-->

MIPI WPSA RAMAIKAN ILDEX, GELAR SEMINAR MANAJEMEN LINGKUNGAN & TEKNOLOGI UNTUK UNGGAS

Foto bersama dalam seminar MIPI WPSA di ILDEX Indonesia 2025. (Foto: Dok. Infovet)

Perkumpulan Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia/The World's Poultry Science Association Indonesian Branch (MIPI WPSA), turut meramaikan pameran ILDEX Indonesia 2025, 17-19 September 2025 di ICE BSD, Tangerang, Banten.

Mengambil tempat di ruang Garuda 6A, Kamis (18/9/2025), MIPI WPSA menampilkan seminar bertajuk "Manajemen Lingkungan Berkelanjutan & Teknologi Adaptif untuk Unggas Produktif di Era Modern".

Presiden MIPI WPSA, Maria Ulfah, dalam sambutannya menyebut bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan industri perunggasan Tanah Air saat ini.

"Tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas, tapi juga bagaimana memastikan keberlanjutan industri peternakan, ekonomi, dan lingkungan, dengan penerapan teknologi yang inovatif dan adaptif," ujar Maria.

Sebab, lanjut dia, industri perunggasan merupakan pilar utama dalam ketahanan pangan nasional. Tingginya produktivitas harus diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang baik.

Bertepatan juga dengan bulan hari jadi MIPI WPSA yang ke-33 tahun, pihaknya terus berkomitmen menjadi wadah dan menjembatani para akademisi, industri, pemerintah, dan praktisi, dalam berbagai peran strategis di bidang perunggasan nasional dengan mendorong kolaborasi lintas sektoral.

"Industri unggas modern harus memadukan produktivitas dan keberlanjutan. Kami yakin dengan sinergi yang kuat akan mampu memainkan peran nyata dalam ketahanan pangan dan memberikan kontribusi global dalam keamanan dan kemandirian pangan," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Kementerian Pertanian, Harry Suhada, mengemukakan bahwa memang masih banyak tantangan dalam sektor perunggasan, salah satunya adalah isu lingkungan.

Oleh karena itu, pembangunan perunggasan harus efisien, adil, dan ramah lingkungan, sehingga menghasilkan produktivitas yang tinggi tanpa merusak bumi.

"Pemerintah melalui Ditjen PKH terus mendorong integrasi strategi mitigasi lingkungan. Pengelolaan limbah ternak menjadi energi terbarukan, efisiensi kandang berbasis teknologi, serta pengurangan emisi gas rumah kaca menjadi agenda prioritas," kata Harry.

Selain itu, penguatan data perunggasan berbasis IT, inovasi bioteknologi pakan, dan program bebas penyakit unggas strategis juga masih terus dijalankan.

Pemanfaatan teknologi yang adaptif tercermin dalam salah satu materi seminar yang disampaikan oleh Jack Cheng dari Strowin Group, Tiongkok. Ia menjelaskan pemanfaatan enzim untuk pakan unggas sebagai solusi modern.

"Teknologi enzim meningkatkan efisiensi pakan, mengurangi emisi, dan mendukung produksi unggas yang ramah lingkungan," ujar Jack.

Adapun pembicara lainnya yakni Atifa Asghar, dari Poulta Inc. USA, menekankan soal integrasi teknologi presisi dalam manajemen kandang. Seperti teknologi sensor, AI, dan big data, digunakan untuk memantau kesehatan ayam, konsumsi pakan, hingga kualitas udara secara real time.

“Teknologi ini memungkinkan peternak bekerja lebih efisien, menjaga lingkungan, sekaligus memastikan kesejahteraan hewan,” tukasnya. (RBS)

PENGURUS KAPGAMA RESMI DILANTIK, ACHMAD DAWAMI MENJADI KETUA

Pengurus KAPGAMA resmi dilantik oleh Ketua Harian KAGAMA, Budi Karya Sumadi (Foto: Istimewa)

Acara pelantikan Pengurus Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (KAPGAMA) digelar dalam rangkaian pameran internasional ILDEX 2025 di ICE BSD, Rabu (17/9). Momen ini menjadi ajang penting bagi alumni Fakultas Peternakan UGM untuk memperkuat sinergi dan kontribusi nyata dalam pembangunan sektor peternakan nasional.

Ketua KAPGAMA, Achmad Dawami mengungkapkan bahwa hari ini menjadi hari yang bersejarah karena Ketua Harian Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA), telah melantik pengurus KAPGAMA. Ini merupakan tugas yang kelihatannya ringan, tapi maknanya sangat tinggi.

“Sebagai contoh, saya sendiri baru sadar beberapa tahun terakhir ini, bahwa peternakan berperan besar sekali terhadap pertumbuhan dan kecerdasan bangsa kita. Maka tak heran MBG menjadi program prioritas, dengan anggaran yang luar biasa besar. Apa tujuannya? Untuk meningkatkan konsumsi protein, khususnya hewani demi kecerdasan bangsa,” kata Achmad.

Achmad menambahkan bahwa dulu sektor peternakan dipandang sebelah mata. Dia bersyukur saat ini telah menjadi prioritas dan mempunyai peran besar bagi negara. “Saya kebetulan berkiprah di perunggasan, dan dari bidang ini saja, takeover dalam satu tahun tidak kurang dari 700 triliun rupiah dan melibatkan puluhan juta tenaga kerja yang terafiliasi di dalamnya,” tambahnya.

Dengan sorotan tersebut, tentu ini menjadi tugas yang berat bagi semua pengurus. Achmad juga mengucapkan terima kasih kepada semua pengurus, “Mari kita jangan bosan berdiskusi dan berkonsultasi dengan pengurus Kagama, yang orang-orang besar semua, dan apa yang bisa kita perbuat untuk memajukan peternakan dan berkontribusi pada negara.”

Dalam sambutannya, Prof Ir Budi Guntoro, SPt, MSc, PhD, IPU, ASEAN Eng, Dekan Fakultas Peternakan UGM menyampaikan ucapan apresiasi kepada seluruh pengurus KAPGAMA. Menurutnya momentum ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara alumni dan institusi, serta memperluas kontribusi alumni dalam pembangunan nasional khususnya di sektor peternakan dan pangan.

Budi mengatakan, “KAPGAMA tidak hanya mencakup lulusan S1 semata, melainkan juga lulusan jenjang lain, seperti S2, S3 hingga insinyur. Berdasarkan data yang dimiliki, jumlah alumni S1 Fakultas Peternakan UGM saat ini tercatat 6.903 orang, sementara alumni S2 berjumlah 1.046, alumni S3 sebanyak 167, serta alumni Insinyur Peternakan mencapai 836 orang. Kalau dibandingkan dengan kampus lain, jumlah ini sebenarnya masih relatif kecil. Misalnya di Universitas Brawijaya yang satu angkatan bisa mencapai 800-an. Namun demikian Fapet UGM selalu berkomitmen menjaga mutu pendidikan dan menomorsatukan kualitas.”

Budi menilai selama ini alumni Fakultas Peternakan UGM telah berperan besar tidak hanya sebagai praktisi dan akademisi, tetapi juga inovator yang mampu menjawab tantangan global. Menurutnya keterlibatan alumni dari berbagai jenjang pendidikan menjadi kekuatan kolektif yang strategis bagi pembangunan peternakan nasional.

Sementara itu, Tri Melasari selaku Direktur Pakan yang mewakili Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, mengajak pengurus baru KAPGAMA untuk berkolaborasi dalam mendukung program swasembada daging dan susu nasional. Ia menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan pengurus, serta menekankan bahwa momentum ini menjadi peluang penting bagi Ditjen PKH dan KAPGAMA untuk bekerja sama dan saling mendukung dalam bidang peternakan.

“Pada saat ini kita ketahui bahwa Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, dalam rangka mendukung menuju swasembada terutama daging sapi dan susu, memiliki tantangan yang besar. Selain itu, ada juga program makan bergizi. Dan meskipun untuk ayam dan telur kita sudah sesuai swasembada, tetapi kalau kita hitung kebutuhan makan bergizi, tetap harus ada upaya-upaya yang terus kita lakukan,” kata Tri.

Tri juga menyampaikan harapannya agar melalui kolaborasi yang terjalin, target swasembada protein hewani dapat tercapai sekaligus mendukung program pangan bergizi nasional. Ia menegaskan bahwa tujuan swasembada protein hewani sejalan dengan upaya pemerintah dalam merealisasikan program AKP Gizi.

Dalam acara yang sama, Ketua Harian KAGAMA, Budi Karya Sumadi, menyampaikan kebahagiaannya dapat hadir sekaligus melantik secara langsung pengurus KAPGAMA. Ia menilai semangat para pengurus bukan semata-mata untuk berkembang secara pribadi, melainkan juga membawa substansi yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Substansi tersebut diyakininya dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang di Indonesia.

“Terlebih di sektor peternakan saat ini terjadi tren yang menggembirakan. Sekarang ini di beberapa negara sedang demam sapi. Ada teman saya yang memelihara sapi Limousin. Bahkan, hal itu memberi inspirasi kepada banyak orang yang mau pensiun. Diskusinya jadi menarik, banyak tentang peternakan, sehingga bisa menjadi peluang bagi siapa saja yang ingin belajar,” jelasnya.

Sebelum menutup acara, Budi Karya menegaskan rasa bahagia dan bangganya atas pelantikan pengurus KAPGAMA ini. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan warna yang lebih, tidak sekadar bernilai budaya, sehingga manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat luas. (Rilis)

ILDEX 2025 RESMI TERSELENGGARA, PERKUAT BISNIS PETERNAKAN NASIONAL

Foto bersama pembukaan ILDEX 2025. (Foto: Dok. Infovet)

International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exposition (ILDEX) Indonesia 2025 kembali terselenggara untuk yang ketujuh kalinya. Pameran berskala internasional ini mengambil tempat di ICE BSD City, Tangerang, Banten, pada 17-19 September 2025.

Direktur PT Permata Kreasi Media, Fitri Nursanti Poernomo, selaku penyelenggara ILDEX Indonesia, dalam sambutannya mengatakan bahwa gelaran ini bisa memperkuat lintas sektor sekaligus melahirkan bisnis yang berdaya saing, juga membuka sinergi dalam perkembangan industri peternakan, perikanan, dan pertanian dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

Lebih lanjut disampaikan, pameran ini juga diharapkan dapat menjadi wadah untuk saling bertukar informasi, pengetahuan, dan inovasi teknologi di bidang pertanian, peternakan, dan kesehatan hewan.

"Tahun ini ada sebanyak 278 peserta yang terdiri dari perusahaan, asosiasi, institusi pemerintah dan pendidikan, dengan 26 negara ikut berpartisipasi di antaranya Thailand, China, Filipina, dan lainnya, serta seminar sebanyak 70 sesi dari 13 negara," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya ILDEX Indonesia 2025.

"Kami sangat apresiasi ILDEX yang diinisiasi oleh PT Permata Kreasi Media dan menjadi pameran peternakan dengan skala internasional di Indonesia. Pameran ini menjadi ajang bertemunya para stakeholder peternakan dari dalam dan luar negeri untuk melakukan bisnis, transfer ilmu, inovasi, teknologi, serta bekerja sama dan menunjukkan potensi peternakan indonesia kepada dunia," kata Agung.

"Diharapkan pameran ini juga berdampak pada PDB sektor peternakan dan pertanian dengan adanya banyak business deal yang terjadi."

Hal senada juga disampaikan oleh Gubernur Banten, yang diwakili Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Banten, Komarudin. Ia sampaikan dukungan dan apresiasi kepada ILDEX Indonesia 2025 yang diharapkan mampu memberikan kontribusi besar pada wilayah Banten.

"Semakin sering tentu akan berkontribusi terhadap pendapat daerah kami. Kami harap melalui acara ini banyak investor baru bidang peternakan di Provinsi Banten," katanya. (RBS)

TROUW NUTRITION INDONESIA PERKUAT KERJA SAMA BERSAMA SHS INTERNATIONAL

Trouw Nutrition Indonesia Memperkuat Kerja Sama Bersama SHS International
(Foto : Trouw)


Trouw Nutrition Indonesia, resmi menunjuk PT SHS International sebagai distributor eksklusif untuk produk Selko® IntelliBond® dan Selko® Optimin di Indonesia. Kemitraan ini memperkuat kolaborasi strategis antara kedua perusahaan, yang telah terjalin sebelumnya dimana SHS International telah menjadi mitra distribusi untuk produk Selko® pH S. Kemitraan ini bertujuan untuk memperluas jangkauan solusi nutrisi hewan berbasis sains yang inovatif, serta mendukung industri peternakan Indonesia dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas dan keberlanjutan usaha dan lingkungan. peternakan mereka.

“Kami sangat antusias memperluas kemitraan kami dengan SHS International. Dengan pengalaman dan jaringan distribusi yang kuat, SHS adalah mitra ideal untuk membawa produk trace mineral kami—Selko® IntelliBond® dan Selko® Optimin—ke lebih banyak pelaku usaha peternakan di Indonesia. Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan mempercepat adopsi teknologi nutrisi yang lebih efisien dan berkelanjutan," tutur Yana Ariana selaku Country Manager Trouw Nutrition Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama Maria Elizabeth Nani Wijayanti merasa terhormat dan terpercaya dapat bermitra dengan perusahaan sekelas Trouw Nutrition Indonesia. 

“Kami sangat senang dipercaya sebagai distributor eksklusif untuk produk Selko® IntelliBond® dan Selko® Optimin. Trouw Nutrition Indonesia adalah perusahaan yang senantiasa berkomitmen terhadap inovasi, reputasinya termasyhur sebagai perusahaan global, dan dedikasinya dalam menyediakan solusi nutrisi berbasis sains sudah terbukti dan teruji. Setelah sukses mendistribusikan Selko® pH S, kami ingin membantu peternak di Indonesia mendapatkan akses yang lebih luas terhadap produk-produk nutrisi terkini yang dapat meningkatkan performa dan keberlanjutan usaha mereka," tutur Maria.

Selko® Optimin dan Selko® IntelliBond merupakan bagian dari portfolio product trace mineral milik Trouw Nutrition. Selko® Optimin merupakan premium organic trace minerals dari Trouw Nutrition dan tersedia dalam bentuk berupa Iron, Copper, Zinc, Manganese dan Selenium. Diciptakan dengan teknologi chelation terkuat, menjadikan Selko® Optimin sebagai organic trace minerals terbaik yang saat ini tersedia di market, memastikan pemenuhan nutrisi trace minerals yang optimum. Selko® Optimin mendukung status mineral yang optimal dalam tubuh ternak, yang berkontribusi terhadap kesehatan dan peningkatan performa secara keseluruhan.

Selko® IntelliBond merupakan pionir hydroxy trace minerals pertama di dunia yang diciptakan untuk nutrisi ternak. Tersedia dalam bentuk Copper, Zinc, dan Manganese, Selko® IntelliBond telah berkembang selama lebih dari 25 tahun dan berhasil menjadi the leading brand, khususnya di pasar Amerika dengan market share mencapai 30%. Didukung oleh teknologi OptiSize® yang dipatenkan, memastikan distribusi optimal dan kemudahan dalam proses handling karena didukung oleh sifat partikel yang inert, non-reaktif, ukuran seragam, serta dust-free. Selko® IntelliBond hanya akan larut pada kondisi pH di bawah 4 sehingga meminimalisir interaksi dengan nutrien lain di dalam pakan/premix dan di saluran pencernaan bagian atas sehingga lebih banyak trace mineral yang tersedia untuk dimanfaatkan oleh ternak. Kedua produk tersebut diharapkan dapat menjadi solusi komprehensif dalam pemenuhan kebutuhan trace mineral pada ternak, sehingga berkontribusi nyata terhadap kesehatan, produktivitas, dan keberlanjutan industri peternakan di Indonesia. (INF)


INDUSTRI TELUR IRAN DI AMBANG KEBANGKRUTAN

Sejak awal tahun kalender Persia, yang dimulai pada 20 Maret, para peternak unggas Iran secara kolektif telah menderita kerugian bersih yang sangat besar, yaitu 20 triliun toman, setara dengan sekitar US$48 juta.

Jika pemerintah tidak segera mengambil tindakan, seluruh industri telur mungkin akan segera bangkrut, ujar Hamid Reza Kashani, ketua Serikat Peternak Unggas Mihan.

Harga rata-rata telur di tingkat peternakan saat ini berkisar antara 30.000 hingga 35.000 toman per kg, yang berarti 45.000 toman di bawah biaya produksi, kata Kashani, seraya menambahkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, segmen telur telah beroperasi dengan profitabilitas bisnis minus 20%.

Serupa dengan tahun-tahun sebelumnya, masalah utama yang menghambat operasional industri unggas Iran adalah kekurangan pakan ternak. Seperti yang diungkapkan Kashani, sistem yang dikendalikan negara kekurangan bahan pakan untuk memenuhi kebutuhan peternak, sehingga mereka harus membelinya di pasar terbuka, yang harganya dua kali lipat lebih tinggi.

Iran memiliki sistem yang diatur negara untuk mendistribusikan bahan pakan kepada peternak. Pemerintah membentuk cadangan bahan pakan, seperti rapeseed, jagung, dan bunga matahari, dengan mengoperasikan pasar melalui Kementerian Pertanian agar peternak dapat membeli input yang diperlukan ini dengan harga subsidi.

Menurut Kashani, peternak unggas telah berulang kali mengeluh kepada Kementerian Pertanian. Namun, alarm peringatan yang terus-menerus berbunyi tidak diindahkan.

“Untuk menyelamatkan industri dan menjaga produksi tetap berjalan, peternak unggas perlu segera menyediakan input dan pasokan jangka panjang, serta segera membeli dan mengumpulkan 50.000 ton telur dengan harga terjamin 74.500 toman,” kata Kashani.

Gelombang kebangkrutan dalam industri telur dapat mendorong produksi dalam negeri di bawah tingkat swasembada. "Tanpa bantuan negara ini, kita akan menghadapi krisis produksi yang serius di paruh kedua tahun ini, begitu parahnya sehingga kita akan kembali menjadi importir telur," Kashani memperingatkan.

MHP SELESAIKAN AKUISISI LEBIH DARI 92% SAHAM GRUPO UVESA SPANYOL

Perusahaan pangan dan agribisnis yang berbasis di Ukraina, MHP, telah resmi menyelesaikan akuisisi lebih dari 92% saham Grupo UVESA, salah satu produsen unggas dan babi terintegrasi vertikal terbesar di Spanyol.

Penutupan transaksi ini dimungkinkan setelah selesainya periode aksesi Perjanjian Pembelian Saham (SPA), yang ditandatangani pada Maret 2025, dan setelah memperoleh semua persetujuan regulatori yang diperlukan. Khususnya, MHP telah menerima izin dari otoritas antimonopoli Ukraina, Spanyol, Arab Saudi, Serbia, Montenegro, dan Kosovo, serta persetujuan pengendalian merger dan subsidi asing dari Komisi Eropa.

Setelah itu, transaksi resmi selesai. Perusahaan menjadi pemilik lebih dari 92% saham UVESA, setelah mencapai kesepakatan dengan semua penjual. MHP kini mengendalikan proses inti dan aktivitas operasional perusahaan.

Dr John Rich, ketua eksekutif dewan direksi MHP, mengatakan, “Dengan kesepakatan yang telah rampung, kami memasuki fase integrasi. Tujuan kami adalah membangun kekuatan UVESA, dengan fokus pada keunggulan operasional dan pembangunan berkelanjutan. Kami juga sangat berkomitmen untuk berinvestasi dalam tim kami dengan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan bakat dan menjadikan inovasi sebagai bagian dari pekerjaan sehari-hari. Didukung oleh pengalaman dan keahlian internasional MHP, kami yakin akan kemampuan kami untuk membuka peluang baru dan mendorong nilai jangka panjang.”

Proses integrasi akan memprioritaskan penyelarasan operasional, pertukaran pengetahuan, dan investasi yang terarah dalam efisiensi dan inovasi produk. Bersama-sama, kedua perusahaan juga akan menjajaki peluang untuk memperkuat kemampuan ekspor dan memperluas jangkauan mereka di pasar Eropa dan Timur Tengah.

Antonio Sanchez, presiden UVESA, menambahkan, “Kemitraan dengan MHP menandai babak baru dan penting bagi UVESA, yang akan mampu mendorong pertumbuhannya berkat pengalaman luas MHP dalam inovasi operasional, dan terus mengonsolidasikan keunggulannya dengan produksi pangan berkualitas tinggi yang berkelanjutan serta memastikan ketahanan pangan secara menyeluruh.”

BEST AMINO, YOUR TRUSTED AMINO ACIDS PARTNER

Unreliable tryptophan contents put you below the curve in growth and in profit




SEGERA DAFTAR & HADIRI SEMINAR NASIONAL INFOVET DI ILDEX 2025


Hadiri Seminar Nasional "Perkembangan Obat Hewan Pasca Pelarangan AGP" yang akan diselenggarakan pada:


Hari/Tanggal: Rabu, 17 September 2025
Waktu: 15:00-16:45 WIB
Tempat: Ruang Garuda 5A, ICE BSD
GRATIS - kapasitas terbatas hanya untuk 50 peserta


Kegiatan akan diisi oleh narasumber yang kompeten di bidangnya:
• Drh. Rakhmat Nuriyanto, MBA (Ketua Umum ASOHI 2010-2015)
“Perkembangan Obat Hewan di Indonesia Pasca Pelarangan AGP”

• Drh. Baskoro Tri Caroko (National Poultry Technical Consultant)
“Manajemen Holistik: Solusi Efektif untuk Mitigasi dan Rehabilitasi Broiler & Layer


Informasi lebih lanjut bisa menghubungi:
Panitia: 0877-7829-6375 (Mariyam)

EKSPOR TELUR UKRAINA HAMPIR DUA KALI LIPAT PADA PARUH PERTAMA TAHUN 2025

Selama paruh pertama tahun 2025, Ukraina mengekspor 64.800 ton telur, 96% lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, ungkap Dinas Bea Cukai Ukraina. Melonjaknya penjualan ke Eropa dilaporkan menjadi pendorong utama tren ini.

Secara moneter, ekspor melonjak 160% menjadi US$87,5 juta, menurut perhitungan Dinas Bea Cukai. Ukraina terutama mengekspor telur ke Eropa. Pada paruh pertama tahun ini, 14% ekspor mendarat di Kroasia, 12,9% di Inggris, dan 10,9% di Spanyol.

Selama beberapa tahun terakhir, ekspor telur Ukraina mengalami pergeseran signifikan dalam geografi penjualan, yang pada dasarnya beralih dari Timur Tengah dan Asia ke pasar Eropa. “Pada awal perang, semua rantai ekspor kami terganggu,” Yulia Flerova, direktur umum Yasensvit, anak perusahaan Ovostar Union, salah satu produsen telur terkemuka, menjelaskan dalam sebuah konferensi industri di Kyiv.

“Kemudian, pergerakan produk kembali normal, tetapi dengan cara yang sangat berbeda. Jika sebelumnya perusahaan kami banyak mengekspor ke Timur Tengah dan Afrika, sekarang kami terutama [menjual telur] ke Eropa,” kata Flerova seperti dikutip oleh media lokal Agro Times.

Secara umum, di jalur Eropa, logistik lebih mudah, meskipun perusahaan telur Ukraina mengalami kesulitan tertentu dalam memenuhi persyaratan peraturan negara-negara anggota Uni Eropa.

“Bahkan di asosiasi seperti Uni Eropa, setiap negara anggota memiliki nuansa sertifikasi produknya sendiri. Ini berarti Anda tidak dapat mengekspor telur berdasarkan satu standar, misalnya, ke Belanda, Belgia, atau Swedia, karena mereka memiliki persyaratan khusus yang berbeda. Namun, masih ada peluang untuk berkembang,” jelas Flerova.

VECTORMUNE ND IS THE PROVEN REFERENCE

Vectormune ND is the proven reference for the reduction of newcastle disease transmission. Vectormune ND protect your performance against lentogenic and velogenic strain.



WABAH FLU BURUNG TERKONFIRMASI DI PETERNAKAN AYAM PETELUR KOMERSIAL DI ARGENTINA

Wabah baru flu burung patogenik tinggi (HPAI) telah terkonfirmasi oleh otoritas Argentina di sebuah peternakan ayam petelur di Buenos Aires, Argentina. Sebagai tanggapan, langkah-langkah sanitasi yang ketat telah diterapkan untuk membendung penyebaran karena ekspor unggas menghadapi penangguhan sementara.

Layanan Kesehatan dan Kualitas Pertanian dan Pangan Nasional Argentina (SENASA) telah mengonfirmasi wabah baru flu burung patogenik tinggi (HPAI) pada unggas. Kasus ini terdeteksi di sebuah peternakan ayam petelur di Los Toldos, provinsi Buenos Aires, setelah tanda-tanda klinis yang sesuai dengan penyakit tersebut dilaporkan.

Tes laboratorium mengonfirmasi infeksi tersebut, yang memicu tindakan sanitasi segera. Pihak berwenang menetapkan zona kontrol sanitasi sepanjang 3 km dengan biosekuriti dan pembatasan pergerakan yang ketat, serta zona pengawasan sepanjang 7 km untuk pemantauan dan pemeriksaan epidemiologis. Langkah-langkah tersebut meliputi pemusnahan unggas yang terdampak, pembuangan yang aman, serta pembersihan dan disinfeksi fasilitas secara menyeluruh.

SURIAH LARANG IMPOR UNGGAS UNTUK BANTU INDUSTRI YANG TERDAMPAK PERANG

Pemerintah Suriah yang baru telah memberlakukan pembatasan impor ayam beku, efektif mulai 15 Agustus 2025. Sebagai alasan di balik langkah ini, pihak berwenang menyuarakan kekhawatiran atas kualitas produk asing dan menekankan perlunya melindungi peternak lokal dari persaingan.

Keputusan ini muncul beberapa minggu setelah otoritas Suriah menangguhkan ekspor 20 produk pertanian, termasuk telur dan daging ayam broiler.

Dalam wawancara dengan kantor berita SANA, Saeed Ibrahim, Direktur Ekonomi dan Perencanaan Pertanian di Kementerian Pertanian, menekankan komitmen pemerintah untuk melindungi industri unggas melalui pembatasan impor ini. Langkah ini dipandang sebagai langkah signifikan untuk mendukung peternak lokal. Strategi baru ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor, memperkuat ketahanan pangan, dan meringankan beban perekonomian nasional.

Pembatasan ini akan direvisi sementara setiap bulan. Pembatasan ini dapat segera disesuaikan berdasarkan keseimbangan pasokan-permintaan yang ada dan situasi pasar. Karena pedagang lokal akan terpaksa bergantung pada produk lokal, hal ini akan mendorong peternak untuk memperluas operasinya.

Rezim mantan Presiden Bashar al-Assad di Suriah digulingkan pada Desember 2024, akibat serangan yang dilancarkan oleh pasukan oposisi, yang diwarnai perang. Peristiwa ini menandai berakhirnya perang saudara di negara itu yang dimulai pada tahun 2011.

Industri unggas mengalami kerusakan yang signifikan selama konflik, meskipun angka pastinya belum tersedia, terutama karena pemerintahan Assad dalam beberapa tahun terakhir hanya menguasai sekitar 60% wilayah Suriah.

Ketika perang pecah, Suriah memiliki industri unggas yang berkembang pesat dengan produksi tahunan sebesar 300.000 ton daging unggas dan 5 miliar telur, yang 1,5 miliar di antaranya diekspor ke negara-negara tetangga di Teluk Persia. Namun, akibat kerusakan industri ini, Suriah telah menjadi importir daging dan telur ayam selama beberapa tahun terakhir.

Menurut Observatory of Economic Complexity, pada tahun 2023, Suriah mengekspor unggas senilai hanya US$1,1 juta, dengan seluruh jumlah tersebut dikirim ke Lebanon. Total impor mencapai US$31,6 juta, yang seluruhnya berasal dari Turki.

Pemerintahan Suriah yang baru membatasi perdagangan pangan, yang baru mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Selama satu dekade terakhir, perdagangan pangan telah terhambat oleh sanksi internasional yang keras terhadap rezim Assad. Pada Mei 2025, Presiden AS Donald Trump dan Uni Eropa memerintahkan pencabutan sanksi terhadap Suriah.

EKSPOR TELUR MOLDOVA KE EROPA MEROKET

Selama paruh pertama tahun 2025, Moldova mengekspor hampir 11 juta telur ke Uni Eropa. Angka ini dibandingkan dengan hanya 9.000 telur pada periode yang sama di tahun 2024, menurut perkiraan pemerintah.

Data tersebut diungkapkan saat kunjungan Perdana Menteri Moldova, Dorin Recean, ke sebuah peternakan telur yang dioperasikan oleh Axedum, produsen dan eksportir telur terbesar di negara itu. Peternakan ini merupakan peternakan unggas pertama dan satu-satunya di Moldova yang memproduksi telur ayam dengan standar Eropa.

Kapasitas peternakan Axedum adalah 980.000 telur per bulan, hampir 80% di antaranya diekspor ke pasar Eropa. Moldova diberikan hak untuk mengekspor telur ke Uni Eropa pada tahun 2023, setelah negosiasi ekstensif yang memakan waktu beberapa tahun.

Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (EBRD) dan bank Moldova, Maib, telah mencapai kesepakatan untuk mendukung ekspansi Axedum, demikian pernyataan EBRD pada 15 Agustus. EBRD berbagi separuh risiko dari paket pembiayaan senilai €9 juta yang diberikan Maib kepada Axendum, berdasarkan perjanjian pembagian risiko antara kedua bank tersebut.

Transaksi ini akan membiayai pembangunan pabrik pakan modern dan memungkinkan Axedum untuk berekspansi ke lini bisnis baru produksi telur, ungkap EBRD.

Sebagai bagian dari kesepakatan ini, Axedum akan menerima dukungan dari Uni Eropa untuk memodernisasi peralatannya dan menerapkan teknologi ramah lingkungan. Hal ini akan meningkatkan efisiensi operasional perusahaan dengan mengurangi emisi karbon, meminimalkan limbah, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

Pemerintah Moldova juga mengalokasikan dana untuk mendukung pertumbuhan Axedum. Anggaran negara akan mencakup hampir separuh investasi yang diperlukan untuk pembangunan pabrik pakan, yang diperkirakan mencapai MDL180 juta (€9,1 juta), ujar Perdana Menteri Recean.

HENDRIX GENETICS MELAKUKAN INVESTASI STRATEGIS UNTUK MEMPERKUAT KAPABILITAS R&D

Hendrix Genetics berinvestasi di lokasi baru untuk program pembiakan unggasnya di Belanda. Lokasi ini akan menjadi 'fasilitas pedigree' tempat pembibitan ayam ras murni.

Jelas bahwa lokasi ini dibeli, alih-alih menjadi lokasi peternakan yang baru dibangun, karena aktivitas pertama dimulai pada Agustus 2025. Dalam 6-8 bulan, fasilitas ini diharapkan beroperasi dengan kapasitas penuh. Lokasi baru ini akan mendukung pertumbuhan program pembiakan ayam petelur dan unggas tradisional.

Fasilitas ini ditujukan untuk para peternak unggas papan atas dalam industri unggas dan dilengkapi unit pemeliharaan dan produksi yang ekstensif, serta fasilitas indukan modern. Konsumsi pakan diukur secara individual, sehingga mendukung pembiakan yang ditargetkan untuk efisiensi pakan.

“Fasilitas ini akan memainkan peran penting dalam memperkuat kapabilitas R&D kami”, kata Gosse Veninga, direktur Product Excellence, Layers & Traditional Poultry Business Unit di Hendrix Genetics. “Hal ini memungkinkan kami untuk memberikan solusi genetik yang memenuhi kebutuhan industri telur dan unggas yang terus berkembang di seluruh sistem perkandangan dan pasar global.”

Tujuan pemuliaan lainnya berfokus pada sifat-sifat seperti persistensi produksi telur, daya hidup, kualitas kerabang telur, dan karakteristik yang berkaitan dengan kesejahteraan.

Hendrix Genetics memandang investasi ini sebagai langkah penting bagi penelitian dan pengembangan, dan akan membantu memenuhi kebutuhan industri unggas yang terus berkembang.

NOVUS LUNCURKAN PROVENIA® FEED SOLUTION, SOLUSI PROTECTED BENZOIC ACID UNTUK KESEIMBANGAN USUS

Seminar “Restoring Intestinal Balance for Peak Performance” dihadiri oleh para nutrisionist, R&D feedmill, formulator, peternak broiler, serta pelaku industri pakan. (Foto-foto: Dok. Infovet & Istimewa)

"Gut health merupakan salah satu faktor yang penting untuk animal performance dalam industri kita. Solusi dari NOVUS yang merupakan fokus acara hari ini adalah launching produk terbaru protected benzoic acid, PROVENIA® Feed Solution. Saya juga berharap dari acara ini kita mendapat tambahan masukan dari hasil diskusi yang akan disampaikan oleh para pembicara kita hari ini,” kata Regional Sales Director NOVUS Indonesia & Malaysia, Rika Riantika, saat membuka launching produk dan seminar Restoring Intestinal Balance for Peak Performance, Rabu (20/8).

Rika Riantika

Sementara itu, Managing Director NOVUS Asia Pacific, Rajeev Murthy, menyampaikan bahwa beberapa tahun terakhir NOVUS meluncurkan dan menjalankan Project Destiny. Sebuah rencana strategis multifase untuk mengalihkan fokus perusahaan ke solusi gut health yang berorientasi pada pelanggan. Langkah ini merupakan penyesuaian untuk mengarahkan NOVUS ke arah yang lebih kolaboratif dan keberlanjutan.

Rajeev Murthy

“Kami mengevaluasi platform atau produk apa saja yang bisa kami tambahkan banyak value ke industri, pasar mana yang bisa kami operasikan dengan sukses, dan di mana kami harus mengalokasikan sumber daya, energi, dan fokus kami,” ujar Rajeev.

“Kami berfokus pada tiga platform yang kami yakini dapat membuat perbedaan besar. Yakni mineral, enzim, dan gut health, yang merupakan platform penting bagi industri karena prioritas produksi terus berubah.”

Optimalisasi Fungsi Usus, Kunci Masa Depan Industri Unggas Berkelanjutan

Selama 30-40 tahun terakhir permintaan protein hewani di dunia semakin meningkat. Diproyeksikan satu dekade mendatang permintaan akan meningkat 14%, dimana unggas menjadi industri utama protein hewani.

“Tapi bagaimana kita berproduksi dengan efisien jika kita sendiri menghadapi berbagai masalah dan tantangan? Lebih dari 50 tahun kita sangat bergantung pada penggunaan antibiotik untuk meningkatkan kinerja ternak. Karena alasan inilah kita perlu fokus pada fungsi usus,” kata Global Head Nutritional Consultancy Services, Vetworks, Dr Miriam Alberto-Tempra.

Miriam Alberto Tempra

Dengan meningkatnya permintaan akan produksi pangan dan pakan, industri didorong untuk memproduksi ayam dan telur dengan cara paling efisien. Kualitas pakan juga menjadi pertimbangan utama karena memengaruhi kesehatan usus.

Penting juga untuk mengetahui fungsi usus karena akan menjadi pertimbangan dalam mengoptimalkan performa ayam. Keberhasilan produksi protein hewani yang efisien dan berkelanjutan sangat dipengaruhi fungsi usus.

Minggu Pertama, Pondasi Sistem Pencernaan untuk Performa Optimal

Private Poultry Farm Consultant, Tony Unandar, menjelaskan bahwa dibanding hewan lain saluran pencernaan ayam lebih pendek. Karena itu membutuhkan kinerja yang maksimal, supaya pakan bisa dirubah menjadi nutrisi tunggal yang bisa diambil ayam untuk pertumbuhan dan produksi.

Tony Unandar

Ayam membutuhkan bakteri dari lingkungannya untuk menjaga keseimbangan bakteri dalam ususnya supaya memberikan efek positif pada ayam itu sendiri. Hal ini membutuhkan kondisi tertentu dalam usus.

“Masalahnya pada ayam kecil status mikrobium ini belum stabil sampai akhir minggu pertama. Sedangkan dia membutuhkan pertumbuhan yang cepat namun bantuan mikroba belum banyak, sekresi enzim belum maksimal, perkembangan anatomi ususnya belum maksimal,” terang Tony.

“Kondisi inilah yang membutuhkan kita memberikan beberapa suplementasi nutrisi atau bahan yang bisa mempercepat perkembangan anatomis usus, mempercepat settle-nya kolonisasi mikroflora usus, dan mempercepat kelangsungan proses pencernaan yang mendekati optimal.”

Dasar pembentukan saluran cerna pada ayam ditentukan oleh pertumbuhan minggu pertama. Jika di minggu pertama pertumbuhan ayam tidak maksimal, artinya dasar pertumbuhan sistem pencernaan tidak optimal. Akibatnya FCR-nya tidak akan bagus, fungsi usus sebagai penyerap nutrisi maupun untuk mucosal immunity akan lemah.

“Maka nutrisi tunggal yang tidak diserap akan dimanfaatkan sejumlah bakteri yang ada dalam usus. Itulah awal mula terjadinya dysbiosis, bakteri menggunakan nutrisi yang tidak bisa diserap oleh ayam untuk menghasilkan metabolit yang merusak sel epitel ayam,” tambah Tony.

PROVENIA® Feed Solution, Teknologi Protected Benzoic Acid untuk Kesehatan Usus Ayam

Technical Services Manager NOVUS Indonesia & Malaysia, Priskila Sophia Hutapea SPt MSi, memperkenalkan PROVENIA® Feed Solution produk baru dari Novus International. PROVENIA® Feed Solution merupakan protected blend of organic acid, dimana komposisi utamanya adalah benzoic acid yaitu minimal 48%.

Priskila Sophia Hutapea

Asam organik merupakan salah satu solusi dari semua portofolio probiotik yang saat ini tersedia di lapangan. Merupakan solusi yang paling cepat kelihatan hasilnya dalam hal memodulasi bakteri di saluran pencernaan ternak. Karena efektivitas dari asam organik bisa punya kontak langsung dengan bakteri patogen terutama bakteri gram negatif,” kata Priskila.

Asam organik bekerja sebagai pathogen inhibition, memiliki efektivitas yang langsung terhadap bakteri patogen gram negatif, seperti Salmonella dan E. coli. Mampu menstimulasi populasi bakteri baik. Ketika populasi bakteri patogen turun, tentu populasi bakteri baik akan bertambah.

Efektivitas asam organik berbeda-beda tergantung pKa dan pH lingkungan di mana asam organik itu berada. Di antara beragam jenis asam organik yang ada, benzoic acid menjadi pilihan terbaik terkait kesehatan usus ayam. Karena memiliki kemampuan antibakterial yang sangat kuat di kondisi pH usus netral, selektivitas terhadap sifat antibakterialnya, dan memicu gut diversity.

PROVENIA® Feed Solution dengan benzoic acid sebagai salah satu komponen utamanya, merupakan satu-satunya patented protected benzoic acid. Benzoic acid, fumaric, dan formic acid menempel di granule lalu diproteksi sehingga sangat mudah untuk ditangani, tidak berdebu, non irritating. Ketika dicampur di pakan ataupun premix menghasilkan homogenitas yang bagus dan tidak terjadi caking.

Metode protection akan melindungi benzoic acid sehingga tidak akan dicerna dan tidak akan diserap di saluran pencernaan atas. Hanya akan lepas di saluran percernaan belakang dimulai dari duodenum, dan sekali rilis benzoic acid dan bahan lainnya langsung lepas, dimana benzoic acid akan mempunyai efek yang paling utama. Benzoic acid harus diproteksi karena bekerja hanya di saluran pencernaan bagian belakang, dimana bakteri patogen paling banyak terdapat.

Riset Novus pada 2007, membandingkan antara free benzoic dengan protected benzoic acid. Ketika tidak diproteksi maka bisa dicerna dan diserap di saluran pencernaan atas. Selanjutnya ketika mencapai saluran pencernaan bagian belakang tidak terlihat lagi efeknya.

Sebaliknya, data riset menunjukkan protected benzoic acid dirilis mulai dari duodenum dan hasilnya terlihat hingga di usus besar. Sebesar 65-70% dari active ingredient dilepaskan di duodenum dan juga jejunum diteruskan sampai ke belakang.

Beberapa ujicoba membuktikan PROVENIA® Feed Solution mampu meningkatkan average daily gain sebanyak 2,75% di hari ke-35 dan FCR turun hampir tiga poin. PROVENIA® Feed Solution juga memiliki efektivitas jika dikombinasikan dengan essential oil, hasilnya body weight naik signifikan dan FCR juga turun signifikan, serta mampu memperbaiki sel epitel usus.

Karena efek yang baik pada kesehatan usus, PROVENIA® Feed Solution juga berkontribusi terhadap better litter quality. Karena mampu mencegah wet dropping yang menyebabkan wet litter, bisa menyebabkan penyakit atau insiden di kaki ayam dan menimbulkan level amonia yang tinggi.

“Efektivitas benzoic acid pada PROVENIA® Feed Solution selain menurunkan populasi bakteri patogen, sekaligus meningkatkan populasi bakteri Lactobacillus. Maka produksi dari asam laktat akan meningkat. Akibatnya populasi Clostridium cluster yang menghasilkan buteric acid akan meningkat. Sehingga selain antibakterial, gut microbiota diversity, juga mendapatkan natural production acid continuously di sekum,” pungkas Priskila.

Pemberian plakat sebagai tanda terima kasih kepada para pembicara.

Para peserta seminar pun antusias mengikuti jalannya acara dan aktif terlibat dalam tanya jawab dengan para pembicara. Peserta yang beruntung mendapatkan door prize menarik. NOVUS juga memberikan plakat penghargaan sebagai tanda terima kasih kepada para pembicara. (ADV)

Testimonial


Dr Pristian Yuliana SPt MSi (Head of Department R&D, QA/QC PT Kerta Mulya Saripakan)

“Seminar yang sangat menarik, informatif, dan terkini terutama tentang heat stress dan AGP. Berdasarkan pemaparan para pembicara dan penyajian data, produk PROVENIA® Feed Solution yang di-launch NOVUS ini cukup bagus, high technology, dan secara technical baik. Penggunaan produk juga bisa untuk ternak hewan monogastrik. Menurut saya, market juga akan luas dari farm yang self mixing, feedmill premix dapat diterima.”


RD Satrya Wira Hamidjaya (Manager Quality Control Department PT Charoen Phokpand Indonesia)

“Materi yang dikupas sangat terbaru dan faktual. Apalagi saat ini case koksi banyak terjadi. Penjabaran mengenai keunggulan benzoic acid ini dapat menjadi solusi dan produk PROVENIA® Feed Solution saya rasa akan diterima positif di market Indonesia.”

MONIMAX (MONENSIN + NICARBAZINE)

Monimax (Monensin + Nicarbazine)
Reveal your hidden potential



EDUKASI MAKANAN BERGIZI HINGGA PERAYAAN KEMANUSIAAN WARNAI HUT KE-40 BBPMSOH

bbpmsoh
Penyampaian materi tentang gizi dan konsumsi telur ayam disajikan lewat dongeng. (Foto-foto: Dok. Infovet)

Masyarakat sekitar Gunung Sindur, Bogor, bersuka cita mendatangi acara Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) Fair, Kamis (21/8). BBPMSOH Fair diselenggarakan dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40 BBPMSOH dan HUT ke-80 Republik Indonesia.

Acara disemarakkan dengan berbagai bakti sosial, mulai dari edukasi dan berbagi makanan bergizi berupa susu dan telur untuk siswa-siswi SDN Gunung Sindur dan SDN Flamboyan Gunung Sindur.

Perayaan kemanusiaan juga hadir lewat aksi nyata. Salah satunya dengan mendistribusikan bantuan ke Jalur Gaza yang disalurkan melalui Komite Nasional Rakyat Palestina, wilayah Banten. Tim BBPMSOH juga melaksanakan kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim dan dhuafa.

Tak ketinggalan, yang membuat acara ini semakin menarik adalah tampak antrian para pawrent (sebutan untuk pemilik anabul). Mereka mendatangi posko pemeriksaan, serta vaksinasi gratis untuk kucing dan anjing.

Antrian para pawrent bersama kucing dan anjing untuk dicek kesehatannya.

Selain itu, terdapat pasar murah sembako dan kuliner UMKM seperti kue mochi, aneka masakan rumah, berbagai olahan ayam kampung, ayam negeri, puyuh dan bebek, hingga minuman segar.

Pengadaan bazaar ini disambut gembira oleh masyarakat. Selain dapat membeli beras dengan harga murah, mereka juga terlihat gembira mendapat potongan harga saat membeli produk skincare dari brand Wardah. Adapun juga layanan kesehatan yaitu bekam serta butik antik yang menjual pakaian bekas layak pakai, yang juga diminati masyarakat.

Membaur Bersama Masyarakat

Kepala BBPMSOH, Drh Hasan Abdullah Sanyata menuturkan gelaran BBPMSOH Fair ini merupakan tasyakuran memperingati hari jadi ke-40 yang dikhususkan untuk masyarakat sekitar Gunung Sindur.

Hasan Abdullah Sanyata

“Kami selalu membuat program, kegiatan yang bisa dinikmati seluruh lini masyarakat dan tim BBPMSOH dapat membaur bersama mereka,” tutur Hasan. Imbuhnya, keberadaan BBPMSOH juga harus menyentuh kebutuhan masyarakat.

BBPMSOH merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian. Pada 2 Agustus 1985, dilakukan peresmian penggunaan gedung BBPMSOH oleh Menteri Pertanian Ir Achmad Affandi.

Konsisten Sosialisasi Gizi

Melalui peringatan hari jadinya yang ke-40, BBPMSOH menunjukkan konsistensinya dalam meningkatkan pemahaman mas yarakat akan pentingnya asupan gizi yang seimbang, terutama dalam memperhatikan konsumsi protein yang cukup.

“Kami selalu mendukung program pemerintah, khususnya dalam penyediaan protein hewani untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah. BBPMSOH juga berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengendalian penyakit hewan melalui penjaminan mutu obat hewan di Indonesia,” lanjut Hasan.

Kepala Bagian Umum BBPMSOH, Drh Cynthia Devy Irawati MM, menambahkan bahwa agenda “Sosialisasi dan Gerakan Makan Bergizi untuk Anak SD” bertujuan meningkatkan pemahaman kepada masyarakat akan manfaat telur ayam sebagai sumber gizi yang mudah diakses dan terjangkau.

Kegiatan ini sukses terlaksana berkolaborasi dengan aparatur setempat seperti Kecamatan Gunung Sindur, Kelurahan Gunung Sindur, Polsek Gunung Sindur, Koramil Gunung Sindur, dan Puskesmas Gunung Sindur.

Dukungan Perusahaan Obat Hewan

Momen pemberian piagam penghargaan kepada ASOHI atas dukungannya terhadap BBPMSOH.

“BBPMSOH sangat berterima kasih atas dukungan Asosiasi Obat Hewan Indonesia, PT Agroveta Husada Dharma, PT Eben Haezer, PT Agro Makmur Sentosa, PT Mensana Aneka Satwa, PT Sanbio Lab, PT Novindo Agritech Hutama, PT Romindo Primavetcom, PT Zoetis Animalhealth Indonesia, PT EMVI Indonesia, PT Nutricell Pasific,” sebut Hasan.

PT Agroveta Husada Dharma dan PT Eben Haezer menyumbangkan bingkisan susu cair, sementara itu PT Agro Makmur Sentosa, PT Mensana Aneka Satwa, PT Novindo Agritech Hutama, dan PT Sanbio Laboratories memberikan paket makanan.

PT Romindo Primavetcom dan PT Zoetis Animalhealth Indonesia menyumbangkan vaksin rabies. PT EMVI Indonesia menghibahkan 100 dosis obat tetes kutu anjing dan kucing, serta PT Nutricell Pasific memberikan sebanyak 16 boks pet food. (ADV)

ZOETIS MENAWARKAN INOVASI VAKSIN DAN OTOMATISASI VAKSINASI HATCHERY UNTUK INDUSTRI PERUNGGASAN

Zoetis Indonesia bersama mitra distributornya PT Indovetraco Makmur Abadi (IMA), pada launching produk Poulvac® Procerta® HVT-ND, Poulvac® Magniplex®, serta Embrex Inovoject® mengadakan seminar bertajuk “Elevating Poultry Operation: Innovation in Vaccines and Hatchery Automation” pada Rabu (26/6) di Episode Hotel, Gading Serpong, Tangerang.

General Manager Zoetis Indonesia, Drh Ulrich Erik Ginting MM, saat membuka acara mengatakan, “Zoetis sangat berusaha untuk selalu relevan dan menjadi bagian dari kesuksesan production dari customer. Itulah sebabnya kami terus berusaha untuk bisa melengkapi produk-produk dan memastikan produk tersebut bisa sampai ke customer. Produk dari Zoetis selalu inovatif seperti yang akan kami luncurkan pada hari ini. Yaitu vaksin kombinasi dengan teknologi yang sangat baru beserta dengan teknologi aplikasi mesinnya.”




MANFAAT EMBRIO TERNAK (ET)

Dengan embrio ternak (ET), percepatan peningkatan Mutu genetik berlangsung hanya dalam 1 generasi (1 tahun), sedangkan dengan IB/konvensional butuh 5 generasi (15 tahun).

Peningkatan efisiensi produksi ternak juga bisa dicapai dengan produksi embrio baik MOET maupun Invitro. ET dapat memanfaatkan potensi genetik dari induk dan pejantan unggul.

ET dapat digunakan mengembangkan materi genetik unggul dari negara lain dengan biaya lebih murah dibandingkan dengan mengimpor sapi hidup. Dapat melakukan pengembangan genetik dengan rekayasa genetik dan pengujian melalui anlisis genom. Kembar dalam jumlah banyak/kloning. Embrio dapat disimpan dalam waktu tidak terbatas selama tersimpan dalam suhu -196oC.

GENETIKA SAPI LOKAL: POTENSI, PELESTARIAN, MASALAH

Upaya pelestarian genetika sapi lokal antara lain pemurnian genetik, peningkatan mutu genetik, pengelolaan pemeliharaan yang baik, dan perbaikan manajemen reproduksi, konservasi, sosialisasi kepada masyarakat. 

Masalah dan potensi genetika sapi lokal di Indonesia antara lain minimnya data sifat-sifat genetik unggul pada sapi lokal, seperti potensi produksi daging dan susu, serta daya tahan terhadap penyakit dan kondisi lingkungan. Perkawinan silang yang tidak terkontrol dan terpetakan sehingga mulai berkurangnya sapi lokal murni.

Kurangnya pengetahuan peternak di daerah yang minin informasi dan teknologi serta kurangnya sosisalisasi kesadaran terhadap pola perbibitan/ atau pengembangbiakan berbasis genetik.

Sapi lokal Indonesia memiliki potensi genetik tahan terhadap kondisi lingkungan dan pakan yang ekstrim. Keragaman genetik yang dimiliki sapi lokal merupakan potensi besar untuk dikembangkan menjadi sifat-sifat unggul melalui pemuliaan selektif. Sapi lokal memiliki potensi produksi/reproduksi yang tinggi seperti sapi Bali sangat mudah bunting dan beranak dan kualitas daging yang baik. Harga sapi lokal lebih rendah daripada sapi eksotik kecuali di daerah tertentu.

Perlu dilakukan konservasi plasma nutfah seperti BET memiliki berbagai rumpun sapi lokal dan melakukan seleksi baik fenotip maupun genetik sehingga terdapat sapi lokal yang telah memiliki silsilah kekerabatan dan keunggulan. BET melakukan pengembangan untuk sapi lokal baik murni maupun persilangan untuk meningkatkan dan pemurnian kualitas genetik.

Mengembangkan regulasi dan kebijakan yang mendukung pelestarian dan pemanfaatan sapi lokal secara berkelanjutan. Membangun kerjasama antara pemerintah, peneliti, dan peternak dalam upaya pelestarian dan pengembangan sapi lokal. 

MANFAAT GENETIKA UNTUK PERBAIKAN PERFORMA SAPI

Peningkatan produktivitas, seperti produksi susu, produksi daging, efisiensi pakan, penghematan biaya produksi. Peningkatan kualitas produk, seperti susu rendah laktosa, daging tanpa lemak. Peningkatan kesehatan atau tahan terhadap penyakit, kemampuan beradaptasi dilingkungan tertentu, dsb.

Efisiensi reproduksi, meningkatkan angka kelahiran dan menurunkan angka kematian pedet, pengaturan siklus reproduksi dengan perencanaan jarak beranak.

Teknologi reproduksi, misalnya inseminasi buatan untuk meningkatkan mutu genetik dengan memanfaatkan potensi gentik sapi jantan. Transfer embrio untuk memperoleh tingkat kemurnian dan ketepatan potensi genetik secara utuh dari induk dan pejantan. 

Pengurangan dampak lingkungan dan efisiensi sumber daya. Mengurangi emisi rumah kaca dari kotoran ternak karena tidak perlu memelihara banyak ternak dengan produksi rendah.

PERAN TEKNOLOGI REPRODUKSI DALAM PENINGKATAN MUTU GENETIK SAPI LOKAL

Inseminasi Buatan (IB). Dapat memilih pejantan unggul untuk meningkatkan performan dengan persilangan. Membantu mencegah perkawinan sedarah (inbreeding) dan penyebaran penyakit menular seksual pada ternak. Konservasi plasma nutfah dengan uji zuriat pejantan unggul sapi lokal untuk konservasi gentik.

Sexing spermatozoa/semen sexing. Peternak dapat memilih jenis kelamin ternak yang dilahirkan. Contohnya untuk sapi perah digunakan semen sexing XX atau betina, dan untuk sapi potong digunakan semen sexing XY atau jantan.

Transfer Embrio (TE). Anak hasil Transfer embrio mempunyai genetik unggul dari induk dan pejantannya. Pemanfaatan potensi genetik unggul dengan jumlah produksi embrio yang banyak dimana seekor ternak betina hanya bisa beranak 1 atau 1 embrio dalam 1 tahun, dengan produksi embrio untuk TE 1 ekor betina melalui metode super/multipel ovulasi embrio transfer (MOET: produksi embrio didalam tubuh ternak/in vivo) dapat menghasilkan lebih dari 3 embrio pertahun.

Embrio dapat dibekukan atau disimpan dalam suhu -196oC selama bertahun tahun atau bisa dikatakan mampu menyimpan plasma nutfah dalam bentuk embrio dalam jangka waktu lama sampai saat digunakan. Embrio yang disimpan dapat didata sebagai bank genetik plasma nutfah yang sisap digunakan atau dikembangkan dimasa depan dibanding menyimpan sapi hidup yang memelukan biaya tinggi.

Fertilisasi In Vitro (FIV). Metode produksi embrio diluar tubuh induknya atau di laboratorium. Dengan metode FIV ini embrio yang dihasilkan akan lebih banyak jika dibandingkan dengan metode MOET dan waktunya lebih singkat hanya 8 hari sedangkan MOET 21 hari. Dapat digunakan untuk kloning blastomer atau pun rekayasa genetika gengan memasukkan/memotong gen sesuai kebutuhan ternak yang diinginkan. Rekayasa gentika pada embrio dilakukan dengan invitro pada awal mula pembelahan sel setelah fertilisasi/perkawinan.

Kloning. Kloning merupakan teknologi reproduksi yang menghasilkan individu identik secara genetik dari sel tubuh donor. Kloning adalah bagian dari embrio transfer prosesnya dilakukan secara invitro dengan memanfaatkan sel tubuh dari ternak ataupun rangkaian gen untuk memproduksi embrio yang sama persis dalam jumlah banyak. Metode kloning ini banyak jenisnya antara lain cloning dari sel batang individu, kloning sel embrio (blastomer), kloning gen, dll. 

Produksi embrio dengan kloning akan menghasilkan dalm jumlah yang banyak dan seragam secara genetik. Dengan memanfaatkan teknologi-teknologi ini, peternak dapat meningkatkan mutu genetik dan mengembangkan sapi lokal, baik dari segi produksi (susu, daging), reproduksi, maupun ketahanan terhadap penyakit.

MANFAAT GENETIKA UNTUK MENDAPATKAN ANAKAN SAPI YANG BAIK DARI INDUK YANG TEPAT

Genetika dapat membantu dalam pemilihan potensi unggul dari ternak baik secara perkawinan silang maupun rekayasa genetika. Potensi genetik ini dapat diketahui dengan analisis genom terhadap gen-gen terbaik dari individu ternak.

Sehingga manfaat dari pemilihan berdasarkan potensi gentika akan meningkatkan potensi produksi, mencegah penyakit keturunan. Optimalisi ketahanan tubuh terhadap penyakit, suhu, pakan sehingga tidak menganggu produktifitasnya.

Juga bermanfaat untuk melestarikan plasma nutfah sebagai kekayaan hayati peternakan Indonesia. Contohnya mencegah sapi Bali bertanduk cacat akibat kawin sedarah.\

MANFAAT GENETIKA UNTUK MENGETAHUI POTENSI PRODUKSI DAN POTENSI EKONOMI SAPI

Untuk potensi produksi, peternak dapat memilih ternak sapi sesuai potensinya apakah untuk sapi perah ataukah sapi potong. Potensi genetik produksi susu atau potensi penambahan berat badan (pbb) dapat dilihat dari catatan silsisah induk/bapaknya ataupun analisis genom. Misalnya peternak mencari sapi perah dengan potensi genetik produksi harian 30 liter atau sapi potong dengan potensi genetik pbb harian 1,5kg.

Peternak dapat mengetahui apakah sapi ini memiliki potensi suatu penyakit atau sapi ini tahan penyakit, misalnya penyakit reproduksi yang akan berpengaruh terhadap pengembangbiakan di kemudian hari.

Peternak dapat memilih sistem perkawinan dengan memilih pejantan yang diinginkan melalui inseminasi buatan atau memilih induk dan pejantan yang diinginkan memalui transfer embrio.

Optimalisasi potensi genetik dengan melakukan rekayasa genetik seperti membuang gen penyakit atau menambahkan gen tahan penyakit, atau gen yang dapat meningkatkan produktivitas tapi juga mengurangi konsumsi pakan (lebih efisien).

Potensi ekonomi dari seleksi atau rekayasa genetika yaitu kualitas produk lebih bagus misalnya daging tanpa lemak, susu protein tinggi, susu rendah laktosa, persentase karkas daging di atas 60%, dll. Punya akses pasar yang lebih spesifik dengan harga yang lebih tinggi contoh harga susu murni biasa Rp 10.000,-/liter sedangkan harga susu rendah laktosa Rp 30.000,-/liter.

Jumlah volume/berat lebih sehingga keuntungan lebih tinggi misalnya 1 ekor sapi umur 2 tahun berat 200 kg dengan biaya pemeliharaan harian Rp 40.000,-. Dibanding dengan sapi genetik unggul umur 2 tahun berat 350 kg dengan biaya pemeliharaan harian Rp.45.000,-, bisa dilihat peternak sudah untung.

Peternak bisa memelihara ternak lebih sedikit, biaya lebih sedikit tetapi hasil lebih banyak. Untuk apa memelihara 10 ekor sapi perah dengan jumlah produksi susu harian total 150 liter kalau bisa pelihara 5 ekor dengan jumlah produksi susu harian 150 liter. Ini juga mengurangi jumlah limbah atau dampak lingkungan. Jumlah ternak yang sedikit dengan produksi tinggi juga mengurangi biaya kesehatan ternak/pengobatan sehingga lebih efisien.

ASPEK-ASPEK MANAJEMEN REPRODUKSI SAPI PERAH

Manajemen reproduksi sapi perah mencakup aspek-aspek penting berikut ini:

Deteksi birahi (heat detection), adalah fondasi keberhasilan reproduksi. Sapi perah memiliki periode birahi yang relatif singkat (rata-rata 8-18 jam) dengan gejala yang bervariasi.

Gejala primernya sapi mau dinaiki sapi lain ("standing heat") yang merupakan indikator paling akurat. Gejala sekundernya gelisah, vulva bengkak dan merah, keluar lendir transparan dari vulva, penurunan produksi susu sementara, nafsu makan berkurang, dan saling menaiki sapi lain.

Metode deteksinya dengan observasi visual. Peternak atau pekerja harus mengamati sapi secara teratur, minimal 2-3 kali sehari (pagi, siang, sore/malam) selama 20-30 menit per sesi, terutama pada saat sapi lebih tenang.

Menggunakan alat bantu krayon/stik birahi, dioleskan di pangkal ekor, akan luntur jika sapi dinaiki. Patch deteksi birahi (pressure-activated patches), ditempelkan di punggung, akan berubah warna jika ada tekanan dari sapi lain yang menaiki.

Juga sistem otomatis (aktivitas monitor). Sensor yang dipasang di kalung atau kaki sapi yang mendeteksi peningkatan aktivitas berjalan atau berdiri sebagai indikator birahi. Ini sangat akurat dan mengurangi ketergantungan pada observasi manual.

Tingkat keterampilan inseminator, inseminator yang terampil adalah kunci sukses IB. keterampilannya meliputi pengetahuan anatomi reproduksi sapi yaitu memahami posisi rahim, serviks, dan ovarium. Teknik memasukkan semen, mampu memasukkan gun IB melalui serviks dengan lembut dan benar.

Deposisi semen yang tepat, meletakkan semen di bagian anterior korpus uteri (tubuh rahim) atau awal kornu uteri (tanduk rahim) yang ipsilateral (searah dengan ovarium yang berovulasi). Memahami cara thawing (pencairan) semen beku yang benar (suhu dan waktu yang tepat) untuk menjaga viabilitas spermatozoa. Menjaga kebersihan alat-alat inseminasi untuk mencegah infeksi.

Penentuan waktu Inseminasi Buatan (IB) yang optimal. Konsep umum yang sering digunakan adalah "AM/PM rule".

Yaitu jika sapi menunjukkan birahi di pagi hari (AM), inseminasi dilakukan pada sore hari (PM) di hari yang sama. Jika sapi menunjukkan birahi di sore hari (PM), inseminasi dilakukan pada pagi hari (AM) keesokan harinya.

Prinsipnya adalah menginseminasi sapi 10-14 jam setelah sapi pertama kali menunjukkan gejala birahi berdiri (standing heat), karena ovulasi (pelepasan sel telur) terjadi sekitar 24-32 jam setelah awal birahi.

Ada juga aspek lain yang juga penting dalam manajemen reproduksi. Pencatatan data yang akurat, penting untuk mencatat tanggal melahirkan, tanggal birahi, tanggal inseminasi, jenis semen, hasil kebuntingan, dan masalah reproduksi. Data ini digunakan untuk evaluasi performa dan pengambilan keputusan.

Pemeriksaan kebuntingan dini dilakukan 30-45 hari setelah IB melalui palpasi rektal atau USG untuk mengidentifikasi sapi yang tidak bunting sehingga dapat segera diinseminasi ulang.

Program sinkronisasi birahi digunakan untuk menginduksi birahi pada sekelompok sapi pada waktu yang bersamaan, mempermudah manajemen IB dan mengurangi ketergantungan pada deteksi birahi alami.

Pemeriksaan kesehatan reproduksi rutin dilakukan oleh dokter hewan untuk mendiagnosis dan mengobati masalah reproduksi seperti infeksi rahim, kista ovarium, atau anestrus (tidak birahi).

Manajemen periode transisi. Periode sebelum dan sesudah melahirkan (sekitar 3 minggu sebelum hingga 3 minggu setelah) sangat krusial. Nutrisi yang tepat dan minimnya stres pada periode ini sangat mempengaruhi kesehatan reproduksi pasca-melahirkan.

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer