Pameran yang bersinergi dengan Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet, dan Indo Fisheries 2026 Expo & Forum ini menghadirkan 600 peserta dari 30 negara dengan tujuh paviliun negara, yakni China, Eropa, Indonesia, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, dan Vietnam. Sebagai wadah strategis diplomasi ekonomi dan pengembangan industri, pameran ini mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, asosiasi, investor, serta profesional dari berbagai negara untuk memperluas peluang kerja sama, transfer teknologi, dan mendorong investasi yang mendukung transformasi industri peternakan, pakan ternak, pengolahan susu, pertanian, kesehatan hewan, alat-alat kedokteran hewan, perikanan, dan akuakultur di Indonesia.
Dalam sambutannya, Agung Suganda menegaskan bahwa sektor peternakan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, pembangunan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat pedesaan. Seiring meningkatnya kebutuhan protein hewani untuk mewujudkan visi Generasi Emas 2045, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan investor guna meningkatkan produksi, memperkuat investasi, serta memperluas akses pasar bagi produk peternakan Indonesia.
“Indo Livestock merupakan salah satu pameran peternakan berskala internasional di Indonesia. Namun lebih dari pada itu, Indo Livestock adalah instrumen diplomasi ekonomi peternakan Indonesia di hadapan dunia, menjadi tempat bertemunya stakeholder peternakan dari luar negeri dan dalam negeri, menjadi tempat dalam melakukan transaksi bisnis, sekaligus menjadi ruang konsolidasi nasional stakeholder peternakan sehingga diharapkan dapat menjadi booster percepatan modernisasi dunia usaha peternakan dan kesehatan hewan yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB)," ujarnya.
Menyambut positif visi pemerintah dalam mendorong kemajuan sektor peternakan dan kesehatan hewan nasional, Managing Director Napindo, Arya Seta, menyampaikan bahwa Indo Livestock 2026 merupakan wujud komitmen Napindo untuk terus menghadirkan platform yang mempertemukan pelaku industri dari berbagai negara dalam satu ekosistem yang mendukung pertumbuhan sektor peternakan dan industri pendukungnya.
Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk dan teknologi, tetapi juga sarana untuk memperluas jejaring bisnis, mendorong transfer pengetahuan, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Lebih dari sekadar ajang pameran, Indo Livestock merupakan platform kolaborasi yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu ekosistem industri yang terintegrasi. Melalui partisipasi ratusan perusahaan dari berbagai negara, kami berharap penyelenggaraan tahun ini dapat mendorong lahirnya peluang kerja sama, investasi, dan transfer teknologi yang berkontribusi terhadap pengembangan sektor peternakan, kesehatan hewan, pertanian, perikanan, dan akuakultur Indonesia," kata Arya.
Banyak Program Unggulan
Selain menghadirkan pameran berskala internasional, Indo Livestock 2026 juga menyelenggarakan beragam program unggulan yang dirancang untuk mendorong pengembangan industri sekaligus memperluas partisipasi masyarakat. Salah satunya adalah Indo Livestock Grand Championship (ILGC) yang menjadi sorotan tahun ini pada penyelenggaraan perdananya. Setelah sukses menggelar Kontes Ternak Domba Garut pada hari pertama, rangkaian ILGC berlanjut dengan Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG) pada hari kedua dan ketiga (17-18 Juni 2026) dan dapat disaksikan secara langsung oleh masyarakat umum.
Program unggulan lainnya, Youth Farmers Day bertema “From Farm to Fame”, hadir sebagai wadah bagi generasi muda, startup, komunitas, dan pelaku industri untuk mengeksplorasi inovasi serta peluang pengembangan sektor peternakan. Kegiatan yang diselenggarakan bersama Kementerian Pertanian pada Kamis (18/6/2026), diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi peternak muda yang adaptif dan kreatif.
Pameran lintas sektor ini juga menyelenggarakan program unggulan di sektor perikanan. Fisheries Buyers Meeting diadakan sebagai program unggulan Indo Fisheries 2026, yang bertujuan untuk mempertemukan potential buyers dengan eksportir dan peserta pameran guna membuka peluang kerja sama dan transaksi bisnis internasional.
Rangkaian kegiatan Indo Livestock 2026 semakin lengkap dengan penyelenggaraan seminar, talkshow, focus group discussion, 82 sesi Technical Product Presentation (TPP), business matching, Live Cooking Demo olahan produk hasil perikanan, bazaar UMKM, serta berbagai kegiatan edukatif yang menghadirkan teknologi, inovasi, dan solusi terkini dari para pelaku industri nasional maupun internasional.
Dengan dukungan dari 51 kementerian, lembaga, asosiasi, dan universitas, Indo Livestock 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai pameran dan forum internasional terdepan bagi industri peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia. Melalui kolaborasi lintas sektor dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, penyelenggaraan ini diharapkan mampu memperkuat investasi, memperluas peluang perdagangan, mempercepat transfer teknologi, serta mendorong peningkatan daya saing sektor peternakan, kesehatan hewan, pertanian, perikanan, dan akuakultur Indonesia di tingkat global.





.jpg)













