-->

WAMENTAN APRESIASI INOVASI BIB LEMBANG DONGKRAK PRODUKSI TERNAK NASIONAL

Foto bersama saat kunjungan Wamentan Sudaryono ke BIB Lembang. (Foto: Istimewa)

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menekankan pentingnya peningkatan populasi ternak melalui inseminasi buatan (IB). Hal ini ia sampaikan saat meninjau kegiatan produksi benih ternak (semen beku) serta sarana dan prasarana di Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Jawa Barat (27/7/2024).

Dalam kunjungannya, Wamentan Sudaryono juga melihat berbagai bangsa sapi jantan yang telah dihasilkan Kementerian Pertanian (Kementan) dengan rataan bobot badan 800-1.200 kg.

“Kita memiliki cadangan semen beku di BIB Lembang lebih dari 5 juta dosis, namun keterbatasan populasi akseptor di lapangan belum mampu menyerap ketersediaan semen beku yang ada. Oleh karena itu, diperlukan strategi percepatan penyediaan indukan betina produktif untuk mendukung pemenuhan kebutuhan protein hewani,” ujar Wamentan.

Ia juga turut mengapresiasi kinerja dan kompetensi SDM yang dimiliki Kementan. Saat ini, BIB Lembang mampu memproduksi semen beku sebanyak 20.000 dosis/hari.

“Kami akan terus memperkuat dukungan, baik dari segi anggaran, fasilitas, maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan BIB Lembang berkontribusi secara optimal dalam pembangunan peternakan nasional,” tambahnya.

Sementara Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Makmun, menyampaikan bahwa BIB Lembang memiliki stok semen beku sebanyak 5,4 juta dosis, dengan populasi pejantan unggul sebanyak 266 ekor.

“BIB Lembang telah menunjukkan kinerja yang luar biasa dalam mendukung program inseminasi buatan. Namun, tantangan yang kita hadapi saat ini adalah memastikan bahwa stok semen beku yang kita miliki dapat dimanfaatkan secara optimal di lapangan,” ujarnya.

“Kami berkomitmen untuk terus melakukan peningkatan, baik dari sisi teknologi maupun sumber daya manusia, agar program ini bisa berjalan dengan lebih efektif dan efisien.”

Adapun Kepala BIB Lembang, Gun Gun Gunara, turut menyampaikan apresiasinya atas kunjungan kerja perdana Wamentan Sudaryono ke BIB Lembang yang telah memberikan arahan dan motivasinya.

“Kunjungan ini sangat berarti bagi keluarga besar balai kami, menjadi stimulus atau rangsangan bagi setiap pegawai untuk bekerja dalam menjalankan tugasnya serta mendukung pembangunan peternakan di Indonesia,” katanya. (INF)

SUGUHAN TERBAIK DARI MENSANA DAN SANBIO DI INDO LIVESTOCK 2024

Mensana dan Sanbio, Tampil Maksimal di Indo Livestock 2024
(Foto : RBS)


Ajang Indo Livestock 2024 yang berlangsung pada 17-19 Juli lalu di Jakarta Convention Center juga menjadi ajang unjuk gigi bagi produsen obat hewan lokal yakni PT Mensana Aneka Satwa dan PT Sanbio Laboratories. Dengan bangga mereka membuktikan eksistensinya di industri obat-obatan dan vaksin  dengan berpartisipasi dan menampilkan berbagai produknya di pameran Indo Livestock 2024.

Konsep yang mereka usung yakni meningkatkan pelayanan para customer di seluruh Indonesia, tidak hanya di bidang perunggasan, tetapi juga semua jenis ternak. Dengan semangat tersebut , Mensana  dan Sanbio  menyambut hangat customer dan pengunjung yang hadir dalam perhelatan Indo Livestock 2024. 

Penetrasi Produk Baru

Ragam Produk Unggulan Mensana 
(Foto : CR)

Selain memamerkan produk - produk andalannya yang berupa obat hewan, imbuhan pakan, premix, dan vaksin, Mensana juga sedang melakukan penetrasi produk baru. Hal tersebut dikemukakan oleh  Drh Sri Murwati selaku Head Regesitration Officer Mensana ketika ditemui di Boothnya. 

"Saat ini Kami semakin variatif dan inovatif dalam hal produk baru. Kini seiring bangkitnya sektor peternakan setelah Covid, kami juga harus mengikuti ritmenya. Misalnya saja kini kami mulai banyak produk - produk injeksi untuk hewan kesayangan dan berbagai jenis hewan ternak besar," tutur dia. 

Ia melanjutkan, Mensana dan Sanbio juga turut melakukan "jemput bola" yakni meminta feedback dari customer akan produk yang mereka butuhkan, spesifikasinya yang seperti apa, dan digunakan untuk hewan apa. 

"Langkah ini tentu saja sangat berimbas positif, kami jadi dapat menyesuaikan kebutuhan customer kami, dan tentu saja spesifikasi yang kami berikan untuk produk kami tanpa mengurangi kwalitasnya," papar Murwati.

Selain itu, Mensana dan Sanbio dalam Indo Livestock 2024 juga mengaku sudah didatangi oleh calon distributor dari Mesir dan Vietnam. Mereka menunjukkan ketertarikan yang besar pada produk - produk Mensana dan Sanbio agar dapat masuk ke negaranya.

"Yang dari Mesir sudah tertarik dengan vaksin terutama gumboro, untuk pasar Asia seperti Vietnam, dan negara ASEAN lain mereka sangat tertarik dengan produk - produk injeksi kita, tentunya ini menjadi peluang yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin," tegas Murwati.

Seminar Teknis Nan Edukatif

Suasana Booth Mensana dan Sanbio, Ramai Dikunjugi
(Foto : CR)

Tidak lupa juga dalam Indo Livestock 2024 Mensana dan Sanbio menggelar dua seminar teknis. Satu diantaranya yakni mengenai penyakit gumboro dimana penyakit tersebut masih menjadi momok bagi peternak di Indonesia bahkan di seluruh dunia. 

Dalam seminar tersebut Prof I Nyoman Mantik Astawa selaku narasumber memaparkan seluk beluk dari A sampai Z mengenai penyakit Gumboro serta kerugian yang diderita. Menurutnya satu - satunya jalan adalah melakukan pencegahan dengan vaksinasi.

Vaksin milik Sanbio sendiri yakni Sanavac Gumbovar telah teruji dan terbukti dapat mencegah Gumboro. Berdasarkan data, Sanavac Gumbovar memberikan perlindungan maksimal terhadap Gumboro, mencegah efek imunosuprsesif, serta menunjukkan titer antibodi dengan proteksi yang tinggi. Selain itu, tidak ada efek negatif berupa penurunan bobot badan atau efek lainnya yang merugikan pada ayam. 

Seminar kedua yakni mengenai Coryza, yang bertindak sebagai narasumber adalah Prof Michael Haryadi Wibowo. Sebagaimana diketahui bersama, Coryza juga masih menjadi langganan penyakit yang kerap mampir di peternakan, oleh karenanya dibutuhkan trik khusus dalam mengendalikannya. 

Prof Michael selain menjelaskan secara seksama mengenai penyakit Coryza juga membeberkan beberapa tips untuk mencegahnya. Selain menerapkan manajemen pemeliharaan yang baik serta biosekuriti yang ketat, vaksinasi juga menjadi kunci menekan penyebaran Coryza. 

Salah Satu Booth Terbaik di Indo Livestock 2024

Dalam keikutsertaannya di Indo Livestock 2024 kali ini, Mensana dan Sanbio mendapatkan penghargaan dari penyelenggaran berupa 2nd Best Stand performance. Pencapaian itu merupakan salah satu prestisi tersendiri Bagi Mensana dan Sanbio. 

Steffi Ong selaku Chief Executive Officer Sanbio Laboratories menyatakan rasa bangga dan senangnya atas pencapaian tersebut. Ia menilai bahwa apa yang telah dilakukan oleh segenap timnya merupakan cerminan dari etos kerja dan pelayanan yang juga diberikan kepada customer

"Terima kasih sudah memberikan award ini kepada kami, yang terpenting adalah di dalam maupun di luar pameran, Mensana dan Sanbio akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk customer. Mulai dari produk, kualitas, serta pelayanan, kami akan selalu berusaha maksimal," tutur dia.

Ketika ditanya mengenai prospek bisnis obat hewan Steffi sendiri menyatakan optimismenya bahwa kedepannya bisnis obat hewan akan bangkit seiring dengan bangkitnya industri peternakan pasca Covid-19. 

"Kami optimis bukan tanpa dasar, banyak yang bertanya mengenai produk kami dan bahkan order dari dalam maupun luar negeri, bahkan sudah ada yang jelas - jelas menunjukkan ketertarikannya. Oleh karenanya kami akan tetap berada di jalur kami, memberikan yang terbaik untuk semuanya," Ucap Steffi (CR)




TELUR TIDAK CUKUP UNTUK ATLET OLIMPIADE

Para atlet di Olympic Village di Paris, Prancis, mengeluhkan kekurangan telur yang sangat banyak, yang bagi banyak dari mereka merupakan bagian penting dari makanan mereka.

Mitra katering Sodexo mengonfirmasi permintaan yang sangat tinggi untuk produk-produk tertentu, terutama telur, dan telah berjanji bahwa volume akan ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan para atlet.

Olympic Village memiliki 6 area katering yang berbeda, tempat 15.000 atlet dari seluruh dunia akan mengonsumsi sekitar 13 juta makanan selama Olimpiade dan Paralimpiade. Semua telur serta daging, susu, dan produk lainnya akan berasal dari Prancis, dengan setidaknya seperempat dari semua makanan berasal dari dalam radius 250 km dari Paris dan lebih dari 20% merupakan makanan organik.

Namun, segera setelah kedatangan atlet pertama, jelas bahwa persediaan telur tidak cukup untuk memenuhi selera makan mereka. Pada hari-hari menjelang dimulainya Olimpiade, telur harus dijatah saat sarapan sementara beberapa peserta masih tidak mendapatkannya. "Diminta untuk merevisi lebih tinggi jumlah yang awalnya direncanakan, yang akan dapat dipenuhi oleh kelompok tersebut," kata juru bicara kelompok swalayan Carrefour Prancis, yang bertanggung jawab untuk memasok produk segar ke Olympic Village.

Selain telur, para atlet juga mengeluhkan kualitas dan jumlah makanan lain di restoran. Restoran utama, yang dapat menampung 3.300 orang, jelas tidak mencapai tingkat bintang Michelin yang dijanjikan oleh penyelenggara, kata banyak orang.

MUSYAWARAH BESAR IKA KOMISARIAT FAPET UNPAD RESMI PILIH KETUA BARU

Musyawarah Besar Ikatan Alumni Komisariat Peternakan Universitas Padjadjaran. (Foto: Istimewa)

Pada acara Musyawarah Besar Ikatan Alumni Komisariat Peternakan Universitas Padjadjaran (IKA Fapet Unpad), pada Sabtu (27/7/2024) di Kampus Fapet Unpad, memutuskan bahwa presidium menerima hasil pertanggungjawaban dari pengurus IKA Fapet 2020-2024 dan memilih ketua baru periode 2024-2028.

Secara aklamasi, Reka Gayantika selaku Alumnus angkatan 1999 terpilih menjadi Ketua IKA Komfak Peternakan 2024-2028 menggantikan Dadan Ari Wardhana. Pada acara tersebut, Reka dilantik secara resmi oleh Ketua Umum IKA Unpad, Irawati Hermawan.

Pada kesempatan tersebut, Dewan Pakar dari IKA Fapet 2020-2024, Rochadi Tawaf, menyatakan bahwa alumni-alumni dari Civitas Akademika Fapet Unpad harus lebih memiliki daya saing, maka dari itu peran kampus sebagai pencetak alumnus dan para alumni yang sudah bekerja, harus bisa saling bersinergi untuk mencetak tokoh nasional dari kalangan Fapet Unpad.

“Saya yakin kita mampu dan memang sudah banyak alumni yang dengan jalan yang mereka tempuh sudah bisa mendapatkan posisi strategis secara nasional. Memang jika dilakukan sendiri-sendiri akan sulit, tetapi jika dilakukan bersama-sama maka jalannya tentu akan lebih mudah,” kata Rochadi.

Sementara menurut Dekan Fapet Unpad, Rahmat Hidayat, yang juga Ketua Dewan Pembina IKA Komfak Peternakan Unpad yang turut hadir, menyampaikan bahwa saat ini sedang ada pergeseran paradigma kampus dalam memandang alumni dan bagaimana cara kampus mencetak alumni.

“Saat ini Fakultas Peternakan Unpad sedang merubah paradigma dari pembelajaran yang berbasis knowledge transfer, menjadi knowledge creation. Artinya, nanti di kampus itu akan lahir ilmu-ilmu baru yang belum pernah ada sebelumnya, serta relevan dengan apa dibutuhkan industri,” jelas Rahmat.

“Oleh karena itu, kurikulum yang dibuat harus bisa mendukung dan mempersingkat proses kreasi inovasi. Tentu hal ini harus bisa diselaraskan dengan para alumni yang sudah berkecimpung di dunia kerja.”

Hal senada juga disampaikan oleh Reka Gayantika, dalam sambutan pertamanya, bahwa sebuah organisasi bisa berjalan dengan baik perlu dukungan banyak pihak. “Saya kaget, ternyata setelah menjadi ketua saya mendengar banyak masukan dari para senior yang memang bertujuan untuk membawa IKA Fapet ini menjadi jauh lebih baik lagi. Maka dari itu, saya meminta semua alumni supaya bisa ikut memberikan kontribusi bagi nama Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran,” katanya. (PI/INF)

MENTAN AMRAN AJAK VIETNAM BERINVESTASI DI INDONESIA

Foto bersama saat kunjungan Mentan Amran ke Vietnam. (Foto: Istimewa)

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, berhasil menarik minat Vietnam untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya di peternakan sapi. Dalam kunjungan resminya ke Vietnam Rabu, (25/7/2024), Amran bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian Vietnam dan sejumlah pengusaha.

Saat ini Indonesia sedang berupaya meningkatkan produksi dan produktivitas ternak sapi, agar dapat memenuhi kebutuhan pangan untuk program pemerintahan berikutnya, yaitu penyediaan makan siang bergizi dan minum susu gratis bagi anak sekolah.

“Kami bekerja secara intensif untuk meningkatkan produksi daging sapi dan susu domestik melalui pengembangan industri perbibitan sapi dan meningkatkan kapasitas peternak,” kata Amran pada kesempatan tersebut.

Amran menyebut bahwa Indonesia dan Vietnam telah memiliki MoU bidang pertanian yang telah ditandatangani pada 19 Mei lalu. Salah satu fokus utama dari kerja sama tersebut adalah promosi investasi dan perdagangan di sektor pertanian antara kedua negara.

“Saya meyakini bahwa pemerintah kedua negara akan mendorong dan memfasilitasi kerja sama investasi dan perdagangan Indonesia-Vietnam,” ungkapnya. 

Amran juga menambahkan, Indonesia bercita-cita menjadi pemasok pangan global pada tahun 2033 mendatang. Untuk mencapai tujuan tersebut, peningkatan produksi pangan sangat penting.

Sementara Wakil Menteri Pertanian dan Pengembangan Pedesaan Vietnam, Phung Dec Tien, menyambut baik kedatangan Indonesia. Secara khusus, ia menghargai perhatian besar Indonesia terhadap sektor pertanian, termasuk upaya menyediakan kebutuhan susu dalam negerinya.

Menurut Phung Dec, pengembangan peternakan sapi perah di Vietnam juga sempat dihadapkan banyak tantangan di masa lalu. “Tapi dengan pengembangan industri perbibitan dan penggunaan teknologi yang tepat, pengembangan peternakan sapi perah kami bisa berkembang dengan baik,” katanya.

Dia pun optimistis kerja sama antara Indonesia dan Vietnam di peternakan sapi perah akan berdampak positif pada produksi dan konsumsi susu di Indonesia. “Susu sangat baik bagi nutrisi anak-anak, sehingga fisik mereka akan bisa berkembang dengan baik,” ucapnya.

Adapun salah satu pengusaha yang ditemui Amran adalah Pendiri dan Ketua TH Group, Madam Thai Huong. Pengusaha terkenal ini sangat berpengaruh di Vietnam dan menunjukkan ketertarikannya berinvestasi di Indonesia.

Madam Thai Huong membuka peluang tersebut, terutama di bidang peternakan sapi perah dan industri susu. Ia bahkan menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Indonesia terpilih yang telah memberikan perhatian besar terhadap kesehatan dan kebutuhan nutrisi anak-anak di Indonesia.

“Saya merasa sangat tersentuh. Saya sudah sampaikan kepada Duta Besar bahwa kita harus membantu Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan program tersebut,” tuturnya.

Dengan semangat kerja sama dan inovasi, Madam Thai Huong dan TH Group menyatakan siap mendukung upaya peningkatan kesehatan dan gizi anak-anak di Indonesia. “Kami akan secepatnya berkunjung ke Indonesia dan mengajak tim untuk melakukan survei Lokasi,” tukasnya. (INF)

TROUW NUTRITION INDONESIA : MENJAGA EKSISTENSI DALAM MEMBERI SOLUSI

Tim Trouw Nutrition Indonesia, Dalam Indo Livestock 2024
(Foto : CR)


Perhelatan Indo Livestock 2024 yang berlangsung 17-19 Juli 2024 lalu menjadi ajang pembuktian eksistensi PT Trouw Nutrition Indonesia. Sebagai salah satu leader dalam industri nutrisi dan kesehatan hewan, Trouw datang ke Indo Livestock 2024 dengan segenap amunisi dan optimismenya. 

Sebut saja beragam portofolio produk feed additive inovatif mereka yakni Selko® dan Sprayfo. Selain itu layanan pendukung seperti MyNutriOpt, NutriOpt on Adviser (NOA), Mycotoxin Adviser/Mycomaster, serta dukungan laboratorium dari Masterlab Belanda juga dihadirkan oleh Trouw dalam Indo Livestock 2024. 

Dexter Abrigo selaku Marketing Manager Trouw Nutrition Asia Pacific yang ditemui oleh Infovet saat Indo Livestock 2024 mengatakan bahwa setelah Covid-19, ekonomi Indonesia berangsur - angsur mulai membaik. 

"Kami melihat kesempatan itu, apalagi Indonesia merupakan pasar yang unik, sebagai negara dengan jumlah muslim terbesar di ASEAN, perunggasan di Indonesia masih dapat berkembang lebih maju dan efisien," tuturnya.

"Kami juga hadir di sini ingin menyapa customer kami terutama di sektor perunggasan, sebagai salah satu mitra mereka, kami ingin memperlihatkan inovasi dan solusi yang kami miliki dalam menyelesaikan permasalahan yang mungkin mereka hadapi," lanjut Dexter.
 
Dexter juga mengatakan pasar produk nutrisi hewan di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan akan telur, daging ayam, sapi, dan susu yang berkualitas seiring dengan meningkatnya kesadaran kesehatan masyarakat pentingnya asupan nutrisi yang memadai untuk pertumbuhan. 


Booth Trouw Nutrition di Indo Livestock 2024
(Foto : CR)



Produk Inovatif, Layanan Solutif


Demonstrasi NOA Kepada Pengunjung Booth
(Foto : CR)


Setidaknya ada beberapa produk gacoan milik Trouw yang dipamerkan dalam Indo Livestock 2024 mulai dari Selko®. Program yang ditawarkan berfokus pada empat hal yakni Trace Mineral Optimization, Feed Safety, Health and Performance,dan Phytogenic products.

Selain Selko® hadir juga Sprayfo yang didukung penuh oleh sains LifeStart. DImana di dalamnya Sprayfo menawarkan rangkaian solusi lengkap pemeliharaan pedet yang dapat memastikan perkembangan optimal selama tahap awal kehidupan, sehingga menghasilkan sapi yang lebih sehat dan kuat yang siap untuk memproduksi susu lebih banyak.

Pada kategori service Trouw menghadirkan demonstrasi NutriOpt On-site Adviser (NOA) dan Selko® Continuous Dosing System yang dapat dilihat langsung oleh pengunjung booth mereka. NOA adalah alat mutakhir yang dirancang agar formulasi pakan yang dihasilkan lebih presisi dan efisien.

Alat dengan teknologi inovatif ini mampu memberikan hasil data analisis real-time terhadap bahan baku pakan, dan pakan jadi sehingga berguna dan relevan untuk mengambil keputusan, dimana produsen / peternak lebih dapat mengoptimalkan strategi yang cepat untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan bisnisnya.

Sedangkan, Selko®️ Continuous Dosing System, merupakan alat penentuan dosis dengan teknologi sistem otomatis yang dirancang khusus sebagai solusi terobosan untuk aplikasi imbuhan pakan berbahan cair pada bahan baku.

Alat yang sangat akurat dan konsisten ini dapat memastikan presisi penggunaan jumlah aditif cair sesuai kebutuhan untuk meningkatkan lama simpan, serta dapat mengurangi limbah dan meningkatkan kualitas nutrisi dan efisiensi pakan secara keseluruhan.

Dengan segala produk, inovasi, service, serta semua sumberdaya yang mereka miliki, Trouw Nutrition selalu siap dalam menjadi partner bagi para stakeholder peternakan Indonesia dalam memberikan solusi dari apa yang mereka hadapi. (CR)



KEMERIAHAN ACARA PUNCAK FESTIVAL AYAM dan TELUR 2024

Seremoni Makan Daging dan Telur Ayam Dalam FAT 2024
(Foto : CR)


Minggu 28 Juli 2024 kawasan ekowisata Situ Gede Kota Bogor menjadi saksi kemeriahan puncak acara Festival Ayam dan Telur (FAT) 2024. Kegiatan tersebut merupakan event tahunan yang digelar sejak tahun 2011 lalu oleh para stakeholder di industri perunggasan yang diprakarsai oleh Federasi Masayarakat Perunggasan Indonesia (FMPI). 

Selain dilaksanakan dalam bentuk kampanye gizi, FAT 2024 juga melakukan aksi nyata berupa intervensi pemberian telur terhadap balita stunting di Kecamatan Curug, Kota Bogor sejak awal Juni hingga akhir Agustus 2024 nanti. 

Dalam sambutannya drh Widiyanto Dwi Surya selaku penyelenggara yang juga Direktur PT. Permata Kreasi Media menyampaikan bahwa FAT selalu mengangkat isu – isu tentang pentingnya konsumsi daging ayam dan telur terutama bagi kesehatan dan kecerdasan anak bangsa.

"Tema FAT tahun ini adalah Daging dan Telur Ayam, Teman PenTing (Pencegah stunTing). Oleh karenanya kami melakukan aksi nyata sekaligus membuktikan bahwa daging dan telur ayam merupakan sumber protein hewani yang penting dibutuhkan dalam perkembangan manusia," tuturnya.

Widi juga menyinggung terkait masalah alokasi budget rumah tangga masyarakat Indonesia yang lebih banyak menghabiskan uang untuk membeli rokok ketimbang sumber protein seperti telur ayam. Padahal menurutnya, harga sebutir telur sama dengan sebatang rokok, seharusnya masyarakat lebih memprioritaskan telur ketimbang rokok. Oleh karenanya FAT juga diharapkan dapat membangkitkan kesadaran masyarakat akan hal ini. 

Dalam kesempatan yang sama mewakili PJ Walikota Bogor, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bogor Drs Hanafi mengatakan bahwa angka stunting merupakan salah satu prioritas bagi kepala daerah. 

"Arahan langsung dari presiden sekaligus Kemendagri bahwa tiap kepala daerag harus dapat menekan angka stunting di wilayahnya. Itu juga menjadi aspek penilaian kinerja bagi suatu daerah. Oleh karenanya kami sangat mengapresiasi diadakannya acara ini. Pemerintah kota Bogor berharap apa yang dilakukan FAT dapat membantu ikut menurukan prevalansi stunting di kota bogor pada angka 14%.," tutur Hanafi. 

Hanafi juga memuji pendekatan kolaboratif yang dilakukan oleh penyelenggara, dimana bukan hanya pemerintah saja yang terllibat, namun juga swasta, LSM, bahkan akademisi dalam hal ini IPB University yang juga dilibatkan. 

Pogram intervensi pemberian telur pada balita stunting sendiri dimulai sejak awal Juni dan direncanakan selesai diakhir Agustus 2024 nanti. Tercatat sampai akhir Juli sebanyak 9.640 butir telur atau setara 643 kg telur diberikan pada balita stunting.

Diperkirakan sampai akhir Agustus nanti bantuan telur yang akan diberikan sebanyak 13.800 butir atau setara 920 kg telur. Sebagai apresiasi dalam mendukung program intervensi telur ini, FAT juga memberikan telur pada kader PKK dan Posyandu Kelurahan Curug yang membersamai pihak kelurahan Curug mendampingi program intervensi pemberian telur. Sehingga total telur yang didonasikan sebanyak 15.120 butir telur atau setara 1.008 kg telur.

Beragam acara dalam puncak  kegiatan FAT 2024 sendiri menyelenggarakan beberapa program diantaranya seremoni makan telur bersama tokoh dan masyarakat, kampanye gizi, bazzar pangan dan protein hewani, senam bersama, seremoni bantuan telur bagi balita stunting, hiburan dan door prize.  

Kegiatan FAT 2024 kali merupakan kolaborasi berbagai pihak diantaranya PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, PT Charoen Pokphand Indonesia, PT Nutricell Pacific, PT Kemin Indonesia, PT Zoetis Indonesia, PT Ceva Animal Health Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia, PT AS Putra, PT Bright International, Anindys Farm, Jambu Raya, Yayasan Bhakti Bangsa dan Create.

FAT 2024 juga didukung penuh asosiasi perunggasan lainnya diantaran Komtap Peternakan Kadin Indonesia, Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Perhimpunan Insan Peternakan Rayat Indonesia, Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Asosiasi Obat Hewan (ASOHI), dan Forum Media Peternakan (FORMAT). (CR)


KASUS FLU BURUNG MENURUN DI EROPA

Eropa telah mencatat jumlah kasus flu burung yang sangat patogenik terendah pada unggas dan burung liar sejak 2019/2020.

Ini adalah temuan utama dari laporan terbaru tentang flu burung oleh Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA), Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC), dan laboratorium rujukan UE (EURL), berdasarkan data yang dilaporkan antara 16 Maret dan 14 Juni 2024. Laporan tersebut selanjutnya mencatat bahwa risiko terhadap masyarakat umum tetap rendah.

Perbaikan situasi mengenai jumlah kasus flu burung di Eropa dapat dikaitkan dengan beberapa faktor, yang dapat mencakup kekebalan kawanan yang diperoleh oleh spesies burung liar tertentu, menipisnya beberapa populasi burung liar, berkurangnya kontaminasi virus di lingkungan, perubahan komposisi genotipe virus HPAI yang beredar, dan berkurangnya deteksi burung liar yang mati.

Antara 16 Maret dan 14 Juni 2024, 15 wabah HPAI pada unggas dilaporkan dari 2 negara di Eropa: 8 A(H5N1) dari Hungaria dan 7 A(H5Nx) dari Bulgaria. Jumlah ini sebanding dengan total 173 wabah A(H5) selama periode yang sama pada tahun epidemiologi sebelumnya dan merupakan jumlah terendah yang tercatat untuk periode ini sejak 2019.

Dari wabah tersebut, 11 dilaporkan sebagai wabah primer dan 4 sebagai wabah sekunder. Untuk 10 wabah ini, kontak tidak langsung dengan burung liar dianggap sebagai sumber penularan yang paling mungkin, meskipun untuk kedua negara jumlah deteksi virus HPAI pada burung liar sangat terbatas (1 di Bulgaria dan 0 di Hungaria). Secara total, sekitar 1 juta unggas mati atau dimusnahkan di tempat peternakan unggas yang terdampak HPAI.

ENISTAN 2024, SUKSES DIGELAR DI INDONESIA

Foto Bersama Para Peserta ENISTAN 2024
(Foto : CR)
Industri makanan hewan kesayangan (pet food) terus mengalami permintaan, terlebih selama periode lockdown selama pandemi Covid-19. Peristiwa pandemi tersebut membuat masyarakat mulai mengembangkan hobi baru, salah satunya adalah mengadopsi hewan peliharaan. Tentunya dengan semakin meningkatnya minat memelihara hewan tentunya juga akan berbanding lurus dengan kebutuhan dari hewan peliharaan tersebut.

Di ASEAN sendiri, Indonesia adalah importir pet food terbesar setelah Malaysia dan Filipina, hanya Thailand dan Vietnam saja yang neraca perdagangannya positif (surplus). Menurut Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI (11/11/2021), pada tahun 2021 pemenuhan kebutuhan pakan sebesar 60 persen adalah impor.

Meskipun di Indonesia sendiri pet food masih banyak diimpor dari luar negeri bukan berarti produsen makanan hewan di Indonesia tidak menggeliat, beberapa produsen pakan ternak telah melirik ceruk dalam bisnis ini yang cukup menguntungkan.

Sebuah konferensi bernama Equipment & Ingredient Solutions to Animal Nutrition Conference (ENISTAN) digelar pada Selasa 16 Juli 2024, acara tersebut diprakarsai oleh North American Renderers Association (NARA) dan Lamb Consultacny. Acara tersebut dihadiri perusahaan yang bergerak di industri pakan, baik pakan aquafeed maupun pakan petfood.

Prospek Bisnis Pet Food di Indonesia

Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Ternak (GPMT), Deny Mulyono sebagai salah satu pembicara menyebut bahwa industri pet food merupakan salah satu industri yang cukup[ menjanjikan di masa depan untuk Indonesia.

Ia menyebut sebuah data survey yang dilakukan oleh Rakuten pada 2018 dimana Indonesia menempati posisi pertama dengan penduduk yang memiliki hewan peliharaan kucing terbesar di Asia.

Fakta bahwa Indonesia menduduki posisi pertama dengan hewan peliharaan kucing terbanyak se-Asia disebabkan karena Indonesia sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia sehingga populasi kucing di negara ini jauh lebih besar dibandingkan dengan populasi anjing

“Besarnya angka ini tentu berdampak secara signifikan terhadap industri pet economy di Indonesia. Dari seluruh kategori layanan industri pet care di Indonesia, pet food menguasai pangsa pasar,” tutur dia.

Ia melanjutkan, pasar pet food di Indonesia merupakan pasar yang sedang berkembang pesat saat ini, khususnya industri pakan kucing. Tingkat pembelian pet food terlihat selalu meningkat walaupun pada awal kemunculan pandemi sempat terjadi penurunan jumlah volume pembelian.

Namun, pada 2021 lalu terjadi peningkatan volume pembelian hingga 17% atau 932.2 juta kg. Pemilik hewan peliharaan diperkirakan menghabiskan uang sekitar 1 jutaan per bulannya untuk membeli pet food, dimana saat ini pet food di Indonesia didominasi merek asing.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Syahroni Djaidi selaku Ketua Perhimpunan Pengusaha Makanan Hewan Kesayangan Indonesia. Dirinya melihat kesenjangan yang cukup lebar antara produksi dan kebutuhan pasar pet food. Hal ini juga ditambah dengan kebutuhan pakan yang semakin meningkat seiring bertambah populasi kucing dan anjing.

“Dari kondisi neraca perdagangan eksisting yang defisit dan kebutuhan pakan hewan yang bertambah tiap tahun, menunjukan peluang untuk memperkuat agroindustri pet food nasional, baik dengan mendorong penggunaan produk lokal yang ada atau membuat produk baru”, tutur dia.

Djaidi melanjutkan, pengembangan produk pet food lokal menghadapi tantangan dari sisi konsumen, sisi produsen dan kompetisi pasar. Dari sisi konsumen, pengembangan produk baru untuk segmen tertentu menghadapi sejumlah risiko, yaitu risiko fungsional, risiko physical , risiko sensory, dan risiko sosial.

Risiko fungsional terkait dengan fungsi kandungan gizi misalkan apakah produk berdampak pada kesehatan, kelincahan dan beberapa produk ditujukan untuk peningkatan kecerdasan hewan.

Risiko physical terkait dengan dampak fisik dari makanan misalkan apakah produk baru dapat menyebabkan bulu rontok, obesitas dan malas bergerak. Risiko sensory bisa saja terkait dengan menyebakan tidak mau makan, menimbulkan tubuh atau kotoran hewan lebih berbau. Risiko sosial terkait dengan risiko pemilik atau pemelihara dalam suatu komunitas, misalkan produk lokal akan dibandingkan dengan produk yang lain dan dianggap berdampak sosial dalam pergaulan di komunitas.

Dari sisi produsen tidak hanya pada aspek produksi dimana harus lebih efisien dengan mempertimbangkan skala produksi (economic of scale) tetapi juga mempertimbangkan aspek pemasaran. Aspek pasar bisa berupa edukasi produk baru, branding, pemilihan saluran distribusi/ mitra, promosi dan meyakinkan konsumen untuk memilih produk baru tersebut.

Tantangan berikutnya adalah kompetisi pasar. Kompetisi pet food, khususnya kucing dan anjing sudah pada kondisi pasar mature. Persaingan untuk segmen menengah ke atas sangat ketat dan didominasi oleh perusahaan global. Berdasarkan data dari Euromonitor (2022), tiga pemain teratas di sektor makanan kucing di Indonesia adalah Mars Inc, Colgate-Palmolive Co, dan Nestlé SA, mewakili 75,5 persen pangsa pasar pada tahun 2021.

Kesempatan Dalam Berjejaring

Melihat kesempatan tersebut Dr Peng Li yang mewakili North American Renderers Association (NARA) menyampaikan bahwa sebetulnya Indonesia masih bisa berbicara banyak dalam industri pet food. Bukan hanya sebagai importir pet food, Peng Li menilai bahwa Indonesia memiliki kesempatan sebagai negara produsen pet food di kawasan ASEAN.

“Untuk itulah kami hadir dalam menyelenggarakan konferensi ini. Kami membawa berbagai mitra bisnis kami baik dari segi bahan baku, mesin, dan bahkan teknologi terkini yang digunakan dalam industri pet food. Beberapa diantaranya bahkan telah menjadi supplier bagi produsen pet food terkemuka di dunia,” tuturnya.

Oleh karenanya output dirinya harapkan dari acara ini yakni terjadi sebuah simbiosis mutualisme dalam antar stakeholder untuk membangun industri pet food di Indonesia. Hal tersebut sangat memungkinkan, karena memang pasar yang tersedia di Indonesia sangat menjanjikan. (CR)

 

 

 

 

 

 

 

KOLABORASI USSEC DAN INFOVET DI INDO LIVESTOCK 2024

Foto bersama panitia dan peserta seminar. (Foto-foto: Dok. Infovet)

Sustainability in Indonesia Poultry Industry Value Chain: Opportunities & Challenges” menjadi tema dalam seminar USSEC yang bekerja sama dengan Majalah Infovet dalam rangkaian pameran Indo Livestock Expo & Forum pada 17-19 Juli 2024, di JCC Senayan.

Mengambil tempat di ruang Theater 2 JCC Senayan, peserta dan pengunjung memadati ruangan seminar yang dilaksanakan pada Jumat (19/7). 

Dipandu oleh Technical Consultant USSEC, Alfred Kompudu, acara menghadirkan narasumber di antaranya Technical Consultant USSEC Prof Budi Tangendjaja, Sr Research Specialist Bank Mandiri Andre Simangunsong, dan VP ESG PT FKS Multiagro Beatrice Susanto.

Dari kiri: Alfred Kompudu, Beatrice Susanto, Andre Simangunsong, dan Prof Budi Tangendjaja.

Sambutan dari Pemimpin Redaksi Majalah Infovet, Ir Bambang Suharno, mengawali jalannya acara yang langsung dilanjutkan dengan pemaparan narasumber. Terkait tema yang diangkat, Prof Budi mengemukakan bahwa jika berbicara mengenai sustainability menurut FAO pada prinsipnya terdapat tiga hal penting yang harus diperhatikan, yakni Planet, People, dan Profit.

Dijelaskan Prof Budi, saat ini masyarakat banyak dituntut untuk bisa bertanggung jawab terhadap planet yang menjadi tempat tinggal manusia, guna menjaga keberlanjutan dalam hidup.

“Seperti contoh saya amati di Belanda, kalau kotoran dari peternakan ayam atau sapinya kelewat banyak, bisa berpotensi merusak lingkungan sehingga menjadi enggak berkelanjutan, ini didenda dan jadinya harus dibatasi. Nah, di Indonesia belum banyak bisa melakukan ini,” kata Prof Budi.

Lebih lanjut dipapakan, “Adapun terkait profit misalnya, apabila saya memelihara ayam tapi kalau tidak mendapat untung tentu itu tidak sustainable, itu tidak bisa berkelanjutan. Jadi salah satu patokan sustainability itu usahanya juga harus untung,” kata Prof Budi.

Contoh lainnya terkait people/manusia, juga berkaitan dengan peternakan ayam yang didemo akibat polusi bau yang menyebar ke lingkungan sekitar yang bisa membuat menjadi tidak berkelanjutan.

 “Nah tiga hal itulah yang harus diikuti jika berbicara mengenai sustainability, harus bicara kepada manusianya, bicara keuntungan bisnisnya, dan harus bicara soal lingkungan, supaya usaha kita juga bisa tetap berjalan,” imbuhnya.

Dalam paparannya tersebut, sustainability adalah dimana manusia dapat meningkatkan efisiensi dalam penggunaan sumber daya, kemudian tindakan langsung untuk melestarikan, melindungi, dan meningkatkan sumber daya alam, lalu melindungi dan meningkatkan penghidupan pedesaan, kesetaraan, dan kesejahteraan sosial, serta ketahanan manusia, komunitas, dan ekosistemnya, melalui mekanisme tata kelola yang bertanggung jawab dan efektif.

Peserta memadati ruangan seminar.

Dari sisi pelaku usaha, Beatrice Susanto juga sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Prof Budi mengenai sustainability. Pihaknya juga sangat concern terhadap hal tersebut. “Kami sendiri juga sudah mempunyai divisi untuk mengatasi keberlanjutan usaha. Ini sangat penting buat kami, makannya masuk dalam strategi bisnis kami,” katanya.

Beberapa hal juga dilakukan FKS Multiagro dengan berbagi ilmu dan memberikan pembinaan kepada para petani/peternak untuk lebih aware kepada lingkungan. “Isu lingkungan juga menjadi perhatian, kami punya target bisa menurunkan angka emisi karbon sampai 20% dengan melakukan berbagai efisiensi dan berbagai upaya atau program-program untuk melestarikan lingkungan,” ungkapnya.

Foto bersama peserta yang berkesempatan mendapat cendera mata.

Hal senada juga disampaikan oleh Andre Simangunsong, untuk menjadi agen of change dalam mendorong sustainability, termasuk di industri peternakan.

“Dari kami juga sangat concern dengan hal itu, dengan mengajak peternak memerhatikan bagaimana manajemen pemeliharaan, kepadatan, pengelolaan limbah, hingga biosekuritinya. Dari sisi sustainability ini sangat penting,” ujarnya.

Ia juga menambahkan turut memonitor perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dan akan bekerja sama dengan pihaknya terkait sustainability. “Salah satunya yang terkait dengan jejak karbon yang dihasilkan. Intinya jangan pernah takut untuk memulai sustainability, karena itu juga merupakan efisiensi dari keberlanjutan usaha,” tukasnya. (RBS)

KOTORAN UNGGAS AIR LIAR MEMAINKAN PERAN TERBATAS DALAM PENULARAN VIRUS FLU BURUNG MELALUI UDARA

Penularan flu burung melalui udara melalui aerosolisasi kotoran unggas air liar yang terkontaminasi tidak memainkan peran besar dalam infeksi unggas yang dikurung dalam kandang.

Sebuah studi dari Wageningen Bioveterinary Research melibatkan penyusunan penilaian risiko semi-kuantitatif untuk masuknya flu burung yang sangat patogen (HPAIv) ke dalam peternakan unggas melalui kotoran burung liar yang terinfeksi yang di-aerosolisasi.

Berdasarkan penilaian tersebut, dengan menggunakan model yang relatif sederhana, para peneliti memperkirakan bahwa risiko rute masuk ini sangat rendah. Dengan dukungan dari program Tugas Wajib, para peneliti Wageningen melakukan penelitian lanjutan. Untuk ini, model penilaian risiko mikroba yang kuantitatif dan komprehensif dikembangkan.

Ahli epidemiologi veteriner Armin Elbers berkata, “Dengan model ini, kita dapat memperkirakan kemungkinan bahwa aerosolisasi kotoran burung liar yang terinfeksi HPAIv di sekitar peternakan unggas mengakibatkan infeksi unggas yang dikurung dalam rumah.”

“Probabilitas harian infeksi dari satu peternakan unggas melalui aerosolisasi feses yang terkontaminasi dari unggas air liar sangat rendah,” tambah Clazien de Vos, yang bersama-sama melakukan penelitian dengan Elbers.

Dengan mempertimbangkan jumlah total peternakan unggas dan lamanya musim flu burung, infeksi HPAIv di peternakan unggas selama musim flu burung di Belanda diperkirakan terjadi sekali setiap 455 tahun melalui rute introduksi ini.

Bahkan dalam skenario terburuk, probabilitas infeksi baru masih sangat rendah: sekali setiap 17 tahun. Ini adalah perkiraan umum, yang dirata-ratakan di berbagai jenis peternakan, galur virus, dan spesies burung liar, dan hasilnya menunjukkan ketidakpastiannya relatif tinggi. Namun berdasarkan hasil pemodelan, para peneliti menyimpulkan bahwa rute ini tidak mungkin memainkan peran penting dalam terjadinya wabah HPAIv pada unggas yang dikandangkan di dalam ruangan.

JURUS AMPUH ADISSEO DALAM MENGOPTIMALKAN KECERNAAN LEMAK DALAM PAKAN

Fra® Lecimax, Jurus Ampuh Adisseo Efisiensikan Nutrisi

Bersamaan dengan digelarnya Indo Livestock 2024, Adisseo Indonesia menggelar seminar bertajuk "Optimizing Fat Digestibility for Better Productivity and Feed Cost" pada Rabu, 17 Juli 2024, di Artotel Senayan, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh para ahli, praktisi, dan pelaku industri pakan ternak yang antusias membahas strategi dan teknologi terbaru dalam meningkatkan pencernaan lemak untuk produktivitas yang lebih baik serta efisiensi biaya pakan.

Narasumber yang menjadi pembicara dalam acara tersebut yakni Dr Claire Xu selaku Regional Category Manager Feed Digestibility Adisseo Asia Pacific dan Christy De Wild Proudct Manager Lysolechitins Adisseo Global. 

Emulsifier Membantu Optimalisasi dan Kecernaan Lemak Dalam Pakan

Dr Claire Xu selaku pembicara pertama menjelaskan mengenai lemak dan kegunaannya dalam suatu formulasi pakan. Dimana dalam suatu formulasi pakan, selain berkontribusi dalam ketersediaan energi metabolisme di dalamnya, lemak juga berfungsi sebagai penyerap dan pembawa vitamin, cadangan energi, isolator termal, hingga produksi hormon reproduksi. 

Dirinya juga banyak menjelaskan mengenai berbagai jenis dan struktur kimia lemak, beserta bahan baku pakan yang merupakan sumber lemak yang lazim digunakan dalam formulasi pakan saat ini. Ia juga menyebut bahwa kandungan lemak dalam pakan ternak merupakan komponen yang penting dan harus diatur dengan hati-hati untuk memastikan keseimbangan yang tepat sesuai dengan kebutuhan spesifik ternak.

Faktanya menurut Claire, sekitar 15% lemak yang ada dalam formulasi pakan tidak tercerna oleh ternak, padahal kontribusi lemak dalam memberikan energi metabolisme cukup siginifikan. Ia juga menjelaskan faktor - faktor yang berkaitan dengan hal tersebut. 

"Hewan muda tidak dapat mencerna lemak dengan sempurna karena tidak memiliki garam empedu dan enzim lipase yang cukup, sementara Hewan dewasa seperti ayam petelur tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi yang tinggi selama puncak produksi, dan kapasitas pencernaan menurun seiring bertambahnya usia," tutur dia.

Dalam membantu ternak agar dapat memaksimalkan kecernaan lemak, emulsifier merupakan salah satu solusinya. Emulsifier dalam pakan ternak adalah imbuhan pakan yang digunakan untuk meningkatkan pencampuran dan stabilitas campuran antara lemak dan air dalam pakan.

Fra® Lecimax Emulsifier Terbaik Untuk Meningkatakan kecernaan Lemak

Lebih lanjut mengenai emulsifier, dalam industri pakan ternak, biasanya produsen pakan menggunakan lecithin sebagai emulsifier sebagai imbuhan pakan di dalam formulasinya. Namun begitu Lecithin nyatanya dapat diupgrade dalam bentuk lisolechitin. Perbedaan antara lecithin dan lisolechitin diungkapakn oleh Christy De Wild dalam presentasi kedua. 

"Lecithin adalah campuran dari fosfolipid, terutama fosfatidilkolin, serta trigliserida, dan asam lemak. Sedangkan lisolechitin adalah bentuk yang lebih terhidrolisis dari lecithin, dimana satu asam lemak dihilangkan dari molekul fosfolipid, sehingga meningkatkan kelarutan dalam air," kata Christy.

Adisseo sendiri sebagai salah satu pemimpin dibidang nutrisi pakan memiliki produk lisolechitin dengan nama Fra® Lecimax. Seperti yang disebutkan tadi Fra® Lecimax berbeda dengan lechitin konvensional karena Fra® Lecimax  meningkatkan emulsifikasi lemak dan minyak, serta meningkatkan potensi enzimatik. 

"Secara umum Fra® Lecimax membantu mencampur lemak dengan air dalam pakan, sehingga memudahkan pencernaan lemak oleh enzim di saluran pencernaan ternak. Hal tersebut karena secara struktur kimiawi, Fra® Lecimax hanya memiliki satu gugus asam lemak pada ekornya, sementara lechitin konvensional memiliki dua," tutur Christy.

Dengan membantu emulsifikasi lemak, Fra® Lecimax juga meningkatkan penyerapan nutrisi yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K. Christy melanjutkan, Fra® Lecimax membuat pembentukan misel campuran dengan ukuran yang lebih kecil sehingga nutrien yang ada lebih mudah diserap, dan meningkatkan permeabilitas usus. 

Untuk ternak sendiri Fra® Lecimax terbukti meningkatkan efisiensi konversi pakan menjadi energi dan nutrisi, yang dapat mendukung pertumbuhan dan produktivitas ternak. Selain itu Fra® Lecimax meningkatkan kesehatan saluran cerna dengan mempromosikan mikroflora usus yang sehat, yang penting untuk pencernaan dan penyerapan nutrisi yang optimal. 

"Jika saluran pencernaan sehat, peningkatkan performa ternak secara keseluruhan akan terjadi, termasuk pertumbuhan, produksi susu atau telur, dan kesehatan umum ternak," tukas Christy. 

Fra® Lecimax sendiri dapat digunakan dalam formulasi pakan untuk berbagai jenis ternak termasuk unggas, babi, dan ruminansia. saking fleksibelnya, Fra® Lecimaxdapat ditambahkan ke pakan dalam bentuk cair atau kering, tergantung pada kebutuhan spesifik dan formulasi pakan.

Secara keseluruhan, Fra® Lecimax dari Adisseo adalah solusi yang efektif untuk meningkatkan pencernaan dan penyerapan lemak, mendukung kesehatan ternak, dan meningkatkan efisiensi penggunaan pakan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas dan keuntungan peternakan.

Dalam kesempatan yang sama Drh Ester Rumanti selaku Business to Farm Director Ganeeta Formula Nusantara yang merupakan Grup dari PT Cita Indonesia yang merupakan distributor dari Fra® Lecimax  juga menyeriusi isu efisiensi dan optimalisasi pakan ternak.

"Ini adalah salah satu solusi dari kami agar produsen pakan dapat lebih mengefisienkan cost produksi serta menjamin peternak bahwa produk yang dihasilkan berkualitas. Tentunya kami juga berkewajiban menjaga kondusifitas antar stakeholder dalam industri ini," tutur dia.

Country Manager Adisseo Indonesia Drh Akhmad Fuadi yang juga hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa Fra® Lecimax  telah menjadi solusi jitu dalam mengefisienkan cost produksi pakan di berbagai belahan dunia.

"Kami berharap agar Fra® Lecimax juga dapat menyelesaikan dan menjadi solusi yang  di Indonesia. Agar menjadi lebih efisien, dengan kualitas pakan yang tetap terjaga," tuturnya. (ADV)


AIR: UNSUR HAYATI AYAM MODERN

Sumber-sumber air permukaan seperti empang atau danau bekas galian pasir yang banyak ditumbuhi oleh gulma atau alga sangat tidak layak untuk menjadi sumber air minum bagi peternakan ayam modern. Selain pH, kandungan bahan organik dan mikroba yang di luar batas toleransi akan mengganggu kesehatan ayam serta dapat mereduksi performa total ayam.

Oleh:
Tony Unandar (Anggota Dewan Pakar ASOHI - Jakarta)

Air sangat fundamental sebagai komponen berbagai fungsi fisiologis tubuh dan kinerja produktivitas ayam modern. Di tengah merebaknya gonjang-ganjing perubahan cuaca akibat pemanasan universal (global warming) dan/atau fenomena El Nino, kelangkaan ketersediaan air sebagai salah satu unsur nutrisi menjadi fakta yang tidaklah samar-samar lagi. Sejatinya ayam modern memperoleh air berkualitas secara ad libitum agar mampu mengekspresikan potensi genetiknya secara optimal, namun fakta lapangan kadang kala berbeda. Tulisan singkat ini berjuang meneropong dinamika air pada ayam modern, termasuk dampak fisiologisnya.

Air dan Ayam Modern
Di Inggris, ketersediaan air minum yang cukup tidak hanya untuk mengoptimalkan ekspresi potensi genetik ayam, tetapi juga penting untuk menjamin kesejahteraan ayam itu sendiri, seperti yang diatur dalam Code of Recommendations for the Welfare of Livestock (PB7275). Dengan mengadopsi hal tersebut, maka pemberian air minum bagi peternakan ayam modern perhari sejatinya bersifat ad libitum alias diberikan secukupnya (El-Sabry et al., 2018; 2021; Abbas et al., 2022; Morgado et al., 2022).

Namun pada praktiknya, di lapangan dikenal pembatasan pemberian air minum (water restriction) untuk tujuan tertentu, terutama jika ada keterbatasan sumber-sumber air di peternakan yang bersangkutan.

Jika water restriction dilakukan secara berlebihan, maka ayam akan mengalami kondisi dehidrasi. Ada beberapa gambaran klinis awal yang dapat diamati pada ayam yang mengalami problem dehidrasi, yaitu:

• Bobot badan umumnya tereduksi dan ayam tampak lesu.

• Warna bulu kadang kala tidak homogen, tidak cerah (kusam), kasar, dan cenderung keriting.

• Sisik kaki kering dan cenderung berbentuk cembung atau cekung, tidak rata dan tidak mengilat.

• Turgor (elastisitas) kulit hilang dan kulit cenderung melekat pada jaringan di bawahnya.

• Ayam malas bergerak, mata cekung, dan kelopak mata rata-rata tertutup.

Di sisi lain dalam kondisi tertentu, pemberian air minum secara ad libitum cenderung mempermudah terjadinya wet dropping atau wet litter akibat meningkatnya water intake. Kondisi-kondisi tertentu itu misalnya kadar garam (NaCl) terlalu tinggi dalam air minum atau pakan, kepadatan nutrisi yang tinggi dalam pakan, pada kejadian heat stress yang subkronis sampai kronis, atau bahkan pada kebanyakan pakan pasca non-AGP (antibiotic growth promotor) juga menampilkan problem wet dropping, karena terjadinya dysbiosis secara subkronis bahkan kronis (Leeson et al., 2000; Viola et al., 2009).

Pasca pakan non-AGP di beberapa negara Eropa, Collett (2012), melaporkan bahwa terjadi peningkatan prevalensi gangguan saluran pencernaan dengan gejala klinis wet dropping yang selanjutnya dapat mengakibatkan peningkatan prevalensi gangguan pernapasan dan lesi pada telapak kaki.

Larbier & Leclerq pada (1992), mencoba mendeskripsikan bentuk-bentuk dinamika air dalam tubuh ayam pada kondisi normal (zone of thermal-neutrality) seperti yang tertera dalam tabel di bawah ini:... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Juli 2024. (toe)

BABINSA KORAMIL DILIBATKAN DALAM PENDATAAN PMK PADA TERNAK KAMBING

Babinsa Koramil Ketika Mengecek Sebuah Peternakan Kambing
(Foto : Istimewa)

Babinsa Koramil 0321-05/ RM Serda Candra Pebrianto didampingi petugas dinas terkait peternakan dan kesehatan hewan, beserta masyarakat peternak kambing melaksanakan Kegiatan Pendataan PMK sekaligus melakukan pengecekan kesehatan hewan ternak Kambing di Kepenghuluan Bangko Sempurna Kecamatan Bangko Pusako, Rabu (24/7/2024).

Pada saat mengunjungi salah satu peternakan kambing milik warga, Serda Candra tak bosan bosannya mengingatkan kepada peternak untuk senantiasa melakukan pemeriksaan terhadap ternaknya masing-masing.

Danramil 05/ RM Kapten Arh Iswandi didampingi Battuut Serma Paijo dan Serda candra menuturkan kegiatan ini di lakukan sebagai upaya antisipasi serta membantu kesehatan hewan ternak terkait wabah PMK terutama yang memiliki hewan ternak, Kambing, sapi atau lembu maupun Kerbau

"Kita turun ke wilayah binaan serta melihat secara langsung hewan dan kita pastikan kesehatan hewan ternak yang kemungkinan adanya ciri-ciri hewan tersebut terjangkit wabah PMK, atau tidak,” katanya.

Pihaknya kata Danramil rutin melakukan himbauan kepada peternak untuk dapat menjaga kebersihan kandang dan lingkungan serta harus dapat mengenali gejala dan ciri-ciri hewan ternak yang tertular wabah PMK.

“Kepada warga supaya tidak perlu takut melaporkan ke petugas, jika didapati kesehatan hewan ternaknya dengan ciri-ciri keluar air liur berlebihan, lepuh, luka pada kuku dan kuku terlepas, lepuh di mulut, lapor ke instansi terkait," ujar Kapten Arh Iswandi.

Dari hasil pedataan, belum ada ditemukan PMK pada hewan ternak di Kepenghuluan Bangko sempurna Kecamatan Bangko Pusako, ungkap Kapten Arh Iswand. (INF)

PEMPROV SULSEL BATALKAN ALOKASI BANTUAN TERNAK AYAM UNTUK RUMAH TANGGA MISKIN

Beternak Ayam Dapat Membantu Masyarakat Mengentaskan Kemiskinan
(Foto : Istimewa)

Program bantuan peternakan ayam untuk Rumah Tangga Miskin (RTM) sebesar Rp19 miliar batal dilaksanakan tahun ini oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Alasannya, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melakukan recofusing untuk kebutuhan mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov).

Kepala Bidang (Kabid) Perbibitan dan Produksi Dinas Peternakan Sulsel, Ahmad Masykuri mengatakan pihaknya sudah melakukan pemutakhiran data yang bakal menjadi daerah sasaran bantuan peternakan ayam untuk RTM itu.

Ia menjelaskan, ada 1500 RTM untuk warga di 15 kabupaten di Sulsel. Yakni, Kabupaten Jeneponto, Pangkep, Pinrang Bantaeng, Bone, Enrekang, Barru, Luwu, Maros, Soppeng, Takalar, Toraja Utara, Palopo Luwu Utara dan Tana toraja.

Perencanaan itu, kata dia, merupakan solusi dalam rangka menekan angka kemiskinan ekstrem di Sulsel. Program ini setiap tahun dilaksanakan lantaran dianggap penting oleh Dinas Peternakan Sulsel.

“Jadi awalnya ayam itu akan diberikan 30 ekor dan skalanya 3 ekor jantan dan 27 ekor betina kemudian disertakan dengan kandang serta penteasan telur yang akan dikelola secara berkelompok,” tutur Ahmad Masykuri saat diwawancara Rakyat Sulsel, Selasa (23/7)

Tak hanya pada proses pengembangabiakan ayam, kata dia, proses ekonomi lainnya juga dapat dirasakan masyarakat. Seperti penjualan telur, atau pupuk kandang hasil dari peternakan ayam tersebut. Meski begitu, sambung Ahmad, pihaknya kembali merencakan program tersebut di APBD selanjutnya.

Diketahui, Pemprov Sulsel melakukan recofusing anggaran di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Peternakan sebesar Rp42 miliar. Salah satu program terdampak yakni RTM sebesar Rp19 miliar.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan), Nurlina Saking mengatakan rencana bantuan peternakan ayam itu sebelumnya diproyeksikan bisa menggenjot penghasilan penerima bantuan itu lebih dari Rp1 Juta per bulan dari hasil peternakan.

Keterkaitan dengan beberapa hasil yang bisa menjadi ekonomi itu juga sejalan dengan program pertanian organik, “ jadi itu juga bisa menjadi sumber pupuk organik,” kuncinya. (INF)

BRASIL MENANGGUHKAN EKSPOR UNGGAS KARENA WABAH PENYAKIT NEWCASTLE DISEASE

Brasil telah mengumumkan penangguhan sukarela ekspor daging ayam, telur, dan produk unggas menyusul konfirmasi wabah Newcastle Disease di sebuah peternakan di kota Anta Gorda, Rio Grande do Sul. Embargo mandiri ini dapat berdampak hingga 60.000 ton per bulan pada perdagangan internasional.

Kementerian Pertanian dan Peternakan (Mapa) mengomunikasikan tindakan tersebut beberapa waktu lalu (18 Juli), yang menetapkan penangguhan sendiri ekspor selama 21 hari.

Penangguhan tersebut memengaruhi pengiriman ke berbagai negara sesuai dengan persyaratan sanitasi yang disepakati dengan masing-masing negara. Negara-negara seperti Tiongkok, Argentina, Peru, dan Meksiko memperkirakan pembatasan di seluruh wilayah Brasil.

Produk yang terkena dampak meliputi daging unggas, daging segar dan turunannya, telur, pakan ternak, bahan unggas mentah untuk keperluan opotherapeutic, olahan daging, dan produk turunan darah yang tidak diolah.

Untuk negara bagian Rio Grande do Sul, eksportir daging ayam terbesar ketiga di Brasil, pembatasan tersebut bahkan lebih ketat. Produk unggas dilarang diekspor ke lebih dari 50 negara, termasuk Afrika Selatan, Arab Saudi, Uni Eropa, dan Vietnam, antara lain.

Dalam radius 50 km dari wabah, larangan tersebut berlaku untuk daging unggas, tepung unggas, dan bulu untuk pakan ternak, serta produk daging yang dimasak dan diolah, dengan tujuan seperti Kanada, Jepang, dan Israel.

Menurut presiden ABPA (Asosiasi Protein Hewani Brasil), Ricardo Santin, embargo mandiri yang diumumkan oleh Kementerian Pertanian dan Peternakan Brasil diperkirakan karena perjanjian sanitasi yang ditandatangani oleh Brasil, dan hal itu memperkuat sikap transparansi mengenai perawatan sanitasi dalam produksi.

Seperti yang ia sampaikan, ekspor Brasil rata-rata 430.000 ton per bulan. Dalam skenario paling ekstrem, tujuan dengan beberapa jenis atau pembatasan total, baik di tingkat negara atau negara bagian, dapat memengaruhi tujuan tersebut hingga maksimum 60.000 ton.

“Ini tidak berarti volume ini akan masuk ke pasar domestik. Kemungkinan aliran akan dialokasikan ke destinasi potensial lain yang membutuhkan produk ini, terutama saat permintaan internasional tinggi,” analisis Santin.

Data tersebut akan mewakili, paling banyak, antara 5% dan 7% dari produksi bulanan Brasil.

“Perlu ditegaskan kembali bahwa ini adalah skenario ekstrem dan tidak diharapkan terkait perilaku pasar. Sudah ada indikasi potensi dimulainya kembali dalam jangka pendek, berkat kerja klarifikasi yang cepat dan transparan oleh otoritas teknis dan negosiasi oleh Kementerian Pertanian dan Luar Negeri,” imbuh direktur pasar, Luís Rua, yang berpartisipasi dalam konferensi pers.

Menanggapi wabah tersebut, Mapa mengumumkan keadaan darurat zoosanitari di Rio Grande do Sul selama 90 hari. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat pengawasan epidemiologi dan penerapan prosedur pemberantasan wabah.

Langkah ini merupakan bagian dari Rencana Kontinjensi yang ditetapkan sebelumnya untuk Flu Burung dan Newcastle Disease. Tindakan yang dilakukan termasuk pemusnahan unggas yang terinfeksi, pembersihan dan disinfeksi lokasi, tindakan biosekuriti lainnya, dan zona pengawasan dalam radius 10 km.

Wabah tersebut dikonfirmasi pada tanggal 17 Juli oleh Laboratorium Pertahanan Pertanian Federal São Paulo (LFDA-SP), yang diakui oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH). Virus tersebut diidentifikasi pada sekumpulan ayam pedaging, yang menyebabkan karantina segera di tempat peternakan unggas dan penghentian sementara pergerakan unggas. Setelah itu, Mapa melaporkan bahwa 3 dugaan wabah Newcastle Disease lainnya telah dikesampingkan.

Konfirmasi tersebut muncul setelah analisis oleh Laboratorium Pertahanan Pertanian Federal São Paulo (LFDA-SP) mengungkapkan hasil negatif untuk virus tersebut. Sampel dikumpulkan pada tanggal 19 Juli dari properti yang terletak di zona perlindungan yang ditetapkan untuk Newcastle Disease oleh tim pengawasan dan pertahanan kesehatan hewan negara bagian, bersama dengan tim Mapa. 

Meskipun terjadi wabah, Mapa memastikan bahwa konsumsi produk unggas yang diperiksa oleh Dinas Kesehatan Hewan Resmi (SVO) tetap aman.

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer