Kenaikan tajam harga pakan di Vietnam dalam beberapa waktu terakhir telah merugikan industri unggas dan mendorong peternakan ikan untuk mengurangi rencana investasi mereka.
Lonjakan Harga Pakan Akuakultur Memicu Pengurangan Skala
Pasar pakan ikan Vietnam belum pernah menyaksikan kenaikan harga yang begitu berkepanjangan, menurut Le Van Tam, seorang petani dari komune An Nhon di Delta Mekong, wilayah akuakultur utama negara itu. Sejak awal tahun 2023, harga rata-rata pakan ikan di Vietnam telah melonjak sebesar VND 6.000-8.000 per kg ($0,32–$0,31), yang secara signifikan mendorong kenaikan biaya produksi di industri ini.
Akibatnya, banyak petani yang membudidayakan pangasius dan spesies ikan populer lainnya tetap sangat berhati-hati tentang rencana investasi mereka. Misalnya, Tam mengatakan bahwa ia dulu membudidayakan pangasius di 5 kolam, tetapi sekarang hanya mengoperasikan 3, karena kelayakan ekonomi untuk mengisi kolam yang tersisa menjadi semakin diragukan.
Cukup banyak faktor yang berkontribusi terhadap kenaikan harga pakan ternak yang terus menerus di Vietnam, kata seorang juru bicara distributor pakan ternak lokal yang tidak ingin disebutkan namanya kepada publikasi lokal Tepbac. Faktor-faktor ini termasuk kenaikan signifikan biaya bahan baku impor, kenaikan harga minyak, peningkatan suku bunga bank, dan biaya logistik dan transportasi yang lebih tinggi.
Industri Unggas juga Menderita
Peternak unggas juga mengeluhkan kenaikan biaya pakan. Menurut Asian-Agribiz, sebuah media berita lokal, hampir semua produsen pakan utama, termasuk De Heus, VinaFeed, USFeed, Cargill, Hoa Phat Dong Nai Feed, Phu Sy Nutrition, dan Viet Phap Nutrition baru-baru ini menaikkan harga produk mereka.
Rata-rata, harga pakan unggas meningkat sebesar $7,6 per ton, meskipun dalam beberapa kasus harganya naik hingga $9,5 per ton.
Produsen pakan unggas juga menyebutkan kenaikan harga bahan baku, biaya energi dan bahan bakar yang lebih tinggi, dan biaya logistik yang mahal sebagai faktor utama yang berkontribusi terhadap kenaikan tersebut.
Analis lokal memperkirakan bahwa situasi pasar pakan dapat mendorong gelombang konsolidasi baru di industri unggas Vietnam.
Produksi Pakan Meningkat
Pada tahun 2025, Vietnam memproduksi 22,12 juta ton pakan, 2,9% lebih tinggi dari tahun sebelumnya, menurut perkiraan Departemen Peternakan dan Kedokteran Hewan Vietnam. Pertumbuhan terlihat di semua segmen utama.
Produksi pakan babi meningkat dari 11,2 juta ton pada tahun 2024 menjadi 11,6 juta ton pada tahun 2025. Produksi pakan unggas naik dari 9,5 juta ton menjadi 9,8 juta ton.
Sementara itu, Vietnam tetap sangat bergantung pada bahan baku impor. Pada tahun 2025, negara tersebut membeli 24,78 juta ton bahan pakan, seperti jagung, kedelai, dan DDGS senilai $8,2 miliar.


0 Comments:
Posting Komentar