-->

SELAMAT JALAN MENTOR HUKUM PETERNAKAN (MENGENANG SUPRAHTOMO SH MH)

Suprahtomo (no 2 dari kanan) bersama keluarga saat pernikahan putrinya 2016

Soeprahtomo SH. MH yang biasa dipanggil Pak Prahtomo atau nama singkatnya Pak Tom, pada pagi hari 13 Desember 2020 telah tutup usia di RS Permata  Bunda Jl Margonda Depok di usianya 66 tahun. Ia  meninggalkan teman sahabatnya dan handai taulannya dengan sejuta kenangan. Pak Tom dikenal sebagai pegawai negeri yang benar-benar meniti karier dari bawah di Ditjen Peternakan. Dengan berbekal ijasah SMA pria asli Madiun Jawa Timur ini nekad bekerja di kantor pusat Ditjen Peternakan. 

Drh Chairul Arifin, sahabat dekat almarhum dalam artikel memoarnya yang dikirimkan melalui media sosial Whatsapp menceritakan, sekitar tahun 1970 an Pak Tom hanyalah staf biasa di Proyek Bimas Ayam Pusat. Kemudian dia bersama kawan karibnya Soeliyatno SH.MH sama-sama menempuh pendidikan Sarjana Hukum di Fakultas Hukum UI dan lulus bersama serta dipercaya sebagai Bendahara Proyek Bimas Ayam Pusat. Sekitar tahun 1985 ia kemudian diangkat sebagai Kepala Sub Bagian Peraturan Perundangan  pada Bagian Organisasi dan Tata Laksana Ditjen Peternakan. Di tempat kerja inilah almarhum bersama dengan Soeliyatno SH MH di tahun 1992 mulai menekuni sebagai legal drafter, suatu bidang yang sangat jarang ditekuni oleh seorang Sarjana Hukum sekalipun. Pendidikan ini ditempuhnya di IBLAM  dengan gelar Magister Hukum  (MH). Kariernya begitu moncer   sehingga pada tahun-selanjutnya selanjutnya ia  ditarik ke Bagian Biro Hukum di Sekretariat Kementerian Pertanian sebagai Kepala Bagian meninggalkan teman sahabatnya di Ditjen Peternakan

Di sekretariat Kementan inilah kemudian ia dipromosikan lebih lanjut untuk menjabat sebagai Kepala Biro Hukum dan Humas, suatu jabatan eselon  II di kantor pusat. Suatu jabatan dimana beliau diminta menangani masalah hukum yang rumit di Kementrian Pertanian.

Pada jabatan ini  almarhum banyak menangani penyelesaian berbagai Undang-Undang tidak saja Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan di  tahun 2009 dan  Perubahannya di tahun 2014 tetapi tercatat pula berbagai Undang-undang sub sektor lainnya bersama pihak legislatif DPR yang ada kalanya pembahasannya berlangsung dalam hitungan bulan dan melelahkan. 

Sidang-sidang di Mahkamah Konstitusi pun sering dijalaninya dan bertindak sebagai Kuasa Hukum pemerintah. Bahkan pada waktu perundingan sengketa dagang antara Brazil dan Indonesia, almarhum berperan penting dalam menangani ancaman daging Brazil. 

Sama sekali tidak canggung dan selalu tampil percaya diri dengan berbagai argumentasi hukum nya. Itulah Pak Tom dengan kesehariannya. Tak jarang almarhum banyak memberikan pertimbangan hukum yang akurat.pada berbagai rapat di Kementerian. Tercatat bersama  Drh. Djayadi Gunawan pernah  memperjuangkan Chicken Leg Quarter (CLQ) agar tidak masuk ke Indonesia. Kalau masuk bisa hancur industri perunggasan tanah air karena harga CLQ itu di Amerika jauh lebih rendah dibanding harga di Indonesia. Untungnya issue halal yang diusung almarhum dan kawan-kawan berhasil memenangkan sengketa. 

Chairul Arifin yang dikenal di lingkungan Ditjen PKH sebagai ahli yang menguasai data dan informasi peternakan (juga sebagai penulis buku Kamus dan Rumus Peternakan & Kesehatan Hewan terbitan Gita Pustaka) mengaku mengenal Pak Tom sebagai satu-satu nya Sarjana Hukum yang tangguh di lingkungan kerjanya.  "Saya ingat betul bila Pak Soeliyatno SH MH sudah mentok selaku Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas dalam rapat internal Ditjen Peternakan, Pak Soeliyatno selalu berkonsultasi lebih dahulu  dengan almarhum yang sudah dianggap sebagai mentor nya," ujar Chairul.

Masa-masa pensiunnya sejak  2010 dijalaninya dengan tetap aktif berkarya di berbagai lembaga, antara lain masih aktif sebagai anggota Dewan Penasehat ASOHI. Medawati, istri Alm Pak Tom, ketika dihubungi Infovet menyampaikan bahwa almarhum sakit jantung dan sudah pasang ring pada tahun 2016.  Namun untuk penyebab tidak bisa jalan adalah karena kehilangan keseimbangan akibat ada tumor dekat batang otak, dimana baru beberapa bulan sebelum berpulang Pak Tom harus menggunakan kursi roda. 

"Bapak tidak terkena stroke sebagaimana informasi yang beredar," ujar Medawati meluruskan informasi yang sempat beredar di Medsos.

Chairul bertemu terakhir kalinya dengan almarhum tahun 2019 lalu dalam sebuah rapat untuk menyusun Sejarah Pertanian Indonesia. Keduanya duduk berdampingan sebagai narasumber di Museum Tanah dan Pertanian di Bogor. Sebagai sesama pensiunan Pak Tom mengeluhkan tentang operasi ring di jantungnya kepada Chariul. Namun di sela-sela pertemuan itu Pak Tom juga bercanda sambil mengenang peristiwan puluhan tahun silam ketika mengawali karir di Ditjen Peternakan.

Pak Tom berkisah tentang peristiwa tak terlupakan di tahun 1983 sewaktu belajar menyetir mobil bersama Chairul, menggunakan mobil dinas di lapangan Pramuka Cibubur.

"Itu kenangan tak terlupakan, saya masih ingat mobilnya Hi Ace, no polisi  B 7012 VN sebagai pegangan belajar nyopirnya," ujar Chairul menirukan ungkapan almarhum pak Tom .

Dewan Pakar dan Penasehat 

Bukan hanya di lingkungan pemerintahan, Pak Tom memiliki peran besar di bidang hukum. Di kalangan swasta khususnya di asosiasi pertanian, Pak Tom juga kerap menjadi narasumber, apalagi setelah memasuki masa purna bakti. Banyak asosiasi yang mengundangnya sebagai narasumber dalam membahas beberapa masalah hukum.

Di Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) pak Tom sudah banyak berkiprah sejak masih aktif sebagai PNS. Dalam buku "30 Tahun ASOHI (1979-2009) ada satu bab tentang profil para senior yang berkiprah mengembangkan ASOHI, salah satunya Pak Tom.

Profil Pak Tom disebut dalam judul artikel sebagai "Ahli Hukum Yang Menguasai Peraturan Obat Hewan"

Ia dijuluki sebagai manusia langka karena hanya sedikit atau bahkan mungkin satu satunya sarjana hukum yang rela berjibaku membahas pernak-pernik aturan hukum mengenai obat hewan. 

Di  lingkungan ASOHI ia dikenal sebagai narasumber yang cara bicaranya jelas, lugas dan bahasanya mudah dimengerti olah masyarakat umum. Ketika Munas III ASOHI  tahun 1994, Suprahtomo adalah tokoh penting yang ikut memberi masukan dalam menyusun draft penyempurnaan UU no.6/1967 (tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan) bersama tim ASOHI yang lain.

Selanjutnya, dia pulalah yang menyampaikan perihal perlunya penyempurnaan UU no 6 tahun 1967 di depan Forum Masyarakat Peternakan Indonesia (Masterindo).

Sepanjang perjalanan ASOHI ia sering dimintai pendapat dan pandangannya mengenai bermacam peraturan mengenai obat hewan. Pada Munas V ASOHI tahun 2005 , Suprahtomo dipercaya sebagai anggota Dewan Pakar ASOHI. Mendapat kabar mengenai dewan pakar, Suprahtomo dengan nada merendah mengatakan,” wah apa iya saya pantas disebut dewan pakar pak?”

Selanjutnya pada kepengurusan hasil Munas ASOHI tahun 2015, Suprahtomo masuk dalam jajaran Dewan penasehat ASOHI, dimana setiap 3 bulan sekali Pak Tom selalu aktif mengikuti rapat Dewan Penasehatn ASOHI yang terdiri dari para mantan Ketua Umum ASOHI dan senior ASOHI. Tercatat Pak Tom masuk ikut rapat Dewan Penasehat ASOHI bulan Juni 2020 yang dilalukan secara online.

Sejak masih aktif di pemerintahan, ia bersedia menyisihkan waktunya untuk mengisi berbagai acara di ASOHI. “Bagaimanapun saya adalah bagian dari keluarga ASOHI, jadi sesibuk apapun, saya harus menyisihkan waktu untuk ASOHI,” kata Suprahtomo.

Ditanya mengenai makna ASOHI dalam perjalanan karirnya, Suprahtomo menjelaskan bahwa keberadaan ASOHI telah memberikan cukup banyak ide, inspirasi maupun masukan, yang sangat bermanfaat bagi tugasnya, antara lain dalam menyusun dan merancang berbagai peraturan yang berkaitan dengan peternakan, kesehatan hewan dan perkarantinaan.

“Saya kenal dekat ASOHI terutama sejak didirikan Masterindo tahun 1991, dimana ASOHI yang waktu itu dipimpin H A, Karim Mahanan adalah salah satu pendirinya. Pada hemat saya, sebagai suatu organisasi, peranan ASOHI sangat penting, apalagi kepengurusannya memiliki independensi dan integritas yang tinggi dalam menjalankan roda organisasi,” ujar Suprahtomo.

Suprahtomo juga terkesan dengan ASOHI yang menurut pandangan dia termasuk organisasi yang tidak banyak menuntut fasilitas pemerintah

“Sebagai sebuah organisasi, ASOHI memberikan kesan yang baik dan demokratis dalam menampung aspirasi anggotanya. Adanya pergantian pengurus yang lancar dan baik mengindikasikan bahwa ASOHI sebagai organisasi yang baik,” kata Suprahtomo.

Keluarga dan Penghargaan 

Suprahtomo beristrikan Medawati orang Solok, Sumatera Barat, sehingga almarhum tergolong semando kata orang Minang. Berputra 2 (dua orang) laki dan perempuan dan dianugerahi tiga orang cucu. 

Dalam satu perbincangan dengan Infovet, Pak Tom pernah berujar, membangun hukum itu yang terlihat hanya lembaran kertas, sehingga banyak orang mengabaikannya. Beda dengan pembangunan fisik, masyarakat langsung melihat ada bangunan, ada jalan, lahan peternakan dan sebagainya. "Padahal pembangunan hukum ini sangat penting, termasuk di bidang peternakan dan kesehatan hewan," ujarnya seakan ingin menunjukkan bahwa harus ada orang yang sangat tekun, berdedikasi dan mengusasi aspek hukum peternakan, sebagaimana ia lakukan selama ini. 

Untunglah meskipun yang diperjuangkan Pak Tom "hanya" terlihat sebagai lembaran kertas, karyanya diapresiasi berbagai lembaga. Pada tahun 2012 Suprahtomo mendapat penghargaan bergengsi  Indo Livestock Award kategori tokoh perorangan dengan nama "Adi Karsa Nugraha". Pak Tom diberi penghargaan tersebut  atas dedikasi nya pada pembangunan Hukum bidang peternakan dan Kesehatan Hewan.

Kini Pak Tom telah meninggalkan kita, para sahabat, teman dan isteri anak cucunya karena dipanggil menghadap Illahi Rabbi.

Selamat jalan Mentor kami menuju keabadian. 

Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un***

Ditulis ulang oleh Bambang Suharno, disertai ucapan terima kasih kepada Bapak Chairul Arifin atas artikel memoar tentang kepergian Bapak Suprahtomo SH MH 

Sumber :

  • Artikel Memoar Drh M.Chairul Arifin, 13 Des 2020
  • Buku "30 Tahun ASOHI (1979-2009)"
  • Wawancara pribadi sebagai Jurnalis Majalah Infovet


KONGRES KE-5 MIPI MEMILIH PENGURUS BARU

Kongres MIPI ke-5 & Seminar Perunggasan "Kiprah MIPI dalam Perkembangan Industri Perunggasan Indonesia", diadakan secara online pada rabu, 23 Desember 2020. Agenda utama kongres kali ini adalah memilih pengurus baru untuk periode 2020-2025.

Dalam kongres Dr Ir Laurentius Hardi Prasetyo MAgr memperkenalkan secara singkat apa itu MIPI.

Masyarakat Ilmu Perunggasan Idonesia (MIPI) adalah sebuah organisasi sebagai cabang World's Poultry Science Association (WPSA). MIPI merupakan wadah untuk anggota WPSA di Indonesia. Berdiri di tahun 1992 tapi vakum setelah beberapa tahun, MIPI mulai aktif kembali tahun 2004 hingga sekarang.

Tujuan MIPI:

  • Mempromosikan industri unggas nasional dalam rangka mendukung kenaikan produksi dan ketersediaan protein hewani dari unggas.
  • Membantu menyebarluaskan informasi dan aplikasi sains dan teknologi pada unggas.

Pada dasarnya MIPI berusaha memfasilitasi komunikasi dan interaksi antara ilmuwan dengan sektor privat di industri unggas.

Kategori keanggotaan MIPI:

  1. Anggota reguler dengan hak voting di setiap rapat.
  2. Anggota khusus yang disetujui oleh rapat umum, dan tanpa hak voting (individual atau perusahaan).

Pengurus MIPI:

  • Dipilih setiap 5 tahun.
  • Terdiri dari setidaknya Ketua, Sekretaris, dan Bendahara.
  • Dapat diperluas hingga mencakup Ketua Bidang dan Perwakilan Daerah.

Kongres ke-5 menghasilkan keputusan Prof Dr Ir Arnold Parlindungan Sinurat, MS dari Balitbang sebagai Ketua MIPI periode 2020-2025.

MIPI juga membuka penerimaan anggota baru. Syarat menjadi anggota MIPI adalah berminat pada perunggasan dan bersedia mematuhi AD/ART, serta bersedia membayar iuran tahunan anggota. Silakan menghubungi Dr Maria Mahata di email mariamahata (at) gmail.com untuk mendaftar menjadi anggota MIPI. (NDV)

HELLO MILK & FRIENDS, PERUSAHAAN SUSU DENGAN IMPACT SOSIAL KE PETERNAK

Hello Milk & Friends adalah perusahaan susu yang didirikan oleh Nu'man Firdaus, seorang alumnus Fapet UGM. Berdiri sejak 2017 saat ini market perusahaan meliputi Yogyakarta, Sleman, dan Bantul.

Perusahaan ini mempunyai konsep menyuplai kebutuhan susu segar secara sustainable dan mempunyai impact sosial pada peternak.

Nu’man mengatakan ada 3 permasalahan utama persusuan di Indonesia:

  1. Konsumsi susu masih rendah bahkan dibanding dengan negara-negara ASEAN lainnya.
  2. Harga jual di tingkat produsen sangat rendah, membuat motivasi peternak rendah yang mengakibatkan produktivitas rendah.
  3. Ada ketidakefisienan distribusi, karena secara konvensional di indonesia susu didistribusikan melalui supermarket, hal ini tidak efisien karena membuat tingkat konsumsi rendah.

Hello Milk & Friends hadir bukan sekedar mencari profit, tapi juga sebagai solusi atas permasalahan-permasalahan tersebut.

Dikelola oleh anak-anak muda, perusahaan susu ini mengetahui apa yang sedang tren di kalangan anak muda. Dari situ mereka memformulasikan produk-produk yang bisa diterima masyarakat luas.

Perusahaan bermitra dengan peternak, dimana peternak setidaknya mendapat 2 kelebihan. Pertama, peternak diedukasi untuk menghasilkan susu dengan kualitas yang baik dan produksinya ikut meningkat. Kedua, peternak diberi kepastian harga beli yang lebih baik dibanding jika peternak menjual ke koperasi.

Hello Milk & Friends membuat opsi-opsi yang dapat meningkatkan efisiensi pendistribusian susu.

Pertama, mereka menawarkan sistem berlangganan sehingga konsumen yang ingin membeli tidak harus pergi ke supermarket, mereka cukup memesan via WA atau Instagram https://www.instagram.com/hellomilf_/. Susu akan diantar langsung ke rumah pelanggan.

Kedua dengan rajin mengikuti berbagai event terutama event anak muda, sehingga mendekatkan produk pada konsumen.

Lini pertama produknya adalah Hello Milk, susu pasteurisasi dengan berbagai macam rasa dan ukuran, dengan konsep natural dan rendah gula. Konsumen yang ingin diraih dari produk ini adalah keluarga, terutama keluarga muda yang sadar pentingnya kesehatan dan pentingnya mengonsumsi susu.

Lini kedua produk adalah Hello Friends yang merupakan pengembangan dari Hello Milk. Berupa milkshake yang cocok untuk market anak muda.

Ada setidaknya 2 hal yang ingin diraih oleh Hello Milk & Friends di masa depan. Yaitu mewujudkan visi membuat sistem agribisnis yang lebih adil untuk semua stakeholder di dunia agribisnis sapi perah. Kemudian bermitra dengan desa di mana mitra perusahaan kini berada, sehingga desa akan menjadi desa yang mandiri oleh usaha sapi perah mereka.

INOVASI DAN STRATEGI PETERNAKAN DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN PERTANIAN BERKELANJUTAN

Di tengah resesi ekonomi, sektor pertanian tumbuh 2,19% pada Q2-2020 dan 2,15% pada Q3-2020, tetapi subsektor peternakan mengalami kontraksi yaitu minus 1,84% pada Q2-2020 dan minus 0,16% pada Q3-2020 karena nilai tambah yang juga ikut tertekan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, SIP., yang juga Kepala Kantor Staf Presiden, dalam Simposium Nasional Penelitian dan Pengembangan Peternakan 2020 yang diselenggarakan oleh Fakultas Peternakan UGM pada Rabu, 16 Desember 2020 secara daring melalui Zoom.

Moeldoko menambahkan, persoalan daya beli masyarakat selama masa pandemi Covid-19 telah memukul subsektor peternakan. Meskipun begitu, para pelaku usaha peternakan telah berusaha keras untuk melakukan inovasi dalam segenap proses rantai nilai produk peternakan. Inovasi ini perlu dilakukan karena perubahan lingkungan strategis juga bergerak cepat.

Kinerja ternak besar cukup bagus walau tidak terlalu spektakuler. Peningkatan produksi daging masih positif meski cukup lambat. Produksi daging sapi 2020 sekitar 422 ribu ton, sedangkan konsumsi diatas 500 ribu ton sehingga Indonesia harus melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Impor sapi hidup pada 2020 sekitar 770 ribu ekor (setara 122 ribu ton daging), plus daging beku lebih dari 100 ribu ton. Impor sapi hidup dilakukan untuk digemukkan perusahaan ternak sapi potong. Untuk menyiapkan SDM peternakan yang unggul, Indonesia telah dan sedang mengembangkan Sekolah Lapang Peternakan Rakyat (SLPR) untuk meningkatkan produktivitas ternak local khususnya yang skala kecil.

Moeldoko menyebutkan, ada beberapa persoalan klasik pada agribisnis sapi potong di Indonesia yaitu jumlah peternak 4,6 juta rumah tangga dengan skala kepemilikan 2-3 ekor, sekitar 99% skala rumah tangga. Jarak melahirkan (calving) 18-21 bulan (ideal 14-16), angka kebuntingan 56% (ideal 70%), dan angka kematian pedet cukup tinggi 5-10%. Inseminasi buatan dengan semen Simental dan Limosin dapat menurunkan populasi ternak sapi lokal yang sebenarnya telah teradaptasi dengan lingkungan khas Indonesia, karena preferensi peternak lebih memilih pelihara sapi keturunan european breed (Simental, Limousin) tersebut, jika di banding memelihara sapi lokal.

Persoalan lain yaitu kinerja produksi dan reproduktivitas yang belum memadai sebagai akibat dari relatif rendahnya adopsi teknologi reproduksi seperti Inseminasi Buatan (IB), teknologi pakan dan kesehatan hewan yang belum berkembang sepenuhnya bahkan belum menjangkau separuh (50%) dari total betina produktif.

Dari persoalan yang ada, strategi yang dapat diambil adalah terkait budidaya dan teknologinya agar peternak keluar dari situasi tersebut. Strategi kedua adalah strategi marketing dan tata niaga yang efektif dan efisien dengan memanfaatkan sarana-prasarana seperti teknologi digital (teknologi 4.0).
Disamping itu, Moeldoko mengungkapkan beberapa solusi yang dapat ditempuh, antara lain: pembuatan pakan ternak sendiri dengan bekerja sama dengan perusahaan, penggunaan pupuk organik secara terukur, pengelolaan balai penelitian dan pengembangan dengan bekerja sama dengan perusahaan, pembuatan alat peternakan modern lokal agar harga terjangkau, dan pemetaan wilayah daerah peternakan sesuai kondisi geografis daerah sebagai sumber-sumber pengelolaan ternak, bersinergi antar-daerah. 

Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA., DEA., IPU., ASEAN. Eng seusai acara mengatakan, simposium ini adalah simposium ke-3 yang dilaksanakan dalam rangka Dies Natalis ke-51 dengan tema “Inovasi dan Strategi Pengembangan Peternakan Terkini untuk Mendukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan”. Mengingat inovasi adalah jantungnya kemajuan suatu usaha dan industri, apapun jenisnya, tidak terkecuali pada industri peternakan. Produksi pangan hasil ternak yang tidak cukup disuplai dari produksi dalam negeri (faktanya masih banyak yang diimpor), maka inovasi harus dilakukan dalam rangka mendukung peningkatan kapasitas produksi dalam negeri karena meningkatnya kebutuhan pangan hasil ternak. Hal ini sekaligus memberikan peluang bagi generasi muda untuk memasuki dunia industri peternakan, yang sebenarnya masih sangat prospektif. Jika peluang ini tidak diambil dengan dukungan teknologi dan inovasi, maka akan diambil orang lain dan kita akan semakin bergantung pada produk pangan impor. Ketergantungan pangan dan bahan pangan impor yang semakin tinggi akan sangat membahayakan kedaulatan bangsa dan negara kita.

Acara SIMANSTER ke-3 ini mengundang para narasumber praktisi seperti Ir. Tumiyono, MBA, CEO dan owner PT Widodo Makmur Group, Jakarta, yang memiliki pengalaman panjang di bidang usaha peternakan. Sebagai pelaku usaha berpengamalam, sensitivitas terhadap dinamika persoalan baik makro maupun mikro di Indonesia, termasuk bagaimana tetap survive dan berkembang dalam kondisi perekonomian sulit, telah dijelaskan. Narasumber lain adalah Pimpinan Kantor Wilayah BNI Yogyakarta, Bapak Moh. Hisyam, yang menyampaikan strategi dan pentingnya dukungan kelembagaan khususnya dari aspek permodalan. Ir. Nafiatul Umami, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM. ASEAN. Eng., dosen Peternakan UGM, menyampaikan perkembangan inovasi hijauan pakan ternak.  Selain itu, dihadirkan pula narasumber dari Wageningen University, Belanda, yaitu Dr. Simon Oosting, yang membahas berbagai isu seperti pemanasan global dan sistem peternakan terpadu dalam mendukung pertanian berkelanjutan.

Simposium diharapkan menginspirasi betapa prospek industri peternakan sangat luas dan sangat kompetitif sehingga mau tidak mau harus mengadopsi teknologi dan melakukan inovasi agar makin kompetitif dan produktif. (Press release)

PEMBERIAN KACANG TANAH DAPAT MENINGKATKAN PERFORMA AYAM

Sebuah studi yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian makan kacang tanah utuh tinggi oleat menunjukkan bahwa pemberian kacang tanah pada ayam broiler dapat meningkatkan profil fatty acid daging.

Meskipun studi tambahan harus dilakukan, studi ini menunjukkan bahwa memberi makan kacang oleat tinggi yang tidak direbus ke ayam pedaging dapat meningkatkan profil fatty acid daging.

Penelitian yang bertajuk Feeding high-oleic peanuts to meat-type broiler chickens enhances the fatty acid profile of the meat produced ini dipublikasikan oleh Elsevier.

Di berbagai belahan dunia seperti India, Ghana dan Nigeria, tepung kacang tanah biasa digunakan sebagai sumber protein untuk pakan unggas. Namun, sangat sedikit penelitian yang telah dilakukan di AS yang meneliti penggunaan kacang sebagai bahan pakan alternatif bagi unggas untuk meningkatkan kandungan gizi atau kualitas daging dan/atau telur yang dihasilkan.

Studi pakan unggas oleh Pesti et al., (2003) dan Costa et al., (2001) telah mengidentifikasi tepung kacang tanah yang dibuat dari kacang tanah normal-oleat (asam oleat 52% dan asam linoleat 27%) sebagai pakan unggas yang baik. Namun demikian, beberapa penelitian telah meneliti penggunaan kultivar kacang tanah oleat tinggi modern (80% asam oleat dan 2% asam linoleat) sebagai bahan pakan untuk ayam jenis daging, dan menentukan pengaruhnya terhadap komposisi kimia dan kualitas daging yang dihasilkan.

Studi yang juga dilakukan di Market Quality & Handling Research Unit - Agricultural Research Service menunjukkan bahwa telur yang dihasilkan dari ayam petelur yang diberi pakan yang mengandung kacang oleat tinggi dan jagung memiliki kandungan b-karoten 1,35 kali lipat lebih tinggi, intensitas warna kuning telur 2 kali lipat lebih tinggi, dan kandungan minyak asam oleat tak jenuh tunggal juga lebih tinggi dibandingkan telur yang dihasilkan dari ayam petelur yang diberi pakan bungkil kedelai dan jagung konvensional.

UNIVERSITY OF GEORGIA MENERIMA HIBAH USPOULTRY FOUNDATION

University of Georgia (UGA) telah menerima hibah senilai $23,292 dari USPOULTRY Foundation. Hibah tersebut dimungkinkan sebagian oleh peran Leland Bagwell Education and Innovation Fund.

Hibah tersebut akan digunakan untuk UGA Department of Poultry Science, yang memiliki sejarah panjang dan sukses dalam kemitraan dengan USPOULTRY Foundation. Dana akan digunakan untuk membantu merekrut siswa, meningkatkan pengaruh signifikan program pada masa depan industri unggas di Georgia dan di seluruh dunia.

USPOULTRY Foundation baru-baru ini menyetujui hibah sejumlah $275,663 untuk 26 perguruan tinggi dan universitas di seluruh Amerika Serikat, dengan departemen ilmu unggas atau program terkait industri unggas. USPOULTRY Foundation menyediakan dana rekrutmen tahunan ke perguruan tinggi dan universitas untuk menarik mahasiswa ke program studi unggas.

WEBINAR BBPMSOH: PERAN OBAT HEWAN DALAM PENINGKATAN PRODUKSI TERNAK DAN EKSPOR

Webinar Nasional BBPMSOH, Selasa (22/12/2020). (Foto: Dok. Infovet)

Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) menyelengarakan Webinar Nasional “Peran Obat Hewan dalam Peningkatan Produksi Ternak Nasional dan Peningkatan Ekspor (Gratieks),” Selasa (22/12/2020) melalui daring.

Hadir sebagai pembuka acara, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Dr Ir Nasrullah, menyampaikan bahwa program kesehatan hewan menjadi poin yang sangat penting dalam peningkatan produksi ternak nasional.

“Tentunya pelayanan kesehatan hewan menjadi sebuah hal yang harus kita lakukan. Dalam pencegahan, obat hewan merupakan keharusan untuk dipersiapkan dalam jumlah atau kualitas sesuai dengan yang kita harapkan,” ujar Nasrullah dalam sambutannya.

Ia menambahkan, untuk menjamin kualitas, mutu dan khasiatnya, dilakukan perhatian dalam pembuatan dan pengedarannya. “BBPMSOH memiliki peran penting dan strategis untuk menjamin itu. Untuk itu BBPMSOH merupakan indikator utama produksi dan peredaran obat hewan sebagai penjamin bagi masyarakat dalam menggunakan obat hewan,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan Nasrullah, terkait ekspor obat hewan ia menyebut saat ini sudah mencapai 661 ton atau sekitar US $ 10,2 juta. Di tahun 2021, ekspor akan lebih dikencangkan lagi.

“Jangan sampai ekspor kita lebih kecil dibanding impor obat hewan kita. Ngapain kita impor kalau kita sendiri bisa ekspor. Kami berikan karpet merah bagi perusahaan atau produsen yang akan mengekspor obat hewan,” ucap Nasrullah.

Untuk peningkatan ekspor melalui Gratieks, pihaknya pun semakin memperkuat fasilitas yang dibutuhkan oleh para produsen dalam memenuhi standar negara tujuan ekspor.

“Tahun 2021 BBPMSOH kita lengkapi dengan peralatan yang lebih canggih lagi yang sebelumnya belum tersedia. Ini untuk membantu perusahaan memenuhi standar negara tujuan ekspor, sehingga eksportir bisa lebih lancar lagi,” terang dia.

Dengan adanya Gratieks, lanjut dia, diharapkan volume ekspor pada tahun 2024 mencapai 300%, dan obat hewan memiliki porsi yang cukup besar dalam peningkatan ekspor.

“Tinggal menambah volume dan negara tujuan ekspor saja. Kami juga bersama Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) terus melakukan terobosan market di luar negeri. Kita melakukan langkah-langkah yang lebih kencang lagi dalam promosi dan segi teknis untuk persyaratan ekspor,” katanya.

“Intinya kami siap bergandengan tangan bersama ASOHI dan sakeholder lainnya untuk memperkuat ekspor. Sebab tahun depan kami akan lebih selektif lagi dalam pemasukan obat hewan impor. Jangan sampai produksi dalam negeri kita ada, tetapi impor tetap jalan,” pungkasnya.

Dalam webinar tersebut dihadirkan pembicara dari berbagai bidang, diantaranya Prof Imam M. Fahmid (Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian), Drh Fadjar Sumping Tjatur Rasa (Direktur Kesehatan Hewan), Drh Maidaswar (Kepala BBPMSOH) dan Drh Irawati Fari (Ketua Umum ASOHI). (RBS)

TANGGAP KEBAL MUKOSA PADA AYAM MODERN

Ayam broiler. (Sumber: medicalnewstoday.com)

OLEH:
TONY UNANDAR (PRIVATE POULTRY FARM CONSULTANT - JAKARTA)

Lapisan mukosa (selaput lendir) dari sistem pernapasan, pencernaan dan sistem urogenitalis pada ayam modern tidak hanya merupakan barier fisiko-kimiawi alias pemisah antara lingkungan eksternal dengan lingkungan internal yang steril, tetapi juga merupakan lini pertahanan terdepan dalam sistem pertahanan tubuh. Mengapa?  Karena kebanyakan patogen melakukan invasi via lapisan mukosa untuk masuk lebih dalam ke jaringan-jaringan tubuh induk semang.

Tulisan ini mencoba memberi gambaran secara sederhana bagaimana komponen tanggap kebal mukosa (mucosal immunity) yang kompleks dalam menghadang laju sergapan patogen dari eksternal dan/atau saat ada stimulasi pada pemberian vaksin aktif (live vaccine) atau biomolekul tertentu.

Komponen Tanggap Kebal Mukosa
Sistem tanggap kebal mukosa (mucosal immune system) adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh ayam modern yang terdiri dari sel-sel epitelium beserta variasi sel permukaan mukosa yang berjajar sepanjang lapisan terluar mukosa dan secara langsung kontak dengan kondisi eksternal yang bersifat asing atau antigenik (Montilla NA et al., 2004).

Lapisan epitelium tersebut dilengkapi jaringan limfoid berupa MALT (Mucosa-Associated Lymphoid Tissue) yang dapat ditemukan dalam beberapa bentuk, tergantung apakah pada sistem pernapasan, pencernaan atau urogenitalis ayam (Kelsall BL et al., 1996).  Dari dalam bentukan MALT inilah sumber dan tempat bersemayamnya sel-sel dendritik (DCs = dendritic cells), sel makrofag, sel limfosit B dan T yang berperanan sebagai efektor dalam reaksi kekebalan mukosa (Randall TD, 2010; de Geus ED et al., 2012). Jaringan MALT umumnya ditemukan pada lapisan lamina propria mukosa dalam bentukan tersebar, membentuk suatu folikel atau tonsil pada sistem pernapasan, pencernaan dan urogenitalis ayam (Schummer, 1973).

Pada sistem pernapasan misalnya, selain adanya lapisan sel-sel epitelium beserta variasinya (misalnya sel goblet) yang bertindak sebagai barier utama berupa system pertahanan fisiko-kimiawi dalam bentuk mekanisme transportasi mukosiliaris, juga disempurnakan oleh adanya jaringan limfoid yang notabene merupakan bagian dari MALT, yaitu NALT (Nasal-Associated Lymphoid Tissue) dan BALT (Bronchus-Associated Lymphoid Tissue). Baik NALT atau BALT selain bisa dalam bentuk tersebar di jaringan lamina propria mukosa atau diantara sel-sel epitelium (diffuse atau scattered NALT/BALT), tetapi juga bisa dalam bentuk mengumpul membentuk suatu tonsil atau dikenal sebagai organized NALT/BALT (Schummer, 1973). Perlu juga dicatat bahwa distribusi, peranan serta kinerja kedua kelompok jaringan limfoid tersebut pada sistem imunitas pernapasan ayam sudah diketahui secara pasti oleh para peneliti imunologi (Fagerland JA & Arp LN, 1993; Ohshima K &Hiramatsu K, 2000; de Geus ED et al., 2012; Kong HH et al., 2013; Sepahi A & Salinas I, 2015).

Berbeda dengan mamalia (hewan menyusui), ayam tidak mempunyai limfonodus (kelenjar getah bening) pada sistem pencernaannya, kecuali pada itik dan angsa (Barone, 1996). Ayam mempunyai jaringan limfoid yang agak kompleks berupa kumpulan sel-sel limfoid atau folikel limfoid (lymphoid follicles) dan berupa tonsil yang tersebar sepanjang saluran cerna, dari rongga mulut sampai kloaka. Jaringan limfoid yang tergolong dalam MALT pada sistem pencernaan dikenal sebagai GALT (Gut-Associated Lymphoid Tissue). GALT pada ayam umumnya sudah berkembang dengan baik sejak menetas di dalam mesin penetas (Matsumoto & Hashimoto, 2000; Casteleyn C et al., 2010).

Di dalam jaringan GALT terdapat berbagai jenis sel yang terkait dengan fungsi respon tanggap kebal, misalnya sel limfosit B, sellimfosit T, NK cell (Natural Killer cell), makrofag, sel dendritik dan heterofil. Sel-sel tersebut juga ditemukan dalam jumlah kecil di sekitar area epitelium mukosa saluran cerna. Selain itu, juga ditemukan sel-sel tertentu yang hanya berpartisipasi pada pertahanan non-spesifik dan pengenalan antigen atau PAMP suatu patogen, misalnya sel goblet dan M-cell. Sel goblet memproduksi sekreta lendir glikoprotein yang akan menjadi substrat bagi bakteri fermentatif dan merekat bakteri patogen yang akan menyerang sel-sel epitelium usus. Sedangkan tugas sel M (M-cell) adalah untuk mengangkut mikroorganisme atau biomolekul antigen atau PAMP dari lumen usus ke jaringan limfoid di bawahnya, sehingga dampak akhir dari aktivitas ini adalah sekresi imunoglobulin A (secretory immunoglobulin A = sIgA) ke lumen usus (Koustos & Klasing, 2006; Miller et al., 2007; Murphy K & Weaver C, 2017).

Dalam sistem kekebalan mukosa (mucosal immunity) ternyata ditemukan adanya integrasi (atau interkoneksi) antara… Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Desember 2020 (toe)

SEKJEN ISPI MENJADI NARASUMBER WEBINAR NASIONAL PERUNGGASAN

Pada Webinar Nasional Perunggasan: Potensi Unggas Lokal Kalbar, Mandiri Bibit dan Pakan, 17 Desember 2020, Joko Susilo SPt (Sekjen ISPI Pusat) membawakan tema “Pilih Ayam Joper atau AKA, Percapaian Performance dan Serapan Pasar”.

Melalui presentasinya Joko berbagi tips memilih bibit ayam lokal yang baik, yaitu:

  • Berasal dari badan usaha yang memiliki lisensi.
  • Memiliki sertifikasi layak bibit.
  • Menerapkan good breeding practice.
  • Memiliki kompartemen bebas penyakit avian influenza.
  • Melakukan vaksinasi.

Memilih bibit ayam lokal ini juga berkaitan dengan pelestarian dan pemanfaatan keberlanjutan sumber daya genetik ayam lokal asli dan ayam lokal.

Disarankan juga agar memilih DOC dengan warna kaki yang sesuai dengan keinginan masyarakat setempat. Karena bagaimanapun ini adalah bisnis yang harus bisa memenuhi selera pasar.

Untuk peserta yang berminat dengan usaha pembibitan ayam kampung Joko mengatakan usaha pembititan cost-nya cukup tinggi, terutama pada biaya transportasi penyebarannya. Jika skala usaha hanya kecil maka efisiensinya sangat kurang.

Bagian kedua presentasi adalah pemeliharaan yang meliputi perlaukan saat DOC datang, penimbangan dan seleksi warna DOC. Diberikan juga tips brooding yaitu segera tebar DOC begitu datang, amati kondisi tembolok 2 jam pertama, dan amati presentase tembolok isi pada 8 jam pertama harus sudah benar-benar terisi pakan.

Kandang hendaknya memiliki luas yang cukup, ventilasi yang bagus, aman dari binatang buas. Baik kandang litter maupun baterai (individu) bisa diterapkan.

Peternak ayam lokal umumnya sampai dengan usia ayam 14 hari menggunakan pakan broiler starter. Ketika ayam sudah besar pakan bisa ditambah jagung atau rumput untuk hijauan.

Berikutnya Joko juga membahas target produksi hingga penjualan. Dimana detil materinya bisa diunduh disini.

INGGRIS MENGIDENTIFIKASI KASUS LAIN DARI FLU BURUNG YANG SANGAT PATOGEN

Pejabat kesehatan hewan telah mengkonfirmasi wabah flu burung H5N8 yang sangat patogen di Inggris utara.

Sebuah pernyataan dari Animal and Plant Health Agency Inggris telah mengkonfirmasi kasus flu burung H5N8 pada unggas dan burung yang ditangkap di dekat Willington, Derbyshire.

Wabah terbaru ini muncul setelah saran biosekuriti baru untuk pemelihara unggas dan pemelihara diberlakukan pada 14 Desember 2020.

INGGRIS MENAMBAHKAN UNGGAS KE DALAM NATIONAL BREED INVENTORY

Data penting tentang unggas telah dimasukkan dalam National Breed Inventory Inggris, memastikan bahwa spesies unggas akan terus dipandang sebagai sumber daya genetik yang penting.

Inventaris tahunan ini mengumpulkan data tahunan tentang jumlah silsilah hewan ternak di Inggris dan membantu pejabat memantau perubahan populasi dari waktu ke waktu yang membantu mengidentifikasi status, tren dan potensi ancaman.

Tahun ini, untuk pertama kalinya data unggas dan cadangan kriogenik dimasukkan. Penambahan data unggas merupakan langkah maju yang besar dalam memastikan bahwa spesies unggas terus dipandang sebagai sumber daya genetik yang penting. Selain itu, penyertaannya dalam kumpulan data akan membantu perencanaan masa depan untuk peternakan Inggris.

Sangat penting bahwa perkumpulan breeder yang mewakili sumber daya genetik unggas asli terus memberikan informasi ini setiap tahun agar memungkinkan pemerintah Inggris untuk melacak secara memadai kesehatan genetik dari populasi ini.

TYSON FOODS MEMECAT TUJUH MANAJER PABRIK DAGING BABI

Tyson Foods mengatakan pada 16 Desember 2020 bahwa mereka telah memecat tujuh manajer di pabrik daging babi Iowa, setelah menyelidiki tuduhan bahwa mereka saling bertaruh tentang berapa banyak karyawan yang akan tertular COVID-19.

Penyelidikan independen, yang dipimpin oleh mantan Jaksa Agung AS Eric Holder, dilakukan sebagai tanggapan atas gugatan yang diajukan oleh putra seorang pekerja di fasilitas Tyson di Waterloo, Iowa, yang meninggal pada bulan April karena komplikasi dari COVID-19.

Gugatan tersebut mengklaim bahwa manajer pabrik menyesatkan pekerja tentang COVID-19, bertaruh pada pekerja yang tertular virus dan mengizinkan karyawan yang sakit untuk terus bekerja.

SUMBER UNGGAS INDONESIA PEDULI KORBAN BANJIR SUMATERA UTARA

Penyerahan bantuan kepada pengungsi

PT Sumber Unggas Indonesia (SUI) bersama Ikatan Alumni Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand) Sumatera Utara memberikan bantuan kepada warga korban banjir di Medan dan Sei Rampah.

Pendistribusian bantuan ini merupakan rangkaian program aksi sosial PT SUI sejak pekan lalu. PT SUI yang bermarkas di Desa Cogreg Kabupaten Bogor telah memberikan bantuan  berupa ayam kampung siap masak sebanyak 210 bungkus dan 300 butir telur ayam kampung kepada warga pengungsi korban banjir di Dusun 1 dan 3, Kampung Mandailing, Sei Rampah.

Bantuan kepada warga korban banjir di Tanjung Selamat, Medan Tuntungan diserahkan pada Jumat (18/12). Bantuan tersebut berupa ayam kampung siap masak sebanyak 90 bungkus. “Alhamdulillah antusias warga bergembira, mereka senang dengan pemberian ini karena kita hadir di waktu mereka membutuhkan,” ucap Ketua IKA Fakultas Peternakan Unand Sumut Aulia Idris Tanjung.

Manager Marketing PT SUI Febroni Purba mengatakan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian sosial perusahaan bagi masyarakat yang menjadi korban bencana. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat korban banjir,” pungkasnya. (CR)


KOMITMEN TRI GROUP DALAM MENDUKUNG DUNIA PENDIDIKAN

Tri Hardiyanto (paling kanan) bersama Dekan SV IPB University Dr. Arief Daryanto MEc, usai menandatangani Memorandum of Academic (MoA)

Sebagai kelompok usaha yang memfokuskan diri di sektor perunggasan, Tri Group berkomitmen mendukung dunia pendidikan nasional. Sinergi bersama dunia pendidikan ini merupakan langkah strategis sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia yang cakap, terampil dan kompeten  pada dunia perunggasan. Sebagai bentuk dukungan Tri Group pada dunia pendidikan, melalui perusahaan induk PT Tri Gardanindo Inti melakukan penandatangan kerjasama (Memorandum of Academic/MoA) dengan Sekolah Vokasi (SV) IPB University.


Bertempat di IICC Bogor pada hari Jum'at (18/12), Tri hardiyanto selaku Direktur Utama PT. Tri Gardanindo Inti melakukan penandatangan MoA dengan SV IPB University yang diwakili oleh Dekan SV IPB University, Dr. Arief Daryanto, MEc. Kerjasama yang dilakukan yakni di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat khususnya pada bidang perunggasan. Melalui kerjasama ini Tri Group membuka diri kepada civitas akademika SV IPB University untuk dapat memanfaatkan fasilitas produksi dan usaha yang ada di lingkungan Tri Group sebagai fasilitas atau media pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Kerjasama dengan IPB University ini sebenarnya sudah dilakukan oleh Tri Group secara rutin, hanya saja kerjasama kali ini bersifat lebih formal dan terprogram secara rutin khususnya untuk SV IPB University. Output yang diharapkan dari kerjasama ini agar civitas akademika SV IPB University dapat lebih mengetahui kondisi ril sektor perunggasan baik secara teknis budidaya dan pemasaran. Diharapkan dari kerjasama ini lulusan SV IPB University lebih terampil secara skill dan cakap secara pengetahuan juga memiliki daya analisis yang tajam karena langsung dihadapkan dengan kondisi riil perunggasan di lapangan.

Sebelum dilakukannya penandatangan MoA, selama tiga bulan terakhir Tri Group bersama SV IPB University melakukan kegiatan SV – IDUKA (Sekolah Vokasi -  Industri dan UKM Perunggasan). Dalam kegiatan tersebut Tri Group bersama SV IPB University melakukan kajian tentang tata niaga perunggasan, kelembagaan peternak, serta kunjungan ke kandang mini closed house dan fasilitas Rumah Pemotongan Ayam (RPA). (Jefri/CR)

EVALUASI DAN OPTIMALISASI KEUNTUNGAN TERNAK LAYER

Agar untung, kuncinya adalah menjaga ayam agar tetap berproduksi stabil. (Foto: Istimewa)

“Tahun 2020 dimulai dengan harga telur yang lebih bagus dari 2019, beberapa kali sempat turun tapi bisa recovery harganya bagus lagi. Harga DOC di akhir 2020 juga lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Sedangkan harga pakan dari tahun lalu cukup stabil Rp 5.000-an,” kata Fatimah mengawali kuliah WhatsApp “Evaluasi dan Optimalisasi Keuntungan Ternak Layer”, Jumat (13/11).

Wanita yang sudah sembilan tahun bergabung dengan PT Cargill Indonesia dan sekarang menempati posisi Technology Application Manager, menjelaskan perhitungan kasar BEP (harga impas) ternak layer. Yaitu 3,5 x harga pakan jika performa normal; 3,25 x harga pakan jika performa bagus dan 3,75 x harga pakan jika performa sedang jelek.

Kemudian disampaikannya untuk evaluasi performance total farm ada dua yang harus dihitung, yaitu FCR total farm dan %HD (hen day) produksi total farm.

Biaya Pullet, Operasional, Depresiasi Kandang, Program Kesehatan dan Pakan
Tahun 2020 ini biaya pullet terhitung meningkat cukup gradual sekitar Rp 1.450-1.500/kg telur. Kemudian biaya operasional fase layer adalah Rp 2.000-2.500/kg telur, biaya depresiasi bangunan (gudang, kandang) Rp 1.700-2.000/kg telur, biaya kesehatan (obat, vaksin, vitamin) Rp 600-700/kg telur. Mayoritas peternak mengalami kenaikan di biaya kesehatan ini.

Harga jagung tahun ini terhitung cukup terkendali dan lebih kondusif dibandingkan dua tahun ke belakang. Rata-rata harga pakan tahun ini tidak ada gejolak signifikan, cukup stabil bahkan sedikit lebih rendah dibanding dengan rata-rata harga pakan tahun lalu.

Evaluasi Performance (Total Farm)
Untuk bisnis yang dievaluasi adalah total farm. Karena dalam satu farm biasanya mempunyai lebih dari satu kandang layer dan biasanya juga memiliki ayam starter dan ayam grower yang belum berproduksi. Ayam layer yang dimiliki pun biasanya ada ayam yang muda, ada yang di puncak produksi dan ada ayam tua.

FCR total farm yang masih menguntungkan ada di kisaran 2,5-2,6. Jika di atas 2,6 biasanya keuntungannya tipis sekali atau bahkan tidak ada keuntungan.

%HD produksi total farm yang masih menguntungkan adalah di atas 75%.

Untuk mengoptimalkan keuntungan bisnis layer, pertama pastikan FCR total farm lebih kecil dari 2,6. Jika sudah lebih besar dari 2,6 segera ambil tindakan untuk memperbaiki FCR.

Kedua, perbaiki %HD total farm. Secara umum rataan %HD total farm, jika performa layer sesuai standar, angkanya adalah 84%. Jika pullet masuk HD akan turun jadi sekitar 75-76%.

Jika %HD total farm 70% peternak masih bisa membayar biaya pakan, biaya operasional dan biaya pullet. Jika %HD total farm 60% hanya bisa digunakan untuk membayar biaya pakan dan biaya operasional. Dengan HD 60% ini nanti jika harus masuk pullet pasti akan terganggu cash flow-nya. Sedangkan jika %HD total farm 50% hanya bisa untuk membayar biaya pakan dan biaya lain-lain harus nombok.

Jika produksi total adalah 60% sudah harus dievaluasi kandang yang sudah tidak produktif untuk segera di-culling/afkir, untuk mengembalikan angka HD tetap di atas 70%. Kecuali kalau harga telur sedang bagus sekali.

Utamakan Jaga Performance Ayam
Konsep efisiensi biaya produksi perlu ditetapkan secara bijak, yaitu dengan disiplin melakukan biosekuriti. Kemudian bisa dengan sedikit menambahkan instalasi sederhana yang memangkas waktu tenaga kerja melakukan sesuatu dan memfokuskan tenaga ke kegiatan yang lebih penting.

Pembuatan instalasi tersebut misalnya bisa diterapkan pada alat pemberian pakan semi otomatis. Sebab pakan yang terbuang dari aktivitas pemberian pakan manual (dengan gayung, piring dan lain-lain) bisa mencapai 1-2 gram/hari/ekor ayam. Alat semi otomatis bisa mengurangi potensi pakan tercecer ini. Jika peternak mempunyai populasi 10.000 ekor dengan harga pakan Rp 5.000/kg. Apabila pakan terbuang 2 gram/ekor/hari, maka biaya pakan terbuang per bulan adalah Rp 3.000.000.

Untuk menjaga keuntungan, output (hasil penjualan) harus bisa menutup semua biaya produksi. Di kondisi sulit, misalnya waktu harga telur sedang jatuh mau tidak mau harus mengoptimalkan biaya produksi. Konsep efisiensi biaya produksi harus ditetapkan secara bijak.

Jangan ganti pakan yang lebih rendah kualitasnya demi berjalannya cash flow atau demi agar tetap untung. Mengganti pakan sebaiknya jadi pilihan terakhir. Menurut Fatimah, masih bisa mengoptimalkan biaya produksi dengan cara lain, misalnya biosekuriti, agar farm benar-benar terjaga dan risiko ayam terkena penyakit bisa dihindari. Kalau ayam gampang sakit maka produksi akan menurun dan bisa terjadi kematian.

Penggantian pakan secara drastis akan berdampak ke FCR. Jika tidak dilakukan dengan baik bisa berdampak ke saluran cerna, ayam mungkin tidak sakit tapi akan ada masa adaptasi yang biasanya langsung berdampak ke FCR. Jika FCR naik 0,1% maka kerugiannya 0,1% x Rp 5.000 (harga pakan) = Rp 500. Jika pakan tidak diganti, harga pakan memang bisa naik Rp 100-200 tapi FCR dan performance tetap terjaga kestabilannya.

 “Kalau harga telur sedang jatuh lebih baik pakan tetap yang bagus atau di bawahnya? Beberapa peternak yang benar-benar menghitung bisnis tetap memilih pakan yang kualitasnya bagus. Tidak mengganti pakan tapi mencari alternatif lain untuk menekan cost,” kata dia.

Secara jangka pendek mengganti pakan yang lebih murah memang bisa menurunkan biaya operasional. Tapi produksi jangka panjang cenderung menurun dan ayam lebih cepat afkir. Sedangkan dengan tetap menjaga kualitas pakan, produksi dipertahankan tetap stabil dan ayam lebih lama afkir.

“Agar untung kuncinya adalah menjaga ayam agar tetap berproduksi stabil, jangan sampai terganggu produksinya,” pungkasnya. (NDV)

TINDAKAN BIOSEKURITI FLU BURUNG BARU MULAI BERLAKU DI INGGRIS

Peternak dan pemelihara unggas di Inggris sekarang secara hukum diharuskan memelihara hewan mereka di dalam ruangan untuk membendung penyebaran flu burung.

Persyaratan tersebut merupakan bagian dari peraturan baru yang mulai berlaku sejak 14 Desember 2020.

Jika unggas tidak dapat dipelihara di dalam ruangan, pemiliknya diminta untuk mengambil langkah yang tepat untuk memisahkannya dari burung/unggas liar.

Persyaratan lain termasuk mengikuti langkah-langkah biosekuriti yang ketat:

  • Mengandangkan atau memagari lingkungan dengan jaring untuk semua unggas dan burung yang ditangkap.
  • Membersihkan dan mendisinfeksi pakaian, alas kaki, peralatan, dan kendaraan sebelum dan setelah kontak dengan unggas dan burung.
  • Mengurangi pergerakan orang, kendaraan atau peralatan ke dan dari area tempat unggas, untuk meminimalkan kontaminasi dari kotoran, dan produk lainnya, dan menggunakan pengendalian hama (tikus, dsb) yang efektif.
  • Membersihkan dan mendisinfeksi kandang secara menyeluruh di akhir siklus produksi.
  • Menyediakan disinfektan segar pada konsentrasi yang tepat di semua titik di mana orang harus menggunakannya, seperti pintu masuk peternakan dan sebelum memasuki kandang.
  • Meminimalkan kontak langsung dan tidak langsung antara unggas dan burung yang ditangkap serta burung liar, termasuk memastikan semua pakan dan air tidak dapat diakses oleh burung liar.

PABRIK UNGGAS NOVA SCOTIA DITUTUP KARENA WABAH COVID-19

Via edenvalleypoultry.com

Pabrik pengolahan unggas Eden Valley di Berwick, Nova Scotia, Kanada telah ditutup selama dua minggu setelah kasus COVID-19 baru dilaporkan, yang berpotensi membatasi pasokan kalkun untuk masyarakat menjelang Natal.

Otoritas kesehatan publik memerintahkan penutupan pabrik Eden Valley minggu lalu setelah mengonfirmasi dua kasus COVID-19 di antara pekerja pabrik. Pengujian yang diperpanjang mengidentifikasi empat kasus tambahan.

Penutupan pabrik tersebut menjadi pukulan telak bagi masyarakat. Eden Valley adalah perusahaan terbesar Berwick, dan Walikota Don Clarke mengatakan bahwa dampak ekonomi dari penutupan selama dua minggu itu akan sulit dihitung.

Namun, Clarke dan banyak penduduk Berwick mengatakan bahwa penutupan pabrik selama dua minggu mungkin sepadan dengan biaya ekonominya.

Clarke berkata, “Memiliki COVID-19 di pabrik sebesar itu dengan banyak orang di ruang terbatas dan sebagainya, adalah situasi yang serius. Apa yang mereka lakukan adalah hal yang perlu dilakukan.”

FLU BURUNG HADIR DI 25% PREFEKTUR JEPANG

Wabah flu burung di Jepang telah menyebar ke peternakan baru minggu ini dan sekarang terjadi di sekitar seperempat dari 47 prefektur di negara itu. Penyebaran flu burung di Jepang telah menyebabkan pemusnahan unggas massal.

Sekitar 32.000 unggas akan dimusnahkan dan dikubur di kota Sukumo di prefektur Kochi setelah flu burung ditemukan di sebuah peternakan layer. Banyak unggas yang terinfeksi ditemukan di dua peternakan di prefektur Kagawa, tempat wabah muncul bulan lalu, dengan hampir 30.000 unggas dimusnahkan di sana.

Wabah telah melanda 12 prefektur di seluruh Jepang dan 3 juta unggas telah dimusnahkan hingga saat ini. Wabah di Jepang dan negara tetangganya Korea Selatan adalah salah satu dari dua epidemi flu burung yang sangat patogen yang menyerang unggas di seluruh dunia, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB dan pejabat Jepang. Baik strain yang beredar di Asia maupun yang menyebar dengan cepat di Eropa berasal dari burung liar, kata mereka.

Jepang memiliki ayam petelur sekitar 185 juta ekor dan populasi ayam pedaging 138 juta ekor, menurut kementerian pertanian. Peternakan di Jepang sebelumnya diperintahkan untuk mendesinfeksi fasilitas dan memeriksa aturan kebersihan, serta memastikan bahwa jaring untuk mencegah burung liar dipasang dengan benar.

PUSLIT BIOTEKNOLOGI LIPI: PERLU RISET BIOTEKNOLOGI UNTUK PETERNAKAN BERKELANJUTAN

Webinar Nasional Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Cibinong. (Foto: Dok. Infovet)

Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Cibinong pada Selasa (15/12/2020) menyelenggarakan Webinar Nasional secara daring dalam rangka mengkaji pentingnya riset bioteknologi untuk pengembangan usaha peternakan yang berkelanjutan.

Seperti diketahui, produk-produk peternakan (daging, susu dan telur) merupakan bahan pangan kaya gizi yang dibutuhkan manusia untuk proses tumbuh dan kembang. Sehingga tidak mengherankan bila produk peternakan disebut sebagai bahan “pembangun” kehidupan manusia.

Ketua Pelaksana kegiatan, Paskah Partogi Agung, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan dari pelaksanaan webinar ini adalah untuk berbagi informasi dan meningkatkan kapasitas keilmuan para peneliti, akademisi, maupun praktisi peternakan tentang pemanfaatan bioteknologi untuk sektor peternakan di Indonesia.

“Dari tujuan dan sasaran yang kita tetapkan, maka luaran yang diinginkan adalah terjadinya transfer informasi dari para narasumber, hingga dapat menambah pengetahuan dan keterampilan dari para peserta,” kata Paskah.

Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Dr Puspita Lisdiyanti, mengemukakan bahwa sub sektor peternakan memiliki peranan penting dalam kehidupan dan pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, sebagai salah satu penyedia protein hewani penting bagi pertumbuhan dan kecerdasan manusia, sub sektor peternakan harus dikedepankan.

“Kita di LIPI memiliki komitmen tinggi dalam melakukan riset dan inovasi di bidang bioteknologi ternak, menyangkut segala hal yang berhubungan dengan ternak itu sendiri, mulai dari bibit unggul, pakan berkualitas, produksi dan reproduksinya, hingga bagaimana mengupayakan agar ternak tetap sehat selama pemeliharaan,” kata Puspita.

Ia menambahkan, sebagai bukti kepedulian Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI pada usaha peternakan berkelanjutan yang didukung riset-riset unggul, pihaknya ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI) Bioteknologi Peternakan pada 2019 lalu.

“Banyak riset yang telah dihasilkan oleh PUI Bioteknologi Peternakan, diantaranya reproduksi ternak, genetika, nutrigenomik pakan ternak, pengembangan vaksin ternak khususnya sapi lokal Indonesia secara massif, itu semua telah dilakukan oleh para peneliti di pusat penelitian ini,” pungkasnya.

Webinar tersebut dihadiri oleh Dr Ir Nasrullah (Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan), Prof Dr Ir Ali Agus (mantan Ketua ISPI), Prof Dr Ir Muladno (Ketua Dewan Penasehat Himpunan Ilmuwan Peternakan Indonesia), Prof Dr Ir Syahruddin Said (Peneliti Utama Bioteknologi Reproduksi Hewan, Puslit Bioteknologi LIPI) dan Prof Dr Ir Endang Tri Margawati (Peneliti Utama Genetika Molekuler Hewan dan Rekombinan Protein, Puslit Bioteknologi LIPI Cibinong). (Sadarman)

TAJIKISTAN MENINGKATKAN PRODUKSI DAGING DAN TELUR UNGGAS

Tajikistan telah meningkatkan produksi daging ayam dan telurnya pada tahun 2020. Negara itu telah berhasil meningkatkan swasembada produk unggas dan hampir mampu mengekspor telur untuk pertama kalinya dalam sejarahnya.

Dari Januari-Oktober 2020, Tajikistan menghasilkan 22.800 ton daging unggas, 90% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Harga eceran rata-rata daging ayam sebesar TJS25 (US $ 2,2) per kg, lebih tinggi 20% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan harga dipicu tingginya biaya pakan.

Produksi telur naik menjadi 761 juta butir, naik 33% dari tahun lalu. Beberapa perusahaan dari Kyrgyzstan dan Uzbekistan telah mengajukan kepada otoritas Tajik untuk ijin mengimpor telur. Beberapa peternakan layer yang saat ini sedang dibangun di berbagai bagian negara itu dapat mendorong produksi lebih tinggi.

Pertumbuhan produksi di industri perunggasan dimungkinkan dengan dukungan pemerintah yang luar biasa. Tajikistan menawarkan kondisi investasi yang paling menguntungkan bagi peternak unggas di antara semua negara Asia Tengah. Pada 2013, pemerintah Tajik telah membebaskan sepenuhnya peternakan unggas lokal dan perusahaan yang bergerak dalam produksi pakan dari pajak selama 12 tahun.

PEMILIHAN DOC YANG BAIK UNTUK PERFORMANCE OPTIMAL

Pada e-learning Farmsco part 1, 25 November 2020, salah satu pemateri Allan Pratama, Manager Sales & Marketing DOC Cahaya Teknologi Unggas membawakan tema Pemilihan DOC yang Baik Untuk Performance Optimal.

Allan menjelaskan beberapa persyaratan DOC yang sifatnya kualitatif meliputi DOC yang baik/ideal, DOC yang acceptable, dan DOC yang afkir.

Pusar

  • Baik: bersih dan sembuh sempurna.
  • Dapat diterima: pusar tertutup namun sedikit kasar.
  • Afkir: pusar tidak tertutup, berubah warna.

Kaki

  • Baik: bersih, terasa seperti lilin.
  • Dapat diterima: terdapat kekeringan, kaki sedikit pucat.
  • Afkir: dehidrasi parah, nadi di kaki sangat menonjol.

Sendi

  • Baik: bersih, tanpa cacat, tidak ada luka.
  • Dapat diterima: sedikit kemerahan.
  • Afkir: berwarna merah, sangat merah, terdapat luka.

Cacat

  • Baik: bersih, tanpa cacat.
  • Dapat diterima: cacat kecil, misalnya ada bekas yolk yang masih menempel, warna bulu berbeda.
  • Afkir: kaki pincang, paruh silang, leher miring.

Refleks

  • Baik: bangkit dari posisi terbalik maksimal 3 detik.
  • Dapat diterima: bangkit dari posisi terbalik 5-6 detik.
  • Afkir: lebih dari 10 detik, gagal bangkit.

Persyaratan kualitatif lain dari DOC yang baik adalah berasal dari induk sehat, aktif, mata cerah, lincah, gesit, tidak megap-megap, jalan normal, paruh normal, dan tidak kembung.

KETAHANAN PANGAN & GIZI BERBASIS KONSUMSI DAN KELUARGA

Webinar ketahanan pangan dan gizi, berlangsung interaktif


Pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir sepanjang tahun 2020 menimbulkan dampak serius pada banyak sektor, termasuk pada kemampuan masyarakat dalam menyediakan, menjangkau, dan memanfaatkan bahan pangan bagi keluarga.

Dengan kondisi ini, yang harus dikedepankan untuk dicapai adalah ketahanan pangan dan gizi berbasis konsumsi pangan keluarga. Demikian disampaikan Ketua IPB SDGs (Sustainable Development Goals) Network, Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi, dalam acara Bincang-Bincang Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (BBA) Volume 3 dengan topik “Ketahanan Pangan di Masa Pandemi” hari Sabtu, 12 Desember 2020. 

“Dua pertiga urusan kelaparan berhubungan dengan cukup konsumsi pangan dan gizi, terutama pada seribu hari pertama kehidupan,” ujar pria yang pernah menjabat Wakil Menteri Perdagangan (2011-2014) ini. Berbeda dengan aspek produksi, permasalahan konsumsi pangan --khususnya kecukupan gizi seperti ancaman stuting (kekurangan gizi kronis pada anak)-- berada di tingkat keluarga. Pembicaraan soal pemenuhan gizi keluarga tidak sebatas membahas aspek sosial-budaya dan selera makan, melainkan juga terkait pengetahuan dan kesadaran akan gizi.

Dalam hal ini, peran ibu menjadi sangat penting. Pendapatan keluarga juga menjadi hal kritikal untuk memastikan agar makanan sehat dapat tersaji setiap hari. Di luar itu, pemahaman soal sistem pangan (food system), memegang peran penting, mengingat ketahanan pangan bukan hanya masalah produksi, melainkan juga distribusi, pengolahan, penyimpanan, hingga konsumsi.“

Ketahanan pangan, menurut UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan, adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Ketahanan pangan sendiri dipengaruhi setidaknya lima faktor, yakni kondisi ekonomi, politik, sosial, dan keamanan. 

Adanya pandemi ini memaksa pemerintah menerapkan pembatasan dalam berbagai bidang. Kebijakan tersebut ikut mempengaruhi ketahanan pangan, khususnya ketersediaan dan kemudahan akses terhadap pangan oleh masyarakat. 

Pembicara lainnya, sosiolog Dr. Imam Prasodjo, menjelaskan adanya dikotomi para developmentalist yang mengagungkan pertumbuhan versus para konservasionis yang mendesak perlunya melestarikan sumber daya alam, mengurangi pemanasan global, dan pemulihan layanan ekosistem. “Yang adil adalah dengan menerapkan pembangunan berkelanjutan (sustainable development),” kata Imam. Ia juga menekankan bahwa paradigma pembangunan tidak semata-mata hanya soal pertumbuhan (growth) melainkan juga soal kebahagiaan (human-eco happiness) atau ecosystem well-being.  Dalam hal ini, Imam melihat IPB University seharusnya menjadi tulang punggung dalam konteks eco-happiness.  

Imam Prasodjo, yang merupakan direktur Yayasan Nurani Dunia, melihat bahwa anak-anak muda masa kini, khususnya generasi milenial, lebih pro pencegahan perubahan iklim, sehingga mereka perlu dirangkul dan diberdayakan agar menjadi penggerak pembangunan berkelanjutan. Ia berpendapat, kebangkitan ketahanan pahan dapat dilakukan melalui pertanian rumah tangga (home farming) dan pertanian komunitas (communities farming).  Petani yang termarjinalkan harus didampingi oleh orang kota yang terdidik karena pertumbuhan pertanian tidak produktif tak lain disebabkan tenaga kerja yang tidak terdidik. 

Ia memaparkan inisiatif yang digagas Yayasan Nurani Dunia yaitu Kampung Ilmu, yang membangkitkan keluarga dan komunitas berusaha di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.  “Pendidikan harus di hubungkan dengan usaha kecil dan kepada para champion.  Harus ada pendekatan praktisi dan ilmuwan secara multidisiplin,” ujarnya.  

Di sisi lain, Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ibnu Khajar, mengungkapkan pandemi Covid-19 tidak hanya bicara soal kesehatan melainkan juga soal ketersediaan pangan. “Yang mengagetkan, banyak rumah sakit menelepon kami bahwa tenaga medis tidak punya suplai makanan,” ujarnya. Call Center ACT yang sebelumnya masyarakat hubungi untuk konfirmasi donasi, kini 70 persen lebih menanyakan bantuan pangan. Termasuk pula mesjid-mesjid mitra ACT, mayoritas menghubungi untuk menginformasikan bahwa jamaah mereka amat membutuhkan bantuan pangan karena persediaan menipis. 

ACT mendistribusikan bantuan pangan menggunakan armada rice truck dan water truck.  Operasi Makan Gratis dilakukan menyasar pekerja informal, ojek online, dan buruh yang di-PHK. Mereka meneruskan program Lumbung Beras Wakaf di Blora yang membina pengelolaan 1.000 hektare sawah, dan ditingkatkan menjadi 5.000 hektare. Mereka berkolaborasi dengan YP3I (Yayasan Penguatan Pesantren Indonesia) dalam aktivasi lahan pertanian di 28.000 pesantren di Indonesia untuk program ketahanan pangan. 

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) juga melakukan hal mirip melalui pendekatan mengembalikan daya beli, melalui Bantuan Tunai Mustahik (BTM) untuk 20.000 keluarga dan dukungan paket logistik keluarga. Ada pula Program Bank Makanan yang bekerja sama dengan pengelola hotel-hotel untuk membantu masyarakat sekitar yang terancam kebutuhan pangannya. Di saat sama, Kepala Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik (LPPM) BAZNAS, Ajat Sudarjat, memaparkan program pendayagunaan pangan, mulai dari Lumbung Pangan, Kebun Keluarga Indonesia, Pertanian Terpadu, hingga Balai Ternak buat masyarakat di berbagai daerah. 

Beberapa alumni IPB juga berbagi pengalaman terkait perjuangan usaha mereka terdampak pandemi Covid-19. Anni Nuraini, pengusaha travel di Bogor, mengakui dunia pariwisata amat terpengaruh, hampir semua sektor pariwisata mati dan bangkrut. Usaha Anni sendiri akhirnya banting setir ke agribisnis berupa budidaya organik ubi jepang demi karyawannya tetap bertahan. 

Deddy Fakhruddin, pengusaha sapi perah dan potong domisili Malang, yang belakangan terjun di bisnis edu-wisata. Ia mengaku sedikit beruntung karena bisnisnya tidak satu jenis. “Don’t put your money in one basket,” katanya memberi tips. Saat pandemi melanda, ia memutuskan segera banting setir ke sektor konsultasi dan edukasi digital, dan kini menjadi penopang utama. Ia beruntung tidak mengurangi gaji ataupun memberhentikan karyawannya.  

Sementara Purwo Hadi Subroto, petani dan pengusaha agribisnis di Pekanbaru, Riau, mengelola bisnisnya secara terpadu. Awalnya, produksi buah dan sayuran, termasuk ikan dan ayam, masih melimpah saat pandemi mulai melanda, namun daya beli menurun. Mereka melakukan efisiensi dan penurunan harga modal, termasuk memasak di rumah menggunakan tungku, 60 persen lebih hemat daripada menggunakan gas, untuk menyiasati biaya sehari-hari. Strategi menambah jenis tanaman juga dilakukan karena permintaan produk tertentu terdampak. Contohnya pepaya, yang biasanya satu supermarket menyerap hingga 200 kilogram, saat awal pandemi turun menjadi hanya 30 -  100 kilogram. Purwo dan para petani lokal juga berusaha memperluas pasar produk pertanian tersebut. (CR)

MUSYAWARAH NASIONAL PPSKI KE-IX 2020

Munas PPSKI XI 2020 melalui daring. (Foto: Istimewa)

Sabtu, 12 Desember 2020, Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PPSKI) resmi melaksanakan Musyawarah Nasional yang ke-IX.

Dihadiri sebanyak 128 orang terdiri dari Pengurus Pleno DPP PPSKI, 20 DPD PPSKI dari 22 Anggota PPSKI se-Indonesia dan peternak sapi/kerbau, pelaku usaha/asosiasi peternakan sapi dan kerbau, pemerintah bidang peternakan, lembaga penelitian/perguruan tinggi/mahasiswa peternakan dan tamu undangan.

Melalui keterangan tertulis dari PPSKI, Munas kali ini mengangkat tema “Reposisi dan Reaktualisasi PPSKI dalam Meningkatkan Daya Saing Peternak Rakyat di Era Digital”. Sebagai organisasi profesi peternak sapi dan kerbau tertua di Indonesia, PPSKI akan mereposisi dan mereaktualisasi organisasi baik secara internal dan eksternal dalam pengembangan sapi dan kerbau di Indonesia.

Adapun hasil yang dicapai dalam Munas IX tersebut:
1. Penetapan Ketua Umum PPSKI 2020-2025. Telah dipilih secara aklamasi Ketua Umum DPP PPSKI adalah Drh Nanang Purus Sumbendro, seorang peternak/pengurus DPD PPSKI Provinsi Lampung.

2. Menetapkan AD/ART PPSKI. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga diterima dengan beberapa catatan kecil untuk diperbaiki, yaitu penambahan struktur organisasi ketua bidang advokasi/penyuluhan, serta domisili organisasi.

3. Menetapkan program kerja PPSKI 2020-2025. Menetapkan garis besar program kerja dalam ruang lingkup kerja komoditi ternak sapi perah, sapi daging, kerbau dan advokasi kepada peternak. Dalam program kerja ini, kegiatan kerja PPSKI akan disetarakan aktivitas masing-masing komoditi ternak.

4. Resolusi peternak sapi dan kerbau 2020. Resolusi peternak sapi dan kerbau merupakan sikap PPSKI yang merespon perkembangan teknologi dan zaman.

Resolusi peternak sapi dan kerbau Indonesia 2020, berdasar kepada eksisting kondisi, potensi yang dimiliki negeri ini dan dalam rangka membangun peternakan sapi dan kerbau nasional melalui ketahanan pangan, menuju kedaulatan pangan protein hewani, maka para peternak sapi dan kerbau Indonesia mengajukan resolusi sebagai berikut:

• Bidang Peternakan Sapi Pedaging dan Kerbau
1. Penyelamatan sapi/kerbau betina produktif (SBP) dilakukan secara konsisten. Sebagian SBP dari kawasan padat ternak dapat direlokasikan ke wilayah pengembangan di perkebunan kelapa sawit atau lahan bekas tambang. Untuk hal ini, diperlukan instrumen kebijakan pemerintah dan inisiatif untuk daerah, peternak dan pelaku usaha.

2. Revitalisasi Village Breeding Centre, melalui pola klaster sapi/kerbau di kawasan-kawasan prudusen sapi/kerbau. Program pengembangan klaster ini dilakukan dengan kemitraan antara peterna rakyat dengan perusahaan. Pelaksanaan IB dapat dibarengi dengan InKA untuk meningkatkan calving rate dan dukungan pembangunan feed bank berbasis sumber daya lokal.

3. Mempercepat pengembangan sistem integrasi tanaman-ternak, terutama sawit-sapi dan/kerbau dengan mendorong PTPN, swasta dan masyarakat, dengan memanfaatkan sapi lokal/kerbau maupun bibit komersial dengan dukungan insentif bagi pelaku usaha.

4. Revitalisasi RPH berlandaskan “kesejahteraan ternak” menuju terciptanya rantai dingin dalam ketersediaan daging sapi nasional, secara bertahap menghentikan pemotongan ternak sapi/kerbau di luar RPH (kecuali untuk keperluan keagamaan/sosial budaya).

5. Dalam upaya meningkatkan populasi ternak sapi/kerbau, diharapkan pemerintah menerbitkan kebijakan kemitraan pengembangan betina produktif maupun penggemukan, bagi industri penggemukan dan importir daging dalam kegiatan pembiakan/penggemukan bersama peternak rakyat.

6. Pemberdayaan infrastruktur penunjang bagi pembangunan peternakan sapi/kerbau seperti pasar hewan, karantina, transportasi darat dan laut, sistem logistik dan kebijakan pendukungnya.

7. Perlu adanya penetapan data populasi ternak sapi/kerbau yang akuntabel, sehingga mampu memprediksi pembangunan peternakan sapi dan kerbau secara nasional.

8. Penurunan populasi ternak kerbau merupakan keniscayaan, faktor utamanya disebabkan oleh ketiadaan perhatian pemerintah terhadap upaya pengembangan ternak ini secara nasional. Oleh karenanya diperlukan upaya peningkatkan produksi dan produktivitas kerbau asli indonesia yang tertera dalam rancangan program nasional maupun regional dengan cara memberikan kesetaraan perlakukan antara ternak sapi dan kerbau.

9. Peningkatan populasi kerbau lokal seperti kerbau di wilayah Pampangan Sumatra Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Sumbawa, Sulawesi Selatan dan lainnya perlu diukung oleh teknologi dan dukungan dana yang memadai, kebijakan yang berpihak kepada komoditi ternak kerbau, serta melibatkan masyarakat dan dukungan teknologi maupun kearifan lokal.

10. Pemerintah segera meninjau ulang pengembangan ternak sapi-sapi Double Muscle (BB dan GB) yang telah dirilis penyebarannya bagi peternak rakyat, mengingat dampak negatifnya di masa mendatang dan akan merugikan pembangunan peternakan nasional.

• Bidang Peternakan Sapi Perah
1. Menurunya produksi susu sapi nasional sebagai akibat depopulasi sapi perah sebagai dampak dari mahalnya harga daging sapi. Untuk itu, perlu kebijakan perlindungan populasi melalui penyesuaian harga jual susu segar ke Industri Pengolahan Susu, ataupun melalui pengembangan Industri Menengah Persusuan Nasional dan merealisasikan secara konsisten program minum susu segar bagi anak usia sekolah.

2. Dalam rangka meningkatkan produktivitas peternakan sapi perah rakyat, perlu dilakukan pemberdayaan penyebaran sapi-sapi pejantan FH hasil progeny melalui pemberdayaan kelembagaan Asosiasi Holstein Indonesia yang mapan.

3. Pemerintah perlu memberikan dukungan dan fasilitas finansial, peralatan, serta kelembagaan koperasi guna percepatan pengembangan peternakan sapi perah di dalam negeri. Hal ini disebabkan karena sampai saat ini usaha peternakan sapi perah rakyat belum mampu memberikan peningkatan kesejahteraannya. Untuk itu, kiranya pemerintah dapat melakukan revitalisasi asosiasi dan kelembagaan koperasi peternak sapi perah rakyat. (INF)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer