-->

ASPEK KEAMANAN DAN KELAYAKAN DALAM TELUR TETAS INFERTIL

Telur, sumber protein hewani paling ekonomis yang dapat dikonsumsi sehari-hari

Beberapa hari belakangan harga telur ayam ras kembali anjlok. Harga terendah sempat menyentuh angka Rp. 19.000 perkilogramnya di tingkat pasar atau eceran. Salah satu penyebab yang menjadi kambing hitam turunnya harga telur adalah beredarnya telur tetas (HE) infertil hasil afkir.

Beragam pro dan kontra mewarnai beredarnya telur HE ini. Ada satu komentar menarik di pemberitaan media mainstream terkait telur HE, yakni layakkah telur HE ini untuk dikonsumsi?. Bahkan sebuah portal berita online mengatakan bahwa telur HE tidak layak dikonsumsi karena ditengarai lebih cepat busuk dan mengandung lebih banyak bakteri Salmonella.

Beragam infografis terkait perbedaan antara telur tetas dengan telur ayam konsumsi. Bahkan bisa dibilang infografis tersebut terkesan timpang sebelah, menyudutkan telur tetas tetapi tidak sesuai dengan kaidah ilmiah, terutama dari segi kelayakan konsumsi.

Menanggapi hal tersebut, pakar sekaligus staff pengajar Kesehatan Masyarakat Veteriner FKH IPB, Dr. Drh Denny Widaya Lukman ikut berkomentar. Menurutnya telur tetas (HE) masih aman dan layak dikonsumsi oleh manusia dan tidak membahayakan kesehatan konsumennya.

"Kita kan semua tahu kalau pangan asal hewan itu harus aman (safe) dan layak (suitable). Aman maksudnya tidak mengandung bahaya baik secara fisik, kimiawi, dan biologis. Layak artinya memiliki mutu yang baik, tidak bertentangan dengan kaidah agama, adat, dan budaya, serta memenuhi peraturan perundangan," tuturnya.

Untuk itu Denny mengatakan bahwa tidak benar kalau telur HE berbahaya dikonsumsi oleh manusia karena lebih banyak mengandung bakteri atau lebih cepat busuk. Hal ini tentunya juga berkaitan dengan biosecurity di breeding farm yang pastinya lebih ketat ketimbang peternakan komersil.

Namun begitu jika merujuk aspek kelayakan, telur HE tidak layak untuk dikonsumsi. Ia menyebutkan bahwa ada peraturan perundangan yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait telur HE. 

"Kalau tidak salah di Permentan No. 32 tahun 2017 pasal 13 ayat (4) menyebutkan bahwa telur HE GPS dan PS tidak boleh diperjualbelikan. Artinya, jika ada aktivitas jual - beli telur HE, itu adalah peraturan melanggar hukum. Bukan telurnya yang salah, tetapi si oknum penjuanya," tukas Denny.

Ia juga membandingkan telur HE dan telur ayam kampung. Dimana telur ayam kampung yang dikonsumsi oleh masyarakat kebanyakan juga merupakan telur yang fertil.

"Kan banyak masyarakat yang pelihara ayam kampung, terus ketika sudah bertelur lalu dikerami sama induk betinanya, kadang telurnya diambil terus dikonsumsi. Itu juga telur angkrem kan telur yang fertil, tidak masalah toh?," kata dia.

Terkait selebaran, infografis, atau data apapun yang dirasa berat sebelah ia menyarankan kepada pihak yang membuatnya agar melakukan klarifikasi terutama pada aspek mengandung bakteri lebih banyak, memiliki daya simpan lebih pendek, dan membahayakan konsumen.

Namun ia juga tidak mendukung agar masyarakat dibiarkan mengkonsumsi telur HE yang beredar di pasaran. Karena telur - telur tersebut sejatinya ilegal dan tidak boleh diperjualbelikan, bukan karena aspek kemanannya tetapi karena aspek kelayakannya. (CR)





MARAK PRODUK ILEGAL, KEMENTAN-PEMDA PERKUAT PENGAWASAN

Sempat heboh peredaran daging babi yang dipalsukan menjadi daging sapi. (Dok. Shutterstock)

Kementerian Pertanian mengajak dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, untuk memperkuat pengawasan dan pembinaan pelaku usaha yang memproduksi, mendistribusikan dan menjual pangan asal hewan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), I Ketut Diarmita, di Jakarta (13/5/2020), saat diminta menanggapi pemberitaan beredarnya daging celeng di Kabupaten Bandung dan juga telur infertil di beberapa daerah.

“Untuk mengantisipasi potensi penyimpangan peredaran produk hewan yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat, Kementan telah menerbitkan Surat Edaran Dirjen PKH Nomor: 0534/SE/TU.020/F5/04/2020 tentang penjaminan penyediaan produk hewan yang aman, sehat, utuh dan halal pada bulan Ramadan dan Idul Fitri 1441 Hijriah dan pada masa pandemi COVID-19,” ujar Ketut. 

Menurutnya, Ramadan dan Idul Fitri tahun ini terasa berbeda, karena dalam waktu yang sama masyarakat dihadapkan dengan pandemi COVID-19. Kebutuhan pangan asal hewan di masyarakat  perlu terus dijaga, mengingat kebutuhan sumber protein bagi masyarakat sangat penting untuk menjaga stamina dan kebutuhan daya tahan tubuh.

Terkait temuan daging babi yang dipalsukan dan dijual sebagai daging sapi di Bandung, Ketut menyampaikan bahwa proses hukum sedang berjalan. Saat ini sudah masuk ke tahap penyidikan Ditreskrim Polresta Bandung.

“Kami apresiasi kepolisian secara cepat mengungkap penyimpangan ini. Saya ingatkan pelaku usaha, praktik pemalsuan ini dapat dipidana penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal 10 miliar menurut  UU No. 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan," tegasnya.

Sementara adanya peredaran telur infertil, Ketut menegaskan Peraturan Menteri Pertanian No. 32/2017 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi, secara tegas mengatur bahwa pelaku usaha integrasi, pembibit GPS, pembibit PS, pelaku usaha mandiri dan koperasi, dilarang memperjualbelikan telur tertunas dan infertil sebagai telur konsumsi. 

Ia mengingatkan berhati-hati dalam memilih produk hewan untuk konsumsi keluarga. Jangan mudah tergiur harga murah dan sebaiknya membeli produk hewan di tempat penjualan (ritel) yang terdaftar, diakui dan tersertifikasi oleh pemerintah daerah setempat.

“Kita lakukan pengawasan keamanan produk hewan ini dengan memperkuat kerjasama dan koordinasi bersama aparat penegakan hukum,” pungkasnya. (INF)

KERJASAMA GREAT GIANT FOODS, SIERAD PRODUCE DAN REDKENDI SALURKAN 25.000 PAKET MAKANAN

Seremoni penyerahan bantuan ke Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia (Foto: Istimewa)




PT Sierad Produce Tbk bekerjasama dengan Great Giant Foods (GGF) dan RedKendi menyalurkan 25.000 paket makanan kepada pihak Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 Margaguna, Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2020). 

Tim PT Sierad Produce Tbk bersama-sama dengan tim GGF melalui PT Great Giant Pineapple dan PT Sewu Segar Nusantara serta tim PT RedKendi Andalan Mitra menyerahkan untuk menyerahkan secara simbolis bantuan paket makanan asupan gizi untuk warga binaan panti.  

Penyerahan secara simbolis kegiatan sosial perusahaan ini dihadiri Presiden Direktur Sierad Produce Tommy Wattimena, Corporate Affairs Director GGF Welly Soegiono dan Head of Business Development Redkendi, Maela Romdoni.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan 25.000 paket makanan asupan gizi kepada masyarakat membutuhkan dan akan didistribusikan ke masyarakat, komunitas serta lembaga yang membutuhkan di 20 titik yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Cikarang dan Bekasi. Total distribusi sebanyak 5 ribu paket makanan per harinya.

Presiden Direktur Sierad Produce Tommy Wattimena dalam keterangan resmi yang diterima Infovet, Rabu (13/5/2020) mengemukakan penyebaran COVID-19 saat ini merebak hingga ke berbagai pelosok daerah di Indonesia. 

“Imbas dari virus ini sudah mempengaruhi segala aspek kehidupan masyarakat kita. Tidak terkecuali berimbas ke mata pencaharian masyarakat, sehingga menurunkan daya beli dan konsumsi masyarakat kita," terangnya.

Lanjut Tommy, banyak masyarakat kurang mampu membeli makanan yang bergizi dan bernutrisi. Hal ini secara tidak langsung bisa mempengaruhi daya tahan tubuh dalam menghadapi virus ini. 

“Kami sebagai salah satu produsen protein hewani ingin turut berperan serta meringankan beban pemerintah dan masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan gizi dan nutrisi yang sempurna,” tuturnya.

Sementara itu Head of Business Development Redkendi Maela Romdoni mengatakan, Redkendi bekerjasama dengan GGF dan Sierad Produce membuat program Tanggap COVID-19 dengan menyalurkan donasi berbentuk paket box makanan bernutrisi yang disalurkan untuk 25.00 orang terdampak di 20 lokasi dalam waktu 5 hari. 

Selain manfaat bagi penerima seperti masyarakat yang membutuhkan, yayasan yatim dan lansia, serta para tenaga medis, kegiatan ini juga bertujuan membantu para Catering UMKM yang terkena dampak dari pandemi COVID-19 untuk tetap bisa melanjutkan usahanya. PT RedKendi (RedKendi) diketahui sebagai perusahaan marketplace katering di Indonesia. 

Perwakilan dari Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 Margaguna menyampaikan apresiasi dan dukungan atas aktivitas sosial di masa krisis ini. “Kami senang dan  berterima kasih. Saat ini, kakek dan nenek binaan panti ada sekitar 300 orang dan tentunya bantuan yang diberikan bermanfaat bagi kami.”

Sierad Produce melalui program Berbagi Cinta Jaga Sesama telah menyiapkan lebih dari 100.000 paket makanan untuk didistribusikan secara bertahap tepat guna melalui kerjasama dengan berbagai pihak sehingga manfaatnya sampai kepada masyarakat terdampak. 

Great Giant Foods juga telah melakukan kegiatan sosial lainnya seperti GGF Peduli dengan memberikan bantuan kepada beberapa rumah sakit di Jabodetabek dan Lampung. 

Bantuan berupa buah-buahan dan susu yang bertujuan meningkatkan kebutuhan nutrisi tim medis yang bertugas dibeberapa rumah sakit sebagai ujung tombak dalam menangani penyebaran virus ini. 

Selain itu PT Great Giant Pineapple (GGP) juga menyerahkan bantuan peralatan APD kepada pemerintah provinsi Lampung beberapa waktu lalu. (NDV)




KUNCI KURANGI KEMATIAN AYAM SAAT TRANSPORTASI

Transportasi unggas yang baik juga menjadi kunci penting untuk mengurangi kematian. (Sumber: Istimewa)

Dalam usaha peternakan ayam broiler, layer, maupun breeder, peternak pasti akan berusaha semaksimal mungkin untuk  memperoleh keuntungan (profit). Kendati demikian, ada saja hal-hal yang bisa memangkas pendapatan peternak selain masalah penyakit, manajemen pemeliharaan dan lain sebagainya, salah satu adalah kematian ayam saat transportasi dari kandang menuju tempat pemasaran, atau pemindahan ke Rumah Pemotongan Ayam (RPA). Semakin jauh jarak yang ditempuh dan semakin banyak muatan yang dibawa, maka semakin besar resiko kematian ayam terjadi.

Hal ini terutama disebabkan ayam mudah terkena stres panas karena ayam adalah ternak yang tidak memiliki kelenjar keringat untuk mengatur stabilitas suhu tubuhnya. Ayam menstabilkan suhu tubuhnya melalui sistem termoregulasi, yaitu meningkatkan detak jantung, meningkatkan pernapasan, membuka sayap dan konsumsi air minum. Oleh karena itu, peternak sebagai pemilik dan pelaku transportasi ayam perlu peka terhadap masalah tersebut bila ingin meminimalisir angka kematian saat pengangkutan.

Transportasi DOC
Anak ayam umur sehari (day old chick/DOC) adalah makhluk yang sangat rentan, dimana secara alamiah memerlukan perlindungan dan kehangatan sang induk dan terbebas dari suhu panas yang mencekam maupun suhu dingin yang berlebihan, disamping resiko gangguan jenis hewan lainnya. Maka peternak perlu mencari solusi mengatasi ketiga permasalahan tersebut selama dalam pengelolaannya termasuk saat transportasi, yaitu:

1. Penyediaan boks DOC khusus yang terbuat dari bahan kardus, memiliki lubang ventilasi cukup di kiri-kanan, depan-belakang dan penutup boks dan memberi alas berupa potongan kertas sebagai saat terjadi guncangan atau terjadi kemiringan. Juga dinding boks dibuat agak miring agar pada saat ditempatkan berdampingan dengan yang lain tidak saling menutupi lubang ventilasi.

2. Kapasitas pengisian DOC, harus mengikuti standar internasional yang ditentukan, yaitu 100-102 ekor/boks.

3. Mengatur peletakan sementara boks DOC sebelum transportasi, yaitu boks disusun berkelompok dengan jumlah dan tinggi tertentu di ruang yang sejuk (ruang berkipas angin/AC), sehingga memudahkan penghitungan jumlah boks dan memberi kenyamanan pada DOC.

4. Fasilitas kendaraan pengangkut DOC, ada dua macam kendaraan pengangkutan DOC, yaitu kendaraan boks tertutup rapat tetapi dilengkapi kipas angin/AC untuk transportasi jarak jauh (luar kota) dan kendaraan yang baknya memiliki atap tetapi disamping kiri, kanan, depan dan belakang sebagian berdinding kawat dilengkapi tirai/terpal untuk mencegah percikan hujan pada transportasi jarak dekat.

5. Sanitasi kendaraan, kebersihan kendaraaan pengangangkut DOC sangat penting diperhatikan dengan cara pencucian, sanitasi atau fumigasi sebalum kendaraan dioperasikan, mengingat rawan kontaminasi kuman/bibit penyakit karena kendaraan sering berhubungan dengan dunia luar farm/peternakan.

6. Kehati-hatian saat pengangkutan, dalam arti kendaraan diusahakan seminimal mungkin berhenti selama melakukan perjalanan (kendaraan harus langsung menuju tempat tujuan) terutama bagi kendaraan yang tidak dilengkapi kipas angin/AC.

7. Jangan memberikan pakan/minum sebelum transportasi, hal ini karena DOC selama 2x24 jam tahan tidak makan/minum karena memiliki egg yolk sebagian cadangan makanan/minum. Oleh karena itu diusahakan DOC sampai di tempat tujuan dalam tenggang waktu 2x24 jam dan bila melebihi harus diberi pakan/minum di perjalanan. Bila DOC selanjutnya diangkut menggunakan pesawat terbang atau kapal laut, tetap kondisi penyimpanan baik di bandara, bagasi pesawat, maupun pelabuhan, diusahakan berada di ruang khusus berkipas angin/AC (suhu berkisar 20 °C).

8. Kehati-hatian saat bongkar-muat, dimana selama berlangsungnya bongkar muat jangan sampai boks DOC tertindih dan rusak, juga jangan diperlakukan secara kasar (dilempar).

Transportasi Ayam Remaja/Dewasa
Caranya sedikit berbeda dengan transportasi DOC, namun beberapa hal perlakuannya sama. Pengangkutan ayam remaja/dewasa perlu memenuhi beberapa faktor agar dapat menekan tingkat kematian, diantaranya:

1. Pilihan waktu transportasi, sebaiknya dipilih pada menjelang pagi (subuh) atau malam hari dengan pertimbangan bahwa pada kedua waktu itu udara sejuk/dingin dan jalan masih lengang (terhindar dari kemacetan), karena ayam besar sangat rentan terhadap stres panas. Namun bila terpaksa harus diangkut siang hari sebaiknya dengan kendaraan berkipas angin/AC atau truk bak terbuka.

2. Gunakan keranjang ayam plastik/bambu ukuran besar (kapasitas 15-20 ekor) atau kecil (kapasitas 12-15 ekor) dengan asumsi berat ayam 1,0-1,2 kg/ekor). Pengisian ayam jangan melebihi standar masing-masing keranjang tersebut agar terhindar dari hal buruk.

3. Jangan memberikan pakan penuh selama 8-12 jam sebelum transportasi, agar tidak banyak pakan mubazir terbuang, disamping agar dalam perjalanan tidak banyak feses yang keluar, tetapi boleh memberikan air minum bervitamin anti-stres.

4. Jangan berikan antibiotik minimal 2-10 hari sebelum transportasi, agar organ tubuh tidak terpacu menjadi berat hingga ayam tidak tahan terhadap stres fisik selama perjalanan.

5. Atur keranjang ayam pada truk pengangkut sedemikian rupa, agar ventilasi udara tetap mencukupi, dan bila diangkut siang hari berikan ranting berdaun di keranjang paling atas untuk memberikan keteduhan dan kesejukan bagi ayam.

6. Keranjang dan kendaraan transportasi harus bersih dan steril, dalam arti sebelum dan sesudah digunakan harus dicuci, disanitasi atau difumigasi untuk memotong siklus kuman penyakit yang kemungkinan terbawa dari peternakan ayam lain atau terkontamunasi selama transportasi.

7. Kendaraan tidak berhenti/istirahat di tengah jalan agar ayam tidak banyak mati. Kemudian proses bongkar muat ayam dilakukan tidak kasar, agar ayam tidak cacat (patah kaki/patah sayap) atau stres dan kemudian mati.

8. Catatan jumlah ayam di surat jalan dan di keranjang harus sesuai, ini untuk menjaga kepercayaan pemberi tugas transportasi ayam (pemilik peternakan) kepada pengendara dan petugas pengawalan ayam yang diangkut. Bila terjadi kehilangan ayam dalam jumlah tertentu harus ada sanksi.

Demikianlah mengenai kunci mengurangi resiko kematian ayam saat transportasi, semoga bermanfaat bagi semua pelaku yang terlibat. ***

Ir Sjamsirul Alam
Praktisi perunggasan, alumni Fapet Unpad

ZOOM ONLINE SEMINAR "PANDEMI VS BIOSEKURITI (PADA PETERNAKAN UNGGAS)", YUK DAFTAR!

Desinfeksi sebelum masuk dan keluar kandang (Foto: Infovet/CR)


Pandemi COVID-19 menekankan kita akan pentingnya biosekuriti. Bagaimana sektor perunggasan menghadapinya ditengah kemelut dan dampak dari pandemi ini? Ikuti seminar online biosekuriti yang akan digelar Gita Event Organizer pada Selasa, 19 Mei 2020 pukul 10.00 hingga selesai.

Seminar menghadirkan dua pembicara yang telah dikenal berkompeten di bidangnya yakni Alfred Kompudu SPt, MM (Master Trainer Biosekuriti, Australian Centre for International Agriculture Research) dan Drh Baskoro Tri Caroko (National Poultry Technical Consultant).
Kedua pembicara seminar biosekuriti


Dua materi pun siap dipresentasikan kedua pembicara dengan topik “Implementasi Biosekuriti 3-Zona di Peternakan Unggas serta “Desinfeksi yang Tepat untuk Peternakan Unggas.

Untuk pendaftaran dapat menghubungi contact person berikut:

Mariyam 0877 7829 6375, Aida 0818 0659 7525

Format : Nama#Perusahaan/Instansi/Kampus/Umum#No HP#Email_

atau email ke: marketinggita2018@gmail.com

Biaya:

Rp. 100.000/orang
Rp 50.000/orang khusus Mahasiswa/dosen

Transfer ke rek PT. Gallus Indonesia Utama
-  BCA 733-030-1681 KCP Cilandak KKO 1
-  Bank Mandiri 126-000-2074-119 Cab. Jakarta Ragunan
*Bukti transfer mohon di WA ke 0818 0659 7525 (Aida)
(Paling lambat 16 Mei 2020)
*Peserta mendapatkan softcopy materi dan E-Certificate.

POLISI LIBAS KOMPLOTAN PEMALSU DAGING SAPI

Barang bukti daging sapi palsu, diamankan aparat

Kejahatan pemalsuan daging kembali mengegerkan Bandung, Jawa Barat. Kejahatan ini berhasil diungkap oleh personel Polresta Bandung, dimana mereka mengamankan empat pelaku pengedar daging babi yang menyulapnya menjadi daging sapi.

Kronologi penangkapan berawal dari pihak Polresta Bandung yang mendapat laporan dari masyarakat bahwa di sekitar Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, ada aktivitas penjualan daging babi. Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat Polresta Bandung langsung melakukan penyelidikan, dan benar saja, saat di tempat kejadian perkara (TKP) polisi mendapati tersangka sedang melakukan aktivitas "penyulapan" daging babi menjadi daging sapi.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan empat pelaku tersebut mengolah daging babi hingga menyerupai daging sapi dengan menggunakan boraks. 

"Jadi secara fisik, daging babi ini lebih pucat, tapi kalau daging sapi ini lebih merah, jadi proses (boraks) daging babi ini menjadi lebih mirip, lebih merah seperti daging sapi," kata Hendra, Senin (11/5).

Sejauh ini, kata Hendra, mereka sudah melakukan aksinya selama kurang lebih satu tahun. Selama aksi itu, menurut Hendra sudah ada sebanyak 63 ton daging babi menyerupai daging sapi yang beredar di masyarakat. Dari kasus tersebut, polisi telah mengamankan total 600 kilogram daging babi. 500 kilogram di antaranya yang diamankan dari freezer dan 100 kilogram sisanya diamankan dari para pengecer.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 91 A jo Pasal 58 Ayat 6 UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan, serta Pasal 62 Ayat 1 jo Pasal 8 Ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (CR)

KEMENTAN: EUKALIPTUS PENDEKATAN DALAM MENCEGAH VIRUS

Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry, saat wawancara mengenai potensi Eukaliptus dapat membunuh virus, Senin (11/5/2020). (Foto: Infovet)

Di tengah pandemi COVID-19, Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) tengah melakukan pendekatan melalui riset penemuan potensi antivirus melalui tanaman Eukaliptus.

Ekstrak tanaman tersebut diklaim memiliki potensi membunuh virus Influenza bahkan Corona, dengan akurasi 80-100%. “Berdasarkan penelitian kita di laboratorium, pengunaan Eukaliptus berpotensi membunuh virus yang ada di tenggorokan, bisa membunuh virus Influenza H5N1, Gamacorona, Betacorona, termasuk potensi membunuh virus COVID-19,” ujar Kepala Balitbangtan, Kementerian Pertanian, Fadjry Djufry, dalam petikan wawancaranya di televisi, Senin (11/5/2020).

Ia juga menyatakan, penggunaan Eukaliptus telah mendapat testimoni positif dari pasien terdampak COVID-19. “Kami telah mencoba menggunakannya kepada pasien COVID-19, dan ada testimoni bahwa penggunaan Eukaliptus ini melegakan sistem pernapasan. Kendati demikian ini baru testimoni saja,” tuturnya.

Menurutnya ke depan pihaknya akan melakukan uji klinis lebih mendalam terhadap potensi tanaman Eukaliptus untuk menangkal COVID-19. “Kami akan merapihkan data untuk segera dilakukan uji klinis. Ini aman digunakan karena tidak melalui oral (diminum) melainkan dihirup. Penghirupan selama 10-15 menit akan mampu membunuh virus,” terang dia.

Minyak atsiri Eukaliptus memiliki senyawa 1,8-cineole yang juga disebut eucalyptol, yang merupakan komponen utama dari minyak atsiri yang ditemukan dalam daun Eukaliptus. Senyawa 1,8-cineole memiliki aktivitas antivirus, anti inflamasi dan antimikroba.

Saat ini Kementan masih memproduksi secara terbatas produk yang mengandung Eukaliptus tersebut. Pengembangan beberapa prototipe produk yang dihasilkan antara lain berupa roll on, inhaler, balsam, minyak aromaterapi, dan kalung. (RBS)

ISPI CABANG BANTEN SALURKAN BANTUAN UNTUK PETERNAK TERDAMPAK COVID-19

Momen penyerahan bantuan (Foto: Istimewa)


Ikatan Sarjana Peternakan (ISPI) cabang Banten melaksanakan darma baktinya dengan memberi bantuan kepada para buruh dan karyawan farm yang dirumahkan, dan peternak ayam mandiri baik ayam broiler dan kampung selama masa pandemi COVID-19. Dengan harapan, agar dapat sedikit meringankan beban yang disandang bagi penerima bantuan, ISPI Banten hadir untuk menjadi solusi dan membantu para pejuang dan insan peternakan, khusus di Provinsi Banten.

Dengan motto "Rakyat Sehat, Peternak Sejahtera, Ekonomi Kuat", pemberian bantuan diberikan secara simbolis oleh Ketua ISPI PC-Banten Aziz Meiaro H, SPt dan Ketua Bidang Kelembagaan/Organisasi Aflimar Asli. Kegiatan sosiasl ini dilaksanakan pada sabtu, 9 Mei 2020. Bantuan diterima para perwakilan peternak ayam mandiri, baik broiler atau ayam kampung.

Dalam pelaksanaannya, program pemberian bantuan diserahkan di dua tahap, yakni tahap pertama diberikan kepada 22 orang pekerja farm atau karyawan yang di rumahkan oleh salah satu farm yang ada di Serang. Tahap kedua dengan pemberian bantuan kepada 11 orang peternak mandiri ayam kampung dan broiler di Pamarayan, Serang. Untuk meminimalisir jumlah orang yang hadir, ISPI cabang Banten hanya mengundang setengah perwakilan dari penerima bantuan, dan sisa bantuan di serahkan oleh Ketua RT setempat.

Aziz menyatakan, ISPI cabang Banten sadar kesulitan yang dirasakan oleh para mitra, salah satunya para peternak ayam mandiri. Hal ini dikarenakan tanpa adanya pandemi COVID-19 pun, untuk tetap "bertahan" sulit, karena harga LB sering kali dibawah HPP, apalagi disaat pandemi saat ini. Melalui bantuan yang diberikan, diharapkan dapat sedikit meringankan beban yang disandang. (IN)

PASOKAN SUMBER PROTEIN HEWANI DUKUNG WUJUDKAN INDONESIA EMAS 2045

Daging sebagai sumber protein hewani. (Foto: Istimewa)

Bonus demografi berupa angka tenaga kerja produktif di usia muda merupakan karunia tak ternilai yang harus dikelola dengan baik, terutama melalui investasi pendidikan dan pembekalan keterampilan siap kerja yang efektif. Jika hal itu bisa dilakukan, maka Indonesia bakal menuai keuntungan dari berbagai bidang, yakni ekonomi, sosial dan kualitas sumber daya manusianya.

Produktivitas negara dan pertumbuhan ekonomi pun akan meningkat dengan limpahan sumber daya manusia yang terserap di berbagai sektor, termasuk sektor peternakan. Di sisi lain, kesejahteraan masyarakat pun membaik karena melimpahnya penduduk usia kerja yang produktif.

Hal itu mengemuka dalam diskusi online dengan tema “Menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Peternakan Unggul dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045" pada Sabtu (9/5/2020). Acara diselenggarakan oleh Yayasan CBC Indonesia (YCI) dan Indonesia Livestock Alliance (ILA), berkolaborasi dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Kadin Indonesia dan Pisagro.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Kadin Indonesia Anton J. Supit, dengan menghadirkan narasumber Kepala BPPSDMP Prof Dr Ir Dedi Nursyamsi MAgr, Dekan Sekolah Vokasi IPB Dr Arif Daryanto MEc, Kepala Pusat Pendidikan Polbangtan Dr Idha Widi Arsanti SP MP, Sampoerna Entrepreneur Training Center Sri Hastuti Widowati, serta Direktur Nutricell Pacific Suaedi Sunanto. Adapun pembahas diskusi adalah Dekan Fakultas Peternakan UGM Prof Ali Agus dan Wakil Ketua Komtap Pelatihan dan Ketenagakerjaan Kadin Indonesia Dasril Rangkuti.

Bonus demografi akan menjadi berkah jika semua pihak secara strategis dapat menyiapkan pembekalan pada para generasi muda milenial. Pembekalan pendidikan, ketrampilan dan tata kerama yang berkualitas baik, merata dan terjangkau oleh para generasi muda, akan menghasilkan SDM Indonesia yang terampil, kompeten, berkualitas dan mampu memanfaatkan peluang di depan mata dengan baik.

Namun sebaliknya, jika Indonesia dengan setengah hati mempersiapkannya, justru akan terjadi musibah dari bonus demografi, yakni SDM yang berlimpah dengan kompetensi rendah justru menambah angka pengangguran, sehingga menimbulkan problem sosial tersendiri.

Peningkatan kualitas SDM diyakini menjadi kunci untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dengan pertumbuhan ekonomi pada periode 2016-2045 rata-rata 5,7% per tahun, diperkirakan pada 2036, Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi. Melalui pertumbuhan ekonomi yang terjaga cukup tinggi, Indonesia dapat meningkatkan jumlah penduduk kelas menengah hingga 70% pada 2045. Pada paruh periode pencapaian itu, ada puncak bonus demografi yang diperkirakan terjadi mulai tahun ini hingga 2035.

Untuk mewujudkan hal itu, diperlukan pasokan sumber protein hewani sebagai zat gizi utama pembentuk SDM mumpuni, sebagai langkah awal untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Untuk menjamin pasokan sumber protein hewani lokal tetap terjaga, SDM unggul di bidang peternakan harus dibenahi sejak dini, agar menjadi SDM unggul yang siap berkompetisi di tingkat global di era serba digital. (IN)

CORONAVIRUS: AYAM TIDAK RENTAN TERHADAP VIRUS INI?

Foto: ilustrasi

Saat ini sedang diselidiki oleh berbagai lembaga penelitian di seluruh dunia apakah coronavirus, yang semula diyakini berasal dari kelelawar, dapat menginfeksi hewan lain. Hasil pertama oleh Friedrich-Loeffler-Institut menunjukkan bahwa ayam atau babi tidak rentan terhadap virus ini.

Dalam studi infeksi, hewan diinokulasi melalui hidung dengan SARS-CoV-2 untuk meniru rute alami infeksi pada manusia. Telah diperiksa apakah hewan terinfeksi, patogen bereplikasi dan hewan menunjukkan gejala penyakit.

Dalam kondisi eksperimental, ayam atau babi tidak ditemukan rentan terhadap infeksi dengan SARS-CoV-2. Menurut keadaan pengetahuan saat ini, mereka tidak terpengaruh oleh virus dan oleh karena itu tidak menimbulkan risiko potensial bagi kesehatan manusia. Evaluasi lengkap dari semua serial uji akan memakan waktu dan hasil akhir diharapkan keluar pada awal Mei 2020 ini. (Sumber: poultryworld.net)

THAILAND TINGKATKAN EKSPOR SETELAH PASAR AYAM JATUH 50% DI DALAM NEGERI


Thailand bertujuan untuk meningkatkan ekspor daging ayam sebesar 10% tahun ini menyusul penurunan konsumsi domestik sebesar 50% sebagai akibat merebaknya Covid-19, The Nation Thailand melaporkan.

Thailand dapat memproduksi 2,86 juta ton daging ayam per tahun (penyedia terbesar ke-8 di dunia) dengan sekitar 60% untuk konsumsi domestik dan 40% untuk ekspor. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan penurunan 50% konsumsi ayam domestik, dan memangkas harga dari Bt33-34 (sekitar US $ 1) per kilogram menjadi Bt24-25 (US $ 0,75) per kilogram.

Ekspor daging ayam pada kuartal pertama naik 7,21% dibandingkan dengan kuartal terakhir tahun sebelumnya, kata ketua Asosiasi Eksportir Unggas Thailand, Dr Anan Sirimongkolkasem. Namun, lockdown di berbagai negara, terutama AS, UE dan Jepang, dapat menurunkan ekspor hingga 5%.

Permintaan dari Jepang dan Korea Selatan

Karena berkurangnya kasus Covid-19 di Thailand, permintaan impor daging ayam dari Jepang dan Korea Selatan meningkat. Kedua negara itu biasanya mengimpor dari Brasil di mana situasi Covid-19 semakin serius. Menteri Perdagangan Jurin Laksanawisit mengadakan diskusi dengan penyedia dan eksportir daging ayam swasta untuk mengevaluasi situasi ekspor.

Kementerian didesak untuk membuat perjanjian perdagangan bebas dengan UE dan Inggris, menetapkan kuota impor daging ayam sekitar 280.000 - 320.000 ton per tahun, dan untuk mencari tarif impor Inggris yang lebih rendah dari US $ 1.000 per ton. Kementerian juga diminta untuk mencari pasar baru di Jepang dan melobi Cina untuk menyetujui pabrik ayam olahan Thailand dan memperluas pasar daging bebek.

Selain itu, sektor swasta meminta kementerian membangun pasar baru di Korea Selatan, Filipina, Arab Saudi dan Taiwan. Sekitar 920.000 ton daging ayam diekspor pada 2019, sementara dalam 3 bulan pertama 2020, 230.000 ton telah diekspor. (Sumber: poultryworld.net)

HINGGA KINI SERAPAN AYAM PETERNAK MANDIRI SUDAH 600 RIBU EKOR

Pembelian ayam milik peternak mandiri di Kampung Curug Dendeng, Desa Lulut, Kecamatan Kalapa Nunggal, Kabupaten Bogor. (Foto: Humas PKH)

Kerja sama penyerapan ayam ras (livebird) peternak mandiri oleh para mitra peternakan hingga 7 Mei 2020, sudah mencapai 613.870 ekor atau 14,90% dari target 4.119.000 ekor.

“Kami terus mengimbau perusahaan pembibitan ayam ras dan perusahaan pakan ternak yang telah melakukan pembelian livebird agar dapat terus memaksimalkan penyerapan sesuai komitmennya,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (7/5/2020).

Lebih lanjut dikatakan, data capaian pembelian livebird di tingkat provinsi diantaranya Provinsi Jawa Barat (312.024 ekor), Banten (18.695 ekor), Jawa Tengah (181.585 ekor), DI Yogyakarta (6.847 ekor), Jawa Timur (79.487 ekor) dan Sumatera Utara (15.232 ekor).

Ia menambahkan, dari kerja sama tersebut terdapat enam mitra peternakan yang penyerapannya di atas 50% dan empat perusahaan mitra lainnya telah melebihi target (lebih dari 100%) yakni PT Expravet, PT Intertama Trikencana Bersinar, PT Ayam Manggis dan CV Surya Inti Pratama.

Menurut catatan timnya juga, penyerapan terbesar saat ini dilakukan oleh PT Charoen Pokphand sebanyak 190.513 ekor (19,05% dari komitmen) dan PT De Heus sebanyak 115.161 ekor (11,52% dari komitmen). 

“Tentunya kami apresiasi komitmen yang diberikan sebagai wujud solidaritas untuk saling menguatkan rasa kebersamaan dalam membantu peternak saat ini,” ucapnya.

Sementara Head Poultry Value Chain PT De Heus, A. Bagus Pekik, menyampaikan bahwa bagi mereka pembelian livebird peternak ini merupakan bentuk kebersamaan anak bangsa. “Kami siap membeli satu juta ekor livebird peternak mandiri, walaupun kami tidak memiliki RPHU dan cold storage, namun kami carikan untuk membantu masalah ini,” kata Bagus. 

Hal senada juga disampaikan oleh Suwandi pimpinan PT Karya Indah Pertiwi yang berkomitmen membeli livebird peternak mandiri sebanyak 50.000 ekor dengan harga Rp 15.000/kg. “Semoga ini jadi awal perbaikan harga ayam pedaging menuju harga BEP dan mendukung sukses dan berkembangnya peternak rakyat mandiri,” ucapnya.

Dukungan para mitra peternakan disambut baik oleh peternak mandiri juga oleh dinas terkait di enam provinsi. Salah satunya Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Muhamad Syafriadi. Ia berharap fasilitasi penyerapan livebird dapat mengurangi supply ayam ke pasar, sehingga akan terjadi keseimbangan.

“Diharapkan harga akan meningkat dan pada gilirannya peternak bisa menikmati hasil usahanya,” pungkasnya. (INF)

POTENSI EUCALYPTUS UNTUK CEGAH COVID-19


Minyak atsiri dari Eucalyptus, berpotensi dapat melawan virus termasuk Covid-19

Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) tengah melakukan riset bersama untuk menemukan potensi antivirus salah satu tanaman yang telah dikenal penggunaan minyak atisirinya yaitu Eucalyptus.

Minyak atsiri dan berbagai ekstrak tanaman telah dianggap memiliki potensi sebagai obat alternatif untuk pengobatan banyak penyakit infeksius termasuk penyakit yang disebabkan oleh beberapa virus seperti virus influenza dan bahkan virus corona.

“Riset tersebut dilakukan oleh Balitbangtan melalui tiga UPT nya yaitu Balai Besar Penelitian Veteriner (BB Litvet), Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) serta Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen). Riset bersama ini untuk membuktikan kemampuan beberapa tanaman herbal termasuk membuktikan potensi antivirus eucalyptus terhadap beberapa virus, “ ujar Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry.

Fadjri mengungkapkan bahwa meskipun dalam hasil riset ini belum menggunakan virus COVID-19 dalam pengujiannya, hasil telusur ilmiah serta riset daya antivirus Eucalyptus yang dilakukan Balitbangtan dapat memberikan informasi ilmiah berbasis riset kepada masyarakat tentang potensi Eucalyptus sebagai antivirus yang diharapkan juga dalam membantu mencegah penyebaran COVID-19.  

Hasil penelitian ini dapat menjadi harapan baru bagi masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan eucapyptus dalam mencegah infeksi virus, yang diharapkan dapat juga untuk digunakan mencegah paparan virus Covid-19. 

“Penelitian dan pengembangan lanjutan akan terus dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak, sehingga akan memperoleh hasil yang lebih optimal, “ ujar Fadjry.

Lebih lanjut dikemukakan oleh Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner sekaligus peneliti yang menggeluti bidang virologi, Indi Dharmayanti, bahwa virus yang diuji termasuk virus influenza H5N1, Gammacorona dan Betacoronavirus Clade 2a sebagai model dari virus corona yang diuji secara in vitro. Alphacoronavirus dan Betacoronavirus secara umum menginfeksi mamalia, sedangkan Gammacoronavirus dan Deltacoronavirus dapat menginfeksi unggas, burung liar, babi, paus dan lumba-lumba.

Hasil riset yang dilaksanakan di laboratorium BSL level 3 milik Balai Besar Penelitian Veteriner menunjukkan bahwa Eucalyptus dapat di manfaatkan sebagai antivirus dengan efektivitas membunuh virus 80-100% tergantung jenis virus.

“ Termasuk terhadap virus Corona yang digunakan serta virus influenza H5N1, “ tambah Indi.

Sementara itu Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Evi Savitri menjelaskan bahwa minyak atsiri Eucalyptus memiliki senyawa 1,8-cineole yang juga disebut eucalyptol, yang merupakan komponen utama dari minyak atsiri yang ditemukan dalam daun Eucalyptus. 

“Senyawa 1,8-cineole dalam eucalyptus memiliki aktivitas antivirus, anti inflamasi dan antimikroba, “ ungkapnya

Evi menambahkan bahwa senyawa ini juga dapat berfungsi menghambat replikasi coronavirus dengan mengikat protein Mpro yang terdapat pada virus. Protein tersebut berperan dalam pematangan virus dan pembelahan polyprotein virus sehingga dapat mencegah penyebaran infeksi.

“Dalam penelitian ini, proses pembuatan minyak Eucalyptus  dilakukan melalui proses destilasi uap di laboratorium Balittro, “ lanjut Evi. 

Penggunaan teknologi nano juga dilakukan untuk menghasilkan beberapa sediaan bahan aktif yang lebih stabil dan memiliki efektifitas lebih tingi. 

Hal serupa juga diungkapkan oleh Kepala Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, Prayudi Syamsuri, bahwa dari hasil penelitian tersebut Balitbangtan juga telah mengembangkan beberapa prototipe produk yang dihasilkan antara lain berupa roll on, balsam, minyak aromaterapi, inhaler, dan kalung. (CR)

GREENFIELDS JAMIN TETAP HASILKAN SUSU TERBAIK DI TENGAH PANDEMI COVID-19


Menjaga kualitas susu untuk jaminan suplai ke masyarakat sangat penting (Foto: Greenfields)


Greenfields jamin tetap hasilkan susu terbaik di tengah pandemi COVID-19. PT Greenfields Indonesia melakukan proteksi ketat terhadap farmnya. Ada dua peternakan sapi perah yang berada di wilayah Ngajum, Malang dan Ngadirenggo Wlingi Blitar.

Upaya untuk terus menjaga stabilitas suplai susu tersebut dilakukan dengan melakukan karantina peternakan secara ketat. Hal ini ditegaskan Head of Dairy Farm Development and Sustainability, Heru Setyo Pranowo.

Ia menjelaskan menyebarnya wabah COVID-19 secara langsung juga membuat skema pelayanan pekerjaan di dalam peternakan berubah. Sebab ancaman virus itu juga berpengaruh terhadap pola kerja dan penanganan dalam peternakan.

Diakui oleh pria yang akrab disapa dengan sebutan Heru ini, menjaga kualitas susu dan memproduksi susu untuk jaminan suplai masyarakat menjadi penting. Sebab, di tengah imbas wilayah-wilayah melakukan pembatasan kerja juga akan berpengaruh terhadap pola penanganan pekerjaan dalam peternakan.

Sebaran virus COVID-19 memaksa dirinya mengubah pola penanganan untuk sapi-sapi ternak. Jika biasanya pengelolaan sapi dapat dilakukan dengan terbuka. Kini dirinya memilih tertutup untuk melakukan penangan peternakan.

“Kita menerapkan standar ketat untuk karantina wilayah khususnya peternakan. Sebab kita tetap harus menjaga produksi susu dan kualitas susu harus tetap terbaik yang dihasilkan,” urainya.


Greenfields Karantina Ketat Peternakan

Untuk menjaga agar farm tetap terhindar dari COVID-19, seluruh karyawan Greenfields dilarang kontak keluar peternakan hingga masa pandemi berakhir.

Sementara itu berdasarkan keterangan oleh Government Relation – Environment – Safety Manager PT Greenfields Indonesia, Sunarko. Semua pekerja lapangan dikarantina dalam farm. Mekanisme karantina dilakukan dengan standar kesehatan, dan operasional ketat. Selama dua bulan semua pekerja yang masuk karantina di peternakan dilarang melakukan kontak keluar peternakan.

“Kita ada standar dan operasional ketat dalam melakukan karantina peternakan, sebab semua kami lakukan dengan hati-hati dan penuh perhitungan sesuai dengan SOP yang ditetapkan perusahaan,” tegasnya.

Sunarko juga menjelaskan selama dua bulan pertama, semua pekerja yang berada di dalam peternakan dijamin kesehatan dan makanannya. Bahkan di dalam peternakan juga dilengkapi dengan sarana olahraga. Semua kebutuhan pekerja yang berada dalam peternakan ditanggung oleh perusahaan.

Untuk menghilangkan kejenuhan bagi para pekerja peternakan fasilitas olahraga disediakan untuk menjaga para pekerja tetap sehat dan bugar.

Lebih lanjut Sunarko menyatakan jika semua aspek perlindungan terhadap peternakan diperhitungkan. Mulai dari mobilitas pakan ternak dan lalu lintas transporter angkut susu dilakukan pengawasan dengan ketat.

Dia mencontohkan untuk setiap truk keluar masuk kawasan peternakan akan disemprot mengunakan desinfektan. Sedangkan sopir truk juga disemprot dengan mengunakan anti bacterial. Mengingat para pekerja supir truk sangat rentan membawa virus masuk ke dalam peternakan.

“Kami melakukan penyemprotan dengan desinfektan untuk kendaraan/benda mati, tapi untuk orangnya kita gunakan bahan yang aman anti bacterial untuk menghilangkan kuman,” ceritanya.

Imbuh Sunarko, penanganan prosedur dalam peternakan dilakukan dengan baik agar produksi susu yang dihasilkan tetap memberikan kualitas terbaik. Sebab di tengah gencarnya virus corona menyerang manusia dibutuhkan daya tahan tubuh yang mampu memproduksi imun dengan kuat. Salah satunya imun tubuh dihasilkan dari susu sapi murni yang berkualitas.

“Kualitas susu dan produksi susu harus tetap terjaga dengan baik, untuk tetap menjaga kebutuhan akan susu bagi masyarakat Indonesia,” tukasnya. (Sumber: nusadaily.com)

PELATIHAN PENANGANAN DAGING SEGAR YANG BAIK

Daging sapi segar. (Sumber: Istimewa)

Di masa pandemi COVID-19 saat ini, daging sebagai produk hasil ternak menjadi salah satu bahan pangan yang paling dicari konsumen. Hal itu tidaklah mengherankan karena daging merupakan sumber protein hewani dengan nilai gizi yang sangat baik, memiliki komponen fungsional yang sangat diperlukan tubuh, memiliki citarasa yang lezat dan menunjukkan value dan prestise yang tinggi.

Dalam sebuah pelatihan online tentang cara penanganan dan pengolahan daging yang aman, sehat dan berkualitas bagi sektor rumah tangga, restoran dan katering maupun industri pengolahan di masa pandemi COVID-19, Pengajar Fakultas Peternakan IPB, Dr Tuti Suryati SPt MSi, menjelaskan tentang tahap-tahap penting penanganan dan pemilihan daging segar yang baik. 

Pelatihan diselenggarakan oleh Forum Logistik Peternakan Indonesia (FLPI) dan Fakultas Peternakan IPB pada 4-5 Mei 2020. Kegiatan tersebut memiliki tujuan untuk membangun kapasitas sumber daya manusia yang terkait dengan rantai pasok produk hasil ternak, khususnya sektor rumah tangga, hotel, restoran dan katering, serta industri pengolahan hasil ternak di Indonesia.

Lima prinsip utama penanganan daging segar yang baik yakni pilih daging yang sebelumnya diproses melalui pelayuan terlebih dahulu sebelum karkas di-deboning, pilih daging yang berwarna merah cerah, tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah, pilih yang teksturnya tidak terlalu kaku dan tidak terlalu lembek, pilih daging yang berbau khas daging segar, tidak berbau amis apalagi busuk.

“Hindari memilih daging melalui sentuhan langsung permukaan daging dengan jari atau tangan,” tandas Tuti Suryati. (IN)

SEBANYAK 455.318 EKOR AYAM PETERNAK MANDIRI TELAH DISERAP

Pembelian ayam milik peternak mandiri di kawasan Rumpin, Bogor. (Foto: Humas PKH)

Dalam waktu sembilan hari sejak disepakatinya komitmen pembelian ayam ras (live bird) peternak mandiri oleh mitra peternakan yang terdiri dari perusahaan pembibitan ayam ras dan perusahaan pakan ternak, sebanyak 455.318 ekor live bird peternak mandiri telah berhasil diserap oleh mitra peternakan.

“Sampai 1 Mei 2020, live bird yang sudah dibeli mitra peternakan sekitar 11,05% dari target 4.119.000 ekor,” ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementan, I Ketut Diarmita, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jum'at (1/5/2020).

Berdasarkan data yang dimilikinya, pembelian live bird terbanyak selama sembilan hari itu dilakukan oleh PT Charoen Pokphan Indonesia, yakni sebanyak 154.921 ekor atau 15,49% dari target satu juta ekor yang akan dibelinya.

“Bahkan ada tiga mitra peternakan kita yang sudah melakukan pembelian dan telah melebihi komitmen yang disampaikan, yakni PT Expravet, PT Intertama Trikencana Bersinar dan PT Ayam Manggis,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pembelian live bird peternak mandiri tersebar di enam provinsi, dengan capaian Provinsi Jawa Barat sebanyak 253.566 ekor, Banten 8.040 ekor, Jawa Tengah 120.915 ekor, DI Yogyakarta 3.905 ekor, Jawa Timur 53.660 ekor dan Sumatera Utara 15.232 ekor.

Sementara itu Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Sugiono, menyebutkan bahwa pembelian ayam hidup oleh mitra peternakan ini terus berjalan setiap hari. Ia menegaskan bahwa Tim Ditjen PKH selalu memonitor proses ini dan berharap bahwa langkah yang dilakukan melalui dapat meringankan beban peternak mandiri yang terkena dampak COVID-19. 

“Kita berharap bahwa penugasan penyerapan/pembelian live bird peternak mandiri oleh BUMN dapat segera terwujud, sehingga semakin banyak peternak mandiri terbantu," pungkasnya. (INF)

INI BIANG KELADI ANJLOKNYA HARGA TELUR

Telur HE Afkir membanjiri pasar beberapa waktu belakangan

Peternak ayam petelur kembali mengeluhkan harga telur yang anjlok sejak beberapa pekan terakhir. Bahkan di Blitar Jawa Timur yang jadi sentra ayam petelur, harga telur sempat menyentuh Rp 10.500/kg di tingkat peternak beberapa hari lalu, meski saat ini harganya sudah mulai membaik. 

Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Blitar Jatim, Rofiyasifun, mengatakan merosotnya harga telur ayam negeri ini karena merembesnya peredaran telur infertil atau yang dikenal dengan telur HE.

"Harga telur sendiri saat ini sudah mulai membaik. "Lagi banjir telur HE dari perusahaan-perusahaan breeding. Banyak telur dari breeding tidak ditetaskan, lalu merembes ke pasar. Ini yang buat harga telur ayam jatuh," tutur Rofiyasifun.

Padahal, secara regulasi, telur HE dilarang beredar di pasar. Permentan Nomor 32/Permentan/PK.230/2017 diatur tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi.

Dalam Bab III pasal 13 disebutkan, pelaku usaha integrasi, pembibit GPS, pembibit PS, pelaku usaha mandiri dan koperasi dilarang memperjualbelikan telur tertunas dan infertil sebagai telur konsumsi. Telur infertil sendiri umumnya berasal dari perusahaan-perusahaan pembibitan ayam broiler atau ayam pedaging. Di mana telur yang tidak menetas, seharusnya tak dijual sebagai telur konsumsi.

"Telur HE ini memang bukan untuk konsumsi, secara aturan dilarang dijual. Telur HE ini telur yang dibuahi pejantan, lalu tak menetas atau memang sengaja tidak ditetaskan," ujar peternak asal Desa Suruh Wadang, Kecamatan Kademangan, Blitar ini.

Lantaran berasal dari telur breeding yang infertil, harga telur HE ini sangat murah. Harganya hanya Rp 7.000/kg, jauh di bawah harga telur ayam ras.

"Murah karena telur ini harus segera cepat dijual, karena dia akan cepat busuk dalam seminggu. Makanya dijual sangat murah. Dari sisi kualitas juga kurang. Telur HE harusnya dimusnahkan atau untuk CSR perusahaan," kata Rofiyasifun.

Kenyataannya di lapangan, lanjut dia, telur HE banyak oknum perusahaan breeding memperjualbelikannya sebagai telur konsumsi dan dijual ke pasar.

"Inilah dilemanya, kita tak bisa menuntut perusahaan breeding. Oknum internal perusahaan breeding bermain. Kejadian selalu berulang setiap tahun, tapi nggak pernah bisa sentuh level perusahaan," ujar Rofiyasifun.

Dirinya juga mengungkapkan, para peternak di sejumlah sentra ayam layer tengah merugi. Dia menjelaskan, harga telur ayam ras peternak sempat dihargai Rp 10.500/kg jika melepasnya kepada bakul atau pengepul pada 1 Mei 2020 lalu. Di sisi lain, harga pakan berupa jagung memang stabil di harga Rp 3.500/kg. Namun hal itu banyak membantu lantaran harga jual telur ayam ras jauh lebih parah. Selain itu, harga DOC juga masih tinggi. (CR).

MENYUSUL LIVE BIRD, HARGA TELUR IKUT ANJLOK

Senada dengan live bird, harga telur ikut anjlok

Harga telur ayam ras dalam beberapa minggu terakhir ini terus mengalami penurunan. Bahkan, sepekan terakhir, harga salah satu sembako ini anjlok drastis hingga Rp 10.500/kg di tingkat peternak. Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Blitar Jatim, Rofiyasifun, mengatakan merosotnya harga telur ayam ras ini sudah terjadi sejak tahun lalu dan fluktuasinya semakin tidak bisa diprediksi.

"Peternak ayam layer sekarang lagi mengalami ujian berat. Di Blitar harga telur terdeteksi per kilogram sekitar Rp 10.500 sampai Rp 13.500. Itu harga kisaran rata-rata ya," jelas Rofiyasifun, Senin (4/5/2020).

Dia menjelaskan, harga telur ayam ras peternak hanya dihargai Rp 10.500/kg jika melepasnya kepada bakul atau pengepul. Sementara jika bisa menjualnya langsung ke konsumen, peternak bisa mendapatkan harga Rp 13.500/kg. Namun menjual langsung ke konsumen, tentu sulit dilakukan

"Itu harga Rp 13.500/kg peternak harus keliling jual langsung mendekati konsumen," ungkap Rofiyasifun.

Di sisi lain, harga pakan berupa jagung memang stabil di harga Rp 3.500/kg. Namun hal itu banyak membantu lantaran harga jual telur ayam ras jauh lebih parah. Selain itu, harga DOC (day old chicken) atau anakan ayam juga masih tinggi.

"Kita sedang diuji. Harganya gilaa-gilaan (turunnya). Kalau harga jagung Rp 3.500/kg seperti sekarang, HPP-nya telur Rp 18.000-19.000/kg. Belum lagi harga afkiran ayam juga anjlok, ayam afkir bayangkan murah sekali, cuma Rp 9.000-11.000/ekor," ungkap dia.

Peternak asal Desa Suruh Wadang, Kecamatan Kademangan, Blitar ini menuturkan, jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin peternak ayam layer akan mengalami nasib seperti peternak ayam broiler atau pedaging mandiri di mana banyak yang gulung tikar sejak beberapa tahun terakhir. 

"Dulu nggak seperti ini kondisinya. Naik turun telur wajar, habis turun naik lagi. Turun maksimal 2 bulan dalam setahun. Kalau sekarang hampir nggak pernah naik," jelas Rofiyasifun.

Penurunan Merata 

Saat normal, harga telur ayam di pasaran berada di kisaran Rp 23.000-26.000/kg. Sementara di tingkat peternak dijual di kisaran Rp 19.000-21.000/kg. Mengutip data Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia ( Pinsar), Senin (4/5/2020), harga telur ayam ras memang turun drastis.

Sebagai contoh, harga telur ayam di tingkat peternak seperti di Jawa Timur dijual Rp 10.000 hingga Rp 15.000/kg. Lalu di sentra telur ayam ras Jawa Tengah seperti Kendal dijual Rp 16.300/kg, Solo Rp 16.000/kg, Magelang Rp 16.500/kg.

Beberapa daerah lain di Indonesia seperti Lampung harga telur di tingkat kandang peternak dijual Rp 18.000, Palembang Rp 17.000/kg. (CR)



PETERNAK MANDIRI APRESIASI LANGKAH PEMBELIAN AYAM HIDUP DI 6 PROVINSI

Penyerapan livebird di Jombang, peternak ibu Tina oleh PT Reza Perkasa (Foto: Dok. Kementan)


Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Insan Perunggasan Indonesia (PINSAR) Drh Hartono memberikan apresiasi terhadap langkah pemerintah selesaikan polemik over stock livebird di peternak mandiri. Setidaknya, menurut Hartono langkah ini memberi angin segar ditengah keterpurukan rendahnya harga ayam akibat dampak COVID-19.

"Kami mewakili peternak ayam broiler, ayam jantan dan ayam kampung yang sedang terpuruk. Kami mengapresiasi langkah kerjasama pemerintah (Kementerian Pertanian), integrator dan feedmill yang membantu membeli kelebihan ayam ditingkat Peternak Rakyat Mandiri sebanyak 4 juta ekor," kata Hartono di peternakan miliknya, Bogor (2/5/2020).

Hartono menambahkan, upaya ini sangat membantu peternak, walaupun jumlahnya masih sangat kecil dan belum tuntas menyelesailan masalah penurunan demand akibat ekses wabah COVID-19. Dirinya bersama peternak lainnya berharap kedepan serapan ayam ini ditingkatkan.

Apresiasi juga disampaikan Kadma dari Bogor, kepada Kementan dan dirinya berharap agar metode seperti ini bisa dijadikan role model, sebagai salah satu solusi dan insentif mengurangi kerugian peternak ditengah pandemi COVID-19.

"Dengan arahan pemerintah, pola ini bisa ditiru dan diikuti oleh para perusahaan integrator atau perusahaan feed mill lain, agar mempercepat solusi bagi kami, ujar Kadma pemilik peternakan di Desa Leuwi Batu, Lewiliang, Kabupaten Bogor. Ayam di peternakan Kadma dibeli oleh salah satu perusahaan pakan ternak nasional, dengan harga pasar plus tambahan 2.000 rupiah per kilogram.

Begitu juga peternak daerah lainnya, Parjuni Ketua PINSAR wilayah Jawa Tengah mengatakan perusahaan integrator membeli dengan harga lebih baik yakni dengan harga Rp15.000/Kg, dibandingkan harga pasar Rp11.000/Kg.

Upaya yang telah berlangsung selama 9 hari sejak kesepakatan Kementan dan para perusahaan integrator ini, setidaknya telah mampu menyerap sebanyak 455.318 ekor ayam peternak mandiri (data per 1 Mei 2020).

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, I Ketut Diarmita mengatakan pemerintah terus mendorong agar perusahaan integrator dapat menindaklanjuti komitmen menyerap 4.119.000 ekor ayam hidup milik peternak mandiri di 6 propinsi sentra peternakan, yaitu Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.

"Serapan terbesar saat ini di Jawa Barat 253.566 ekor, Jawa Tengah 120.915 ekor, dan Jawa Timur 54.660 ekor. Sudah ada 19 mitra peternakan yang melaporkan," terangnya. (Rilis/INF)


PERKEMBANGAN KASUS AVIAN INFLUENZA DAN SOLUSINYA

Vaksinasi masih menjadi andalan dalam mencegah AI. (Sumber: Istimewa)

Kasus Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) masih banyak terjadi di dunia. China merupakan negara yang paling banyak mengalami wabah yang disebabkan oleh beberapa strain virus HPAI (H5N1, H7N9, H5N6 dan H5N8) dengan penyebaran yang semakin luas pada unggas dan juga korban pada manusia.

Di Indonesia, hingga saat ini kasus Avian Influenza (AI) pada unggas telah menyebar keseluruh provinsi. Berdasarkan laporan dari Team Veterinary Representative PT Romindo Primavetcom, kasus AI masih terjadi di Kalimantan (dua kasus), Medan (tiga kasus), Jawa Timur (dua kasus) dan Tangerang (satu kasus).

Penyakit AI dilaporkan pertama kali muncul di Indonesia pada 2003 silam, penyakit tersebut disebabkan oleh HPAI strain H5N1 clade 2.1. Sampai saat ini Kasus AI telah menyebar di seluruh provinsi, dan dikarenakan dampaknya yang merugikan, maka AI dimasukan dalam 25 penyakit hewan menular strategis berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No. 4026/Kpts/OT.140/4/2013.

Virus AI dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok, yaitu bentuk akut yang disebut dengan HPAI dan yang bentuk ringan disebut Low Pathogenic Avian Influenza (LPAI). Virus pada unggas yang mempunyai subtipe H5 atau H7 telah diketahui mempunyai hubungan erat dengan penyakit yang bersifat patogenik, sebaliknya banyak juga virus influenza A subtipe H5 atau H7 yang bersifat tidak patogen (Tabbu, 2000).

Sebagian besar ahli penyakit unggas menyatakan penanggulangan AI masih sulit mencapai hasil yang diinginkan. Beberapa hal yang menjadi hambatan untuk bebas dari penyakit AI diantaranya sistem pemasaran unggas yang sebagian besar belum tertata dengan baik. Dengan sistem pemasaran yang ada saat ini, ayam afkir yang diduga terjangkit AI dapat mencemari tempat penampungan di pasar tradisional dan mencemari alat transportasi yang berasal dari pasar tradisional tersebut. Sehingga pada saat kembali ke peternakan, alat-alat transportasi tersebut akan mencemari peternakan karena tidak melalui proses sanitasi dan desinfeksi yang baik.

Vaksin inaktif AI saat ini sering menjadi “kambing hitam” kegagalan program penanggulangan penyakit. Perdebatan penggunaan vaksin yang efektif masih sering didiskusikan.

Program vaksinasi pada peternakan petelur komersial dan peternakan ayam pembibit saat ini sudah berjalan dan terprogram dengan baik. Namun, masih ada empat kelompok unggas yang belum melakukan vaksinasi terhadap AI, yaitu kelompok ayam broiler (pedaging), ayam pejantan (jantan jenis ayam petelur), ayam kampung dan jenis unggas lain (bebek, angsa, puyuh). Hal tersebut mengakibatkan kurang efektifnya program vaksinasi terhadap AI karena jumlah populasi ayam terbesar di Indonesia adalah populasi ayam broiler, ayam kampung dan unggas lain dibandingkan dengan populasi ayam petelur komersial dan ayam pembibit.

Penanggulangan AI dapat dilakukan dengan berbagai strategi. Terdapat tiga hal yang dapat dilakukan di peternakan, yaitu tatalaksana peternakan yang optimal, vaksinasi dan biosekuriti.


Karakteristik Patologi Anatomi AI.

Program Vaksinasi AI
Perlu dipahami bahwa pemberian vaksinasi AI tidak dapat serta-merta secara langsung menghilangkan tantangan virus dan memberikan jaminan bahwa ayam bebas dari penyakit AI.

Tujuan vaksinasi terhadap AI adalah untuk mengurangi gejala klinis, mengurangi gangguan produksi telur, menurunkan mortalitas yang disebabkan virus AI, mengurangi populasi ayam yang rentan dan mengurangi pencemaran/shedding virus di lokasi peternakan.

Prinsip dasar pemakaian vaksin AI adalah antigen vaksin harus dapat memberikan stimulasi kekebalan yang optimal sebelum virus asal lapang menginfeksi tubuh ayam. Kemudian, vaksin harus homolog dengan sub tipe H atau subtipe H dan N virus asal lapang. Karakteristik vaksin AI yang ideal (menurut Suarez, 2000) vaksin dapat meransang respon kekebalan humoral (HMI-humoral mediate immunity) dan kekebalan seluler (CMI-cell mediate immunity), sehingga perlindungan terhadap ayam cepat terbentuk.

Vaksin AI juga harus aman untuk unggas dan aman untuk diproduksi. Master seed berasal dari virus LPAI, serta waktu yang diperlukan untuk stimulasi kekebalan singkat sehingga cocok  digunakan pada ayam pedaging.

Kriteria lain yang diharapkan pada vaksin AI adalah harga relatif tidak mahal, mudah diberikan pada ayam, perlindungan efektif dan dapat dicapai dengan dosis tunggal untuk ayam semua umur.

Pencegahan penyakit terhadap AI umumnya sudah dilakukan oleh peternak. Program standar yang telah dilakukan peternak ayam petelur adalah dengan melakukan vaksinasi dengan vaksin inaktif sebanyak minimal tiga kali. Bahkan di beberapa wilayah padat peternakan, vaksinasi inaktif telah dilakukan 3-4 kali pada periode grower dan 1-2 kali pada periode bertelur. 

Pelaksanaan Vaksinasi AI
Teknik alias cara pemberian vaksin juga mempengaruhi hasil vaksinasi. Pemberian vaksin dengan reaksi stres yang minim dapat meningkatkan ransangan kekebalan yang tinggi. Selain itu metode vaksinasi, program vaksinasi, vaksinator dan peralatan vaksinasi beserta sarana/prasarana peternakan ayam, meliputi umur/variasi umur dan status kesehatan, kesemuanya memegang peranan dalam keberhasilan penanggulangan AI.
Untuk mengurangi... (Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi April 2020)


Drh Yuni
Technical Department Manager
PT ROMINDO PRIMAVETCOM
Jl. DR Saharjo No. 264
JAKARTA. Telp.021 8300300

BANTU TANGANI CORONA, PT MITRA ALAT TERNAK BERKONTRIBUSI DISTRIBUSIKAN ALKES

Donasi dari PT Mitra Alat Ternak untuk rumah sakit (Foto: Istimewa)

PT Mitra Alat Ternak, produsen peralatan kandang ayam turut berpartisipasi sebagai bentuk kepedulian terhadap negeri yang tengah dilanda pandemi corona (COVID-19). Sejak awal Maret lalu, Mitra Alat Ternak telah menyalurkan bantuan untuk para tenaga medis berupa masker, face shield, Alat Pelindung Diri (APD), desinfektan, sprayer kecil, handsanitizer serta sprayer gendong.

Perusahaan yang juga menyediakan jasa instalasi kandang closed house ini juga mendistribusikan paket sembako serta paket alat kesehatan untuk karyawan internal, driver ojek online sekaligus bagi supir truk dan kurir yang mengantar paket.                                                                                                         
“Semoga dengan sedikit bantuan dari kami dapat memberikan semangat untuk bersama-sama berjuang melewati krisis dunia. Kami juga ingin memotivasi orang lain untuk turut serta melakukan kebaikan- kebaikan yang bermanfaat, serta dapat meringankan kesusahan yang timbul sebagai dampak COVID 19,” ungkap Cindy Tanoto, selaku perwakilan PT Mitra Alat Ternak.

PT Mitra Alat Ternak dalam aksi sosial ini bekerjasama dengan PT Mitra Peternakan Sejahtera-Makasar, Ria Poultry-Jambi, dan Harapan Abadi-Lombok.

Kendala Teratasi 

Terkait dengan pemberlakuan PSBB, menurut Cindy memang sempat kru Mitra Alat Ternak mengalami kendala yang cukup besar dalam aspek pendistribusian peralatan ternak ke customer. Karena sebagian besar ekspedisi mengurangi sebagian jalur pengiriman ke daerah-daerah terpencil.

“Segenap kru dan personil kami tetap berusaha bekerjasama dengan baik seperti meningkatkan komunikasi dan bekerja lebih semangat dalam bongkar muat, sehingga persiapan menjadi lebih cepat dan kendala-kendala bisa diatasi,” terang Cindy dalam petikan wawancara dengan Infovet beberapa waktu lalu. (NDV)


ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer