-->

KUALITAS DAN KUANTITAS AIR MINUM UNTUK PERFORMA MAKSIMUM

Distribusi dan kuantitas air harus cukup untuk ayam. (Foto: Shutterstock)

Dalam kesehariannya ayam di kandang bukan hanya makan, tetapi juga minum. Tidak bisa dipungkiri bahwa air minum adalah salah satu komponen penting dalam budi daya. Oleh karenanya dibutuhkan trik tertentu dalam menjaga kualitas dan kuantitas air minum.

Sejak dulu air adalah sumber kehidupan, bayangkan jika dalam sehari saja manusia tidak minum, tentunya akan terjadi dampak buruk bagi kesehatan, hal yang sama akan berlaku pada hewan ternak, termasuk ayam.

Secara fisiologis, air berfungsi sebagai media berlangsungnya proses kimia di dalam tubuh ayam. Selain itu air juga berperan sebagai media pengangkut, baik untuk zat nutrisi maupun zat sisa metabolisme, mempermudah proses pencernaan dan penyerapan ransum, respirasi, pengaturan suhu tubuh, melindungi sistem syaraf, maupun melumasi persendian. Hampir semua proses di dalam tubuh ayam melibatkan dan memerlukan air.

Oleh sebab itu, kualitas dan kuantitas air minum harus terjaga agar selalu baik. Namun sebenarnya seberapa banyak ayam minum dalam sehari? Pada tabel di bawah ini disajikan konsumsi air minum ayam di berbagai fase produksi.

Tabel 1. Kebutuhan Air Minum Ayam Per Hari (Liter/1.000 ekor) pada Suhu 21° C

Umur (Minggu)

Kebutuhan Air Minum (Liter)

1

65

2

120

3

180

4

245

5

290

6

330

(Sumber: Poultryhub.com, 2017)

Konsumsi air minum ayam dapat menjadi indikasi kesehatan, bisa juga sebagai indikasi baik/buruknya manajemen pemeliharaan. Ketika konsumsi air minum turun, maka harus segera mengevaluasi kemungkinan penyebabnya. Banyak faktor yang dapat menyebabkan hal tersebut, misalnya ayam sedang terinfeksi penyakit, kondisi lingkungan kandang terlalu dingin, jumlah dan distribusi tempat minum tidak merata, tempat minum kotor, dan kualitas air buruk terutama terlihat dari fisik air dan lain sebagainya.

Masalah Kuantitas dan Sumber Air Minum
Biasanya di musim kemarau peternak acap kali menghadapi masalah yang sama terkait dengan air minum, yakni... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Juli 2024.

Ditulis oleh:
Drh Cholillurahman
Redaksi Majalah Infovet

SEKOLAH VOKASI IKUT SERTA MERIAHKAN INDO LIVESTOCK 2024

Berbagai Produk di Booth Sekolah Vokasi di Indo Livestock 2024
(Foto : istimewa)

Deretan produk susu pasteurisasi, pupuk organik, dan sabun minyak tampak apik berjejer ditampilkan siswa SMK Pemda Puncak, Ponorogo, Jawa Timur. Kehadiran para siswa ini adalah dalam rangka Ajang Indo Livestock 2024 Expo dan Forum di Jakarta Convention Center (JCC), yang digelar 17-19 Juli 2024.

Kepada Infovet, Kepala SMK 1 Pemda Pudak Ponorogo, Didik Eko Suryanto mengungkapkan produk susu pasteurisasi, namanya susuko, susu adalah susu, ko itu dari kata cow atau sapi jadi susu sapi murni dari Ponorogo, Jawa Timur. "Produk lainnya, pupuk organik zero waste baik padat dan cair serta ada sabun dari minyak yang berkhasiat untuk bisa memperbaiki kulit," ujarnya.

Didik mengatakan, susu tersebut bebas zat kimia dan bahan pengawet. Sementara untuk pupuk, lanjut dia, berasal dari kotoran sapi, di mana di daerahnya populasi sapi terdapat 15 ribu ekor.

"Per harinya jadi ada sekitar 300 ton kotoran sapi yang belum diolah dan dibuang ke sungai semuanya. Akhirnya kita punya inisiasi, kita buat sekolah gratis berkualitas dengan cara mengolah limbah," kata Didik menjelaskan. SMK 1 Pemda Ponorogo, salah satu sekolah swasta rintisan yang berlokasi di Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. 

Menariknya, sekolah tersebut menggratiskan biaya pendidikan bagi para siswanya dan menggantinya dengan metode pembayaran menggunakan kotoran sapi. 

"Di sana banyak anak-anak putus sekolah, setelah anak itu SMP atau MTs itu mereka putus sekolah, jadi mereka tdk mau sekolah. Mereka mending ke ladang mencari rumput dibanding sekolah," katanya.

Dalam kesempatan itu, Didik bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada Kemendikbudristek yang telah memfasitasi sekolahnya mengikuti pameran tersebut. Bahkan, dalam pameran tersebut, pihaknya telah mendapat peminat dari dunia usaha dan industri. 

"Alhamdulillah banyak peminatnya, artinya banyak yang tertarik di pengembangan pupuknya, ada beberapa perusahaan minta untuk suplay bahan baku pupuk kita. Sementara terkait susu, marak tentang program Pak Prabowo Subianto yakni minum susu gratis, jadi kita tangkap potensi itu," ujarnya.

Bukan hanya SMK 1 Pemda Ponorogo, di ajang Indo Livestock 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), turut juga Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 61 Jakarta. Para siswa ini menghadirkan tiga jenis biota laut ini merupakan budidaya dalam keseharian pembelajaran sekolah yang berlokasi di Kepulauan Seribu, Jakarta. Para siswa ternyata memang sudah rutin untuk mengurusi berbagai jenis ikan hias.

Siswa Kelas XI SMKN 61 Jakarta, Muhammad Ainul Yakin menjelaskan bagaimana budidaya ikan hias sejatinya menyimpan potensi besar. Ainul bercerita, bahwa sekolah membekali dirinya dengan pengetahuan tentang budidaya ikan, mulai dari ikan hias sampai ikan konsumsi. Tahapannya pun secara lengkap dihadirkan dalam pembelajaran, mulai dari pembibitan, pengembak biakan, hingga rantai penjualan ikan ke industri. 

“Jadi disekolah ada sebuah laboratorium dimana kita diajarkan soal budidaya. Bukan cuma guru, juga ada mentor ahli dari industri yang beberapa kali mengajar,” kata Ainul saat ditemui dalam pameran Indo Livestock 2024 Expo dan Forum di Jakarta. Berdasar pengalaman Ainul, budidaya ikan pun memiliki tingkat kesulitan beragam, berdasar jenis ikannya. Perawatan yang paling sulit, ada pada kuda laut. 

"Perawatan kuda laut menjadi yang paling menantang karena membutuhkan pakan organik yang berasal dari zooplankton. Meski begitu, kuda laut menjadi salah satu jenis yang memiliki permintaan distribusi industri paling banyak," ujarnya Ainul pun mengaku tertarik untuk berkecimpung di dunia budidaya. Ia yakin bisa mengikuti jejak salah satu alumni SMKN 61 yang kini telah sukses berkiprah di bidang budidaya ikan hingga ke Jepang. (INF)

 

SULAWESI SELATAN MULAI MENYIAPKAN KAMPUNG TERNAK DI ENAM KABUPATEN

Kampung Ternak Diharapkan Bisa Menjadi Solusi Untuk Meningkatkan Produksi Ternak
(Foto : Istimewa)


Sebagai salah satu program Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai dikembangkan pada enam kabupaten. Keenam kabupaten yang menjadi lokasi pengembangan Kampung Ternak, yaitu Barru, Bone, Bulukumba, Maros, Soppeng, dan Wajo.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Nurlina Saking mengatakan, Kampung Ternak adalah upaya meningkatkan kesejahteraan peternak. Sementara itu, Kepala Bidang Perbibitan dan Produksi, Ahmad Masykuri menjelaskan konsep Kampung Ternak yang dikembangkan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel.

Ahmad Masykuri mengatakan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel memberikan enam ekor sapi betina untuk dibudidayakan.Selain itu, fasilitas kandang dan bibit rumput juga disiapkan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel.Ia menjelaskan, pemberian ternak sapi beserta kandang dan bantuan bibit rumput adalah upaya mengubah pola budidaya peternakan.

"Pola budidaya yang harus diubah. Ini terkait kesehatan dan sistem produksi," kata Ahmad Masykuri.

Ia menjelaskan, budidaya Kampung Ternak akan menggunakan inseminasi buatan. Selain itu, konsep kampung ternak juga akan memiliki fungsi sebagai showroom ternak. Sehingga, transaksi jual beli hewan ternak akan berlangsung di Kampung Ternak.

Pada kesempatan yang sama, Ahmad Masykuri menjelaskan, Kampung Ternak memakai sistem bagi hasil. Menurutnya, sistem bagi hasil memacu para peternak untuk bekerja maksimal.Sistem bagi hasil juga akan ditentukan berdasarkan taksasi harga dari hasil budidaya ternak. Taksasi akan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel akan memintanya petunjuk kepada DJKN terkait sistem taksasi pada bagi hasil Kampung Ternak. (INF)

EKSISTENSI FAPET UB DI INDOLIVESTOCK 2024

Kontingen Fapet UB di Indolivestock 2024
(Sumber : Istimewa)

Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) menunjukkan eksistensinya dalam mengikuti pameran peternakan terbesar berskala Internasional di Indonesia yakni Indo Livestock 2024 Expo & Forum pada (17/7-19/7/2024) di Jakarta Convention Center (JCC),

Tahun ini Fakultas Peternakan UB memamerkan beberapa produk seperti Madu, UB Feed, UB Herbal Untuk pakan ternak, DOC Lokal Super dengan bekerjasama Berlin Farm dan Buku yang ditulis langsung oleh Dosen Fapet UB dengan penerbit UB Press.

“Dengan adanya pameran terbesar (Indolivestock) 2024, kami menargetkan kerjasama dengan perusahaan besar yang ikut berpartisipasi” Ujar Dekan FAPET UB Prof. M. Halim.

Ia menambahkan bahwa merupakan Indolivestock, pemeran peternakan terbesar di Indonesia ini merupakan ajang untuk saling sharing antara Industri, Peternak Lokal dan Para Akademisi dibidang Peternakan.

Ribuan Pengunjung berdatangan di JCC pada 3 hari dengan agenda pameran, workshop dan seminar. Kegiatan diikuti oleh ratusan Perusahaan berskala internasional teruma booth yang paling besar adalah PT. Charoen Pokphand Indonesia. Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan yang berkerjasama dengan Fapet UB.

Booth Fapet dihadiri banyak para alumni yang sudah bekerja di perusahaan – perusahaan besar di Indonesia salah satunya di BUMN (Berdikari). Dengan pertemuan antar alumni dan pengunjung lain untuk saling sharing dan membahas topik – topik menarik terkait perkembangan bidang peternakan. (INF)

DALAM BEBERAPA HARI DUA PETERNAKAN AYAM KEBAKARAN, PULUHAN RIBU AYAM JADI KORBAN

Kebakaran Menghanguskan Peternakan Ayam di Beberapa Titik di Pulau Jawa
(Sumber : Istimewa)

Sebuah peternakan ayam yang berlokasi di Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, ludes terbakar, Senin (22/7/2024) subuh. Sebanyak 40.000 ayam yang berada di peternakan tersebut mati terbakar. Di peternakan tersebut setidaknya ada lima blok kandang ayam yang mengalami kebakaran.

Penjaga peternakan ayam itu, Yogi Susanto, mengatakan api pertama kali terlihat pada Senin sekitar pukul 03.15 WIB. Saat itu, dirinya yang baru keluar dari tempat mes melihat api yang sudah mulai membara.

“Sumber api dari mana, saya tidak tahu. Saat itu saya hendak memberi vitamin ke ayam,” jelas dia.

Yogi menuturkan peternakan ayam ini memiliki delapan blok kandang. Untuk yang terbakar hanya lima kandang. Sedangkan ayam yang mati dalam musibah ini mencapai 40.000 ekor.

Koordinator Tim Damkar Kabupaten Madiun, Anton Ali Wardhana, mengatakan pihaknya mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api yang membara membakar kendang ayam tersebut. Dia menuturkan proses pemadaman api membutuhkan waktu sekitar lebih dari dua jam.

“Kami baru menerima laporan sekitar pukul 04.41 WIB,” ujarnya.

Setelah mendapatkan laporan itu, petugas langsung mendatangi lokasi dan memadamkan api yang sudah melalap lima blok kandang ayam. Pemadaman baru berhasil dilakukan sekitar pukul 07.18 WIB.

Setelah api sudah padam, kata Anton, petugas kemudian melakukan pembasahan dan menyisir lokasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan supaya api benar-benar padam dan tidak menyambar area lain.

Kerugian dari musibah ini, Anton memperkirakan mencapai Rp3 miliar. Terkait penyebab kebakaran, petugas kepolisian masih melakukan penyelidikan.

“Untuk sementara diketahui bahwa titik api bersumber dari blok pertama,” ujarnya.

Kebakaran juga terjadi pada sebuah peternakan ayam skala besar di Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung habis terbakar, Senin (24/7/2024). Seluruh bangunan peternakan lantai 3 ini habis beserta isinya. Asap tebal menyulitkan petugas pemadam kebakaran untuk menguasai api. 

Petugas Damkar akhirnya fokus memadamkan api dari sisi selatan agar tidak terkepung asap. Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkar dan Penyelamatan, Artista Nindya Putra, mengatakan sumber api dari lantai 3.

"Kesaksian para karyawan, ada percikan api di lantai 3 kemudian membesar," jelas Genot, panggilan akrabnya.

Bangunan peternakan ini menggunakan rangka baja dengan dinding dan atap galvalum. Peternakan ini merupakan peternakan kemitraan milik Saiful warga Pulosari, bekerja sama dengan salah satu produsen pakan ternak. Menurut Genot, sebenarnya peternakan ini sudah dilengkapi alat pemadam kebakaran yang memadai. Ada sumber air dan alat penyemprot,  juga alat pemadam kebakaran ringan (Apar). Namun diduga karyawan yang ada di peternakan ini kurang berlatih cara memadamkan api.

"Seharusnya dengan kelengkapan yang ada, api bisa dipadamkan saat pertama muncul," katanya.

Di dalam peternakan ini sekurangnya ada 60.000 ayam yang mati karena hangus terbakar. (INF)


AYAM BERAK HIJAU, PENYEBAB DAN PENANGANANNYA

Ayam berak hijau dan cair dapat menjadi indikasi bahwa ayam mengalami stres (termasuk heat stress), gangguan nutrisi, atau sakit.

Salah satu penyakit yang menyerang ayam dengan gejala berak hijau adalah kolera, yang juga sering disebut dengan penyakit berak hijau. Kolera menyerang semua umur dan bisa berjangkit karena kandang ayam kotor dan lembab, cuaca ekstrim, dsb.

Penyakit ini termasuk mudah menular baik melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Jadi penularan bisa terjadu melalui pakan, minum, peralatan, hingga hewan liar.

Jika ayam dicurigai terkena kolera maka hubungi dokter hewan secepatnya untuk mendapatkan penanganan medis. Isolasi ayam yang bergejala, jika ayam mati kubur sejauh-jauhnya dari kandang.

Kemudian ikuti langkah-langkah pengobatan yang disarankan dokter hewan agar pengobatan dilakukan secara tuntas. Kalau tidak maka ayam yang sembuh bisa menjadi carrier.

Biosekuriti harus diterapkan dengan lebih baik, kebersihan benar-benar dijaga, dan berantas hewan pembawa penyakit seperti tikus dan lalat. Prosedur istirahat kandang termasuk disinfeksi kandang harus benar-benar dipatuhi.

Biosekuriti sangat penting dan perlu diterapkan dengan ketat. Agar penyakit tidak mudah masuk dan menular ke kandang.

Jika ternyata ayam terkena heat stress maka segera benahi ventilasi kandang. Cek apakah ABK sudah membuka/tutup tirai dengan benar. Cek apakah kipas bekerja dengan baik, sudah cukup jumlahnya, sudah sesuai target kinerjanya. Cek semua peralatan terkait suhu dan kelembaban apakah bekerja dengan baik.

Jika ayam kekurangan nutrisi segera perbaiki dengan memberikan pakan bernutrisi lengkap seimbang sesuai kebutuhan dan fase pertumbuhan ayam. Penyimpanan pakan juga harus dilakukan dengan baik agar tidak mengalami kerusakan yang tentunya akan menurunkan kualitas pakan.

Jika ayam terkena penyakit lain maka yang terbaik adalah segera hubungi dokter hewan. Mendiagnosa dan mengobati sendiri ayam yang sakit memang terkesan lebih murah. Tapi kemungkinan gagalnya cukup tinggi dan bisa mengorbankan profit apalagi jika peternakannya mempunyai skala yang cukup besar.

MENGENAL DAMPAK PREGNANCY TOXAEMIA PADA DOMBA DAN KAMBING

Induk bunting harus mengonsumsi nutrisi yang cukup untuk menjaga metabolisme tubuh serta untuk menjamin perkembangan janin. (Foto: Dok. Joko)

Peternakan kambing memiliki peran penting dalam perekonomian peternak Indonesia untuk diambil daging, susu, dan breeding. Kendala penyakit dan kematian kambing-domba semakin hari semakin menunjukan tanda dan gejala bervariasi, yang terkadang belum ditemukan secara pasti penyebabnya.

Kondisi ini menimbulkan dampak kerugian ekonomi terhadap usaha peternakan di masyarakat. Kematian misterius ini banyak terjadi pada semua fase, yaitu fase cempe, fase bunting, fase laktasi, ataupun fase produksi daging.

Penyakit-penyakit misterius diduga terkait dengan agen infeksius, penyakit metabolik, penyakit yang muncul akibat perubahan kondisi lingkungan dan perubahan pakan yang ekstrem, hingga keseimbangan energi yang negatif. Semua faktor tersebut harus diamati dan didalami dengan cermat agar kejadiannya tidak selalu berulang setiap musim.

Kebuntingan merupakan harapan dan investasi pada peternakan. Induk bunting harus mengonsumsi nutrisi yang cukup untuk menjaga metabolisme tubuh serta untuk menjamin perkembangan janin. Kebutuhan asupan bahan kering harus diperhatikan mengingat selain untuk kebutuhan hidup utama induk, kebutuhan untuk laktasi hingga kebutuhan untuk perkembangan janin single, double, hingga triple, dan seterusnya.

Dukungan nutrisi sangat penting selama masa kebuntingan untuk menjaga kebuntingan yang sehat. Pada akhir kebuntingan, kebutuhan energi domba betina yang mengandung anak kembar dan kembar tiga masing-masing meningkat sebesar 180% dan 240%. Kesehatan induk dan janin bergantung pada asupan vitamin dan mineral yang cukup.

Asupan bahan kering untuk indukan bervariasi antara 4-6%/kg berat badan induk. Kebutuhan energi dihitung dari berat badan induk ditambah dengan asumsi berat badan cempe ketika lahir, umur kebuntingan, serta jumlah cempe yang akan dilahirkan pada periode kebuntingan tersebut.

Sebagai contoh induk dengan berat 50 kg yang diperiksa dengan ultrasonografi (USG) memiliki tiga ekor cempe yang akan dilahirkan, dengan prediksi kelahiran 3 kg, maka mulai usia kebuntingan 91-100 hari hingga kelahiran membutuhkan energi tambahan 0.6-7.6 kg/induk/hari. Tambahan energi pada umur kebuntingan, berat, dan jumlah cempe yang dilahirkan tersaji dalam tabel berikut: Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Juli 2024.

Ditulis oleh:
Drh Joko Susilo MSc
Wartawan Infovet daerah Lampung
Mahasiswa Doktoral Sain Veteriner UGM

PAMERAN INDO LIVESTOCK 2024 RESMI DISELENGGARAKAN HARI INI

Pembukaan pameran Indo Livestock 2024, di JCC Senayan Jakarta. (Foto-foto: Dok. Infovet)

PT Napindo Media Ashatama (Napindo) dengan bangga kembali menyelenggarakan pameran dan forum internasional yakni Indo Livestock berbarengan dengan Indo Feed, Indo Fisheries, Indo Dairy, Indo Agrotech, dan Indo Vet, pada 17-19 Juli 2024 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta.

Kolaborasi enam pagelaran tahun ini mencapai 12 paviliun negara, di antaranya Indonesia, Belanda, China, Eropa, India, Italia, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Spanyol, Taiwan, dan Vietnam.

"Kami berharap kolaborasi enam pameran ini bisa memberikan banyak manfaat dan memberikan banyak kesempatan untuk bertemu dengan mitra-mitra bisnis yang potensial," ujar Managing Director PT Napindo, Arya Seta Wiriadipoera, dalam pembukaan Indo Livestock, Rabu (17/7/2024).

Pada kesempatan tersebut, ia juga turut memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholder dan pemerintah yang turut serta mendukung terselenggaranya pameran kali ini.

"Penghargaan tertinggi kami sampaikan kepada kementerian dan seluruh pihak yang turut mendukung penyelenggaraan pameran tahun ini. Diharapkan pameran ini menjadi sarana yang tepat untuk memajukan sektor pertanian, peternakan, dan akuakultur melalui sinergi yang tercipta demi meningkatkan perekonomian dan ketahanan pangan di Indonesia," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Deputi II Bidang Pangan, Agribisnis, dan Koordinasi Kemenko Bidang Perekonomian, Dida Gardera.

"Sinergi seluruh pihak ini menjadi momentum yang sangat baik, dimana pameran ini menggabungkan semuanya. Ini tentu harapannya menjadi titik temu berbagai pihak untuk sharing experience yang bisa kita maksimalkan di sini," kata Dida.

Sementara itu, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah, yang hadir mewakili Menteri Pertanian, sekaligus membuka acara secara resmi mengungkapkan, momentum pameran ini bisa dijadikan sarana untuk berbagi informasi kepada seluruh pihak jika ingin mengembangkan produk-produk yang diperlukan.

"Saya berharap para investor dan para pelaku usaha mari sama-sama kita wujudkan ketahanan pangan kita. Kami sangat apresiasi kepada Napindo dan seluruh pihak yang benar-benar bergandengan tangan untuk menjawab tantangan tersebut," tukasnya.

Dirjen PKH, Nasrullah, saat mengunjungi booth-booth yang tampil di pameran Indo Livestock.

Selama tiga hari ke depan, sekitar 18.000 pengunjung ditargetkan hadir pada pameran tahun ini. Adapun ratusan peserta pameran dari puluhan negara akan menunjukkan inovasi dan solusinya di bidang peternakan, pakan ternak, pengolahan susu, pertanian, kesehatan hewan, serta alat-alat peternakan, kedokteran hewan, perikanan, dan akuakultur.

Khusus untuk Paviliun Indonesia, tuan rumah menghadirkan enam paviliun, yaitu Paviliun Dairy oleh Kementerian Pertanian, Paviliun Indonesian Seafood oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Paviliun Closed Loop oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Paviliun Kementerian Perindustrian, Paviliun Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta Paviliun PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia).

Selain pameran, pengunjung juga dapat menikmati berbagai program unggulan lainnya, seperti seminar dan technical product presentation dari para peserta pameran, juga sosialisasi SDTI (Susu, Daging, Telur, dan Ikan) melalu berbagai program seperti Bazaar UMKM, Gelar Buah Nusantara 2024, demo cooking, talkshow, dan kegiatan anak dalam rangkaian SDTI Fun sebagai gerakan sosialisasi konsumsi protein hewani. (RBS)

UZBEKISTAN BERENCANA MEMBANGUN KLASTER UNGGAS SENILAI US$100 JUTA

Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev telah menandatangani dekrit yang menyatakan bahwa pemerintah akan memfasilitasi pembangunan klaster unggas di negara tersebut senilai US$100 juta.

Dekrit berjudul ‘Tentang langkah-langkah untuk lebih mendukung industri unggas, memperkenalkan teknologi genetika modern, dan mempromosikan sistem koperasi’ tersebut memperkirakan bahwa pemerintah akan mengalokasikan 400 ha lahan pertanian di 6 wilayah untuk pembangunan peternakan unggas, tempat penetasan, dan kapasitas produksi pakan.

Sebagaimana tertera dalam dekrit tersebut, US$40 juta akan diinvestasikan oleh lembaga keuangan internasional, US$35 juta oleh Dana Rekonstruksi dan Pembangunan Uzbekistan, dan sisanya US$25 juta oleh ‘pemrakarsa proyek’ yang tidak disebutkan namanya.

Pada tahap pertama, pemerintah berencana untuk membangun peternakan unggas dengan kapasitas tahunan masing-masing 100.000 ekor di wilayah Zaamin, Bakhmal, Bulungur, dan Gallaaral. Setelah itu, 2 peternakan lagi akan dibangun di Akhangaran dan Parkent untuk masing-masing 135.000 ekor ayam pedaging.

Secara paralel, rencana tersebut melibatkan pembangunan pabrik pakan dengan kapasitas 700.000 ton per tahun dan rumah pemotongan hewan dengan pabrik pengolahan daging ayam pedaging untuk mengamankan produksi tahunan sebesar 100.000 ton daging ayam pedaging.

Klaster ini diharapkan dapat meningkatkan produksi daging unggas Uzbekistan hingga hampir 20%. Hal ini akan secara nyata memperkuat ketahanan pangan di negara tersebut, yang bersiap untuk pertumbuhan konsumsi pangan yang stabil berkat peningkatan populasi secara bertahap.

Pemerintah memperkirakan bahwa populasi Uzbekistan akan melampaui angka 40 juta pada tahun 2030. Sejak merdeka, populasi negara tersebut telah melonjak sebesar 15 juta orang, mencapai 36 juta pada awal tahun 2024. Dalam beberapa tahun, Uzbekistan diharapkan akan mencakup setengah dari populasi di Asia Tengah. Pembentukan klaster tersebut sejalan dengan target Strategi Ketahanan Pangan hingga 2030 yang diadopsi di negara tersebut pada Februari 2024.

Pemerintah Uzbekistan mengantisipasi investasi sebesar US$420 juta di peternakan unggas pada akhir dekade ini. Dana tersebut diharapkan berasal dari organisasi dan bank internasional untuk mendukung proyek-proyek yang menjanjikan, menurut pemerintah.

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah Uzbekistan telah membuat peternak unggas memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan negara yang besar, termasuk pembebasan pajak. Seperti yang diperkirakan oleh layanan statistik negara, Uzbekistan menghasilkan 544.700 ton daging, yang 3,5% lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Uzbekistan berencana untuk bermitra dengan perusahaan Amerika, yang mendominasi 80% pasar genetika unggas global, untuk membawa teknologi genetika canggih ke sektor peternakan unggasnya dan membangun peternakan pembiakan.

Tantangan utama yang diidentifikasi di sektor ini adalah genetika, dengan Uzbekistan kekurangan reproduksi unggas pedaging tingkat pertama dan bergantung pada impor dari Hungaria untuk unggas tingkat kedua.

METODE BRINING: SISA DARAH HILANG & DAGING LEBIH BERAROMA

Metode brining daging merupakan metode mengolah makanan dengan cara merendam daging ke dalam air garam. (Foto: chefsteps.com)

Metode ini sangat sederhana. Siapapun bisa melakukannya. Hanya butuh waktu tak lebih dari 15 menit, sisa darah yang menempel pada tulang ayam dan daging sapi pun akan hilang. Daging juga lebih beraroma.

Nafsu makan Supardi mendadak hilang, begitu akan menyantap daging ayam dalam mangkuk sup yang ia pesan masih terlihat ada darah. Darah ayam masih terlihat merah segar di bagian sendi tulang. Daging ayamnya pun masih terlihat putih, sedikit juicy.

Siang itu, wartawan media online di Jakarta ini akan makan siang di warung makan pinggir jalan dekat kantornya. Biasanya ia makan siang dengan menu favoritnya, pecel ayam dengan sambal khas Lamongan. Tapi hari itu, Supriadi ingin menikmati menu yang berbeda, sup ayam.

“Sumpah bener deh, gegara pengalaman waktu itu, sempat berbulan-bulan saya enggak mau makan sup ayam. Berasa trauma, lihat darah ayam di mangkuk” tuturnya kepada Infovet.

Pengalaman serupa ternyata juga pernah dialami Dwi Oktaviani, guru sekolah dasar di Kota Pemalang, Jawa Tengah. Guru yang juga pintar masak ini terpaksa menghentikan santap siangnya saat menghadiri acara di sekolahnya.

Sup daging ayam yang ia makan terlihat masih ada darahnya di bagian tulang. Daging dalam sup tersebut juga masih sedikit bau amis. “Padahal sudah mau masuk ke mulut, langsung saya masukan lagi ke mangkuk. Saya langsung berhenti makan,” tuturnya sambil tertawa geli.

Dwi menceritakan, rupanya bukan hanya dia yang kehilangan selera makan saat acara tersebut. Beberapa teman guru juga tak jadi melanjutkan makan siangnya, gegara ada menu “horor” tersebut.

Menurutnya, katering yang menyediakan menu makan siang dalam acara di sekolahnya ceroboh. Kemungkinan lalai dalam mengolah daging ayam dengan baik, agar tidak ada sisa darah yang menempel pada tulang dan bau amis.

“Karena saya juga hobi masak, saya punya cara agar daging ayam yang diolah tidak ada sisa darah yang masih menempel. Bau amisnya juga bisa hilang,” ujar Dwi.

Kepada Infovet, ibu muda ini membagikan teknik mengolah daging ayam dan sapi agar tak menyisakan darah dan bau amis. Hal yang paling penting adalah di saat membersihkan daging ayam sebelum diolah. Setiap kali akan mengolah daging ayam, ada perlakuan khusus yang dilakukan Dwi.

“Sebelum dimasak, saya biasakan rendam daging ayam yang masih mentah ke dalam air yang dikasih garam. Rendam cukup 15 menit saja,” ungkapnya.

Setelah direndam, cuci kembali daging ayamnya. Buang air rendaman tadi. Dengan teknik ini, seluruh sisa darah yang masih menempel di tulang atau daging akan menyatu dengan air garam. Daging menjadi bersih dan bau amis pun hilang.

Daging Jadi Empuk
Dwi juga mengungkapkan, bahwa perlakuan yang sama bisa dilakukan saat membersihkan daging sapi atau kambing. Rendaman dengan air garam bukan hanya menghilangkan sisa-sisa darah, namun juga membuat tekstur daging menjadi lebih empuk saat dimasak.

“Nah, sekarang kan masih musim liburan anak sekolah, kadang saya simpan daging dalam freezer setelah direndam dulu dengan air garam tadi. Jadi, meskipun ditinggal liburan selama seminggu, dagingnya tetap bagus,” jelas Dwi.

Teknik membersihkan daging yang diresepkan oleh Dwi Okraviani, ternyata juga lazim dilakukan di luar negeri. Sebuah artikel tentang seputar dapur yang dilansir dari The Kitchn, menuliskan hal yang sama. Dalam laman tersebut menyebutnya metode brining.

Metode brining daging merupakan metode mengolah makanan dengan cara merendam daging ke dalam air garam ataupun dengan membalurkan garam kasar pada permukaan daging.

Teknik brining daging bisa dilakukan terhadap berbagai jenis daging, baik itu ayam, sapi, kambing, sampai ikan. Untuk melakukan metode brining daging, hanya diperlukan waktu 15 menit saja.

Untuk satu porsi daging ayam atau sapi yang berukuran kecil, bisa dilakukan proses brining daging hanya dalam waktu 15 menit saja. Dengan merendam daging ke dalam larutan brining atau air garam, maka daging menjadi lebih empuk dan beraroma.

Cairkan Daging Beku
Masih dari referensi laman The Kitchn, untuk potongan daging yang kecil, maka proses brining daging tidak disarankan untuk dilakukan terlalu lama. Sedangkan untuk porsi daging utuh (besar), bisa dilakukan brining daging selama dua jam, tidak perlu lebih. Melakukan proses brining daging lebih dari dua jam hanya akan membuat daging menjadi sangat lembek dan tidak enak disantap.

Metode brining juga baik dilakukan untuk mencairkan daging beku yang berasal dari freezer. Untuk dapat menghemat waktu, Anda bisa mencairkan daging yang baru keluar dari freezer langsung ke dalam larutan brining.

Mem-brining daging yang baru keluar dari freezer nyatanya merupakan salah satu cara mencairkan daging secara cepat, tulis artikel di The Kitchn. Karena prinsip mencairkan daging yang beku di dalam air dingin sama dengan metode mencairkan daging dalam larutan air garam, hanya berbeda jenis airnya saja. Saat daging sedang dicairkan dalam proses brining, saat itu pula daging menyerap air garam sehingga lebih mudah empuk dan beraroma.

Selain teknik merendam dengan air garam, ada juga teknik yang disebut metode dry brining. Yakni metode membalurkan permukaan daging ke permukaan garam kasar.

Nah, tempat terbaik untuk melakukan metode dry brining ini adalah dengan membalurkan garam langsung pada dagingnya. Khususnya pada daging ayam, dibalurkan garam kasar di atas permukaan dagingnya langsung, sehingga yang perlu dilakukan adalah memisahkan daging ayam dengan kulitnya.

Jika melakukan metode dry brining dengan kondisi kulit ayam yang masih menempel pada daging, maka proses brining akan memakan durasi yang cukup lama hingga bumbu menyerap ke dalam daging.

Bersihkan Sayuran
Metode brining sebenernya tidak cuma baik untuk membersihkan daging. Menurut Dwi Oktaviani, teknik brining juga bisa dilakukan saat mencuci sayuran. Sayuran yang baru saja dibeli di pasar sangat memungkinkan banyak kuman dan kotoran yang menempel.

Jika hanya disiram dengan air biasa, kemungkinan besar kuman dan kotoran masih menempel di sayuran. Meskipun sudah terlihat bersih. “Akan lebih aman waktu mencuci sayuran juga dengan direndam air garam. Cukup 5 atau 10 menit saja,” ujar Dwi.

Menurut Dwi, hal itu bisa dibuktikan sendiri saat mencuci sayuran. Air garam yang sudah digunakan untuk merendam sayuran pasti akan telihat keruh dan terdapat bintik-bintik kecil di dalam air. Setelah di rendam air garam, sayuran tetap harus dibilas sebelum dimasak.

Dalam berbagai literasi kesehatan menyebutkan bahwa merendam sayuran dalam larutan garam selama 20 menit dapat menghilangkan sebagian besar residu dari pestisida yang ada pada sayur. Utamanya untuk membersihkan residu tanah, debu, atau kotoran yang tersisa dari proses pertanian, serta pestisida yang digunakan.

Intinya, teknik brining ini sangat penting untuk membunuh bakteri, mikroba, dan zat patogenik lainnya yang melekat di sayuran. Untuk kebaikan kesehatan, lakukanlah teknik sederhana ini sebelum memasak. ***


Ditulis oleh:
Abdul Kholis
Koresponden Infovet daerah Depok,
Konsultan media dan penulis buku,
Writing Coach Griya Menulis (Bimbingan Menulis Buku & Jurnalistik),
Juara I Lomba Jurnalistik Tingkat Nasional (Unsoed, 2021) & Juara I Kompetisi Menulis Artikel Tingkat Nasional dalam rangka HATN, 2022

KFC BERALIH KE AYAM HALAL DI SELURUH JARINGAN RESTORAN KANADA

Meskipun banyak yang berpendapat bahwa keputusan ini masuk akal secara bisnis, keputusan Kentucky Fried Chicken (KFC) Kanada untuk beralih ke ayam halal telah mengecewakan beberapa pelanggan.

KFC telah menyajikan ayam halal di hampir semua restorannya di Ontario sejak Mei, tetapi baru diketahui sekarang.

KFC belum menjawab pertanyaan tentang mengapa restoran di kota Thunder Bay dan Ottawa di Ontario saat ini dikecualikan dari kebijakan tersebut – kemungkinan karena pengolah di area tersebut tidak dapat memenuhi persyaratan volume KFC untuk ayam halal – tetapi semua restoran KFC akan menjadi halal di seluruh Kanada pada akhir tahun 2024.

Seseorang di X (sebelumnya Twitter,) telah memulai petisi agar KFC membatalkan keputusan tersebut, dengan menunjukkan bahwa hanya 5% orang Kanada yang beragama Islam dan bahwa "minoritas yang lantang [sekarang] mendikte kebijakan". Ada juga seruan untuk memboikot KFC. Pengguna X lainnya mencatat bahwa "Selain itu, mereka menghapus produk daging babi dari menu mereka. @KFC tidak akan lagi menjadi merek yang beragam.”

Namun, dalam surat kepada pemilik waralaba restoran pada bulan Mei, para pemimpin KFC mencatat bahwa perubahan ke ayam halal menyediakan lebih banyak “pilihan yang beragam dan inklusif”.

Orang lain telah mendorong masyarakat untuk membeli dari pesaing KFC sebagai gantinya. Namun, surat kabar The National Post melaporkan bahwa “jaringan restoran yang berfokus pada ayam Popeyes, [jaringan restoran Kanada] Mary Brown’s, Church’s Texas Chicken, dan Nando’s semuanya [sudah memiliki] penawaran halal di menu mereka”.

The Daily Mail melaporkan bahwa Ontario memiliki lebih dari separuh populasi Muslim Kanada – sekitar 4,9%.

KOLABORASI ENAM PAMERAN PETERNAKAN DAN FORUM INTERNASIONAL 2024

 

Konferensi pers sambut gelaran Indo Livestock 2024 (Foto: Istimewa)

Pameran bergengsi skala internasional Indo Livestock kembali digelar pada 17-19 Juli 2024 doi Jakarta Convention Center (JCC). Pada konferensi pers hari ini, Senin (15/7), PT Napindo Media Ashatama (Napindo) selaku penyelenggara mengumumkan enam kolaborasi penyelenggaraan pameran dan forum internasional selain Indo Livestock yakni Indo Feed ke-17, Indo Fisheries ke-14, Indo Dairy ke-15, Indo Agrotech ke-3, dan Indo Vet ke-4.

Lisa Rusli selaku Assistant Project Director PT Napindo Media Ashatama mengungkapkan kolaborasi enam pameran ini merupakan wujud dukungan akan terciptanya sebuah ketahanan pangan nasional sebagai stabilitas nasional.

“Pagelaran ini bertujuan untuk membantu meningkatkan produktivitas industri lokal agar mampu bersaing memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri. Dengan pengalaman Napindo yang mencapai 2 dekade, pagelaran tahunan ini terbukti selalu mendapat apresiasi dan antusiasme positif baik dari pemerintah, pengusaha, maupun masyarakat,” jelas Lisa.

Kolaborasi enam pagelaran ini telah melebihi target awal paviliun negara. Dari yang semula ditargetkan hanya 10 paviliun negara, kini telah mencapai 12 paviliun negara, termasuk Indonesia, Belanda, China, Eropa, India, Italia, Korea Selatan, Malaysia, Singapore, Spanyol, Taiwan, dan Vietnam.

Acara yang menargetkan sebanyak 600 peserta pameran dari 50 negara, menunjukkan kepercayaan luar biasa dari industri maupun komunitas dalam dan luar negeri terhadap inovasi dan solusi industri industri peternakan, pakan ternak, pengolahan susu, pertanian, kesehatan hewan, alat-alat kedokteran hewan, perikanan dan akuakultur.

Sementara itu, Tri Melasari Direktur PPHNAK Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), mengungkapkan kegiatan ini menjadi kesempatan yang bagi pertumbuhan industri pertanian berkelanjutan dan menjadi wadah yang tepat bagi para pemangku kepentingan untuk saling bertukar informasi dan teknologi terkini dalam industri.

Selain menampilkan ragam produk peternakan dan kesehatan hewan berstandar internasional, Kementan menyiapkan ruang bagi para pelaku industri untuk berkonsultasi baik dari sisi produksi hewan, kesehatan, keamanan pangan, konsultasi ekspor, investasi perizinan usaha, dan juga pembiayaan kemitraan. “Kehadiran kami untuk memotivasi perusahaan dalam negeri lainnya untuk melakukan ekspor,” tutur Tri.

Khusus untuk Paviliun Indonesia, tuan rumah kali ini akan menghadirkan 6 paviliun yaitu Paviliun Dairy oleh Kementerian Pertanian, Paviliun Indonesian Seafood oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Paviliun Closed Loop oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Paviliun Kementerian Perindustrian, Paviliun Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dan Paviliun PDHI (Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia). Acara ini menargetkan dihadiri oleh 18.000 pengunjung selama rentang waktu 3 hari penyelenggaraan.

Selain pameran internasional, selama tiga hari pengunjung dapat menikmati berbagai program unggulan lainnya. Antara lain seminar dan technical product presentation.

Ajang tersebut menghadirkan The 2nd Sustainably Integrated Animal, Fishery, and Agribusiness Industry Forum dengan tema "Seminar Revolusi Pangan: Membangun Sistem Integrasi Horizontal Industri Pangan Bangsa" dan Seminar Nasional dengan tema "Strategi dan Kesiapan Dalam Mendukung Program Gerakan Minum Susu dan Makan Bergizi". Tidak hanya pameran dan seminar, Napindo bekerjasama dengan Yayasan Pengembangan Peternakan Indonesia (YAPPI) serta didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia menyelenggarakan Indo Livestock Research and Innovation Award 2024 dengan nama penghargaan Widhi Catha Satwa Nugraha. (INF)

 

OPTIMISME DAN KOMITMEN KUAT TROUW NUTRITION INDONESIA DALAM BISNIS FEED ADDITIVE MELALUI KEPEMIMPINAN BARU

 

Yana Ariana, Country Manager Trouw Nutrition Indonesia. (Sumber : Istimewa)

Trouw Nutrition, pemimpin global dalam solusi nutrisi hewan, melakukan perubahan signifikan dalam bisnis feed additive dan young animal feed dengan menunjuk kepemimpinan baru di Indonesia. Hal ini memperkuat komitmennya untuk memberikan solusi nutrisi hewan yang inovatif melalui produk dan services-nya antara lain feed additive milik Trouw Nutrition - Selko®, Sprayfo, dan layanan pendukung seperti MyNutriOpt, NutriOpt on Adviser (NOA), Mycotoxin Adviser/Mycomaster, serta dukungan laboratorium dari Masterlab Netherland. Langkah strategis ini menegaskan komitmen perusahaan yang kuat terhadap pasar di Indonesia, yang diyakini memiliki potensi besar bagi industri peternakan.

“Ekonomi Indonesia berkembang pesat dengan tingkat konsumsi yang tinggi, menjadikannya pasar yang sangat menjanjikan untuk produk peternakan seperti feed additive dan young animal feed,” kata Alice Hibbert, General Manager Trouw Nutrition Asia Pasifik. “Sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia, Indonesia menawarkan peluang yang besar bagi perusahaan yang ingin memperluas bisnis mereka di kawasan ini.”

Tim Trouw Nutrition Indonesia, yang dipimpin oleh Yana Ariana – Country Manager Trouw Nutrition Indonesia, memiliki keahlian teknis dan pemahaman mendalam tentang dinamika pasar lokal, dapat terbukti dari hasil kinerjanya tahun 2023. “Saya sangat antusias bisnis feed additive kami, Selko® telah mencapai kesuksesan yang luar biasa, hampir dua kali lipat pertumbuhannya pada tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini merupakan bukti dari kerja keras, dedikasi, dan strategi inovatif yang diterapkan oleh tim kami,” kata Yana.

“Kami yakin dengan kemampuan kami berbisnis yang didukung oleh tim teknis dan komersial yang kuat, bisnis kami akan berkembang lebih jauh. Selain itu, tahun ini kami juga berencana untuk memperbesar tim kami agar dapat menjangkau pasar lebih luas,” lanjutnya.

Dibawah kepemimpinan Yana, yang telah memiliki lebih dari dua puluh tahun pengalaman dan keahlian di bisnis peternakan, Trouw Nutrition Indonesia berada pada posisi yang baik untuk mengangkat segmen feed additive dan young animal feed ke tingkat kesuksesan yang lebih tinggi. Dengan memanfaatkan kemampuan R&D global dari Trouw Nutrition yang kuat untuk Selko® dan Sprayfo (pengganti susu untuk pedet), Yana berencana untuk terus mengembangkan bisnis yang mampu menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

“Kami percaya bahwa pasar produk nutrisi hewan di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan akan telur, daging ayam, sapi, dan susu yang berkualitas seiring dengan meningkatnya kesadaran kesehatan dan adopsi diet yang kaya protein,” kata Yana.

“Kami bangga membawa sebagian besar produk Selko® dan Sprayfo langsung dari Belanda, yang memiliki standar kualitas tinggi. Komitmen kami terhadap quality excellence menjamin bahwa setiap produk memenuhi kriteria jaminan kualitas yang ketat, memberikan solusi yang andal dan efektif untuk kesehatan dan nutrisi hewan,” lanjut Yana.

Trouw Nutrition Indonesia akan fokus pada empat program untuk Selko® di Indonesia yakni Trace Mineral Optimization, Feed Safety, Health and Performance,dan Phytogenic. Sementara itu, Sprayfo yang didukung oleh sains LifeStart, menawarkan rangkaian solusi lengkap pemeliharaan pedet yang dapat memastikan perkembangan optimal selama tahap awal kehidupan, sehingga menghasilkan sapi yang lebih sehat dan kuat yang siap untuk memproduksi susu lebih banyak,” tambahnya.

Trouw Nutrition akan hadir di pameran Indo Livestock pada 17-19 Juli 2024 di JCC Senayan Jakarta, dan akan memamerkan inovasi terbaru dalam teknologi nutrisi hewan, termasuk NutriOpt On-site Adviser (NOA) dan Selko® Continuous Dosing System untuk portofolio kesehatan hewan yang lengkap. NOA adalah alat mutakhir yang dirancang untuk menghadirkan presisi dan efisiensi dalam manajemen nutrisi hewan.

Alat dengan teknologi inovatif ini mampu memberikan hasil data analisis real-time terhadap bahan baku pakan dan pakan jadi yang berguna dan relevan untuk pengambilan keputusan, sehingga memungkinkan produsen / peternak mengoptimalkan strategi pakan yang cepat untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan bisnisnya. Sedangkan, Selko®️ Continuous Dosing System, merupakan alat penentuan dosis dengan teknologi sistem otomatis yang dirancang khusus sebagai solusi terobosan untuk aplikasi aditif berbahan cair pada bahan baku.

Alat yang sangat akurat dan konsisten ini dapat memastikan presisi penggunaan jumlah aditif cair sesuai kebutuhan untuk meningkatkan lama simpan, serta dapat mengurangi limbah dan meningkatkan kualitas nutrisi dan efisiensi pakan secara keseluruhan. (INF)


PEMDES JATIMULYO GELAR SEKOLAH PETERNAKAN DOMBA

Salah Satu Peternak Yang Membawa Mengikuti Sekolah Peternakan Domba
(Foto : Istimewa)


Pemerintah Desa Jatimulyo Kecamatan Petanahan, Kebumen, Jawa Tengah bekerjasama dengan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Klirong menggelar sekolah peternakan domba. Program tersebut bertujuan untuk penguatan kapasitas peternak domba di Desa Jatimulyo.

Selain melakukan kegiatan vaksinasi, penyuntikan vitamin dan pemberian obat cacing pada ternak, juga diberikan edukasi terkait managemen pakan domba, managemen kandang dan penanganan penyakit. Dengan demikian diharapkan para peternak dapat beternak dengan baik.

Kepala Desa Jatimulyo Sabit Banani menyampaikan kegiatan tersebut menyasar ke 150 peternak. Ini baik yang kelompok maupun pembudidaya mandiri dengan populasi hewan ternak lebih dari 1.000 ekor hewan ternak baik domba, kambing maupun sapi.

“Model sekolah ini sebenarnya semacam klinik konsultasi yang dikolaborasi dengan kegiatan Puskeswan. Dalam hal ini peternak dapat mengkonsultasikan kondisi ternaknya,”  kata Sabit, Rabu (3/7)

Sabit menambahkan, adanya sekolah peternakan tersebut bisa membuat para peternak agar bisa berbudi daya dengan baik. Ini agar nantinya muncul ketahanan ekonomi bagi masyarkat.

"Yang jelas masyarakat bisa lebih mengeksplorasi, menyiapkan sumber daya pakan  dan berbudidaya dengan baik. Dari budi daya yang baik tersebut muncul ketahanan ekonomi bagi warga desa," ungkanya.

Sementara itu dokter hewan dari Puskeswan Klirong drh Zaskia Putri Pertiwi menyampiakan pemberian vaksinasi tersebut rutin dilakukan saat kegiatan Puskeswanling sejak 2 tahun lalu . Selain itu diberikan pula setiap 3 bulan sekali. Selain itu juga diberikan edukasi agar perkembangan dan kesehatan ternak bisa lebih baik dan menekan angka kematian pada ternak.

“Dalam puskeswanling atau yang dulu biasa disebut pesta patok ini diberikan adalah pengobatan pencegahan berupa pemberian vitamin dan obat cacing untuk kambing dan sapi," Jelas dokter Zaskia.

Syukur salah satu peternak di Dukuh Karangtanjung mengaku dengan adanya perhatian dari pemdes setempat dibidang peternakan memberikan dampak yang siginifikan. Ternak-ternak jadi lebih sehat dan memiliki nafsu makan tinggi sehingga memilki harga jual yang tinggi.

"Kita selalu mengikuti setiap program dari kelompol peternak. Karena dari segi kesehatan sangat menonjol, makanya juga brokoh dan hampir tidak ada kematian ternak,” ucapnya. (INF)

DINAS PETERNAKAN KABUPATEN SUKABUMI TINGKATKAN PENGETAHUAN PETERNAK SAPI PERAH

Petugas Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, saat memberikan pengetahuan kepada peternak sapi perah di KUD Gemah Ripah, Desa Sukalarang (Foto :Istimewa)


Dalam meningkatkan pengetahuan peternak sapi perah, Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi, menggelar kegiatan Desiminasi Good Farming Practice (GFP) sapi perah tahun anggaran 2024 di KUD Gemah Ripah, Desa Sukalarang, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Drh. Asep Kurnadi kepada Radar Sukabumi mengatakan, kegiatan ini, dimaksudkan untuk memberikan pemahaman terkait manajemen dan sertifikasi Good Farming Practice dan Good Breeding Practice pada ternak, khususnya sapi perah guna mendukung pengembangan populasi, dan produksi susu sapi perah di kabupaten Sukabumi.

“Narasumber yang hadir dari kegiatan ini, diantaranya Direktorat Pembibitan dan Produksi Ditjen PKH Kementan RI, dan BBPKH Cinagara. Sementara, untuk peserta dari peternak sapi perah dari 12 kelompok tani sapi perah,” kata Drh. Asep kepada Radar Sukabumi pada Rabu (10/07).

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya untuk memperoleh informasi, inovasi. Sehingga mendorong agribinis peternakan sapi perah yang semakin maju. Bukan hanya itu, hal ini juga untuk memberikan pemahaman terkait manajemen dan sertifikasi GFP dan GBP pada ternak, khususnya sapi perah.

“Tentunya, hal ini guna mendukung pengembangan populasi dan produksi susu sapi perah di Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Pihaknya menambahkan, kegiatan ini selain dapat meningkatkan pengetahuan peternakan sapi perah, juga dapat meningkatkan wawasan terkait manajemen pemeliharaan dan manajemen pengembangbiakan sapi perah.

“Manfaat dilaksanakan kegiatan ini, adalah meningkatnya pengetahuan dan kemampuan peternak, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak,” pungkasnya. (INF)

AIR MINUM AYAM HARUS BERKUALITAS

Lakukan kontrol kualitas fisik terhadap air yang digunakan dalam peternakan. Perhatikan warna dari air yang digunakan. Hal ini perlu dilakukan secara rutin, terutama saat terjadi kasus maupun perubahan cuaca. Sumber: Estella Leentfaar, Nutritionist Hendrix Genetics Layers dalam artikel Good quality drinking water.

Air menjadi kebutuhan utama bagi makhluk hidup, termasuk hewan ternak. Perubahan iklim (global warming) menyebabkan perubahan ketersediaan dan kualitas air minum. Kondisi ini pun menjadi perhatian khusus bagi dunia. Pelaksanaan World Water Forum 10th di Bali pada 18-24 Mei 2024, menjadi salah satu ikhtiar untuk mengatasi kesenjangan penggunaan air di dunia.

Proyeksi Food and Agriculture Organization (FAO) pada 2050, mencatat krisis air (akibat perubahan iklim) akan meningkatkan kerentanan pada kawasan penyedia pangan (food basket). Akibatnya, lebih dari 500 juta petani skala kecil yang menghasilkan 80% sumber pangan dunia menjadi kelompok yang paling rentan. Pun demikian di peternakan. 

Air pun memegang peranan sangat penting dalam budi daya peternakan. Air menjadi salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan ayam, yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan maupun produksi telur.

Air juga digunakan untuk program sanitasi dalam kandang. Dan saat ini pengaturan sistem ventilasi pada sistem closed house juga sangat dipengaruhi oleh air. Selain jumlah yang cukup, kualitas air juga harus diperhatikan.

Air Harus Berkualitas 
Air minum sangat penting bagi hidup dan produktivitas ternak. Ayam akan mengonsumsi paling sedikit 1,6 kali dari konsumsi ransum. Oleh karena itu, air yang digunakan untuk ternak harus berkualitas. Ini masih menjadi salah satu permasalahan utama dalam peternakan.

Lantas apa saja yang menjadi syarat air berkualitas? Pada Tabel 1 ditunjukkan parameter air berkualitas yang harus menjadi perhatian peternak. Data ini menjadi pelengkap dari data yang disampaikan pada edisi sebelumnya (Infovet Edisi Oktober 2023).

Tabel 1. Standar Kualitas Air Minum
Sumber: Estella Leentfaar, Nutritionist Hendrix Genetics Layers dalam artikel Good quality drinking water.

Parameter air minum berkualitas meliputi kondisi fisik, tingkat keasaman (pH), kandungan mineral, dan juga kontaminasi bakteri, terutama coliform (termasuk Eschericia coli). Jika diperlukan lakukan klasifikasi air berdasarkan penggunaannya di dalam peternakan. Tentu yang utama adalah air minum yang akan dikonsumsi oleh ayam. Ini yang harus memiliki tingkat... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Juli 2024.

Ditulis oleh:
Hindro Setyawan SPt
Technical Support-Research and Development PT Mensana

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer