-->

BAGAIMANA MENANGKIS SERANGAN KOKSIDIOSIS

Koksidiosis menyerang beberapa tipe ayam dan berbagai fasilitas kandang dan manajemen. (Foto: Andrew Skowron/Open Cages)

Koksidiosis disebabkan oleh protozoa dari golongan Eimeria, menyerang pada traktus intestinal dan mengakibatkan kerusakan mukosa usus, sehingga terjadi gangguan nafsu makan, proses pencernaan dan absorpsi nutrisi, serta terjadi dehidrasi, kehilangan darah dan meningkatkan suseptibilitas ayam terhadap penyakit lain.

Sebagaimana pada penyakit-penyakit parasit lainnya, koksidiosis banyak terjadi pada hewan-hewan muda karena kekebalannya yang dengan cepat terbentuk, namun efek proteksinya  lebih lama daripada outbreak penyakitnya sendiri. Tidak terjadi cross imunisasi antar spesies dan pada kasus yang kejadiannya kronis kemungkinan akan muncul spesies lain. Dalam  waktu singkat reproduksi koksidia dapat terjadi dan berpotensi menimbulkan masalah di suatu industri peternakan.

Koksidiosis menyerang beberapa tipe ayam dan berbagai fasilitas kandang dan manajemen. Pada umumnya infeksi koksidia relatif bersifat mild, namun karena berpotensi dalam menimbulkan kerusakan, sehingga mengakibatkan kerugian secara ekonomi, maka sebaiknya anak ayam diberi pencegahan dengan anti-koksidial untuk mengendalikan infeksi atau menurunkan tingkat infeksi dan mendukung proses pembentukan level antibodi.

Tingkat kekebalan untuk koksidiosis yang ditimbulkan oleh vaksinasi pada broiler tidak begitu penting, oleh karena sudah dipotong pada umur muda (antara 6-8 minggu), sedangkan pada layer dan breeder diperlukan karena masa pemeliharaannya lebih lama. Namun menurut Larry R. McDougald dan W. Malcolm Reid (Diseases of Poultry, ninth edition, 1991, 780-797) vaksinasi terhadap koksidiosis keberhasilannya masih terbatas dan penggunaannya juga masih terbatas pada breeder dan kalkun.

Kasus koksidiosis dilaporkan kejadiannya di lapangan ada 3% selama triwulan I 2024 di hampir semua cabang, yang terjadi terutama pada layer. Pada umumnya terjadi pada umur antara 3-6 minggu, namun pernah dilaporkan juga pada umur dua minggu. Tingkat kematian bervariasi antara 5-8%. Selain menginfeksi secara tunggal, sering kali dilaporkan merupakan komplikasi dengan gumboro. Untuk pengendaliannya... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Mei 2024.

Ditulis oleh:
Drh Damar
Technical Department Manager
PT Romindo Primavetcom
Jl. DR Sahardjo No. 264
Tebet, Jakarta Selatan
HP: 0812-8644-9471
Email: agus.damar@romindo.net

MENTAN JAMIN KETERSEDIAAN HEWAN MENJELANG KURBAN AMAN

Sapi-sapi yang berada di PT Lembu Setia Abadi Jaya Farm Tangerang. (Foto: Istimewa)

Menjelang Hari Raya Kurban atau Idul Adha 1445 Hijriah, Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, menjamin ketersediaan hewan kurban aman dan mencukupi.

Hal tersebut ia sampaikan usai meninjau lokasi kandang sapi hingga pabrik pakan mini milik penggemukan sapi PT Lembu Setia Abadi Jaya (LSAJ) Farm Tangerang, Kamis (6/6/2024).

“Persiapan kurban Insyaallah aman, cukup sampai kita Idul Adha nanti, saya sudah terima laporannya dan aman, jumlahnya sangat cukup,” kata Mentan Amran.

Berdasarkan data Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), secara nasional kebutuhan hewan kurban berada pada angka 1,97 juta ekor, dengan ketersediaannya yang mencapai 2,06 juta ekor, maka berpotensi surplus hingga 88 ribu ekor. Berdasarkan data tersebut, Mentan memastikan jumlah ketersediaan hewan kurban sapi, kerbau, kambing, maupun domba mencukupi kebutuhan.

Amran mengemukakan, saat ini pihaknya aktif memonitor ketersediaan hewan kurban di seluruh daerah. Tidak hanya sisi ketersediaan, namun juga fokus memastikan aspek kesehatannya.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Dirjen PKH, Nasrullah. Ia memastikan pihaknya telah melakukan berbagai langkah penting untuk kelancaran pelaksanaan kurban tahun ini.

“Kami memastikan sertifikat kesehatan ternak yang dilalulintaskan sudah lengkap, memeriksa ear tag untuk menjamin ternak telah teregister dan kami menerjunkan petugas kesehatan hewan di kabupaten/kota untuk melakukan pengecekan rutin di penampungan ternak,” katanya saat mendampingi Mentan Amran ke PT LSAJ Farm Tangerang. 

Sebagai informasi, PT LSAJ Farm Tangerang memiliki luas area 22,5 hektare, kandang sapi, pabrik pakan mini berkapasitas 40 ton/hari, dan rencana pabrik pupuk, RPH, pabrik bakso, sosis, nugget, meat shop, serta cold storage. Bangunan kandang sapi PT LSAJ memiliki kapasitas hingga 3.000 ekor dengan rencana perluasan hingga 10.000 ekor. (INF)

INNOVATION GALLERY, AJANG PAMERAN MAHASISWA SEKOLAH VOKASI IPB DI BIDANG PETERNAKAN

 

Innovation Gallery diadakan Rabu, 5 Juni 2024. (Foto: Humas SV IPB)

Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak Sekolah Vokasi IPB University menyelenggarakan pameran inovasi pada bidang peternakan dengan tema “Innovation Gallery 2024”. Pameran ini berlangsung di Sekolah Vokasi IPB pada Rabu, 5 Juni 2024.

Acara tersebut dihadiri Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Sekolah Vokasi IPB Dr Ir Rina Martini MSi, dosen-dosen TNK serta tamu undangan dari  Djadja Suhardja dari Arkan Quail Farm,  H Ridwan Herdian dari Bens Farm dan perwakilan dari Budiarto dari Charoen Pokphand Indonesia .

Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Sekolah Vokasi IPB Dr Ir Rina Martini MSi turut mengapresiasi penyelenggaraan pameran. Menurutnya. pameran ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan kreativitas dalam mengembangkan inovasi di bidang peternakan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mendorong semakin banyak mahasiswa untuk terus berkreasi dan berinovasi, sehingga dapat semakin berkontribusi dalam memberi kemajuan kepada masyarakat khususnya di sektor peternakan,” ujar Dr Rina.

Kegiatan ini menampilkan lebih dari 120 inovasi di bidang peternakan. Inovasi tersebut berasal dari ide seluruh mahasiswa Teknologi dan Manajemen Ternak angkatan 58 dan 59 yang dituangkan melalui produk, prototype, atau dalam bentuk sketchup. Selain menampilkan beberapa inovasi, kegiatan ini juga mengadakan sesi talkshow.

Dalam sesi talkshow, perwakilan dari Arkan Quail Djadja Suhardja mengungkapkan inovasi dapat mendorong industri untuk meningkatkan nilai tambah pada hewan ternak, sehingga akan memberi dampak ekonomi yang lebih baik.

“Inovasi untuk hewan ternak atau produk ternak hewan yang sudah tidak produktif, membuatnya tidak lagi dijual hidup-hidup, tapi dikembangkan nilai tambahnya sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ujar Djadja.

Tidak hanya itu, pameran tersebut juga menghadirkan ajang kompetisi inovasi untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa. Kompetisi dibagi menjadi 6 kategori yakni Juara Inovasi Ruminansia angkatan 58 dan 59, Juara Inovasi Unggas angkatan 58 dan 59, dan Juara Best Stand angkatan 59 serta Juara Best Logbook angkatan 58. Salah satu inovasi yang mendapatkan juara adalah CAMPTURE (Carbon Abatement, Methane Gas, Performance Tracking, and Utilization with Real Time Evaluation) oleh Dafi Fadjar Hidayat. (Sumber: sv.ipb.ac.id)

KERJA SAMA INDONESIA-URUGUAY TINGKATKAN KUALITAS DAGING DAN SUSU

MoU pembangunan pangan antara Indonesia dan Uruguay. (Foto: Istimewa)

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi, bersama Menteri Peternakan, Pertanian, dan Perikanan Republik Oriental Uruguay, Fernando Mattos, menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pembangunan pangan di kedua negara, khususnya di bidang peternakan untuk mengembangkan produksi daging dan susu berkualitas.

“Kementan bergerak sesuai arahan presiden untuk meningkatkan kinerja sektor pangan, utamanya daging, produk hortikultura, dan tanaman pangan,” ucap Harvick melalui siaran resminya di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Selasa (4/6/2024).

Pada 2023, total nilai perdagangan komoditas pertanian antara Indonesia dan Uruguay hanya mencapai sekitar 8.87 juta USD. Oleh sebab itu, Wamentan menaruh harapan dalam kerja sama ini, baik untuk meningkatkan nilai perdagangan komoditas pertanian maupun bidang peternakan.

Saat ini Uruguay menduduki posisi ketujuh produsen daging utama di dunia dengan mengekspor 450 ribu ton daging sapi ke pasar internasional. Uruguay dikenal sebagai negara yang memiliki sistem pengelolaan ternak modern dan berkelanjutan, salah satunya dengan melarang penggunaan hormon sejak 1962 dan melarang antibiotik pada 2011.

“Bukan hanya terjadinya trading di antara kedua negara, kita sepakat untuk bertukar informasi bagaimana mengembangkan teknologi pertanian. Utamanya agar kedua belah negara bisa lebih berkembang lagi,” tambah Harvick.

Saat ini pihaknya tengah berupaya meningkatkan produksi komoditas nasional, khususnya di bidang peternakan untuk memenuhi stok kebutuhan daging sapi dan produk susu. Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, pernah menyampaikan bahwa swasembada protein hewani harus terwujud demi Indonesia Emas 2045.

“Kita tidak hanya fokus pada swasembada daging, tapi juga swasembada protein hewani, termasuk ternak perah yang menghasilkan susu,” kata Mentan Amran.

Hal serupa disetujui oleh Menteri Pertanian Uruguay, Fernando Mattos. Ia melihat ada potensi besar untuk meningkatkan sektor perdagangan komoditas pertanian sekaligus memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Uruguay dalam upaya pembangunan swasembada pangan di masing-masing negara.

“Kita sangat senang atas penandatangan MoU ini. Kita telah menemukan beberapa topik penting untuk dapat mengembangkan industri daging ternak dan susu untuk mencapai target swasembada. Uruguay akan membantu Indonesia karena kita memiliki pengalaman yang panjang dalam industri peternakan,” kata Fernando Mattos. (INF)

WISUDA DAN INAUGURASI SASPRI KE-8 SUKSES DIGELAR

Wisudawan Dari Kabupaten Fakfak 
(Foto : CR)

Program Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR) yang digagas oleh Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University kembali melakukan prosesi wisudanya yang ke-8. Tepatnya kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (6/6) lalu di Gedung Start Up Center, Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi IPB, Bogor, Jawa Barat.

Sebanyak 75 siswa program yang berasal dari Kabupaten Fakfak (Papua Barat), Sigi (Sulawesi Tengah), dan Kota Kediri (Jawa Timur) diwisuda pada hari itu. Proses wisuda ini melibatkan minimal 14 kampung/desa, dengan 12 kampung di antaranya berasal dari Fakfak yang tersebar di 4 distrik (Arguni, Kokas, Tomage, dan Bomberay). 

Terkhusus, program SPR di Sigi diadopsi oleh Universitas Tadulako, yang telah menerima inovasi dan lisensi dari IPB untuk menjalankan SPR di wilayah Sulawesi Tengah. SPR IPB merupakan model sosial yang terbuka untuk diadopsi oleh perguruan tinggi lain melalui mekanisme pemberian lisensi (transfer inovasi).

Dalam hal ini, IPB dan Universitas Tadulako telah bergabung dalam Aliansi Strategis Pengelola SPR Indonesia (AGISPRINA) dengan komitmen untuk mengembangkan komunitas agromaritim melalui program SPR di seluruh Indonesia. Sampai saat ini, IPB telah mendirikan 75 SPR-1111 (peternakan) di 13 Provinsi dan 23 Kabupaten/Kota, meskipun beberapa diantaranya terhenti karena dampak Covid-19 dan kendala lainnya.

Dalam sambutannya Ketua Panitia Prof Drh Agik Suprayogi yang menjabat Wakil Kepala Bidang Penelitian LPPM IPB menyatakan rasa syukur dan bangganya kepada para wisudawan. 

“Hari ini, kami bersyukur atas kesempatan dari Universitas Tandulako-Palu Sulawesi Tengah untuk mengadakan wisuda bersama dengan satu SPR-1111 Mosangu Masagena dari Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi, sebagai bagian dari kolaborasi dalam AGISPRINA. Kami juga mengakui kemungkinan bagi alumni SPR-IPB untuk diwisuda di Universitas Tandulako atau universitas lain yang tergabung dalam Aliansi tersebut, demi efisiensi dan efektivitas bersama,” tuturnya. 

Lebih lanjut, pada momen bersejarah ini telah meluluskan SPR-Peternakan (SPR-1111), SPR-Pertanian (SPR-0301), SPR-Perkotaan (SPR-0901A), dan SPR-Perkampungan (SPR-0901U) secara bersamaan, sementara sebelumnya hanya SPR-Peternakan yang diluluskan dalam 7 kali wisuda sebelumnya. Di masa mendatang, IPB berencana untuk meluluskan program SPR lainnya, seperti SPR-Perikanan, SPR-Perkebunan, dan SPR-Persampahan.

Mewakili Rektor IPB University, Sekretaris Jenderal Dewan Guru Besar IPB University Prof Drh Mohamad Agus Setiadi Secara khusus mengatakan bahwa pembangunan SPR di Fakfak merupakan bagian dari Proyek Pengembangan Peternakan dan Ketercukupan Pangan di Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat, yang didukung oleh PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim).

Nantinya diharapkan proyek ini akan melakukan ekspansi bisnisnya untuk mengembangkan kawasan industri pupuk di Fakfak. Program SPR juga diharapkan menjadi bagian dari praktik ESG (Environmental Social Governance) dan GCG (Good Corporate Governance) baik IPB University maupun PT. Pupuk Kaltim.

Sebagai informasi, program SPR dimulai sejak deklarasi pada 22 Juni 2023 di Distrik Bomberay Kabupaten Fakfak, dan ditutup dengan program wisuda hari ini di gedung Science Techno Park, Kampus IPB Taman Kencana, serta dilanjutkan dengan program SINTHEDI (Sistem Integrasi Horizontal Ekonomi Distrik) yang akan mengembangkan usaha budidaya ternak unggas ayam petelur dan pedaging dan disusul dengan program SUPERGRINS (Sistem usaha pembiakan Gotong Royong Instansi) dengan komoditas sapi lokal guna mewujudkan ketahanan pangan lokal dan swasembada daging di tanah Papua.

Sebagaimana diketahui juga, SPR merupakan pendekatan inklusif untuk mencapai Sustainable Livelihoods (penghidupan berkelanjutan), yang mendukung pembangunan pedesaan/perkampungan dan masyarakat agromaritim untuk mewujudkan kedaulatan pangan (food sovereignity).

Program Ini adalah terobosan besar untuk meningkatkan kapasitas dan posisi tawar (bargaining position) masyarakat agromaritim dalam menghadapi perubahan dan pembangunan wilayah mereka. SPR bertujuan untuk membentuk komunitas lokal yang mandiri dan berdaya saing, mempersiapkan mereka untuk menghadapi perubahan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.

Harapannya, SPR dapat menciptakan masyarakat agromaritim yang inklusif, tangguh, dan adaptif, serta berperan dalam swasembada pangan dan daging nasional, serta sebagai strategi untuk mengatasi kerawanan pangan. Bahkan berpotensi juga sebagai salah satu strategi pemenuhan logistik untuk mendukung program Makan dan Susu Gratis yang dicanangkan oleh presiden terpilih.

“Kami merasa bangga atas kesuksesan para peserta yang telah menyelesaikan program pembelajaran partisipatif (P3) SPR. Program ini bertujuan untuk mengubah mindset dan kemampuan argumentasi masyarakat agromaritim menjadi agen perubahan di kampung mereka melalui pengembangan bisnis komunal terkonsolidasi. Kami yakin para wisudawan hari ini memiliki optimisme dan keyakinan akan masa depan yang lebih baik melalui kolaborasi bisnis kolektif berjamaah," tutur Agus. (CR)

ADISSEO MERIAHKAN PERINGATAN HARI SUSU SEDUNIA


Kemeriahan Peringatan Hari Susu Sedunia Bersama Adisseo
(Foto : CR)


Hari Susu Sedunia (World Milk Day) diperingati setiap tanggal 1 juni. Pada tanggal yang sama pemerintah Indonesia juga menetapkan hari tersebut sebagai Hari Susu Nusantara. Seakan tidak mau ketinggalan dalam merayakan momen tersebut, salah satu perusahaan terkemuka dibidang nutrisi peternakan yakni PT Adisseo Indonesia turut serta merayakan hari susu sedunia. 

Acara tersebut berlangsung pada Sabtu 1 Juni 2024 bertempat di Tiara Camp & Outdoor, Cisarua, Bogor. Dalam kesempatan kali ini Adisseo berkolaborasi bersama Tiara Camp & Outdoor beserta Erif Farm. Sekitar 70 orang anak - anak berusia 5 - 12 tahun hadir dalam acara tersebut. 

Country Manager PT Adisseo Indonesia Drh Akhmad Fuadi dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang turut membantu menyukseskan acara tersebut. Ia tak lupa mengingatkan kembali akan pentingnya konsusmsi susu sebagai salah satu bahan makanan yang penting dalam komponen 4 sehat 5 sempurna. 

Dirinya juga mengatakan bahwa peringatan hari susu sedunia merupakan event yang rutin tiap tahunnya diperingati oleh Adisseo di seluruh dunia. Kali ini di regio Asia - Pasifik Indonesia mendapatkan mandat untuk perttama kalinya untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

"Alhamdulillah ini yang pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia, dan seperti yang terlihat, acaranya sangat semarak, dan pesertanya juga antusias. Kami juga bersyukur acara ini dapat dilangsungkan dengan lancar, semoga tahun depan kita diberi kesempatan kembali melakukan hal serupa," tutur Akhmad Fuadi.

Pria asal Purworejo tersebut juga menuturkan bahwa sejatinya kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan Adisseo terhadap program pemerintah dalam pengentasan kasus stunting melalui pemberian makanan bergizi, terutama protein hewani. Ia juga mengajak kepada stakeholder lainnya untuk melakukan kegiatan sejenis dalam rangka membangun negara melalui kampanye gizi.

"Kami dengan senang hati membantu Indonesia melalui semua kemampuan yang kami miliki. Melalui produk - produk kami yang berguna untuk meningkatkan produktivitas dan kesehatan ternak, tetunya akan dihasilkan produk sumber protein hewani berkualitas untuk dikonsumsi anak - anak bangsa," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama pengelola Erif Farm dan Tiara Camp & Outdoor Drh Muhammad Dwi Satriyo juga menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya acara tersebut. Menurutnya ini merupakan sebuah langkah yang baik bagi Adisseo dalam meningkatkan kepedulian masyarakat akan gizi yang seimbang terutama mengonsumsi susu.

"Kami senang dan berterima kasih atass kolaborasi yang apik dengan Adisseo. Konsumsi susu Indonesia masih sangat rendah, diharapkan dengan adanya event seperti ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya susu sebagai salah satu sumber pangan yang esensial bagi pertumbuhan," tutur Satriyo.

Satriyo juga mengimbau kepada semua stakeholder baik pemerintah maupun swasta agar lebih mencurahkan perhatiannya kepada peternak sapi perah. Karena sejatinya peternak menurut dia adalah ujung tombak dalam penyediaan sumber protein hewani yang nantinya dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. 

Peringatan hari susu sedunia yang dilangsungkan oleh Adisseo berlangsung sangat meriah. Berbagai acara mulai dari penyuluhan materi tentang susu, kampanye minum susu bersama, serta berbagai games bagi anak - anak berjalan dengan suasana yang ceria dan menyenangkan. Semoga acara serupa dapat rutin dilaksanakan di Indonesia dan konsumsi susu di Indonesia dapat terus ditingkatkan. (CR)

KEMENTAN DAN UGM BERKOLABORASI DI HARI SUSU NUSANTARA

Kolaborasi Hari Susu Nusantara antara Kementan dan UGM. (Foto: Istimewa)

Hari Susu Nusantara (HSN) yang diperingati pada 1 Juni 2024, menjadi momen penting bagi Kementerian Pertanian (Kementan) dan Universitas Gajah Mada (UGM) untuk memperkuat industri persusuan nasional.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah, menekankan pentingnya meningkatkan konsumsi susu di Indonesia sebagai langkah strategis untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

“Mengonsumsi susu secara rutin bisa meningkatkan kesehatan dan produktivitas masyarakat Indonesia, yang pada gilirannya mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045,” ujar Nasrullah melalui siaran resminya saat peringatan dan sarasehan HSN di Fakultas Peternakan UGM, Sabtu (1/6/2024).

Ia mengemukakan komitmen Kementan untuk terus mengembangkan komoditas peternakan, khususnya sapi perah sebagai sumber protein hewani. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian yang berfokus pada peningkatan produksi komoditas nasional.

“Kita tidak hanya fokus pada swasembada daging, tapi juga swasembada protein hewani, termasuk ternak perah yang menghasilkan susu,” tambahnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, populasi sapi perah di Indonesia mencapai 514 ribu ekor dengan produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) sebesar 0,9 juta ton, sementara kebutuhan susu industri mencapai 4,3 juta ton. Selain itu, terdapat 32 Industri Pengolah Susu (IPS) di Indonesia, dengan 14 di antaranya telah bermitra dengan peternak lokal untuk menyerap SSDN. Nasrullah melihat ini sebagai peluang besar bagi para pelaku usaha peternakan dan investor untuk mengembangkan usaha sapi perah di Indonesia.

Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan UGM, Budi Guntoro, menekankan bahwa potensi populasi sapi perah saat ini dengan target peningkatan kebutuhan protein asal hewani menjadi peluang dan tantangan dalam pembangunan peternakan sapi perah.

“Tantangan ke depan adalah membangun peternakan yang lebih baik. Oleh karena itu, dengan adanya HSN dan sarasehan ini diharapkan ada sinergi yang saling menguntungkan untuk membangun sapi perah,” katanya. (INF)

AWAS! PENYAKIT-PENYAKIT STRATEGIS PADA KAMBING

Septic arthritis pada cempe (kiri). Diduga caprine arthritis encephalitis (tengah dan kanan). (Foto: Infovet/Joko)

Peternakan kambing menjadi salah satu usaha menarik untuk digeluti sebagai profesi peternak. Perkembangbiakan kambing yang cepat menjadi salah satu alasannya, dengan waktu kebuntingan hanya lima bulan dengan jumlah anak rata-rata perkelahiran (litter size) 1,5-2 ekor.

Dalam dunia peternakan dikenal istilah keberhasilan perfoma produksi ditentukan oleh 30% genetik dan 70% lingkungan (manajemen pemeliharaan, nutrisi, penyakit, perkandangan, marketing, dan lainya). Genetik menjadi hal yang sangat menentukan, karena dengan 30% tersebut peranannya sangat dominan. Genetik yang bagus di-support dengan lingkungan yang baik akan menghasilkan perfoma optimal. Sebaliknya, sebaik apapun manajemen pemeliharaan (lingkungan) tanpa genetik yang baik tidak akan menghasilkan produksi maksimal.

Dahulu beternak kambing hanya dengan genetik yang ada, yaitu genetik potong (kambing Kacang dan Jawarandu) dan genetik perah (Etawa atau Peranakan Etawa). Saat ini mulai ada upaya-upaya peningkatan kualitas genetik kambing dengan melakukan persilangan dengan genetik bagus, juga importasi kambing yang memiliki genetik potong (kambing Boer) dan genetik perah (Saanen, Togenburgh, Alpine, Anglo Nubian).

Kendati demikian, bayang-bayang penyakit menjadi salah satu faktor utama yang berpengaruh terhadap perfoma produksi peternakan kambing. Pengetahuan tentang jenis penyakit, pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan penyakit mutlak harus diketahui oleh peternak kambing. Penyakit kambing yang disebabkan oleh virus meliputi ORF (ecthyma contagiosa, peste des petits ruminants (PPR), pox, penyakit mulut dan kuku (PMK), dan caprine arthritis encephalitis/CAE). Sementara penyakit bakterial meliputi antraks, brucellosis, contagious caprine pleuro pneumonia (CCPP), mastitis, foot rot, dermathopillosis, dan listeriosis.

Adapun penyakit yang disebabkan oleh jamur di antaranya kandisiasis, kriptokokosis, ring worm, dan aspergilosis. Sedangkan serangan parasit meliputi endoparasit (berbagai cacing di saluran pencernaan), ektoparasit (scabies, caplak, tungau, kutu), dan parasit darah. Selain itu, penyakit karena protozoa (riketsia) meliputi babesiosis, koksisdiosis, theileriosis, kriptosporidiasis, anaplasmosis, dan heartwater disease. Penyakit metabolik dan gangguan nutrisi meliputi milk fever, ketosis, enterotoksemia, defisiensi kalsium, defisiensi copper, serta defisiensi vitamin B1.

Isu-isu terkini terkait penyakit pada kambing setidaknya ada lima gejala klinis yang paling banyak ditemukan. Gejala klinis tersebut meliputi kelumpuhan (gangguan alat gerak), gejala gangguan saraf/kejang, peradangan sendi, kematian mendadak, dan laporan kematian cempe. Gangguan alat gerak dan kelumpuhan merupakan dampak PMK dan PPR yang sempat ramai dibicarakan, serta yang belum banyak teridentifikasi adalah kekurangan tembaga (copper).

Sementara gejala saraf disebabkan beberapa penyakit juga belum banyak dilakukan peneguhan diagnosis laboratorium yaitu Listeria monocytogenes, CAE, heartwater disease, defisiensi vitamin A, dan trypanosomiasis. Penyakit saraf yang ditandai dengan kepala memutar satu arah biasanya disebut circling disease, yang disebabkan karena konsumsi silase yang terkontaminasi tanah yang mengandung bakteri Listeria monocytogene. Penanganan yang bisa dilakukan dengan mencegah proses silase yang langsung bersentuhan dangan tanan, serta memberikan treatment penisilin, ampisilin, atau streptomisin. Gejala radang sendi dan kematian mendadak, serta kematian cempe akan dibahas secara detail.

Keradangan pada Sendi Diduga CAE atau Septic Arthritis
Keradangan pada sendi kaki merupakan penyebab rasa sakit dan mempersulit kambing atau cempe mengakses pakan dan minum. Dua penyakit menciri pada radang persendian ini adalah CAE dan septic artrhtitis.

Septic artrhtitis atau penyakit sendi adalah infeksi pada satu atau lebih sendi yang biasanya disebabkan oleh penularan bakteri secara hematogen (penularan melalui sirkulasi darah) ke struktur sinovial cempe. Penyakit sendi ini disebabkan infeksi bakteri non-spesifik yang berasal dari… Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Mei 2024.

Ditulis oleh:
Drh Joko Susilo MSc
Wartawan Infovet daerah Lampung
Mahasiswa Doktoral Sain Veteriner UGM

KINERJA PERUSAHAAN PUBLIK PETERNAKAN 2023 DAN PREDIKSI 2024

Pergerakan saham sektor perunggasan
Pergerakan saham sektor perunggasan (Bloomberg, BRIDS)

Kinerja perusahaan publik peternakan dapat menjadi gambaran kinerja bisnis peternakan secara keseluruhan. Pada 28 Mei 2024 Infovet mengadakan webinar Membedah Kinerja Perusahaan Publik Peternakan 2023 dan Prediksi 2024, dengan nara sumber Victor Stefano, Analis Emiten Agribisnis, Research Analyst BRI Danareksa Sekuritas.

Narasumber
Victor Stefano dan Bambang Suharno (host)
Peserta
Peserta webinar

Share Price dan Performa Finansial Sektor Perunggasan

Pergerakan saham di industri unggas cukup fluktuatif. Dari 2010 sampai 2013 terjadi commodity boom yang menyebabkan harga saham emiten-emiten perunggasan mengalami kenaikan yang cukup signifikan saat itu yaitu hampir tiga kali lipat. Namun kemudian pada 2013 terjadi triple deficit, harga komoditas mulai turun, dan terjadi over supply. Sehingga harga saham tertekan cukup dalam dari 2014 sampai 2015.

Belum begitu lama pada 2020 terjadi wabah Covid-19 yang juga menyebabkan penurunan harga saham yang cukup signifikan. Meski demikian dalam beberapa bulan berikutnya harga saham sudah mengalami kenaikan kembali.

Kondisi terakhir, dari 2022 sampai 2023 emiten peternakan mengalami tekanan yang diakibatkan kenaikan harga bahan baku pakan, yaitu jagung dan soybean meal (SBM). Penyebabnya ada banyak faktor contohnya geopolitik dimana terjadi perang Ukraina dengan Rusia. Naiknya harga bahan baku pakan berakibat kepada rendahnya margin dari perusahaan-perusahaan integrator yang listed di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Jadi kondisi sekarang memang masih belum pulih dari tekanan raw material, harga saham masih belum pulih masih ada relatively di bawah,” kata Victor.

Pendapatan perusahaan emiten peternakan sendiri dari 2013 sampai 2023 terlihat ada kenaikan. Memang ada periode dimana mengalami penurunan yaitu dari 2018 ke 2020. Diakibatkan over supply sehingga pada 2019 mulai banyak dilakukan afkir dini, yang mengakibatkan penjualan turun. Pada 2020 ada Covid-19 yang menyebabkan pelemahan daya beli yang cukup signifikan.

Namun dari 2020 sampai 2023 pendapatan mengalami kenaikan yang cukup stabil. Diperkirakan pendapatan perusahaan-perusahaan emiten peternakan akan terus naik di 2024 dan juga 2025.

“Pendapatannya kecenderungannya naik, tapi untuk keuntungan atau net profit yang didapatkan perusahaan ternyata fluktuasinya lebih tinggi dibanding pendapatannya,” jelas Victor. “Karena di bisnis peternakan ini ternyata marginnya cukup kecil. Jadi pergeseran atau perubahan sedikit dari margin keuntungan akan mengakibatkan net profit atau keuntungan perusahan menjadi fluktuatif.”

Belanja modal perusahaan ke depannya tidak akan terlalu tinggi dan akan lebih diarahkan ke downstream seperti RPA, cold storage, dan processing plant. Sehingga aktivitas di breeding farm akan lebih pelan.

Kinerja Tiga Perusahaan Integrator Terbesar

Quarterly margin sektor perunggasan
Quarterly margin sektor perunggasan (Perusahaan, BRIDS)

Perusahaan integrator perunggasan terbesar di Indonesia antara lain Charoen Pokphand, Japfa Comfeed Indonesia, dan Malindo Feedmill. Ketiganya mempunyai saham yang listed di BEI. Pendapatan ketiga perusahaan tersebut sekitar 40-60% dari penjualan pakan ternak, 20-30% dari broiler atau commercial farming, dari DOC 8-16%, dan sisanya dari bisnis-bisnis lain termasuk makanan olahan.

Kinerja Charoen Pokphand di kuartal pertama 2024 membukukan keuntungan 711 miliar. Kuartal sebelumnya, yaitu kuartal keempat tahun 2023 mengalami kerugian sebesar 357 miliar. Sedangkan kuartal pertama 2023 net profit-nya 241 miliar. Kenaikan keuntungan disebabkan oleh margin yang naik terutama dari DOC dan live bird yang harganya naik cukup tinggi.

Japfa membukukan keuntungan 665 miliar di kuartal pertama 2024. Kuartal keempat 2023 rugi 8 miliar dan kuartal pertama 2023 rugi 250 miliar. Naiknya keuntungan Japfa juga disebabkan kenaikan margin dari kenaikan harga DOC dan live bird.

Malindo membukukan keuntungan 88 miliar pada kuartal pertama 2024. Sebelumnya pada kuartal keempat 2023 keuntungannya hanya 18 miliar. Sedangkan pada kuartal pertama 2023 rugi sebesar 173 miliar. Margin Malindo juga naik karena harga DOC dan live bird yang naik.

Victor mengatakan, “Jadi memang salah satu yang membuat industri poultry ini profitnya naik di first quarter itu karena supply demand yang cukup bagus. Mungkin selain karena ada bansos juga ada efek dari pengurangan produksi, dan juga ada demand yang cukup baik selama bulan puasa di Maret 2024 kemarin.”

Keseimbangan Supply Demand yang Lebih Baik

Korelasi GDP dengan industri perunggasan (BI, perusahaan, BRIDS, berbagai sumber)
Korelasi GDP dengan industri perunggasan (BI, perusahaan, BRIDS, berbagai sumber)

Ke depannya industri perunggasan masih mempunyai prospek yang cukup bagus. Secara ekonomi korelasi antara GDP dengan pendapatan industri perunggasan cukup kuat. Dimana biasanya sekitar 2 sampai 3 kali dari GDP growth akan diterjemahkan menjadi pendapatan.

Diperkirakan GDP growth Indonesia akan ada di sekitar 5-5,1% di 2024 dan di tahun 2025 masih berada di sekitar 5%. GDP growth yang positif akan berdampak positif pula untuk emiten industri peternakan, dimana ekspektasinya pendapatan akan terus tumbuh mengikuti pertumbuhan GDP ke depannya.

Inflasi juga masih relatif cukup stabil di sekitar 2,5-3,5% baik di 2024 maupun 2025. Tidak terlalu tinggi sehingga tidak menyebabkan tekanan di daya beli.

“Belanja modal akan lebih turun di 2 tahun ke depan, karena pemerintah sendiri menurut info yang saya dapatkan akan menurunkan kuota dari impor GPS,” Victor memperkirakan. “Karena pemerintah melihat bahwa kondisi sekarang masih over supply di broiler, jadi permintaan itu ternyata masih cukup lemah.”

Penurunan kuota impor GPS dampaknya tidak langsung tapi baru akan terasa 1 sampai 2 tahun ke depan. Belanja modal perusahaan-perusahaan akan diturunkan juga, karena kapasitas produksi yang mereka miliki saat ini masih cukup untuk memenuhi produksi di 2 sampai 3 tahun ke depan. Efeknya akan positif karena dengan supply yang lebih sedikit akan menyebabkan harga live bird lebih stabil dan memberikan profit untuk perusahaan.

Karena yang menyebabkan perusahaan sering merugi adalah harga live bird yang sering dijual di bawah harga pokok produksi. Sehingga keuntungan perusahaan sering sekali terpakai untuk menutupi kerugian di bisnis commercial farming. Sehingga dengan harga yang lebih stabil ke depan diharapkan profit perusahaan bisa tumbuh, didukung oleh harga broiler yang bagus dan harga bahan baku pakan yang akan turun.

Victor mencontohkan harga live bird di Jawa Barat dari 2020 sampai 2024. Dimana sebelum Covid-19 ada di level sekitar 16-19.000, tapi di awal Covid-19 di 2020 harga jatuh cukup rendah bisa di bawah 15.000.

Setelah Covid-19 ada beberapa kali supply adjustment dengan dilakukannya program culling meski tidak terus-menerus. Hasilnya harga cukup membaik.

Pada Juli 2021 (masa-masa Covid Delta) harga live bird sempat turun cukup dalam namun setelah supply adjusment ada perbaikan. Pada akhir 2023 ada kekosongan supply adjusment sehingga harga cenderung turun lagi. Baru pada 2024 kembali dilakukan supply adjusment, karena perusahaan melihat kondisi demand yang buruk sehingga produksi dikurangi untuk mengurangi kerugian.

“Jadi dengan adaanya supply adjustment di 2024 ini ternyata harga live bird jadi lebih tinggi bisa di atas 20.000. Bahkan sekarang kondisinya masih di sekitar 21.000. Jadi posisi harga yang masih tinggi ini bakal membuat keuntungan dari perusahaan-perusahaan masih cukup tinggi diperkirakan di kuartal kedua tahun ini.” Victor menjelaskan.

Harga Raw Material yang Lebih Rendah Mendukung Margin

Harga jagung lokal 2022-2024 (BRIDS, Kementan, berbagai sumber)
Harga jagung lokal 2022-2024 (BRIDS, Kementan, berbagai sumber)

Harga bahan baku pakan kedudukannya penting karena pakan ternak merupakan salah satu bahan baku utama dari seluruh bisnis perunggasan. Penurunan harga bahan baku pakan akan berdampak positif dan cukup signifikan untuk margin keuntungan perusahaan-perusahaan.

Margin pakan ternak sendiri sebelum Covid-19 perusahaan-perusahaan bisa membukukan rata-rata sekitar 10,4%. Tapi setelah Covid-19 karena kenaikan harga bahan baku pakan menyebabkan rata-rata margin pakan ternak turun ke 8,9%.

Untuk margin breeding farm rata-rata sebelum Covid-19 2,7% dan setelah Covid-19 turun di angka 0,6%. Commercial farming atau broiler, yang memberikan keuntungan paling signifikan untuk perusahaan, sebelum Covid-19 marginnya kurang lebih hampir break event kadang untung kadang rugi, dengan membukukan keuntungan rata-rata 0,2%. Setelah Covid-19 karena rendahnya daya beli masyarakat rata-rata margin keuntungan selama 4 tahun terakhir -2,2%.

Victor memperkirakan harga bahan baku pakan akan turun. Pada 2022 dan 2023 memang terjadi kenaikan harga bahan baku pakan. Dimana harga pembelian jagung rata-rata dari 5.281 naik ke 6.000 di tahun 2023. Karena adanya El Nino yang menyebabkan kemarau ekstrim sehingga jagung banyak mengalami gagal panen.

Pada 3 bulan pertama 2024 harga jagung bertambah parah dengan harga pembelian rata-rata naik ke 7.300 bahkan sempat sempat menyentuh angka 9.000 di bulan Januari.

Victor mengatakan kenaikan harga jagung tersebut masih disebabkan oleh El Nino yang mengakibatkan gagal panen dan juga banyak panen yang mundur. Sehingga di bulan Januari dan Februari jagung lokal produksinya cukup terbatas. Perusahaan-perusahaan peternakan akan membeli jagung di harga berapapun di waktu itu, karena mereka membutuhkan jagung untuk memproduksi pakan ternak baik untuk dijual maupun memberi makan ternak sendiri.

Saat ini El Nino sudah memudar dan harga jagung mulai membaik, sempat turun ke 6.000 di bulan Maret dan bahkan di bawah 5.000 di bulan April dan Mei. BMKG sendiri memprediksi bahwa El Nino akan digantikan La Nina yang tidak seekstrim El Nino. Produksi jagung akan bisa stabil karena kemarau tidak akan terlalu kering dan hujan juga tidak terlalu basah. Harga jagung kalau bisa stabil 5.000 atau di bawah 5.000 akan memberikan margin keuntungan yang lebih bagus untuk perusahaan-perusahaan peternakan.

Untuk soybean meal (SBM) harganya di 5 bulan pertama 2024 cenderung di bawah harga 2 tahun terakhir. Dimana pada 2 tahun terakhir harganya di atas $400 bahkan sempat sampai $500 per tonnya.

“SBM ini kan sekitar 25% atau seperempat dari komposisi pakan ternak di broiler. Sehingga dengan rendahnya harga SBM yang terlihat di 5 bulan pertama ini juga akan memberikan margin keuntungan, karena biaya pakan ternak akan turun sehingga biaya produksi untuk DOC dan broiler juga akan turun.” Victor menyampaikan.

Argentina 2 tahun terakhir ini mengalami cukup banyak gagal panen kedelai. Namun saat ini produksi kedelainya sedang recovery dan produksinya naik. Sedangkan di Amerika Serikat, salah satu eksportir terbesar jagung dan SBM, penanaman kedelai lebih cepat dari jadwal sudah mencapai sekitar 25%. Kedua hal tersebut akan menurunkan harga SBM ke depannya.

Valuasi Saham

“Kalau dari saham sendiri yang penting dilihat itu valuasi,” jelas Victor. “Dimana valuasi ini membandingkan antara harga saham dengan kinerja perusahaan.”

Rata-rata di 5 tahun terkahir untuk price earnings ratio (PE ratio), atau harga saham dibandingkan keuntungan, dari Charoen Pokphand sendiri mempunyai valuasi 30,4 kali. Sedangkan saat ini valuasinya 26 kali.

PE ratio Japfa untuk 5 tahun terakhir adalah 12,4. Sedangkan posisi sekarang ada di sekitar 10.

Untuk Malindo, Victor menggunakan EV/EBITDA ratio, enterprise value to EBITDA (earning before interest, tax, depreciation, and amortization). Yaitu rasio valuasi yang digunakan untuk menilai mahal murahnya suatu perusahaan berdasarkan kemampuannya menghasilkan laba usaha atau kas operasi. Di 5 tahun terakhir terlihat valuasi Malindo adalah 7,4. Sedangkan kondisi saat ini berada di posisi lebih bawah.

Kesimpulannya bisa dikatakan untuk ketiga perusahaan tersebut saat ini masih under value.

“Untuk heatmap-nya sendiri tahun ini kinerja dari perusahaan-perusahaan emiten perunggasan cukup bagus dibandingkan dengan JCI. Dimana sektor perunggasan sudah naik 12% year to date sedangkan JCI negatif 3%, sehingga ada performance sekitar 14% dibandingkan dengan JCI,” jelas Victor.

Namun memang pada 3 tahun atau 5 tahun terakhir, bahkan dari 2014, heatmap emiten perunggasan cenderung banyak merahnya. Tapi ke depan dengan adanya penurukan kuota impor GPS akan mengakibatkan keseimbangan yang lebih baik. Ditambah dengan produksi jagung yang sudah lepas dari belenggu El Nino, recovery produksi SBM di Argentina, dan produksi SBM di Amerika Serikat. Maka diperkirakan keuntungan perusahaan untuk 2 tahun ke depan bisa meningkat signifikan dan hal ini seharusnya juga diikuti dengan pergerakan harga saham yang naik.

“Sehingga memang untuk year to date performance ini menurut kita masih bisa dilanjutkan karena performa yang membaik selama 2 tahun ke depan,” demikian Victor di akhir presentasinya. (NDV)

PERSILANGAN BOER-JAWARANDU JADI PILIHAN PETERNAK DI LAMPUNG

Peranakan Etawa di Lampung Barat (kiri), kambing Boer di Lampung Tengah (kanan). (Foto: Istimewa)

Sungguh beruntung petani dan peternak di Provinsi Lampung “Surganya Pangan dan Pakan”. Provinsi Lampung memiliki slogan “Sang Bumi Ruwa Jurai“, memiliki potensi sumber daya alam untuk pengembangan agrobisnis yang luar biasa didukung sumber daya manusia berkualitas. Sektor pertanian berkembang pesat dengan berbagi komoditi unggulan didukung sarana prasarana produksi, struktur dan infrastruktur, serta tingginya produktivitas lahan.

Varietas pertanian pangan dan perkebunan yang berkembang untuk pasar industri memberikan peluang sektor peternakan mendapatkan sumber bahan baku pakan ternak. Tanaman padi menghasilkan dedak, bekatul dan jerami padi. Produksi singkong untuk tapioka ataupun bioetanol menghasilkan onggok, daun dan kulit singkong. Bahan baku pakan lainya berupa bungkil sawit, jagung giling, molase, kulit kopi, bungkil kelapa, kulit pisang, dan kulit nanas.

Ketersediaan pakan ternak melimpah ini dimanfaatkan salah satunya untuk peternakan kambing. Kondisi saat ini, peternakan kambing di Lampung berkembang pesat dengan dukungan pakan dan jaminan pemasaran. Sentra peternakan kambing tersebar luas di Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Lampung Barat. Peternakan kambing juga menggeliat di Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Pesawaran, Pring Sewu, dan Kota Metro. Pemasaran kambing cenderung lebih stabil karena tidak terpengaruh dengan kebijakan impor ataupun pengaruh nilai rupiah terhadap dolar. Hal lain yang membuat semangat beternak kambing karena syariat (tuntunan agama), yang juga banyak terserap untuk acara keagamaan (kurban dan akikah).

Peternakan kambing di Lampung memiliki karakteristik berdasarkan lokasi, cuaca, dan ketersediaan pakan. Di Tanggamus Lampung Barat, breed kambing yang banyak dikembangkan adalah ras besar meliputi peranakan Etawa, Boer-Etawa, dan kambing Saburai. Kambing di dataran tinggi ini dipelihara dengan kandang panggung, diberikan pakan rumput dari daun singkong, daun nangka, kaliandra, dan sisa pertanian.

Berbeda dengan dataran rendah yang cenderung  panas, kambing dipelihara dengan kandang panggung, diberikan pakan rumput fermentasi atau silase. Sumber serat didapatkan dari silase daun singkong yang memiliki protein kasar lebih dari 25%, silase kulit singkong, dengan atau tanpa tambahan pakan penguat berupa konsentrat, atau onggok pres dari pabrik tapioka.

Sementara kambing Jawarandu merupakan kambing dengan ciri tubuh lebih kecil dari kambing Etawa, dengan bobot kambing jantan dewasa dapat mencapai lebih dari 40 kg, sedangkan betinanya dapat mencapai bobot 40 kg. Kambing jantan ataupun betina memiliki tanduk, telinga lebar terbuka, panjang, dan terkulai. Di Lampung, populasi besar kambing Jawarandu tersebar di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Lampung Selatan dengan warna tubuh dominasi cokelat atau krem. 

Berbeda dengan kambing Boer yang tubuhnya lebar, panjang, dalam, berbulu putih, atau berbulu merah (red Boer), berkaki pendek, berhidung cembung, bertelinga panjang menggantung, berkepala cokelat kemerahan atau cokelat muda hingga cokelat tua. Beberapa kambing Boer memiliki garis putih ke bawah di wajahnya. Persilangan pejantan Boer dengan betina Jawarandu diharapkan mendapatkan keunggulan genetik dari kambing Boer sebagai kambing potong.

Peternak kambing di Lampung memilki tujuan tertentu dalam mengembangkan usahanya. Peternak penggemukan memilih kambing jantan dari breed Jawarandu, Boer-Jawarandu, PE, PE cross (PX), atau sebagian kambing Kacang. Pangsa pasar penggemukan kambing disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Penggemukan kambing Kacang disediakan untuk masyarakat yang memiliki acara akikah. Sedangkan kambing Jawarandu dan Boer-Jawarandu biasanya dipelihara 10-12 bulan, disediakan untuk mencukupi kebutuhan kurban untuk pangsa pasar Sumatra dan Jabodetabek. Breed tersebut dipilih karena proporsi daging yang lebih banyak. Seperti diketahui bahwa kambing Boer memiliki karakteristik fisik sangat bagus dengan proporsi otot dan daging yang sangat tebal dan padat, adaptasi pakan sangat baik sehingga menjadi pilihan favorit untuk penggemukan.

Sedangkan penggemukan dengan ras PE atau PX juga dipelihara 10-12 bulan untuk tujuan kurban dengan pangsa pasar large breed, dengan harga lebih dari Rp 5 juta/ekor. Beberapa peternak mengais keberuntungan pemeliharaan kambing PE ras Kaligesing ataupun ras Senduro untuk prestise dan kontes.

Breeding Kambing Menjanjikan
Kambing memiliki siklus birahi 18-21 hari dan lama kebuntingan lima bulan. Kambing dara mengalami masa pubertas mulai umur 10-11 bulan dengan awal perkawinan rata-rata pada umur 12 bulan. Indukan akan kembali menujukkan birahi 1-2 bulan setelah melahirkan, sehingga jarak antar kelahiran (kidding interval) tujuh bulan atau paling lambat beranak tiga kali dalam dua tahun.

Peternak breeding kambing persilangan Boer-Jawarandu di Lampung sebagian besar menggunakan sistem kawin alami di kandang panggung. Pada perkawinan di kandang koloni, satu pejantan biasanya dicampurkan dengan 10-15 betina dalam kurun waktu 45 hari (dua siklus).

Perkawinan alami model lainya adalah deteksi birahi intensif betina Jawarandu di kandang koloni atau kandang individu dan mengawinkannya dengan pejantan Boer di tempat restrain perkawinan atau dicampurkan jantan betina dalam satu malam. Berikut fisiologis reproduksi kambing:

Umur Pubertas

Rata-rata 10 bulan (8-11 bulan)

Siklus birahi

18-21 hari

Lama kebuntingan

150 hari (144-155)

Birahi setelah melahirkan

1-2 bulan

Fase istirahat reproduksi

15 hari

Kidding interval

7-8 bulan

Litter size (jumlah anak pada saat melahirkan)

1,5 (1-3) Dara biasanya melahirkan satu ekor cempe Laktasi berikutnya 2-3 ekor cempe

(Sumber: Istimewa)


Ketersediaan pejantan Boer murni (full blood) di Lampung hingga saat ini masih sangat terbatas, tidak seperti peternakan di Pulau Jawa. Hal ini disebabkan karena full blood bersertifikat memiliki harga fantastis. Pejantan umur dua tahun full blood dengan perfoma tubuh dan reproduksi baik dihargai lebih dari Rp 20 juta/ekor.

Perkawinan jantan Boer murni dengan betina Jawarandu menghasilkan keturunan pertama (F1) dengan materi genetik 50% Boer dan 50% Jawarandu. Pemuliaan genetik menuju murni dibutuhkan perkawinan hingga 4-5 keturunan dengan selalu menggunakan pejantan Boer murni untuk mendapatkan keunggulan genetiknya. Pada fase perkawinan F1-F2-F3-F4 dan seterusnya, kelahiran anak jantan di F1 dan F2 sebagian besar masih digunakan untuk komoditi pembesaran, produksi daging atau potong. Jantan F3-F4 sudah mulai diseleksi dan digunakan untuk pejantan persilangan dengan betina Jawarandu. Betina F1 akan dikawinkan dengan Boer FB (bukan bapaknya), begitu juga dengan F2, F3, dan F4.

Kambing betina F1 (Boer-Jawarandu) memiliki nilai tersendiri untuk melanjutkan pemuliaan genetik, begitu juga dengan betina F2, F3, dan selanjutnya. Tidaklah heran jika kambing betina F1 lepas sapih sudah memiliki harga pasaran lebih dari Rp 1,5 juta. Harga pasaran betina F2, F3, dan seterusnya sudah pasti lebih tinggi lagi.

Kambing jantan F1 dengan genetik 50% Boer, belum terlalu memiliki potensi nilai yang cukup tinggi. Momen setelah kurban dengan kondisi bakalan jumlahnya terbatas, harga F1 menjadi naik secara signifikan, diburu para peternak yang akan mengisi kembali kandang penggemukanya.

Dari tahun ke tahun kondisi tersebut terus berulang, sehingga menjadi peluang emas bagi breeding kambing. Jantan F2, F3, dan seterusnya sudah pasti memiliki nilai lebih tinggi. Sebagian peternak di Lampung memanfaatkan jantan F2 dan F3 untuk pejantan, hal ini disebabkan masih terbatasnya F4, F5, ataupun full blood.

Geliat peternakan kambing di Lampung saat ini menjadi berkah bagi petani dan peternak. Dukungan pakan dan pasar menjadi energi luar biasa untuk berkembang. Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota diharapkan ikut andil dan turun tangan. Peternak kambing di Lampung masih mengalami keterbatasan jumlah pejantan Boer karena harga mahal. Dukungan pemerintah untuk membantu permasalahan ini dengan menyediakan anggaran bantuan kambing pejantan Boer untuk sentra-sentra breeding kambing. Sekaligus mengaktifkan peran balai inseminasi daerah atau nasional untuk memproduksi semen beku kambing Boer, mensosialisasikan inseminasi buatan agar tercipta genetik kambing unggul secara massal dengan waktu lebih cepat dan ekonomis. Sebab potensi peternakan kambing masih sangat luas, serta mampu menyerap tenaga kerja dan mensejahterakan masyarakat pedesaan. ***


Ditulis oleh:
Drh Joko Susilo MSc
Wartawan Infovet daerah Lampung
Mahasiswa Doktoral Sain Veteriner UGM

PENYAKIT MENGANCAM TANPA KENAL JAM

Risiko masalah kualitas air pada musim penghujan meningkat. (Foto: Istimewa)

Dalam setiap musim, baik kemarau dan penghujan tentunya ancaman yang berbeda akan dihadapi peternak. Baik dari segi penyakit dan lingkungan, ancaman tersebut memerlukan strategi yang berbeda.

Cuaca Kering Bikin Ayam Geuring
Di musim kemarau biasanya pada peternakan broiler akan ditemukan kejadian dimana 1-2 ekor ayam yang dipelihara mengalami panting kemudian mati secara tiba-tiba, namun hanya menimpa ayam berukuran besar. Biasanya kejadian tersebut merupakan indikasi ayam mengalami heat stress.

Kematian akibat heat stress cenderung menimpa ayam dewasa karena secara alami tubuh ayam akan menghasilkan panas (hasil metabolisme), ditambah suhu lingkungan yang semakin panas terutama disaat kemarau, sehingga panas dari dalam tubuh tidak bisa distabilkan. Dampak akhir yang terjadi ialah kematian.

Ironisnya, kejadian heat stress tidak hanya terjadi pada ayam broiler, namun juga layer. Yang menjadi pertanyaan seiring adanya perubahan iklim akibat pemanasan global, apakah kasus heat stress hanya disebabkan oleh faktor suhu dan kelembapan lingkungan?

Technical Education and Consultation PT Medion, Drh Christina Lilis, menjelaskan heat stress sudah menjadi problematika utama di dunia perunggasan Indonesia. Stres ini akan muncul ketika ayam tidak bisa membuang panas dari dalam tubuhnya akibat tingginya cekaman suhu.

“Ayam komersial modern yang selama ini kita pelihara termasuk hewan homeotermal, yaitu mampu mengatur suhu tubuhnya sendiri karena memiliki sistem termoregulator. Ayam modern juga lebih sensitif terhadap perubahan suhu, oleh karenanya butuh trik khusus dalam manajemen pemeliharaan,” tutur Christina.

Ia melanjutkan, banyak faktor lain yang memengaruhi kondisi suhu panas di kandang yang membuat ayam stres karena panas, misalnya metabolisme internal dari tubuh ayam, radiasi sinar matahari, aktivitas fermentasi mikroba pada litter kandang. Ketika ayam menghadapi kondisi panas dari berbagai sumber tersebut, ayam akan merespon dengan cara menurunkan suhu tubuhnya melalui pengeluaran kelebihan energi panas dari dalam tubuh.

Mekanisme pengeluaran panas tubuh ini akan berfungsi secara normal (optimal), saat ayam dipelihara pada zona nyaman (comfort zone), di luar kondisi tersebut maka respon ayam untuk mengeluarkan panas tubuh akan berubah. Kondisi tidak nyaman bisa menjadi faktor pemicu munculnya heat stress ialah manajemen pemeliharaan yang kurang baik.

Contohnya pengaturan kepadatan kandang yang tidak sesuai, pemilihan bahan kandang dan konstruksi kandang yang kurang tepat, ventilasi udara tidak baik, serta pemberian ransum dengan kandungan protein berlebihan. Ransum dengan kandungan protein melebihi standar akan dicerna dan zat sisa metabolismenya akan dikeluarkan bersamaan dengan feses, kemudian difermentasi mikroba menghasilkan amonia dan panas.

Musim Penghujan Yang Penuh Ancaman
Di musim penghujan bukan berarti cuaca sejuk dan dingin tidak memengaruhi aktivitas dan performa ayam. Saat musim penghujan, salah satu masalah yang dihadapi yakni kelembapan tinggi. Kelembapan dalam kandang akan memengaruhi suhu. Semakin naik kelembapan, suhu yang dirasakan ayam juga semakin tinggi. Sebaliknya, ayam akan merasakan suhu lebih dingin dibanding suhu lingkungan ketika kelembapan rendah.

Pada kondisi suhu rendah, anak ayam rentan mengalami cold stress alias hipotermia. Hipotermia adalah kondisi turunnya suhu tubuh ayam di bawah normal, kondisi ini lebih sering menyerang ayam muda (0-14 hari), karena belum mampu menyesuaikan suhu tubuh atau termoregulasi sehingga masih sangat bergantung terhadap suhu lingkungan.

Konsumsi pakan dapat meningkat namun konsumsi air minum rendah sehingga tidak tercerna dengan baik. Ayam broiler yang mengalami hidrop ascites karena adanya peningkatan tekanan aliran darah di arteri sehingga plasma darah merembes dan terkumpul di rongga perut. Dampak lain dari kondisi ini adalah memicu necrotic enteritis (NE) karena adanya peningkatan pH sekum untuk aktivitas fermentasi dan populasi Clostridium perfringens penyebab NE pun meningkat.

Menurut Drh Eko Prasetio selaku praktisi perunggasan Tri Group, pada musim penghujan pola dan aplikasi brooding pada ayam muda sangat kritis dan perlu dievaluasi secara intensif. Pasalnya dengan cekaman suhu dingin, kerugian akibat kematian dini kerap terjadi.

Brooding selain penting pada fase pertumbuhan ayam, prinsip utamanya mengondisikan lingkungan senyaman mungkin untuk ayam. Nah, biasanya di musim penghujan ini brooding mestinya memang lebih intensif dilaksanakan, jangan sampai luput dan merugi di kemudian hari,” tutur Eko.

Selain itu, kualitas air di musim penghujan juga menjadi masalah kronis. Berdasarkan data dari Technical Education and Consultaion PT Medion diketahui sebanyak 63,82% dari total sampel air di peternakan mengandung Coliform di atas standar dan 44,84% positif tercemar E. coli. Sumber air yang terlalu dangkal, dekat dengan sumber tumpukan feses, dekat sawah, sungai/rawa, atau septic tank, memiliki risiko besar terkontaminasi E. coli. Adanya kontaminasi bakteri tersebut pada air minum ayam memudahkan infeksi penyakit colibacillosis ataupun tingkat penyembuhan penyakit menjadi rendah.

Kondisi suhu dan kelembapan udara pada musim penghujan meningkatkan risiko pada tumbuhnya jamur pada pakan. Jamur dapat mengurangi palatabilitas ayam, yang juga mengerikan adalah efek toksin yang dihasilkan (mikotoksin), selain dapat menghambat target bobot badan ayam, juga dampak negatif seperti imunosupresi yang berujung pada kematian akibat komplikasi penyakit infeksius.

Arief Hidayat selaku pengamat perunggasan pernah menyatakan bahwa dari data yang ia dapat, pada musim penghujan rata-rata cemaran mikotoksin pada pakan cenderung lebih tinggi daripada musim kemarau, sehingga meningkatkan risiko ayam sakit.

“Kami sudah banyak mengimbau peternak agar jangan hanya mengandalkan toxin binder dan obat saja. Menyimpan pakan dengan baik pada lingkungan yang tepat dapat mencegah tumbuhnya jamur dan menurunkan risiko tercermarnya pakan oleh mikotoksin. Tetapi di lapangan aplikasinya belum sepenuhnya dilakukan juga,” kata Arief.

Selain itu yang perlu diwaspadai juga adalah peningkatan populasi serangga. Saat musim hujan datang, kemunculan larva lalat menjadi hal lumrah di tumpukan feses. Adapun jentik-jentik nyamuk di genangan air atau berkeliarannya kecoa di sela-sela kandang.

Serangga ini berpotensi menjadi vektor bibit penyakit dari dalam feses ke tempat pakan dan air minum. Terlebih saat musim hujan, telur cacing dan bakteri E. coli memiliki daya tahan lebih baik saat berada di luar tubuh ayam. ***

Ditulis oleh:
Drh Cholillurahman
Redaksi Majalah Infovet

DEFISIT STOK, HARGA DAGING AYAM DI SAMPIT MEROKET

Ayam Potong, Meroket Harganya di Sampit
(Foto : Istimewa)


Harga ayam potong di Kota Sampit kembali meroket hingga menembus Rp50-53 ribu per kilogram. Kenaikan disebabkan minimnya pasokan, sehingga ayam yang masih berukuran kecil dan belum waktunya panen terpaksa dijual demi memenuhi permintaan konsumen.

”Pasokan ayam dari Banjarmasin terbatas, karena ayamnya masih belum waktunya panen, terpaksa dijual,” kata Yati Puspita, Pedagang Ayam di Pasar Jalan MT Haryono.

Selain harga tinggi, bobot ayam yang didatangkan juga tidak seperti biasanya.

”Idealnya mencapai 1,7-2 kg per ekor.Ini ayam yang datang 1,2-1,5 kilogram. Ada yang cuma 1 kilogram saja bobotnya per ekor. 

Harga naik sudah empat hari. Per hari ini mulai turun dari Rp53 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram. Stabilnya kisaran Rp35-38 ribu per kg,” katanya.

Pasokan ayam ke Kota Sampit juga mengalami kekosongan, sehingga pedagang ayam di Kota Sampit dijatah tidak sebanyak seperti hari-hari biasanya.

Di tempat pemotongan ayam, kebutuhan rata-rata mencapai 15.000 ekor per hari. Namun, dalam satu pekan terakhir, ayam yang didatangkan hanya 8.000-10.000 ekor yang dibagi ke semua pedagang ayam di Kota Sampit.

”Saya ngambil ayam yang didatangkan dari peternak Banjarmasin. Itu pun dibagi-bagi jatahnya sama pedagang ayam yang lain,” katanya. (INF)

Sementara itu, harga ayam di kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit sedikit lebih murah.“Hari ini (kemarin) harga daging ayam Rp48 ribu per kilo. Lumayan turun,” kata Sita, pedagang di kawasan tersebut.Menurutnya, harga itu sudah turun dari hari sebelumnya yang mencapai Rp52 ribu per kilogram.”Semingguan itu harganya naik terus. Minggu lalu 46 ribu/kg, terus naik, saya sempat jual 52 ribu/kg. Di lain ada yang lebih dari itu, tapi sekarang sudah turun. Murah lagi, soalnya kalau mahal pelanggan juga sepi,” ujarnya. (INF)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer