-->

LAUNCHING NUSANTARA LIVESTOCK AND POULTRY EXPO 2026: WUJUDKAN KEMANDIRIAN PANGAN LEWAT KOLABORASI INDUSTRI YANG LEBIH MODERN & KOMPETITIF

Foto bersama saat peluncuran Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026. (Foto: Infovet/Ridwan)

Seiring meningkatnya kebutuhan akan efisiensi dan produktivitas, industri peternakan nasional terus bergerak menuju arah yang lebih modern dan terintegrasi. PT Debindo Global Expo (DEBINDO) kembali menghadirkan Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026 yang resmi diluncurkan pada Rabu (29/4/2026) di Hotel The Westin Jakarta.

Pameran yang kedua kalinya ini merupakan wujud nyata komitmen DEBINDO dalam mendukung program pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan industri peternakan dan perunggasan nasional melalui inovasi dan kolaborasi strategis.

"Penyelenggaraan pameran ini merupakan wujud komitmen berkelanjutan dalam memperkuat daya saing industri peternakan nasional. Kolaborasi lintas sektor yang didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama dalam menjawab tantangan industri ke depan," ujar Direktur PT Debindo Global Expo, Rafidi Iqra Muhammad, dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan, sinergi dengan berbagai kementerian, asosiasi, dan mitra strategis diharapkan mampu mendorong penguatan ekosistem industri peternakan secara menyeluruh, mulai dari sisi produksi hingga distribusi dan hilirisasi.

Melalui kolaborasi lintas sektor, ajang ini diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi serta praktik terbaik dalam industri peternakan nasional untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan.

Hal itu juga seperti yang disampaikan Ketua IV GPPU, Asrokh Nawawi. "Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026 hadir sebagai wadah kolaborasi yang menyatukan pelaku dari hulu hingga hilir. Dengan dukungan inovasi, pengembangan genetika unggul, serta penguatan hilirisasi, sektor peternakan akan semakin kuat sebagai pilar ketahanan pangan nasional sekaligus mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan," katanya.

Sementara pada kesempatan yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Nuryani Zainuddin, turut menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap pameran ini dapat menjadi platform strategis untuk mendorong kolaborasi, pertukaran informasi, serta pengembangan teknologi di sektor peternakan, sekaligus memperluas akses pasar dan kemitraan usaha secara berkelanjutan.

Beragam inovasi dan solusi akan dihadirkan dalam penyelenggaraan pameran ini, mencakup produksi peternakan dan unggas, sistem kandang dan containment, mesin dan peralatan peternakan, teknologi egg farming, pakan dan nutrisi, obat serta vaksin hewan, layanan logistik, hingga sektor akuakultur dan perikanan. Semuanya dihadirkan sebagai bagian dari ekosistem industri yang terintegrasi, dengan menekankan pendekatan berkelanjutan sebagai fokus utama dalam pengelolaan peternakan modern.

Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026 siap menghadirkan lebih dari 100 brand nasional dan internasional yang akan menampilkan berbagai produk serta solusi inovatif, mulai dari teknologi peternakan, pakan dan nutrisi, kesehatan hewan, hingga sistem pengolahan dan cold chain. Keragaman ini menunjukkan semakin berkembangnya industri peternakan yang kini didorong oleh integrasi teknologi.

Tak sekadar menjadi ajang pameran, Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026 juga menghadirkan rangkaian program pendukung yang dikemas secara dinamis. Mulai dari forum diskusi dan seminar industri, sesi knowledge sharing bersama praktisi dan pakar, demonstrasi teknologi peternakan secara langsung, hingga agenda business matching yang membuka peluang kemitraan strategis bagi para pelaku usaha. Sejumlah program unggulan turut dihadirkan, antara lain Nusantara Food Summit, IPB Stakeholder Forum, Business Pitching bersama Ditjen PKH, serta Intensive Livestock Bootcamp berkolaborasi dengan NusaQu.

Selain itu, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor, pada momentum peluncuran ini juga dilaksanakan penandatanganan MoU antara DEBINDO dengan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), serta Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI). Penandatanganan ini menjadi langkah konkret dalam mendorong pengembangan industri peternakan nasional, peningkatan kualitas pakan dan pembibitan, serta percepatan adopsi inovasi dan teknologi di sektor peternakan, sekaligus memperkuat ekosistem livestock yang lebih terintegrasi, produktif, dan berdaya saing.

Melalui peluncuran ini, DEBINDO membuka peluang bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat dalam Nusantara Livestock and Poultry Expo 2026, yang diselenggarakan bersamaan dengan Indonesia Agriculture Technology (INDOGRITECH) Expo 2026. Pameran akan berlangsung pada 4-7 November 2026, di Hall 5 ICE BSD City. (RBS)

KEMENTAN DORONG INDUSTRI PETERNAKAN UNJUK GIGI DI INDO LIVESTOCK 2026

Rapat sosialisasi persiapan Indo Livestock 2026. (Foto: Istimewa)

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama PT Napindo Media Ashatama terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Indo Livestock 2026 sebagai ajang internasional yang mempertemukan pelaku industri peternakan, kesehatan hewan, dan pakan dari berbagai negara. Forum ini diproyeksikan menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi sekaligus memperkenalkan kemajuan sektor peternakan Indonesia ke tingkat global.

Selain berfungsi sebagai pameran, Indo Livestock juga dirancang sebagai wadah pertukaran pengetahuan, teknologi, dan inovasi terbaru. Kehadiran pelaku usaha internasional diharapkan mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas serta mendorong peningkatan daya saing industri nasional.

Upaya tersebut ditandai dengan rangkaian sosialisasi yang digelar selama dua hari pada 20-21 April 2026 di Jakarta. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga, BUMN, hingga pelaku usaha swasta di sektor peternakan dan industri pakan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nuryani Zainuddin, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat industri peternakan dari hulu hingga hilir. Ia menilai peran BUMN sangat strategis dalam mendukung pengembangan sektor tersebut.

“Kami ingin mendorong agar BUMN tidak hanya hadir sebagai institusi bisnis, tetapi juga sebagai lokomotif pembangunan peternakan nasional dengan mengambil peran strategis sebagai offtaker hasil peternakan rakyat, agregator rantai pasok, sebagai pendukung pembiayaan, logistik, hilirisasi, hingga penguatan ekspor,” ujar Nuryani, menekankan peran kunci BUMN dalam memperkuat ekosistem peternakan nasional.

Ia juga menyebut Indo Livestock 2026 sebagai momentum penting untuk mendorong investasi dan kolaborasi yang lebih luas, seiring dengan potensi besar Indonesia di sektor peternakan, termasuk capaian swasembada ayam dan telur.

Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH Kementan, Makmun, mendorong para pelaku usaha turut serta dalam pameran berskala global tersebut.

“Ditjen PKH bekerja sama dengan Napindo menggelar acara Indo Livestock 2026 sebagai ajang strategis berkolaborasi. Kita ingin para pengusaha peternakan hadir dan ikut dalam acara tersebut supaya para mitra luar negeri yang hadir juga mengetahui perkembangan dan kemajuan industri peternakan di Indonesia,” kata Makmun.

Menurutnya, Indo Livestock bukan sekadar ajang promosi, tetapi juga sarana untuk menampilkan capaian industri sekaligus memperluas jejaring bisnis. Dampak nyata terhadap pengembangan sektor menjadi indikator utama keberhasilan kegiatan ini.

Sementara itu, Sales Manager PT Napindo Media Ashatama, Agnes Nilam Sunardi, menegaskan komitmen pihaknya dalam menghadirkan pameran berkualitas yang memberikan dampak positif bagi industri nasional.

“Kami perusahaan penyelenggara pameran profesional yang memberikan nilai positif bagi bangsa Indonesia di dunia internasional. Kami sudah melaksanakan 100 pameran, dan di antaranya merupakan pameran internasional Indo Livestock Expo dan Forum sejak 2002,” ujar Agnes.

Ia menambahkan, Indo Livestock menjadi sarana untuk memperkenalkan inovasi industri peternakan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program edukatif.

“Acara ini bertujuan memperkenalkan hasil industri peternakan dan kesehatan hewan kepada dunia, mendorong dan memajukan industri agar mampu bersaing di kancah internasional, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui edukasi di bidang peternakan dan pertanian,” pungkasnya.

Indo Livestock 2026 dijadwalkan berlangsung pada 16-18 Juni di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang. Kegiatan ini ditargetkan diikuti lebih dari 600 peserta dari 40 negara dengan sekitar 20.000 pengunjung profesional. Melalui sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, penyelenggaraan Indo Livestock ke-19 ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri peternakan nasional yang lebih terintegrasi, berdaya saing, serta berkelanjutan di tengah dinamika pasar global. (INF)

INDO LIVESTOCK GRAND CHAMPIONSHIP DIPERKENALKAN, DORONG STANDAR KOMPETISI TERNAK NASIONAL

Expo Peternakan & Kontes Sapi Piala Padjadjaran 2026. (Foto: Istimewa)

Indo Livestock 2026 Expo & Forum terus memperkuat posisinya sebagai platform strategis dalam mendukung pertumbuhan dan transformasi industri peternakan nasional. Salah satu bentuk perwujudan tersebut tercermin melalui partisipasi Indo Livestock sebagai mitra dalam Expo Peternakan & Kontes Sapi Piala Padjadjaran 2026, Sabtu (11/4/2026), yang merupakan bagian dari rangkaian acara “Gebyar Ternak Padjadjaran”.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai program seperti kontes ternak, pameran, serta kegiatan edukatif bagi pelaku industri dan masyarakat umum. Melalui kolaborasi ini, Indo Livestock berkontribusi memperkuat ekosistem peternakan, sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong standar dan sistem kompetisi ternak di tingkat nasional, sejalan dengan format kontes yang telah berkembang di berbagai daerah.

Operation Director Napindo, Adhika Arthapaty, melihat adanya potensi besar dalam pengembangan standar kompetisi ternak yang lebih terstruktur dan terintegrasi di tingkat nasional.

“Kompetisi ternak di berbagai daerah menunjukkan antusiasme dan kualitas yang terus meningkat. Ini menjadi sinyal positif bahwa industri membutuhkan sebuah platform yang dapat mengakomodasi standar yang lebih terukur sekaligus mempertemukan para pelaku industri terbaik dalam satu panggung nasional,” ujarnya.

Berangkat dari hal tersebut, pada penyelenggaraan Indo Livestock ke-19 nanti menghadirkan inovasi baru melalui peluncuran Indo Livestock Grand Championship sebagai salah satu highlight utama.

Mengusung konsep kompetisi ternak ruminansia, khususnya sapi dan domba, program ini dirancang sebagai pengembangan dari berbagai ajang serupa yang telah berkembang di berbagai daerah, sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendorong penerapan standar kualitas terbaik di tingkat nasional.

Menariknya, Indo Livestock Grand Championship akan menjadi kompetisi peternakan indoor pertama di Indonesia yang diselenggarakan di dalam hall exhibition, menghadirkan pengalaman baru dalam penyelenggaraan kontes ternak. Ajang ini dirancang tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan atas perkembangan industri peternakan Indonesia, sekaligus membuka ruang apresiasi, jejaring, dan pertukaran pengetahuan antar pelaku industri.

Melalui inisiatif ini, Napindo berharap dapat berkontribusi pada peningkatan produktivitas, daya saing, serta kesejahteraan peternak secara berkelanjutan. Lebih jauh, program ini juga dirancang untuk memperkuat konektivitas antara kegiatan peternakan di tingkat daerah dengan forum industri berskala internasional.

Momentum tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyelenggaraan Indo Livestock 2026 Expo & Forum yang akan hadir dengan skala lebih luas dan program yang semakin komprehensif. Pameran akan berlangsung pada 16-18 Juni 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Indonesia, bersamaan dengan Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet, dan Indo Fisheries. (INF)

PERSIAPAN INDO LIVESTOCK 2026 MELALUI KOORDINASI BERSAMA KEMENTAN

Rapat koordinasi panitia persiapan Indo Livestock 2026 Expo & Forum. (Foto: Dok. Napindo)

Persiapan penyelenggaraan Indo Livestock 2026 Expo & Forum terus dimatangkan melalui rapat koordinasi panitia yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Rabu (8/4/2026).

Rapat mempertemukan Kementan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) sebagai tuan rumah dengan PT Napindo Media Ashatama (Napindo) sebagai penyelenggara, sekaligus menjadi momentum penting dalam menyelaraskan strategi dan memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan.

Kegiatan dipimpin oleh Sekretaris Ditjen PKH, Nuryani Zainuddin, selaku Ketua Pelaksana. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan sektor swasta dalam mendorong kemajuan industri peternakan nasional.

“Indo Livestock merupakan sarana promosi, diseminasi informasi, penguatan jejaring, serta pengembangan inovasi di bidang peternakan dan kesehatan hewan. Kolaborasi antara Ditjen PKH dan Napindo ditujukan untuk memperkuat kerja sama, sinergi, dan komitmen dalam penyelenggaraan pameran ini,” ujarnya saat membuka rapat koordinasi panitia tersebut.

Ia menambahkan, sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan menjadi kunci dalam memperluas akses terhadap informasi dan teknologi, sekaligus mendorong peningkatan investasi dan kolaborasi bisnis di sektor peternakan dan kesehatan hewan secara berkelanjutan.

Melalui koordinasi ini, diharapkan penyelenggaraan Indo Livestock 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran industri, tetapi juga platform strategis yang mampu mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, dan asosiasi dalam menciptakan ekosistem peternakan yang lebih maju, inovatif, dan berdaya saing global.

Pelaksanaan Indo Livestock 2026 akan menitikberatkan pada penguatan hilirisasi industri, peningkatan investasi, serta percepatan swasembada protein hewani di Indonesia. Pameran ini akan diselenggarakan pada 16-18 Juni 2026, di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, bersamaan dengan Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet, dan Indo Fisheries 2026 Expo & Forum.

Sinergi lintas subsektor ini diharapkan mampu menghadirkan ekosistem industri yang berkesinambungan, sekaligus memperluas peluang kolaborasi di tingkat nasional maupun internasional.

Sebagai highlight utama, untuk pertama kalinya Indo Livestock 2026 akan menghadirkan Indo Livestock Grand Championship. Kompetisi ini difokuskan pada ternak ruminansia, khususnya sapi dan domba, sebagai upaya mendorong peningkatan mutu genetik dan standar kualitas di tingkat peternak nasional. Kehadirannya tidak hanya menjadi ajang unjuk kualitas ternak, tetapi juga sarana pertukaran pengalaman, ruang kolaborasi, serta penguatan jejaring antar pelaku industri.

Adapun program unggulan lainnya turut memperkaya rangkaian kegiatan, mulai dari Youth Farmers Day bertema “From Farm to Fame” yang menjadi wadah bagi generasi muda, startup, dan komunitas untuk mengeksplorasi inovasi di sektor peternakan. Selain itu, terdapat Zona Farmpreneurship yang akan menghadirkan berbagai model bisnis dan solusi peternakan modern bagi calon wirausaha dan investor. Seluruh rangkaian ini diperkuat dengan kegiatan business matchmaking, forum edukasi, serta presentasi teknis produk yang mendorong adopsi teknologi dan pengembangan industri peternakan.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat, Indo Livestock 2026 juga menginisiasi Sosialisasi SDTI (Susu, Daging, Telur, Ikan) dengan tema “Gizi Seimbang Generasi Gemilang”. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi protein hewani dan pola makan sehat dengan target utama masyarakat luas, khususnya orang tua, tenaga pendidik, dan generasi muda.

Dengan skala yang semakin diperluas, penyelenggaraan ke-19 pameran internasional ini diproyeksikan menghadirkan lebih dari 600 peserta pameran dari 40 negara, termasuk 12 paviliun negara resmi. Ajang ini menargetkan kehadiran 20.000 pengunjung profesional yang terdiri dari para pemimpin industri, inovator, pembuat kebijakan, distributor, akademisi, peneliti, pelaku usaha, dan buyers internasional. Target tersebut mencerminkan besarnya potensi kolaborasi dan dampak yang ingin dicapai melalui Indo Livestock 2026 Expo & Forum.

Rangkaian koordinasi dan persiapan yang intensif antara Ditjen PKH Kementan dan Napindo ditujukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan Indo Livestock 2026. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan industri peternakan nasional serta berkontribusi dalam memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan. (INF)

BE PART OF THE NEXT ERA OF AGRICULTURE & LIVESTOCK

- Be the first to see cutting-edgefarming & livestock technology
- Connect directly with 100+ leading industry brands
- Unlock new business opportunities & partnershipjoin free
- High-value seminars by industry experts



ILDEX INDONESIA RESMI MELUNCUR LAGI TAHUN DEPAN

Foto bersama dalam Launching Moment 8th ILDEX Indonesia 2026. (Foto: Dok. Infovet)

Setelah sukses pada pelaksanaan ILDEX Indonesia 2025 yang menghadirkan 278 peserta dan menarik 12.880 pengunjung dari 43 negara, serta 2.107 peserta konferensi, ILDEX Indonesia resmi mengumumkan kehadirannya di tahun depan.

“Insyaallah kami akan kembali mengadakan ILDEX Indonesia yang kedelapan pada 16-18 September 2026 yang lokasinya masih di ICE BSD City,” ujar Direktur PT Permata Kreasi Media (PKM), Fitri Nursanti Poernomo, dalam acara Launching Moment 8th ILDEX Indonesia 2026, Selasa (25/11/2025), di Aether Cibis Park Jakarta.

Lebih lanjut disampaikan, kesuksesan ILDEX Indonesia di tahun kemarin mendapat respons yang sangat positif dari para stakeholder peternakan. Oleh karena itu, pihaknya akan kembali menggelar pameran yang sebelumnya dilaksanakan dua tahun sekali. 

“Banyak juga permintaan dari para exhibitor di dalam maupun luar negeri, dan kami juga melihat industri peternakan ini sedang seksi, apalagi dengan adanya program MBG dari pemerintah, jadi banyak hal dan tantangan yang perlu dikembangkan ke depannya,” ungkapnya.

Ia berharap melalui ILDEX Indonesia ini dapat menjadi platform kolaborasi untuk saling berbagi informasi dan inovasi bagi seluruh masyarakat di bidang peternakan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT PKM, Ruri Sarasono, mengungkapkan bahwa ILDEX Indonesia 2026 melanjutkan kolokasi dengan Horti & Agri Indonesia serta memperkenalkan Dairy Pavillion yang berfokus pada rantai suplai produksi dan pengolahan susu.

“Tingginya permintaan dari industri peternakan, baik nasional maupun internasional membuat penyelenggaraan ILDEX Indonesia diadakan lebih cepat untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang,” ujarnya.

Ia menambahkan, industri peternakan saat ini sangat strategis karena pemerintah tengah memperkuat fokus pada kemandirian pangan asal ternak, sekaligus mendorong pasokan program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta percepatan pembangunan sektor persusuan Tanah Air.

Bincang Perunggasan
Kendati demikian, penguatan kedaulatan pangan tak lepas dari beragam tantangan. Salah satunya diungkapkan oleh Ketua Gabungan Perusahaan Makan Ternak (GPMT), Desianto Budi Utomo, dalam Bincang Perunggasan pada acara tersebut.

“Dengan adanya kebijakan tarif 0% untuk produk Amerika Serikat yang masuk ke Indonesia, dikhawatirkan ancamannya adalah masuknya CLQ (chicken leg quarter). Kalau itu sudah masuk tentu negara lain pasti antre, ini bisa menjadi disaster bagi perunggasan Indonesia,” ungkapnya.

Sebab, jika industri perunggasan kolaps, berpengaruh pada bisnis pakan karena dari 110 pabrik pakan anggota GPMT, 90% di antaranya memproduksi pakan unggas.

Sementara dari sisi produksi unggas dinilai masih aman. Ketua IV Gabungan Perusahaan Perbibitan Unggas (GPPU), Asrokh Nawawi, menyebut potensi genetik unggas saat ini sangat luar biasa, dalam lima tahun terakhir satu ekor GPS (grand parent stock) bisa menghasilkan 30-40 ekor PS (parent stock), dan satu ekor PS bisa menghasilkan 120-130 ekor FS (final stock).

“Sehingga kebutuhan daging ayam di Indonesia dapat tercukupi secara nasional tanpa perlu melakukan importasi,” tukasnya. (RBS)

TAMPIL PERDANA, PAMERAN NLP & INDOGRITECH JADI AJANG KOLABORASI PERKUAT KETAHANAN PANGAN

Momen pembukaan Nusantara Livestock and Poultry Expo dan Indogritech Expo 2025 oleh Wamentan Sudaryono didampingi Direktur Debindo Rafidi Iqra Muhamad, bersama para ketua asosiasi terkait. (Foto: Ridwan/Infovet)

Pada penyelenggaraan perdananya, Nusantara Livestock and Poultry Expo (NLP) dan Indogritech Expo 2025, resmi dibuka pada Kamis (6/11/2025), di Nusantara Hall ICE BSD City, Tangerang. Mengambil tempat di Hall 10, pameran ini menjadi ajang kolaborasi dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional.

“Debindo selaku penyelenggara yang menginisiasi pameran ini memiliki visi yakni mendukung program pemerintah dalam menaikkan produktivitas di sektor pertanian dan juga peternakan dalam peningkatan ketahanan pangan, yang diharapkan berujung pada pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh,” ujar Direktur Debindo Global Expo, Rafidi Iqra Muhamad, dalam sambutannya pada acara opening ceremony.

Oleh karena itu, pihaknya turut serta menggandeng pemerintah bersama para ahli dari asosiasi terkait, dalam menyelenggarakan expo ini sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memajukan dan menguatkan sektor pertanian dan peternakan Tanah Air.

“Tentunya kita tidak bisa berjalan sendiri, butuh dukungan dari pemerintah dan para ekspert dari asosiasi. Mari bersama-sama kita manfaatkan pameran ini karena ada banyak program di dalamnya, business networking, dan kemitraan kolaboratif yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, turut hadir dan membuka secara resmi pameran yang berlangsung mulai 6-9 November 2025 ini. Dalam pertemuannya dengan awak media, ia turut memberikan apresiasi terselenggaranya pameran perdana tersebut. “Kegiatan pameran seperti ini sangat bagus. Tidak hanya pertanian saja, tetapi juga ada peternakan dan yang lainnya,” katanya.

Sementara itu, Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) yang menjadi Co-Hosted, melalui Ketua Umumnya, Desianto Budi Utomo, menyebut pameran ini menjadi wadah kolaborasi untuk membangun ekosistem yang kuat dalam menyediakan protein hewani dan pangan berkualitas, serta terjangkau bagi masyarakat. “Sektor pertanian, termasuk peternakan unggas di dalamnya merupakan urat nadi dari ketahanan pangan kita,” ucapnya.

Ia memandang hadirnya pameran NLP sebagai momentum untuk meningkatkan nilai industri dan kesejahteraan peternak. “Semoga melalui pameran ini kita dapat memberikan kontribusi nyata dan berkolaborasi dalam membangun subsektor peternakan yang lebih baik lagi,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Gabungan Perusahaan Perbibitan Unggas (GPPU), Achmad Dawami. “Nusantara Livestock and Poultry Expo menjadi momentum yang sangat penting bagi perunggasan dalam menjawab berbagai tantangan yang ada.”

Selama empat hari, Nusantara Livestock and Poultry Expo dan Indogritech Expo 2025 digelar bersamaan dengan pameran lintas sektor lainnya, yakni Glasstech Asia & Fenestration Asia (GAFA), Indonesia Sport Facility Expo (ISFEX), dan IndoBuildTech Part 2 2025. (RBS)

NLP DAN INDOGRITECH 2025 SIAP BERIKAN KONTRIBUSI DI SEKTOR PETERNAKAN

Direktur Debindo Global Expo, Rafidi Iqra Muhamad, saat memberikan sambutannya. (Foto: Dok. Infovet)

Kontribusi nyata dalam memenuhi kebutuhan akan ketahanan pangan melalui protein hewani sekaligus menjawab tantangan global sektor peternakan yang terus menuntut inovasi, menjadi latar belakang hadirnya pameran Nusantara Livestock & Poultry Expo (NLP) dan Indogritech 2025.

"Nusantara Livestock & Poultry Expo bersama Indogritech 2025 hadir untuk mempertemukan para ahli, profesional, pemerintah, asosiasi, serta masyarakat, sekaligus mendukung program-program pemerintah dalam memenuhi kecukupan pangan di Indonesia," ujar Direktur Debindo Global Expo, Rafidi Iqra Muhamad, selaku penyelenggara pameran, dalam press conference yang digelar di Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Ia meyakini hadirnya event tersebut dapat memberikan warna baru dalam memajukan industri peternakan di Tanah Air, sekaligus menjadi ajang promosi dan membuka peluang bisnis yang sangat luas.

"Dengan dukungan dari pemerintah, akademisi, dan para expert di bidang peternakan, akan bisa memberikan hal yang konkret, ditambah beragam kegiatan seperti workshop, seminar, dan program lainnya akan hadir dalam pameran tersebut," tambahnya.

Selama empat hari, 6-9 November 2025, NLP dan Indogritech 2025 akan hadir di Hall 10 ICE BSD, Tangerang, dengan menampilkan lebih dari 100 brands dan potensi pengunjung sebanyak 15.000. Beberapa agenda utama juga akan dihadirkan, di antaranya Nusantara Food Summit bersama Zulkifli Hasan (Menko Bidang Pangan) dan Amran Sulaiman (Menteri Pertanian), kemudian diskusi panel mengenai Transformasi Peternakan Nasional bersama Agung Suganda (Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan/PKH), dan diskusi mengenai Biofuel & Biogas bersama Sudaryono (Wakil Menteri Pertanian).

Hal itupun mendapat support dari para stakeholder peternakan, salah satunya Dirjen PKH, Agung Suganda, dalam video launching NLP dan Indogritech 2025. Ia sampaikan dukungan dan apresiasinya bahwa kegiatan ini akan memberikan peluang bisnis peternakan dari hulu sampai hilir dan menjadi ajang promosi bukan hanya di tingkat nasional, namun juga secara global.

Sementara itu, Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) yang menjadi Co Hosted, melalui Ketua Umumnya, Desianto Budi Utomo, berharap event ini dapat membuka wawasan baru dengan format yang berbeda dari kegiatan lainnya.

"Nusantara Livestock & Poultry Expo menunjukan keberanian dan optimisme luar biasa. Kami bangga, semoga acaranya berjalan sukses dan kami siap men-support secara penuh," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua V Gabungan Pengusaha Pembibitan Unggas (GPPU), Dewa Putu Sumerta, yang juga menjadi Co Hosted"Kami merasa bangga dengan akan diselenggarakannya acara ini. Kami akan support terus dan ikut memeriahkan. Semoga ini berlangsung sukses dan lancar, serta dapat memberikan kontribusi yang positif bagi kita semua," katanya. (RBS)

PAMERAN LIVESTOCK MALAYSIA 2025: SUKSES DIGELAR DENGAN SEMANGAT INOVASI DAN KOLABORASI

Opening ceremony Livestock Malaysia 2025. (Foto-foto: livestockmalaysia.com)

Kuala Lumpur, 27-29 Agustus 2025. Ajang dua tahunan Livestock Malaysia Expo & Forum kembali digelar di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC) pada 27-29 Agustus 2025. Dengan menghadirkan lebih dari 200 merek internasional dari lebih 30 negara, serta diperkirakan menarik lebih dari 6.000 pelaku industri, pameran ini sukses menjadi panggung besar inovasi, teknologi, dan jejaring global di sektor peternakan.

Tahun ini, tema besar yang diusung adalah "Breakthroughs in Feed, Farming and Food Security", yang menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan dunia.

Semangat Pembukaan yang Penuh Optimisme
Opening ceremony yang berlangsung di Plenary Hall KLCC pada 27 Agustus pagi dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pertanian dan Ketahanan Pangan Malaysia, YB Dato’ Sri Arthur Joseph Kurup. Dalam sambutannya, Arthur menekankan bahwa Malaysia kini berkomitmen melakukan transformasi dari pertanian tradisional menuju industri peternakan berteknologi tinggi.

Beberapa prioritas yang menjadi sorotan pemerintah Malaysia antara lain penguatan produksi pakan lokal agar tidak bergantung sepenuhnya pada impor, pengembangan protein alternatif berbasis sumber daya lokal seperti kelapa sawit, penerapan pertanian presisi dan otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi, penguatan biosekuriti dan kesehatan hewan dalam menghadapi risiko penyakit menular lintas batas, serta peningkatan kapasitas SDM untuk mendukung keberlanjutan industri.

Visi ini menurutnya hanya bisa tercapai jika seluruh pemangku kepentingan, yakni pemerintah, akademisi, pelaku usaha, serta asosiasi, bekerja sama secara erat di tingkat nasional maupun regional.

Indonesia Hadir dengan Delegasi Kuat
Indonesia tidak ketinggalan dalam ajang bergengsi ini. Yayasan Pengembangan Pangan Indonesia (YAPPI) (sebelumnya bernama Yayasan Pengembangan Peternakan Indonesia) mengirimkan delegasi yang cukup beragam, terdiri dari tokoh-tokoh akademisi, asosiasi, dan praktisi bisnis.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Dr Drh Desianto Budi Utomo (Ketua Umum GPMT/Gabungan Perusahaan MakananTernak), Prof Dr Muladno (Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan 2015-2016), Drh Dedy Kusmanagandi (pengusaha obat hewan, penasihat ADHPI), Setya Winarno (Ketua Harian GOPAN/Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional), Winarno (Dosen Fakultas Peternakan IPB University), serta Bambang Suharno (Pemimpin Redaksi Majalah Infovet, Penasihat Forum Media Peternakan).

Kehadiran mereka dalam opening ceremony mendapat sambutan hangat dari panitia penyelenggara maupun delegasi negara lain.

Pertemuan-Pertemuan Strategis
Selain menghadiri pameran dan forum, delegasi Indonesia juga memanfaatkan momentum ini untuk menjalin komunikasi strategis. Beberapa agenda penting yang berhasil dijalankan antara lain:

• Pertemuan dengan Korea Feed Ingredient Association (KFIA). Dialog ini membuka peluang kerja sama dalam pengembangan bahan baku pakan, riset bersama, hingga kemungkinan transfer teknologi pengolahan feed ingredient.

• Diskusi dengan Informa Markets. Informa sebagai penyelenggara pameran global membicarakan peluang kolaborasi ke depan, termasuk kemungkinan memperkuat jejaring antara Livestock Malaysia dengan event peternakan di Indonesia.

• Kunjungan ke Fakultas Kedokteran Hewan Universiti Putra Malaysia (FKH UPM). Pertemuan dengan akademisi UPM menjadi ajang pertukaran gagasan dalam bidang pendidikan dan penelitian veteriner. Diskusi mencakup peluang student exchange, joint research, hingga penguatan kurikulum kesehatan hewan.

• Pertemuan informal dengan berbagai delegasi. Mulai dari pelaku industri farmasi veteriner, asosiasi peternak regional, hingga perusahaan teknologi peternakan. Meski sifatnya tidak formal, diskusi-diskusi ini berpotensi menjadi pintu awal kolaborasi nyata.

• Ramah tamah dengan tamu VIP, antara lain dengan wakil Menteri Pertanian dan Pangan Malaysia dan sejumlah pemimpin asosiasi.

Berfoto bersama Wakil Menteri Pertanian Malaysia, Arthur Joseph Kurup (duduk: dua dari kanan). (Foto: Istimewa)

Pameran Tampil dengan Wajah Baru
Berbeda dengan edisi sebelumnya, Livestock Malaysia 2025 lebih menonjolkan integrasi teknologi digital. Booth-booth peserta banyak menampilkan aplikasi smart farming, mulai dari sensor monitoring kesehatan hewan, robot pakan otomatis, hingga aplikasi berbasis AI untuk prediksi produktivitas ternak.

Tak kalah menarik, sejumlah perusahaan juga memperkenalkan produk nutrisi pakan berbasis sumber daya lokal dan alternatif protein yang ramah lingkungan. Topik ini sangat relevan dengan isu global mengenai keberlanjutan (sustainability) dan jejak karbon industri peternakan.

Selain pameran, sesi seminar teknis dan forum internasional juga dipadati peserta. Tema yang paling diminati mencakup: Strategi menghadapi penyakit hewan lintas batas (transboundary animal diseases); Optimalisasi nutrisi pakan dengan teknologi fermentasi; Inovasi vaksin dan obat hewan untuk menghadapi ancaman ASF (African Swine Fever) dan AI (avian influenza); Penggunaan big data dalam manajemen peternakan unggas.

Salah satu sudut pameran yang digelar di Kuala Lumpur Convention Centre.

Mengapa Indonesia Perlu Serius?
Keterlibatan Indonesia dalam ajang ini bukan sekadar seremoni. Ada beberapa alas an mengapa Livestock Malaysia 2025 relevan bagi industri peternakan Tanah Air:

• Kebutuhan transfer teknologi: Industri peternakan Indonesia menghadapi tantangan serupa dengan Malaysia, terutama terkait pakan, biosekuriti, dan ketahanan pangan. Belajar dari inovasi negara lain bisa mempercepat adopsi teknologi.

• Peluang pasar regional: ASEAN adalah pasar protein hewani yang sangat besar. Kolaborasi antar negara akan memperkuat daya saing produk Indonesia di kawasan.

• Diplomasi asosiasi dan akademisi: Kehadiran tokoh-tokoh dari GPMT, GOPAN, ADHPI, dan akademisi IPB menunjukkan bahwa Indonesia bisa hadir sebagai mitra sejajar, bukan hanya sebagai penonton.

• Membangun jejaring jangka panjang: Pertemuan dengan KFIA, Informa, maupun UPM membuka jalur baru bagi kerja sama riset, investasi, hingga peluang bisnis yang konkret.

Harapan ke Depan
Dari hasil liputan Infovet, para anggota delegasi Indonesia sepakat bahwa keterlibatan aktif dalam forum internasional seperti ini harus terus ditingkatkan. Tidak hanya menghadiri, tetapi juga perlu mulai tampil sebagai pembicara, penyelenggara side event, serta sebagai exhibitor yang menunjukkan inovasi dari Indonesia.

Prof Muladno menekankan bahwa industri peternakan Indonesia memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun SDM. Namun, tanpa keterbukaan dan kolaborasi internasional, potensi itu sulit diwujudkan. Peternak rakyat juga perlu diajak untuk aktif menghadiri pameran-pameran internasional agar terbuka wawasan untuk lebih berkembang.

Sedangkan Desianto Budi Utomo, selaku Ketua Delegasi, memberikan apresiasi kepada penyelenggara pameran yang telah menerima delegasi Indonesia dengan baik. Pihaknya siap berkolaborasi dalam kegiatan internasional lainnya.

“Livestock Malaysia 2025 dan pameran internasional sejenis lainnya dapat berperan menjadi titik temu bagi para pelaku industri peternakan internasional, pemerintah dan stakeholder lainnya. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, pameran membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan, mengadopsi teknologi baru, dan memperluas jejaring global,” tegas Desianto.

Sementara itu, Drh Dedy Kusmanagandi mengingatkan bahwa industri obat hewan dan kesehatan hewan harus mendapat perhatian serius, karena sudah eksis di pasar internasional, di sisi lain tantangan penyakit hewan semakin kompleks.

Adapun Setya Winarno, selaku anggota delegasi sekaligus Ketua Harian GOPAN, menyampaikan bahwa pameran ini bukan hanya ajang pamer produk, melainkan juga jendela untuk melihat masa depan industri peternakan global. ***

Artikel ini disusun oleh Redaksi Infovet berdasarkan liputan langsung
di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia, 27-29 Agustus 2025

ILDEX 2025 RESMI TERSELENGGARA, PERKUAT BISNIS PETERNAKAN NASIONAL

Foto bersama pembukaan ILDEX 2025. (Foto: Dok. Infovet)

International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exposition (ILDEX) Indonesia 2025 kembali terselenggara untuk yang ketujuh kalinya. Pameran berskala internasional ini mengambil tempat di ICE BSD City, Tangerang, Banten, pada 17-19 September 2025.

Direktur PT Permata Kreasi Media, Fitri Nursanti Poernomo, selaku penyelenggara ILDEX Indonesia, dalam sambutannya mengatakan bahwa gelaran ini bisa memperkuat lintas sektor sekaligus melahirkan bisnis yang berdaya saing, juga membuka sinergi dalam perkembangan industri peternakan, perikanan, dan pertanian dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

Lebih lanjut disampaikan, pameran ini juga diharapkan dapat menjadi wadah untuk saling bertukar informasi, pengetahuan, dan inovasi teknologi di bidang pertanian, peternakan, dan kesehatan hewan.

"Tahun ini ada sebanyak 278 peserta yang terdiri dari perusahaan, asosiasi, institusi pemerintah dan pendidikan, dengan 26 negara ikut berpartisipasi di antaranya Thailand, China, Filipina, dan lainnya, serta seminar sebanyak 70 sesi dari 13 negara," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya ILDEX Indonesia 2025.

"Kami sangat apresiasi ILDEX yang diinisiasi oleh PT Permata Kreasi Media dan menjadi pameran peternakan dengan skala internasional di Indonesia. Pameran ini menjadi ajang bertemunya para stakeholder peternakan dari dalam dan luar negeri untuk melakukan bisnis, transfer ilmu, inovasi, teknologi, serta bekerja sama dan menunjukkan potensi peternakan indonesia kepada dunia," kata Agung.

"Diharapkan pameran ini juga berdampak pada PDB sektor peternakan dan pertanian dengan adanya banyak business deal yang terjadi."

Hal senada juga disampaikan oleh Gubernur Banten, yang diwakili Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Banten, Komarudin. Ia sampaikan dukungan dan apresiasi kepada ILDEX Indonesia 2025 yang diharapkan mampu memberikan kontribusi besar pada wilayah Banten.

"Semakin sering tentu akan berkontribusi terhadap pendapat daerah kami. Kami harap melalui acara ini banyak investor baru bidang peternakan di Provinsi Banten," katanya. (RBS)

INDO LIVESTOCK SIAP HADIRKAN INOVASI PETERNAKAN DI SURABAYA

Technical meeting Indo Livestock 2025 Expo & Forum. (Foto: Istimewa)

Indo Livestock 2025 Expo & Forum yang merupakan pameran internasional terkemuka di industri peternakan, pengolahan hasil ternak, dan kesehatan hewan ternak ke-18, akan kembali digelar pada 2-4 Juli 2025 di Grand City Convex (GCC), Surabaya.

Sebagai pionir dalam pameran internasional di industri peternakan, pengolahan hasil ternak, dan kesehatan hewan ternak, Indo Livestock telah menunjukkan konsistensi dan keunggulannya sejak pertama kali diselenggarakan pada 2002.

Mendekati pelaksanaan pameran, PT Napindo Media Ashatama (Napindo) selaku penyelenggara menggelar Technical Meeting Indo Livestock, Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet, dan Indo Fisheries 2025 Expo & Forum pada Kamis (15/5/2025) di Jakarta.

Assistant Project Director Napindo, Lisa Rusli, dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih atas antusiasme dan kehadiran seluruh peserta pameran yang telah datang menghadiri Technical Meeting Indo Livestock pada siang hari ini,” ujarnya.

Lisa sekaligus memaparkan secara rinci aspek teknis pameran, serta menegaskan komitmen Napindo untuk memberikan pelayanan terbaik guna mendukung kesuksesan pameran Indo Livestock 2025 Expo & Forum.

Acara ini juga turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, Karsan SSos MM dan perwakilan dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Pameran juga didukung oleh Kementerian dan Asosiasi, di antaranya Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, AINI, ASMD, ASOHI, ARPI, FMPI, FP2TPKI, GAPENSISKA, GKSI, GOPAN, GPMT, HNSI, ISPIKANI, MAI, MAKINDO, MIPI-WPSA Indonesia, SCI, Minapoli, dan ASPERAPI.

Lebih dari 300 peserta dari 30 negara akan berpartisipasi selama tiga hari. Begitu pula 15.000 pengunjung yang diharapkan dapat meramaikan pameran dan forum internasional kali ini yang telah dipercaya sebagai platform unggulan untuk menjalin kerja sama dan memperkenalkan inovasi di industri peternakan, pakan ternak, pengolahan susu, pertanian, kesehatan hewan, alat-alat kedokteran hewan, perikanan, dan akuakultur.

Dengan mengikuti pameran ini, pengunjung juga akan mendapatkan informasi dari pakar industri mengenai isu-isu terkini dalam pengembangan bisnis. Tidak hanya itu, selama tiga hari pameran, Indo Livestock 2054 Expo & Forum menghadirkan Forkompedia yang terdiri dari empat sektor seperti Dairypedia (dairy), Fisheriespedia (perikanan), Livestockpedia (peternakan), dan Vetpedia (kesehatan hewan), serta program menarik lainnya seperti Sosialisasi SDTI 2025 berupa bazaar UMKM, talkshow, dan kegiatan anak dalam rangkaian SDTI Fun. (INF)

EXHIBITION LAUNCHING NLP EXPO DAN INDOGRITECH

Berpose bersama dalam kegiatan exhibition launching NLP Expo dan Indogritech. (Foto: Dok. Infovet)

Berlokasi di The Westin Jakarta, Kamis (8/5/2025), Debindo Global Expo resmi melaksanakan exhibition launching untuk penyelenggaraan pameran pertanian dan peternakan, Nusantara Livestock & Poultry Expo (NLP) dan Indogritech (Indonesia Agriculture Technology Expo) yang akan digelar pada 6-9 November 2025, di ICE BSD City.

Direktur Debindo, Rafidi Iqra Muhamad, mengatakan bahwa pameran ini akan menjadi tonggak penting dalam memajukan inovasi dan teknologi di sektor agribisnis dan peternakan di Indonesia.

“Dengan mengangkat tema Shaping a Resiliant Food Estate for Indonesia, pameran ini dirancang sebagai sebuah platform unggulan untuk memamerkan solusi terkini, memperkuat kolaborasi, dan mendorong percepatan transformasi menuju pertanian dan peternakan yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, dengan dukungan stakeholder pertanian dan peternakan, Indogritech dan NLP Expo hadir untuk ikut mendorong akselerasi program prioritas pemerintah dalam mewujudkan swasembada berkelanjutan, karena pertanian dan peternakan menjadi komoditas utama penghasil sumber daya pangan.

Event ini juga sekaligus menjawab tantangan global di sektor pertanian dan peternakan seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, dan kebutuhan akan produktivitas yang akan terus meningkat dari waktu ke waktu. Melalui pameran ini kami akan mempertemukan para inovator, pelaku industri, akademisi, serta pemerintah untuk bersama-sama menciptakan sektor agribisnis dan peternakan yang tangguh serta berdaya saing pada skala internasional,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, yang hadir mewakili Menteri Pertanian, turut mengapresiasi penyelenggaraan pameran tersebut. Pihaknya berharap kegiatan nantinya bisa menjadi ajang promosi dan edukasi.

“Juga menjadi momentum penting yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dari sektor pertanian dan sub sektor peternakan dari hulu hingga hilir dalam membangun kolaborasi menuju pertanian modern,” kata Agung.

Sebab, sub peternakan memiliki peran strategis dalam penyediaan protein hewani, penciptaan lapangan kerja, serta penggerak ekonomi rakyat di perdesaan, namun banyaknya tantangan seperti perubahan iklim, penyakit hewan menular, hingga fluktuasi pasar, menuntut dilakukannya inovasi dan transformasi.

“Semoga pameran ini bisa menjadi wadah yang produktif bagi pertukaran pengetahuan, inovasi, teknologi, dan penguatan jaringan bisnis untuk sektor pertanian dan sub sektor peternakan. Kegiatan ini juga mendukung pemerintah dalam mempromosikan potensi produk peternakan dalam membangun bisnis dan kesuksesan yang lebih besar,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Desianto Budi Utomo, yang menyambut baik NLP Expo dan Indogritech untuk menjadi panggung kolaborasi dalam bertukar wawasan hingga membangun relasi baru. “Kami bangga menjadi bagian dari pameran ini, semoga menjadi ajang penting untuk promosi dan membangun industri yang berdaya saing,” tukasnya.

Launching juga turut dihadiri para perwakilan dari perusahaan, instansi pemerintah, asosiasi, maupun akademisi, di antaranya Bapanas, FMPI, GOPAN, Pinsar Indonesia, GPPU, Gapensiska, Alsintani, perwakilan IPB University, dan lain sebagainya.

Mengambil tempat di Hall 10 ICE BSD City, 6-9 November 2025, NLP Expo dan Indogritech akan menghadirkan lebih dari 100 perusahaan nasional dan multinasional, serta diperkirakan akan ada lebih dari 30.000 pengunjung. (RBS) 

INDO LIVESTOCK 2025 EXPO & FORUM PERLUAS RELASI DAN BISNIS DI BANGKOK

Kunjungan tim Indo Livestock ke Bangkok menjadi momen penting untuk memperkenalkan Indo Livestock 2025 Expo & Forum serta Indonesia di kancah internasional. (Foto: Istimewa)

Bangkok, (12/3/2025), pameran dan forum industri inovasi, teknologi modern, dan kerja sama bisnis bidang peternakan, pengolahan hasil ternak, dan kesehatan hewan ternak ke- 18, Indo Livestock 2025 Expo & Forum mengunjungi pameran peternakan di IMPACT Exhibition Center, Bangkok, Thailand pada 12-14 Maret 2025, sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi global dan mempromosikan potensi besar sektor peternakan, pakan ternak, pengolahan susu, dan pertanian Indonesia di kancah internasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia secara kumulatif pada periode Januari-Desember 2024 mencapai USD 264,70 miliar atau naik 2,29% dibanding periode yang sama di 2023. Sementara itu, ekspor kumulatif non-migas mencapai USD 248,83 miliar atau naik 2,46%.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Agung Suganda, juga menyampaikan bahwa produksi daging ayam nasional pada 2024 tercatat mencapai 3,84 juta ton, melebihi kebutuhan domestik sebesar 3,72 juta ton. Surplus ini menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya mandiri dalam sektor pangan unggas, tetapi juga siap menjadi salah satu negara penyokong kebutuhan pangan global.

Kunjungan tim Indo Livestock 2025 ke Bangkok, menjadi momen penting untuk memperkenalkan Indo Livestock 2025 Expo & Forum serta Indonesia di kancah internasional, sehingga diharapkan para pelaku di sektor peternakan, pakan ternak, pengolahan susu, dan kesehatan hewan dapat merasakan manfaat dari penyelenggaraan Indo Livestock sebagai pameran internasional yang terdepan di Asia Tenggara.

Indo Livestock diselenggarakan bersamaan dengan Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet, dan Indo Fisheries 2025 Expo & Forum, pameran ini akan diselenggarakan pada 2-4 Juli di Grand City Convex (GCC), Surabaya.

Indo Livestock 2025 Expo & Forum diharapkan menjadi titik pertemuan bagi para ahli dan pebisnis dari seluruh penjuru dunia, bersatu untuk mengeksplorasi, berinovasi, dan mengembangkan industri peternakan, pakan ternak, pengolahan susu, pertanian, kesehatan hewan, alat-alat kedokteran hewan, perikanan, dan akuakultur.

Akan ada lebih dari 300 peserta dari 30 negara, 10 paviliun negara, dan 15.000 pengunjung diharapkan dapat berpartisipasi dan meramaikan Indo Livestock 2025 Expo & Forum yang akan diselenggarakan selama tiga hari. (INF)

VIETSTOCK 2024, PAMERAN PETERNAKAN TERBESAR VIETNAM


Ho Chi Minh City, Infovet
. Bertempat di Saigon Exhibition & Convention Center (SECC), Ho Chi Minh City, Vietnam, tanggal 9-11 Oktober 2024, berlangsung Vietstock Expo & Forum, salah satu pameran industri peternakan dan akuakultur terbesar di Asia Tenggara. Acara ini dibuka dengan meriah, dihadiri oleh Deputi Menteri Kementerian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan (MARD) Vietnam, Phung Duc Tien, beserta ratusan delegasi, perusahaan, dan pakar industri dari berbagai negara. Pameran ini menjadi ajang inovasi teknologi bagi sektor peternakan dan akuakultur yang sedang bergerak menuju masa depan yang berkelanjutan.

Pembukaan pameran yang spektakuler tersebut juga turut dihadiri oleh Pemimpin Redaksi Majalah Infovet, Bambang Suharno, yang diundang untuk menghadiri opening ceremony, penganugerahan Vietstock Award serta menjadi salah satu narasumber dalam ASEAN Livestock Roundtable Discussion, yang diselenggarakan oleh Informa Market, selaku penyelenggara pameran. Dalam diskusi tersebut, Bambang berbagi wawasan seputar perkembangan industri peternakan di Indonesia dan tantangan yang dihadapi dalam penerapan standar produksi berkelanjutan.

Titik Puncak Pembukaan dan Sambutan Hangat


Ben Wong, General Manager Informa Markets Vietnam, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tamu, peserta pameran, dan pengunjung. Ia menekankan bahwa perayaan 20 tahun Vietstock merupakan tonggak penting dalam perkembangan industri peternakan dan akuakultur di Vietnam. "Vietstock dan Aquaculture Vietnam telah menjadi fondasi bagi industri ini untuk bertukar pengetahuan dan berkolaborasi menuju masa depan yang lebih cerah," ucapnya.

Deputi Menteri Phung Duc Tien juga menyoroti pentingnya peran pameran ini dalam memperkenalkan produk dan teknologi terbaru di sektor peternakan. Lebih dari itu, ia menekankan nilai penting kolaborasi antara pelaku bisnis, peneliti, dan pakar untuk berbagi pengalaman serta belajar satu sama lain demi meningkatkan produktivitas industri.

Vietstock Award dan Inovasi Terdepan

Pemberian penghargaan Vietstock Award 2024

Hari pertama pameran juga diramaikan dengan penganugerahan Vietstock Award, berlangsung sore hingga malam hari, yang memberikan penghargaan kepada inovasi terbaik di bidang peternakan dan akuakultur. Produk dan teknologi unggulan seperti sistem manajemen peternakan cerdas, pakan modern, serta solusi berkelanjutan menarik perhatian para pengunjung. Zona Inovasi di pameran ini menjadi pusat perhatian, memamerkan berbagai teknologi canggih yang diharapkan akan membawa industri ini menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

Konferensi Teknis dan Pembahasan Berkelanjutan


Selain pameran, rangkaian konferensi teknis menjadi salah satu daya tarik utama di hari pertama. Diskusi seputar transformasi produksi peternakan, nutrisi, lingkungan, dan pengelolaan ternak menjadi fokus utama. Topik yang diangkat tidak hanya relevan dengan situasi terkini, tetapi juga memberikan panduan praktis bagi para peternak dan pelaku industri yang ingin meningkatkan operasional mereka.

Dalam salah satu sesi konferensi, Asosiasi Peternakan Hewan Vietnam (AHAV) menyampaikan pentingnya solusi peternakan berkelanjutan dan cara mengurangi emisi industri. Di sisi lain, Asosiasi Pakan Ternak Vietnam (VFAEA) mengedukasi para peserta mengenai standar produksi berkelanjutan dan bagaimana menghadapi pasar ekspor dengan memenuhi standar internasional seperti kesejahteraan hewan, sertifikasi Halal, serta pengurangan antibiotik.

Sementara itu pada hari kedua ada acara khusus berupa ASEAN Rountable Discussion  yang membahas industri peternakan ASEAN yang berkelanjutan. Acara dihadiri oleh pewakilan tuan rumah Vuetnam serta undangan dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Laos dan Myanmar.

Bambang Suharno di acara Rountable Discussion

Pada acara ini Bambang Suharno menampilkan presentasi mengenai Indonesia Livestock Industry Review, yang memberikan pandangan komprehensif tentang kondisi industri peternakan di Indonesia . Topik ini mencakup berbagai aspek, mulai dari tantangan hingga peluang yang dihadapi oleh sektor peternakan nasional hingga upaya stakeholder peternakan Indonesia dalam meningkatkan konsumsi ayam dan telur melalui kampanye gizi secara berkelanjutan. Bambang menyampaikan konsumsi rokok masyarakat Indonesia adalah tertinggi di ASEAN, sedangkan konsumsi ayam dan telur berada di peringkat 4. Fakta ini menunjukkan bahwa potensi peningkatkan konsumsi masih besar.


Dengan padatnya acara , Vietstock 2024 telah berhasil menetapkan ekspektasi tinggi untuk hari-hari selanjutnya. Acara ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi para pelaku industri untuk memperkenalkan teknologi terbaru, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat kerja sama dan berbagi pengetahuan dalam memajukan sektor peternakan dan akuakultur di kawasan Asia Tenggara.

INDO LIVESTOCK RESEARCH AND INNOVATION AWARD 2024

Foto para peraih Indo Livestock Research & Innovation Award 2024 bersama dewan juri dan panitia. (Foto: Istimewa)

Sebagai bentuk komitmen dalam industri pengembangan peternakan Indonesia, Yayasan Pengembangan Peternakan Indonesia (YAPPI), bekerja sama dengan Napindo selaku penyelenggara pameran Indo Livestock, memberikan penghargaan Indo Livestock Research and Innovation Award 2024 kepada para insan peternakan.

Penghargaan yang dibalut dalam acara Executive Gathering Indo Livestock yang digelar pada hari pertama pameran (17/7/2024), juga bekerja sama dengan Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan IPB University (PSP3-IPB), Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan (AFKHI), Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Peternakan Indonesia (FPPTPI), Solidaritas Alumni SPR Indonesia (Saspri), yang didukung oleh Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek.

Indo Livestock Research & Innovation Award 2024 diikuti oleh 24 perguruan tinggi negeri dan swasta, melibatkan 20 magister, 24 doktor, dan 22 profesor yang mengikutsertakan 61 hasil karya penelitian.

Setelah melalui serangkaian proses penilaian oleh dewan juri, diputuskan lima penerima penghargaan dengan nama Widhi Catha Satwa Nugraha, sebagai berikut: (INF)

Pemenang Indo Livestock Research and Innovation Award 2024

Kategori Sapi Pedaging:
Prof. Dr. Mochamad Lazuardi (Universitas Airlangga)
Judul Penelitian/Inovasi: “Perangkat Uji Cepat Karkas Ayam dan Sapi Terhadap Kandungan Air Berlebih dan Proses Pembuatannya”

Kategori Sapi Perah:
Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, MP., IPU (Universitas Muhammadiyah Malang)
Judul Penelitian/Inovasi: “Probiotik Ternak Plus Inovasi Untuk Ketahanan, Keamanan Dan Keberlanjutan Peternakan Sapi Perah”

Kategori Kambing-Domba
(Universitas Gadjah Mada)
• Prof. Ir. Nafiatul Umami, SPt., MP., PhD., IPM., ASEAN Eng
• Prof. Dr. Ir. Bambang Suhartanto, DEA., IPU
• Dr. Teguh Wahyono, S.Pt, M.Si
Judul Penelitian/Inovasi: “Rumput Unggul Gama Umami (Pennisetum purpureum Var Gama Umami) sumber Biomasa Pakan Serat untuk Ruminansia”

Kategori Unggas:
(Universitas Wijaya Kusuma)
• Dr. drh. Siti Gusti Ningrum
• drh. Adhitya Yoppy Ro Candra, M.Si
• drh. Hana Cipka Pramuda Wardhani, M.Vet
• drh. Kartika Purnamasari, M.Si
• Dr.drh. Andreas Berny Yulianto, M.Vet
Judul Penelitian/Inovasi: “Aplikasi SEAMON sebagai Pembersih Sarang Burung Wallet di Dunia Industri”

Kategori Aneka Ternak:
(Universitas Mulawarman)
• Prof. Dr. Enos Tangke Arung, S.Hut, MP
• Prof. Dr. Irawan Wijaya Kusuma, S.Hut, MP
• Dr. dr. Swandari Paramita, M.Kes
• Ir. Julinda Romauli Manullang, MP
• Nurul Puspita Palupi, SP, MP
• Dr. Ir. Syafrizal, MP
Judul Penelitian/Inovasi: “Identifikasi dan Klasifikasi Senyawa Aktif Produk Lebah Tanpa Sengat (Trigona spp) untuk Bahan Obat dan Kosmetik”

PAMERAN INDO LIVESTOCK 2024 RESMI DISELENGGARAKAN HARI INI

Pembukaan pameran Indo Livestock 2024, di JCC Senayan Jakarta. (Foto-foto: Dok. Infovet)

PT Napindo Media Ashatama (Napindo) dengan bangga kembali menyelenggarakan pameran dan forum internasional yakni Indo Livestock berbarengan dengan Indo Feed, Indo Fisheries, Indo Dairy, Indo Agrotech, dan Indo Vet, pada 17-19 Juli 2024 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta.

Kolaborasi enam pagelaran tahun ini mencapai 12 paviliun negara, di antaranya Indonesia, Belanda, China, Eropa, India, Italia, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Spanyol, Taiwan, dan Vietnam.

"Kami berharap kolaborasi enam pameran ini bisa memberikan banyak manfaat dan memberikan banyak kesempatan untuk bertemu dengan mitra-mitra bisnis yang potensial," ujar Managing Director PT Napindo, Arya Seta Wiriadipoera, dalam pembukaan Indo Livestock, Rabu (17/7/2024).

Pada kesempatan tersebut, ia juga turut memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholder dan pemerintah yang turut serta mendukung terselenggaranya pameran kali ini.

"Penghargaan tertinggi kami sampaikan kepada kementerian dan seluruh pihak yang turut mendukung penyelenggaraan pameran tahun ini. Diharapkan pameran ini menjadi sarana yang tepat untuk memajukan sektor pertanian, peternakan, dan akuakultur melalui sinergi yang tercipta demi meningkatkan perekonomian dan ketahanan pangan di Indonesia," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Deputi II Bidang Pangan, Agribisnis, dan Koordinasi Kemenko Bidang Perekonomian, Dida Gardera.

"Sinergi seluruh pihak ini menjadi momentum yang sangat baik, dimana pameran ini menggabungkan semuanya. Ini tentu harapannya menjadi titik temu berbagai pihak untuk sharing experience yang bisa kita maksimalkan di sini," kata Dida.

Sementara itu, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah, yang hadir mewakili Menteri Pertanian, sekaligus membuka acara secara resmi mengungkapkan, momentum pameran ini bisa dijadikan sarana untuk berbagi informasi kepada seluruh pihak jika ingin mengembangkan produk-produk yang diperlukan.

"Saya berharap para investor dan para pelaku usaha mari sama-sama kita wujudkan ketahanan pangan kita. Kami sangat apresiasi kepada Napindo dan seluruh pihak yang benar-benar bergandengan tangan untuk menjawab tantangan tersebut," tukasnya.

Dirjen PKH, Nasrullah, saat mengunjungi booth-booth yang tampil di pameran Indo Livestock.

Selama tiga hari ke depan, sekitar 18.000 pengunjung ditargetkan hadir pada pameran tahun ini. Adapun ratusan peserta pameran dari puluhan negara akan menunjukkan inovasi dan solusinya di bidang peternakan, pakan ternak, pengolahan susu, pertanian, kesehatan hewan, serta alat-alat peternakan, kedokteran hewan, perikanan, dan akuakultur.

Khusus untuk Paviliun Indonesia, tuan rumah menghadirkan enam paviliun, yaitu Paviliun Dairy oleh Kementerian Pertanian, Paviliun Indonesian Seafood oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Paviliun Closed Loop oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Paviliun Kementerian Perindustrian, Paviliun Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta Paviliun PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia).

Selain pameran, pengunjung juga dapat menikmati berbagai program unggulan lainnya, seperti seminar dan technical product presentation dari para peserta pameran, juga sosialisasi SDTI (Susu, Daging, Telur, dan Ikan) melalu berbagai program seperti Bazaar UMKM, Gelar Buah Nusantara 2024, demo cooking, talkshow, dan kegiatan anak dalam rangkaian SDTI Fun sebagai gerakan sosialisasi konsumsi protein hewani. (RBS)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer