-->

DISNAKKESWAN SUMBAR RAIH ANUGERAH KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK

Seremoni pemberian penghargaan (Foto: istimewa)

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memperoleh Anugerah Keterbukaan Informasi Publik dari Komisi Informasi Provinsi Sumbar. Pemberian penghargaan terlaksana pada Selasa, 18 November 2025.

“Selama ini, kami telah berupaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan, terutama dalam hal keterbukaan informasi publik. Tentunya sangat senang dan bangga menerima Anugerah Keterbukaan Informasi Publik oleh Komisi Informasi Sumatera Barat untuk kategori OPD informatif,” jelas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Sumbar, Ir Sukarli SPt MSi IPU.

Sukarli menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan transparansi informasi, sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi yang dibutuhkan.

“Harapan kami, dengan adanya transparansi dan akuntabilitas, kita dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah. Kami juga berharap bahwa penghargaan ini dapat menjadi contoh bagi OPD lainnya untuk meningkatkan keterbukaan informasi publik,” tandasnya.

Penilaian dari Komisi Informasi Sumatera Barat meliputi beberapa aspek seperti kualitas informasi yang disediakan, kemudahan akses informasi, transparansi dalam pengambilan keputusan, partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, dan kualitas pelayanan informasi.

Digitalisasi

Tim Disnakkeswan Sumbar saat presentasi di Komisi Informasi Sumbar

Sebelum pemberian penghargaan tersebut, Sukarli didampingi Kepala Bidang Bina Usaha Disnakkeswan Sumbar, Ir Nirmala SPt MSi telah melaksanakan tahap presentasi di Komisi Informasi Sumbar dalam meningkatkan keterbukaan informasi publik.

Dalam pengelolaan pelayanan dan informasi publik, Disnakkeswan Provinsi Sumbar mempunyai Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang sudah dibentuk melalui SK Kepala Dinas Nomor 800/07/DPKH-SB-2025 tanggal 23 Juni 2025.

Penanganan pengaduan publik dan layanan informasi publik, menyediakan desk layanan Informasi publik baik secara online maupun offline.

Guna memenuhi dan melayani permintaan dan kebutuhan pemohon atau pengguna informasi publik, pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi melalui desk layanan informasi publik melakukan layanan langsung/tatap muka.

Selain itu terdapat layanan melalui media diantaranya email: Disnakprovsumbar21@gmail.com, telp/fax: 0751 (28060) dan website http://disnak.sumbarprov.go.id. (NDV)

BAGAIMANA ROBOTIKA DAPAT MEMBANTU MANAJEMEN PETERNAKAN UNGGAS

Berupaya mempermudah dan mengurangi beban kerja, para peneliti telah mengembangkan robot otonom bernama Poultry Patrolman. Robot ini dirancang untuk bergerak melalui jalur sempit di kandang unggas bertingkat dengan kepadatan tinggi dan memeriksa lingkungan secara mandiri.

Para peneliti dari Key Laboratory of Smart Agriculture, China Agriculture University, Bejing, menggunakan sensor 2D LiDAR agar robot dapat "melihat" lingkungan sekitarnya. Robot kemudian mengonversi data sensor ke dalam format yang dapat digunakan dan mengoreksi kesalahan pergerakan. Algoritma cerdas bernama Full Samples Consensus (F-SAC) kemudian membantu robot mendeteksi tepi jalur secara akurat, sehingga robot tahu ke mana harus bergerak.

Para peneliti ingin robot tetap berada di jalurnya dan menggunakan metode optimasi khusus Collaborative Hybrid Genetic-Particle Swarm Optimization (CHGAPSO), yang menyempurnakan sistem kemudi robot. Hal ini kemudian dikombinasikan dengan sistem kontrol (EKF-PID) yang membantu robot mengikuti jalurnya secara presisi dan mulus.

Hasil eksperimen menunjukkan bahwa algoritma F-SAC mencapai kesalahan sudut absolut maksimum sebesar 2,328°, kesalahan sudut rata-rata sebesar 0,116°, dan akurasi pencocokan garis sebesar 98,3%.

Hasilnya, algoritma CHGAPSO mengungguli metode lain dalam mengoptimalkan parameter kontrol di 4 jenis lintasan: garis lurus, kurva sinusoidal, kurva komposit, dan garis lurus yang terganggu. Sistem kontrol EKF-PID menunjukkan kinerja mengikuti lajur yang stabil, secara konsisten mempertahankan kesalahan steady-state lateral dalam radius 2 cm pada berbagai pose awal dengan kecepatan 0,2 m/s, 0,4 m/s, dan 0,6 m/s.

KONDISI AWAL, PERFORMA, DAN KAPASITAS ADAPTASI

Kesalahan pada penanganan awal telah terbukti mengakibatkan penampilan ayam selanjutnya menjadi tidak prima. (Foto: Dok. Infovet)

Oleh:
Tony Unandar (Private Poultry Farm Consultant - Jakarta)

Pemeliharaan awal ayam modern, khususnya pada dua minggu pertama merupakan fase investasi biologis yang krusial (golden period). Masa brooding tidak hanya sekadar adaptasi awal DOC pada kondisi dan situasi yang ada, tetapi juga merupakan blue print genetik ayam modern untuk pertumbuhan dan fungsi semua sistem tubuh, peletup ekspresi potensi genetik atas metabolisme tubuh, dan bahkan menentukan perilaku ayam pada usia lanjut terutama dalam konteks kapasitas adaptasi. Ibarat kebijaksanaan kuno, awal yang baik akan memberikan hasil yang baik, maka kearifan ini juga berlaku pada aktivitas pemeliharaan ayam modern.

Kesalahan pada penanganan awal telah terbukti mengakibatkan penampilan ayam selanjutnya menjadi tidak prima alias kurang “tokcer” pada pertumbuhannya. Jadi, merawat kehidupan awal (early life) ayam modern ibarat merancang kualitas kondisi kehidupan selanjutnya (lifetime programming) yang lebih prima.

Fase Awal Kehidupan
Penelitian-penelitian ilmiah yang dilakukan selama lebih dari dua dekade telah membuktikan bahwa ada hubungan erat dan signifikan antara kondisi awal kehidupan ayam modern dengan penampilan akhirnya (total performance) dan kapasitas adaptasi pada usia selanjutnya.

Keberhasilan merawat atau membentuk awal kehidupan ayam yang optimal juga menentukan pembentukan tiga buah fondasi penting bagi kehidupan ayam selanjutnya, yaitu fondasi fisiologis, imunologis, dan laju metabolisme tubuh yang sangat memengaruhi pertumbuhan muskuloskeletal di kemudian hari.

Fondasi Fisiologis
Kondisi kehidupan awal ayam modern meletakan dasar pertumbuhan organ (secara anatomis dan fisiologis) dan sistem tubuh yang berkualitas, pembentukan mikrobiota saluran cerna yang sehat, serta perkembangan sistem termoregulasi dan metabolisme energi yang optimum.

Sebagai contoh, pada usia tujuh hari pertama panjang usus ayam meningkat kurang lebih 4-5 kali lipat dibandingkan panjang usus DOC waktu tiba di farm komersil. Jumlah dan tinggi villus juga berkembang pesat yang secara bertahap akan mencapai rasio optimum antara ketinggian villus (villus height) dan kedalaman kripta (crypt depth) di atas enam kali. Pertumbuhan awal usus yang optimum jelas sangat menentukan kualitas proses pencernaan dan absorpsi unsur-unsur nutrisi dari lumen usus yang selanjutnya jelas akan menentukan efisiensi pakan (FCR).

Pemberian pakan sedini mungkin segera setelah menetas selain untuk menggertak penyerapan sisa kuning telur secara optimum, juga akan mempercepat maturasi sel-sel enterosit (yang sangat penting untuk absorpsi nutrisi dan fungsi barier) serta pembentukan mikrobiota yang sehat.

Ayam muda (terutama umur satu minggu ke bawah) belum bisa mengatur suhu tubuh secara sempurna. Dengan pemberian pakan sedini mungkin pasca menetas jelas akan memberikan kesempatan bagi ayam untuk menghasilkan energi panas sendiri via metabolisme tubuh. Dengan demikian, ketergantungan pada sumber panas eksternal (heater) tidak terlalu tinggi.
Kesalahan dalam tata laksana suhu indukan buatan (terlalu dingin atau panas) terbukti dapat memicu stres metabolik yang sifatnya permanen serta mereduksi pertumbuhan muskuloskeletal pada fase kehidupan berikutnya.

Dari data penelitian ilmiah terakhir, ditemukan indikasi bahwa ayam muda yang kehidupan awalnya berada dalam kondisi nyaman (zone of thermal neutrality) secara signifikan akan menunjukkan... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi November 2025. (toe)

MHP MEMPROYEKSIKAN LABA BERSIHNYA MELONJAK PADA TAHUN 2025

Meskipun produksi dan ekspor divisi Ukraina-nya mengalami dinamika negatif, MHP, perusahaan pengolah unggas terbesar di Ukraina, mencatat lonjakan laba bersih yang signifikan sebesar 67% menjadi US$75 juta pada paruh pertama tahun 2025.

Kinerja cabang Eropa yang kuat dan fluktuasi nilai tukar mata uang berperan penting dalam pergeseran positif ini.

Produksi daging unggas MHP di Ukraina menurun sebesar 7% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 341.940 ton selama paruh pertama, dengan tren yang tampaknya semakin cepat. Selama kuartal kedua, produksi turun sebesar 14% menjadi 161.071 ton, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ekspor daging unggas dari Ukraina sedikit menurun dari 185.854 ton dalam 6 bulan pertama tahun 2024 menjadi 185.589 ton dalam 6 bulan pertama tahun 2025. Cabang MHP di Eropa menunjukkan kinerja yang jauh lebih baik, dengan produksi daging unggas meningkat sebesar 5% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 73.118 ton.

Namun, dinamika harga unggas lebih menguntungkan di pasar Ukraina, di mana harga rata-rata daging broiler melonjak 16% menjadi US$2,29 per kg. Harga rata-rata di segmen Eropa juga meningkat sebesar 4% menjadi €3,62 per kg.

Secara keuangan, kinerja MHP beragam. Pendapatan perusahaan naik 10% menjadi US$1,635 miliar pada paruh pertama tahun 2025.

Perusahaan mengaitkan kenaikan laba bersih ini terutama dengan keuntungan valuta asing non-tunai sebesar US$14 juta dalam 6 bulan pertama tahun 2025. Sebaliknya, pada periode yang sama di tahun 2024, fluktuasi mata uang nasional Ukraina mengakibatkan kerugian bersih sebesar US$81 juta bagi MHP.

NICE PIK 2 TANGERANG JADI VENUE BARU INDO LIVESTOCK 2026

Grand Launching Indo Livestock Expo & Forum 2026. (Foto: Istimewa)

Perpindahan venue pagelaran Indo Livestock Expo & Forum pada 16 - 18 Juni 2026 mendatang di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang menjadi tonggak sejarah bagi pameran peternakan paling berpengaruh di Tanah Air ini. 

Arya Seta selaku Managing Director PT Napindo Media Ashatama (Napindo) mengemukakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pameran ini merupakan buah dari kepercayaan, kerja sama dan semangat kolaborasi yang luar biasa dari seluruh stakeholder.

Venue baru ini bukan hanya sekadar lokasi baru, namun juga menjadi simbol semangat baru. Tempat di mana para pelaku usaha, akademisi, pemerintah dan asosiasi, serta seluruh peserta pameran akan melanjutkan perjalanan bersama memperkuat industri Indonesia menuju masa depan yang lebih modern dan sumber daya manusia yang lebih berkualitas serta berdaya saing,” jelas Arya dalam acara Grand Launching Indo Livestock Expo & Forum 2026, Kamis (13/11) di Tangerang. 

Dalam sambutannya Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr Drh Agung Suganda MSi menyampaikan, “Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan PT Napindo Media Ashatama menegaskan komitmen bersama dalam pengembangan sektor peternakan. Kami mengucapkan selamat atas langkah strategis PT Napindo Media Ashtama yang telah meningkatkan kualitas dan skala pameran dengan meluncurkan Indo Livestock 2026 di lokasi baru, NICE PIK 2.”  

Venue baru ini menawarkan suasana yang lebih segar, modern, berstandar internasional, didukung akses luas dan fasilitas memadai.  

Grand Launching dan Skala Acara 

Site Tour Indo Livestock 2026. (Foto: Istimewa)

Acara grand launching dihadiri secara eksklusif oleh perwakilan Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, bersama dengan asosiasi pendukung, peserta, calon peserta pameran, pihak venue, serta awak media. Momen ini menegaskan kesiapan infrastruktur untuk menyambut acara pada Juni 2026. 

Pameran peternakan berskala internasional ini diproyeksikan menghadirkan lebih dari 600 peserta pameran dari 40 negara, termasuk 12 paviliun negara resmi. 

Ajang ini menargetkan kehadiran 20.000 pengunjung profesional yang terdiri dari para pemimpin industri, inovator, pembuat kebijakan, distributor, akademisi, peneliti, pelaku usaha, dan buyers internasional. 

Indo Livestock 2026 secara khusus akan menghadirkan program unggulan terbaru Zona Farmpreneurship yaitu sebuah ruang inspiratif bagi perusahaan, startup, dan lembaga pelatihan yang menawarkan paket usaha peternakan modern dengan menampilkan produk sekaligus solusi unggulan kepada calon pengusaha muda dan investor. 

Selain itu, akan hadir pula Fisheries Buyers Program yang dirancang khusus untuk mempertemukan eksportir perikanan Indonesia dengan pembeli internasional. Meliputi buyers dari Amerika, Asia Tengah, China, Jepang, Korea, dan Uni Eropa dalam bentuk akses business matchmaking. (NDV)

BELARUS BERHARAP SWASEMBADA GENETIKA UNGGAS

Belarus berharap dapat meninggalkan genetika impor dalam peternakan unggas dalam 5-7 tahun ke depan, ungkap Presiden Belarus Alexander Lukashenko dalam sebuah pertemuan pemerintah di Minsk pada 3 Oktober.

Ketergantungan pada impor, yang sebagian besar bersumber dari Uni Eropa, tidak menjamin stabilitas operasional peternakan unggas, tegas Lukashenko. "Setiap pengiriman impor mengandung risiko penularan infeksi baru, serta gangguan pasokan, yang sangat relevan," tambah Lukashenko.

Para ilmuwan Belarus mungkin ditugaskan untuk segera mulai mencari cara beralih ke genetika domestik dalam industri unggas, menurut Lukashenko.

Lukashenko menyatakan bahwa ia telah memerintahkan pemerintah untuk mendirikan pusat seleksi dan pemuliaan pada tahun 2023, yang diharapkan dapat memenuhi sepenuhnya permintaan materi genetik. Namun, presiden Belarus mengakui bahwa proyek tersebut sedang berjalan, tetapi jauh lebih lambat dari yang direncanakan, dengan hanya 3% konstruksi yang telah selesai sejauh ini.

Belarus mengalami kerugian rata-rata sekitar €1,5 juta per tahun akibat impor anak ayam, ungkap Yuri Gorlov, Menteri Pertanian dan Pangan Belarus, dalam pertemuan tersebut. Harga rata-rata anak ayam impor mencapai €6,2. Anak ayam yang diternakkan di Belarus harganya sekitar €5,2 per ekor, ujar Gorlov.

Industri unggas Belarus secara teknis siap untuk sepenuhnya beralih ke genetika domestik, ujar Gorlov. Untuk menghilangkan ketergantungan impor, Belarus perlu membangun peternakan pembibitan untuk induk ayam, dengan perkiraan biaya proyek antara US$5 hingga US$7 juta.

Dengan menetapkan target untuk mengurangi ketergantungan pada genetika asing, Belarus mengikuti jejak Rusia. Rusia telah mengurangi ketergantungannya pada telur tetas untuk industri unggasnya hingga kurang dari 10%, menurut perkiraan Sergey Lakhtyukhov, direktur jenderal Persatuan Produsen Unggas Rusia.

Impor, yang diperkirakan mendekati 700 juta telur tetas per tahun, turun menjadi 400 juta pada tahun 2022 dan 300 juta pada tahun 2023, ungkap Lakhtyukhov.

PRODUSEN TELUR PUYUH TERKEMUKA DI SPANYOL BERINOVASI DENGAN TELUR RASA TRUFFLE

Di timur laut Spanyol, sekitar 150 kilometer dari Barcelona, Félix Villagrasa mengelola salah satu peternakan telur puyuh terbesar di negara itu. Ia selalu mencari cara baru untuk meningkatkan nilai jual telur puyuh.

Villagrasa sejauh ini merupakan produsen puyuh terbesar di Spanyol. Ia terjun ke bisnis ini secara tidak sengaja. Semuanya berawal pada awal 1980-an dengan menggemukkan burung puyuh di peternakan campuran milik orang tuanya; beberapa burung, jika terlalu lama berada di sana, akhirnya mulai bertelur. Karena keluarga Villagrasa juga memiliki kafe, ia memiliki ide untuk menjual telur puyuh rebus kepada pelanggan. Kini, operasinya mencakup lebih dari 140.000 ekor puyuh, fasilitas pemrosesan, dan jaringan penjualan yang dikelola dengan ketat.

Telur puyuh didistribusikan ke seluruh pelosok Spanyol. Sekitar setengah dari produksi ditujukan untuk pasar domestik, sementara sisanya sebagian besar didistribusikan di Prancis.

Villagrasa juga merambah pasar mewah. Beberapa tahun lalu, ia mulai bereksperimen dengan menambahkan aroma truffle ke dalam telur puyuh rebus. Menggunakan lemari khusus yang dirancang khusus untuk proses ini, telur rebus disimpan di dalamnya selama 6 hari pada suhu 17°C. Ia berfokus pada telur puyuh yang lebih besar dan kini menanganinya dalam jumlah besar.

Untuk menawarkan pilihan yang lebih beragam, ia juga membeli telur ayam dari peternak unggas yang juga diberi aroma truffle. Biaya tambahan memang diperlukan, ujarnya, "Tahun lalu, saya membayar sekitar €1.200 untuk satu kg truffle."

Harganya kini sedikit lebih rendah, tetapi tetap merupakan investasi yang cukup besar. Agar sesuai dengan tampilan mewahnya, ia ingin beralih dari plastik ke kemasan kardus, sejalan dengan meningkatnya permintaan konsumen akan keberlanjutan.

Di tahun-tahun mendatang, pengusaha ini ingin lebih membedakan dan memperkuat penjualannya. Fasilitas penetasan dan pembesaran telurnya sendiri saat ini sedang dioptimalkan lebih lanjut. Tantangan utama masih ada di kandang: saat ini, burung puyuh dipelihara di kandang baterai, yang menurut Villagrasa, masih diizinkan. Meskipun kandang baterai konvensional telah dilarang di Uni Eropa sejak 2012, burung puyuh masih berada di area abu-abu tanpa larangan yang eksplisit.

TIONGKOK BERALIH KE IMPOR UNGGAS DARI RUSIA

Selama 7 bulan pertama tahun 2025, Rusia meningkatkan pangsa impor unggas Tiongkoknya ke rekor 18%, naik dari 14% pada tahun sebelumnya.

Rusia kini menduduki peringkat kedua sebagai eksportir unggas terbesar ke Tiongkok, meskipun prospek pertumbuhan yang berkelanjutan masih dipertanyakan karena Tiongkok melihat peningkatan produksi unggas yang stabil. Pada Januari-Agustus, Rusia mengekspor 80.000 ton unggas ke Tiongkok, meningkat 15% dibandingkan tahun sebelumnya, demikian pernyataan Persatuan Unggas Rusia di media sosialnya. Pasar Tiongkok menyumbang hampir separuh pertumbuhan ekspor unggas Rusia tahun ini.

“Vektor ekspor ke wilayah timur tetap menjadi pendorong ekspor utama bagi industri unggas Rusia dan sangat menentukan dinamika positif industri unggas Rusia secara keseluruhan,” tambah Persatuan Unggas Rusia.

Pertumbuhan pangsa impor unggas Rusia dari Tiongkok merupakan pencapaian yang signifikan, mengingat Tiongkok mengalami penurunan impor unggas secara keseluruhan sebesar 0,8% tahun ini. Selain itu, Persatuan Unggas Rusia mengindikasikan bahwa Tiongkok baru-baru ini membuka kembali pasar unggasnya untuk pemasok dari Argentina dan terus membeli unggas dari Brasil.

Selain itu, Tiongkok mengalami pertumbuhan yang stabil dalam produksi daging unggas domestik, yang bahkan mendorong penjualan ekspor. Selama paruh pertama tahun 2025, ekspor unggas Tiongkok melonjak 42% menjadi 308.000 ton.

Sekitar 76% ekspor unggas Rusia ke Tiongkok adalah kaki ayam, produk yang dianggap limbah di Rusia.

COBB EUROPE MERAIH STATUS KOMPARTEMEN UNGGAS YANG BERSEJARAH

Cobb Europe telah mengumumkan bahwa mereka menjadi organisasi unggas pertama di Inggris yang mencapai kompartementalisasi Britania Raya untuk seluruh rantai produksinya, sebuah tonggak penting dalam regulasi yang memastikan keberlanjutan ekspor internasional stok indukan ayam pedaging bahkan di tengah wabah penyakit yang parah.

Menurut siaran pers terbaru, status tersebut, yang disetujui oleh Departemen Lingkungan Hidup, Pangan & Urusan Pedesaan (DEFRA) dan Badan Kesehatan Hewan dan Tumbuhan Inggris (APHA), menegaskan bahwa peternakan Great Grandparent/Grandparent dan peternakan Grandparent/Parent Cobb, yang semuanya berbasis di Norfolk, memenuhi standar tertinggi untuk biosekuriti dan pengawasan penyakit. Cobb Europe memasok stok indukan ke seluruh Timur Tengah, Afrika, dan kepada pelanggan di seluruh dunia.

“Dengan wabah flu burung yang kini terjadi di luar musim migrasi tradisional, skema kompartemen memberikan jaminan penting bagi mitra dagang bahwa lokasi Cobb yang disetujui beroperasi di bawah standar biosekuriti tertinggi dan tetap bebas penyakit, bahkan selama wabah lokal,” kata Lyndsey Cassidy, spesialis senior dalam jaminan kualitas di Cobb Europe.

Skema kompartemen GB, yang direvisi pada tahun 2024, mewajibkan rencana HACCP yang ketat dan spesifik lokasi, pengujian serologis yang ditingkatkan, dan perencanaan kontingensi yang komprehensif.

Tonggak sejarah ini memperkuat posisi Cobb Europe sebagai pemasok global tepercaya dan memberikan keamanan yang lebih besar bagi perdagangan internasionalnya, dengan inspeksi rutin yang dijadwalkan dalam siklus 2 tahun untuk mempertahankan standar Kompartemen GB.

SISTEM PENDANAAN PRANCIS UNTUK PENENTUAN JENIS KELAMIN IN-OVO KOLAPS

Setelah berbulan-bulan diskusi dan konflik mengenai pendanaan penentuan jenis kelamin in-ovo wajib untuk telur, organisasi Prancis untuk industri telur, CNPO, akhirnya merasa cukup. Dewan direksi dengan suara bulat memutuskan untuk mengakhiri perjanjian interprofesional tersebut, hampir setahun sebelum tanggal berakhirnya perjanjian resmi pada September 2026.

Prancis adalah 1 dari hanya 3 negara Uni Eropa yang mewajibkan penentuan jenis kelamin in-ovo untuk telur pada tahun 2022 untuk menghindari pemusnahan besar-besaran anak ayam jantan. Untuk menutupi biaya yang diperkirakan lebih dari €40 juta per tahun, sebuah kesepakatan dicapai dengan supermarket besar untuk memberikan suplemen sukarela pada semua telur yang mereka jual. Mulai Maret tahun ini, suplemen tersebut berjumlah €0,39 per 1.000 telur. Kesepakatan tersebut akan diperpanjang pada bulan September untuk semua pedagang grosir dan pihak lain dalam rantai pasokan telur, dikombinasikan dengan rencana pengurangan suplemen menjadi €0,31 per 1.000 telur.

Namun, para pengecer selalu enggan untuk berperan, terutama karena perang harga yang intensif untuk semua produk pangan yang mereka geluti. Beberapa bulan yang lalu, organisasi mereka menuduh CNPO tidak mendengarkan argumen mereka dan meninggalkan dewan telur. Kini, CNPO membalas dengan membatalkan perjanjian pembiayaan secara keseluruhan.

Organisasi ini secara sepihak mengganti sistem yang didasarkan pada kontribusi dari penjualan telur di semua saluran distribusi dengan sistem di mana biaya penentuan jenis kelamin in-ovo terintegrasi langsung ke dalam biaya produksi bagi produsen unggas. Untuk melakukannya, biaya tersebut akan dimasukkan ke dalam indeks biaya produksi lembaga penelitian industri unggas Itavi.

PRESIDEN PRABOWO LANTIK REKTOR IPB UNIVERSITY SEBAGAI KEPALA BRIN

Prof Dr Arif Satria SP, MSi (Foto: Dok. Infovet)

Rektor IPB University Prof Dr Arif Satria SP, MSi dilantik sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pelantikan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Senin (10/11/2025). 

Melansir dari laman resmi IPB, pria kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah pada 17 September 1971 menempuh pendidikan dasar hingga menengah di kota kelahirannya. Lulus dari SD Islam 2 Pekalongan (1984), SMP Islam Pekalongan (1987), dan SMA Muhammadiyah Pekalongan (1990).

Perjalanan akademiknya dimulai di IPB University melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) tahun 1990. Ia menyelesaikan studi sarjana di Program Studi Penyuluhan Pertanian, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian IPB pada 1995. Gelar magister diraihnya dari Program Sosiologi Pedesaan IPB pada 1999, dan gelar Doktor diperoleh dari Kagoshima University, Jepang, dalam bidang Marine Policy pada 2006. 

Ayah dari dua anak ini juga pernah menjalani program visiting student di Fisheries Center, University of British Columbia, Kanada.

Tahun 1997 mengawali karir akademik sebagai dosen di Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan, Fakultas Perikanan IPB. Pada 2019, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap di Fakultas Ekologi Manusia IPB dalam bidang Ekologi Politik. Pengabdiannya sebagai pemimpin lembaga dimulai pada 2017 saat ia dipercaya menjadi Rektor IPB University untuk periode 2017–2022, serta kembali diberi amanah untuk melanjutkan kepemimpinan pada periode 2023–2028.

Kepemimpinan

Selama dua periode kepemimpinan Arif (2018–2022 dan 2023–2028), IPB University mengalami transformasi signifikan melalui inisiatif Global South Leadership in Innopreneurship. Strategi ini membawa IPB menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di dunia dalam bidang pertanian dan biosains tropika.

Reputasi IPB di tingkat global tercermin dalam QS World University Rankings by Subject untuk bidang Agriculture and Forestry, di mana IPB menempati peringkat 45 dunia, peringkat 8 Asia, dan peringkat 1 Asia Tenggara. Dalam THE Impact Rankings, IPB juga berhasil masuk dalam 100 besar dunia, menunjukkan komitmen dan kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Tahun 2023 menjadi momentum penting bagi IPB, dengan raihan peringkat 1 dunia untuk SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), peringkat 9 dunia untuk SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), serta peringkat 10 dunia untuk SDG 2 (Tanpa Kelaparan). Secara konsisten, IPB juga dianugerahi The Best SDGs University Award oleh Bappenas selama tiga tahun berturut-turut, yakni pada 2022, 2023, dan 2024.

Selain itu, dalam QS World University Rankings: Sustainability 2025, IPB masuk dalam Top 426 dunia, menempati peringkat ke-2 di Indonesia dan peringkat ke-3 di Asia Tenggara. Prestasi ini diperkuat oleh posisi IPB sebagai peringkat 1 di Indonesia dalam ASEAN University AppliedHE Ranking 2024.

Organisasi

  • Ketua, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), 2021-2026
  • Wakil Ketua, Panitia Seleksi KPK, 2024
  • Ketua, Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia, 2021-2023
  • Komisaris Utama, PTPN Holding 2018-2022
  • Ketua Umum, Forum Rektor Indonesia 2020-2021
  • Ketua, Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia 2011-2016
  • Presidium, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI)

Sumber: arifsatria-staff.ipb.ac.id

IPB UNIVERSITY MENYABET JUARA UMUM DI TIMPI NASIONAL DIES NATALIS ISMAPETI KE-42

Fakultas Peternakan IPB University kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan meraih gelar Juara Umum dalam ajang Temu Ilmiah Mahasiswa Peternakan Indonesia (TIMPI) yang diselenggarakan pada rangkaian acara Dies Natalis ISMAPETI ke-42. Prestasi ini menjadi bukti nyata keunggulan akademik, kreativitas, dan semangat inovatif mahasiswa IPB University di bidang peternakan.

TIMPI merupakan forum ilmiah sekaligus ajang kompetisi nasional yang mempertemukan mahasiswa peternakan dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan, mempererat jejaring antar mahasiswa, serta mendorong lahirnya gagasan dan inovasi di bidang peternakan yang berkelanjutan. Tahun ini, IPB University tampil luar biasa dengan menjuarai berbagai kategori lomba, sehingga berhasil mengukuhkan diri sebagai juara umum.

Dalam kompetisi tersebut, Mahasiswa peternakan IPB mengerahkan kemampuan terbaiknya sehingga berhasil meraih juara pada berbagai lomba, diantaranya yaitu bussines plan, karya tulis ilmiah, infografis, serta olimpiade peternakan. Dengan peraihan juara 2 pada lomba Business Plan, yang mana bidang ini sangat menonjolkan kemampuan mahasiswa dalam merancang strategi bisnis inovatif di sektor peternakan. Kompetisi ini melatih mahasiswa agar mampu mengembangkan ide menjadi bentuk wirausaha yang aplikatif dan berorientasi pada keberlanjutan. Selain itu, IPB juga memperoleh Juara 2 dalam lomba Karya Tulis Ilmiah, yang mencerminkan keunggulan mahasiswa IPB dalam riset dan kemampuan menyusun karya ilmiah berkualitas.

Keberhasilan IPB University tidak berhenti di sana. Pada cabang lomba Esai, mahasiswa IPB berhasil menyabet Juara 2 dan Juara 3, kemampuan dalam membuat essai ini merupakan hal yang penting, karena menunjukkan ketajaman analisis dan kemampuan berpikir kritis terhadap isu-isu aktual dalam dunia peternakan dan pembangunan berkelanjutan. Sementara itu, di kategori Infografis, IPB University dinobatkan sebagai Juara Favorit, berkat kreativitas dalam menyajikan informasi ilmiah secara visual yang menarik, informatif, dan mudah dipahami.

Dalam sesi sambutan, Dekan Fakultas Peternakan IPB University menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta dan panitia. Beliau menyatakan, “Acara ini merupakan suatu kesempatan untuk bisa berkolaborasi, bertukar ide, dan sharing, tidak hanya kegiatan kemahasiswaan namun juga kegiatan yang lain.”

Beliau menekankan bahwa kegiatan seperti TIMPI memiliki peran penting dalam memperkuat jejaring antar mahasiswa peternakan di Indonesia, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun sektor peternakan yang inovatif dan berdaya saing. Jadi sudah sepatutnya bagi sesama mahasiswa peternakan untuk saling bekerjasama dalam kemajuan sektor peternakan, baik dalam skala nasional maupun internasional, mka dari itu diharapkan solidaritas dan silaturahmi antar mahasiswa peternakan dapat selalu terjaga.

Prestasi ini menjadi bukti keberhasilan Fakultas Peternakan IPB University dalam membina mahasiswanya untuk berprestasi secara akademik maupun non-akademik. Dukungan dari dosen pembimbing, fasilitas pembelajaran yang lengkap, serta lingkungan akademik yang kondusif turut berperan dalam keberhasilan tersebut.

Dengan capaian ini, IPB University mempertegas komitmennya untuk terus mencetak generasi muda peternakan yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Fakultas Peternakan IPB University berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan dunia peternakan Indonesia. (Rilis)

PULANG KANDANG 2025: PERKUAT SINERGI ALUMNI, KAMPUS, DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Pulang Kandang 2025 mengusung tema "Nyukcruk Galur, Na Rundayan". (Foto: Istimewa)

Ikatan Alumni Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (IKA Fapet Unpad) sukses menyelenggarakan acara Puncak Pulang Kandang 2025 di lingkungan Fakultas Peternakan, Kampus Unpad Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (1/11/2025). Reuni akbar dua tahunan ini mengusung tema “Nyukcruk Galur, Na Rundayan” yang bermakna menelusuri kembali jejak dan memperkuat persaudaraan, sebagai simbol hubungan emosional yang terus terjaga antara alumni dan almamater.

Acara dihadiri oleh alumni dari berbagai generasi, termasuk para alumni muda dari Kampus Jatinangor dan Kampus Pangandaran. Kehadiran lintas angkatan ini menegaskan bahwa Fakultas Peternakan Unpad tetap menjadi rumah besar yang menyatukan perjalanan dan peran alumni di berbagai bidang, baik di sektor pemerintahan, akademik, industri, maupun kewirausahaan.

Ketua IKA Fapet Unpad, Reka Gayantika SPt MBus, menyampaikan bahwa Pulang Kandang 2025 bukan sekadar reuni. Kegiatan ini juga menjadi ruang bertemunya pengalaman, pengetahuan, serta jejaring para alumni untuk menghasilkan gagasan baru yang bermanfaat bagi pengembangan kampus dan peternakan Indonesia.

“Pulang Kandang merupakan jembatan berkumpulnya para alumni dengan almamater tercinta. Selain menjadi ajang nostalgia, kegiatan ini memperkuat silaturahmi antar alumni lintas angkatan serta menjadi momentum untuk memunculkan ide-ide baru demi kemajuan kampus dan para alumninya,” ujar Reka.

Ia juga memberikan sambutan khusus kepada para alumni muda. “Selamat datang kepada para alumni muda dari kampus Jatinangor dan Kampus Pangandaran. Selamat bergabung di komunitas besar IKA Fapet Unpad. Semoga kehadiran kalian menjadi energi baru dalam membangun sinergi berkelanjutan,” tambahnya.

Pulang Kandang 2025 diawali dengan rangkaian Pra Event pada 25-26 Oktober 2025, meliputi Career Fest yang mempertemukan alumni dan mahasiswa dengan peluang karier serta jaringan industri; Farmstastic Festival yang menampilkan perkembangan inovasi dan produk berbasis peternakan; Fapet Fair yang menyoroti kreativitas mahasiswa; serta Fun Run yang diikuti alumni, sivitas akademika, dan masyarakat umum.

Pada acara puncak, kegiatan dimulai dengan kuliah umum bersama alumni, dilanjutkan dengan launching program studi baru, penyaluran donasi bagi mahasiswa dan tenaga kependidikan, serta parade angkatan yang menjadi simbol kekuatan persaudaraan antar alumni. Tak hanya itu, juga ada sesi tausiah sebagai upaya memperkuat nilai-nilai kebersamaan, spiritualitas, dan kepekaan sosial dalam kehidupan para alumni.

Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusi, IKA Fapet Unpad memberikan Fapet Award & Fapet Appreciation kepada mahasiswa, dosen, alumni, serta karyawan berprestasi, termasuk ucapan terima kasih kepada mitra industri, sponsor, dan pemberi hibah yang mendukung pengembangan fakultas.

Dekan Fakultas Peternakan UNPAD, Prof Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa kampus akan selalu menjadi tempat kembali bagi keluarga besar alumni. “Jadikan fakultas peternakan sebagai rumah besar yang selalu dirindukan. Dimanapun para alumni berkiprah, baik di tingkat nasional maupun internasional, kampus ini akan selalu membuka pintu untuk kembali membangun bersama,” ungkapnya.

Selain itu, acara juga semakin semarak dengan penampilan Java Jive, Ridwan FT Farmoni, Meteor Rock, Wachdach, Endo X TGIF, Rocket Rockers, serta dipandu oleh MC Edi Brokoli dan Raisa. Suasana hangat, penuh tawa, cerita, serta nostalgia, menjadi penutup yang mempererat ikatan alumni.

IKA Fapet Unpad berharap Pulang Kandang 2025 dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan alumni dalam dunia profesional, penguatan kapasitas akademik fakultas, dan kontribusi industri peternakan Indonesia yang berkelanjutan.

“Semoga sinergi antar alumni seangkatan, lintas angkatan, dan kolaborasi dengan kampus dapat terus berjalan secara konsisten dan memberi dampak positif bagi kemajuan peternakan nasional,” pungkas Reka. (INF)

SEPERTI INI PROYEKSI PERTUMBUHAN INDUSTRI PAKAN DI 2026

Seminar Perunggasan: Overview 2025 dan Outlook 2026 diselenggarakan GPMT (Foto: Infovet)

Pertumbuhan produksi pakan Tanah Air diperkirakan tetap tumbuh positif pada 2026, sejalan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan tren harga jagung domestik.

"Meredanya perang dagang antara AS dan Tiongkok turut membawa dampak  positif terhadap harga jagung global," tutur Direktur Pakan Ditjen PKH Kementerian Pertanian (Kementan), Ir Tri Melasari SPt MSi di Seminar Perunggasan: Overview 2025 dan Outlook 2026 yang digelar oleh Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Jumat (7/11) di ICE BSD.  

Lebih lanjut Tri Melasari memaparkan arah kebijakan dan dukungan regulasi terkait industri pakan yang pertama adalah mengoptimalisasi pemanfaatan bahan pakan lokal dengan pengajuan usulan Domestic Market Obligation (DMO) untuk bungkil inti sawit.

Kementan juga menekankan penambahan jenis bahan pakan bebas PPN, pemberlakuan SNI Wajib Pakan, serta Sertifikasi Pakan oleh LSPro Pakan Ternak.

Manfaat sertifikasi ini meliputi pakan ternak yang beredar memenuhi SNI, adanya perlindungan konsumen terhadap pakan ternak dan perlindungan menuju pasar global. 

Ketua Umum GPMT, Desianto Budi Utomo PhD dalam presentasinya menyebutkan bahwa industri pakan tahun 2025 diprediksi mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan yakni mencapai 6,7%. Hal ini disebabkan mulai berefeknya Program MBG), terutama di sektor penyerapan produksi telur disusul peningkatan masa pemeliharaan broiler dan juga dengan asumsi peningkatan populasi layer hingga 7%.

Desianto Budi Utomo

Industri pakan menargetkan pertumbuhan produksi pakan tahun 2026 sebesar 6%, dengan pertimbangan kondisi DOC tidak jauh berbeda dengan tahun 2025, serta tetap mempertimbangkan harga jagung sebagai bahan pakan utama juga pemulihan ekonomi dan daya beli masyarakat.

“Harga jagung dan harga bahan pakan lainnya sangat mempengaruhi HPP pakan. GPMT berharap pemerintah dapat menjaga kestabilan produksi jagung serta bahan pakan lokal lainnya agar industri pakan dan industri perunggasan tetap tumbuh,” terang Desi. 

Dukungan pemerintah juga diperlukan terutama terkait risiko masuknya importasi CLQ dari US karena dinilai dapat melumpuhkan industri perunggasan Tanah Air yang telah swasembada bahkan menyerap sekitar 10% dari tenaga kerja nasional. 

DDGS Jagung

Ibnu Edy Wiyono selaku Indonesia Country Director, US Soybean Export Council dalam acara yang sama menyampaikan materi “Produksi Bahan Pakan Impor Tahun 2025 dan Proyeksi Tahun 2026”.

Ibnu Edy Wiyono

Edy menjelaskan terkait pasokan Distillers Dried Grains with Solubles (DDGS) Amerika Serikat yang diproyeksikan tetap kuat, didorong peningkatan produksi etanol dan permintaan global untuk pakan ternak.

Selain itu dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti harga jagung, kebijakan pemerintah (misalnya, Bagian 45Z) serta fluktuasi pasar ekspor.

“Selama produksi etanol terus meningkat, pasokan DDGS akan meningkat sebagai produk sampingan,” ujar Edy. 

Dia menambahkan, harga jagung yang tinggi dapat menurunkan produksi DDGS karena biaya produksi etanol menjadi lebih mahal. Kekeringan juga dapat memengaruhi pasokan jagung, yang pada akhirnya memengaruhi produksi DDGS. 

Kita ketahui DDGS merupakan hasil samping industri penyulingan etanol yang berbahan dasar jagung. Terdapat peluang besar untuk menggunakan DDGS sebagai sumber energi, protein, dan fosfor yang dapat dicerna guna mengurangi biaya pakan. (NDV) 

KOPERASI PUNGGAWA TANI INDONESIA DORONG INOVASI PETERNAK LOKAL DI NLP 2025

Wamentan Sudaryono (batik biru) saat mengunjungi booth Ayam Kampung Andalas didampingi Sekretaris Koperasi Punggawa Tani Indonesia Febroni Purba (baju putih). (Foto: Infovet/Ridwan)

Tangerang Selatan, (6/11/2025). Koperasi Punggawa Tani Indonesia menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas dan inovasi peternak lokal dengan berpartisipasi pada Nusantara Livestock and Poultry (NLP) Expo 2025, yang berlangsung 6-9 November 2025 di ICE BSD City, Tangerang Selatan.

Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya koperasi dalam memperluas jaringan pasar, memperkenalkan praktik peternakan berkelanjutan, dan memperkuat hilirisasi produk unggulan anggotanya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) sekaligus Pembina Koperasi Punggawa Tani Indonesia, Sudaryono, turut hadir mengunjungi booth Koperasi Punggawa Tani Indonesia. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah dalam mendorong kemandirian dan peningkatan daya saing peternak rakyat.

Dalam kunjungannya, Sudaryono menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai inovasi yang dihasilkan oleh anggota koperasi, khususnya dalam pengembangan sektor peternakan.

“Saya mengapresiasi inovasi yang berkembang dari anggota Koperasi Punggawa Tani Indonesia. Ini menunjukkan bahwa peternak lokal mampu beradaptasi, berinovasi, dan menghasilkan produk berkualitas yang dapat bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Sudaryono.

Salah satu anggota yang tampil menonjol dalam pameran ini adalah Ayam Kampung Andalas, sebuah usaha peternakan yang berhasil melakukan hilirisasi pada pemeliharaan ayam lokal. Melalui pembibitan sehat, pengelolaan peternakan yang terstandarisasi, hingga sistem distribusi yang efisien, Ayam Kampung Andalas mampu menyediakan produk unggas lokal yang sehat, berkualitas, dan terjangkau.

Pada gelaran ini, Ayam Kampung Andalas juga memperkenalkan gerobak penjualan ayam lokal yang menjual karkas, filet, kaldu, telur, dan siap saji, yang dirancang untuk hadir di lingkungan pemukiman masyarakat Jakarta dan Bandung. Konsep ini diharapkan dapat semakin mendekatkan produk unggulan peternak lokal kepada konsumen, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi mitra usaha.

Sekretaris Koperasi Punggawa Tani Indonesia, Febroni Purba, menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam pameran NLP Expo 2025 bukan hanya memperkenalkan produk, tetapi juga memperkuat ekosistem yang mendukung keberlanjutan usaha peternak lokal.

“Koperasi hadir untuk menjadi ruang kolaborasi yang mendorong peternak dapat berkembang bersama. Hilirisasi bukan sekadar tentang produksi, tetapi bagaimana produk itu memberi nilai tambah dan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Melalui partisipasi ini, Koperasi Punggawa Tani Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus membangun model pemberdayaan peternak yang mandiri, berkelanjutan, dan mampu bersaing dalam pasar nasional dan regional. (INF)

TAMPIL PERDANA, PAMERAN NLP & INDOGRITECH JADI AJANG KOLABORASI PERKUAT KETAHANAN PANGAN

Momen pembukaan Nusantara Livestock and Poultry Expo dan Indogritech Expo 2025 oleh Wamentan Sudaryono didampingi Direktur Debindo Rafidi Iqra Muhamad, bersama para ketua asosiasi terkait. (Foto: Ridwan/Infovet)

Pada penyelenggaraan perdananya, Nusantara Livestock and Poultry Expo (NLP) dan Indogritech Expo 2025, resmi dibuka pada Kamis (6/11/2025), di Nusantara Hall ICE BSD City, Tangerang. Mengambil tempat di Hall 10, pameran ini menjadi ajang kolaborasi dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional.

“Debindo selaku penyelenggara yang menginisiasi pameran ini memiliki visi yakni mendukung program pemerintah dalam menaikkan produktivitas di sektor pertanian dan juga peternakan dalam peningkatan ketahanan pangan, yang diharapkan berujung pada pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh,” ujar Direktur Debindo Global Expo, Rafidi Iqra Muhamad, dalam sambutannya pada acara opening ceremony.

Oleh karena itu, pihaknya turut serta menggandeng pemerintah bersama para ahli dari asosiasi terkait, dalam menyelenggarakan expo ini sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memajukan dan menguatkan sektor pertanian dan peternakan Tanah Air.

“Tentunya kita tidak bisa berjalan sendiri, butuh dukungan dari pemerintah dan para ekspert dari asosiasi. Mari bersama-sama kita manfaatkan pameran ini karena ada banyak program di dalamnya, business networking, dan kemitraan kolaboratif yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, turut hadir dan membuka secara resmi pameran yang berlangsung mulai 6-9 November 2025 ini. Dalam pertemuannya dengan awak media, ia turut memberikan apresiasi terselenggaranya pameran perdana tersebut. “Kegiatan pameran seperti ini sangat bagus. Tidak hanya pertanian saja, tetapi juga ada peternakan dan yang lainnya,” katanya.

Sementara itu, Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) yang menjadi Co-Hosted, melalui Ketua Umumnya, Desianto Budi Utomo, menyebut pameran ini menjadi wadah kolaborasi untuk membangun ekosistem yang kuat dalam menyediakan protein hewani dan pangan berkualitas, serta terjangkau bagi masyarakat. “Sektor pertanian, termasuk peternakan unggas di dalamnya merupakan urat nadi dari ketahanan pangan kita,” ucapnya.

Ia memandang hadirnya pameran NLP sebagai momentum untuk meningkatkan nilai industri dan kesejahteraan peternak. “Semoga melalui pameran ini kita dapat memberikan kontribusi nyata dan berkolaborasi dalam membangun subsektor peternakan yang lebih baik lagi,” tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Gabungan Perusahaan Perbibitan Unggas (GPPU), Achmad Dawami. “Nusantara Livestock and Poultry Expo menjadi momentum yang sangat penting bagi perunggasan dalam menjawab berbagai tantangan yang ada.”

Selama empat hari, Nusantara Livestock and Poultry Expo dan Indogritech Expo 2025 digelar bersamaan dengan pameran lintas sektor lainnya, yakni Glasstech Asia & Fenestration Asia (GAFA), Indonesia Sport Facility Expo (ISFEX), dan IndoBuildTech Part 2 2025. (RBS)

NAPINDO HADIR DI IBEF EXPO 2025: DORONG KOLABORASI DAN POTENSI BISNIS MICE

Kehadiran Napindo di IBEF Expo 2025. (Foto: Dok. Napindo)

PT Napindo Media Ashatama (Napindo) mengumumkan partisipasinya dalam Indonesia Business Event Forum (IBEF) Expo 2025, sebuah acara bergengsi yang diselenggarakan Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI), pada 5-6 November 2025, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

Sebagai salah satu professional exhibition organizer (PEO) terkemuka di Indonesia, Napindo telah sukses menyelenggarakan berbagai pameran dan forum internasional. Pada ajang IBEF Expo 2025, Napindo mempromosikan portofolio pameran unggulannya yang mencakup berbagai sektor strategis, antara lain peternakan, pertanian, pakan ternak, pengolahan susu, kesehatan hewan, alat-alat kedokteran hewan, perikanan, akuakultur (Indo Livestock, Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet, Indo Fisheries).

Serta sektor teknologi air, pengelolaan limbah dan daur ulang, energi baru terbarukan dan kelistrikan, keamanan, kebakaran, SAR, penanggulangan bencana dan K3, solusi kota cerdas, pertahanan, penerbangan, pesawat terbang, teknologi bandar udara, serta keamanan maritim.

Melalui partisipasinya, Napindo menegaskan komitmen untuk menciptakan peluang bisnis baru serta memperluas jejaring dan kolaborasi lintas industri. Pihaknya terus berperan sebagai penghubung antara pelaku usaha, peneliti, produsen, kementerian/lembaga, asosiasi, akademisi, dan media, guna memperkuat pertumbuhan industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), maupun perekonomian nasional serta menghadirkan solusi yang berdampak bagi bangsa.

“Kami senang dapat menjadi bagian dari IBEF Expo 2025 yang diselenggarakan ASPERAPI. Ini merupakan kesempatan luar biasa untuk berkolaborasi dengan seluruh industri di ekosistem MICE, sekaligus mengintegrasikan konsep Business to Business (B2B) dengan Business to Consumer (B2C) yang dirancang secara cermat untuk memberikan dampak nyata di sektor ekonomi, sosial, perdagangan, dan ketenagakerjaan,” ujar Senior Operational Manager Napindo, Adhika Arthapaty.

Selama dua hari pelaksanaan di JIExpo, Napindo hadir di stan A13 dengan konsep interaktif yang menampilkan berbagai layanan unggulan dan teknologi pendukung acara terkini, memberikan pengalaman menyeluruh bagi para pengunjung.

Dengan rekam jejak yang solid dan visi ke depan yang kuat, Napindo menegaskan perannya sebagai mitra strategis yang tak hanya menyelenggarakan acara berdampak, tetapi juga secara konsisten memberikan nilai tambah serta membuka peluang baru bagi seluruh ekosistem MICE. (INF)

UPAYA MENCEGAH PENYAKIT PERNAPASAN

Terlalu padat dapat meningkatkan kemungkinan infeksi penyakit pernapasan. (Foto: Istimewa)

Mengingat pentingnya sistem dan pencegahan penyakit pernapasan, tentunya tidak boleh dianggap remeh. Apalagi di tengah ketidakpastian harga produk perunggasan saat ini, penting menjaga pernapasan ayam agar peternak bisa “bernapas” lega.

Dalam dunia medis ada tiga organ vital yang dapat menjadi penyebab kematian pada makhluk hidup, yakni otak, jantung, dan paru-paru. Otak berkaitan dengan sistem syaraf, bisa dibilang adalah “server induk” suatu organisme. Jantung, berkaitan dengan sistem sirkulasi dan peredaran darah. Sedangkan paru-paru berkaitan dengan sistem respirasi atau pernapasan.

Jika salah satu di antara ketiga sistem tersebut tidak bekerja dengan baik, maka konsekuensinya adalah kematian. Pada unggas, terutama unggas komersil, sistem pernapasan merupakan sistem yang kerap menjadi masalah dan rentan.

Alasan Penyakit Kerasan
Mengapa penyakit pernapasan sering terjadi dan cenderung berulang? Ayam modern saat ini yang sudah melalui perkembangan genetik, rentan dan membutuhkan manajemen pemeliharaan yang baik, biosekuriti yang terjaga, dan lain sebagainya.

Perkembangan genetik ayam ras yang sangat cepat ini kadang tidak diiringi dengan penerapan cara beternak yang baik. Dapat terlihat dari indeks performa dan hasil panen yang kurang memuaskan, serta mudahnya ayam terserang penyakit yang mengakibatkan mortalitas tinggi dan kerugian besar.

Menurut Prof Thaweesak Songserm, dari Kaetsart University, yang juga seorang konsultan perunggasan, mengemukakan bahwa peternak tradisional di Indonesia, Thailand, dan kawasan Asia Tenggara lainnya hampir memiliki kesamaan, yakni memeliharan ayam dengan ala kadarnya. Padahal biasanya pabrik pakan, technical service perusahaan obat, atau penyuluh lapangan sudah melakukan berbagai upaya dalam mendukung manajemen peternak.

Walaupun ada beberapa peternak yang menjalankan apa yang diberikan, walau tidak sepenuhnya, ia tetap semangat menjalankannya. Bahkan beberapa komplain ia telaah, dan rata-rata manajemen pemeliharaan ternak yang memang kurang baik. Jika sudah begitu hasilnya tidak akan baik dan keuntungan yang didapat tidak maksimal.

Harus Dicegah, Jangan Melulu Diobati
Pada 2003, Indonesia pernah dilanda wabah avian influenza (AI), banyak peternak yang kehilangan ternak ayamnya akibat mortalitas tinggi. Tidak butuh waktu lama, AI pun terus berkembang dengan berbagai macam strain dan clade, begitu juga dengan beberapa penyakit lain. Sehingga biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan dan pencegahan semakin bertambah.

Walau riset dan pengembangan sediaan farmasetik maupun vaksin terus ditingkatkan, dengan kemajuan dunia medis yang semakin canggih, bukan berarti membuat... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Oktober 2025. (CR)

TENTANG GANGGUAN PERNAPASAN PADA AYAM

Ilustrasi kondisi kandang ayam yang nyaman. (Foto: Istimewa)

Memahami risiko penyakit pernapasan pada pemeliharaan ayam sangat penting. Karena dengan begitu peternak menjadi mengetahui bahwa bukan hanya berpengaruh kepada kesehatan ayam, tetapi juga pada produktivitasnya.

Penyakit pernapasan adalah salah satu masalah kesehatan paling signifikan bagi populasi ayam di seluruh dunia. Ini bukan hanya masalah kesejahteraan, kesehatan pernapasan yang buruk dapat memiliki konsekuensi yang jauh ke depan yang memengaruhi populasi maupun profitabilitas farm.

Statistik penyakit tersebut pun terbilang cukup mengkhawatirkan. Setiap tahun penyakit pernapasan bertanggung jawab terhadap 20% tingkat kematian di beberapa daerah. Kerugian ekonomi akibat penyakit pernapasan juga cukup besar. Menurut studi dari Inisiatif Kesehatan Unggas, setiap kasus penyakit pernapasan menghabiskan biaya sekitar $3 per ekor ayam. Untuk populasi 10.000 ekor, berarti $30.000 per tahun. Tapi ini bukan hanya tentang angka, kesehatan pernapasan yang buruk dapat menyebabkan morbiditas yang signifikan dan penurunan produksi telur (The Poultry Pro, 17 Juni 2025).

Memahami dampak penyakit pernapasan pada peternakan ayam menjadi sangat penting untuk menerapkan strategi manajemen yang efektif. Untuk melakukan ini, peternak perlu memantau ayam-ayamnya secara teratur, mencatat angka kematian, produksi telur, dan kesehatan ayam secara keseluruhan. Deteksi awal dan keterlibatan aktif adalah kunci, sebab dengan menangkap masalah pernapasan lebih awal dapat menyelamatkan nyawa, mengurangi biaya, dan meningkatkan produktivitas.

Penyakit pernapasan menjadi salah satu masalah kesehatan paling umum yang memengaruhi ayam di seluruh dunia. Infeksi virus seperti infectious bronchitis (IB) dan avian influenza (AI) adalah penyakit yang utama yang sering menyebar melalui kontak dengan ayam terinfeksi atau peralatan yang terkontaminasi. Sementara infeksi bakteri seperti Mycoplasma gallisepticum (MG) dan E. coli juga berkontribusi pada penyakit pernapasan. Penyakit ini berkembang biak di lingkungan dengan ventilasi yang buruk, kelembapan tinggi, dan kebersihan yang tidak memadai.

Faktor lingkungan memainkan peran penting dalam memicu masalah pernapasan pada ayam. Kualitas udara yang buruk akibat debu, amonia, atau polutan lainnya dapat memperburuk kondisi kesehatan. Misalnya, paparan suhu ekstrem (panas atau dingin) dapat membuat ayam stres yang membuatnya lebih rentan terhadap infeksi. Praktik manajemen seperti kepadatan populasi berlebihan, nutrisi tidak memadai, dan ketidakcukupan akses air bersih juga ikut berkontribusi terhadap penyakit pernapasan.

Untuk mengurangi risiko-risiko tersebut, sangat penting menjaga kepadatan jumlah ayam yang optimal, memberikan pakan seimbang, dan memastikan akses mudah ke air segar setiap saat. Pemeriksaan kesehatan secara teratur dan keterlibatan tenaga medis/dokter hewan yang cepat dapat membantu mengidentifikasi dan menangani masalah potensial sebelum berkembang menjadi penyakit pernapasan yang serius.

Identifikasi Tanda Peringatan Awal
Sebagai peternak ayam, kemampuan untuk mengidentifikasi tanda peringatan awal penyakit pernapasan sangat penting untuk mencegah penyebaran infeksi dan mempertahankan kesehatan ayam. Jadi, apa yang harus diperhatikan?... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Oktober 2025.

Ditulis oleh:
Drh Arief Hidayat  
Praktisi Perunggasan

REALITA PETERNAKAN AYAM MODERN: METAMORFOSA GANGGUAN PERNAPASAN

Kondisi dalam kandang yang kotor, pengap, dan berdebu akan menjadi faktor pencetus gangguan pernapasan pada ayam modern.

Oleh: Tony Unandar
Private Poultry Farm Consultant - Jakarta

Mencermati sejarah kosmopolitan gangguan pernapasan pada ayam modern dan diperkuat refleksi hasil observasi lapangan selama lebih dari empat dekade di lapangan, penulis memberanikan diri membuat tulisan ilmiah popular terkait pergeseran wajah (metamorfosa) gangguan pernapasan pada ayam modern.

Tulisan ini bertujuan agar para peternak dan sejawat praktisi perunggasan tidak lagi terjebak dengan pola-pola lama yang hanya mengandalkan program vaksinasi dan/atau medikasi semata dalam merancang strategi kesehatan ayam selama pemeliharaan, khususnya terkait gangguan pernapasan.

Gangguan Pernapasan Ayam Modern
Efektivitas penanganan gangguan pernapasan pada peternakan ayam modern bisa dipahami dari tiga lapis sudut pandang, yaitu dimensi biologi (agen penyebab), dimensi manajemen (sistem dan lingkungan pemeliharaan ayam), dan dimensi filosofis gangguan pernapasan (beserta makna strategi yang diterapkan).

1. Dimensi Biologi
Problem pernapasan pada ayam modern biasanya mencakup infeksi patogen berupa virus (misalnya ND, IB, AI) atau bakteri (misalnya E. coli, mycoplasma), serta faktor-faktor non-infeksius seperti debu, amonia, atau kondisi akibat ventilasi buruk.

Dengan demikian, pemahaman filosofis dari dimensi biologi ini adalah:
• Sistem pernapasan ayam juga merupakan gerbang kehidupan alias barier mekanik (termasuk komponen innate immunity) bagi ayam modern, maka setiap gangguan yang ada langsung memengaruhi oksigenasi sampai di tingkat jaringan tubuh, laju metabolisme pada tataran sel-sel tubuh, feed intake, hingga performa akhir.

• Suatu gangguan pernapasan pada ayam modern umumnya jarang berdiri sendiri dan biasanya merupakan kombinasi atau interaksi antara sesama agen infeksius atau antara faktor non-infeksius dengan agen infeksius, misalnya interaksi virus (ND, IB, AI) membuka jalan bagi infeksi bakteri E. coli, atau kondisi kandang dengan amonia tinggi (> 25 ppm) akan mempermudah infeksi mikoplasma atau bakteri E. coli.

2. Dimensi Manajemen
Dalam konteks peternakan ayam modern, beberapa kondisi manajemen pemeliharaan mempunyai dasar filosofis yang adekuat untuk mencegah dan/atau mereduksi prevalensi gangguan pernapasan di lapangan, misalnya:... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Oktober 2025. (toe)

MUNAS IX ASOHI, HARRIS PRIYADI RESMI JABAT KETUA UMUM PERIODE 2025-2029, GOWINDA SIBIT KETUA BADAN PENGAWAS

Foto bersama Munas IX ASOHI. (Foto-foto: Dok. Infovet)

Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) resmi menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) IX pada Kamis (23/10/2025), di IPB Convention Center (IICC) Bogor, Jawa Barat, dengan mengusung tema “Bersama ASOHI, Sinergi Kuat, Industri Meningkat.”

Munas kali ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat fondasi industri obat hewan yang sehat, mandiri, dan berdaya saing global, sekaligus bersama-sama menyatukan visi dan meneguhkan profesionalisme industri obat hewan nasional.

Sejak berdiri pada 25 Oktober 1979, ASOHI telah menjadi mitra penting pemerintah dalam memajukan kesehatan hewan dan peternakan Indonesia. Kini, memasuki usia ke-46, organisasi ini kian menegaskan perannya sebagai pilar utama pengembangan industri veteriner di Tanah Air melalui tata kelola organisasi yang profesional, etika bisnis yang kuat, dan jejaring nasional yang solid.

“ASOHI telah menempuh perjalanan panjang dalam memperkuat industri obat hewan Indonesia. Melalui Munas IX ini kami ingin memastikan sinergi yang lebih kuat antara pelaku usaha, regulator, akademisi, dan masyarakat profesi,” ujar Ketua Panitia Pelaksana MUNAS IX ASOHI, Drh Almasdi Rahman.

Sementara itu, Ketua Umum ASOHI periode 2015-2021 dan 2021-2025, Drh Irawati Fari, menambahkan bahwa konsistensi menjadi kunci dalam memperkuat sinergi. “Konsistensi adalah kunci keberlanjutan. Selama dua periode kepemimpinan kami terus menjaga agar ASOHI menjadi organisasi yang bukan hanya solid secara internal, tetapi juga relevan terhadap dinamika nasional dan global,” tuturnya.

Menurutnya, industri obat hewan kini tidak lagi berorientasi pada produksi, tetapi juga pada kualitas, keamanan, dan tanggung jawab sosial. “Kita sedang memasuki era baru industri veteriner, dimana keberhasilan tidak diukur hanya dari volume, tetapi dari nilai keberlanjutan, inovasi, dan kontribusi nyata terhadap kesehatan masyarakat dan kesejahteraan hewan,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, keberadaan ASOHI selama 46 tahun adalah bukti nyata kolaborasi lintas sektor yang kuat antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan profesi veteriner.

“ASOHI akan terus menjadi jembatan antara regulasi, inovasi, dan implementasi di lapangan. Sinergi dengan Kementerian Pertanian, akademisi, dan para pelaku usaha akan memastikan Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara lain dalam tata kelola industri obat hewan yang bermutu dan berdaya saing tinggi,” ucapnya.

Oleh karena itu, dengan terlaksananya Munas IX ASOHI, bukan hanya sekadar momentum pergantian kepengurusan, tetapi wujud komitmen bersama untuk memastikan industri obat hewan Indonesia tumbuh secara berkelanjutan.

"Melalui kesempatan ini kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung ASOHI. Ini saatnya kita membuka lembaran baru, semoga ke depan ASOHI menjadi asosiasi yang lebih adaptif, inklusif, dan terus memberikan kontribusi secara nyata. Diharapkan kepengurusan yang baru nanti, kita juga menjadi lebih solid dan dapat menjalankan amanah serta program ASOHI lebih baik lagi," harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian yang diwakili Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Drh Agung Suganda, mengatakan bahwa ASOHI merupakan mitra strategis pemerintah dalam membantu menjaga kesehatan hewan dan ketahanan pangan Indonesia.

"Termasuk dalam melindungi masyarakat dari ancaman penyakit zoonosis dan resistansi antimikroba (AMR). Saya juga berharap ASOHI menjadi mitra yang dapat membantu menyediakan obat hewan yang terjangkau bagi masyarakat," ujar Agung.

Agung Suganda meresmikan pembukaan Munas IX ASOHI.

Dengan terlaksananya Munas ASOHI, melalui kepengurusan dan program kerja yang baru, diharapkan dapat terus bersinergi untuk saling bertukar informasi dan menyelesaikan berbagai kendala yang ada di industri obat hewan.

"Saya minta minimal sebulan sekali kita ada forum dengan ASOHI untuk saling bertukar informasi. Karena ASOHI merupakan jembatan penghubung antara pemerintah dan industri obat hewan supaya ke depannya bisa menjadi lebih baik lagi. Dengan sinergi yang kuat tentu harus dibarengi dengan kolaborasi yang lebih kuat lagi agar industri tumbuh dan meningkat," tukasnya.

Harris Priyadi Ketua Umum ASOHI Baru, Gowinda Sibit Ketua Badan Pengawas 
Sebagai forum tertinggi organisasi, Munas IX dihadiri oleh pengurus pusat, pengurus daerah dari 16 provinsi, perwakilan anggota, instansi pemerintah, asosiasi lintas sektor, hingga mitra strategis.

Adapun agenda utama meliputi pengesahan laporan pertanggung jawaban pengurus ASOHI 2021-2025; penyempurnaan AD/ART dan kode etik organisasi; penyusunan program kerja 2025-2029, pemilihan ketua umum ASOHI periode 2025-2029, serta pembahasan rekomendasi dan arah kebijakan strategis organisasi.

Dari hasil vote secara luring dan daring, Harris Priyadi resmi terpilih menjadi Ketua Umum ASOHI yang baru periode 2025-2029.

Harris Priyadi (ketiga kiri) resmi terpilih sebagai Ketum ASOHI periode 2025-2029 dan Gowinda Sibit (kedua dari kiri) sebagai Ketua Badan Pengawas.

Adapun Visi yang diusung adalah mewujudkan ASOHI yang lebih inovatif, fasilitatif, dan lebih kuat dengan seluruh pemangku kepentingan untuk kemajuan industri peternakan dan kesehatan hewan Indonesia.

Harris juga mengusung Misi (Catur Krida). Pertama, Bersama ASOHI: Mendorong interaksi dan komunikasi transparan, pelaporan terjadwal kepada anggota, pemanfaatan teknologi informasi, serta database untuk pemutakhiran data industri, lama ASOHI (sosmed).

Kedua, ASOHI Sinergi: Meningkatkan kolaborasi efektif dengan pemerintah dan mitra strategis lokal dan regional, fokus solusi pengembangan industri obat hewan, peternakan, dan kesehatan hewan.

Ketiga, ASOHI Kuat: Menguatkan peran, profesionalitas, dan kemandirian ASOHI Daerah, pembentukan ASOHI Jakarta-Banten, atensi dan kunjungan interaksi pusat dan daerah, serta kaderisasi anggota.

Keempat, Industri Meningkat: Melanjutkan peran aktif ASOHI pada kemajuan industri obat hewan serta peternakan dan kesehatan hewan Indonesia, mendukung kearifan lokal obat hewan, peternakan dan kesehatan hewan, AMR, TKDN, ASUH, serta mengacu pada roadmap pengembangan obat hewan Indonesia.

"Insyaallah saya siap menjalankan amanah dengan baik dan profesional, khususnya terhadap program-program kerja yang sudah kita buat untuk kebaikan bersama. Saya terbuka terhadap saran dan masukan. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya," ujar Harris dalam sambutannya usai pemilihan Ketua Umum ASOHI.

Munas kali ini juga menetapkan Drh Gowinda Sibit sebagai Ketua Badan Pengawas ASOHI (BPA) 2025-2029 menggantikan Gani Harijanto Ketua BPA 2021-2025. Pemilihan dan Penetapan BPA dilakukan oleh Presidium Sidang yang dipimpin oleh Tedy Candinegara. Berdasarkan AD/ART hasil Munas,  BPA merupakan badan yg bersifat kolektif kolegial dalam pengambilan keputusan. Pada Munas kali ini, ditetapkan juga 6 anggota BPA 2025-2029 yaitu Gani Harijanto,  Irawati Fari, Rakhmat Nuriyanto,  Fadjar Sumping Tjaturrasa, Peter Yan dan Bambang Suharno. 

Peluncuran Buku Roadmap Pengembangan Obat Hewan Indonesia.

Selain pemilihan ketua, Munas IX ASOHI juga dilengkapi dengan peluncuran Buku “Roadmap Pengembangan Obat Hewan Indonesia” yang memuat peta jalan pengembangan industri hingga 2035 mendatang, serta menghadirkan ceramah ekonomi dari pakar ekonomi nasional, Sondang Anggraini, yang memaparkan materi mengenai prospek ekonomi makro dan arah kebijakan industri peternakan ke depan. (RBS)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer