-->

CARA “MENCURIGAI” AYAM TIREN & DAGING OPLOSAN

Ciri daging ayam bangkai, berformalin, dan/atau disuntik air. (Sumber: Buku Cara Pintar Pilih Pangan Asal Hewan)

Para pedagang nakal ini muncul memanfaatkan menipisnya stok daging ayam di pasaran. Begitu harga naik, mereka mengemas ayam tiren jadi ayam “segar” dan dijual dengan harga murah. Para pedagang nakal ini memanfaatkan ketidaktahuan konsumen.

Meluasnya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah untuk anak sekolah, kaum lansia, dan balita melalui Posyandu, berdampak pada menipisnya stok daging dan telur ayam di pasar. Hasil penelusuran Infovet pada liputan edisi akhir tahun 2025 menyebutkan, menipisnya stok telur ayam di pasar-pasar tradisional, salah satunya, disebabkan para peternak mengalihkan supply daging dan telurnya ke pemilik dapur MBG.

Masyarakat tentu merasa terbantu dengan adanya program MBG bisa mengurangi pengeluaran belanja urusan dapur, meski sedikit. Namun menipisnya stok daging dan telur ayam di pasar juga berkibat naiknya harga komoditi ini.

Akhir tahun kemarin, harga telur ayam mencapai Rp 33.000/kg, padahal harga sebelumnya hanya berkisar Rp 25.000/kg. Harga daging ayam mencapai Rp 45.000/kg, padahal sebelumnya hanya berkisar Rp 33.000/kg.

Melambungnya harga kedua komoditas tersebut rupanya menimbulkan permasalahan di pasar-pasar tradisional. Tak sedikit para pedagang nakal muncul menjual daging ayam yang tak layak konsumsi. Lagi-lagi yang menjadi korban adalah pembeli. Kondisi macam ini seolah menjadi siklus yang terus terjadi.

Ada saja pedagang yang sengaja melakukan tipu-tipu dalam usahanya. Tak sedikit pedagang yang nakal dengan menyuntikkan air ke dalam daging ayam, sehingga berat melebihi dari seharusnya. Ada juga yang menjual karkas ayam yang menggunakan formalin.

Ada pula yang memanfaatkan ayam yang sudah mati sebelum dipotong (tiren, ayam mati kemarin-red), menjadi menu olahan atau dijual dalam bentuk karkas. Karkas ayam tiren biasanya diolesi dengan bahan kimia tertentu, sehingga kelihatan seperti ayam baru dipotong. Tipu-tipu kualitas daging semacam ini hampir setiap waktu terjadi.

“Saya juga pernah mengalami kejadian seperti ini. Beli ayam di pasar kelihatannya dari luar bagus. Begitu sampai di rumah, waktu di masak baru keluar bau busuknya,” tutur Lilik Utami, warga Komplek Bumi Sawangan Indah, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, kepada Infovet.

Ketidaktahuan Wartini akan kualitas daging ayam menyebabkan ia percaya saja dengan pedagang di pasar. Ia mengaku, sebenarnya ia sudah agak curiga dengan ayam yang akan dibeli, warnanya agak gelap dan kemerahan, tidak seperti biasanya. Bau busuknya juga sedikit tercium.

Tapi, karena lingkungan di pasar tradisional memang bau menyengat, ibu rumah tangga ini tidak ingin buruk sangka. Apalagi harga daging ayam tersebut lebih murah dibanding di bakul lainnya, Lilik pun tergoda untuk membelinya.

“Dalam masalah seperti ini memang dibutuhkan kejujuran para pedagangnya. Jangan menipu pembeli,” ujar Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Ir Edi Suryanto MSc PhD IPU.

Upaya tipu-tipu menjaul daging unggas maupun daging sapi, menurutnya, sudah berlangsung lama, bahkan berulang-ulang terjadi. Ada sekelompok orang yang secara sengaja memaksakan kehendak dalam mencari rezeki secara tidak halal. Karena itum dibutuhkan kepintaran dari konsumen untuk lebih teliti dan hati-hti dalam membeli produk protein hewani.

Agar Tidak Tertipu
Menurut Buku Cara Pintar Pilih Pangan Asal Hewan yang diterbitkan Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (BPMSPH), Kementerian Pertanian, ada beberapa yang perlu dikenali untuk memastikan daging ayam aman dan tidak ada tipu-tipu.

Ciri-ciri daging ayam yang baik menurut para peneliti yang menyusun buku ini adalah warna daging ayam putih kemerahan dan cerah. Bau tidak menyimpang (tidak berbau amis, menyengat, dan asam). Permukaan daging terlihat lembap (tidak kering dan tidak basah).

Selain itu, permukaan daging ayam juga tampak bersih dan tidak ada darah. Serabut daging relatif halus. Kadang daging menyatu dengan kulit. Untuk karkas dalam bentuk beku (frozen), daging ayam disimpan dalam kondisi dingin (1-10 °C). Sementara untuk daging ayam yang sudah tergolong bangkai (mati tanpa disembelih), pada bagian permukaan karkas terlihat warna kemerahan (seperti memar).

Ciri lainnya, cobalah perhatikan pada bagian pangkal sayapnya. Pembuluh darah pada pangkal sayap berwarna biru kehitaman karena berisi darah. Konsumen juga perlu perhatikan pada pembuluh darah di balik kulitnya. Pembuluh darah kapiler terlihat jelas (merah kehitaman). Perhatikan juga pada daging di balik kulitnya, terdapat warna kemerahan pada daging (seperti memar).

Daging Ayam Berformalin
Bagaimana dengan daging ayam berformalin? Ayam berformalin adalah karkas/daging ayam yang mengandung formalin yang diberikan melalui suntikan ke dalam daging atau pencelupan daging ke dalam larutan formalin.

Konsumen bisa memperhatikan pada bagian leher, ada pembuluh darah yang tidak terpotong. Permukaan potongan saluran napas (trakea), saluran makan (esofagus), dan pembuluh darah rata, pembuluh darah terisi darah dan berwarna kehitaman (gelap).

Masih dalam Buku Cara Pintar Pilih Pangan Asal Hewan, pada ayam yang berformalin jika dicubit bagian kulitnya (dianjurkan menggunakan sarung tangan atau menggunakan pinset) maka kulit tidak kembali ke semula dan kulit terlihat kaku.

Adapun kasus lain yang sering dijumpai adalah ayam disuntik dengan air, seperti yang dialami oleh Krishandini. Ayam suntik adalah ayam yang diberikan air melalui suntikan ke dalam daging dengan tujuan menambah berat daging.

Konsumen bisa memperhatikan bagian kulit karkas ayam tampak meregang, karena daging terisi air. Perhatikan juga pada bagian paha, biasanya ada bekas jarum suntikan. Lubang-lubang kecil itu merupakan bekas suntikan untuk memasukan air.

Waspadai Daging Celeng
Kewaspadaan konsumen juga tak kalah penting saat membeli daging sapi, baik daging sapi mentah maupun yang sudah dalam bentuk olahan. Sejak lama, kasus yang sering terjadi adalah adanya daging oplosan antara daging sapi dan daging babi hutan (celeng).

Di saat harga daging melonjak, para pedagang yang curang kerap memanfaatkan momen ini. Para pedagang ini mencampur daging sapi dengan daging babi hutan dalam satu timbangan. Bagi yang jeli dan sudah tahu perbedaan antara daging sapi dengan daging babi hutan, pasti akan menolak. Namun bagi masyarakat lain yang masih awam dengan perbedaan tersebut, tentu sangat dirugikan. Terlebih bagi konsumen yang muslim.

Yang lebih sulit lagi untuk membedakan keduanya adalah saat sudah menjadi makanan olahan seperti bakso, sosis, dan lainnya. Harga memang jadi lebih murah dibanding dengan bakso yang hanya menggunakan bahan daging sapi saja.

Menurut Edi Suryanto, dari sisi Islam pencampuran atau pengoplosan akan menimbulkan kerugian besar. Kerugian juga datang dari sisi jasmani atau tubuh orang yang mengonsumsi barang haram tersebut. “Kotoran yang ada dalam barang haram antara lain seperti racun-racun, mikrobia perusak, mikrobia penyebab penyakit, parasit, dan berbagai macam virus,” ujarnya.

Untuk menghindari keraguan masyarakat dalam membeli daging, Edi menyampaikan tips penting untuk membedakan antara daging sapi dan daging babi hutan mentah. Menurutnya, tidak terlalu sulit untuk membedakannya secara kasat mata.

Daging mempunyai ciri atau karakteristiknya sendiri. Misalnya, daging sapi berbeda dengan daging babi, daging unggas berbeda dengan daging sapi ataupun daging babi. Perbedaan disebabkan antara lain oleh genetik, pakan, umur, dan manajemen.


Bagaimana jika sudah jadi olahan? Ini juga masalah yang sering kali dihadapi konsumen. Menurut Edi, daging sapi dan daging babi hutan yang sudah matang juga masih dapat dibedakan. “Warna daging sapi matang cokelat gelap, sedangkan warna daging babi matang cokelat pucat,” ujarnya. 

Jika olahan berkuah, maka kuah daging sapi memberikan aroma yang khas daging sapi, sedangkan kuah daging celeng aromanya berbeda. Lemak daging sapi akan menggumpal saat dingin, sedangkan lemak daging babi tetap cair saat dingin. ***

Ditulis oleh:
Abdul Kholis
Koresponden Infovet Daerah Depok,
Konsultan media dan penulis buku,
Writing Coach Griya Menulis (Bimbingan Menulis Buku & Jurnalistik),
Juara I Lomba Jurnalistik Tingkat Nasional (Unsoed, 2021) & Juara I Kompetisi Menulis
Artikel Tingkat Nasional dalam rangka HATN, 2022

SIDAK PASAR DI DEPOK, HARGA AYAM DAN DAGING SELAMA PUASA TETAP NORMAL

Sidak yang dilakukan Kementan di pasar wilayah Depok. (Foto: Istimewa)

Dalam rangka menjaga stabilitas pangan selama Ramadan hingga Idulfitri, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua pasar tradisional di Depok, yakni Pasar Depok Jaya dan Pasar Kemiri Muka, Minggu (22/2/2026).

Dalam kegiatan itu Direktur Pakan Kementan, Tri Melasari, menyampaikan bahwa harga komoditas peternakan di dua pasar tersebut relatif masih normal.

“Harga daging ayam rata-rata masih berada di kisaran Rp 37.000-40.000 per ekor. Ini menunjukkan pasokan dan harga tetap terjaga,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemantauan, harga komoditas peternakan terpantau stabil. Di Pasar Depok Jaya, harga telur ayam ras berkisar Rp 32.000/kg, sementara daging ayam ras berada pada kisaran Rp 37.000/kg. Kondisi ini menunjukkan harga masih dalam batas wajar dan pasokan tersedia.

Sementara di Pasar Kemiri Muka, telur ayam ras dijual pada kisaran Rp 31.000/kg, dan daging ayam ras berada pada harga Rp 37.000-40.000/kg. Untuk daging sapi, harga terpantau sekitar Rp 140.000/kg. Harga tersebut dinilai masih stabil, sejalan dengan ketersediaan pasokan di tingkat pedagang.

Pemerintah juga mencatat pasokan ayam di tingkat pedagang cukup melimpah. Kendati begitu, percepatan distribusi tetap diperlukan guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Meskipun harga terpantau relatif stabil, pemerintah akan terus melakukan sidak secara rutin selama Ramadan untuk memantau pergerakan harga. Langkah ini dilakukan agar harga di tingkat konsumen tetap terkendali hingga Idulfitri, sesuai arahan Menteri Pertanian.

Sebelumnya Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang juga Kepala Badan Pangan Nasional, menegaskan bahwa pemerintah akan bertindak tegas terhadap praktik yang berpotensi mengganggu stabilitas harga pangan selama Ramadan.

“Kami terus memperkuat koordinasi. Jika ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar, pemerintah bersama aparat terkait akan segera mengambil langkah penanganan,” ujarnya. (INF)

STABILKAN HARGA, GPM DAN SPHP JAGUNG DILAKSANAKAN SEPANJANG RAMADAN

Daging ayam. (Foto: Istimewa)

Komoditas daging ayam dan telur ayam terus menjadi perhatian pemerintah. Sumber protein hewani yang paling terjangkau tersebut patut dijaga kestabilan harganya di pasaran. Terbaru, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut rata-rata harga kedua komoditas itu mulai sedikit melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen pada minggu kedua Februari 2026.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) berkolaborasi dengan kalangan swasta menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) daging ayam beku. Adapun perusahaan yang terlibat antara lain PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI) dan PT Japfa Comfeed Indonesia (Japfa).

CPI menggelar GPM daging ayam beku di 1.200 outlet penjualan yang tersebar di seluruh Indonesia. Sementara Japfa memastikan GPM daging ayam beku tersedia di 500 outlet jaringannya. Masyarakat dipastikan dapat memperoleh daging ayam beku seharga Rp 40.000/kg. Periodenya mulai 18 Februari sampai sehari sebelum Idulfitri.

“Untuk daging ayam di beberapa tempat kami pantau di wilayah Jakarta dan Tangerang relatif masih bagus. Harga Rp 40.000, paling tinggi. Nah ini ada inisiatif positif kami bersama PT CPI dan Japfa menggelar GPM daging ayam ras. Jadi masyarakat dipastikan bisa membeli sesuai HAP yang telah ditentukan pemerintah,” ujar Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, Maino Dwi Hartono, di Jakarta pada Kamis (19/2/2026).

Sementara menurut BPS, rata-rata harga daging ayam ras sampai minggu kedua Februari 2026 berada di Rp 40.471/kg dengan batas maksimal HAP tingkat konsumen di Rp 40.000/kg. Jumlah daerah yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging ayam ras disebutkan mencapai 155 kabupaten/kota.

Akan tetapi, dari 155 kabupaten/kota tersebut, hanya 53 daerah saja yang mengalami rata-rata harga daging ayam ras melampaui HAP tingkat konsumen. Sementara 102 daerah mengalami kenaikan IPH tapi harganya masih tidak melebihi HAP tingkat konsumen.

Sementara untuk komoditas telur ayam ras, Maino menjelaskan bahwa kondisi harga saat ini masih terpantau stabil tanpa gejolak berlebihan. Ia optimis harga telur ayam ras sepanjang Ramadan dapat terkendali. Terlebih, pemerintah telah menyiapkan paket program intervensi pangan yang tidak hanya menyasar konsumen saja, namun juga produsen pangan dalam negeri seperti peternak unggas.

“Kalau telur bervariasi. Ada yang Rp 30.000, ada yang Rp 31.000, tapi kecenderungan memang sudah turun di beberapa tempat. Mulai menurun menjadi Rp 29.000-30.000 untuk telur, menurut pantauan kami,” ucap Maino.

Dalam laporan BPS, untuk rata-rata harga telur ayam ras secara nasional sampai minggu kedua Februari 2026, disebutkan berada di Rp 31.757/kg dengan HAP tingkat konsumen maksimal di Rp 30.000/kg. Sementara jumlah daerah yang mengalami kenaikan IPH telur ayam ras mencapai 80 daerah. Dari jumlah daerah itu, hanya 28 kabupaten/kota yang mengalami harga telur ayam ras melewati HAP tingkat konsumen, sementara 52 kabupaten/kota lainnya masih cukup aman dan sesuai koridor.

Salah satu upaya lain pemerintah untuk menjaga kestabilan harga daging ayam dan telur adalah pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan. Anggaran sebesar Rp 678 miliar, target penyaluran SPHP jagung pakan ke para peternak mencapai total 242 ribu ton.

Diharapkan program ini dapat menjadi angin segar karena target SPHP jagung di 2026 meningkat drastis hingga hampir lima kali lipat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Adapun penyaluran SPHP jagung 2025 berada di angka 51,2 ribu ton yang menyasar ke 3.578 peternak ayam ras petelur di 17 provinsi.

Terpisah, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meminta agar harga daging ayam ras dan telur tidak ada kenaikan. Ini karena kedua komoditas tersebut telah surplus secara nasional. Produksi dalam negeri mampu penuhi kebutuhan konsumsi rakyat Indonesia.

“Daging ayam dan telur ayam tidak boleh naik. Kita surplus. Tidak ada alasan naik. Kita sekarang sudah swasembada sembilan komoditas. Termasuk telur dan daging ayam, kita sudah swasembada,” kata Amran saat di acara Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional di Jakarta (13/2/2026). (INF)

EKSPOR PERDANA MEDION KE TAIWAN, ZAMBIA, DAN MESIR

Pelepasan ekspor produk herbal Medion ke Mesir. (Foto: Dok. Medion)

Medion Farma Jaya kembali memperluas jangkauan pasar internasionalnya melalui ekspor produk farmasetik ke beberapa negara tujuan baru. Pada Desember 2025, Medion melakukan pelepasan ekspor perdana ke Taiwan, Zambia, dan Mesir.

Ekspansi ini merupakan bagian dari strategi pertumbuhan Medion setelah berhasil menembus lebih dari 20 negara di kawasan Asia dan Afrika, sekaligus memperkuat daya saing produk farmasetik nasional di pasar global.

Dalam pelaksanaannya, Medion melakukan seleksi distributor potensial melalui agen ekspor Artha Vena International (AVI), menawarkan produk berkualitas ekspor dengan harga yang kompetitif dengan dukungan data scientific yang lengkap dan tim teknis yang siap men-support distributor dalam memasarkan produk, serta pemenuhan pesanan dengan cepat dan efektif.

Medion juga menyediakan pembuatan label khusus sesuai bahasa dan regulasi di negara tujuan, untuk memastikan produk mudah diterima dan digunakan oleh pasar lokal. Adapun produk yang diekspor ke tiga negara tersebut meliputi produk antibiotik, vitamin, dan herbal.

Seluruh produk diproduksi sesuai standar Good Manufacturing Practice (GMP) dan dikirimkan melalui jalur laut maupun udara dengan standar distribusi produk yang baik, sehingga kualitas produk terjaga hingga tiba di negara tujuan.

Medion berharap dapat terus menambah varian produk yang diekspor, khususnya produk herbal untuk membantu meminimalkan resiko antimicrobial resistance (AMR), menjangkau lebih banyak negara baru, serta memperkuat posisinya sebagai produsen utama obat kesehatan hewan di kawasan Asia dan Afrika. (INF)

CUACA BERUBAH, PENYAKIT MENGINTAI: STRATEGI MENCEGAH PENYAKIT MENULAR PADA UNGGAS

Waspadai penyakit menular yang masih menjadi “musuh lama” peternakan unggas. (Foto: Istimewa)

Perubahan cuaca yang semakin sulit diprediksi menjadi tantangan nyata bagi industri perunggasan nasional. Pagi panas, siang terik, malam dingin, disertai kelembapan tinggi. Kondisi ini menjadi kombinasi ideal bagi berkembangnya berbagai penyakit menular pada ayam. Tak heran jika pada masa peralihan musim, kasus penyakit seperti ND, IB, AI, gumboro, hingga gangguan saluran pencernaan kerap meningkat.

Dalam situasi seperti ini, peternak dituntut tidak hanya bereaksi saat penyakit muncul, tetapi membangun sistem pencegahan yang kuat sejak awal. Kuncinya ada pada pendekatan terpadu, yakni biosekuriti yang disiplin, program kesehatan yang tepat, manajemen pemeliharaan yang adaptif, serta nutrisi pakan yang dioptimalkan untuk mendukung daya tahan tubuh ayam.



Musuh Lama yang Masih Relevan
Meski teknologi kandang dan pakan terus berkembang, penyakit menular masih menjadi “musuh lama” yang belum sepenuhnya terkalahkan. Baik pada broiler, layer, maupun breeder, penyakit menular selalu berujung pada satu hal, yaitu penurunan performa dan kerugian ekonomi.

Pada broiler pertumbuhan tidak optimal, FCR membengkak, mortalitas meningkat, sementara pada layer produksi telur turun, kualitas kerabang menurun, masa produksi memendek, serta pada breeder akan mengalami gangguan fertilitas, daya tetas menurun, kualitas DOC ikut terdampak.

Kondisi cuaca ekstrem mempercepat... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Januari 2026.

Ditulis oleh:
Henri E. Prasetyo drh MVet
Praktisi perunggasan, Nutritionist PT DMC

RESMI DIKUKUHKAN, KOMITMEN PERMINDO BANGUN EKOSISTEM PERUNGGASAN YANG ADIL & BERKELANJUTAN

Momen penyerahan bendera pataka dari Ketua Dewan Pembina PERMINDO kepada ketua dan pengurus inti PERMINDO. (Foto: Infovet/Ridwan)

Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (PERMINDO) resmi dikukuhkan pada Kamis (12/2/2026). Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Pembina PERMINDO, Hartono, dengan penyerahan bendera pataka kepada ketua dan pengurus inti PERMINDO.

“PERMINDO hadir untuk menjadi wadah bagi peternak rakyat mandiri di tengah kekosongan perlindungan kebijakan. Padahal ketika ada persoalan, peternak rakyat mandiri yang paling pertama terkena dampaknya,” ujar Hartono disela-sela acara pengukuhan sekaligus kegiatan Focus Group Discussion yang diadakan PERMINDO, di Bogor.

Ia menambahkan, peternak yang selama ini telah berjuang menghasilkan protein hewani bagi masyarakat berharap pemerintah bisa lebih memperhatikan nasibnya agar mendapat keadilan dalam berusaha dan memperoleh kehidupan yang layak.

“PERMINDO meminta negara mengambil sikap dan berani berpihak pada keadilan bagi peternak rakyat mandiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PERMINDO, Kusnan, menyebut bahwa hingga kini sektor perunggasan masih menghadapi tantangan yang tidak sedikit. Mulai dari persaingan global, biaya produksi, efisiensi produksi, produktivitas, pembiayaan, hingga terkait kebijakan pemerintah termasuk mengenai harga acuan. Begitu juga terkait stabilitas harga bahan baku pakan maupun produk unggas.

“Oleh karena itu, hadirnya PERMINDO agar teman-teman peternak rakyat kecil bisa terus eksis dan bisa menjembatani aspirasi mereka dengan kebijakan pemerintah dan dinamika industri. Kami datang dengan data lapangan, pengalaman nyata, dan komitmen untuk membangun ekosistem perunggasan yang adil dan berkelanjutan,” kata Kusnan.

Ia juga menambahkan, kegiatan perdana yang dilaksanakan ini merupakan bentuk sinergi dari PEMINDO kepada pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan asosiasi perunggasan yang sudah ada. “Kita di sini berdiskusi bagaimana ke depan peternak rakyat kecil bisa berkolaborasi memajukan sektor perunggasan,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PERMINDO, Herry Irawan, bahwa lahirnya PERMINDO bukan untuk bersaing dengan asosiasi manapun, tetapi untuk saling menguatkan dan melengkapi dari organisasi yang sudah lebih dulu besar dan mapan.

“PERMINDO siap berkolaborasi dengan stakeholder perunggasan nasional. Dimana visi PERMINDO bahwa peternak rakyat bukan pelengkap industri, tapi pilar utama kedaulatan pangan nasional dan tidak ada mensrea kepada pihak manapun,” katanya. (RBS)

GELAR FGD, PERMINDO SIAP BERSINERGI BERSAMA STAKEHOLDER PERUNGGASAN

FGD PERMINDO di Bogor. (Foto: Infovet/Ridwan)

Kamis (12/2/2026), bertempat di Royal Hotel Bogor, Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (PERMINDO), menggelar agenda pertamanya yakni Focus Group Discussion (FGD) mengenai arah perunggasan di tahun ini.

Latar belakang diadakannya FGD tersebut karena sektor perunggasan berperan sangat signifikan dalam ekonomi Indonesia, utamanya sebagai penyedia protein hewani, penggerak lapangan kerja bagi sekitar 12,5 juta jiwa, dan penggerak perekonomian dengan perputaran uang hingga puluhan triliun rupiah per tahun. Selain itu, perunggasan juga sangat berkontribusi bagi ketahanan pangan, pendapatan, bahkan peluang ekspor.

Kendati demikian, menurut Ketua Umum PERMINDO, Kusnan, hingga kini sektor perunggasan masih menghadapi tantangan yang tidak sedikit. Mulai dari persaingan global, biaya produksi, efisiensi produksi, produktivitas, pembiayaan, hingga terkait kebijakan pemerintah termasuk mengenai harga acuan. Begitu juga terkait stabilitas harga bahan baku pakan maupun produk unggas.

“Oleh karena itu, hadirnya PERMINDO agar teman-teman peternak rakyat kecil bisa terus eksis dan bisa menjembatani aspirasi mereka dengan kebijakan pemerintah dan dinamika industri. Kami datang dengan data lapangan, pengalaman nyata, dan komitmen untuk membangun ekosistem perunggasan yang adil dan berkelanjutan," ujar Kusnan dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan "ini merupakan bentuk sinergi dari PEMINDO kepada pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan asosiasi perunggasan yang sudah ada. Kita di sini berdiskusi bagaimana ke depan peternak rakyat kecil bisa berkolaborasi memajukan sektor perunggasan."

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PERMINDO, Herry Irawan, turut menambahkan bahwa lahirnya PERMINDO bukan untuk bersaing dengan asosiasi manapun, tetapi untuk saling menguatkan dan melengkapi dari organisasi yang sudah lebih dulu besar dan mapan.

“PERMINDO siap berkolaborasi dengan stakeholder perunggasan nasional. Dimana visi PERMINDO bahwa peternak rakyat bukan pelengkap industri tapi pilar utama kedaulatan pangan nasional dan tidak ada mensrea kepada pihak manapun," ujarnya.

Tahun ini, lanjut dia, kebijakan pemerintah terkait perunggasan pun sangat dinanti. Mengingat pemerintah juga memiliki program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sangat terkait dengan produk perunggasan, sebagai salah satu sumber protein yang diberikan dalam program tersebut.

“Pun demikian dengan program memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya dalam penyediaan bahan baku pakan seperti soybean meal (SBM) dan gandum, melalui investasi peternakan terintegrasi skala besar. Program ini rencana mulai bergulir tahun 2026 ini. Oleh karena itu, perlu adanya dialog dan diskusi antara peternak, industri, pemerintah, akademisi, dan semua stakeholder terkait arah perunggasan di 2026 ini," tukasnya.

Diskusi pun menghadirkan beberapa pembicara di antaranya Ketua Umum PERMINDO Kusnan, Dekan Fapet IPB University Dr Idat Galih Permana, Country Director PT FPT Defryansyah, dan Guru Besar IPB University Prof Muladno Basar. Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga sekaligus diadakan pengukuhan pengurus inti PERMINDO oleh Ketua Dewan Pembina PERMINDO Hartono. (RBS)

REFLEKSI: MENTAL TAHAN BANTING DALAM BERKARYA

Terus mendaki tanpa lelah dan frustasi karena hasil telah menanti.(Foto Ilustrasi CGPT)

Semangat berkarya teman-teman pembaca!

Pernahkah kalian merasa bahwa hidup ini penuh dengan tantangan dan rintangan? Lalu bagaimana cara kalian menghadapinya? Apakah kalian perlu memiliki mental tahan banting berlapis dan berpikiran terbuka untuk terus belajar dan berkembang?

Pertanyaan-pertanyaan elementer tentang mental tahan banting berupa kemampuan untuk menghadapi tantangan dan rintangan dengan kepercayaan diri nan efektif itu jawabannya akan menjadi sebuah urgensi dalam berkarya.

Orang yang memiliki mental tahan banting dapat mengubah sebuah tantangan menjadi peluang dan rintangan menjadi batu loncatan menuju kesuksesan dalam sebuah karya.

Naganya seperti kalimat klise ya, tentu tidak!

Mengapa, karena bisa menerima kegagalan sebagai pelajaran dan kesempatan untuk belajar dan tumbuh adalah modal awal yang sangat penting.

Lalu berpikiran terbuka dan fleksibel untuk menerima ide-ide baru dan kemudian beradaptasi dengan perubahan adalah

modal berikutnya.

Menjadi seorang yang fokus pada proses dan kemajuan, serta bukan berorentasi hanya pada hasil akhir adalah suatu nukilan makna kesabaran dalam berkarya.

Mindset optimis adalah kemampuan untuk melihat peluang dalam tantangan dan rintangan. Hal ini akan menjadi bagi jangkar pemilik karya untuk tetap memotivasi diri dan fokus pada tujuan, bahkan dalam situasi yang sulit.

Mengembangkan sikap positif dan percaya diri adalah aspek lain dalam menjaga keutuhan sebuah optimisme diri.

Prakteknya tentu dapat anda kerjakan ketika menghadapi kesulitan dalam pekerjaan, harus berupaya dapat mengubahnya menjadi kesempatan untuk belajar dan berkembang.

Karena jikapun ada kegagalan, anda akan dapat menerimanya sebagai pelajaran dan kesempatan untuk terus tumbuh.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW "Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat pada hati dan amal kalian." (HR. Muslim)

Sebuah pesan yang menekankan pentingnya memiliki hati yang baik dan amal yang saleh. Tentu dengan memiliki mental tahan banting dan berpikiran terbuka, serta mindset optimis, maka kita dapat memiliki hati yang baik dan amal yang saleh dengan karya yang bermanfaat bagi banyak pihak.

Dus, mental tahan banting dan berpikiran terbuka, serta mindset optimis, sangat penting untuk mencapai kesuksesan. Dengan bekal ini, kita dapat mengubah tantangan menjadi peluang dan rintangan menjadi batu loncatan menuju kesuksesan. Oleh karena itu, kita harus berusaha untuk memiliki mental tahan banting, berpikiran terbuka, dan mindset optimis agar dapat mencapai sebuah karya dan kesuksesan dalam kehidupan.***


Ir Darmanung Siswantoro, L.Ac
Penulis adalah jurnalis, pemerhati bisnis peternakan dan praktisi kesehatan alternatif holistik

Artikel hard copy bisa anda baca pada Majalah INFOVET, Rubrik Refleksi edisi Agustus 2025

ASOHI KEMBALI GELAR PELATIHAN PJTOH, KINI MASUK ANGKATAN KE-28

Ketua Umum ASOHI, Akhmad Harris Priyadi, saat memberikan sambutannya. (Foto-foto: Dok. Infovet)

Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan profesionalisme tenaga teknis di industri obat hewan melalui penyelenggaraan Pelatihan Penanggung Jawab Teknis Obat Hewan (PJTOH) Angkatan XXVIII.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 10-12 Februari 2026, bertempat di Hotel Luminor dan Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) Gunung Sindur, Bogor, serta melalui daring.

Hari pertama pelatihan, Selasa (10/2/2026), dibuka dengan pendalaman regulasi dan tata cara perizinan obat hewan, dengan serangkaian sambutan dari Ketua Panitia PPJTOH Rezki Eko Nugroho, Ketua Umum ASOHI Drh Akhmad Harris Priyadi, serta pembukaan resmi melalui daring oleh Direktur Kesehatan Hewan (Dirkeswan) Kementerian Pertanian Drh Hendra Wibawa MSi PhD.

Sambutan melalui daring oleh Dirkeswan, Hendra Wibawa.

Para peserta juga mendapat pembekalan materi mengenai aspek legalitas dan tugas pokok PJTOH, antara lain penjelasan mengenai peraturan obat hewan, pengenalan klasifikasi, serta pengawasan dan peresepan obat hewan yang disampaikan oleh Ketua Koordinator Substansi Pengawas Obat Hewan, Drh Arief Wicaksono MSi.

Kemudian diskusi mengenai peran dokter hewan dalam industri obat hewan oleh perwakilan PDHI, Drh Mirjawal MM, dan sosialisasi mengenai alur registrasi obat hewan, tata cara ekspor-impor, serta pembaruan sistem perizinan melalui OSS RBA dan update KBLI 2025 yang dipaparkan oleh tim POH dan tim dari Kementerian Investasi/BKPM.

Sementara pada hari kedua, yang akan dilaksanakan pada Rabu (11/2/2026), peserta dibekali materi yang lebih teknis terkait standar operasional di lapangan, meliputi prosedur CPOHB dan manajemen apotek veteriner, penjelasan mengenai peraturan terkait pakan (CPPB & NPP) dan peran apoteker dalam industri obat hewan, pengenalan struktur organisasi serta penegasan Kode Etik ASOHI bagi seluruh anggota, hingga soal manajemen cold chain yang sangat krusial dalam menjaga kualitas obat hewan.

Sedangkan pada Kamis (12/2/2026), kunjungan lapangan ke BBPMSOH Gunung Sindur menjadi puncak acara rangkaian Pelatihan PJTOH Angkatan XXVIII. Peserta dibagi menjadi dua kloter untuk melihat langsung proses di laboratorium BBPMSOH. Kunjungan ini bertujuan memberikan gambaran riil mengenai proses pengujian mutu obat hewan di Indonesia sebelum rangkaian acara resmi ditutup.

Melalui pelatihan ini, ASOHI berharap para penanggung jawab teknis dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan lebih optimal, memastikan distribusi dan penggunaan obat hewan di Indonesia tetap memenuhi standar keamanan dan kualitas yang ditetapkan pemerintah. (RBS)

AGAR SENANTIASA AMAN DI SEGALA CUACA & MUSIM

Manajemen pemeliharaan ayam broiler pada musim hujan berbeda dengan di musim kemarau. (Foto: Istimewa)

Indonesia merupakan salah satu negara dengan iklim tropis dengan dua musim. Tentunya perkembangan peternakan unggas juga tergantung dengan kondisi iklim yang sedang terjadi. Terutama perubahan dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya.

Perubahan yang sangat mendasar dari musim kemarau ke musim hujan sangat dipengaruhi suhu, kecepatan angin, kelembapan, kadar oksigen, dan curah hujan. Kelima faktor tersebut yang akan memengaruhi bagaimana manajemen pemeliharaan unggas di musim penghujan, yang meliputi kualitas air, kualitas pakan, manajemen kandang, manajemen pemeliharaan, dan penyebaran bibit penyakit.

Untuk dapat bertahan di dalam kondisi cuaca yang ekstrem dan perubahan musim yang terkadang tidak terprediksi, dibutuhkan trik tertentu. Kejelian peternak dalam membaca situasi sangat diperlukan. Beberapa pengalaman dan saran para ahli di bawah ini setidaknya dapat menjadi referensi agar performa tetap terjaga di segala kondisi musim.

Cegah Heat Stress di Musim Kemarau
Heat stress merupakan suatu cekaman yang disebabkan suhu udara yang melebihi zona nyaman (> 28 °C). Gangguan ini dikarenakan ayam tidak bisa menyeimbangkan antara produksi dan pembuangan panas tubuhnya. Mekanisme pengeluaran panas tubuh ayam akan berfungsi normal (optimal) saat ayam dipelihara pada zona nyaman (comfort zone), dengan suhu kandang 21-28 °C dan kelembapan 60-70%. Problem heat stress memang kerap terjadi di musim kemarau, utamanya pada peternak yang masih menggunakan sistem kandang terbuka.

Heat stress sering terjadi pada ayam dewasa. Biasanya ayam mengalami panting (napas terengah-engah), yaitu bernapas melalui tenggorokan atau melakukan evaporasi (penguapan). Saat panas, konsumsi ransum juga menurun sehingga asupan nutrisi tidak terpenuhi, FCR membengkak, dan pertumbuhan bobot badan terhambat. Selain itu, sistem kekebalan tubuh juga akan melemah (bersifat imunosupresif) dan dampak paling parah yang ditimbulkan ialah kematian mendadak.

Ada beberapa trik yang dapat dilakukan dalam mencegah heat stress di musim kemarau. Guru Besar SKHB IPB University, Prof I Wayan Teguh Wibawan, yang juga konsultan perunggasan, memaparkan bahwa dalam mencegah heat stress yang pertama harus dilakukan yakni mengatur ventilasi kandang dengan baik.

“Kalau kandang terbuka, manajemen buka tutupnya harus bagus, cek suhu sesering mungkin, catat perubahannya. Jadi kita tahu kapan harus buka-tutup tirainya, dan ini enggak bisa dilakukan 1-2 hari, tapi setiap saat,” katanya.

Selain itu bila perlu (ketika suhu terlalu tinggi), penambahan... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Januari 2026. (CR)

FILIPINA 2026: MENINGKATNYA PERMINTAAN SUSU DAN PERTUMBUHAN IMPOR KEJU

Berdasarkan perkiraan Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), permintaan produk susu di Filipina akan meningkat sebesar 1,5% menjadi 3,5 juta metrik ton (mt) setara susu cair pada tahun 2026. Menurut laporan tahunan GAIN terbaru tentang produk susu, produksi domestik tidak dapat memenuhi permintaan sehingga Filipina mengimpor sebagian besar kebutuhan susunya, yang saat ini mencapai 99%. Pada tahun berikutnya, diperkirakan akan ada sedikit pertumbuhan impor susu skim sebesar 1% menjadi 175.000 mt, sementara impor susu cair tetap stabil di 130.000 mt.

Impor keju akan terus meningkat, diperkirakan sebesar 9% meskipun harganya tinggi karena meningkatnya permintaan dari jaringan pizza, restoran, dan hotel.

Peluang Luas bagi Produsen

Seperti yang telah disebutkan, negara ini hanya memproduksi 1% dari kebutuhan produk susunya, yang menyebabkan negara ini mengimpor 99% dari kebutuhannya. Konsumsi per kapita tahunannya sebesar 27 kg berada di bawah konsumsi di Amerika Serikat, yang mencapai 295 kg per kapita. Angka yang rendah ini menunjukkan bahwa ada banyak peluang bagi produsen makanan untuk menawarkan lebih banyak produk susu di Filipina.

Produksi susu rata-rata di negara ini adalah 10 liter per hari untuk sapi perah, 4,5 liter per hari untuk kerbau, dan 1,5 liter per hari untuk kambing. Amerika Serikat dan Selandia Baru tetap menjadi pemasok utama produk susu ke Filipina.

Prakiraan untuk 2026

Laporan tersebut menambahkan bahwa FAS Manila memperkirakan konsumsi akan mencapai 3,5 juta metrik ton setara susu cair pada tahun 2026, yang mewakili pertumbuhan 1,5% dari tahun 2025, dengan sebagian besar berasal dari impor. Pertumbuhan ini merupakan hasil dari kelas menengah yang berkembang dan populasi yang meningkat. Populasi di Filipina diperkirakan mencapai 121,9 juta jiwa pada tahun 2026, meningkat 1,5% setiap tahunnya.

Prakiraan Produk Susu

Susu cair atau susu siap minum, produksinya diperkirakan meningkat menjadi 37.000 metrik ton pada tahun 2026, didorong oleh peningkatan jumlah sapi perah dan implementasi aktif proyek pengembangan susu pemerintah.

Meskipun produksi keju lokal masih minimal, terdapat peningkatan permintaan keju meskipun harganya lebih tinggi untuk memasok makanan cepat saji, jaringan pizza, hotel, dan restoran, yang merupakan pendorong permintaan keju. Peningkatan impor sebesar 9% diperkirakan terjadi pada tahun 2026 karena peningkatan permintaan lokal di kalangan hotel, jaringan makanan, dan restoran.

Konsumsi susu bubuk skim diperkirakan meningkat menjadi 175.000 metrik ton pada tahun 2026, naik 1% dari tahun 2025. Pertumbuhan impor susu bubuk skim sebesar 2% juga diperkirakan terjadi karena konsumsi terus meningkat.

Susu bubuk utuh, konsumsi diperkirakan akan tetap stabil pada tahun 2026 di angka 20.000 metrik ton, setelah mengalami peningkatan pada tahun 2025. Impor diperkirakan akan tetap stabil pada tahun 2026 di angka 20.000 metrik ton dengan mempertimbangkan pertumbuhan dua digit yang diharapkan sebesar 18% pada tahun 2025.

Produksi Susu

Peningkatan produksi sebesar 3% menjadi 37.000 metrik ton pada tahun 2026 dibandingkan dengan tahun 2025 diantisipasi, didorong oleh peningkatan jumlah ternak sapi perah dan proyek pengembangan peternakan sapi perah pemerintah.

Sumber susu lainnya seperti produksi susu kerbau dan kambing akan terus meningkat tetapi kontribusinya akan tetap minimal, terutama produksi susu kambing. Produksi susu sapi mewakili lebih dari 50% dari total produksi.

Secara keseluruhan, impor produk susu akan mengalami pertumbuhan sebesar 1,5% pada tahun 2026 seiring dengan meningkatnya permintaan.

KASUS TERBARU VIRUS BLUETONGUE DI INGGRIS

Di Inggris, kasus pertama virus bluetongue serotipe 3 (BTV-3) pada musim vektor 2025 hingga 2026 dikonfirmasi pada 11 Juli 2025. Satu kasus baru BTV-3 di Inggris dikonfirmasi pada 30 Januari 2026 setelah laporan tanda-tanda klinis yang mencurigakan: 1 janin yang mengalami keguguran di Devon.

Selain itu, satu kasus baru BTV-3 di Inggris dikonfirmasi pada 30 Januari 2026 setelah hasil tes pribadi yang tidak negatif: 1 sapi di Cumbria yang diuji sebagai bagian dari kontrol perkembangbiakan buatan.

Departemen Lingkungan, Pangan, dan Urusan Pedesaan Inggris (Defra) mengatakan bahwa sebelum ini mereka telah mengkonfirmasi 160 kasus BTV-3 di Inggris dan 2 kasus dari pergerakan berisiko tinggi di Wales antara 26 Agustus 2024 dan 31 Mei 2025. Satu kasus virus bluetongue serotipe 12 (BTV-12) dikonfirmasi di Inggris pada 7 Februari 2025.

Defra selanjutnya menyatakan bahwa telah ada 284 kasus bluetongue di Inggris Raya pada musim bluetongue 2025 (sejak Juli 2025):

Suhu rendah dalam beberapa minggu terakhir terus berlanjut dan para ahli menganggap risiko penyebaran melalui vektor di wilayah tenggara, East Anglia, barat daya, dan timur laut dapat diabaikan, kata pemerintah Inggris. Namun, masih ada risiko bahwa hewan dapat terinfeksi dari lalat pengisap darah yang sudah terinfeksi atau dari produk germinal yang terinfeksi, tambahnya.

BERBAGAI PENYAKIT PADA AYAM DAMPAK DARI PERUBAHAN CUACA

Perubahan iklim/cuaca sangat berdampak pada kesehatan ayam

Perubahan cuaca secara signifikan mengancam kesehatan dan produktivitas ayam. Ayam sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan kelembapan ekstrem, baik panas maupun dingin, yang dapat menyebabkan stres fisiologis, menurunkan kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko terinfeksi penyakit.

Indonesia adalah sebuah negara yang berlokasi tepat di garis khatulistiwa, sehingga musim yang terjadi sangat berbeda dengan daerah lainnya, dan hanya ada dua musim utama, yaitu musim panas/kemarau dan musim dingin/hujan.

Perubahan iklim/cuaca sangat berdampak pada kesehatan ayam, apalagi di Indonesia masih banyak sistem pemeliharaan ayam yang belum sepenuhnya terbebas dari pengaruh kondisi lingkungan, dimana ayam dipelihara dengan kandang terbuka/open house.

Dampak Cuaca Panas
Seperti diketahui bahwa ayam tidak memiliki kelenjar keringat, sehingga sulit membuang panas tubuh saat suhu lingkungan tinggi, maka timbul kondisi yang disebut heat stress. Kondisi ini ditampakkan pada ayam dengan gejala megap-megap/terengah-engah/panting, meningkatnya konsumsi air minum, meregangkan sayap, dan ayam biasanya menjadi lesu. 

Heat stress dapat menyebabkan kematian mendadak jika tidak ditangani dengan cepat.  Dampak ikutan lainnya terutama pada ayam petelur yang sedang berproduksi akan terjadi penurunan produksi dan ukuran telur lebih kecil. Sedangkan pada broiler akan mengalami pertumbuhan yang terhambat karena terjadi penurunan konsumsi pakan.

Tabel 1. Reaksi Ayam Terhadap Suhu Lingkungan Tinggi

Suhu (°C)

Reaksi yang Ditampilkan Ayam

21-25

Suhu ideal untuk menghasilkan performa dan FCR yang baik

26-28

Sedikit mulai ada pengurangan konsumsi/feed intake

29-31

Karena konsumsi pakan turun, pertambahan berat badan juga melambat, FCR meningkat (broiler), produksi telur turun, berat telur turun, juga kualitas kerabang menurun (layer)

32-34

Mulai ada kematian ayam yang berbobot tinggi dan berproduksi tinggi serta lemah

35-37

Ayam panting kematian karena heat stress meningkat

> 38

Diperlukan alat bantu untuk mendinginkan suhu agar ayam dapat bertahan hidup

Sumber: Dari berbagai sumber.

Dampak Cuaca Dingin
Meskipun ayam dapat bertahan pada suhu rendah dengan manajemen yang tepat, cuaca dingin yang ekstrem atau paparan terhadap angin kencang dan kelembapan tinggi dapat menimbulkan masalah dengan apa yang disebut cold stress.

Gejala yang nampak adalah ayam cenderung berkerumun, menggembungkan bulu, dan mengangkat kaki ke dada untuk menjaga panas tubuh. Stres dingin dapat menyebabkan... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Januari 2026.

Ditulis oleh:
Drh Arief Hidayat
Praktisi Perunggasan

RUSIA: MAKANAN KADALUARSA YANG TELAH DIOLAH UNTUK PRODUKSI PAKAN TERNAK

Inisiatif yang telah lama dibahas untuk mengizinkan penggunaan makanan kadaluarsa dalam produksi pakan ternak dan, mungkin, makanan hewan peliharaan telah mendapatkan momentum baru di Rusia, karena sekelompok anggota parlemen mendaftarkan RUU yang akan mengubah standar veteriner yang ada dan membuka jalan bagi jutaan ton makanan busuk untuk mencapai pabrik pakan ternak.

Secara khusus, para legislator berasumsi bahwa produk roti dan kue berkualitas rendah, serta produk dengan masa simpan kadaluarsa, dapat digunakan dengan aman dalam produksi pakan ternak.

Teknologi untuk mengolah produk makanan kadaluarsa menjadi bahan baku pakan ternak telah dikembangkan dan dikenal luas, kata para legislator dalam catatan penjelasan RUU tersebut. Dalam industri peternakan, bahan baku tambahan tersebut dimaksudkan untuk "memperluas dan menstabilkan pasokan pakan," tambah para legislator.

Ini bukan pertama kalinya anggota parlemen Rusia mendorong inisiatif untuk mengizinkan penggunaan limbah makanan dalam produksi pakan.

Pada tahun 2020, RUU serupa didaftarkan di Duma, majelis rendah Parlemen Rusia, meskipun akhirnya gagal menjadi undang-undang. Pada saat itu, para legislator memperkirakan bahwa setiap tahun, sekitar sepertiga dari seluruh makanan, setara dengan 17 juta ton, yang diproduksi untuk konsumsi manusia di Rusia terbuang sia-sia.

Peraturan veteriner yang ada secara teknis tidak melarang penggunaan produk makanan kadaluarsa dalam produksi pakan, namun, membuat praktik ini secara ekonomi tidak dapat dibenarkan. Pendukung RUU tersebut berpendapat bahwa hal itu mencegah jutaan ton bahan baku berharga memasuki rantai pasokan.

Beberapa organisasi bisnis Rusia telah berbicara menentang inisiatif tersebut. Misalnya, Persatuan Perusahaan Bisnis Hewan Peliharaan Rusia memperingatkan bahwa RUU baru tersebut secara teknis mengizinkan penggunaan limbah makanan dalam produksi pakan dan makanan hewan peliharaan.

Para produsen makanan hewan peliharaan memperingatkan bahwa inisiatif ini dapat membahayakan rantai pasokan, karena saat ini tidak ada peluang nyata untuk memastikan bahwa limbah makanan, yang seringkali memiliki kualitas yang bervariasi, aman.

“Menggunakan bahan-bahan yang kedaluwarsa atau berkualitas rendah dapat menyebabkan penyakit dan bahkan kematian,” klaim organisasi tersebut.

Komunitas industri pakan Rusia sebelumnya menyuarakan kekhawatiran serupa, menunjukkan bahwa hampir tidak mungkin untuk memastikan keamanan di sepanjang rantai pasokan jika limbah makanan dibiarkan masuk ke dalamnya.

KENAIKAN HARGA PAKAN YANG MELONJAK MENANTANG INDUSTRI AKUAKULTUR DAN UNGGAS VIETNAM

Kenaikan tajam harga pakan di Vietnam dalam beberapa waktu terakhir telah merugikan industri unggas dan mendorong peternakan ikan untuk mengurangi rencana investasi mereka.

Lonjakan Harga Pakan Akuakultur Memicu Pengurangan Skala

Pasar pakan ikan Vietnam belum pernah menyaksikan kenaikan harga yang begitu berkepanjangan, menurut Le Van Tam, seorang petani dari komune An Nhon di Delta Mekong, wilayah akuakultur utama negara itu. Sejak awal tahun 2023, harga rata-rata pakan ikan di Vietnam telah melonjak sebesar VND 6.000-8.000 per kg ($0,32–$0,31), yang secara signifikan mendorong kenaikan biaya produksi di industri ini.

Akibatnya, banyak petani yang membudidayakan pangasius dan spesies ikan populer lainnya tetap sangat berhati-hati tentang rencana investasi mereka. Misalnya, Tam mengatakan bahwa ia dulu membudidayakan pangasius di 5 kolam, tetapi sekarang hanya mengoperasikan 3, karena kelayakan ekonomi untuk mengisi kolam yang tersisa menjadi semakin diragukan.

Cukup banyak faktor yang berkontribusi terhadap kenaikan harga pakan ternak yang terus menerus di Vietnam, kata seorang juru bicara distributor pakan ternak lokal yang tidak ingin disebutkan namanya kepada publikasi lokal Tepbac. Faktor-faktor ini termasuk kenaikan signifikan biaya bahan baku impor, kenaikan harga minyak, peningkatan suku bunga bank, dan biaya logistik dan transportasi yang lebih tinggi.

Industri Unggas juga Menderita

Peternak unggas juga mengeluhkan kenaikan biaya pakan. Menurut Asian-Agribiz, sebuah media berita lokal, hampir semua produsen pakan utama, termasuk De Heus, VinaFeed, USFeed, Cargill, Hoa Phat Dong Nai Feed, Phu Sy Nutrition, dan Viet Phap Nutrition baru-baru ini menaikkan harga produk mereka.

Rata-rata, harga pakan unggas meningkat sebesar $7,6 per ton, meskipun dalam beberapa kasus harganya naik hingga $9,5 per ton.

Produsen pakan unggas juga menyebutkan kenaikan harga bahan baku, biaya energi dan bahan bakar yang lebih tinggi, dan biaya logistik yang mahal sebagai faktor utama yang berkontribusi terhadap kenaikan tersebut.

Analis lokal memperkirakan bahwa situasi pasar pakan dapat mendorong gelombang konsolidasi baru di industri unggas Vietnam.

Produksi Pakan Meningkat

Pada tahun 2025, Vietnam memproduksi 22,12 juta ton pakan, 2,9% lebih tinggi dari tahun sebelumnya, menurut perkiraan Departemen Peternakan dan Kedokteran Hewan Vietnam. Pertumbuhan terlihat di semua segmen utama.

Produksi pakan babi meningkat dari 11,2 juta ton pada tahun 2024 menjadi 11,6 juta ton pada tahun 2025. Produksi pakan unggas naik dari 9,5 juta ton menjadi 9,8 juta ton.

Sementara itu, Vietnam tetap sangat bergantung pada bahan baku impor. Pada tahun 2025, negara tersebut membeli 24,78 juta ton bahan pakan, seperti jagung, kedelai, dan DDGS senilai $8,2 miliar.

TROUW INGATKAN BAHAYA MIKOTOKSIN DALAM GLOBAL MYCOTOXIN REVIEW 2026

Dr Swamy Haladi Memberikan Penjelasan Mengenai Review Mikotoksi Global. (Foto: Infovet/CR)

Trouw Nutrition sebagai salah satu produsen feed additive terkemuka di dunia kembali menyelenggarakan webinar review mikotoksin global 2026 pada Kamis (5/2/2026). Dalam webinar tersebut, bertindak sebagai pembicara yakni Dr Swamy Haladi yang merupakan Commercial Technical Manager - Mycotoxin Risk Management, Trouw Nutrition. Dalam presentasinya ia menjabarkan beberapa hal terkait cemaran mikotoksin yang terdapat pada bahan baku serta pakan jadi.

Ia menuturkan, berdasarkan analisis terhadap lebih dari 115.000 sampel dari 46 negara, Trouw Nutrition melaporkan bahwa jumlah sampel yang terkontaminasi mikotoksin pada 2025 mengalami penurunan dibandingkan 2024. Sampel tersebut mencakup berbagai bahan baku pakan, termasuk biji-bijian, sumber protein, produk samping, silase, Total Mixed Rations (TMR), konsentrat, serta pakan lengkap.

"Penurunan paling signifikan terjadi pada tingkat kontaminasi fumonisin dan toksin T-2. Sebaliknya, tingkat deoksinivalenol (DON) dan zearalenon (ZEA) relatif serupa dengan tahun sebelumnya dan tetap lebih tinggi dibandingkan fumonisin. Sementara itu, rata-rata konsentrasi mikotoksin dalam sampel tahun 2024 dan 2025 dilaporkan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan," paparnya.

Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun jumlah sampel terkontaminasi menurun, faktor lingkungan yang mendukung pertumbuhan kapang dan produksi mikotoksin masih berlanjut hingga 2025, khususnya di wilayah beriklim sedang. 

Selain existing mycotoxin yang sudah dikenal, ia juga berbicara mengenai enniatins. Mereka adalah kelompok mikotoksin “emerging (mikotoksin yang relatif baru mendapat perhatian) yang diproduksi terutama oleh jamur Fusarium, khususnya Fusarium avenaceum, F. tricinctum, dan F. poae.

Enniatins (misalnya enniatins A, A1, B, dan B1) merupakan senyawa siklik heksadepsipeptida yang bersifat ionofor, artinya mampu membentuk kompleks dengan ion (seperti K⁺, Na⁺, Ca²⁺) dan mengganggu keseimbangan ion dalam sel.

Walau belum diregulasi secara ketat seperti DON atau aflatoksin, enniatins mendapat perhatian karena dapat menyebabkan efek sitotoksik pada sel mamalia (in vitro), gangguan membran sel dan mitokondria, potensi imunosupresif dan antimikroba, serta memiliki efek sinergis dengan mikotoksin lain (toxic cocktail effect).

"Feed producer harus waspada dengan hal ini, karena enniatins juga bisa berbahaya, oleh karenanya kewaspadaan harus terus ditingkatkan," tuturnya.

Trouw sendiri menurut Dr Swamy terus berupaya memberikan pelayanan termasuk proteksi terhadap mikotoksin untuk para customer melalui Masterlabnya. Di sana customer dapat berkonsultasi sekaligus mengecek apakah bahan baku dan pakan jadinya masih aman dari batas kontaminan mikotoksin yang diperbolehkan. Selain itu beragam protofolio produk Trouw juga selalu tersedia dalam membantu customer dalam memecahkan masalah mikotoksin. (CR)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer