-->

DISNAKKESWAN KABUPATEN BANGKALAN SIDAK DAGING HALAL

Petugas Melakukan Sidak di Pasar
(Foto : Disnakkeswan Kabupaten Bangkalan)


Upaya mendukung pengembangan industri halal di Kabupaten Bangkalan, khususnya untuk produk daging dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) bersertifikat halal, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Bangkalan melaksanakan sidak sekaligus program penempelan stiker “Daging Halal” di kios-kios daging Pasar Tradisional Ki Lemah Dhuwur.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk daging yang dijual, memperluas pangsa pasar, serta memperkuat daya saing para pedagang daging di Kabupaten Bangkalan. Selain itu, langkah ini juga dianggap sebagai upaya strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan daging halal yang sesuai standar.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bangkalan, Iskandar Ahidayat,  menegaskan bahwa stiker halal hanya ditempelkan pada kios yang menjual daging dari RPH yang telah mengantongi sertifikat halal.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk memilih produk daging dari sumber yang terjamin halal dan higienis,” ujar Iskandar.

Para pedagang daging di Pasar Ki Lemah Dhuwur menyambut baik inisiatif ini. Mereka mengapresiasi langkah pemerintah yang tidak hanya memberikan jaminan tambahan kepada konsumen, tetapi juga membantu membedakan produk halal mereka dari daging tanpa jaminan.

Salah satu pedagang mengungkapkan bahwa kehadiran stiker halal membuat konsumen lebih percaya untuk membeli produk mereka, sehingga turut mendorong peningkatan omzet.

Melalui kegiatan ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bangkalan berharap dapat memperkokoh posisi Bangkalan sebagai daerah yang mendukung penuh pengembangan industri halal, sejalan dengan visi daerah menuju perekonomian yang kompetitif, modern, dan berdaya saing. (INF)

BIOBON, YEAST-BASED MYCOTOXIN BINDER

Quadruple protections for animal by detoxification, bio-degeneration and immuno stimulan. Selectively adsorbing mycotoxins except for nutrients.




PENGABDIAN MASYARAKAT FAPET UNHAS, UBAH KOTORAN SAPI JADI PUPUK ORGANIK

Kegiatan Pengabdian Fakultas Peternakan (Fapet) Mengabdi dengan tema Pengolahan Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik di Desa Kading Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru.
(Foto : Fapet Unhas)



Kegiatan Pengabdian Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Hasanuddin (Unhas) Mengabdi dengan tema Pengolahan Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Organik di Desa Kading Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), usai dilaksanakan Sabtu, 2 November 2024. Kegiatan dipimpin oleh Dr. Ir. A. Amidah Amrawaty, S.Pt., M.Si., IPM selaku pembina.

Amidah Amrawaty mengatakan kegiatan dimulai dengan sambutan dan pengarahan dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru oleh Ir. Ahmad. M.M di lokasi pengabdian. 

Tim kemudian mendatangi masyarakat binaan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Barru di Desa Kading. 

Kegiatan dimulai dengan tim melakukan inspeksi dan survey fasilitas dan bahan pembuatan pupuk kompos bersama mitra di lokasi.

Selanjutnya, kata Amidah Amrawaty, tim memberikan pengarahan dalam pembuatan pupuk kompos organik dari limbah kotoran ternak sapi yang dimiliki oleh mitra. 

Pembuatan pupuk organik dilakukan dengan melibatkan mahasiswa dan mitra dengan didampingi ketua dan tim dalam pencampuran dan formulasi pupuk organik.

Setelah pencampuran selesai, pupuk kompos di simpan untuk proses fermentasi, selanjutnya akan di kontrol oleh mitra dan akan dievaluasi kembali oleh tim via online.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian bibit tanaman sayur kepada mitra untuk melihat efektivitasan pupuk yang dibuat. 

"Kegiatan pengabdian yang dilakukan diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat mitra sasaran serta menjadi percontohan dalam sistem pengolahan limbah kotoran menjadi pupuk organik sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal," kata Amidah.

Hasil dari kegiatan ini, lanjut Amidah Amrawat, tim pengabdian berhasil menghasilkan beberapa dokumen penting.

"Salah satunya adalah Implementation of Arrangement (AI) yang berfungsi sebagai panduan kerjasama dengan mitra, serta pupuk kompos organik dari limbah kotoran ternak yang dapat digunakan oleh mitra," imbuhnya. (INF)



DINAS PERTANIAN DAN PANGAN KABUPATEN DEMAK LAKUKAN VAKSINASI PMK

Vaksinasi PMK Dilakukan Untuk Mencegah Wabah PMK di Kabupaten Demak
(Foto : DPP Kabupaten Demak)



Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak melalui petugas P2K BPP Karangawen menggelar kegiatan vaksinasi untuk mencegah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sapi di Desa Kuripan, Kecamatan Karangawen.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah tenaga medis, di antaranya Agus Arifin selaku petugas P2K, paramedik Puskeswan Dinpertan dan Pangan Kabupaten Demak, serta dokter hewan. Acara juga didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa. 

Kepala Dinas Pertanian Agus Herawan menjelaskan bahwa Vaksinasi ini menyasar seluruh sapi yang ada di Desa Kuripan, dengan syarat sapi yang divaksin harus dalam kondisi sehat, tidak sakit atau sudah sembuh dari PMK.

Selain itu, sapi yang divaksin juga harus memiliki umur minimal 6 bulan, tidak dalam kondisi bunting, dan bukan sapi yang akan dipotong dalam waktu dekat. 

“Pemberian vaksinasi PMK pada sapi bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh hewan ternak dan mengurangi risiko penyebaran penyakit yang dapat merugikan peternak. Vaksinasi ini diharapkan dapat memperkecil peluang sapi terinfeksi PMK, yang dapat berdampak pada penurunan produktivitas ternak serta kerugian ekonomi yang cukup besar bagi petani,” jelasnya. 

Kegiatan ini sendiri mendapat sambutan positif dari para peternak setempat, yang menyadari pentingnya upaya pencegahan penyakit untuk menjaga kesehatan ternak dan keberlanjutan usaha peternakan mereka.

Dengan dilakukannya vaksinasi ini, diharapkan Desa Kuripan dapat bebas dari PMK, dan produksi ternak sapi di wilayah tersebut tetap aman dan produktif. (INF)




INDONESIA - AUSTRALIA PERKUAT KERJA SAMA INDUSTRI PETERNAKAN SAPI

Sapi Potong Asal Australia di Salah Satu Feedlot Indonesia
(Foto : Istimewa)


Pemerintah Australia mendukung penguatan kerja sama biosekuriti antara industri peternakan sapi negaranya dan indonesia.

Pemerintah Australia mengumumkan hibah baru kepada Meat and Livestock Australia (MLA) untuk Program Dukungan Biosekuriti Indonesia. Program ini mendukung kerja sama antara industri peternakan sapi kedua negara untuk memperkuat kemampuan dalam menangani penyakit hewan seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) dan penyakit lumpy skin disease (LSD).

“Australia dan Indonesia memiliki kerja sama pertanian yang telah lama terjalin dan kemitraan industri yang kuat," kata Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams dalam keterangannya pada Kamis (21/11/2024).

MLA adalah asosiasi industri daging merah di Ausralia. Program ini juga dibantu perusahaan kesehatan hewan Ausvet.

"Kami terus berupaya bersama untuk meningkatkan kapasitas biosekuriti hewan di kawasan ini,” kata Williams.

Pendanaan baru ini ditujukan untuk mendukung pengembangan kerangka kerja akreditasi bagi tempat penggemukan sapi dengan praktik biosekuriti yang kuat, pembentukan konsultan usaha penggemukan sapi yang dipimpin oleh Indonesia, dan perluasan program untuk peningkatan biosekuriti ke perusahaan susu.

Program ini sebelumnya telah mendukung pelaksanaaan asesmen risiko dan rencana pengelolaan biosekuriti bagi 33 tempat penggemukan sapi di Indonesia, serta berhasil menyelenggarakan lokakarya bagi industri Indonesia dalam menerapkan tindakan biosekuriti yang hemat biaya. (INF)

DORONG PEMBANGUNAN SEKTOR PETERNAKAN, PASAR HEWAN TERNAK BISA JADI ALTERNATIF WISATA

Pj Bupati Adriyanto bersama para pemenang kontes ternak yang sukses digelar di Pasar Hewan Desa Kedungbondo, Kecamatan Balen 
(Foto : Istimewa)

Kontes dan Pameran Ternak Kabupaten Bojonegoro sukses digelar di Pasar Hewan di Desa Kedungbondo, Kecamatan Balen. Dalam kegiatan berlangsung dua hari  mulai Selasa (19/11) hingga Rabu (20/11) itu, Penjabat (Pj) Bupati mendorong pembangunan peternakan di Bojonegoro. Termasuk peran dalam ketahanan pangan daerah.

Antok salah satu peserta Pameran Ternak mengatakan, pameran ternak ini sangat bermanfaat. Selain memacu semangat dalam mengembangkan peternakan. Juga bisa menjalin silaturahmi dengan para peternak lainnya. Saling berbagi ilmu.

‘’Semoga program ini ada tiap tahun. Supaya petani ternak semangat terus dan dapat menginspirasi para pemuda,’’ katanya. 

Kontes dan Pameran Ternak 2024 bertujuan memberikan motivasi kepada para peternak dalam mengembangkan usaha peternakan. Selain itu, pemberian penghargaan kepada pahlawan pangan hewani. Sekaligus merangsang tumbuhnya hilirisasi pangan mandiri melalui olahan hasil peternakan. Juga, meningkatkan kesejahteraan peternak.

‘’Pameran ternak ini diikuti 28 kecamatan se-Bojonegoro. Menampilkan komoditas unggulan sesuai kriteria lomba,’’ ujar Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Wiwik Sulistyo.

Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto menyampaikan, banyak yang ingin berkunjung ke tempat peternakan. Diharapkan pasar ternak tidak hanya menjadi tempat jual beli hewan ternak.

Melainkan, sebagai tempat wisata dan belajar bagi para siswa atau tamu. Untuk itu, kebersihan pasar ternak perlu dijaga. Termasuk pengembangan UMKM bidang peternakan.

“Kita bisa menjadikan tempat dan kegiatan ini sebagai wisata. Saya yakin potensi pasarnya ada,” ujarnya.

Menurut Pak Adriyanto, ada makna penting dalam pameran ternak ini. Yakni, untuk mendukung program Presiden RI terkait ketahanan pangan. Bojonegoro sebagai daerah kaya dengan hewan ternak. Mengingat, populasi sapi di Bojonegoro cukup besar dan bisa dimanfaatkan sebagai ketahanan pangan daerah.

‘’Kegiatan ini sangat baik dan penting untuk penguatan ketahanan pangan. Kesempatan untuk terus mengembangkan dan mendorong pertumbuhan hewan ternak,’’ tuturnya.

Orang nomor satu di lingkup Pemkab Bojonegoro tersebut mengatakan, masih memiliki PR. Hewan ternak harus sehat dan memiliki standar tertentu, tidak hanya penggemukan. Selain itu, perlu produksi hewan ternak untuk menambah nilai.

Peternakan harus memberikan penghasilan yang baik untuk para petani ternak. Termasuk menjadikan ternak di Bojonegoro terdapat industri peternakan.

‘’Selamat kepada para pemenang. Semoga peternakan di Bojonegoro semakin meningkat perannya dalam membantu kesejahteraan peternak, masyarakat, dan menjadi pendobrak ekonomi di Bojonegoro,’’ pungkasnya. (INF)

BONTANG SIAP JADI PUSAT PETERNAKAN DOMBA DI KALTIM

Domba, Ternak Ruminansia yang Digemari Masyarakat Indonesia
(Foto : Istimewa)


Kota Bontang, Kalimantan Timur, kini memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan peternakan  domba di wilayah tersebut. Dengan akses lokasi yang mudah, infrastruktur yang mendukung, serta potensi lahan di kawasan Kelurahan Telihan dan Bontang Lestari, Bontang memiliki keunggulan strategis yang dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Namun, pengembangan sektor ini juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan teknologi, kualitas tanah yang kurang mendukung, dan persaingan dengan daging impor.

Hal ini terungkap di kegiatan Ekspos Dokumen Laporan Akhir Final Kajian Analisis Risiko dan Kelayakan Pengembangan Usaha Peternakan  Domba yang digelar di Kantor Bapperida Bontang, Selasa (19/11/2024).

Kepala Bapperida Bontang, Amirudin menyampaikan pentingnya pengembangan peternakan domba sebagai langkah strategis untuk mendukung diversifikasi ekonomi Kota Bontang.

“Sebagai kota dengan lahan yang terbatas dan sebagian besar digunakan oleh industri besar seperti PT Pupuk Kaltim dan PT Badak, kita perlu pendekatan inovatif. Peternakan domba menjadi salah satu alternatif yang kami kaji serius melalui analisis risiko ini,” beber Amirudin dalam rilisnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk memastikan pengembangan sektor ini dapat berjalan secara berkelanjutan.

Soal, pentingnya inovasi dan pengelolaan yang baik dalam mendukung pengembangan sektor peternakan domba juga jadi sorotan. Sektor ini tidak hanya menjanjikan secara ekonomi tetapi juga menjadi bagian dari upaya swasembada pangan, khususnya daging domba.

“Pengelolaan yang baik dan strategi untuk menarik minat generasi muda adalah kunci agar sektor ini berkembang pesat,” tambah dia.

Serupa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Bontang, Lukman menambahkan pengembangan sektor peternakan domba tidak hanya menjadi peluang ekonomi tetapi juga bagian dari transformasi ekonomi daerah.

Dia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia serta integrasi teknologi digital untuk mempercepat promosi dan distribusi hasil peternakan.

“Teknologi digital memungkinkan pelaku usaha memasarkan produk lebih luas dan cepat. Dengan perpindahan ibu kota negara ke Kaltim, Bontang harus memanfaatkan peluang ini untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan memenuhi kebutuhan lokal secara mandiri,” jelas Lukman.

Sementara, Ari Wibowo, Ph.D., ahli pengolahan produk peternakan dari Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda memaparkan hasil kajian yang menunjukkan bahwa usaha peternakan domba di Bontang dapat menghasilkan penerimaan hingga Rp507 juta per tahun, dengan keuntungan bersih Rp79 juta per tahun. Meski memiliki payback period selama 11,18 tahun, strategi jangka panjang yang matang dapat membuat usaha ini sangat menjanjikan.

Dia menekankan pentingnya pengelolaan risiko, seperti biosekuriti, pengendalian penyakit, dan optimalisasi sumber daya. Ia merekomendasikan konsep clustering farming untuk meningkatkan efisiensi produksi dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Penggunaan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dan persilangan domba Dorper dengan betina lokal juga menjadi langkah konkret untuk meningkatkan produktivitas,” tambahnya.

Rekomendasi lainnya mencakup pembentukan pusat pembibitan, rumah potong hewan khusus domba, serta pelatihan manajemen biosekuriti untuk peternak. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mendukung kemandirian pangan lokal dan meningkatkan daya saing produk di pasar internasional.

Dengan potensi besar yang dimiliki, Kota Bontang dapat menjadi pionir dalam pengembangan peternakan domba di Kaltim. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk mengatasi tantangan serta menjadikan sektor ini sebagai motor penggerak ekonomi baru di kota ini.

Pengembangan peternakan domba tidak hanya membuka peluang bisnis yang menguntungkan tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, Bontang berpeluang besar menjadi pusat swasembada daging  domba sekaligus memperkuat ekonomi lokal. (INF)

KOMISI IV DPR RI DUKUNG ADANYA PERPRES UNTUK KEMAJUAN PETERNAK

Komisi IV DPR RI saat kunjungan kerja ke KPSBU Lembang. (Foto: Istimewa)

Komisi IV DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) yang bertujuan memperkuat subsektor peternakan nasional, khususnya peternakan sapi perah.

Dukungan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja ke Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang, Kamis (21/11/2024). "Kami di Komisi IV akan mendorong pemerintah untuk segera mengeluarkan regulasi yang mendukung keberlanjutan peternakan dan berpihak pada peternak,” ujar Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto.

Ia juga menegaskan, peningkatan nutrisi masyarakat berbasis protein hewani menjadi program yang sangat penting. “Seperti susu gratis untuk anak-anak sekolah dapat menjadi solusi untuk mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas pangan berbasis protein hewani,” katanya.

Menurutnya, program pengembangan peternakan sapi perah berpotensi besar mendorong pertumbuhan subsektor ini dari hulu ke hilir. Namun, ia juga mengingatkan adanya tantangan yang perlu diatasi, mulai dari perubahan iklim dan lingkungan, fluktuasi harga pakan, hingga regenerasi peternak.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, memaparkan bahwa produksi susu lokal saat ini baru bisa memenuhi 19-20% kebutuhan nasional. Kondisi ini, lanjut dia, tidak seharusnya menjadi alasan bagi industri pengolahan susu (IPS) untuk tidak menyerap produksi peternak lokal.

“Kami sedang menyusun peraturan yang mewajibkan IPS menyerap susu lokal, sesuai arahan Menteri Pertanian dan Menteri Sekretaris Negara. Harapannya, regulasi ini bisa mengembalikan ketentuan seperti sebelum 1998, dimana penyerapannya diatur lebih ketat,” kata Agung.

Ia mengungkapkan, perlunya sinergi antara pemerintah, DPR, dan pelaku industri untuk menciptakan kebijakan yang mendukung keberlanjutan sektor ini. “Melalui regulasi kita ingin mengurangi ketergantungan impor sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KPSBU Lembang, Dedi Setiadi, menyambut baik rencana penerbitan Perpres tersebut. Menurutnya, kebijakan ini menjadi solusi atas berbagai isu yang dihadapi peternak, seperti rendahnya penyerapan susu oleh industri dan persoalan harga jual.

“Alhamdulillah, pemerintah cepat tanggap. Dengan regulasi ini IPS wajib menyerap susu peternak lokal, sehingga peternak tidak lagi menghadapi kesulitan menjual hasil produksinya,” kata Dedi.

Ia pun optimis regulasi akan berdampak positif pada keberlanjutan sektor peternakan sapi perah. “Jika regulasi ini diterapkan, peternak pasti lebih bersemangat. Produksi susu pun akan meningkat, sehingga mendukung program gizi nasional,” ucapnya.

Diharapkan kunjungan kerja tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor demi keberlanjutan peternakan sapi perah. Dengan dukungan regulasi dan akses teknologi, sektor ini diharapkan mampu berkontribusi lebih besar terhadap pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat Indonesia. (INF)

PROGRAM MBG MENJADI SOROTAN DALAM SEMINAR ASOHI

Seminar Nasional Outlook Bisnis Peternakan yang diselenggarakan ASOHI. (Foto-foto: Dok. Infovet)

“Program MBG (Makan Bergizi Gratis): Angin Segar Bagi Industri Peternakan?” menjadi tema dalam Seminar Nasional Outlook Bisnis Peternakan yang diselenggarakan Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI), Rabu (20/11/2024), di Hotel Avenzel Cibubur.

"Dengan dana yang cukup besar dalam program MBG tersebut sekitar 71 triliun rupiah, tentu protein hewani yang dibutuhkan juga banyak. Saya rasa harapannya ini benar-benar menjadi angin segar bagi pelaku usaha, bukan hanya sekadar angin sepoi-sepoi saja terus lewat. Ini bisa meningkatkan bisnis peternakan kita," ujar Ketua Umum ASOHI, Drh Irawati Fari.

Dengan meningkatkannya bisnis peternakan, lanjut Ira, tentu akan membawa dampak positif bagi bisnis obat hewan di Indonesia. Pasalnya, di tahun ini bisnis obat hewan mengalami kelesuan.

"Kalau industri peternakan membaik, tentu akan berdampak ke bisnis kita (obat hewan). Tahun ini bisnis cukup lesu, bisa bertahan saja sudah alhamdulilah. Semoga di 2025 ada titik cerah, diharapkan dengan program MBG bisnis peternakan semakin membaik yang tentunya akan berimbas kepada bisnis obat hewan," ucapnya.

Program MBG merupakan sebuah inisiatif yang bertujuan untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi kepada kelompok yang membutuhkan, dengan fokus pada anak-anak atau kelompok rentan lainnya. Dalam program ini, makanan yang disediakan mengikuti standar gizi yang ditetapkan, di antaranya kebutuhan protein, vitamin, mineral, dan energi yang mencukupi.

Program MBG ditujukan untuk pelajar di sekolah-sekolah atau anak-anak dalam komunitas yang mungkin tidak memiliki akses yang memadai terhadap makanan bergizi. Dengan menyediakan makanan yang sehat dan bergizi secara gratis, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan kelompok yang dilayani, serta membantu menciptakan kondisi yang lebih baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak bangsa

Dalam acara seminar tersebut, turut menghadirkan beragam pembicara andal di bidangnya, salah satunya pembicara tamu Dr Ir Tigor Pangaribuan MBA (Deputi Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional/BGN) dan para pemimpin asosiasi peternakan, di antaranya Ir Achmad Dawami (Ketua GPPU), Drh Desianto Budi Utomo (Ketua GPMT), Hidayatur Rohman SE MM (perwakilan Pinsar Indonesia), Ir Nuryanto SPt MBA (perwakilan HPDKI), Drh Nanang P. Subendro (Ketua PPSKI), Dr Sauland Sinaga (Ketua AMI), dan Drh Irawati Fari (Ketua ASOHI) yang masing-masing memberikan gambaran bisnis peternakan tahun ini dan prediksinya di tahun depan, serta dampak bagi industri peternakan dari hadirnya program MBG.

Para peserta seminar ASOHI.

Seminar juga dihadiri oleh para peternak/pengusaha peternakan, perusahaan pakan, pembibitan, obat hewan dan peralatan ternak, pelaku bisnis bahan baku pakan dan obat hewan, kalangan peneliti, akademisi peternakan dan kesehatan hewan, aparat pemerintah lingkup peternakan, pengurus asosiasi, konsultan, atase pertanian/perdagangan, hingga investor dan peminat bisnis peternakan.

“Diharapkan seminar ini menjadi referensi penting bagi kalangan pelaku usaha peternakan dalam menyusun rencana dan melakukan evaluasi bisnis. Selain itu, pemerintah juga bisa menerima berbagai masukan dari seminar ini sebagai salah satu referensi kebijakan di bidang peternakan,” kata Ketua Panitia, Rivo Ayudi Kurnia SPt. (RBS)

CITAMINO SERIES UNTUK TERNAK UNGGAS: MINTREX BIS-CHELATED TRACE MINERALS INSIDE

Ternak merupakan hewan yang telah mengalami proses dosmestikasi secara berkala dalam jangka waktu yang panjang, melalui proses seleksi genetik sehingga memberikan perubahan yang semakin efektif dan ekonomis. Poin pokok yang dikerjakan peternak dalam pemeliharaan ternak mencakup manajemen pemeliharaan dan pakan untuk mengoptimalkan potensi genetik.




B-ACT, TARGETED PROTECTION

Bacillus licheniformis DSMZ 28710:


- a unique probiotic strain
- directly targets Clostridiaceae
- stable during palleting and digestion




SERVANT LEADERSHIP SOLUSI PEMBERDAYAAN EKONOMI PERUNGGASAN

Pemberdayaan ekonomi sektor perunggasan adalah aransemen wajib bagi semua elemen orkestra. (Foto: Istimewa)

Di Indonesia pada 2019, kelompok usaha menengah berkontribusi 37% dari konsumsi nasional. Akibat pandemi COVID-19, pada 2023 menurun menjadi 21%, hingga tersisa 16%. Bangkrutnya kelompok usaha menengah menyebabkan tsunami PHK karyawan, akibatnya pengangguran bertambah, kemiskinan meningkat, daya beli turun, menimbulkan gejolak sosial, rawan pangan, dan gangguan keamanan.

Meningkatnya pengangguran dan kemiskinan menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat terutama kalangan akar rumput sebagai konsumen terbesar, akibatnya demand telur dan ayam melemah signifikan.

Pandemi mengingatkan pada cerita pewayangan “Semar Mbangun Khayangan”. Diawali pertemuan Pandawa Lima bersaudara di istana negeri Amarta. Hadir Baladewa yang bermaksud minta pusaka Jamus Kalimasada sebagai tumbal mengatasi pandemi di negeri tetangga. Selanjutnya datang Gareng, Petruk, Bagong mewakili Semar dari desa di wilayah Amarta. Mereka melaporkan pandemi serupa dan memohon agar Pandawa bersaudara berkenan hadir ke desa beserta pusaka Jamus Kalimasada untuk kepentingan rakyatnya, dengan harapan pemulihan kondisi berjalan lancar, berhasil, dan sukses.

Akibat dua kepentingan serupa tersebut, timbul perdebatan seru antara Baladewa mewakili luar negeri dan Petruk mewakili Semar dari desa di negeri sendiri. Situasi memanas dan bertambah sengit, karena Baladewa sengaja mengeluarkan kata-kata kasar, menghina Semar sebagai gedibal pitulikur, miskin, bagaikan cebol meraih bintang, orang rendahan yang tak tahu diri, sehingga punokawan tersinggung. Demi menjaga harga diri sebagai lelaki dan nama baik Semar, mereka nekat melawan dan tak peduli meskipun Baladewa terkenal sakti mandraguna.

Singkat cerita, dengan kesaktian sebagai dewa ngejawantah Semar berhasil membekuk oknum kreator pandemi di desanya, mengungkap fakta dan membasmi sifat tamak, rakus, serakah, sumber angkara murka. Berkat dukungan Pandawa Lima dan tata kelola desa sesuai Jamus Kalimasada, Semar kembali membangun semangat agar giat berkarya, bekerja sama dan saling menjaga, sehingga tak ada lagi pengangguran, kemiskinan, kelaparan. Sandang, pangan, papan tercukupi, rakyat berpenghasilan dan berdaya beli, diperlakukan adil, hidup mulia, sejahtera, dan bahagia bagaikan di surga (khayangan).

Semar Mbangun Khayangan adalah cerita pewayangan yang heroik dan sarat makna. Dalam kehidupan nyata, sifat tamak, rakus, dan serakah terbukti selalu menimbulkan kekacauan, kerusakan, serta sangat merugikan manusia lainnya. Manusia terbaik itu bukan karena mereka lebih berkuasa, bergelimang harta, pandai tipu daya, ahli rekayasa, atau mahir berpura-pura. Manusia terbaik itu adalah mereka yang ikhlas menjalani takdir, pandai menjaga lisan, dan rendah hati, sehingga hidupnya selalu membawa manfaat bagi manusia lainnya.

Bagaimana dengan ilustrasi kondisi bisnis sektor perunggasan sampai triwulan terakhir di 2024? Sektor perunggasan ibarat orkestra kolosal, menggunakan berbagai jenis alat musik yang melibatkan banyak pemain profesional pada setiap jenis alat musik yang dimainkan. Setiap pemain andal dan kompeten memainkan alat musik masing-masing. Setiap pemain memiliki peran penting, terkait dan saling memengaruhi, mengisi dan menguatkan. Agar menghasilkan harmonisasi semua elemen harus berpadu dalam aransemen yang sama sehingga pertunjukan terasa indah, megah, dan menghibur.

Jika tidak pernah komunikasi, tidak ada komitmen lagu, tanpa aransemen, dan tidak pernah latihan bersama, bagaimana ketika dipentaskan? Apakah bisa membuat para pemirsa terhibur? Apa yang bisa diharapkan dari pentas orkestra yang tidak pernah dipersiapkan untuk menghibur para pemirsanya? Apa yang bakal terjadi ketika pentas dimulai? Diawali suara tak beraturan dan bunyi yang mengagetkan, selanjutnya panggung menjadi sumber kegaduhan, tidak enak dilihat, tidak nyaman didengar, tidak menghibur, mengecewakan para pemirsanya, dan pasti sangat merugikan produsernya.

Tetapi membuat grand design pemberdayaan ekonomi sektor perunggasan memang tidak gampang, lebih rumit dari ilustrasi di atas. Karena harus diawali revolusi mindset. Pemberdayaan ekonomi bukan untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompok sendiri. Bukan kampanye cari muka, pencitraan ekonomi, atau mencari dukungan suara. Pemberdayaan ekonomi pada sektor perunggasan sejatinya adalah aransemen untuk berbagi peran demi menjaga kestabilan (supply and demand), saling mengisi dan menguatkan, agar sektor perunggasan lebih harmonis, sustainable, dan berkesinambungan.

Pemberdayaan ekonomi sektor perunggasan adalah aransemen wajib bagi semua elemen orkestra. Dibutuhkan regulasi agar kolaborasi dan sinergitas yang dibangun menghasilkan harmonisasi indah dan membahagiakan. Semua eleman harus menyesuaikan, perlu instal dengan mindset baru, serta menghilangkan penghambatnya berupa sifat tamak, rakus, serakah yang hanya mementingkan diri sendiri, keluarga, atau kelompoknya. Diganti dengan kepemimpinan yang melayani, berani dan baik hati, peduli untuk membela kepentingan rakyat demi kemajuan sektor perunggasan, perbaikan visibilitas usaha, dan keamanan investasi bisnis di masa depan.

Diawali bersyukur atas karunia nikmat yang telah diterima sebagai bangsa berpenduduk 270 juta jiwa, tinggal di negara kepulauan, memiliki pemandangan indah, tanah subur, dan sumber daya melimpah. Semestinya Indonesia lebih percaya diri menentukan masa depan bangsa dan pemulihan ekonomi. Dengan persepsi sama dan komitmen untuk kemajuan bangsa, melalui pengembangan pariwisata, perbaikan tata kelola sektor pertanian, peternakan dan kelautan, serta perbaikan tata niaga hilirisasi secara holistik untuk kestabilan (supply and demand) demi terwujudnya kedaulatan pangan Indonesia.

Semoga pemimpin terpilih pada pemerintahan baru memiliki Servant Leadership, kepemimpinan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan yang adil dan beradab untuk memberdayakan kaum lemah, memperhatikan mereka yang tertindas, terbelakang dan di bawah garis kemiskinan, serta mendorong kelompok usaha menengah dengan cara bijaksana, supaya terbuka peluang kerja bagi akar rumput. Tidak ada lagi pengangguran, kemiskinan atau kelaparan, dan atas berkah rahmat Allah SWT didorong keinginan luhur terwujud kesejahteraan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan kebijakan ekonomi yang berpihak pada kepentingan rakyat dan regulasi yang kondusif bagi pertumbuhan usaha menengah dan UMKM, efektif mendorong pertambahan jumlah perputaran uang pada kalangan akar rumput serta berpengaruh signifikan terhadap peningkatan daya beli masyarakat. Sehingga strategi peningkatan daya beli masyarakat melalui cara tersebut konstruktif membangun pilar ekonomi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya produksi, dan customer segmentation sebagai roadmap pemulihan kondisi ekonomi nasional untuk Indonesia maju dan terbebas dari krisis.

Pemberdayaan ekonomi komunitas akar rumput sejatinya adalah implementasi kepatuhan terhadap perintah untuk memberdayakan kaum lemah, yang terbelakang dan tertindas, sehingga kebaikan yang dilakukan menolong siapapun tanpa melihat latar belakang agama, suku, atau organisasi sebagaimana amanat QS Al Maun. Sehingga Allah SWT pasti menepati janji dan tidak akan menterlantarkan siapapun yang menebar kebaikan di muka bumi ini.

Tak ada gading yang tak retak dan seputih-putih bulu kelinci pasti ada hitamnya. Kita sebagai manusia tidak lepas dari salah, khilaf, dan dosa. Untuk itu mari segenap elemen orkestra bisnis perunggasan bersama melakukan mindset change dengan sifat kepemimpinan yang melayani, berani dan baik hati, membela kepentingan rakyat, sehingga tercipta ekosistem bisnis sektor perunggasan yang kondusif, marketable, sustainable, dan lebih profitable. Selamat menyongsong tahun baru 2025 dengan mindset baru, semoga lebih bersemangat dan sukses selalu. ***


Ditulis oleh:
Drh Baskoro Tri Caroko
Poultry Farm Consultant

ASAM AMINO DAN KESEHATAN USUS UNGGAS

Kesehatan usus menjadi kunci kesehatan dan kesejahteraan ternak. Selain fungsi utamanya sebagai organ penyerapan nutrisi, usus juga diketahui sebagai organ pertahanan yang melindungi unggas dari patogen dan mengatur sistem imun mukosa usus, berbagai infeksi, ketidakseimbangan nutrisi, dan stres lingkungan dapat melemahkan fungsi pertahanan usus dan berakibat pada menurunnya performa hewan ternak.





INDUSTRI PENGOLAHAN WAJIB SERAP SUSU HASIL PETERNAK LOKAL, MENTAN AMRAN: JANGAN ADA YANG PERSULIT

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor persusuan Indonesia dengan mewajibkan industri pengolahan susu untuk menyerap produksi susu segar dari peternak lokal. Mentan Amran tegas meminta semua pihak mulai dari pengepul hingga pelaku usaha serta industri pengolahan untuk turut mendukung kebijakan ini dan tidak mempersulit peternak lokal.

Dalam acara Gerakan Peningkatan Produksi Susu Segar Dalam Negeri dan Penandatanganan MoU di Pasuruan, Jawa Timur (14/11). Mentan Amran kembali mengatakan bahwa Kementerian Pertanian mewajibkan industri pengolahan susu nasional untuk menyerap susu dari peternak lokal sebelum mempertimbangkan impor, dan meminta para peternak untuk menjaga kualitas susu yang dihasilkan. 

“Kami wajibkan industri menyerap susu peternak di Indonesia. Tetapi di sisi lain, kami minta peternak jaga kualitasnya agar industri pun mendapatkan susu dengan kualitas terbaik,” ujar Mentan Amran.

Lebih lanjut, Mentan Amran menyampaikan rasa terima kasihnya kepada industri pengolahan susu nasional, pengepul, dan peternak sapi perah yang berkomitmen untuk bekerja sama memajukan sektor persusuan Indonesia. “Alhamdulillah, sekarang sudah sepakat bergandengan tangan membangun Indonesia, khususnya sektor persusuan dan peternakan sapi perah. Kami sangat bahagia, dan ini adalah tonggak sejarah kebangkitan produksi susu Indonesia,” ujar Amran.

Mentan Amran menambahkan bahwa kewajiban penyerapan ini merupakan upaya untuk mengurangi ketergantungan pada susu impor dan memastikan bahwa produksi lokal memiliki pasar yang stabil. “Kami wajibkan industri menyerap susu peternak lokal di seluruh Indonesia. Nanti selebihnya baru kita impor, jadi tidak ada lagi halangan. Namun, kami minta peternak menjaga kualitas susunya agar yang dihasilkan berkualitas bagus untuk generasi kita. Seperti program Presiden tentang pangan bergizi, di dalamnya ada susu. Kami yakin ke depan produksi susu akan meningkat karena permintaan meningkat,” tambahnya.

Pemerintah juga berencana merevisi Peraturan Presiden (Perpres) terkait kebijakan impor sapi perah, sehingga nantinya sapi impor dapat disalurkan langsung kepada peternak lokal. Mentan Amran menjelaskan, “Kami sudah melapor ke Menteri Sekretaris Negera (Mensesneg), dan beliau setuju. Insya Allah, akan diteruskan ke Presiden. Jika izin hari ini dimasukkan, hari ini juga kami tanda tangani. Tidak ada prosedur rumit, Kita ingin agar kebutuhan susu nasional dapat terpenuhi dengan baik”. 

Lebih lanjut Mentan Amran mengatakan bahwa kewajiban penyerapan susu lokal dihapus pada era krisis finansial Asia 1997-1998 karena intervensi IMF, yang mendorong liberalisasi ekonomi dan membuka pintu bagi impor susu yang lebih tinggi. “Dulu, pada 97-98, kewajiban menyerap susu lokal dicabut berdasarkan saran IMF. Sekarang kami hidupkan kembali agar peternak lokal bisa berkembang dan produksi dalam negeri meningkat,” jelas Menteri Amran.

Akibat pencabutan kebijakan tersebut, lanjut Mentan Amran, impor susu di Indonesia meningkat drastis, dari hanya 40 persen pada 1997-1998 hingga mencapai 80 persen saat ini “Bayangkan, dulu kita hanya impor 40 persen, sekarang sudah mencapai 80 persen. Ini dampak dari regulasi yang ada. Secara bertahap angka ini akan kami tekan, nah ini akan berbalik nantinya, dengan regulasi baru pasti produksi kita meningkat seiring berjalannya waktu,” tegasnya.

Usulan Perpres baru ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor susu dan menciptakan pasar yang lebih stabil bagi peternak dalam negeri. Pemerintah berharap regulasi ini akan mendorong industri pengolahan susu nasional untuk berkontribusi dalam memperkuat sektor peternakan sapi perah di Indonesia, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak lokal. (Rilis Kementan)

MEMPERKUAT KOLABORASI PENELITIAN UNGGAS ANTARA INGGRIS DAN TIONGKOK

Program penelitian bersama selama 5 tahun antara The Pirbright Institute di Inggris dan lembaga akademis Tiongkok telah ditandatangani.

Kesepakatan ini bertujuan untuk memperkuat kemitraan antara kedua negara dan upaya mereka untuk mengatasi berbagai penyakit unggas. Kesepakatan ini dibangun berdasarkan penelitian oleh Pusat Keunggulan Penelitian Penyakit Unggas Inggris-Tiongkok (CERAD), yang didirikan oleh The Pirbright Institute pada tahun 2015.

CERAD menyatukan Akademi Ilmu Hewan dan Kedokteran Hewan Shandong Binzhou dan lembaga akademis Tiongkok lainnya untuk fokus pada penelitian penyakit unggas.

Kolaborasi yang didanai Newton selama 7 tahun ini menghasilkan penelitian ekstensif tentang berbagai aspek penyakit unggas, yang menghasilkan publikasi ilmiah, pengembangan vaksin dan uji diagnostik, pertemuan internasional, dan pelatihan tentang penelitian penyakit unggas bagi mahasiswa dan ilmuwan pascadoktoral.

Menyambut baik kesepakatan baru tersebut, direktur Pirbright Institute, Profesor Bryan Charleston, mengatakan, “Perjanjian ini menyatukan Pirbright, Shandong, dan 10 lembaga akademis Tiongkok, yang memperkuat komitmen CERAD terhadap pendekatan inovatif dalam kesehatan unggas, dengan menggunakan teknologi baru seperti genomik, AI, dan biologi sel tunggal untuk meningkatkan kemampuan kesehatan hewan.”

Profesor Bing Zhang, direktur Akademi Ilmu Hewan dan Kedokteran Hewan Shandong menambahkan, “Perjanjian ini akan memperluas anggota kerja sama ke 8 provinsi di Tiongkok, yang mencakup area produksi unggas utama di Tiongkok, yang sangat penting dalam mempromosikan penelitian dan pengendalian penyakit unggas secara komprehensif di Tiongkok dan Inggris. Ini akan meletakkan dasar yang kokoh bagi kami untuk mempromosikan tata letak internasional dan pengembangan global pencegahan dan pengendalian penyakit unggas.”

Peneliti Pirbright Profesor Venugopal Nair mengatakan bahwa mengamankan pendanaan bersama untuk penyakit unggas dari lembaga pendanaan nasional dan internasional akan menjadi prioritas utama bagi CERAD.

“Untuk meningkatkan konektivitas antara lembaga akademis Inggris dan Tiongkok, CERAD akan menekankan pembangunan kapasitas dan transfer pengetahuan melalui kunjungan pertukaran, program pelatihan, konferensi ilmiah, dan melalui pengembangan sumber daya pendidikan,” tambahnya.

TELUR NETRAL IKLIM KINI DIJUAL DI BELGIA

Setelah Belanda dan AS, telur netral iklim kini juga dijual di toko-toko Lidl di Belgia. Namun, Lidl harus mengimpor telur dari produsen Belanda Kipster karena tidak dapat menemukan produsen unggas Belgia yang bersedia memulai peternakan ayam yang ramah lingkungan, kata perusahaan tersebut.

Lidl ingin memperkenalkan telur netral iklim dari Kipster kepada konsumen Belgia, yang menurutnya merupakan peternak ayam paling peduli lingkungan di dunia.

“Meskipun konsep Kipster memenuhi tujuan pemerintah untuk peternakan yang semakin berkelanjutan, kami tidak dapat meyakinkan para peternak atau menemukan lokasi yang cocok. Kami berharap, dengan menawarkan telur-telur ini di pasar Belgia, kami dapat membantu menggerakkan produksi telur di Belgia dan mengubahnya menuju keberlanjutan,” kata Isabelle Colbrandt, juru bicara Lidl Belgie.

Kipster, yang diluncurkan pada tahun 2017, telah menjadi mercusuar yang cemerlang untuk peternakan berkelanjutan yang tahan terhadap masa depan, kata Lidl. Tujuan utamanya bukanlah untuk menghasilkan telur sebanyak mungkin dengan harga serendah mungkin, tetapi untuk menghasilkan telur yang menghargai hewan, alam, dan manusia. Hewan-hewan dapat berkeliaran bebas baik di luar maupun di dalam ruangan. Semua energi berasal dari panel surya sementara ayam-ayam diberi makan sisa makanan dari toko roti dan perusahaan makanan lain di dekatnya.

Salah satu pendiri, Ruud Zanders, mengatakan, “Peternakan komersial yang ramah hewan hampir mustahil. Kami menyadari hal itu. Namun, kami dapat menawarkan kehidupan yang sebaik mungkin bagi hewan-hewan kami. Naluri ayam menjadi yang utama saat merancang peternakan kami. Di masa lalu, ayam-ayam berkeliaran bebas di halaman peternakan dan memakan apa pun yang dapat mereka temukan. Itulah yang juga kami coba lakukan.”

MENINGKATNYA EKSPOR TELUR UKRAINA

Ekspor telur Ukraina terus meningkat. Selama paruh pertama tahun 2024, penjualan ke pelanggan asing mencapai 36.980 ton dibandingkan dengan 29.700 ton pada tahun sebelumnya, data statistik resmi menunjukkan.

Pertumbuhan itu terjadi karena peternakan telur industri di Ukraina sedang pulih, kata Persatuan Peternak Unggas Ukraina dalam sebuah pernyataan. Importir telur Ukraina terbesar adalah negara-negara Eropa, terutama Polandia dan Italia, serta Singapura, UEA, dan Israel, kata organisasi itu.

Harga telur di Ukraina mungkin melonjak selama beberapa bulan ke depan karena negara itu bersiap menghadapi pemadaman listrik yang berkepanjangan selama musim pemanasan. DTEK, perusahaan pembangkit listrik terbesar di negara itu, memperkirakan bahwa pemadaman listrik dapat berlangsung hingga 20 jam per hari, karena sebagian besar sistem energi Ukraina hancur.

PASAR TELUR UKRAINA DILANDA KELEBIHAN PASOKAN

Setelah hampir 2 tahun kekurangan, pasar telur Ukraina mulai mengalami kelebihan pasokan, ungkap Yevhen Khailov, direktur penjualan Incuba, produsen telur lokal. Surplus tersebut dirasakan meskipun ekspor memecahkan rekor.

Ukraina kini memproduksi lebih dari 100 juta telur per bulan, kata Khailov kepada publikasi lokal, Our Poultry Farming. Produksi telah melampaui permintaan karena banyak peternak berjuang untuk meningkatkan produksi, karena pasar telah kekurangan pasokan dalam beberapa tahun terakhir. Terlalu banyak perusahaan yang meningkatkan jumlah ayam petelur, imbuh Khailov.

Situasi serupa telah terjadi di masa lalu, tetapi sekarang peternak terbatas dalam peluang mereka untuk menurunkan populasi ayam petelur mereka karena pasar daging unggas juga sepenuhnya jenuh, kata Khailov.

“Selain itu, pemadaman listrik yang lama menimbulkan masalah bagi peternakan, sehingga sulit untuk menyembelih unggas dan menyimpan daging,” katanya.

INOVASI TELUR DI AMERIKA SERIKAT

Inovasi teknologi yang dirancang untuk meningkatkan jumlah telur yang dimakan di AS, khususnya di kalangan generasi muda, ditetapkan untuk memenuhi permintaan konsumen akan makanan yang dapat disiapkan dalam waktu kurang dari 5 menit.

Emily Metz dari American Egg Board mengatakan membangun permintaan jangka panjang adalah kuncinya. Ia mengatakan konsumen pascapandemi mengemil lebih dari 3 kali sehari, dengan konsumen makan makanan utama yang lebih sedikit. Ada juga peningkatan besar dalam makanan siap saji dengan sebagian besar acara sarapan sekarang disiapkan dalam waktu kurang dari 5 menit, yang merupakan tantangan bagi sektor telur.

Jaringan wawasan dan inovasi – Lab Eggcelerator – dibentuk 2 tahun lalu dan penelitian mengarah pada teknologi, bahan, dan penggunaan baru untuk telur dengan klien mitra baru. Tahun lalu, lembaga ini mengadakan tantangan mahasiswa pertamanya tentang pengembangan produk.

Sekitar 14 universitas mengikuti kompetisi “On the Go” dengan Universitas Georgia menang dengan minuman Eggpresso. Di antara beberapa rencana inovasi adalah camilan berbasis telur berprotein sehat yang menggunakan teknologi yang sudah ada. "Kami telah melibatkan 50 pelanggan di seluruh rantai nilai dan menarik perusahaan makanan ini untuk memasuki jaringan kami dan bermitra dengan kami," katanya, yang meliputi KraftHeinz, Egglife, dan Tyson.

Ia juga berbicara tentang Proyek Gizmo – solusi yang mudah dioperasikan untuk membuat telur dengan gaya "telur mata sapi" melalui microwave, yang tidak meledak. Prototipe tersebut telah menyelesaikan pengajuan patennya dengan desain perangkat yang sedang diselesaikan. Pengujian dengan mitra layanan makanan dan manufaktur utama saat ini sedang berlangsung.


PERUSAHAAN YORDANIA BERINVESTASI DALAM MEMBANGUN PRODUKSI TELUR TETAS DI KAZAKHSTAN

Al Jazeera Agriculture, perusahaan pengolah unggas terkemuka di Yordania, mempertimbangkan rencana untuk berinvestasi sebesar US$15 juta dalam membangun produksi telur tetas di Kazakhstan.

"Perwakilan Al Jazeera Agriculture memberi tahu pihak Kazakhstan tentang rencana perusahaan untuk membangun produksi telur tetas di Kazakhstan. Tahap pertama, dengan biaya awal sebesar US$15 juta, melibatkan impor induk ayam dari Eropa," ungkap Kazakh Invest, sebuah badan pemerintah yang memfasilitasi investasi asing di Kazakhstan.

Perusahaan Yordania juga berencana untuk melibatkan pemasok dan produsen lokal dalam pembangunan pabrik pakan berikutnya, kata Kazakh Invest.

Dalam sebuah pertemuan di Astana, pejabat Kazakhstan berjanji untuk memberikan dukungan bagi proyek mendatang, meskipun mereka tidak mengungkapkan rincian tambahan. Al Jazeera Agriculture telah mengunjungi beberapa wilayah di Kazakhstan, memeriksa kemungkinan lokasi untuk pembangunan peternakan.

Al Jazeera Agriculture adalah salah satu pemimpin industri unggas di Yordania, yang memegang lisensi untuk mengekspor unggas ke Arab Saudi dan UEA. Perusahaan ini memproduksi sekitar 60.000 ton unggas dan 100 juta telur tetas per tahun, yang mencakup sekitar 23% dari pasar unggas negara tersebut.

Seperti negara-negara Asia Tengah lainnya, Kazakhstan secara historis terutama bergantung pada impor telur tetas untuk memenuhi permintaannya sendiri.

RUSIA: EKSPOR UNGGAS MENINGKAT TETAPI PROSPEKNYA TAMPAK SURAM

Selama 9 bulan pertama tahun 2024, ekspor unggas Rusia melonjak 11% menjadi 264.200 ton, lembaga pengawas veteriner negara Rusia Rosselhoznadzor mengungkapkan. Masih harus dilihat apakah dinamika ini dapat dipertahankan di tahun-tahun mendatang, mengingat industri ini dirundung berbagai tantangan.

Secara total, ekspor unggas dan daging Rusia melonjak 16% menjadi 570.000 ton. Dengan latar belakang ini, penjualan ke pelanggan asing diperkirakan mencapai 800.000 ton pada akhir tahun, angka tertinggi dalam dekade terakhir, sebuah studi oleh bank pertanian terkemuka Rusia Rosselhozbank mengungkapkan.

Ekspor unggas Rusia didorong oleh Asia dan Timur Tengah. Rosselhozbank menghitung bahwa pengiriman ekspor ke Arab Saudi tahun ini melonjak 11.000 ton dan China sebesar 8.000 ton.

Rusia telah masuk dalam daftar 3 eksportir unggas terbesar ke Tiongkok dan Arab Saudi, sebagaimana dilaporkan oleh Sergey Lakhtyukhov, direktur eksekutif Persatuan Peternak Unggas Rusia. Misalnya, ia memperkirakan bahwa Rusia menyumbang 14% dari impor unggas di Tiongkok pada tahun 2024.

Ada prospek pertumbuhan perdagangan lebih lanjut antara Rusia dan negara-negara ekonomi berkembang lainnya. Selama pertemuan puncak BRICS di Kazan, para anggota blok tersebut sepakat untuk mengintensifkan perdagangan produk pertanian dan bahkan mendukung gagasan untuk mendirikan bursa gandum antar-organisasi, yang dapat diperluas untuk memperdagangkan produk pertanian lainnya.

Namun, Sergey Yushin, direktur eksekutif Asosiasi Daging Nasional, mengatakan kepada surat kabar bisnis lokal Kommersant bahwa Rusia harus bersiap menghadapi perlambatan ekspor dalam 3 tahun mendatang.

“Dunia semakin condong ke arah mencapai kemandirian pangan, sehingga banyak negara telah mencoba membatasi impor pangan demi mengembangkan industri pertanian dan pangan mereka sendiri, meskipun produk tersebut lebih mahal daripada yang diimpor,” kata Yushin.

Selain itu, pengembangan ekspor memerlukan peningkatan kapasitas produksi yang sesuai. Yushin memperingatkan bahwa lonjakan biaya dana pinjaman di Rusia telah memaksa sejumlah perusahaan untuk mempertimbangkan kembali rencana investasi mereka. Dalam konteks ini, ia mengakui, peningkatan produksi yang substansial tidak boleh diharapkan.

DAGING UNGGAS TETAP POPULER DI EROPA

Sektor unggas Eropa dalam kondisi baik dengan hasil panen yang tinggi dan prospek yang menguntungkan. Hal ini terbukti dari studi yang dilakukan oleh Komisi Eropa dan Kementerian Pertanian Amerika, USDA.

Visi UE selama 6 bulan mengenai sektor unggas menyatakan bahwa produksi dan ekspor daging unggas di Eropa akan meningkat tahun ini. Produksi akan meningkat sebesar 4%, dan ekspor akan menjadi 3% lebih tinggi tahun ini dibandingkan dengan tahun 2023. Tren kenaikan ini akan berlanjut pada tahun 2025, menurut perkiraan akuntan Eropa.

Musim flu burung yang lebih ringan, biaya pakan yang lebih rendah, dan harga hasil panen yang lebih tinggi berkontribusi pada peningkatan produksi tahun ini. Pada paruh pertama tahun 2024, jumlah unggas olahan di UE meningkat sebesar 4,7%. Produksi meningkat di hampir semua negara UE, kecuali Belanda, Swedia, dan Lithuania. Di Polandia, produksi pada tahun 2023/2024 lebih dari 5% lebih tinggi daripada tahun 2022/2023, sementara produksi di Belanda turun hampir 5%. Sektor unggas di Italia tumbuh lebih dari 5%, dan produksi di Jerman menunjukkan sedikit pertumbuhan sebesar satu persen. Prancis berada di puncak daftar dengan pertumbuhan lebih dari 15%.

Pasar dapat menangani pertumbuhan produksi ini. Selain peningkatan ekspor, konsumsi daging unggas di UE juga meningkat. Hal ini diperkirakan akan mencapai 25,2 kg per kapita pada tahun 2025, yang hampir 10 kg lebih banyak daripada abad lalu. Pada tahun 2000, rata-rata orang Eropa mengonsumsi 16,4 kg daging unggas per tahun. Konsumsi daging ayam pedaging mendekati konsumsi daging babi, yang menunjukkan tren penurunan dari 34,3 kg pada tahun 2000 menjadi 30,9 kg pada tahun 2025. Peningkatan konsumsi unggas dalam seperempat abad ini sama besarnya dengan total konsumsi daging sapi tahunan, yang turun dari 12 kg pada tahun 2000 menjadi 9,4 kg per kapita pada tahun 2025.

Produksi daging unggas Eropa meningkat sebesar 4%, yang lebih cepat daripada pertumbuhan global, yang diperkirakan akan mencapai hampir 2% pada tahun 2025 menurut USDA. Tahun depan, produksi daging unggas diperkirakan mencapai rekor 104,9 juta ton.

DARI KOTORAN UNGGAS MENJADI ENERGI

Peluang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, menyediakan energi ramah lingkungan, dan menyediakan pendapatan bagi produsen disoroti pada konferensi tahunan Komisi Telur Internasional (IEC) tahun ini.

Berbicara kepada para delegasi pada konferensi IEC baru-baru ini di Venesia, James Corbett, direktur pelaksana Ridgeway Foods Group, berbicara tentang penanganan kotoran unggas, yang bagi beberapa produsen merupakan biaya yang signifikan, sementara bagi yang lain merupakan sumber pendapatan tambahan.

Di Inggris, kotoran unggas memiliki nilai pasar antara £10-15/ton dalam nilai pengganti pupuk nitrogen yang tersedia untuk tanaman secara rata-rata sepanjang tahun, sementara di negara lain, produsen harus mengeringkan dan membuat pelet kotoran sebelum meninggalkan peternakan.

Sering kali harus disimpan sebelum digunakan atau dijual, dan penyimpanan berarti infrastruktur harus tersedia dan limpasan harus ditampung untuk mencegah pencemaran air.

Corbett mempertanyakan apakah peternak memanfaatkan kotoran mereka sebaik-baiknya. Perusahaannya telah berhasil mengecilkan dan mematenkan pembakaran fluidized bed untuk pembakaran kotoran unggas dan ayam petelur yang tidak diolah secara andal guna menghasilkan panas dan listrik untuk digunakan di lokasi.

Dia mengatakan teknologi tersebut telah terbukti selama jam operasional yang substansial dan sekarang telah terpasang 14 unit di Inggris untuk peternakan unggas dan ayam petelur. Data operasional telah digunakan oleh Komisi UE untuk membantu menentukan aturan pelaksanaan Eropa yang baru untuk penggunaan kotoran unggas sebagai bahan bakar di peternakan unggas (Peraturan UE 592/2014 dan 1762/2017).

Selain panas, kotoran tersebut menghasilkan pupuk organik yang berharga dengan kadar P dan K yang tinggi, dan Corbett mengatakan bahwa dia sekarang sedang mengembangkan solusi untuk lumpur kota, tepung daging dan tulang, serta digestat dari digester anaerobik.

Tantangan dalam Pembuangan Kotoran Unggas

Corbett mengatakan ada tantangan yang dihadapi produsen terkait pembuangan kotoran unggas, khususnya di sepanjang Sungai Wye di perbatasan Inggris/Wales. Dalam 15 tahun terakhir, perluasan peternakan unggas yang besar dianggap menyebabkan penurunan kualitas air dan telah mendorong pemerintah Inggris untuk memperkenalkan hibah sebesar £35 juta kepada produsen untuk pembakaran kotoran unggas.

"Itu tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi setidaknya itu akan memberi produsen pilihan dalam cara mengelola kotoran mereka," katanya, seraya menambahkan, "Ada solusi lingkungan untuk membuang polusi Anda, mereka yang memiliki biaya pembuangan dan regulasi yang tinggi mungkin menganggap ini sebagai solusi yang layak dipertimbangkan – sebuah pilihan untuk menghasilkan listrik dan abu yang dihasilkan dapat digunakan untuk pupuk yang hanya akan menjadi lebih berharga dan pasar pupuk menjadi matang."

SIMBOL PERDAMAIAN, MENTAN AMRAN MINUM SUSU BERSAMA RIBUAN ANAK SEKOLAH, PETERNAK, DAN PELAKU INDUSTRI SUSU

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan ke Pasuruan, Jawa Timur, dalam rangka Gerakan Peningkatan Produksi Susu Segar Dalam Negeri. Acara ini digelar di Lapangan Graha Maslahat, Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pasuruan (14/11), dan dihadiri oleh ribuan anak sekolah, peternak sapi perah, serta pelaku industri pengolahan susu. Sebagai bagian dari acara, Mentan Amran turut serta minum susu bersama para peserta sebagai simbol sinergi antar generasi dalam membangun kedaulatan susu lokal.

Pada acara ini, Mentan Amran juga menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara koperasi, KUD, dan pengepul susu dengan industri pengolahan susu, guna menjamin penyerapan susu segar dari peternak lokal.

Mentan Amran menyatakan pentingnya kebersamaan dan kerja sama untuk memperkuat sektor susu Indonesia. “Gerakan ini adalah simbol perdamaian sektor susu Indonesia. Kalau ingin mencintai pemerintah atau mencintai Menterinya, cintailah peternak sapi perah Indonesia. Mereka adalah saudara kita, mitra kita. Orang besar tidak akan besar kalau tidak menyayangi yang kecil,” ujar Mentan Amran.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menyederhanakan regulasi demi melindungi peternak lokal. “Selama saya menjabat sebagai Menteri Pertanian, berbagai regulasi sudah kami ubah dan langsung kami tanda tangani. Ini adalah perintah langsung dari Presiden untuk menjaga yang kecil dan melindungi yang besar. Keduanya adalah anak bangsa yang harus kita jaga,” tambah Amran.

Pada kesempatan yang sama, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat yang diambil Mentan Amran dalam mendukung peternak susu lokal. “Sebelum Pak Menteri tiba di Jawa Timur, beliau sudah langsung memberikan keputusan di Jakarta terkait perlindungan bagi peternak sapi perah. Keputusan ini memastikan agar produksi susu peternak bisa sepenuhnya diserap oleh industri pengolahan. Jadi, sebelum datang, masalahnya sudah selesai oleh Pak Mentan,” jelas Pj Gubernur Jawa Timur.

Gerakan Peningkatan Produksi Susu Segar Dalam Negeri ini diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi susu dalam negeri dan memperkuat kemitraan antara peternak dan industri pengolahan susu. Dukungan pemerintah terhadap peternak lokal ini diharapkan tidak hanya menjamin kesejahteraan peternak, tetapi juga memajukan sektor pertanian dan peternakan Indonesia secara berkelanjutan.

Kehadiran Mentan Amran yang langsung turun tangan menyelesaikan permasalahan peternak, mendapat sambutan hangat dari para peternak dan pelaku industri yang hadir. Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), Dedi Setiadi mengapresiasi upaya penyerapan susu lokal yang diinisiasi Mentan Amran. Ia menyebut upya ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam mendukung sektor susu nasional serta keberlanjutan usaha peternakan rakyat.

“Saya kira ini win - win solution, saya melihat inisiasi Bapak Menteri Pertanian ini sangat baik, saya sangat mengapresiasi, karena betul - betul bisa menjadi solusi untuk para peternak, apalagi ini ada MoU, saya yakin ini bisa menambah semangat peternak dan usaha persusuan secara keseluruhan,” ungkapnya. (Rilis Kementan)

BABI DI PEKARANGAN RUMAH DI AS DITEMUKAN TERINFEKSI H5N1

Sejumlah babi di pekarangan rumah di negara bagian Oregon, Amerika Serikat, ditemukan positif terinfeksi flu burung H5N1, menurut Departemen Pertanian AS. Penemuan ini merupakan kasus pertama yang diketahui dari virus yang muncul pada babi.

Penemuan ini terjadi di peternakan pekarangan rumah nonkomersial di Crook County yang memiliki campuran unggas dan ternak, termasuk babi di lokasi tersebut. Saat ini, Layanan Inspeksi Kesehatan Hewan, Tumbuhan, dan Pertanian (APHIS) milik USDA dan pejabat veteriner negara bagian Oregon sedang menyelidiki kasus positif tersebut.

Secara total, 70 ekor unggas di peternakan tersebut telah ditemukan positif H5N1 yang sangat menular pada tanggal 25 Oktober oleh Laboratorium Diagnostik Hewan Oregon (OVDL) di Oregon State University (OSU). Laboratorium Layanan Hewan Nasional (NVSL) milik USDA mengonfirmasi hasil tersebut. Unggas-unggas tersebut dimusnahkan. Selasa lalu, 1 dari 5 babi di peternakan itu juga ditemukan terinfeksi saat dilakukan pemeriksaan. Hewan-hewan di peternakan halaman belakang itu menggunakan sumber air, kandang, dan peralatan yang sama. Karena kombinasi itu terbukti memungkinkan penularan antarspesies dalam kasus lain, USDA menulis dalam siaran persnya, 5 babi itu juga diuji.

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer