-->

KENYAMANAN KANDANG JADI “RUMAH IDAMAN” AYAM

Ternak ayam broiler yang dipelihara dalam kandang closed house. (Foto: Dok. Infovet)

Meskipun terbilang eksklusif karena tingginya biaya investasi, namun kandang closed house bisa dikatakan identik dengan “rumah idaman ayam”. Pasalnya, kondisi lingkungan yang dihasilkan dalam kandang closed house bisa diatur sesuai kebutuhan ayam. 

Beberapa keuntungan menggunakan kandang closed house diantaranya tidak terpengaruh perubahan lingkungan, kualitas udara yang tersedia lebih baik, pengaturan suhu, serta ayam pun menjadi lebih tenang, segar dan nyaman. Dengan manipulasi lingkungan tersebut, kepadatan ayam bisa ditingkatkan tanpa harus mendirikan bangunan kandang baru.

Kendati demikian, kandang closed house dengan segudang keunggulan tidak menjadi jaminan terbebas dari masalah stres ataupun penyakit pada ayam. Salah satu ancaman kesehatan ayam datang dari manajemen kelembapan yang buruk. Dampaknya, litter yang menggumpal akibat air dan kotoran menjadi sumber gas beracun, serta tempat berkembangnya virus dan bakteri yang mengancam kesehatan ayam. Salah satu ancaman besar dalam kandang closed house adalah munculnya amonia.

Dikenal mempunyai daya iritasi yang tinggi, keberadaan amonia dalam kandang harus diwaspadai. Dengan massa jenis lebih besar dari udara, amonia cenderung tidak mudah menguap ke atas dan terbuang ke udara. Karena itu ayam akan menghirup gas yang bisa mengiritasi mukosa membran pada mata dan saluran pernapasannya terus-menerus. 

Menurut Ritz et al., 2004, rekomendasi umum untuk kandungan amonia yang aman dan belum menimbulkan gangguan pada ayam di bawah 20 ppm. Lebih dari itu, amonia bisa menimbulkan kerugian. Selain merusak membran mata dan pernapasan, dampak lainnya membuat hambatan pertumbuhan dan penurunan produksi telur. Secara tidak langsung, amonia dengan kadar tinggi ternyata juga bisa memicu munculnya kasus infeksi penyakit-penyakit pada saluran pernapasan. Wajar saja, kerusakan membran saluran pernapasan melemahkan gerbang pertahanan terhadap infeksi bibit penyakit.

Efek lain dari tingginya kadar amonia adalah timbulnya gangguan pembentukan kekebalan tubuh, baik yang bersifat lokal maupun humoral. Pada produksi kekebalan lokal (IgA) yang terdapat dalam saluran pernapasan atas terjadi gangguan. Hal ini disebabkan rusaknya sel-sel epitel oleh iritasi amonia. Adapun kadar amonia yang tinggi dalam darah, akibat terhisap dalam jumlah besar, menyebabkan stres pada sel-sel limfosit sehingga produksi antibodi (IgG dan IgM) juga mengalami gangguan (North, 1984).

Pengaruh Amonia pada Ayam
Kadar Amonia (ppm)
Respon Petugas Kandang
Pengaruh Amonia pada Ayam
Kerusakan Pernapasan
Kerusakan Mata
Produksi Telur Menurun
Berat Badan Turun
20
Bau mulai tercium
Ringan
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada
25-30
Bau tercium
Ringan
Ada (+)
Sedikit
Sedikit
50-60
Bau tajam
Ada (+)
Ada (+)
Ada (+)
Ada (+)
100
Iritasi hidung
Ada (+)
Ada (+)
Ada (++)
Ada (++)
200
Iritasi mata
Ada (++)
Ada (++)
Ada (+++)
Ada (+++)
Sumber: Disease of Poultry (2003) dalam Medion online.
Keterangan: Semakin banyak tanda (+) semakin parah.

Tepat Pengaturan
Salah satu prinsip dalam menurunkan suhu adalah sistem evaporasi dengan menggunakan colling pad, yaitu uap air yang dihasilkan colling pad akan dihisap kipas dan dialirkan ke dalam kandang. Efeknya, suhu yang awalnya tinggi menjadi lebih rendah. 

“Namun, ada masalah pada setting sistem elektrikalnya,” ujar Agus Yohani Slamet, pemilik Tembalang Poultry Equipment, sekaligus pengelola website peralatankandangayam.com dan kandangclosehouse.com.

Menurut Agus, kebanyakan teknisi mengatur aktivasi colling pad hingga suhu 25 atau 26° C. Artinya, colling pad akan berjalan atau aktif dialiri air hingga mencapai suhu tersebut. Adapun kipas dibuat off atau mati pada suhu 27° C. “Dampaknya, kelembapan menjadi tinggi. Salah satu indikatornya terlihat dari sekam yang menggumpal.” Jelasnya.

Agar performa kandang closed house optimal, pengaturan perlu dilakukan pada sistem elektrikal, yaitu cooling pad dan kipas. Untuk cooling pad, aktivasi sebaiknya diatur pada suhu 28,5 atau 29° C. Sementara kipas diatur pada suhu yang sama dengan cooling pad. Artinya, suhu kandang diatur pada suhu 29° C.

Setelah pengaturan suhu, selanjutnya adalah pengaturan waktu nyala dan mati cooling pad. “Cooling pad dibuat intermiten 6 menit menyala dan 5 menit mati,” jelas Agus. Pengaturan pada cooling pad dan kipas sebaiknya dibedakan antara siang dan malam hari. Jika kipas yang menyala pada malam hari sedikit, kandang menjadi pengap. Menurut Agus, kesalahan yang sering dilakukan peternak adalah mengandalkan Temtron, misalnya untuk sistem elektrikal otomatisnya dengan paramater suhu kandang yang rendah. 

“Pengalaman di Lombok, Nusa Tenggara Barat, kandang milik salah satu peternak dengan populasi 35 ribu ekor ayam bisa mencapai IP 401. Sistem elektrikal yang digunakan semi-otomatis,” ungkap Agus.

Indeks Produksi (IP) broiler merupakan parameter keberhasilan dalam beternak ayam. Di bawah 300 berarti buruk, antara 300-400 berarti baik, sedangkan di atas 400 diartikan excellent. Cara penghitungan Indeks Produksi sebagai berikut: Indeks Produksi (IP) = [Ayam hidup (%) x Berat rata-rata (kg)] : [Umur x FCR x 100%].

Dengan sistem semi-otomatis, mekanisme kerja alat tidak semata-mata diserahkan pada sistem otomatisnya. Peternak perlu melakukan pengaturan manual untuk merubah setting sehingga pengaturan saat membedakan setelan alat pada siang dan malam hari bisa dilakukan. 

Dengan pengaturan dan pengontrolan yang baik, serta rutin dan teratur, suhu lingkungan kandang akan lebih terjamin sesuai harapan ayam. Selain menghindarkan ayam dari stres akibat suhu tinggi, juga menghindari dari tingginya kelembapan yang berpengaruh pada kesehatan dan produksi. (INF)

DIGITALISASI SEKTOR PETERNAKAN DI INDONESIA

Industri 4.0 menyentuh bidang peternakan (Foto:INF) 


Industri 4.0 mengubah semua sektor industri (disruption), tidak terkecuali bidang peternakan. Internet of things-IoT, big data, machine learning, artificial intelligence-AI, robot, dan sharing economy adalah wajah baru industri saat ini.

Era industri tersebut juga telah mengubah sektor peternakan Indonesia, padahal di Indonesia tidak sedikit yang “gagal paham” terkait industri 4.0. Apalagi peternak kebanyakan adalah lulusan SMP atau di bawahnya, sementara data menunjukkan pengguna internet di negeri ini sudah mencapai 143 juta orang.

Setelah itu, banyak bermunculan platform di sektor peternakan saat ini yang memanfaatkan kemajuan teknologi untuk meningkatkan efisiensi usaha. Meski begitu, penggunaan berbagai aplikasi ini bila dibandingkan dengan negara maju seperti Jepang masih tertinggal.

“Di negeri Sakura tersebut kini sudah dikeperkenalkan dengan Society 5.0, sebuah upaya untuk memberikan pemahaman masyarakat untuk memanfaatkan berbagai smart-technology untuk meminimalkan peran manusia serta menghasilkan usaha peternakan yang lebih menguntungkan dan berkelanjutan,” ujar Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof Dr Ir Ali Agus DAA, DEA, IPU, ASEAN Eng, Senin (15/6).

Ali Agus menyatakan Fakultas Peternakan UGM memahami arti penting perubahan zaman, dari manual ke komputerisasi, dari offline ke web based. Oleh karena itu, Obrolan Peternakan (OPERA) seri #2 memberikan gambaran terkait teknologi yang sudah dimanfaatkan di Indonesia kepada masyarakat umum.

Lebih dari itu, dalam OPERA seri #2 diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang teknologi-teknologi yang akan berperan penting di masa mendatang pada industri peternakan. Maka tidak mengherankan jika OPERA seri#2 yang dilaksanakan pada pada 13 Juni 2020 pendaftar mencapai 709 orang di seluruh Indonesia.

Pembicara dalam OPERA catch #2 adalah Galuh Adi Insani SPt, MSc, dosen Fakultas Peternakan UGM serta founder dari platform BroilerX, Dalu Nuzlul Kirom, ST dari platform TERNAKNESIA, dan Ray Rezky Ananda, SPt yang merupakan CEO dari platform BANTUTERNAK.

Galuh Adi Insani,  dosen Fakultas Peternakan UGM sekaligus founder dari platform BroilerX, dalam obrolan kali ini memaparkan bagaimana perkembangan teknologi yang membantu perkembangan bidang peternakan secara spesifik, sebagai contoh bagaimana peran big data, cloud, dan artificial intelligence untuk meningkatkan efisiensi usaha peternakan. Selain itu, memberikan gambaran bagaimana kampus menghasilkan inovasi teknologi untuk mendukung peternak dalam beradaptasi dengan industri 4.0.

“Yang tidak kalah penting, upaya peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap perkembangan teknologi yang berkaitan dengan industry 4.0," ujarnya.

Dia menjelaskan BroilerX merupakan smart technologi yang dapat digunakan di kandang ayam pedaging untuk mencapai produktifitas yang tinggi. BroilerX merupakan alat untuk membantu manajemen peternakan unggas. Dengan menggunakan algoritma komputer yang dikembangkan secara khusus, peternak dapat mengelola data peternakan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan proses produksi.

“BroilerX ini didesain untuk mendukung peternak dalam mengambil keputusan di setiap kondisi dan
situasi, serta keputusan strategis yang akan datang," jelasnya.

Dalu Nuzlul Kirom mengungkapkan TERNAKNESIA adalah platform pengembangan usaha peternakan yang terdiri dari investasi, pemasaran (market), dan fundraising yang berhubungan dengan pangan. TERNAKNESIA memaparkan peran teknologi dalam mendukung business process dalam peternakan yang dikembangkan melalui teknologi, mulai dari investasi, pendampingan peternak, hingga penjualan produk peternakan.

“Perlu digarisbawahi bagaimana plafform ini berperan penting dalam memutus rantai pemasaran sehingga peternak dan pembeli tidak dirugikan. Upaya ini dilakukan melalui pembentukan komunitas pembeli (community buyer), sehingga dapat membantu dalam hal distribusi dan tentunya memberikan harga yang kompetitif baik untuk produsen dan konsumen," ungkapnya.

Menurutnya, ide yang menarik lainnya dari platform ini adalah membuat pasar ternak online melalui aplikasi sobat ternak, sehingga pembeli ternak dan peternak dapat saling berhubungan melalui media online. Selain itu, TERNAKNESIA membuat Ternaknesia 2.0, yakni blueprint untuk traceability product yang memastikan produk peternak halal, dari pakan yang diberikan hingga proses penyembelihan yang baik sesuai syariat.

Sementara itu, Ray Rezky Ananda, SPt menambahkan BANTUTERNAK merupakan platform investasi digital yang bertujuan untuk melakukan pemberdayaan peternak. Latar belakang inisiasi BANTUTERNAK adalah kondisi populasi peternak di Indonesia yang setiap tahun mengalami penurunan, sedangkan konsumsi protein hewani terus meningkat.

“Hal inilah yang menjadi keresahan saya sebab Indonesia bisa kekurangan bahan pangan dan tentu akan mengandalkan impor. Oleh sebab itu, BANTUTERNAK lahir sebagai mitra ternak untuk desiminasi teknologi dan pengetahuan kepada peternak," terangnya.

BANTUTERNAK juga memberikan penjelasan terkait pengalaman dalam memberdayakan peternak sehingga usaha yang dijalankan mendapat keuntungan. Teknologi ini menghubungkan antara peternak dengan investor, serta memberikan pembelajaran dan pemantauan kepada peternak supaya usaha yang dijalankan dapat sesuai dengan Standard Operational Procedure untuk mencapai target produksi.

“Saat ini, BANTUTERNAK telah bekerja sama dengan ribuan peternak di berbagai daerah di Indonesia. Peternak diberikan pendampingan dari pembelian bibit, pakan konsentrat, kesehatan ternak, dan penjualan ternak," imbuhnya. (Sumber: ugm.ac.id)

SOCIAL DISTANCING DAN LOCKDOWN PADA PETERNAKAN UNGGAS

Lockdown 1,5 tahun, kesejahteraan hidupnya terjamin 100%. (Dok. Pribadi)

Social distancing pada peternakan unggas dilakukan dengan cara membuat layout menempatkan ayam muda terpisah dari ayam remaja atau ayam dewasa dan posisi kandangnyapun sudah diatur sedemikian rupa sehingga jarak antara kandang satu dan kandang lainnya minimal selebar kandang (apabila lebar kandang 8 meter maka jarak antar kandang juga 8 meter). Pengaturan jarak kandang bertujuan menjaga agar ventilasi berfungsi dengan baik, sirkulasi udara lancer sehingga lingkungan di dalam kandang tetap nyaman dan segar.

Keberhasilan pemeliharaan ayam sangat ditentukan keberhasilan perawatan pada masa brooding. Operator kandang yang merawat anak ayam (DOC/day old chick) dipastikan menginap dikandang sejak DOC datang sampe selesai masa brooding. Prosedur ini bertujuan membatasi aktivitas operator menghindari kontak dengan sumber penularan dari luar yang beresiko tersebar ke dalam peternakan terutama pada DOC dan ayam muda yang masih sangat rentan penyakit.

Apabila selama perawatan ditemukan ada individu ayam menunjukan gejala sakit segera dipisahkan dari kelompok yang sehat, kemudian dikumpulkan dalam sangkar seleksi atau brooding khusus agar tidak menular pada kelompok populasi ayam yang sehat, lalu dilakukan perawatan intensif dan pengobatan sampe dinyatakan sembuh.

Sementara lockdown pada peternakan unggas sudah diterapkan sejak ayam dari DOC. Ayam yang baru menetas ditempatkan ke dalam boks kardus masing-masing berisi 100 ekor dan ektra dua ekor. Sesampainya di kandang, DOC kemudian di tebar terbagi menjadi beberapa klaster brooding yang dikelilingi pembatas plat seng setinggi 40 cm dengan kapasitas 1.200-1.500 ekor/klaster. Pembagian wilayah tersebut bertujuan agar perawatan ayam lebih intensif, mempermudah pelaksanaan program pengendalian penyakit menular dan monitoring kondisi status kesehatan unggas setiap hari.

Pada ayam broiler, masa lockdown pada umumnya berakhir setelah28 hari ketika ayam mencapai bobot 1,5 kg/ekor. Tetapi dalam kondisi darurat aturan bisa dipercepat menjadi 23 hari saja terkait order dengan harga menggiurkan, atau sengaja dipanen mempercepat periode berikutnya (potong siklus) akibat harga panen tidak menguntungkan.

Peternak mandiri dengan modal kuat sebagian memilih masa lockdown lebih dari 30 hari agar bisa menghasilkan ayam dengan bobot lebih besar, yakni 1,8-2 kg/ekor. Dalam kondisi normal perlakuan lockdown broiler pada setiap lokasi peternakan dilakukan serempak. Tanggal masuk DOC, umur dan panennya relatif serempak, all in all out, dengan tujuan memutus rantai penyebaran penyakit, selesai tuntas disetiap siklus pemeliharaan, agar tidak terjadi infeksi berulang (re-emerging disease), sehingga ayam terjaga tetap sehat dan mampu tumbuh cepat pada setiap periode pemeliharaan.

Selain peternakan ayam ras, peternakan ayam kampung juga melakukan lockdown meskipun dengan jumlah populasi dalam setiap klaster relatif tidak sebanyak peternakan ayam ras broiler maupun layer.

Pada ayam kampung pedaging untuk mencapai bobot 0,9-1 kg dilakukan lockdown selama 70 hari. Tetapi pada daerah tertentu seperti di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) cukup 40 hari saja untuk alasan konsumsi. Apabila diperlukan bobot lebih dari 1 kg, lockdown diperpanjang menyesuaikan kebutuhan. Konsekuensi dari perpanjangan masa lockdown adalah pertambahan biaya perawatan dan pengadaan pakan.

Pada peternakan ayam ras petelur modern, DOC yang datang biasa ditempatkan dalam kandang model sangkar kawat berisi 20 ekor setiap klaster cages. Setelah dirawat selama enam minggu, ayam dipindahkan ke kandang grower dengan tetap ter-lockdown dan terbagi ke dalam beberapa kandang sesuai kapasitasnya.

Pada umur 12 minggu, ayam boleh dipindahkan pada klaster kandang yang setiap kandangnya berisi ayam petelur dewasa. Prosedur lockdown pada ayam jenis petelur dilakukan selama 90 minggu atau kurang lebih 20 bulan. Perpanjangan masa lockdown dilakukan saat harga telur membaik, bisa diperpendek apabila produksi kurang bagus atau harga tidak menguntungkan.

Penerapan prosedur social distancing dan lockdown pada peternakan unggas, baik ayam kampung, broiler, jantan pedaging, layer komersil maupun layer breeder, harus diikuti ketersediaan fasilitas peralatan yang memadai, jaminan suplai pakan, air minum yang bersih, sarana kesehatan, lingkungan hidup yang nyaman dan terjaga aman. ***

Oleh: 
Drh Baskoro Tri Caroko
Poultry Tehnical Consultant

TELUR INFERTIL BEREDAR, IZIN USAHA BUDIDAYA AYAM PETELUR HARUS MILIKI NKV


Kementan perketat peredaran telur melalui sertifikasi NKV (Foto: Ist)

Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat peredaran telur melalui sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Hal ini menyusul peredaran telur infertil.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita mengatakan, telur infertil dari breeding farm memiliki potensi risiko kesehatan bagi masyarakat apabila dikonsumsi.

Hal ini karena adanya residu fumigasi dari formaldehid dan ikut terkonsumsi serta masuk dalam saluran pencernaan manusia.

"Sertifikat NKV adalah sertifikat sebagai bukti tertulis yang sah, telah dipenuhinya persyaratan higiene dan sanitasi sebagai jaminan keamanan produk hewan pada unit usaha produk," jelas Ketut dalam siaran resmi, Minggu (14/6/2020).

Ketut mengatakan, NKV wajib dimiliki oleh semua unit usaha produk hewan termasuk unit usaha budidaya ayam petelur dan unit usaha pengumpulan, pengemasan dan pelabelan telur konsumsi. Hal ini sesuai dengan Permentan No. 11 Tahun 2020 tentang Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner pada unit usaha produk hewan.

Menurut Ketut, aturan ini sangat tegas dengan menerapkan sejumlah sanksi bagi pelanggar. Adapun sanksi bagi unit usaha yang tidak mengajukan sertifikasi NKV atau unit usaha yang belum memenuhi persyaratan teknis (dalam pembinaan maksimal 5 tahun) mulai dari sanksi administrasi berupa peringatan tertulis dan atau penghentian sementara dari kegiatan produksi hingga pencabutan izin usaha.

"Setiap produk hewan yang diedarkan untuk konsumsi, wajib berasal dari unit usaha yang memiliki NKV. Kami semua memahami bahwa persyaratan NKV adalah persyaratan yang ideal yang harus dipenuhi oleh produsen telur untuk menjamin bahwa telur tersebut aman di konsumsi oleh publik," ungkap Ketut.

Lebih lanjut ditegaskan Ketut, pihaknya memastikan sejauh ini ia berupaya untuk mendorong publik lebih peduli bersama dengan stakeholder, agar petani ternak bisa memperhatikan prinsip-prinsip keamanan (biosecurity dan biosafety) dalam beternak. Untuk itu, penegakan persyaratan NKV ini akan dilaksanakan secara bertahap dan memiliki skala prioritas.

Dalam hal ini diprioritaskan terlebih dahulu terhadap produsen telur, unit usaha atau perusahaan telur yang berskala bisnis dan melayani kebutuhan telur untuk publik.

"Konsumen diharapkan cerdas, tidak tergiur dengan harga yang murah. Belilah telur yang memang diperuntukan untuk konsumsi dan berlabel NKV, karena telah dijamin keamanan dan kualitasnya oleh pemerintah," tutur Ketut.

Sebagai informasi, telur infertil bersumber dari ayam ras petelur atau layer komersial hasil budidaya, bukan pembibitan (dalam pemeliharaannya tidak dicampur dengan pejantan) atau telah lazim disebut telur konsumsi.

Telur infertil mamiliki ciri warna cangkang atau kerabang telur berwarna coklat. Warna kerabang sendiri dipengaruhi deposit pigmen induk selama proses pembentukan telur dan ditentukan oleh genetik ayam. Namun, pembentukan warna kerabang telur tidak ditentukan oleh asupan pakan dan tidak berkaitan dengan nilai gizi telur. (Sumber: kompas.com)


INI ATURAN KEMENTAN TENTANG PELAKSANAAN KURBAN SAAT PANDEMI

Kementan terbitkan SE pelaksanaan kurban di tengah pandemi COVID-19. (Foto: Infovet/Ridwan)

Sehubungan dengan pelaksanaan pemotongan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1441 H yang jatuh pada Juli 2020, pemerintah berupaya menyesuaikan pelaksanaan kurban karena Indonesia masih dilanda pandemi COVID-19.

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian (Kementan), mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Nonalam COVID-19. Kegiatan kurban meliputi penjualan dan pemotongan hewan perlu dilakukan penyesuaian terhadap prosedur kenormalan baru. 

“SE ini sebagai petunjuk pelaksanaan kegiatan kurban menyesuaikan penerapan kenormalan baru. Diharapkan kegiatan pelaksanaan kurban di tengah pandemi COVID-19 tetap berjalan optimal dengan mempertimbangkan aspek pencegahan dari penyebaran COVID-19,” ujar Dirjen PKH, Drh I Ketut Diarmita, di Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Surat yang ditujukan kepada gubernur, bupati dan wali kota ini menegaskan langkah-langkah pencegahan potensi penularan COVID-19 di tempat penjualan dan pemotongan hewan kurban, diantaranya menjaga jarak dan menghindari perpindahan orang antar wilayah pada saat kegiatan kurban.

“Memperhatikan juga status wilayah tempat kegiatan kurban serta edukasi soal bahayanya COVID-19 dan bagaimana cara penularannya,” ucapnya.

Sementara Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Drh Syamsul Ma`arif, menyebutkan bahwa surat ini akan memberikan rekomendasi dalam kegiatan penjualan dan pemotongan hewan kurban.

Dalam kegiatan penjualan hewan kurban, Syamsul menegaskan harus memenuhi syarat seperti jaga jarak fisik, penerapan kebersihan personal, kebersihan tempat dan pemeriksaan kesehatan.

“Penjualan hewan kurban juga harus dilakukan di tempat yang telah mendapat izin dari kepala daerah setempat,” tegas Syamsul.

Selain itu, penjualan hewan kurban juga harus melibatkan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), atau organisasi dan lembaga amil zakat.

"Hal ini untuk membantu pengaturan tata cara penjualan yang meliputi pembatasan waktu, tempat penjualan dan penempatan fasilitas alat kebersihan," ucap dia.

Kemudian, penjual hewan kurban juga harus dilengkapi alat pelindung diri (APD) minimal masker, lengan panjang dan sarung tangan sekali pakai. Dan setiap orang yang masuk ke tempat penjualan harus mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer. Bagi penjual yang berasal dari luar wilayah harus dalam kondisi sehat dengan melampirkan surat keterangan sehat dari puskesmas atau rumah sakit.

“Setiap tempat penjualan juga wajib dilengkapi dengan pengukur suhu tubuh, tempat cuci tangan dengan air mengalir dan tempat pembuangan limbah kotoran hewan yang aman,” kata Syamsul.

Ia juga menambahkan bahwa setiap orang diimbau untuk menghindari jabat tangan atau bersentuhan langsung, menggunakan atau membawa barang pribadi seperti perlengkapan salat maupun perlengkapan makan.

"Adapun setelah pulang dari tempat kurban, juga diwajibkan mandi dan membersihkan diri," tambahnya.

Sementara untuk kegiatan pemotongan hewan kurban yaitu tetap menerapkan protokol kesehatan berupa jaga jarak, jaga kebersihan dan menggunakan masker atau face shield.

“Para petugas pemotongan hewan perlu diedukasi tentang cara penyebaran COVID-19, seperti hindari memegang muka, mulut, hidung dan mata. Jumlah petugas dalam satu ruangan juga perlu diatur agar bisa menerapkan jaga jarak,” terang Syamsul.

Petugas pemotongan hewan kurban juga diimbau tidak merokok, meludah dan memperhatikan etika bersin serta batuk selama pemotongan kurban.

“Petugas pemotongan hewan kurban juga diharuskan berasal dari lingkungan atau satu wilayah dengan tempat pemotongan hewan dan tidak sedang masa karantina mandiri,” pungkasnya. (INF)

HARI KEAMANAN PANGAN SEDUNIA: SETIAP ORANG HARUS PASTIKAN TERSEDIANYA MAKANAN YANG AMAN

Susu, pangan asal hewan yang harus terjamin keamanannya
Tepat pada tanggal 7 Juni yang lalu, dunia memperingati Hari Keamanan Pangan Sedunia bersamaan dengan pandemi COVID-19, saat orang harus memberikan perhatian ekstra pada keamanan pangan mereka.  Pandemi telah meningkatkan kesadaran tentang perlunya kebersihan diri, seperti sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir untuk menghindari penularan virus, juga mengingatkan semua orang bahwa praktik kebersihan yang baik selalu diperlukan dalam mempersiapkan makanan.

Selain itu, Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) menghimbau semua negara untuk bersungguh-sungguh melanjutkan upaya meningkatkan keamanan pangan di sepanjang sistem rantai pertanian dan pangan.

"Perayaan tahun ini didedikasikan untuk semua orang yang telah memastikan bahwa pandemi tidak mengganggu rantai pasokan pangan, sehingga pangan yang aman tetap tersedia. Untuk itu diperlukan partisipasi dari para pekerja atau petani di lahan pertanian hingga mereka yang ada di supermarket dan semua orang yang menyiapkan makanan untuk orang lain dan diri mereka sendiri.  Setiap orang memiliki peran besar untuk memastikan makanan yang kita konsumsi aman di sepanjang rantai pangan, dari lahan  sampai ke meja makan "kata Stephen Rudgard, Kepala Perwakilan FAO di Indonesia.

Dengan tema "Keamanan Pangan, Tanggung Jawab Semua Orang", FAO dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) mempromosikan kesadaran keamanan pangan global dan menyerukan kepada negara dan para pembuat keputusan, sektor swasta , masyarakat sipil, organisasi PBB, dan masyarakat umum untuk meningkatkan peran dalam memastikan keamanan pangan.

FAO akan bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan keamanan pangan melalui  koordinasi yang lebih baik dengan otoritas yang bertanggung jawab atas keamanan pangan, mengembangkan kerangka kerja peraturan yang kuat, dan membantu dalam penerapan praktik yang baik di dalam rantai pangan, dari produsen hingga konsumen.

FAO bekerja dengan pemerintah, industri, petani, pelaku rantai pangan, dan LSM untuk memastikan makanan yang aman tersedia bagi konsumen dan meningkatkan perdagangan pada komoditas pertanian. (INF)

RUSIA INGIN MENGURANGI KETERGANTUNGAN IMPOR BREEDING STOCK

Foto: ilustrasi

Rusia harus secara bertahap mulai mengurangi ketergantungannya pada impor breeding stock, kata wakil Perdana Menteri Rusia Victoria Abramchenko baru-baru ini. Untuk mewujudkannya, sebuah program baru yang berjudul ' Establishing a national competitive meat chicken crossbreed for growing broilers ', dicanangkan.

“Prioritas utama kami adalah menjamin ketahanan pangan di sektor pertanian utama. Memenuhi permintaan produsen kami dengan benih dan bibit adalah bagian penting dari pekerjaan itu, ”jelas Abramchenko.

“Sayangnya kami melihat ketergantungan impor yang kuat di bidang ini. Sebagai contoh, dalam industri ayam pedaging, kami mengimpor sekitar 98% dari breeding stock, sementara swasembada negara ini pada daging broiler adalah 100%, ”tambah Abramchenko.

Pemerintah Rusia juga telah menetapkan target untuk meningkatkan basis teknologi di industri. Perusahaan-perusahaan yang mengerjakan new crossbreeds memenuhi syarat menerima subsidi untuk modernisasi inkubasi, membesarkan dan memelihara unggas seperti memberi makan, mendiagnosis, dan mencegah penyakit.

Dalam anggaran federal, sekitar Rub 4,4 miliar ($ 80 juta) diperuntukkan untuk mengembangkan breeding stock selama periode 5 tahun.

Sampai tahun 2025 tujuannya adalah untuk mendapatkan setidaknya 15% swasembada pada crossbreeds. Dalam beberapa tahun mendatang, breed yang digunakan akan menjadi crossbreed baru Rusia, Smena 9.

Breeding farm Smena mengumumkan bahwa mereka telah mulai menguji Smena 9 di 2 breeding farm di Chelyabinsk  Oblast pada bulan April 2020. Perusahaan berencana untuk mendaftarkan crossbreed baru pada paruh kedua tahun 2020 untuk mendapatkan persetujuan pemerintah untuk komersialisasi.

Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah Rusia telah berulang kali mengangkat kekhawatiran tentang ketergantungan impor industri unggas Rusia pada croosbreed. Menurut pemerintah, bahkan dengan tingkat swasembada yang tinggi pada daging dan telur broiler, negara ini tidak memiliki keamanan pangan yang nyata.

Pemerintah khawatir bahwa kemungkinan sanksi yang mempengaruhi impor crossbreed dapat mendorong industri unggas Rusia ke ujung kehancuran. (Sumber: poultryworld.net)

KEPEDULIAN BPTUHPT SIBORONGBORONG TERHADAP DAMPAK COVID-19

Penyerahan bantuan berupa logistik oleh Kepala BPTUHPT Siborongborong

Senin (08/06) yang lalu Balai Penelitian Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Siborongborong kembali menyerahkan bantuan solidaritas KORPRI dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat menghadapi Pandemi Covid-19. Pada kesempatan kali ini bantuan diserahkan kepada Panti Karya Hephata yang berlokasi di Kec. Laguboti, Kab. Toba Samosir, Prov. Sumatera Utara. Bantuan yang diserahkan yakni berupa bahan makanan sehari - hari seperti beras, mie instan, dan keperluan Sembako lainnya. 

Panti Karya Hephata merupakan Panti yang berdiri sejak tahun 1923 yang khusus melayani para difabel dengan segala jenis difabilitasnya (tuna netra, tuna rungu-wicara, tuna grahita, tuna daksa dan tunaganda) dari usia anak sampai usia tua. Mereka diberikan pembinaan, pendidikan dan keterampilan sehingga siap berkarya di tengah masyarakat.

Kepala BPTUHPT Siborongborong Drh I.GN.A Wisnu Adi Saputra mengatakan bahwa ditengah Pandemi Covid-19, bantuan solidaritas ini sangat terasa manfaatnya untuk Panti Karya Hephata, karena berkurangnya bantuan dari para donatur untuk menunjang operasional panti.

"Kita juga harus mengingat saudara - saudara kita yang difabel, mereka juga membutuhkan uluran tangan kita, oleh karenanya kami kesini dengan maksud dan tujuan yang baik mudah - mudahan ini bisa sedikit meringkankan beban mereka," kata Wisnu.

Menariknya, salah satu keterampilan yang diajarkan di panti adalah tentang pertainan dan peternakan. Walapun memiliki difabilitas dari segi fisik, para penghuni panti masih tetap bersemangat dalam berkarya, baik di bidang keterampilan kerajinan, bahkan pertanian maupun peternakan yang di kembangkan di dalam area panti. (INF)

ATUR VENTILASI AGAR TERHINDAR DARI PENYAKIT

Tirai dalam kandang ternak broiler. (Foto: Ist)

Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil akhir produksi ayam broiler adalah beban panas yang tinggi (heat stress). Hal ini terjadi karena ayam broiler merupakan tipe ayam pedaging yang pada prinsipnya adalah penumpuk lemak di dalam tubuh dalam jumlah besar pada masa produksi akhir (panen). Salah satu penyakit akibat iklim yang ekstrem yakni heat stress. Pada umumnya heat stress terjadi karena penumpukan lemak menjadi penghambat pembuangan panas yang dibentuk oleh tubuh, sedangkan ayam broiler juga mendapat panas tubuh dari hasil metabolisme dan aktivitas lingkungan sekitar.

Aktivitas yang menyebabkan terjadinya panas lingkungan dipengaruhi oleh temperatur, kelembapan dan sirkulasi udara. Ketiga faktor tersebut merupakan elemen penting yang mempengaruhi produksi ayam broiler. Karena ketiga faktor tersebut berperan dalam proses terbentuknya kenyaman pada ayam, dimana akan meghasilkan produksi yang maksimal atau bahkan sebagai predisposisi timbulnya suatu penyakit pencernaan (Colibacillosis) dan pernapasan (CRD/Chronic Respiratory Disease) atau bahkan keduanya (CRD kompleks).

Atur Ventilasi  
Salah satu bentuk upaya yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi heat stress yang muncul akibat ketiga faktor tersebut adalah manajemen ventilasi. Ventilasi merupakan pergerakan udara yang memungkinkan terjadinya pertukaran antara udara di dalam dan di luar kandang. Dengan manajemen ventilasi yang baik, maka angka temperatur, kelembapan dan sirkulasi udara dapat diatur agar kondisi nyaman ayam dapat dicapai. Dalam sistem kandang terbuka, cara meciptakan pergerakan udara di dalam kandang dapat dilakukan dengan pemberian kipas angin, penerapan sistem buka-tutup tirai kandang, serta pembuatan model kandang monitor.

Manajemen brooding pada sistem pemeliharaan ayam broiler merupakan langkah awal yang sangat menentukan keberhasilan pemeliharaan hingga satu periode ke depan. Karena di masa ini, DOC akan mengalami pertambahan jumlah sel (hiperplasia) terutama otot. Oleh karena itu, kondisi di dalam kandang harus sangat mendukung. Dimulai dari suhu ideal, kelembapan yang tepat, serta kualitas oksigen yang memadai untuk proses perkembangan.
 Kebanyakan peternak melupakan faktor terakhir tersebut, peternak cenderung lebih memperhatikan suhu dan kelembapan saja. Sehingga tidak jarang pada umur 7-10 hari tirai masih tertutup. Hal ini diperkuat oleh fakta yang didapat dari Technical Support PT Gold Coin Indonesia, Drh Rizqy Arief Ginanjar.

“Kenyataan yang terjadi ketika tirai masih ditutup, akan mengakibatkan sirkulasi udara di dalam kandang minimal, bahkan tidak terjadi. Sehingga kelembapan dan amonia di dalam kandang tidak bisa terkontrol. Dengan angka kelembapan dan amonia yang tinggi di dalam kandang akan memicu terjadinya penyakit,” ujar Rizqy. 

Lebih lanjut, manajemen tirai yang baik harus mulai diperhatikan ketika masa brooding. Tirai yang digunakan harus menggunakan metode double screen guard (tirai luar-dalam). Aplikasinya adalah dengan menggunakan dua buah tirai, satu untuk di dalam kandang dan satu lagi untuk di luar kandang. Pada saat DOC chick-in hingga umur tiga hari, tirai dalam masih dapat ditutup rapat agar panas di dalam brooder tercapai.

Ketika memasuki umur empat hingga tujuh hari, tirai luar pada siang hari sudah harus mulai dibuka disertai dengan pelebaran dari sekat (chick guard). Tirai dibuka ±10-20cm yang bertujuan agar terjadi pertukaran udara oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2). Sedangkan untuk tirai dalam masih dipertimbangkan untuk ditutup, namun juga melihat kondisi ayam.

Ketika malam, tirai masih harus ditutup agar ayam tidak terkena cold shock. Pada umur 7-10 hari dengan asumsi pertumbuhan bobot badan yang makin berkembang, maka tirai dan pelebaran sekat juga harus mengikuti. Tirai luar pada siang hari diturunkan ¼ dari tinggi kandang (±40-50 cm), sedangkan untuk tirai dalam sudah bisa mulai dilepas. Pada malam hari tirai dapat ditutup kembali.

Pada umur 10-14 hari, tirai luar pada siang hari sudah dapat dibuka ½ tiang kandang dan pada malam hari tirai dapat dibuka ¼ tiang kandang. Pada umur 15-20 hari, tirai luar pada siang hari sudah dapat dibuka seluruhnya, namun pada malam hari tirai masih ditutup untuk antisipasi stres akibat cuaca dingin. Pada umur 21 hari hngga panen tirai sudah dapat dibuka seluruhnya baik pada siang hari maupun malam hari. Namun masih dengan pertimbangan kondisi cuaca, adakalanya dinaikan (ketika hujan atau angin besar).


Pengaturan Tirai Kandang

Umur
Kondisi Tirai
Keterangan
Luar
Dalam
Siang
Malam
Siang
Malam
1-2
Tutup
Tutup
Tutup
Tutup
* lihat kondisi cuaca
3-6
Buka ¼
Tutup
Buka ½ 
Tutup
7-10
Buka ¼
Tutup
Buka
Buka ½
11-14
Buka ½
Buka ¼ *
Buka
Buka
15-20
Buka*
Buka ½ *
Buka
Buka
21-panen
Buka
Buka *
Buka
Buka

Disamping manajemen tirai, faktor sirkulsi udara juga dapat dibantu dengan penambahan kipas angin dan pembuatan kandang monitor. Pemberian kipas angin sering dipasang di dalam kandang yang memiliki alas litter. Tujuan pemberian kipas angin adalah untuk mempercepat perpindahan udara di dalam kandang. Jenis kipas angin yang digunakan adalah kipas angin pendorong (blower fan) dengan berbagai ukuran 24”, 36” dan 42”. Kipas angin dapat ditempatkan pada ketinggian 50-100 cm dari lantai.

Di daerah tropis jenis kandang tipe terbuka yang memiliki konstruksi panggung diharapkan memiliki atap yang berbentuk monitor. Karena cuaca pada wilayah tropis sangat mempengaruhi dalam tata laksana manajemen ventilasi. Selain dengan manajemen buka-tutup tirai, pembuatan kandang jenis panggung dan atap monitor pada kandang terbuka sangat membantu dalam proses pertukaran oksigen dan karbondioksida atau bahkan pembuangan senyawa berbahya H2S serta NH3. 

Salah satu peternak yang sudah mengaplikasikan manajemen ventilasi adalah Suhardi. Menurutnya, ditengah iklim dan cuaca ekstrem seperti saat ini manajemen ventilasi yang baik akan menunjang performa apalagi jika dibarengi dengan pemeliharaan yang baik.
“Saya selalu rutin dalam mengatur ventilasi, karena saya kurang biaya untuk bikin closed house jadi mau tidak mau saya harus bisa mengatur ventilasi. Paling sebagai tambahan saya sedikit rajin semprot desinfektan, sama memisahkan ayam yang mati. Biar enggak nular penyakitnya,” kata Suhardi.

Pengaturan ventilasi ini, lanjut dia, sangatlah penting. Hal buruk pernah menimpa Suhardi dikala anak kandangnya lupa melakukan maintenance buka-tutup tirai. “Pernah cuaca lagi panas-panasnya lupa buka tirai, ayam malah mati kepanasan semua, mana baru chick-in. Peristiwa seperti ini sudah jadi makanan sehari-hari, makanya saya rutin mengatur ventilasi, supaya ayam tetap oke performanya,” tandasnya. (CR)

PRODUSEN UNGGAS TERKEMUKA DENMARK BERALIH KE AYAM SLOWER GROWING DEMI ANIMAL WELFARE

Foto: ilustrasi

Danpo, salah satu produsen unggas terkemuka di Denmark beralih ke peternakan ayam broiler yang tumbuh lebih lambat (slower growing).

Mereka akan menghentikan penggunaan jenis ayam fast growing Ross 308 dan menggantinya dengan ayam slower growing Ranger Gold.

Danpo, yang merupakan bagian dari Scandi Standard yang terdaftar di Bursa Efek Stockholm, memiliki 85 peternak di Funen dan Jutland yang memproduksi hampir 50 juta unggas per tahun. Mereka bangga dengan produksi dagingnya yang bebas salmonella. Perusahaan ini mengatakan akan menghapus Ross 308 pada akhir 2021.

CEO Mark Juel Hemmingsen mengatakan, “Danpo ingin membuat dampak positif pada kesejahteraan hewan di industri ini. Danpo harus kompetitif di masa depan. Karena itu, saya sangat senang bahwa beberapa perusahaan dan konsumen bergabung dalam perjalanan kami untuk kesejahteraan hewan yang lebih baik.”

Langkah itu mengikuti pengumuman Lidl Denmark pada bulan Februari bahwa mereka akan menjadi pengecer pertama di Denmark yang menghapus Ross 308 dari rantai pasokannya. Produksi bibit broiler yang tumbuh lebih lambat adalah salah satu masalah utama yang disoroti dalam Komitmen Ayam Eropa, yang telah memenangkan dukungan dari berbagai perusahaan seperti Marks and Spencer dan KFC.

Retailer Belanda mulai beralih ke breed yang slower growing pada 2014 dan sekarang sekitar 40% unggas yang dijual berasal dari sektor ini. Ada juga pasar yang berkembang di Perancis dan Inggris.

Connor Jackson, CEO Open Cages UK, mengatakan memindahkan pasar broiler dari ayam fast growing ke ayam slower growing adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan ayam. “Beberapa tahun yang lalu berbagai perusahaan mulai menghapuskan cage eggs. Sekarang kita melihat perkembangan yang sama dengan ras ayam fast growing. Ini adalah bukti terobosan yang sangat unik untuk kesejahteraan hewan di Eropa. "

Juru kampanye kesejahteraan hewan mengatakan sifat berkembang biak yang cepat seperti Ross 308 dapat menyebabkan ketimpangan, masalah pernapasan, dan kegagalan organ. Ross 308 masih merupakan breed paling populer di dunia dan, menurut perusahaan breeding Aviagen, disukai oleh pelanggannya karena tingkat pertumbuhan yang cepat, efisiensi pakan, dan performa yang konsisten. (Sumber: poultryworld.net)

GITA ORGANIZER AKAN KEMBALI GELAR SEMINAR ONLINE PANDEMI VS BIOSEKURITI PADA PETERNAKAN UNGGAS


GITA ORGANIZER kembali mengadakan Seminar Biosekuriti angkatan ke 2: PANDEMI VS BIOSEKURITI (PADA PETERNAKAN UNGGAS).

Pembicara: Alfred Kompudu, S.Pt, MM (Implementasi biosekuriti 3 zona di peternakan unggas). Drh. Baskoro Tri Caroko (Desinfeksi yang tepat untuk peternakan).

Waktu: Kamis 18 Juni 2020, pukul 10.00 hingga 12.00.

Pendaftaran: Mariyam 087778296375, Aida 081806597525. Format: Nma#Perusahaan/Instansi/Kampus/Umum#No HP#Email atau email ke marketinggita2018@gmail.com.

Biaya Rp 100.000/orang (umum), atau Rp 50.000/orang (mahasiswa/dosen). Transfer ke rek PT Gallus Indonesia Utama BCA 7330301681 KCP Cilandak KKO 1. Bukti transfer mohon di WA ke 081806597525 (Aida).

Peserta mendapat softcopy materi dan E Certificate.

COVID-19 MEMAKSA KANADA MENGURANGI PRODUKSI UNGGAS


Produsen ayam Kanada memangkas produksi lebih dari 50.000 metrik ton untuk menyeimbangkan pasar akibat permintaan turun setelah Covid-19. Selanjutnya, kurva impor daging ayam diperkirakan relatif datar pada tahun 2020.

Harga grosir telah menurun setelah anjloknya permintaan daging ayam akibat dari penutupan sektor jasa makanan.

Sementara permintaan di sektor ritel hanya meningkat dalam jumlah kecil. Harga grosir pada akhir April 2020 untuk ayam utuh turun 20%, sayap dan dada ayam 30%, dan paha 45%.

Pertumbuhan moderat diharapkan terjadi pada industri ayam Kanada tahun 2020 ini, meskipun mengingat situasi saat ini, FAS/Ottawa memperkirakan produksi daging ayam tahunan sebesar 1,315 juta metrik ton, yang merupakan penurunan 1% dari 2019.

Pengurangan volume target produksi daging ayam untuk siklus mulai Mei 2020 dicapai terutama dengan menempatkan lebih sedikit telur ayam broiler di hatchery. Selama pandemi, beberapa pabrik unggas terkena dampak kasus Covid-19 dan beberapa pabrik mengalami penutupan sementara.

Harga grosir telah membaik meskipun belum sepenuhnya pulih ke tingkat pra-pandemi. Permintaan daging ayam telah meningkat, sebagian, dengan dimulainya musim barbekyu di musim panas. (Sumber: poultryworld.net)

GORONTALO DIGUNCANG ANTHRAX, KEMENTAN BERTINDAK

Tim gabungan yang turun ke lapang untuk melakukan reaksi cepat terhadap anthrax 

Berita mengejutkan datang dari Kabupaten Gorontalo dimana sejumlah sapi milik warga di Desa Daenaa, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, mengalami kematian mendadak dan diduga terinfeksi anthrax. Kasus tersebut ditindaklanjuti Kementerian Pertanian dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo, melakukan investigasi, mengambil sampel untuk diteliti di laboratorium, serta memastikan ketersediaan stok obat dan vaksin.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita di Jakarta, Senin (8/6).

"Petugas kesehatan hewan sudah turun ke lapang melakukan investigasi kasus dan pengambilan sampel untuk konfirmasi laboratorium di BBVet Maros," katanya.

Ia juga memastikan bahwa pengobatan untuk hewan yang sakit sudah dilakukan, disertai dengan sosialisasi tentang penyakit Anthrax bagi masyarakat sekitar kasus.

"Dua minggu setelah pengobatan selesai, akan dilakukan vaksinasi di wilayah tersebut," tambahnya.

Ia juga memastikan bahwa stok obat berupa antibiotik dan vitamin, serta vaksin di Gorontalo masih mencukupi untuk memastikan penanganan kasus di wilayah tertular dan sekitarnya.

"Tahun ini kita siapkan stok vaksin sebanyak 15.000 dosis dan operasionalnya untuk Gorontalo," tutur Ketut.

Sebelumnya diinformasikan bahwa ada kasus suspek Anthrax di Desa Daenaa, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. Dugaan kasus Anthrax ini diketahui setelah ada laporan kasus Anthrax jenis kulit pada delapan orang penduduk yang diduga memotong paksa sapi sakit dan kemudian mengonsumsi dagingnya. Anthrax merupakan salah satu penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia (zoonosis).

"Kami sudah koordinasikan juga dengan Kemenkes, untuk memastikan penanganan terintegrasi kasus ini dengan pendekatan one health," ungkap Ketut.

Di tempat terpisah, saat diminta keterangan terkait kasus, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi membenarkan adanya laporan dugaan kasus Anthrax kulit tersebut. Menurutnya pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemda untuk melakukan penyelidikan epidemiologi dan penanganan kasus secara terpadu antara unsur kesehatan dan kesehatan hewan.

Ia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat tentang bahaya Anthrax ini, serta menghimbau agar masyarakat tidak memotong hewan yang sakit dan kemudian mengkonsumsi dagingnya. Nadia menyebutkan bahwa penduduk yang menunjukan gejala Anthrax kulit telah ditangani oleh Puskesmas.

Hal senada disampaikan oleh Direktur Kesehatan Hewan, Kementan, Fadjar Sumping Tjatur Rasa. Menurutnya risiko terbesar penularan Anthrax di Indonesia adalah melalui pergerakan dan pemindahan hewan tertular serta ketika ada hewan sakit yang dipotong dan kemudian dagingnya dijual atau dibagikan untuk konsumsi.

"Kita selalu sampaikan kepada masyarakat agar segera melaporkan setiap kasus hewan sakit kepada petugas untuk ditangani, dan meminta mereka agar tidak memotong hewan sakit dan tidak mengkonsumsi dagingnya bahkan tdk melukai hewan yang mati akibat anthrax tegas Fadjar.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari salah satu petugas Dinas Peternakan Provinsi Gorontalo, diketahui bahwa lokasi kasus, yakni di Desa Daenaa sebelumnya tidak pernah dilaporkan ada kasus Anthrax sehingga tidak ada pelaksanaan vaksinasi di wilayah tersebut sebelumnya.

Diduga kasus Anthrax yang terjadi karena adanya pemasukan ternak baru dari luar wilayah. Hal ini diperkuat dengan informasi bahwa pada tanggal 9 Mei 2020, salah satu peternak ada yang membeli sapi indukan dan anakan sebanyak dua ekor di Pasar Bongomeme Kabupaten Gorontalo, yang merupakan daerah endemis Anthrax. (CR)

KEMENTAN: KONTRIBUSI MASYARAKAT DALAM KEAMANAN PANGAN PERLU

Pangan segar khususnya pangan asal hewan memiliki nilai dan kualitas yang tinggi bagi kemaslahatan manusia. (Foto: Ist)

Menyambut perayaan Hari Keamanan Pangan Dunia (World Food Safety Day) kedua yang jatuh pada 7 Juni 2020, pemerintah mengajak semua pihak termasuk masyarakat luas untuk berkontribusi dan mengambil sikap dalam menjamin ketersediaan pangan yang aman, sehat dan bergizi.

“Saat ini kita sedang dihadapkan pada upaya pemulihan pasca pandemi COVID-19 dan potensi kerawanan ketersediaan pangan yang sangat mungkin terjadi, seiring dengan kondisi yang menekan penurunan produktivitas usaha penyediaan pangan. Oleh karena itu, kami mengajak agar semua pihak dapat ikut bertindak, karena urusan pangan adalah urusan bersama dan semua bisa berkontribusi,” ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita dalam siaran persnya, Minggu (7/6).

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pangan segar khususnya pangan asal hewan memiliki nilai dan kualitas yang tinggi bagi kemaslahatan manusia, karena mengandung protein hewani dibutuhkan dan bermanfaat bagi tubuh, serta berperan mencerdaskan anak bangsa.

Akan tetapi, disisi lain pangan segar asal hewan memiliki karakteristik mudah rusak (perishable food) dan berpotensi membahayakan (potentially hazardous). Untuk itu, Undang-undang mengatur aspek mulai dari pengawasan, pemeriksaan, pengujian, standardisasi, sertifikasi dan registrasi produk dan unit usaha sejak produk pangan asal hewan diproduksi sampai siap dikonsumsi. Selain itu, juga memastikan produk pangan asal hewan memenuhi kriteria aman, sehat, utuh dan Halal (ASUH).

Dalam kesempatan ini, Ketut menghimbau agar masyarakat lebih cerdas dan bijak dalam memilih pangan asal hewan, tidak tergiur dengan produk murah dan membeli ditempat resmi dan terdaftar sesuai aturan, serta tidak mudah percaya dan meyakini informasi hoaks.

Sementara Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, turut menyampaikan, “Pemerintah berperan memastikan pangan yang aman dan berkualitas. Petani dan peternak memastikan penerapan cara bertani/beternak yang baik, pelaku usaha pengolahan pangan menjamin proses secara aman dan masyarakat memastikan terpenuhi haknya dalam memperoleh pangan yang aman, sehat dan bergizi, dengan perannya dalam memilih, menangani dan mengolah pangan dengan benar.”

Sedangkan Direktur Kesmavet, Ditjen PKH, Syamsul Maarif, menjelaskan bahwa pihaknya bersama pemerintah daerah telah mensertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) terhadap unit usaha produk hewan sebanyak 2.634 unit, serta melakukan monitoring dan pengawasan. Hasilnya memperlihatkan tren penurunan tingkat produk hewan yang sub-standar dalam lima tahun terakhir (angka rata-rata di 2019 sekitar 20% produk hewan yang sub-standar masih beredar).

“Laporan tingkat keamanan produk hewan tersebut sejalan dengan target yang ditetapkan secara Nasional yang tertuang dalam Rencana Kerja Jangka Menengah Presiden yang menetapkan angka pemenuhan persyaratan pangan segar tidak boleh kurang dari 85%,” jelas Syamsul. (INF)

STRATEGI INDUSTRI PAKAN TINGKATKAN EFISIENSI OPERASIONAL DI TENGAH PANDEMI

Jagung sebagai sumber bahan pakan ternak unggas. (Foto: Istimewa)

Menghadapi situasi pandemi COVID-19, industri pakan harus bisa menyesuaikan diri akibat adanya gangguan sistem rantai pasok bahan baku pakan, sementara di sisi lain telah terjadi penurunan permintaan pakan dari peternak sebanyak 30% dibandingkan pada kondisi normal. 

Menurut General Manager PT Charoen Pokphand Indonesia, Istiadi SPt MM, dalam sebuah acara pelatihan tentang sistem logistik pakan pada 4-5 Juni 2020, mengatakan bahwa di tengah situasi pandemi COVID-19, sangat diperlukan strategi operasional yang efisien, antara lain dengan melakukan langkah awal berupa menganalisis kembali jenis-jenis pakan yang terganggu penjualannya, apakah pakan broiler, layer, ayam bibit, babi dan sebagainya.

“Kemudian juga dilakukan analisis pada sistem logistik pengiriman produk pakan ke peternak jika terjadi gangguan dalam perjalanannya. Dan yang tidak kalah penting adalah penjagaan kualitas produk pakan yang dihasilkan. Hal ini perlu penekanan khusus demi menjaga kepuasan pelanggan,” ujar Istiadi.

Dalam kaitannya dengan logistik pakan ini, Istiadi menegaskan lima prinsip utama yang harus diperhatikan, yakni kualitas pakan tetap terjaga, jumlah barang tidak berkurang, tepat waktu pengiriman, kemasan tidak rusak, serta ongkos kirim yang kompetitif.

Selain itu, lanjut dia, efektivitas logistik pakan juga harus dikedepankan, misalnya dengan melakukan efisiensi pengurangan penggunaan bahan pakan tambahan untuk perlindungan pakan dari jamur, bakteri dan lain sebagainya.

“Misalnya formulasi tanpa harus menambahkan antimold, antibakteria dan sebagainya. Ini biasa dilakukan jika jangka waktu sebelum pemakaian relatif singkat dan risiko kontaminan rendah,” jelasnya. 

“Untuk bisa mengurangi jangka waktu biasanya forecast dan aktual pengiriman harus sesuai. Efisiensi logistik pakan lain yang bisa dilakukan yakni dari pemilihan kemasan yang dipakai. Biaya kemasan seiring dengan harga biji plastik, terlebih jika kemasan plastik nanti akan dikenai cukai plastik.”

Langkah efisiensi strategis ini perlu dilakukan, terlebih sumber bahan pakan di Indonesia berasal dari dua sumber, yakni dari impor dan lokal. Kecenderungan yang terjadi saat ini memang terdapat peningkatan pemakaian bahan baku lokal dari tahun ke tahun. Namun dengan adanya pandemi, maka terjadi berbagai kendala sistem rantai pasok, sehingga berbagai langkah antisipasi para pelaku industri harus dilakukan demi keberlangsungan industri pakan yang efisien. (IN)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer