-->

PENGURUS PINSAR SOLO RAYA RESMI DILANTIK

Pelantikan pengurus Pinsar Solo Raya. (Foto-foto: Dok. Infovet)

Pengurus Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Solo Raya (Pinsar Solo Raya) resmi dilantik dalam sebuah acara yang berlangsung di Ibis Hotel Solo, Sabtu (12/10/2024).

Pinsar Solo Raya merupakan organisasi yang menaungi peternak unggas dari berbagai wilayah di sekitar Solo, termasuk Kota Solo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Wonogiri.

Organisasi ini dibentuk dengan tujuan memperkuat posisi peternak unggas di Solo Raya dan sekitarnya, serta memberikan dukungan dalam menghadapi tantangan yang ada di sektor perunggasan.

Ketua Pinsar Solo Raya, Agus Eko Sulistyo, mengajak seluruh peternak unggas di Solo Raya untuk tetap menjaga kekompakan dan semangat, terutama di tengah situasi industri perunggasan yang sedang mengalami gejolak.

Menurut Agus, rencana ke depan bagi Pinsar Solo Raya adalah membentuk sebuah koperasi yang diharapkan akan mempermudah kerja sama antar peternak dan lembaga-lembaga terkait termasuk pemerintah. Melalui koperasi peternak diharapkan dapat bekerja lebih efisien dan mandiri, terutama dalam penyediaan bahan pakan, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada pabrikan besar.

“Dengan membentuk koperasi kita berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah, seperti saat ini terkait dengan program subsidi jagung. Selain itu, kita juga berharap bisa mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis yang akan segera dijalankan. Program ini penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses ke gizi yang baik, terutama protein hewani dari unggas,” ujar Agus.

“Jika memungkinkan, kita juga ingin dapat melakukan impor bahan pakan secara mandiri melalui koperasi ini, sehingga kita tidak terlalu bergantung pada pabrikan besar. Intinya, bagaimana kita bisa bekerja lebih efisien, terutama dalam menekan biaya produksi.”

Wakil Ketua Umum Pinsar Indonesia, Hidayaturahman, yang hadir mewakili Ketua Umum Pinsar Indonesia, mengucapkan selamat kepada para pengurus baru Pinsar Solo Raya. Ia berharap dengan pelantikan ini pengurus dapat semakin menunjukkan keseriusan dalam berkontribusi kepada bangsa dan negara, khususnya dalam penyediaan protein hewani yang murah dan berkualitas.

Menurutnya, Pinsar Indonesia yang telah berkiprah lebih dari 30 tahun memiliki peran penting dalam mendukung sektor peternakan unggas di Indonesia. Saat ini, Pinsar Indonesia memiliki anggota di lebih dari 30 provinsi di seluruh Indonesia, sebuah pencapaian besar yang harus terus ditingkatkan.

“Dengan pengalaman panjang ini hubungan antara Pinsar Indonesia dengan Kementerian Pertanian sudah terjalin cukup lama. Kami selalu berusaha menjadi mitra yang baik bagi pemerintah dalam menyediakan protein asal hewani yang terjangkau, seperti telur, daging ayam, dan berbagai jenis unggas lainnya. Kami berharap Pinsar Solo Raya dapat menjadi mitra strategis bagi pemerintah, khususnya dalam upaya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dan menciptakan lapangan kerja bagi jutaan orang, termasuk membuka peluang bagi pelaku usaha baru,” ungkap Hidayaturahman.

Foto bersama usai pelantikan pengurus Pinsar Solo Raya.

Sementara itu Ketua Dewan Pembina Pinsar Indonesia, Prof Muladno, juga memberikan pandangannya. Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan di kalangan peternak unggas, yang menurutnya ibarat seperti menjaga harmoni dalam satu rumah besar.

Ia melihat program Makan Bergizi Gratis sebagai momentum penting untuk mengembalikan kejayaan peternak rakyat, khususnya peternak unggas kecil yang jumlahnya semakin menurun. Saat ini, kata dia, hanya sekitar 15-20% dari total peternak broiler yang masih merupakan peternak rakyat, sementara peternak layer rakyat juga semakin berkurang. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak termasuk pengurus Pinsar Solo Raya untuk bersatu dalam mencegah peternak layer mengalami nasib yang sama dengan peternak broiler.

“Kita harus memanfaatkan program Makan Bergizi Gratis sebagai momen kebangkitan bagi peternak rakyat. Saya ingin mengingatkan para pengurus Pinsar Solo Raya untuk segera melakukan konsolidasi dengan asosiasi-asosiasi lain, tidak hanya dengan Pinsar sendiri. Kolaborasi ini penting untuk mendukung pemerintah dan sekaligus membangkitkan sektor perunggasan rakyat,” tegas Muladno.

Dukungan juga disampaikan oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan (PPHNak), Tri Melasari, kepada pengurus baru Pinsar Solo Raya. Ia sampaikan bahwa Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) terus mendorong sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan pihak swasta dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi protein hewani, khususnya daging ayam dan telur. Menurutnya, daging ayam dan telur merupakan komoditas peternakan yang sangat penting karena mudah diakses oleh masyarakat dan harganya relatif terjangkau.

“Keberhasilan industri perunggasan tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang saling bersinergi, baik pemerintah, swasta, maupun asosiasi seperti Pinsar Indonesia. Saya berharap dengan adanya pengurus baru ini, seluruh keluarga besar Pinsar Solo Raya akan semakin bersemangat untuk maju dan berkembang bersama. Ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” katanya. (WINDRI/INF)

INFOVET TAMPIL DI ASEAN ROUNDTABLE DISCUSSION, VIETSTOCK 2024

Pemred Majalah Infovet, Bambang Suharno, saat menampilkan presentasinya dalam Roundtable Discussion. (Foto-foto: Dok. Infovet)

Ho Chi Minh City, 9-11 Oktober 2024. Pemimpin Redaksi (Pemred) Majalah Infovet, Bambang Suharno, diundang secara khusus oleh Informa Markets, penyelenggara Vietstock Expo & Forum, untuk menghadiri pameran ternama tersebut yang berlangsung di Saigon Exhibition & Convention Center (SECC), Ho Chi Minh City. Acara ini digelar selama tiga hari, mulai 9-11 Oktober 2024, dan menjadi ajang penting bagi industri peternakan di kawasan ASEAN.

Sebagai aktivis dalam organisasi peternakan sekaligus Pemred Infovet, Bambang turut hadir dalam acara opening ceremony yang meriah, acara pemberian penghargaan Vietstock Award, serta memainkan peran aktif dalam Roundtable Discussion bertajuk “Sustainibility in ASEAN Livestock Industry.”

Diskusi yang berlangsung 10 Oktober 2024, mempertemukan para ahli, pemimpin industri, dan perwakilan organisasi peternakan dari berbagai negara di ASEAN untuk bertukar wawasan mengenai perkembangan terkini di sektor peternakan. Dalam diskusi ini hadir perwakilan dari negara tuan rumah (Vietnam) serta negara anggota ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Myanmar, dan Kamboja.

Dalam diskusi ini, Bambang menampilkan presentasi mengenai “Indonesia Livestock Industry Review”, yang memberikan pandangan komprehensif tentang kondisi industri peternakan di Indonesia. Topik ini mencakup berbagai aspek, mulai dari tantangan hingga peluang yang dihadapi sektor peternakan nasional.

Bambang antara lain menyampaikan, konsumsi telur dan daging ayam masyarakat Indonesia yang masih rendah (sekitar 15 kg daging ayam dan 150 butir telur/kapita/tahun) tidak semata-mata disebabkan karena redahnya daya beli masyarakat.

“Faktanya konsumsi rokok masyarakat Indonesia 1.300 batang per kapita per tahun yang merupakan konsumsi tertinggi di ASEAN. Padahal harga sebatang rokok setara dengan sebutir telur. Ini artinya potensi bisnis perunggasan di Indonesia masih bisa berkembang, jika kampanye gizi ayam dan telur terus dilakukan oleh stakeholder peternakan,” ujar Bambang.

Foto bersama usai diskusi.

Di bagian lain, Bambang menyampaikan program pemerintahan baru Indonesia berupa makan bergizi gratis untuk anak sekolah yang berpeluang meningkatkan bisnis perunggasan. Adapun program minum susu gratis, juga menjadi peluang baru berupa investasi peternakan sapi perah di Indonesia.

Keikutsertaan Infovet dalam forum ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan antar negara di ASEAN dan meningkatkan peran media dalam mendukung pengembangan industri peternakan. (INF)

CAPAI SWASEMBADA, KOMODITAS UNGGAS DIMINTA MENYASAR PASAR DUNIA

Komoditas unggas memberikan kontribusi 60% PDB peternakan. (Foto: Istimewa)

Jakarta, Senin (14/10/2024). Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras telah mencapai swasembada dan memiliki keunggulan daya saing tinggi. Keduanya merupakan komoditas barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting) sebagai sumber pangan hewani strategis yang dibutuhkan masyarakat.

Komoditas unggas memberikan kontribusi 60% Produk Domestik Bruto (PDB) Peternakan, 10% tenaga kerja nasional, dan total nilai ekonomi mencapai lebih dari Rp 700 triliun.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut pangan asal unggas Indonesia melimpah dan meneguhkan posisi Indonesia dapat berkontribusi besar terhadap pemenuhan pangan dunia. Pihaknya optimis dengan swasembada pangan asal unggas ini, Indonesia dapat ikut andil mengatasi krisis pangan dunia.

Sementara itu Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Agung Suganda, menjelaskan bahwa produk unggas Indonesia telah diakui dan diterima oleh beberapa negara. Berbagai hambatan teknis persyaratan ekspor termasuk regulatif yang sangat ketat telah diatasi dengan baik oleh pemerintah dan pelaku usaha.

Agung merinci bahwa PT Gizindo (CPI Group) telah melakukan ekspor telur konsumsi (table eggs) tujuan Singapura sepanjang Januari-September 2024 sebanyak 118 kali pengiriman dengan total jumlah 38,36 juta butir setara 2,37 ribu ton atau senilai 4,44 juta USD.

Selain telur ayam ras, dua perusahaan perunggasan besar yaitu PT Charoen Pokphand Indonesia dan PT Japfa Comfeed secara rutin setiap bulan melakukan ekspor DOC final stock (DOC FS) ayam ras petelur, karkas ayam beku, dan ayam hidup (live bird) tujuan Singapura. Dalam bulan ini menurut Agung, ekspor telur tetas (hatching egg) dari parent stock ayam ras pedaging sebanyak ratusan ribu butir tujuan Uni Emirat Arab (UEA) juga telah dilakukan kedua pelaku usaha perunggasan tersebut.

Agung juga menambahkan bahwa pihaknya telah menyusun peta jalan produksi telur guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2025-2029. Dengan produksi di 2025 sebesar 6,94 juta ton dan mencapai 7,81 juta ton pada 2029, surplus akan tetap terjaga sebesar 4-5% dan memastikan kebutuhan domestik dan program MBG terpenuhi.

Kementan berkomitmen meningkatkan kapasitas produksi unggas melalui inovasi teknologi dan peningkatan infrastruktur, meskipun ada tantangan global seperti perubahan iklim. “Surplus pada komoditas unggas menunjukkan bahwa kita berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan kemandirian pangan dan berperan aktif di pasar regional dan global,” kata Agung.

Dewasa ini, kemajuan perunggasan demikian pesat seiring meningkatnya produktivitas daging ayam ras dan telur ayam ras. Produksi daging ayam ras selama kurun waktu 2020-2024 tumbuh rata-rata 4,51% tiap tahun. Sementara produksi telur ayam ras pada periode yang sama juga tumbuh 5,45% tiap tahun.

Pada tahun existing 2024, Kementan mencatat produksi daging ayam ras nasional mencapai 3,84 juta ton dengan kebutuhan 3,72 juta ton, maka terdapat surplus bulanan 116,19 ribu ton atau surplus kumulatif (ditambah carry over) sebanyak 239,09 ribu ton.

Sementara pada produksi telur ayam ras, diproyeksikan mencapai 6,34 juta ton dengan kebutuhan 6,24 juta ton dan neraca surplus mencapai 173,62 ribu ton. Data supply dan demand komoditas unggas tersebut menunjukkan penguatan kapasitas produksi nasional dan kerap diintepretasikan sebagai kelebihan stok yang harus dikelola dalam sistem buffer stock nasional.

Indonesia memiliki peran strategis dan telah berkontribusi terhadap penyediaan pangan dunia asal unggas. Meski pangsa pasar telur konsumsi Indonesia baru menembus Timur Leste dan Singapura, proporsi produksi telur ayam ras Indonesia menempati urutan keempat di dunia setelah India. (INF)

VIETSTOCK 2024, PAMERAN PETERNAKAN TERBESAR VIETNAM


Ho Chi Minh City, Infovet
. Bertempat di Saigon Exhibition & Convention Center (SECC), Ho Chi Minh City, Vietnam, tanggal 9-11 Oktober 2024, berlangsung Vietstock Expo & Forum, salah satu pameran industri peternakan dan akuakultur terbesar di Asia Tenggara. Acara ini dibuka dengan meriah, dihadiri oleh Deputi Menteri Kementerian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan (MARD) Vietnam, Phung Duc Tien, beserta ratusan delegasi, perusahaan, dan pakar industri dari berbagai negara. Pameran ini menjadi ajang inovasi teknologi bagi sektor peternakan dan akuakultur yang sedang bergerak menuju masa depan yang berkelanjutan.

Pembukaan pameran yang spektakuler tersebut juga turut dihadiri oleh Pemimpin Redaksi Majalah Infovet, Bambang Suharno, yang diundang untuk menghadiri opening ceremony, penganugerahan Vietstock Award serta menjadi salah satu narasumber dalam ASEAN Livestock Roundtable Discussion, yang diselenggarakan oleh Informa Market, selaku penyelenggara pameran. Dalam diskusi tersebut, Bambang berbagi wawasan seputar perkembangan industri peternakan di Indonesia dan tantangan yang dihadapi dalam penerapan standar produksi berkelanjutan.

Titik Puncak Pembukaan dan Sambutan Hangat


Ben Wong, General Manager Informa Markets Vietnam, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tamu, peserta pameran, dan pengunjung. Ia menekankan bahwa perayaan 20 tahun Vietstock merupakan tonggak penting dalam perkembangan industri peternakan dan akuakultur di Vietnam. "Vietstock dan Aquaculture Vietnam telah menjadi fondasi bagi industri ini untuk bertukar pengetahuan dan berkolaborasi menuju masa depan yang lebih cerah," ucapnya.

Deputi Menteri Phung Duc Tien juga menyoroti pentingnya peran pameran ini dalam memperkenalkan produk dan teknologi terbaru di sektor peternakan. Lebih dari itu, ia menekankan nilai penting kolaborasi antara pelaku bisnis, peneliti, dan pakar untuk berbagi pengalaman serta belajar satu sama lain demi meningkatkan produktivitas industri.

Vietstock Award dan Inovasi Terdepan

Pemberian penghargaan Vietstock Award 2024

Hari pertama pameran juga diramaikan dengan penganugerahan Vietstock Award, berlangsung sore hingga malam hari, yang memberikan penghargaan kepada inovasi terbaik di bidang peternakan dan akuakultur. Produk dan teknologi unggulan seperti sistem manajemen peternakan cerdas, pakan modern, serta solusi berkelanjutan menarik perhatian para pengunjung. Zona Inovasi di pameran ini menjadi pusat perhatian, memamerkan berbagai teknologi canggih yang diharapkan akan membawa industri ini menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

Konferensi Teknis dan Pembahasan Berkelanjutan


Selain pameran, rangkaian konferensi teknis menjadi salah satu daya tarik utama di hari pertama. Diskusi seputar transformasi produksi peternakan, nutrisi, lingkungan, dan pengelolaan ternak menjadi fokus utama. Topik yang diangkat tidak hanya relevan dengan situasi terkini, tetapi juga memberikan panduan praktis bagi para peternak dan pelaku industri yang ingin meningkatkan operasional mereka.

Dalam salah satu sesi konferensi, Asosiasi Peternakan Hewan Vietnam (AHAV) menyampaikan pentingnya solusi peternakan berkelanjutan dan cara mengurangi emisi industri. Di sisi lain, Asosiasi Pakan Ternak Vietnam (VFAEA) mengedukasi para peserta mengenai standar produksi berkelanjutan dan bagaimana menghadapi pasar ekspor dengan memenuhi standar internasional seperti kesejahteraan hewan, sertifikasi Halal, serta pengurangan antibiotik.

Sementara itu pada hari kedua ada acara khusus berupa ASEAN Rountable Discussion  yang membahas industri peternakan ASEAN yang berkelanjutan. Acara dihadiri oleh pewakilan tuan rumah Vuetnam serta undangan dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Laos dan Myanmar.

Bambang Suharno di acara Rountable Discussion

Pada acara ini Bambang Suharno menampilkan presentasi mengenai Indonesia Livestock Industry Review, yang memberikan pandangan komprehensif tentang kondisi industri peternakan di Indonesia . Topik ini mencakup berbagai aspek, mulai dari tantangan hingga peluang yang dihadapi oleh sektor peternakan nasional hingga upaya stakeholder peternakan Indonesia dalam meningkatkan konsumsi ayam dan telur melalui kampanye gizi secara berkelanjutan. Bambang menyampaikan konsumsi rokok masyarakat Indonesia adalah tertinggi di ASEAN, sedangkan konsumsi ayam dan telur berada di peringkat 4. Fakta ini menunjukkan bahwa potensi peningkatkan konsumsi masih besar.


Dengan padatnya acara , Vietstock 2024 telah berhasil menetapkan ekspektasi tinggi untuk hari-hari selanjutnya. Acara ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi para pelaku industri untuk memperkenalkan teknologi terbaru, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat kerja sama dan berbagi pengetahuan dalam memajukan sektor peternakan dan akuakultur di kawasan Asia Tenggara.

HARI AYAM DAN TELUR NASIONAL 2024 PECAHKAN REKOR MURI



Infovet, Surakarta
— Suasana meriah menyelimuti acara Kampanye Konsumsi Daging Ayam dan Telur yang diadakan di area Car Free Day Solo, tepatnya di Perempatan Pasar Pon, Minggu (13/10/2024). Sebanyak 2.300 siswa SD dari berbagai sekolah di Solo berpartisipasi dalam acara ini, memecahkan rekor MURI sebagai kampanye konsumsi ayam dan telur dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia.


Hadir juga para pejabat dan pimpinan asosiasi peternakan dari pusat dan daerah.  Pejabat pusat antara lain Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Tri Melasari, Ketua Pokja Stabilisasi Pasokan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Yudhi Harsatriadi, Plt Kadis Peternakan Provinsi Jawa Tengah Ignatius Haryanta, Ketua Umum Pinsar Singgih Januratmoko beserta jajaran pengurus Pinsar Pusat , perwakilan ASOHI, ISPI, PDHI, GPPU, GPMT dan asosiasi lainnya, serta pengurus pinsar dari beberapa daerah.

Sejak pukul 06.00 WIB, anak-anak yang mengenakan seragam olahraga mulai berkumpul. Pada pukul 07.30 WIB, mereka secara serentak menyantap ayam goreng, nasi, telur rebus, dan air mineral yang telah disiapkan oleh panitia. Suasana kebersamaan terasa kental, dan anak-anak tampak antusias saat menyantap makanan yang kaya akan protein ini.


Acara bertema Ayam dan Telur untuk Masa Depan yang Lebih Sehat tersebut turut dihadiri oleh Hana Nadia, Duta Ayam dan Telur Indonesia. Dalam talkshow yang digelarnya, Hana menekankan pentingnya konsumsi ayam dan telur bagi perkembangan anak karena makanan ini merupakan sumber protein berkualitas dengan harga yang terjangkau. Ia berharap anak-anak mulai membiasakan diri untuk mengonsumsi daging ayam dan telur sejak dini.

Ketua Umum Pinsar Indonesia, Singgih Januratmoko, menjelaskan bahwa pemilihan siswa SD sebagai peserta kampanye bukanlah tanpa alasan. Menurutnya, anak-anak berada dalam masa pertumbuhan yang membutuhkan asupan protein yang cukup, dan Pinsar ingin mengedukasi mereka tentang pentingnya konsumsi ayam dan telur. "Kami berharap ketika mereka dewasa, ayam dan telur menjadi bagian dari gaya hidup mereka," ujar Singgih.


Direktur PPPHNAK Tri Melasari dan Plt Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng Hariyanta Nugraha, M.Si,  menyatakan harapannya bahwa dengan diselenggarakannya kampanye ini, masyarakat akan lebih sadar akan pentingnya protein hewani, terutama daging ayam dan telur. Selain itu, ia juga menegaskan pentingnya menghilangkan stigma-stigma buruk yang masih ada di lingkungan peternakan. "Kami ingin masyarakat paham bahwa protein hewani dari daging dan telur sangat penting untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak," ujar Haryanta.

Sementara itu Ketua Panitia Pusat HATN Ricky Bangsaratoe dan Ketua Panitia Daerah Agus Eko Sulistyo menyampaikan rasa syukur atas lancarnya rangkaian acara HATN yang berlangsung sejak September 2024 hingga acara puncak  13 oktober 2024.


Agus menyampaikan rangkaian acara HATN antara lain bazaar ayam dan telur, aksi sosial, seminar gizi, seminar peternak unggas,  seminar start up bisnis perunggasan,  Talkshow edukasi gizi dan lain-lain. Semua acara ini berlangsung atas dukungan semua stakeholder peternakan,  termasuk anggota Pinsar.

"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga semua acara berlangsung sukses", ujar Ricky dan Agus.

Dengan adanya acara ini, Pinsar Indonesia menunjukkan kesiapannya dalam mendukung program makan bergizi gratis yang akan digulirkan oleh Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, melalui Badan Gizi Nasional.***


Penulis: Windri Riansyah

Editor: Bams

DAMPAK KRISIS TELUR DI RUSIA

Pasar telur Rusia sedang mengalami perubahan, dengan para pengecer ragu-ragu untuk berkomitmen pada kontrak jangka panjang dengan para pemasok. Momok kenaikan harga dan gangguan pasokan, yang mengingatkan pada krisis telur tahun 2023, tampak jelas. Sebagai tanggapan, para peternak unggas Rusia meminta regulator antimonopoli untuk campur tangan.

Serikat Peternak Unggas Rusia, Roptitsesoyuz, telah mengirim surat kepada Layanan Antimonopoli Federal yang menuntut pembatasan kenaikan harga telur oleh rantai ritel hingga 10%. Alasan di balik inisiatif tersebut kemungkinan akan memaksa para pengecer untuk menandatangani kontrak jangka panjang dengan para pemasok mereka.

Krisis telur tahun 2023 meninggalkan dampak yang bertahan lama di pasar Rusia, dengan harga telur yang meroket hingga 61,4%. Lonjakan ini jauh melampaui komoditas pangan lainnya, menurut statistik resmi. Kenaikan harga pangan rata-rata di negara itu hanya 1,5%. Harga stabil pada awal 2024, tetapi dalam beberapa bulan terakhir, harga mulai meningkat lagi, dan Rosptitsesoyuz sebagian besar menyalahkan pengecer atas dinamika tersebut. Selama 7 bulan pertama tahun 2024, rata-rata kenaikan harga pengecer mencapai 20%, mencapai 25,9% pada bulan Juli. Dalam kasus tertentu, angka ini bisa mencapai 30-35%, organisasi tersebut melaporkan.

Seperti yang dijelaskan oleh Galina Bobyleva, direktur umum Rosptitsesoyuz, rantai ritel sebagian besar lebih suka menandatangani kontrak jangka pendek dengan pemasok telur. Ia menambahkan bahwa hal ini menambah ketidakpastian bagi peternakan telur, karena mereka merasa kurang yakin tentang masa depan mereka. Kontrak jangka pendek juga memungkinkan pengecer untuk menetapkan kenaikan harga yang lebih tinggi.

RAJA TELUR MENJADI MILIARDER TERBARU BRASIL DALAM DAFTAR FORBES

Ricardo Castellar de Faria Foto: Divulgação

Ricardo Castellar de Faria, seorang pengusaha berusia 49 tahun dan pemilik Granja Faria, telah menjadi orang Brasil terbaru yang masuk dalam daftar miliarder bergengsi Forbes.

Dijuluki sebagai 'Raja Telur', Faria sekarang menempati posisi ke-21 dalam peringkat Forbes Brasil, dengan perkiraan kekayaan bersih sebesar U$3,11 miliar.

Faria, seorang ahli agronomi, lahir di Rio de Janeiro tetapi membangun kekayaannya di Santa Catarina, tempat keluarganya pindah selama masa kecilnya. Perjalanan kewirausahaannya dimulai ketika ia berusia 7 tahun dengan bisnis gerobak es krim kecil, yang dibiayai oleh ayahnya.

Ricardo Castellar de Faria, sekarang berusia 49 tahun dengan bisnis bernilai miliaran dolar, memulai perjalanan kewirausahaannya pada usia 7 tahun ketika ia mulai menjual es krim. Setelah itu, ia mendirikan Granja Faria, yang kini menjadi produsen telur komersial terbesar di Brasil dan salah satu yang terbesar di Amerika Latin, yang berkantor pusat di Lauro Müller, Santa Catarina.

Granja Faria didirikan pada tahun 2006 di Nova Mutum, Mato Grosso, dan sejak itu tumbuh menjadi pusat kekuatan dalam industri unggas. Perusahaan ini memproduksi 16 juta telur setiap hari dan mempekerjakan 2.700 orang di 34 unit produksi. Granja Faria juga merupakan pemimpin dalam peternakan ayam domestik, memelihara kawanan sekitar 2 juta ekor ayam.

Di bawah kepemimpinan Faria, Granja Faria telah memperluas jangkauannya di seluruh Brasil, dengan operasi di negara bagian termasuk Goiás, Minas Gerais, Paraná, Rio Grande do Sul, dan São Paulo.

Di bawah kepemimpinan Faria, Granja Faria telah memperluas jangkauannya di seluruh Brasil, dengan operasi di negara bagian termasuk Goiás, Minas Gerais, Paraná, Rio Grande do Sul, dan São Paulo. Perusahaan ini memproduksi telur komersial dan telur ayam domestik, telur fertil, DOC, dan layanan inkubasi khusus, serta mengekspor ke 17 negara.


PENELITIAN BLACK SOLDIER FLY MENINGKATKAN SEKTOR UNGGAS INGGRIS

Pendanaan sebesar £3 juta telah diberikan kepada konsorsium Inggris yang akan memanfaatkan teknologi canggih dan larva black soldier fly untuk meningkatkan kesejahteraan unggas dan mempromosikan keberlanjutan dalam industri tersebut.

Proyek 'FeedFlow' dipimpin oleh inovator pertanian serangga Flybox dan didanai oleh Innovate UK sebagai bagian dari Program Inovasi Pertanian Defra.

Meskipun industri unggas Inggris telah melihat kemajuan signifikan dalam keberlanjutan produksi melalui seleksi genetik, industri ini menghadapi masalah yang terus-menerus termasuk kesehatan kaki yang buruk, tingkat kematian yang tinggi dan tingkat konversi pakan yang bervariasi, serta berkontribusi terhadap emisi amonia.

Untuk mengatasi masalah ini dan tetap kompetitif terhadap impor berbiaya rendah, sistem produksi unggas Inggris perlu terus berkembang. Larva black soldier fly terkenal karena kemampuannya untuk mempromosikan perilaku unggas alami dan merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang kaya nutrisi yang diperkaya dengan peptida antimikroba.

Sementara itu, sistem kecerdasan buatan mendorong peternakan presisi dengan memberikan data waktu nyata tentang kesejahteraan kawanan dan peringatan dini tentang potensi masalah. Proyek FeedFlow memanfaatkan teknologi ini dengan sistem intervensi cepat yang canggih. Proyek ini mengintegrasikan FLOX360, platform visi komputer yang diminati dan didukung oleh algoritma AI.

Selain itu, proyek ini menggabungkan Analisis Siklus Hidup, yang dipimpin oleh Jess Callagham dari Universitas Chester, untuk menilai Potensi Pemanasan Global. Flybox juga bekerja sama dengan Sekolah Ilmu Hewan, Pedesaan, dan Lingkungan Universitas Nottingham Trent, yang akan melihat bagaimana larva BSF yang difortifikasi dapat memberikan peningkatan nutrisi yang cepat yang mengatasi tantangan kesehatan secara lebih efektif daripada intervensi pakan tradisional.

Emily Burton, seorang profesor dalam produksi pangan berkelanjutan di Universitas Nottingham Trent, mengatakan, “Serangga merupakan bagian penting dari transisi kita dari penggunaan sumber daya linier ke sirkular, dan proyek seperti ini mempercepat produksi serangga menuju kelayakan komersial dengan berpikir di luar kotak tentang bagaimana kita dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan produksi unggas.”

Tahun lalu, Flybox dan Universitas Nottingham Trent memulai sebuah penelitian untuk memberi makan larva lalat tentara hitam dengan limbah makanan – yang ditingkatkan nutrisinya menggunakan mineral alami berukuran nanometer – sebelum ditambahkan ke pakan unggas. Pekerjaan ini merupakan bagian dari studi kelayakan yang bertujuan untuk meningkatkan nilai gizi ayam dan secara signifikan mengurangi jejak karbon bahan-bahan pakan.

DPN BERI PENGHARGAAN “BAPAK PETERNAKAN SAPI PERAH DAN KOPERASI SUSU”

Foto bersama pemberian penghargaan kepada Alm. Letjen TNI (Purn) Bustanil Arifin SH oleh Dewan Persusuan Nasional di Auditorium Kementerian Koperasi dan UKM. (Foto: Dok. Infovet)

Dewan Persusuan Nasional (DPN) memberikan penghargaan gelar “Bapak Peternakan Sapi Perah dan Koperasi Susu” kepada Alm. Letjen TNI (Purn) Bustanil Arifin SH, dalam rangka penghormatan dan mengenang jasanya mengembangkan industri susu di Tanah Air agar bisa bangkit dari keterpurukan.

Ketua DPN, Teguh Boediyana, pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya sudah mencermati perjalanan peternakan sapi perah rakyat dan koperasi susu di Tanah Air sejak zaman Belanda. Meski saat itu sudah eksis, tetapi perkembangan yang signifikan terjadi pada 1978.

“Bisa dikatakan sebagai tonggak kemajuan peternakan sapi perah rakyat dan koperasi susu yang bermula ketika Pak Bustanil Arifin diangkat oleh Presiden Soeharto sebagai Menteri Muda Urusan Koperasi dan tetap merangkap sebagai Kabulog,” ujar Teguh.

Ia bercerita bagaimana Bustanil mengembangkan industri sapi perah dan koperasi susu yang dipelajarinya dari kesuksesan koperasi susu di India. Untuk menunjang program tersebut, Bustanil menerbitkan Surat Keputusan tentang Pembentukan Tim Pengembangan Persusuan Nasional.

“Langkah kebijakan pertama dari Pak Bustanil di awal 1978 itu dan menjadi dasar kuat perkembangan peternakan sapi perah dan koperasi susu di Indonesia adalah suatu keberanian politik yang luar biasa. Beliau ‘memaksa’ Industri Pengolahan Susu (IPS) saat itu untuk menyerap susu yang dihasilkan peternak rakyat dengan harga Rp 150-180 per liternya. Sebelumnya beberapa IPS yang menyerap susu peternak dalam jumlah sangat kecil dengan harga Rp 60 per liternya,” kenang Teguh.

Dengan adanya kebijakan itu, lanjut Teguh, adanya kepastian pasar dan harga yang layak menjadi panacea dan dengan sangat cepat mampu menggerakkan peternak sapi perah rakyat bangkit dan membenahi usahanya.

Ia juga menambahkan, pengembangan peternakan sapi perah dan wadah koperasi susu semakin diperkuat dengan payung hukum yang semakin kokoh. pada 1985, untuk menjamin perkembangan peternakan sapi perah dan persusuan, khususnya sapi perah rakyat dan koperasi susu, diterbitkan Inpres No. 2/1985 tentang Koordinasi Pembinaan dan Pengembangan Persusuan Nasional.

Dalam Inpres tersebut secara jelas tersurat bahwa pengembangan persusuan ditujukan untuk meningkatkan dan memanfaatkan potensi susu dalam negeri sehingga terjadi peningkatan produksi susu untuk mememnuhi permintaan dalam negeri, mengurangi impor, meningkatkan pendapatan, menciptakan lapangan kerja, dan kesempatan berusaha sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani/peternak.

“Namun krisis moneter yang terjadi di sekitar pada 1997 menjadi titik balik yang tragis. Melalui Inpres No. 4/1998, Inpres No. 2/1985 dicabut dan tidak diberlakukan lagi. Peternak sapi perah dan koperasi susu tak lagi punya payung hokum, dimana sebelumnya pemerintah dapat mengintervensi gesekan antara koperasi dengan IPS,” ungkapnya.

“Sejak 1998, peternak sapi perah dan koperasi susu memasuki kancah liberalisasi tanpa proteksi. Meskipun pihak IPS menjamin untuk menyerap susu segar, tetapi posisi tawar peternak sapi perah/koperasi yang menggantungkan pasar produksinya sebagai bahan baku kepada IPS menjadi lemah.”

Saat ini perkembangan produksi susu segar relatif stagnan di bawah 20% dari kebutuhan nasional. Jumlah koperasi primer susu juga menyusut dan tercatat tinggal 65 buah. Dari koperasi yang ada itu hanya beberapa yang mengelola susu segar dalam jumlah besar.

“Semoga dengan penghargaan ini bisa menjadi motivasi bagi industri susu untuk kembali menggeliat seperti sebelum terjadinya krisis moneter, dimana industri dan koperasi susu mampu memberikan kontribusi dalam penyediaan susu nasional,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Rochadi Tawaf yang juga pengurus DPN sekaligus Dewan Pakar PPSKI. Ia menyatakan untuk kembali memperkuat wadah koperasi susu dan menjadikan susu sebagai konsumsi bagi anak-anak sekolah, seperti yang telah dikiprahkan oleh Bustanil Arifin.

“Koperasi susu kita saat ini sudah turun jauh sekali, saat ini hanya sekitar 50-an dari 200-an koperasi susu sebelumnya. Oleh karena itu seperti yang tadi saya sampaikan, penguatan koperasi susu itu yang sangat penting,” kata Rochadi ditemui Infovet.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sulistyo, perwakilan peternak rakyat sapi perah dari GKSI Jawa Timur, bahwa apa yang telah dilakukan oleh Butanil Arifin adalah sebuah realita, mengingat koperasi susu menjadi hal yang sangat penting untuk memperkuat perekonomian, utamanya dari sektor sapi perah. (RBS)

INGGRIS: KESEPAKATAN ASURANSI FLU BURUNG DAPAT MENYEBABKAN BEBERAPA MASALAH PERLINDUNGAN

Pengepak telur Stonegate telah memperbarui penawaran asuransinya, bekerja sama dengan NFU Mutual, untuk memberikan perlindungan asuransi flu burung terlengkap di pasaran kepada para produsennya.

Sementara itu, pers perdagangan Inggris melaporkan bahwa NFU Mutual telah mengambil keputusan untuk tidak menerima klien baru untuk perlindungan asuransi flu burung mulai 1 September, menambahkan bahwa keputusan ini telah diperjelas saat membuka polis asuransi flu burung awal tahun ini – pertama kalinya dalam 3 tahun.

Inisiatif Asuransi AI Group, yang didanai oleh Stonegate, eksklusif untuk para produsennya, dan dirancang untuk melindungi para peternak telur organik dan ayam domestik mereka dengan menawarkan interupsi bisnis selama 6 bulan jika unggas mereka terinfeksi flu burung. Sementara perlindungan 180 hari gratis untuk para peternak Stonegate, para produsen akan dapat memutuskan sendiri apakah akan membeli perlindungan individu tambahan.

Adrian Gott, CEO Stonegate, mengatakan penerapan program percontohan tahun lalu sangat berhasil, “Kami telah menerapkan 100% kebijakan tersebut saat meluncurkan perlindungan tahun lalu, yang menunjukkan seberapa suksesnya. Kami terus berkomunikasi dengan produsen kami tentang cara menciptakan lingkungan kerja terbaik dan mengurangi risiko merupakan bagian penting dari hal ini. Saya senang dapat menawarkan kepada produsen kami perlindungan flu burung terlengkap di pasaran. Ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam upaya kami untuk semakin berkolaborasi dengan mitra kami.”

Namun, ada kekhawatiran di beberapa bagian industri tentang keputusan NFU Mutual untuk tidak menambah klien baru di luar kesepakatan Stonegate mulai 1 September. Ketua dewan unggas NFU James Mottershead mengatakan negara kini memasuki masa kritis bagi produsen unggas. Seiring meningkatnya risiko flu burung, demikian pula kebutuhan vital untuk memastikan perlindungan dan pertanggungan asuransi yang memadai.

NFU Mutual mengatakan bahwa nasabah yang memiliki polis yang diperbarui setelah 1 September akan tetap ditawarkan persyaratan pembaruan. Namun, ada kekhawatiran di industri bahwa ketentuan ini menjadi semakin mahal.

BBPTU-HPT BATURRADEN RAIH PENGHARGAAN DARI KEMENTERIAN PANRB

Pemberian penghargaan dari Kementerian PANRB kepada BBPTU-HPT Baturraden. (Foto: Istimewa)

Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden, berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). BBPTU-HPT Baturraden masuk daftar 10 Terbaik Kategori Kementerian dengan predikat Pelayanan Prima.

Penghargaan diterima oleh Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Ali Jamil, dalam acara Gebyar Pelayanan Prima di Jakarta (8/10/2024).

Kegiatan yang mengusung tema “Wujudkan Ekosistem Pelayanan Publik Transformatif, Inovatif, dan Inklusif” ini memberikan apresiasi terhadap peningkatan pelayanan publik, khususnya dalam mendukung keberhasilan Reformasi Birokrasi Berdampak. BBPTU-HPT Baturraden ditetapkan sebagai Lokus Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) oleh Kementerian PANRB, sebagai pengakuan atas inovasi dan upaya peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Menteri PANRB, Abdullah Azwar Anas, menyampaikan harapan bahwa Gebyar Pelayanan Prima dapat memperkuat sinergi antar instansi pemerintah dalam memberikan layanan publik yang lebih baik.

“Bagaimana kita ini mewujudkan reformasi birokrasi berdampak sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” ujar Anas.

Kementerian PANRB memberikan sejumlah penghargaan dalam acara tersebut, yang meliputi 10 Penghargaan Pembinaan Pelayanan Publik Ramah Kelompok Rentan, kemudian sebanyak 21 Penghargaan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik, serta 75 Penghargaan Pemantauan Keberlanjutan dan Replikasi Inovasi Pelayanan Publik.

Sementara itu, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Agung Suganda, saat dikonfirmasi terpisah menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian BBPTU-HPT Baturraden.

“Penghargaan ini menjadi bukti komitmen kami untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” katanya.

Ia juga mengimbau untuk terus bekerja keras dan inovasi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan di bidang peternakan.

“Kami berharap penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Ditjen PKH untuk terus melakukan perbaikan dalam pelayanan publik,” tegasnya.

Sebagai informasi, Indeks Pelayanan Publik (IPP) Nasional 2023 mencatat skor 3,78 dari skala 5, menempatkannya dalam kategori “baik.” Sementara itu, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Nasional mencapai skor 3,53 dari skala 4. (INF)

PERLINDUNGAN YANG LEBIH BESAR DIPERLUKAN UNTUK SEKTOR UNGGAS UE

Para pembuat kebijakan Eropa telah didesak untuk melindungi sektor unggas UE di tengah ancaman tantangan perdagangan internasional yang terus meningkat.

Asosiasi Pengolah Unggas dan Perdagangan Unggas di UE (AVEC) mengatakan ada kebutuhan mendesak untuk pendekatan Eropa yang lebih kuat terhadap perdagangan dan keamanan pangan mengingat pembicaraan aksesi Ukraina dan kesepakatan Mercosur yang kontroversial.

Para pembicara pada konferensi 'Pentingnya perdagangan di dunia yang terus berubah' di Bruges, Belgia, berfokus pada meningkatnya kompleksitas perdagangan global yang dihadapi oleh sektor unggas Eropa.

Gert Jan Oplaat, presiden AVEC, menyoroti Dialog Strategis untuk Pertanian, dengan mengatakan produksi pangan dan pertanian memainkan peran strategis dalam konteks geopolitik baru sebagai bagian penting dari keamanan Eropa.

“Kita harus memastikan ketahanannya dalam menghadapi tantangan global. Di dunia yang penuh dengan konflik dan ketidakpastian, pangan telah menjadi aset yang tak tertandingi, senjata strategis, yang harus dimanfaatkan UE dengan bijak. Untuk itu, produksi unggas UE sangat penting untuk mempertahankan swasembada di UE dan mengamankan pasokan pangan kita,” katanya.

Profesor Rob de Wijk dari Universitas Leiden menyoroti kompleksitas sistem pangan global, dengan mencatat bahwa sistem ini dibangun atas saling ketergantungan yang rumit yang semakin berisiko.

 "Proteksionisme, unilateralisme, dan perang ekonomi kini mengancam sistem pangan global," katanya, seraya menambahkan bahwa tujuan Nol Kelaparan dari Agenda PBB 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan kemungkinan besar tidak akan tercapai.

"Keamanan pangan bukan sekadar masalah pertanian, tetapi juga masalah geopolitik yang krusial. Kita tidak dapat mengurangi hasil produksi suatu sektor jika kita menginginkan otonomi," tambahnya.

Nan-Dirk Mulder dari Rabobank memberikan prospek untuk sektor unggas global dan Eropa, dengan mencatat permintaan daging unggas yang terus meningkat di seluruh dunia, "Permintaan protein hewani global secara keseluruhan diperkirakan akan meningkat sebesar 14% dalam 10 tahun ke depan. Permintaan unggas diprediksi akan tumbuh sebesar 22% karena harganya yang lebih rendah, preferensi budaya, dan keberlanjutan produksi yang lebih tinggi."

Sementara itu, Birthe Steenberg, Sekretaris Jenderal AVEC, mencatat, “Sektor kami beroperasi dengan standar kesejahteraan hewan, biosekuriti, dan keberlanjutan tertinggi di dunia, namun kami menghadapi persaingan dari negara ketiga dengan persyaratan yang jauh lebih rendah.”

AVEC menegaskan kembali komitmen sektor unggas UE terhadap produksi yang berkelanjutan, inovatif, dan transparan yang menghasilkan daging unggas berkualitas tinggi dan mudah diakses serta sejalan dengan harapan konsumen.

“Namun, tanpa adanya timbal balik dalam perjanjian perdagangan dan pelabelan asal yang jelas (dalam HORECA dan produk olahan lebih lanjut), produsen unggas Eropa akan gagal bersaing dengan pasar eksternal yang tidak mematuhi standar ketat yang sama,” kata Steenberg.

UPDATE TENTANG GUGATAN HUKUM INDUSTRI UNGGAS DI AS

Beberapa gugatan hukum sektor unggas sedang berlangsung di AS, termasuk beberapa yang melibatkan Tyson Foods, produsen produk ayam terbesar di dunia.

Environmental Working Group yang berpusat di Washington kini menggugat Tyson Foods karena diduga menyesatkan konsumen dengan mengatakan akan mencapai emisi nol bersih untuk produksi berbagai produk dagingnya pada tahun 2050.

Pada tahun 2021, Tyson mengatakan akan mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050 melalui peningkatan penggunaan energi terbarukan dan penghapusan penggundulan hutan dalam rantai pasokannya, dll, tetapi gugatan tersebut menuduh tidak ada rencana nyata untuk mencapai hal ini.

Sementara itu, gugatan hukum negara bagian yang dimulai 15 tahun lalu yang melibatkan Tyson Foods dan perusahaan unggas lainnya terus berlanjut. Gugatan tersebut awalnya diajukan di Oklahoma pada bulan Juni 2005 terhadap 13 perusahaan unggas. Menurut sumber berita lokal, hakim baru-baru ini mencatat bahwa badan air di negara bagian tersebut "telah menderita di tangan industri dan bahwa pemulihan daerah aliran sungai diperlukan" karena pembuangan "ratusan ribu ton sampah unggas industri."

Pengadilan meminta Negara Bagian Oklahoma untuk menunjukkan apakah akumulasi fosfor masih menjadi masalah di air/darat, dan agar terdakwa perusahaan unggas mengumpulkan informasi baru yang dapat menunjukkan bahwa masalah lingkungan tidak lagi ada.

Tyson Foods juga dituntut karena menutup pabrik pengolahan ayamnya di Dexter, Missouri pada musim gugur tahun 2023. Pemilik 3 peternakan unggas yang membesarkan ayam untuk disembelih di pabrik tersebut mengajukan gugatan, tetapi pengacara berusaha menjadikannya gugatan class action untuk mewakili peternak lain yang terkena dampak.

Missouri Independent melaporkan bahwa Tyson mengadakan kontrak dengan produsen lokal dalam jarak 50 mil dari pabrik berusia 25 tahun itu untuk memproduksi ayam, tetapi para peternak itu – beberapa tanpa pengalaman dan tanpa agunan – mengambil pinjaman yang didukung pemerintah dan menginvestasikan sejumlah besar uang untuk membangun fasilitas sesuai spesifikasi Tyson. Tyson mempertahankan kepemilikan atas unggas-unggas itu, kata gugatan tersebut, yang mengalihkan risiko dari perusahaan unggas ke produsen lokal.

Pada tahun 2015, seorang peternak unggas AS mengajukan pengaduan kepada whistleblower federal, yang menuduh bahwa perusahaan unggas besar Perdue Farms membalas dendam kepadanya setelah ia secara terbuka menyatakan, bahwa Perdue mengiriminya anak ayam yang sakit dan menolak untuk bertanggung jawab. Beberapa unggas cacat dan yang lainnya, kata peternak itu, mati karena penyakit yang tampak hanya beberapa hari setelah tiba di peternakannya.

Kasus ini dianggap sangat penting karena jika Perdue menang, "Itu dapat mengakhiri perlindungan whistleblower berdasarkan beberapa undang-undang nasional", menurut Dana Gold, direktur Prakarsa Perlindungan Demokrasi di Government Accountability Project, yang terlibat dalam perlawanan terhadap Perdue dalam masalah ini. Gold mencatat bahwa perlindungan bagi pelapor pelanggaran merupakan perisai terhadap tindakan pembalasan, tetapi juga mencegah perusahaan melakukan kesalahan sejak awal.

MHP UKRAINA MENGALAMI PENURUNAN LABA BERSIH PADA TAHUN 2024

Selama 6 bulan pertama tahun 2024, pengolah unggas terbesar Ukraina, MHP, memperoleh laba bersih sebesar US$45 juta, yang 33% lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kinerja keuangan menurun karena mobilisasi dan tantangan terkait perang lainnya berdampak pada operasi.

Hingga saat ini, lebih dari 3.000 karyawan MHP telah dimobilisasi ke Angkatan Bersenjata Ukraina, kata MHP. Pada tahun 2023, MHP memperkirakan total tenaga kerjanya menjadi 30.000 karyawan, yang berarti sekitar 10% dari pekerja tersebut direkrut.

Mobilisasi yang berkelanjutan dan kekurangan tenaga kerja yang diakibatkannya merupakan beberapa tantangan utama yang dihadapi bisnis Ukraina saat ini. Sebuah jajak pendapat baru-baru ini yang dilakukan oleh Kementerian Ekonomi Ukraina menunjukkan bahwa defisit tenaga kerja merupakan masalah yang paling mendesak bagi 60% dari 3.000 perusahaan yang diwawancarai.

Beberapa faktor lain memberikan tekanan pada operasi. MHP mengindikasikan bahwa serangan pesawat nirawak dan roket yang tidak teratur dan sering terjadi terhadap infrastruktur penting telah mengakibatkan lingkungan operasional yang menantang dan mengganggu, yang mengakibatkan "biaya tak terduga terkait perang" yang diperkirakan mencapai US$26 juta pada paruh pertama tahun 2024.

Hebatnya, biaya yang terkait dengan permusuhan yang sedang berlangsung meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan paruh pertama tahun 2023, ketika totalnya mencapai US$13 juta.

RABOBANK: ‘PASAR UNGGAS GLOBAL SEDANG NAIK DAUN’

Menurut laporan protein hewani terbaru oleh RaboResearch, prospek pasar unggas global sedang naik daun, didorong oleh percepatan pertumbuhan konsumsi di banyak pasar.

Setelah beberapa tahun pertumbuhan yang lambat, konsumsi unggas global diperkirakan akan mencapai 2,5-3% pada tahun 2024, menandai kembalinya ke level historis.

Pasar unggas global berkinerja baik karena biaya produksi yang lebih rendah dan pemulihan permintaan yang solid di sebagian besar pasar. Nan-Dirk Mulder, analis senior protein hewani di RaboResearch, mengatakan, “Posisi harga unggas yang kuat terhadap protein lain di sebagian besar pasar, bersama dengan permintaan ritel yang kuat, permintaan layanan makanan yang pulih, dan meningkatnya strategi keberlanjutan yang mendukung permintaan ayam mendukung pertumbuhan yang cepat.”

Sebagian besar industri unggas di seluruh dunia tetap relatif menguntungkan, dengan kenaikan harga dalam banyak kasus. Pengecualian utamanya adalah Tiongkok dan Jepang, yang terus menderita kelebihan pasokan lokal. Pertumbuhan produksi yang cepat, dikombinasikan dengan kondisi ekonomi lokal yang lebih menantang dan kepercayaan konsumen yang lebih rendah, telah menyebabkan kelebihan pasokan, dengan harga yang relatif rendah dan peningkatan stok. Hal ini juga membebani impor, dengan penurunan besar dari tahun ke tahun dalam impor ayam mentah ke China dan Jepang pada paruh pertama tahun 2024.

MENUJU JAWARA, JAWA BEBAS RABIES 2029

Peluncuran roadmap Jawa Bebas Rabies (JAWARA) 2029. (Foto: Istimewa)

Sukabumi (3/10/2024), Peringatan Hari Rabies Sedunia 2024 menjadi momen penting, melalui Kementerian Pertanian meluncurkan "JAWARA 2029" (Jawa Bebas Rabies 2029).

Upaya ini bertujuan mengeliminasi rabies di Pulau Jawa pada 2029 mendatang melalui implementasi tujuh langkah strategis yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

Plh. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Makmun, menekankan bahwa JAWARA 2029 tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi semua pihak.

"Kami menargetkan vaksinasi 70 persen populasi anjing di daerah rawan rabies sebagai langkah awal. Pelaporan gigitan anjing dan pengendalian populasi anjing liar juga menjadi prioritas," kata Makmun.

Langkah tersebur menggarisbawahi tujuh langkah strategis, yaitu Koordinasi Lintas Sektor, Manajemen Populasi Anjing, Kampanye Kesadaran, Vaksinasi Massal, Surveilans Kasus, Pelaporan Kasus Gigitan Anjing (Takgit), dan Edukasi Masyarakat.

Sementara Pj. Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, mendukung penuh dan menegaskan peran Jawa Barat sebagai garda terdepan eliminasi rabies di Jawa. "Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh masyarakat Jawa terbebas dari ancaman rabies," ucapnya.

Acara ini juga menyoroti vaksinasi di Bali dan Nusa Tenggara Barat, dua provinsi yang masih menghadapi kasus rabies tinggi. JAWARA 2029 diharapkan menjadi model bagi provinsi lain dalam mendukung Indonesia bebas rabies pada 2030.

Diharapkan dengan adanya upaya tersebut bisa tumbuh optimisme bahwa eliminasi rabies di Jawa dapat tercapai berkat kolaborasi lintas sektor. (INF)

PERINGATAN HARI AYAM DAN TELUR NASIONAL SERTA WORLD EGG DAY 2024 SIAP DIGELAR

Konferensi Pers HATN 2024 Yang Dihadiri Awak Media
(Foto : Infovet)


Peringatan Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) serta World Egg Day (WED) 2024 siap digelar. Pada tahun ini, kota Surakarta / Solo akan menjadi pusat perhelatan acara tersebut pada Minggu 13 Oktober 2024 mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Ricky Bangsaratoe selaku Ketua Panitia HATN 2024 dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis 3 Oktober 2024.

Menurut Ricky, peringatan HATN dan WED 2024 merupakan serangkaian acara yang telah digelar sejak 2 September 2024 yang lalu. Acara yang dibuka dengan lomba memasak berbahan dasar telur dengan peserta setingkat siswa SMA se-Kabupaten Boyolali. 

"Kita melaksanakan berbagai acara selain lomba, ada talkshow, seminar perunggasan, bazar, seminar gizi, seminar startup perunggasan, pasar murah, dan puncaknya nanti akan ada pemecahan rekor MURI makan ayam dan telur sebanyak 2500 peserta di Solo 13 Oktober kita gelar bersamaan dengan Car Free Day Solo," tutur dia. 

Sejatinya acara HATN ini bukanlah yang pertama kali digelar, perhelatan yang diinisiasi oleh Pinsar Indonesia sejak tahun 2013 tersebut merupakan agenda rutin insan perunggasan Indonesia yang bahkan diakui oleh International Egg Comission sejak tahun 2016. 

Pada HATN 2024 kali ini, Solo dipilih menjadi tuan rumah dikarenakan di sana dikenal sebagai salah satu sentra penghasil telur di Jawa Tengah, namun ironisnya kasus stunting di Solo masih terjadi dan sulit untuk diselesaikan. 

Ricky menyadari bahwa konsumsi telur per kapita Indonesia masih rendah dibanding negara lain di kawasan ASEAN, apalagi Asia. Oleh karena itu, digelarnya acara HATN tiap tahunnya diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi telur sebagai sumber protein hewani. 

"Telur merupakan sumber protein yang paling murah dibanding dengan yang lain. Selain itu kandungan asam amino esensial yang ada di dalam telur juga komplit, beberapa jurnal dan penelitian juga membuktikan kalau telur dapat menjadi salah satu sumber pangan dalam mencegah dan menangani stunting," kata Ricky. 

Isu - isu negatif terkait ayam dan telur yang beredar lama di masyarakat menurut Ricky juga menjadi batu sandungan mengapa konsumsi daging dan telur ayam masih rendah. Padahal seharusnya isu tersebut merupakan hoax, namun seakan tak pernah usai. Ia berharap masyarakat jadi semakin sadar bahwa isu tersebut merupakan hoax dan makin gemar mengonsumsi daging dan telur ayam. 

Acara HATN juga diharapkan dapat membantu menyukseskan program pemerintah dalam program makan bergizi gratis serta peningkatan kesadaran gizi di masyarakat. Ia berharap program tersebut juga dapat menyerap daging dan telur ayam dari peternak rakyat yang masih terancam dampak dari over supply di perunggasan yang berkepanjangan. 

Ricky juga berharap agar puncak acara HATN yang nanti digelar di Solo mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah terlebih pemerintah pusat. Karena menurutnya semua harus berjuang bersama - sama dalam peningkatan kesadaran gizi di masyarakat dan pengentasan stunting, sesuai dengan motto menuju Indonesia emas 2045. (CR)


RUSIA BATALKAN KUOTA BEBAS BEA IMPOR UNGGAS

Pemerintah Rusia berencana untuk membatalkan kuota bebas bea impor unggas yang diberlakukan pada akhir tahun 2023 untuk menstabilkan pasar domestik di tengah gejolak. Pihak berwenang mengindikasikan bahwa impor unggas ke Rusia bahkan gagal meningkat.

Berdasarkan kuota tersebut, pemerintah Rusia mengizinkan ekspor 140.000 ton unggas bebas bea ke Rusia selama tahun 2024. Hingga awal September, 97.200 ton dari volume ini masih belum tertangani, menurut estimasi Kementerian Pertanian. Ini berarti bahwa 42.800 ton benar-benar telah dikirim ke negara tersebut, kata Kementerian, seraya menambahkan bahwa kontrak yang terdaftar memperkirakan pengiriman 4.300 ton lebih banyak unggas ke negara tersebut.

Pejabat Rusia yakin tidak ada gunanya mengizinkan ekspor unggas bebas bea ke negara tersebut pada tahun 2025. “Kementerian Pertanian Rusia terus memantau harga untuk produk-produk yang penting secara sosial, termasuk produk daging. Situasinya stabil, dan perpanjangan tindakan tersebut hingga tahun 2025 saat ini tidak sedang dipertimbangkan,” kata Kementerian tersebut.

KOLABORASI USDA DAN NARA GELAR KONFERENSI PROTEIN

Foto Bersama Para Peserta 
(Foto : CR)


North American Renderers Association (NARA) kembali hadir menggelar perhelatan seminar di sektor peternakan. Kali ini NARA bersama dengan United States Department of Agriculture (USDA) menggelar acara bertajuk USDA - NARA Animal Protein Conference, USA Rendered Products : Nutrition, Sustainability, and Beyond. Acara tersebut berlangsung pada Selasa 24 September 2024 di Hotel Park Hyatt, Jakarta. 

Lisa Ahramijan selaku Konselor Bidang Pertanian Kedutaan Besar Amerika Serikat dalam pidato pembukanya menyambut baik apa yang telah dilakukan oleh NARA. Ia juga menyebut bahwa USDA akan sepenuhnya mendukung NARA dan menjadi partner yang baik bagi Indonesia dalam industri peternakan khususnya dalam bidang pakan ternak melalui NARA. 

Dalam kesempatan yang sama, Senior Vice President NARA Dana Johnson Downing, mengapresiasi terselenggaranya acara tersebut. Menurutnya Indonesia dan Amerika punya sejarah panjang dalam kerja sama dalam berbagai sektor termasuk pertanian, khususnya peternakan. Ia juga sedikit menjelaskan mengenai terminologi rendering yang mungkin asing di telinga masyarakat Indonesia. 

"Rendering adalah proses yang memanfaatkan kembali produk sampingan yang jika tidak akan terbuang dari daging yang tidak kita makan. Dengan mengolah bahan-bahan tertentu yang dianggap tidak dapat dimakan oleh banyak konsumen di Amerika Utara, seperti lemak, tulang, dan protein tertentu, para penyedia makanan menyediakan bahan-bahan yang bersih dan aman yang digunakan untuk mengembangkan produk-produk baru yang berkelanjutan sekaligus mengurangi limbah makanan secara keseluruhan," tuturnya. 

Ia juga menekankan bahwa rendering merupakan salah satu cara manusia dalam mengurangi limbah makanan yang nantinya dapat dimanfaatkan kembali untuk bahan pangan maupun bahan pakan bagi hewan ternak maupun hewan piara. Lebih jauh kemudian Dana menjabarkan mengenai lika - liku produk rendering di Amerika Serikat, hambatan, serta keunggulannya. 

Tidak ketinggalan Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak, Desianto Budi Utomo juga menjabarkan mengenai industri pakan di Indonesia. Meskipun pakan unggas masih menjadi pemegang dominasi dalam produksi pakan, ia menyebut bahwa potensi Indonesia masih terbuka dalam industri pet food

"Pet food ini cukup menjanjikan, namun memang sayangnya terkendala dari bahan baku. Dalam hal ini 85% komponen biaya produksi pakan berasal dari harga bahan baku, apabila harga bahan baku dapat ditekan, Indonesia masih bisa jadi pesaing bagi Thailand dalam industri ini," tuturnya.

Senada dengan Desianto, Syahroni Djaidi Ketua  Ketua Perhimpunan Pengusaha Makanan Hewan Kesayangan Indonesia. Dirinya melihat kesenjangan yang cukup lebar antara produksi dan kebutuhan pasar pet food. Hal ini juga ditambah dengan kebutuhan pakan yang semakin meningkat seiring bertambah populasi kucing dan anjing.

“Dari kondisi neraca perdagangan eksisting yang defisit dan kebutuhan pakan hewan yang bertambah tiap tahun, menunjukan peluang untuk memperkuat agroindustri pet food nasional, baik dengan mendorong penggunaan produk lokal yang ada atau membuat produk baru”, tutur dia.

Syahroni berharap keberadaan NARA dapat menjadi salah satu trigger kepada para produsen pet food untuk memulai dan mengembangkan usahanya. Ia juga yakin bahwa NARA siap menghadirkan bahan baku berkualitas untuk industri pet food

Selain pet food, pakan akuakultur juga memilki prospek yang menjanjikan di Indonesia. Hal tersebut dikemukakan oleh Denny Mulyono yang juga salah satu Ketua Umum GPMT yang membidangi pakan akuakultur. 

Dirinya mengutip data World Bank dimana potensi pakan akuakultur Indonesia diperkirakan meningkat pada tahun 2021 ke atas. Hal tersebut disebabkan karena produksi sektor budidaya akuakultur yang semakin naik karena permintaan pasar. Sedangkan, sektor perikanan tangkap diperkirakan menurun. 

"Isu over fishing dan isu lingkungan ini meningkatkan demand di sektor perikanan budi daya, oleh karena itu kesempatan ini kita harus ambil," tuturnya.

Denny juga menyebut bahwa dalam pakan akuakultur, produk hasil rendering digunakan sampai dengan 10%, oleh karenanya ia berharap agar NARA dapat menyediakan bahan baku yang berkualitas dengan harga yang terjangkau bagi produsen pakan akuakultur. 

Acara tersebut juga mengundang berbagai ahli baik dari pakan akuakultur maupun pet food. Beragam narasumber membahas aspek teknis mengenai pentingnya ketersediaan protein yang baik dan cukup dalam suatu formulasi ransum baik pet food maupun pakan akuakultur. 

Penyelenggaraan acara ini didukung oleh PT Gallus Indonesia Utama divisi GITA EO dan Majalah Infovet sebagai media partner (CR)

 

PERAYAAN HUT BBPMSOH KE-39, MERAJUT KEBERSAMAAN DAN BERBAGI KEBAIKAN

Sosialisasi dan gerakan makan telur dan minum susu di SDN 2 Gunung Sindur.
Sosialisasi dan gerakan makan telur dan minum susu di SDN 2 Gunung Sindur.

Pada Jumat (2/8), Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) merayakan ulang tahunnya yang ke-39. Perayaan ini menjadi lebih istimewa karena dirayakan sekaligus dengan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-79.

Rangkaian kegiatan diadakan untuk mempererat kebersamaan, kepedulian sosial, serta mendukung program pemerintah dalam bidang kesehatan hewan dan penyediaan protein hewani bagi masyarakat.

Rangkaian Kegiatan Peringatan

Kegiatan dimulai pada 2 Agustus dengan acara tumpengan yang menjadi simbol rasa syukur BBPMSOH atas usia yang ke-39. Kemudian pada 7-9 Agustus, BBPMSOH mengadakan lomba-lomba dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan. Kegiatan ini diikuti antusias oleh pegawai BBPMSOH, menciptakan suasana kebersamaan dan semangat nasionalisme.

Pada 22 Agustus, BBPMSOH berbagi makanan bergizi berupa susu dan telur gratis kepada siswa-siswi di SDN 2 Gunung Sindur. Selain itu, bazar amal bersama UMKM Gunung Sindur juga diadakan pada hari yang sama. Bazar menyediakan pemeriksaan kesehatan hewan gratis berupa vaksinasi kucing serta pemberian vitamin dan pakan kucing.

Pemeriksaan kesehatan hewan gratis.
Pemeriksaan kesehatan hewan gratis.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, pada 30 Agustus, BBPMSOH mengadakan santunan bagi anak yatim dan dhuafa dari hasil bazar amal. Bakti sosial didistribusikan ke anak yatim warga kampung Cimangir, Peduli Yatim Nur Hidayah, dan Anak yatim DQ (warga kampung Tembelang, Gunung Sindur).

Santunan bagi anak yatim dan dhuafa
Santunan bagi anak yatim dan dhuafa.

Antusiasme dan Dukungan Masyarakat

Bazar amal yang berlangsung selama sehari disiapkan dengan matang sejak seminggu sebelumnya. Diadakan di ruang terbuka BBPMSOH, diperkirakan tamu undangan dan masyarakat yang hadir sekitar 200 orang.

Turut hadir adalah Camat Gunung Sindur, Kapolsek Gunung Sindur, Koramil Gunung Sindur, guru dan murid SDN 2 Gunung Sindur, Puskesmas Gunung Sindur, ASOHI, dan masyarakat sekitar Gunung Sindur.

Bazar mendapatkan sambutan antusias dari masyarakat sekitar. Dimana mereka tidak hanya mendapatkan informasi kesehatan hewan, tetapi juga menikmati kuliner khas Indonesia yang disediakan UMKM wilayah Gunung Sindur. Produk-produk veteriner seperti pakan hewan, vitamin, serta produk pangan asal hewan turut memeriahkan bazar ini.

DWP BBPMSOH juga berkontribusi melalui penjualan telur murah dan butik antik yang menjual baju bekas layak pakai yang sangat diminati oleh masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Produk kecantikan dari Wardah juga menjadi salah satu daya tarik dalam bazar ini.

Telur murah untuk masyarakat.
Telur murah untuk masyarakat.

PT EMVI Indonesia menyumbangkan vitamin Virbac suplemen kulit dan bulu untuk kucing, PT Nutricell Pacific menyumbangkan Vitagold, dan PT Intervet menyumbangkan vaksin Nobivac Tricat Trio.

Harapan dan Komitmen BBPMSOH

Dalam sambutannya pada kegiatan Sosialisasi dan Gerakan Minum Susu dan Makan Telur Untuk Anak Sekolah Dasar, Kepala BBPMSOH Drh Hasan Abdullah Sanyata, menyampaikan, “BBPMSOH mendukung program pemerintah, terutama dalam penyediaan protein hewani untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah. BBPMSOH juga berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengendalian penyakit hewan melalui penjaminan mutu obat hewan di Indonesia.”

Sosialisasi mengenai pentingnya makanan bergizi dari protein hewani kepada murid-murid sekolah dasar dan masyarakat menjadi salah satu fokus BBPMSOH, sebagai upaya mencegah stunting dan mencerdaskan generasi bangsa.

Kegiatan tersebut dilakukan berkolaborasi dengan aparatur setempat seperti Kecamatan Gunung Sindur, Kelurahan Gunung Sindur, Polsek Gunung Sindur, Koramil Gunung Sindur, dan Puskesmas Gunung Sindur

Selain wujud syukur, BBPMSOH berbagi kebahagiaan dengan sesama kepada anak yatim dan dhuafa juga merupakan bentuk implementasi nilai-nilai keagamaan yang mengajarkan untuk saling tolong-menolong dan peduli terhadap sesama, serta bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan anak-anak yatim.

BBPMSOH sangat berterima kasih pada para sponsor yaitu ASOHI, PT Intervet, PT Medion Farma, PT EMVI Indonesia, PT Sanbio Laboratories, PT Eben Haezer, PT MJPF, PT Alltech Biotechnology, PT Dakka Tiga Farma, PT Nutricell Pacific, PT Novindo Agritech Hutama, Wardah, dan DWP BBPMSOH.

“Perayaan ulang tahun BBPMSOH yang ke-39 ini bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga momentum untuk terus berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa, khususnya dalam bidang kesehatan hewan,” pungkas Kepala Bagian Umum BBPMSOH, Drh Cynthia Devy Irawati MM.

STUDI JAPFA DAN UI: MODEL PEMBERIAN MAKAN BERGIZI EFEKTIF UNTUK ANAK

Konferensi pers Makan Bergizi Bersama JAPFA
Konferensi pers Makan Bergizi Bersama JAPFA (Foto: NDV)

Program andalan presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo-Gibran yakni pemberian makanan bergizi bagi anak sekolah, berdampak positif dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Hal ini diperkuat dengan hasil studi yang belum lama ini dilakukan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA), Yayasan Edufarmers bersama Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Universitas Indonesia (PKGK UI).  

Rachmat Indrajaya selaku Direktur Corporate Affairs JAPFA dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (25/9) menjelaskan Studi Makan Bergizi Bersama JAPFA merupakan salah satu program untuk mengukur kecukupan asupan gizi anak Indonesia.

“Pada Mei hingga Juli sebanyak lebih dari seribu anak SD dan TK diberikan makanan bergizi melalui tiga model pemberian makan siang yakni Ready to Eat, Ready to Cook dan Swakelola,” ungkap Rachmat. 

Lanjut dia, setiap model akan dijalankan selama 10 hari dengan tujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan keberlanjutan setiap model dalam pemberian makanan bergizi kepada anak.

Total siswa penerima manfaat makan bergizi ini sebanyak 1.143 siswa yang berlokasi di 5 kota antara lain Padang, Sragen, Mempawah, Malang dan Makassar.  

Studi ini disiapkan selama tiga bulan, mulai dari konsep model pemberian makan hingga pemilihan lokasi, sebelum akhirnya disosialisasikan pada awal Mei 2024. Wilayah cakupan studi meliputi daerah sekitar unit operasional JAPFA, yakni SDN 06 Batang Anai di Padang, Sumatera Selatan; SDN 01 Duyungan di Sragen, Jawa Tengah; Posyandu Kecamatan Bululawang di Malang, Jawa Timur; SDN 03 Sungai Pinyuh di Mempawah, Kalimantan Barat; serta SD Bugatun Mubarakah dan TK Asoka di Makassar, Sulawesi Selatan. 

“Selama enam minggu berturut-turut, setiap wilayah diuji coba selama sepuluh hari untuk setiap model pemberian makanan yang kemudian diukur dan dievaluasi angka kecukupan gizi dan efektivitas pelaksanaannya,” terang Rachmat.

Lebih lanjut dijelaskan Rachmat bahwa konsumsi protein hewani di Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan negara maju dan beberapa negara ASEAN. Sebagai perusahaan nasional penyedia protein hewani berkualitas, JAPFA memiliki kepedulian yang tinggi akan pemenuhan gizi generasi penerus bangsa sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 2: Zero Hunger, serta mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Pada kesempatan yang sama, Prof Dr drg Sandra Fikawati MPH, ahli gizi kesehatan masyarakat PKGK UI menyampaikan dari hasil observasi ditemukan konsumsi protein hewani masih relatif rendah, kecuali telur. Selain itu, sebanyak 63% siswa tidak terbiasa membawa bekal. Meskipun demikian, status gizi siswa dilihat dari berat dan tinggi badan, tergolong normal berdasarkan standar WHO dan Kementerian Kesehatan. 

Dari ketiga model pemberian makanan bergizi yang dilakukan, Prof Fika melanjutkan, model Swakelola memiliki tingkat konsumsi tertinggi diantara siswa dengan persentase 84%, diikuti oleh Ready to Cook (RTC) dengan persentase 83%.  "Secara keseluruhan, jumlah anak dengan status gizi buruk/kurang, berkurang 2,8% pascaprogram. Program ini berhasil meningkatkan asupan gizi siswa, terutama dalam hal protein dan buah yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan siswa," tuturnya. 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Food Security Review (IFSR) I Dewa Made Agung mengungkapkan studi percontohan yang dilakukan oleh JAPFA dan PKGK UI dapat menjadi referensi penting untuk implementasi program makan bergizi di sekolah-sekolah. 

“Dari studi ini juga dapat dilihat penyusunan rentang biaya yang perlu disesuaikan dengan daerahnya,” kata dia. 

Selain itu, perlunya memastikan bahwa produsen menghasilkan bahan makanan yang berkualitas dan terjamin keamanan pangannya, serta higienitas dalam proses produksi untuk hasil yang optimal. Seperti daging ayam yang berasal dari rumah potong ayam yang memenuhi standar dan memiliki sertifikat NKV. 

“Kami berharap hasil studi ini dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah dan pemangku kepentingan terkait," imbuh Rachmat.

Dia menegaskan pihaknya mendukung dan terbuka untuk berkolaborasi lebih lanjut dalam penyediaan protein hewani guna meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia. (NDV)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer