-->

DISKANAK SUMEDANG SIAP KEMBANGKAN KAWASAN PETERNAKAN BARU DI DAERAHNYA

Domba, Salah Satu Ternak Yang Potensial di Kawasan Jawa Barat
(Sumber : Istimewa)


Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Sumedang akan membentuk kawasan peternakan ditiap wilayah atau Kecamatan. Kepala Diskanak Sumedang Tono Suhartono mengatakan pembentukan kawasan peternakan ini dilakukan guna meningkatkan populasi dan juga produksi ternak. 

"Saat ini kami sedang merintis dan menginventarisir tiap wilayah cocoknya untuk pengembangan ternak apa," jelas Tono Senin, 16 September 2024.

Dijelaskan Tono penentuan suatu kawasan peternakan itu didasarkan atas topografi yaitu ketinggian di atas permukaan laut, iklim, budaya dan juga potensi ketersedian pakan. Ditambahkan Tono dengan dibentuknya kawasan peternakan ini, maka nantinya tiap wilayah di Sumedang akan memiliki ciri khas khusus sebagai sentra peternakan.

"Walaupun mungkin di suatu wilayah akan banyak jenis ternak yang dikembangkan peternak, namum akan ada ciri khas khusus jenis ternak apa yang diunggulkan," tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Tono dengan pola pengembangan kawasan peternakan ini diharapkan juga kedepan akan lebih memajukan sektor peternakan dan lebih meningkatkan pendapatan para peternak yang pada gilirannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (INF)


SEJUMLAH KERBAU DI KAMPAR MATI MENDADAK, DINAS PETERNAKAN LAKUKAN PENYELIDIKAN

Kerbau Mati Mendadak, Penyebabnya Belum Diketahui
(Sumber : Suarariau, 2024)


Sebanyak delapan ekor kerbau dilaporkan mendadak mati di Desa Mentulik, Kecamatan Kampar Kiri, Kampar belum lama ini. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau mengaku langsung berkoordinasi dengan tim Dinas peternakan setempat untuk melakukan pengecekan kelokasi. 

"Kami dapat informasi ada kerbau mati mendadak di Kampar, kemudian kami langsung melakukan koordinasi," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas PKH Riau drh Faralinda, Senin (17/9/2024).

Dari hasil investigasi tidak ada tanda penyakit yang infeksius karena kejadian kerbau mati mendadak tersebut pekan lalu dan sampai saat ini tidak ada laporan kerbau yang mati lagi.

"Kalau dari hasil investigasi, tidak ada tanda-tanda kerbau terkena penyakit infeksius. Kemudian juga tidak ada tambahan lagi kerbau yang mati," terang Faralinda.

Selain itu, kata dia, kondisi kerbau yang mati itu masih dalam keadaan sehat ketika sorenya dilihat oleh pengurus ternaknya. Kemudian pada pagi harinya baru ditemukan kerbau sudah ada beberapa yang mati.

"Di sekitar lokasi masih ada berapa ekor masih hidup, namun dipotong paksa karena kondisi sudah kurang baik," sebutnya.

Terkait kemungkinan kerbau terkena penyakit ngorok, Faralinda menjelaskan jika tidak gejala seperti penyakit ngorok. Namun itu hanya berdasarkan keterangan pengurus, ketika di cek ke lapangan, juga tidak ditemukan gejala penyakit yang mencurigakan. 

"Jika memang penyakit ngorok, pastinya akan terus ditemukan kerbau yang mati, atau tidak berhenti dari kejadian pekan lalu sampai saat ini," sebut dia. (INF)

MYCOPLASMA YANG SELALU EKSIS DI PETERNAKAN

Mycoplasma gallisepticum (airsaculitis) (kiri). Mycoplasma gallisepticum (pneumonia) (kanan). (Foto-foto: Dok. Sanbio)

Mycoplasma adalah bakteri dengan pertumbuhan yang lambat dan sampai saat ini masih eksis menyebabkan penyakit. Ada banyak jenis mycoplasma yang menyerang hewan, manusia, tumbuhan, bahkan serangga.

Ada dua jenis mycoplasma yang menyerang ayam, kalkun, dan burung lainnya, yaitu Mycoplasma gallisepticum (MG) dan Mycoplasma synoviae (MS). Organisme ini dapat menyebabkan unggas sakit dan terkadang kematian, terutama jika ada ikutan infeksi lainnya (secondary infection) seperti E. coli, coryza, SHS, dan penyakit lainnya.

Mycoplasma menyebar dengan sangat mudah pada unggas. Meskipun hanya satu ayam yang terkena mycoplasma, ayam lainnya memiliki potensi tertular di kandang tersebut.

Bagimana Proses Penularan Mycoplasma
Mycoplasma dapat menyebar melalui berbagai cara:

a) Ayam betina dapat menyebarkan mycoplasma melalui telurnya, sehingga beberapa anak ayam (DOC) mungkin sudah tertular mycoplasma saat menetas (penularan vertikal) dan gejala akan muncul 4-6 minggu setelah infeksi. Ayam sehat bisa tertular mycoplasma meskipun terpisah dengan ayam sakit yang terinfeksi. Hal ini karena penyebarannya dapat melalui kotoran, bulu yang terinfeksi, peralatan kandang, dan udara. Penularan masih dapat terjadi bahkan setelah ayam yang sakit tersebut dikeluarkan.

b) Hewan lain seperti tikus dan burung liar dapat membawa mycoplasma ke area sekitar kandang dan menularkannya, meski tidak membuat hewan tersebut sakit.

c) Penularan bisa juga disebabkan dari orang luar yang masuk kandang tanpa disadari. Jika orang pernah berada di sekitar kandang yang terinfeksi mycoplasma, meskipun tidak bersentuhan langsung, maka orang tersebut dapat membawa mycoplasma ke kandang lain melalui sepatu, pakaian, bahkan pada kulit dan rambut. Organisme MG bisa hidup di hidung hingga satu hari dan di rambut hingga tiga hari. Ini adalah salah satu cara paling umum ayam tertular mycoplasma. Sehingga perlunya mengikuti SOP biosekuriti sebelum masuk kandang.

d) Penularan penyakit ini dapat juga melalui air minum.

e) Penyebaran mycoplasma ini secara massif terjadi 2-3 minggu setelah infeksi. Hewan yang tampak klinis sehat atau terserang sakit yang kronis dapat menjadi carrier dan menjadi sumber infeksi.

Bagaimana Cara Mengidentifikasi Mycoplasma
Ayam yang terlihat sehat bisa saja terinfeksi mycoplasma, mungkin diperlukan waktu hingga tiga minggu sebelum ayam mulai menunjukkan gejala klinis dan menjadi sakit. Sering kali ayam tidak terlihat sakit namun tetap membawa penyakit (carrier) dan menulari ayam lainnya. Ayam yang terinfeksi MG memiliki gejala mirip dengan flu, seperti pilek, batuk atau suara pernapasan yang tidak biasa, serta kelopak mata dan wajah bengkak, pada hidung terlihat eksudat yang lengket seperti karet, eksudat berbuih dari mata, konsumsi pakan menurun, morbiditas tinggi, mortalitas rendah.

Sedangkan perubahan patologi yang terlihat yaitu... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi September 2024. (ADV/Sanbio-Mensana/SSR)

KANADA: SUSU SAPI KLONING MUNGKIN AKAN SEGERA TERSEDIA TANPA SEPENGETAHUAN KONSUMEN

Dr Sylvain Charlebois memberikan peringatan bahwa susu, telur, dan produk daging dari hewan kloning “mungkin akan segera tersedia [di Kanada] tanpa sepengetahuan konsumen”. Charlebois adalah direktur senior Lab Analisis Pangan dan Pertanian di Universitas Dalhousie di Nova Scotia, dan salah satu komentator makanan dan pertanian ternama di Kanada.

Pada tanggal 2 Juli, Charlebois menyatakan di X (sebelumnya disebut Twitter) pandangan bahwa susu dan produk lainnya dari hewan kloning akan segera dipasarkan tanpa sepengetahuan konsumen ditunjukkan oleh “serangkaian konsultasi terbaru Health Canada, yang dilakukan dengan kesadaran publik yang minim”.

... Kebijakan sementara tersebut menyatakan bahwa “sampai lebih banyak yang diketahui tentang produk dari teknologi ini, Health Canada akan menganggap makanan yang diproduksi dari ternak yang dikembangkan menggunakan SCNT dan keturunan dari ternak tersebut termasuk dalam definisi “makanan baru” dalam Peraturan Makanan dan Obat-obatan, karena makanan tersebut diperoleh melalui teknologi reproduksi yang sebelumnya belum pernah diterapkan untuk menghasilkan hewan yang akan digunakan untuk memproduksi makanan (daging, telur, susu, dll) dan yang dapat mengakibatkan perubahan besar pada makanan tersebut.”

Makalah ringkasan konsultasi publik berfokus pada kesehatan dan keselamatan. Kesimpulannya menyatakan sebagian bahwa “hewan kloning yang sehat, keturunannya, dan produk turunannya tidak berbeda dari hewan yang bereproduksi secara seksual lainnya dan tidak ada karakteristik baru yang diamati pada hewan-hewan ini di Kanada […] Akibatnya, berdasarkan informasi ilmiah yang tersedia, dampak nyata dari teknologi SCNT pada populasi sapi dan babi yang sehat di Kanada diperkirakan tidak akan berbeda dari yang digunakan pada hewan yang dibiakkan secara konvensional sehubungan dengan keamanan pangan dan pakan, kesehatan hewan, dan dampak terhadap lingkungan.

Apa pun kebijakan dan undang-undang yang berlaku terkait susu dan daging dari hewan kloning di Kanada, Charlebois yakin sangat diragukan bahwa konsumen akan menerima teknologi ini tanpa syarat, terutama jika tidak ada pelabelan.

Ia mencatat bahwa bagi produsen tradisional, integrasi produk kloning ke pasar juga dapat mencemari persepsi konsumen di seluruh kategori, khususnya daging dan susu. Situasi ini mencerminkan reaksi keras terhadap salmon yang dimodifikasi secara genetik, yang langsung ditolak di pasaran meskipun dianggap aman.

Menurut Charlebois, tanpa pelabelan wajib, menawarkan pilihan yang benar-benar tepat kepada konsumen menjadi bermasalah. Selain itu, ia mencatat bahwa kloning adalah proses yang mahal, dan argumen bahwa biaya produksi yang lebih rendah akan menghasilkan harga eceran yang lebih rendah bagi konsumen adalah lemah.

Ia menyimpulkan, "Health Canada tampaknya siap untuk merangkul kemajuan teknologi yang memengaruhi sektor agri-food kita tanpa mempertimbangkan hak dan preferensi konsumen secara memadai. Sungguh memalukan."

SENGKETA PERDAGANGAN SUSU ANTARA TIONGKOK DAN UNI EROPA

Departemen perdagangan Tiongkok mengumumkan akan menyelidiki praktik perdagangan tidak adil yang disebabkan oleh subsidi yang dibayarkan kepada petani susu Eropa. Meskipun otoritas Tiongkok belum memberikan informasi latar belakang yang spesifik, diasumsikan bahwa Beijing bertindak sebagai balasan atas pungutan yang dikenakan Komisi Eropa pada mobil listrik yang diimpor dari Tiongkok.

"Selama bertahun-tahun, Uni Eropa telah terbukti menjadi pemasok produk dan bahan susu berkualitas tinggi yang andal ke pasar di Tiongkok. Sangat tidak adil bahwa susu sekarang akan dikorbankan dalam konflik industri tentang kendaraan listrik. Komisi Eropa harus melakukan segala daya untuk menyelesaikan sengketa perdagangan ini secepat mungkin."

Itulah reaksi Eucolait, organisasi payung Eropa untuk industri susu, setelah pengumuman oleh departemen perdagangan Tiongkok bahwa mereka akan menyelidiki praktik perdagangan tidak adil yang disebabkan oleh subsidi yang dibayarkan kepada petani susu Eropa. Pengumuman tersebut menyusul penyelidikan serupa pada bulan Juni mengenai industri daging babi di Uni Eropa. Meskipun otoritas Tiongkok belum memberikan informasi latar belakang yang spesifik, diasumsikan bahwa Beijing bertindak sebagai balasan atas pungutan yang dikenakan Komisi Eropa pada mobil listrik yang diimpor dari Tiongkok, seperti yang dikatakan Eucolait.

"Kementerian Perdagangan telah memutuskan untuk memulai penyelidikan antisubsidi pada impor produk susu relevan yang berasal dari UE mulai 21 Agustus 2024," kata kementerian Tiongkok. Penyelidikan tersebut didorong oleh pengaduan yang diajukan oleh Asosiasi Susu Tiongkok dan Asosiasi Industri Susu Tiongkok pada 29 Juli atas nama industri susu domestik, kata kementerian tersebut. Periode pembayaran subsidi yang diselidiki adalah dari 1 April 2023 hingga 31 Maret 2024, dan periode investigasi 'cedera industri' adalah jangka waktu 4 tahun dari 1 Januari 2020 hingga 31 Maret 2024.

MEMERANGI METANA DI TIONGKOK DENGAN BOVAER MILIK DSM-FIRMENICH

Dalam perjanjian pertama di Tiongkok, Dsm-Firmenich akan mengatasi emisi metana di sektor susu dengan aditif pakannya, Bovaer.

Dsm-Firmenich akan bekerja sama dengan China Modern Dairy Holdings, operator peternakan sapi perah dan produsen susu mentah di Tiongkok. Kedua belah pihak telah menandatangani Nota Kesepahaman untuk meningkatkan keberlanjutan peternakan sapi perah Tiongkok melalui penerapan Bovaer.

Dalam upaya keberlanjutannya, pada November 2023, Tiongkok meluncurkan 'Rencana Aksi Pengendalian Emisi Metana' yang bertujuan untuk mengurangi emisi metana secara signifikan di seluruh sektor, termasuk pertanian, di Tiongkok. Sebagai produsen susu terkemuka di Tiongkok, China Modern Dairy Holdings mendukung penerapan rencana aksi ini di seluruh operasinya dengan memasok susu dengan jejak lingkungan yang lebih rendah kepada pelanggan seperti China Mengniu Dairy, salah satu dari 10 perusahaan susu global teratas.

“Kami sangat gembira untuk memulai persiapan memasuki pasar susu Tiongkok. Kami siap untuk menyerahkan berkas pendaftaran Tiongkok kami untuk Bovaer akhir tahun ini dan berharap untuk mendapatkan persetujuan di tahun-tahun mendatang," kata Mark van Nieuwland, wakil presiden senior Bovaer di Dsm-Firmenich.

Melalui penerapan Bovaer, emisi metana dapat dikurangi sekitar 30% untuk produk susu. Bovaer sudah tersedia secara komersial di 65 negara termasuk negara anggota UE, Inggris, AS, Kanada, Meksiko, Australia, sebagian besar Amerika Latin, dan beberapa pasar tertentu lainnya.

RUSIA MENGHADAPI DAMPAK KRISIS TELUR

Pasar telur Rusia sedang mengalami perubahan, dengan para pengecer ragu-ragu untuk berkomitmen pada kontrak jangka panjang dengan para pemasok. Momok kenaikan harga dan gangguan pasokan, yang mengingatkan pada krisis telur tahun 2023, tampak jelas. Sebagai tanggapan, para peternak unggas Rusia meminta regulator antimonopoli untuk campur tangan.

Serikat Peternak Unggas Rusia, Roptitsesoyuz, telah mengirim surat kepada Layanan Antimonopoli Federal yang menuntut pembatasan kenaikan harga telur oleh rantai ritel hingga 10%. Alasan di balik inisiatif tersebut kemungkinan akan memaksa para pengecer untuk menandatangani kontrak jangka panjang dengan para pemasok mereka.

Krisis telur tahun 2023 meninggalkan dampak yang bertahan lama di pasar Rusia, dengan harga telur yang meroket hingga 61,4%. Lonjakan ini jauh melampaui komoditas pangan lainnya, menurut statistik resmi. Kenaikan harga pangan rata-rata di negara itu hanya 1,5%. Harga stabil pada awal tahun 2024, tetapi dalam beberapa bulan terakhir, harga mulai meningkat lagi, dan Rosptitsesoyuz sebagian besar menyalahkan pengecer atas dinamika tersebut. Selama 7 bulan pertama tahun 2024, rata-rata kenaikan harga pengecer mencapai 20%, mencapai 25,9% pada bulan Juli. Dalam kasus tertentu, angka ini bisa mencapai 30-35%, organisasi tersebut melaporkan.

Seperti yang dijelaskan oleh Galina Bobyleva, direktur umum Rosptitsesoyuz, rantai ritel sebagian besar lebih suka menandatangani kontrak jangka pendek dengan pemasok telur. Ia menambahkan bahwa hal ini menambah ketidakpastian bagi peternakan telur, karena mereka merasa kurang yakin tentang masa depan mereka. Kontrak jangka pendek juga memungkinkan pengecer untuk menetapkan kenaikan harga yang lebih tinggi.

Seperti yang diperkirakan oleh Rosptitsesoyuz, di antara 40 peternakan unggas terbesar yang menyumbang 90% pengiriman ke pasar Rusia, hanya 30% yang memiliki kontrak jangka panjang dengan rantai ritel. Sisanya terutama bergantung pada kesepakatan jangka pendek yang ditandatangani setelah prosedur penawaran kompetitif. Berdasarkan mekanisme ini, kontrak biasanya ditandatangani hanya untuk jangka waktu 1-2 minggu, dan peternakan telur memperoleh harga 15% lebih rendah daripada kontrak jangka panjang.

Para pengecer umumnya enggan beralih ke kontrak jangka panjang karena masih belum ada keyakinan bahwa harga di tingkat peternak akan tetap stabil.

Dmitry Vostrikov, direktur eksekutif serikat produsen makanan Rusia, Rusprodsyouz, berdasarkan perjanjian jangka panjang, bagian tersulit adalah bernegosiasi tentang mekanisme penyesuaian harga, jika terjadi gejolak pasar.

Ada alasan lain mengapa pengecer makanan tidak terburu-buru untuk beralih ke kontrak jangka panjang.

Tahun lalu menunjukkan bahwa kontrak jangka panjang hanya efektif jika dipenuhi, kata Igor Karavaev, ketua Asosiasi Perusahaan Ritel Rusia. Menurutnya, selama krisis telur 2023, pemasok mengurangi pengiriman berdasarkan kontrak jangka panjang yang ada sebesar 30% dari volume pesanan dari rantai ritel. Pengecer berjuang untuk mengisi rak dengan segera mencari jumlah tambahan selama tender, tambahnya.

USES OF RENDERED PRODUCTS IN POULTRY NUTRITION

 


CARA BIJAK KONSUMSI JEROAN

Soto jeroan yang menggugah selera. (Foto: img.kurio.network)

Olahan soto iso dan babat sapi dengan kuah panas yang gurih memang menggugah selera. Namun, dibalik nikmatnya perlu waspada dengan risiko yang mengintai. Bagaimana cara bijak konsumsi jeroan?

Pernah mencicipi soto iso dan babat? Bagi penggemar masakan jeroan, makanan tersebut tentu terasa nikmat. Meski tak semua orang mau makan jeroan, namun warung makan penjual olahan jeroan ada di mana-mana. Penikmatnya, kadang rela antre untuk sekadar menikmati soto khas Nusantara ini.

Bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang sering melintas kawasan stasiun kereta listrik (KRL) Gondangdia, Jakarta Pusat, saat siang hari dipastikan akan melihat suasana dimana pembeli berjubel untuk berburu makan siang.

Salah satu warung makan yang banyak digemari pembeli adalah Warung Soto Babat Gondangdia. Tempatnya di sisi kanan stasiun, berhimpitan dengan rumah warga. Setiap hari, terutama waktu makan siang dan sore jam pulang kerja, warung ini selalu dipenuhi pembeli.

Soto babat dan iso adalah dua menu favorit di warung ini. Dengan kuah bening yang gurih dan taburan bawang goreng, kedua soto tersebut memang nikmat untuk santap siang. “Seminggu bisa tiga kali saya makan di sini,” tutur Sudirman kepada Infovet.

Karyawan salah satu perusahaan di sekitar Gondangdia ini termasuk penggemar soto iso dan babat. Saat jam istirahat siang tiba, lelaki asal Citayam, Bogor, itu mengaku suka makan siang di Warung Soto Babat Gondangdia.

Tidak takut kolesterol? “Iya, sih. Kadang khawatir juga. Tapi jujur aja, nikmat banget makan siang pakai soto iso babat, kuahnya gurih banget. Apalagi makan panas-panas,” ujarnya.

Sudirman hanyalah salah satu orang yang menyukai makanan olahan jeroan. Dipastikan masih banyak lagi orang yang memiliki kegemaran sama dengan Sudirman, menikmati soto iso dan babat.

Bagi sebagian orang, iso sapi mungkin masih awam. Iso adalah bagian usus sapi. Sama seperti babat, iso diketahui mempunyai kandungan gelatin dan probiotik yang sebenarnya baik untuk tubuh, selain juga mempunyai kandungan kalsium yang dapat membantu mencukupi asupan mineral.

Jeroan Tetap Ada Manfaatnya
Mengonsumsi jeroan dalam jumlah wajar sebenarnya dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan. Hal ini dikarenakan jeroan mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Mengutip penjelasan dari Buku 35 Resep Masakan Olahan Hati & Ampela Ayam (2010) oleh Lilly T. Erwin, jeroan merupakan bahan pangan yang mengandung cukup banyak gizi, seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Vitamin yang terdapat pada jeroan adalah vitamin B kompleks, vitamin A, vitamin B12, dan asam folat. Untuk mineral, ada zat besi, kalsium, kalium, magnesium, fosfor, dan seng.

Kandungan vitamin B12 pada jeroan dipercaya dapat mengurangi potensi gangguan sistem kerja sel-sel saraf, sehingga mampu mengoptimalkan fungsi sel-sel tersebut. Termasuk menurunkan risiko terjadinya gangguan memori pada otak.

Sementara itu, kandungan seng dan vitamin A pada jeroan, khususnya hati, baik untuk memelihara kesehatan jaringan epitel, termasuk endothelium pembuluh darah. Kandungan asam folat dan zat besi juga menjadikan jeroan baik untuk mencegah anemia.

Risiko Jika Keseringan
Meski terbilang lezat dan banyak manfaat, jeroan sepatutnya tak disantap terlalu sering atau terlalu banyak. Menurut pakar gizi dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB University, Dr Ir Budi Setiawan, mengonsumsi olahan berbahan baku jeroan jelas sangat tidak sehat untuk dikonsumsi, karena mengandung kolesterol cukup tinggi.

Jeroan memiliki banyak macamnya, mulai dari babat, usus, jantung, hati, dan lainnya. Bagian jeroan juga memiliki kandungan lemak lebih tinggi. Tetapi jeroan juga memiliki kandungan mineral yang dibutuhkan tubuh.

“Yang menjadi masalah kadang-kadang jeroan babat dan usus terdapat kotoran yang masih melekat di bagian dalamnya. Ini yang harus penuh kehati-hatian saat mengolahnya,” ujar Budi kepada Infovet.

Menurutnya, mengolah jeroan tidak sampai bersih, meskipun sudah dimasak, mikroba di dalam usus dan babat kemungkinan akan terbawa dalam bentuk makanan olahan. Dalam beberapa referensi, ada sejumlah bahaya yang dihadapi jika sering mengonsumsi olahan jeroan.

Pertama, sebabkan kolesterol tinggi. Selain nutrisi yang telah disebutkan di atas, jeroan terbukti mengandung juga kolesterol tinggi. Dikutip dari Buku Dasar-Dasar Gizi Kuliner (1998) oleh C. Soejoeti Tarwotjo, jeroan adalah sumber zat kolesterol. Asupan kolesterol dari makanan yang berlebihan bisa memicu masalah kolesterol tinggi. Jumlah kolesterol yang terlalu banyak di dalam darah dapat menyebabkan pembuluh darah mengeras atau menyempit (aterosklerosis). Apabila aliran darah menuju jantung sampai terganggu, maka dapat terjadi penyakit jantung. Jika tak segera diobati, kondisi ini bisa menimbulkan komplikasi berbahaya berupa serangan jantung. Beberapa studi bahkan menemukan hubungan linier antara hiperkolesterolemia dan risiko hiperurisemia (penyakit asam urat). Sebab itu, konsumsi jeroan harus dipantang oleh penderita asam urat.

Kedua, jeroan bisa memicu asam urat. Selain kolesterol, jeroan juga terbukti mengandung senyawa purin yang tinggi. Mengutip penjelasan dalam Buku Bebas Penyakit Asam Urat Tanpa Obat (2012) oleh Lanny Lingga PhD, semua jeroan mengandung purin yang sangat tinggi. Karena itu, konsumsi jeroan akan menambah purin dalam jumlah banyak sehingga mengganggu keseimbangan purin dalam serum. Bagi seseorang yang kebal terhada purin sekali pun, jeroan berpotensi micu peningkatan asam urat.

Ketiga, jeroan dapat memicu diabetes mellitus. Masih dalam bukunya, Lanny Lingga juga menyebut bahwa jeroan adalah sumber lemak jenuh. Konsumsi lemak jenuh hewani yang berlebihan dapat menekan ketersediaan omega-3 bagi tubuh karena menghambat kinerja enzim desaturase dan elongase yang bertugas mengubah omega-3 ALA menjadi DHA dan EPA. Defisiensi omega-3 menyebabkan peningkatan kadar asam urat sekaligus memicu serangan gout atau penyakit asam urat. Asupan lemak jenuh terlalu banyak juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular dan diabetes mellitus tipe 2.

Keempat, konsumsi jeroan membebani aktivitas kerja organ ginjal. Konsumsi protein hewani yang memiliki nilai cerna rendah dan pH rendah seperti jeroan bisa membebani aktivitas kerja organ ginjal. Konsumsi protein hewani akan mereproduksi asam urat yang dibuang atau diekskresi lewat ginjal karena terjadi persaingan antara keton dan asam urat, sehingga kadar asam urat serup dapat meningkat.

Kelima, konsumsi jeroan bisa memicu obesitas. Jeroan sarat kalori sehingga kelebihan kalori dikhawatiran menyebabkan obesitas atau kegemukan.

Cobalah Beralih ke Telur
Bagi penggemar olahan produk berbahan jeroan, jika sulit mengurangi porsinya, ada baiknya secara perlahan mengganti dengan olahan telur ayam. Selain lebih murah, dengan olahan yang sama telur jauh lebih sehat dibanding jeroan.

Memang ada anggapan konsumsi telur berdampak pada naiknya kolesterol dan penyakit jantung. Namun, tidak ada korelasi positif antara kegemaran mengonsumsi telur ayam dengan peluang mendapatkan serangan jantung. Penelitian ilmiah secara intensif yang berakhir pada 1996 oleh Harvard School of Public Health Amerika telah membuktikan hal tersebut.

Dalam narasi artikel yang ditulis Tony Unandar selaku Anggota Dewan Pakar, Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI), disebutkan andai kata telur tidak mengandung kolesterol, tentu saja tidak akan ada kontroversi antara konsumsi telur dengan kesehatan manusia.

Yang jelas menurut National Academy of Sciences (NAS) Amerika, sebutir telur ayam ras yang besar mengandung kira-kira 215 miligram (mg) kolesterol atau sama dengan duapertiga dari total kebutuhan kolesterol manusia dewasa perhari, yaitu sekitar 300 mg.

Tiap butir telur mengandung kira-kira 6 gram protein dan 5 gram senyawa lemak. Kira-kira 50% dari total protein telur terdapat dalam bentuk albumin (putih telur), sedangkan senyawa lemak umumnya terdapat dalam kuning telur dengan komposisi lemak tidak jenuh lebih dari 50%. Protein telur merupakan protein ideal bagi manusia, karena terdiri atas asam-asam amino esensial yang seimbang.

Selain itu, telur juga mengandung zat besi (Fe), riboflavin, asam folat, vitamin B12, D, dan E. Hampir serupa dengan daging, zat besi yang terkandung dalam kuning telur terbukti mempunyai bioaviabilitas tinggi, dengan demikian merupakan asupan penting bagi anak yang sedang bertumbuh.

Walaupun tidak mengandung vitamin C, telur merupakan sedikit jenis makanan yang mengandung vitamin D cukup tinggi. Cukup kaya nutrisi bukan?

Namun, para penggemar olahan jeroan juga tak perlu gundah. Meskipun ada sederet bahaya yang mengancam kesehatan, namun menurut Budi Setiawan, jika olahan jeroan dikonsumsi dalam jumlah yang wajar sebetulnya tidak masalah. Yang menjadi masalah adalah jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan. Jadi, tetap harus bijak saat makan jeroan. ***


Ditulis oleh:
Abdul Kholis
Koresponden Infovet daerah Depok,
Konsultan media dan penulis buku,
Writing Coach Griya Menulis (Bimbingan Menulis Buku & Jurnalistik),
Juara I Lomba Jurnalistik Tingkat Nasional (Unsoed, 2021) & Juara I Kompetisi Menulis Artikel Tingkat Nasional dalam rangka HATN, 2022

PETERNAK INGGRIS DIMINTA UNTUK MENGOMENTARI STANDAR AYAM PETELUR

Produsen telur diminta untuk menghubungi Serikat Petani Nasional dan membicarakan pendapat mereka tentang standar RSPCA Assured yang baru.

Hal ini menyusul permintaan Serikat Petani Nasional untuk keterlibatan yang lebih baik dengan produsen telur, yang mendorong RSPCA Assured untuk membentuk kelompok produsen guna mengumpulkan umpan balik dari produsen ayam petelur tentang standar jaminan baru yang direvisi.

Awal tahun ini, RSPCA Assured menghentikan sementara penerapan standar ayam petelur baru setelah gelombang kritik dari produsen.

Serikat Petani Nasional telah mengumpulkan umpan balik dari para anggota tentang dampak potensial dari standar baru yang mengharuskan pemasangan beranda pada unit kandang mulai Januari 2030 dan penyediaan cahaya matahari alami di semua lokasi pada Januari 2031, yang sedang diumpankan kembali ke RSPCA Assured. Namun, serikat tersebut mengatakan penting bagi produsen telur untuk juga mengambil kesempatan untuk memberikan masukan tentang dampak dari semua standar baru dan yang telah direvisi yang akan diterapkan RSPCA Assured mulai 1 Februari 2025.

Serikat Petani Nasional telah membuat survei, yang berlangsung hingga 12 Agustus, agar para anggota dapat menanggapinya. Survei tersebut mencakup 5 area untuk mencerminkan berbagai bagian standar:

Lingkungan – bangunan, lantai dan serasah, beranda, cahaya alami, dan persyaratan ruang.

Rentang – pengelolaan, naungan/tempat berteduh, lubang got, penutup alami dan pengayaan, serta persyaratan biosekuriti.

Pengelolaan – perencanaan kontinjensi, pengendalian hewan liar, termasuk hewan pengerat, dan persyaratan ayam dara.

Kesehatan – pemantauan kesehatan dan kesejahteraan, pemotongan paruh, dan persyaratan pengobatan. Pengangkutan dan pemotongan/penyembelihan – persyaratan depopulasi dan pengelolaan pabrik pengolahan.

Pada bulan April, kepala operasi sementara RSPCA Assured Kelly Grellier mengatakan, “Anggota kami sangat penting dalam membantu kami meningkatkan kesejahteraan ayam. Oleh karena itu, memastikan kami mendengarkan mereka dan memberikan dukungan yang tepat untuk membantu mereka memenuhi standar baru adalah prioritas utama kami. Untuk melakukannya secara efektif, kami harus fleksibel. Memperpanjang jeda saat ini hingga 2025 akan memberi kami lebih banyak waktu untuk berbicara dengan lebih banyak anggota dan menawarkan lebih banyak dukungan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik mereka.”

STUDI TENTANG KUALITAS TANAH DAN AIR YANG TERKAIT DENGAN PRODUKSI TELUR AYAM FREE RANGE

Kekhawatiran tentang kualitas air di Inggris dan, khususnya, masalah polusi di daerah tangkapan sungai Wye dan Usk di perbatasan Inggris/Wales telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Meskipun sungai-sungai tersebut berstatus dilindungi, telah ada laporan tentang mekarnya alga, eutrofikasi, dan penurunan ekologi – yang menunjukkan adanya kelebihan nutrisi seperti nitrogen dan fosfor.

Dengan lonjakan jumlah peternakan unggas di wilayah tersebut baru-baru ini, sektor ini telah terlibat sebagai kontributor yang paling mungkin. Hal ini mendorong Dewan Industri Telur Inggris (BEIC) untuk menugaskan ADAS untuk menilai tingkat nutrisi dalam tanah dari lahan yang digunakan untuk produksi telur ayam free range dan di aliran air yang menampung air yang mengalir dari lahan ini.

BEIC, yang bekerja sama dengan pengepak telur, mengidentifikasi peternakan produksi telur ayam free range "berisiko tinggi" di daerah tangkapan Wye dan Usk. Penilaian risiko didasarkan pada lokasi, topografi, dan sejarah operasi dengan ADAS melakukan 17 kunjungan pengambilan sampel ke 14 peternakan yang berbeda.

Lokasi yang sesuai untuk pengambilan sampel air diidentifikasi oleh ADAS, termasuk sampel hulu dan hilir dari aliran air sedekat mungkin dengan titik masuknya air dari lahan padang rumput. Waktu pengambilan sampel air sangat penting, karena air harus mengalir melalui parit dan sungai yang berdekatan dengan peternakan. Periode kekeringan perlu dihindari. Atas alasan ini, periode pengambilan sampel diperpanjang dan mencakup hampir 2 tahun – Juli 2021 hingga Juni 2023. Secara total, data air tersedia dari 11 sampel hulu dan 11 sampel hilir.

Sampel tanah dan air yang dikumpulkan oleh ADAS dianalisis oleh Laboratorium NRM. Untuk tanah, serangkaian analisis standar dilakukan, meliputi pH, fosfor, kalium, dan magnesium. Untuk air, analisis dilakukan untuk fosfor total, fosfor terlarut, kalium total, nitrogen nitrat, dan nitrogen amonium. Permintaan oksigen biokimia (BOD) dan organisme indikator feses (FIO) juga dinilai untuk memberikan panduan tentang polusi organik.

Hasil penelitian menunjukkan sedikit peningkatan P dan K pada tanah di area padang rumput, dibandingkan dengan kontrol. Namun, "tanah pertanian yang dikelola" dalam bentuk apa pun, termasuk area padang rumput, umumnya cenderung memiliki indeks yang lebih tinggi daripada tanah pertanian yang tidak dikelola yang mewakili sampel kontrol.

Peningkatan kadar nutrisi pada lahan padang rumput relatif sederhana dan berada dalam kisaran yang mungkin diharapkan dari tanah pertanian yang dikelola di seluruh Inggris dan Wales.

Hasil sampel air lebih sulit ditafsirkan dan beberapa anomali ditemukan. Berdasarkan semua bukti, kadar fosfor total (P) rata-rata dalam air lebih rendah di hilir daripada di hulu, tetapi temuan tersebut sangat dipengaruhi oleh satu hasil sampel. Dengan mengambil sampel ini, berarti ada sedikit perbedaan dalam total P dalam rata-rata sampel hulu dan hilir atau indikasi peningkatan total P yang nyata dalam air di hilir, dibandingkan dengan hulu.

Secara keseluruhan, hasil menunjukkan bahwa lahan penggembalaan sebagian besar unit yang diteliti tampaknya tidak memiliki dampak langsung yang signifikan terhadap kualitas aliran air yang diambil sampelnya. Kadar nitrat rata-rata dari sampel hilir lebih tinggi daripada sampel hulu dan meskipun kisaran kadar nitrat cukup besar (dari 0,1 mg/l hingga 4,4 mg/liter), kadarnya rendah dibandingkan dengan batas Arahan Kerangka Kerja Air.

Rata-rata BOD lebih rendah dalam sampel yang dikumpulkan di hilir unit, tetapi kadar dan perubahan BOD relatif rendah di sebagian besar sampel air. Tidak mungkin untuk menarik kesimpulan apa pun tentang kemungkinan asal P di masing-masing lokasi berdasarkan hasil pertimbangan tingkat relatif nitrat N, amonium N, bakteri koliform, dan rasio P terlarut total.

PEMADAMAN LISTRIK MENGANCAM INDUSTRI UNGGAS UKRAINA

Pemadaman listrik yang terus-menerus di seluruh Ukraina telah menjadi tantangan besar bagi industri unggas.

Ukraina mengalami beberapa pemadaman listrik terburuk sejak dimulainya perang. Rusia telah mengurangi sekitar 60% kapasitas pembangkit listrik Ukraina, yang mengakibatkan pemadaman bergilir di seluruh negeri. DTEK, perusahaan listrik swasta terbesar di Ukraina, yang telah kehilangan 90% kapasitas pembangkitnya, telah memperingatkan potensi memburuknya keadaan di musim dingin, dengan pemadaman yang berlangsung hingga 20 jam per hari.

Pemadaman listrik yang berulang kali ini mempertanyakan keberadaan industri unggas Ukraina, Serhiy Karpenko, direktur eksekutif Asosiasi Peternak Unggas Ukraina, mengatakan kepada outlet berita lokal Khvilya.

Rata-rata, peternakan unggas dibiarkan tanpa pasokan listrik terpusat selama 7-10 jam per hari. Untuk beberapa operasi, pasokan dibatasi hanya 4-10 jam per hari.

Meskipun banyak bisnis telah membangun kapasitas pembangkit listrik cadangan, pemadaman listrik menimbulkan malapetaka pada siklus produksi.

“Inkubasi dan pemeliharaan ayam petelur muda berikutnya memerlukan kepatuhan ketat terhadap standar teknologi untuk memelihara unggas selama 4 bulan, yang tidak dapat dicapai tanpa memastikan pasokan listrik yang stabil dan tidak terputus,” kata Karpenko.

Penggunaan kapasitas cadangan, seperti generator diesel, sangat memacu biaya produksi. Selain itu, ketika solusi tersebut diterapkan, kegagalan peralatan akan berarti hilangnya seluruh ternak, karena peternak biasanya tidak memiliki alternatif untuk pembangkit listrik cadangan. Setidaknya 1 peternakan di Ukraina telah kehilangan semua unggas karena pemadaman listrik.

Selain itu, pasokan listrik sangat penting di semua tahap rantai pasokan, termasuk penyembelihan, pemrosesan, dan penyimpanan. Karpenko mengungkapkan bahwa industri pakan belum sepenuhnya beradaptasi dengan pemadaman listrik berkala.

“Peralatan penggilingan pakan yang kuat memerlukan voltase tertentu untuk memulai, mempertahankan operasi, dan memastikan semua proses terkait pembuatan pakan sesuai standar yang ada, yang tidak dapat disediakan oleh generator diesel. Ketidakmampuan untuk memproduksi pakan penuh dengan kerugian unggas yang tak terelakkan,” Karpenko memperingatkan.

Pemadaman listrik juga memberi tekanan pada perdagangan, karena masalah dengan fungsi peralatan lemari es berarti tingkat pembusukan makanan yang lebih tinggi. Karpenko mengindikasikan bahwa faktor ini memberi tekanan tambahan pada konsumsi.

MENGEMBANGKAN KARIER DI BIDANG PETERNAKAN UNGGAS DI INGGRIS

Peternak unggas muda di Inggris barat daya ditawarkan dukungan finansial menyusul dibentuknya penghargaan Pengembangan Orang Muda.

Penghargaan ini, yang didirikan bersama oleh South West Chicken Association dan Morspan Construction Ltd., diperuntukkan bagi pelamar berusia antara 17 dan 30 tahun yang bekerja di wilayah tangkapan South West Chicken Association saat ini di barat daya Oxfordshire dan Gloucestershire.

Hibah sebesar £2.000 akan diberikan kepada kandidat yang berhasil untuk/menuju:

Proyek atau tujuan pembelajaran yang ditetapkan yang diusulkan oleh kandidat selama proses aplikasi, yang berkaitan dengan aspek apa pun dari unggas. Pendanaan tersebut dapat digunakan untuk membiayai kehadiran konferensi atau membayar biaya perjalanan/akomodasi. Pelamar perlu menguraikan bagaimana mereka akan menggunakan penghargaan tersebut untuk mencapai tujuan mereka.

Anggota komite South West Chicken Association dapat membantu menyediakan kontak dan kesempatan belajar jika diperlukan, misalnya dengan memfasilitasi kunjungan ke berbagai bagian rantai pasokan.

Panel wawancara akan terdiri dari mantan kontributor Poultry World Robert Lanning dari Devonshire Poultry, Polly Davies dari Elanco Animal Health, dan Donald Gillespie dari Morspan.

Pemenang akan diumumkan pada konferensi tahunan South West Chicken Association pada tanggal 29 April dan pelamar yang berhasil harus menyelesaikan pengalaman kerja mereka paling lambat tanggal 1 Maret 2026.

WORLD POULTRY FOUNDATION MENAWARKAN PELATIHAN BAGI PETERNAK UNGGAS SKALA KECIL

World Poultry Foundation telah merilis materi pelatihan gratis untuk membantu peternak unggas memastikan ayam mereka diberi makan dan minum dengan benar.

Modul pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian yang dirilis oleh World Poultry Foundation untuk membantu peternak unggas skala kecil di Afrika meningkatkan metode dan pendapatan peternakan mereka. Tersedia gratis dalam berbagai bahasa, materi tersebut disajikan dalam bentuk video, infografis, dan flip chart untuk digunakan oleh organisasi pelatihan dan pengembangan.

Modul pelatihan tentang air dan pakan menjelaskan cara memastikan unggas mendapatkan makanan dan air yang mereka butuhkan untuk berkembang.

Peternak unggas dapat mengakses materi tersebut di sini: https://worldpoultryfoundation.org/initiative/ssp-training-resources/

WAMENTAN AJAK ASOSIASI PETERNAK DAN PETANI PRANCIS INVESTASI DI INDONESIA

Kunjungan resmi Wamentan ke Paris, salah satunya bertemu perwakilan dari asosiasi peternak dan petani Prancis. (Foto: Istimewa)

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, melakukan kunjungan resmi ke Paris, Prancis. Salah satunya bertemu perwakilan dari asosiasi peternak dan petani Prancis. Pertemuan bertujuan memperkuat kerja sama bilateral di sektor pertanian dan peternakan antara kedua negara.

Dalam pertemuan yang berlangsung di pusat asosiasi tersebut, Sudaryono menyampaikan komitmen Indonesia memperdalam hubungan kerja sama dalam bidang teknologi pertanian dan peternakan.

“Kami melihat potensi besar dalam meningkatkan efisiensi produksi melalui adopsi teknologi maju dari Prancis. Ini juga akan meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak di Indonesia,” ujar Sudaryono dalam keterangannya, Sabtu (7/9/2024).

Ia menambahkan, “Kementerian Pertanian Indonesia berinisiatif untuk membawa hewan ternak hidup ke negara kami di tahun mendatang dengan mengundang sektor swasta untuk berinvestasi di Indonesia.”

Menurutnya, asosiasi dan sektor swasta bidang pertanian dan peternakan di Prancis menjadi langkah konkret untuk memperkuat ekspor produk pertanian Indonesia sekaligus membuka peluang kerja sama lebih luas.

“Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan daya saing petani dan peternak muda kami mendorong inisiatif pelatihan dan program magang di Prancis yang diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga serta transfer pengetahuan untuk mengoptimalkan praktik pertanian dan peternakan berkelanjutan di Tanah Air,” tukasnya.

Asosiasi peternak dan petani Prancis menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk mendukung transfer teknologi, pelatihan sumber daya manusia, serta investasi bersama dalam sektor pertanian berkelanjutan.

Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan perjanjian formal antara Indonesia dan Prancis dalam beberapa bulan mendatang, yang mencakup investasi baru dan program pelatihan bagi petani dan peternak di kedua negara. (INF)

FASILITAS BARU UNTUK MEMBANTU ASIA TENGAH MENGHENTIKAN IMPOR GENETIKA UNGGAS EROPA

Perusahaan India Avee Broilers telah mengumumkan rencana untuk membangun fasilitas genetika unggas senilai US$43 juta di Uzbekistan, yang akan mengubah arus perdagangan di seluruh kawasan Asia Tengah secara drastis.

Ditambah dengan rencana pengembangan industri unggas yang diupayakan oleh pemerintah Uzbekistan, fasilitas tersebut akan membantu mengubah Uzbekistan dari negara pengimpor ayam pedaging menjadi negara pengekspor unggas.

Proyek tersebut akan membantu Asia Tengah – kawasan yang meliputi Uzbekistan, Kazakhstan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Kirgistan – mengurangi ketergantungannya pada unggas impor, yang kini sebagian besar dipasok dari Uni Eropa.

Avee Broilers mengadakan pembicaraan awal dengan pemerintah setempat untuk membangun aset produksi unggas di distrik Zomin, Bakhmal, dan Gallaorol di wilayah Jizzakh dan di distrik Bulungur di wilayah Samarkand. Sebagian biaya investasi akan ditanggung oleh bisnis lokal, meskipun rincian konkretnya belum diungkapkan.

Berdasarkan perjanjian yang dibahas, Avee Broilers akan membangun kapasitas untuk memproduksi 4 juta ekor induk ayam di Uzbekistan per tahun.

Sebanyak 120 juta penduduk Asia Tengah mengonsumsi sekitar 1,2 juta ton daging unggas setiap tahunnya. Industri unggas membutuhkan sekitar 5,5 juta ekor induk ayam per tahun, yang berarti bahwa proyek ini akan memenuhi permintaan genetika lokal hingga lebih dari 80%.

Pada tahap pertama, pada tahun 2024-2025, Avee Broilers berencana untuk membangun pembiakan induk ayam ras murni di Uzbekistan. Peluncuran tempat penetasan dengan produksi industri anak ayam umur sehari dijadwalkan awal pada tahun 2025.

Proyek ini akan menguntungkan industri unggas Asia Tengah, membantu peternak menghemat biaya logistik, antara lain.

PROTEIN DARI LIMBAH UNGGAS MENINGKATKAN EKONOMI SIRKULAR

Menurut para peneliti, mengekstraksi protein dari limbah unggas merupakan pendekatan berkelanjutan untuk ekonomi sirkular.

Para ilmuwan dari Institut Nasional Ilmu Pangan dan Teknologi di Universitas Pertanian, Faisalabad, Pakistan, mengatakan bahwa pemanfaatan limbah pemotongan unggas sangat penting untuk mengatasi permintaan yang terus meningkat dan pencemaran lingkungan.

Saat ini, metode konvensional untuk menangani limbah ini adalah pembakaran, pengomposan, pembuatan pupuk, dan produksi tepung ikan dan unggas, yang banyak di antaranya menyebabkan emisi gas rumah kaca, eutrofikasi, serta pencemaran udara dan air.

Komunitas ilmiah juga mencari beberapa alternatif sumber protein mamalia untuk menopang populasi dunia yang terus bertambah dalam menghadapi perubahan iklim.

Tinjauan tersebut menjelaskan karakteristik protein struktural (kolagen, gelatin, dan keratin) yang diekstraksi dari limbah unggas sehubungan dengan metode ekstraksi. Mereka menemukan bahwa protein yang diekstraksi dari limbah unggas serupa atau lebih baik daripada protein sapi dalam hal stabilitas termal, nutrisi, kandungan asam amino, sifat fisikokimia, reologi, dan fungsional.

Kolagen, gelatin, dan keratin telah digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan berbagai produk makanan dan biomedis. Analisis komposisi telah mengungkapkan bahwa limbah pemotongan unggas (bulu, kulit, kaki, trakea, dan kepala) memiliki 34,2% bahan kering, yang terdiri dari 50-63% protein dan 9-15,5% abu. Profil komposisi limbah ini memastikan potensi limbah pemotongan unggas untuk menggantikan sumber protein mamalia konvensional.

Sekitar 7-8% berat badan ayam pedaging ditemukan terdiri dari komponen potongan (kulit, bulu, jeroan, kepala, darah, trakea, dan kaki) dan tulang, yang diperkirakan menyediakan sekitar 9,5 juta ton produk sampingan unggas untuk ekstraksi protein. Limbah pemotongan unggas seperti darah, jeroan, kaki, dan tulang memiliki kandungan protein kolagen dan gelatin yang tinggi, sementara bulu unggas kaya akan protein keratin dan produksi tahunannya diperkirakan sekitar 8,4 juta ton. Protein-protein ini sebelumnya diekstrak dari kulit dan tulang rawan babi (46%), kulit sapi (29,4%), tulang (23,1%) dan sumber-sumber lain (1,5%).

Saat ini, karena penyakit-penyakit seperti ensefalopati spongiform sapi dan penyakit kaki dan mulut, para ilmuwan tengah mencari sumber-sumber lain. Selain itu, sejumlah besar konsumen Islam dan Yahudi menganggap gelatin kulit babi haram untuk dikonsumsi.

BERAPA HARGA MESIN PEMECAH JAGUNG PAKAN AYAM?

Jagung untuk pakan ayam harus dipecah lebih dahulu. Dibanding secara manual lebih mudah dipecah menggunakan mesin pemecah jagung.

Biasanya mesinnya bisa dioperasikan oleh satu orang saja. Setiap jamnya bisa menghasilkan ratusan hingga ribuan kg jagung.

Berapa harga mesin pemecah jagung pakan ayam? Berbeda-beda tergantung kualitas dan kapasitasnya. Idealnya adalah memilih yang menggunakan sistem hammer mill karena lebih kuat dari sistem lainnya.

Mesin Pemecah Jagung KD-350 SK Komplit Engine Penggerak

Mesin Pemecah Jagung KD-350

Spesifikasi Mesin Giling Padi / Rice Mill Mahkota KD-350 SK PEMISAH DEDEK HALUS & KASAR dan juga bisa memecah jagung dalam ukuran kecil.

Mesin merk Mahkota KD-350 SK ini menggunakan 2 saringan. Bisa memecah jagung menjadi butiran kecil. Juga bisa digunakan untuk rice mill, dan untuk memisahkan dedak halus dan kasar.

Power-nya 6,5-8 HP, kapasitas produksi 220-300 kg per jam. Dilengkapi engine penggerak berbahan bakar bensin.

Harga di marketplace sekitar Rp 4.500.000,-

Mesin Pemecah Jagung DCM-20 dan DCM-26

Mesin pemecah jagung dcm 20

Selain untuk memecah jagung pakan ayam juga bisa untuk memecah biji-bijian lainnya.

Spesifikasi DCM-20:

  • Kecepatan: 900-1000 rpm.
  • Kapasitas: 250-300 kg per jam.
  • Power: 6-7 HP.
  • Dimensi: 85 x 57 x 121 cm.

Spesifikasi DCM-26:

  • Kecepatan: 900-1000 rpm.
  • Kapasitas: 400-600 kg per jam.
  • Power: 10-12 HP.
  • Dimensi: 97 x 67 x 135 cm.

Bisa membeli mesin pemecah jagungnya saja. Bisa juga mesin pemecah jagung lengkap dengan rangka kaki dan engine diesel.

Harga di marketplace sekitar Rp 3.400.000,- sampai Rp 9.450.000,-

Mesin Pemecah Jagung Mahkota MCM-200

Mesin Pemecah Jagung Mahkota MCM-200

Sudah dilengkapi dengan mesin penggerak.

  • Engine: R 175.
  • Power maksimum: 7 HP.
  • Kecepatan: 900-1000 rpm.
  • Kapasitas produksi: 250-300 kg per jam.
  • Dimensi : 860 x 570 x 1210 mm.

Harga di marketplace sekitar Rp 8.149.000,-

Mesin Pemecah Jagung Pakan Ayam Hammer Mill Lokal

Mesin Pemecah Jagung Pakan Ayam Hammer Mill Lokal

Menggunakan hammer mill produksi lokal. Kapasitasnya hingga 300 kg per jam. Mesin menggunakan Tiger/Vitara/Tesla/Kasito atau yang sejenisnya.

Kecepatannya 3.600 rpm. Kapasitas tangki bahan bakar 3,6 liter menggunakan pertalite/pertamax/pertamax turbo.

Selain jagung juga bisa untuk memecah/mencacah rumput, tongkol jagung, biji-bijian, dan sebagainya.

Dilengkap dengan manual book, kunci busi, dan saringan yang sudah terpasang di hammer mill.

Harga di marketplace sekitar Rp 3.600.000,-

Mesin Pemecah Jagung Mahkota MHM-9-200 Hammer Mill

Mesin Pemecah Jagung Mahkota MHM-9-200 Hammer Mill

Menggunakan engine GX-200 dengan power 7 HP. Kecepatannya 1.500 rpm, kapasitas produksinya 280 kg per jam.

Bisa untuk memecah atau menggiling jagung, gandum, kunyit, kacang-kacangan, dan cabe.

Tersedia 3 pilihan:

  • Tanpa penggerak (engine).
  • Dengan engine GX-200 buatan China atau merk lain dengan kualitas setara.
  • Dengan engine GX-200 (atau merk lain) dan dinamo 2 HP gulungan full tembaga.

Harga di marketplace sekitar Rp 3.340.000,- sampai Rp 5.350.000,-


KOLABORASI USSEC DAN FAPET UNSOED, GELAR WORKSHOP PENTINGNYA NUTRISI PADA TERNAK

Workshop USSEC bersama Fapet Unsoed. (Foto: Istimewa)

United State Soybean Export Council (USSEC) bersama Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Fapet Unsoed), menggelar workshop selama dua hari pada 14-15 Agustus 2024, bertempat di Ruang Aula Lantai 3 Gedung Pendidikan Fapet Unsoed.

Workshop dengan tema “Fundamentals Animal Nutrition and Feed Formulation” menghadirkan narasumber di antaranya Engr Conrado U. Bulanhagui ME (Independent Consultant dari Filipina) Prof Budi Tangendjaja PhD (peneliti utama dalam bidang pakan dan nutrisi ternak) Ibnu E. Wiyono (Country Director Indonesia USSEC), Nanik Setiyaningsih SPt MSi, Ir Alfred Kompudu SPt MM IPM ASEAN Eng (Technical Consultant USSEC), serta Ir Yahya M. Sofwan SPt MP IPM (Technical Consultant Animal Protein USSEC).

Dekan Peternakan Fapet Unsoed, Prof Dr Ir Triana Setyawardani SPt MP IPU ASEAN Eng, mengungkapkan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini ialah untuk mengedukasi mahasiswa perihal pentingnya nutrisi pada sektor peternakan.

Ia menambahkan bahwa tahun ini menjadi tahun yang istimewa bagi Fapet Unsoed dapat menjadi bagian dalam menyelenggarakan kegiatan workshop bersama USSEC. “Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi USSEC dengan Fapet Unsoed. Diharapkan kegiatan ini akan berlanjut pada kerja sama antara USSEC dan Fapet Unsoed,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, workshop ini mengharapkan agar mahasiswa dapat menyerap ilmu yang diperoleh selama kegiatan, mengingat materi yang diberikan belum ada di dalam dunia usaha dan dunia industri, terutama untuk mahasiswa menambah wawasan dan ilmu sebagai bekal di masa yang akan datang.

“Semoga materinya bermanfaat untuk membekali mahasiswa sebagai bekal di masa depan dan bisa mereka gunakan ketika mereka kerja,” terangnya.

Sementara itu Ir Yahya menuturkan, “Fapet Unsoed tahun ini menjadi bagian dari perguruan tinggi lain yang berkesempatan menjadi tuan rumah untuk pelaksanaan workshop. Ada dua perguruan tinggi yang kebagian sebagai penyelenggara, yaitu Fapet Unsoed sama salah satu perguruan tinggi di jawa timur.”

Pada kesempatan itu, narasumber pertama yakni Nanik Setiyaningsih membawakan materi “Feed Raw Material Quality Control”, dilanjutkan Prof Budi dengan materi “The Principles of Feed Formulation”. Pada sesi berikutnya paparan dilanjutkan secara pararel, Prof Budi melanjutkan paparan di Ruang Aula dengan peserta mahasiswa, sedangkan kelompok dosen mengikuti paparan dari Conrado U. Bulanhagui dengan tema “The Principles of Good Feed Manufaturing”.

Pada hari terakhir workshop, lima narasumber menyampaikan materi secara estafet yang diakhiri dengan sesi tanya jawab dan penutupan workshop, yang dilanjutkan sesi foto bersama. (fapet.unsoed.ac.id/INF)

PT SAMYOU INTERNATIONAL SELENGGARAKAN ROADSHOW SEMINAR PERKENALKAN MANFAAT BAKERY YEAST

Seminar PT Samyou International berkolaborasi dengan PT Tabassam Jaya Farm berlangsung lancar. (Foto: Istimewa)


PT Samyou International menyelenggarakan roadshow seminar guna memperkenalkan manfaat bakery yeast dan turunannya yang terbukti memberikan banyak manfaat untuk hewan ternak seperti ayam petelur, ayam breeder, broiler, bebek, sapi perah, ikan, dan udang.

Rangkaian seminar diawali pada Kamis (29/8/2024) bertempat di Zam-Zam Restaurant, Jombang, Jawa Timur bertema “Memaksimalkan Kesehatan dan Produksi Ayam dengan Bahan Turunan Bakery Yeast: Solusi Efektif dan Alami”. Menghadirkan Drh Gangga Anindito Widyanugraha selaku Technical Director PT Tienyen International, sebagai pembicara. 

Gangga menerangkan turunan bakery yeast dapat bermanfaat sebagai pengikat mikotoksin secara spektrum luas, pengikat patogen, probiotik, perbiotik, immunomodulator, tambahan sumber protein, asam nukleat eksogen, nukleotida, dan lain-lain. Penggunaannya sangat banyak memberikan manfaat untuk industri peternakan.

Bakery yeast tidak mengandung residu dari bahan pembuatan bir seperti hop. Ini membuatnya lebih murni dan aman untuk digunakan dalam pakan ternak, terutama untuk tujuan kesehatan usus dan imunitas,” imbuh Gangga dihubungi Infovet, Jumat (30/8/2024). 

Lebih lanjut dijelaskan, bakery yeast mengandung kandungan beta-glucan dan MOS (Mannanoligosacharides) yang lebih stabil dan konsisten yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan usus, mengikat mikotoksin, dan meningkatkan respons imun ternak. Komponen-komponen tersebut membantu mengurangi kolonisasi patogen di usus, serta meningkatkan efisiensi pakan.

Selain itu, bakery yeast lebih sering digunakan untuk aplikasi pakan ternak yang fokus pada kesehatan usus dan imunitas. Beta-glucan dan MOS dalam bakery yeast terbukti efektif dalam mendukung pertumbuhan mikrobiota usus yang sehat, mengikat patogen sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap penyakit.

Secara umum bakery yeast Saccharomyces cerevisiae dianggap lebih unggul sebagai bahan tambahan pakan ternak ketika prioritasnya adalah kualitas tinggi, kemurnian produk, dan manfaat kesehatan usus serta imunitas. “Bakery yeast juga cenderung lebih konsisten dalam kandungan komponen bioaktif, seperti beta-glucan dan MOS yang sangat berguna untuk meningkatkan kesehatan dan performa ternak,” tandasnya.

Samyou juga berkolaborasi mengadakan agenda kegiatan bersama PT Tabassam Jaya Farm, in-house seminar and training di PT Sapta Karya Megah, CV Anugerah Mulia Farm, serta mengunjungi salah satu lokasi tambak ikan lele di kawasan Jombang. (NDV)

 


PENYEBAB AYAM MATI MENDADAK

penyebab ayam mati mendadak

Ayam mati mendadak adalah satu hal yang bisa dialami oleh peternak. Merugikan tentunya, apalagi jika tingkat kematiannya sangat tinggi.

Namun apakah bisa ayam yang sehat tiba-tiba mati begitu saja? Atau apakah sebenarnya sebelumnya ada tanda-tandanya, yang mungkin peternak kurang memperhatikan sehingga ketika ayamnya mati kesan yang didapat adalah ayam tiba-tiba mati tanpa sebab.

Dari berbagai sumber, dikatakan bahwa sebenarnya sebelum ayam mati itu ada penyebabnya. Entah karena sakit atau hal lainnya. Ada juga gejalanya.

Namun gejala tersebut mungkin tidak dikenali karena kurangnya pengetahuan. Atau berlangsung dalam waktu yang singkat, atau tersembunyi, sehingga agak sulit dikenali.

Jadi penyebabnya bisa infeksius dan non infeksius. Berikut beberapa diantara penyebab kenapa ayam mati mendadak.

Flu Burung (HPAI)

HPAI ketika menyerang ayam akan mengakibatkan mortalitas (tingkat kematian) tinggi. Produksi telur pada ayam layer menurun bahkan berhenti. Ayam akan mengalami gangguan pernapasan, sianosis, dan konjungtivitis.

Penanganannya bisa dilakukan pemusnahan ayam secara selektif. Untuk ayam yang masih sehat diberi terapi suportif, kandang lain yang belum terjangkit segera divaksinasi.

Newcastle Disesase (ND)

Mortalitasnya tinggi bahkan bisa mencapai 100%. Gejala ayam yang terkena ND adalah tidak nafsu makan, kotorannya hijau dan kadang ada gumpalan putih, tubuhnya gemetar, kaki atau sayapnya lumpuh, leher terpuntir.

Terapi suportif diberikan berupa vitamin dan suplemen untuk meningkatkan stamina dan kekebalan tubuh ayam.

Fowl Cholera (Kolera)

Ayam yang terkena penyakit ini akan tidak nafsu makan, lesu, demam, mulut keluar lendir, bulunya kusam, diare, napasnya terengah-engah, kulit ungu kebiruan, dan kotorannya kehijauan berlendir.

Biasanya penanganannya diberikan vitamin dan antibiotik.

Heat Stress

Ini adalah penyebab non ifeksius, yaitu ketika ayam kepanasan yang berlebihan. Jika tidak segera ditangani akan bisa menyebabkan kematian. Solusinya bisa diberi vitamin, dilakukan penjarangan dan diperbaiki ventilasi kandangnya. Pastika air minum yang diberikan dingin sekitar 20-24°C.

Ketika menemukan ayam mati mendadak sangat disarankan untuk segera menghubungi dan berkonsultasi dengan dokter hewan. Agar bisa dilakukan analisa yang tepat apakah penyebab ayam mati mendadak. Jangan ditunda dan sebaiknya jangan menganalisa sendiri, agar masalahnya segera bisa diatasi.

Sebaiknya hubungi dokter hewan secepat mungkin setelah menemukan ayam yang mendadak mati. Jangan tunggu sampai ada korban-korban selanjutnya.

BERSUNGGUH-SUNGGULAH SAAT MASA AWAL PEMELIHARAAN

Ayam pedaging dan petelur modern memiliki potensi genetik yang tinggi dan efisien. (Foto: Istimewa)

Ayam petelur maupun pedaging yang dibudidayakan oleh peternak telah mengalami perkembangan yang sangat cepat, baik pertumbuhan, produksi telur, maupun efisiensi ransum. Ahli genetik secara periodik melakukan penelitian dan perbaikan performa ayam modern.

Kenali Potensi Genetik Ayam Modern 
Ayam modern memiliki kemampuan pertumbuhan berat badan yang semakin cepat dan semakin efisien.

Ayam pedaging telah mengalami pertumbuhan signifikan, dari sebelumnya berat badan hanya 2.299 gram pada umur 35 hari, saat ini bertambah kurang lebih 395 gram menjadi 2.694 gram. Jika dirata-rata per tahun pertambahan berat badannya kurang lebih 50 gram selama interval 2015-2023.

Selain itu jika diperhatikan pola pertumbuhannya, ayam pedaging semakin lebih cepat tumbuh pada dua minggu pertama masa hidupnya. Hal ini semakin menegaskan begitu pentingnya mencapai target pertumbuhan pada dua minggu awal kehidupan ayam pedaging. Berat badan pada dua minggu pertama yang tidak tercapai akan sangat berpengaruh terhadap pencapaian berat badan pada minggu-minggu berikutnya, bahkan sampai saat panen.

Lalu bagaimana dengan tingkat efisiensi ransumnya? Selama 8 tahun kebelakang, tingkat konversi ransum (feed conversion ratio/FCR) semakin lebih baik, yaitu kurang lebih 0,114. Ayam pedaging memiliki kemampuan untuk tumbuh semakin cepat dengan tingkat efisiensi ransum semakin baik.

Ayam petelur pun memiliki perkembangan performa yang sangat signifikan, dimana satu ekor ayam petelur ditargetkan mampu menghasilkan 500 butir telur selama masa hidupnya.
Umur produksi ayam petelur semakin lama, diafkir pada umur 100 minggu dengan jumlah produksi telur semakin lebih banyak dan efisiensi ransum semakin lebih baik. Sebuah potensi genetik yang semakin menguntungkan peternak.

Awal Adalah Utama
Begitu pentingnya tercapai pertumbuhan pada dua minggu pertama masa hidup ayam pedaging. Ayam pedaging akan tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan umur selanjutnya. Dan pencapaian berat badan pada periode ini akan menjadi modal untuk pertumbuhan selanjutnya. Andaikan pertumbuhan berat badan pada dua minggu ini tidak tercapai, maka pencapaian target berat badan pada minggu berikutnya semakin lebih sulit.

Saat dua minggu pertama semua organ penting bagi ayam pedaging tumbuh secara signifikan, mulai dari organ pencernaan, sistem kekebalan tubuh, kerangka dan sistem pengaturan suhu tubuh (termoregulasi).

Saat lima hari pertama, anak ayam harus mendapatkan... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Agustus 2024.

Ditulis oleh:
Hindro Setyawan SPt
Technical Support - Research and Development PT Mensana

JAPFA COMFEED EKSPOR VAKSIN DAN OBAT HEWAN KE 8 NEGARA, SENILAI 22 MILIAR

Seremoni pelepasan ekspor produk vaksin serta obat hewan Vaksindo dan AJS (Foto: Istimewa)

PT Vaksindo Satwa Nusantara (Vaksindo) dan PT Agrinusa Jaya Santosa (AJS), anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa), Senin (26/8/2024) melepas produk vaksin, vitamin dan obat-obatan hewan ke 8 negara di Asia. Dua diantaranya, yakni Filipina dan Malaysia merupakan tujuan negara baru untuk produk vaksin dari Vaksindo dan vitamin ternak dari AJS. Total nilai ekspor pada periode bulan Agustus mencapai USD1,4 juta atau setara dengan Rp 22 Milyar.

Teguh Prajitno, Head of SBU Animal Health and Livestock Equipment Japfa mengemukakan. “Tahun ini, kami berhasil membuka pasar baru untuk produk vaksin dengan merek Vaksimune dan vitamin hewan. Selain pengiriman perdana ke Filipina, Vaksimune juga diekspor ke negara lainnya seperti Nigeria, Kamerun, Myanmar, Malaysia, Vietnam, India, dan UAE. Kami juga mengirim premiks pakan hewan ke Myanmar. Hal ini menandai pencapaian penting dalam upaya kami untuk meningkatkan kesehatan ternak, baik di tingkat nasional maupun global."

Direktur Kesehatan Hewan, Kementan RI, Drh Imron Suandy MVPH dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Vaksindo dan AJS atas pencapaian dalam mengekspor vaksin dan obat-obatan hewan ke pasar internasional. Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan komitmen dan dedikasi perusahaan terhadap kualitas produk, tetapi juga merupakan contoh nyata dari inovasi dan keunggulan dalam industri farmasi hewan nasional.

“Kami berharap pencapaian ini akan menjadi inspirasi dan motivasi bagi perusahaan-perusahaan serupa agar terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produknya. Kami juga berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi sektor industri agar dapat berperan lebih aktif di pasar global. Terima kasih kepada Vaksindo dan AJS atas dedikasinya selama ini di industri farmasi ternak,” kata Imron.

Pada kesempatan yang sama, Drh Sri Yanto MSi PhD selaku Deputi Bidang Karantina Hewan, Badan Karantina Indonesia turut menyampaikan apresiasianya.

“Ekspor ini menunjukkan dukungan dan kontribusi Japfa terhadap ketahanan pangan dunia, terutama di negara sendiri. Berbicara mengenai produksi dan produktivitas unggas, stamina dan ketersediaan vaksin menjadi hal yang sangat penting dalam mengantisipasi tingkat mortalitas atau kematian hewan ternak," terang Sri Yanto,

Di era digitalisasi ini, lanjut dia, di Badan Karantina memiliki layanan yang disebut dengan SSNQC (Single Submission Quarantine Customs) bekerjasama dengan Bea Cukai, sehingga pengajuan ekspor akan lebih mudah secara struktural dan ketelusurannya lebih terjamin. Seluruh pelayanan yang dikaitkan dengan perkarantinaan, diharapkan semudah mungkin dan mampu memberikan pelayanan yang cepat.

Baik Vaksindo maupun AJS berkomitmen untuk memastikan produk yang dihasilkan telah memenuhi standar kualitas yang tinggi. Keduanya telah menerapkan standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2015, akreditasi laboratorium ISO 17025:2017 dan Cara Pembuatan Obat Hewan yang Baik/ Good Manufacturing Practice (CPOHB/ GMP). Selain itu, Vaksindo juga dilengkapi dengan laboratorium Biosafety Level-3 (BSL-3) yang memiliki tingkat keamanan yang sangat ketat dan fasilitas riset yang memadai. 

Obat-obatan dan vaksin yang diproduksi Vaksindo telah berhasil diekspor ke total 19 negara yaitu Malaysia, Myanmar, Kamboja, Filipina, Vietnam, Thailand, India, Nepal, UAE, Nigeria, Kamerun, Irak, Mesir, Lebanon, Arab Saudi, Afganistan, Pakistan, Oman dan Uzbekistan. Sementara itu, AJS berhasil memasarkan produknya ke 4 negara, yakni Malaysia, Myanmar, India dan Pakistan serta menargetkan 2 negara tujuan baru yaitu Vietnam dan Nigeria. 

“Kami bertekad untuk melakukan ekspansi ke negara lainnya dan terus memperbarui produk kesehatan hewan sesuai dengan perkembangan yang terjadi. Tentunya didukung dengan penelitian yang komprehensif dan berkesinambungan, sehingga menghasilkan produk yang tidak hanya diminati secara nasional, melainkan mampu memenuhi permintaan dan kebutuhan di seluruh dunia,” tutup Teguh. (Rilis/INF)


MENTAN AMRAN: KITA AKAN DUKUNG PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS

Menteri Pertanian saat Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI. (Foto: Istimewa)

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mendukung penuh program makan bergizi gratis yang disiapkan presiden terpilih. Persiapan itu di antaranya dengan meningkatkan produksi daging maupun proses hilirisasi yang dikerjasamakan dengan para pengusaha besar.

“Kita komitmen akan mendukung program makan bergizi gratis. Antara lain meningkatkan produksi daging (sapi, kambing, dan ayam) sampai pada tingkat pengolahannya (hilirisasi) juga akan kita siapkan melalui offtaker yang ada,” ujar Mentan Amran dalam siaran resminya usai menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI, Senin (26/8/2024).

Menurutnya, kehadiran pengusaha sangat dibutuhkan untuk mempercepat jalannya program yang diinginkan presiden terpilih nanti. Namun begitu, dia berharap pemerintah juga menambah jumlah anggaran Kementan sebesar Rp 68 triliun.

“Kita memang perlu pengusaha untuk sektor pertanian. Selain itu kita juga memerlukan instrumen APBN dari sisi pangan. Namun yang pasti kita akan men-support program makan bergizi gratis,” katanya.

Khusus makan bergizi gratis, lanjut dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebagai penyedia makanan. Sementara Kementan sampai saat ini fokus pada peningkatan produksi peternakan.

Kendati demikian, pemerintah juga mempersiapkan peningkatan produksi padi sebagai program strategis lainnya. Salah satunya memperluas areal tanam atau PAT melalui solusi cepat pompanisasi.

“Yang pasti kita dukung semuanya. Namun untuk anggaran yang ada saat ini masih didominasi cetak sawah, irigasi, dan optimasi lahan rawa,” tukasnya. (INF)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer