-->

AGAR PRODUKSI DAN KUALITAS KOLOSTRUM SAPI PERAH MENINGKAT



Sapi perah perlu menghasilkan setidaknya 6 liter kolostrum berkualitas baik dengan nilai Brix ≥22% untuk memenuhi kebutuhan pedet yang baru lahir. Namun, sekitar 25–60% sapi perah berpotensi menghasilkan kolostrum dalam jumlah yang tidak mencukupi atau dengan kualitas yang kurang baik berdasarkan standar yang direkomendasikan.

Menurut penelitian yang dikutip Selko, penggunaan Selko IntelliBond, yaitu sumber mineral mikro hidroksi (hydroxy trace minerals), dapat meningkatkan produksi kolostrum sekitar 1 liter per ekor tanpa menurunkan konsentrasi IgG dalam kolostrum.

Pentingnya manajemen kolostrum pada pedet
Manajemen kolostrum yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan pemeliharaan pedet. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jumlah kolostrum yang dikonsumsi pedet dapat memengaruhi kekebalan tubuh, pertumbuhan, metabolisme, dan status hormonal pada masa awal kehidupannya.

Manajemen kolostrum yang baik juga tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian kolostrum yang tepat dapat berpengaruh terhadap produktivitas pada masa laktasi berikutnya serta umur produktif sapi. (Selko Feed Additives)
Ada beberapa alasan mengapa pedet harus mendapatkan kolostrum dalam jumlah dan kualitas yang memadai.

Kolostrum mengandung imunoglobulin
Kolostrum sapi mengandung berbagai jenis imunoglobulin, terutama IgG, IgA, dan IgM. IgG merupakan imunoglobulin yang paling dominan sehingga konsentrasi IgG sering digunakan sebagai parameter utama untuk menilai kualitas kolostrum.

Secara umum, kolostrum dianggap berkualitas baik apabila memiliki konsentrasi IgG ≥50 mg/mL.
Di tingkat peternakan, kualitas kolostrum dapat diperiksa secara praktis menggunakan kolostrometer atau refraktometer Brix. Nilai Brix minimal sekitar 22% umumnya berkorelasi dengan konsentrasi IgG sekitar 50 g/L atau lebih. Akan tetapi, manfaat kolostrum sebenarnya tidak hanya berasal dari kandungan antibodinya.

Kolostrum memberikan kekebalan pasif kepada pedet
Pedet yang baru lahir belum memiliki sistem kekebalan yang berkembang sempurna. Mereka juga belum memiliki pengalaman imunologis terhadap berbagai mikroorganisme penyebab penyakit.
Respons kekebalan pada pedet yang baru lahir juga relatif lambat. 

Oleh karena itu, antibodi maternal yang diperoleh melalui kolostrum menjadi sangat penting untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai patogen pada minggu-minggu pertama kehidupannya.IgG, IgA, dan IgM yang terdapat dalam kolostrum membantu menyediakan kekebalan pasif bagi pedet pada periode kritis tersebut. Karena itu, bukan hanya keberadaan kolostrum yang penting, tetapi juga seberapa cepat pedet mendapatkannya setelah lahir dan berapa banyak yang dikonsumsi.

Pedet membutuhkan energi dari kolostrum sejak jam-jam pertama kehidupannya
Kolostrum juga merupakan sumber energi yang sangat penting bagi pedet. Saat lahir, kandungan lemak tubuh pedet relatif sangat rendah, yaitu kurang dari 3% bobot tubuhnya. Sebagian lemak tersebut merupakan brown fat atau lemak cokelat yang kaya akan mitokondria.

Lemak cokelat memiliki fungsi penting dalam membantu pedet mempertahankan suhu tubuh melalui mekanisme non-shivering thermogenesis, yaitu produksi panas tanpa harus menggigil. Cadangan lemak cokelat tersebut berada di sekitar organ-organ vital, seperti jantung dan ginjal. Kolostrum menyediakan energi yang dibutuhkan untuk mengaktifkan mekanisme produksi panas tersebut. Menurut artikel Selko, kandungan energi kolostrum sekitar 5,4 kJ ME/L dan disebutkan sekitar dua kali lebih tinggi dibandingkan susu.

Pedet memang dapat bertahan hingga sekitar 15 jam tanpa mendapatkan kolostrum, tetapi cadangan energinya akan cepat terkuras apabila tidak mendapatkan kolostrum dalam beberapa jam pertama setelah lahir.

Ketika cadangan energi semakin menipis, suhu tubuh pedet dapat turun. Pedet kemudian menjadi lemah dan lesu. Pada kondisi hipotermia, refleks menyusu dapat menghilang sehingga pedet semakin tidak mampu minum. Dengan kata lain, semakin terlambat pedet mendapatkan kolostrum, semakin besar risiko terjadinya masalah kesehatan.

Kolostrum juga mengandung faktor pertumbuhan
Selain antibodi dan energi, kolostrum sapi mengandung berbagai growth factors atau faktor pertumbuhan yang berperan dalam perkembangan pedet.
Beberapa di antaranya adalah:
Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1)
Insulin-like Growth Factor-2 (IGF-2)
Transforming Growth Factor-alpha (TGF-α)
Transforming Growth Factor-beta (TGF-β)

Faktor-faktor tersebut berperan dalam menjaga integritas saluran pencernaan, mendukung pertumbuhan, serta membantu perkembangan sistem kekebalan pedet. Kolostrum sapi merupakan sumber penting faktor pertumbuhan tersebut bagi pedet yang baru lahir. 

Berapa banyak kolostrum yang dibutuhkan pedet?
Sebagai pedoman, pedet dianjurkan mendapatkan kolostrum sekitar 10–12% dari bobot lahirnya pada pemberian pertama. Untuk pedet sapi perah yang baru lahir, artikel ini merekomendasikan sedikitnya 4 liter kolostrum berkualitas baik dalam 12 jam pertama kehidupan.

Pemberian pertama idealnya dilakukan dalam 1–2 jam setelah kelahiran. Sebagai gambaran, pola pemberian yang disebutkan dalam artikel adalah:

Pemberian pertama:
3–4 liter kolostrum sesegera mungkin setelah lahir.
Pemberian kedua:
Sekitar 2 liter, enam jam kemudian.
Pemberian berikutnya:
Tambahan 1–2 liter pada sekitar 12 jam setelah lahir apabila memungkinkan.
Agar pola pemberian tersebut dapat dilakukan secara optimal, seekor sapi induk idealnya menghasilkan sedikitnya 6 liter kolostrum berkualitas baik dengan nilai Brix ≥22%. 

Apakah sapi perah menghasilkan kolostrum yang cukup?
Masalahnya, tidak semua sapi mampu menghasilkan kolostrum dalam jumlah yang cukup. Dalam salah satu penelitian yang melibatkan 1.731 laktasi sapi Holstein, sebanyak 62,6% sapi menghasilkan kurang dari 6 kg kolostrum pada pemerahan pertama.

Lebih jauh lagi, hanya 27,7% sapi yang menghasilkan sedikitnya 6 kg kolostrum dengan nilai Brix 22%. Penelitian dari University of New Hampshire juga menemukan bahwa sekitar 12% sapi tidak menghasilkan kolostrum sama sekali, sedangkan hampir 25% menghasilkan kolostrum dalam jumlah terlalu sedikit untuk memenuhi kebutuhan pedetnya.

Penelitian yang lebih baru juga menunjukkan bahwa sekitar 73% sapi dara yang baru pertama kali melahirkan (primiparous) dan 61% sapi yang telah beberapa kali melahirkan (multiparous) menghasilkan kolostrum dalam jumlah yang tidak memadai. 

Dengan demikian, berdasarkan penelitian-penelitian tersebut, diperkirakan sekitar 25–60% sapi perah dapat menghasilkan kolostrum yang jumlahnya tidak mencukupi atau tidak memenuhi standar kualitas yang direkomendasikan.

Ini merupakan persoalan penting dalam manajemen pedet karena produksi kolostrum yang rendah dapat menyulitkan peternak memenuhi kebutuhan pemberian kolostrum pada jam-jam pertama kehidupan.

Apa yang terjadi ketika sapi diberi Selko IntelliBond?
Salah satu pendekatan yang ditawarkan Selko adalah penggunaan Selko IntelliBond, yang mengandung mineral mikro dalam bentuk hydroxy trace minerals.

Menurut Selko, sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan sumber mineral tersebut sebagai pengganti sumber mineral sulfat dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan dan performa sapi perah. Selko juga menyebutkan bahwa penggunaan IntelliBond dapat meningkatkan produksi Energy Corrected Milk (ECM) sekitar 1–1,5 kg per ekor per hari.

Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Professor Jose Santos dari University of Florida secara khusus mengevaluasi pengaruh pemberian IntelliBond selama periode close-up—yaitu periode menjelang kelahiran terhadap produksi kolostrum.

Penelitian University of Florida
Sebanyak 141 ekor sapi Holstein dilibatkan dalam penelitian tersebut. Sapi dibagi secara acak menjadi dua kelompok:

Kelompok pertama:
30 ekor sapi dara dan 40 ekor sapi multiparitas diberi mineral dalam bentuk sulfat.

Kelompok kedua:
31 ekor sapi dara dan 40 ekor sapi multiparitas diberi Selko IntelliBond sebagai pengganti penuh sumber mineral sulfat.

Perlakuan dimulai sekitar 21 hari sebelum sapi melahirkan.
Mineral tambahan yang diberikan terdiri atas:
Zinc (Zn): 30 mg/kg bahan kering ransum
Copper (Cu): 7 mg/kg bahan kering ransum
Manganese (Mn): 22 mg/kg bahan kering ransum

Produksi serta kualitas kolostrum kemudian dibandingkan pada pemerahan pertama setelah sapi melahirkan.

Hasil penelitian: produksi kolostrum meningkat
Penggantian sumber Zn, Cu, dan Mn dari bentuk sulfat menjadi sumber mineral IntelliBond tidak memengaruhi konsumsi bahan kering sapi sebelum melahirkan. Namun, terdapat kecenderungan peningkatan produksi kolostrum sekitar 1,0 kg.

Pada sapi dara, produksi kolostrum meningkat dari rata-rata:
5,54 kg → 7,07 kg
Sementara pada sapi multiparitas:
4,89 kg → 5,47 kg

Jika sapi dara dan sapi multiparitas digabungkan, peningkatan produksi kolostrum pada pemerahan pertama mencapai sekitar 1 kg. Nilai p yang dilaporkan adalah 0,08, sehingga hasil tersebut lebih tepat disebut sebagai tendency atau kecenderungan, bukan perbedaan yang signifikan secara statistik pada tingkat konvensional p<0,05. 

Bagaimana dengan kualitas kolostrumnya?
Yang menarik, peningkatan volume kolostrum tersebut tidak diikuti dengan penurunan parameter kualitas utama.
Tidak ditemukan perbedaan yang berarti dalam:
persentase lemak,
persentase protein,
persentase laktosa,
total padatan,
jumlah sel somatik,
nilai Brix, maupun
konsentrasi IgG.

Nilai Brix pada kedua kelompok berada di sekitar 27%, sedangkan konsentrasi IgG berada pada kisaran 106–122 g/L, tergantung kelompok sapi.  Artinya, berdasarkan penelitian tersebut, peningkatan volume kolostrum tidak menyebabkan efek pengenceran terhadap konsentrasi IgG.

Bahkan, total IgG yang dihasilkan cenderung meningkat karena jumlah kolostrum yang diproduksi lebih banyak. Pada sapi dara, total IgG meningkat dari sekitar 574 g menjadi 735 g, sedangkan pada sapi multiparitas meningkat dari sekitar 572 g menjadi 615 g. Namun, perbedaan tersebut tidak mencapai tingkat signifikansi statistik yang dilaporkan dalam penelitian. 

Memanfaatkan senyawa tanaman untuk meningkatkan kualitas kolostrum
Selain IntelliBond, artikel Selko juga membahas produk lain yang disebut Fytera Lacteco. Fytera Lacteco disebut sebagai PhytoComplex yang dipatenkan dan digunakan sebagai bahan tambahan pakan alami untuk sapi.

Menurut beberapa penelitian yang dikutip Selko, pemberian Fytera Lacteco selama 30 hari terakhir sebelum kelahiran dapat meningkatkan kadar imunoglobulin dalam kolostrum dan memperbaiki proses transfer antibodi maternal kepada pedet. 

Dalam salah satu percobaan, pedet dari sapi yang mendapatkan Fytera Lacteco mencapai kadar IgG serum 24 g/L pada 24 jam setelah lahir, yang digunakan dalam penelitian tersebut sebagai ambang keberhasilan transfer imunitas maternal.

Dengan demikian, pendekatan yang ditawarkan Selko tidak hanya berfokus pada meningkatkan jumlah kolostrum, tetapi juga pada upaya mempertahankan atau meningkatkan kualitas imunologis kolostrum.

Membangun program manajemen kolostrum yang baik
Manajemen kolostrum merupakan bagian yang sangat penting dalam pemeliharaan pedet. Kolostrum memberikan tiga manfaat utama bagi pedet:

1. Antibodi untuk membangun kekebalan pasif.
2. Energi untuk membantu mempertahankan suhu tubuh dan memenuhi kebutuhan metabolisme awal kehidupan.
3. Faktor pertumbuhan yang mendukung perkembangan saluran pencernaan dan sistem kekebalan.

Karena itu, peternakan sapi perah perlu memastikan bahwa sapi mampu menghasilkan kolostrum dalam jumlah yang cukup dan dengan kualitas yang baik. Target yang disebutkan dalam artikel adalah setidaknya 6 liter kolostrum dengan nilai Brix ≥22% dari pemerahan pertama.
 
Namun, sebagaimana ditunjukkan oleh berbagai penelitian, sebagian besar peternakan berpotensi menghadapi masalah produksi kolostrum yang tidak mencukupi. Program peningkatan produksi kolostrum dapat meningkatkan volume kolostrum sekitar 1–3 liter per ekor, dan menurut artikel tersebut peningkatan volume tersebut dapat dicapai tanpa harus menurunkan konsentrasi IgG.

Sumber mineral yang digunakan dalam ransum dapat menjadi salah satu faktor yang berpengaruh. Penggantian sumber mineral sulfat dengan Selko IntelliBond dalam penelitian University of Florida meningkatkan produksi kolostrum pada pemerahan pertama sekitar 1 liter, tanpa menurunkan konsentrasi IgG. 

Sementara itu, pemberian Fytera Lacteco selama 30 hari terakhir kebuntingan dilaporkan dapat meningkatkan kadar imunoglobulin kolostrum dan memperbaiki transfer kekebalan pasif kepada pedet.

Kesimpulan
Manajemen kolostrum yang baik merupakan fondasi penting dalam keberhasilan pemeliharaan pedet. Pedet membutuhkan kolostrum bukan hanya sebagai sumber antibodi, tetapi juga sebagai sumber energi dan berbagai faktor pertumbuhan yang diperlukan untuk perkembangan awal tubuh dan sistem kekebalan.

Idealnya, pedet mendapatkan kolostrum berkualitas tinggi sesegera mungkin setelah lahir. Untuk mendukung program tersebut, sapi induk perlu menghasilkan kolostrum dalam jumlah yang memadai.
Artikel Selko menunjukkan bahwa sekitar 25–60% sapi perah berpotensi tidak menghasilkan kolostrum dalam jumlah yang cukup sesuai standar yang direkomendasikan. 

Penelitian University of Florida yang melibatkan 141 ekor sapi Holstein menunjukkan bahwa penggantian sumber Zn, Cu, dan Mn berbasis sulfat dengan Selko IntelliBond hydroxy trace minerals cenderung meningkatkan produksi kolostrum sekitar 1 kg pada pemerahan pertama, tanpa menurunkan nilai Brix maupun konsentrasi IgG kolostrum. 

Dengan demikian, menurut artikel tersebut, pengelolaan sumber mineral mikro dapat menjadi salah satu bagian dari strategi yang lebih luas untuk meningkatkan produksi kolostrum dan mendukung program manajemen pedet. (INF)

TROUW NUTRITION INDONESIA PERKUAT KERJA SAMA BERSAMA SHS INTERNATIONAL

Trouw Nutrition Indonesia Memperkuat Kerja Sama Bersama SHS International
(Foto : Trouw)


Trouw Nutrition Indonesia, resmi menunjuk PT SHS International sebagai distributor eksklusif untuk produk Selko® IntelliBond® dan Selko® Optimin di Indonesia. Kemitraan ini memperkuat kolaborasi strategis antara kedua perusahaan, yang telah terjalin sebelumnya dimana SHS International telah menjadi mitra distribusi untuk produk Selko® pH S. Kemitraan ini bertujuan untuk memperluas jangkauan solusi nutrisi hewan berbasis sains yang inovatif, serta mendukung industri peternakan Indonesia dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas dan keberlanjutan usaha dan lingkungan. peternakan mereka.

“Kami sangat antusias memperluas kemitraan kami dengan SHS International. Dengan pengalaman dan jaringan distribusi yang kuat, SHS adalah mitra ideal untuk membawa produk trace mineral kami—Selko® IntelliBond® dan Selko® Optimin—ke lebih banyak pelaku usaha peternakan di Indonesia. Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan mempercepat adopsi teknologi nutrisi yang lebih efisien dan berkelanjutan," tutur Yana Ariana selaku Country Manager Trouw Nutrition Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama Maria Elizabeth Nani Wijayanti merasa terhormat dan terpercaya dapat bermitra dengan perusahaan sekelas Trouw Nutrition Indonesia. 

“Kami sangat senang dipercaya sebagai distributor eksklusif untuk produk Selko® IntelliBond® dan Selko® Optimin. Trouw Nutrition Indonesia adalah perusahaan yang senantiasa berkomitmen terhadap inovasi, reputasinya termasyhur sebagai perusahaan global, dan dedikasinya dalam menyediakan solusi nutrisi berbasis sains sudah terbukti dan teruji. Setelah sukses mendistribusikan Selko® pH S, kami ingin membantu peternak di Indonesia mendapatkan akses yang lebih luas terhadap produk-produk nutrisi terkini yang dapat meningkatkan performa dan keberlanjutan usaha mereka," tutur Maria.

Selko® Optimin dan Selko® IntelliBond merupakan bagian dari portfolio product trace mineral milik Trouw Nutrition. Selko® Optimin merupakan premium organic trace minerals dari Trouw Nutrition dan tersedia dalam bentuk berupa Iron, Copper, Zinc, Manganese dan Selenium. Diciptakan dengan teknologi chelation terkuat, menjadikan Selko® Optimin sebagai organic trace minerals terbaik yang saat ini tersedia di market, memastikan pemenuhan nutrisi trace minerals yang optimum. Selko® Optimin mendukung status mineral yang optimal dalam tubuh ternak, yang berkontribusi terhadap kesehatan dan peningkatan performa secara keseluruhan.

Selko® IntelliBond merupakan pionir hydroxy trace minerals pertama di dunia yang diciptakan untuk nutrisi ternak. Tersedia dalam bentuk Copper, Zinc, dan Manganese, Selko® IntelliBond telah berkembang selama lebih dari 25 tahun dan berhasil menjadi the leading brand, khususnya di pasar Amerika dengan market share mencapai 30%. Didukung oleh teknologi OptiSize® yang dipatenkan, memastikan distribusi optimal dan kemudahan dalam proses handling karena didukung oleh sifat partikel yang inert, non-reaktif, ukuran seragam, serta dust-free. Selko® IntelliBond hanya akan larut pada kondisi pH di bawah 4 sehingga meminimalisir interaksi dengan nutrien lain di dalam pakan/premix dan di saluran pencernaan bagian atas sehingga lebih banyak trace mineral yang tersedia untuk dimanfaatkan oleh ternak. Kedua produk tersebut diharapkan dapat menjadi solusi komprehensif dalam pemenuhan kebutuhan trace mineral pada ternak, sehingga berkontribusi nyata terhadap kesehatan, produktivitas, dan keberlanjutan industri peternakan di Indonesia. (INF)


TROUW NUTRITION INDONESIA : MENJAGA EKSISTENSI DALAM MEMBERI SOLUSI

Tim Trouw Nutrition Indonesia, Dalam Indo Livestock 2024
(Foto : CR)


Perhelatan Indo Livestock 2024 yang berlangsung 17-19 Juli 2024 lalu menjadi ajang pembuktian eksistensi PT Trouw Nutrition Indonesia. Sebagai salah satu leader dalam industri nutrisi dan kesehatan hewan, Trouw datang ke Indo Livestock 2024 dengan segenap amunisi dan optimismenya. 

Sebut saja beragam portofolio produk feed additive inovatif mereka yakni Selko® dan Sprayfo. Selain itu layanan pendukung seperti MyNutriOpt, NutriOpt on Adviser (NOA), Mycotoxin Adviser/Mycomaster, serta dukungan laboratorium dari Masterlab Belanda juga dihadirkan oleh Trouw dalam Indo Livestock 2024. 

Dexter Abrigo selaku Marketing Manager Trouw Nutrition Asia Pacific yang ditemui oleh Infovet saat Indo Livestock 2024 mengatakan bahwa setelah Covid-19, ekonomi Indonesia berangsur - angsur mulai membaik. 

"Kami melihat kesempatan itu, apalagi Indonesia merupakan pasar yang unik, sebagai negara dengan jumlah muslim terbesar di ASEAN, perunggasan di Indonesia masih dapat berkembang lebih maju dan efisien," tuturnya.

"Kami juga hadir di sini ingin menyapa customer kami terutama di sektor perunggasan, sebagai salah satu mitra mereka, kami ingin memperlihatkan inovasi dan solusi yang kami miliki dalam menyelesaikan permasalahan yang mungkin mereka hadapi," lanjut Dexter.
 
Dexter juga mengatakan pasar produk nutrisi hewan di Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan akan telur, daging ayam, sapi, dan susu yang berkualitas seiring dengan meningkatnya kesadaran kesehatan masyarakat pentingnya asupan nutrisi yang memadai untuk pertumbuhan. 


Booth Trouw Nutrition di Indo Livestock 2024
(Foto : CR)



Produk Inovatif, Layanan Solutif


Demonstrasi NOA Kepada Pengunjung Booth
(Foto : CR)


Setidaknya ada beberapa produk gacoan milik Trouw yang dipamerkan dalam Indo Livestock 2024 mulai dari Selko®. Program yang ditawarkan berfokus pada empat hal yakni Trace Mineral Optimization, Feed Safety, Health and Performance,dan Phytogenic products.

Selain Selko® hadir juga Sprayfo yang didukung penuh oleh sains LifeStart. DImana di dalamnya Sprayfo menawarkan rangkaian solusi lengkap pemeliharaan pedet yang dapat memastikan perkembangan optimal selama tahap awal kehidupan, sehingga menghasilkan sapi yang lebih sehat dan kuat yang siap untuk memproduksi susu lebih banyak.

Pada kategori service Trouw menghadirkan demonstrasi NutriOpt On-site Adviser (NOA) dan Selko® Continuous Dosing System yang dapat dilihat langsung oleh pengunjung booth mereka. NOA adalah alat mutakhir yang dirancang agar formulasi pakan yang dihasilkan lebih presisi dan efisien.

Alat dengan teknologi inovatif ini mampu memberikan hasil data analisis real-time terhadap bahan baku pakan, dan pakan jadi sehingga berguna dan relevan untuk mengambil keputusan, dimana produsen / peternak lebih dapat mengoptimalkan strategi yang cepat untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan bisnisnya.

Sedangkan, Selko®️ Continuous Dosing System, merupakan alat penentuan dosis dengan teknologi sistem otomatis yang dirancang khusus sebagai solusi terobosan untuk aplikasi imbuhan pakan berbahan cair pada bahan baku.

Alat yang sangat akurat dan konsisten ini dapat memastikan presisi penggunaan jumlah aditif cair sesuai kebutuhan untuk meningkatkan lama simpan, serta dapat mengurangi limbah dan meningkatkan kualitas nutrisi dan efisiensi pakan secara keseluruhan.

Dengan segala produk, inovasi, service, serta semua sumberdaya yang mereka miliki, Trouw Nutrition selalu siap dalam menjadi partner bagi para stakeholder peternakan Indonesia dalam memberikan solusi dari apa yang mereka hadapi. (CR)



MENGURANGI RISIKO ANCAMAN VIBRIOSIS MELALUI DIET DENGAN ASAM ORGANIK

Trouw Nutrition hadir di Asia-Pacific Aquafeed 2024 di Surabaya
(Foto : Wida)

Selko, merk produk Feed Additives dari Trouw Nutrition, akan mengungkap hasil penelitian terbarunya mengenai intervensi pakan untuk mengurangi ancaman Vibriosis dalam budidaya udang. Hasil studi akan dipresentasikan dalam acara Asia-Pacific Aquafeed 2024 di Surabaya, Indonesia, yang berlangsung dari 2 hingga 5 Juli 2024.

Saravanan Subramanian, Global Technical Commercial Manager Aquafeed at Selko®, akan membagikan hasilpenelitian mengenai efek diet aditif pakan berbasis asam organik (Selko® Selacid® GG) dalam mendukung udang yang mengalami Vibriosis.

Peneliti di Central Institute of Brackishwater Aquaculture, ICAR, India, melakukan penelitian terhadap kelangsungan hidup udang dan total beban Vibrio di hepatopankreas (HP) tujuh hari setelah diberikan Vibrio sp.

Udang dalam tiga kelompok perlakuan diberikan pakan dengan tingkat inklusi spesifik dari campuran asam organik Selacid® GG (0,1%, 0,2%, 0,3%) dan hasil penelitian dari setiap kelompok perlakuan akan dibandingkan dengan udang dalam kelompok kontrol positif dan negatif yang menerima pakan yang sama tanpa campuran asam organik. 

Dalam penelitian diperiksa parameter pertumbuhan termasuk final body weight, weight gain, specific growth rate, and survival rate dan didapatkan hasil bahwa udang yang diberi diet campuran asam organik 0,2% memiliki nilai yang signifikan lebih tinggi daripada kelompok kontrol positif. Selain itu, analisis mikroskopis menunjukkan adanya degenerasi dan nekrosis yang relatif lebih sedikit dari tubulus HP dan sel epitel HP, bersama dengan indikator peradangan yang lebih sedikit, di antara kelompok yang menerima campuran asam organik 0,2%.

Kelompok udang yang menerima campuran asam organik pada konsentrasi 0,2% dalam pakan memiliki nilai temuan Vibrio yang signifikan lebih rendah di HP diikuti dengan peningkatan imunitas, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup dibandingkan dengan kelompok kontrol positif. Temuan ini menunjukkan bagaimana pengaruh intervensi nutrisi dapat membantu mengelola tantangan biologis yang mengancam pertumbuhan berkelanjutan dan ekonomi peternakan udang di seluruh dunia.

Dengan biaya finansial yang besar, kerugian tahunan yang terkait dengan Vibriosis di peternakan udang di India adalah $39,3 juta antara 2018-19. Karena asam organik memiliki sifat antimikroba, sehingga memberikan alternatif yang lebih baik daripada antibiotik dalam mengurangi pertumbuhan bakteri patogenik dan meningkatkan respons imunudang.

Subramanian mengatakan, "Penyakit yang disebabkan oleh Vibriosis bersama dengan patogen lainnya merupakan ancaman konstan bagi bisnis petambak udang, yang mengakibatkan tingginya angka mortalitas dan menyebabkan pertumbuhan lambat bagi udang. Penelitian ini lebih lanjut menunjukkan bukti terhadap penggunaan asam organik sebagai alternatif bagi produsen pakan dan petambak udang dalam mengelola tekanan penyakit dalam budidaya udang".

Pengunjung acara Asia-Pacific Aquafeed 2024 dapat mempelajari lebih lanjut tentang penelitian dan solusi Selko di stan Trouw Nutrition nomor 197 dan 19. (Wida)

KEMERIAHAN SELKO POULTRY SCHOOL 2023

Selko Poulty School Digelar Meriah


PT Trouw Nutrition Indonesia (TNI) selaku salah satu pemain utama dalam industri feed additive kembali menyelenggarakan Selko Poultry School di Hotel Intercontinental, Pondok Indah, Jakarta pada Selasa (24/10) yang lalu. 

Menurut Wully Wahyuni selaku President Director PT Trouw Nutrition Indonesia dalam sambutannya mengatakan bahwa program tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai perkembangan teknologi dan sains terbaru dalam industri perunggasan pada pelaku industri perunggasan di tanah air.

"Kita di sini secara konsisten menggelar Selko Poultry School agar pelaku industri di sini mendapat banyak update mengenai sesuatu yang baru. Bagaimana aspek teknis dan manajemen, dan tentu juga kami ingin lebih dekat para customer. Sebagai partner, Trouw selalu siap dalam membantu para pelaku industri di sini dalam memberikan solusi yang efektif," tutur Wully.

Ia juga mengapresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkenan dan turut menyukseskan acara ini, karena tanpa kerjasama dan kolaborasi yang baik, acara ini tidak digelar dengan penuh kemeriahan dan sukacita.

Dalam kesempatan yang sama Drh Susanto selaku Performance & Health Program Manager PT TNI dalam pemaparannya memperkenalkan lebih dalam kepada para peserta mengenai update internal yang terjadi di perusahaan tempat ia bekerja.

"Kenapa namanya Selko Poultry School, bukan Trouw Poultry School?. Sebenarnya sama saja, Selko ini merupakan brand dari divisi feed additive kami. Kami berharap nama Selko ini bisa menjadi pilihan utama bagi para pelaku industri sekalian," tutur Susanto.

Ia juga mengatakan bahwa Selko sendiri telah menelurkan berbagai macam produk feed additive berkualitas dengan berbagai macam purpose. Dengan segudang portofolionya, Selko siap menjadi solusi dari berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan, mulai dari trace mineral, feed quality, gut health, serta safe from farm to table.

Upgrade Keilmuan dan Teknis

Dalam Selko Poultry School 2023, pembicara yang dihadirkan juga bukan kaleng - kaleng. Kali ini Dr Steve Leeson yang merupakan seorang ahli di bidang nutrisi dan produksi perunggasan didapuk menjadi pembicara utama. Bertindak sebagai moderator yakni Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, Prof I Wayan Teguh Wibawan.

Pada sesi pertama, Dr Steve banyak berbicara mengenai isu - isu terkini yag terkait dengan produksi pakan unggas. Di sini beliau mengupas lebih dalam berbagai masalah yang terjadi di bidang produksi pakan unggas, mulai dari meningkatnya harga bahan baku pakan, bahan baku pakan alternatif, penurunan kualitas bahan baku pakan, dan bahkan beliau juga menyinggung masalah perubahan iklim dan masalah mikotoksin.

"Secara umum bahan baku pakan di masa ini mengalami banyak kenaikan harga akibat berbagai macam faktor namun secara kualitas menurun. Hal ini terjadi hampir di seluruh belahan dunia, oleh karena itu dibutuhkan trick agar tetap efektif dan efisien dalam produksi pakan unggas, tetapi tetap tidak menurunkan kualitas dan performa dari unggas," kata dia.

Dalam sesi kedua dan ketiga Dr Steve juga banyak menjabarkan lebih dalam lagi mengenai aspek - aspek teknis agar produksi pakan tetap efektif dan efisien baik untuk pakan broiler dan layer. Misalnya trik penggunaan bahan baku alternatif, penggunaan enzim yang tepat, bahkan sampai kepada ukuran partikel pakan dan teknik pembuatan pakannya.
Selain Pengetahuan, Peserta Juga Berkesempatan Mendapat Doorprize



Total Service Dari Trouw Untuk Pelaku Industri
Trouw sendiri tidak mau ketinggalan, melalui dua pembicara mereka yakni Antoniel Pospissil Goncalves Franco dan Dr Saritha Saraswati memberikan gambaran mengenai perkembangan teknologi, servis, serta pendekatan inovatif Trouw dalam mengintegrasikan nutrisi, kesehatan ternak dan manajemen peternakan untuk memaksimalkan kinerja  / hasil produksi.

Dalam pemaparannya Antoniel Franco banyak memaparkan mengenai bagaimana cara mengefektifkan produksi pakan. Di sana ia menjabarkan banyak  opsi dan variabel yang patut diperhatikan dalam produksi pakan yang efektif tanpa mengorbankan performa dan produksi. berbagai inovasi dan solusi milik Trouw juga dijabarkannya dengan gamang.

Sementara itu, Dr Saritha lebih banyak berbicara mengenai NutriOpt yang merupakan teknologi basis data dan layanan portabel online yang dapat diakses langsung menggunakan gawai. Salah satu fungsi dari NutriOPt adalah untuk menganalisis beberapa parameter nutrisi dari bahan baku pakan berdasarkan data yang telah dikumpulkan oleh tim Trouw Nutrition di seluruh dunia. Parameter yang dapat diujikan misalnya kelembapan, bahan kering, protein, lemak, gula, dan lainnya.

Nantinya sampel bahan baku pakan, atau pakan yang hendak diujikan discan menggunakan Near Infrared Microscope (NIR), dan kemudian akan dicocokkan dengan basis data yang dimiliki oleh Trouw. Penggunaan teknologi tentunya akan memungkinkan pelaku usaha industri pakan dalam menganalisis mutu dan kualitas bahan baku pakan sehingga formulasi yang diberikan dapat lebih presisi dan efektif.

"Kami melakukan pemeriksaan bahan baku tiap tahunnya dari seluruh dunia, data tersebut kami simpan dan kami gunakan dalam NutriOpt, dan selalu up to date. Ini merupakan salah satu servis kami bagi para customer," kata Saritha.

Peserta Poultry School juga dapat menyaksikan langsung bagaimana NutriOpt digunakan. TNI menyediakan unit demo yang digunakan untuk menganalisis bahan baku pakan secara real time. (CR)


SELKO AJAK STAKEHOLDER MELINDUNGI DAN MENJAGA KUALITAS BAHAN BAKU PAKAN

Para narasumber yang hadir dalam webinar

Pakan ternak biasanya dibuat dengan menggunakan campuran berbagai macam bahan baku, termasuk bahan baku yang berasal dari tanaman bebijian semisal jagung dan gandum. Kualitas bahan baku yang digunakan tentunya akan menentukan kualitas produk pakan yang diproduksi. 

Kualitas pakan juga tentunya akan berbanding lurus dengan keamanaan pakan alias feed safety. Semakin baik kualitasnya, keamanan dari pakan pasti akan lebih terjamin. Atas dasar tersebut, Selko bersama GMP+ International mengadakan webinar berjudul "Preserve & Protect : Why Grain Preservation Matters". Seminar tersebut berlangsung secara daring pada Rabu (16/5) melalui situs resmi Selko.

Hadir sebagai pembicara yakni Bram Schuit selaku Commercial DirectorGMP+ International, Remco Veelenturf, Manager Scheme & Customer ServiceGMP+ International, serta Pieter Steyn, Commercial Technical Manager - Raw Material QualitySelko.

Sebagai pengantar Bram mengingatkan bahwa keamanan pakan juga sangat erat kaitannya dengan keamanan pangan karena pakan yang dimakan oleh ternak juga akan menentukan status kesehatannya. 

"Jaminan kualitas ini harus dijaga, karena nantinya manusia juga yang akan terkena imbasnya jika mengonsumsi produk hewan dengan kualitas yang buruk akibat kualitas pakan yang buruk," kata Bram.

Ia juga memperkenalkan GMP+ International sebagai salah satu lembaga sertifikasi keamanan pakan terkemuka di dunia dengan lebih dari 300 klien di seluruh dunia. Bram dalam hal ini juga menyebutkan bahwa GMP+ International dalam menjalankan jasa ini mereka menggandeng para ahli dibidangnya, termasuk Nutreco Group.

Sementara itu Remco Veelenturf mengatakan bahwa dalam menjamin kualitas bahan baku, ada tiga komponen yang menjadi poin penting yakni trust, commitment , dan behaviour. Kesemuanya ini tentu saling terkait. 

"Jika kita dapat menyediakan bahan baku berkualitas prima secara kontinu kepada customer dalam jangka waktu yang lama, maka kepercayaan akan tumbuh. Komitmen juga dibutuhkan oleh produsen dan konsumen untuk saling menjaga kepercayaan ini. Selanjutnya ini akan menjadi kebiasaan yang menular kepada stakeholder lainnya," tutur Remco.

Remco juga bilang bahwa pada era disrupsi seperti sekarang, orang tidak memikirkan lagi masalah harga, yang mereka pikirkan adalah ketersediaan atas bahan baku serta kualitas yang baik dan mutu terjamin yang dapat dipercaya dalam waktu yang panjang. 

Dalam kesempatan yang sama, Pieter Steyn menjabarkan berbagai macam solusi yang disediakan oleh Selko dalam menjaga kualitas bahan baku, dan menjalankan program preserve & protect all supply chain

"Selain dalam bentuk produk feed additive yang dapat menjaga kualitas bahan baku, kami juga hadir dengan berbagai solusi berupa jasa seperti fylax preservation, pemeriksaan laboratorium, serta database yang lengkap dari seluruh dunia. Semua itu dapat kami sesuaikan dengan keinginan klien," tuturnya.

Layaknya Remco, Pieter juga bilang bahwa di era disrupsi seperti ini selain menjaga ketersediaan, yang tidak kalah penting untuk dijaga adalah kualitas. Dengan terjaminnya kualitas bahan baku, maka terjamin pula kualitas produk pakan, sehingga berujung pada berkualitasnya produk pangan asal hewan yang berujung pada kesejahteraan umat manusia. (CR)


PENTINGNYA KECUKUPAN TRACE MINERAL DALAM MENUNJANG PERFORMA TERNAK

Peluncuran Intellbond, Berlangsung Semarak 
(Sumber : Infovet)

Rabu (1/3) yang lalu bertempat di Episode Hotel Serpong, PT Trouw Nutrition Indonesia menggelar seminar bertajuk “Elevate your Investment Strategy with Advanced Trace Minerals”. Diharapkan dengan adanya seminar ini dapat menambah wawasan para stakeholder yang berkecimpung di dunia perunggasan akan pentingnya peran mineral dalam menunjang performa ternak. 

Dalam kesempatan tersebut Prof Budi Tangendjaja, konsultan sekaligus pakar nutrisi pakan ternak hadir sebagai pembicara. Dirinya memaparkan bahwa keberadaan mineral dalam suatu formulasi pakan sejatinya sering dipandang sebelah mata, padahal mineral memiliki banyak fungsi yang krusial bagi performa ternak.

Prof Budi memaparkan bahwa mineral memliki beberapa fungsi bagi ternak, mulai dari perannya pembentukan tulang dan kerabang telur, mempertahankan tekanan osmotik dan homeostasis tubuh, serta sebagai kofaktor dalam berbagai reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh ternak.

"Saya beri contoh misalnya ayam, peningkatan kualitas genetik ayam modern dewasa ini juga diiringi dengan peningkatan kebutuhan mineral mereka. Oleh karena itu sangat penting untuk memenuhi asupan mineral mereka baik secara kualitas dan kuantitas," tuturnya.

Ia juga mengingatkan akan reaksi enzimatis yang terjadi dalam metabolisme tubuh ayam dimana pada saat proses tersebut terjadi, mineral sangat berperan terutama sebagai kofaktor bagi enzim - enzim di saluran pencernaan ayam untuk dapat bekerja maksimal. 

Sedangkan menurut Scott Fry Selko Global Business Director Trace Mineral perusahaannya sudah sejak lama concern dengan hal tersebut. Melalui lini produk mereka yang bernama Intellibond, para stakeholder di sektor peternakan tidak perlu khawatir akan kasus defisiensi mineral pada ternak.

"Intellibond merupakan lini produk imbuhan pakan kami yang berbasis trace mineral dengan bahan aktif yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya. Intellibond memiliki berbagai macam keunggulan dibanding produk lain yang sejenis," tuturnya.

Pertama Intellibond merupakan hydroxy trace mineral pertama di dunia. Teknologi trace mineral termutakhir yang ada pada Intellibond hadir dalam struktur kristalin yang unik, selain itu Intellibon memiliki tingkat solubilitas rendah di atas pH >4.0 yang membuatnya memiliki efikasi yang lebih baik dibanding mineral inorganik.

Ditambah lagi Intellibond semakin unik karena memiliki konsentrasi tinggi dan tidak reaktif terhadap zat lainnya sehingga aman digunakan. Selain itu Intellibond dilengkapi dengan teknologi OptiSize Di dalam food chain, IntelliBond memiliki traceability serta standar kualitas yang baik. Sedangkan bagi ternak, IntelliBond mampu memberi performans yang baik serta memberikan nilai ekonomi yang efektif.

“Kualitas selalu menjadi prioritas bagi kami. Untuk mendapatkan kualitas produk yang terbaik, kami memaksimalkan semua potensi yang kami miliki untuk memastikan kualitas IntelliBond. Kami juga didukung oleh tim terbaik yang bekerja pada departemen quality, dimana sebanyak lebih dari 250 pengecekan sampel dilakukan setiap harinya. Tidak hanya itu, IntelliBond juga didukung oleh lebih dari 200 data validasi yang memastikan efikasi dan efektivitasnya bagi ternak,” tutup Scott.

Kinasih Sekarlangit Selaku Trace Mineral Program Manager PT Trouw Nutrition Indonesia yang hadir dalam acara tersebut dalam presenstasinya banyak menjabarkan berbagai khasiat dan manfaat penggunaan Intellibond pada ternak. 

“Penggunaan IntelliBond pada layer di masa pullet mampu meningkatkan performans pullet serta mendukung tingkat keseragaman yang lebih baik, karena dengan asupan trace minerl yang presis, sistem muskuloskeletal ayam berkembang dengan baik. Hal tersebut pun turut mempengaruhi biaya pakan yang dikeluarkan, sehingga lebih efisien.

Ia juga menambahkan penggunakan Intellibond pada ayam broiler bukan hanya memperbaiki performa produksi, tetapi juga meningkatkan kualitas karkas dari segi breast dan tight yield, sehingga keuntungan yang didapatkan oleh peternak lebih maksimal.

Drh Yana Ariana sebagai Director Feed Additive & Animal Health PT Trouw Nutrition Indonesia mengatakan bahwa Selko merupakan salah satu brand imbuhan pakan terkemuka yang dimiliki oleh Trouw. Beriringan dengan ditutupnya acara tersebut kini IntelliBond telah siap dipasarkan dan bersaing di market industri nutrisi peternakan Indonesia.

“Bersama Selko, kami menyediakan solusi feed addtive yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi yang ada. Selko memiliki portfolio lengkap pada keseluruhan feed-to-food value chain, dimulai dari feed safety, Salmonella control, gut health, antimicrobial resistance, hingga trace mineral optimisation. Dimulai dengan peluncuran IntelliBond pada hari itu, dirinya berharap IntelliBond dapat menjadi salah satu merek trace mineral terbesar di Indonesia, mengikuti jejak kesuksesannya di Amerika Serikat yang telah digunakan oleh 6 dari 10 integrator broiler terbesar di sana. (CR)


SELKO SELENGGARAKAN WEBINAR REVIEW MIKOTOKSIN TAHUNAN

Selko Berbagi Informasi dan Solusi Untuk Stakeholder Melalui Webinar


Selko sebagai salah satu merk dagang feed additive dibawah naungan Nutreco menyelenggarakan webinar review mikotoksin 2022 pada (31/1) yang lalu. Dalam webinar tersebut Selko menjabarkan berbagai macam mikotoksin yang mereka temukan pada lebih dari 50.000 sampel bahan baku dan pakan jadi yang memang rutin mereka lakukan setiap tahunnya. 

Pedro Caramona selaku Global Business Director Feed Safety & Quality Selko mengatakan bahwa setiap tahunnya kondisi di pasar global saat ini memiliki masalah besar pada kualitas biji-bijian dan durasi penyimpanan, yang diakibatkan oleh mikotoksin. Selain itu mikotoksin juga merupakan ancaman utama bagi kesehatan dan performa hewan. 

"Oleh sebab itu kami hendak berbagi informasi kepada para produsen pakan, supplier, serta para stakehloder lain untuk lebih memahami kondisi ini. Setidaknya ini dapat membantu kita dalam mengambil keputusan apa yang akan kita lakukan dengan kondisi yang sekarang, kami juga beharap agar ini dapat meningkatkan kewaspadaan kita semua," tuturnya.

Pembicara utama dalam webinar tersebut yakni Dr Swamy Haladi yang merupakan Commercial Technical Manager - Mycotoxin Risk Management, Selko. Dalam presentasinya ia menjabarkan beberapa hal terkait cemaran mikotoksin yang terdapat pada bahan baku serta pakan jadi.

"Berdasarkan temuan kami dari lebih 50.000 sampel terkontaminasi mikotoksin dengan derajat konsentrasi yang bervariasi antara 31-69%. Aflatoksin masih menjadi mikotoksin utama yang paling banyak ditemukan di Asia, sedangkan fumonisin mengontaminasi sampel yang berasal dari Amerika latin secara dominan," tuturnya.

Yang mengejutkan menurut Dr Swamy yakni perubahan iklim yang terjadi beberapa tahun belakangan ini meningkatkan tingkat kecemaran dari sampel. Rerata semua jenis toksin yang diperiksa mengalami peningkatan konsentrasi.

Ia juga memberi perhatian lebih kepada para produsen untuk lebih waspada dengan meningkatnya konsentrasi cemaran fumonisin dan T-2HT2 yang cukup signifikan dibandingkan tahun - tahun sebelumnya. Tak lupa ia menghimbau kepada para produsen, supplier, dan stakeholder lainnya agar lebih selektif dalam mencari solusi agar dapat mengendalikan mikotoksin. (CR)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer