-->

MEMELIHARA AYAM KUB MENGUNTUNGKAN? INI FAKTA DAN STRATEGINYA

Memelihara ayam KUB di Indonesia terus meningkat. (Foto: Istimewa)

Memelihara ayam KUB (Kampung Unggul Balitbangtan) semakin diminati peternak di berbagai daerah. Ayam hasil rekayasa genetik dari Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) ini dikenal memiliki banyak keunggulan dibanding ayam kampung biasa. Tapi pertanyaannya, apakah betul memelihara ayam KUB cepat memberikan keuntungan?

Ayam KUB dan Keunggulannya
Beberapa informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa ayam KUB merupakan ayam lokal hasil pemuliaan yang dikembangkan oleh Balitbangtan dengan tujuan meningkatkan produktivitas ayam kampung. Memiliki keunggulan utama di antaranya cepat bertelur mulai usia lima bulan, produktivitas telur tinggi bisa mencapai 180-200 butir/tahun, rasa daging seperti ayam kampung tetapi pertumbuhan lebih cepat, dan tingkat kematian rendah, cocok untuk peternakan skala kecil (rumahan) maupun besar.

Perbandingan Ayam KUB dan Ayam Kampung.

Aspek

Ayam KUB

Ayam Kampung

Umur Bertelur

5-5,5 bulan

6-7 bulan

Produksi Telur

160-180 butir/tahun

60-100 butir/tahun

Konversi Pakan

Lebih efisien

Kurang efisien

Daya Tahan

Cukup tinggi

Tinggi

Harga Jual Telur

Rp 1.800-2.200/butir

Rp 2.000-2.500/butir

Berbagai sumber.

Karena keunggulan inilah ayam KUB dianggap sebagai solusi modern bagi peternak ayam kampung. Adapun kelebihan lainnya yakni dari sisi efisiensi biaya produksi. Dari estimasi kasar untuk memulai usaha 100 ekor ayam KUB petelur, peternak pemula bisa mengawalinya dengan membeli bibit (DOC) ayam KUB (Rp 2,5 juta); persiapan kandang dan peralatan (Rp 3 juta); pakan tiga bulan awal (Rp 3,5 juta); vaksin dan obat-obatan (Rp 500 ribu). Namun begitu, angka di atas bisa lebih murah tergantung daerah dan kesiapan jika kandang sudah tersedia atau menggunakan bahan lokal.

Dari situ keuntungan bisa diperoleh ketika ayam KUB mulai bertelur saat usia 5-6 bulan. Dalam satu tahun seekor ayam KUB bisa menghasilkan rata-rata 180-200 butir telur. Jika diambil contoh dari 100 ekor ayam KUB produksi telurnya 100 ekor x 180 telur = 18.000 butir/tahun, harga jual rata-rata telur ayam kampung Rp 2.000/butir, sehingga omzet per tahun bisa mencapai Rp 36 juta. Dikurangi biaya pakan dan operasional tahunan sekitar Rp 15-18 juta, maka peternak bisa memperoleh laba bersih hingga Rp 15-20 juta/tahun bahkan lebih jika pemasaran dilakukan dengan baik atau menjual bibit DOC.

Dengan manajemen yang baik, BEP bisa dicapai dalam waktu 7-8 bulan, bahkan lebih cepat jika peternak menjual telur secara langsung ke konsumen, menjual ayam afkir (usia 1-1,5 tahun) sebagai ayam potong, dan bisa menghasilkan bibit DOC dari indukan sendiri. Ini artinya, memelihara ayam KUB tergolong menguntungkan.

Sementara untuk simulasi beternak 100 ekor ayam KUB betina membutuhkan modal awal sekitar Rp 4,8 juta dengan rincian bibit ayam KUB umur 1 bulan Rp 10.000 x 100 = Rp 1 juta, pakan tiga bulan (1 kg/ekor/bulan, harga Rp 7.000/kg) 300 kg x Rp 7.000 = Rp 2,1 juta, kandang sederhana dan peralatan Rp 1,5 juta, serta obat/vaksin Rp 200 ribu. Adapun pendapatan dari panen telur per tahun 100 ekor x 160 telur = 16.000 butir, harga jual rata-rata Rp 2.000/butir = Rp 32 juta/tahun. Keuntungan kotor tahunan Rp 32 juta dikurangi modal Rp 4,8 juta = Rp 27.200.000.

Angka tersebut di atas belum termasuk biaya operasional tambahan, tenaga kerja, atau risiko penyakit. Namun secara kasar, dalam waktu enam bulan peternak sudah bisa mulai balik modal dan meraih keuntungan bersih secara berkelanjutan.

Tips Memelihara Ayam KUB
Agar sukses dalam memelihara ayam KUB, berikut ada beberapa langkah-langkah panduan praktis untuk memulai usaha ayam KUB dari awal:

• Tentukan tujuan peternakan: Apakah ingin fokus ke petelur, pedaging, atau pembibitan (DOC). Menentukan tujuan sejak awal akan membantu dalam menyusun rencana pakan, pemilihan kandang, dan target pasar.

• Siapkan lokasi kandang: Pastikan lokasi memiliki sirkulasi udara yang baik, jauh dari pemukiman padat, serta memiliki akses air bersih. Buat kandang dengan sistem terbuka atau semi intensif untuk memaksimalkan kenyamanan ayam.

• Beli bibit yang berkualitas: Pilih bibit Ayam KUB dari sumber terpercaya, misalnya Balitbangtan, UPT Dinas Peternakan, atau peternak mitra yang tersertifikasi.

• Manajemen pakan yang efisien: Gunakan kombinasi pakan pabrikan dan pakan lokal seperti dedak, jagung giling, ampas tahu, dan daun pepaya untuk menekan biaya.

• Perhatikan kesehatan dan vaksinasi: Buat jadwal vaksinasi sejak awal (misalnya untuk vaksinasi ND, AI, gumboro) serta siapkan obat-obatan umum untuk diare, pilek, atau luka.

• Monitoring dan catat data harian: Catat jumlah telur, konsumsi pakan, dan kondisi ayam setiap hari. Data ini sangat penting untuk evaluasi dan pengambilan keputusan.

• Pasarkan hasil ternak secara cerdas: Manfaatkan grup di media sosial, lingkungan sekitar, ataupun komunitas peternak lokal untuk menjual telur, DOC, maupun ayam afkir. Buat nama brand kecil untuk meningkatkan kepercayaan.

Walau demikian, ada beberapa tantangan yang harus diwaspadai di antaranya harga pakan yang fluktuatif, kebutuhan perkandangan, hingga serangan penyakit seperti Newcastle disease (ND). Namun dengan menerapkan manajemen pemeliharaan yang baik dan menjaga kebersihan kandang, serta vaksinasi yang tepat, hal tersebut bisa diminimalisir.

Keuntungan memelihara ayam KUB telah dirasakan oleh Sumarno, salah satu peternak ayam KUB di Sleman, DIY. Ia mengaku bisa balik modal dalam waktu enam bulan pemeliharaan.

“Dulu saya coba 50 ekor ayam KUB, sekarang sudah 300 ekor. Dalam waktu enam bulan saja saya sudah bisa balik modal. Yang penting disiplin kasih pakan dan jaga kebersihan kandang,” katanya.

Memelihara ayam KUB bisa cepat menguntungkan terutama jika dikelola dengan baik dan efisien. Dalam waktu 6-7 bulan, peternak sudah bisa menikmati hasil panen telurnya. Kombinasi antara produktivitas tinggi, efisiensi pakan, dan harga jual yang menarik menjadikan ayam KUB pilihan cerdas di tengah permintaan pasar akan produk ayam kampung yang sehat dan alami.

Gambaran peternak ayam KUB lainnya yakni Arif Santoso di Boyolali, Jawa Tengah, yang memelihara 500 ekor ayam KUB petelur semi-intensif dengan sumber pakan kombinasi pabrikan dan dedaunan lokal mencapai hasil yang menggiurkan. Produksi telur per bulan sekitar 7.000 butir dengan harga jual rata-rata Rp 2.000/butir. Omzet bulanan yang diperoleh mencapai sekitar Rp 14 juta. Laba bersih setelah dikurangi biaya-biaya operasional antara Rp 6-7 juta/bulan.

Kunci keberhasilan menurut Arif, “Yang penting konsisten. Kandang bersih, ayam sehat, pakan cukup, dan pemasaran harus kreatif. Saya juga sering ikut pelatihan dari dinas peternakan.”

Peluang Masih Terbuka
Permintaan ayam kampung di Indonesia terus meningkat karena masyarakat semakin sadar akan kualitas gizi dan rasa daging yang alami. Ayam KUB yang memiliki karakter ayam kampung menjadi solusi cerdas untuk memenuhi permintaan tersebut.

Pasar potensial untuk produk ayam KUB berasal dari telur yang banyak diminati untuk konsumsi rumah tangga dan terapi herbal, dagingnya yang juga banyak digemari baik untuk hidangan restoran, katering, dan hajatan, hingga DOC-nya yang juga banyak dicari oleh peternak pemula.

Selain pasar lokal, beberapa wilayah di Indonesia bagian timur bahkan kekurangan suplai ayam kampung dengan genetik unggul. Ini menjadi peluang besar jika peternak siap memperluas distribusi.

Oleh karena itu, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Dinas Peternakan setempat harus terus mendorong program pembibitan ayam KUB sebagai solusi ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi pedesaan. Beberapa bentuk dukungan seperti pelatihan dan pendampingan peternak, bantuan bibit dan pakan awal, kemitraan dengan koperasi peternakan, serta program kredit usaha rakyat (KUR) khusus peternakan bisa lebih digencarkan. Peternak yang aktif mengikuti program tersebut berpeluang mendapatkan fasilitas dan akses pasar yang lebih luas.

Sebab, ayam KUB bukan hanya unggul dalam hal produksi, tetapi juga memiliki daya tahan dan nilai ekonomi yang tinggi. Selain itu, peternak juga bisa memanfaatkan hal lainnya seperti membuat pupuk organik dari kotoran ayam, mengolah telur retak menjadi telur asin atau telur herbal, hingga menjual pakan fermentasi buatan sendiri kepada peternak lain. Upaya tersebut dilakukan agar peternakan tidak hanya mengandalkan satu sumber pendapatan saja, tetapi menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan.

Bagi yang ingin memulai usaha peternakan dengan modal relatif ringan tapi hasil cukup menjanjikan, beternak ayam KUB bisa menjadi pilihan karena peluang pasarnya masih terbuka lebar. Asal, dikelola dengan manajemen yang baik, pakan yang efisien, dan strategi pemasaran yang aktif. ***

Ditulis oleh:
Sudjono, pengamat peternakan 
Dirangkum kembali oleh Tim Redaksi Infovet

TAK USAH TAKUT ICIP-ICIP DAGING “SI IMUT”

Sate kelinci yang menggugah selera, mirip dengan sate ayam. (Foto: instagram/@rumahsateee)

Tekstur dagingnya lembut, kandungan gizinya juga luar biasa. Di balik lezat olahannya, peluang dijadikan usaha masih menjanjikan karena pelaku usahanya masih langka. Minat mencoba?

Daging yang satu ini tidak banyak yang menjual. Selain tak begitu populer, peternak hewan ternak ini juga masih tergolong langka. Daging kelinci, sebagai sumber protein, masyarakat belum begitu banyak yang mengonsumsi. Beragam alasan muncul, ada yang tak tega melihat hewan yang imut dipotong dan diambil dagingnya, ada juga yang masih ragu dengan rasanya.

Selain itu, tak banyak orang yang terbiasa mengolah daging hewan yang tergolong pengerat ini. Padahal, menurut para penikmatnya, olahan daging hewan yang memiliki nama latin Oryctolagus cuniculus ini, nikmatnya bukan main. Teksturnya dagingnya empuk dan gurih dengan paduan bumbu rempah.

Meski tergolong menu lezat, namun tak banyak rumah makan yang menyediakan olahan daging kelinci. Hanya rumah makan di kota-kota tertentu saja yang menyediakan. Jika tinggal di Bogor, Jawa Barat, di sana ada beberapa warung sate yang menyediakan sate kelinci.

Salah satunya warung Sate Kelinci Kang Ibing. Lokasinya di jalan Veteran, Panaragan, Pasir Kuda. Warung sate ini cukup terkenal di seputaran wilayah Bogor. Di kedai ini tak hanya sate kelinci yang dijual, tetapi juga tersedia sate kambing dan sate ayam.

Ada juga Saung Indira yang lokasinya di Jalan Raya Sindang Barang, Bogor Barat. Warung yang satu ini mempunyai menu andalan antara lain sate kelinci, bakso kelinci, dan nugget kelinci. Namun dari pengamatan Infovet, di warung ini kebanyakan pengunjung memesan sate kambing. Hanya orang tertentu saja yang memesan sate kelinci.

“Kalau kambing kan memang untuk dipotong, tapi kelinci itu umumnya dipelihara karena lucu. Mungkin itu yang membuat orang masih belum banyak yang suka konsumsi,” ujar Wusono, peternak kelinci pedaging dan kelinci hias dari Bantul, Yogyakarta kepada Infovet.

Menurutnya, meski sudah jadi olahan, tak banyak orang yang mau mengonsumsi daging kelinci. Mungkin karena belum terbiasa. “Kalau sudah pernah mencoba dan tahu lezatnya daging kelinci, mungkin jadi terbiasa,” tambahnya.

Banyak Manfaat 
Wusono mengaku sudah 10 tahun lebih menekuni usaha ternak kelinci pedaging. Dari hasil ternaknya, dia mensuplai ke beberapa warung makan di sekitaran Kota Bantul. Wusono menjualnya dalam bentuk karkas atau daging utuh.

Menurutnya, di sekitar Bantul banyak macam olahan daging kelinci yang disajikan di warung-warung, mulai dari sate, gulai, dendeng, abon, hingga diolah menjadi nuget. Harga seporsi sate kelinci pun bisa mencapai Rp 40.000, berisi 10 tusuk sate.

Daging kelinci sebenarnya bisa menjadi alternatif sumber protein hewani, khususnya jika harga-harga daging ternak lainnya meningkat atau sulit didapat. Prof Dr Husmy Yurmiati Ir MS, Guru Besar Fakultas Peternakan Unpad, menyebutkan dari segi kesehatan daging kelinci memiliki banyak manfaat. Tekstur daging kelinci hampir sama dengan daging ayam, bertekstur halus dan berwarna putih.

Daging kelinci memiliki kadar protein yang sama dengan daging ayam namun memiliki kadar kolesterol yang rendah, sehingga cocok dikonsumsi bagi penderita darah tinggi, jantung, dan kolesterol. Daging ini juga bisa diolah menjadi penganan apa saja, seperti sate, bakso, burger, nuget, tongseng, bakso tahu, hingga abon.

Kelinci juga bisa menjadi alternatif bagi pemenuhan kebutuhan daging di Indonesia. Ahli gizi ini pernah melakukan penelitian tentang itu. Ada lima potensi yang bisa dihasilkan dari seekor kelinci, yakni food (makanan), fur (kulit bulu), fancy (binatang hias), fertilizer (pupuk), dan laboratory (penelitian), melansir dari unpad.ac.id.

Mudah Dicerna Tubuh
Kenikmatan olahan daging kelinci juga setara dengan kandungan gizi pada daging ini. Situs kesehatan Rise and Shine Rabbitry menyebutkan, kelinci memiliki daging putih dengan nutrisi terbaik dibandingkan dengan hewan lain yang memiliki daging putih. Daging kelinci mengandung lebih banyak protein yang mudah dicerna oleh tubuh. Dibandingkan dengan daging hewan lainnya, daging kelinci mengandung lemak yang lebih sedikit.

Daging kelinci juga mengandung sedikit kalori. Situs kesehatan ini bahkan menyebutkan, daging kelinci “hampir” bebas kolesterol. Maka, cukup baik untuk dikonsumsi tanpa khawatir daging tersebut akan berbahaya untuk jantung bagi penikmatnya. Daging kelinci mengandung kadar garam atau sodium yang lebih sedikit. Namun, kandungan kalsium dan fosfornya lebih banyak dibandingkan dengan daging hewan lainnya.

Secara fisik, jika mempertimbangkan rasio tulang dan daging, kelinci memiliki lebih banyak daging yang bisa dimakan. Daging kelinci memiliki rasa yang enak dan aroma yang tak terlalu kuat seperti halnya daging kambing atau sapi. Jadi, selain memiliki banyak kelebihan di atas, daging kelinci juga bermanfaat untuk kesehatan, karena mengandung lebih sedikit lemak, kolesterol, dan garam.

Peluang Usaha 
Di balik nikmatnya olahan daging kelinci, usaha kuliner berbahan daging yang satu ini juga memiliki prospek usaha cukup bagus. Dari riset Infovet di beberapa media online dan media sosial, usaha olahan daging kelinci memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia. Permintaan terhadap produk olahan kelinci semakin meningkat, terutama di kalangan masyarakat yang peduli dengan kesehatan dan mencari alternatif protein yang sehat.

Jika berminat menekuni usaha kuliner berbahan daging kelinci, berikut adalah beberapa alasan yang dapat menjadi acuan mengapa usaha olahan kelinci bisa menjadi peluang yang menjanjikan.

Pertama, daging kelinci rendah lemak dan kaya nutrisi, sehingga diminati oleh mereka yang ingin menjaga kesehatan. Di Indonesia, para pecinta kuliner semakin mencari makanan dengan cita rasa khas yang unik dan produk olahan kelinci dapat menjadi pilihan menarik. Permintaan produk olahan kelinci makin hari makin tinggi seiring meningkatnya kesadaran akan kebutuhan protein sehat.

Kedua, cara mengembangkan produk olahan kelinci. Jika tertarik untuk mengembangkan produk olahan kelinci dengan cita rasa khas, maka sebaiknya harus memahami pasar yang akan dituju terlebih dulu. Pelajari tren dan preferensi konsumen terkait produk olahan kelinci, baik lokal maupun internasional. Dengan memahami kebutuhan pasar, maka dapat menciptakan produk yang sesuai dengan permintaan konsumen.

Ketiga, perlu mengembangkan resep dengan cita rasa khas, agar dapat bersaing dengan produk sejenis. Eksperimen dengan berbagai bumbu dan teknik memasak untuk menciptakan resep yang unik dan lezat bisa dilakukan. Tak perlu takut untuk mencoba hal-hal baru dan berinovasi agar produk tetap menarik bagi konsumen.

Keempat, lakukan promosi produk. Gunakan berbagai strategi pemasaran seperti media sosial dan kerja sama dengan restoran atau toko makanan untuk meningkatkan visibilitas produk. Berikan informasi yang jelas tentang keunggulan produk dan jadikan testimoni pelanggan sebagai daya tarik tambahan.

Kelima, bentuk jejaring pasar dan sumber bahan baku. Karena daging kelinci sebagai bahan baku utama, maka jalin hubungan dengan peternak kelinci lokal untuk mendapatkan pasokan daging kelinci yang berkualitas harus dilakukan. Bangun juga hubungan dengan pemasok bahan baku dan pihak-pihak terkait lainnya seperti distributor, toko makanan, dan restoran. Semakin luas jaringan, semakin besar peluang untuk mengembangkan olahan kelinci. ***


Ditulis oleh:
Abdul Kholis
Koresponden Infovet Daerah Depok,
Konsultan media dan penulis buku,
Writing Coach Griya Menulis (Bimbingan Menulis Buku & Jurnalistik),
Juara I Lomba Jurnalistik Tingkat Nasional (Unsoed, 2021) & Juara I Kompetisi Menulis Artikel Tingkat Nasional dalam rangka HATN, 2022

GOTONG-ROYONG MENJAGA SALURAN CERNA AYAM YANG SEHAT

Performa produksi unggas sangat ditentukan kesehatan organ pencernaannya. (Foto: Istimewa)

Saluran cerna merupakan sistem tubuh yang berperan penting dalam performa unggas komersil. Saluran cerna terdiri dari paruh, esofagus, tembolok, proventrikulus, ampela, usus kecil, usus buntu, usus besar, dan kloaka. Makanan yang masuk ke dalam saluran cerna akan diserap dan menjadi nutrisi bagi peningkatan bobot tubuh dan perkembangan saluran reproduksi yang nantinya merupakan penghasil telur.

Performa produksi ke depan akan sangat ditentukan kesehatan oleh organ pencernaan tersebut. Oleh karena itu, gotong-royong untuk mengupayakan kesehatan saluran cerna penting untuk dilakukan.

Secara umum faktor yang dapat mengganggu kesehatan saluran cerna dapat dibedakan menjadi faktor infeksius dan non-infeksius.

Non-Infeksius
Faktor non-infeksius adalah faktor di luar agen penyakit yang dapat mengganggu kesehatan saluran cerna unggas. Umumnya faktor ini terkait erat dengan manajemen pemeliharaan, seperti:

• Kualitas pakan dan air: Kecukupan nutrisi akan membantu saluran pencernaan ayam mengalami perkembangan bobot dan ukuran yang baik. Bertambahnya jumlah vili usus dapat meningkatkan luas permukaan usus yang berfungsi untuk penyerapan zat-zat makanan dan ini baik untuk kesehatan ayam. Selain itu, kualitas air yang dikonsumsi juga berperan dalam menjaga kesehatan unggas. Air minum yang baik tidak berwarna dan tidak berbau, tidak mengandung logam berat berbahaya (Pb, Hg, As, dan lainnya), pH berkisar 6,0-8,0 dan tidak mengandung bakteri patogen.

• Stres: Dapat memengaruhi kesehatan pencernaan unggas sehingga menyebabkan penurunan nafsu makan dan feses berair. Banyak hal dapat menimbulkan stres pada unggas, seperti kandang terlalu padat, kadar amonia tinggi, cuaca ekstrem, pergantian pakan, transportasi, dan adanya infeksi penyakit. Selain itu, stres pada ayam dapat menyebabkan pelemahan sistem imun. Sistem imun berperan dalam mengenal, menghancurkan, dan menetralkan benda-benda asing atau sel abnormal yang berpotensi merugikan bagi tubuh.

Pencegahan utama untuk melindungi saluran cerna dari berbagai penyakit infeksius adalah... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Mei 2025. (SANBIO-MENSANA/ADV)

MENJAGA SALURAN PENCERNAAN TERNAK TETAP SEHAT

Ayam broiler. (Foto: Istimewa)

Di tengah kondisi ketidakpastian harga bahan baku pakan seperti jagung, bungkil kedelai, dan produk bahan baku impor atau lokal lainnya berdampak terhadap fluktuasi dan peningkatan harga pakan di pasaran.

Hal tersebut didukung dengan Keputusan Badan Pangan Nasional yang secara resmi menetapkan harga pembelian pemerintah untuk jagung di tingkat petani sebesar Rp 5.500/kg, melalui Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional No. 18/2025. Ini merupakan tantangan bagi peternak dan nutrisionis dalam mencari alternatif sumber energi bahan baku pengganti jagung agar harga formulasi pakan masih terjangkau.

Michael H. Kogut dan Glenn Zhang, dalam bukunya berjudul “The Microbiomes of Humans, Animals, Plants, and the Environment” menyatakan bahwa dalam dua dekade terakhir, pakan yang dikonsumsi oleh hewan sangat memengaruhi kondisi mikrobiota usus, fisiologi, kekebalan tubuh, dan kesehatan saluran pencernaan.

Sementara itu, J. Pratt • J. Hromadkova • L. L. Guan dari Department of Agricultural, Food and Nutritional Science, University of Alberta, Edmonton, AB, Canada melakukan penelitian tentang “Mikrobiota Usus dan Gut Brain Axis pada Anak Sapi yang Baru Lahir” tentang jenis probiotik (psikobiotik) yang memengaruhi fungsi kognitif dan tumbuh kembang melalui sumbu hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA), efek imun langsung, dan berbagai jalur saraf, hormonal, dan metabolik yang terkait dengan mikrobiota usus.

Evaluasi Faktor yang Pengaruhi Kesehatan Saluran Pencernaan
Presisi dalam pemilihan kualitas nutrisi pakan dan komposisi formulasi bahan baku pakan sangat penting untuk menunjang kesehatan saluran pencernaan. Pemilihan bahan baku pakan dapat dimulai dari menganalisis kandungan nutrisinya melalui analisis proksimat, saat ini sudah banyak tools pendukung seperti NIRs (Near-infrared spectroscopy) untuk melakukan analisis nutrisi bahan baku secara cepat.

Pemeriksaan antinutrisi pada... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Mei 2025.

Ditulis oleh:
Drh Henri E. Prasetyo MVet
Praktisi perunggasan, Nutritionist PT DMC

SOLUSI KESEHATAN SALURAN PENCERNAAN: FITOGENIK SEBAGAI BILE SALT HIDROLASE INHIBITOR

Infeksi saluran pencernaan (enteric diseases) telah menjadi masalah kesehatan dan juga ekonomi dalam industri peternakan, yang menyebabkan penurunan tingkat pertumbuhan, peningkatan mortalitas, dan biaya produksi. Berbagai bakteri patogen seperti Clostridium spp, Escherichia coli, Salmonella spp, merupakan penyebab utama infeksi saluran pencernaan unggas yang kerap ditemui.




YEAVITA, PROBIOTIC OF SACCHAROMYCES CEREVISIAE

Boost gut fermentation in aquatic animals, improving digestion and gut health
Enhance feed effciency, promoting better growth and health in fish and aquatic species



MONIMAX (MONENSIN + NICARBAZINE)

Monimax (Monensin + Nicarbazine)
Reveal your hidden potential



MEMPERINGATI HARI SUSU NUSANTARA, DPN SAMPAIKAN BEBERAPA USULAN

Hari Susu Nusantara diperingati setiap 1 Juni. (Foto: Istimewa)

Memperingati Hari Susu Nusantara pada 1 Juni 2025, Dewan Persusuan Nasional (DPN) melihat bahwa tujuan peringatan tersebut adalah untuk memacu perkembangan dan pertumbuan persusuan nasional berbasis peternakan sapi perah rakyat tampaknya masih sangat jauh dari yang diharapkan.

Ketua Umum DPN, Teguh Boediyana, dalam keterangan resminya pada peringatan tersebut, menyatakan bahwa ada beberapa indikator yang menyebabkan minimnya perkembangan dan pertumbuhan industri susu lokal.

Pertama, usaha peternakan sapi perah rakyat masih ditopang oleh usaha peternakan yang  tipologi usahanya sebagai sambilan. “Dalam arti, usahanya belum menjadi sebagai sumber pendapatan utama dari peternak,” sebutnya.

Kedua, usaha peternakan sapi perah rakyat sampai saat ini hanya mampu memenuhi kurang dari 20% dari kebutuhan susu nasional.

Ketiga, saat ini industri pengolahan susu dan juga usaha peternakan skala besar makin tumbuh dan berkembang sangat pesat. “Bahkan dapat dikatakan bahwa industri pengolahan susu mendominasi dan menguasai sektor persusuan nasional dan ketergantungan peternakan sapi perah rakyat pada industri pengolahan susu semakin besar,” imbuhnya.

Melihat kenyataan tersebut, pihaknya pun menyampaikan beberapa usulan kepada pemerintah, yakni meneguhkan komitmen untuk mengembangkan usaha peternakan sapi perah rakyat, sehingga dapat menjadi cabang utama dari para peternak dan menjadi basis kehidupan ekonomi mereka.

“Kemudian segera merealisasikan terbitnya Peraturan Presiden tentang persusuan nasional untuk menciptakan keseimbangan antara industri pengolahan susu dengan peternakan sapi perah rakyat yang berazaskan keadilan dan pemerataan kesempatan berusaha,” harapnya.

Adapun usulan lain yaitu meminta Presiden Prabowo Subianto segera merealisasikan janji politiknya untuk pembagian susu gratis bagi anak-anak sekolah yang nantinya dapat menjadi basis usaha peternakan sapi perah rakyat dan mengurangi ketergantungan pemasaran susu segar ke industri pengolahan susu. Program ini dapat menjadi pelengkap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini sudah berjalan.

Serta segera merealisasikan rencana impor 1,5 juta sapi perah untuk penambahan populasi dan peningkatan skala pemilikan sapi perah oleh peternak rakyat yang saat ini hanya memiliki sapi rata rata 2-4 ekor. (INF)

MEMBUAT PENCERNAAN BEKERJA OPTIMAL

Hindari ayam dari kondisi stres. (Sumber: Poultryworld.net)

Agar nutrisi yang terkandung di dalam pakan dapat diserap sempurna, dibutuhkan sistem pencernaan yang bekerja optimal. Saluran pencernaan yang berfungsi secara optimal akan mampu memaksimalkan nilaip pemanfaatan ransum melalui proses pencernaan dan penyerapan nutrisi.

Dalam aspek pemeliharaan ayam banyak sekali tantangan yang dihadapi peternak di masa kini. Masalah pada saluran pencernaan kerap terjadi, baik yang bersifat infeksius maupun non-infeksius, atau bahkan kombinasi keduanya.

Seperti yang pernah dialami oleh Supendi Agustiyanto, peternak broiler kemitraan asal Rumpin Kabupaten Bogor. Ketika kebijakan pakan non-AGP mulai diberlakukan dirinya merasa performa ayam di kandangnya menurun cukup drastis. Hal ini semakin rumit karena juga diperparah dengan cuaca ekstrem, sangat panas di siang hari dan dingin di malam hari.

“Awalnya ayam cuma diare, terus saya kasih obat antidiare, namun bukannya sembuh malah diare berdarah gitu. Kemudian saya langsung telepon TS obat untuk konsultasi dan ternyata ayam saya kena koksi,” tutur Supendi.

Saat itu ayamnya sudah berusia 25-an hari, walaupun bobot badan masih di bawah standar, Supendi langsung melakukan panen dini ketimbang merugi lebih dalam dan melakukan pembenahan, utamanya dalam manajemen pemeliharaan.

Membenahi Manajemen
Disampaikan oleh Nutrisionis CV Kawa Jaya Sakti, William Widjaya, bahwa pemikiran peternak harus diubah di zaman sekarang, utamanya soal pakan. Dengan kondisi seperti saat ini, banyak perusahaan pakan mencari alternatif pengganti AGP untuk membantu peternak dalam menjaga performa ayam di kandang.

“Mereka masih menganggap pakan merek A, B, dan lain sebagainya sudah enggak sebagus dulu. Padahal tiap formula berbeda, tinggal bagaimana peternaknya,” kata dia.

Lebih lanjut disampaikan, saat ini AGP sudah dilarang penggunannya, berarti peternak harus mengupayakan peningkatan dari segi pemeliharaan, misal dengan menggunakan kandang sistem semi tertutup atau full tertutup (closed house).

Hal senada juga disampailan oleh Drh Agustin Polana, seorang praktisi perunggasan. “Pemerintah sudah mengesahkan bahwa AGP tidak boleh, sekarang ayo kita benahi yang lain. Pakan bukan satu-satunya yang memengaruhi performa saluran pencernaan, masih ada yang lainnya. Intinya, kita percayakan nutrisi pada yang ahli.”

Banyak Penyebabnya
Selain pakan, ada beberapa faktor lain yang wajib diperhatikan agar saluran pencernaan sehat dan bekerja secara optimal. Pertama, akibat... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Mei 2025. (CR)

GANGGUAN EKUILIBRIUM GASTROINTESTINAL: DYSBIOSIS DAN GUT HEALTH

Gambaran patologi-anatomis problem dysbiosis lapangan sangatlah bervariasi, tergantung faktor penyebab yang umumnya lebih dari satu. Mulai dari perubahan dinding dan permukaan jaringan usus, kondisi lendir alias mukus yang ada, serta kondisi isi lumen usus. Oleh sebab itu, dalam menegakkan diagnosis lapangan terkait dengan dysbiosis haruslah dengan sistematika yang tepat dan secara holistik.

Oleh: Tony Unandar
Private Poultry Farm Consultant - Jakarta

Terminologi dysbiosis (dysbacteriosis) secara praktis mulai dikenal dan popular di tengah hingar-bingarnya kebijakan pelarangan penggunaan AGP (antibiotic growth promotor) dalam pakan ternak di banyak negara, termasuk Indonesia. Adalah Ducatelle et al., 2015; yang pertama kali mengemukakan pandangannya bahwa dysbiosis akan menjadi tantangan terselubung yang dahsyat dan tidak bisa dianggap enteng bagi aspek efisiensi industri perunggasan modern. Tulisan singkat ini selain berisi observasi dan diskresi penulis dalam mengulik kasus yang disebabkan multifaktor ini di lapangan, juga disertai pemahaman lebih lanjut melalui publikasi ilmiah yang tergolong paling gres.

Kesehatan Usus
Hippocrates (460-370 sebelum Masehi), bapak kedokteran purba pernah mengemukakan suatu dalil bahwa semua penyakit dimulai atau berasal dari saluran cerna, khususnya usus.  Pasca pakan non-AGP, dalil ini seolah memberikan inspirasi segar bagi beberapa peneliti perunggasan universal, dimana kondisi saluran cerna yang sehat (gut health) adalah dasar atau pondasi utama bagi kesehatan ayam modern, krusial untuk reaksi imunitas tubuh dan performa yang optimal, serta ekuilibrium fungsi-fungsi fisio-endokrin yang ujung-ujungnya adalah profit yang maksimal secara ekonomis (Shehata et al., 2022).

Untuk pertama kalinya pada 2016, kesehatan usus alias kesehatan saluran cerna didefinisikan sebagai suatu kondisi absennya pelbagai bentuk gangguan ataupun penyakit pada saluran cerna, sehingga kompetensi induk semang/hospes dalam mengekspresikan fungsi-fungsi fisiologisnya dapat terjadi secara optimal yang selanjutnya mampu meredam dengan baik dampak stresor yang bersifat intrinsik maupun ekstrinsik (Kogut, 2016).

Pada tahap lanjut, kesehatan usus didefinisikan sebagai suatu keadaan ideal yang stabil (steady state), dimana interaksi antara mikrobiom (mikrobiota usus) dan saluran usus berada dalam keadaan ekuilibrium yang simbiotik, dalam arti antara kesejahteraan hospes dan performa tidak lagi dibatasi oleh hal-hal terkait dengan disfungsi saluran usus itu sendiri (Celi et al., 2016).

Dari beberapa deskripsi di atas jelas bahwa secara holistik kesehatan usus terjadi akibat interaksi yang kompleks dan ekuilibrium dari pelbagai komponen, yaitu mikrobiota usus yang homeostatik (eubiosis), status umum hospes (dalam hal ini ayam) yang prima, dan kondisi lingkungan (environmental factors) yang ideal untuk menjaga kelangsungan kondisi homeostatik yang berkesinambungan (Wickramasuriya et al., 2022; Salahi et al., 2025).

Eubiosis dan Dysbiosis (Dysbacteriosis)
Dalam kondisi normal, tiap individu (ayam) yang sehat terdapat komunikasi dan regulasi dua arah yang intens antara... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Mei 2025. (TOE)

URGENSI MENYEIMBANGKAN SALURAN PENCERNAAN

Ancaman umum penyakit infeksius pada saluran pencernaan ayam. (Sumber: Istimewa)

Saluran pencernaan adalah suatu sistem organ yang mendukung suatu kehidupan mahluk hidup, termasuk unggas. Selain fungsinya yang vital untuk menunjang kehidupan, saluran pencernaan bisa menjadi malapetaka bagi ternak bila kesehatannya tidak terjaga dengan baik.

Kegiatan makan dan minum tentu dilakukan oleh mahluk hidup termasuk ayam dalam rangka memperoleh nutrisi untuk menunjang keberlangsungan hidup. Selain menunjang kehidupan, saluran pencernaan juga berkaitan dengan performa dan produksi ayam.

Oleh karenanya, kondisi saluran pencernaan yang sehat dibutuhkan untuk dapat mencerna nutrisi yang ada dalam pakan. Jika saluran pencernaan ayam mengalami gangguan, maka hal ini akan berisiko pada kesehatan dan performa tubuh ayam. Perlu diketahui manajemen yang tepat dan solusi untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan demi mencapai performa optimal.

Fungsi Penting Saluran Pencernaan
Saluran pencernaan merupakan organ yang berperan dalam menerima, mencerna, dan menyerap nutrisi dari pakan, serta mengeluarkan sisa ransum yang tidak terserap. Kesehatan saluran pencernaan yang baik akan memberikan dampak signifikan pada pemanfaatan nutrisi dalam pakan bagi tubuh ayam. Hal tersebut dijabarkan oleh Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Nahrowi.

Ia menjelaskan, saluran pencernaan memiliki vili usus yang panjang dan berbentuk menyerupai jari-jari di seluruh bagian usus, yang berfungsi untuk menyerap sari-sari makanan (nutrisi) yang menjulur dari dasar usus ke arah lumen usus tempat makanan akan dicerna dan diserap. Vili yang semakin panjang atau lebar akan meningkatkan area penyerapan nutrisi pada usus sehingga penyerapan nutrisi lebih optimal.

Saluran pencernaan ayam dimulai dari paruh dan terakhir di kloaka. Organ pada sistem pencernaan yaitu paruh, esofagus, tembolok, proventrikulus, ampela (gizzard), usus halus, usus buntu, usus besar, dan kloaka. Saluran pencernaan juga dilengkapi dengan beberapa organ aksesori seperti  hati, getah empedu, dan pankreas.

Selain itu, pada saluran pencernaan terdapat jaringan GALT (gut associated lymphoid tissue). GALT merupakan bagian dari jaringan limfoid yang berfungsi sebagai tempat respons kekebalan mukosa untuk menghasilkan antibodi dan menerima rangsangan respons imun mukosal. Jaringan limfoid tersebut tersebar dalam epitel, lamina propia, lempeng peyer’s patches, dan caeca tonsil.

Di dalam saluran usus hiduplah mikroflora, keseimbangan dari populasinya sangat penting untuk menjaga fungsi normal dari usus. Kesehatan usus bergantung pada keseimbangan antara kondisi ayam, mikroflora usus, lingkungan usus, dan komponen pakan. Jika ada gangguan, maka proses pencernaan dan penyerapan nutrisi tidak akan optimal dan terjadi malabsorpsi sehingga akan digunakan untuk pertumbuhan berlebih bagi populasi bakteri.

“Inilah mengapa salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan usus yakni... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Mei 2025. (CR)

PERJANJIAN DAGANG UNI EROPA-INGGRIS: APA ARTINYA BAGI PRODUK PERTANIAN

Ekspor bersama produk pertanian antara Uni Eropa (UE) dan Inggris (Inggris) harus terjadi lagi tanpa sertifikasi, kontrol perbatasan, atau birokrasi lainnya. Hal ini disepakati pada pertemuan puncak Inggris-UE.

Inggris akan 'secara dinamis' mengikuti peraturan UE untuk produk yang berasal dari hewan atau tumbuhan. Inggris juga akan berkontribusi secara finansial terhadap kegiatan Eropa terkait standar pangan.

Hal ini disepakati selama pertemuan puncak pertama antara Uni Eropa dan Inggris sejak Brexit pada tahun 2020, di mana para pemimpin Eropa bertemu di London pada 19 Mei. Kedua belah pihak akan bekerja sama untuk mencapai 'perjanjian sanitasi dan fitosanitasi tanpa batas'. Sebagai imbalannya, London harus mengizinkan nelayan Eropa untuk memiliki akses ke perairan Inggris setidaknya hingga tahun 2037. UE bersikeras agar Perdana Menteri Keir Starmer membuat komitmen pada poin ini sebelum perdagangan pertanian dapat diatur.

Perjanjian tersebut harus menyangkut 'aturan tentang kesehatan, persyaratan fitosanitari, keamanan pangan, dan perlindungan konsumen umum untuk produksi, distribusi, dan konsumsi produk pertanian dan pangan'. Lebih jauh, ketentuan untuk hewan hidup dan pestisida juga akan diselaraskan. "Perjanjian tersebut harus memastikan bahwa aturan yang sama selalu berlaku di UE dan Inggris," kata Starmer, seraya menambahkan bahwa timnya bekerja secepat mungkin untuk menerapkan perjanjian tersebut.

Sejak Brexit, aturan untuk 'negara ketiga' berlaku untuk ekspor pertanian dan pangan ke pasar Inggris dan sebaliknya, termasuk sertifikasi, inspeksi, dan kontrol perbatasan. Hal ini mengakibatkan biaya yang lebih tinggi dan merupakan beban administratif yang lebih besar. Pemeriksaan fisik berarti bahwa truk dengan produk segar ke pelanggan Inggris sering kali harus menunggu lama, yang menyebabkan pembusukan.

CINA MEMBUKA PASAR UNTUK DDG BRASIL

Belum lama, Cina meresmikan pembukaan pasarnya untuk DDG (biji-bijian penyulingan kering) Brasil, di antara produk-produk lainnya, selama kunjungan resmi Presiden Luiz Inácio Lula da Silva. Pembukaan pasar yang diantisipasi telah diharapkan selama berbulan-bulan dan memberikan dorongan baru bagi industri produk sampingan jagung yang sedang berkembang pesat, yang juga mencakup etanol jagung.

Carlos Fávaro, Menteri Pertanian dan Peternakan, mewakili Brasil. Di pihak Cina, Sun Meijun, Menteri Administrasi Umum Bea Cukai Tiongkok (GACC), menandatangani perjanjian tersebut.

Brasil memproduksi sekitar 4 juta ton dan mengekspor sekitar 800.000 ton DDG pada tahun 2024. Sektor ini berharap bahwa DDG Brasil akan segera berkembang di pasar global yang mengimpor sekitar 10 juta ton bahan protein per tahun untuk nutrisi hewan.

BRASIL MEMPROYEKSIKAN KENAIKAN 3% DALAM PRODUKSI PAKAN TERNAK PADA TAHUN 2025

Serikat Nasional Industri Pakan Ternak (Sindirações) memproyeksikan kenaikan 3% dalam produksi pakan, konsentrat, dan suplemen di Brasil, dengan total 94 juta ton pada tahun 2025.

Perkiraan tersebut mencakup 90 juta ton pakan dan konsentrat, ditambah hampir 4 juta ton suplemen, untuk pakan unggas, babi, akuakultur, kuda, dan hewan peliharaan.

Peningkatan biaya input dan tanda-tanda pembalikan siklus ternak pada tahun 2024 berkontribusi pada pemulihan signifikan di berbagai segmen sektor tersebut. Pada tahun 2024, segmen tersebut memproduksi 91,1 juta ton dan menghasilkan sekitar €25,25 miliar, hanya dengan mempertimbangkan biaya biji-bijian dan bahan kimia tambahan. Menurut Ariovaldo Zani, CEO Sindirações, ekspektasi pertumbuhan sangat terkait dengan kinerja rantai produksi protein hewani, meskipun berbagai faktor dapat memengaruhi skenario ini.

Industri pakan ternak Brasil mungkin mengonsumsi sekitar 60 juta ton jagung (termasuk DDG) dan 20 juta ton bungkil kedelai pada tahun 2025. Secara keseluruhan, input ini mencakup lebih dari 70% biaya pakan ternak, terutama untuk unggas dan babi.

Zani memperingatkan bahwa permintaan dari sektor lain, seperti biofuel dan pasar eksternal, akan terus meningkat, sehingga meningkatkan persaingan untuk sereal dan minyak sayur di tahun-tahun mendatang. Menurutnya, kembalinya Donald Trump ke kursi kepresidenan Amerika Serikat telah menimbulkan ketidakstabilan geopolitik, dengan tarif dan tindakan yang lebih tinggi yang secara langsung memengaruhi ketersediaan dan harga komoditas pertanian dan energi, seperti biji-bijian, etanol jagung, dan biodiesel kedelai.

MENJAGA KESEIMBANGAN SALURAN CERNA

Berbagai faktor terkait pakan dan agen penyakit dapat berdampak negatif pada keseimbangan mikroflora usus serta memengaruhi kesehatan dan produksi unggas. (Foto: Cobb)

Saluran pencernaan ayam memiliki saluran permukaan yang paling terbuka dan terus-menerus terpapar berbagai macam zat yang berpotensi membahayakan kesehatan saluran cerna. Saluran pencernaan bertindak sebagai penghalang selektif antara jaringan unggas dan lingkungan luminalnya. Penghalang ini terdiri dari komponen fisik, kimia, imunologi, dan mikrobiologi.

Berbagai faktor yang terkait dengan pakan dan agen penyakit menular dapat berdampak negatif pada keseimbangan mikroflora usus serta memengaruhi status kesehatan dan produksi unggas. Adanya aturan yang melarang penggunaan antibiotic growth promotor (AGP) kemungkinan akan mengubah profil mikroba lingkungan saluran pencernaan pada unggas komersial.

Mikroflora di dalam saluran pencernaan merupakan campuran bakteri, jamur, dan protozoa, namun bakteri merupakan mikroorganisme yang dominan (Gabriel et al., 2006). Mikroflora saluran cerna secara umum dapat dibagi menjadi kelompok yang berpotensi patogen atau non-patogen (menguntungkan). Beberapa organisme non-patogen mempunyai efek menguntungkan seperti produksi vitamin, stimulasi sistem kekebalan tubuh melalui mekanisme non-patogenik, dan penghambatan pertumbuhan kelompok mikroba berbahaya (Jeurissen et al., 2002).

Sementara itu, mikroba yang patogen membuat kerugian antara lain terlibat persaingan dengan mikroba non-patogen untuk mendapatkan nutrisi, stimulasi pergantian sel epitel secara cepat, sekresi senyawa beracun, dan induksi respons inflamasi yang berlangsung di saluran pencernaan karena spesies bakteri yang berbeda mempunyai preferensi substrat dan kebutuhan pertumbuhan yang berbeda. Komposisi kimia dari pencernaan sebagian besar menentukan komposisi komunitas mikroba dalam saluran pencernaan (Apajalahti et al., 2004).

Bahan baku pakan ayam yang mengandung berbagai jenis bahan baku seperti jagung, sorgum, barley, oat, atau rye mempunyai berbagai dampak terhadap perkembangan bakteri. Bahan baku berbahan dasar jagung dan sorgum meningkatkan jumlah Enterococcus, sedangkan pakan berbahan dasar barley meningkatkan jumlah Lactobacillus, kemudian untuk pakan berbahan dasar oat meningkatkan pertumbuhan Escherichia dan Lactococcus, serta bahan pakan berbahan dasar gandum meningkatkan jumlah Streptococcus pada ayam. (Apajalahti, 2004).

Seperti disebutkan di atas bahwa profil mikroba usus dapat dipengaruhi bentuk pakan dan perubahan komposisi bahan baku yang dapat mengubah komunitas mikroba. Komposisi bahan baku dan mikroflora serta interaksinya dapat memengaruhi perkembangan usus, permukaan mukosa, dan jumlah lendir usus.

Bahan pakan yang dimakan ayam dapat mengandung unsur hara, non-unsur hara, serta organisme bermanfaat dan berpotensi membahayakan. Saluran pencernaan harus secara selektif membiarkan nutrisi melewati dinding usus ke dalam tubuh sekaligus mencegah komponen makanan yang merusak melewati penghalang usus (Korver, 2006).

Meskipun terdapat berbagai macam senyawa antinutrisi yang terdapat dalam berbagai bahan pakan termasuk sereal, kelompok utamanya adalah polisakarida non-pati (NSP). Semua sereal yang digunakan dalam pakan unggas mengandung berbagai tingkat NSP seperti β-glucan dan arabinoxylans (Iji, 1999). Sifat umum dari berbagai NSP adalah tidak bisa tercerna enzim endogen dan kecenderungannya untuk menciptakan lingkungan kental di dalam lumen usus, yang mengakibatkan ekskresi kotoran yang lengket (Choct dan Annison, 1992a,b).

Viskositas usus yang tinggi terbukti menyebabkan… Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Mei 2025.

Ditulis oleh:
Drh Damar
Technical Departement Manager
PT Romindo Primavetcom

UE MENGUSULKAN TARIF BALASAN – GANDUM DAN KEDELAI AS ADA DALAM DAFTAR

Komisi Eropa telah menerbitkan daftar produk AS yang mungkin dikenakan tarif balasan jika negosiasi dengan Amerika Serikat tentang pencabutan tarif gagal. Daftar tersebut terdiri dari 218 halaman produk AS senilai €95 miliar.

Daftar tersebut terutama mencakup produk pertanian dan industri, termasuk gandum dan produk terkait kedelai, daging dan sayuran, wiski, suku cadang sepeda motor dan pesawat terbang. Komisi juga bertujuan untuk membatasi ekspor UE atas besi tua dan produk kimia, yang secara keseluruhan bernilai €4,4 miliar.

Tidak ada produk farmasi atau produk yang sulit diimpor dari tempat lain dalam daftar tersebut, kata sumber komite. Para pemangku kepentingan, termasuk produsen, dapat mengajukan keberatan terhadap daftar tersebut hingga 10 Juni. "Kami tidak ingin merugikan diri sendiri," kata sumber tersebut.

Daftar baru tersebut berbeda dari yang diterbitkan oleh Komisi bulan lalu sebagai tindakan balasan. Uni Eropa memutuskan untuk menghentikan sementara tindakan balasan ini selama 90 hari, setelah Presiden AS Donald Trump melakukan hal yang sama untuk tarif impor keseluruhan sebesar 20%.

Penghentian sementara berlangsung hingga 14 Juli. Uni Eropa menggunakan waktu ini untuk bernegosiasi dengan AS, dengan tujuan untuk menghapus semua tarif bersama. Komisi Eropa belum membagikan rincian tentang bagaimana negosiasi tersebut berlangsung. Namun, Komisi Eropa mengakui bahwa beberapa tarif mungkin tetap berlaku, itulah sebabnya daftar tarif balasan ini telah disiapkan.

Tarif impor umum AS sebesar 10% masih berlaku, bersama dengan tarif 25% untuk baja, aluminium, dan mobil. Bea masuk tambahan AS ini memengaruhi ekspor Uni Eropa senilai €370 miliar. Daftar baru ini dimaksudkan sebagai tanggapan terhadap tarif umum dan otomotif tersebut.

Uni Eropa ingin terus bernegosiasi dengan AS untuk mencabut tarif perdagangan, kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. “Kami yakin bahwa ada kesepakatan bagus yang dapat diperoleh untuk kepentingan konsumen dan bisnis di kedua sisi Atlantik.”

INDUSTRI UNGGAS IRAN BERSIAP MENGHADAPI GELOMBANG KEBANGKRUTAN

Kerugian finansial yang terus meningkat bagi peternak unggas di Iran dapat memicu gelombang kebangkrutan dalam industri tersebut dan menyebabkan kekurangan daging ayam yang parah dalam beberapa bulan mendatang, demikian peringatan ketua Serikat Peternak Unggas Khuzestan, Mohammad Hossein Zamani Rad.

Dalam sebuah wawancara dengan IRNA, sebuah media berita lokal, Rad mengungkapkan bahwa kesehatan finansial industri unggas Iran telah memburuk secara drastis, "Kerugian yang dialami oleh peternak unggas telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dan banyak peternak unggas menghadapi risiko kebangkrutan dan penutupan usaha mereka."

Ia memperkirakan bahwa tahun lalu, peternak unggas Iran mengalami kerugian gabungan hingga IRR 250 triliun (US$5,9 miliar). Pengendalian harga yang diberlakukan oleh pemerintah telah menekan sumber daya finansial sebagian besar produsen unggas.

"Sebagian besar likuiditas di segmen produksi daging ayam pedaging telah hilang, karena para peternak terpaksa menjual ayam dengan harga di bawah biaya produksi," kata Rad, seraya menambahkan bahwa, tanpa sumber daya, industri tersebut akan berjuang untuk bertahan lebih lama.

Kementerian Pertanian Jihad telah menetapkan harga eceran daging ayam pedaging sebesar 76.670 toman Iran (US$1,8) per kg. Menurut Rad, angka ini terlalu rendah, terutama mengingat biaya produksi di industri unggas melonjak hampir 50% selama beberapa bulan terakhir.

Biaya produksi meningkat terutama karena depresiasi mata uang Iran. Sejak awal tahun, Iran terus kehilangan nilai terhadap mata uang keras karena meningkatnya kesulitan ekonomi dan ketegangan geopolitik. Karena peternak unggas Iran sangat bergantung pada kedelai dan jagung impor, fluktuasi mata uang menghantam industri dengan keras.

“Peternak unggas adalah satu-satunya yang merugi dalam situasi ini,” kata Rad, menekankan bahwa pemerintah hanya mengendalikan harga eceran ayam pedaging, yang memungkinkan kedelai dan jagung diperdagangkan dengan ketentuan pasar normal.

Dalam upaya untuk menghindari kerugian yang lebih besar, banyak peternak akan menghindari mengisi tempat penetasan mereka dalam beberapa bulan ke depan, proyeksi Rad. Akibatnya, pasar mungkin menghadapi ancaman kekurangan pasokan yang parah, Rad memperingatkan.

Selain itu, pemadaman listrik yang terus-menerus juga memberi tekanan pada para petani. “Hampir setiap peternakan unggas di Iran sekarang dilengkapi dengan mesin diesel. Jika tiba-tiba rusak, seluruh produksi bisa hilang,” imbuh Rad.

RUSIA MENYALIP AS SEBAGAI EKSPORTIR DAGING KALKUN TERATAS KE CINA

Ekspor daging kalkun Rusia sedang meningkat, didorong oleh melonjaknya penjualan ke Cina yang terbukti sangat kompetitif.

Ekspor kalkun Rusia, yang diperkirakan mencapai 27.000 ton pada tahun 2024, diproyeksikan mencapai 35.000 ton pada tahun 2025 dan 60.000 ton pada tahun 2030, Anatoly Velmatov, direktur eksekutif Asosiasi Produsen Kalkun Nasional, mengungkapkan selama konferensi industri di Moskow.

Sekitar 60% kalkun Rusia diekspor ke Cina, di mana perusahaan-perusahaan Rusia berhasil menguasai pangsa pasar pemasok terkemuka lainnya. "Faktanya," kata Anatoly, "kami telah menyingkirkan pemasok besar dari pasar ini: AS dan Amerika Selatan."

Ekspor diharapkan tetap menjadi kekuatan utama yang mendorong pertumbuhan industri kalkun Rusia. Pada tahun 2024, peternak Rusia memproduksi 438.000 ton kalkun, yang naik 3,8% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, produksi diperkirakan akan meningkat lebih lanjut sebesar 6% menjadi 465.000 ton, Anatoly memproyeksikan.

Tujuan utamanya adalah untuk mendorong pangsa ekspor menjadi 10% dari produksi daging kalkun, Velmatov mengungkapkan.

LONJAKAN PRODUKSI UNGGAS MENDORONG PERMINTAAN JAGUNG DI PAKISTAN

Lonjakan produksi unggas mendorong permintaan jagung Pakistan ke rekor tertinggi, memangkas ekspor, dan mengubah pasar biji-bijian negara tersebut.

Pada kuartal pertama tahun 2025, ekspor jagung Pakistan mengalami penurunan drastis sebesar 87% karena berbagai kendala administratif dan melonjaknya permintaan dari produsen pakan dalam negeri. Pakistan hanya mengekspor 53.000 ton jagung dalam 3 bulan pertama tahun ini, menghentikan pengiriman ke lebih dari selusin negara, termasuk Cina, Vietnam, Arab Saudi, dan Rumania.

Pada tahun 2024, Pakistan mengekspor 419.000 ton jagung, yang naik 185% dibandingkan tahun sebelumnya, sebagian besar berkat lonjakan ekspor ke Vietnam.

Tren kenaikan telah berbalik tahun ini, dengan beberapa faktor yang berkontribusi. Selain itu, ekspor mungkin menurun di bawah tekanan permintaan yang meningkat dari industri pakan dalam negeri.

IKUTI WEBINAR MEMBEDAH KINERJA PERUSAHAAN PUBLIK PETERNAKAN 2024 & PREDIKSI 2025


SEGERA HADIR WEBINAR NASIONAL 2025 "Membedah Kinerja Perusahaan Publik Peternakan 2024 & Prediksi 2025"


Rabu, 4 Juni 2025

Pukul 10:00-11:30 WIB

Via ZOOM


Narasumber: Victor Stefano (Analis Emiten Agribisnis, Research Analyst BRI Danareksa Sekuritas)

Moderator: Ir Bambang Suharno (Pemimpin Majalah Infovet, Agribiznetwork.com, & GITA Consultant)


Biaya Pendaftaran: Rp 300.000/orang (Umum), Rp 200.000 (Dosen/Mahasiswa)

Transfer ke:

Bank Mandiri 1260002074119

BCA 7330301681

a/n PT Gallus Indonesia Utama

Kirim bukti transfer ke:

gallus.marketingeo@gmail.com

WA: 0877-7829-6375 (Mariyam)


Klik link https://bit.ly/webinarINFOVET_2025 dan dapatkan insight bisnis peternakan langsung dari ahlinya!

PUBLIC EXPOSE TAHUN BUKU 2024 PT MALINDO FEEDMILL TBK

Pada Kamis, 22 Mei 2025, PT Malindo Feedmill Tbk mengadakan public expose tahun buku 2024.

Malindo adalah suatu perusahaan terbatas yang didirikan dengan nama PT Gymtech Feedmill Indonesia pada tahun 1997. Bergerak dalam bidang produksi dan penjualan pakan ternak, pembibitan dan distribusi anak ayam usia sehari ras pedaging, pembibitan dan penjualan anak ayam usia sehari ras parent stock serta peternakan ayam ras pedaging.

Malindo telah memulai bisnis downstream-nya yaitu Pengolahan Makanan di tahun 2013. Bisnis baru yang merupakan sinergi dari bisnis yang telah ada akan membuat Malindo menjadi Perusahaan Terintegrasi.

Pada 2021 Malindo kembali menambah bisnis baru yaitu bisnis restoran cepat saji dengan nama Sunny’Chick, dilanjutkan dengan rumah potong hewan unggas pada tahun 2022. Beberapa tahun terakhir Malindo juga melakukan ekspor ke berbagai negara seperti Jepang, Singapura dan Oman.

Kinerja Keuangan di Tahun 2024 dan Kuartal I 2025

Berikut adalah kinerja keuangan Malindo di tahun 2024 dibandingkan dengan tahun 2023. Berdasarkan Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto dan Rekan:

Jumlah penjualan bersih pada tahun 2024 adalah sebesar Rp 12,5 triliun, meningkat 3,7% atau Rp 444,8 miliar dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp12,1 triliun. Peningkatan ini terutama didorong oleh peningkatan penjualan ayam pedaging sebesar 13,4% atau Rp 271,5 miliar, peningkatan penjualan anak ayam/itik usia sehari sebesar 21,9% atau Rp 365,5 miliar, penjualan makanan olahan sebesar 10,7% atau Rp 12,5 miliar, dan peningkatan penjualan lain-lain sebesar 28,9% atau Rp 114,9 miliar.

Perolehan laba kotor tahun 2024 meningkat dari 63,9% menjadi Rp1,6 triliun dari Rp 947,9 miliar di tahun sebelumnya. Laba tahun berjalan tahun 2024 sebesar Rp 488,0 miliar, meningkat 672,5% dibanding tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 63,1 miliar ditahun 2023.

Jumlah aset pada tahun 2024 adalah sebesar Rp 5,4 triliun, yaitu turun 2,5% atau turun Rp 137,2 miliar dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp 5,5 triliun. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya penurunan aset tidak lancar sebesar 6,1% atau Rp 164,0 miliar.

Jumlah liabilitas pada tahun 2024 adalah sebesar Rp 2,2 triliun, yaitu lebih rendah 28,6% atau Rp 862,1 miliar dibandingkan tahun 2023 sebesar Rp 3,0 triliun. Hal ini terutama oleh adanya penurunan pada liabilitas jangka pendek sebesar 27,6% atau Rp 657,9 miliar dan penurunan liabilitas jangka panjang sebesar 32,0% atau Rp 204,2 miliar.

Penjualan bersih Malindo sebesar Rp 3,171 triliun pada kuartal I 2025 turun sebesar Rp 76,3 miliar atau menurun sebesar 2,3%. Penjualan pakan ternak turun sebesar 9,9% atau sebesar Rp 207,7 miliar, peningkatan penjualan anak ayam/ itik usia sehari sebesar 2,9% atau sebesar Rp 13,6 miliar dari Rp 464,2 miliar menjadi Rp 477,8 miliar di periode Maret 2025. Penjualan ayam pedaging naik sebesar Rp 96,5 miliar atau naik sebesar 17,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan makanan olahan naik 8,3% atau naik sebesar Rp 2,6 miliar, penjualan lain-lain naik 18,6% atau sebesar Rp 12,9 miliar. Secara keseluruhan, penjualan produk mengalami penurunan 2,3%.

Laba kotor pada kuartal I 2025 turun sebesar Rp 50,9 miliar atau turun 35,5% dari Rp 385,6 miliar menjadi Rp 328,0 miliar di Maret 2025

Penurunan laba kotor di atas ikut mendorong penurunan laba bersih dari Rp 87,6 miliar di kuartal I 2025 menjadi turun sebesar Rp 62,9 miliar di akhir Maret 2024 atau turun sebesar Rp 24,8 miliar atau turun 28,3%. Faktor utama penurunan ini adalah harga harga DOC dan broiler yang tidak stabil.

Kendala-kendala yang Dihadapi dan Upaya untuk Mengatasinya

Kendala-kendala yang dihadapi oleh Malindo dalam menjalankan operasinya:

  • Krisis ekonomi global yang mengakibatkan daya beli masyarakat menurun.
  • Stabilitas harga jual DOC dan ayam broiler sepanjang tahun.
  • Ketersediaan dan kestabilan harga bahan baku pakan.

Kebijakan strategis yang dilakukan oleh untuk mengatasi kendala-kendala tersebut:

  • Meningkatkan efisiensi produksi dan melakukan penghematan di setiap lini produksi dan operasional.
  • Melakukan manajemen pembelian bahan baku dan penyesuaian harga jual yang tepat.
  • Mendukung program pemerintah untuk menyeimbangkan antara permintaan dan penawaran khususnya di industri peternakan.
  • Meningkatkan penjualan ekspor.
(INF)

ADHPI GELAR PELATIHAN FARMAKOLOGI & PERESEPAN POPULATIF

Para Peserta Pelatihan Berfoto Bersama Direktur Kesehatan Hewan
(Foto : CR)


Salah satu Organisasi Non Teritorial PDHI yakni Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia (ADHPI) menggelar kegiatan pelatihan mengenai farmakologi dan peresepan populatif. Kegitatan tersebut berlangsung di Pranaya Boutique Hotel, BSD City Rabu - Kamis 21-22 Mei 2025. 

Ketua Umum ADHPI Drh Dalmi Triyono dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah agar dokter hewan di bidang perunggasan dapat lebih mahir dalam menghitung dosis obat dan menulis resep obat hewan secara populatif. 

"Kami diunggas agak berbeda, pasiennya ribuan ekor, bahkan puluhan ribu. Oleh karena itu pemberian obat dan peresepannya pun punya teknik sendiri. Oleh karenanya kita adakan pelatihan ini, antusiasmenya cukup baik dan bahkan bukan cuma dokter hewan, apoteker pun ada yang mengikuti kegiatan ini," tuturnya. 

Dalmi juga berharap dengan adanya pelatihan ini dokter hewan di sektor perunggasan semakin mampu meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya. Ia juga mengatakan bahwa serangkaian kegiatan pelatihan lainnya sudah disiapkan oleh ADHPI dalam menunjang continuing education bagi para anggotanya. 

Senada dengan Dalmi, Ketua Umum PB PDBI Drh Muhammad Munawaroh juga mengatakan betapa esensialnya kegiatan tersebut. Menurutnya selaku dokter hewan dengan pasien paling banyak, dokter hewan di perunggasan wajib memiliki tanggung jawab profesional dalam kemampuan menulis resep dan memahami aspek farmakologi dalam skala populatif. 

 "Kami akan terus mendukung kegiatan - kegiatan ONT kami, apalagi menurut saya kegiatan ini sangat esensial bagi para anggota. Semoga kegiatan ini tidak hanya diadakan sekali tetapi juga ada tahap selanjutnya," kata Munawaroh. 

Pihak pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan pun angkat topi dengan diadakannya kegiatan ini. Hal tersebut terlontar dari mulut Drh Nur Sapta Hidayat selaku Direktur Pakan, Ditjen PKH. 

Pria yang akrab disapa Sapto tersebut mengatakan bahwa perunggasan merupakan sektor yang paling dominan dalam peternakan, sehingga dibutuhkan perhatian khusus dari sektor hulu maupun hilir. 

Terkait peresepan populatif, Sapto mengatakan bahwa pakan terapi dan peresepan populatuf memilki kaitan yang erat. Oleh karenanya menurut dia diperlukan kecakapan khusus bagi seorang dokter hewan dalam menulis resep populatif agar pengobatan menjadi efektif. 

"Saya senang dapat berada di sini, memastikan bahwa kegiatan berjalan dengan baik, semoga kegiatan ini dapat menjadi jalan dalam mencapai efektifitas dari sebuah pakan terapi," kata dia. 

Pendapat serupa juga dilontarkan oleh Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH, Drh Imron Suandy. Dirinya sangat mengapresiasi ADHPI dalam kegiatan pelatihan peresepan populatif tersebut. 

Menurutnya, peresepan populatif yang tepat guna selain berdampak baik bagi kesehatan hewan juga akan memberi dampak positif pada kesehatan manusia, dan lingkungan. Hal ini tentu erat kaitannya dengan isu Anti Microbial Resisstance (AMR). 

"Ini tentunya adalah bagian dari Good Veterinary Practices dan bisa juga kami sebut Anti MIcrobial Stewardship. Makanya kami harap semua dokter hewan di perunggasan memiliki keahlian di bidang ini. Pemerintah sangat terbantu dalam hal pengawasan penggunaan anti mikroba," kata Imron. 

Dalam kegiatan pelatihan yang diadakan selama dua hari tersebut, para peserta kembali di refresh ingatannya mengenai aspek farmakologi, baik farmako dinamik maupun kinetik. Selain aspek teknis, tak lupa panitia juga menyisipkan materi mengenai aspek legislasi mengenai penggunaan sediaan obat hewan, cara pemberian, serta berbagai ketentuan hukum yang berlaku. (CR) 


BUKU AVIAGEN BROILER NUTRITION SUPPLEMENT TERBARU (2025)

Aviagen mengeluarkan buku Ross Broiler Nutrition Supplement terbaru di tahun 2025 ini. Buku tersebut menyediakan kerangka kerja dan informasi latar belakang Spesifikasi Nutrisi Ayam Pedaging Ross® bagi para nutrisionis gizi yang terlibat dalam pengambilan keputusan untuk spesifikasi dan formulasi pakan.

Dimana tujuan para nutrisionis adalah untuk menyediakan berbagai pakan seimbang yang memenuhi kebutuhan nutrisi ayam pedaging di semua tahap perkembangan dan produksinya, dan yang mengoptimalkan efisiensi dan keuntungan serta mendukung kesejahteraan dan keberlanjutan ayam.

Bukunya bisa diunduh di link berikut.

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer