-->

KEMENTAN DORONG INDUSTRI PETERNAKAN UNJUK GIGI DI INDO LIVESTOCK 2026

Rapat sosialisasi persiapan Indo Livestock 2026. (Foto: Istimewa)

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama PT Napindo Media Ashatama terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Indo Livestock 2026 sebagai ajang internasional yang mempertemukan pelaku industri peternakan, kesehatan hewan, dan pakan dari berbagai negara. Forum ini diproyeksikan menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi sekaligus memperkenalkan kemajuan sektor peternakan Indonesia ke tingkat global.

Selain berfungsi sebagai pameran, Indo Livestock juga dirancang sebagai wadah pertukaran pengetahuan, teknologi, dan inovasi terbaru. Kehadiran pelaku usaha internasional diharapkan mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas serta mendorong peningkatan daya saing industri nasional.

Upaya tersebut ditandai dengan rangkaian sosialisasi yang digelar selama dua hari pada 20-21 April 2026 di Jakarta. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga, BUMN, hingga pelaku usaha swasta di sektor peternakan dan industri pakan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nuryani Zainuddin, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat industri peternakan dari hulu hingga hilir. Ia menilai peran BUMN sangat strategis dalam mendukung pengembangan sektor tersebut.

“Kami ingin mendorong agar BUMN tidak hanya hadir sebagai institusi bisnis, tetapi juga sebagai lokomotif pembangunan peternakan nasional dengan mengambil peran strategis sebagai offtaker hasil peternakan rakyat, agregator rantai pasok, sebagai pendukung pembiayaan, logistik, hilirisasi, hingga penguatan ekspor,” ujar Nuryani, menekankan peran kunci BUMN dalam memperkuat ekosistem peternakan nasional.

Ia juga menyebut Indo Livestock 2026 sebagai momentum penting untuk mendorong investasi dan kolaborasi yang lebih luas, seiring dengan potensi besar Indonesia di sektor peternakan, termasuk capaian swasembada ayam dan telur.

Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH Kementan, Makmun, mendorong para pelaku usaha turut serta dalam pameran berskala global tersebut.

“Ditjen PKH bekerja sama dengan Napindo menggelar acara Indo Livestock 2026 sebagai ajang strategis berkolaborasi. Kita ingin para pengusaha peternakan hadir dan ikut dalam acara tersebut supaya para mitra luar negeri yang hadir juga mengetahui perkembangan dan kemajuan industri peternakan di Indonesia,” kata Makmun.

Menurutnya, Indo Livestock bukan sekadar ajang promosi, tetapi juga sarana untuk menampilkan capaian industri sekaligus memperluas jejaring bisnis. Dampak nyata terhadap pengembangan sektor menjadi indikator utama keberhasilan kegiatan ini.

Sementara itu, Sales Manager PT Napindo Media Ashatama, Agnes Nilam Sunardi, menegaskan komitmen pihaknya dalam menghadirkan pameran berkualitas yang memberikan dampak positif bagi industri nasional.

“Kami perusahaan penyelenggara pameran profesional yang memberikan nilai positif bagi bangsa Indonesia di dunia internasional. Kami sudah melaksanakan 100 pameran, dan di antaranya merupakan pameran internasional Indo Livestock Expo dan Forum sejak 2002,” ujar Agnes.

Ia menambahkan, Indo Livestock menjadi sarana untuk memperkenalkan inovasi industri peternakan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program edukatif.

“Acara ini bertujuan memperkenalkan hasil industri peternakan dan kesehatan hewan kepada dunia, mendorong dan memajukan industri agar mampu bersaing di kancah internasional, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui edukasi di bidang peternakan dan pertanian,” pungkasnya.

Indo Livestock 2026 dijadwalkan berlangsung pada 16-18 Juni di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang. Kegiatan ini ditargetkan diikuti lebih dari 600 peserta dari 40 negara dengan sekitar 20.000 pengunjung profesional. Melalui sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, penyelenggaraan Indo Livestock ke-19 ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri peternakan nasional yang lebih terintegrasi, berdaya saing, serta berkelanjutan di tengah dinamika pasar global. (INF)

INDO LIVESTOCK GRAND CHAMPIONSHIP DIPERKENALKAN, DORONG STANDAR KOMPETISI TERNAK NASIONAL

Expo Peternakan & Kontes Sapi Piala Padjadjaran 2026. (Foto: Istimewa)

Indo Livestock 2026 Expo & Forum terus memperkuat posisinya sebagai platform strategis dalam mendukung pertumbuhan dan transformasi industri peternakan nasional. Salah satu bentuk perwujudan tersebut tercermin melalui partisipasi Indo Livestock sebagai mitra dalam Expo Peternakan & Kontes Sapi Piala Padjadjaran 2026, Sabtu (11/4/2026), yang merupakan bagian dari rangkaian acara “Gebyar Ternak Padjadjaran”.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai program seperti kontes ternak, pameran, serta kegiatan edukatif bagi pelaku industri dan masyarakat umum. Melalui kolaborasi ini, Indo Livestock berkontribusi memperkuat ekosistem peternakan, sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong standar dan sistem kompetisi ternak di tingkat nasional, sejalan dengan format kontes yang telah berkembang di berbagai daerah.

Operation Director Napindo, Adhika Arthapaty, melihat adanya potensi besar dalam pengembangan standar kompetisi ternak yang lebih terstruktur dan terintegrasi di tingkat nasional.

“Kompetisi ternak di berbagai daerah menunjukkan antusiasme dan kualitas yang terus meningkat. Ini menjadi sinyal positif bahwa industri membutuhkan sebuah platform yang dapat mengakomodasi standar yang lebih terukur sekaligus mempertemukan para pelaku industri terbaik dalam satu panggung nasional,” ujarnya.

Berangkat dari hal tersebut, pada penyelenggaraan Indo Livestock ke-19 nanti menghadirkan inovasi baru melalui peluncuran Indo Livestock Grand Championship sebagai salah satu highlight utama.

Mengusung konsep kompetisi ternak ruminansia, khususnya sapi dan domba, program ini dirancang sebagai pengembangan dari berbagai ajang serupa yang telah berkembang di berbagai daerah, sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendorong penerapan standar kualitas terbaik di tingkat nasional.

Menariknya, Indo Livestock Grand Championship akan menjadi kompetisi peternakan indoor pertama di Indonesia yang diselenggarakan di dalam hall exhibition, menghadirkan pengalaman baru dalam penyelenggaraan kontes ternak. Ajang ini dirancang tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan atas perkembangan industri peternakan Indonesia, sekaligus membuka ruang apresiasi, jejaring, dan pertukaran pengetahuan antar pelaku industri.

Melalui inisiatif ini, Napindo berharap dapat berkontribusi pada peningkatan produktivitas, daya saing, serta kesejahteraan peternak secara berkelanjutan. Lebih jauh, program ini juga dirancang untuk memperkuat konektivitas antara kegiatan peternakan di tingkat daerah dengan forum industri berskala internasional.

Momentum tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyelenggaraan Indo Livestock 2026 Expo & Forum yang akan hadir dengan skala lebih luas dan program yang semakin komprehensif. Pameran akan berlangsung pada 16-18 Juni 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Indonesia, bersamaan dengan Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet, dan Indo Fisheries. (INF)

PERSIAPAN INDO LIVESTOCK 2026 MELALUI KOORDINASI BERSAMA KEMENTAN

Rapat koordinasi panitia persiapan Indo Livestock 2026 Expo & Forum. (Foto: Dok. Napindo)

Persiapan penyelenggaraan Indo Livestock 2026 Expo & Forum terus dimatangkan melalui rapat koordinasi panitia yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Rabu (8/4/2026).

Rapat mempertemukan Kementan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) sebagai tuan rumah dengan PT Napindo Media Ashatama (Napindo) sebagai penyelenggara, sekaligus menjadi momentum penting dalam menyelaraskan strategi dan memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan.

Kegiatan dipimpin oleh Sekretaris Ditjen PKH, Nuryani Zainuddin, selaku Ketua Pelaksana. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan sektor swasta dalam mendorong kemajuan industri peternakan nasional.

“Indo Livestock merupakan sarana promosi, diseminasi informasi, penguatan jejaring, serta pengembangan inovasi di bidang peternakan dan kesehatan hewan. Kolaborasi antara Ditjen PKH dan Napindo ditujukan untuk memperkuat kerja sama, sinergi, dan komitmen dalam penyelenggaraan pameran ini,” ujarnya saat membuka rapat koordinasi panitia tersebut.

Ia menambahkan, sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan menjadi kunci dalam memperluas akses terhadap informasi dan teknologi, sekaligus mendorong peningkatan investasi dan kolaborasi bisnis di sektor peternakan dan kesehatan hewan secara berkelanjutan.

Melalui koordinasi ini, diharapkan penyelenggaraan Indo Livestock 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran industri, tetapi juga platform strategis yang mampu mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, dan asosiasi dalam menciptakan ekosistem peternakan yang lebih maju, inovatif, dan berdaya saing global.

Pelaksanaan Indo Livestock 2026 akan menitikberatkan pada penguatan hilirisasi industri, peningkatan investasi, serta percepatan swasembada protein hewani di Indonesia. Pameran ini akan diselenggarakan pada 16-18 Juni 2026, di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, bersamaan dengan Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet, dan Indo Fisheries 2026 Expo & Forum.

Sinergi lintas subsektor ini diharapkan mampu menghadirkan ekosistem industri yang berkesinambungan, sekaligus memperluas peluang kolaborasi di tingkat nasional maupun internasional.

Sebagai highlight utama, untuk pertama kalinya Indo Livestock 2026 akan menghadirkan Indo Livestock Grand Championship. Kompetisi ini difokuskan pada ternak ruminansia, khususnya sapi dan domba, sebagai upaya mendorong peningkatan mutu genetik dan standar kualitas di tingkat peternak nasional. Kehadirannya tidak hanya menjadi ajang unjuk kualitas ternak, tetapi juga sarana pertukaran pengalaman, ruang kolaborasi, serta penguatan jejaring antar pelaku industri.

Adapun program unggulan lainnya turut memperkaya rangkaian kegiatan, mulai dari Youth Farmers Day bertema “From Farm to Fame” yang menjadi wadah bagi generasi muda, startup, dan komunitas untuk mengeksplorasi inovasi di sektor peternakan. Selain itu, terdapat Zona Farmpreneurship yang akan menghadirkan berbagai model bisnis dan solusi peternakan modern bagi calon wirausaha dan investor. Seluruh rangkaian ini diperkuat dengan kegiatan business matchmaking, forum edukasi, serta presentasi teknis produk yang mendorong adopsi teknologi dan pengembangan industri peternakan.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat, Indo Livestock 2026 juga menginisiasi Sosialisasi SDTI (Susu, Daging, Telur, Ikan) dengan tema “Gizi Seimbang Generasi Gemilang”. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi protein hewani dan pola makan sehat dengan target utama masyarakat luas, khususnya orang tua, tenaga pendidik, dan generasi muda.

Dengan skala yang semakin diperluas, penyelenggaraan ke-19 pameran internasional ini diproyeksikan menghadirkan lebih dari 600 peserta pameran dari 40 negara, termasuk 12 paviliun negara resmi. Ajang ini menargetkan kehadiran 20.000 pengunjung profesional yang terdiri dari para pemimpin industri, inovator, pembuat kebijakan, distributor, akademisi, peneliti, pelaku usaha, dan buyers internasional. Target tersebut mencerminkan besarnya potensi kolaborasi dan dampak yang ingin dicapai melalui Indo Livestock 2026 Expo & Forum.

Rangkaian koordinasi dan persiapan yang intensif antara Ditjen PKH Kementan dan Napindo ditujukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan Indo Livestock 2026. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan industri peternakan nasional serta berkontribusi dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan. (INF)

NAPINDO HADIR DI IBEF EXPO 2025: DORONG KOLABORASI DAN POTENSI BISNIS MICE

Kehadiran Napindo di IBEF Expo 2025. (Foto: Dok. Napindo)

PT Napindo Media Ashatama (Napindo) mengumumkan partisipasinya dalam Indonesia Business Event Forum (IBEF) Expo 2025, sebuah acara bergengsi yang diselenggarakan Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI), pada 5-6 November 2025, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

Sebagai salah satu professional exhibition organizer (PEO) terkemuka di Indonesia, Napindo telah sukses menyelenggarakan berbagai pameran dan forum internasional. Pada ajang IBEF Expo 2025, Napindo mempromosikan portofolio pameran unggulannya yang mencakup berbagai sektor strategis, antara lain peternakan, pertanian, pakan ternak, pengolahan susu, kesehatan hewan, alat-alat kedokteran hewan, perikanan, akuakultur (Indo Livestock, Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet, Indo Fisheries).

Serta sektor teknologi air, pengelolaan limbah dan daur ulang, energi baru terbarukan dan kelistrikan, keamanan, kebakaran, SAR, penanggulangan bencana dan K3, solusi kota cerdas, pertahanan, penerbangan, pesawat terbang, teknologi bandar udara, serta keamanan maritim.

Melalui partisipasinya, Napindo menegaskan komitmen untuk menciptakan peluang bisnis baru serta memperluas jejaring dan kolaborasi lintas industri. Pihaknya terus berperan sebagai penghubung antara pelaku usaha, peneliti, produsen, kementerian/lembaga, asosiasi, akademisi, dan media, guna memperkuat pertumbuhan industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), maupun perekonomian nasional serta menghadirkan solusi yang berdampak bagi bangsa.

“Kami senang dapat menjadi bagian dari IBEF Expo 2025 yang diselenggarakan ASPERAPI. Ini merupakan kesempatan luar biasa untuk berkolaborasi dengan seluruh industri di ekosistem MICE, sekaligus mengintegrasikan konsep Business to Business (B2B) dengan Business to Consumer (B2C) yang dirancang secara cermat untuk memberikan dampak nyata di sektor ekonomi, sosial, perdagangan, dan ketenagakerjaan,” ujar Senior Operational Manager Napindo, Adhika Arthapaty.

Selama dua hari pelaksanaan di JIExpo, Napindo hadir di stan A13 dengan konsep interaktif yang menampilkan berbagai layanan unggulan dan teknologi pendukung acara terkini, memberikan pengalaman menyeluruh bagi para pengunjung.

Dengan rekam jejak yang solid dan visi ke depan yang kuat, Napindo menegaskan perannya sebagai mitra strategis yang tak hanya menyelenggarakan acara berdampak, tetapi juga secara konsisten memberikan nilai tambah serta membuka peluang baru bagi seluruh ekosistem MICE. (INF)

INDO LIVESTOCK 2025 RESMI DIBUKA, DORONG HILIRISASI DAN INOVASI PETERNAKAN DAERAH

Foto bersama dalam pembukaan Indo Livestock 2025. (Foto-foto: Dok. Henri/INF)

Surabaya (2/7/2025), pameran tahunan Indo Livestock 2025 Expo & Forum resmi dibuka di Grand City Convex Surabaya dengan semangat sinergi, hilirisasi, dan keberlanjutan di sektor peternakan dan perikanan. Pembukaan acara turut dihadiri berbagai perwakilan kementerian, asosiasi, dan pemerintah daerah.

PT Napindo Media Ashatama sebagai penyelenggara menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta edukasi gizi sejak dini melalui berbagai kegiatan interaktif. Gubernur Jawa Timur melalui Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Indyah Aryani, menyoroti tantangan bahan baku impor dan pentingnya adopsi smart farming untuk menjawab kebutuhan masa depan.

Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Peternakan, Deputi Bidang Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Karsan MM, menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap ketahanan pangan nasional dengan penguatan infrastruktur logistik desa dan dorongan hilirisasi hasil peternakan. Dari sektor kelautan, KKP mencatat nilai ekspor perikanan Indonesia mencapai USD 5,9 juta, didorong oleh peningkatan produk siap saji yang kompetitif di pasar global.

Pada kesempatan tersebut, dilasanakan juga pemberian Indo Livestock Innovation Award 2025, yang diberikan kepada tiga daerah di antaranya Lamongan, Lampung Selatan, dan Bone, atas kontribusi nyata dalam inovasi peternakan dan kesehatan hewan. Penghargaan "Adipraja Satwa Sewaka Utama", "Adipraja Satwa Sewaka Madya", dan "Adipraja Satwa Sewaka Pratama" ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus berinovasi.

Berpose bersama usai pemberian Indo Livestock Innovation Award 2025.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Makmun, menutup sambutan dengan menyampaikan bahwa nilai hilirisasi peternakan nasional kini mencapai Rp 2,2 triliun, termasuk unggas sebesar Rp 277 miliar, naik 145% dari tahun sebelumnya. Indonesia kini menempati peringkat keempat produsen unggas dunia.

Pembukaan ditandai dengan bunyi alarm simbolik, mengawali Indo Livestock 2025 Expo & Forum yang dilaksanakan selama tiga hari, 2-4 Juli 2025, sebagai momentum penting menuju transformasi peternakan Indonesia yang lebih modern, mandiri, dan berkelanjutan. (Henri E. Prasetyo/INF)

INDO LIVESTOCK SIAP HADIRKAN INOVASI PETERNAKAN DI SURABAYA

Technical meeting Indo Livestock 2025 Expo & Forum. (Foto: Istimewa)

Indo Livestock 2025 Expo & Forum yang merupakan pameran internasional terkemuka di industri peternakan, pengolahan hasil ternak, dan kesehatan hewan ternak ke-18, akan kembali digelar pada 2-4 Juli 2025 di Grand City Convex (GCC), Surabaya.

Sebagai pionir dalam pameran internasional di industri peternakan, pengolahan hasil ternak, dan kesehatan hewan ternak, Indo Livestock telah menunjukkan konsistensi dan keunggulannya sejak pertama kali diselenggarakan pada 2002.

Mendekati pelaksanaan pameran, PT Napindo Media Ashatama (Napindo) selaku penyelenggara menggelar Technical Meeting Indo Livestock, Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet, dan Indo Fisheries 2025 Expo & Forum pada Kamis (15/5/2025) di Jakarta.

Assistant Project Director Napindo, Lisa Rusli, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih atas antusiasme dan kehadiran seluruh peserta pameran yang telah datang menghadiri Technical Meeting Indo Livestock pada siang hari ini,” ujarnya.

Lisa sekaligus memaparkan secara rinci aspek teknis pameran, serta menegaskan komitmen Napindo untuk memberikan pelayanan terbaik guna mendukung kesuksesan pameran Indo Livestock 2025 Expo & Forum.

Acara ini juga turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, Karsan SSos MM dan perwakilan dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Pameran juga didukung oleh Kementerian dan Asosiasi, di antaranya Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, AINI, ASMD, ASOHI, ARPI, FMPI, FP2TPKI, GAPENSISKA, GKSI, GOPAN, GPMT, HNSI, ISPIKANI, MAI, MAKINDO, MIPI-WPSA Indonesia, SCI, Minapoli, dan ASPERAPI.

Lebih dari 300 peserta dari 30 negara akan berpartisipasi selama tiga hari. Begitu pula 15.000 pengunjung yang diharapkan dapat meramaikan pameran dan forum internasional kali ini yang telah dipercaya sebagai platform unggulan untuk menjalin kerja sama dan memperkenalkan inovasi di industri peternakan, pakan ternak, pengolahan susu, pertanian, kesehatan hewan, alat-alat kedokteran hewan, perikanan, dan akuakultur.

Dengan mengikuti pameran ini, pengunjung juga akan mendapatkan informasi dari pakar industri mengenai isu-isu terkini dalam pengembangan bisnis. Tidak hanya itu, selama tiga hari pameran, Indo Livestock 2054 Expo & Forum menghadirkan Forkompedia yang terdiri dari empat sektor seperti Dairypedia (dairy), Fisheriespedia (perikanan), Livestockpedia (peternakan), dan Vetpedia (kesehatan hewan), serta program menarik lainnya seperti Sosialisasi SDTI 2025 berupa bazaar UMKM, talkshow, dan kegiatan anak dalam rangkaian SDTI Fun. (INF)

PAMERAN INDO LIVESTOCK 2024 RESMI DISELENGGARAKAN HARI INI

Pembukaan pameran Indo Livestock 2024, di JCC Senayan Jakarta. (Foto-foto: Dok. Infovet)

PT Napindo Media Ashatama (Napindo) dengan bangga kembali menyelenggarakan pameran dan forum internasional yakni Indo Livestock berbarengan dengan Indo Feed, Indo Fisheries, Indo Dairy, Indo Agrotech, dan Indo Vet, pada 17-19 Juli 2024 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta.

Kolaborasi enam pagelaran tahun ini mencapai 12 paviliun negara, di antaranya Indonesia, Belanda, China, Eropa, India, Italia, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Spanyol, Taiwan, dan Vietnam.

"Kami berharap kolaborasi enam pameran ini bisa memberikan banyak manfaat dan memberikan banyak kesempatan untuk bertemu dengan mitra-mitra bisnis yang potensial," ujar Managing Director PT Napindo, Arya Seta Wiriadipoera, dalam pembukaan Indo Livestock, Rabu (17/7/2024).

Pada kesempatan tersebut, ia juga turut memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholder dan pemerintah yang turut serta mendukung terselenggaranya pameran kali ini.

"Penghargaan tertinggi kami sampaikan kepada kementerian dan seluruh pihak yang turut mendukung penyelenggaraan pameran tahun ini. Diharapkan pameran ini menjadi sarana yang tepat untuk memajukan sektor pertanian, peternakan, dan akuakultur melalui sinergi yang tercipta demi meningkatkan perekonomian dan ketahanan pangan di Indonesia," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Deputi II Bidang Pangan, Agribisnis, dan Koordinasi Kemenko Bidang Perekonomian, Dida Gardera.

"Sinergi seluruh pihak ini menjadi momentum yang sangat baik, dimana pameran ini menggabungkan semuanya. Ini tentu harapannya menjadi titik temu berbagai pihak untuk sharing experience yang bisa kita maksimalkan di sini," kata Dida.

Sementara itu, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah, yang hadir mewakili Menteri Pertanian, sekaligus membuka acara secara resmi mengungkapkan, momentum pameran ini bisa dijadikan sarana untuk berbagi informasi kepada seluruh pihak jika ingin mengembangkan produk-produk yang diperlukan.

"Saya berharap para investor dan para pelaku usaha mari sama-sama kita wujudkan ketahanan pangan kita. Kami sangat apresiasi kepada Napindo dan seluruh pihak yang benar-benar bergandengan tangan untuk menjawab tantangan tersebut," tukasnya.

Dirjen PKH, Nasrullah, saat mengunjungi booth-booth yang tampil di pameran Indo Livestock.

Selama tiga hari ke depan, sekitar 18.000 pengunjung ditargetkan hadir pada pameran tahun ini. Adapun ratusan peserta pameran dari puluhan negara akan menunjukkan inovasi dan solusinya di bidang peternakan, pakan ternak, pengolahan susu, pertanian, kesehatan hewan, serta alat-alat peternakan, kedokteran hewan, perikanan, dan akuakultur.

Khusus untuk Paviliun Indonesia, tuan rumah menghadirkan enam paviliun, yaitu Paviliun Dairy oleh Kementerian Pertanian, Paviliun Indonesian Seafood oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Paviliun Closed Loop oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Paviliun Kementerian Perindustrian, Paviliun Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta Paviliun PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia).

Selain pameran, pengunjung juga dapat menikmati berbagai program unggulan lainnya, seperti seminar dan technical product presentation dari para peserta pameran, juga sosialisasi SDTI (Susu, Daging, Telur, dan Ikan) melalu berbagai program seperti Bazaar UMKM, Gelar Buah Nusantara 2024, demo cooking, talkshow, dan kegiatan anak dalam rangkaian SDTI Fun sebagai gerakan sosialisasi konsumsi protein hewani. (RBS)

SEBANYAK 200 PESERTA IKUTI INDO LIVESTOCK 2022 EXPO & FORUM

Simbolis pembukaan Indo Livestock 2022 Expo & Forum. (Foto-foto: Infovet:/Ridwan)

PT Napindo Media Ashatama resmi membuka pameran dan forum internasional Indo Livestock 2022 Expo & Forum pada Rabu (6/7/2022) di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Kegiatan akan terlaksana selama tiga hari terhitung mulai 6-8 Juli 2022 dengan menampilkan beragam informasi, teknologi dan solusi bisnis di bidang peternakan, pertanian, pakan ternak, pengolahan susu, kesehatan hewan, peralatan peternakan, kedokteran hewan dan perikanan.

“Total peserta tahun ini ada sebanyak 200 peserta dari 23 negara, dengan 4 paviliun negara diantaranya Indonesia, Belanda, China dan Korea. Dengan tetap memperhatikan protokol COVID-19, diharapkan pameran ini bisa menjadi solusi dari semua problema di dunia peternakan, pertanian dan perikanan,” ujar Managing Director Napindo, Arya Seta Wiriadipoera saat opening ceremony Indo Livestock 2022 Expo & Forum.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah saat meninjau pameran.

Ia tambahkan, “Pameran Business to Business ini yang pertama kali diselenggarkan di masa pandemi, karena Indonesia sudah memasuki masa transisi sehingga kita sudah mendapat izin untuk menggelar pameran yang sudah ditunggu-tunggu ini.”

Indo Livestock ke-15 ini digelar bersamaan dengan Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet dan Indo Fisheries 2022 Expo & Forum, setalah vakum selama dua tahun akibat pandemi COVID-19.

“Kami selaku penyelenggara tetap mematuhi peraturan protokol pandemi agar kegiatan ini berjalan lancar. Terima kasih kepada semua atas dukungan terselenggaranya pameran ini dan masih mempercayai kami dalam melakukan promosi-promosi produk, teknologi dan informasi ter-update. Diharapkan pameran ini berperan dalam mendorong industri dan pemulihan ekonomi Indonesia,” tukasnya.

Foto bareng asosiasi bidang peternakan dan kesehatan hewan yang mendukung Indo Livestock 2022 Expo & Forum.

Pemberian Penghargaan
Pada kesempatan tersebut turut bekerja sama dengan Yayasan Pengembangan Peternakan Indonesia (YAPPI), diberikan beberapa penghargaan. Diantaranya kategori International Indo Livestock Loyalty Appreciation dianugerahkan kepada PT Van Aarsen Internasional. Didirikan pada 1949 di Belanda, Van Aarsen telah berpengalaman di beberapa industri dalam membangun pengetahuan dan pengalaman di bidang teknologi pakan dan premix, sehingga menjadi perusahaan terkemuka di dunia.

Foto bersama usai pemberian penghargaan.

Kemudian kategori Satya Karsa Satwapariwara diberikan kepada CV Adam Poultry Equipment. Perusahaan bergerak di bidang produksi, importir dan distributor peralatan peternakan unggas selama 28 tahun. Bekerja sama dengan berbagai perusahaan dari Eropa, HMV Group Plc England, SAT France, Luxenaier France, sehingga menghasilkan kualitas produk yang terstandar.

Serta penganugerahan Cipta Wahana Adhisatwapariwara diberikan kepada PT Napindo Media Ashatama, yang merupakan event organizer dalam kegiatan pameran dan konferensi skala internasional di sektor industri termasuk peternakan. Sejak 2002, telah menyelenggarakan pameran peternakan internasional bertajuk Indo Livestock Expo & Forum. Pameran yang melibatkan 18 asosiasi bidang peternakan dan kesehatan hewan ini didukung penuh oleh Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian. (RBS)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer