-->

SISTEM GADUH BERHASIL SALURKAN 600 EKOR KAMBING KE PETERNAK

Ashe (Kanan), Kala Mengunjungi Peternak Yang Mendapat Bantuan Kambing
(Foto : Radartarakan)


Geliat peternakan Kambing Boer dan persilangan (cross boer) di Kabupaten Bulungan semakin masif. Bulungan Mandiri Farm (BMF) menjadi percontohan peternakan kambing pedaging di Kalimantan Utara.

Kambing Boer adalah salah satu ras kambing yang populer untuk produksi daging. Ras ini berasal dari Afrika Selatan dan dikenal memiliki kualitas daging yang tinggi serta dapat menghasilkan keuntungan yang menggiurkan bagi para peternak.

Di Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara, jenis kambing ini telah dikembangkan oleh Chieto Karno alias Ashe melalui peternakan Bulungan Mandiri Farm (BMF) yang didirikan sejak tahun 2021 silam di Jalan Poros Tanjung Selor-Tana Kuning Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor.

Bahkan peternakan ini telah dikunjungi langsung Menteri Pertanian pada saat itu Syahrul Yasin Limpo pada tahun 2021. Dalam kunjungan tersebut Mentan juga memanen Cempe Kambing Boer usia 4 bulan.

Kini, peternakan kambing boer tidak hanya di BMF tapi sudah masif ke peternak yang ada di Kabupaten Bulungan, dan Kaltara pada umumnya. Pengembangbiakan kambing boer yang ada di Kaltara ini semuanya berawal dari BMF yang selama ini telah membantu para peternak kambing melalui mekanisme bagi hasil atau sistem gaduh.

Dimana kambing jantan dan betina BMF dititipkan ke peternak. Hasil anakan kambing akan dibagi antara BMF dan peternak. Misalnya, kambing yang dititip melahirkan dua anak maka satu milik peternak satu untuk BMF.

“Hingga saat ini mitra BMF untuk pengembangbiakan kambing boer sudah mencapai sekitar 77 mitra yang ada di tujuh desa di Bulungan, dan sudah ada sekitar 600 ekor kambing yang diserahkan (bantu) peternak,” sebut Cheito Karno.

Hingga saat ini, kata pria yang akrab disapa Ashe, BMF masih membuka diri untuk peternak yang ingin bermitra. Asalkan kandang dan pakan sudah siap.

“Kalau sudah ada kandang, sudah ada rumput pakchong dan indogofera baru kami berikan kambingnya minimal lima ekor maksimal 10 ekor, sesuai dengan kebutuhan lah,” kata Owner BMF. (INF)

TULANG AYAM: JANGAN DIBUANG, BISA JADI KALDU NIKMAT

Tulang ayam biasanya untuk campuran membuat sayur. (Foto: Shutterstock)

Di pasar-pasar tradisional di pelosok, tulang ayam masih ada harganya. Pembelinya bukan cuma kalangan “dompet tipis”, namun para pemilik “dompat tebal” banyak yang gemar membelinya. Asal pintar mengolahnya, bisa jadi hidangan nikmat.

Pagi itu jarum jam masih menunjukkan angka 6. Pelataran depan Pasar Randudongkal, Kota Pemalang, Jawa Tengah, sudah sesak pedagang dan pembeli. Hari itu, Selasa (9/4), satu hari sebelum Lebaran Idul Fitri 1445 H. Seperti tahun-tahun sebelumnya, sehari jelang lebaran pasar penuh.

Di deretan los penjual daging ayam, hampir semua pedagang dipenuhi pembeli. Dari sekian banyak pedagang daging ayam, ada satu pemilik lapak yang menarik perhatian Infovet. Seorang ibu setengah baya tampak sibuk membungkus tulang-tulang ayam dengan tas kresek putih. Setiap kantong plastik berisi 1 kg.

Meski tak seramai lapak penjual daging ayam, namun pembeli di lapak tulang ayam ini lumayan banyak. “Yang beli tulang ayam biasanya buat campuran bikin sayur. Murah, sekilo cuma Rp 15 ribu,” tutur Sutarmi, penjual tulang ayam di pasar tradisonal ini.

Ia menceritakan, di hari-hari biasa, pembeli tulang ayam juga lumayan banyak. Rata-rata pembelinya ibu-ibu yang tidak mampu beli daging ayam utuh, yang harganya dua kali lipat lebih. Balungan ayam menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin tetap menikmati “rasa ayam”, namun kondisi keuangannya terbatas.

“Di pasar ini cuma ada beberapa yang jualan tulang ayam seperti saya, yang lain kebanyakan jualan daging ayam utuh,” ujar Sutarmi. Di hari-hari biasa, dalam sehari, wanita ini bisa menjual 10 kg lebih. Tetapi jika puasa atau menjelang lebaran, ia mengaku bisa menjual sampai 25 kg.

Pedagang ini mengatakan, tulang-tulang ayam itu dibelinya dari para distributor daging ayam di sekitar Randudongkal. Para distributor memisahkan dagingnya untuk kebutuhan bahan pembuatan bakso, sosis, dan menu makanan siap olah lainnya. Tulang-tulang ini ternyata masih bisa dijual dan banyak peminatnya.

Nurkhikmah (35), adalah salah satu penggemar tulang ayam. Meski tidak setiap hari membeli, namun dalam sebulan ibu rumah tangga ini mengaku sering membeli tulang ayam untuk campuran sayur. “Saya biasanya beli untuk campuran sayur sop. Kaldunya yang saya ambil, rasanya gurih sama seperti daging ayam,” ujarnya.

Bagi warga Kota Pemalang ini, selain murah, kalau hanya untuk campuran masak sayur, balungan ayam sudah terasa nikmat. Asal tahu cara mengolahnya, kaldu yang dihasilkan dari balungan ayam rasanya gurih, tak kalah rasa dengan kaldu daging ayam. Nurkhikmah, juga sering menggunakan kaldu dari tulang ayam untuk bahan olahan lainnya.

“Untuk sebagian orang mungkin masih ada rasa gengsi beli tulang ayam, tapi kalau saya lebih pada tujuannya, mau diolah apa. Jadi, enggak perlu gengsi lah, wong hidup di kampung, yang penting kalau sudah diolah rasanya enak,” ungkap ibu empat anak ini kepada Infovet sambil tersenyum.

Manfaat Kaldu Ayam 
Nurkhikmah termasuk konsumen yang cerdas. Selain mampu mengatur uang belanja, ia juga pintar memasak. Dengan bahan yang sederhana Nurkhikmah setiap hari memasak menu yang nikmat untuk hidangan keluarga. Urusan kandungan gizi, ia juga termasuk cermat karena rajin membaca artikel-artikel kesehatan dan seputar kuliner.

“Sebagai ibu, saya perlu memperhatikan asupan gizi buat keluarga. Makanya saya senang baca artikel-artikel yang membahas soal bahan-bahan makanan dan kandungan gizinya. Termasuk kaldu dari balungan ayam tadi,” katanya.

Menurut Nurkhikmah, kaldu ayam bisa menjadi penyedap makanan pengganti MSG (Monosodium Glutamat). Rasanya yang gurih dan nikmat sangat disukai oleh banyak orang. Selain itu, nyatanya kaldu ayam juga kaya nutrisi dan kaya manfaat untuk kesehatan.

Kaldu ayam selain cita rasanya gurih, juga memiliki nutrisi lengkap yang sangat dibutuhkan tak hanya untuk orang dewasa, namun juga anak-anak. Dikutip dari Egafood.co.id, kandungan gizi dalam kaldu ayam per 1 gelas atau 240 ml, adalah 24 mg sodium; 24 mg kalium; 0,29 gram lemak; 0,122 gram lemak tak jenuh tunggal; 0,097 gram lemak tak jenuh ganda; 0,073 gram lemak jenuh; 0 mg kolesterol; 1,51 gram karbohidrat; dan 0,95 gram protein.

Dengan kandungan gizi tersebut, kaldu ayam memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan. Pertama, menjaga kekuatan otot, sendi, dan tulang. Kaldu ayam juga menjadi sumber gelatin yang mampu terurai dalam tubuh dan menjadi kolagen. Dalam sebuah studi yang dilakukan pada 2017, disebutkan jika konsumsi gelatin mampu meningkatkan jumlah kolagen yang akan membantu melindungi sendi dari stres.

Kedua, melawan osteoartritis. Selain baik untuk sendi, kolagen tipe 2 dalam kaldu ayam mampu memperbaiki gejala yang ditimbulkan pada bagian sendi seperti kaku, nyeri, serta penurunan fungsi fisik pada mereka yang menderita osteoartritis.

Ketiga, menyehatkan sistem pencernaan. Manfaat kaldu ayam untuk kesehatan selanjutnya adalah menjaga kesehatan sistem pencernaan. Hal ini disebabkan kandungan asam amino yang terdapat dalam tulang ayam. Selain itu, kandungan glutamin yang ada dalam kaldu ayam disebut mampu mengatasi berbagai masalah seperti usus bocor. Diketahui jika salah satu penyebab usus bocor adalah kurangnya kandungan asam amino, sehingga kaldu ayam adalah solusi terbaik untuk meningkatkan asam amino dalam tubuh.

Keempat, membantu tidur nyenyak. Asam amino disebut mampu meningkatkan kualitas tidur seseorang. Untuk itu bagi yang memiliki masalah tidur yang tidak nyenyak, cobalah mengonsumsi kaldu ayam saat makan malam. Selain membantu tidur lebih nyenyak, juga akan bangun lebih segar.

Kelima, membantu menurunkan berat badan. Kaldu ayam memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga mampu membuatmu kenyang lebih lama. Kamu bisa membuat sup dengan kaldu tulang ayam untuk membuat perutmu kenyang lebih lama serta menambahkan protein lebih banyak ke dalam makanan agar tubuh lebih bertenaga.

Tips Menyimpan Kaldu Ayam
Karena kaldu buatan sendiri tidak menggunakan bahan pengawet, tentu saja akan cepat basi. Kaldu ayam yang telah matang hanya akan bertahan beberapa jam saja ketika dibiarkan disuhu ruangan. Namun jika disimpan dengan benar di lemari es, maka bisa bertahan lebih lama.

Umumnya menyimpan kaldu ayam harus dilakukan ketika kaldu masih berbentuk cair. Kaldu ayam lambat laun akan mengental sehingga sulit disimpan dalam wadah-wadah kecil. Untuk itu disarankan mulai memilahnya dalam wadah sekitar satu jam setelah kaldu ayam matang.

Untuk daya tahannya sendiri bergantung dari tempat penyimpanannya. Jika disimpan dalam lemari pendingin biasa, kaldu ayam hanya akan bertahan sekitar tiga hari. Namun jika disimpan dalam freezer bisa bertahan hingga tiga bulan.

Olahan Kaldu Ayam 
Rasanya yang gurih, kaldu ayam bisa dijadikan bahan masakan yang nikmat. Salah satunya diolah untuk membuat sup krim ayam. Sup ini bisa dibuat dengan mudah dengan cara memanaskan kaldu ayam lalu tambahkan wortel, jagung, dan suwiran daging ayam. Bumbui dengan merica dan garam lalu tambahkan susu untuk mengentalkannya.

Bisa juga digunakan untuk campuran bubur ayam. Jika punya stok kaldu, bisa membaginya menjadi dua bagian. Satu bagian untuk memasak bubur dan bagian lain untuk memasak kuah kuning. Tak hanya memberi rasa nikmat, adanya stok kaldu ini juga membuat lebih hemat waktu dan praktis.

Ada juga yang memanfaatkan untuk masak soto ayam Lamongan. Ini adalah jenis kaldu yang cukup populer dengan kuah bewarna kuning dan taburan bubuk koya yang gurih. Untuk membuat soto ayam Lamongan, memerlukan kaldu ayam kampung yang telah kamu buat di kulkas.

Panaskan hingga cair, lalu masukkan repah seperti lengkuas, jahe, serai, daun salam, dan daun jeruk. Selain itu, tambahkan pula tumisan bumbu halus yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, ketumbar, kunyit, dan merica. Aduk dan masak kuah hingga mendidih lalu tuangkan kuah dalam mangkok yang telah diisi dengan suwiran ayam, sohun, kol, dan bubuk koya.

Selain beberapa olahan di atas, juga bisa menggunakan kaldu ayam untuk memasak mie godog Jawa, batagor kuah, sup makaroni, capjay, ataupun sapotahu. Pokoknya, bisa digunakan untuk olahan masakan sesuai selera. ***


Ditulis oleh:
Abdul Kholis
Koresponden Infovet daerah Depok,
Konsultan media dan penulis buku,
Writing Coach Griya Menulis (Bimbingan Menulis Buku & Jurnalistik),
Juara I Lomba Jurnalistik Tingkat Nasional (Unsoed, 2021) & Juara I Kompetisi Menulis Artikel Tingkat Nasional dalam rangka HATN, 2022

IKUTI WEBINAR MEMBEDAH KINERJA PERUSAHAAN PUBLIK PETERNAKAN 2023 DAN PREDIKSI 2024

Webinar Nasional "Membedah Kinerja Perusahaan Publik Peternakan 2023 dan Prediksi 2024"

  • Hari, tanggal:  Selasa, 28 Mei 2024
  • Jam 10.00-11.30 wib
  • Platform: Zoom
  • Narasumber: Viktor Stefano, Analis Emiten Agribisnis, Research Analyst BRI Danareksa Sekuritas
  • Moderator: Bambang Suharno, pimpiman Majalah Infovet,  agribiznetwork.com dan GITA Consultant
  • Tiket : Rp 300.000,-  (akademisi/peneliti, diskon 50%)
  • Free : e-certificate

Kinerja perusahaan publik peternakan dapat menjadi gambaran kinerja bisnis peternakan secara keseluruhan. Webinar ini akan membahas secara mendalam kinerja perusahaan publik peternakan tahun 2023 dan prediksi untuk tahun 2024 dengan narasumber yang kompeten dan berpengalaman. 

Cocok diikuti oleh:

  • Pelaku Bisnis Peternakan
  • CEO/Manager/Tim Marketing Perusahaan
  • Investor
  • Akademisi
  • Peneliti
  • Pemerintah
  • Pengamat bisnis peternakan 

Daftar segera: https://bit.ly/WEBINAR_INFOVET 

Bukti transfer diemail ke: gallus.marketingeo@gmail.com

Info selengkapnya hubungi : https://wa.me/6287778296375 (Mariyam/GITA EO)

PRODUSEN SERANGGA INNOVAFEED MEMBUKA PUSAT INOVASI DI AS

Innovafeed, produsen bahan serangga Perancis untuk pakan ternak, makanan hewan dan nutrisi tanaman, telah meresmikan Pusat Inovasi Serangga Amerika Utara (NAIIC) di Decatur, Illinois. Pabrik percontohan ini merupakan langkah awal ekspansi industri agtech Perancis ke Amerika Utara. Innovafeed bertujuan untuk meningkatkan produksi dan komersialisasi protein serangga di AS.

Innovafeed membiakkan Hermetia illucens, juga dikenal sebagai black soldier fly, di peternakan dalam ruangan yang canggih, sekaligus secara efisien menggunakan kembali produk sampingan pertanian dari mitra strategisnya, ADM, dalam kerangka kerja nihil limbah. Proses inovatif ini menghasilkan tepung serangga, minyak, dan perbaikan tanah, yang dipasarkan Innovafeed dengan merek Hilucia.

Saluran pipa akan menghubungkan pabrik tersebut ke pabrik pengolahan jagung basah milik ADM, sehingga memungkinkan perusahaan tersebut secara langsung memulihkan produk sampingan hingga 300.000 ton per tahun. Produk sampingan ini akan diubah menjadi bahan serangga berkualitas tinggi yang menghasilkan hingga 60.000 metrik ton protein pakan ternak yang berasal dari Hermetia Illucens. Selain itu, pabrik ini juga akan menghasilkan 20.000 metrik ton minyak untuk ransum unggas dan babi setiap tahunnya, serta 400.000 metrik ton perbaikan tanah. Di Decatur, fasilitas manufaktur skala besar yang direncanakan akan meniru model simbiosis industri yang dipelopori oleh Innovafeed di Perancis.

Peresmian NAIIC merupakan tonggak sejarah ekspansi Innovafeed di Amerika Utara. CEO Clement Ray, “Kami memilih Decatur untuk operasi pertama kami di AS karena lokasinya di jantung kawasan jagung Midwest dan kedekatannya dengan mitra kami ADM dan pemimpin agribisnis lainnya. Produk sampingan jagung ADM merupakan sumber daya kaya yang akan kami manfaatkan untuk mendorong produksi BSF kami. Pada saat yang sama, proses melingkar ini akan memberikan solusi nyata untuk berkontribusi pada misi kami dan tujuan Departemen Energi AS dalam melakukan dekarbonisasi sektor industri.”

DISBUNNAK KALSEL SALURKAN BANTUAN TERNAK SAPI

Penyerahan Bantuan Sapi Secara Simbolis Kepada Peternak
(Foto : Istimewa)

Dalam rangka peningkatan populasi ternak sapi guna mendukung program prioritas Sistem Integrasi Kelapa Sawit Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma (SISKA KU INTIP), Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan penyaluran bantuan ternak sapi tahun 2024 di Pasar Hewan Jaro Kabupaten Tabalong, Rabu (22/5/2024).

Kepala Disbunnak Provinsi Kalsel, Suparmi melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Edi Santoso menyampaikan, kegiatan ini merupakan salah satu program pemerintah dalam memberikan penguatan ekonomi dasar dengan tujuan mendukung ketahanan pangan dari sektor peternakan melalui pemenuhan kebutuhan daging sapi.

“Dengan adanya dukungan bantuan ternak sapi tersebut juga dapat menopang pendapatan masyarakat peternak di Kabupaten Tabalong dengan mengembangkan potensi yang ada untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Edi.

Lanjut Edi, dengan adanya kolaborasi sinergis antara pemerintah daerah, TNI/POLRI serta stakeholder yang terlibat termasuk POKTAN sangat diperlukan untuk mendukung dan menjaga kekuatan ketahanan pangan di wilayah Kalsel sebagai salah satu penyangga ketersediaan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Ini merupakan salah satu bentuk kesiapan Kalsel sebagai gerbang logistik Kalimantan di masa yang akan datang melalui pembangunan perternakan,” ujar Edi.

KABUPATEN SIGI BUKA SPR BARU UNTUK TINGKATKAN PRDOUKSI TERNAK

Peternak Memberi Makan Sapi - Sapi di SPR Baru Kabupaten Sigi 
(Foto : Istimewa)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi Sulawesi Tengah (Sulteng), meningkatkan produksi peternakan dengan penambahan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di wilayah itu.

"Dinas Peternakan Sigi tentunya segera melakukan program pembentukan SPR baru dan pembenahan UPT perbibitan," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sigi Ihsan di Sigi, Selasa (21/5) yang lalu.

Ia mengemukakan salah satu cara menambah produksi peternakan yaitu pemenuhan sarana pengolahan pakan ternak secara tepat.

"Pemenuhan sarana pengolahan pakan yang sangat dibutuhkan kelompok serta masyarakat peternakan sehingga usaha ternak di Sigi dapat berhasil dan menghasilkan sapi serta kambing berkualitas, " ucapnya.

Kata dia, keberhasilan usaha peternakan di Sigi ditentukan oleh ketersediaan dan kualitas pakan ternak tersebut.

"Sekitar 85 persen keberhasilan usaha peternakan di pengaruhi oleh ketersediaan pakan serta pembentukan tim reaksi cepat penanggulangan penyakit hewan," ujar dia.

Ia menambahkan saat ini jumlah Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di Kabupaten Sigi sebanyak tiga terletak di Marawola, Dolo Selatan dan Palolo.

"SPR di Sigi masih ada tiga yaitu di Dolo Selatan, Marawola dan Palolo. Tahun ini rencana dibuka di Kecamatan Sigi Biromaru, " tuturnya.

Menurut dia, sektor peternakan di Kabupaten Sigi berperan membantu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

"Pemerintah daerah setiap tahun memberikan bantuan sosial ternak kepada masyarakat setiap tahun minimal 1.000 ekor ternak terdiri dari 500 ekor sapi, 300 ekor kambing dan 200 babi," kata Ihsan.

Bantuan itu diberikan ke masyarakat sebagai bentuk upaya pemerintah membantu meningkatkan produktivitas peternakan di kabupaten itu

"Ini adalah salah satu upaya dari pemerintah bisa memberikan stimulan kepada masyarakat karena memang warga di Sigi banyak mau beternak sebab potensi sumber daya alam cukup mendukung untuk peternakan," ucapnya. (INF)

PELATIHAN PJTOH ANGKATAN XXVI DIGELAR HYBRID DI SURABAYA

Pelatihan PJTOH angkatan XXVI hari pertama dan kedua yang berlangsung di Surabaya. (Foto-foto: Dok. Infovet)

Pelatihan Penanggung Jawab Teknis Obat Hewan (PPJTOH) kembali digelar Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) untuk angkatan XXVI, dilaksanakan pada 21-22 Mei 2024, di Surabaya secara hybrid diikuti sekitar 90-an peserta.

“Mengingat pentingnya tugas dan tanggung jawab PJTOH, maka ASOHI hampir setiap tahun mengadakan pelatihan ini. Sejak berlakunya pelarangan penggunaan AGP sejak 2018, kesadaran para dokter hewan dan apoteker terhadap pentingnya pelatihan ini semakin meningkat. Semoga dengan kesadaran ini implementasi peraturan bidang obat hewan semakin baik,” ujar Ketua ASOHI, Drh Irawati Fari.

Pada hari pertama pelatihan menampilkan pembicara Koordinator Substansi Pengawasan Obat Hewan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Drh Ni Made Ria Isriyanthi yang membahas mengenai regulasi obat hewan, izin usaha, pedoman CPOHB, registrasi, penyediaan, peredaran, dan pengawasan obat hewan, serta tugas dan tanggung jawab PJTOH.

Dijelaskan oleh Ria, tugas dan tanggung jawab PJTOH yakni untuk menjaga mutu, khasiat, dan keamanan obat hewan wajib menempatkan dokter hewan dan/atau apoteker sebagai penanggung jawab teknis pada perusahaan obat hewan.

Di antaranya dengan memberikan informasi peraturan perundangan obat hewan kepada direktur perusahaan; memberikan saran dan pertimbangan teknis obat yang berhubungan dengan farmakodinamik, farmokinetik, farmakoterapi, toksikologi, serta imunologi; mempersiapkan kelengkapan dokumen izin usaha dan dokumen pendaftaran; menyetujui penyediaan dan peredaran obat hewan sesuai undang-undang atau menolak apabila tidak sesuai peraturan perundangan obat hewan.

“PJTOH harus menolak penyediaan dan peredaran obat hewan ilegal; bertanggung jawab memberikan pertimbangan teknis; laporan tertulis tentang penyediaan dan peredaran obat hewan kepada Ditjen PKH cq Ditkeswan sesuai ketentuan yang berlaku; serta evaluasi terhadap khasiat, keamanan, dan efek samping obat hewan yang telah dipasarkan di lapangan,” jelas Ria.

“Seorang PJTOH bertanggung jawab penuh terhadap semua kegiatan produksi, importir/eksportir, apabila ada obat hewan ilegal dan pemalsuan adalah tanggung jawab seorang PJTOH.”

Selain itu, pemaparan dilanjutkan dengan materi dari narasumber Prof Budi Tangendjaja yang mengupas soal feed additive dan feed supplement, kemudian oleh Badan Karantina mengenai kebijakan karantina hewan, dan oleh Drh Widiarto mengenai peran PPNS dalam penanganan obat hewan ilegal.

Peserta PJTOH yang ikut secara daring. 

Sementara pada hari kedua menampilkan Direktur Pakan Ternak, Drh Nur Saptahidhayat yang membahas mengenai isu resistansi antimikroba (AMR), keamanan pakan, pakan terapi (medicated feed), dan PJTOH pakan.

Dijelaskan bahwa pentingnya PJTOH pakan di antaranya mengendalikan obat dalam pakan, sebab pakan merupakan hal krusial dalam budi daya ternak. “Penggunaan antimikroba harus sesuai dosis, sesuai lama pemberian, mengendalikan penjualan pakan terapi, dan mencegah penggunaan antimikroba sebagai growth promoter,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, PJTOH pakan juga ikut mengawasi penyimpangan penggunaan obat hewan, mengawasi distribusi pakan terapi di lapangan, serta menjaga pabrik sesuai standar cara pembuatan pakan yang baik (CPPB). Hal tersebut menurutnya agar penanggung jawab teknis di suatu perusahaan ikut menjamin pakan yang tersebar aman. Adapun pembahasan lain mengenai regulasi pakan terapi, nomor pendaftaran pakan (NPP).

Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Ketua Komisi Obat Hewan, Prof Widya Asmara, tentang obat hewan biologik, farmasetik, dan obat alami. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ketua Tim Kerja Pelayanan Pengujian Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH), M. Syaefurrosad, mengenai rantan dingin (cold chain), tata cara pengiriman obat hewan yang baik dan prosedur pengiriman sampel ke BBPMSOH.

Bahasan semakin lengkap dengan hadirnya narasumber dari tim CPOHB, Drh Ketut Karuni, yang membawakan materi CPOHB dan tata cara pembuangan limbah obat, dan Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), Drh M. Munawaroh, mengenai tata cara pengurusan SIPT, kemudian Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Noffendri Roestam, soal tata cara pengurusan SIPA, serta Ketua ASOHI, Drh Irawati Fari, tentang peran ASOHI dalam pembinaan anggota dan Sekretaris sekaligus anggota Dewan Kode Etik ASOHI, Peter Yan, soal kode etik AOSHI. (RBS)

PUBLIC EXPOSE TAHUN BUKU 2023 PT MALINDO FEEDMILL TBK

PT Malindo Feedmill Tbk yang bergerak dalam bidang produksi dan penjualan pakan ternak, pembibitan dan distribusi anak ayam usia sehari ras pedaging, pembibitan dan penjualan anak ayam usia sehari ras parent stock serta peternakan ayam ras pedaging, pengolahan makanan, RPU, dan juga memiliki restoran cepat saji Sunny Chick, pada 21 Mei 2024 mengadakan Public Expose Tahun Buku 2023 di Jakarta.

Penjualan bersih Malindo mengalami peningkatan 8,6% menjadi Rp 12,1 triliun dari Rp 11,1 triliun di tahun 2022. Kinerja penjualan pakan menjadi kontributor paling besar pada penjualan bersih yaitu sebesar 65,0%, disusul penjualan ayam pedaging sebesar 16,9%, anak ayam/itik usia sehari sebesar 13,8%, makanan olahan sebesar 1,0% dan lain-lain sebesar 3,3%.

Penjualan pakan mengalami peningkatan 9,5% menjadi sebesar Rp 7,8 triliun di tahun 2023 dari Rp 7,1 triliun di tahun 2022. Penjualan ayam pedaging mengalami peningkatan 17,4% menjadi sebesar Rp 2,0 triliun di tahun 2023 dari Rp 1,7 triliun di tahun 2022. Penjualan produk makanan olahan meningkat 0,4% menjadi sebesar Rp 116,1 miliar di tahun 2023 dari Rp 115,6 miliar ditahun 2022. Penjualan lain-lain meningkat 4,1% menjadi sebesar Rp 398 miliar di tahun 2023 dari Rp 382,3 miliar di tahun 2022. Sedangkan penjualan anak ayam/itik usia sehari turun 2,5% menjadi sebesar Rp 1,6 triliun di tahun 2022 dari Rp1,7 triliun di tahun 2022.

Perolehan laba kotor tahun 2023 lebih besar dibandingkan dengan tahun 2022 yaitu meningkat 36,6% menjadi Rp 947,8 miliar. Laba tahun berjalan tahun 2023 sebesar Rp 63,1 miliar, meningkat 140,9% dibanding tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 26,2 miliar di tahun 2022. Jumlah laba komprehensif pada tahun 2023 adalah sebesar Rp 65,1 miliar, meningkat 141,0 % dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp 27,0 miliar.

Jumlah aset pada tahun 2023 adalah sebesar Rp 5,5 triliun, yaitu lebih rendah 4,0% atau Rp 229,7 miliar dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp 5,7 triliun. Hal ini terutama dipengaruhi oleh penurunan aset lancar sebesar 4,4% atau Rp 130,9 miliar dan penurunan aset tidak lancar sebesar 3,5% atau Rp 98,8 miliar.

Jumlah liabilitas pada tahun 2023 adalah sebesar Rp 3 triliun, yaitu lebih rendah 9,9% atau Rp 331,2 miliar dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp 3,3 triliun. Hal ini terutama dipengaruhi oleh penurunan liabilitas jangka pendek sebesar 5,6% atau Rp 141,8 miliar dan penurunan liabilitas jangka panjang sebesar 22,9% atau Rp 189,4 miliar.

Penjualan bersih Malindo pada kuartal I 2024 meningkat sebesar Rp 568,1 miliar atau sebesar 21,2%. Penjualan pakan ternak naik sebesar 17,7% atau Rp 316,7 miliar, peningkatan penjualan anak ayam/itik usia sehari sebesar 46,5% atau sebesar Rp 147,3 miliar dari Rp 316,7 miliar menjadi Rp 464 miliar di periode Maret 2024. Penjualan ayam pedaging naik sebesar Rp 88,3 miliar atau 19,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan makanan olahan naik 8,8% atau sebesar Rp 2,6 miliar, penjualan lain-lain naik 13,8% atau sebesar Rp 12,9 miliar. Secara keseluruhan setiap penjualan produk mengalami peningkatan yang signifikan.

Laba kotor pada kuartal I 2024 naik sebesar Rp 323,1 miliar atau 517,4% dari Rp 62,4 miliar menjadi Rp 385,5 miliar. Peningkatan laba kotor ikut mendorong peningkatan laba (rugi) bersih dari negatif Rp 143,9 miliar di kuartal I 2023 menjadi positif sebesar Rp 143,5 miliar di akhir Maret 2024 atau naik sebesar Rp 287,4 miliar atau 199,8%. Faktor utama peningkatan ini adalah kenaikan harga DOC dan broiler, yang juga disertai dengan peningkatan volume penjualan.

Dalam menjalankan operasinya Malindo menghadapi kendala meliputi krisis ekonomi global yang mengakibatkan daya beli masyarakat menurun, stabilitas harga jual DOC dan ayam broiler sepanjang tahun, dan ketersediaan dan kestabilan harga bahan baku pakan.

Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut dilakukan kebijakan strategis sebagai berikut:

  • Menunda belanja modal.
  • Meningkatkan efisiensi produksi dan melakukan penghematan di setiap lini produksi dan operasional.
  • Melakukan manajemen pembelian bahan baku dan penyesuaian harga jual yang tepat.
  • Mendukung program pemerintah untuk menyeimbangkan antara permintaan dan penawaran khususnya di industri peternakan.
  • Meningkatkan penjualan ekspor.

DISPARITAS HARGA TINGGI, PEMBELI LANGSUNG BELI HEWAN KURBAN DARI PETERNAK

Peternak Kambing Memberi Pakan Kambingnya
(Foto : Istimewa)

Harga hewan kurban jenis kambing menjelang Hari Raya Idul Adha di peternakan dengan pedagang memiliki selisih harga yang cukup lumayan. Kondisi tersebut mendorong warga masyarakat memilih untuk membeli langsung di peternakan.

Peternak kambing milik Ratim di Desa Kracak Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas Jawa Tengah dalam satu minggu terakhir didatangi para calon pembeli. Mereka mencari kambing untuk kurban dan kebutuhan sedekah bumi atau apitan salah satunya Sikin.

"Saya beli dua ekor kambing di peternak karena kambingnya bagus dan terawat serta pakan terjamin dan terjaga. Jika beli di pasar saya ndak tahu kesehatan serta pakannya bagaimana. Saya sudah menjadi langganan, harganya juga masih terjangkau," kata Sikin.

Alasan Sikin membeli di peternakan, selain karena harganya terjangkau dan tidak terlalu mahal. Menurutnya, bentuk dan jenis hewan pun tak terlalu besar untuk kebutuhan daging maksimal saat di potong.Selain itu,  warga memilih membeli hewan kurban ke kepeternakan karena kesehatannya terjamin dan bobot daging juga standar. Biaya perawatan di tanggung peternak dan  diantar menjelelang hari raya kurban.

"Kalau harga kambing kurban tahun ini naiknya rata-rata 100 ribu. Alhamdulilah banyak masyarakat yang mulai berdatangan baik yang membeli untuk acara sedekah bumi dan juga untuk kurban. Saya kasih bonus perawatan untuk pembeli dan saya antar pada hari H lebaran," ungkap Sikin pemilik peternakan hewan jenis kambing di Desa Kracak Ajibarang itu.

Seminggu terakhir, Ratim mengakui peternak sudah menjual lebih dari 20 ekor kambing yang rata-rata pembelinya berasal dari sekitar wilayah Banyumas. Kenaikan harga kambing rata-rata Rp 100 ribu per ekor dari tahun sebelumnya Rp 2,5 juta naik menjadi Rp 2,6 juta dengan usia kambing 1,5 tahun.

Sebagai upaya mencegah masuknya berbagai penyakit pada kambingnya, Ratim memeriksakan kesehatan ternaknya secara intensif. "Pakan teratur, kesehatan ternak terjamin serta daging dipastikan enak dan tidak susut,"pungkas Ratim. (INF)


PELOPOR PETERNAKAN KAMBING PERAH DI SAMARINDA

Memerah Kambing, Menjadi Wisata Alternatif Bagi Anak Usia SD
(Foto : Istimewa)

Sudah besar niat Gusti Addy Rijani untuk mengembangkan peternakan kambing perah di Kota Tepian. Walau sempat dicibir, itu bukan soal. Setelah ilmunya dirasa cukup, empat ekor kambing etawa dia ternakkan. Dua tahun sudah, kini sedikitnya 50 ekor kambing perah siap memenuhi kebutuhan pasar.

Susu kambing memang tidak setenar susu sapi. Namun, hal itu yang justru ingin Gusti edukasi. Dari segi kesehatan, manfaatnya begitu banyak. Dia pun bertolak ke Jawa untuk belajar mengenai peternakan kambing perah. Ingin dia aplikasikan di Samarinda.

“Dari awal ya ada saja yang memadamkan semangat. Padahal, keinginan untuk ternak kambing perah itu besar. Ya dibilang kalau di Kalimantan, kambing perah itu enggak bakal bisa hidup. Soalnya, memang dari segi suhu, kambing perah itu cocoknya di suhu agak dingin,” jelasnya.

Sebelum memutuskan membangun peternakan pada 2022, berbagai riset dilalui Gusti. Peluang dari segi ekonomi menurutnya besar. Sebab, kambing yang banyak ditemui di Samarinda adalah kambing potong.

“Minum susu kambing juga termasuk dari sunah Rasulullah. Jadi, dari awal berdiri juga niatnya edukasi, bahkan sampai sekarang. Di Samarinda ini, yang saya lihat benar-benar fokus peternakan kambing perah itu cuma saya. Ada tapi enggak fokus dan enggak rutin,” lanjutnya.

Usaha yang dia beri nama Abah Antung Farm itu memiliki rumah produksi di Jalan M Said, Loa Bahu Samarinda. Sedangkan kandangnya, berada di Km 8 Loa Janan. Beragam jenis kambing dia ternakkan selain etawa.
“Yang mencibir atau nyinyir enggak hanya yang di Samarinda, tapi juga orang di Jawa. Soalnya, memang dari segi perawatan enggak segampang kambing potong. Ada perhatian khusus. Tapi alhamdulillah, jadi bukti kalau sekarang usaha saya berjalan sudah dua tahun,” beber pria kelahiran 1985 itu.

Dalam perjalanannya juga diakui tak mudah. Meski begitu, usahanya dalam edukasi mulai berbuah. Kini peminat produknya tak hanya dari Samarinda. “Balikpapan dan Berau ini permintaan cukup banyak. Jadi baru-baru ini ada agen di sana. Di Tarakan sudah jalan,” sambungnya.

Ada dua jenis susu fresh yang diproduksi. Yakni raw milk dan pasteurisasi. Dengan berbagai ukuran mulai 200 mililiter (ml) hingga 1 liter. Saat ini juga mulai merambah produk susu bubuk. Segala peralatan sudah siap untuk produksi.

“Ini tinggal tunggu proses dari BPOM untuk layak edar yang susu bubuk. Kapasitas produksi dari 50 ekor kambing itu belum semua bisa diperah. Soalnya kan hanya untuk kambing yang menyusui. Yang produktif itu ada 15 ekor, 5-10 liter per hari. Nah yang 35 ini lagi proses, alhamdulillah ada yang siap kawin, ada yang lagi hamil, ada yang masih menyusui. Jadi, ke depan bisa lebih siap untuk memenuhi kebutuhan pasar yang perlahan mulai naik,” paparnya.

Masa laktasi kambing perah pun hingga satu tahun. Tentu dengan perawatan khusus. Berdasarkan pengalaman, perlahan Gusti juga mulai bisa menemukan celahnya. Semua cibiran berhasil dia tepis. Kambing perah miliknya terbukti menghasilkan.

Saat ini, diakui yang perlu pembenahan adalah penjualan. Sebab, stigma susu kambing masih dianggap hanya untuk pengobatan atau orang tua. Sehingga kebanyakan, pelanggannya adalah mereka yang memang tahu manfaat susu kambing.

Peluang pasar yang tinggi, Gusti juga membuka peluang untuk siapa saja yang tertarik memiliki usaha serupa. Sehingga, nantinya bisa membangun ekosistem peternakan kambing perah di Samarinda.

“Ambil kambing, ambil pakan bisa dari saya. Nanti dibantu untuk pengembangannya. Tantangannya juga masih di mindset, ternak kambing potong kan lebih gampang jadi sedikit yang melirik kambing perah. Harapannya memang semoga semakin teredukasi,” sebutnya.

Bahkan di awal, Gusti sempat ragu untuk promosi. “Soalnya, takut permintaan banyak tapi ketersediaan sedikit. Sekarang sudah sesuai lah antara kebutuhan dan stoknya,” tutup dia. (INF)

IMBUHAN PAKAN DAN KLASIFIKASINYA

Imbuhan pakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri. (Foto: Istimewa)

Imbuhan pakan berbeda dengan pelengkap pakan. Menurut Kepmen No. 240/Kpts/OT.210/4/2003, imbuhan pakan (feed additive) didefinisikan sebagai suatu zat yang secara alami tidak terdapat dalam pakan, yang tujuan pemakaiannya terutama sebagai pemacu produksi ternak. Sedangkan pelengkap pakan (feed supplement) adalah suatu zat yang secara alami sudah terkandung dalam pakan, tetapi jumlahnya perlu ditingkatkan dengan menambahkannya dalam pakan.

Jadi pelengkap pakan adalah bahan sumber zat gizi yang ditambahkan ke dalam pakan untuk melengkapi kekurangan zat gizi yang ada di dalam pakan. Sebagai contoh asam amino sintetis seperti DL Metionin, vitamin atau mineral mikro (trace element) yang kesemuanya merupakan zat gizi untuk ternak. Sedangkan imbuhan pakan merupakan bahan tambahan dalam pakan (bukan sumber zat gizi), yang berguna meningkatkan pemanfaatan dan penerimaan pakan oleh ternak atau bermanfaat untuk kesehatan/metabolisme ternak/meningkatkan daya guna pakan. Jadi, imbuhan pakan bukan hanya berfungsi sebagai pemacu produksi ternak.

Klasifikasi Imbuhan Pakan
Menurut fungsinya imbuhan pakan dibagi dalam empat kelompok:

1. Imbuhan yang memengaruhi kestabilan pakan, proses produksi pakan dan sifat-sifat pakan. Imbuhan ini ditujukan untuk mempertahankan pakan lebih awet untuk disimpan/tidak cepat mengalami kerusakan. Contohnya bahan pengawet antijamur dan antioksidan. Bahan lainnya yakni imbuhan yang meningkatkan kapasitas/kemampuan dalam produksi pakan, contoh untuk menghasilkan pellet yang lebih baik ditinjau dari kekuatannya, seringkali pabrik pakan menggunakan bahan pengikat pellet untuk meningkatkan nilai PDI (Pellet Durability Index). Disamping itu untuk mengurangi kesusutan produksi karena rendahnya kadar air dalam pakan, pabrik pakan dapat menambahkan imbuhan lain yang dapat meningkatkan kadar air tanpa menimbulkan pengaruh negatif terhadap daya simpan dan bersamaan waktunya mengurangi pemakaian energi karena imbuhan pakan yang ditambahkan mempunyai sifat “pelumas” sehingga proses pemeletan lebih mudah dikerjakan.

2. Imbuhan yang memperbaiki pertumbuhan, efisiensi penggunaan pakan, metabolisme dan penampilan ternak. Dahulu yang termasuk dalam kelompok ini adalah AGP (antibiotic growth promoter) untuk mencegah penyakit bakteri di saluran pencernaan sehingga memperbaiki efisiensi penggunaan pakan. Dengan munculnya aturan pelarangan AGP dalam pakan, maka berbagai alternatif dikembangkan. Disamping itu penggunaan senyawa hormon yang dapat memengaruhi metabolisme dalam tubuh hewan sehingga memengaruhi deposisi protein dan lemak dalam karkas, juga dijual di pasaran dengan tujuan memperbaiki kualitas karkas, seperti mengurangi tebal lemak/meningkatkan otot sehingga karkas lebih memenuhi permintaan konsumen.

3. Imbuhan yang memengaruhi kesehatan ternak. Imbuhan kelompok ini umumnya berupa obat yang digunakan untuk memperbaiki kesehatan ternak, sehingga dapat berproduksi secara optimal. Contoh imbuhan kelompok ini adalah obat koksi dan obat cacing. Penyakit koksi merupakan penyakit umum pada ayam broiler karena bibit penyakitnya (Eimeria sp.) terdapat dimana-mana dan sulit dihilangkan, padahal ayam dipelihara dalam kandang yang tidak dapat steril manakala makan/minum dan pengeluaran kotoran di lokasi yang sama. Oleh karenanya penyakit koksi akan selalu muncul, maka pakan ditambahkan anti-koksi maupun berupa bahan kimia. Selain itu, penambahan obat cacing juga sering dilakukan secara berkala dalam pakan untuk menekan perkembangan parasit ini. Pada pakan untuk pembibitan, obat cacing diberikan terus-menerus agar cacing tidak berkembang dalam usus.

4. Imbuhan yang memengaruhi penerimaan konsumen. Imbuhan jenis ini ditujukan agar konsumen yang mengonsumsi daging, susu, telur mempunyai senyawa yang lebih bermanfaat. Salah satu contoh adalah telur omega yang dihasilkan dari petelur yang pakannya mengandung asam lemak omega 3 tinggi, sehingga omega 3 dapat dipindahkan ke dalam telur dan dapat memenuhi kebutuhan konsumennya. Dalam pemasaran telur juga banyak konsumen yang menghendaki agar kuning telur berwarna kuning cerah sehingga menarik. Untuk menghasilkan telur dengan warna lebih cerah/kuning/sedikit kemerahan, maka di dalam pakan ayam petelur ditambahkan imbuhan pakan alami maupun sintetis yang dapat masuk ke dalam kuning telur sehingga warnanya memikat hati konsumen.

Sifat Imbuhan Pakan
Umumnya imbuhan pakan mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:

• Jumlahnya kecil. Imbuhan pakan umumnya diberikan dalam jumlah kecil (5 kg/ton pakan). Pemberian yang terlalu banyak akan menggangu formulasi pakan, karena ruangan formula pakan total hanya 100%, sehingga penambahan imbuhan dalam jumlah besar akan mengurangi pemakaian bahan baku pakan yang umumnya diberikan dalam jumlah besar.

• Hasil sintesa kimia/fermentasi/ekstrak bahan alami. Imbuhan pakan banyak dihasilkan dari proses fermentasi untuk menghasilkan bahan aktif seperti enzim atau mikrobanya itu sendiri sebagai probiotik. Beberapa imbuhan pakan merupakan hasil ekstraksi dari tanaman, dimana bahan aktif tanaman digunakan sebagai imbuhan pakan. Beberapa imbuhan pakan merupakan hasil sintesa bahan kimia seperti antioksidan dan lain sebagainya. Oleh karena itu, imbuhan pakan seharusnya mengandung bahan aktif yang memang memberikan daya guna bagi pakan. Imbuhan pakan yang tidak diketahui bahan aktifnya/komponen utamanya akan sulit didaftarkan dan sulit diterima peternak/pabrik pakan.

Dari Van Der Klis, 2019.

• Bentuknya tepung atau cairan. Karena penggunaan imbuhan pakan adalah dicampur ke dalam ransum, maka untuk memudahkan pencampuran, imbuhan pakan diproduksi dalam bentuk tepung sehingga dapat dicampur dengan premix lain dan dimasukkan ke dalam mixer besar. Kadang kala imbuhan pakan juga diproduksi dalam bentuk cair dan dimasukkan ke dalam mixer dengan cara penyemprotan melalui nozzle.

• Stabil dalam penyimpanan. Untuk dapat digunakan dalam pakan, imbuhan harus mempunyai kestabilan selama penyimpanan sebelum digunakan. Perusahaan imbuhan pakan harus memberikan patokan mengenai penyimpanan.

• Keamanan selama pemakaian. Material Safety Data Sheet (MSDS) harus dikeluarkan oleh pabrik imbuhan pakan karena MSDS memberikan petunjuk mengenai keamanan dan penanggulangan ketika terjadi “kecelakaan” dalam pemakaian/menangani imbuhan pakan tersebut yang ditujukan untuk pekerja.

Keamanan Konsumen
Keamanan pakan merupakan bagian dari keamanan untuk melindungi konsumen, baik pada ternaknya maupun konsumen yang mengonsumsi hasil ternak. Masalah residu akibat ternak diberi pakan yang mengandung imbuhan pakan perlu dibuktikan dengan penelitian. Imbuhan pakan seperti halnya antibiotika bahan aktifnya dapat tersimpan dalam organ ternak, bahkan dapat menimbulkan residu dalam daging, susu maupun telur. Perlu dikemukakan bahwa produk alami dari tanaman juga tidak semuanya aman digunakan. Semua bahan alami dari tanaman juga merupakan bahan kimia yang dapat memengaruhi kesehatan ternak atau manusia yang mengonsumsi hasil ternak. Keamanan imbuhan pakan akan dipengaruhi konsentrasi, lama pemakaian, metabolisme dalam tubuh ternak, bahkan mungkin interaksi dengan bahan lain. Sudah banyak diteliti bahwa suatu senyawa kimia dalam tanaman akan memberi pengaruh positif pada konsentrasi rendah, tetapi ketika konsentrasinya dinaikan menimbulkan efek samping yang tidak dikehendaki.

Untuk mencegah timbulnya efek samping imbuhan pakan pada ternak, maka peraturan pemakaiannya harus diikuti secara ketat. Peraturan biasanya dibuat atas dasar fakta dari penelitian. Di Indonesia peraturan dari Ditjen Produksi Ternak bisa dilihat dalam Ringkasan Imbuhan Pakan edisi II. Apabila ingin mengikuti aturan di Amerika dan Canada bisa dilihat dalam Feed Additive Compendium yang diterbitkan setiap tahun oleh Miller Publ.Co. untuk Eropa, atau Annex. 1 dari Official Journal of the European Economic Community.

Pemakaian Dalam Pakan
Sebelum imbuhan pakan digunakan dalam pembuatan pakan, maka pabrik pakan terlebih dahulu harus mengikuti kaidah-kaidah tertentu seperti Good Manufacturing Practice (GMP) atau Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) beserta traceability-nya. Pedoman cara pembuatan pakan yang baik sudah diatur dalam Kepmentan No 240/Kpts/OT.210?4/2003. Pada prinsipnya Kepmentan atau GMP mengatur berbagai hal berupa bangunan, higiene dan sanitasi, bahan baku, proses pembuatan pakan, pengendalian mutu, audit dan personalia dalam menghasilkan pakan termasuk konsentrat yang bermutu dan memenuhi standar sesuai tujuannya dan melindungi konsumen dari kerugian. Sayangnya Kepmentan No. 240 kurang merinci mengenai proses produksi yang menggunakan imbuhan pakan.

GMP merupakan keharusan dalam menggunakan imbuhan pakan. (Foto: Istimewa)

Dalam membuat peraturan pemakaian imbuhan pakan, maka beberapa informasi di bawah ini sangat diperlukan:

• Uraian produk
• Metode analisis produk
• Stabilitas penyimpanan maupun dalam proses pembuatan pakan
• Resistensi terhadap bakteri
• Penelitian input-output (balance studies), penyerapan dan metabolisme
• Penelitian residu dalam ternak dan produk metabolitnya
• Mekanisme kerja imbuhan pakan (misalnya menghambat sintesa protein atau pembelahan sel dan lain sebagainya)
• Pengaruhnya terhadap lingkungan
• Dosis pemberian
• Kontraindikasi

Informasi tersebut harus disediakan produsen imbuhan pakan ketika bahan tersebut didaftarkan untuk diedarkan. Bagi perusahaan yang akan memproduksi imbuhan pakan dalam negeri, maka segala informasi harus disiapkan. Informasi di atas harus ditunjang dengan data penelitian yang dibuat sesuai dengan metodologi yang bisa dipertanggungjawabkan. ***


Ditulis oleh:
Prof Budi Tangendjaja
Konsultan Nutrisi Ternak Unggas

MEMANFAATKAN SEDIAAN HERBAL & MINYAK ESENSIAL UNTUK KESEHATAN TERNAK

Kunyit, salah satu herbal “langganan” digunakan untuk ternak. (Foto: Istimewa)

Ada sekitar 40 ribu spesies tanaman di dunia dan sekitar 30 ribu diantaranya ada di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Sekitar 9.600-an spesies tanaman tadi telah terbukti memiliki khasiat sebagai obat. Sedangkan 1.000-an diantaranya dimanfaatkan sebagai obat herbal tradisional (jamu) oleh masyarakat Indonesia.

Di Indonesia obat herbal lebih akrab disapa dengan sebutan jamu. Sejak zaman nenek moyang dulu, masyarakat Indonesia telah lama memanfaatkan herbal sebagai obat. Dari pengertiannya, obat herbal adalah obat yang zat aktifnya dari tanaman (daun, batang, akar, kayu, buah, ataupun kulit kayu). Obat herbal terkadang juga sering disebut sebagai jamu. Bahkan bisa dibilang jamu merupakan salah satu identitas bangsa ini.

Di masa kini tren gaya hidup manusia semakin berubah, termasuk dalam hal kesehatan. Manusia kini menganut tren back to nature alias kembali ke alam, sehingga banyak diantaranya yang mengonsumsi obat herbal dan jamu demi menunjang kesehatan. Begitupun dengan hewan khususnya ternak, kenyataannya sediaan herbal juga dapat digunakan sebagai terapi dalam kesehatan hewan ternak.

Herbal Bukan Cuma Jamu
Jamu memang sudah sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia. Penggunaannya pun juga tidak terbatas hanya pada manusia saja, tetapi juga pada hewan. Seringkali didengar bahkan melihat ada kontes ternak, karapan sapi, atau event sejenisnya, pemilik hewan kerap memberikan jamu agar lebih prima kondisi ternaknya pada saat kontes.

Nah, sebenarnya sediaan herbal tradisional bukan cuma jamu, ada beberapa kategori sediaan berdasarkan pengelompokkannya. Seperti diutarakan dosen mata kuliah farmasi veteriner FKH IPB, Rini Madyastuti. Menurut Rini, obat herbal di Indonesia terdiri atas tiga golongan, yakni jamu, obat herbal terstandar dan fitofarmaka.

Jamu merupakan obat bahan alam yang sediaannya masih berupa bentuk aslinya (daun, rimpang, batang dan lainnya). Setelah lolos uji pra-klinik, jamu naik kelas menjadi Obat Herbal Terstandar (OHT). Tingkat paling tinggi disebut sebagai fitofarmaka, dimana kemanan dan khasiat obat bahan alam sudah lolos uji pra-klinik dan uji klinik serta bahan baku dan produk jadinya sudah terstandarisasi. Namun begitu, pembagian tersebut hanya ada pada sediaan obat manusia.

“Untuk hewan mungkin sepertinya belum, tetapi saya lihat semakin kemari kayaknya makin banyak sediaan herbal, apalagi untuk ternak unggas. Tentunya ini indikasi positif untuk sediaan herbal, semoga semakin bergairah juga untuk industrinya menggunakan sediaan herbal,” tutur Rini.

Selain jamu, beberapa jenis tanaman dapat menghasilkan minyak esensial (essential oil) yang juga dapat digunakan dalam menjaga kesehatan manusia dan hewan. Minyak esensial inilah yang juga kemudian dimanfaatkan manusia sebagai sediaan obat maupun imbuhan pakan yang dikenal hingga sekarang ini.

Herbal dan Minyak Esensial (Semakin) Berkembang
Dilarangnya penggunaan antibiotik sebagai growth promoter (AGP) beberapa tahun lalu menyebabkan para produsen dan distributor obat hewan berpikir keras untuk menemukan alternatif penggantinya. Di sisi lain, beberapa jenis sediaan herbal dan minyak esensial dapat digunakan.

Perkembangan jenis produk herbal dan minyak esensial seperti dipaparkan Kasubdit POH, Ditjen PKH, Kementerian Pertanian (Kementan), Drh Ni Made Ria Isriyanthi. Hal ini ditandai dengan merebaknya produk herbal untuk ternak di pasaran. Ia menyebut, kini produsen obat hewan resmi di Indonesia mencapai 106 produsen.

Empat perusahaan telah memiliki sertifikat Cara Pembuatan Obat Hewan yang Baik (CPOHB) untuk obat alami, sembilan perusahaan memproduksi farmasetik, delapan perusahaan memproduksi sediaan biologik, satu perusahaan memproduksi bahan baku, dan 35 perusahaan memproduksi premiks.

“Obat alami di Indonesia sangat melimpah, selain karena AGP dilarang di Indonesia, penggunaan obat herbal seperti sudah menjadi budaya,” jelas Ria.

Namun begitu, ia mengingatkan agar peternak tetap menggunakan obat hewan herbal yang resmi yang sudah tersertifikasi di Kementan. Sebab obat herbal yang tersertifikasi dan melalui serangkaian uji, serta terbukti secara ilmiah dapat memberikan khasiat. Tak lupa Ria juga mengimbau agar produsen dan distributor obat hewan untuk melakukan registrasi terlebih dahulu sebelum menjual produknya di pasaran. Ia dan segenap pejabat di Kementan telah berkomitmen untuk mempermudah alur registrasi obat hewan herbal.

Sisi Bisnis Obat Herbal
Tidak bisa dipungkiri sisi bisnis juga bergairah dengan tumbuhnya pasar obat herbal untuk hewan di Tanah Air. Pengembangan produk herbal untuk hewan telah lama dijalankan oleh produsen obat hewan Indonesia. PT Medion Farma Jaya adalah satu diantara banyak produsen yang mengembangkan produknya secara progresif.

Medion mulai meluncurkan produk herbalnya sejak 2012, jauh sebelum pemerintah memutuskan palarangan penggunaan  AGP dalam pakan ternak. Pemasaran produk herbal tersebut dilatarbelakangi tren di banyak negara maju, seperti di Benua Biru dan Amerika Serikat yang sudah mulai melarang penggunaan antibiotic.

Corporate Communications & Marketing Distribution Director PT Medion Farma Jaya, Peter Yan, saat dihubungi Infovet mengakui bahwa penjualan produk herbal meningkat tajam dari 2017 hingga 2019, atau semenjak diberlakukannya pelarangan AGP pada 2018, dengan segmentasi konsumen lebih banyak digunakan pada ayam broiler.

Meskipun begitu bisnis tidak selalu berjalan mulus, Peter mengaku menemui berbagai kendala yang dihadapi Medion. Kendala mengenai ketersediaan bahan baku, standardisasi bahan baku dan registrasi.

Peter mengatakan bahwa sekitar 70% bahan baku untuk produk herbal didapatkan dari produksi dalam negeri, sisanya berasal dari impor. Hal ini disebabkan masih terbatasnya kajian ilmiah dari bahan baku yang digunakan tersebut. Selain itu, ketersediaan bahan baku dari dalam negeri belum sepenuhnya mampu mencukupi permintaan, sehingga impor terpaksa dilakukan.

Tantangan ini mengharuskan Peter dan timnya bekerja ekstra untuk mengekstrak dan menguji bahan baku secara mandiri. Faktor ini pula yang turut andil dalam memperpanjang masa pengembangan maupun produksi dari produk herbal yang dimiliki Medion.

Hal senada juga diungkapkan oleh Drh Akhmad Harris Priyadi dari ASOHI. Dirinya mengungkapkan, perlu ada kolaborasi dari tiga pilar untuk pengembangan produk herbal dan minyak esensial.

“Perguruan tinggi, swasta dan pemerintah harus berkolaborasi memajukan produk herbal, sehingga peternak bisa mendapatkan manfaat. Jadi, pengembangan produk herbal ini seperti proyek keroyokan, tapi semuanya dapat memetik manfaat,” kata Harris.

Pemerintah sebagai pemangku kebijakan menurut Harris, harus memberikan bantuan berupa dana maupun teknis kepada pihak lain yang mengembangkan sediaan herbal dan minyak esensial. Pengembangan produk herbal untuk sektor perunggasan di Indonesia memang masih memerlukan usaha dari berbagai pihak secara sistematik. Hal ini membutuhkan waktu lama, namun jika semua pihak terlibat berkeinginan kuat, maka Indonesia akan menjadi negara terdepan dalam riset maupun produksi produk herbal perunggasan untuk pasar di dalam maupun luar negeri.

Mengenai tren dari pasar imbuhan pakan, termasuk di dalamnya sediaan herbal atau fitogenik, dalam suatu webinar Drh Ahmad Wahyudin selaku Product Manager Kemin Asia Pasifik, menyebutkan total market size industri imbuhan pakan di seluruh dunia pada 2012 mencapai sekitar US$15 triliun dan diperkirakan akan tumbuh lebih besar pada 2020-2025. Ahmad mengatakan bahwa adoption rate dari feed additive fitogenic di indonesia sebesar 50%.

“Kami memperkirakan bahwa market size fitogenic feed additive di Indonesia sebesar US$17 juta. Angka yang cukup besar untuk diseriusi,” kata dia.

Berdasarkan analisis SWOT yang dipaparkan Ahmad, salah satu peluang tumbuhnya fitogenik di Indonesia yaitu kesadaran masyarakat terhadap bahaya residu antibiotik dan kesadaran akan pencemaran lingkungan.

Sementara, tantangan yang dihadapi yaitu keraguan konsumen akan efikasi sediaan fitogenik bagi ternak, harga dari sediaan fitogenik yang tidak terjangkau dan riset untuk pemanfaatan sumber daya.

“Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah untuk dijadikan produk fitogenik, namun kelemahannya yaitu dari segi teknologi dan riset belum memadai,” tukasnya.

Ditulis oleh:
Drh Cholillurahman
Redaksi Majalah Infovet

HALAL BIHALAL DAN VET GATHERING PDHI JABAR 2


Halal Bihalal PDHI Cabang Jawa Barat 2 Memperkokoh Silaturahmi Antar Anggota
(Foto : Afdi)

Bertempat di Ruang Mulia Grand Ballroom, Hotel Bigland Bogor, Sabtu 18 Mei 2024 lalu telah diselenggarakan kegiatan Halal Bihalal dan Vet Gathering bagi anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat 2.

Acara tersebut dihadiri oleh 157 peserta yang terdiri atas anggota PDHI Cabang Jawa Barat 2. Selain itu hadir juga tamu undangan yakni Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI), Perhimpunan Istri Dokter Hewan Indonesia (PIDHI), Lansia Veteriner, serta institusi dan stakeholder lainnya.

Pelaksanaan Halal Bihalal dan Vet Gathering bertujuan sebagai momentum silaturahmi bagi anggota PDHI Cabang Jawa Barat 2 pasca hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah. Selain itu juga diadakan seminar mengenai perizinan praktik dokter hewan di wilayah kerja PDHI Cabang Jawa Barat 2.

Seminar tersebut difasilitasi oleh narasumber dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor dan DPMPTSP Kota Bogor sebagai dinas pengampu urusan perizinan. Dimana dalam seminar tersebut para peserta dapat beratanya dan melakukan pengaduan terkait masalah perizinan praktik dokter hewan di daerah lingkup PDHI Cabang Jawa barat 2. (Afdi)


ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer