-->

GUBERNUR LAMPUNG AJAK ISPI BERKOLABORASI MEWUJUDKAN SEKTOR PETERNAKAN SEBAGAI LOKOMOTIF PEMBANGUNAN PERTANIAN

Gubernur Lampung Menghadiri Konges ISPI XIII

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi membuka Kongres XIII Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), di Ballroom Hotel Emersia, Bandar Lampung, Jum'at 19 Januari 2024. Dalam acara itu Gubernur Arinal mendorong pimpinan dan pengurus ISPI berkolaborasi dengan semua stakeholder menjadikan sektor peternakan sebagai lokomotif Pembangunan Pertanian di Indonesia.

"Semoga dapat menghasilkan pimpinan dan pengurus ISPI yang dapat bekerja secara sinergis dan berkolaborasi dengan semua stakeholder terkait agar dapat menjadikan sektor peternakan menjadi lokomotif Pembangunan Pertanian di Indonesia," ujar Arinal.

Kongres ini sendiri mengusung tema "Membumikan Profesi Insinyur Peternakan Menunj Indknesia Emas 2045". Kongres akan berlangsung 19- 21 Januari 2024.

Gubernur Arinal menjelaskan bahwa melalui Kongres ini diharapkan menjadi sarana koordinasi dan komunikasi antar pengurus ISPI dalam rangka sinkronisasi kebijakan, program dan kegiatan Subsektor Peternakan agar dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan baik pusat maupun daerah dalam ruang lingkup pencapaian sasaran strategis Nasional.

Sektor pertanian merupakan sektor strategis yang menjadi tulang punggung dan tumpuan ekonomi Provinsi Lampung. 

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Provinsi Lampung Tahun 2022 sebesar 414,13 Triliun rupiah, dan lapangan usaha Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan menyumbang proporsi terbesar sebanyak 27,9% dari PDRB Provinsi Lampung, sehingga Lampung dikenal secara luas sebagai sentra penghasil beberapa komoditas seperti kopi, jagung, lada, kakao, tebu, sapi potong dan kambing.

"Dengan segala potensi ini, saya harapkan keberadaan ISPI dapat memperkuat pencapaian visi Gubernur Lampung yaitu Rakyat Lampung Berjaya," kata Arinal. 

Gubernur Arinal sangat berharap tersusunnya dokumen peta permasalahan dan rencana kerja penanganan permasalahan peternakan di Provinsi Lampung dalam pertemuan tersebut.

"Saya juga berharap terbitnya nota kesepahaman antar para pemangku peternakan yang berisi komitmen untuk berperan serta mendukung program dan kegiatan pembangunan peternakan secara bersama-sama, serta diperoleh data dan informasi mengenai potensi daerah", kata Arinal. 

Sebelum mengakhiri sambutannya, Gubernur Arinal berharap Kongres dapat memberikan masukan dalam pengembangan peternakan ke depan.

Sehingga tujuan dari Kongres sesuai tema yakni Membumikan Profesi Insinyur Peternakan Menuju Indonesia Emas 2045 dapat tercapai. Pada kesempatan ini juga, Gubernur Arinal secara resmi dikukuhkan menjadi Anggota Kehormatan ISPI.  (INF)

MENYONGSONG KONGRES ISPI KE-13 DI LAMPUNG


Pengurus Besar Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (PB ISPI) bersama dengan Pengurus Wilayah ISPI Lampung akan menggelar Kongres XIII di Hotel Emersia, Bandar Lampung, 19-21 Januari 2024. Selain akan memilih Ketua Umum dan pengurus PB ISPI periode 2024-2028, kegiatan akan dirangkai dengan seminar nasional bertajuk “Membumikan Profesi Insinyur Peternakan Menuju Indonesia Emas 2045”.

Melalui siaran resminya, Senin (15/1/2024), Ketua Pelaksana Kegiatan, Aris Susanto SPt, mengatakan Kongres ISPI XIII merupakan kedaulatan tertinggi dalam organisasi ISPI di tingkat Nasional. “Lampung diberikan kepercayaan penuh untuk menjadi tuan rumah kegiatan ini,” ujar Aris.

Menurutnya, Kongres XIII diadakan untuk menilai pertanggungjawaban pengurus PB ISPI dalam menjalankan amanah yang diberikan pada kongres sebelumnya. Lalu menyusun program kerja kepengurusan dan memilih Ketua Umum dan pengurus PB ISPI untuk periode berikutnya.

“Atas dasar ini maka PB ISPI bersama dengan PW ISPI Lampung akan melaksanakan Kongres XIII sebagai bentuk dinamika organisasi dan proses pengaderan organisasi,” kata Aris yang juga Ketua PW ISPI Lampung.

Sementara itu, Ketua Umum PB ISPI, Ir Didiek Purwanto IPU, menuturkan dalam perjalanan pembangunan peternakan nasional menuju Indonesia emas 2045, ISPI dengan insinyur keprofesiannya terpanggil untuk berperan aktif berkontribusi mempercepat penyediaan protein hewani asal hewan. Hal ini merupakan kontribusi nyata profesi insinyur peternakan dalam pembangunan nasional. Untuk itu, pada Kongres XIII ISPI di Lampung juga akan digelar seminar nasional.

Seminar yang akan dilaksanakan pada Jumat (19/1/2024), rencananya dihadiri oleh Ketua Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Peternakan Indonesia, Dr Rahmat Hidayat SPt MSi, yang akan membawakan materi “Kompetensi Lulusan Fapet dengan Kebutuhan Dunia Usaha”. Kemudian Ketua BK Keinsinyuran, Prof Dr Ir Ali Agus DEA DAA IPU ASEAN Eng, dengan materi “Pengakuan Profesi Keinsinyuran Peternakan Dalam Dunia Kerja”. Lalu Ketua Tim Perubahan UU PKH-PB ISPI, Prof Ir Budi Guntoro SPt MSc PhD IPU ASEAN Eng, yang membawakan materi “Substansi Rancangan Perubahan UU No. 18/2009 Jo UU No. 41/20 tentang PKH”.

Seperti diketahui, ISPI berfungsi sebagai wadah dan bentuk kerja sama para insinyur peternakan dan sarjana peternakan dengan berbagai pihak di Indonesia untuk memajukan, mengembangkan, dan mengamalkan ilmunya dalam pembangunan nasional. ISPI juga berusaha membantu, menggiatkan, serta meningkatkan usaha masing-masing anggota dalam rangka tanggung jawab bersama dalam pembangunan nasional, serta mengadakan hubungan dan kerja sama dengan badan-badan lain, baik di dalam maupun di luar negeri yang menyangkut masalah pembangunan peternakan.

Saat ini jumlah sarjana peternakan yang lulus dari 22 fakultas dan jurusan peternakan di seluruh Indonesia diperkirakan sebanyak 13.593 orang S1 yang di antaranya melanjutkan sampai lulus berjenjang S2 sebanyak 896 orang, dan berjenjang S3 sebanyak 156 orang. Jumlah insinyur peternakan dengan peringkat IPP, IPM, dan IPU juga terus bertambah. (INF)

PRODUK NUTRICELL RAMBAH NEGERI GINSENG

Pelepasan Ekspor Produk Obat Hewan Milik Nutricell Menuju Korea Selatan

Senin (13/9) PT Nutricell Pacific kembali melakukan ekspor produknya, tidak tanggung - tanggung kali ini Korea Selatan yang jadi tujuan ekspor Nutricell. Acara seremonial ekspor tersebut dilangsungkan di Kantor Nutricell yang berlokasi di Komplek Pergudangan Taman Tekno, Tangerang Selatan.

Sebanyak 28 ton sediaan imbuhan pakan dengan nilai lebih dari USD 254 ribu (sekitar Rp 3,6 Milyar) dikirimkan ke Korea Selatan pada hari itu. Dalam sambutannya CEO PT Nutricell Pacific Suaedi Sunanto  tak hentinya menyatakan rasa syukur atas raihan yang telah dicapai perusahaannya.

"Ini sudah yang ke-3 kalinya untuk kami, dan ini merupakan salah satu pencapaian yang apik bagi kami. Apalagi ini terasa sangat spesial karena perusahaan kami baru saja merayakan perayaan ulang tahun yang ke-6. Saya rasa ini adalah suatu karya yang dapat kami persembahkan untuk negeri ini, oleh karena itu semua saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah sudi membantu kami dalam mewujudkan hal ini," tutur Suaedi.

Ia juga mengatakan bahwa Nutricell memiliki komitmen untuk menghadirkan produk yang memenuhi standar kualitas global mulai dari kualitas produk, keamanan, ketelusuran (traceability),  dan tentu saja standar keberlangsungan (sustainability).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah juga mengapresiasi pencapaian Nutricell. Menurutnya Nutricell merupakan salah satu perusahaan yang dapat dijadikan contoh sukses dalam membantu pemerintah menjalankan program GRATIEKS Pertanian (Gerakan Tiga Kali Ekspor Pertanian).

"Seperti apa yang diamanatkan oleh Pak Menteri, kami selalu mendukung siapa saja yang ingin ekspor, akan kami gelar karpet merah bagi siapa saja yang ingin ekspor. Tentunya kami juga tidak akan mempersulit, malah akan kami bantu semaksimal mungkin, kalau untuk ekspor, Ditjen PKH Sabtu - Minggu tidak libur!," kata Nasrullah sembari berkelakar.

Sebagai informasi Nasrullah juga menyampaikan bahwa ekspor komoditas peternakan pada tahun 2021 periode bulan Januari-Juli tercatat mencapai 192.034 ton dengan nilai USD 807.587.385 atau setara Rp 11,7 triliun.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 (YoY), volume ekspor mencapai 175.022 ton dengan nilai sebesar USD 466.838.460, nilai ini meningkat sebesar 9,72% dan nilai ekspor meningkat sebesar 72,9%. Oleh karenanya dirinya akan terus menghimbau dan membantu perusahaan mana saja yang bergerak di bidang peternakan dalam melakukan ekspor, karena ekspor menunjukkan bahwa Indonesia tetap bisa bersaing dengan luar negeri.

Produk Unggulan, Kearifan Lokal

Direktur Technical Nutricell, Wira Wisnu Wardhana mengatakan bahwa sejatinya Indonesia memiliki potensi dalam hal sumber bahan baku. Banyak hal yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia karena kekayaan sumber daya alamnya.

"Bahan baku kita lakukan penelitian mendalam kandungannya, khasiatnya, keunggulan dan kekurangannya, lalu kita berikan nilai tambah agar dapat dimanfaatkan oleh ternak. Dengan begitu akan ada value yang didapat sehingga bermanfaat," tutur Wira.

Ia menuturkan Nutricell selalu berkomitmen dalam mengembangkan produk-produk feed additive dan feed supplement berbasis sumberdaya lokal, melalui riset, dan investasi dalam kemampuan analisa dan manajemen. (CR)





KONGRES LUAR BIASA DAN KONSOLIDADI NASIONAL ISPI 2021

Pada 29-30 Januari 2021 ISPI menyelenggarakan Kongres Luar Biasa dan Konsolidasi Nasional Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia. Bertempat di Hotel Aston Sentul Lake Resort & Conference Center, Bogor, Jawa Barat.

Dibuka oleh Ketua UMUM PB ISPI Ir Didiek Purwanto IPU, kongres tersebut mengusung tema “Menjadikan ISPI Organisasi Profesi yang Mampu Menjawab Tantangan Dunia Peternakan”. Dihadiri Pengurus Besar ISPI, juga pengurus cabang se-Indonesia, acara ini dilakukan secara offline dan online melalui Zoom dan Youtube.

Menutup sambutannya Didiek mengatakan, "Sudah waktunya ISPI mempunyai rumah untuk setiap anggota ISPI melakukan proses keprofesiannya. Saya berharap bisa didukung semua PC di Indonesia kita akan membangun rumah ISPI di ibukota. Ini menjadi mimpi kita. Agar adik-adik kita nantinya tidak terlaku repot berkonsolidasi satu dengan yang lainnya.".

Ketua Umum PB ISPI Didiek Purwanto

Acara selengkapnya bisa disaksikan di channel Youtube PB ISPI:

Kongres Luar Biasa ISPI membuahkan hasil sebagai berikut:

  1. Nama ISPI diganti menjadi Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia, tetap disingkat ISPI. Penggunaan kata perkumpulan menyesuaikan dengan peraturan Kemenkumham RI.
  2. Jenjang kepengurusan dirapikan menjadi Pengurus Besar (PB), Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Cabang (PC) dengan kedudukan di Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota.
  3. Persyaratan pembentukan Pengurus Cabang (PC) harus mempunyai minimal 10 anggota dengan kedudukan di Kabupaten/Kota.
  4. Kedaulatan tertinggi berjenjang dari PB, PW dan PC adalah Kongres/Musyawarah/Rapat Anggota.
  5. Hak suara pada Kongres adalah suara PW dan PC.
  6. Selama masa transisi untuk daerah yang memiliki lebih dari 1 PC, PB ISPI akan mengeluarkan Peraturan PB, diantaranya mendorong peleburan beberapa PC untuk membentuk PW. Kemudian PW yang baru terbentuk bertanggung jawab untuk mendorong terbentuknya PC di Kabupaten/Kota.
  7. Detil penjabaran Anggaran Dasar (AD) dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) akan diselesaikan oleh tim kecil PB dalam kurun  2 hari untuk AD dan 2 minggu hingga maksimal 1 bulan untuk ART.

SEKJEN ISPI MENJADI NARASUMBER WEBINAR NASIONAL PERUNGGASAN

Pada Webinar Nasional Perunggasan: Potensi Unggas Lokal Kalbar, Mandiri Bibit dan Pakan, 17 Desember 2020, Joko Susilo SPt (Sekjen ISPI Pusat) membawakan tema “Pilih Ayam Joper atau AKA, Percapaian Performance dan Serapan Pasar”.

Melalui presentasinya Joko berbagi tips memilih bibit ayam lokal yang baik, yaitu:

  • Berasal dari badan usaha yang memiliki lisensi.
  • Memiliki sertifikasi layak bibit.
  • Menerapkan good breeding practice.
  • Memiliki kompartemen bebas penyakit avian influenza.
  • Melakukan vaksinasi.

Memilih bibit ayam lokal ini juga berkaitan dengan pelestarian dan pemanfaatan keberlanjutan sumber daya genetik ayam lokal asli dan ayam lokal.

Disarankan juga agar memilih DOC dengan warna kaki yang sesuai dengan keinginan masyarakat setempat. Karena bagaimanapun ini adalah bisnis yang harus bisa memenuhi selera pasar.

Untuk peserta yang berminat dengan usaha pembibitan ayam kampung Joko mengatakan usaha pembititan cost-nya cukup tinggi, terutama pada biaya transportasi penyebarannya. Jika skala usaha hanya kecil maka efisiensinya sangat kurang.

Bagian kedua presentasi adalah pemeliharaan yang meliputi perlaukan saat DOC datang, penimbangan dan seleksi warna DOC. Diberikan juga tips brooding yaitu segera tebar DOC begitu datang, amati kondisi tembolok 2 jam pertama, dan amati presentase tembolok isi pada 8 jam pertama harus sudah benar-benar terisi pakan.

Kandang hendaknya memiliki luas yang cukup, ventilasi yang bagus, aman dari binatang buas. Baik kandang litter maupun baterai (individu) bisa diterapkan.

Peternak ayam lokal umumnya sampai dengan usia ayam 14 hari menggunakan pakan broiler starter. Ketika ayam sudah besar pakan bisa ditambah jagung atau rumput untuk hijauan.

Berikutnya Joko juga membahas target produksi hingga penjualan. Dimana detil materinya bisa diunduh disini.

HUT ISPI KE-52 TAHUN: BERSAMA BANGUN PETERNAKAN INDONESIA

Koordinasi Nasional dan HUT ke-52 Tahun ISPI yang dilakukan secara daring, Rabu (26/8/2020). (Foto: Dok. Infovet)

Berbarengan dengan Hari Kebangkitan Peternakan dan Kesehatan Hewan yang diperingati pada Agustus-September tiap tahunnya, Pengurus Besar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (PB ISPI) turut menyelenggarakan hari jadinya dengan menggelar pertemuan secara daring “Koordinasi Nasional dan HUT ke-52 Tahun ISPI” konsolidasi organisasi dan menetapkan langkah bersama untuk pembangunan industri peternakan Indonesia, Rabu (26/8/2020).
“Tidak terasa perjalanan ISPI sudah mencapai usia 52 tahun dalam mengoptimalkan potensi pembangunan peternakan dalam negeri. Banyak dinamika yang terjadi dengan bermacam karakter yang dinamis kita tetap berupaya memberikan gagasan yang strategis dan konstruktif. Sudah saatnya kita berdiri sendiri membangun industri peternakan dalam negeri di era globalisasi,” ujar Ketua Umum PB ISPI, Ir Didiek Purwanto dalam sambutannya.
Ia juga menegaskan perlunya bahu-membahu seluruh elemen dalam pembangunan sektor peternakan dan kesehatan hewan Tanah Air.
“Mari kita bersinergi bersama, tidak ada lagi dikotomi antara peternakan dan kesehatan hewan. Kita bergandengan bersama untuk membangun kemajuan industri peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI), Drh M. Munawaroh, yang turut hadir dalam acara.
“Kita bisa saling membantu, diharapkan ke depan kita bisa terus bersinergi dengan ISPI. Mari kita selalu berkoordinasi dalam mendampingi pemerintah mengambil kebijakan yang bermanfaat, selain mampu memberikan pemenuhan protein hewani bagi masyarakat,” kata Munawaroh.
“Ini menjadi momentum yang luar biasa, semoga ISPI semakin maju dan berkembang. Tentunya ini menjadi kebanggan tersendiri.”
Apresiasi lain juga datang dari Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementerian Pertanian, Ir Nasrullah, melalui video singkatnya.
“Semoga ISPI semakin solid dan lebih nyata lagi dalam membangun sektor peternakan di Indonesia, khususnya di era pandemi COVID-19 ini. Kami mengajak ISPI untuk bersama-sama membangun industri peternakan, ini menjadi kiprah nyata sarjana peternakan Indonesia. Bravo ISPI,” tukas Dirjen PKH.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08:30 WIB ini dihadiri sebanyak 120 peserta, diantaranya pemimpin cabang dan anggota ISPI yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia, serta para tamu undangan, termasuk salah satunya pendiri ISPI Ir Ign Kismono. Peserta juga disajikan beberapa penayangan video tribute ISPI yang merangkum perjalanan dan kegiatan ISPI.
Pada kesempatan yang sama juga secara langsung dilakukan soft launching buku “Refleksi 50 Tahun ISPI” oleh ketua umum. Buku tersebut berisi mengenai sejarah perjalanan ISPI dari awal berdiri hingga saat ini dan visi ISPI di tahun mendatang. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi peningkatan peran dan eksistensi ISPI oleh para anggota. (RBS)

POTENSI DAN TANTANGAN PENGEMBANGAN KERBAU KALIMANTAN SELATAN

Pengembangan dan pelestarian kerbau rawa Kalsel tidak semata bertujuan meningkatkan populasi dan produksi daging, tapi juga menjaga aspek pelestarian budaya dan ekosistem rawa. (Foto: FLICKR.COM)

Kerbau Kalimantan Selatan merupakan rumpun kerbau rawa yang tersebar di beberapa kabupaten di Kalimantan Selatan (Kalsesl). Kerbau ini telah dikukuhkan keberadaannya sebagai plasma nutfah melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 2844/Kpts/LB.430/8/2012.

Plasma nutfah Kalsel ini telah dibudidayakan secara turun-temurun dengan sistem kalang. Budi daya kerbau rawa dengan sistem kalang merupakan kearifan lokal masyarakat yang hidup di daerah rawa di Kalimantan Selatan, Timur dan Tengah.

Oleh karena itu, pengembangan dan pelestarian kerbau rawa Kalsel tidak semata bertujuan meningkatkan populasi ternak dan produksi daging, namun juga menyentuh aspek pelestarian budaya dan ekosistem rawa. 

Berdasarkan kondisi tersebut, Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (PC ISPI) Kalimantan Selatan, menyelenggarakan webinar pada Selasa (11/8/2020), dengan topik “Peluang dan Pengembangan Kerbau Kalimantan Selatan” yang didukung Kementerian Pertanian (Kementan), Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari dan Pemerintahan Provinsi Kalimantan Selatan. 

Ketua PC ISPI Kalsel, Sabrie Madani, menyebut bahwa kerbau rawa yang akrab disebut dengan kerbau kalang merupakan kekayaan daerah yang perlu dilestarikan. Pelestariannya membutuhkan kontribusi banyak pihak, baik terkait mutu genetiknya maupun nutrisi dan pakannya.

“Masalah yang sering dihadapi peternak adalah kecenderungan penurunan populasi, diduga karena minimnya sentuhan teknologi dalam pengembangannya, misalnya perkawinan sedarah yang marak sehingga bermunculan gen resesif yang dapat berdampak pada tingginya angka kematian. Di samping itu, penyempitan lahan penggembalaan juga perlu diperhatikan,” kata Sabrie.

Sementara Ketua Umum ISPI, Ir Didiek Purwanto, mengemukakan, upaya pelestarian plasma nutfah secara prinsip memang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, namun ia berharap ada keterlibatan banyak pihak seperti Kementan ataupun pihak swasta yang intens dengan budi daya dan pengembangan ternak di wilayahnya.

 “Ke depannya kita berharap bukan hanya sapi namun kerbau juga harus menjadi prioritas pengembangan untuk basis penghasil protein hewani masyarakat,” ujar Didiek.

Hal itu langsung ditanggapi Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Dr Ir Nasrullah, yang menyatakan bahwa pengembagan kerbau memang menjadi prioritas pihaknya. Namun masih terdapat beberapa kendala salah satunya sistem reproduksi. Kerbau memiliki banyak perbedaan dengan sapi, sehingga upaya peningkatan populasinya melalui teknologi inseminasi buatan tidak mudah dilakukan.

“Masalah bagi kita dalam pengembangannya, namun ke depannya kita akan melibatkan banyak pihak untuk mendapatkan alternatif solusi terkait pengembangbiakan kerbau ini,” kata Nasrullah.

Webinar inipun diharapkan menjadi langkah awal untuk mengangkat potensi kerbau rawa sebagai plasma nutfah unggul melalui perumusan kebijakan pengembangan, riset dan sinergisme antara lembaga serta dukungan pihak peternak dan perusahaan peternakan dalam budidayanya. (Sadarman)

PELANTIKAN PENGURUS ISPI CABANG JAWA TIMUR 3, PERIODE 2019-2023


Bertempat di Camp Bestcow Ajung, Jember, Selasa (7/7/2020) telah terlaksana pengukuhan dan pelantikan pengurus Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Cabang Jawa Timur 3 Periode 2019-2023.

Pelaksanaan pelantikan kepengurusan baru ini, dilakukan secara langsung di lokasi acara serta via online. Rencana semula, pelantikan dilaksanakan pada 5 Februrai 2020, namun karena pandemi COVID-19 acara diundur hingga bulan Juli ini.

Dihubungi redaksi Infovet, Rabu (8/7/2020), Ketua ISPI Cabang Jawa Timur 3, Nyoman Aribowo SPt mengemukakan, ISPI sebagai wadah menyatukan rekan-rekan Sarjana Peternakan berkomitmen dalam memberikan kontribusi ke masyarakat.

“ISPI Cabang Jatim 3 akan fokus pada program pendampingan masyarakarat petani peternak di pedesaan,” kata Nyoman.

Lanjutnya, pendampingan ini dapat berupa pelatihan-pelatihan yang memprioritaskan topik guna meningkatkan keterampilan berwirausaha (entrepeneurship) di kalangan masyarakat pedesaan.

“Kita kembangkan potensi masyarakat ini untuk membangun lingkungan pertanian dan peternakan yang berorientasi bisnis, sehingga desa sekaligus masyarakat diharapkan memiliki pendapatan lebih kemudian kesejahteraan meningkat,” pungkasnya. (NDV)


PEMBERIAN PENGHARGAAN UNTUK KELOMPOK PETERNAK SAPI BX

Serah terima penghargaan sapi BX (Foto: Ist)

“Terima kasih ISPI atas penghargaan yang kami peroleh.” Ucapan rasa syukur dan senang ini diungkapkan  perwakilan Kelompok Cadas Sari, salah satu penerima penghargaan sapi BX. Serah terima penghargaan ini diselenggarakan di Di Desa Cipongkor KBB, Rabu (23/6/2020). 

Acara ini merupakan buah hasil dari pendampingan yang dilakukan Program Manager Unit (PMU) provinsi Jawa Barat dan satgas di tingkat kabupaten, serta anggota PC ISPI Jabar-1 yang ditunjuk oleh PB ISPI untuk melakukan pendampingan peternak pada Desember 2019 lalu.

Pendampingan ini fokus terhadap tiga kelompok diantaranya Kelompok Mekarmulya KBB, Cadas Sari Subang dan Mekarjaya Sumedang secara intensif selama 6 bulan.

“Penghargaan 1 ekor pedet betina, prestasinya mencapai 80% BH bunting sapi BX-nya. Satu kelompok lainnya dari KBB kelompok Mekar Mulya 73,3% betina BX yang bunting juga mendapatkan 1 ekor pedet betina,” kata Rochadi Tawaf, selaku pembimbing dari PMU dan penggiat Improvement Program Productive Female Cattle (I2PFC).

Dalam keterangan resminya, PMU menjalin kerjasama dengan Balai Pelatihan DKPP Cikole Lembang dan Fapet Unpad untuk melatih 24 anggota kelompok Peternak pada tanggal 4 dan 5 Februari 2020. Materi pokok antara lain mengenai biotek pakan, manajemen reproduksi, manajemen pengelolaan usaha, pengelolaan limbah dan organisasi kelompok. (NDV)

ISPI CABANG BANTEN SALURKAN BANTUAN UNTUK PETERNAK TERDAMPAK COVID-19

Momen penyerahan bantuan (Foto: Istimewa)


Ikatan Sarjana Peternakan (ISPI) cabang Banten melaksanakan darma baktinya dengan memberi bantuan kepada para buruh dan karyawan farm yang dirumahkan, dan peternak ayam mandiri baik ayam broiler dan kampung selama masa pandemi COVID-19. Dengan harapan, agar dapat sedikit meringankan beban yang disandang bagi penerima bantuan, ISPI Banten hadir untuk menjadi solusi dan membantu para pejuang dan insan peternakan, khusus di Provinsi Banten.

Dengan motto "Rakyat Sehat, Peternak Sejahtera, Ekonomi Kuat", pemberian bantuan diberikan secara simbolis oleh Ketua ISPI PC-Banten Aziz Meiaro H, SPt dan Ketua Bidang Kelembagaan/Organisasi Aflimar Asli. Kegiatan sosiasl ini dilaksanakan pada sabtu, 9 Mei 2020. Bantuan diterima para perwakilan peternak ayam mandiri, baik broiler atau ayam kampung.

Dalam pelaksanaannya, program pemberian bantuan diserahkan di dua tahap, yakni tahap pertama diberikan kepada 22 orang pekerja farm atau karyawan yang di rumahkan oleh salah satu farm yang ada di Serang. Tahap kedua dengan pemberian bantuan kepada 11 orang peternak mandiri ayam kampung dan broiler di Pamarayan, Serang. Untuk meminimalisir jumlah orang yang hadir, ISPI cabang Banten hanya mengundang setengah perwakilan dari penerima bantuan, dan sisa bantuan di serahkan oleh Ketua RT setempat.

Aziz menyatakan, ISPI cabang Banten sadar kesulitan yang dirasakan oleh para mitra, salah satunya para peternak ayam mandiri. Hal ini dikarenakan tanpa adanya pandemi COVID-19 pun, untuk tetap "bertahan" sulit, karena harga LB sering kali dibawah HPP, apalagi disaat pandemi saat ini. Melalui bantuan yang diberikan, diharapkan dapat sedikit meringankan beban yang disandang. (IN)

MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI PETERNAK AYAM MANDIRI

Foto: Istimewa

Untuk mempertahankan eksistensi peternak ayam mandiri di Indonesia, pembenahan berbagai sisi harus dilakukan. Dari sisi peternak, sejumlah langkah konkrit harus dilakukan, antara lain langkah efisiensi performa baik ketrampilan maupun managemen pemeliharaan ayam. Langkah berikutnya adalah revitalisasi perkandangan ke arah kandang yang semi modern atau modern dengan sistem kandang tertutup. Hal yang tak kalah pentingnya adalah alih teknologi budidaya ayam, yang dalam hal ini adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia peternak ayam yang harus diupayakan kemampuan penguasaan teknologinya.

Hal itu disampaikan oleh Wismarianto dari Soma Farm dalam sebuah Talkshow yang menganngkat tema Eksistensi Peternak Rakyat Mandiri melalui Teknologi CH dan Regulasi Kuota Unggas. Acara yang dilaksanakan dalam rangka pelantikan pengurus Ikatan Sarjana Peternakan (ISPI) Cabang Bogor atau Jawa Barat II tersebut dilangsungkan di kawasan Jalan Padjajaran Bogor pada 4 Maret 2020 lalu. Sementara dari sisi pihak luar, Wismarianto mengharapkan adanya dukungan berupa regulasi yang berpihak pada isisi hulu dan hilir, serta adanya dukungan permodalan perbankan untuk keberlangsungan peternakan ayam. Kebutuhan khusus yang sangat diperlukan peternak saat ini, tambahnya adalah sangat diperlukan adanya sistem klusterisasi, yakni peternak yang berkelompok dalam jumlah tertentu, sehingga mempermudah dalam mendapatkan perhatian dan perlindungan khusus.

Pembicara lain yakni Hery Wibowo menambahkan, industri perunggasan bisa bertahan hingga saat ini disebabkan oleh empat faktor utama, yakni kapital yang besar, sumber daya manusia yang lengkah, efisiensi produksi serta selalu mengikuti inovasi. Hal yang disebut terakhir, yakni inovasi sangat penting, karena di tingkat peternak saat ini masih ada asumsi bahwa kandang sistem tertutup itu mahal. Lebih lanjut Hery menjelaskan tentang adanya alternatif inovasi kandang sistem tertutup dengan biaya relatif murah dengan hasil yang lebih optimal. Hery menandaskan, inovasi kandang tertutup yang relatif murah tersebut berpijak pada prinsip pembangunan sistem kandang tertutup yakni menyediakan lingkungan ideal dan nyaman untuk ayam berdasarkan kebutuhannya, sehingga tercapai pertumbuhan ayam secara optimal sesuai dengan kemampuan genetikanya.(IN)

MEMBENTUK SDM BIDANG PETERNAKAN BERKARAKTER WIRAUSAHA


Dalam menciptakan SDM Indonesia yang unggul dan memiliki daya di tingkat regional, harus melibatkan masyarakat, perusahaan, termasuk industri swasta dan Badan Usaha Milik Negara, serta pemerintah pusat serta daerah. Hal dimaksudkan untuk membuka peluang jangkauan yang lebih luas dengan hasil yang lebih optimal agar SDM Indonesia dapat memenangi persaingan di kancah internasional.

Semangat untuk turut membangun sumber daya manusia yang unggul itulah yang melatarbelakangi adanya program magang khusus bagi para sarjana peternakan yang baru lulus, yang dilakukan oleh Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) bekerjasama dengan Red Meat and Cattle Partnership (RMCP). Berlangsung pada Desember 2019 hingga Februari 2020, magang dilaksanakan di 10 perusahaan peternakan, dengan jumlah peserta total  25 orang alumni beberapa perguruan tinggi peternakan di Indonesia. Menurut Muhsin Al Anas selaku Koordinator Program dari Pengurus Besar ISPI, tujuan utama program tersebut adalah meningkatkan keterampilan dan pemahaman terkait bisnis proses perusahaan yang bergerak di industri peternakan bagi sarjana peternakan.

Program magang yang diselenggarakan ISPI dan RMCP ini memberi manfaat bagi sarjana baru peternakan, serta bermanfaat pula bagi kalangan perusahaan peternakan. Hal ini dikarenakan perusahaan peternakan tidak perlu lagi repot-repot melakukan proses seleksi, karena calon karyawan yang sesuai sudah bisa dijaring melalui program magang ini. Hal itu dijelaskan oleh Ketua Umum ISPI Didiek Purwanto dalam workshop penutupan program magang ISPI-RMCA di Jakarta pada 2 Maret 2020.

Didiek mengharapkan program magang ini dapat terus berjalan secara rutin dengan bekerjasama dengan perusahaan pengguna sarjana peternakan, baik yang bergerak di bidang budidaya ternak, pengiriman ternak, asuransi ternak hingga di bidang ritel. Ia juga mengingatkan kepada para para sarjana peternakan yang baru, bahwa dalam bekerja, ternyata tidak hanya ilmu dan keterampilan saja yang dibutuhkan, namun juga karakter peserta juga yang bisa berkembang dan sesuai bersama budaya perusahaan.

Suaedi Sunanto dari PT Nutricell Pacific menambahkan, peserta magang yang ditempatkan di perusahaannya diposisikan sebagai partner kerja, dan bukan sebagai staf karyawan -selama program magang 3 bulan tersebut. Hal itu dimaksudkan karakter SDM milenial saat ini yang sangat diminati adalah yang berkarakter wirausaha. Dengan demikian, dalam program magang ini diharapkan dapat menjadi tambahan nilai atas diri masing-masing peserta magang. Nutricell Pacifi merupakan perusahaan yang bergerak di bidang bahan pakan tambahan untuk dapat membantu meningkatkan performa sapi lebih baik, lebih sehat, aman, dan dicintai konsumen.

Dalam acara workshop tersebut, para peserta magang juga mendapatkan pembekalan tentang motivasi dan semangat bekerja di bidang peternakan oleh Dosen Fakultas Peternakan Edwin Indarto. (IN)

INTERNATIONAL SEMINAR OF ANIMAL NUTRITION AND FEED SCIENCE 2020 DIGELAR DI YOGYAKARTA


MENCARI BIBIT UNGGUL TENAGA KERJA DI BIDANG PETERNAKAN

Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) berkolaborasi dengan Indonesia - Australia Partnership Food Security in The Red Meat and Cattle Sector Red Meat and Cattle Partnership (RMCP) menyelenggarakan program pelatihan kerja untuk sarjana baru di bidang peternakan.

Program perdana bertajuk "ISPI-Red Meat Cattle Partnership Internship Program for Fresh Graduate" ini digelar pada tahun 2019 dan diikuti oleh 25 orang sarjana peternakan. Nantinya para peserta akan ditempatkan di 12 perusahaan yang bergerak di bidang sapi potong baik di hulu maupun hilir. Keduabelas perusahaan tersebut yakni PT Citra Agro Buana Semesta, PT Juang Jaya Abadi Alam, PT Indo Prima Beef, PT Karunia Alam Sentosa Abadi, PT Superindo Utama Jaya, PT Buana Karya Bakti, PT Nutricell Pacific, PT AEON, Haleen Australasian Livestock Trader Pty Ltd, Austrex, dan Livestock Shipping Services Pty Ltd. Lama waktu yang disediakan bagi para peserta dalam program ini adalah 3 bulan.

Muhsin Al-Anas selaku koordinator program menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan teknis lulusan program studi peternakan utamanya yang baru lulus (fresh graduate), sehingga mereka dapat memahami proses bisnis di industri peternakan secara real-time

Suasana saat presentasi dan sharing peserta magang

"Ini merupakan kontribusi nyata dari ISPI dalam mempersiapkan SDM Indonesia yang unggul sesuai dengan visi mis Indonesia negara maju 2045. Selain mempersiapkan SDM yang berkualitas, harapannya akan meningkatkan daya saing dan pemikiran inovatif para tenaga kerja di sektor peternakan terlebih lagi di era revolusi industri 4.0 di Indonesia," tutur Muhsin ketika ditemui Infovet.

Infovet juga berkesempatan menyambangi para peserta magang dalam rangka kegiatan monitoring dan supervisi di Bandung dan Garut, pada 3 - 4 Februari 2019 yang lalu. Dalam kegiatan supervisi tersebut para peserta magang melakukan presentasi dan sharing singkat tentang hal apa saja yang mereka kerjakan pada waktu magang.

Dalam kesempatan yang sama, David Goodwins Monitoring and Evaluation Advisor Project Advisory and Support Group, Indonesia - Australia Partnership on Food Security in The Read Meat and Cattle Sector Red Meat and Cattle Partnership (RMCP) mengatakan bahwa dirinya sangat senang dengan diadakannya program ini. Selain menjalin kerjasama internasional yang telah lama dilakukan oleh Indonesia dan Australia, program ini diharapkan dapat menghasilkan tenaga kerja unggul di bidang peternakan khususnya ternak sapi potong.

"Saya senang melihat mereka dapat mengimplementasikan ilmu yang mereka dapat di bangku perkuliahan, tentunya mereka sudah dibekali ilmu dari universitas dan pada program ini adalah waktu yang tepat bagi mereka untuk menerapkannya," tutur David.

Ketika ditanya Infovet mengenai tolak ukur keberhasilan dari program tersebut, David mengutarakan bahwa salah satu indikatornya adalah presentase peserta yang diterima oleh perusahaan sebagai karyawan mereka. Ia juga mengatakan bahwa dari program ini diharapkan akan terjadi hubungan saling menguntungkan antara perusahaan dan organisasi seperti ISPI dan RMCP.

Dari segi peserta, program ini dinilai sangat baik bagi para lulusan baru dalam menjajaki dunia kerja. Hal tersebut diutarakan oleh Agil Darmawan, seorang peserta program asal Mataram, Nusa Tenggara Barat. Bagi Agil, program ini selain sebagai ajang implementasi ilmu yang telah ia dapatkan di bangku perkuliahan, juga menjadi arena dalam mencari pengalaman dan mengasah soft skill.

"Saya senang dengan adanya program ini, dan sepertinya saya jadi semakin yakin untuk bekerja di bidang yang memang saya senangi dan pelajari. Memang ada beberapa hal yang butuh adaptasi lebih, tetapi saya rasa dalam dua bulan ini fine - fine saja," tutur Agil. Namun begitu, Agil juga memberikan masukan kepada penyelenggara program tentang program ini.

Salah satunya yakni mengenai lama waktu magang yang hanya 3 bulan. Menurut Agil, waktu yang diberikan selama 3 bulan masih kurang karena ia merasa bahwa butuh waktu lebih dari itu untuk benar - benar menghayati apa yang dikerjakannya. Ia berharap nantinya waktu yang diberikan untuk program pada batch selanjutnya diperpanjang, minimal 6 bulan.

Berfoto bersama para peserta magang 

Sementara itu menurut Petrus Hendra Widyantoro Program Manager Indonesia - Australia Partnership on Food Security in The Read Meat and Cattle Sector Red Meat and Cattle Partnership (RMCP) animo peserta dari program ini sangat tinggi. Tercatat bahwa peserta yang mendaftar dalam program ini sebanyak 140 orang. Dari 140 pendaftar dilakukan proses seleksi hingga mendapatkan 25 orang peserta yang dianggap layak mengikuti program ini.

"Ada 25 orang totalnya, dan mereka semua adalah lulusan sarjana peternakan dari seluruh Indonesia. Kita senang karena program ini sangat diminati, semoga kedepannya kita bisa terus membuat program semacam ini dan lebih masif dan mudah - mudahan kontinu," tutur Petrus.

Petrus berharap bahwa peserta yang ikut dalam program ini adalah orang - orang yang siap mendedikasikan dirinya secara total di bidang peternakan khususnya sapi potong. Oleh karena itu, untuk selanjutnya dirinya dan ISPI sudah menyiapkan metode penjaringan peserta yang baru dan lebih kompetitif agar mendapatkan bibit unggul tenaga kerja di bidang peternakan dan lulusan dari program ini selain dapat berkarya di bidang peternakan juga dapat berinovasi.

Kegiatan supervisi tersebut masih akan berlangsung hingga tanggal 7 Februari 2020 di Lampung. Tentunya kita semua berharap agar kegiatan ini akan berbuah manis dan dapat menghasilkan tenaga kerja di bidang peternakan yang berdaya saing, inovatif dan siap dalam menghadapi segala tantangan yang ada di sektor peternakan Indonesia.  (CR)

ASOHI, PINSAR DAN ISPI PEDULI KORBAN BANJIR DI TANGERANG


Tim Baksos Pinsar, ASOHI, ISPI
Bencana banjir yang terjadi pada awal tahun 2020 nyatanya tidak hanya menghampiri ibukota. Beberapa kota penyangga seperti Bekasi, Tangerang dan Tangerang Selatan pun ikut mencicipi pil pahit banjir tersebut. Atas dasar keprihatinan tersebut, ASOHI berkolaborasi bersama PINSAR dan ISPI menggelar acara Bakti Sosial kepada korban banjir di RT08/02 Kelurahan Pondok Bahar, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang pada 11 Januari 2019. 

Salah satu koordinator acara bakti sosial Drh Rakhmat Nuryanto mengatakan bahwa ini adalah salah satu bentuk kepedulian ASOHI, ISPI dan PINSAR terhadap korban banjir. Dalam kegiatan ini, panitia mengadakan acara senam pagi bersama yang dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis oleh dokter.

"Kenapa kami adakan senam pagi?, karena bencana banjir ini kan juga bikin orang jadi sakit secara psikologis, bukan cuma raga saja yang harus sehat dong, tetapi jiwa juga. Jadi selain refreshing maka kita adakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis," tutur Rakhmat.

Antusiasme warga terlihat dari antrean yang memenuhi tempat dimana acara berlangsung. Tercatat ada lebih dari 50 orang warga yang berbondong - bondong datang ke lokasi acara, kerumunan tersebut di dominasi oleh kaum Ibu dan Lansia. Sebanyak empat orang dokter diturunkan oleh tim relawan untuk memeriksa dan mengobati warga. Selain pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, warga juga dapat mengecek kadar gula darah (diabetes) dan asam urat di lokasi. 

Seorang warga yang sedang diperiksa kesehatanya oleh tim dokter


Di tempat yang sama, Ketua RT setempat Murdalih menyatakan rasa terima kasihnya kepada para relawan yang telah melakukan kegiatan bakti sosial di daerahnya. 

"Saya sangat senang banyak pihak yang datang membantu kami, semoga amal baik saudara - saudara relawan sekalian dibalas oleh Allah SWT," tuturnya.

Lebih lanjut Murdalih menuturkan bahwa banjir merendam kawasannya sejak tanggal 1 Januari 2020. Ketinggian air mencapai batas dada orang dewasa (lebih dari 1 meter). Sebanyak 200 Kepala Keluarga di RT08/02 terkena dampak banjir, namun begitu tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.

"Untungnya air sudah surut sejak tanggal 2 Januari, kalau enggak kasihan juga warga di sini. Nah banjirnya udah surut, sekarang kan banyak yang sakit, sementara fasilitas kesehatan punya pemerintah kan juga rame dan antreannya panjang. Kalau ada bantuan kaya gini kan seenggaknya sangat meringankan kita, para korban," tukas Murdalih.

Sutami, Salah satu warga yang datang ke acara tersebut menuturkan bahwa dirinya sudah dua atau tiga hari belakangan mengalami diare dan migrain. 

"Sudah diperiksa tadi sama Bu dokter, dikasih obat, Alhamdulillah dapet nasi box juga. Mudah - mudahan sembuh, supaya bisa normal lagi aktivitasnya," tutur Ibu dua anak tersebut. (CR)

RESMI: PEMERINTAH UMUMKAN WABAH ASF DI INDONESIA


Memperketat biosekuriti, salah satu upaya mencegah penularan virus ASF. (Sumber: Istimewa)

Pemerintah Indonesia resmi melaporkan wabah demam babi afrika di 16 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara. Laporan wabah demam babi afrika tersebut dimuat dalam situs web Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE), 17 Desember 2019. Informasi laporan wabah tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) Drh Muhammad Munawaroh, di Jakarta, Rabu (18/12/2019).

”Menurut situs web OIE, Indonesia telah melaporkan ASF (African Swine Fever/demam babi afrika) tanggal 17 Desember 2019 dan telah diumumkan OIE pada tanggal yang sama,” tutur Munawaroh. Menurut dia, Indonesia sudah menjadi anggota OIE sehingga wajib melaporkan kejadian penyakit baru jika ditemukan di negara Indonesia.

Munawaroh juga menerima salinan Surat Keputusan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Nomor 820/KPTS/PK.320/M/12/2019 tentang pernyataan wabah demam babi afrika di beberapa kabupaten/kota di Sumatera Utara. Surat keputusan tersebut ditandatangani 12 Desember 2019. Sebelumnya beberapa grup WhatssApp juga telah dihebohkan dengan beredarnya surat tersebut, namun begitu kini resmi sudah surat tersebut diakui oleh pihak Kementan.

Dalam surat itu disebutkan 16 kabupaten/kota yang terjadi wabah ASF. Ke-16 kabupaten/kota itu adalah Kabupaten Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Karo, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir, Simalungun, Pakpak Bharat, Langkat, Kota Tebing Tinggi, Kota Pematang Siantar, dan Kota Medan.

Laporan Indonesia kepada OIE dapat dilihat di link ini. Pada situs OIE juga tertulis bahwa laporan Indonesia disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Drh I Ketut Diarmita tanggal 17 Desember 2019.

Dalam laporannya disebutkan ada 392 wabah di peternakan rakyat di 16 kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut). Dalam laporan itu disebutkan ada 34 kabupaten/kota di Sumut. Yang benar terdapat 33 kabupaten/kota di Sumut.

Wabah pertama terjadi pada 4 September 2019 di Kabupaten Dairi dan dengan cepat menyebar ke 16 kabupaten lainnya. Konfirmasi ASF dilakukan pada 27 November 2019. Diagnosis penyakit ASF dilakukan Balai Veteriner Medan dengan uji PCR dan nekropsi atau bedah mayat. Penyebabnya adalah virus ASF. Sumber penularan disebutkan ”tidak dikenal dan tidak meyakinkan”.

Dalam kolom komentar epidemiologis, tertulis bahwa sumber infeksi tidak dapat disimpulkan, tetapi penilaian risiko yang cepat menunjukkan bahwa pengangkutan babi hidup dari daerah lain serta terkontaminasinya pakan babi oleh muntahan dari penanganan hewan, kendaraan, dan pakan ternak berperan dalam mewabahnya ASF. Selain itu juga disebutkan bahwa Pembuangan babi mati yang mati secara serampangan menjadi sumber penularan lainnya. Tidak lupa disebutkan pula bahwa tindakan pembersihan, dan desinfeksi sedang dilaksanakan. 

Dalam upaya mengontrol ASF agar tidak cepat menyebar, dalam laporannya Pemerintah Indonesia juga menuliskan bahwa kini pemerintah sedang melakukan tindakan berupa kontrol di dalam negeri, surveilans, karantina, pembuangan resmi karkas, produk sampingan, dan limbah, zonasi, desinfeksi, vaksinasi jika ada vaksin, dan tidak ada perawatan hewan yang terkena dampak ASF. (CR)

ISPI PILIH 25 PESERTA UNTUK IKUTI PROGRAM PENYIAPAN SDM PETERNAKAN

Program pelatihan kerja untuk lulusan baru di bidang peternakan (Foto: Dok. ISPI)


Guna mempersiapkan kualitas sumber daya manusia peternakan di masa mendatang, Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) bekerjasama dengan Indonesia-Australia Partnership on Food Security in the Red Meat and Cattle Sector (Partnership) menyelenggarakan program pelatihan kerja untuk lulusan baru di bidang peternakan.

Program yang bertajuk “ISPI-Red Meat and Cattle Partnership Internship Program for Fresh Graduate” ini diselenggarakan pertama kalinya tahun 2019 ini dengan diikuti 25 orang sarjana peternakan dengan pengalaman kerja maksimal 2 tahun yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Peserta terpilih dari sekitar 140 pendaftar yang berasal dari 32 universitas di seluruh Indonesia melalui dua tahap seleksi, yaitu administrasi dan wawancara. Mereka ditempatkan selama tiga bulan disembilan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembiakan sapi dan sapi potong seperti PT Citra Agro Buana Semesta, PT Astra Menara Rachmat, PT Juang Jaya Abdi Alam, dan PT Buana Karya Bakti yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Muhsin Al Anas selaku Koordinator Program ISPI tersebut menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan teknis lulusan program studi peternakan terutama yang baru lulus (fresh graduate), sehingga memiliki pemahaman mengenai proses bisnis di industri peternakan secara nyata.

“Program ini merupakan kontribusi ISPI dalam menyiapkan SDM Indonesia Unggul sesuai dengan visi pembangunan Indonesia menuju negara maju 2045. Tidak hanya mempersiapkan sarjana unggul yang siap kerja di industri peternakan, kerja sama dengan Partnership ini diharapkan juga dapat meningkatkan daya saing dan pemikiran-pemikiran inovatif para sarja ini dalam menyiapkan sektor peternakan dalam revolusi industri 4.0 di Indonesia,” ungkap Muhsin. (AS)

FESTIVAL PETERNAKAN PONTIANAK DIGELAR ISPI KALBAR DAN UNTAN


Kegiatan jalan sehat sebagai salah satu agenda acara Festival Peternakan Pontianak (Foto: Dok. ISPI)


Festival Peternakan Pontianak memperingati “Bulan Bakti Peternakan 2019” digelar Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Kalimantan Barat (Kalbar) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Peternakan Universitas Tanjungpura (Untan). Acara diisi dengan kegiatan gerak jalan sehat, pada Minggu (3/11/2019).

"Tentu tujuan acara ini untuk lebih memperkenalkan potensi yang ada di Kalbar,” kata Rektor Universitas Tanjungpura, Prof Garuda Wiko.  

Rangkaian kegiatan festival ini berlangsung di halaman UKM Center Universitas Tanjungpura sejak 1 November hingga puncak acaranya pada Minggu, 3 November 2019.

Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji hadir di hari Minggu sekaligus untuk membuka kegiatan jalan sehat.

Festival Peternakan Pontianak dihadiri Rektor Untan dan Gubernur Kalbar

Dalam sambutannya, Midji mengatakan memperingati hari Bulan Bakti Peternakan 2019 khususnya di provinsi Kalbar, dia berharap untuk kebutuhan konsumsi daging hewan Kalbar dapat mandiri.

Kontees Ayam Pelung dan Ayam Serama

Selain jalan sehat, terdapat juga acara “Kontes Ayam Pelung dan Ayam Serama” serta pameran ayam hias. (pontianak.tribunnews.com/ISPI)




20 MAHASISWA INDONESIA PELAJARI PETERNAKAN MODERN DI AUSTRALIA

Mahasiswa yang mengikuti program NTCA Indonesia Australia Pastoral Program (NIAPP). (Foto: Dok. ISPI)

Sebanyak 20 mahasiswa Indonesia akan berangkat ke Australia untuk belajar tentang peternakan sapi modern. Mereka adalah para mahasiswa terpilih dari berbagai penjuru Tanah Air untuk mengikuti program NTCA Indonesia Australia Pastoral Program (NIAPP)  yang telah berjalan sejak 2012 lalu.

Program yang dilaksanakan selama 10 minggu tersebut akan memberikan banyak pengetahuan dan pengalaman baru bagi para mahasiswa Indonesia. Mereka akan belajar  mengenai pelatihan penggembalaan secara intensif meliputi aspek kesejahteraan dan penanganan hewan ternak, juga belajar langsung di industri peternakan yang telah dijalankan secara modern. 

Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kemenristekdikti, menilai bahwa program magang di luar negeri ini perlu didukung guna meningkatkan profesionalitas mahasiswa dalam pengelolaan peternakan sapi modern. Hal ini sesuai dengan prinsip penta-helix, khususnya kerjasama perguruan tinggi dengan berbagai sektor untuk melakukan perubahan sosial yang signifikan. Diharapkan setelah kembali ke Indonesia para mahasiswa mampu membawa pengalaman berharga untuk bekal bekerja di masa mendatang.

Sementara, Ketua Umum Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), Didiek Purwanto, mengemukakan dengan adanya program ini dapat memberikan pembelajaran praktis dan berdampak pada industri peternakan di Tanah Air. Apalagi, minat generasi muda di sektor peternakan saat ini masih rendah.

“Beternak bukan pilihan menarik untuk menggantungkan hidup, bahkan bagi seorang lulusan sarjana peternakan sekalipun. Mahasiswa peternakan yang lulus kuliah banyak yang malah meniti karir di luar sektor peternakan,” ujar Didik melalui keterangan tertulisnya, Kamis (15/8). 

Ia menambahkan, “Kami juga mengharapkan mereka yang di masa mendatang akan memberikan dampak baik bagi  industri peternakan di Indonesia. Kami sangat senang, 60% lulusan program ini telah bekerja di industri peternakan, 25% masih kuliah, 5% bekerja di luar industri peternakan dan 10% bekerja dan melanjutkan pendidikan di luar negeri.” 

Salah satu peserta program NIAPP, Kezia Nathaniel (19), mahasiswa program studi Ilmu dan Industri Peternakan UGM, mengungkapkan antusiasmenya menjalani program tersebut dan berharap mendapat banyak hal untuk dipelajari. “Semakin banyak pengalaman yang real di lapangan dan bisa diaplikasikan di dunia kerja,” ujarnya.  

Program yang sudah berjalan sejak 2012 merupakan hasil kerja sama antara Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), Northern Territory Cattlemens Association (NTCA) Australia dan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. Hingga saat ini, program NIAPP telah mengirim 89 mahasiswa Indonesia ke Australia Utara. (ISPI/INF)

SEMINAR NASIONAL ISPI: MIMPI BESAR MEMBANGUN KEMANDIRIAN INDUSTRI PERSUSUAN INDONESIA




Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) menggelar  Seminar Nasional dengan mengusung tema:

MIMPI BESAR MEMBANGUN KEMANDIRIAN INDUSTRI PERSUSUAN INDONESIA

Pokok-Pokok Bahasan:
- Kebijakan dan Program Pemerintah: Implementasi Rencana Induk Pengembangan Sapi Perah (Blueprint)
- Strategi dan Upaya Dalam Meningkatkan Produksi Susu Nasional
- Peran GKSI untuk Meningkatkan Usaha Sapi Perah
- Upaya Peningkatan Produktivitas dan Bisnis Sapi Perah Melalui Pakan Tambahan
- Aksesibilitas Permodalan untuk Usaha Sapi Perah
- Tantangan Dalam Usaha Sapi Perah di Indonesia (sponsorship)
- Peternakan Sapi Perah Orientasi Ekspor

Narasumber:
- Kemenko Perekonomian RI
- Ditjen PKH, Kementerian Pertanian RI
- Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI)
- Nutricell Indonesia
- Perbankan

Waktu dan tempat:
Rabu, 3 Juli 2019 di Grand City Convex, Surabaya.

Investasi:
Rp 500.000/peserta
(Free pengurus ISPI Cabang, Maksimal 2 orang/cabang)

Pendaftaran ditutup:
28 Juni 2019 jam 15.00

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

ARTIKEL POPULER BULAN INI

ARTIKEL POPULER TAHUN INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer