Gratis Buku Motivasi "Menggali Berlian di Kebun Sendiri", Klik Disini Kelinci | Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan -->

KELINCI CINNAMON

Foto: animalcorner.org

Berasal dari Amerika Serikat, kelinci Cinnamon dibiakkan untuk bulu dan dagingnya. Mampu mencapai bobot 5 kg.

Kelinci Cinnamon diberi nama karena warna bulunya seperti warna cinnamon atau coklat kemerahan, ditaburi abu-abu dan ditandai dengan telinga, moncong, dan cakar yang gelap.

Evolusi ras kelinci Cinnamon sepenuhnya dimulai secara kebetulan di Missoula, Montana, ketika seekor New Zealand White kawin dengan Chinchilla betina pada tahun 1962. Pemiliknya, Ellis Houseman, menginginkan kelinci persilangan tersebut untuk dikonsumi, namun anaknya Belle Houseman berhasil meyakinkan ayahnya untuk menyisakan seekor untuk hewan peliharaan.

Berikutnya, Belle dan saudara laki-lakinya Fred menyilangkan kelinci tersebut dengan seekor betina persilangan Checkered Giant dengan California.

KELINCI CHECKERED GIANT

Foto: animalcorner.org

Kelinci Checkered Giant berasal dari Jerman. Bobotnya bisa mencapai 5-7 kg. Dipelihara untuk diambil daging dan bulunya, juga untuk show.

Bulu Checkered Giant didominasi warna putih dengan tanda hitam atau biru tertentu pada lingkaran di sekitar mata, tanda kupu-kupu di moncong, telinga berwarna solid, dan satu titik atau sekelompok titik di setiap sisi. Garis warna gelap yang disebut tanda tulang belakang membentang di sepanjang punggung kelinci dari pangkal telinga hingga ujung ekornya.

Nenek moyang awal ras ini muncul di Jerman pada akhir tahun 1800-an. Otto Reinhardt menyempurnakan ras ini pada awal tahun 1900-an dengan mengawinkan kelinci Great German Spotted dengan Flemish Giant, yang menghasilkan kelinci Checkered Giant pertama. Populer dengan cepat di Eropa, ras baru ini diimpor ke Amerika Serikat pertama kali pada tahun 1910. Peternak Amerika terus mengembangkan ras ini menjadi kelinci Checkered Giant saat ini.

KELINCI CHAMPAGNE D’ARGENT

Foto: animalcorner.org

Kelinci Champagne d’Argent berasal dari wilayah Champagne di Perancis. Biasa diambil bulu dan dagingnya. Bobotnya bisa mencapai 5,4 kg. Kemungkinan dikembangkan oleh para biarawan Benedictine.

Champagne d'Argent memiliki bulu yang lebat dan berkilau serta tubuh montok dan kokoh khas kelinci tipe pedaging. Saat ini juga sering dipelihara untuk show.

Champagne d'Argent dapat dibedakan dari ras lain melalui bulunya yang berwarna keperakan dengan garis tepi gelap dan banyaknya bulu hitam yang memberikan warna timah (terkadang digambarkan sebagai putih kebiruan) pada bulunya. Hidung dan moncongnya yang ditandai dengan pola kupu-kupu jauh lebih gelap dibandingkan warna tubuhnya.

Crème d'Argent, kelinci yang serupa dalam bentuk dan nama, dibedakan dari Champagne d'Argent karena bulunya yang berwarna krem.

KELINCI CALIFORNIA

Foto: hepper.com

Berasal dari Amerika Serikat, kelinci California dipelihara untuk diambil bulu dan dagingnya. Beratnya bisa mencapai 4,8 kg.

Kelinci California dikembangkan sebagai kelinci penghasil bulu dan daging oleh George S West di Lynnwood, California, mulai tahun 1923. West memelihara kelinci New Zealand Whites, ras penghasil bulu dan daging yang terkenal, namun ia merasa frustrasi karena bulu kelincinya seperti wool.

Kulit kelinci dipasarkan terutama pada saat itu untuk produksi topi, bulu yang seperti wool hampir tidak berguna. West menginginkan ras yang lebih konsisten menghasilkan bulu halus dan juga daging

Dia bereksperimen dengan Kelinci Himalaya dan Staandard Chinchilla, kemudian menambahkan New Zealand White. Dengan bantuan breeder Roy Fisher dan Wesley Dixon, kelinci California, yang awalnya dikenal sebagai Cochinella, menjadi ras baru yang populer.

Di Amerika Serikat, kelinci California adalah kelinci berwarna putih dengan titik hampir hitam pada hidung, telinga, kaki, dan ekor. Kelinci ini memiliki ciri-ciri yang mirip dengan kelinci Himalaya tetapi ukurannya dua kali lebih besar. Kelinci California adalah kelinci yang montok, kokoh, bertubuh panjang dengan telinga tegak, kaki pendek, dan bulu lebat. Trah ini memiliki hasil otot yang luar biasa tinggi, yang penting bagi produsen daging komersial.

KELINCI BLANC DE HOTOT

Foto: livestockconservancy.org

Kelinci Blanc de Hotot berasal dari Perancis dan dipelihara untuk diambil bulu serta dagingnya. Beratnya bisa mencapai 5 kg.

Menginginkan kelinci yang ideal untuk show, bulu, dan daging, peternak Perancis bernama Eugenie Bernhard mulai mengembangkan kelinci Blanc de Hotot pada 1902. Kelinci hasil pengembangannya tersebut hampir punah saat Perang Dunia II, untungnya beberapa ekor masih bisa ditemukan di Swiss dan Jerman.

Blanc de Hotot pertama kali diimpor ke Amerika Serikat pada tahun 1978. Salah satu ras kelinci yang paling menakjubkan namun juga salah satu yang paling langka.

KELINCI AMERICAN CHINCHILLA

Foto: Animalcorner.org

Kelinci American Chinchilla berasal dari Amerika Serikat, mulai dikenal sejak tahun 1924. Kelinci yang beratnya bisa mencapai 5,5 kg ini dibiakkan untuk diambil daging dan bulunya.

Bulunya yang halus mirip dengan bulu chincilla, hewan pengerat liar. Kelinci American Chinchilla modern adalah cabang dari pendahulunya yang disebut juga American Chinchilla (sekarang jadi Standard Chinchilla).

Pada tahun 1920-an, para peternak Amerika, dengan menerapkan logika pemasaran “lebih besar lebih baik”, mencari versi yang lebih besar dari Chinchilla yang relatif kecil, ras yang diimpor dari Perancis. Pemikirannya, ras yang lebih besar akan memiliki daya tarik yang lebih besar baik di pasar bulu maupun daging. Perkembangbiakan selektif dengan cepat menciptakan ras Kelinci Chinchilla yang jauh lebih besar dibandingkan nenek moyangnya.

Namun, dengan menurunnya permintaan bulu kelinci dan meningkatnya preferensi untuk menggunakan kelinci berbulu putih untuk diambil dagingnya, minat terhadap American Chinchilla berkurang setelah Perang Dunia II. Saat ini kelinci ini adalah salah satu ras kelinci yang paling terancam punah di Amerika Utara.

KELINCI BEVEREN

Foto: Livestockconservancy.org

Kelinci Beveren berasal dari Belgia, beratnya bisa mencapai 5,5 kg dan dibiakkan untuk diambil bulu dan dagingnya.

Nama Beveren diambil dari kota asal Belgia, kemungkinan besar pada akhir tahun 1890-an. Kelinci Beveren adalah salah satu dari beberapa ras biru yang dikembangkan di daerah tersebut, termasuk St Nicholas Blue dan Flemish Giant. Beveren diimpor pada tahun 1910 ke Amerika Serikat, di mana ras ini bergabung dengan enam ras biru lainnya.

Beveren adalah kelinci outdoor yang baik. Cuaca dingin akan membuat bulu mereka yang lebat dan berkilau menjadi lebih tebal.

KELINCI ARGENTE BRUN

Foto: Livestockconservancy.org

Kelinci Argente Brun berasal dari Perancis, selain diambil dagingnya kelinci ini juga menjadi hewan peliharaan dan untuk kontes. Beratnya bisa mencapai 4,8 kg.

Di Amerika dikembangkan oleh Charmaine Wardrop menggunakan ras yang pertama kali dikembangkan pada akhir 1800-an di Perancis. Para peternak di Inggris mengimpor ras ini pada tahun 1920-an, namun ras ini memiliki daya tarik yang kecil, ras ini dengan cepat tidak lagi disukai dan menghilang.

Orang Inggris merekayasa ulang ras ini pada awal Perang Dunia II, sebuah upaya yang dipimpin oleh H. D. Dowle, yang mencampurkan Crème d’Argentes, Argente Bleus, dan Havanas dalam program pemuliaan. Belakangan, penambahan Beveren coklat ke dalam garis keturunannya membuat ras ini memiliki bulu yang lebih panjang dan warna yang lebih kaya.

Brun versi Amerika, dengan ciri khas bulu berwarna coklat, pertama kali muncul secara kebetulan, di antara Argente Champagnes pada tahun 2005. Para peternak secara selektif membiakkan kelinci tersebut, dan kelinci lain yang memiliki bulu serupa, untuk menciptakan Argente Brun bercita rasa Amerika, yang sangat berbeda yang lebih besar dari nenek moyangnya di Eropa.

ALASAN KUNEMAX ADALAH PAKAN KELINCI PEDAGING TERBAIK

Pakan kelinci Kunemax adalah pakan kelinci pelet produksi Gold Coin Indonesia. Pakan kelinci pedaging Kunemax memiliki range produk yang lengkap yaitu Sprinter untuk anak kelinci; Grower untuk kelinci pertumbuhan usia 60-90 hari; dan Breeder untuk induk bunting, jantan dewasa, dan induk menyusui.

Kelinci memang bisa diberi pakan yang mengambil dari alam. Tapi bagaimanapun pakan pelet seperti Kunemax yang dibuat oleh pabrikan lebih sempurna.

Berikut kelebihan pakan kelinci pelet Kunemax dibandingkan pakan dari alam:

Nutrisi Tepat dan Terkontrol

Pakan pelet yang dibuat oleh pabrikan melewati berbagai evaluasi proses produksi mulai analisa penerimaan bahan baku, formulasi ideal, hasil mixing yang rata, proses steam terukur dan pencetakan pelet yang seragam, hingga proses pengemasan yang higienis. Semua tahapan proses tersebut dilakukan terukur dan terkontrol agar menghasilkan pakan yang berkualitas.

Kualitas Konsisten

Karena sudah ditetapkan standar produksi untuk setiap formula yang dibuat, tidak hanya analisa nutrisi, tetapi juga kualitas fisik pakan, sehingga setiap butir pelet pakan memiliki komposisi nutrisi yang sama. Ini membantu menjaga kesehatan dan kinerja kelinci secara stabil, tanpa fluktuasi nutrisi yang dapat terjadi dalam pakan alami.

Kelinci cukup sensitif merespon pergantian pakan, jika pelet terlalu keras atau bahkan terlalu lembut akan mengurangi nafsu makannya. Hal yang sama juga ketika mengganti pakan alam, misalnya sebelumnya dikasih rumput hijau, kemudian diganti jerami kering, respon utama yang terlihat umumnya kurang nafsu makan dan hal ini akan mengganggu keseimbangan mikroflora ususnya.

Formulasi Ideal Sesuai Umur dan Status Fisiologis

Jika sepanjang hidupnya kelinci hanya diberikan rumput atau jerami, kemungkinan potensi genetik dari kelinci tidak bisa muncul optimal. Kebutuhan nutrisi anak kelinci tentunya berbeda dengan kebutuhan nutrisi untuk induk kelinci yang bunting atau menyusui. Saat ini Gold Coin membuat 3 fase pakan kelinci, yaitu Sprinter untuk anak kelinci, Grower untuk kelinci pertumbuhan dan Breeder untuk kelinci bunting dan menyusui. Setiap fase tersebut mempunya formulasi pakan yang berbeda untuk kebutuhan energi, asam amino, mineral dan juga additives penunjang kesehatannya.

Aman, Bersih dan Higienis

Penggunaan pakan alami terutama tanaman liar beberapa mempunyai sifat yang berbahaya dan mematikan bagi kelinci. Antinutrisi seperti goitrogen, gossypol, lectins, mimosine, trypsin inhibitor, pyrrolizidine alkaloids, saponine dan nitrates masing-masing memiliki efek negatif yang berbeda derajat keparahan dan level toxic-nya. Hasil residu pertanian seperti urea dan pestisida/herbisida juga perlu menjadi perhatian khusus ketika memberikan pakan alami ke kelinci. Belum lagi bahaya mycotoxin yang sangat jelas mengganggu reproduksi dan angka kelahiran pada kelinci.

Pakan pabrikan tentunya memperhatikan semua aspek tersebut, penggunaan toxin binder wajib dilakukan. Penerimaan bahan baku yang bersih dan berkualitas, serta proses produksi yang terkontrol menjadikan pakan lebih higienis dan bebas kontaminan dibandingkan pakan alami. Kebersihan dan higienitas ini juga membantu menceegah penularan penyakit memastikan keamanan pangan bagi hewan konsumen dan manusia.

Kemudahan dan Ketersediaan

Pakan pelet tersedia sepanjang tahun dan tidak tergantung pada musim atau cuaca. Ini penting terutama di daerah dengan perubahan musim yang drastis, di mana pakan alami mungkin tidak selalu mudah didapatkan. Pakan pelet lebih praktis dibandingkan harus mengarit rumput/hijauan/hasil pertanian, perlu gudang atau area yang cukup untuk menyimpan dan menyiapkan rumput/hijauan, serta melibatkan tenaga kerja lebih banyak. Belum lagi jika ada hijauan yang sudah rusak atau busuk menjadi kerugian bagi peternak.

Optimalisasi Pertumbuhan dan Efisiensi Cost Produksi

Pakan pelet dirancang agar memiliki tingkat konversi pakan yang lebih baik, artinya lebih sedikit pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan pertumbuhan atau produksi yang diinginkan. Bagi kelinci, pakan pellet seharusnya bisa dibuat untuk menambah palatabilitas dan adanya tambahan vitamin, mineral, asam amino dan supplement lainnya yang homogen di setiap butir pellet diyakini mampu meningkatkan performa kelinci.

Kandungan Kunemax Yang Membuatnya Menjadi Pakan Kelinci Terbaik

Kenapa Kunemax adalah pakan kelinci yang bagus, karena kandungannya diantaranya sebagai berikut.

Prebiotik, Probiotik, dan Fitogenik

Semua varian pakan Kunemax mengandung prebiotik dan probiotik. Organ pencernaan kelinci sangat sensitif, hingga 85% mortalitas kelinci disebabkan masalah pencernaan.

Prebiotik meningkatkan jumlah dan keberagaman bakteri baik di usus kelinci. Sedangkan probiotik mengandung berbagai strain bakteri baik yang membantu mengontrol pertumbuhan bakteri patogen dan menjaga keseimbangan mikrobiota usus.

Prebiotik dan probiotik bersama-sama membantu memelihara kesehatan usus kelinci. Ketika pencernaan sehat, mortalitas akan turun drastis yang berimbas pada produksi yang bagus.

Kandungan fitogenik dalam Kunemax berfungsi mengurangi bau feses dan urin kelinci. Fitogenik Kunemax sudah terukur sehingga tidak mengganggu sistem pencernaan kelinci atau menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan.

Asam Organik sebagai Antimikroba Alami

Kunemax Starter mengandung asam organik yang digunakan untuk menjaga integritas usus. Yaitu sebagai sumber energi utama sel usus, sehingga diharapkan vili usus dapat berkembang dengan baik. Juga mempunyai efek langsung membunuh patogen dengan cara penurunan pH, gangguan metabolisme, dan menghambat aktivitas enzim mikroorganisme.

Asam Amino untuk Pertumbuhan Kelinci Lebih Cepat

Kunemax Grower mempunyai kandungan asam amino dalam jumlah yang seimbang dan mencukupi, yang berfungsi untuk membantu pertumbuhan kelinci lebih cepat. Dengan cara membangun dan memperbaiki jaringan tubuh yang terus tumbuh. Mengembangkan massa otot yang lebih besar, yang dapat meningkatkan berat badan dan pertumbuhan kelinci.

Asam amino berperan dalam produksi hormon pertumbuhan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel dan jaringan dalam tubuh. Juga berperan dalam proses penyerapan nutrisi dari pakan yang dikonsumsi.

Kunemax Breeder, Nutrisi Tepat untuk Breeding

Kunemax Breeder hadir untuk membantu permasalahan yang dihadapi peternak kelinci, yaitu kurang optimalnya reproduksi kelinci karena pakan yang diberikan kurang tepat. 

“Hasil bincang dan diskusi kami ke beberapa wilayah central produksi kelinci di Indonesia, mulai dari Batu Malang hingga ke Medan, menemukan permasalahan yang sama. Yaitu kurang optimalnya reproduksi kelinci karena pakan yang diberikan kurang tepat,” kata Country Nutritionist, Assistant Vice President-Nutrition & Research, Gold Coin Indonesia, Sahera Nofyangtri. “Beberapa kali kami melihat pada saat produksi bunting dan menyusui, peternak kelinci memberikan pakan konsentrat sapi, baik laktasi maupun bunting. Ketidaksesuaian kebutuhan nutrisi ini seringkali fatal akibatnya, mulai dari membuat kelinci kegemukan, diare hingga kematian. Permasalahan lain yang ditemukan umumnya body scoring condition induk setelah lahiran dan menyusui susut banyak, sehingga butuh waktu cukup lama mengembalikan kondisi tubuh ideal indukan.”

Untuk itulah Kunemax Breeder didesain khusus untuk kelinci fase fisiologis bunting dan menyusui. Sehingga bisa meningkatkan produksi susu, mengurangi efek stres, dan meningkatkan kesuburan indukan. Mempunyai palatable signifikan untuk mengatasi induk fase bunting yang ada kalanya kurang nafsu makan. Formulasi khusus Kunemax dirancang untuk merangsang nafsu makan yang baik, selama pakan yang diberikan fresh maka akan sangat tercium aromatic khusus seperti kombinasi wangi manis dan rumput alami yang disukai kelinci.

Sahera menambahkan, “Semua pakan Kunemax menggunakan hijauan yang dibudidaya khusus di Indonesia dan sudah melalui beberapa tahapan penelitian yang khusus dilakukan untuk kelinci. Gold Coin sangat concern menggunakan bahan baku berbasis lokal dan berkualitas.”

Pakan kelinci Kunemax bisa didapatkan dengan menghubungi:

081517888881
Hotline 021 88892222
https://www.goldcoin-group.com/

(NDV)

DESA DI SUMEDANG PERANGI STUNTING DAN KEMISKINAN MELALUI SEKTOR PETERNAKAN

Bupati Sumedang Kala Mengunjungi Desa Margamukti

Desa Margamukti di Kecamatan Sumedang Utara tangani stunting dan kemiskinan melalui sektor peternakan.Hal tersebut dipaparkan oleh Kepala Desa  Margamukti , Siti Nuraeni Sofa yang menjabarkan program ketahanan pangan melalui budidaya hewan kepada bupati Sumedang Dony Ahmad Munir dalam kunjungannya pada Jum'at (23/6) yang lalu. Dony sejatinya mengunjungi desa tersebut untuk mengecek soal stunting dan kemiskinan.

“Alhamdulilah bersilaturahmi, kunjungan ke warga, sekaligus juga mengapresiasi apa yang dilakukan Desa Margamukti dalam rangka Gerakan Bersama Penanganan Kemiskinan dan Stunting,” kata Dony, dikutip Suara Sumedang (23/6/2023).

Masyarakat Desa Margamukti didorong untuk beternak ikan, kelinci, domba, serta ayam untuk memenuhi kebutuhan protein hewani.

“Di sini ada sebuah ikhtiar untuk ketahanan pangannya, melalui peternakan. Baik kelinci dan sebagainya yang jadi nutrisi protein hewani untuk warga sehingga stunting akan teratasi,” ucap Dony.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Desa Margamukti Siti Nuraeni Sofa juga menggambarkan program ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat di Margamukti antara lain budidaya kelinci

Warga yang mengelola ialah warga yang kurang mampu dan masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Kami tidak ingin warga kami menjadi pengemis, tapi harus jadi pejuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” kata Siti.

“Oleh karena itu kami buat beberapa kelompok, seperti kelompok budidaya maggot. Hasil budidaya bisa memenuhi pakan kelompok ikan dan ayam, juga kelompok kelinci dan domba,” sambungnya.

Siti juga memaparkan harapannya program-program itu bisa difasilitasi oleh pengampu kebijakan. Ia juga meyakini kasus kemiskinan dan stunting bisa lebih ditekan. (INF)

 


BETERNAK KELINCI PEDAGING, PASARNYA DARI RESTORAN HINGGA KAMPUS

Beternak kelinci merupakan salah satu usaha ternak yang jarang ditekuni orang, namun memiliki potensi besar. (Foto: Istimewa)

Tak semua orang suka memelihara kelinci pedaging. Beragam alasannya, ada yang tak tega melihat kelinci dipotong, ada pula yang enggan mencium bau kandangnya. Namun tak sedikit orang yang senang beternak hewan yang tergolong pengerat ini. Selain mudah, keuntungan usahanya lumayan.

Salah satunya adalah Wusono, peternak kelinci pedaging dan kelinci hias dari Bantul, Yogyakarta. Berkat ketekunannya, pria yang memeiliki pengalaman sebagai pekerja migran Indonesia ini berhasil meraup keuntungan dari beternak kelinci.

Beternak kelinci merupakan salah satu usaha ternak yang jarang ditekuni orang. Lazimnya beternak hewan berkaki empat lainnya, beternak kelinci juga butuh minat tersendiri. “Sejak dulu saya memang suka sekali dengan kelinci. Saya juga termasuk orang yang suka makan daging kelinci,” tuturnya kepada Infovet.

Wusono merintis usaha ini sejak 2008, dan sekarang tergolong sukses. Di Bantul, nama Wosono cukup dikenal, apalagi sudah beberapa kali diliput media. Bahkan, pria yang tinggal di daerah Trimulyo, Kecamatan Jetis tersebut kini juga menjadi motor penggerak kelinci di Bantul dan sekitarnya.

Dalam beternak, Wusono mengaku tak menyiapkan lahan khusus untuk kelinci-kelincinya. Ia hanya memanfaatkan sisa lahan di sebelah rumahnya. Kandang kelinci tak membutuhkan lahan luas seperti kandang kambing atau sapi. Untuk urusan pakan, menurutnya, tidak terlalu sulit. “Hampir semua jenis sayuran kelinci suka,” katanya.

Saat ditanya berapa omzet usahanya dalam sebulan, ia enggan menyebutkan angka pastinya. Ia beralasan tak mau pamer penghasilan, karena khawatir akan menyinggung perasaan para peternak lainnya. Ia hanya menyebutkan, dalam sebulan Wusono mampu menjual 300-500 ekor kelinci tergantung pemesanan pembeli.

“Jadi kalau ditanya berapa omzetnya, sangat tergantung pemesanan. Tidak bisa dipatok seperti ternak ayam atau lainnya,” kata Wusono.

Menurut dia, target pasar hasil ternaknya yang dibidik selama ini adalah rumah makan yang menyediakan menu daging kelinci. Selain itu, kampus-kampus terkenal juga menjadi target pasarnya.

Kampus yang memiliki fakultas kedokteran atau jurusan biologi, memiliki laboratorium untuk praktik para mahasiswanya. Kelinci merupakan salah satu hewan yang kerap dijadikan percobaan. Karena itu ada istilah “Kelinci Percobaan”.

Tak Mulus di Awal
Perjalanan usaha ternak kelinci Wusono bermula dari “purnanya” pria ini sebagai pekerja migran Indonesia pada 2008. Sepulang dari Malaysia, ia bingung mau membuka usaha. Saat itu tak ada keterampilan khusus yang ia miliki.

Hingga pada akhirnya, ia memutuskan untuk mencoba beternak kelinci, karena memang Wusono penghobi kelinci. Wusono kemudian memperdalam lagi ilmu teknik beternak kelinci dari beberapa temannya yang sudah lebih dulu menjalani.

“Saya sempat bingung mau usaha apa. Di situ saya punya keinginan untuk usaha kelinci setelah mengingat masa kecil saya dulu yang sering membuat orang tua kesal. Saya ingin membuat orang tua yang dulu kesal menjadi bangga dengan anaknya,” ungkap Wusono.

Sejak saat itu, Wusono mulai belajar mengenai breeding dan membesarkan kelinci. Tetapi di awal usahanya, ia justru menemui kegagalan. “Saya pun belajar bagaimana breeding, mulai dari tidak bisa menjadi bisa. Awalnya saya mengawali dengan kegagalan 100%. Kemudian di fase kedua, saya mengalami kegagalan 50%,” ucapnya.

Namun Wusono tak pernah berhenti belajar. Ia berusaha mengenalkan kelinci ke masyarakat. Caranya dengan memasarkan kelinci ke pasar-pasar tradisional. Selain itu, ia juga terus belajar mengenal kelinci lebih jauh, termasuk bagaimana memelihara hingga merawat kelinci.

Karena di pasar banyak kelinci jantan, Wusono memutar otak. Ia pun mulai menyediakan daging kelinci yang dipotong. “Biasanya yang kita potong adalah kelinci jantan atau kelinci betina yang sudah afkir. Jadi, daging-daging tersebut langsung disetorkan ke para penjual sate kelinci yang sudah menjadi langganan saya. Setiap hari saya bisa menyetor 5-10 kilogram daging kelinci,” terang dia.

Perlahan tapi pasti, usaha jual beli kelinci Wusono yang diberi nama Terminal Kelinci semakin berkembang. Pelanggan datang dari berbagai wilayah di DIY. “Saya terus berusaha mengenalkan kelinci di Kawasan Bantul dan sekitarnya. Dalam sebulan saya bisa menjual 300-500 ekor kelinci. Pengunjung yang datang ke sini setiap hari juga bisa mencapai 10-15 orang,” tukasnya.

Terminal Kelinci menawarkan berbagai jenis kelinci, diantaranya NZ, Anggora, Rex, Netherland Dwarf, Dutch, Mini Lop dan sebagainya. Wusono menjual kelinci-kelinci tersebut dengan harga variatif, mulai Rp 50 ribu hingga ratusan ribu.

Selain menjual kelinci, Wusono juga menyediakan berbagai macam kandang kelinci dan obat-obatan. Selain itu, ia juga melayani konsultasi dan edukasi, termasuk perawatan kelinci. Artinya, dengan satu core business, muncul ide-ide usaha lainnya yang dijalani Wusono.

Kebutuhan Daging dan Tips Beternak
Hingga saat ini memang tidak ada data pasti berapa kebutuhan daging kelinci secara nasional. Bisa jadi lantaran daging kelinci bukan sumber protein yang digemari banyak orang seperti daging ayam dan sapi, maka belum ada pendataan khusus.

Namun demikian, di tiap kota ada juga pemerintah daerah yang melakukan pendataan kebutuhan daging kelinci. Salah satunya adalah di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Dari situs pemda setempat, tahun lalu berdasarkan data Asosoiasi Peternak Kelinci Kebumen (APKK) di bawah naungan BPP Pertanian Alian dan Dinas Distapang Kebumen, menyebutkan kebutuhan daging yang cukup banyak. Dalam daftar kebutuhannya mencapai 2.000 kg/bulannya. Dan saat itu baru bisa mencukupi 20% saja dari kebutuhan pokok yang ada.

Dengan demikian, ini bisa menjadi peluang berternak dan menambah penghasilan serta penambahan gizi tinggi. Tahun lalu harga tarikan dari asosiasi daging kelinci tersebut adalah Rp 35.000/kg kelinci hidup, Rp 60.000/kg dalam bentuk karkas dan dalam bentuk filet Rp 110.000/kg.

Secara nasional, pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan), baru sebatas mengungkapkan bahwa kelinci dapat menjadi hewan ternak yang berpotensi sebagai penghasil protein hewani yang mudah diternakkan masyarakat. Kandungan protein pada daging kelinci disebut lebih tinggi dari protein hewan ternak lainnya.

Kelinci bisa menjadi alternatif sumber protein unggulan di perkotaan. Karena itu, Kementan tidak hanya fokus membangun peningkatan populasi ternak untuk memenuhi kecukupan stok daging sapi dan ayam. Namun, juga membangun dan mendorong sumber pangan dari produk hewani, salah satunya kelinci.

Nah, jika berminat untuk merebut peluang pasar kelinci, berikut adalah beberapa tips menarik yang perlu dicoba.

Pertama, pilihlah indukan kelinci yang belum pernah beranak. Terdapat beberapa jenis kelinci pedaging seperti Rex, New Zealand, ataupun Hycole. Asalnya pun ada yang impor dan lokal. Jenis Rex termasuk unggul karena bisa dijual sebagai pedaging dan juga untuk kelinci hias.

Kedua, pastikan kandang kelinci selalu bersih dari kotoran setiap paginya. Kelinci pedaging dibuatkan satu kandang untuk satu ekor. Anak kelinci di bawah tiga bulan bisa dikumpulkan 5-10 ekor di satu kandang.

Ketiga, harus rutin cek kondisi kesehatannya. Waspada dari penyakit utamanya, yaitu jamur atau gatal. Selain itu juga awasi penyakit kelinci lainnya seperti diare, flu dan kotoran berlendir. Sumber penyakit umumnya dari pakan dan kandang yang kotor. Mengobati gatal bisa dengan mengoleskan campuran bawang merah, garam, minyak dan sedikit wormectin.

Keempat, perkawinan kelinci dilakukan hanya 10-15 menit di satu kandang. Taruh kelinci betina ke kandang jantan dan bukan sebaliknya. Kemudian dalam dua minggu kehamilan sudah bisa diprediksi dengan cara meraba perutnya atau palpasi. Berilah makanan berupa pakan khusus kelinci. Jangan diberi sayuran karena berisiko kembung bahkan mencret.

Kelima, kelinci umur dua bulan sudah bisa dijual per ekor sebagai bibit. Sementara pedaging jantan akan dijual per kilo. Semoga menginspirasi. (AK)

SELAIN DAGINGNYA NIKMAT, OTAK KELINCI JUGA BAIK UNTUK KESUBURAN?

Mengonsumsi daging kelinci diklaim bisa meningkatkan kesuburan. (Foto: Istimewa)

Untuk khasiat tersebut semula hanya mitos di kalangan penyuka panganan berbahan kelinci. Ternyata sudah ada penelitiannya. Tertarik untuk mencoba?

Makan siang Raffi kali ini agak berbeda. Sang ibu menyuguhkan gulai daging istimewa hasil olahannya di dapur siang itu. Anak semata wayang yang masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar itu tampak lahap menyantap gulai dengan sepiring nasi. Sudah separuh lebih makan, ia menemukan tulang iga berukuran kecil di mangkuk gulainya.

Raffi pun penasaran, karena biasanya tulang iga pada gulai yang ia makan beberapa waktu sebelumnya berukuran agak besar, karena itu adalah iga kambing atau sapi. Namun kali ini berukuran kecil, hampir seukuran jari kelingkingnya yang mungil. Untuk menghilangkan rasa penasarannya, ia bertanya kepada ibunya, daging apa yang barusan dimasak?

Raffi mendadak berhenti makan, ketika sang ibu menjawab bahwa daging gulai yang ia santap adalah daging kelinci. Entah apa yang ada dibenak sang anak, tiba-tiba saja Raffi enggan melanjutkan makannya.

Melihat gelagat anaknya tak mau makan lagi, sang ibu pun segera menjelaskan bahwa daging kelinci itu halal dan mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan anak-anak seperti Raffi. Orang tua Raffi kebetulan bekerja di Klinik Kesehatan Tumbuh Kembang Anak di Bogor, wajar jika ia juga pintar dalam menjelaskan soal kandungan gizi kepada anaknya. Raffi pun kemudian melanjutkan makannya setelah dibujuk sang ibu.

Apa yang di alami orang tua Raffi, mungkin saja juga pernah terjadi pada keluarga lainnya. Anak-anak memang terkadang merasa tidak tega melihat daging kelinci menjadi menu makanan. Hewan yang imut dan sering dijadikan teman bermain, kerap membuat anak-anak merasa kasihan kelinci dipotong dan dimakan dagingnya.

Berbeda dengan anak-anak, bagi orang dewasa menikmati daging kelinci merupakan kenikmatan tersendiri. Apalagi daging hewan yang tergolong jenis pengerat ini memiliki tekstur lembut dan gurih saat diolah menjadi sate atau gulai. Pemburu menu daging kelinci biasanya akan mencari tahu di mana warung makan yang menyediakan sate atau gulai kelinci.

Beberapa tahun lalu Infovet pernah mengunjungi warung sate kelinci Kang Ibing di Bogor, Jawa Barat. Jika Anda tinggal Kota Hujan ini akan menemukan banyak warung sate yang menyediakan sate kelinci. Warung Sate Kelinci Kang Ibing lokasinya di Jalan Veteran, Panaragan, Pasir Kuda. Warung sate ini cukup terkenal di seputaran wilayah Bogor.

Selain menyajikan menu sate kelinci, di warung Kang Ibing juga menyediakan sate kambing, ayam, sop kelinci dan sop kambing. Selain warung sate Kang Ibing, ada juga Saung Indira yang lokasinya di Jalan Raya Sindang Barang, Bogor Barat. Warung yang satu ini mempunyai menu andalan antara lain sate kelinci, bakso kelinci dan nugget kelinci. Nah, bagi penggemar daging kelinci, bisa mencoba mengunjungi mereka.

Sumber Protein
Pamor sate kelinci memang tak setenar sate kambing. Di Indonesia, menu olahan ini masih belum familiar. Wajar jika ada yang tidak “berani” menikmati sate kelinci. Bukan lantaran rasanya yang tak enak, namun ada rasa tak “tega” menyantap, mengingat kelinci merupakan hewan yang imut dan menggemaskan.

Banyak macam olahan daging kelinci yang disajikan di warung-warung penyedia menu daging kelinci, mulai dari sate, gulai, dendeng, abon, hingga diolah menjadi nugget. Harga seporsi sate kelinci masih sebanding dengan harga seporsi sate kambing. Kisarannya antara Rp 30.000-40.000, berisi 10 tusuk sate.

Daging kelinci sebenarnya bisa menjadi alternatif sumber protein hewani, khususnya jika harga-harga daging ternak lainnya meningkat atau sulit didapat. Guru Besar Fakultas Peternakan Unpad, Prof Dr Husmy Yurmiati, dalam laman unpad.ac.id, menyebutkan dari segi kesehatan daging kelinci memiliki banyak manfaat. Tekstur daging kelinci hampir sama dengan daging ayam, bertekstur halus dan berwarna putih.

Daging kelinci memiliki kadar protein yang sama dengan daging ayam, namun memiliki kadar kolesterol yang rendah. Cocok dikonsumsi bagi penderita darah tinggi, jantung dan kolesterol. Daging ini juga bisa diolah menjadi sajian apa saja, seperti sate, bakso, burger, nugget, tongseng, bakso tahu, hingga abon.

“Daging kelinci memiliki rasa yang enak. Setiap jenis kelinci pedaging memiliki cita rasa tersendiri dan membutuhkan resep pembuatan yang khas,” ungkapnya dalam laman tersebut.

Kelinci juga bisa menjadi alternatif bagi pemenuhan kebutuhan daging di Indonesia. Ahli gizi ini pernah melakukan penelitian tentang hewan ini. Ada lima potensi yang bisa dihasilkan dari seekor kelinci, yakni food (makanan), fur (kulit bulu), fancy (binatang hias), fertilizer (pupuk) dan laboratory (penelitian).

Dibandingkan dengan daging hewan lainnya, daging kelinci mengandung lemak yang lebih sedikit. Daging kelinci juga mengandung lebih sedikit kalori dibandingkan dengan daging lain. Daging kelinci mengandung kadar garam atau sodium yang sedikit. Namun, kandungan kalsium dan fosfornya lebih banyak dibandingkan dengan daging hewan lainnya.

Secara fisik, jika mempertimbangkan rasio tulang dan daging, kelinci memiliki lebih banyak daging yang bisa dimakan jika dibandingkan dengan ayam. Daging kelinci memiliki rasa yang enak dan aroma yang tak terlalu kuat seperti daging kambing atau sapi.

Jadi, selain memiliki banyak kelebihan di atas, daging kelinci juga bermanfaat untuk kesehatan. Daging kelinci cukup sehat untuk dikonsumsi karena mengandung lebih sedikit lemak, kolesterol dan garam.

Pasien Penyakit Jantung
Sebuah penelitian yang dilakukan para ahli US Departement of Agriculture 10 tahun lalu, juga menyebutkan hal serupa. Daging kelinci tergolong sebagai daging putih memiliki kadar lemak rendah dan glikogen tinggi. Rendahnya kandungan kolesterol dan natrium membuat daging kelinci sangat dianjurkan sebagai makanan untuk pasien penyakit jantung atau kolesterol, usia lanjut dan bagi mereka yang bermasalah dengan kelebihan berat badan.

Dalam penelitian tersebut juga diungkap bahwa daging kelinci baik dikonsumsi anak dalam masa pertumbuhan karena kandungan protein memaksimalkan pertumbuhan anak. Tak hanya itu, daging kelinci juga dianggap baik dikonsumsi bagi orang lanjut usia untuk menjaga kesehatan masa menuju tua.

“Kandungan daging kelinci dapat menyembuhkan penderita asma karena senyawa molekul pada bagian organ hati kelinci bisa meredakan atau melenyapkan penyakit asma dengan cara pengolahan direbus untuk dapat mempertahankan kandungan gizi dari hati kelinci tersebut,” papar hasil penelitian tersebut.

Di luar hasil penelitian itu, ada juga yang menyebutkan bahwa bagi wanita yang mengalami rendah kesuburan, kandungan bagian otak daging kelinci dikabarkan baik untuk kesuburan wanita. Bahkan ada juga yang menyebutkan kandungan bagian otak daging kelinci baik untuk vitalitas pria, berfungsi sebagai penguat pada jumlah protein yang diserap sehingga menghasilkan energi.

Ada juga yang menyebutkan bahwa daging kelinci dapat menjadi salah satu obat bagi penderita asma. Penyakit alergi yang bercirikan peradangan steril, disertai serangan sesak napas akut secara berkala, mudah tersengal-sengal dan batuk (dengan bunyi khas).

Penyebutan di alenia terakhir masih sebatas informasi yang belum terbukti keabsahannya berdasar hasil penelitian. Namun demikian, pengalaman sebagain masyarakat terkadang menjadi pembenaran akan khasiat suatu makanan. Jika tak terbukti, berarti itu hanya sebatas mitos. (AK)

MANFAAT DAGING KELINCI

Tidak banyak masyarakat yang mengetahui manfaat daging kelinci selain sebagai sumber protein hewani. Hal itu wajar karena di Indonesia saat ini konsumsi daging kelinci belum sepopuler konsumsi daging ayam, sapi, bebek, puyuh, atau ikan.

Daging kelinci diketahui mengandung lemak, lemak jenuh, lemak tak jenuh tunggal, lemak tak jenuh ganda, kolesterol, sodium, potasium, protein, kalsium, vitamin B12, zat besi, vitamin B6, dan magnesium.

Kelinci memiliki daging dengan persentase protein yang dapat dicerna tertinggi dibandingkan dengan daging lain, juga memiliki jumlah lemak terendah. Namun tetap kaya akan lemak sehat seperti lemak tak jenuh ganda dan lemak tak jenuh tunggal. Daging kelinci juga memiliki kalori lebih sedikit dibanding daging ayam dan memiliki lebih sedikit kolesterol dibanding daging lain seperti daging sapi, babi, dan ayam.

Kadar fosfor dan kalsium daging kelinci lebih tinggi daripada ayam. Kedua mineral ini berguna untuk membangun tulang yang sehat. Kelinci juga tinggi niasin, yang membantu mengubah karbohidrat menjadi energi.

Daging kelinci juga mengandung selenium. Mineral yang digunakan tubuh untuk membuat antioksidan yang dapat membantu mencegah kanker perut, paru-paru, prostat, dan kanker kulit. Selenium juga membantu mencegah pengerasan arteri.

Daging kelinci rendah kandungan lipidnya, juga lebih rendah kandungan natriumnya dibanding sebagian besar daging lain. Tinggi akan fosfor, kalium, kaya akan omega 3. Singkatnya daging kelinci bermanfaat untuk asupan keseimbangan vitamin dan mineral sehari-hari.

10 JENIS KELINCI PEDAGING POPULER

Berikut 10 jenis kelinci pedaging yang populer di tingkat internasional.

1 New Zealand White

Jenis kelinci pedaging ini termasuk yang paling populer. Beratnya mencapai empat sampai lima kilogram.

2 American Chinchilla

Kelinci ini termasuk favorit para koki mungkin karena rasanya yang lezat.

3 California

Merupakan hasil persilangan New Zealand White dan American Chinchilla. Bertubuh gempal dengan berat tiga sampai lima kilo.

4 Flemish Giant

Jenis kelinci ini nafsu makannya besar, tapi sepadan dengan berat badannya yang sembilan kilogram.

5 Blanc de Hotot

Keinci yang dikembangkan di Perancis pada 1900an ini adalah salah satu ras dengan ukuran badan terbesar. Biasanya beratnya mencapai sekitar sebelas kilo.

6 Rex

Selain dagingnya, kelinci Rex juga diambil bulunya yang tebal untuk bahan pembuat pakaian.

7 Palomino

Mempunyai berat antara tiga sampai empat kilo dan cukup populer di pasaran.

8 Silver Fox

Kelinci ini telah lama menjadi favorit para peternak rumahan. Biasanya tumbuh dengan berat antara empat sampai lima kilo.

9 Champagne d’Argent

Jenis kelinci yang cukup gemuk ini telah diternakkan untuk produksi daging sejak awal tahun 1600an. Biasanya memiliki berat sekitar empat kilo ketika cukup dewasa untuk disembelih.

10 Cinnamon

Kelinci jenis ini biasanya memiliki berat sekitar empat kilogram. Ras ini dikembangkan secara tidak sengaja pada awal 1970an.

PEMILIHAN PAKAN YANG TEPAT UNTUK MENGOPTIMALKAN BUDIDAYA KELINCI

Dari hasil penelitian para ahli, kemampuan kelinci untuk menghasilkan daging adalah 20 kali lipat dibanding ternak sapi dalam kurun waktu yang sama. (Sumber: Istimewa)

Kelinci merupakan salah satu komoditas peternakan yang sangat cocok untuk dikembangkan secara luas sebagai penganekaragaman konsumsi protein hewani. Daging kelinci kaya protein dan rendah kolesterol, sehingga cocok dikonsumsi oleh berbagai lapisan masyarakat. Dari hasil penelitian para ahli, ternyata kemampuan kelinci untuk menghasilkan daging adalah 20 kali lipat dibanding ternak sapi dalam kurun waktu yang sama.

Proses pengembangbiakan dan pertumbuhan kelinci sangatlah cepat sehingga seorang pebisnis kelinci bakal memperoleh hasil yang lebih cepat pula, asal dikelola dengan baik. Menurut analisis Himpunan Masyarakat Perkelincian Indonesia (Himakindo), dalam setahun seekor induk kelinci mampu menghasilkan paling tidak 40 kg bobot hidup pada pola pemeliharaan tradisional (ekstensif) dan 120 kg pada pola pemeliharaan intensif.

Pada pemeliharaan pola intensif kelinci dapat dikawinkan hingga 7-8 kali/tahun untuk satu induk kelinci. Dengan jumlah anak-anak kelinci yang terseleksi sebanyak 8-10 ekor yang bisa dipanen, sehingga dapat dihasilkan 56 ekor/tahun.

Pada pemeliharaan intensif pula seekor kelinci bisa dipanen pada umur 80 hari dengan bobot 2,5 kg/ekor, sehingga dari satu induk anak kelinci saja bisa menghasilkan total daging sekitar 120 kg/tahun.

Melihat besarnya potensi beternak kelinci, maka kini budidaya kelinci telah berkembang di berbagai provinsi dengan teknik budidaya yang relatif sederhana. Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, sentra produksi kelinci telah ada di Berastagi, Bogor, Lembang, Sukabumi, Garut, Tasikmalaya, Magelang, Semarang, Temanggung, Batu, Malang, Magetan, Blitar, Kediri, Bedugul-Tabanan dan Wamena di Papua.

Untuk efisiensi usaha, maka sebaiknya para peternak kelinci bergabung dalam satu kelompok peternak. Badan Litbang Pertanian, Kementan, merekomendasikan kelompok peternak kelinci yang efektif dan efisien adalah kelompok peternak dengan keanggotaan minimal 100 peternak dengan rataan kepemilikan induk sebanyak 20 ekor/peternak.

Kelebihan kelinci dibanding jenis ternak lain adalah ukuran tubuhnya yang kecil hanya 2,5-3,5 kg/ekor, sehingga tidak memerlukan banyak tempat, biaya tidak besar dalam pengadaan induk dan kandang. Umur dewasa kelinci relatif singkat, yakni hanya 4-5 bulan sudah siap bunting, masa kebuntingan 29-25 hari, dengan kemampuan berkembang biak tinggi, mampu beranak 4-10 kali/tahun, masing-masing 4-10 anak/kelahiran. Masa penggemukan kelinci relatif singkat, kurang dari dua bulan sejak masa sapih. Secara rata-rata, umur hidup ternak herbifora ini berkisar 5-8 tahun.

Penyediaan Pakan dan Sifat Caprophagy
Dalam hal pakan, ternak ini memiliki kebiasaan yang disebut dengan caprophagy, yakni memakan sendiri feses atau tinjanya. Feses yang pertama keluar adalah yang berbentuk lunak atau lembek. Feses itulah yang dimakan kelinci karena kandungan nutrisinya masih tinggi guna memaksimalkan kebutuhan nutrisi kelinci (lihat Tabel). Itulah sebabnya kelinci termasuk dalam kategori ternak pseudo ruminansia.

Sistem pencernaan kelinci terbagi menjadi dua bagian, yaitu perut depan terdiri dari lambung, pankreas, duodenum, jejunum dan ileum, serta perut belakang yakni sekum, appendix dan kolon. Pada perut bagian belakang, berperan penting dalam sistem pencernaan, karena merupakan tempat terjadinya fermentasi pakan di dalam sekum, pemisahan dan pencernaan kembali isi sekum. Sekum merupakan tempat pertumbuhan bakteri yang memiliki fungsi mirip dengan rumen pada sapi, yaitu sebagai tempat terjadinya proses pencernaan pakan.

Kelinci merupakan ternak herbivora yang bukan ruminansia, kurang mampu untuk mencerna serat kasar, tetapi dapat mencerna protein dari tanaman berserat dan memanfaatkannya dengan efektif berkat adanya sekum tadi. Sifat tersebut menyebabkan kelinci dapat mengonversi protein asal hijauan menjadi protein bakteri berkualitas tinggi, mensintesis vitamin B dan memecahkan selulose atau serat menjadi energi.

Tabel Komposisi Kandungan Kimiawi Feses Keras dan Lunak pada Kelinci
Zat Nutrisi
Feses Keras
Feses Lunak
Abu (%)
34-52
63-82
Bahan kering (%)
48-66
18-37
Protein (% bahan kering)
9-25
21-37
Serat kasar (% bahan kering)
22-54
14-33
Lemak (% bahan kering)
1,3-5,3
1-4,6
Mineral (% bahan kering)
3,1-14,4
6-10,8
NFN (% bahan kering)
28-49
29-43

Sumber: Proto (1980) dalam Sjofjan, dkk (2019).

Pada kelinci yang baru lahir, makanan utama adalah air susu yang diberikan oleh induknya sekali dalam 24 jam, dengan lama waktu menyusui 2-3 menit saja. Setelah minggu ketiga, anak kelinci akan bergerak ke luar dari sarangnya, menyusu ke induknya dan sedikit air minum yang disediakan. Pada periode waktu tersebut terjadi perilaku makan yang nyata, dari hanya meminum air susu, menjadi mengonsumsi pakan yang disediakan.

Kelinci merupakan jenis ternak yang tenang, lembut, serta termasuk dalam jenis ternak yang suka mengunyah dan tak dapat bertahan lama tanpa makan. Oleh karenanya, pakan harus selalu tersedia dalam bentuk campuran rumput dan jerami. Untuk tempat minum, sebaiknya disediakan tempat minum dalam bentuk tube yang dapat dijilat. Tempat minum seperti ini cocok untuk kelinci, sehingga terjaga higienitasnya. Jika memungkinkan, kelinci dapat ditempatkan di area terbuka yang banyak terdapat rumput atau tanaman leguminosa yang merupakan pakan alami kelinci. Namun jika kelinci dikandangkan, sebaiknya tersedia selalu pakan hijuaun segar dalam kandang.

Untuk pakan yang diberikan, bahannya tidaklah terlalu rumit, mayoritas berupa hijauan sehingga mudah diperoleh, dengan demikian biaya produksinya relatif rendah. Untuk hidup dan berkembang normal sesuai dengan mutu genetikanya, kelinci membutuhkan zat-zat nutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air. Fakultas Peternakan UGM Yogyakarta telah mengidentifikasi setidaknya terdapat tujuh bahan pakan yang sesuai untuk kelinci, diantaranya:

• Air susu induk. Ini merupakan pakan alami terbaik karena memiliki zat paling lengkap serta cocok dan tepat untuk anak kelinci yang masih menyusu. Air susu induk kelinci lebih baik daripada susu sapi, karena memiliki kandungan bahan kering lebih banyak dua kali lipat, lemak dan protein empat kali lebih besar, abu/mineral lebih banyak tiga kali lipat.

• Hijauan. Pakan hijauan yang sesuai untuk kelinci diantaranya rumput lapangan, daun kacang panjang, lamtoro, daun duri, daun kembang sepatu, daun ubi jalar, daun pepaya, daun jagung dan daun kacang tanah. Sisa-sisa atau limbah sayuran seperti wortel, selada, kangkung, kol, sawi, caisim, atau daun singkong juga merupakan sumber hijauan bagi kelinci. Cara pemberian pakan hijau segar diberikan secukupnya, namun sebaiknya dilayukan terlebih dahulu agar kadar air berkurang. Jika pakan hijauan dipaksakan diberikan dalam kondisi segar, maka urin kelinci dapat berbau menyengat, menyebabkan mencret, perut gembung, gatal-gatal dan scabies, serta dapat berakibat fatal.

• Biji-bijian. Bentuk pakan berupa biji-bijian bisa berupa biji jagung, padi, gandum, kedelai, kacang tanah dan kacang hijau. Pakan berbentuk biji-bijian tersebut termasuk dalam salah satu bahan pakan yang baik untuk kelinci karena tinggi kandungan protein. Namun jika dirasa bahan pakan tersebut mahal, maka dapat diganti dengan pakan alternatif seperti bungkil kelapa, dedak, bekatul, bungkil tahu, atau bungkil kacang tanah, yang fungsi utamanya adalah sebagai sumber protein. Pemberian bahan pakan berupa biji-bijian sebaiknya ditumbuk dahulu, baru kemudian diberikan dengan takaran 150-250 gram/ekor dalam satu hari.

• Jerami kering. Bahan pakan ini adalah salah satu sumber serat kasar yang dapat mencegah gigi kelinci tumbuh lebih cepat. Dengan demikian, jerami kering dapat menjadi pilihan terbaik.

• Hay. Bahan pakan ini adalah rumput yang dipotong sebelum berbunga, yang kemudian diawetkan dengan cara dikeringkan secara bertahap, agar kandungan gizinya tidak rusak dan kadar serat kasarnya tinggi. Rumput yang cocok dijadikan hay untuk pakan kelinci diantaranya rumput gajah, daun turi, rumput lapangan, pucuk tebu, batang jagung dan daun kacang-kacangan. Hay yang dibuat secara benar akan berasa manis, cocok untuk kelinci yang memang menyukasi manis. Selain itu, ampas tebu yang direndam selama 24 jam dan telah difermentasikan dengan molase juga dapat menjadi alternatif bahan pakan kelinci. Jika kelinci mengalami gangguan seperti mencret, disarankan segara menghentikan pemberian hijauan dan menggantikannya dengan hay dalam jumlah banyak.

• Umbi-umbian. Bahan pakan ini merupakan salah satu alternatif pakan kelinci yang sesuai, diantaranya talas, ubi jalar, singkong rebus dan jenis umbi-umbian lainnya. Bahan pakan jenis ini sebagai bahan pakan tambahan.

• Konsentrat. Pakan konsentrat berfungsi meningkatkan nilai gizi dan penguat pakan pokok kelinci berupa hijauan. Keuntungan jenis pakan ini mudah didapat di pasaran, namun risikonya adalah harga relatif mahal. Pakan konsentrat biasanya terdiri dari pelet atau pakan pabrikan, bekatul, bungkil kelapa, ampas tahu, ampas tapioka, atau bungkil kacang tanah. Jika nutrisi dalam pelet sudah mencukupi kebutuhan kelinci, maka pakan hijauan tidak perlu diberikan. ***

Andang S. Indartono
Pengurus Asosiasi Ahli Nutrisi dan Pakan Indonesia (AINI)

ARTIKEL TERPOPULER

ARTIKEL TERBARU

BENARKAH AYAM BROILER DISUNTIK HORMON?


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer