-->

KANADA MENINGKATKAN UPAYA MELAWAN FLU BURUNG

Kanada secara aktif menangani wabah flu burung yang sangat patogen (HPAI), subtipe H5, yang menyerang populasi burung domestik dan liar. Hingga saat ini, jenis HPAI yang terdeteksi pada sapi perah di Amerika Serikat belum ditemukan pada kawanan unggas domestik di Kanada.

Pada bulan Februari, Kanada melaporkan wabah flu burung H5N5 di peternakan unggas petelur nonkomersial di Newfoundland dan Labrador.

Pada bulan Juni, beberapa provinsi melaporkan kasus baru, dengan British Columbia menjadi yang paling terdampak. Badan Pengawasan Pangan Kanada (CFIA) menekankan pentingnya peningkatan langkah-langkah biosekuriti untuk membantu mencegah penyebaran lebih lanjut.

Kanada menerapkan beberapa strategi untuk mengendalikan penyebaran flu burung:

  • Peningkatan pengawasan dan pemantauan untuk memungkinkan respons cepat terhadap wabah.
  • Penguatan protokol biosekuriti termasuk sanitasi dan disinfeksi yang lebih baik di peternakan.
  • Pembatasan pergerakan dan perdagangan untuk membatasi penyebaran melalui pergerakan dan perdagangan unggas yang terkendali.
  • Peningkatan pengujian dan pelaporan wajib untuk mendeteksi dan melacak infeksi secara lebih efektif.

Saat ini di Kanada tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa memakan produk unggas yang dimasak dapat menularkan virus ke manusia. Secara keseluruhan, situasi ini dipantau secara ketat, dan masyarakat umum dianggap berisiko rendah.

LANGKAH NYATA MENUJU KOLABORASI INDUSTRI HEWAN KESAYANGAN YANG LEBIH KUAT

Seminar & Business Gathering Pet Industry yang berlangsung di Oakwood Hotel TMII, Jakarta Timur. (Foto-foto: Istimewa)

Jakarta (8/7/2025), Seminar & Business Gathering Pet Industry yang berlangsung di Oakwood Hotel TMII, Jakarta Timur, sukses menjadi forum strategis yang mempertemukan pelaku utama industri hewan kesayangan dari dalam dan luar negeri.

Acara ini didukung penuh oleh Jakarta Pet Expo 2025 sebagai sponsor utama dan menjadi tonggak bersejarah dalam perjalanan kolaborasi industri. Untuk pertama kalinya, Asosiasi Petshop Indonesia (ASPIN) dan Perhimpunan Pengusaha Makanan Hewan Kesayangan Indonesia (PPMHKI) bertemu langsung dalam forum resmi dan menjalin kerja sama konkret dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama dengan Delegasi Investor Industri Hewan Kesayangan dari China, yaitu Jiuzhou Pet Industry Union of China.

Pada kesempatan seminar tersebut, hadir sebagai narasumber utama Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Dirkesmavet) Kementerian Pertanian Dr Drh Nuryani Zainuddin MSi, yang menyampaikan pentingnya sinergi industri dalam menciptakan ekosistem bisnis hewan kesayangan yang sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kehadiran beliau memberikan pandangan komprehensif terkait dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri ini, baik dari aspek kesehatan hewan, regulasi, hingga peluang bisnis.

Nuryani Zainuddin saat memaparkan presentasinya.

Pertemuan bisnis ini menjadi titik awal penting bagi terciptanya kerja sama nyata antar pelaku industri hewan kesayangan di Indonesia. ASPIN dan PPMHKI sepakat untuk menyatukan visi dan menyusun langkah bersama demi kemajuan sektor ini.

Langkah tersebut mencerminkan perubahan cara pandang, dari pola kerja yang cenderung individual, kini mulai membangun kemitraan yang saling mendukung. Kedua asosiasi menyadari bahwa perbedaan dalam pendekatan, model usaha, dan kekuatan masing-masing justru bisa menjadi nilai tambah jika digabungkan. Bersama, mereka bisa membentuk ekosistem industri yang lebih kuat, terhubung, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

ASPIN dan PPMHKI usai penandatanganan MoU bersama Jiuzhou Pet Industry Union of China.

Dengan terjalinnya kerja sama ini membuka banyak peluang baru, mulai dari memperluas jaringan distribusi, meningkatkan daya saing produk lokal, hingga masuknya investasi dan teknologi dari mitra luar negeri. Kerja sama lintas negara ini diharapkan bisa mempercepat perkembangan industri hewan kesayangan Indonesia agar semakin maju dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari komitmen untuk terus mendorong sinergi dan pertumbuhan industri, Jakarta Pet Expo 2025 mengundang seluruh pelaku usaha untuk bergabung sebagai exhibitor dalam pameran B2B terbesar industri hewan kesayangan di Indonesia, yang akan berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, 26-29 November 2025. (INF)

Informasi lebih lanjut hubungi:
Iwan
Phone: +62 816-1959-183
Email: iwan.abimanjoe@19-event.com
Visit: www.jakartapetexpo.com
Maryam
Phone: +62 877-7829-6375

SPLIT FEEDING: ASUPAN NUTRISI LEBIH PRESISI

Walaupun spesifikasi pakan dan poin feed sudah ditata dengan baik, namun salah satu problem yang dihadapi kebanyakan para peternak ayam layer modern adalah pertumbuhan bobot badan menjelang puncak produksi yang selalu kebablasan. Kondisi ini tentu tidak menguntungkan jika ditinjau dari sudut penggunaan pakan pada pasca puncak, keterbatasan daya topang kandang dan tingginya kasus oxidative stress yang ujung-ujungnya pasti mereduksi performa total.

Ditulis oleh:
Tony Unandar
Anggota Dewan Pakar ASOHI - Jakarta

Dalam dua dekade terakhir, perbaikan genetika ayam petelur modern (modern layer) memang sangat mencengangkan. Bayangkan, sampai umur 100 minggu mampu menghasilkan sekitar 500 butir telur/ekor ayam. Performa produksi yang luar biasa ini, selain sangat tergantung pada kualitas pullet yang masa pertumbuhannya semakin singkat, juga menuntut kondisi lingkungan kandang, program feeding, dan tataran fisiologi ayam yang tetap prima sepanjang masa produksi telur.

Walaupun pengamatan detail lapangan penulis belum tuntas, namun penulis mencoba memperkenalkan konsep split feeding agar pemeliharaan ayam petelur modern dengan asupan nutrisi yang lebih presisi serta semakin efisien di tengah tekanan harga pakan yang terus bergejolak.

Realita Lapangan
Observasi kritis penulis terhadap performa ayam petelur modern pasca pandemi COVID-19 menimbulkan beberapa tanda tanya. Walaupun performa akhir berdasarkan potensi genetik menurut supplier strain ayam petelur modern bisa tercapai dalam kondisi di Indonesia pada beberapa peternakan ayam petelur, namun beberapa fenomena lapangan tampaknya masih perlu dicari solusinya.

Beberapa fenomena konsisten yang sudah dicermati terjadi di lapangan berupa:

• Saat mulai bertelur (first egg) cenderung mundur 1-2 minggu, atau bahkan lebih dari itu. Padahal, sejatinya ayam petelur modern meletakkan telur pertama berkisar umur 15-16 minggu. Demikian juga persentase HD secara mingguan (weekly % HD) > 90% yang seharusnya sudah tercapai pada umur 24-25 minggu, kebanyakan mundur 1-2 minggu.

• Pada paruh pertama masa produksi telur, ayam layer modern cenderung mengalami overweight (kelebihan bobot badan), umumnya berkisar 10-20%. Pada peternakan tertentu bahkan bisa lebih dari 20% dibandingkan dengan bobot badan standar. Dalam kondisi seperti ini tentu terjadi pemborosan pakan dan tereduksinya daya topang kinerja sistem kandang tertutup. Ujung-ujungnya adalah ayam dengan mudah mengalami oxidative stress dan terjungkalnya performa akhir produksi telur.

• Adanya gangguan kualitas kerabang yang signifikan, baik menjelang puncak produksi telur (di beberapa peternakan) dan/atau pasca puncak produksi telur, khususnya ketika ayam berumur di atas 35 minggu (pada peternakan ayam petelur modern umumnya).

• Walaupun sudah dipelihara dalam kandang sistem tertutup, pada beberapa peternakan berat telur rata-rata tidak dapat mencapai berat standar sesuai potensi genetik.

• Adanya kerontokan bulu lebih dini, bahkan pada beberapa peternakan ayam petelur hal itu secara masif sudah mulai terlihat ketika ayam masih berumur 30-an minggu.

• Adanya total deplesi ayam yang relatif tinggi yang umumnya terkait dengan kasus prolaps yang diikuti dengan kanibalisme pada area kloaka.

• Penurunan produksi telur (% HD) yang relatif lebih cepat dibanding standar strain dan/atau adanya drop produksi telur yang tiba-tiba tanpa sebab, terutama ketika ayam sudah berumur di atas 45 minggu.

Tampaknya, beberapa fenomena tersebut di atas ada kaitannya dengan... (toe) Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Juni 2025.

SEKTOR UNGGAS INDIA MENDESAK IMPOR PAKAN GM DI TENGAH BIAYA YANG MENINGKAT

Sektor unggas India berada di persimpangan jalan karena melonjaknya biaya pakan mengancam profitabilitas dan keberlanjutan. Dengan negosiasi perdagangan yang sedang berlangsung dengan AS, para pemimpin industri mendorong akses ke biji-bijian pakan yang dimodifikasi secara genetika (GM) untuk meringankan beban. Namun, proposal tersebut telah memicu perdebatan tajam tentang tarif, keamanan pangan, dan dampak jangka panjang pada pertanian dalam negeri.

Seiring India semakin dekat untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan dengan AS, perdebatan semakin intensif tentang tarif pada produk pertanian utama. Peternak unggas di India mendesak pihak berwenang untuk mempertimbangkan membuka pasar untuk impor AS atas produk yang dimodifikasi secara genetika (GM) dalam upaya untuk meningkatkan profitabilitas industri yang sedang terpuruk, Ricky Thaper, Sekretaris Bersama Federasi Unggas India, mengatakan kepada outlet berita lokal Asian Agribiz.

Biaya pakan yang melonjak tetap menjadi perhatian utama bagi para peternak unggas India. Pada tahun pemasaran 2025/2026, industri ini diproyeksikan akan mengalami penurunan profitabilitas rata-rata 50% karena kenaikan tajam harga jagung dan kedelai, kata Crisil Rating, sebuah lembaga konsultan lokal, dalam sebuah laporan berdasarkan survei terhadap 30 peternakan unggas pada Februari 2025.

India memiliki tarif impor yang tinggi untuk kedelai, yang menjadi penghalang ekspor AS. Tarif untuk kedelai AS berkisar antara 45-56,5%, termasuk pajak. Biaya tinggi ini membuat ekspor kedelai AS ke India menjadi tidak layak secara ekonomi.

Menurut Thaper, industri unggas India secara teratur menghadapi kekurangan biji-bijian pakan dan mengizinkan kedelai dan jagung GM masuk ke pasar dapat secara signifikan mengurangi beban produsen. Beberapa badan industri, termasuk Konfederasi Industri India (CII), juga telah menganjurkan agar impor kedelai dan jagung GM diizinkan, dengan alasan "kenaikan harga pakan yang belum pernah terjadi sebelumnya" yang mengancam profitabilitas sektor unggas.

Para analis memperingatkan bahwa beralih ke impor akan membahayakan ketahanan pangan India dan merusak kepercayaan publik, karena peraturan veteriner yang ada akan mempersulit penerapan kontrol ketat atas perputaran biji-bijian GM di pasar.

SEMINAR INFOVET: SOROTI PERKEMBANGAN OBAT HEWAN PASCA PANDEMI & SOFT LAUNCH IOHI 2025

Foto bersama usai seminar Infovet bertajuk “Perkembangan Obat Hewan Pasca Pandemi COVID-19”. (Foto-foto: Dok. Infovet)

Dalam rangka memeriahkan Indo Livestock 2025 Expo & Forum di Grand City Convex, Surabaya, Majalah Infovet menggelar seminar bertajuk “Perkembangan Obat Hewan Pasca Pandemi COVID-19”. Acara berlangsung pada Rabu (2/7/2025), pukul 15:00, di Ruang Teater 2, dan dihadiri oleh para pelaku usaha di bidang obat hewan, pakan, dan peternakan.

Seminar ini juga menjadi momentum soft launching buku Indeks Obat Hewan Indonesia (IOHI) edisi 2025, sebuah publikasi eksklusif yang mendata produk obat hewan terdaftar di Indonesia.

Hadir sebagai narasumber yakni Ketua Umum ASOHI periode 2010-2015, sekaligus Ketua Tim Penyusun IOHI, Drh M. Rakhmat Nuriyanto MM, didampingi oleh pemandu acara selaku Pemimpin Umum/Redaksi Majalah Infovet, Bambang Suharno.

Rakhmat Nuriyanto (kiri) dan Bambang Suharno 

Dalam pengantarnya, Bambang menjelaskan bahwa PT Gallus Indonesia Utama adalah penerbit Majalah Infovet, Info Akuakultur, dan Cat&Dog. Selain itu, Gallus juga memiliki beberapa unit usaha lainnya seperti GITAPustaka, GITA EO, GITA Consultant, dan GITA Studio. GITAPustaka telah menerbitkan berbagai buku, termasuk IOHI yang merupakan satu-satunya buku rujukan tentang obat hewan di Indonesia. Buku ini menyajikan data lengkap obat hewan impor maupun lokal yang telah memiliki nomor registrasi dari Kementerian Pertanian.

Bambang Suharno saat memandu acara seminar

Sementara itu, Rakhmat dalam paparannya mengungkapkan bahwa pasar obat hewan sempat mengalami penurunan selama pandemi, namun kini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. “Menariknya, data menunjukkan jumlah obat hewan yang didaftarkan terus meningkat. Ini menandakan persaingan antar perusahaan obat hewan semakin ketat,” ujarnya.

Rakhmat Nuriyanto ketika memaparkan presentasinya

Dalam kesempatan tersebut, juga diperkenalkan format terbaru IOHI yang hadir dalam dua versi, yaitu cetak dan online melalui situs indeksobathewanindonesia.com. Versi online memudahkan pengguna mencari data dengan cepat melalui kotak pencarian. Misalnya, cukup mengetik “vaksin unggas” dan berbagai merek vaksin unggas akan langsung ditampilkan.

GITAPustaka juga memberikan promo khusus selama pameran berlangsung, berupa bonus akses gratis IOHI online bagi pembeli IOHI cetak edisi 2025 hingga buku tersebut resmi terbit.

Seminar ini tidak hanya menjadi ajang berbagi informasi tentang dinamika industri obat hewan di era pasca pandemi, tetapi juga mempertegas peran Infovet sebagai sumber informasi utama bagi masyarakat peternakan dan kesehatan hewan. (BS)

LAUNCHING B-VET FOUNDATION SKHB IPB UNIVERSITY

B-Vet Foundation diluncurkan dalam rangkaian acara reuni akbar FKH IPB. 

Reuni akbar lima tahunan yang digagas oleh Ikatan Alumni FKH IPB (IKA FKH IPB), Vet Vaganza pada Sabtu 5 Juli 2025 menjadi momentum peluncuran B-Vet Foundation.

Drh Aris Ahmad Jaya, Ketua B-Vet Foundation menuturkan kehadiran yayasan Yayasan Kesejahteraan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University ini sebagai perwujudan bantuan bagi adik-adik mahasiswa dari keluarga kurang mampu. 

Program dalam B-Vet Foundation akan memberikan dukungan finansial, pelatihan akademik, maupun pengembangan keterampilan untuk membantu mahasiswa meneruskan impiannya. 

Dalam kesempatan tersebut juga berlangsung seremoni penyerahan donasi dari PT Zoetis Animal Health Indonesia dan PT Rismawan Putra Bersinar.

Sesi fundraising semakin semarak saat tim panitia melakukan lelang kaos jersey bertanda tangan Irfan Hakim. Presenter ternama tersebut juga hadir turut memandu berlangsungnya kegiatan penggalangan dana untuk B-Vet Foundation. (NDV)

1.500 ALUMNI FKH IPB RAMAIKAN REUNI AKBAR VET VAGANZA 2025

Vet Vaganza 2025 menghadirkan momen kehangatan dan nostalgia. (Foto: NDV)

Sabtu (5/7/2025) pagi, lebih dari 1.500 alumni Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH IPB) dari berbagai angkatan pendidikan memadati Gedung Graha Widya Wisuda (GWW) dalam rangkaian acara Vet Vaganza 2025. Reuni akbar lima tahunan yang digagas oleh Ikatan Alumni FKH IPB (IKA FKH IPB) ini menghadirkan momen penuh kehangatan dan nostalgia, temu kangen lintas angkatan, hingga penghargaan bagi para dosen yang telah berjasa. 

 Ketua IKA FKH IPB, Drh Gunadi Setiadarma dalam sambutannya mengemukakan momentum ini sebagai pemersatu seluruh alumni lintas angkatan. “Vet Vaganza adalah program penting yang sempat tertunda akibat pandemi COVID-19. Kini, beberapa tahun pascapandemi, saatnya kita bersatu dan berkolaborasi untuk mendorong peningkatan kualitas kampus, kapasitas alumni, profesionalisme dokter hewan, serta berkontribusi nyata bagi bangsa,” tandasnya.

Ketua Panitia Vet Vaganza 2025, Drh Rohi menyampaikan kegiatan ini merupakan reuni akbar bagi seluruh alumni FKH IPB dari angkatan 1 hingga angkatan 57 meliputi lulusan program Sarjana, Diploma, Pascasarjana, Program Profesi Dokter Hewan (PPDH), serta seluruh civitas akademika Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB). 

“Acara ini kami hadirkan sebagai wadah untuk membangun kembali kebersamaan di antara alumni dan almamater. Acara ini dikemas dengan format inklusif dan santai untuk dapat menciptakan suasana akrab dan penuh kehangatan agar para alumni dapat mengenang kembali suka duka perjuangan semasa kuliah di FKH IPB,” ujarnya. (NDV)

DIRJEN PKH AGUNG SUGANDA DAN IRFAN HAKIM TERIMA PENGHARGAAN DI VET VAGANZA 2025

Dirjen PKH mengajak seluruh alumni SKHB IPB memperkuat profesi kedokteran hewan. (Foto: NDV)

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan RI, Dr Drh Agung Suganda MSi dan presenter Irfan Hakim menerima penghargaan kehormatan dari Ikatan Alumni FKH IPB (IKA FKH IPB). Momen penyerahan award berlangsung di Gedung Graha Widya Wisuda, IPB University, Sabtu (5/7/2025). 

Pemberian penghargaan tersebut merupakan salah satu rangkaian acara Vet Vaganza 2025, reuni akbar lima tahunan yang digagas oleh IKA FKH IPB.

“IKA FKH Award adalah penghargaan tertinggi yang diberikan para alumbi FKH IPB.  Tahun ini kami menetapkan dua kategori yakni untuk diberikan kepada dokter hewan dan non-dokter hewan,” ucap Drh Deddy Fachrudin Kurniawan, selaku Ketua Steering Committee sekaligus Sekretaris Jenderal IKA FKH IPB. 

Kategori dokter hewan yang paling inspiratif sepanjang 5 tahun terakhir diberikan untuk Dirjen PKH, Agung Suganda atas kontribusinya pada keprofesian, sosial dan kemasyarakatan. 

“Pencapaian ini tidak terlepas dari bimbingan bapak dan ibu dosen saya. Kami di pemerintahan dalam hal ini Ditjen PKH memiliki tantangan besar untuk mencapai swasembada pangan, sejalan dengan misi Asta Cita Presiden. Salah satu program utama adalah penyediaan protein hewani untuk mendukung program Makan Bergizi dan Minum Susu Gratis,” jelas Agung.

Agung mengajak seluruh alumni Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB (SKHB IPB) meningkatkan kolaborasi dan sinergi, khususnya untuk memperkuat profesi kedokteran hewan.

Presenter Irfan Hakim mengungkapan rasa harunya saat menerima penghargaan kehormatan dari IKA FKH IPB.
Sementara itu, Irfan Hakim yang juga dikenal sebagai pecinta hewan menerima penghargaan atas kontribusinya dalam meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya kesejahteraan hewan. Juga melalui berbagai program edukatif yang dia bawakan di televisi dan media sosial.

Irfan mengungkapkan rasa harunya menerima penghargaan dari civitas akademika yang sangat dia hormati.

“FKH IPB punya tempat khusus di hati saya. Terima kasih atas kehormatan ini, semoga semangat menjaga dan mencintai hewan makin meluas,” katanya.

“Irfan Hakim seorang public figure yang tidak hanya menghibur, namun juga konsisten mengangkat isu-isu seputar hewan dan dunia veteriner. Hal ini selaras dengan semangat kami di FKH IPB,” ujar Ketua IKA FKH IPB, Drh Gunadi Setiadarma. (NDV)


PENYAKIT MAREK TIMBULKAN TUMOR PROGRESIF PADA AYAM

Serangan penyakit bentuk mata, menyebabkan iris berwarna kelabu dan terjadi kebutaan pada mata. (Foto: Istimewa)

Tumor tidak hanya ditemukan pada manusia maupun hewan ruminansia, tetapi ternyata tumor juga terjadi pada ayam. Sel-sel liar yang tidak dikehendaki bisa tumbuh progresif dan menyebar ke berbagai bagian tubuh ayam.

Infekasi virus bisa menjadi penyebabnya, salah satu penyakit pada ayam yang ditandai dengan kemunculan tumor di berbagai organ tubuh adalah penyakit Marek. Merupakan penyakit viral yang disebabkan virus herpes alfa, atau sering disebut dengan istilah MDV (Marek’s disease virus) atau GaHV-2 (Gallid alfa herpesvirus 2).

Nama Marek diambil sebagai penghormatan terhadap seorang dokter hewan, patologis dari Hungaria bernama Jozsef Marek yang pertama kali menemukan perubahan makropatologi yang menyebar cepat, berbentuk tumor yang progesif, dan bermetastasis cepat pada berbagai organ tubuh ayam yang sakit dan mati.

Bentuk Klinis Penyakit Marek
Ada enam bentukan klinis dari serangan penyakit Marek, bisa konsisten ditemukan satu bentuk atau campuran, di antaranya:

• Bentuk neural atau saraf akut
Unggas terserang mengalami kelumpuhan pada kaki, bisa hanya pada satu kaki atau kedua kakinya. Satu kaki ayam akan terlihat menyilang ke depan atau ke samping tubuhnya. Serangan terjadi pada saraf kaki menyebabkan saraf terinfiltrasi hebat oleh limfosit dan terjadi pembengkakan sarat kaki. Pada ayam yang belum pernah tervaksin, kematian bisa mencapai 80%. Ayam mengalami dehidrasi, kelaparan, kurus, dan diare, karena kesulitan berjalan untuk mencapai tempat pakan dan minum.

• Bentuk neuro limfomatosis atau bentuk visceral
Terjadi kelumpuhan pada beberapa fungsi organ sistem pencernaan. Bila serangan terjadi pada nervus vagus maka ayam akan kesulitan menelan makanan dan bisa ditemukan tembolok mengalami dilatasi. Tembolok terlihat melebar dan membesar. Serangan pada saraf perifer ayam menyebabkan limfoma, infiltrasi tumor pada kulit unggas dan otot. Tumor bisa ditemukan progesif pada organ dalam seperti hati, jantung, ginjal, dan paru. Akibat pertumbuhan tumor pada organ penting itu, maka fungsi vital organ akan terganggu dan kematian bisa terjadi pada ayam yang terserang Marek bentuk ini.

• Bentuk mata
Infiltrasi progresif limfosit terjadi pada iris mata, menyebabkan iris mata berwarna kelabu, ukuran iris mata menjadi tidak wajar, dan akan timbul kebutaan pada ayam. Akibat kebutaan, ayam akan kesulitan dalam mencapai tempat pakan dan minum, sehingga kekurangan nutrisi terjadi dan penurunan bobot badan secara drastis.

• Bentuk kulit
Bentuk ini... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Juni 2025.

Ditulis oleh: 
Ratna Loventa Sulaxono
Medik Veteriner Muda, Balai Veteriner Jayapura

KINERJA PERUSAHAAN PUBLIK PETERNAKAN 2024 DAN PREDIKSI 2025

Pergerakan share price industri perunggasan.

Victor Stefano, BRIDS Equity Research Analyst, dalam webinar tahunan yang diselenggarakan oleh Infovet, kembali membedah kinerja tiga perusahaan publik peternakan selama tahun 2024 dan prediksi kinerjanya di 2025. Yaitu PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk dan PT Malindo Feedmill Tbk.

Performa Finansial dan Share Price

Share price sektor perunggasan cukup tidak stabil, ada beberapa up cycle dan down cycle. Terutama down cycle terakhir adalah sejak Covid-19  yang menggerus kinerja perusahaan publik karena daya beli masyarakat menurun drastis, ditambah adanya pembatasan kegiatan di luar rumah.

Juga terdapat masalah logistik, dimana impor bahan baku mentah mengalami kemacetan di pelabuhan. Sehingga membuat biaya logistik naik dan mempengaruhi biaya bahan baku pakan ternak.

“Sekarang kita sudah berada di kondisi yang sebenarnya sudah post Covid-19. Namun sepertinya dampak Covid-19 sendiri belum sepenuhnya bisa pulih,” kata Victor. “Sehingga daya beli masyarakat cenderung masih tertekan, juga ditambah banyaknya PHK. Mengakibatkan share price belum begitu mengalami kenaikan.”

Victor Stefano

Kecuali pada 2019 dan 2020, dari 2013 hingga 2025 pendapatan perusahaan publik mengalami peningkatan cukup konstan. Namun pendapatan pada 2025 diperkirakan akan sedikit turun karena penurunan kuota impor GPS di 2024, sehingga produksi pada 2025 akan lebih rendah.

Sedangkan profitability atau net profit cukup fluktuatif. Karena net profit sangat tergantung dengan margin, dimana perunggasan adalah salah satu bisnis dengan margin paling tipis.

“2024 itu tahun yang bagus untuk perusahaan publik karena mereka membukukan profit yang paling tinggi semenjak mereka berdiri. CP, Japfa dan Malindo memiliki profitability lebih dari 7 triliun di tahun 2024,” jelas Victor.

Untuk 2025, Victor memperkirakan profitability belum bisa tumbuh lebih lanjut. Karena dari segi daya beli masyarakat masih lumayan tertekan, sehingga kondisi over supply akan masih ada di tahun 2025 ini. Tanpa adanya support dari pemerintah berupa culling atau program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan agak berat untuk profitability bisa tumbuh lebih cepat.

Kuartal pertama 2025 Charoen Pokphand membukukan laba 1,5 triliun, dua kali lipat lebih besar dari tahun lalu. Marginnya cukup bagus terutama dari segmen makanan olahan yang membukukan kenaikan pendapatan cukup bagus.

Japfa memperoleh laba 680 miliar, naik sedikit dibandingkan tahun lalu yaitu 2%. Malindo sendiri labanya turun baik secara year on year maupun QonQ, membukukan laba sekitar 63 miliar.

Ketiga perusahaan tersebut memiliki margin yang lebih bagus dibandingkan tahun 2024. Karena tahun lalu harga ayam tidak terlalu bagus, ada dampak musim kering ekstrim akibat El Nino yang menyebankan harga jagung lokal naik.

Keseimbangan Supply-Demand yang Lebih Baik

“Untuk tahun ini seharusnya supply-demand bisa meningkat walaupun daya beli ada sedikit pelemahan. Meningkatnya supply-demand terutama didukung oleh kuota impor GPS yang mengalami penurunan. Sehingga produksi akan mengalami penurunan, maka supply-demand bisa lebih stabil di tahun ini,” Victor menjelaskan.

Estimasi over supply livebird di tahun 2025 adalah hampir 400.000 atau sekitar 14%. Lebih rendah dari tahun 2024 yang mencapai 600.000 (22%). Diharapkan penurunan over supply bisa membuat harga relatif stabil.

Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis diharapkan bisa mendorong konsumsi ayam. Meski di 2025 tidak terlalu banyak dampaknya, diperkirakan 3,4% penyerapan, karena programnya baru dimulai. Tahun depan ketika program tersebut sudah berjalan penuh, dimana jumlah penerima adalah 82,9 juta, diasumsikan akan bisa menyerap pasokan sebesar 10%.

“Dari segi supply, karena kita masih over supply, MBG juga belum terlalu tinggi dampaknya. Sehingga untuk short term karena harga setelah lebaran kemarin jatuh cukup dalam, pemerintah menginstruksikan para breeder melakukan afkir dini baik di level hatching maupun di parent stock,” terang Victor.

Namun menurutnya dari data terakhir, di pertengahan Mei realisasinya masih di bawah target. Afkir dini jika diimplementasikan secara penuh, akan bisa mengurangi over supply 73-100%. Diharapkan dampak afkir dini mulai tampak di bulan Juni, ditambah dengan beberapa stimulus ekonomi yang baru dikeluarkan oleh Menteri Keuangan, diharapkan akan bisa membantu recovery harga.

Margin Perusahaan Publik

Margin perusahaan publik industri perunggasan.

Sebelum Covid-19, margin bisnis pakan perusahaan publik rata-rata sekitar 9,7%. Setelah pandemi turun menjadi rata-rata 8,1%. Karena bahan baku pakan mengalami kenaikan harga, sedangkan harga pakan tidak bisa dinaikkan terlalu tinggi.

Bisnis DOC membukukan margin sekitar 3%. Laba dari DOC fluktuatif kadang bisa tinggi kadang bisa juga rugi.

Bisnis commercial farming sebelum Covid-19 bisa dibilang break even, sering untung tapi juga sering rugi sehingga rata-rata marginnya 0%. Namun sejak Covid-19 rata-rata margin minus 1,2% karena lebih banyak ruginya.

“Sedangkan bisnis makanan olahan marginnya cukup membaik, meski secara rata-rata itu masih lebih sering rugi,” kata Victor. “Jadi rata-rata masih negatif 1,4% tapi jauh lebih baik dibandingkan sebelum Covid-19 yang waktu itu masih minus 11%. Karena sejak Covid-19 ada perubahan tren dari konsumsi masyarakat yang sebelumnya tidak mau konsumsi ayam beku, karkas, ataupun makanan olahan yang kemudian mulai mengonsumsi.”

Biaya Bahan Baku Lebih Rendah Mendukung Margin

Harga jagung 2025 relatif cukup stabil di angka 5.100-5.200, diharapkan bisa membantu meningkatkan margin bisnis pakan ternak. Harga jagung lebih bagus dibanding tahun lalu yang sempat sangat tinggi di awal tahun, karena ada dampak dari El Nino yang menyebabkan kekeringan cukup parah sehingga produksi jagung mengalami gangguan.

“SBM kita harus 100% impor dan kebetulan harganya di pasar global lagi turun. Karena produksi di Argentina dan Brazil cukup bagus dan demand sedang relatif lemah. Karena sekarang orang di global melihat ada potensi pelambatan ekonomi baik di US maupun di Cina sebagai dua negara dengan ekonomi terbesar,” jelas Victor.

“Sehingga untuk SBM diuntungkan dengan harganya yang relatif murah. Mungkin rata-rata di bawah 300 USD per ton. Diharapkan dengan harga SBM yang murah ini margin dari bisnis pakan ternak bisa mendapat ruang untuk naik.”

Valuasi Perusahaan Publik

Victor mengatakan, secara valuasi jika dibandingkan dengan rata-rata 5 tahun terakhir posisi saat ini memang masih cukup rendah. Meski secara profit tahun lalu dan tahun ini termasuk tinggi bahkan sudah all time high.

“Tapi memang secara harga saham belum terlalu kelihatan karena begitu harga live bird jelek ekspektasi orang akan jadi jelek juga. Dan kebetulan di bulan April dan Mei setelah lebaran harga live bird cukup rendah mungkin rata-rata cuma 15.000 sampai 16.000,” Victor melanjutkan.

“Di posisi 15.000 sampai 16.000 semua peternak itu mengalami kerugian. Makanya untuk harga saham juga masih relatif rendah, karena orang ekspektasinya di second quarter ini untuk profitability bisa jadi akan sangat jelek.”

Namun diharapkan untuk paruh kedua 2025 akan ada peningkatan. Terutama dari kuota impor GPS yang sudah dikurangi di 2024, dampaknya kemungkinan akan lebih besar di paruh kedua. Juga program MBG dan program culling diharapkan bisa membantu mendukung harga live bird dan DOC di paruh kedua 2025. (NDV)

INDO LIVESTOCK 2025 RESMI DIBUKA, DORONG HILIRISASI DAN INOVASI PETERNAKAN DAERAH

Foto bersama dalam pembukaan Indo Livestock 2025. (Foto-foto: Dok. Henri/INF)

Surabaya (2/7/2025), pameran tahunan Indo Livestock 2025 Expo & Forum resmi dibuka di Grand City Convex Surabaya dengan semangat sinergi, hilirisasi, dan keberlanjutan di sektor peternakan dan perikanan. Pembukaan acara turut dihadiri berbagai perwakilan kementerian, asosiasi, dan pemerintah daerah.

PT Napindo Media Ashatama sebagai penyelenggara menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta edukasi gizi sejak dini melalui berbagai kegiatan interaktif. Gubernur Jawa Timur melalui Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Indyah Aryani, menyoroti tantangan bahan baku impor dan pentingnya adopsi smart farming untuk menjawab kebutuhan masa depan.

Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Peternakan, Deputi Bidang Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Karsan MM, menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap ketahanan pangan nasional dengan penguatan infrastruktur logistik desa dan dorongan hilirisasi hasil peternakan. Dari sektor kelautan, KKP mencatat nilai ekspor perikanan Indonesia mencapai USD 5,9 juta, didorong oleh peningkatan produk siap saji yang kompetitif di pasar global.

Pada kesempatan tersebut, dilasanakan juga pemberian Indo Livestock Innovation Award 2025, yang diberikan kepada tiga daerah di antaranya Lamongan, Lampung Selatan, dan Bone, atas kontribusi nyata dalam inovasi peternakan dan kesehatan hewan. Penghargaan "Adipraja Satwa Sewaka Utama", "Adipraja Satwa Sewaka Madya", dan "Adipraja Satwa Sewaka Pratama" ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus berinovasi.

Berpose bersama usai pemberian Indo Livestock Innovation Award 2025.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Makmun, menutup sambutan dengan menyampaikan bahwa nilai hilirisasi peternakan nasional kini mencapai Rp 2,2 triliun, termasuk unggas sebesar Rp 277 miliar, naik 145% dari tahun sebelumnya. Indonesia kini menempati peringkat keempat produsen unggas dunia.

Pembukaan ditandai dengan bunyi alarm simbolik, mengawali Indo Livestock 2025 Expo & Forum yang dilaksanakan selama tiga hari, 2-4 Juli 2025, sebagai momentum penting menuju transformasi peternakan Indonesia yang lebih modern, mandiri, dan berkelanjutan. (Henri E. Prasetyo/INF)

LANSIA KONSUMSI KUNING TELUR? AMAN, KOK

Telur, sumber protein yang baik bagi tubuh. (Foto: Shutterstock/Amarita)

Kekhawatiran lansia mengonsumsi telur, wajar terjadi. Banyaknya informasi tak akurat yang berseliweran menjadi penyebabnya. Tapi sesungguhnya, kuning telur tetap aman untuk dimakan semua umur.

Perkara konsumsi kuning telur bagi orang berumur di atas 50 tahun masih menjadi perdebatan. Ada yang beranggapan makan kuning telur berbahaya bagi kesehatan karena kandungan kolesterolnya tinggi. Orang yang setuju dengan anggapan ini, biasanya hanya konsumsi putih telurnya saja. Bagian kuningnya disisihkan.

Budi Waseso, pensiunan jenderal polisi bintang tiga, salah satunya. Saat berbincang dengan Infovet dalam sebuah acara, mantan Kepala Badan Urusan Logistik (Kabulog) ini bercerita soal makanan kegemarannya. Salah satunya telur ayam.

“Sewaktu masih muda, saya makan telur hampir tiap hari. Sekarang juga masih konsumsi, tapi putihnya saja. Kuningnya saya enggak makan,” ujarnya.

Apa alasannya tak lagi makan kuning telur? “Umur saya kan sudah di atas 50 tahun, yang saya tahu sebaiknya makan bagian putihnya saja. Kuningnya takut kolesterol,” sambungnya.

Kebiasaan menyisihkan kuning telur dan hanya memakan bagian putihnya saja saat makan juga dilakukan oleh Subono. Sejak dulu, pensiunan TNI berpangkat Kolonel ini juga gemar mengonsumsi telur ayam. Namun setelah pensiun dari dinas kemiliteran, Subono hanya konsumsi bagian putih telurnya saja.

“Telur itu sumber protein yang bagus. Dari dulu saya suka makan, terutama telur rebus, paling suka. Tapi sekarang cuma makan putihnya saja, biar aman. Takut kolesterol,” ucapnya saat bertemu dengan Infovet di rumahnya, di Panglima Polim, Jakarta Selatan.

Kekhawatiran dua narasumber Infovet tersebut memang bisa dimaklumi. Di usianya yang makin tua, kadang rasa takut konsumsi telur muncul. Meskipun sebelumnya sudah bertahun-tahun makan telur dan tak ada masalah dengan penyakit yang dikhawatirkan.

Namun tak demikian bagi yang memliki persepsi berbeda, meski sudah lansia, konsumsi kuning telur tak terlalu memengaruhi kesehatan meskipun rutin mengonsumsinya. Banyak yang membuktikan konsumsi telur seutuhnya tak perlu khawatir dengan serangan kolesterol.

Iman Firdaus, jurnalis senior media online di Jakarta kepada Infovet mengaku tetap konsumsi telur ayam utuh. Bahkan hampir setiap hari stok telur ayam di lemari es selalu tersedia. Alasannya simpel, saat sarapan pagi paling mudah olah telur.

“Waktu pagi kan kadang terbatas, buat sarapan cukup ceplok atau dadar telur sudah cukup. Yang penting sudah ada nasi, ceplok telur enggak sampai 5 menit,” ujar wartawan yang kini usianya memasuki 56 tahun ini.

Nazarudin, pensiunan ASN di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga menyampaikan kesehariannya mengonsumsi telur. Narasumber Infovet yang kini berumur lebih dari 70 tahun mengaku masih sering makan telur ayam. Menu favoritnya adalah telur dadar. “Buat saya telur itu murah, tapi bisa memenuhi gizi. Soal takut, alhamdulillah saya sih tidak. Yang penting waktu mau makan baca bismallah, insyaallah aman,” tuturnya.

Tergolong HDL
Apakah orang berumur lebih dari 50 tahun perlu khawatir dengan konsumsi kuning telur? Banyak narasi artikel tentang kesehatan yang pro dan kontra. Tak sedikit artikel kesehatan yang ditulis seorang dokter menganjurkan agar kaum lansia menghindari konsumsi kuning telur ayam. Namun tak sedikit yang menjelaskan itu tak masalah.

Dengan beragamnya pendapat kalangan ahli gizi yang didapatkan, Infovet kembali menyimak pendapat pakar gizi dr Triza Arif Santosa yang pernah disampaikan dalam Seminar Nasional: Healthy Family With Chicken Meat & Egg beberapa tahun silam.

Infovet memilih mengutip dari narasumber ini karena kajiannya masuk akal dan diperkuat sejumlah informasi pada jurnal kesehatan skala internasional. Menurut dokter spesialis anak ini, telur mengandung tinggi protein yang fungsinya sebagai zat pembangun jaringan dan massa otot dalam tubuh.

Memang kadar protein yang tinggi itu ada pada bagian putih telur, sedang di bagian kuningnya lebih banyak mengandung mikronutrien dan kolesterol. Kadar kolesterol itu diproduksi di dalam tubuh, yakni di hati. Namun kolesterol yang berasal dari kuning telur dan diproduksi oleh hati akan menghasilkan kolesterol baik atau yang lebih dikenal dengan sebutan HDL (High Density Lipoprotein).

Menurut Triza, dari hasil penelitian justru konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh bisa meningkatkan kolesterol jahat atau dikenal dengan sebutan LDL (Low Density Lipoportein). Ini adalah kolesterol jahat yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan strok.

Contoh makanan yang mengandung lemak jenuh antara lain daging merah,  produk susu penuh lemak, mentega, minyak kelapa, dan makanan yang dipanggang. Maka itu, orang dewasa dan lansia sangat dianjurkan untuk mengindari makanan yang mengandung banyak lemak jenuh atau lemak trans. Lemak jenuh jika dikonsumsi di hati akan diproses menjadi kolesterol jahat (LDL).

Kandungan Omega
Apakah orang lansia yang memiliki penyakit gula sebaiknya menghindari konsumsi telur? Triza mengakui ada penelitian yang menyebutkan untuk orang yang sudah lanjut usia dan memiliki penyakit gula (diabetes) dianjurkan untuk konsumsi telur cukup tiga butir per minggu.

“Umumnya orang lansia banyak yang menderita penyakit gula. Penyakit gula inilah yang akan memicu penyakit-penyakit lainnya dan akan mengganggu fungsi liver atau hati. Jadi, bukan karena konsumsi telur,” ujarnya.

Tetapi jika dalam kondisi sehat, maka konsumsi telur 1-2 butir dalam sehari tidak masalah. Tidak menimbulkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Telur mengandung banyak zat yang baik untuk tubuh, seperti omega 3, omega 6, dan lainnya.

Zat-zat yang terkandung di dalam telur bukan termasuk lemak jenuh, sehingga tidak menjadi kolesterol jahat saat diproses dalam tubuh. Tetapi sebaliknya, jika tingkat konsumsi telurnya tinggi, maka akan meningkatkan kolesterol baik (HDL) yang dibutuhkan oleh tubuh.

Menurutnya, tidak salah juga jika ada orang usia di atas 50 tahun hanya konsumsi putih telur. Namun demikian, kuning telur memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik untuk tubuh, sehingga aman untuk dikonsumsi orang dewasa di atas 50 tahun.

Mengutip artikel pada situs PinsarIndonesia.com, dr Thomas Behrenbeck MD PhD, seorang ahli kardiologi dari Mayo Clinic di Amerika Serikat, mengulas seputar konsumsi telur dari sisi medis.

Ahli jantung ini menyebutkan, telur memang mengandung kadar kolesterol. Namun berapa banyak kadar kolesterol dalam makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah? Jawabannya adalah kadar kolesterol tidak sama untuk setiap orang.

Faktanya, meski mengonsumsi telur dalam jumlah banyak dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, namun secara umum memakan empat butir telur dalam seminggu (termasuk kuning telurnya) tidak akan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Telur mengandung kolesterol pada bagian kuningnya. Satu butir telur dengan ukuran yang besar dapat mengandung kolesterol sampai 186 mg, yang semuanya terdapat dalam kuning telur. Jika menyukai telur tapi tidak ingin menambah jumlah kolesterol dalam darah, bisa makan bagian putihnya saja.

Sumber lain yang menguatkan pendapat tersebut berasal dari Journal of American College of Nutrition. Dalam salah satu artikelnya menyebutkan bahwa risiko penyakit kardiovaskuler pada laki-laki dan perempuan tidak ada hubungannya dengan meningkatnya konsumsi telur.

Bahkan sebaliknya, dari temuan mereka setelah menganalisis lebih dari 27.000 subjek, diketahui bahwa mereka yang mengonsumsi telur memiliki kadar kolesterol lebih rendah dibandingkan yang tidak makan telur.

Dengan demikian, jika saat ini sudah memasuki usia lanjut, jangan takut konsumsi telur ayam lengkap dengan kuningnya. Aman, yang terpenting tidak berlebihan. ***


Ditulis oleh:
Abdul Kholis
Koresponden Infovet Daerah Depok,
Konsultan media dan penulis buku,
Writing Coach Griya Menulis (Bimbingan Menulis Buku & Jurnalistik),
Juara I Lomba Jurnalistik Tingkat Nasional (Unsoed, 2021) & Juara I Kompetisi Menulis Artikel Tingkat Nasional dalam rangka HATN, 2022

LEBIH DARI 1.500 SAPI PERAH IMPOR DATANG LAGI

Sapi perah bunting kembali didatangkan untuk perkuat populasi dan mendukung produktivitas peternak lokal. (Foto: Istimewa)

Dalam dua hari, lebih dari 1.500 ekor sapi perah bunting kembali didatangkan dari Australia ke Indonesia untuk memperkuat populasi sapi perah dan mendukung produktivitas peternak lokal.

Sebanyak 1.088 ekor sapi perah tiba di Pelabuhan Tanjung Tembaga, Probolinggo, Sabtu (28/6/2025). Pemasukan ini difasilitasi PT Santosa Agrindo Lestari (Santori), anak perusahaan JAPFA, bekerja sama dengan PT Greenfields Dairy Indonesia, PT Karya Suci Pratama, PT Irfai Berkah Sejahtera, PT Arla Food, serta Koperasi Suka Makmur.

Sehari sebelumnya, 485 ekor sapi perah juga telah masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, oleh PT Kironggo Joyo. Total, dalam waktu dua hari, jumlah sapi perah impor yang masuk mencapai 1.573 ekor.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Suganda, mengatakan bahwa langkah ini selaras dengan program pemerintah dalam mempercepat peningkatan populasi dan produksi susu nasional, khususnya melalui Program Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN).

“Pemerintah menargetkan peningkatan populasi sapi perah sebanyak satu juta ekor hingga 2029. Ini adalah bagian penting dari strategi mencapai ketahanan pangan dan mendukung program Makan Bergizi Gratis,” ujar Agung dalam keterangan resminya, Sabtu (28/6/2025).

Saat ini, produksi susu segar dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 21% dari kebutuhan nasional yang mencapai 4,6 juta ton/tahun. Kehadiran sapi impor ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas peternak lokal dan mendorong kemandirian produksi susu di dalam negeri.

Adapun jenis sapi yang diimpor merupakan persilangan antara Holstein dan Jersey yang memiliki keunggulan genetik berupa produktivitas susu tinggi, masa laktasi panjang, interval kelahiran yang singkat, serta lebih adaptif terhadap iklim tropis Indonesia. Selain itu, ukuran tubuh yang lebih kecil dinilai sesuai untuk dikelola oleh peternak skala kecil dan menengah.

Direktur Kesehatan Hewan, Kementan, Imron Suandy, menegaskan bahwa seluruh sapi impor telah melalui protokol kesehatan hewan sejak sebelum pengiriman hingga tiba di Indonesia. Pemerintah memastikan hewan yang masuk dalam kondisi sehat, bebas penyakit hewan menular strategis, dan telah disertai dokumen lengkap sesuai standar internasional.

“Bersama dengan Badan Karantina Hewan, tindakan karantina dan pemeriksaan kesehatan hewan kami lakukan secara menyeluruh. Ini bagian dari komitmen menjaga kesehatan hewan sekaligus menjamin keamanan pangan asal hewan,” kata Imron.

Ia menambahkan, pengawasan juga dilakukan selama proses distribusi sapi ke para perusahaan joint shipment dan peternak mitra Greenfields di Jawa Timur.

CEO Greenfields, Akhil Chandra, menjelaskan bahwa sapi-sapi tersebut akan didistribusikan kepada 120 peternak mitra yang tersebar di Kabupaten Malang, Blitar, Pasuruan, dan Kota Batu, Jawa Timur.

“Kami juga akan menyerap seluruh hasil susu dari peternak mitra dan memberikan dukungan teknis berkelanjutan agar para peternak dapat meningkatkan produktivitas secara optimal,” katanya. (INF)

MENGATASI ANCAMAN KOKSIDIOSIS DENGAN MONIMAX

Koksidiosis merupakan salah satu penyakit pada unggas yang masih kerap terjadi di lapangan. Selain aplikasi biosekuriti yang menyeluruh, pemilihan anti-koksidia yang tepat juga patut diperhitungkan agar dapat mengendalikannya.




MONIMAX (MONENSIN + NICARBAZINE)

Monimax (Monensin + Nicarbazine)
Reveal your hidden potential



DUKUNG INDONESIA BEBAS PMK 2035, BARANTIN KAMPANYEKAN RING VAKSINASI

Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Ikatan Dokter Hewan Karantina Indonesia (IDHKI), Kementerian Pertanian, Gabungan Pelaku Usaha Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) dan dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di Provinsi Lampung, Sumatra Utara, Banten, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, dan Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Kampanye Ring Vaksinasi PMK bertemakan “Lakukan Vaksinasi Sebelum Melalulintaskan Hewan” selama tiga hari, 20-22 Mei 2025.  

Mengapa kegiatan ini mengambil lokasi pencanangan di Kabupaten Lampung Tengah karena Lampung merupakan salah satu lumbung ternak sapi, kerbau, kambing nasional dan sebagian besar akan dilalulintaskan ke Pulau Jawa. Hal ini merupakan dukungan Barantin untuk mewujudkan Indonesia kembali bebas PMK pada tahun 2035. Saya apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah bersinergi melakukan aksi ini. Melalui ring vaksinasi ini untuk menjamin kesehatan hewan ternak sebelum dilalulintaskan ke daerah lain,” kata Kepala Barantin Sahat M. Panggabean dalam sambutan pembukaan secara daring.

“Kegiatan ini salah satu upaya kolaboratif dalam rangka mencegah penyebaran dan pengendalian penyakit strategis, PMK, di Indonesia. Pemerintah menargetkan program vaksinasi tahun 2025 untuk zona kuning sebanyak 6,7 juta dosis, zona merah sebanyak 13 juta dosis, dan zona hijau sebanyak 0 dosis. Hari ini, Barantin mendukung dan berkontribusi secara nyata dengan menargetkan 3.000 dosis vaksin PMK,” imbuh Kepala Barantin, dalam keterangan resminya. 

"Kepada pelaku usaha peternakan, saya ingatkan agar hanya melalulintaskan hewan yang sehat dan telah divaksin, serta tidak melalulintaskan hewan bergejala sakit. Kita tidak boleh main-main dengan risiko, karena satu kelengahan bisa berdampak besar bagi seluruh ekosistem peternakan kita,” tutur Gubernur Lampung yang diwakili oleh Asisten Daerah III Bidang Administrasi Umum, Sulpakar

Deputi Bidang Karantina Hewan Sriyanto di lokasi pencanangan menjelaskan tujuan dari kegiatan ini salah satunya yakni meningkatkan kesadaran peternak akan pentingnya vaksinasi, meningkatkan peran serta pemangku kepentingan, melindungi/memberi kekebalan ternak sapi dari infeksi PMK, dan menurunkan angka kejadian PMK di daerah target. (INF) 

KOLABORASI DALAM MEMBERIKAN SOLUSI MEMAKSIMALKAN KINERJA SALURAN PENCERNAAN

Kesehatan saluran pencernaan merupakan hal yang penting untuk hewan ternak. Dibutuhkan upaya maksimal dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan agar performa ternak tetap prima.



SELEN-OYE: SELENIUM ORGANIK MEMILIKI BANYAK MANFAAT

Fungsi utama yakni sebagai antioksidan serta meningkatkan daya tahan tubuh dan fertilitas.



IKUTI SEMINAR PRECISION POULTRY NUTRITION: OPTIMIZING AMINO ACID PROFILES FOR ENHANCED EFFICIENCY

Majalah Infovet bekerja sama dengan Cheil Jedang Indonesia mengundang Anda untuk hadir dalam:

🎓 CJ Indonesia Seminar 2025
🧬 Precision Poultry Nutrition: Optimizing Amino Acid Profiles for Enhanced Efficiency


Selasa, 15 Juli 2025

🕘 Pukul 09.00 – 13.00 WIB
📍 Hotel Mulia Senayan, Jakarta
💸 GRATIS! (Tempat terbatas)


👩‍🔬 Pembicara Ahli Internasional & Nasional:

1. Ruben Kriseldi, PhD (Aviagen)
"Optimizing Amino Acid Profiles to Enhance Growth Performance and Efficiency in Poultry Production"

2. Dr. Jae Cheol Kim (CJ BIO – Global Head of Technical)
"Precision Nitrogen Nutrition for efficient poultry production"

3. Dr. Roxanne Barrion (ATSC Poultry Manager | CJ BIO)
"Functional Benefits from Amino Acids to Boost Poultry Production Efficiency"

4. Henri E. Prasetyo, DVM., MVSc (DMC Nutritionist)
"Commercial Application of Low CP Diet in Poultry: Importance of Amino Acid Nutrition"

🎤 Dipandu oleh Moderator: Tim CJ Bio

👨‍⚕👩‍🔬 Seminar ini ditujukan bagi Nutritionist, Formulator, RnD, maupun bagian yg berhubungan dengan nutrisi unggas.

Klik link berikut: https://bit.ly/2025_seminar

Bagi peserta yg memenuhi kuota akan diinformasikan secara pribadi. Jangan lewatkan kesempatan berharga ini untuk memperluas wawasan dan jejaring profesional Anda!

PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TAK SEMBARANGAN, DAGING AYAM AMAN DIMAKAN

Produk pangan asal hewan yang beredar di masyarakat telah melalui sistem pengawasan yang ketat dan aman untuk dikonsumsi. (Foto: Istimewa)

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan bahwa ayam dan produk pangan asal hewan lainnya yang beredar di masyarakat telah melalui sistem pengawasan yang ketat dan aman untuk dikonsumsi. Pernyataan ini disampaikan untuk merespons beredarnya informasi menyesatkan mengenai penggunaan antibiotik berbahaya dalam pakan ayam beberapa waktu lalu.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Kementan, Nuryani Zainuddin, menegaskan bahwa penggunaan antibiotik sebagai pemacu pertumbuhan (antibiotic growth promoter/AGP) telah dilarang di Indonesia sejak 2018, melalui Permentan No. 14/2017.

“Pemberian antibiotik dalam pakan hanya boleh dilakukan untuk tujuan pengobatan, bukan sebagai pemacu pertumbuhan. Itu pun harus melalui resep dokter hewan dan diawasi secara ketat oleh pengawas obat hewan,” jelas Nuryani dalam keterangan resminya, Jumat (20/6/2025).

Menurutnya, pakan yang mengandung antibiotik dalam konteks pengobatan biasa disebut pakan terapi, yang penggunaannya dibatasi dan diatur secara rinci. Mulai dari jenis zat aktif, dosis, hingga masa henti (withdrawal period) untuk memastikan tidak ada residu pada produk hewan yang dikonsumsi masyarakat.

Lebih lanjut dijelaskan, ketentuan penggunaan obat dan pakan ternak telah diatur dalam UU No. 18/2009 jo. UU No. 41/2014, serta PP No. 95/2012. “Aturan ini menjadi fondasi kita dalam menjamin keamanan pangan dan mencegah resistansi antimikroba,” jelasnya.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin. (Foto: Istimewa)

Untuk memperkuat pengawasan, Kementan bersama otoritas veteriner rutin melakukan Program Monitoring Surveilans Residu dan Cemaran Mikroba (PMSRCM), dengan cara mengambil sampel dari rumah pemotongan hewan, unit usaha pangan, hingga tempat penjualan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya residu antibiotik atau cemaran lainnya dalam produk hewan.

Nuryani juga mengimbau masyarakat untuk memilih produk hewan dari unit usaha yang telah memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV). NKV sendiri merupakan sertifikat resmi dari otoritas veteriner yang menandakan bahwa unit usaha tersebut telah memenuhi standar higiene dan sanitasi, termasuk penggunaan pakan dan obat hewan yang sesuai.

“Produk dari unit bersertifikat NKV menjamin bahwa hewan yang digunakan sehat dan dipelihara secara baik. Ini adalah indikator penting dalam sistem jaminan keamanan pangan,” tegasnya.

Dalam proses penerbitan NKV, petugas memeriksa aspek kesejahteraan hewan, penggunaan pakan dan obat, serta pelarangan AGP. Semua ini dilakukan untuk memastikan bahwa produk hewan yang masuk ke pasar berasal dari rantai produksi yang aman, bertanggung jawab, dan transparan.

Ia berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang menyesatkan. “Kami pastikan bahwa produk ayam yang legal beredar di pasaran adalah aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Konsumsi produk asal hewan tetap aman selama masyarakat memilih dengan cermat dan bijak,” tukasnya.

Sebelumnya beredar rekaman talkshow di Radio Elshinta Bandung pada Minggu (15/6/2025), dengan narasi “Makan ayam bisa kena tumor. Stop makan ayam goreng. Inilah bahaya sering konsumsi ayam goreng,” dengan narasumber Dosen Peneliti Teknologi Pakan Universitas Pasundan, Rini Triani Ssi Phd. Dalam rekaman video tersebut dijelaskan bahaya mengonsumsi ayam broiler, karena kata Rini Triani di dalam pakannya mengandung growth promoter/pemacu pertumbuhan yang membuat pertumbuhan ayam menjadi lebih cepat.

Rekaman yang menyebut bahaya makan ayam. Videonya kini telah dihapus. (Foto: Istimewa)

“Banyak yang mengira itu hormon yang ditaro di ayam, kebanyakan enggak karena hormon harganya mahal, yang akhirnya yang ditaro itu antibiotik di pakannya. Dimakan sama ayam, seumur hidupnya dia makan itu, dan itu antibiotik ada di dagingnya, kalau kita makan masuk juga antibiotiknya,” ucapnya dalam video tersebut.

Lebih lanjut disampaikan, katanya banyak yang tidak menyadari karena dampak buruk dari antibiotik akan membuat mikroba baik dalam usus manusia yang mengonsumsi daging ayam akan ikut mati.

“Iya karena antibiotik yang ada di dalam daging ayam. Makannya prevalensi orang yang kena tumor sekarang makin banyak. Maka itu saya ingin share ini, karena saya juga penderita, jadi saya tidak menyadari bahwa saya makan itu selama ini, sering makan ayam goreng,” ucapnya.

Hal itu langsung mendapat respons dari berbagai kalangan di industri perunggasan, banyak yang menilai informasi tersebut keliru dan menyesatkan. Berdasarkan pantauan Infovet, konten tersebut kini telah dihapus, namun rekaman video sudah beredar di berbagai grup terkait dan peternak unggas.

Hal itu juga mendapat perhatian dari Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) Daerah Jawa Barat (Jabar). Dalam pembicaraan dengan Infovet, pihak ASOHI Daerah Jabar berencana akan melakukan pertemuan dengan pakar dalam video tersebut untuk meluruskan dan memberikan informasi yang lebih lengkap tentang penggunaan antibiotik di peternakan. (INF)

KEMERIAHAN LEP EXPO 2025

Gelaran Livestock Export Program (LEP) Expo ke-5 kembali hadir pada 14-15 Mei 2025 di The Springs Club Summarecon Serpong, Kabupaten Tangerang. Acara serupa terakhir kali dihelat pada 9-10 Juni 2022 lalu. LEP merupakan program yang didanai bersama oleh Meat and Livestock Australia (MLA) dan LiveCorp. LEP telah memberikan layanan kepada industri peternakan sapi Australia dan Indonesia sejak 2009. Terutama yang bergerak dalam praktik kesejahteraan hewan, peningkatan produktivitas, dan efisiensi rantai pasokan.




ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer