Gratis Buku Motivasi "Menggali Berlian di Kebun Sendiri", Klik Disini IPB University | Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan -->

WISUDA DAN INAUGURASI SASPRI KE-8 SUKSES DIGELAR

Wisudawan Dari Kabupaten Fakfak 
(Foto : CR)

Program Sekolah Pemberdayaan Rakyat (SPR) yang digagas oleh Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University kembali melakukan prosesi wisudanya yang ke-8. Tepatnya kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (6/6) lalu di Gedung Start Up Center, Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi IPB, Bogor, Jawa Barat.

Sebanyak 75 siswa program yang berasal dari Kabupaten Fakfak (Papua Barat), Sigi (Sulawesi Tengah), dan Kota Kediri (Jawa Timur) diwisuda pada hari itu. Proses wisuda ini melibatkan minimal 14 kampung/desa, dengan 12 kampung di antaranya berasal dari Fakfak yang tersebar di 4 distrik (Arguni, Kokas, Tomage, dan Bomberay). 

Terkhusus, program SPR di Sigi diadopsi oleh Universitas Tadulako, yang telah menerima inovasi dan lisensi dari IPB untuk menjalankan SPR di wilayah Sulawesi Tengah. SPR IPB merupakan model sosial yang terbuka untuk diadopsi oleh perguruan tinggi lain melalui mekanisme pemberian lisensi (transfer inovasi).

Dalam hal ini, IPB dan Universitas Tadulako telah bergabung dalam Aliansi Strategis Pengelola SPR Indonesia (AGISPRINA) dengan komitmen untuk mengembangkan komunitas agromaritim melalui program SPR di seluruh Indonesia. Sampai saat ini, IPB telah mendirikan 75 SPR-1111 (peternakan) di 13 Provinsi dan 23 Kabupaten/Kota, meskipun beberapa diantaranya terhenti karena dampak Covid-19 dan kendala lainnya.

Dalam sambutannya Ketua Panitia Prof Drh Agik Suprayogi yang menjabat Wakil Kepala Bidang Penelitian LPPM IPB menyatakan rasa syukur dan bangganya kepada para wisudawan. 

“Hari ini, kami bersyukur atas kesempatan dari Universitas Tandulako-Palu Sulawesi Tengah untuk mengadakan wisuda bersama dengan satu SPR-1111 Mosangu Masagena dari Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi, sebagai bagian dari kolaborasi dalam AGISPRINA. Kami juga mengakui kemungkinan bagi alumni SPR-IPB untuk diwisuda di Universitas Tandulako atau universitas lain yang tergabung dalam Aliansi tersebut, demi efisiensi dan efektivitas bersama,” tuturnya. 

Lebih lanjut, pada momen bersejarah ini telah meluluskan SPR-Peternakan (SPR-1111), SPR-Pertanian (SPR-0301), SPR-Perkotaan (SPR-0901A), dan SPR-Perkampungan (SPR-0901U) secara bersamaan, sementara sebelumnya hanya SPR-Peternakan yang diluluskan dalam 7 kali wisuda sebelumnya. Di masa mendatang, IPB berencana untuk meluluskan program SPR lainnya, seperti SPR-Perikanan, SPR-Perkebunan, dan SPR-Persampahan.

Mewakili Rektor IPB University, Sekretaris Jenderal Dewan Guru Besar IPB University Prof Drh Mohamad Agus Setiadi Secara khusus mengatakan bahwa pembangunan SPR di Fakfak merupakan bagian dari Proyek Pengembangan Peternakan dan Ketercukupan Pangan di Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat, yang didukung oleh PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim).

Nantinya diharapkan proyek ini akan melakukan ekspansi bisnisnya untuk mengembangkan kawasan industri pupuk di Fakfak. Program SPR juga diharapkan menjadi bagian dari praktik ESG (Environmental Social Governance) dan GCG (Good Corporate Governance) baik IPB University maupun PT. Pupuk Kaltim.

Sebagai informasi, program SPR dimulai sejak deklarasi pada 22 Juni 2023 di Distrik Bomberay Kabupaten Fakfak, dan ditutup dengan program wisuda hari ini di gedung Science Techno Park, Kampus IPB Taman Kencana, serta dilanjutkan dengan program SINTHEDI (Sistem Integrasi Horizontal Ekonomi Distrik) yang akan mengembangkan usaha budidaya ternak unggas ayam petelur dan pedaging dan disusul dengan program SUPERGRINS (Sistem usaha pembiakan Gotong Royong Instansi) dengan komoditas sapi lokal guna mewujudkan ketahanan pangan lokal dan swasembada daging di tanah Papua.

Sebagaimana diketahui juga, SPR merupakan pendekatan inklusif untuk mencapai Sustainable Livelihoods (penghidupan berkelanjutan), yang mendukung pembangunan pedesaan/perkampungan dan masyarakat agromaritim untuk mewujudkan kedaulatan pangan (food sovereignity).

Program Ini adalah terobosan besar untuk meningkatkan kapasitas dan posisi tawar (bargaining position) masyarakat agromaritim dalam menghadapi perubahan dan pembangunan wilayah mereka. SPR bertujuan untuk membentuk komunitas lokal yang mandiri dan berdaya saing, mempersiapkan mereka untuk menghadapi perubahan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.

Harapannya, SPR dapat menciptakan masyarakat agromaritim yang inklusif, tangguh, dan adaptif, serta berperan dalam swasembada pangan dan daging nasional, serta sebagai strategi untuk mengatasi kerawanan pangan. Bahkan berpotensi juga sebagai salah satu strategi pemenuhan logistik untuk mendukung program Makan dan Susu Gratis yang dicanangkan oleh presiden terpilih.

“Kami merasa bangga atas kesuksesan para peserta yang telah menyelesaikan program pembelajaran partisipatif (P3) SPR. Program ini bertujuan untuk mengubah mindset dan kemampuan argumentasi masyarakat agromaritim menjadi agen perubahan di kampung mereka melalui pengembangan bisnis komunal terkonsolidasi. Kami yakin para wisudawan hari ini memiliki optimisme dan keyakinan akan masa depan yang lebih baik melalui kolaborasi bisnis kolektif berjamaah," tutur Agus. (CR)

KONTES AYAM KETAWA NASIONAL 2023 SUKSES DIGELAR

Suasana Kontes Ayam Ketawa 
(Foto : HIMPRO Ornithologi dan Unggas SKHB IPB)

Himpunan Minat Profesi Ornithologi dan Unggas SKHB IPB University menyelenggarakan Kontes Ayam Ketawa Nasional (KAKNAS) 2023 pada Minggu 17 September 2023 di Lapangan Rektorat IPB University. 

Ketua Pelaksana KAKNAS 2023 Siti Nursaumawati mengatakan bahwa acara tersebut merupakan acaran tahunan yang sudah dilaksanakan secara rutin sejak tahun 2012, tujuannya untuk mengenalkan ayam ketawa kepada Masyarakat awam karena ayam ketawa merupakan kegiatan kontes ciri khas dari Himpunan Minat Profesi Ornithologi dan Unggas SKHB IPB University.

Ia melanjutkan bahwa KAKNAS 2023 atau Kompetisi Ayam Ketawa Nasional  merupakan ajang bergengsi kompetisi kokok ayam ketawa dengan pendaftar yang berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Acara KAKNAS 2023 merupakan hasil dengan kolaborasi dari HIMPRO Ornithologi dan Unggas SKHB IPB University dan komunitas ayam ketawa Indonesia (P3AKSI).

Pada kesempatan yang sama dalam sambutannya Dekan SKHB IPB University Drh Amrozi PhD mengatakan bahwa SKHB IPB University menyambut para peserta KAKNAS 2023 yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan sangat terbuka dan gembira.

"Kami sangat senang bahwa ajang ini dapat kembali digelar untuk kesekian kalinya, semoga dengan terselenggaranya acara ini minat masayarakat terhadap ayam ketawa semakin meningkat dan dapat menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap ayam ketawa yang juga plasma nutfah asli Indonesia," kata Amrozi.

Salah satu perwakilan P3AKSI Ratro mengatakan bahwa acara kaknas berlangsung sangat luar biasa, penyambutan dari panitia kepada komunitas juga sangat antusias.

"Lokasi yang dipilih menurut saya sangat luar biasa karena langsung di area kampus IPB Bogor. Kalau bisa kaknas dijadikan sebagai event tahunan, P3AKSI sangat membutuhkan dan menantikan acara ini tiap tahunnya. Kami sangat senang atas terselenggaranya acara ini," kata dia.

Keluar sebagai pemenang dalam kontes tersebut yakni ayam dengan nama Kapten Boy milik H. Dani asal Cijantung, ayamnya menyandang gelar Grand Champion dalam gelaran kaknas 2023.

Menurut dia acara Kaknas ini sudah sangat bagus penyelenggaraannya namun begitu masih ada beberapa aspek yang harus diperbaiki. Misalnya pendampingan senior atau alumni yang pernah terlibat dalam event seharusnya dilakukan, karena pengalaman mereka dibutuhkan dalam mengatasi hal - hal tak terduga di lapangan.

"Saya berharap acara ini perlu ada keberlanjutan setiap tahunnya karena ditunggu-tunggu pecinta Ayam Ketawa. Selain itu harapannya acara ini bisa lebih baik kedepannya dan lebih matang . Salut untuk semua pihak yang telah mendukung keberlangsungan acara ini, " tutur Dani.

Pada tahun ini KAKNAS 2023 juga bergabung dengan acara  Agrisymphony, yaitu rangkaian acara untuk memeriahkan perayaan DIES NATALIS IPB ke-60. Hal ini ikut menambah pamor dan audiens acara KAKNAS 2023  karena juga diramaikan dari civitas dan alumni serta keluarga besar alumni IPB University. Rangkaian acara KAKNAS 2023 termasuk diantaranya: lomba kokok ayam ketawa (untuk masyarakat umum) dan lomba fotografi online/offline (untuk mahasiswa se-Indonesia). (CR)



HANTER IPB GELAR REUNI AKBAR HARI PULANG KANDANG

Rektor IPB University, Walikota Bogor, Dekan Fapet IPB, dan Wagub Sumbar Menghadiri HPK
(Sumber : Istimewa)


Himpunan Alumni Peternakan Institut Pertanian Bogor (Hanter IPB) University menggelar reuni akbar Hari Pulang Kandang di IICC Botani Square Bogor, Minggu 19 Februari 2023. Reuni yang dihadiri kurang lebih 1.200 orang anggotanya ini ingin memberi semangat peternak Indonesia dalam memajukan ketahanan pangan dari unsur hewani.

Ketua Panitia Hari Pulang Kandang tahun 2023 Wisnu Brata Ratning Sayekti mengatakan kegiatan yang dilaksanakan sepekan sejak Minggu 12 Februari 2023 hingga Minggu 19 Februari 2023 telah menyelenggarakan serangkaian acara penuh kreativitas untuk mengingatkan potensi peternakan di Indonesia.

"Reuni akbar untuk Fakultas Peternakan (IPB) dari angkatan minus sampai angkatan terakhir lulus angkatan ke-55 plus melibatkan semua jenjang S1, S2, S3 dan alih jenjang," kata dia.

Wali Kota Bogor, Bima Arya yang menghadiri puncak Hari Pulang Kandang, Hanter IPB University mengapresiasi reuni produktif yang digelar Hanter IPB University.

"Reuni produktif itu kalau ada manfaatnya untuk kampus, ada manfaatnya untuk kota, manfaat untuk silaturahmi. Dan itu semua ada di sini, reuni akbar Hari Pulang Kandang," katanya.

Kota Bogor, kata Bima Arya, tidak bisa lepas dari IPB University. Di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor ada banyak ASN. Bahkan kepala dinas yang merupakan lulusan IPB, begitu pun di DPRD Kota Bogor juga banyak lulusan IPB yang menjadi legislatif, selain itu dalam inovasi juga tidak lepas dari campur tangan IPB.

Ia pun kemudian kembali mengajak alumni untuk bisa berkolaborasi ikut membangun Kota Bogor. Di lokasi yang sama, Rektor IPB University, Prof Arif Satria menjelaskan bahwa kunci keberhasilan diantaranya adalah inspirasi, inovasi dan integritas.

"Integritas menjadi kunci utama karena salah satu dari 10 kunci sukses itu integritas. Dengan integritas timbul sebuah kepercayaan, dengan orang percaya bisa membangun masyarakat dengan rasa saling percaya yang tinggi," katanya.

Ketika semua itu berjalan, maka akan tercipta sebuah kolaborasi untuk mengembangkan atau menciptakan inovasi-inovasi baru yang kemudian akan menjadi inspirasi.

"Sehingga Fakultas Peternakan bisa terus menjadi fakultas yang paling banyak inovasi sehingga banyak memberikan inspirasi, negara bisa maju kalau di dalamnya adalah ada orang-orang yang penuh dengan inovasi dan menginspirasi," katanya.

Saat ini lanjut Arif, salah satu program IPB University yang saat ini dijalankan adalah dosen pulang kampung. Dari total 750.000 desa di Indonesia, 4.300 desa sudah didatangi oleh IPB University yang membawa hasil-hasil inovasi ke desa-desa.

Reuni Akbar Fakultas Peternakan IPB University Hari Pulang Kandang sudah dimulai pada 12 Februari 2023 saat kick off peresmian gedung di IPB Dramaga. Kemudian dilanjut dengan berbagai kegiatan perlombaan yang menarik.

Dalam reuni ini juga ada pemberian beasiswa sehingga tidak ada mahasiswa yang tidak lulus, hingga dana sosial untuk keluarga alumni, pensiunan dosen dan kegiatan sosial lainya. (INF)

TRANSFORMASI FKH IPB UNIVERSITY MENJADI SKHB

Rektor IPB University Prof Arif Satria Memberikan Sambutannya

Melalui Surat Keputusan Rektor IPB Nomor 328 Tahun 2021, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) secara resmi bertransformasi menjadi Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB). Sejalan dengan hal tersebut, digelar “Launching SKHB” bertempat di Aula Serbaguna SKHB Kampus IPB Dramaga Bogor, (28/12).

“Transformasi tersebut dilakukan dalam rangka penguatan terhadap profesi dokter hewan dalam menjawab berbagai tantangan global. Seperti one health, ketahanan pangan, bioteknologi medis, penyakit zoonosis dan tenaga dokter hewan spesialis,” ungkap Dekan SKHB IPB University, Prof Deni Noviana

Prof Deni menjelaskan, transformasi FKH menjadi SKHB berawal dari proses yang panjang sejak 2018. Sebagai lembaga studi kedokteran hewan tertua di Indonesia, transformasi tersebut membuka pintu bagi pengembangan keilmuan di SKHB yang beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Kedepannya, SKHB akan mengembangkan prodi serumpun seperti Prodi Sarjana Sains Biomedis dan Prodi Farmasi. Tidak menutup kemungkinan, akan dibuka Program Pendidikan Spesialis Dokter Hewan. Oleh karena itu, kami meminta dukungan dari segala pihak,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Rektor IPB University, Prof Arif Satria berpesan, sudah saatnya SKHB berfokus dalam menghasilkan insan pembelajar yang cepat, lincah dan tangguh. Selain itu, ia mendorong mahasiswa SKHB agar kelak menjadi technopreneur.

“Mahasiswa SKHB akan dibekali ilmu bisnis dan manajemen. Setelah lulus, mereka menjadi pencipta kesempatan, bukan penunggu kesempatan. Kami membentuk mahasiswa yang memiliki mindset kuat dan adaptif terhadap perubahan,” jelasnya.

Prof Arief berharap, SKHB dapat memberikan sumbangsih besar melalui inovasi yang dikembangkan, khususnya dalam pengembangan vaksin. Menurutnya, kolaborasi dengan berbagai mitra menjadi kunci dalam memajukan SKHB IPB University menjadi pusat ilmu kedokteran hewan yang unggul di Indonesia.

“ SKHB harus memberikan perubahan untuk kemajuan. Selain berkolaborasi dengan banyak mitra, inovasi perlu dikembangkan. Semakin banyak inovasi yang dihasilkan, semakin banyak inspirasi yang ditebar. Itulah awal kemajuan bangsa, menginspirasi tidak hanya dengan kata, namun juga disertai karya,” harapnya.

Dalam kesempatan ini juga dilaksanakan penandatangan kerjasama antara IPB University dan Polda Metro Jaya. Kerjasama tersebut menyangkut pemeliharaan dan konservasi K-9 (anjing pelacak). Tidak sampai di situ, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran, MSi menegaskan kerjasama yang telah disepakati ini juga berupa riset bersama dan magang mahasiswa.

“Tidak hanya K-9 saja, kami berharap unit ini dapat menjadi ekosistem dan wahana pelestarian satwa endemik Indonesia yang hampir punah. Kerjasama ini merupakan wujud gerak bersama Polda Metro Jaya dengan IPB University. Apabila dilandasi sinergitas dan kerjasama yang solid, manfaatnya dapat terasa bagi semua pihak,” pungkasnya.

Selain itu, dilaksanakan penandatangan perjanjian kerjasama antara SKHB IPB University dengan beberapa mitra, yaitu PT Royal Canin Indonesia, Koperasi Peternak Garut Selatan (KPGS) Cikajang, Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang dan Super Unggas Jaya. (INF)


IPB UNIVERSITY RINTIS SEKOLAH PETERNAKAN RAKYAT DI KABUPATEN BLORA

Prof Muladno bersama Bupati Blora (kedua dari kiri) dalam acara sosialisasi SPR

IPB University merintis didirikannya Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di Kabupaten Blora. Hal tersebut merupakan tindak lanjut penandatanganan MoU antara Bupati Blora dengan Rektor IPB University beberapa waktu lalu dalam rangka Sesarengan mBangun Blora di sektor peternakan.

Tim yang dipimpin Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University Prof Muladno, menggelar sosialisasi kepada para Camat, Kepala Desa, dan petani peternak di hall pertemuan Hotel Al-Madina Blora, Jumat (19/8/2022).

Hadir langsung Bupati Blora,  Arief Rohman dan Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati bersama beberapa pejabat di Kabupaten Blora seperti Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan, dan jajarannya.

Prof Muladno yang juga mantan Dirjen Peternakan dan Keswan Kementan itu mengaku senang bisa hadir di Blora. Pihaknya bersedia membantu pembangunan sektor peternakan yang menurutnya Blora memang mempunyai potensi besar.

“Setelah sejak dua tahun lalu berkomunikasi dengan Pak Arief, Pak Bupati, akhirnya kini saya bisa berjumpa langsung dengan beliau disini. Terimakasih Pak Bupati yang bulan lalu telah menjalin MoU dengan Pak Rektor IPB sebagai dasar program SPR ini,” ucap Prof Muladno.

Menurutnya, peternakan menjadi sektor yang penting untuk mendukung terwujudnya kedaulatan pangan nasional. Sehingga sudah seharusnya para peternak kecil di pedesaan bisa memperoleh ilmu dan pendampingan untuk mengembangkan usahanya.

“Di Indonesia ini, sebagian besar kebutuhan daging nasional dipenuhi oleh para peternak kecil di berbagai daerah yang punya sapi 2 sampai 4 ekor," sambungnya.

Sisanya baru perusahaan peternakan dimana sapinya justru beli dari Australia.

"Maka jika kita ingin daulat daging, peternak desa-desa harus kita damping untuk berkembang. Salah satunya lewat SPR ini nanti,” jelasnya.

Sebagai pilot project, tahap awal ini menurutnya SPR akan dilaksanakan di Desa Palon, Kecamatan Jepon, dan Desa Pengkolrejo, Kecamatan Japah.

“Jadi nanti peternak rumahan di desa itu kita kumpulkan untuk belajar bersama, sekaligus praktik, hal itu agar peternak bisa ikut membangun industri peternakan di wilayahnya sendiri.Untuk pembiayaan program ini InsyaAllah dibantu IPB dan Kementan." terangnya.

"Sedangkan untuk pelaksanaannya akan kita carikan skema pinjaman bunga rendah, seperti yang pernah disampaikan Pak Bupati,” tambahnya.

Pada kesempatan itu Bupati Arief Rohman menyampaikan terimakasih kepada Prof Muladno dan tim yang beranggotakan para dosen IPB Bogor asli Blora, atas kesediaannya hadir memberikan ilmu peternakan kepada peternak lokal di Blora.

“Pak Kades, dan para peternak yang sudah hadir harus bersungguh-sungguh mengikuti program ini. Nek ra berhasil nanti tak coret, tidak akan dikasih bantuan program pengembangan peternakan atau lainnya," kata Bupati Blora.

Dikatakannya, harus sungguh-sungguh, apalagi program ini dibiayai oleh IPB dan Kementan. Sedangkan untuk modalnya kalau bisa nanti kita skema pinjaman bunga rendah.

"Kalau pinjaman itu ada tanggung jawab mengembalikan, namun kalau bantuan pasti habis tidak berkelanjutan,” papar Bupati.

Bupati Arief Rohman ingin agar potensi peternakan sapi di Kabupaten Blora benar-benar bisa berkembang untuk mendorong kesejahteraan para petani peternak.

“Selama ini masih banyak yang hanya sekedar rojo koyo. Hanya untuk tabungan saja kalau perlu dana dijual," ungkapnya.

Padahal, lanjut Bupati, kita punya populasi sapi terbesar di Jawa Tengah. Kita punya mimpi SPR ini nanti tidak hanya di Kecamatan Jepon dan Japah saja. Namun kedepan setiap Kecamatan bisa memiliki SPR.

"Jepon dan Japah ini harus sungguh-sungguh sebagai contoh awal,” sambung Bupati.

Dikatakan, pihaknya tertarik dengan SPR karena beberapa tahun lalu mendengar sukses story peternakan justru dari Kabupaten sebelah.

Sedangkan Blora yang punya potensi besar justru belum punya SPR. Oleh karena itu SPR di Blora harus bisa dijalankan dengan baik. Untuk penjualan hulu hilirnya, Pemkab juga telah menjalin MoU dengan PD Dharma Jaya DKI Jakarta.

Untuk diketahui Sentra Peternakan Rakyat (SPR) merupakan suatu kawasan tertentu sebagai media pembangunan peternakan dan kesehatan hewan yang di dalamnya terdapat populasi ternak tertentu yang dimiliki oleh sebagian besar pemukim di satu desa atau lebih, serta sumber daya alam untuk kebutuhan hidup ternak (air dan bahan pakan).

Di dalam SPR, terdapat Sekolah Peternakan Rakyat (Sekolah PR) yang merupakan sarana transfer ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membangun kesadaran peternak dan mendorong tindakan kolektif.

Melalui SPR, peternak berskala kecil baik individu maupun yang sudah tergabung dalam kelompok atau asosiasi didorong untuk berkonsolidasi membangun perusahaan kolektif yang dikelola secara profesional dalam satu manajemen. Ini merupakan salah satu upaya untuk menjadikan peternak berdaulat dan memiliki posisi tawar lebih tinggi.

“Sapinya bisa berkembang dengan baik dan menguntungkan. Kotorannya bisa dimanfaatkan untuk pupuk organik," kata Bupati.

Jadi nanti pertanian organiknya juga harus jalan. Kedepan pertanian organik ini menjadi produk yang mahal dan banyak dicari orang. (INF)

IPB UNIVERSITY BERMINAT KEMBANGKAN PETERNAKAN SAPI DI BLORA

Pertemuan perwakilan IPB bersama Bupati Blora

Potensi populasi sapi di Kabupaten Blora yang jumlahnya besar mulai banyak dilirik perguruan tinggi yang memiliki disiplin ilmu peternakan dan turunannya.

Setelah beberapa waktu lalu ada UGM Yogyakarta dan PT. Andini Blora Gama Sejahtera (ABGS) yang akan mendirikan peternakan sapi modern hulu hilir di Desa Megeri.

Kini hadir Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga ingin berkontribusi dalam pembangunan peternakan sapi di Blora.

Jumat malam (11/3/2022), sekira pukul 20.00 WIB, Tim Departemen Agribisnis IPB Bogor datang langsung ke Blora untuk melakukan presentasi dan penjajakan pengembangan peternakan sapi dengan Bupati H. Arief Rohman, S.IP., M.Si.

Tim diterima langsung oleh Bupati di kantor Sekretariat Daerah, Jl. Pemuda no.12 Blora. Tim terdiri dari Dr. Ir. Suharno, M.Adev (Wakil Program Studi S2 Agribisnis IPB).

Kemudian Dr. Ir. Anna Fariyanti, M.Si (Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen Bidang Akademik dan Kemahasiswaan); serta Dr. Ir. Dwi Rachmina, M.Si (Ketua Departemen Agribisnis FEM IPB).

Ketiganya bersama anggota lainnya berdiskusi dengan hangat bersama Bupati H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., didampingi Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan, Sekretaris Dinas Pendidikan dan para Kabid DP4.

Kepada Bupati dan jajarannya, Dr. Ir. Suharno, M.Adev menyampaikan bahwa pihaknya bersama tim berminat ikut membangun peternakan Blora karena disini potensi sapi sangat besar.

“Komoditas unggulan peternakan Blora adalah sapi , terbesar di Jawa Tengah dan kedua terbesar di Indonesia. Jumlah ini meningkat sebesar 7.22%/tahun. Namun pengelolaan usaha ternak belum mengarah pada pengelolaan bisnis dan masih bersifat individu. Dan juga keterbatasan pakan ternak terbatas pada musim kemarau dan belum mengoptimalkan sumberdaya yang ada (limbah jerami, bungkil jagung, limbah tebu dan lainnya). Sehingga kami tertarik untuk ikut membantu,” ungkap Suharno.

“Kami ingin mengembangkan agribisnis peternakan di Kabupaten Blora, dengan menjalankan bisnis sapi potong sebagai ekonomi andalan kawasan berlandaskan ilmu dan teknologi . Kemudian meningkatkan pendapatan peternak dan mempercepat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora,” tambahnya.

Gagasan ini menurutnya akan diwujudkan melalui program Kedaireka - Matching Fund Agribisnis - Pemda Blora. Serta Pengembangan Agribisnis Peternakan Sapi Potong Melalui Inovasi Kelembagaan Sekolah Peternak Rakyat di Kabupaten Blora.

Diskusi berlangsung hingga larut malam bersama SKPD terkait untuk memetakan wilayah mana yang akan dijadikan percontohan program dari IPB ini.

Bupati H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., menyampaikan rasa bangganya dan apresiasi setinggi-tingginya atas niat baik IPB Bogor dalam keikutsertaannya untuk bersama-sama membangun sektor peternakan di Kabupaten Blora.

“Ya semalam kita diskusi bersama di kantor hingga larut malam. InshaAllah IPB Bogor bersedia membantu kita lewat program Kedaireka - Matching Fund Agribisnis - Pemda Blora untuk Sesarengan mbangun Blora dalam hal Pengembangan Agribisnis Peternakan Sapi Potong Melalui Inovasi Kelembagaan Sekolah Peternak Rakyat di Kabupaten Blora,” ungkap Bupati, Sabtu (12/3/2022) pagi.

Menurut Bupati, ada beberapa desa yanag akan dicurvei terlebih dahulu untuk menentukan mana lokasi yang cocok.

“Rencananya akan melakukan survei terlebih dahulu ke beberapa desa. Kita minta SKPD terkait untuk mendampingi, seperti ke Desa Palon Kecamatan Jepon, Desa Pengkolrejo Kecamatan Japah, dan beberapa desa lainnya.Mohon doa nya semoga tahapannya lancar agar kedepan para peternak di Kabupaten Blora semakin baik, dan dapat meningkatkan kesejahteraan nya. Dengan begitu perekonomian Blora dari sektor peternakan juga akan tumbuh,” jelas Bupati. (INF)

FKH IPB UNIVERSITY BERTANSFORMASI MENJADI SKHB

FKH IPB University, bertansformasi menjadi SKHB

Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB University akan berubah namanya menjadi Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB), hal tersebut diinformasikan oleh Dekan SKHB IPB University, Prof drh Deni Noviana disela - sela acara Munajat Cinta IKA FKH IPB Sabtu (12/3).

Ia menyampaikan, perubahan ini dilakukan untuk memenuhi Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2013 tentang Anggaran Dasar Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Peraturan Majelis Wali Amanat Nomor 06/MWA-IPB/P/2020 tentang Struktur dan Organisasi Kerja IPB yang mengatur tentang penegakan kegiatan akademik. dari satu ruang lingkup studi atau memiliki karakteristik tertentu harus dilaksanakan dalam bentuk sekolah.

“FKH merupakan bagian dari IPB University yang memiliki satu ruang lingkup kajian. Melalui Surat Keputusan Rektor IPB Nomor 328 Tahun 2021, berubah nama menjadi Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB),” ujarnya.

Lebih dari itu, lanjutnya, perubahan ini dilakukan untuk memperkuat profesi dokter hewan untuk menjawab tantangan dan isu global seperti One Health, ilmu biomedis, bioteknologi klinis, dan spesialisasi kedokteran hewan di bidang kesehatan hewan.

Namun, Prof Deni menyatakan bahwa SKHB IPB University memiliki kurikulum yang ditetapkan secara nasional sama dengan FKH IPB University oleh Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI) dengan Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI). Kurikulum ini mengacu pada standar International Day 1 Competency Office International des Epizooties (OIE).

“Dengan bentuk sekolah ini, SKHB IPB University dapat membentuk program-program baru di bawah SKHB seperti biomedis, farmasi, spesialisasi veteriner, dan program lain dalam lingkup studi yang sama,” jelasnya.

Seiring dengan itu, lanjutnya, FKH IPB University bertransformasi menjadi SKHB mulai 28 Desember 2021, namun proses transisi dan penyesuaian administrasi berlangsung selama satu tahun.

“Pada masa itu nama dan atribut FKH IPB University masih bisa digunakan sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, kami mohon dukungan dan kerjasama dari semua pihak,” pungkasnya. (CR)

PERINGATAN HUT SASPRI KE-3

Teten Masduki Memberikan keynote speech pada acara RAKERNAS SASPRI

Solidaritas Alumni SPR Indonesia (SASPRI) memperingati hari jadinya yang ke-3 pada 10 November 2021 yang lalu. Pada hari ini SASPRI mengadakan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) yang kedua secara hybird baik luring dari UNISKA Kediri maupun daring melalui Zoom Meeting dengan tema "Mewujudkan Organisasi Peternak yang Kredibel dan Akuntabel".

Dalam pidato pembukaannya Wali Utama SASPRI Prof Muladno menyatakan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung SASPRI. Ia juga bercerita mengenai awal mula terbentuknya SPR (Sekolah Peternakan Rakyat) dan SASPRI yang kini sudah memilki sepuluh perwakilan di daerah yang tersebar di beberapa Kabupaten di Indonesia.

"Misinya sederhana kami ingin memperkuat kelembagaan peternakan rakyat yang solid di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu kami ingin peternak rakyat lebih berdaulat dan memiliki daya saing, " tutur Muladno.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki dalam keynote speech-nya menyampaikan apresiasi dan dukungan yang setingi-tingginya kepada SASPRI. Ia pun setuju bahwa sebagai negara yang menganut sistem ekonomi kerakyatan, peternak rakyat harus bisa berdaulat dan dapat ikut andil membangun negeri melalui penyediaan protein hewani untuk masyarakat.

Teten juga menekankan agar peternak rakyat ikut dalam program Kemenko & UKM misalnya KUR. Karena faktanya saat ini pemerintah memfokuskan anggaran belanjanya sebesar Rp 374 Triliun yang 70% nya dialokasikan kepada UMKM, sehingga ini menjadi peluang bagi pengusaha UMKM untuk berkembang.

"Kami mengajak dan memfasilitasi peternak rakyat untuk ikut program kami, dengan cara membentuk kelompok atau koperasi sehingga lebih kuat dan nantinya diharapkan memiliki badan hukum. Jadi kebersamaan ini akan saling menguatkan," tandasnya.

SASPRI Bersinergi Dengan Stakeholder

Dalam kesempatan yang sama diadakan semacam pemaparan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masayarakat (LPM) IPB University dan Pemerintah cq Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Dalam paparanya yang diwakili oleh Enan Rustandi, Kepala LPM IPB University dikatakan bahwa pemerintah dalam hal ini Kemenristekdikti menambah kriteria penilaian baru terhadap suatu universitas dimana suatu universitas diwajibkan untuk lebih intim dan in touch kepada masyarakat. Singkatnya civitas dari suatu kampus harus lebih masuk dan mengaplikasikan ilmunya kepada masyarakat baik mahasiswa, dosen, bahkan guru besar sekalipun. 

"Dengan adanya sistem SPR dan SASPRI yang digagas oleh Prof Muladno ini, kami jadi lebih dipermudah untuk in touch dengan masyarakat. Baik masyarakat di sekitar kampus maupun di sleuruh penjuru negeri, ini merupakan kesempatan yang baik tentunya," tutur Enan.

Selain itu menurut Enan hingga kini para anggota SASPRI akan diproritaskan oleh IPB dalam jejaring mereka karena sudah dianggap seperti alumni IPB itu sendiri. Sehingga nantinya mahasiswa yang hendak melakukan pengabdian masyarakat akan diproritaskan menuju daerah - daerah yang sudah memiliki SASPRI.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Pakan Ternak yang diwakili Erliza Diany Kasubdit Ruminansia Potong memaparkan bahwa pemerintah bersyukur dengan adanya SPR dan SASPRI. Hal tersebut karena SASPRI dapat disinergikan dengan berbagai program pemerintah misalnya program Desa Koorporasi Sapi.

"Kami terbantu sekali dengan adanya SASPRI ini dan kami harapkan SASPRI ini dapat menyebar ke seluruh wilayah Indonesia karena secara langsung SASPRI mendukung program - program kami. Untuk kami sangat berterima kasih," tuturnya.

Hingga diturunkannya berita ini, RAKERNAS SASPRI ke-2 masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan appaun. (CR)






ARTIKEL POPULER MINGGU INI

ARTIKEL POPULER BULAN INI

ARTIKEL POPULER TAHUN INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer