni selaku President Director PT Trouw Nutrition Indonesia dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan diluncurkannya Intelliopt® ini, ia berharap agar produk tersebut dapat senantiasa menjadi solusi dalam menyuplai kebutuhan mineral pada ternak.

"Kami ingin memberi solusi dan menjadi partner dari bapak / ibu sekalian dengan segala teknologi yang kami miliki, oleh karena itu semoga Intelliopt® ini benar - benar menjadi solusi yang presisi dalam menyuplai kebutuhan mineral ternak anda," pungkasnya. (CR)

MEMPERKUAT RESILIENSI INDUSTRI PERUNGGASAN

Para narasumber dalam IPC 2022. (Foto: Infovet/Ridwan)

Sebagaimana diketahui dinamika industri perunggasan seperti kondisi pasar yang tidak kondusif antara integrator dan peternak rakyat, problematika pakan, hadirnya ayam Brasil yang diklaim lebih murah, kondisi pandemi COVID-19 dan lain sebagainya, membuat kondisi industri penghasil protein hewani termurah ini makin terpuruk.

Dari latar belakang tersebut diperlukan resiliensi dari semua pihak agar transformasi industri perunggasan dapat berjalan dengan baik, selain solusi yang komperehensif tentang permasalahan industri perunggasan. Hal tersebut dibahas dalam webinar Indonesian Poultry Club (IPC) 2022 “Memperkuat Resiliensi Industri Perunggasan”, Selasa (19/4/2022).

Dalam sambutannya, Prof Bungaran Saragih, yang merupakan mantan Menteri Pertanian periode 2001-2004, mengemukakan bahwa polemik yang terjadi di industri perunggasan karena pertumbuhan industri yang tidak dibarengi dengan pembangunan yang berkelanjutan.

“Kita harus lakukan perbaikan mulai dari level makro, mikro, perusahaan dan sebagainya. Karena kalau kita tidak berhati-hati dengan masalah yang ada, industri ini akan semakin kesulitan,” katanya.

Ia menduga beberapa hal yang menyebabkan resiliensi belum seperti yang diharapkan dari kaca mata makro dan pembangunan berkelanjutan, karena struktur agribisnis (hulu hingga hilir) industri perunggasan tidak efisien. Kemudian industri perunggasan belum mampu menyesuaikan diri terhadap pertumbuhan yang dialami.

“Banyak perusahaan unggas kita hanya melihat wilayah Jawa dan sebagai kecil di Sumatra, belum melihat Indonesia secara keseluruhan, ini sangat belum berkembang. Jikalau seperti ini, industri akan semakin kesulitan dan akan begitu-gitu saja,” ucap dia.

“Bayangan saya industri perunggasan harus bisa melakukan desentralisasi, mengingat negara kita adalah negara kepulauan. Kemudian kerja sama win win antara pengusaha, peternak dan pemerintah yang saat ini masih kurang diperkuat.”

Lebih lanjut dikatakan Bungaran, kebijakan pemerintah yang berjangka panjang, konsisten dan solutif juga sangat dibutuhkan. “Butuh kerja sama antara pelaku bisnis dan pemerintah untuk bersama-sama membangun industri perunggasan,” tukasnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan IPB University, Prof Muladno, mengenai sinergi dan kolaborasi di industri perunggasan. Ia menekankan tiga target untuk capaian akhir, diantaranya mewujudkan integrator horizontal, menerbitkan regulasi khusus integrator vertikal dan integrator horizontal, serta memperbaiki infrastruktur dan suprastruktur perunggasan dari hulu ke hilir.

“Dengan ‘pendidikan’ menuju bisnis kolektif berjamaah untuk membentuk integrator horizontal. Sebab, industri perunggasan saat ini amburadul. Pelaku usaha yang rapih dan profesional ya kelompok integrator vertikal itu, di luar itu semrawut,” ucapnya dalam diskusi di kolom chat box webinar.

Ia menambahkan, “Maka saya mengajak pelaku non-integrator bersatu kompak dan berjamaah membentuk integrator horizontal. Integrator ini didampingi selalu secara institusi oleh pemerintah dan perguruan tinggi. Ribuan perguruan tinggi di seluruh Indonesia harus dikonsolidasikan untuk mendampingi peternak agar teratur.”

Dalam pemaparannya, Muladno juga menjabarkan lima langkah strategis. Diantaranya distribusi peran pemerintah dalam pembinaan perunggasan (Pemerintah Pusat untuk perusahaan GPS, Pemerintah Provinsi untuk perusahaan PS dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk koperasi produsen FS). “Ini dibagi-bagi tugasnya,” kata dia.

Kemudian penyatuan asosiasi perunggasan, pembentukan konsorsium perguruan tinggi untuk perunggasan, pendataan populasi ayam (GPS, PS, FS) dan pembentukan koperasi produsen di setiap kecamatan (kabupaten). Dengan begitu, ia meyakini pembangunan industri perunggasan akan menjadi lebih baik.

Sementara menurut Kepala Bagian Bisnis dan Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Rachmat Pambudy, agar industri perunggasan menjadi lebih berkembang, bukan dengan melakukan pemotongan produksi yang over supply, tetapi lebih kepada pendekatan peningkatan konsumsi.

Mengingat dari data pemerintah, dengan populasi penduduk sebanyak 276 juta jiwa, konsumsi daging ayam hanya sebesar 11 kg/kapita/tahun, masih kalah jauh dibanding Malaysia yang mencapai lebih dari 40 kg/kapita/tahun.

Pada kesempatan tersebut, webinar juga dihadiri Dekan Sekolah Vokasi IPB University Prof Arief Daryanto, Ketua Badan Kejuruan Teknik Peternakan Persatuan Insinyur Indonesia Prof Ali Agus dan Ketua FMPI Don P. Utoyo. (RBS)

BELASAN SAPI DI MADURA MATI SECARA MISTERIUS

Belasan Ekor Sapi Mati di Perairan Madura

Belasan sapi ditemukan mati dan mengambang di pantai Dusun Pesisir, Desa Dharma, Kecamatan Camplong, Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Kamis (14/4/22) pagi. Dalam video yang beredar di media sosial, sapi-sapi tersebut mengambang dengan tubuh masih utuh, namun sudah bengkak.

“Ini ada sapi mati, ngambang. Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan sembilan, 10, di dekat saya ada 10 dan di ujung barat sana ada sekitar enam . Sepertinya 16 ekor semua. Lokasi Lengser. Wah, kira-kira ini milik siapa ya, kok banyak sekali yang mati?” begitu suara warga dalam video dalam bahasa Madura.

AKP Budi Nugroho, Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Camplong, dalam rilis kepada media mengatakan, Polsek beserta sejumlah tim dokter hewan dari Dinas Perikanan, Peternakan dan Pertanian (DPPP) Pemerintah Sampang, datang ke lokasi mengecek dan mengevakuasi belasan sapi itu.Dari laporan warga, katanya, yang mengambang ada 20 bangkai sapi, tetapi hasil pendataan Polsek Camplong dan Dinas Perikanan, Peternakan, dan Pertanian Sampang, ada 14 ekor.

“Sapi yang mati itu ditemukan di pantai Dusun Pesisir, Desa Dharma, sekitar pukul 08.00 WIB. Sapi-sapi yang mati di pesisir pantai pertama kali ditemukan warga setempat, lalu dilaporkan ke Mapolsek Camplong,” katanya Kamis (14/4/22).

Dari hasil penyidikan dokter hewan dari dinas terkait, katanya, tidak ditemukan ada indikasi keracunan atau bekas penganiayaan. Polisi juga berkoordinasi dengan petugas Pos Keamanan Laut Terpadu (Kamladu) Sampang mengenai kemungkinan ada kapal pengangkut sapi yang tenggelam di perairan Sampang.

“Laporan Kamla Sampang tidak ada kejadian kapal tenggelam, atau kapal pengangkut sapi yang tenggelam," lanjut Budi.

Setelah pemeriksaan, katanya, sapi-sapi itu dievakuasi ke tepi pantai dan akan ditenggelamkan di laut. Catur Raharjo, Kepala Satuan Kepolisian dan Udara (Polairud) bilang, proses evakuasi disepakati untuk ditenggelamkan ke tengah laut.

“Rencana mau dikubur, tapi alat tidak memungkinkan. Maka kami sepakat menenggelamkan. Ini kami sedang mempersiapkan alat untuk menggiring nanti, sambi menunggu air pasang.”

Wabah Penyakit BEF?

Moh Ihsan Zain, mahasiswa pascasarjana Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengatakan, kejadian seperti itu perlu respon serius dan ditangani langsung dinas setempat. Apalagi, katanya, penyebab kematian sapi-sapi ini belum diketahui secara pasti. Dia menduga, sapi-sapi itu terkena penyakit. Pada Januari 2022, ditemukan kasus bovine ephemeral fever atau virus BEF pada sapi di Sampang.

“Ini merupakan hal yang serius, BEF pada sapi merupakan penyakit yang menyerang bangsa ruminansia atau sapi, kambing, dan domba,” katanya.

Namun, katanya, sebagai tindakan preventif karena penyebab kematian belum teridentifikasi pasti, sebaiknya masyarakat berhati-hati saat melakukan penanganan pada bangkai ternak itu, seperti gunakan alat pelindung diri (APD) saat evakuasi. Hal ini, katanya, guna mengantisipasi penyakit zoonosis (dapat berpindah dari hewan ke manusia).

Drh Bilqisthi Ari Putra, peneliti Patologi Forensik di Laboratorium Patologi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Surabaya mengatakan, dari rekaman video yang dikirimkan kematian kurang dari 48 jam.

Untuk menentukan penyebab kematian apa karena penyakit atau bukan harus otopsi dan atau nekropsi. Sebelum tahu penyebab pasti kematian, tim evakuasi atau warga tetap harus berhati-hati dengan risiko penyakit menular (zoonosis).

“Sebaiknya, bila ada kejadian seperti itu, warga segera melapor ke Dinas Peternakan atau Pertanian setempat, Polsek maupun Polres. Pihak terkait segera melakukan tindakan penanganan dengan ketentuan standar. Khawatir dalam tubuh sapi ada penyakit yang dapat berisiko zoonosis,” katanya.

Khairiyah, peneliti dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara, dalam jurnal berjudul “Zoonosis dan Upaya Pencegahannya (kasus Sumatera Utara)” menyebutkan, peternakan di Indonesia rentan berbagai penyakit, termasuk zoonosis. Dengan demikian, zoonosis merupakan ancaman baru bagi kesehatan manusia.

Salah satu upaya mencegah penularan penyakit zoonosis, katanya, dengan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian masyarakat terhadap penyakit-penyakit zoonosis strategis melalui sosialisasi. (INF)

STOK SAPI POTONG DI LAMPUNG AMAN

Daging Sapi, Mengalami Kenaikan Permintaan Menjelang Idul Fitri

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memastikan stok sapi potong dan daging sapi aman. Warga diminta tidak khawatir dan tetap mendukung produk daging lokal Lampung.

Berdasarkan Data Ketersediaan Komoditas Peternakan Menghadapi Ramadhan dan Idulfitri 1443 H/2022 Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, jumlah pasokan sapi siap potong di feedlotter dan kabupaten/kota sebanyak 40.750 ekor. Sementara kebutuhan konsumsi sebanyak 21.304 ekor sehingga surplus sebanyak 17.446 ekor.

Pada April 2022, perkiraan kebutuhan sapi sebanyak 10.702 ekor atau 1.892 ton sementara ketersediaannya ada 12.282 ekor atau 2.172 ton alias surplus 1.580 ekor atau 279 ton. Kemudian pada Mei 2022, perkiraan kebutuhan sapi mencapai 10.602 ekor atau 1.875 ton dengan ketersediaan sebanyak 12.167 ekor atau 2.152 ton, surplus 1.565 ekor atau 277 ton.

"Yang pasti stok daging lokal di Lampung aman dan Lampung tidak menerima impor daging kerbau," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, Senin, 18 April 2022.

Guna menjaga kestabilan harga dan pasokan daging di Provinsi Lampung, pihaknya mengaku sudah mengimbau seluruh perusahaan penggemukan sapi potong agar tidak menaikkan harga jual. Tetapi apabila mengalami kenaikkan maka diharapkan dengan harga yang wajar dan mengutamakan kebutuhan daging sapi di Provinsi Lampung dibandingkan daerah lain.

"Data harga rata-rata konsumen komoditas peternakan daging sapi di Provinsi Lampung selama Maret 2022 berdasarkan Petugas PIP di 9 Kabupaten/Kota) yakni Minggu pertama Rp126.600/kg, minggu kedua Rp128.500/kg, minggu ketiga Rp128.900/kg dan minggu keempat Rp130.000/kg," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Anwar Fuadi menambahkan, stok dan kebutuhan daging kerbau di Lampung terbatas.

"Dulu daging kerbau dicari karena lebih murah dibandingkan sapi dan dipakai untuk campuran untuk bakso dan sebagainya, tetapi sekarang harga daging kerbau sudah sama dengan daging sapi, bahkan sekitar Rp150an ribu/kg. Lampung belum merekomendasikan untuk daging kerbau impor masuk," katanya (CR)

13 JUTA UNGGAS PRANCIS DIMUSNAHKAN

Lebih dari 13 juta unggas telah dimusnahkan di Prancis karena flu burung selama 4 bulan terakhir karena krisis flu burung terburuk di negara itu terus berdampak pada sektor tersebut.

Per 8 April, 1.230 wabah telah tercatat sejak kasus pertama terdeteksi pada 26 November. Strain H5N1 terbukti sangat umum dengan kasus meningkat lebih dari 10% pada minggu pertama bulan April.

Dalam beberapa minggu terakhir, ada sejumlah besar kasus flu burung yang dikonfirmasi di daerah Vendee dan Loire Atlantique di Prancis. (via poultryworld.net)

SISTEM IMUN DAN VAKSIN SEBAGAI SENJATA MELAWAN AGEN PENYAKIT PADA UNGGAS

Agen patogen yang masuk ke dalam tubuh unggas akan mengganggu kondisi tubuh dengan merusak sel, menghasilkan toksin, atau mengganggu proses metabolisme tubuh. (Foto: Istimewa)

Kondisi Indonesia yang tropis memungkinkan berbagai agen patogen seperti virus dan bakteri berkembang subur di lingkungan peternakan. Apabila agen patogen masuk ke dalam tubuh unggas, mereka akan mengganggu kondisi tubuh dengan merusak sel, menghasilkan toksin, atau mengganggu proses metabolisme tubuh. Untuk mengatasi berbagai risiko paparan ini, tubuh unggas sebenarnya memiliki senjata yang disebut sistem imunitas.

Sistem imunitas berperan dalam mengenali materi asing yang masuk ke dalam tubuh dan mengeliminasinya. Secara umum sistem imun ini dapat dibedakan menjadi sistem imun non-spesifik (misal reaksi radang, sel fagosit dan interferon), serta sistem imun spesifik yang mungkin lebih sering didengar seperti antibodi dan kekebalan seluler. Kerja sama antara kedua jenis sistem imun ini akan berusaha mengeliminir agen asing yang masuk, sehingga tidak menimbulkan kerusakan bagi tubuh unggas.

Agen patogen yang masuk akan segera direspon sistem imun secara kompleks. Uniknya pada sistem imun spesifik, sel memori dapat terbentuk dan akan membantu mengeliminasi paparan agen patogen yang sama dengan lebih cepat.

Walaupun demikian, proses imunitas saat agen patogen pertama masuk hingga terbentuk sel memori ini membutuhkan waktu. Seringkali karena tubuh tidak mengenali agen patogen yang masuk, sistem imun spesifik tidak dapat segera bergerak sehingga agen patogen memiliki waktu menimbulkan gejala klinis. Gejala klinis ini tentunya dapat bersifat parah untuk virus atau bakteri yang memiliki patogenisitas tinggi. Oleh karena itu untuk agen patogen yang bersifat merugikan, vaksin sangat diperlukan.

Vaksin adalah produk biologik yang mengandung agen patogen yang telah dimatikan atau dilemahkan, seperti bakteri dan virus, yang akan berguna untuk memperkenalkan agen patogen pada tubuh sebelum paparan lapang terjadi. Karena virus dalam vaksin sudah dilemahkan atau dimatikan, maka efek gejala klinis yang ditimbulkan akan minimal atau sangat sedikit sehingga tidak berbahaya bagi tubuh ayam.

Berdasarkan sifat hidup agen infeksi yang terkandung di dalamnya, vaksin dapat dibedakan menjadi dua, yaitu… Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi April 2022.

Ditulis oleh: 
Drh Aprilia Kusumastuti
Marketing Support PT Sanbio laboratories

36000 TON DAGING KERBAU INDIA MASUK INDONESIA

Daging Kerbau Dari India Yang Diimpor BULOG

Perum Bulog mengimpor 36.000 ton daging kerbau dari India jelang Lebaran 2022. Daging tersebut tiba di Indonesia secara bertahap hingga Lebaran 2022.

Impor daging tersebut merupakan bagian penugasan dari pemerintah untuk mengimpor daging kerbau beku sebanyak 100.000 ton pada 2022. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, pada kontrak tahap pertama, sebanyak 20.000 ton daging kerbau impor sudah masuk ke Indonesia pada akhir Maret 2022. "Hari ini ada 6 kontainer yang datang yang masing-masing kontainer isi 28 ton, ini masuk dalam tahap kedua dan akan terus berlanjut hingga 36.000 ton," ujarnya saat memantau langsung kedatangan daging impor di Terminal Mustika Alam Lestari Tanjung Priok, Kamis (14/4/2022).

Budi Waseso menuturkan, impor daging kerbau diharapkan bisa sebagai alternatif pilihan bagi konsumen dalam memenuhi ketersediaan akan daging serta menjaga stabilisasi harga daging di tingkat konsumen, khususnya pada momen Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 2022.

“Kedatangan stok daging impor oleh Bulog ini sangat dibutuhkan untuk menjawab persoalan ketersediaan daging yang mengalami tren kenaikan permintaan saat Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Untuk itu saya memantau langsung kedatangan daging impor oleh Bulog ini dan saya juga minta untuk bisa langsung didistribusikan dan diprioritaskan untuk konsumen langsung," kata Budi Waseso. (INF)

Dengan jumlah stok daging kerbau beku yang dikuasai Bulog saat ini diharapkan dapat membantu mengatasi kebutuhan lonjakan permintaan daging beku sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

“Kami sudah melakukan pengaturan dan percepatan semaksimal mungkin untuk proses kedatangan stok daging impor ini, selanjutnya dengan sarana cold storage dan jaringan infrastruktur yang dimiliki Bulog stok ini sudah langsung disitribusikan ke seluruh Indonesia," kata dia


INDONESIA PERKETAT PENGENDALIAN RABIES DI SUMBAWA JELANG EVENT INTERNASIONAL

Pelatihan Tata Laksana Gigitan Terpadu di pulau Sumbawa, NTB
(Sumber : FAO, 2022)

Indonesia mulai menggiatkan sejumlah upaya pengendalian rabies di Sumbawa menjelang perhelatan internasional MotoCross Grand Prix (MXGP) yang rencananya akan diselenggarakan di kawasan Samota, Kabupaten Sumbawa, bulan Juni mendatang. Upaya pengendalian tersebut antara lain melalui vaksinasi massal pada anjing; pelatihan Tata Laksana Kasus Gigitan Terpadu (TAKGIT); sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan penyelenggara MotoCross; serta pembentukan Kader Siaga Rabies (KASIRA).

“Rabies merupakan penyakit yang telah ditularkan hewan ke manusia (zoonosis) selama hampir 200 tahun terakhir. Penyakit mematikan ini memiliki tingkat kematian hingga 99,9% pada manusia. Anjing merupakan sumber penularan utama, di samping penularan oleh kucing dan kera melalui gigitan dalam atau cakaran,” ujar Syamsul Ma’arif, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian dalam pembukaan kegiatan pengendalian rabies di Sumbawa Besar, Kamis (14/4) yang lalu .

Salah satu langkah pencegahan rabies, utamanya pada anjing, dapat dilakukan melalui vaksinasi setidaknya 70 persen dari populasi anjing di suatu wilayah tertular.

“Hal ini yang sedang diupayakan pemerintah melalui dinas terkait di Sumbawa, dengan melakukan vaksinasi massal pada anjing,” tambahnya.

Tahun ini, pemerintah melalui Kementerian Pertanian menetapkan kondisi rabies di Kabupaten Sumbawa Barat sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) – sebuah peningkatan kewaspadaan akibat meningkatnya kasus penularan dan kematian karena rabies.  Sumbawa Barat merupakan kabupaten ketiga di provinsi Nusa Tenggara Barat yang ditetapkan sebagai KLB setelah pemerintah menetapkan status serupa pada Kabupaten Sumbawa dan Dompu pada 2019 lalu.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Hasan Basri menyatakan bahwa melalui program pengendalian rabies di Sumbawa ini, pemerintah daerah berharap dapat turut menyukseskan perhelatan internasional MXGP yang akan datang dan menjadikan Indonesia tujuan wisata yang aman dari rabies.

Pelatihan Penanganan Rabies dengan Pendekatan One Health

Sebanyak 98 orang (51 laki-laki dan 47 perempuan) perwakilan petugas kesehatan hewan dan kesehatan manusia dari 24 kecamatan di Kabupaten Sumbawa mengikuti pelatihan TAKGIT. Pelatihan ini membekali petugas dengan keterampilan penanganan kasus gigitan rabies serta memberi kesempatan kunjungan ke pusat kesehatan hewan (Puskeswan) dan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang ditunjuk sebagai pusat penanggulangan rabies atau rabies centre.

“Meskipun tingkat kematian akibat rabies pada manusia sangat tinggi, kematian dapat dicegah dengan penanganan sedini mungkin terhadap kasus gigitan hewan penular rabies melalui pemberian Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR) di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan Rumah Sakit,” ujar Sitti Ganefa Pakki, Kepala Subdirektorat Zoonosis, Kementerian Kesehatan di Jakarta.

Seluruh upaya pengendalian rabies ini dilaksanakan oleh pemerintah bekerja sama erat dengan Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-bangsa (FAO) dengan dukungan pendanaan dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID).

“FAO berkomitmen untuk bekerja sama erat dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah dengan memberikan segala dukungan yang diperlukan untuk mengendalikan rabies di Indonesia,” ujar Rajendra Aryal, Kepala Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor Leste.    

“Rabies merupakan penyakit mematikan yang khususnya dapat merugikan masyarakat desa dan pelaku pertanian. Oleh karena itu, kita semua perlu bertindak cepat untuk mengendalikannya,” tambah Rajendra.

Khairul Arifin, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat, berterima kasih atas dukungan Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan dan FAO dalam kegiatan ini.

"Kami berharap kegiatan pengendalian rabies ini dapat mendukung tercapainya Sumbawa bebas rabies sekaligus menyukseskan acara MXGP. Hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi di pulau Sumbawa." tegasnya.

FAO telah bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dalam pengendalian rabies di berbagai provinsi sejak tahun 2011 melalui peningkatan kesadaran masyarakat, peningkatan kapasitas petugas, manajemen populasi anjing, serta penyediaan vaksin dan sistem informasi dengan menggunakan pendekatan One Health, yakni kolaborasi antara kesehatan hewan, manusia dan lingkungan. (CR)

HARGA AYAM NAIK 22,5% DI PASAR DOMESTIK BRASIL

Konsumen Brasil menghadapi kenaikan harga produk unggas hingga 22,5% di bulan Maret. Pergerakan menguat di paruh kedua bulan ini dan terutama terkait dengan permintaan eksternal yang lebih besar.

Perang antara Rusia dan Ukraina membuat pembeli global mengalihkan perhatian mereka ke Brasil. Ukraina adalah pemasok daging ayam global yang penting, terutama untuk Eropa dan Timur Tengah.

Buktinya, Uni Emirat Arab telah menjadi tujuan terbesar unggas Brasil pada Maret, melampaui China. Negara Islam itu mengimpor 42.800 ton, volume 89,9% lebih tinggi dari yang diimpor pada bulan ketiga tahun 2021.

“Negara-negara Islam adalah tujuan pertama ekspor daging ayam Brasil pada tahun 1975,” kata presiden ABPA Ricardo Santin. “Sektor unggas Brasil mematuhi halal. Ini telah menempatkan kami pada posisi strategis untuk mendukung ketahanan pangan di negara-negara Arab.” (via poultryworld.net)

SIASAT MENGATASI LALAT

Lalat merupakan vektor mekanis dan biologis yang dapat menularkan berbagai macam penyakit. (Foto: Istimewa)

Pembatasan penggunaan antibiotik menjadi momen pengingat bagi pelaku usaha peternakan untuk lebih memerhatikan penerapan biosekuriti di kandang. Biosekuriti diketahui sebagai serangkaian tahapan dan upaya mencegah masuknya mikroorganisme berbahaya ke wilayah peternakan. Salah satu komponen biosekuriti adalah disinfeksi.

Commercial Excellence & Channel Partner Manager PT Elanco Animal Health Indonesia, Eka Purwayaneka Rhamdani, mengatakan dalam webinar “Controlling Fly Borne Diseases in AGP Free Era”, Selasa (1/3). “Kami fokus pada bioprotection serta berkomitmen dalam mengedukasi para peternak tentang pentingnya biosekuriti, salah satunya melalui integrated pest management.”

Disiplin Kontrol Lalat: Good Biosecurity
Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Prof Drh R. Wasito MSc PhD, memaparkan mengenai “House Flies: Vector Borne Diseases”.

Ia menjelaskan bahwa lalat merupakan vektor mekanis dan biologis yang dapat menularkan berbagai macam penyakit. Pengendalian lalat sangat penting untuk penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri maupun jamur pada ternak.

Beberapa penyakit penting yang dijabarkan Wasito yaitu... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi April 2022. (NDV)

ARAB SAUDI MENCABUT LARANGAN 18 TAHUN PADA AYAM THAILAND

Hanya 2 minggu setelah Arab Saudi mencabut larangan impor ayam dan telur Thailand, yang telah berlaku sejak 2004, Charoen Pokphand Foods (CP Foods) mengekspor pengiriman pertama produk ayam ke kerajaan tersebut.

Lima pabrik ayam CP Foods telah diberi izin oleh Otoritas Makanan & Obat Saudi untuk mengekspor ayam dingin, beku, dan olahan. Dalam upacara peluncuran yang diadakan oleh CP Foods pada 28 Maret di pabrik pengolahan ayam Minburi, Menteri Perdagangan Thailand, Jurin Laksanawisit, mengatakan bahwa industri ayam negara itu telah membuat langkah monumental di Timur Tengah.

“Selamat kepada CP Foods yang menjadi perusahaan pertama yang mengekspor produk ayam ke Arab Saudi,” ujar Laksanawisit. “Ini adalah era baru bagi perdagangan Thailand dan Saudi. Thailand menargetkan ekspor 10.000 ton ayam ke Arab Saudi tahun ini, yang akan membantu meningkatkan nilai ekspor broiler Thailand ke luar negeri.”

Ia menambahkan, Arab Saudi akan menjadi salah satu pasar terpenting dan terbesar di Timur Tengah, khususnya untuk produk halal.

CEO CP Foods, Prasit Boondoungprasert, mencatat bahwa perusahaan akan mengekspor 600 ton produk ayam, senilai 47 juta baht (US$1,4 juta), ke Arab Saudi pada Maret, dan 6.000 ton produk daging ayam dengan total nilai ekspor 473 juta baht (US$14 juta) tahun ini. “CP Foods mengincar ekspor ayam sebesar 60.000 ton dalam 5 tahun ke depan,” terang Boondoungprasert. (via poultryworld.net)

KENALI PENYAKIT SAPI DI PERKEBUNAN SAWIT

Hamparan perkebunan sawit di Indonesia memiliki potensi juga sebagai lahan pengembangan peternakan sapi

Indonesia memiliki potensi perkebunan kelapa sawit yang besar, tersebar luas di Sumatra dan Kalimantan. Luas perkebunan sawit di Indonesia mencapai 15,08 juta hektare pada 2021, naik 1,5% dari tahun sebelumnya. Perkebunan Swasta Besar (PBS) memegang sebanyak 55,8% luas perkebunan sawit, Perkebunan Rakyat (PR) seluas 6,8 juta hektare (40,34%) dan Perkebunan Besar Negara (PBN) seluas 579,6 ribu hektare (3,84%).

Konsumsi produk kelapa sawit untuk konsumsi naik 6%, oleo chemical naik 25% dan untuk biodisel naik 2% pada 2021. Pada tahun ini, konsumsi produk kelapa sawit diprediksi naik menjadi 800 juta ton/bulan. Produk kelapa sawit berupa CPO dan PKO memiliki potensi besar dalam menyumbang devisa dari ekspor. Dari produksi sebanyak 53,8 juta ton, terserap konsumsi lokal sebesar 20,59 juta ton dan ekspor sebesar 33,21 juta ton (Palm Oil Association, 2021).

Hamparan perkebunan sawit di Indonesia memiliki potensi juga sebagai lahan pengembangan peternakan sapi dan ternak lainnya seperti di Malaysia. Perkebunan sawit mampu menyediakan pasokan pakan dari rumput yang ada di bawah, sekitar pohon, hijauan dari daun sawit, maupun rontokan biji sawit serta produk samping dari pengolahan minyak sawit.

Masyarakat petani sawit di beberapa daerah Indonesia telah memanfaat perkebunan sawit untuk pengembangan sapi. Ras sapi Bali, PO atau silangan mudah di dapati di lokasi transmigrasi sawit. Sapi berkembang baik dan kondisinya relatif didominasi dengan kondisi tubuh yang sedang-gemuk, yang menandakan kecukupan pakan.

Beberapa perusahaan besar kelapa sawit telah mengembangkan sapi di perkebunan sawit di beberapa kabupaten. Sapi Brahman Cross (BX), telah mereka kembangkan untuk breeding dan fattening. Integrasi pemeliharaan sapi dalam perkebunan sawit oleh perusahaan besar sapi bisa dijumpai di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin  Timur di Kalimantan Tengah dan Tanah Bumbu serta Kabupaten Tabalong di Kalimantan Selatan.

Dalam pemeliharaan sapi di perkebunan sawit ada beberapa penyakit yang potensial bisa timbul, membawa kerugian ekonomi dan bahkan mematikan sapi. Kecacingan atau infestasi parasit gastrointestinal merupakan salah satu contoh penyakit pada sapi yang klasik dan mesti dikendalikan tiap tiga bulan sekali agar pertumbuhan dan pertambahan bobot badan sapi bisa optimal sesuai volume dan kualitas pakan yang diberikan dan diharapkan.

Beberapa penyakit penting pada sapi yang ditemukan pada di perkebunan sawit seperti yang terjadi di Kalimantan adalah… Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi April 2022

Ditulis oleh:
Sulaxono Hadi
Medik Veteriner Ahli Madya
Balai Veteriner Banjarbaru

AUSTRALIA AKAN IMPOR SAPI LSD DARI INDONESIA

Peternakan Sapi, Sumber Pendapatan Utama Australia


Langkah tidak biasa ditempuh oleh Australia, pasalnya mereka hendak mengimpor sapi yang mengidap penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) dari Indonesia. Tujuannya agar ilmuwan bisa mengembangkan vaksin untuk mencegah penyebaran infeksi LSD jika akhirnya virus itu masuk ke Australia. Menteri Pertanian Australia David Littleproud mengatakan lembaga penelitian CSIRO di Geelong, Victoria, akan menguji virus yang dapat memusnahkan industri daging merah dan produk susu Australia tersebut. 

"Ini merupakan langkah besar dan tidak bisa saya anggap enteng. Tapi itulah risiko yang harus diambil untuk dapat mencegahnya di negara kami. Langkah ini pun tidak akan memengaruhi status penyakit hewan ternak di Australia maupun peluang perdagangan kita" katanya.

Keputusan Australia  untuk mengimpor sapi terinfeksi LSD dari Indonesia memang berisiko, pasalnya penyakit tersebut dapat menular melalui perantara vektor berupa serangga. Oleh karena itu mereka sangat khawatir akan keselamatan sektor peternakan sapinya, karena faktanya Australia memang dapat banyak devisa dari sektor tersebut.

"Virus LSD ini saya khawatir akan datang dan akhirnya masuk ke Australia, entah dalam waktu cepat atau lambat. Saat ini jarak penyakit ternak itu ke wilayah daratan Australia sekitar 3.000 kilometer. Cukup dengan badai angin topan dan sejumlah pengusir hama sudah cukup untuk menyebar ke Australia. Saya tidak bisa memasang penangkal lalat besar di seluruh wilayah Australia utara. Saya tidak akan bisa menghentikannya," tambahnya. (INF)
". 

BOHLAM MERAH UNTUK AYAM LAYER

“Saya mendapat banyak pertanyaan tentang mengecat bohlam merah,” kata Dr Sieche Genger, Technical Services Manager South East Asia Hy-Line International, pada Polutry Week Webinar Informa Markets. “Ada penelitian di masa lalu yang mengatakan bahwa lampu merah mengurangi perilaku agresif pada ayam, tetapi itu sebenarnya dalam spektrum lampu merah, bukan lampu merah itu sendiri dengan mengecat bohlamnya.”

Meredupkan cahaya dengan mengecatnya menjadi merah membantu mengurangi pecking dan memang cahaya yang lebih redup akan mengurangi agresi.

Penelitian di Hyline menemukan cat merah menciptakan peredupan yang signifikan tetapi tidak memberikan peredupan yang seragam. Cat merah juga akan memblokir hampir semua spektrum cahaya biru, hijau dan kuning.

Dampak negatif lainnya adalah bahwa cat merah tidak menciptakan spektrum cahaya merah. Hanya memasang lampu yang dapat diredupkan dapat menghasilkan jenis efek yang sama, tidak perlu mengecat bohlam.

UEA UNGGULI CHINA DALAM IMPOR AYAM DARI BRASIL

Pada Februari lalu, Uni Emirat Arab mengungguli China sebagai negara tujuan utama produk ayam Brasil. Menurut  ABPA, bulan ramadhan, yang berlangsung pada bulan April, adalah pendorong penjualan utama.

Brasil adalah pemasok global terkemuka ayam halal. UEA adalah salah satu dari 58 negara yang membeli ayam halal Brasil. Pada Februari 2022, UEA meningkatkan pembelian ayam hampir 90%, mencapai 42.800 ton. Impor China selisih 500 ton, yaitu 42.300 ton.

“Negara-negara Islam adalah tujuan pertama ekspor daging ayam Brasil, pada tahun 1975,” kata kepala ABPA, Ricardo Santin, seraya menambahkan bahwa ada prospek pertumbuhan jangka panjang. (via poultryworld.net)

KALKUN HIAS, BISA JADI USAHA SAMPINGAN

Budi daya kalkun hias sebagai sumber penghasilan, selain peminatnya banyak juga tak terlalu repot dalam pengelolaan usahanya. (Foto: Istimewa)

Usaha ternak kalkun hias masih tergolong langka. Peternaknya terbatas, namun potensi pasarnya terbuka luas. Cukup memanfaatkan pekarangan rumah, usaha ternak ini bisa dimulai.

Perkampungan Gondosuli, Kecamatan Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, sedikit berbeda dengan perkampungan daerah lainnya. Di kampung ini cukup banyak peternak ayam kalkun. Ayam yang memiliki badan besar, memiliki jengger glambir di bawah paruhnya dan ekor yang kerap mengembang. Hampir serupa dengan burung merak.

Suasana pagi hari di perkampungan Gondosuli benar-benar terasa asri. Selain banyak pepohonan rindang, suara kokok kalkun saling bersautan makin membuat sahdu suasana pedesaan. Suara kukuruyuk ayam kate yang melengking dan ayam jago menjadi kekhasan suasana Desa Gondosuli.

Sejak 10 tahun lebih, desa ini dikenal sebagai salah satu sentra peternakan ayam hias, termasuk peternakan ayam kalkun. Di sini terdapat dua jenis ayam kalkun yang diternakkan, yakni kalkun pedaging dan kalkun hias berbagai ras.

“Sebagian besar peternakan kalkun di sini bukan untuk pedaging, tapi lebih kepada ayam hias,” ujar Mugiyanto, salah satu peternak ayam kalkun hias di Desa Gondosuli kepada Infovet.

Menurut Mugiyanto, warga Gondosuli lebih memilih kalkun hias sebagai sumber penghasilan. Selain peminatnya lebih banyak, juga tak terlalu repot dalam pengelolaan usahanya. Dari sisi pakan juga tidak harus dipacu agar cepat gemuk. Yang penting pola perawatan yang baik, bisa menghasilkan bulu yang indah, sudah dianggap cukup.

Sebelumnya, Mugiyanto pernah mencoba usaha kalkun pedaging. Namun karena ribet, ia kembali fokus pada kalkun hias. Konsumen kalkun pedaging umumnya hanya mau menerima sudah dalam bentuk daging bersih atau karkas siap olah.

“Artinya saya harus memiliki rumah potong ayam dan mesin pendingin yang memadai, butuh pekerja juga yang khusus mengurus itu. Butuh modal besar,” kilahnya.

Usaha Sampingan
Setiap peternak memiliki pilihan sendiri dalam mementukan jenis ternaknya. Mugiyanto meyakini pasar daging ayam kalkun saat ini terbuka lebar. Makin banyaknya restoran penyedia olahan daging kalkun di kota-kota besar bisa menjadi pertanda. Harganya pun cukup mahal, sehingga jika ditekuni dengan baik bisa menjadi sumber penghasilan yang cukup.

“Tapi karena ribet saya dan para peternak di sini kebanyakan memilih beternak kalkun hias. Ada beberapa peternak juga yang pilih fokus pada kalkun pedaging,” kata pria yang mulai mengenal bisnis kalkun sejak SD ini.

Selain Desa Gondosuli, para peternak kalkun hias juga ada desa-desa lain di Kecamatan Muntilan. Menurut Mugiyanto, meski jumlah peternak cukup banyak, namun hasil penjualan ayam hias di sini cukup lumayan karena peminatnya kian bertambah. Model usahanya bervariasi, ada yang khusus sebagai usaha ada pula yang hanya sebagai usaha sampingan.

Terbukanya peluang pasar kalkun membuat warga Muntilan banyak yang menjadikan ternak unggas ini sebagai sumber penghasilan tambahan. Mereka yang menjadikan ladang uang sampingan, umumnya adalah para pekerja yang masih aktif.

Bagi Mugiyanto, makin banyaknya peternak kalkun di daerahnya bukan berarti menambah ketat persaingan usaha. Justru saling membantu diantara peternak. “Kalau pas di kandang saya lagi kosong dan ada konsumen yang mau beli, saya bisa ambil dari teman-teman peternak lain. Jadi, kami saling membantu,” ungkapnya.

Usaha Turun Temurun
Usaha yang ditekuni Mugiyanto merupakan usaha turun temurun. Ia melanjutkan usaha dari ayahnya yang sudah dirintis sejak 20 tahun lebih. Di lahan seluas 600 meter persegi, peternak ini membuat beberapa kandang berderet, termasuk kandang khusus untuk anakan.

Di peternaknnya, 40 ekor lebih indukan kalkun dimiliknya. Indukan tersebut menghasilkan ratusan butir telur per periode bertelur. Dalam setahun kalkun memiliki 5-6 masa bertelur. Satu masa bertelur per indukan menghasilkan hingga 15 butir. Satu jantan kalkun mampu mengawini 5-6 kalkun betina. Pejantan tangguh, begitu istilahnya.

Telur-telur tersebut dierami langsung induknya, dengan tingkat mortalitas (kegagalan menetas) sekitar 5%. Dalam sebulan, rata-rata tingkat produksinya mencapai 50 ekor anakan. Mugiyanto menjual semua kelompok umur kalkun, tergatung permintaan konsumen. “Minta anakan umur sehari bisa, yang umur sebulan bisa, ada juga yang beli indukan,” katanya.

Per ekor anakan kalkun umur sehari ia banderol sekitar Rp 30 ribu, sedangkan untuk kalkun umur satu bulan dihargai Rp 60-75 ribu/ekor. Sementara untuk kalkun dewasa harga bervariasi tergantung jenis dan keindahan bulunya. Harga bisa mencapai Rp 1 juta lebih/ekor.

Pembeli kalkun hias Mugiyanto tak hanya dari sekitar Magelang, namun juga dari luar kota dan kota-kota di luar Jawa. Para pembeli ada yang datang langsung ke peternakan, ada juga yang pesan melalui online dan dikirim melalui jasa pengiriman.

Tahapan Usaha
Dari tahun ke tahun, permintaan ayam kalkun mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan menjamurnya restoran-restoran yang menyajikan menu utama daging kalkun. Menurut sebuah penelitian, protein ayam kalkun lebih tinggi dibanding ayam pedaging biasa.

Untuk itulah prospek usaha ayam kalkun masih terbuka lebar mengingat masih kurangnya pasokan untuk restoran, hotel ataupun supermarket. Demikian dengan ayam kalkun hias, peluang pasarnya juga terbuka. Pehobi ayam hias setiap tahun dipastikan bertambah.

Namun sebelum terjun ke usaha peternakan ayam kalkun, ada baiknya memikirkan jenis ayam kalkun apa yang akan dipelihara, mengingat ayam kalkun memiliki berbagai macam jenis, diantaranya kalkun Black Spanish, Bourbon Red, Bronze, Golden Palm, Pencil Red, Putih Albino, Royal Palm dan Self Buff.

Jenis-jenis tersebut merupakan kalkun yang sudah populer di Indonesia. Setelah mengetahui jenis ayam kalkun, berikutnya dapat fokus kepada salah satu jenis atau beberapa jenis sekaligus tergantung pada target pasar, apakah akan dijual konsumsi atau untuk hias.
Bagaimana tahapan budi daya kalkun? Berikut sekelumit informasinya:

• Pemilihan bibit. Pilih bibit atau indukan yang bagus dan berkualitas. Hal ini penting agar ayam kalkun dapat berproduksi secara maksimal. Ciri indukan ayam kalkun yang baik diantaranya nafsu makan baik, gerak-geriknya gesit, warna kotorannya normal (tidak encer putih atau kehijauan), untuk indukan yang produktif biasanya memiliki kaki dan badan yang besar. Sedangkan ciri-ciri ayam kalkun yang kurang baik atau afkiran adalah sebaliknya.

• Pemilihan lokasi berternak. Lokasi yang baik akan memberikan keuntungan tersendiri, karena pertumbuhan dan kelangsungan dalam usaha budi daya ayam kalkun. Sebelum menentukan lokasi peternakan yang ideal, sebaiknya lakukan survei tentang keamanan di sekitar kandang, kenyamanan (suhu dan cuaca) dan distribusi ketika akan menjual ataupun ketika memberi pakan. Pastikan peternakan aman dari gangguan manusia, binatang, maupun kemungkinan ancaman bencana alam dan ancaman lainnya.

• Sistem kandang. Kandang berfungsi sebagai rumah atau tempat berteduh dan melindungi kalkun dari berbagai ancaman. Agar nyaman, sesuaikan ukuran kandang dengan jumlah kalkun yang dipelihara. Baik untuk anakan ataupun indukan. Pastikan kandang memiliki umbaran, atau kalkun dapat berjalan-jalan. Layout sistem perkandangan harus nyaman mulai dari pintu ke pintu, ventilasi dan jalan antara satu kandang ke kandang lainnya. Pisahkan kalkun sesuai umur agar tidak terjadi perkelahian, kemudian tentukan apakah akan di erami alami atau ditetaskan dengan mesin.

• Pakan. Peternak bisa memberikan pakan disesuaikan usianya. Atur jadwal makan dan sediakan pakan sesuai kebutuhan agar pakan tidak tersisa, karena dapat menjadi bibit penyakit. Perlu juga mengatur letak air dan pakan berjauhan sehingga kandang akan tampak selalu bersih.

Prinsip yang lebih penting dalam membuka usaha peternakan kalkun adalah kesiapan mental. Karena membuka usaha peternakan tidak semudah yang dibayangkan, harus siap berkotor-kotor selama berada di kandang. (AK)

MHP LANJUTKAN EKSPOR UNGGAS UKRAINA

Ilustrasi

Produsen unggas terbesar Ukraina, MHP, telah memulai kembali ekspor, yang terhenti karena invasi Rusia, kata CFO MHP, Viktoria Kapelyushnaya.

Sebelum perang, MHP menghasilkan sekitar 60% dari US$1,9 miliar pendapatan tahunannya dari ekspor. Bagian itu turun menjadi hampir nol karena konflik memutuskan perusahaan dari rute pengiriman laut yang biasa.

“Kami sedang mempertimbangkan untuk mengekspor dengan kereta api, tetapi sulit karena perbedaan infrastruktur antara kereta api Ukraina dan kereta api Eropa,” kata Kapelyushnaya, menambahkan bahwa perusahaan memulai ekspor unggas menggunakan truk dan dalam waktu terdekat diharapkan dapat meningkatkan volume ekspor. (via poultryworld.net)

ARMENIA DILANDA KEKURANGAN DAGING DAN PAKAN BROILER

Invasi Rusia ke Ukraina telah membuat pasar Armenia kekurangan pasokan daging broiler, sementara peternak unggas lokal berjuang untuk menemukan pengganti bahan pakan yang biasa didapat dari Ukraina.

Sergey Stepanyan, Ketua Persatuan Peternak Unggas Armenia, memperkirakan sebelum perang, 25-30% bahan pakan didatangkan dari Ukraina, termasuk kedelai, jagung, dan bungkil bunga matahari. Sisanya dibeli dari Rusia dan beberapa negara lain.

Sekarang pengiriman dari Ukraina sepenuhnya ditangguhkan, kata Stepanyan, menambahkan bahwa ini terutama terkait dengan gangguan pasokan karena pelabuhan Ukraina di Laut Hitam menutup operasi.

“Dua kapal besar, yang seharusnya memuat pakan pesanan, mendekati Kherson, tetapi dari sana, karena force majeure, tidak mungkin untuk melanjutkan transportasi. Pada saat ini, pakan seharusnya sudah dalam perjalanan, ”kata Stepanyan. (via poultryworld.net)

CHR HANSEN, PEMIMPIN GLOBAL DALAM APLIKASI MIKROBA

Chr Hansen adalah perusahaan yang hampir seluruhnya didasarkan pada sains, dengan fokus pada bakteri yaitu aplikasi mikroba probiotik.

“Ada satu fakta yang sangat menarik pada bakteri, yaitu terdapat lebih banyak bakteri dibandingkan jumlah butiran pasir yang ada di bumi ini, jadi ini menunjukkan seberapa besar area dari bisnis ini,” kata Edward Manchester, Head of Sales APAC Animal Health & Nutrition, Chr Hansen pada webinar Launching BioPlus® YC 29 Maret 2022 yang diselenggarakan oleh Chr Hansen dan PT Emvi Indonesia selaku distributor BioPlus® YC solusi probiotik untuk ternak.

Edward Manchester

Berkantor pusat di Denmark, Chr Hansen telah beroperasi selama hampir 150 tahun dengan spesialisasi pada mikroba. Hal itu memberikan Chr Hansen posisi sebagai pemimpin dan spesialis global dalam hal aplikasi mikroba.

Chr Hansen mempunya dua area spesifik. Pertama adalah aplikasi makanan manusia, kultur makanan, dan enzim. Kedua adalah bisnis kesehatan dan nutrisi baik untuk hewan maupun manusia, juga beberapa oligosakarida susu atau pengganti ASI untuk bayi.

Untuk kultur makanan dan enzim Chr Hansen terlibat secara intensif dalam kultur untuk produksi yogurt, produksi keju, pengawetan sosis daging salami, dan fermentasi minuman. Juga perlindungan sayuran dan buah ketika didistribusikan ke supermarket, dengan menyemprotkan aplikasi mikroba ke permukaan sehingga bisa mendapatkan umur simpan yang lebih lama.

Chr Hansen adalah supplier dari produsen yogurt dan keju. 50% dari keju dan yogurt di dunia memiliki kultur Chr Hansen di dalam produk tersebut.

Untuk kesehatan tanaman, Chr Hansen mengaplikasikan mikroba ke dalam tanah atau menyemprotkannya ke tanaman. Misalnya pada tebu, jagung, dan kedelai. Penggunaan mikroba mengurangi atau meghilangkan kebutuhan pestisida secara signifikan dalam produksi.

Untuk kesehatan manusia Chr Hansen menyediakan probiotik yang dapat dikonsumsi untuk meningkatkan kesehatan, dibungkus dalam bentuk tablet ataupun permen. Untuk kesehatan hewan contohnya adalah aplikasi BioPlus® YC pada industri ternak.

Chr Hansen hanya berfokus di bagian produksi bakteri dan aplikasi bakteri.

“Kami memiliki semuanya dimulai dari kultur starter terkecil dari bakteri, hingga bioreaktor skala penuh untuk memproduksi bakteri,” kata Edward Manchester. “Kami tidak hanya memperdagangkan strain bakteri, kami memiliki semua prosedur QA QC untuk semua siklus produksi dan untuk menyuplai bakteri ke pelanggan kami.”

Saat ini Chr Hansen memiliki sekitar 1.300 karyawan yang bekerja di bagian produksi bakteri pada 14 lokasi manufaktur.

Edward mengatakan, “Menjadi mitra dari Chr Hansen, Anda bisa percaya dan yakin bahwa kami memiliki jaminan penuh dalam hal kredibilitas kualitas dalam menyuplai strain bakteri kami ke produsen. Memiliki manufaktur di 4 benua memberikan kami keamanan yang jelas dalam hal mampu memproduksi dan menyuplai secara global.”

Chr Hansen memiliki lebih dari 40.000 strain mikroba di dalam bank data internalnya. Lebih dari 100-nya adalah strain bacillus subtilis yang bermanfaat diaplikasikan untuk ternak, untuk mendapatkan performa maksimum dalam produksi ternak baik dari sisi kinerja, parameter kesehatan, atau patogen penghambat.

Selama beberapa tahun terakhir dan bahkan di tahun terakhir di akhir tahun 2021 Chr Hansen terpilih oleh Corporate Knight sebagai perusahaan bahan makanan paling berkelanjutan di dunia. “Ini adalah sesuatu yang sangat membanggakan bagi kami,” kata Edward. “Kami benar-benar melihat dan memperhatikan generasi masa depan, apa yang bisa produk kami berikan dalam pasar. Baik dari sisi keawetan dan berkelanjutan, dan bahkan dalam industri ternak.”

Sumber gambar: chr-hansen.com

BIOPLUS® YC, MENJADIKAN PERFORMA BABI LEBIH OPTIMAL


Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang apabila diberikan dalam jumlah memadai memberikan manfaat kesehatan pada host. Head of Technical Service APAC, Chr Hansen, Jean Christophe Bodin, pada Launch of BioPlus® YC via daring, Selasa (29/3), yang diselenggarakan oleh Chr Hansen dan PT Emvi Indonesia selaku distributor BioPlus® YC, menjelaskan bahwa ada 3 bakteri yang paling penting dalam keluarga besar probiotik.

Pertama, bakteri asam laktat yang cukup dikenal pada industri makanan, adalah bakteri gram positif yang merupakan microbiota pada usus normal. Tidak tahan terhadap panas, kelembaban, antibiotik dan kadang terhadap oksigen.

Kedua, adalah ragi (yeast), jamur uniseluler yang hampir 20-300 kali ukuran bakteri, dikenal dalam dunia peternakan. Mempunyai beta-glukan yang mampu merangsang status kekebalan hewan namun kebanyakan tidak tahan terhadap panas.

Ketiga, adalah Bacillus spp terutama ditemukan di tanah atau sedimen laut. Adalah bakteri pembentuk spora yang mampu bertahan melewati berbagai proses dalam pembuatan pakan. Mempunyai kemampuan bertunas untuk berkembang biak di usus dan menempel, serta membuat koloni mikro pada epitel usus. Tahan terhadap panas dan perlakuan mekanis atau kimia, dan dapat bersinergi dengan koksidiostat atau antibiotik.

BioPlus® YC adalah probiotik yang dikembangkan khusus untuk peternakan babi. Probiotik dengan dua strain yaitu Bacillus Licheniformis yang diisolasi dari tanah dan Bacillus Subtilis yang diisolasi dari tumbukan kacang kedelai,” kata Jean Christophe Bodin.

Jean Christophe Bodin

Bacillus spp terbukti mampu membentuk biofilm pelindung pada permukaan usus, yang memungkinkan untuk memproduksi dan melepaskan beberapa enzim di saluran pencernaan. Dan juga beberapa senyawa tambahan yang akan membantu meningkatkan kecernaan bagian pakan yang tidak dapat dicerna.

Selain itu juga memiliki kemampuan memproduksi lipopeptida atau bakteriosin, yang memiliki kemampuan secara langsung menghasilkan lingkungan mikro untuk menghambat beberapa bakteri patogen.

Semua Bacillus dapat berkolonisasi secara mikro pada saluran usus, dan mampu menghasilkan enzim untuk membantu penyerapan nutrisi.

Jenis enzim yang dihasilkan Bacillus bergantung pada jenis substrat dan jenis bahan pakan. Bacillus juga akan melepaskan nutrisi tambahan dan meningkatkan kecernaan pakan.

Kesehatan hewan akan lebih baik karena residu nutrisi di saluran pencernaan lebih sedikit. Residu nutrisi tersebut digunakan bakteri patogen untuk tumbuh dan menginfeksi saluran pencernaan.

BioPlus® YC, solusi probiotik yang didedikasikan untuk peternakan babi.

“Dalam satu trial yang kami buat ketika kita menambahkan pakan dengan BioPlus® YC pada sekelompok induk, terlihat bahwa selama laktasi induk babi yang menerima BioPlus® YC menunjukkan asupan pakan lebih tinggi per hari, yang mungkin disebabkan oleh proses farrowing yang lebih lancar,” jelas Jean. “Artinya berkat suplementasi BioPlus® YC induk babi mampu mempertahankan berat badan dan status kesehatannya dengan lebih baik.”

Uji coba menunjukkan hasil induk babi memiliki hari non-produktif lebih sedikit, penurunan angka kematian saat prasapih dan penambahan 1 anak babi yang disapih per induk per tahun. Pada fase nursery juga terbukti adanya peningkatan pertumbuhan dengan perolehan rata-rata harian yang meningkat dan efisiensi pakan lebih baik.

Pada fase grower dan finisher, BioPlus® YC dapat diterapkan dengan dua cara. Cara pertama adalah on top. Yaitu menambahkan BioPlus® YC pada pakan tanpa perubahan formulasi untuk meningkatkan pertumbuhan. Cara kedua adalah reformulasi pakan yang fleksibel. Baik on top maupun reformulasi pakan, mampu meningkatkan performa babi.

Uji coba juga menunjukkan berkurangnya angka kematian sehingga didapatkan lebih banyak anak babi yang disapih, juga menurunnya prevalensi diare. Penggunaan pakan menjadi lebih baik dengan penurunan 3% dalam penggunaan pakan per kilo kenaikan berat badan. Pada akhir produksi mampu meningkatkan berat badan sebesar 3%.

Dalam kondisi tertentu pada peternakan babi seringkali menerapkan pengobatan dengan menambahkan antibiotik pada pakan. BioPlus® YC tidak ada masalah ketika diberikan bersamaan dengan obat, tetap memberikan nilai tambah pada pertumbuhan dan FCR (feed conversion ratio). Artinya ada semacam sinergi yang dicapai ketika pengobatan dan BioPlus® YC diberikan bersama-sama. (ADV)

PEMANFAATAN ENZIM PADA PAKAN

Usaha meningkatkan pemanfaatan zat gizi yang ada dalam bahan pakan dilakukan dengan memanfaatkan enzim dari luar tubuh ternak. (Foto: Istimewa)

Biaya pakan merupakan komponen terbesar dalam biaya produksi ternak, baik itu daging, susu maupun telur. Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pakan oleh ternak sehingga dapat menekan biaya produksi, apalagi di saat harga bahan baku pakan makin meningkat.

Usaha meningkatkan efisiensi penggunaan pakan biasanya dilakukan dengan formulasi pakan yang optimal dan seimbang sesuai kebutuhan gizi ternak, tetapi juga dilakukan dengan proses produksi dan sistem pemberian pakan yang benar dan efisien.

Dalam kurun waktu beberapa dekade, usaha meningkatkan pemanfaatan zat gizi yang ada dalam bahan pakan dilakukan dengan memanfaatkan enzim dari luar tubuh ternak, sehingga zat gizi dalam bahan pakan lebih banyak lagi dimanfaatkan ternak dan pada akhirnya mampu mengurangi biaya produksi ternak.

Berkembangnya teknologi untuk menghasilkan enzim secara ekonomis membuka kemungkinan penggunaan berbagai enzim yang dapat dimasukkan ke dalam ransum.

Sejarah
Penggunaan enzim untuk pakan sudah 100 tahun berjalan ketika pertama kali enzim pakan dilaporkan dengan nama Protozyme pada tahun 1920. Akan tetapi penggunaan enzim belum berkembang secara komersial sampai penemuan enzim untuk meningkatkan nilai gizi barley pada 1950-1960. Pada waktu itu dilaporkan bahwa pemberian barley pada ayam menimbulkan hambatan pertumbuhan, hal itu dapat ditanggulangi dengan proses pemeletan atau diberikan enzim glukanase yang memecah beta glukan yang terdapat dalam barley.

Penemuan dan pengembangan enzim fitase diawali dengan penelitian fitat dalam serealia yang menunjukkan bahwa fosfor dalam serealia tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal akibat tidak adanya enzim yang mampu melepaskan fosfor dari fitat. Pada 1970-an berkembanglah enzim fitase yang dapat digunakan untuk pakan monogastrik, meskipun masih dalam skala kecil.

Pengembangan enzim lebih lanjut terjadi… Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi April 2022.

Ditulis oleh:
Prof Budi Tangendjaja
Konsultan Nutrisi Ternak Unggas

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer