-->

BERAK KAPUR YANG BIKIN PROFIT KABUR

Berak kapur pada ayam kampung. (Foto: Istimewa)

Orang awam mungkin menganggap bahwa terminologi berak kapur sebagai candaan. Namun bagi peternak, berak kapur menjadi salah satu momok menakutkan yang bikin keuntungan mereka kabur.

Berak kapur sejatinya adalah penyakit infeksius pada unggas yang disebabkan bakteri Salmonella pullorum. Kalimat berak kapur diambil dari gejala klinis yang timbul pada ayam terinfeksi, dimana fesesnya menjadi berwarna putih seperti kapur.

Salmonella Punya Cerita
Ada banyak spesies bakteri Salmonella yang penting untuk dipelajari dalam kesehatan manusia maupun hewan, diantaranya Salmonella enteritidis, Salmonella thypimurium, Salmonella gallinarum dan Salmonella pullorum.

Salmonella pullorum merupakan spesies bakteri gram negatif berbentuk batang yang biasanya hadir pada kondisi higiene dan sanitasi yang buruk. Celakanya, bakteri ini dapat bertahan di lingkungan hingga satu tahun.

Seorang peternak broiler kemitraan, Wage, menceritakan betapa ganasnya penyakit ini merebak di farm-nya ketika mewabah. Ia mengaku, ketika ayam berumur 4-5 hari kematian yang terjadi sangat tinggi, bahkan dalam satu kandang hanya tersisa dalam hitungan jari.

“Saya menebar DOC 10 boks, awalnya baik-baik saja, kematian normal di hari pertama, kedua dan pas hari ketiga mulai tinggi. Saya berikan obat, namun pada hari kelima sisanya kurang dari 100 ekor. Kacau sekali, pusing rasanya,” tutur Wage dihubungi Infovet.

Setelah itu ia berkonsultasi dengan dokter hewan dari perusahaan inti dan melalui diagnosis kesimpulannya adalah berak kapur alias Salmonellosis pullorum. Wage yang baru gabung kemitraan selama dua tahun akhirnya paham betapa berbahayanya penyakit ini.

“Kehebatan” Pullorum
Pullorum memang hebat dan mengerikan, ketika datang menginfeksi tingkat kematian yang disebabkan oleh Salmonella pullorum dapat mencapai 85-100% (Merck Veterinary, 2019). Ayam-ayam berumur 1-2 minggu menjadi sangat rentan dari serangan bakteri ini.

Keganasan pullorum diakui oleh seorang praktisi perunggasan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Drh Yudith Chrisandy. Menurutnya, pullorum dapat mengakibatkan… Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Februari 2022. (CR)

SEKTOR UNGGAS INGGRIS MENYAMBUT BAIK KESEPAKATAN CO2 BARU

Kekhawatiran akan kekurangan karbon dioksida yang berdampak pada produksi unggas telah surut menyusul kesepakatan dengan salah satu pabrik pupuk terbesar di Inggris.

British Poultry Council (BPC) telah menyambut baik kesepakatan terbaru untuk memastikan pasokan CO2 yang berkelanjutan untuk produksi pangan vital. Kesepakatan itu akan memungkinkan pabrik CF Industries di Billingham, menyediakan hingga 60% CO2 Inggris, untuk beroperasi dengan sedikit atau tanpa kompromi terhadap pasokan makanan atau kesejahteraan unggas.

Gas tersebut digunakan di sektor unggas untuk pemingsanan, pengemasan dan pendinginan. Penutupan pabrik di Billingham dan Ince pada bulan September, yang merupakan akibat dari kenaikan harga grosir gas alam, menyebabkan masalah kesejahteraan bagi sektor tersebut.

EKSPOR GENETIK UNGGAS BRASIL NAIK LEBIH DARI 25% DI 2021

Pada tahun 2021, Brasil mengekspor 14.518 ton telur fertil dan 1.173 ton materi genetik unggas, menghasilkan US$147,7 juta. Angka-angka ini berarti peningkatan pendapatan sebesar 26,7% dan peningkatan volume sebesar 53% dari tahun 2020.

Asosiasi Protein Hewani Brasil (ABPA) melaporkan total pengiriman telur fertil mencapai 14.518 ton, volume 60,9% lebih besar dibandingkan tahun 2020 (9.024 ton).

Dalam pendapatan, hasilnya 53,3% lebih tinggi. US$59,319 juta pada tahun 2021 dibandingkan dengan US$38,691 juta pada tahun 2020.

TAHAPAN TEKNIS MEMBANGUN KANDANG CLOSED HOUSE

Ayam memerlukan lingkungan pemeliharaan yang nyaman. (Foto: Shutterstock)

Sistem perkandangan modern yang lebih dikenal dengan sistem kandang tertutup (closed house) di bangun dengan tujuan menciptakan lingkungan pemeliharaan yang nyaman bagi ayam.

Area Head Production West Java PT Charoen Pokphand Indonesia, Karno, menyarankan kepada peternak dalam membangun kandang closed house memerlukan konsultasi terlebih dahulu guna tercapainya efisiensi biaya dan produktivitasnya.

Terdapat beberapa tahapan teknis yang perlu diperhatikan dalam membangun kandang closed house, diantaranya pemilihan lahan, ukuran kandang, listrik dan genset, peralatan kandang (adanya ventilasi, evaporative systems, heating/brooding/lighting systems, drinker systems, feeding systems) serta konstruksi.

Pemilihan Lahan 
Beberapa faktor yang mutlak diperhatikan dalam memilih lahan atau lokasi kandang untuk usaha peternakan ayam antara lain: 
• Akses jalan memadai.
• Dekat dengan jaringan listrik 3 phase.
• Letak kandang tidak berdekatan dengan pemukiman penduduk, serta telah mendapat izin dari masyarakat dan instansi terkait.
• Kualitas dan kuantitas air cukup sepanjang tahun.
• Lebih disarankan lahan yang datar.
• Panjang dan lebar lahan cukup untuk dibangun kandang (memanjang arah Timur-Barat).

Ukuran Kandang
Lebih lanjut, Karno menjelaskan spesifikasi teknis bangunan kandang closed house. “Panjang 120 meter dan lebar 12 meter. Tinggi per lantai 2 meter, jumlah lantai 1-3 lantai,” terang Karno saat menjadi narasumber pada Closed Poultry House Training yang diselenggarakan Sekolah Vokasi IPB, beberapa waktu lalu.

Karno menambahkan, arah kandang memanjang Barat-Timur dan kapasitas kandang per meter persegi 14-25 ekor atau 20.000-36.000 ekor/lantai.

Kebutuhan Daya Listrik Kandang Standar 2 Lantai
Sumber: Karno, PT Charoen Pokphand Indonesia.

Peralatan Kandang
Sistem ventilasi menjadi pokok dari sebuah kandang closed house. “Ventilation system ini dapat menggunakan exhaust fan berdiameter 52 inci terintegrasi dengan sensor dan kontrol panel (micro controller),” lanjut Karno.

Kelengkapan dari sistem ventilasi ini terdiri dari fan (kipas), evaporative cooling pad yang terintegrasi dengan sensor dan kontrol panel.

Dalam brooding system, Karno mengatakan dapat menggunakan space heater. Berikutnya adalah pemasangan watering system menggunakan sistem nipple dengan regulator tekanan air.

Pada tahap feeding system, Karno mengimbau untuk menggunakan sistem Auger Pan Feeding berpenggerak motor listrik. Hal ini bertujuan untuk mendistribusikan pakan ke seluruh kandang melalui pipa galvanis dengan screw conveyor atau auger.

Karno juga menambahkan, dalam aspek peralatan kandang closed house, diperlukan sarana penunjang. “Penting untuk menyediakan gudang penyimpanan pakan, sekam dan alat-alat untuk keperluan proses budi daya. Selain itu, pemilik juga perlu membangun mess untuk tempat tinggal karyawan,” ujar dia.

Menghitung Kebutuhan Kipas
Semua kebutuhan untuk pertumbuhan ayam harus tersedia di dalam kandang. Selain kebutuhan air minum dan ransum yang cukup serta berkualitas, pentingnya memerhatikan sistem ventilasi udara yang baik serta suhu dan kelembapan udara yang optimal.

Pada kandang closed house terjadi pergerakan udara yang stabil dan tingkat kelembapan udara di dalam kandang bisa diatur sesuai kebutuhan ayam.

Suhu yang dirasakan oleh tubuh ayam dinamakan suhu efektif. Suhu efektif ini dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu suhu ruangan (suhu yang terdeteksi di termometer), kelembapan dan kecepatan aliran udara dalam kandang (yang mengenai tubuh ayam).

Kendati suhu termometer tinggi, namun apabila terdapat aliran udara maka suhu yang dirasakan oleh tubuh ayam akan lebih rendah. Hal inilah yang dinamakan dengan chilling effect.

Tujuan menghitung kebutuhan kipas berdasarkan kecepatan diantaranya untuk menurunkan temperatur yang selanjutnya menimbulkan wind chill effect. Wind chill effect merupakan efek penurunan suhu yang dirasakan akibat adanya hembusan angin yang mengenai permukaan tubuh/kulit ayam.

Berikutnya menghitung berdasarkan pertukaran udara (air exchange) guna menyuplai oksigen lalu mengeluarkan gas-gas berbahaya (CO², NH3) dan mengeluarkan uap air agar mengurangi kelembapan udara maupun kelebihan panas.

Sistem closed house yang baik harus mampu menghasilkan kecepatan angin yang dibutuhkan untuk menghasilkan suhu yang sesuai bagi ayam. “Memastikan pertukaran udara terjadi dalam durasi yang sesuai. Misalnya dalam waktu 1 menit, seluruh volume udara di dalam kandang sudah dikeluarkan dan diganti dengan udara baru dari luar,” jelas Karno.

Kandang closed house yang sering dijumpai di Indonesia adalah kandang dengan tipe tunnel atau seperti terowongan yang dilewati oleh udara dengan kecepatan dan waktu tertentu. Satuan yang digunakan untuk mengukur berapa kecepatan udara (air velocity) adalah CFM atau Cubic Feet per Minute. “Menghitung kebutuhan kipas berdasarkan kebutuhan CFM/kg yakni 4,0-6,21 CFM/kg,” kata Karno.

Contoh Lighting Program
Sumber: Karno, PT Charoen Pokphand Indonesia.

Feeding & Drinker Systems
Ruang pakan (feeder space) yang cukup serta keseragaman flock merupakan poin penting untuk mencapai performa optimal.

Menurut Karno, apapun tipe feeder yang digunakan, yang terpenting adalah feeder space harus cukup. “Pakan harus selalu ada (full feed),” imbuhnya. Sementara untuk drinker systems ada beberapa persyaratan:
Water flow sesuai dengan umur ayam.
Ketinggian nipple selalu disesuaikan dengan umur ayam.
Kebersihan cup harus selalu dijaga.
Monitor konsumsi air minum dengan meteran air.
• Apabila ada perubahan konsumsi air, segera cek. Seperti juga jika ada kebocoran, water flow tak sesuai, nipple terlalu tinggi/rendah, saluran air mampet, ayam sakit dan lain sebagainya.

Konstruksi
Konstruksi bangunan kandang direkomendasikan menggunakan konstruksi rangka besi. Hal ini bertujuan untuk mengambil keuntungan dari masa manfaat bangunan yang relatif lebih panjang, diperkirakan mampu mencapai 20 tahun. Selain itu bertujuan untuk meminimalkan risiko kerusakan bangunan akibat hama, tiupan angin, banjir dan fenomena alam lainnya. (NDV)

INDUSTRI KALKUN RUSIA SEMAKIN DEKAT MENJADI NO 1 DUNIA PADA TAHUN 2021

Terlepas dari rekor pertumbuhan biaya produksi dan situasi epizootic yang memburuk, industri kalkun Rusia pada tahun 2021 menjadi sektor peternakan dengan pertumbuhan tercepat di negara itu dan salah satu dari 5 pemimpin dunia dalam produksi daging kalkun.

Total volume produksi daging kalkun di Rusia pada tahun 2021 di semua kategori peternakan meningkat sebesar 22,67% sepanjang tahun dan berjumlah 400.133 ton dalam berat pemotongan.

Mempertimbangkan dinamika produksi dan pasar daging kalkun di Uni Eropa, AS, Brasil, dan negara-negara lain, hasil tahun 2021 membawa industri kalkun Rusia sangat dekat dengan tempat pertama di Eropa dan kedua di dunia, setelah Amerika Serikat.

DI TENGAH PANDEMI INDONESIA EKSPOR TELUR TETAS KE MYANMAR

Ekspor telur tetas Final Stock (HE FS) layer strain ISA Brown ke Myanmar. (Foto: Istimewa)

Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) memberikan apresiasi pelaku usaha yang terus melakukan peningkatan ekspor di tengah pandemi COVID-19.

“Üpaya yang dilakukan para pelaku usaha ini tentu sejalan dengan program Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendorong peningkatan ekspor. Di tengah pandemi saat ini ekspor komoditas peternakan Indonesia tumbuh positif dan mampu menembus pasar internasional ke-97 negara,” ujar Dirjen PKH, Nasrullah, di Jakarta, Rabu (16/2).

Ia menyampaikan itu setelah PT Intama Taat Anugerah kembali melakukan ekspor telur tetas Final Stock (HE FS) layer strain ISA Brown ke Myanmar, Jumat (11/2).

Berdasarkan data BPS, kinerja ekspor komoditas peternakan 2021 tercatat senilai USD 1 miliar atau setara Rp 15,1 triliun. Menurut Nasrullah, hasil ini apabila dibandingkan periode yang sama pada 2020 (YoY) meningkat sebesar 11,94%. “Pertumbuhan ini melebihi angka pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya sebesar 3,69%,” ucap dia. 

“Dengan adanya program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks), kami targetkan pertumbuhan ekspor peternakan pada 2024 naik 300% menjadi 1,9 miliar USD atau setara Rp 27 triliun ke 100 negara tujuan.”

Sementara di tempat terpisah, Direktur Utama PT Intama Taat Anugerah, Tjandra Srimulianingsih, menyampaikan pelepasan pengiriman HE FS layer strain ISA Brown ke Myanmar sebanyak 30.000 butir.

Ia pun memberi apresiasi karena di tengah kasus COVID-19 yang semakin meningkat, dipermudah proses perizinan sehingga dapat melakukan ekspor ke Myanmar. PT Intama Taat Anugerah merupakan salah satu unit usaha dari Taat Indah Bersinar Group, dimana usahanya meliputi pembibitan ayam kampung jenis KUB-2, pembibitan ayam petelur (layer), dan penetasan telur (hatchery).

“Seperti kita ketahui bersama, Myanmar sebagai salah satu negara di Asia yang sangat membutuhkan banyak suplai telur karena keterbatasan produksi dalam negeri mereka,” kata Tjandra.

Tidak hanya Myanmar, kata dia, negara di kawasan Asia lainnya juga bisa dijadikan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan nilai ekspornya. Perlu kerja sama berbagai pihak untuk dapat merealisasikannya. “Dukungan pemerintah sudah kami rasakan betul dalam meningkatkan nilai ekspor produk peternakan,” pungkasnya. (INF)

NUTRICELL BERI PENGHARGAAN KEPADA STAKEHOLDER PETERNAKAN RAMAH LINGKUNGAN

Direksi Nutricell berfoto bersama penerima penghargaan
(Sumber : CR)

Acara pelepasan ekspor yang berlangsung pada Selasa (15/2) yang lalu oleh PT Nutricell Pasific kian terasa spesial. Pasalnya mereka juga memberikan penghargaan kepada beberapa perusahaan yang dinilai memiliki komitmen mewujudkan sistem peternakan yang ramah lingkungan dalam hal penurunan produksi gas rumah kaca dan resistensi antimikroba.

Suaedi Sunanto selaku CEO PT Nutricell Pacific mengatakan bahwa penghargaan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian Nutricell terhadap sektor peternakan yang ramah lingkungan, ini juga merupakan hasil kajian dari Nutricell bersama dengan IPB University.

"Kami menggandeng IPB University dalam melakukan penilaian dan menentukan kriteria apa saja yang harus dipenuhi oleh perusahaan tersebut. Kami sangat mengapresiasi komitmen mereka dalam mewujudkan peternakan yang ramah lingkungan," tutur Suaedi.

Adapun dua kategori penghargaan yang diberikan yakni Green House Gas Awareness yang dipersembahkan kepada peternak / instansi yang bergerak di sektor peternakan ruminansia khususnya sapi perah beserta komponen penunjangnya. Katehori kedua yakni Antibiotic Awareness yang dikhususkan kepada peternak / instansi yang bergerak di sektor perunggasan yang peduli dan peka terhadap penggunaan antimikroba yang baik, benar, dan bertanggung jawab.

Berikut adalah list penerima penghargaan kategori Green House Gas Emission Awareness yakni PT Greenfields Indonesia, PT Rafles Pacific Harvest, PT Agrijaya Prima Sukses, PT Global Dairy Alami, PT Nestle Indonesia, dan PT DSM Nutritional Products Indonesia. Sedangkan kategori Antibiotic Awareness diberikan kepada PT Sreeya Sewu Indonesia, PT Kerta Mulya Saripakan, dan PT Sumber Inti Harapan. 

Dekan Fakultas Peternakan IPB University Idat Galih Permana, yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan akan pentingnya industri peternakan yang ramah lingkungan.

"Sekarang ini industri peternakan dikambing hitamkan sebagai industri yang tidak ramah lingkungan baik dari segi emisi gas rumah kaca maupun penggunaan antimikroba yang serampangan dan menyebabkan kekhawatiran resistensi antimikroba. Oleh karenanya kami bersama Nutricell peduli akan hal ini dan berupaya terus untuk mewujudkan industri peternakan yang ramah lingkungan, dan mereka - mereka yang telah berkomitmen tentunya layak diberikan apresiasi yang setinggi - tingginya," kata Idat.

Idat juga mengajak kepada seluruh stakeholder di industri peternakan apapun jenis ternaknya agar tetap berkomitmen dan konsisten menjaga keberlangsungan lingkungan hidup. Hal ini karena sustainability dari usaha peternakan juga akan tergantung dari keadaan lingkungan yang baik. Ia juga berharap agar semakin banyak stakeholder yang tergerak untuk membangun sistem peternakan yang efisien, berkelanjutan, dan tentu saja ramah lingungan. (CR)

ODICOFF, UPAYA KEMENTAN PROMOSIKAN PRODUK PERTANIAN KE SELURUH DUNIA

Sambutan Mentan pada acara pelepasan ekspor di Tangsel (15/2)
(Sumber : CR)


Ekspor produk feed supplement untuk hewan yang dilepas PT Nutricell pada (15/2) yang lalu merupakan bentuk kerjasama yang apik antara Kementerian Pertanian bersama pihak swasta melalui program ODICOFF (One Day with Indonesian Coffee, Fruits, and Floriculture),  yang diselenggarakan di 10 negara Eropa pada tahun 2021 lalu.

 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan ODICOFF merupakan salah satu upaya Kementan untuk meningkatkan ekspor komoditas pertanian melalui kegiatan promosi dan pameran. Menurutnya, Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh masyarakat dunia yang melirik produk asli Indonesia.

 

"Karena itu kami ucapkan selamat atas terealisasinya ekspor pada hari ini, berarti semua yang telah diupayakan bersama telah membuahkan hasil yang baik. Dengan berbagai upaya ini, termasuk juga program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (GRATIEKS), pertumbuhan nilai ekspor peternakan pada tahun 2024 bisa naik 300 persen menjadi 1,9 miliar dolar AS atau setara Rp 27 triliun ke 100 Negara tujuan," kata SYL saat melepas ekspor pakan ternak hasil produksi salah satu perusahaan swasta di Pergudangan Taman Tekno, Tangerang Selatan.


Ke depan, kata SYL, Indonesia harus mampu menjadi rujukan produk ekspor dunia karena memiliki kualitas tinggi. Apalagi saat ini Kementan sudah menerapkan berbagai kecanggihan teknologi dan mekanisasi dalam setiap budidaya dan produksi.

"Indonesia harus bisa tampil di dunia dengan mengandalkan kemampuan-kemampuan dari hasil komoditi pertanian yang banyak dan di butuhkan oleh dunia, saya kira itu langkah yang kita capai hari ini," katanya.


Dalam kesempatan yang sama, CEO PT Nutricell Pacific, Suaedi Sunanto menyampaikan terimakasih atas arahan dan pendampingan Kementan terhadap jalanya ekspor peternakan di awal tahun 2022. Menurutnya, keberhasilan ekspor ini merupakan terobosan Kementan dalam memberikan fasilitas kepada para pelaku industri untuk memperluas pasar ekspor. Termasuk upaya Kementan pada kegiatan ODICOFF.

 

"Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Menteri (SYL) karena kami selalu pengusaha telah diikutsertakan dalam misi promosi produk obat dan nutrisi hewan ke negara Denmark (Eropa) dan Uni Emirat Arab (Timur Tengah)," kata Suaedi.


Sementara itu Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah yang turut hadir mengatakan bahwa Indonesia berhasil mencatat kerja sama dan kontrak dagang berupa Memorandum of Understanding (MoU) dan Letter of Intent (LoI) untuk memasarkan komoditas pertanian Indonesia di tahun 2022 senilai Rp 94,4 miliar.

 

"Terima kasih kepada pelaku usaha peserta ODICOFF lainnya yang telah ikut berpartisipasi dalam acara ODICOFF dan telah turut mendorong pencapaian GRATIEKS," tuturnya kepada Infovet. (CR)



 


LAGI, NUTRICELL KEMBALI EKSPOR PRODUKNYA KE BENUA BIRU !


Mentan SYL melepas kontainer milik PT Nutricell Pacific 
(Sumber : CR)


Selasa 15 Februari 2022 PT Nutricell Pacific kembali melepas ekspor produknya di Komplek Pergudangan Taman Tekno, Tangerang Selatan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, turut hadir meresmikan acara seremonial pelepasan ekspor tersebut. 

CEO PT Nutricell Pacific Suaedi Sunanto dalam sambutannya mengatakan bahwa ini adalah kesekian kalinya produk Nutricell berhasil menembus pasar dunia, dirinya pun menuturkan rasa bangga dan terima kasihnya terhadap semua pihak yang telah bekerja keras dalam mewujudkan hal tersebut.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kelancaran ini, saya sadar bahwa semua ini adalah hasil kerja keras dari kita semua stakeholder, mudah - mudahan kami bisa terus berkontribusi untuk negeri ini melalui produk kami," tutur Suaedi.

Bicara soal angka, ekspor Nutricell kali ini berhasil menembus angka 1 juta euro dengan volume ekspor mencapai 13 metrik ton atau sekitar 16,3 miliar rupiah. Produk yang diekspor merupakan feed supplement Nutrifat Ca-84 yang beberapa waktu lalu juga berhasil menembus pasar Korea Selatan. Pada pelepasan ekspor di hari itu kontainer yang dilepas bernilai setengah miliar rupiah. 

Pada kesempatan yang sama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas pencapaian yang diraih Nutricell. Pria yang akrab disapa SYL tersebut juga menyampaikan bahwasanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak 2019 ternyata membawa berkah bagi produk - produk pertanian Indonesia. 

"Selama dua tahun pandemi Covid-19 ini melanda tanah air, produk ekspor hasil pertanian RI tetap memberikan kontribusi yang positif. Sektor pertanian tetap tumbuh sebesar 16,4 persen. Sektor lain turun bahkan minus. Ternyata tahun ini tembus Rp625 triliun ekspor kita," jelasnya. (CR)


TAIWAN MELARANG KANDANG UNTUK BEBEK PETELUR

Taiwan telah melarang peternakan kandang baterai baru untuk bebek petelur. Ini adalah negara pertama di dunia yang diyakini mengeluarkan larangan semacam itu.

Statistik Dewan Pertanian melaporkan bahwa ada 2,16 juta bebek petelur (kebanyakan varietas Brown Tsaiya) di sekitar 400 peternakan di Taiwan. Bersama-sama, bebek-bebek ini bertelur sekitar 400-500 juta telur per tahun dan menghasilkan industri telur bebek lokal dengan pendapatan lebih dari USD$60 juta per tahun.

Sebagian besar dari itik petelur ini ditempatkan di luar kandang namun, semakin banyak produsen yang mengurung ternak mereka di kandang. Menurut perkiraan oleh Environment and Animal Society of Taiwan (EAST), sekitar 400.000 itik petelur (20%) dipelihara di kandang di Taiwan pada akhir 2019. (via poultryworld.net)

KENDALA BETERNAK DAN INOVASI MASA MENDATANG

Banyak peternak yang masih terkendala dengan usaha peternakannya. (Foto: Istimewa)

Pada webinar “Kendala-kendala Dalam Beternak dan Inovasi Peternakan di Masa Mendatang,” yang diselenggarakan Ternaknesia beberapa waktu lalu, Ridwan Munir, dari Bogoatta (Bogor Goat Ettawa) mengatakan bahwa peternak mempunyai kendala baik internal maupun eksternal.

Kendala Internal dan Eksternal
Faktor internal yang sangat berpengaruh adalah pengetahuan terhadap bibit ternak. Menurut Ridwan peternak ruminansia kecil kadang tidak paham mengenai bibit khusus untuk pedaging, susu, kontes, ataupun untuk kopulasi.

Pada manajemen hulu dan hilir kadang peternak ingin menguasai semuanya, dari pembuatan pakan hingga penjualan. Padahal masing-masih bidang membutuhkan spesifikasi atau keahlian khusus.

“Kemudian hasil ternaknya ingin diolah sendiri ini akhirnya waktunya terbuang, yang harusnya misal fokus harus menjaga ternak jadi terbengkalai karena ada kegiatan lain,” kata Ridwan.

Masalah mentalitas terutama anak-anak muda, mereka tidak suka dengan dunia peternakan karena dianggap low benefit, kurang bergengsi, harus kotor dan kepanasan.

Faktor eksternal antara lain izin usaha, legalitas, pasar hasil ternak, lahan peternakan, stabilitas harga dan efisiensi pakan berkualitas.

Banyak peternak yang masih terkendala dengan usaha peternakannya karena kepemilikan lahan yang terbatas, hanya ada di lahan pekarangan. Karena tidak ada izin usaha dan legalitas produk hasil usaha peternakan tidak bisa didistribusikan lebih jauh.

“Kualitas serta kontinuitas pakan perlu diperhatikan karena akan memengaruhi produktivitas,” terang Ridwan. “Untuk menghasilkan produk berkualitas pakan menjadi utama. Kalau pakan masih asal-asalan yang penting kambing kenyang tidak dihitung nutrisinya, tidak dihitung efeknya terhadap kesehatan akan memengaruhi kualitas susu.”

Hasil ternak ruminansia kecil memiliki pasar lebih spesifik, cara membidik pasar harus dilakukan dengan baik. Konsumen mau membeli produk hasil ternak dengan harga cukup tinggi jika kualitasnya bagus dan manfaatnya terasa.

Sementara untuk teknologi hulu maupun hilir pada ruminansia kecil cenderung kurang diperhatikan. Masih cukup mahal dan belum terjangkau, solusinya bisa dengan membeli secara patungan.

Ridwan menyarankan untuk efisiensi dan manajemen kandang sebaiknya bekerjasama dengan para ahli. Menurutnya, universitas adalah gudang ilmu yang tidak boleh diabaikan peternak. Pengolahan produk sebaiknya menerapkan HACCP meskipun belum mempunyai sertifikasinya. Selain itu ia juga menyarankan pemasaran online agar peternak bekerja sama dengan pihak yang kompeten dan tidak dikerjakan sendiri.

Belajar dari Negara Maju
Sementara itu Drh Deddy Fachruddin Kurniawan dari Dairy Pro Indonesia, menjelaskan di Indonesia terdapat tiga macam peternak. Pertama, peternak mikro yang secara ekonomi dan pendidikan biasanya menengah ke bawah. Semua pekerjaan beternak dikerjakan sendiri, dari mencari rumput, memerah susu, hingga penjualan.

Kedua, peternak kelas menengah yang secara ekonomi dan pendidikan biasanya menengah ke atas. Peternakan ini bukan pekerjaan utamanya, mereka tahu cara bisnis tetapi minim pengetahuan tentang bagaimana mengelola peternakan secara teknis. Biasanya sudah memiliki mindset sebagai seorang entrepreneur.

Ketiga, peternak korporasi yaitu peternakan yang sudah berbentuk perusahaan. Standar-standar pengelolaan sebuah perusahaan dengan berbagai aspek teknisnya termasuk bagaimana mengelola peternakannya diterapkan. Banyak prosedur dan performa indikator yang diterapkan.

“Di Indonesia sekitar 85-86% mungkin hampir 90% micro farmer. Corporate farmer tidak lebih dari 6-8%, sisanya sekitar 5-6% middle class farmer,” kata Deddy. “Jumlah middle class farmer semakin ke sini semakin banyak, micro farmer semakin sedikit, corporate farmer semakin banyak. Maka kita tidak bisa menyamaratakan berbagai macam inovasi sistem untuk semua modelnya.”

Deddy memaparkan, di negara maju bisnis terkuat di bidang pertanian dan peternakan bentuk organisasinya berupa koperasi. Misalnya es krim Campina di Belanda adalah sebuah koperasi, susu Anlene di New Zealand adalah sebuah koperasi bernama Fonterra.

Indonesia dalam peternakan masih tertinggal jauh dengan New Zealand dan Amerika Serikat. Di Amerika produksi susu dari 1940-an hingga 2010 naik lima kali lipat dengan jumlah sapi turun hingga seperempatnya. Hal itu bisa terjadi karena adanya mindset, inovasi, teknologi dan solusi terintegrasi.

“Jadi solusinya tidak bisa sendiri-sendiri. Solusi integrasi yang kita butuhkan dan ini tidak bisa diselesaikan dalam diskusi dua jam, tapi minimal memberikan inspirasi,” tutur Deddy. “Kita lihat cara USA dan New Zealand, kita perlu memformulasikan dalam bahasa kita di Indonesia tapi kita perlu memutuskan fokus kita apa.”

Deddy berharap teknologi pemerahan, pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan reproduksi, pembuatan produk yang lebih efisien, pakan dan lainnya, dibuka semua ke peternak. Karena di Indonesia masih ada gap antara seorang yang paham/ilmuwan dengan peternak. Peternak dan akademisi harus disambungkan seintensif mungkin. Peternak harus dipaksa untuk pintar, yang akan membuat mereka terbuka dengan informasi.

Koperasi yang menaungi peternak sebaiknya juga memiliki business mindset, jangan hanya sebagai penyambung lidah antara peternak dengan industri, namun juga memiliki power.

Deddy menyoroti di Indonesia peternak, pengepul, koperasi, industri, hingga penjualnya adalah orang-orang yang berbeda. Maka struktur satu dengan struktur lainnya bisa saling menekan karena masing-masing menginginkan keuntungan sendiri.

Sementara di negara maju untuk jadi peternak tidak bisa langsung, peternak harus terintegrasi dengan pabrik, harus memiliki saham di pabrik. Sehingga peternak berkumpul dalam sebuah wadah koperasi membuat pabrik, sehingga ketika pabrik untung peternaknya pasti untung. Peternak fokus di kompetensinya sebagai peternak tetapi tidak ditekan oleh struktur di atasnya, baik koperasi maupun pabrik. Di Indonesia perlu diciptakan bagaimana mengintegrasikan peternak sampai ke industri supaya semua bisa saling support.

Deddy menceritakan sebelum menjadi eksportir sapi 1950-an, Australia adalah importir sapi. Negara itu kemudian fokus pada integrated database memastikan datanya akurat dan top down. Dalam waktu singkat yaitu sekitar 1970-1980, Australia menjadi eksportir. Sedangkan di Indonesia data dinilai masih kurang tepat akurasinya.

Realtime integration juga penting dilakukan. Menyambungkan antara peternak, bisnis transportasi, hingga legalitas dan standarisasi secara realtime. Genetik hewan ternak juga harus di-record dengan baik sehingga mudah untuk mengetahui genetik yang bagus dan tidak. Untuk melakukan recording diperlukan identifikasi ternak (animal ID) yang baik.

Selain itu, detecting tools juga menjadi inovasi yang penting. Agar beternak menjadi lebih praktis karena berbagai permasalahan bisa terdeteksi dengan cepat dan mudah. “Di luar sana banyak tools diciptakan hanya untuk satu tujuan yaitu deteksi birahi, sehingga mereka mengalami efisiensi reproduksi yang luar biasa,” terang Deddy.

Di Indonesia untuk mendapatkan pejantan yang proven butuh paling tidak tujuh tahun. Negara maju sudah menciptakan DNA proven sehingga bisa mengidentifikasi DNA yang terbaiknya untuk pedet yang usianya baru dua minggu.

“Peternak butuh bantuan bagaimana mengelola manajemen. Jadi peternak itu sudah berat kalau disuruh memikirkan bagaimana manajemen kesehatannya. Jangan disuruh membuat laporan rutin karena bukan kompetensinya, tapi mereka butuh batuan cara mengetahui bagaimana peternakannya ini sudah benar. Para ahli bisa kita sambungkan dengan peternak untuk melakukan hal itu, kalau peternak disuruh melakukan sendiri tidak bisa,” pungkas Deddy. (NDV)

PEMBENTUKAN TIM KAJIAN PENATAAN PERUNGGASAN NASIONAL

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) membentuk Tim Kajian Penataan Perunggasan Nasional. Susunan keanggotaan tim tertuang di dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor: 15065 / KPTS / OT . 050 / F / 12/ 2021 yang ditetapkan pada 16 Desember 2021.

Pembentukan Tim Kajian Penataan Perunggasan Nasional ini dalam rangka menganalisa serta mendiskusikan penataan perunggasan nasional sebagai upaya penyelesaian persoalan ketersediaan ayam ras, pola usaha budidaya ayam ras dan produksi nasional. Tim kajian ini terdiri dari anggota-anggota yang berunsur dari pemerintah, asosiasi, akademisi, badan eksekutif mahasiswa dan praktisi.

Berikut susunan keanggotaan Tim Kajian Penataan Perunggasan Nasional Tahun 2021:

I. PENGARAH

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan

II. PELAKSANA

KETUA: Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak

SEKRETARIS: Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner

ANGGOTA:

Kementerian Pertanian

  1. Direktur Pakan
  2. Direktur Kesehatan Hewan
  3. Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan
  4. Koordinator Substansi Unggas dan Aneka Ternak

Kementerian Perdagangan

  1. Drs Isy Karim, MSi
  2. Nawandaru Dwi Putra, SH, MH

Kemenko Perekonomian

  1. Muhamad Mawardi, SPt, MT
  2. Riana Sri Hastuti SKH

Badan Pusat Statistik

  1. Dr Rustam, SE, MSE
  2. Achmad Dahlan, SSi, MSi

Akademisi

  1. Dr Ir Asep Anang, MSi
  2. Prof Dr Arief Daryanto, MSi

Badan Eksekutif Mahasiswa

  1. Lendri Pitrah Rhomadhoni (BEM Fapet Unpad)
  2. Yussup Supriatna (Ketua BEM Fapet Unsoed)
  3. Leon Alvinda Putra (Ketua BEM UI)
  4. Rizky Al Farizis (Korwil BSBJ BEM SI (Kerakyatan))

Asosiasi

  1. Singgih Januratmoko (Ketua PINSAR)
  2. Heri Darmawan (Ketua GOPAN)
  3. Yudianto Yosgiarso (Ketua PPN)
  4. Ahmad Dawami (Ketua GPPU)
  5. Ir Didiek Purwanto, MM, IPU (Ketua Umum ISPI)
  6. Tomi Kuncoro (Ketua ARPHUIN)
  7. Drh M Munawaroh, MM (Ketua Umum Pengurus Besar PDHI)

MENINGKATNYA KETEGANGAN GEOPOLITIK MELUKAI UKRAINA

Suasana panik atas kemungkinan konflik antara Rusia dan Ukraina dapat berdampak negatif terhadap perekonomian Ukraina. Investor asing mulai mempertanyakan apakah mereka harus memasukkan uang mereka ke negara tersebut, Yuri Kosyuk, ketua produsen daging ayam pedaging terbesar di Ukraina, MHP, mengatakan.

Iklim investasi negatif dapat memperlambat perkembangan ekonomi Ukraina, kata Kosyuk, seraya menambahkan bahwa segala sesuatunya diperkirakan tidak akan cukup kuat untuk menyebabkan gangguan pasokan apa pun.

Kosyuk menyatakan keyakinannya bahwa ketakutan atas kemungkinan perang antara Rusia dan Ukraina jelas dilebih-lebihkan, dan tidak ada perang yang akan benar-benar terjadi.

Selama konferensi pers pada 28 Januari, Presiden Ukraina Volodymir Zelensky memperkirakan bahwa negara itu kehilangan sekitar US$12,5 miliar karena laporan yang memperingatkan tentang risiko tinggi perang penuh antara Rusia dan Ukraina. Zelensky mengakui bahwa dia menganggap ancaman perang di perbatasan timur tinggi tetapi tidak lebih tinggi daripada selama musim semi 2021.

INGGRIS TERTINGGAL DARI UNI EROPA SOAL ATURAN ANTIBIOTIK

Save our Antibiotics group telah meminta pemerintah Inggris untuk memastikan aturan antibiotik di peternakan setidaknya sama baiknya dengan yang ada di seluruh Uni Eropa.

Undang-undang baru yang diperkenalkan pada 28 Januari di seluruh UE menunjukkan bahwa peraturan Inggris berbeda dan lebih lemah daripada peraturan UE, meskipun pemerintah sebelumnya mengumumkan di parlemen bahwa mereka berencana untuk menerapkan aturan serupa.

Save Our Antibiotics telah menyoroti 4 area di mana aturan Inggris sekarang jauh di belakang aturan UE:

  • Pemberian antibiotik kepada hewan ternak secara rutin di Inggris masih legal, tetapi ini ilegal di UE.
  • Perawatan kelompok pencegahan hewan ternak legal di Inggris tetapi ilegal di UE.
  • Inggris masih dapat mengimpor hewan yang diproduksi dengan promotor pertumbuhan antibiotik secara legal sementara ini tidak dapat dilakukan di UE.
  • Dokter hewan dan peternak Inggris dapat memberikan antibiotik kepada hewan ternak untuk mengkompensasi peternakan yang tidak memadai, kurangnya perawatan atau kebersihan yang buruk, tetapi ini sekarang ilegal di UE.

PERINGATAN DIES NATALIS KE-56 FAPET UNSOED

Foto bersama usai pemberian hadiah kepada para pemenang lomba dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-56 Fapet Unsoed. (Foto: Infovet/Ridwan)

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) atau Dies Natalis ke-56 Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), diselenggarakan kegiatan Orasi Ilmiah dan Tasyakuran secara luring di Ruang Seminar I Fapet Unsoed dan daring, Kamis (10/2/2022).

Mengusung tema “Kolaborasi untuk Prestasi”, kegiatan ini bekerja sama dengan berbagai pihak terkait. Hal tersebut seperti disampaikan Ketua Panitia, Ir Nunung Noor Hidayat MP. “Dalam memperingati Dies Natalis kami melaksanakan berbagai kegiatan, diantaranya melaksanakan malam Tirakatan dan beberapa kegiatan lomba,” ujarnya.

Lebih lanjut, “Kita juga akan melaksanakan kegiatan seminar nasional, temu wicara, pengabdian masyarakat yang masih kita opsionalkan mengingat pandemi, serta kegiatan ekspo untuk menampilkan karya seni dan penelitian bagi para dosen dan mahasiswa. Itulah serangkaian kegiatan yang sudah dan akan kita laksanakan dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-56 ini.”

Kegiatan Orasi Ilmiah dan Tasyakuran yang dimulai pukul 08:30 WIB, menghadirkan Dekan Fapet Unsoed, Dr Triana Setyawardani SPt MP dan Rektor Unsoed Prof Suwarto yang turut memberikan sambutan.

“Tahun ini kita laksanakan Dies Natalis yang sederhana namun berjalan hikmat, seraya menatap harapan baru dengan tema yang sangat menginspirasi untuk meraih prestasi harus melakukan kolaborasi,” ujar Triana.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan Orasi Ilmiah dari Prof Dr Ir Dattadewi Purwantini MP mengenai Karakteristik Genetik terkait Prolactin Gene Berbasis SNP pada Itik Tegal dan Magelang serta Persilangannya. “Semoga ini bisa dimanfaatkan dan sebagai sharing ilmu bagi kita semua,” tutur Dattadewi.

Acara kemudian dilanjut dengan pengumuman Lomba Kebersihan dengan kategori Ruang Dosen diraih Ruang Pemuliaan Ternak Terapan (Juara I), Ruang Sosial Peternakan (Juara II). Kategori Ruang Administrasi diberikan kepada Ruang Prodi Magister Peternakan (Juara I), Ruang Perpustakaan (Juara II). Kategori Ruang UKM diraih Ruang Lembaga Pers Mahasiswa (Juara I) dan Ruang ASAS (Juara II), serta pemberian cinderamata kepada para purna tugas. (RBS)

DATA PETERNAKAN SERING MEMBINGUNGKAN ? INI SOLUSINYA

 Berapakah sebenarnya konsumsi telur masyarakat Indonesia? Hasil survey ekonomi nasional menyebutkan 7 kg/kapita/tahun. Tapi Kemenko Perekonomian pernah menyebut 18  kg/kapita/tahun. Mana yang betul?

Data BPS menyebutkan produksi telur ayam nasional bisa naik 211% dalam setahun. Benarkah?

Pertanyaan-pertanyaan ini diulas dalam presentasi Bambang Suharno di Kanal Youtube Majalah Infovet. Silakan simak dan kasih komentar. 

Kanal Youtube Infovet adalah saluran informasi baru Majalah Infovet sebagai bentuk upaya peningkatan pelayanan Majalah Infovet kepada pembaca. Marketing Manager PT Gallus Indonesia Utama yang juga Wakil Pemred Infovet Darmanung Siswantoro mengatakan, kanal Youtube Majalah Infovet menyajikan rekaman presentasi narasumber webinar yang diselenggarakan Majalah Infovet dan GITA Organizer beserta mitra-mitranya antara lain webinar outlook bisnis peternakan yang diselenggarakan ASOHI (Asosiasi Obat Hewan Indonesia), edukasi ayam dan telur dan sebagainya.


"Kami tidak menyajikan rekaman webinar secara utuh karena berpotensi membosankan penonton, jadi kami tampilkan video per narasumber dalam sebuah seminar. Dari rekaman webinar outlook bisnis peternakan, Anda bisa memilih presentasi Ketua umum ASOHI, GPPU, GPMT, Pinsar Indonesia, PPSKI, HPDKI atau pimpinan asosiasi lainnya dalam sesuai kebutuhan Anda," ujarnya.

Direncanakan para narasumber dan penulis majalah Infovet juga akan diajak untuk berkontribusi dalam memperkaya konten Yotube Majalah Infovet.

Kanal Youtube majalah Infovet dikelola oleh Dwijo Weliyanto bersama tim yang juga mengelola Youtube Majalah Cat & Dog.

Silakan subrcribe Kanal Youtube Majalah Infovet agar selalu mendapatkan update informasi terkini.

Anda yang mau berkontrubusi mengisi kanal Youtube Majalah Infovet atau memberi saran, hubungi 0813 1069 6307 (dwijo)


CHINA TANGGUHKAN IMPOR AYAM DARI 2 FASILITAS BRASIL

Pemerintah China tidak mengatakan apa pun tentang alasan penangguhan impor daging ayam dari 2 fasilitas pemrosesan Brasil, yaitu Bello Alimentos, di kota Itaquiraí, di Mato Grosso do Sul, dan Sao Salvador Alimentos, di Itaberaí, di negara bagian Goias.

Administrasi Umum Bea Cukai China (GACC) menerbitkan pembatasan ini pada hari Senin, 31 Januari, tanpa informasi mengenai kapan bisnis dapat dilanjutkan atau alasan keputusan tersebut.

Kementerian Pertanian, Peternakan, dan Pasokan Brasil (Mapa) mengkonfirmasi penangguhan tersebut dan menyoroti, bagaimanapun, bahwa mereka tidak setuju dengan keputusan yang diadopsi oleh otoritas kesehatan China.

Menurut pernyataan itu, Brasil akan menyajikan informasi teknis untuk membalikkan penangguhan kepada GACC, lembaga pemerintah China yang bertanggung jawab untuk memungkinkan perusahaan ekspor dan yang juga mengontrol barang di bea cukai.

PENGERTIAN BIOSEKURITI DI PETERNAKAN UNGGAS

Ilustrasi. (Sumber: Dok. IICA)

Apakah Biosekuriti Itu? (Bio = Hidup, Sekuriti = Perlindungan)
Biosekuriti terdiri dari seluruh prosedur kesehatan dan pencegahan yang dilakukan secara rutin di sebuah peternakan, untuk mencegah masuk dan keluarnya kuman yang menyebabkan penyakit unggas.

Biosekuriti yang baik akan berkontribusi pada pemeliharaan unggas yang bersih dan sehat dengan mengunakan sumber-sumber yang ada di peternakan, mengelola ternak unggas secara semestinya, menggunakan obat lebih sedikit, serta mengurangi kontaminasi.

Tujuan biosekuriti yang baik adalah untuk membangun dan mengintegrasikan beberapa usaha perlindungan yang dapat menjaga ternak unggas supaya tetap sehat. Biosekuriti yang baik menghasilkan kematian yang lebih sedikit pada unggas, penghematan yang cukup besar dalam biaya produksi serta pendapatan yang lebih tinggi bagi peternak unggas.

Selain itu penerapan biosekuriti juga untuk mengurangi risiko adanya penyakit di peternakan dengan cara memelihara higiene yang baik, keteraturan dan disiplin, memelihara lingkungan sekitar peternakan, mengendalikan hama, serta tindakan pencegahan lainnya.

Prosedur Biosekuriti Harus Baik
Penyakit unggas berpengaruh negatif terhadap keuntungan peternak dan bahkan kadang membahayakan kesehatan manusia. Peternakan unggas selalu berisiko terserang oleh penyakit yang mengakibatkan berkurangnya produksi daging dan telur, tergantung pada tingkat keparahan penyakit.

Ketika unggas dipaparkan pada kondisi lingkungan yang tidak sehat seperti panas yang berlebihan, kedinginan, kelembapan, amonia, suara bising, kekurangan air dan/atau pakan, tingkat ketahanan mereka terhadap penyakit menjadi berkurang, membuat ayam rentan terhadap penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur.

Biosekuriti adalah penerapan yang sangat berguna yang berperan pada perlindungan menyeluruh terhadap industri unggas dari wabah dan penyakit eksotis. Hal yang penting diingat dalam penerapan Biosekuriti adalah:

• Manusia adalah penyebar utama penyakit
• Sebanyak 90% dari kejadian penyakit unggas disebarkan dari satu peternakan ke peternakan lainnya oleh manusia, peralatan dan kendaraan yang telah terkontaminasi.
• Tenaga penjual produk-produk kesehatan hewan, pasokan unggas, pakan, peralatan dan lain sebagainya, berpindah dari satu peternakan ke peternakan lain, berbicara dengan para peternak unggas yang berbeda dan sering kali tidak mengambil tindakan pencegahan dengan membersihkan pakaian, sepatu dan kendaraan.
• Waspadai kehadiran pembeli unggas hidup dan kehadiran pembeli kompos dari kotoran unggas.
• Waspadai para pekerja peternakan unggas komersial yang memiliki unggas di pekarangan rumahnya sendiri.
• Penjaga gerbang atau peternak yang tidak melakukan prosedur sanitasi terhadap pengunjung seperti yang telah ditetapkan oleh peternakan.
• Pemilik peternakan unggas yang mengunjungi peternakan unggas lainnya.
• Penggunaan ulang karung yang sudah kosong, alas kandang dan wadah obat-obatan.
• Tidak melakukan proses pembuangan secara benar untuk unggas yang mati, membiarkan hewan lain memakannya, atau mengizinkan unggas mati untuk dijual.
• Jarak yang berdekatan antara peternakan unggas, khususnya unggas yang berbeda jenis.
• Unggas liar dari daerah berdekatan dan burung liar yang bermigrasi dari daerah yang jauh.
• Pembuangan atau penggunaan yang tidak semestinya dari kotoran unggas, alas kandang bekas pakai, bulu, boks anak ayam, jarum suntik, botol bekas vaksin dan lainnya.
• Sumber air (aliran air, kolam atau sungai) yang digunakan bersama-sama dengan peternakan unggas lain merupakan risiko besar untuk kontaminasi.
• Kehadiran hewan jenis lain di peternakan, seperti anjing, kucing, babi, kelinci, sapi, kuda, ayam-ayam pekarangan, ayam jago, bebek, angsa, burung kakak tua, merpati, kenari, puyuh, kalkun dan sebagainya.

Sebab suatu penyakit dapat menyebar antar kandang melalui manusia yang menjadi penyebar utama penyakit, ataupun melalui bangunan kandang unggas yang terlalu dekat satu sama lain, peralatan yang berpindah dari satu peternakan ke peternakan yang lain dan unggas yang berbeda umur dalam kandang yang sama, serta melalui serangga, kutu, binatang pengerat, burung dan binatang piaraan lainnya.

Pembagian 3 Zona pada Peternakan Terkait Biosekuriti
Adalah penting membagi peternakan menjadi tiga zona, yaitu zona merah, kuning dan hijau. Zona merah adalah zona kotor, batas antara lingkungan luar yang kotor, misalnya lokasi penerimaan dan penyimpanan egg tray/boks bekas telur, lokasi penerimaan tamu seperti pembeli ayam/telur, technical service, maupun pengunjung lain seperti tetangga atau peternak lain. Pada area ini kemungkinan cemaran bibit penyakit sangat banyak.

Penerapan 3 zona merah kuning, hijau untuk memudahkan isolasi dan pengaturan lalu lintas di lingkungan kandang. (Sumber: Dok. FAO)

Zona kuning merupakan zona transisi antara daerah kotor (merah) dan bersih (hijau). Area ini hanya dibatasi untuk kendaraan yang penting seperti truk ransum, DOC/pullet dan telur. Akses hanya diperuntukkan bagi pekerja kandang, lokasi tempat menyimpan egg tray/boks telur yang sudah bersih dan sudah diisi.

Zona hijau adalah zona bersih yang merupakan wilayah yang harus terjaga dari kemungkinan cemaran/penularan penyakit. Area ini merupakan kandang tempat tinggal ternak. Hanya pekerja kandang yang boleh masuk zona hijau. Untuk masuk ke wilayah ini, pekerja harus menggunakan alas kaki khusus zona hijau. Kendaraan tidak boleh masuk ke zona ini. Begitu pula dengan pengunjung, kecuali jika ada kepentingan khusus, misalnya tenaga vaksinasi (vaksinator) atau technical service yang ingin mengontrol kesehatan ayam dengan syarat harus bersedia mengikuti prosedur yang diterapkan di farm tersebut. ***

Dirangkum dari Buku Biosekuriti Peternakan Unggas (Gita Pustaka)

RUSIA KEMBALI DILANDA KEKURANGAN TELUR TETAS

Pembatasan impor baru yang diberlakukan terhadap sekelompok pemasok Eropa oleh pengawas hewan Rusia, Rosselhoznadzor, telah mengakibatkan kurangnya telur tetas di industri unggas Rusia, serupa dengan yang terlihat pada paruh pertama tahun 2021.

Harga rata-rata telur tetas di Rusia telah berlipat ganda selama beberapa bulan terakhir, mencapai 40 Rubel (US$0,55) per unit. Pada Januari 2022, permintaan telur tetas di Rusia melebihi pasokan hampir 30%, mendorong harga naik.

MARI CEGAH AI SEBELUM MERUGI

Vaksinasi akan berhasil apabila aplikasi dan waktu pemberiannya tepat. (Foto: Dok. Infovet)

Seperti layaknya penyakit infeksius lainnya yang disebabkan oleh virus, Avian Influenza (AI) tidak ada obatnya. Oleh karena itu upaya maksimal perlu diaplikasikan agar AI tidak beranjangsana di kandang, menyebar dan menghancurkan.

Ketika AI bersarang, pastinya akan sukar untuk dihadang. Oleh karena itu, peternak harus selalu siap menabuh genderang perang terhadap penyakit yang satu ini. Karena merupakan penyakit berbahaya, maka sistem keamanan kandang harus berjalan dengan baik.

Jangan Kompromi Biosekuriti
Pasti yang terlintas di benak peternak ketika mendengar kalimat aplikasi biosekuriti yang baik adalah mahal. Sebenarnya aspek biosekuriti tidak harus dan identik dengan hal tersebut. Catur Kuncara peternak layer di daerah Karanganyar, mengalami bagaimana wabah penyakit termasuk AI menggerogoti kandangnya. Kemudian ia mendapat pencerahan ketika tim FAO ECTAD Indonesia mengampanyekan biosekuriti tiga zona kepada peternak di Jawa Tengah.

“Saya awalnya enggak percaya, apa bisa cuma dengan kaya begitu? Tapi karena saya suka mencoba dan yakin bahwa semua yang disampaikan baik, saya jalankan. Hasilnya saya bersyukur ternyata farm jadi lebih aman,” tutur Catur.

Hal serupa dirasakan Robby Susanto, peternak layer yang sudah lebih dulu mengadopsi sistem biosekuriti tiga zona. “Awalnya sulit, karyawan bilang agak ribet, namun lama-kelamaan terbiasa dan performa lebih stabil ketimbang sebelumnya,” kata Robby.

Ia menilai bahwa sistem ini tidak mahal, contohnya ketika berpindah dari zona satu ke yang lain karyawan tidak menggunakan sepatu bot yang berbeda, ia hanya menggantikan sepatu bot dengan sandal jepit. Disinfektan yang digunakan juga sederhana, tidak yang bermerk lokal, hanya berupa pemutih pakaian yang dicampur 1:10 dengan air, selain itu penggunaan obat berupa antibiotik atau yang lainnya juga berkurang karena ayam jarang sakit.

Terkait performa, Robby mengatakan sebelum aplikasi biosekuriti… Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Januari 2022. (CR)

GELOMBANG PANAS MEMBUNUH 400.000 AYAM DI URUGUAY

Gelombang panas menewaskan sedikitnya 400.000 ayam di Uruguay pada pertengahan Januari, sebagaimana dikonfirmasi oleh Asosiasi Produsen Unggas Selatan (Apas).

Menurut Joaquim Fernandez, presiden Apas, ini mewakili antara 10% dan 20% dari produksi Uruguay. Fernandez mengatakan dia belum pernah melihat hal seperti ini selama lebih dari 43 tahun di sektor ini.

Inisiatif Belanda, Trees for Cows, telah menanam lebih dari 114.000 pohon sejak tahun 2000. Tujuan jangka panjang mereka adalah menciptakan banyak tempat sejuk dan teduh di dalam dan di sepanjang padang rumput bagi sapi perah untuk mencari tempat berteduh selama suhu ekstrem. Inisiatif ini mendesak para peternak untuk mulai menanam pohon sekarang untuk mendapatkan keuntungan dari mereka nanti.

BAGAIMANA KINI AI MENYERANG?

Gambaran patologi anatomi dan histopatologis AI. (Sumber: Mansour et al., 2018)

Avian Influenza (AI) dikenal sebagai suatu virus yang ganas serta menyerang tanpa ampun. Kini setelah belasan tahun berlalu, apakah AI masih sama ganasnya seperti dulu?

Mengingat Kembali AI
AI adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan, reproduksi, pencernaan dan saraf pada beberapa jenis unggas. Penyakit ini disebabkan virus yang termasuk dalam famili Orthomyxoviridae. Virus AI terbagi atas beberapa subtipe berdasarkan kemampuan antigenitas dua protein permukaannya, yaitu Hemagglutinin (HA) dan Neuraminidase (NA).

Hingga 2012 telah diidentifikasi terdapat 16 subtipe antingen Hx (H1-H15) dan 9 subtipe Nx (N1-N9) pada unggas. Protein Hx merupakan bagian penting dari virus untuk menempel pada tubuh ayam, sedangkan protein Nx berkaitan dengan kemampuan virus melepas virion (hasil replikasi) dari sel inang. Dari strukturnya, virus AI  merupakan virus yang memiliki amplop, sehingga sensitif terhadap semua jenis disinfektan tanpa pandang bulu.

Di Indonesia dikenal dua jenis AI yang menyerang unggas, yakni High Pathogenic Avian Influenza (HPAI) dan Low Pathogenic Avian Influenza (LPAI). Kedua jenis AI ini sama-sama menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak.

HPAI adalah AI subtipe H5N1 yang menyebabkan kematian tinggi pada unggas, sedangkan jenis lain tergolong LPAI yang beredar di Indonesia adalah subtipe H9N2. Dikatakan LPAI dikarenakan serangan tunggal oleh AI tipe ini tidak menimbulkan kematian tinggi namun menyebabkan penurunan produksi cukup signifikan.

Selain berdasarkan subtipenya, virus AI juga terdiri dari beberapa clade. Clade merupakan istilah standar dari World Health Organization (WHO) untuk mendeskripsikan keturunan, genetik, galur, atau kelompok virus influenza. Banyaknya clade virus AI di dunia termasuk yang bersirkulasi di Indonesia, beberapa clade dipecah lagi menjadi beberapa sub clade dan sub sub clade.

Virus AI H5N1 yang bersirkulasi di Indonesia termasuk ke dalam HPAI yang terbagi menjadi dua clade, yaitu 2.1.3.2 dan 2.3.2.1c, serta didominasi clade 2.3.2.1c sejak 2015. Penyakit AI pada unggas yang disebabkan virus AI H5N1 clade 2.1.3 telah berlangsung di Indonesia selama lebih dari 10 tahun. Setelah itu muncul clade baru 2.3.2. Hingga 2021 mayoritas kasus yang terjadi menunjukkan bahwa kasus H9N2 terus mendominasi dibanding H5N1. Virus H9N2 tersebut termasuk ke dalam galur Y280.

Tipe Serangan AI
Kerugian pada kasus AI disebabkan karena… Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Januari 2022. (CR)

KENAIKAN DALAM PRODUKSI DAN KONSUMSI UNGGAS DI GHANA

Produksi broiler dalam negeri diperkirakan hanya memenuhi sekitar 2% dari total permintaan daging ayam di Ghana, terutama karena meningkatnya biaya produksi. Tetapi daging ayam terus menjadi sumber protein hewani paling populer di negara ini dan peningkatan produksi terlihat.

Penurunan harga jagung setelah panen tahun 2021 telah membuat USDA memperkirakan produksi ayam pedaging domestik Ghana untuk MY2022 sebesar 60.000 mt. Ini adalah peningkatan 20% dibandingkan tahun 2021 (50.000 mt), yang merupakan penurunan sekitar 14% dibandingkan tahun 2020 (57.000 mt).

GAS MAHAL MENDORONG PRODUKSI UNGGAS UKRAINA BANGKRUT

Melonjaknya harga gas alam telah berkontribusi pada penutupan 20 peternakan ayam petelur dan 10 peternakan ayam pedaging di Ukraina, Sergey Karpenko, direktur umum serikat unggas Ukraina, mengatakan selama konferensi pers di Kyiv.

Pada awal 2020, produsen unggas Ukraina harus menghabiskan rata-rata 1,6 hryvnia (US$0,059) untuk memproduksi 1 kg daging broiler. Pada awal tahun 2021, angka ini meningkat menjadi 2,11 hryvnia (US$0,075), melonjak menjadi 6,4 hryvnia (US$0,23) pada bulan Desember, kata Karpenko, seraya menambahkan bahwa kenaikan ini dibarengi dengan kenaikan tajam harga pakan.

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer