-->

KETUM PB PDHI: SEGERA LAKUKAN VAKSINASI UNTUK MENCEGAH PMK

Vaksinasi untuk mencegah penyebaran PMK. (Foto: Istimewa)

Menyikapi mewabahnya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI), Drh M. Munawaroh, menegaskan untuk segera melakukan tindakan pencegahan melalui vaksinasi agar virus tidak meluas.

"PMK ini virus, tidak ada obatnya. Bisa dilakukan pencegahan dengan vaksinasi. Ini tidak jauh beda dengan COVID-19. Dengan adanya vaksin akan memudahkan pencegahan," kata Munawaroh ketika menjadi narasumber dalam program Primetime News di Metro TV, Selasa (10/5/2022).

Ia mengimbau, apabila vaksinasi dalam negeri kurang atau tidak mencukupi, bisa dilakukan impor vaksin agar kejadian PMK tidak semakin menyebar ke wilayah  lain di Indonesia. Diketahui PMK merebak di Jawa Timur dan Aceh.

Disebutkan merebaknya penyakit PMK tak luput dari lalainya impor ternak maupun daging dari negara yang belum bebas PMK seperti India maupun Brasil, melalui PP No. 4/2016 tentang Pemasukan Ternak dan/atau Produk Hewan Dalam Hal Tertentu yang Berasal dari Negara atau Zona Dalam Suatu Negara Asal Pemasukan.

"Kita sudah pernah beri masukan soal impor sapi atau daging dari negara yang belum bebas PMK. Aturan itu perlu ditinjau ulang. Ini menjadi kecerobohan kita. Karena untuk bebas dari PMK tidak mudah dan membutuhkan biaya," ucap Munawaroh. Hal ini menjadi keprihatinan mengingat Indonesia sudah bebas PMK sejak 1986 silam.

Kendati demikian tegas Munawaroh, masyarakat diimbau tak perlu risau untuk mengonsumsi daging sapi maupun ternak ruminansia lainnya. Karena PMK bukan merupakan penyakit zoonosis.

"Saya tegaskan PMK tidak menular kepada manusia, sehingga tidak perlu takut mengonsumsi daging sapi, asal daging tersebut benar-benar dimasak dengan matang," pungkasnya. (RBS)

INDIA MENGIMPOR KEDELAI GM UNTUK SEKTOR UNGGAS YANG KESULITAN

Untuk membantu industri unggas lokal berjuang dari lonjakan harga pakan ternak, India telah mengizinkan tambahan 550.000 ton kedelai rekayasa genetika untuk diimpor ke negara itu.

Menurut perintah pemerintah, pengiriman harus diimpor sebelum 30 September.

Pada Agustus 2021, pemerintah India melonggarkan aturan impor untuk mengizinkan pengiriman pertama 1,2 juta ton kedelai hasil rekayasa genetika. Ini bertujuan untuk membantu industri unggas setelah harga pakan ternak naik tiga kali lipat dalam setahun ke rekor tertinggi.

Namun, para pedagang menandatangani kesepakatan untuk mengimpor hanya sekitar 650.000 ton dari 1,2 juta ton kedelai yang diizinkan sebelum batas waktu pembelian di luar negeri berakhir pada 31 Oktober 2021.

Pemerintah India sekarang telah mengizinkan pedagang untuk mengimpor sisa 550.000 ton.

Akhir tahun lalu, Asosiasi Breeder Unggas Seluruh India telah meminta pemerintah untuk mengizinkan impor 550.000 ton bahan pakan.

HIMBAUAN PPSKI KEPADA PEMERINTAH DALAM PENANGANAN WABAH PMK DI INDONESIA

Ilustrasi

Terkait wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sedang terjadi di Indonesia, PPSKI (Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia) melalui press release menghimbau pemerintah agar:

  1. Stop lalu lintas ternak antar kabupaten/kota.
  2. Stop lalu lintas produk-produk pertanian mentah maupun olahan.
  3. Pengawasan transportasi ketat, yaitu terutama kendaraan dan manusia yang akan keluar dari daerah wabah.
  4. Tutup pasar hewan di daerah wabah.
  5. Bentuk segera pos-pos pemeriksaan untuk lalu lintas hewan ternak, dan produk-produk pertanian mentah ataupun olahan.
  6. Segera dilakukan biosurveillance serempak pada semua hewan ternak yang mungkin dapat tertular PMK, termasuk hewan-hewan liar dan juga yang ada di kebun-kebun binatang.
  7. Harus dapat diisolasi FMD Virus, ditentukan serotype-nya, dilakukan sequencing dan phylogenetic.
  8. Berdasarkan butir 7 tersebut, maka vaksinasi dan ring vaksinasi dengan seed FMDV yang sesuai dengan isolat FMDV yang bersirkulasi di lapangan harus segera dilakukan.
  9. Dilakukan disinfektansia dengan pH asam (pH dibawah 4) atau pH basa (pH diatas 11) di daerah dan di luar sekitar wabah (ring disinfektansia), dibuat eco friendly.
  10. Pejabat Deptan/drh/siapa saja yang ikut rapat dan dalam rapat-rapat tersebut sebelumnya (mungkin jika ada) yang merekomendasikan kepada pemerintah untuk dapat secara resmi mengimpor daging dari wilayah/negara endemik (juga termasuk dari wilayah/negara yang bebas FMDV dengan cara vaksinasi) perlu dipanggil dan dimintai pertanggungan jawabnya (berkaca dan belajar dari kasus Bank Century). Hal tersebut sangat perlu dilakukan demi penuntasan kasus FMDV dan pembelajaran demi masa depan pertanian yang optimal.
  11. Stop impor daging India.

(INF/Rilis)

PANDUAN PPSKI BAGI PETERNAK DALAM PENANGANAN WABAH PMK DI INDONESIA

Foto: ilustrasi/pixabay

Terkait dengan terkonfirmasinya beberapa wilayah di Indonesia terserang wabah Penyakit Mulut dan Kuku/PMK atau Foot and Mouth Disease/FMD yang merupakan penyakit hewan yang sangat menular dan menyerang hewan berkuku belah/Artiodactyla seperti: Sapi, Kerbau, Kambing, Domba dan Babi.

Bersama ini PPSKI (Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia) menghimbau agar seluruh Peternak Sapi/Kerbau untuk tidak panik dan melakukan langkah-langkah pencegahan serta pengendalian dengan meningkatkan biosecurity di peternakan sebagai berikut:

  1. Tidak memasukkan ternak baru terutama dari daerah wabah.
  2. Tidak mengunjungi peternakan lain terutama peternakan-peternakan di daerah wabah.
  3. Membatasi lalu lintas orang yang keluar masuk lokasi kandang.
  4. Tempat pakan dan minum tidak bercampur.
  5. Penyemprotan kandang, kendaraan, peralatan dan perlengkapan kerja dengan desinfektan yang efektif.
  6. Tidak melakukan panic selling karena tingkat kematian pada hewan dewasa relatif rendah (1–5%), tetapi pada sapi, domba, dan babi berusia muda cukup tinggi (hingga 20%).
  7. Tingkatkan imunitas ternak dengan memperbaiki pakan dan terapi suportif seperti vitamin dan mineral agar ternak mampu melawan virus PMK.
  8. PMK bukan merupakan penyakit zoonosis/menular dari hewan dan manusia namun sangat mudah menular ke sesama hewan. Partikel virus ditemukan pada udara yang dihembuskan hewan terinfeksi, air liur, air susu, urin, tinja, semen, cairan dari vesikel, hingga cairan amnion dari janin domba teraborsi. Virus PMK dapat masuk ke tubuh hewan peka melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi (terutama melalui aerosol) dan dengan benda-benda terkontaminasi (seperti pakaian, sepatu, dan kendaraan).
  9. Segera melaporkan jika ada ternak yang menunjukkan gejala klinis mengarah pada PMK pada petugas peternakan setempat. Ciri khas penyakit ini adalah munculnya lepuh (vesikel) dan/atau erosi kulit di bagian hidung, lidah, bibir, di dalam rongga mulut (baik di gusi maupun pipi bagian dalam), di sela kuku, dan di puting. Tanda klinis lain yang sering ditemukan yakni demam (sekitar 40 °C), depresi, hipersalivasi (keluarnya air liur secara berlebihan), penurunan nafsu makan, berat badan, dan produksi susu, serta hambatan pertumbuhan.

(INF/Rilis)

AMANKAH MENGONSUMSI PRODUK PETERNAKAN YANG TERINFEKSI PMK?

Talkshow PMK : memberikan edukasi kepada masyarakat


Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Foot and Mouth Disease (FMD) baru - baru ini kembali muncul di Indonesia. Setelahada pernyataan resmi dari pemerintah terkait mewabahnya PMK di Provinsi Jawa Timur, semua stakeholder sudah mempersiapkan diri menghadapinya. 

Selain aspek kesehatan hewan, aspek kesehatan masyarakat tentunya juga tidak bisa dilepaskan begitu saja. Untuk memberikan info kepada masyarakat terkait penyakit PMK dan hubungannya dengan aspek keamanan pangan dan kesehatan masyarakat digelarlah acara talkshow "dadakan" pada Senin (9/5) yang lalu.

Penggagas acara tersebut yakni Drh Deddy F. Kurniawan selaku CEO Dairy Pro, narasumber yang dihadirkan dalam acara tersebut yakni Staff Pengajar sekaligus ahli Kesehatan Masyarakat Veteriner IPB University Drh Denny Widaya Lukman. Acara tersebut dihelat melalui kanal youtube Dairy Pro TV.

Drh Deddy mengatakan bahwa kegaduhan akibat wabah PMK yang juga datang mendadak ini menjadi semakin serius karena dalam waktu dekat umat islam di seluruh dunia juga akan merayakan hari raya Idul Adha. Dikhawatirkan dengan adanya isu ini masyarakat jadi ogah mengonsumsi daging ruminansia karena termakan hoax. 

Lalu kemudian Drh Deddy secara historis menceritakan perjalanan penyakit PMK dari masa ke masa beserta tindakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia dalam mengeliminir PMK. 

"1887 PMK ini mulai meledak di Malang lalu menyebar ke Kalimantan dan Sulawesi, pada tahun 1974 diadakan vaksinasi massal sampai 1982 tidak ada wabah, seolah - olah menghilang namun ternyata muncul lagi 1983 di Semarang dan menyebar kemana - mana. Pemerintah kemudian melakukan upaya lagi sampai kemudian di tahun 1986 Indonesia menyatakan diri bebas PMK, lalu di tahun 1987 diakui oleh ASEAN, dan 1990 diakui oleh OIE," tutur Drh Deddy.

Dan kini tahun 2022 PMK kembali "bangkit dari kubur" dan siap meneror industri peternakan negara ini, dimana bagi sebagian orang tentunya PMK adalah sesuatu yang baru, meskipun nyatanya bukan. Namun begitu dampak ekonomi dari penyakit ini dirasa akan sangat hebat mengingat waktunya yang juga dadakan (menjelang Idul Adha).

Drh Denny Widaya Lukman sendiri mengatakan bahwa banyak beredar di media sosial hoax yang mengatakan bahwa mengonsumsi produk hewani asal hewan yang terinfeksi PMK dapat menularkan PMK ke manusia.

"Ini hoax, PMK ini tidak tergolong zoonosis dan dapat menulari manusia, tetapi yang saya tekankan, perilaku manusia justru dapat menyebarkan virus PMK kepada hewan lain," tutur Denny.

Ia memberi contoh misalnya pedagang daging sapi atau soto yang membeli daging atau jeroan dari hewan terinfeksi PMK. Kemudian sebelum memasak mereka mencuci daging atau jeroan tersebut, lalu kemudian limbahnya masuk ke sungai atau sumber air bagi ternak yang peka, jika terkonsumsi akan menyebabkan infeksi pada hewan tersebut. 

Denny juga menjawab berbagai pertanyaan dan membagikan tips kepada para penanya yang hadir. Mulai dari teknik penanganan produk, prosedur penyembelihan di RPH, serta upaya dan tindakan yang harus dilakukan dalam mencegah penyebarluasan PMK. (CR)


DARURAT PENYAKIT MULUT DAN KUKU DI JAWA TIMUR

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mewabah di Jawa Timur. (Foto: Istimewa)

Menyikapi kejadian munculnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan, Kementerian Pertanian (Kementan) lakukan upaya pencegahan penyebaran dan tracing PMK.

“Dua Laboratorium utama kita, Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates dan Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya sebagai laboratorium rujukan PMK telah melakukan tracing. Saat ini kita koordinasi dengan Pemerintah Daerah Jawa Timur untuk melakukan lockdown zona wabah,” kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (7/5/2022).

Ia menjelaskan, awalnya kasus ini diketahui setelah hasil pemeriksaan PCR menunjukkan positif PMK dan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama Gubernur Jawa Timur dan empat Bupati wilayah kasus PMK.

Adapun langkah darurat yang disiapkan untuk penanganan sebagai berikut:

1. Penetapan wabah oleh Menteri Pertanian berdasarkan surat dari Gubernur dan rekomendasi dari otoritas veteriner nasional sesuai dgn PP No. 47/2014.

2. Pendataan harian jumlah populasi positif PMK.

3. Pemusnahan ternak positif PMK secara terbatas.

4. Penetapan lockdown zona wabah tingkat desa/kecamatan di setiap wilayah dengan radius 3-10 km dari wilayah terdampak wabah.

5. Melakukan pembatasan dan pengetatan pengawasan lalu lintas ternak, pasar hewan dan rumah potong hewan.

6. Melakukan edukasi kepada peternak terkait SOP pengendalian dan pencegahan PMK.

7. Menyiapkan vaksin PMK.

8. Pembentukan gugus tugas tingkat provinsi dan kabupaten.

9. Pengawasan ketat masuknya ternak hidup di wilayah-wilayah perbatasan dengan negara tetangga yang belum bebas PMK oleh Badan Karantina Pertanian.

"Sejak Jumat (6/5/2022), tim pusat dan daerah sudah bekerja di lapangan. Harapannya dapat melokalisir zona penyakit dan tidak menyebar ke wilayah sentra sapi lainnya," ucap Nasrullah.

“Masyarakat kita mohon bantuan dan kerja sama untuk tidak memindahkan atau memperjualbelikan sapi dari daerah wabah ke daerah yang masih bebas. Kita tangani bersama dan lokalisir wilayahnya." (INF)

TIDAK ADA LAGI AYAM UNTUK DAERAH KUMUH PERU

Ketika harga pangan melonjak, dapur umum berjuang untuk memberi makan beberapa penduduk termiskin dan paling rentan di negara Andes di daerah kumuh perbukitan Lima di Peru. Ayam tidak lagi ada dalam menu karena protein sedang dipotong.

Karena sebagian besar dunia berurusan dengan inflasi tinggi yang dipicu oleh krisis Ukraina, daerah kumuh di Peru terpukul keras. Dampak perang pada pasokan pupuk juga secara langsung mempengaruhi biaya makanan.

“Kenaikan harga sangat besar,” kata Jenifer Mondalgo, presiden asosiasi dapur umum di daerah kumuh Pamplona Alta, menambahkan bahwa ayam sekarang tidak dapat diakses. “Bagi kami sebagai dapur umum, ayam sudah tidak ada lagi.”

Mondalgo mengatakan mereka telah meminta di pasar untuk mendapatkan tulang, kulit, atau sisa-sisa lainnya secara gratis sehingga mereka dapat menyajikan setidaknya beberapa protein hewani.

SEDIKIT PENINGKATAN PRODUKSI UNGGAS DI AS MESKIPUN FLU BURUNG

Produksi unggas AS diperkirakan hanya 1% lebih tinggi pada tahun 2022 karena harga biji-bijian pakan yang relatif tinggi menekan keuntungan produsen dan kenaikan harga eceran memoderasi permintaan konsumen. Ekspor tidak berubah pada 3,3 juta ton.

Sementara AS menghadapi pembatasan oleh mitra dagang karena wabah flu burung yang sangat patogen (HPAI), pembatasan ini umumnya terbatas hanya dalam cakupan geografis di tingkat zona, county, atau negara bagian daripada nasional, sehingga dampak pada pengiriman relatif terbatas.

DI CINA PRODUKSI UNGGAS TURUN, PRODUKSI BABI NAIK

Produksi unggas Cina diperkirakan lebih rendah sementara produksi daging babi terus pulih. Produksi ayam broiler bulu kuning menurun karena konsumen beralih ke saluran ritel online dan modern. Negara ini dapat memproduksi 14,3 juta ton dibandingkan 14,7 juta ton tahun lalu.

Impor oleh Ukraina, Rusia, dan Arab Saudi akan menurun sementara pertumbuhan moderat diperkirakan terjadi di Irak, Kuba, Inggris, dan Meksiko.

TURKI DAN RUSIA MENINGKATKAN PRODUKSI UNGGAS KE PASAR DOMESTIK

Ekspansi produksi unggas Turki akan ditujukan untuk memenuhi permintaan regional. Oleh karena itu, Turki kemungkinan dapat meningkatkan produksinya dari 2,246 juta ton pada 2021 menjadi 2,39 juta ton tahun ini. Negara ini akan mencakup sekitar 5% dari ekspor unggas global.

Produksi unggas Rusia akan tumbuh seiring peningkatan ketersediaan biji-bijian pakan, dari 4,6 juta ton menjadi 4,8 juta ton, tetapi produk akan diarahkan ke pasar domestik.

PENINGKATAN SUBSTANSIAL DALAM PRODUKSI UNGGAS BRAZIL

Brasil akan meningkatkan produksi secara substansial untuk memenuhi kembali permintaan global yang dikosongkan karena ekspor daging Ukraina berhenti, mencapai hampir 35% dari seluruh perdagangan internasional unggas dunia.

Akibatnya, USDA menaikkan perkiraan produksi unggas Brasil pada 2022 dari 14,75 juta ton menjadi 14,85 juta ton. Pada tahun 2021, negara itu memproduksi 14,5 juta ton.

BRASIL DAN TURKI MEMENUHI KEBUTUHAN UNGGAS UKRAINA

Laporan Unggas dan Ternak USDA baru-baru ini mempratinjau Brasil dan Turki akan memenuhi kebutuhan unggas Ukraina pada tahun 2022.

Dokumen tersebut mengatakan perkiraan produksi dan ekspor global hampir tidak berubah pada tahun 2022 masing-masing sebesar 100,1 juta ton dan 13,4 juta ton.

Meskipun demikian, ada beberapa perubahan yang relevan di sektor perunggasan internasional. Untuk sebagian besar negara, harga pakan yang lebih tinggi diperkirakan akan menghambat ekspansi meskipun pemulihan ekonomi diperkirakan mendukung pertumbuhan permintaan yang moderat.

AGAR AYAM TETAP KEBAL

Kebengkakan bursa fabricius akibat Gumboro. (Sumber: Istimewa)

Memiliki ayam yang “kebal” 100% memang tidaklah mungkin, namun begitu masih banyak cara untuk mengoptimalkan performa sistem kekebalan ayam. Selain itu perlu juga diwaspadai penyebab ayam menjadi “kurang kebal”.

Mewaspadai Penyakit Infeksius Penyebab Imunosupresi
Imunosupresi didefinisikan sebagai kondisi dimana terjadi penurunan reaksi pembentukan zat kebal tubuh atau antibodi akibat kerusakan organ limfoid. Organ limfoid yang ada pada tubuh ayam dibagi menjadi organ primer (sentral) dan sekunder (tepi).

Terdapat banyak faktor yang dapat menimbulkan kondisi imunosupresi, salah satunya adalah agen penyakit yang memiliki predileksi pada organ-organ pembentuk kekebalan seperti limpa, bursa fabricius, seka tonsil, timus dan kelenjar harderian. Organ-organ ini merupakan penghasil sel B dan sel T yang berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh. Hal tersebut disampaikan oleh Dr Guillermo Zavala dari Poultry Diagnostic and Research Center University of Georgia.

Penyakit imunosupresi yang umum ditemui pada ayam antara lain adalah Marek’s (MD), Chicken Anemia Virus (CAV), Infectious Bursal Diseases (IBD) dan lain sebagainya. Penyakit Marek disebabkan oleh Herpesvirus yang menyerang sel B pada bursa fabricius dan menyebabkan sel B kehilangan kemampuannya untuk menghasilkan antibodi. Virus ini juga menginfeksi sel T, menyebabkan terhambatnya produksi sel T pembantu dan sel T sitotoksik dengan proses replikasi yang lambat (laten) dan secara perlahan akan merubah sel T menjadi sel tumor. Secara bersamaan, Marek’s juga menginvasi saraf perifer sehingga menyebabkan terjadinya paralisis.

Terganggunya fungsi sel B dan sel T inilah yang memunculkan kondisi imunosupresi. Hal yang sama terjadi dengan virus IBD, dimana virus ini menginfeksi immature sel B terutama pada bursa fabricius dan organ-organ penghasil sel B lainnya seperti limpa, kelenjar harderian, gut associated limfoid tissue dan respiratory associated limfoid tissue.

Sel B yang belum matang banyak terdapat pada ayam muda yang bursanya baru berkembang, sehingga menyebabkan… Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi April 2022. (CR)

REKOR PENURUNAN KONSUMSI DAGING DI JERMAN

Konsumsi daging per kapita Jerman turun 2,1 kg dibandingkan tahun 2020 dan dengan demikian berada pada rekor terendah baru sejak konsumsi dihitung pada tahun 1989.

Kantor Federal untuk Pertanian dan Pangan (BLE) melaporkan bahwa Pusat Informasi Federal untuk Pertanian (BZL) merilis data awal ini. Secara total, daging dengan bobot potong 8,3 juta ton diproduksi pada tahun 2021, turun sekitar 2,4% dari tahun 2020.

Pada tahun 2021, konsumsi per kapita turun 1,2 kg untuk daging babi, 600 g untuk daging sapi dan sapi muda, serta 200 g untuk unggas dibandingkan tahun sebelumnya.

Tren menuju pola makan nabati yang kemungkinan menjadi alasan penurunan ini. Terus menurunnya konsumsi di luar rumah di restoran, kantin, atau di acara-acara akibat pandemi Covid-19 juga bisa mempengaruhi perkembangan ini.

PRODUK ALTERNATIF AGP: MEMAHAMI JEJAK IMUNOMODULASI


Oleh: Tony Unandar
Anggota Dewan Pakar ASOHI - Jakarta

Pasca pakan tanpa antibiotic growth promoter (AGP), genderang perang terhadap mikroba (bakteri) dalam industri ayam modern mempunyai skala prioritas yang sangat tinggi, baik secara lokal maupun universal. Selain untuk tetap mengoptimalkan potensi genetik ayam, juga untuk kepastian keamanan pangannya. Tulisan ini mencoba menyoroti peranan komponen pakan yang bersifat nutritif maupun non-nutritif beserta interaksi positif yang ditimbulkannya dalam rangka menjaga atau mendukung sistem imunitas ayam agar tetap mentereng.

Sekilas Respon Imunitas Ayam
Sistem imunitas non-spesifik (innate immunity) adalah garis pertahanan pertama suatu makhluk (termasuk ayam) dalam rangka menahan laju invasi mikroorganisme patogen yang menerpanya. Komponen sistem ini berhadapan secara langsung dengan patogen yang menyerang (Medzhitov, 2017).

Pada tataran seluler, respon imunitas non-spesifik difasilitasi oleh sel-sel epitelium selaput lendir dan sel-sel fagosit (sub populasi sel darah putih) baik yang bermukim pada tingkat jaringan tubuh ataupun yang direkrut dari sistem peredaran darah, yakni granulosit (heterofil, asidofil, basofil), monosit dan makrofag.

Pada tataran molekuler, sel-sel dalam innate immunity mendeteksi keberadaan mikroba atau patogen via Pattern Recognition Receptors (PRRs) yang mampu mengenali molekul penciri dari suatu sel pathogen yang berupa suatu senyawa protein, lemak atau asam nukleat, yang selanjutnya disebut sebagai Microbe/Pathogen-Associated Molecular Patterns atau MAMPs/PAMPs (Kumar et al., 2011; Medzhitov, 2017). PRRs juga mampu mengenali banyak molekul penciri yang dihasilkan induk semang yang mengindikasikan adanya serangan patogen ataupun kerusakan sel-sel induk semang.

Patogen via PRRs mampu menginduksi atau mengaktivasi sel-sel dalam innate immunity untuk menghasilkan serta mengekskresikan sejumlah sitokin ataupun molekul mediator radang. Molekul mediator radang ini selanjutnya dapat merekrut dan mengaktivasi sel-sel imunitas lain untuk berada di sekitar infeksi dan menginduksi secara sistemik terkait keberadaan patogen dalam bentuk demam. Patogen via PRRs juga menstimulasi... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi April 2022. (toe)

JELANG IDULFITRI KEMENTAN BERSAMA PEMDA NTB GELAR PASAR TANI

Gelar Pasar Tani di NTB untuk membantu kebutuhan masyarakat jelang Lebaran. (Foto: Istimewa)

Kementerian Pertanian (Kementan) berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Nusa Tenggara Barat (NTB), menyelanggarakan Gelar Pasar Tani untuk memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri 1443 H.

Pasar Tani digelar 26-28 April 2022 di lapangan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Mataram NTB. Bahan pangan pokok yang dijual diantaranta beras, jagung, kedelai, telur dan daging ayam, daging sapi, cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, minyak goreng dan gula pasir.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Pengolahan Pemasaran Hasil Peternakan, Kementerian Pertanian, Tri Melasari, menyampaikan Gelar Pasar Tani merupakan bukti pemerintah hadir.

"Dengan memastikan bahan pangan pokok tersedia dan mudah diakses masyarakat dengan harga terjangkau." ungkap Melasari dalam siaran persnya ketika mengunjungi Pasar Tani di NTB, Selasa (26/4/2022).

Ia mengemukakan, penyelenggaraan Gelar Pasar Tani merupakan arahan langsung Menteri Pertanian, dimana semua jajaran Kementan diminta menyelenggarakan secara serentak di 34 Provinsi di seluruh Indonesia.

Sementara, Gubernur Provinsi NTB, Zulkieflimansyah, menyampaikan Gelar Pasar Tani merupakan cerminan keberhasilan sinergi dan kolaborasi program Nasional dan Daerah di Provinsi NTB.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Menteri Pertanian karena dengan program-program unggulannya di bidang pertanian, ketersediaan bahan pangan pokok di NTB tercukupi dan aman,” tutur Zulkieflimansyah.

Ia mengungkapkan, kegiatan tersebur sangat membantu mengenalkan petani daerah, sehingga mampu secara langsung memasarkan produknya kepada masyarakat.

Gelar Pasar Tani di NTB disambut antusias masyarakat sekitar karena terbukti harga bahan pangan pokok yang dijual lebih murah dari harga pasar pada umumnya.

“Keberadaan Pasar Tani penting sekali, terutama bagi masyarakat muslim NTB yang saat ini sedang mempersiapkan untuk menyambut Hari Raya Idulfitri,” ucap dia.

Ia menilai, kegiatan ini tidak hanya pada substansi belanjanya, tapi interaksi masyarakat menjelang Lebaran yang biasanya menghadirkan sensasi tersendiri.

Dia pun meminta jajarannya agar Pasar Tani dapat dilaksanakan di semua kabupaten/kota di seluruh Provinsi NTB, karena konsepnya sangat bagus dan benar-benar bisa menjadi andalan memperpendek mata rantai, sehingga harga yang diterima masyarakat lebih terjangkau. (INF)

EKSPOR AYAM BRASIL MENCAPAI REKOR DI KUARTAL PERTAMA

Ekspor ayam Brasil meningkat 10,2% selama kuartal pertama tahun 2022 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021.

Alasan untuk ini adalah banyaknya wabah flu burung di Eropa dan AS, selain biaya produksi yang meningkat di seluruh dunia dan lebih sedikit pesaing karena perang antara Rusia dan Ukraina.

Brasil mengekspor 1.142 juta ton antara Januari dan Maret tahun ini dibandingkan 1.036 juta ton pada kuartal pertama tahun 2021 dan menghasilkan US$2,051 miliar versus US$1,559 miliar yang merupakan peningkatan 31,5%.

AYAM KULTIVASI PERTAMA DI AFRIKA DIPASARKAN

Ilustrasi

CULT Food Science Corp., sebuah platform investasi dengan fokus pada celular agriculture, telah mengumumkan bahwa perusahaan portofolionya, Mogale Meat Co., telah berhasil menciptakan produk dada ayam kultivasi pertamanya, yang merupakan yang pertama di Afrika.

Mogale Meat memamerkan dada ayam tersebut kepada publik di Afrika Selatan pada 30 Maret. Dada ayam yang dikultivasi terdiri dari otot ayam asli dan sel-sel lemak yang dicampur dengan matriks jamur.

MENGGUNAKAN ANTIMIKROBA SECARA CERDAS BERSAMA BETTER PHARMA

Dr Kanjana Imslip Melakukan Presentasi Secara Online

Isu resistensi antimikroba sudah menjadi isu global yang bahkan hendak dibahas dalam pertemuan G-20. Sektor peternakan menjadi sorotan karena dinilai menyumbang persentase yang tinggi karena praktik penggunaan antimikroba yang serampangan.

Better Pharma selaku perusahaan obat hewan terkemuka menggelar webinar bertajuk "Antibitotic Smart Used, Could Be Done?" melalui daring Zoom Meeting pada Senin (25/4). Dalam webinar tersebut yang bertindak sebagai narasumber yakni Dr Kanjana Imslip dari Departemen Farmakologi, Fakultas Kedokteran Hewan Kasetsart University, Bangkok.

Dalam presentasinya kita dibawa kembali mempelajari mata kuliah farmakologi. ia menjelaskan lebih detail mengenai berbagai hal terutama aspek farmakodinamik dan farmakokinetik dari suatu sediaan. Selain itu Dr Imslip juga menjelaskan terkait faktor - faktor yang mempengaruhi bioavabilitas dan distribusi sediaan antimikroba.

"Terdapat banyak sekali faktor yang menjadi pertimbangan dalam memilih sediaan antimikroba yang tepat untuk pasien kita, diataranya adalah spesies hewan, rute pemberian, serta faktor psikokimia lainnya, nah ini yang harus kita pertimbangkan," tuturnya.

Selain itu Dr Im juga menjelaskan juga interaksi antar antimikroba, mana saja yang sinergis bahkan yang antagonis. Ini juga merupakan pertimbangan dari seorang dokter hewan dalam mengombinasikan antimikroba (bila perlu).

Terakhir yang menjadi perhatian akan isu resistensi antimikroba dan residu antimikroba adalah tatacara dan waktu penggunaan. Dr Im mengingatkan pada para petugas medis agar bijak dalam menggunakan antimikroba, selain menjadi senjata terakhir, penggunaan antimikroba juga harus mempedulikan withdrawal time dari sediaannya.

"Agar tidak terjadi residu, sebainya diperhatikan waktu panen dan waktu paruh obat. Contoh misalnya pada ayam, jika waktu ayam dipanen sediaan antimikrobanya belum melewati withdrawal time, ini bahaya pasti akan ada residu di produk hewannya, nah ini makanya harus diperhatikan" tutupnya (CR)

WAGUB AUDY BERBAGI TIPS PETERNAKAN DI "NAGARI SERIBU SAPI"

Audy Joinaldy Meninjau Peternakan Sapi di Solok Selatan

Mendorong pengembangan industri peternakan, Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy didampingi Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi meninjau “Nagari Seribu Sapi” di Kec. Sangir, Solok Selatan, Kamis (21/4/2022).

Merupakan hasil kolaborasi Pemprov Sumbar dan Kementrian Pertanian, Nagari ini sendiri merupakan gabungan dari lima kelompok tani di Kec. Sangir yang memperoleh bantuan seribu ekor sapi dari program pengembangan Desa Korporasi Sapi yang digagas Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan sejak 2021 lalu.

Wakil Gubernur, Audy Joinaldy mengatakan program ini merupakan yang pertama kali nya di Sumatera Barat. Diharapkan nantinya keberadaan Desa Korporasi Sapi ini mampu meningkatkan populasi dan produksi hasil peternakan di Sumbar.

“Sumatera Barat baru pertama kali mendapat program bantuan semacam ini, selanjutnya tugas kita adalah bagaimana meyiapkan pakan yang layak supaya pertumbuhan ternak optimal dan memberikan added value untuk hasil yang lebih maksimal,” katanya berpesan.Lebih lanjut Audy berpesan pada kelompok tani agar menjaga kebersihan kandang, serta mempelajari dengan baik karakteristik, pola makan, pertumbuhan, dan pembiakan yang berbeda-beda pada setiap jenis sapi. Sebagai pakar di bidang peternakan Audy juga memberikan tips-tips pengembangan dan pengelolaan ternak pada para petani.

Si sisi lain, Taufik, ketua koperasi Sangir Serumpun Sejahtera, yang menaungi kelima kelompok tani penerima bantuan mengatakan saat ini sapi yang dikelola baru berjumlah 500 ekor, yang terdiri dari Sapi Simental, Peranakan Ongole, Frisian Holstate, dan Brahman. Sementara sisa 500 ekor lainnya akan diterima kembali pada Oktober mendatang.

“Sekarang baru datang 500 ekor, masing-masing 100 untuk setiap kelompok. Bulan Oktober nanti baru datang lagi indukan 500 ekor lagi, jadi totalnya seribu,” ujar Taufik.

Sementara untuk pakan dan added value yang menjadi perhatian utama Wakil Gubernur, ia menyampaikan sejauh ini kebutuhan pakan ternak berupa rumput dan konsetrat masih mampu dipasok secara swadaya oleh kelompok tani. Selain itu, kotoran ternak juga sudah diolah menjadi pupuk.

“Kotoran-kotoran kita tumpuk, diberi kapur dolomite dan disemprot dengan IM4 yang mengandung bakteri baik untuk mempercepat fermentasi, setelah itu kita keringkan selama 20 Hari. Dengan proses ini, setiap kelompok sekarang sudah memproduksi 5 ton pupuk setiap bulan dan Dijual Rp. 10.000,- per 5kg,” tuturnya saat ditanya oleh Wagub.

Di samping itu, guna meningkatkan produksi pupuk, Taufik juga meminta dukungan pada pemerintah untuk pembangunan rumah kompos bagi para kelompok tani. (INF)

PETERNAK UNGGAS POLANDIA PRIHATIN ATAS KURANGNYA PAKAN

Karena melonjaknya harga pakan unggas di Polandia, harga rata-rata daging broiler di negara itu melonjak 39% selama 6 minggu terakhir.

Serikat unggas terkemuka Polandia – Kamar Nasional Produsen Unggas dan Pakan, Federasi Peternak Unggas Polandia, Asosiasi Produsen Unggas Polandia, dan Poldrob – meminta pihak berwenang untuk menggandakan upaya yang bertujuan untuk menahan kenaikan harga pakan, yang melonjak 89% sejak pertengahan Februari.

Kenaikan harga yang belum pernah terjadi sebelumnya menyebabkan kejutan harga di industri unggas. Stefan Chrzanowski, direktur Poldrób, mengatakan bahwa harga pakan bertanggung jawab atas sekitar 60-70% dari kenaikan harga baru-baru ini di pasar daging broiler Polandia. (via poultryworld.net)

KINERJA SISTEM IMUN AMAN, TERNAK NYAMAN

Sistem pertahanan, kekebalan, atau imun bertujuan untuk mempertahankan diri dari ancaman penyakit. (Foto: Istimewa)

Sistem kekebalan tubuh alias sistem imun merupakan hal yang populer didengar terlebih dikala pandemi COVID-19. Nah, untuk itu mari sedikit memahami mengenai sistem imun, kinerjanya dan kaitannya dengan performa ayam.

Memahami sistem kekebalan tubuh unggas bisa dibilang susah-susah gampang. Dalam ilmu veteriner untuk mempelajari sistem kekebalan tubuh, dokter hewan sampai harus belajar “ilmu kebal” alias mengambil mata kuliah imunologi. Bukan berarti mata kuliah tersebut berisi ilmu kanuragan dan kebatinan, tetapi mempelajari sistem kekebalan tubuh hewan.

Sekilas Sistem Imun Unggas
Sudah jelas bahwa sistem pertahanan, kekebalan, atau imun bertujuan untuk mempertahankan diri dari ancaman penyakit, terutama infeksius. Ada dua macam sistem imun, yakni sistem pertahanan non-spesifik dan spesifik.

Sederhananya, sistem pertahanan non-spesifik (innate immune system) merupakan sistem yang melindungi tubuh dari berbagai macam ancaman secara umum, misalnya kulit, bulu, bulu hidung (pada manusia), silia pada saluran pernapasan (trakea dan lainnya), mukosa, mekanisme batuk, bersin dan sebagainya. Sistem ini adalah anugerah karena sudah ada sejak suatu mahluk lahir ke dunia.

Sedangkan sistem imun spesifik (adaptive immune system) merupakan hasil dari terpaparnya tubuh dari suatu zat asing berupa radikal bebas, toksin/racun, atau mikroba tertentu seperti virus, bakteri dan parasit.

Keduanya merupakan satu kesatuan yang saling bersinergi satu sama lain. Sistem imun spesifik dapat terbentuk dengan bantuan sistem imun non-spesifik. Jika sistem imun non-spesifik tidak bekerja karena zat asing yang menyerang terlalu kuat, maka sistem imun spesifik akan membentuk antibodi spesifik untuk melawan zat asing tersebut.

Jika diperpanjang, sistem imun spesifik akan berkaitan dengan respon kekebalan tubuh, baik yang berperantara sel dan humoral. Respon kekebalan berperantara humoral pun juga terbagi dua, yakni aktif dan pasif. Dimana sistem ini nantinya dapat mengenali antigen dan memiliki spesifisitas dan memori terhadap suatu antigen.

Untuk mendapatkan respon kebal yang aktif, dibutuhkan tindakan... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi April 2022. (CR)

REKOR PENCAPAIAN EKSPOR AYAM BRASIL DI KUARTA KE-1

Ekspor ayam Brasil meningkat 10,2% selama kuartal pertama tahun 2022 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021.

Alasan untuk ini adalah banyaknya wabah flu burung di Eropa dan AS (Brasil belum mencatat wabah flu burung), selain biaya produksi yang meningkat di seluruh dunia dan lebih sedikit pesaing karena perang antara Rusia dan Ukraina.

Brasil mengekspor 1,142 juta ton antara Januari dan Maret tahun ini dibandingkan 1,036 juta ton pada kuartal pertama tahun 2021 dan menghasilkan US$2,051 miliar versus US$1,559 miliar yang merupakan peningkatan 31,5%.

Mengingat hanya Maret, pengiriman mencapai 418.800 ton, menurut Asosiasi Protein Hewani Brasil (ABPA). Jumlah tersebut naik 5,7% dibandingkan bulan ketiga tahun lalu (396.000 ton).

Pendapatan ekspor Maret mencapai US$771,1 juta, naik 27,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$603,6 juta. (via poultryworld.net)

PETERNAKAN DIKOSONGKAN UNTUK MENCEGAH PENYEBARAN FLU BURUNG DI BELANDA

Otoritas Keamanan Makanan dan Produk Konsumen Belanda telah membersihkan 7 peternakan unggas di Barneveld, Belanda, sebagai tindakan pencegahan menyusul wabah flu burung baru di daerah tersebut. Semua 7 peternakan berada dalam zona 1 km di sekitar tempat yang terinfeksi, yang terletak di pusat produksi telur Belanda.

Dengan pemusnahan preventif, pemerintah ingin mencegah penyebaran virus lebih lanjut di daerah paling padat unggas di Belanda. Virus flu burung (mungkin sangat patogen) didiagnosis pada tanggal 15 April di sebuah peternakan ayam petelur di Barneveld dengan sekitar 34.000 ayam.

Awal minggu ini virus ditemukan di peternakan bebek di Lunteren, berbatasan dengan Barneveld, setelah tampaknya mereda selama beberapa minggu. Menteri Pertanian Henk Staghouwer menyebut wabah baru di jantung sektor unggas sebagai kemunduran besar.

Ketika ditanya, organisasi unggas, Avined, menyatakan bahwa tidak ada alasan untuk mencurigai adanya hubungan antara infeksi di Lunteren dan Barneveld, mengingat jarak relatif antar peternakan dan fakta bahwa mereka beroperasi di sektor unggas yang sama sekali berbeda. (via poultryworld.net)

MEMAHAMI PENTINGNYA SISTEM IMUN AGAR PERFORMA AMAN


Sistem imun tubuh merupakan mekanisme dan fungsi fisiologis yang amat penting bagi ayam. Bila sistem pertahanan tubuh berjalan optimal, maka ayam dapat tumbuh berkembang dan bereproduksi dengan optimal.

Selain itu, hal penting lain mengenai sistem pertahanan tubuh ayam adalah adanya pengetahuan mengenai ancaman-ancaman penyakit yang dapat menyebabkan gangguan fungsi pada organ-organ pertahanan tubuh, sehingga perkembangan tubuh dan produksi terganggu.

Sistem Imun Tubuh Ayam
Pertahanan tubuh ayam dapat dibagi menjadi dua, yaitu pertahanan tubuh non-spesifik dan spesifik. Sistem pertahanan tubuh non-spesifik merupakan sistem pertahanan tubuh yang melindungi berbagai ancaman secara umum. Sistem pertahan non-spesifik berupa hambatan mekanik, seperti kulit, mukosa, mukus dan silia pada saluran pernapasan. Selain itu berupa fagositosis, sistem komplemen dan sel pembunuh.

Sementara sistem pertahanan tubuh spesifik berkaitan dengan adanya respon kekebalan tubuh yang dapat berperantara seluler maupun humoral. Respon kekebalan tubuh berperantara humoral dapat bersifat aktif maupun pasif. Sistem ini mampu mengenali antigen sebagai benda asing. Mempunyai spesifitas tertentu dan mempunyai memori atau ingatan terhadap antigen.

Respon kekebalan tubuh yang bersifat aktif merupakan... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi April 2022.

Drh Yuni
Technical Department Manager
PT ROMINDO PRIMAVETCOM
Jl. DR Saharjo No. 264, JAKARTA
Telp: 021-8300300

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer