-->

PENYAKIT BAKTERI YANG TAK KUNJUNG BERHENTI

Ayam broiler. (Sumber: Freepik.com)

Bakteri patogen memegang peranan penting dalam tingkat kejadian penyakit pada ayam di Indonesia. Kasus penyakit pada ayam lebih dari 50% disebabkan oleh bakteri. Distribusi penyakit bakterial 70% disebabkan oleh bakteri tipe gram negatif dan 30% disebabkan bakteri gram positif. Bakteri gram negatif menyebabkan 80% penyakit pada sistem pernapasan, 60% penyakit pada sistem pencernaan, 40% pada sistem reproduksi dan 70% pada multisistemik.

Beberapa bakteri gram negatif terpenting pada ayam diantaranya Echerichia coli, Haemophillus paragallinarum, Pasteurella multocida, Salmonella sp., Pseudomonas aeruginosa, Camphylobacter sp., dan Ornithobacterium rhinotracheale. Sedangkan beberapa bakteri gram positif diantaranya Clostridium sp., Staphylococcus sp. dan Streptococcus sp.

Beberapa penyakit bakterial yang memiliki arti ekonomi tinggi dan tingkat kesulitan tinggi diantaranya Kolibasilosis, Snot, Salmonellosis, Kolera unggas, infeksi Klostridial dan Kampilobakteriosis. Pengobatan pada penyakit dengan tingkat kesulitan tinggi kerap kali menyebabkan terjadinya super infeksi dan respon terhadap vaksin mengalami hambatan, sehingga vaksinasi menjadi tidak efektif.

Terdapat empat macam manifestasi penyakit bakterial pada ayam, yaitu bersifat primer (infeksi bakteri merupakan penyebab utama ayam sakit), sekunder (infeksi bakteri setelah adanya infeksi bersifat primer), tunggal (jumlah infeksi bakteri hanya satu spesies) dan campuran (terjadi infeksi disebabkan lebih dari satu agen penyakit).

Kolibasilosis
Kolibasilosis disebabkan Escherichia coli, bakteri gram negatif yang merupakan bakteri yang normal berada di dalam usus ayam sehat terutama bagian jejunum, ileum dan sekum. E. coli  dapat berada di sekitar area peternakan yang dapat bersumber pada kontaminasi dari kotoran ayam. Penyakit ini dapat terjadi pada semua tingkat umur ayam.

Salah satu produk antibakterial sintetik yang masih merupakan pilihan utama peternak adalah… Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Mei 2021.

Drh Yuni
Technical Department Manager
PT ROMINDO PRIMAVETCOM
Jl. DR Saharjo No. 264, Jakarta
Telp: 021-8300300

BELAJAR KEWIRAUSAHAAN DI SEKTOR PETERNAKAN KAMBING & DOMBA

Webinar Bisnis PT VISI, penuh konten bermanfaat dan motivasi


Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung setahun lebih nyatanya banyak mematikan sektor kerja. Banyak masyarakat kehilangan pekerjaan akibat pandemi yang berlarut - larut. Sebuah webinar bertajuk "Menyusun Rencana Bisnis Menjadi Peternak Kambing & Domba Profesional" digelar oleh PT Veteriner Indonesia Sejahtera dan PDHI pada Sabtu (22/5) yang lalu melalui daring Zoom Meeting.

Dalam sambutannya Ketua Umum PB PDHI Drh Muhammad Munawaroh mengatakan bahwa dokter hewan selaku profesi yang mandiri dan independen harus bisa membuka lapangan kerja dan mengambil kesempatan di setiap kondisi. Terlebih lagi beternak kambing merupakan salah satu pengejawantahan dari bakti dokter hewan dalam menyediakan protein hewani bagi masyarakat.

Senada dengan Munawaroh, Direktur Utama PT Veteriner Indonesia Sejahtera Drh Baskoro Tri Caroko juga berharap dengan diadakannya webinar ini semakin menambah minat dan atensi para dokter hewan untuk membuka usaha di sektor peternakan khususnya domba dan kambing.

Hadir sebagai narasumber yakni Drh Imam Abror founder Kampung Ternak Yogyakarta dan Drh Waryoto Peternak Kambing Perah Gonamania Sukses Makmur Yogyakarta. Keduanya merupakan alumnus Fakultas Kedokterah Hewan Universitas Gajahmada.

Dalam paparannya Drh Imam Abror menyinggung bahwa beternak kambing merupakan salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW. Dalam beberapa literatur yang ia sampaikan bahkan beberapa Nabi dalam agama islam pernah menjadi penggembala kambing. 

"Selain berusaha (berdagang produk) kambing merupakan hewan yang disukai para Rasul, banyak hadits terkait kebaikan dari susu dan daging kambing. Jadi, selain berusaha kita niatkan juga menggapai ridho Illahi," tutur Imam. 

Imam juga menjelaskan banyak aspek terkait beternak kambing dan domba mulai dari A sampai Z. Menurut Imam, kendala terbesar dari beternak kambing dan domba di wilyah pedesaan adalah sulitnya akses modal dan pemasaran produk.

Senada dengan Imam Drh Waryoto yang juga telah "kenyang" makan asam garam di dunia peternakan kambing perah pun mengutarakan hal yang sama. Meskipun begitu ada harapan dimana bertambahnya populasi penduduk juga akan terus dibarengi dengan kenaikan konsumsi protein hewani, sehingga bisnis ini masih cerah ke depannya.

Drh Waryoto pun menjelaskan skema peternakan kambing perah dalam skala kecil, mulai dari cara memilih calon indukan, akses permodalan, dan perhitungan bisnisnya. Seminar yang berlangsung dari pukul 09.00 WIB tersebut berkahir pada pukul 12.00 WIB. (CR)

BEBERAPA CELAH MASUKNYA PENYAKIT BAKTERIAL

Menjaga kesehatan sumber air, udara, litter dan lingkungan farm mampu menjaga ayam dari serangan penyakit bakterial. (Foto: Freepik.com/Istimewa)

Potensi genetik ayam ras baik itu pedaging/broiler maupun petelur/layer, sudah demikian mengalami lompatan yang luar biasa, dimana pada saat ini untuk usia 35 hari saja ayam pedaging bisa mencapai bobot badan 2 kg lebih, sedangkan untuk ayam petelur dalam satu periode peneluran usia sampai 90 minggu bisa mencapai 400 butir telur per ekornya bahkan lebih. Sistem perkandangan masa kini sangat berbeda, dimana peternak ayam pedaging maupun petelur sudah mulai mengenal dan menerapkan kandang tertutup (closed house), yang memungkinkan terjadinya peningkatan performance seperti yang diharapkan. Tetapi kenapa sampai saat ini masih kerap terjadi kasus-kasus yang menimpa ayam terinfeksi penyakit bakterial?

Memang secara perkembangan teknologi, baik potensi genetik maupun teknik pemeliharaan mengikuti gaya terkini, tetapi banyak para pembudi daya ayam yang tidak benar-benar sepenuhnya mengikuti tata kelola atau manajemen yang seharusnya dilakukan, sehingga celah-celah yang ada untuk dimasuki atau diinfiltrasi bakteri penyebab penyakit masih terbuka lebar. Sayangnya hal tersebut terlepas dari perhatian peternak dan baru sadar ketika kasus sudah terjadi.

Beberapa celah di bawah ini merupakan jalan bagi serangan penyakit bakteri yang dapat menginfeksi ayam:

1. Sumber Air Minum
Seperti diketahui bahwa syarat air minum yang baik adalah selalu tersedia, bersih, tidak berwarna, tidak berbau, segar dan sehat. Sumber air minum di peternakan umumnya berbeda-beda yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan kandang, hal ini tidak akan menjadi masalah apabila para peternak paham dengan syarat yang baik untuk air minum ayam. Akan tetapi justru pada kenyataannya pengelola tidak banyak yang paham, padahal infeksi bakterial yang menyerang ayam paling banyak melalui media air. Sehingga infeksi bakteri kerap terjadi, apalagi pada peternakan yang tidak mengalami pengelolaan sumber air minum (tidak adanya water treatment), walaupun ada yang melakukan tetapi asal saja, dengan kata lain tidak tepat baik dosis maupun aplikasinya. Padahal, jika sumber air minum itu telah menghasilkan air yang selalu tersedia, bersih, tidak berwarna, tidak berbau dan segar, maka untuk menyehatkannya sangat mudah sekali, tinggal berikan… Selengkapnya baca di Majalah Infovet eds Mei 2021. (AHD-MAS)

PROFIL NURYANI ZAINUDDIN, DIREKTUR KESEHATAN HEWAN YANG BARU


Dr drh Nuryani Zainuddin MSi, Kamis (20/5/2021) dilantik sebagai Direktur Kesehatan Hewan (Dirkeswan) Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, menggantikan Drh Fadjar Sumping Tjatur Rasa PhD.

Dr Nuryani, alumni Fakultas Kedokteran Hewan IPB angkatan 32 ini sebelumnya dikenal menjabat Kepala Bidang Karantina Hewan, Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta. Selama menjabat Kepala Bidang Karantina Hewan, dia aktif di berbagai forum.  

Pada 12 Februari 2019 lalu, Nunung sapaan akrab Nuryani, menguraikan masalah pengolahan limbah Instalasi Karantina Hewan (IKH) dalam disertasinya  di Sidang Promosi Doktor di IPB.

Bersumber dari laman Facebook Badan Karantina Pertanian, Nunung memaparkan, IKH menghasilkan limbah yang merupakan sumber pencemaran bagi ternak, manusia dan lingkungan. Limbah IKH saat ini belum sepenuhnya dikelola agar risiko yang ditimbulkan ketika dilepas ke lingkungan lebih aman.

Menurut Nunung, strategi pengelolaan limbah IKH yang berkelanjutan yang direkomendasikan adalah meningkatkan kualitas ekologi melalui pelaksanaan UKL/UPL setiap 6 bulan dengan mengimplementasikan biosecurity check, serta pencegahan invasi penyakit hewan melalui peningkatan teknologi pengelolaan limbah IKH.

Kiprah Nunung ketika mengemban tanggung-jawab sebagai Kepala Bidang Karantina Hewan, salah satunya bekerjasama dengan PT Angkasa Pura II Bandar Udara Soekarno Hatta melakukan tindakan pencegahan penyakit African Swine Fever (ASF) dengan sigap memberikan public awareness melalui informasi digital banner di ruang pelayanan utama kantor induk Karantina Pertanian Soekarno Hatta, Terminal 2 dan Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta.

Dalam berbagai kesempatan, Nunung juga diundang sebagai pembicara seminar/webinar yang fokus pada pengawasan maksimum lalu lintas Hewan Pembawa Rabies (HPR) yang masuk dari luar negeri. 

Pada Musyawarah Nasional (Munas) ke-6 Ikatan Dokter Hewan Karantina Indonesia (IDHKI) yang digelar 23 Maret 2018, Nunung dipercaya menjadi Ketua Panitia Munas. **

UPAYA KEMENTAN MENANGKAL HOAX TELUR PALSU

Drh Pujiono mengklarifikasi hoax telur palsu di Kediri


Beberapa waktu yang lalu media sosial kembali dihebohkan oleh isu telur palsu yang ditemukan oleh seorang wanita di kota Kediri. Dalam sebuah video yang beredar, tampak sejumlah telur ayam dalam kondisi terpecah yang isinya tampak kental menyerupai jel. Namun setelah dilakukan uji laboratorium, telur tersebut ternyata asli dan emak-emak tersebut meminta maaf.

Menanggapi isu ini Kementerian Pertanian cq Ditjen Peternakan dan Keswan menggelar talk show bertajuk "Kesmavet Talk : Hati - Hati telur palsu". Acara tersebut diselenggarakan secara live streaming melalui daring instagram dan facebook ditjen peternakan dan kesehatan hewan pada Kamis (20/5) yang lalu.

Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut Dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB University sekaligus Anggota Komisi Ahli Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, dan Karantina Hewan Kementerian Pertanian Dr Drh Denny Widaya Lukman dan perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Kediri Drh Pujiono.

Dalam paparannya, Dr Denny menjelaskan segala aspek mengenai telur. Dari proses pembentukan telur, cara memperlakukan dan menyimpan telur, hingga cara memilih telur yang baik dan layak makan dijelaskan secara mendetail dengan bahasa yang mudah dimengerti. 

"Isu telur palsu ini sudah berkali-kali muncul seperti isu daging ayam yang mengandung hormon, saya tegaskan sekali lagi, tidak akan ada yang namanya telur palsu secanggih apapun teknologi yang manusia miliki," tutur Denny. 

Denny menghimbau kepada para konsumen agar lebih rajin membaca dan memilih berita agar tidak mudah termakan isu hoax, terlebih lagi menyebarkan isu tersebut ke media sosial. Karena tentunya hal ini juga akan merugikan sektor peternakan akibat ketakutan makan telur palsu yang sebenarnya adalah hoax.

Drh Pujiono selaku perwakilan pemerintah daerah kemudian menjelaskan kronologi peristiwa beredarnya video tersebut di berbagai laman media sosial. Menurutnya itu hanya kesalahpahaman dan salah handling telur saja.

Telur tersebut dimasukkan ke dalam kulkas bagian bawah, bukan freezer. Setelah lima hari dipecahkan oleh si Ibu tetapi tidak bisa. Selain itu cangkangnya sulit dipecahkan, putih dan kuningnya mencair dan bercampur menjadi satu. Tidak seperti telur pada umumnya. Bahkan dari dalam telur keluar cairan bening yang kemudian mengeras seperti lem. Kulit ari yang berada di dalam cangkang juga kenyal saat ditarik," tutur Pujiono.

"Setelah diperiksa di laboratorium oleh tim kami, 10 butir sampel telur tersebut bukanlah telur palsu melainkan membeku karena suhu yang terlalu dingin, nah ini kan berarti salah handling dan salah paham tapi tidak dilakukan klarifikasi alias tabayyun," tambah Pujiono.

Pujiono kemudian menghimbau agar kaum ibu - ibu tidak terburu - buru untuk langsung membuat postingan seperti itu dan menyebarkannya. Karena selain dapat menyebabkan keresahan, sang pembuat dan penyebar juga dapat dipidanakan karena menyebarkan hoax.

"Ini merupakan cambuk juga bagi kami agar lebih dekat dan mengedukasi masayarakat lebih luas. Saya harap isu ini tidak lagi terulang, pemerintah sedang gencar meningkatkan konsumsi telur, karena isu ini program tadi dapat terhambat, bahkan membuat peternak dan pedagang telur rugi," tukas Pujiono.

Senada dengan Pujiono, Denny juga menghimbau kepada kaum ibu - ibu agar lebih cerdas, banyak membaca, menggali informasi, dan kritis dalam menghadapi isu - isu terkait hal tersebut. Ia juga mengajak kepada seluruh stakeholder di dunia peternakan agar senantiasa dan tidak bosan mengedukasi masyarakat agar tidak mudah termakan hoax.

Kemenkominfo bahkan beberapa waktu yang lalu pernah merilis bahwa hoax beredarnya telur palsu ini menempati peringkat ke-6 dari beberapa hoax yang meresahkan masyarakat dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. (CR)




REVOLUSI MENTAL PETERNAK SIGI

Prof Muladno. (Foto: Infovet/Ridwan)

Tepatnya pada 6 Maret 2021, Komunitas Sosio Bisnis (KSB) LEMBU KARTINI SEJAHTERA yang bermarkas di Kota Kediri, Jawa Timur, bermitra dengan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) IPB ANUTAPURA yang bermarkas di Desa Bulubete, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Kemitraan yang dilakukan adalah usaha penggemukan sapi selama 4-5 bulan dengan total nilai mencapai Rp 200 juta. Hadir dalam penandatanganan kemitraan tersebut dari beberapa unsur yaitu Dinas Peternakan Kabupaten Sigi, LPPM Institut Pertanian Bogor (IPB), LPPM Universitas Tadulako (Untad), SASPRI-N (Solidaritas Alumni SPR Indonesia-Nasional), camat dan kepala desa setempat, jasa asuransi, serta tamu undangan. Surat perjanjian kerja sama ditandatangani oleh Ketua KSB, Ir Saptowo Salimo dan Ketua Dewan Perwakilan Pemilik Ternak SPR, Arfan.

Bagi LPPM-IPB, SPR merupakan yang pertama di Sulawesi Tengah dan didirikan sekitar akhir 2018 lalu setelah ditandatangani kerja sama antara Bupati Sigi dan Rektor IPB. Komunitas peternak rakyat di sini berasal dari suku-bangsa Kaili dan merupakan suku bangsa kelima yang ikut SPR. Komunitas peternak lain yang bergabung di SPR berasal dari suku-bangsa Jawa, Sunda, Batak dan Ende. Budaya dan kebiasaan sehari-hari menjadi faktor penting dalam melaksanakan pembelajaran partisipatif dan pendampingan di SPR-IPB selama ini. Masing-masing memiliki karakter yang khas dengan logat yang juga berbeda. Sangat menarik dan ini merupakan salah satu kekayaan bangsa Indonesia yang terdiri dari banyak suku bangsa.

Isu penting yang ingin diangkat dalam tulisan ini adalah adanya kerja sama investasi antara dua komunitas berbeda yang lokasinya berjauhan, suku bangsa dan adat kebiasaan berbeda, tidak kenal satu sama lain secara individu dan tidak adanya jaminan dalam bentuk apapun untuk melakukan kemitraan tersebut. Ini semua dimungkinkan dan akhirnya dapat terjadi karena adanya program SPR dengan spirit kebersamaan dan berjamaah.

SPR hanya dapat didirikan di kawasan sentra peternakan sehingga beternak sudah merupakan kebiasaan sehari-hari bagi warga masyarakat. SPR mulai dapat dilaksanakan setelah ada perjanjian kerja sama dengan Bupati Sigi dan Rektor IPB, sehingga dua pemimpin ini mengetahui betul apa yang telah, sedang dan akan terjadi di komunitas peternak melalui program SPR tersebut. Dua pemimpin tersebut yang sebenarnya dapat mempertemukan komunitas akademisi IPB dan komunitas peternak rakyat Sigi. Bersatu-padunya dua komunitas yang masing-masing bersandar pada dua pemimpin tersebut membuat komunitas sosio-bisnis percaya dan tidak punya keraguan sedikitpun dalam menginvestasikan uangnya.

Melalui interaksi intens antara akademisi dan peternak yang difasilitasi oleh seorang manajer muda baru lulus sarjana, banyak perubahan terjadi pada komunitas peternak SPR ANUTAPURA. Beberapa perubahan mencolok yang dapat dilihat adalah kandang baru mulai dibangun dan kandang lama diperbaiki sehingga membuat sapi lebih nyaman; lahan tidur tak produktif diolah menjadi lahan rumput pakan sapi, pencacahan rumput sebelum diberikan ke ternak sapi dan penggunaan mesin pencacah rumput (chopper), kemudian adanya penimbangan ternak secara berkala untuk mengetahui tumbuh kembang sapi dari waktu ke waktu, perubahan orientasi beternak untuk bisnis sudah berjalan dan pikiran untuk maju dan mandiri-berdaulat dengan kekuatan berjamaah makin berkembang, serta perubahan wawasan yang tercermin dari substansi diskusinya.

Perubahan tersebut masih terjadi di sekitar tokoh peternak penggerak SPR yang berada dalam DPPT tadi dan saat ini “virus kebaikan” terus merebak ke peternak lainnya. Para peternak bergotong-royong dalam kegiatan yang berorientasi bisnis melalui SPR. Setidaknya lebih dari 3 hektare lahan sudah terolah atas jerih payah mereka sendiri. Rumput gajah telah ditanam dan telah pula dipanen. Gerakan tanam pakan dimulai dengan kesadaran sendiri karena di depannya ada harapan besar. Sapi yang dari dulu dikelola secara asal-asalan dan dipercayakan kepada alam saja, kini telah disadari sebagai mesin pencetak uang mulai mendapat perhatian lebih serius.

Adanya perubahan besar tersebut diakui oleh semua unsur yang hadir dalam acara penandatanganan kerja sama tersebut di atas, termasuk para akademisi Universitas Tadulako yang delegasinya dipimpin Wakil Kepala LPPM, Dr Ramlan. Pengakuan tersebut telah dibuktikan dengan penandatanganan kerja sama tridharma perguruan tinggi antara Rektor IPB dan Rektor Untad. Melalui kerja sama ini, maka pengembangan SPR di Sulawesi Tengah selanjutnya lebih baik ditangani oleh Untad. Dengan demikian upaya memberdayakan dan mencerdaskan komunitas peternak rakyat di sana menjadi lebih efisien, efektif dan produktif.

Diperlukan waktu minimal 2-3 tahun untuk dapat mengubah banyak hal di komunitas peternak rakyat yang salah satunya dicontohkan di Kabupaten Sigi melalui program SPR-IPB. Ini merupakan pekerjaan membuat fondasi mental dan karakter komunitas peternak. Fondasi selalu berada di bawah permukaan tanah, tidak terlihat, bahkan ketika bangunan di atasnya telah berdiri megah, fondasi tersebut tetap tak terlihat. Terbukti bagus fondasinya apabila bangunan tersebut tidak roboh dihantam tsunami atau digoyang gempa bumi berkekuatan besar sekalipun. Senada, fondasi mental dan karakter yang dibangun melalui SPR tercermin dalam sikap dan prinsip yang kuat serta tak tergoyahkan oleh kekuatan pengaruh luar dari manapun asalnya. Kita tunggu bukti kokohnya fondasi mental dan karakter mereka setelah lulus SPR nanti.

Saat ini LPPM IPB sedang dan telah membangun fondasi 52 SPR di seluruh Indonesia. Sebanyak 17 diantaranya telah dinyatakan lulus. Mereka yang sudah diwisuda bergabung ke Perkumpulan Solidaritas Alumni SPR Indonesia (SASPRI) yang akan didampingi lebih lanjut agar para peternak alumni SPR ini menjadi lebih mandiri, berdaya saing tinggi dan berdaulat. ***

Ditulis oleh: Prof Muladno
Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan LPPM-IPB,
Anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI)

AYAM WHITE STAR PETELUR PRODUKTIF

Ayam White Star
Via Domesticfowltrust.co.uk

Ayam White Star merupakan ayam petelur yang produktif. Dalam setahun mereka bisa menghasilkan sekitar 300 hingga 320 butir telur.

Toleran terhadap panas, ayam ini hasil persilangan dari 4 strain berbeda dari White Leghorn keturunan Italia.

Ukuran tubuhnya relatif kecil dengan ekor berbentuk kipas yang indah. Ayam ini cukup lincah, apalagi waktu usianya masih muda.

Karakternya termasuk jinak. Telur yang dihasilkan berukuran sedang dan berwarna putih bersih.

LIVESTREAMING WEBINAR NASIONAL : "GIZI AYAM DAN TELUR UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS DAN KESEHATAN"

 

TONTON LIVESTREAMING  WEBINAR NASIONAL
Gizi Ayam dan Telur Untuk Meningkatkan Imunitas dan Kesehatan 
Selasa, 25 Mei 2021 Pukul 09.00-12.00 WIB
( Zoom dan Youtube)

Keynote Speaker :  
Ketua Tim Penggerak PKK Prov Jabar Ibu Atalia Praratya Kamil

Narasumber: 
1. Ir. Jafar Ismail, MM (Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Provinsi Jawa Barat): Penyediaan Protein Hewani Asal Unggas di Jawa Barat

2. Drh Rakhmat Nuriyanto MBA (Ketua Bidang Kesmavet Pinsar Indonesia): Budidaya Ayam Ras yang Sering Disalahpahami oleh Masyarakat

3. Dr Triza Arif Santosa SpA (Praktisi Kesehatan Anak) : Manfaat Gizi ayam dan Telur dalam Meningkatkan Imunitas dan Kesehatan Tubuh

Moderator : Offie Dwi Natalia (Duta Ayam & Telur Nasional)

Bagi anda yang membutuhkan materi presentasi narasumber silakan mengisi form pendaftaran online, klik:

http://bit.ly/FORMWEBGIZI2021

AYAM WELSUMMER DARI BELANDA

Ayam Welsummer


Ayam Welsummer dibiakkan sejak awal 1900an. Merupakan persilangan dari ayam Rhode Island Red, Barnevelder, Partridge Leghorn, Cochin, dan Wyandotte.

Asalnya dari Belanda, dipelihara untuk diambil daging dan telurnya. Ayam ini kuat, toleran pada berbagai iklim, dan pengendali hama yang baik.

Karakternya jinak, bisa dipanen pada umur 8-9 minggu. Telurnya besar, menghasilkan sekitar 180 butir per tahun.

AYAM PRAIRIE BLUEBELL EGGER

Ayam Prairie Bluebell Egger


Ayam Prairie Bluebell Egger ukuran tubuhnya agak besar. Bulunya indah berwarna biru abu-abu, kakinya relatif panjang.

Telurnya berwarna biru dan kualitasnya cukup baik. Mampu bertelur sekitar 260 butir per tahun.

Merupakan persilangan antara Araucana dan White Leghorn. Dipelihara untuk diambil daging dan telurnya.

Toleran terhadap berbagai iklim dan berkarakter jinak serta pendiam. Bisa dipanen pada umur 16 hingga 20 minggu.

(Image via Spikesfeed.com)

AYAM OLIVE EGGER

Ayam Olive Egger


Ayam Olive Egger merupakan ayam yang unik. Telurnya indah berwarna zaitun.

Merupakan hasil persilangan ayam petelur dengan telur coklat gelap dan ayam petelur dengan telur biru (abu-abu). Selain diambil telurnya ayam ini juga dipelihara untuk diambil dagingnya.

Produksi telurnya tidak terlalu banyak, sekitar 150-200 butir per tahun. Mampu beradaptasi dengan beragam iklim.

Karakternya tenang namun individual. Bisa dipanen pada umur 16-20 minggu.

AYAM ISA BROWN PETELUR PRODUKTIF

Ayam ISA Brown


Ayam ISA Brown adalah ayam yang jinak dan suka berinteraksi dengan manusia. Merupakan ayam petelur yang produktif, sekitar 350 butir per tahun. Jadi hampir tiap hari ayam ini memproduksi sebutir telur.

ISA Brown adalah hasil persilangan dari Rhode Island Red, Rhode Islan White, dan beberapa jenis ayam lainnya. Mampu beradaptasi dengan iklim yang berbeda-beda.

ISA Brown termasuk ayam yang baru dikembangkan dengan tujuan sebagai ayam petelur. Pada sekitar 1978 dikembangkan pertama kali di Perancis.

ISA merupakan singkatan dari Institut de Sélection Animale. Kemudian pada 1997 ISA merger dengan Merck and Co. Selanjutnya terjadi lagi merger beberapa kali.

AYAM GOLDEN COMET

Ayam Golden Comet


Ayam Golden Comet merupakan persilangan White Plymouth Rock betina dengan New Hampshire jantan. Ayam ini terkenal karena produksi telurnya yang besar dan mencapai sekitar 330 butir per tahun.

Golden Comet lebih cepat dewasa dan lebih cepat bertelur dibanding ayam jenis lain. Menjadikannya ideal dipelihara untuk menghasilkan telur.

Ayam ini juga pintar dan bisa dilatih. Misalnya dilatih datang ketika dipanggil dan bisa diperintah untuk masuk ke kandang.

Karakternya jinak dan toleran dengan iklim dingin namun tidak menyukai panas.

AYAM PHOENIX SI ANGGUN BEREKOR PANJANG

Ayam Phoenix dikenal dengan bulunya yang indah dan bulu ekornya yang panjang. Mereka adalah ayam yang tampak anggun. Ayam Phoenix adalah ayam hias dan tidak dikembangbiakkan secara khusus untuk produksi daging atau telur.

Bulunya membutuhkan perawatan khusus. Meskipun ayam ini telah lama dibiakkan di Jepang, ia masih tergolong langka di luar Jepang.

  • Negara asal: Jerman, distandarkan di Jepang
  • Manfaat: telur, hewan kesayangan, show
  • Iklim: tahan dingin, tahan panas
  • Karakter: aktif
  • Berat rata-rata: Kurang dari dua pon (28-30 ons)
  • Telur: berwarna krem, 60-120 butir/tahun

AYAM BLACK STAR SI MESIN TELUR

Ayam Black Star


Ayam Black Star dikembangkan setelah Perang Dunia II untuk menjadi mesin petelur. Hal itu guna membantu mengatasi kekurangan pangan di jaman itu.

Ayam ini kuat, jinak, dan sebenarnya juga bisa dipelihara untuk diambil dagingnya. Merupakan persilangan dari Rhode Island rooster dan Barred Rock hen.

Black Star toleran dengan berbagai iklim bahkan iklim yang ekstrim sekalipun. Telurnya besar berwarna coklat dan bisa menghasilkan sekitar 250 butir telur per tahun.

HARGA DAN PASOKAN DAGING SAPI MENJELANG IDUL FITRI 1442 H

Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran bekerjasama dengan Yayasan CBC Indonesia mengadakan webinar "Harga dan Pasokan Daging Sapi Menjelang Idul Fitri 1442 H”, pada Jumat (7/5/2021).

Pada webinar tersebut Dirkesmavet Ditjen PKH Syamsul M, memaparkan presentasi Kondisi Ketersediaan dan Upaya Penyediaan Daging Sapi Menjelang Lebaran Tahun 2021.

Syamsul menjelaskan kebutuhan daging dalam negeri adalah sekitar 680 ribu ton per tahun. Dimana kebutuhan itu dipenuhi oleh produksi daging dalam negeri sekitar 420 rb ton atau hampir 70% dan sisanya impor.

Untuk impor sendiri ada 3 cara yang digunakan yaitu mendatangkan sapi bakalan, impor daging reguler (diatur kuotanya), dan impor dalam hal tertentu termasuk daging kerbau dari India dan daging sapi dari Brasil.

Sementara itu ketersediaan daging dan jeroan impor per 6 mei 2021 adalah sebagai berikut:

  • Daging sapi di gudang importir reguler: 16.678,90 ton
  • Jeroan sapi di gudang importir reguler: 2.490,28 ton
  • Daging kerbau India di gudang Bulog: 191 ton
  • Daging sapi Brasil di gudang Berdikari: 28,09 ton

Sebaran stok daging/jeroan sapi di importir reguler:

  • Bali 126.496,65 kg daging (2 importir)
  • Bekasi 2.450.265,75 kg daging, 246.246,65 kg jeroan (10 importir)
  • Depok 1.455.924,41 kg daging 545.587,41 kg jeroan (2 importir)
  • Jakarta 6.580.096,88 kg daging, 1.191.484,43 kg jeroan (18 importir)
  • Kepri 109.264,25 kg daging, 16.665,12 kg jeroan (3 importir)
  • Serang 102.570,12 kg daging (2 importir)
  • Tangerang 5.674.281,06 kg daging, 490.151,33 kg jeroan (19 importir)

Kemudian Dirjen PDN Oke Nurwan mempresentasikan Penentu Kebijakan Harga Daging Sapi Menjelang Lebaran 2021.

Oke menjelaskan bahwa penentu harga komoditi daging sapi dalam negeri adalah supply sapi lokal, sapi bakalan, dan daging sapi/kerbau beku. Kemudian demand yaitu permintaan sapi asal Australia dari negara lain (Republik Rakyat Tiongkok dan Vietnam), serta permintaan dalam negeri pada periode puasa dan lebaran. Juga ada faktor-faktor lain seperti harga internasional dan kurs mata uang.

Sementara itu terdapat isu kenaikan harga sapi bakalan di negara eksportir akan mengkoreksi harga daging sapi beku, yang diperkirakan mencapai Rp 95.000/kg (Australia) dan Rp 88.000/kg (Brasil) di tingkat importir.

Antisipasi yang dilakukan adalah dengan memastikan impor sapi bakalan, dan impor daging beku sapi/kerbau lancar dan tepat waktu. Untuk harga sendiri berpotensi naik akibat kenaikan permintaan mulai H-5 lebaran.

Oke juga memaparkan hasil rapat koordinasi 5 Mei 2021, sebagai tindak lanjut verifikasi lapangan pada awal Maret guna mendapatkan update stok sapi bakalan siap potong, dengan hasil sebagai berikut:

  • Stok awal Mei 115.548 ekor
  • Rencana penyaluran Mei 44.064 ekor
  • Rencana pemasukan Mei 23.150 ekor
  • Perkiraan stok akhir Mei 84.326 ekor
  • Harga sapi berat hidup terendah Rp 47.000/kg di wilayah Lampung dan Jawa Barat
  • Harga sapi berat hidup tertinggi Rp 52.500/kg di wilayah Sumatera Utara

Dilakukan pemantauan sapi bakalan ke beberapa foodloter di Sumut, Lampung, Tangerang, dan Jawa Barat oleh Ditjen PDN Kemendag dan Ditjen PKH Kementan. Di beberapa daerah ditemukan harga daging sapi hidup di kandang Rp 46.000-50.000/kg berat hidup.

Daging sapi harus tersedia sebanyak 50 ribu ton per bulan atau 150 ribu ton sampai dengan Mei 2021. Untuk itu Kemendag bekerjasama dengan Kementan dan PT Berdikari, melakukan mobilisasi sapi lokal dari wilayah sentra produksi ke wilayah sentra konsumsi. Khususnya di wilayah Jabodetabek dan Bandung Raya untuk menjaga ketersediaan pasokan menjelang puasa dan lebaran 2021

Rincian ketersediaan sapi siap potong yaitu di kabupaten Lamongan 114.000 ekor, kabupaten Malang 243.000 ekor, kabupaten Boyolali 85.000 ekor, kabupaten Blora 267.000 ekor, dan kabupaten Rembang 137.000 ekor.

Sementara itu impor daging kerbau oleh Perum Bulog telah terealisasi sebanyak 9.912 ton dan direncanakan akan tiba pada Mei 2021 sebanyak 9.240 ton. Impor daging sapi asal Brasil oleh PT Berdikari telah terealisasi sebanyak 140 ton dan direncanakan akan tiba pada Mei 2021 sebanyak 112 ton.

0ke menjelaskan peternak sapi potong lokal mayoritas belum berorientasi pada bisnis berkelanjutan, hanya sebagai simpanan untuk keperluan/waktu tertentu, sehingga stok yang ada belum pasti siap untuk dijual.

Produksi dalam negeri belum dapat memenuhi kebutuhan daging sapi secara kontinyu. Sehingga kebutuhan akan daging sapi juga dipenuhi melalui pengadaan daging sapi/kerbau dan sapi bakalan impor.

Importasi sapi saat ini 100% berasal dari Australia. Harga sapi Australia naik sejak akhir 2020 akibat penurunan populasi sehingga berdampak pada naiknya harga. Tahun sebelumnya di Australia terjadi kebakaran yang mengganggu populasi sapi bahkan terdapat ancaman depopulasi. Meski demikian hal itu sekarang sedang diperbaiki.

Pemenuhan nutrisi berbasis daging, menurut Oke, berusaha dipenuhi dengan harga terjangkau dan memberikan alternatif. Harga daging sapi saat ini dibatasi di sekitar 130 ribu dan masyarakat juga diberi alternatif untuk mendapatkan daging beku dengan harga saat ini 85 ribu.

Rata-rata kebutuhan daging sapi sangat dipengaruhi harga di Jabodetabek dan Bandung Raya. Hampir 70% pasokan untuk memenuhi kebutuhan Jabodetabek dan Bandung Raya. Maka penting untuk menjaga harganya, kapan defisit dan kapan surplus dan apa yang harus dilakukan.

Pemerintah melakukan upaya stabilisasi harga dengan cara mobilisasi sapi lokal dari sentra produksi ke sentra konsumsi.

Kemendag, Kementan, dan PT Berdikari bersama-sama berupaya meningkatkan mobilisasi sapi lokal siap potong dari sentra produksi ke sentra konsumsi, melalui sistem kemitraan antara PT Berdikari dan peternak rakyat terutama Jateng dan Jatim untuk memasok Jabodetabek.

Target harga daging per kg tidak lebih dari 130 ribu untuk daging segar. Juga agar tidak liar naiknya maka dipasok daging beku dengan harga yang bisa menarik harga daging segar ke bawah, demikian pungkas Oke dalam presentasinya. (NDV)

ARM HA-IPB SALURKAN BANTUAN KE WARGA TERDAMPAK SIKLON SEROJA DI NTT

ARM HA-IPB, menyalurkan bantuan kepada warga NTT yang terdampak siklon tropik Seroja


Aksi Relawan Mandiri Himpunan Alumni IPB (ARM HA-IPB) bekerja sama dengan tim relawan Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Alumni IPB Nusa Tenggara Timur (DPD HA-IPB NTT) menyalurkan bantuan untuk warga terdampak siklon tropik Seroja di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT, Sabtu (8/5) yang lalu. 

Dipimpin oleh koordinator lapangan ARM HA-IPB di Larantuka, drh. Umi Siti Aisyah Saleh, M.Si., bantuan ini menyasar 70 KK (kurang lebih 280 jiwa) yang terdiri atas 57 KK yang terdampak berat bencana siklon tropis. Adapun selebihnya merupakan keluarga yang memiliki anggota lansia dan janda. Masing-masing keluarga memperoleh  paket berupa sembako dan perlengkapan ibadah. Tim ARM HA-IPB juga membagikan 70 bingkisan untuk anak-anak. Selain itu, ARM HA-IPB menyerahkan paket bantuan untuk masjid setempat berupa 50 eksemplar Al Quran dan 20 set perlengkapan salat.

“Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur ini merupakan salah satu desa yang terdampak bencana siklon tropik Seroja beberapa waktu lalu,” jelas Sekretaris Jenderal ARM HA-IPB, Agus Rusli. Di desa ini terdapat 106 KK yang 57 KK di antaranya terdampak berat bencana. Data sementara yang diperoleh ARM menyebutkan, terdapat 14 orang meninggal dunia dari wilayah ini. Para penyintas tersebut kebanyakan ditampung di beberapa tempat  pengungsian ataupun di rumah keluarga yang luput dari bencana, baik di Waiburak maupun di desa-desa tetangga sekitarnya.

Dalam kesempatan itu pula, ARM HA-IPB mendistribusikan bantuan titipan dari para alumni Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB Angkatan 34 berupa 50 boks masker kepada masyarakat di Waiburak. “Tim relawan, dengan segala keterbatasan yang ada, tetap berikhtiar mematuhi protokol kesehatan di masa pandemik Covid-19 ini dengan menyiapkan perlengkapan pribadi yang memadai, hingga mengatur sistem pembagian bantuan. Kami memakai sistem nomor antrean untuk menghindari kerumunan orang,” jelas Umi Siti Aisyah Saleh. Sejauh ini, proses penyaluran berjalan lancar dan aman.

Masyarakat Desa Waiburak menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian dari para alumni IPB. Terlebih lagi mereka memang amat membutuhkan bantuan dalam situasi puasa Ramadhan dan menyambut Idul Fitri yang sebentar lagi tiba.

Bagi ARM HA-IPB, aksi kemanusiaan khususnya di NTT sendiri belum selesai. “Kami tengah melakukan kaji cepat untuk wilayah Sumba Timur. Rencananya, pascalebaran ARM HA-IPB akan mencoba bergiat di fase pemulihan awal (early recovery) dengan membantu dinas pertanian dan kelompok-kelompok tani setempat dalam pengadaan benih sayuran,” ujar Sekjen ARM HA-IPB, Agus Rusli.

Aksi kemanusiaan ARM HA-IPB untuk masyarakat terdampak banjir, longsor, dan siklon tropis Seroja di NTT dan NTB mendapat dukungan dari berbagai elemen civitas akademika dan alumni IPB, di antaranya Alumni Fakultas Kehutanan (HA-E) IPB, Dewan Guru Besar IPB University, Forum Mahasiswa Pascasarjana (Wacana) IPB, dan Alumni IPB32 Juara. 

AYAM BLACK COPPER MARAN

Ayam Black Copper Maran


Ayam Black Copper Maran merupakan persilangan dari Copper Maran dengan Barred Plymouth Rock. Negara asalnya adalah Perancis.

Ayam ini dikenal karena kualitas telurnya yang menjadi favorit para chef. Namun ia juga dipelihara untuk diambil dagingnya.

Meskipun aktif ayam ini karakternya jinak. Mampu hidup di iklim yang dingin.

Beratnya antara 3-4 kg dan umur panennya cukup lama, yaitu 4 hingga 6 bulan. Menghasilkan telur berukuran sedang dan bisa bertelut 150-200 butir per tahun.

MENTAN DAN MENKO PEREKONOMIAN SALURKAN 20 RIBU DOC AYAM PETELUR KE RUMAH TANGGA MISKIN

Mentan menyerahkan DOC Ayam KUB kepada Menko Perekonomian secara simbolis


Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) bersama Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto mengunjungi Balai Penelitian Ternak, Ciawi, Bogor, Kamis (6/4/2021).

Selain meninjau pengembangan sapi perah dan inseminasi buatan, Mentan SYL menyerahkan 20.000 Day Old Chick (DOC) Ayam KUB (petelur) ke Menko Perekonomian untuk disalurkan kepada warga yang masuk dalam kategori rumah tangga miskin (RTM), sehingga terbangun sumber usaha masyarakat yang memberikan pendapatan dan akhirnya dapat menurunkan angka kemiskinan.

Menko Perekonomian, Airlangga mendengar bahwa Ayam KUB merupakan salah satu jenis ayam kampung baru yang memiliki daya tahan yang lebih besar dan kemampuan bertelurnya hingga 180 telur per ekor per tahun. Budidaya ayam petelur dapat memberikan pendapatan bagi masyarakat setiap hari.

"Jadi bisa 1 telur tiap 2 hari dan ini juga bisa jadi pedaging dengan demikian ayam KUB ini tentu baik untuk dikembangkan karena memiliki nilai ekonomi tinggi," demikian ujar Airlangga pada acara tersebut.

Di sana, Menko juga sekaligus memberikan nama kepada ayam KUB-2 hasil inovasi baru Balai Penelitian Ternak dengan sebutan "JANAKA". Ayam tersebut juga memiliki keunggulan yakni standarnya di atas ayam pada umumnya sehingga sangat bagus untuk dikembangkan sebagai sumber penghasilan masyarakat.

"Kita tahu kalau ayam kampung DOC (anak ayam,-red) nya lebih mahal daripada ayam ras atau broiler dan tentu ini bisa memberikan nilai tambah ekonomi kepada pada peternak sehingga dengan adanya ras baru yang diberi nama "Janaka" dan ini ayam ini di atas standard rata rata ayam pada umumnya," ucapnya.

Sebelum penyerahan DOC, Menko Perekonomian, Airlangga juga turut meninjau kandang sapi dan turut memberikan penamaan terhadap sapi F1 yang dinamai "Pari Kesit".

Sementara itu, Mentan SYL mengatakan Ayam KUB ini merupakan hasil dari penelitan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian melalui Balai Penelitian Ternak. Program ayam KUB ini merupakan program Kementerian Pertanian untuk menurunkan angka kemiskinan.

"Kita siapkan DOC sebanyak 20 ribu kepada Bapak Menko Perekonomian untuk disalurkan kepada masyarakat miskin dan diharapkan dapat membantu peningkatan perekonomian masyarakat," katanya.

"Arahan Pak Menko agar kami tingkatkan pengembangan sapi dan ayam kampung ini hingga mencapai 1 juta ekor agar bisa disebar ke masyarakat hingga pelosok. Dengan demikian, perekonomian Indonesia semakin tumbuh pesat dalam tantangan apapun," tambah SYL.

Berangkat dari ini, Mentan SYL langsung memerintahkan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk mengembangkan sapi F1 "Parit Kesit" hingga satu juta ekor. Kemudian agar juga melakukan pengembangan pada ayam KUB "Janak" untuk dapat segera dibagikan lagi ke masyarakat.

"Peningkatan kesejahteraan masyarakat tentu menjadi prioritas kerja pemerintah dan ini harus kita kerjakan bersama yang harus diupayakan secepat mungkin," tegas SYL.

Ayam KUB dikenal sebagai ayam lebih produktif menghasilkan telur. Selain satu tahun bertelur 160 hingga 180 butir, produksi telur henday juga hanya sekitar 50 persen, umur pertama bertelur 22 hingga 24 minggu dan sifat mengetam 10 persen, tidak ada pop KUB kaki kuning. Pada umur 10 minggu bobot jantan 0,9 kg sedangkan betina 0,7 kg dan umur ayam potong hanya 70 hari.

Adapaun keunggulan ayam KUB-2 "Janaka" yakni poduksi telurnya mencapai 200 butir/ekor/tahun, produksi telur hen day 60%, umur pertama bertelur 20-21 minggu. Selanjutnya memiliki sifat mengeram lebih kecil yakni 5%, memiliki 2 varian yakni pop seleksi kaki kuning dan pop tanpa seleksi kaki kuning dan umur panen ayam pedagingnya 60 hari. (INF/CR)

AYAM SUSSEX

Ayam Sussex


Ayam Sussex berasal dari Inggris dan telah ada sejak tahun 43. Dipelihara untuk diambil telur dan dagingnya, dapat berkembang biak di berbagai iklim.

Bulunya yang mempunyai bintik-bintik, merupakan kamuflase alami untuk menyamarkan dari pemangsa. Karakternya ramah dan bisa dipanen pada umur 12 hingga 16 minggu.

Telur ayam ini berukuran besar, dan bisa berproduksi hingga 200 butir per tahun. Selain jenis dengan ukuran normal ayam ini juga mempunyai jenis bantam.

AYAM SPANISH YANG MIRIP BADUT

Ayam Spanish


Sesuai namanya ayam Spanish berasal dari Spanyol. Dianggap sebagai jenis ayam tertua di Mediterania. Diperkenalkan ke Amerika sekitar tahun 1800-an.

Bulunya yang panjang, gelap, hijau hitam, wajahnya yang putih, dan daun telinga putih yang besar memberi ayam ini penampilan yang khas.

Wajah ayam ini konon mirip wajah badut. Dipelihara terutama untuk diambil telurnya dan bisa bertelur sekitar 180 butir per tahun.

Ayam Spanish berkarakter aktif dan menyukai iklim sedang hingga hangat.

UJI KLINIS PRODUK EUCALYPTUS BALITBANGTAN TERHADAP COVID-19

Produk eucalyptus, potensial menjadi penangkal Covid-19

Badan Litbang Kementerian Pertanian melakukan ekspose hasil uji lanjutan terhadap eucalyptus, yang sebelumnya telah melalui tahap uji awal secara in vitro dengan virus gamma dan beta corona.

Kali ini, Balitbangtan menyampaikan hasil pengujian in vitro terhadap virus SARS-CoV-2, pengujian toksisitas pada hewan model, dan uji klinis pada manusia yang dilakukan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

“Hasilnya sangat menggembirakan, zat aktif Eucalyptol dapat menjadi pilihan pengobatan yang potensial, karena berdasarkan hasil uji molekuler docking mampu mengikat Mpro pada virus SARS CoV-2 sehingga sulit bereplikasi,” tegas NLP Indi Dharmayanti, Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner dalam Talkshow Satu Tahun Penelitian Eucalyptus, di Puslitbang Perkebunan, Bogor, Rabu (5/5/2021).

Menurut Indi, selama setahun terakhir ini bersama tim penelitinya melakukan riset lanjutan terhadap eukalyptus mulai dari uji in vitro, toksisitas, hingga uji klinis, dengan menggunakan virus SARS CoV-2 atau dikenal Covid 19.

Tim yang terdiri dari peneliti Balai Besar Penelitian Veteriner, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Balai Besar Pascapanen Pertanian dan BBP Mekanisasi Pertanian, telah melakukan riset gabungan dengan melibatkan akademisi dan Ikatan Dokter Indonesia.

Hasilnya, sangat membanggakan dan menjadi harapan bagi pengobatan Covid 19 di masa mendatang. Pengujian tersebut secara umum menunjukkan bahwa bahan tunggal maupun formula eucalyptus Balitbangtan yang diuji dapat menurunkan jumlah partikel dan daya hidup virus SARS-CoV 2, serta mengurangi kerusakan sel akibat infeksi SARS-CoV-2 secara in vitro.

Hasil penelitian tersebut dinilai berdasarkan peningkatan CT Value uji realtime PCR/rRT-PCR, peningkatan nilai Optical Density uji MTT, dan mencegah munculnya cytophatic effect (CPE) pada kultur sel. Uji toksisitas per-inhalasi pada mencit tidak menunjukkan perubahan klinis, patologi dan histopatologi pada mencit yang diuji.

Sementara pada uji klinis, manifestasi klinis yang didapatkan, rata-rata durasi gejala pada kelompok yang diberikan eucalyptus lebih baik terutama pada gejala batuk, pilek dan anosmia. Demikian juga pada Nilai Neutrophil-Lymphocyte Ratio/NLR mengalami penurunan dan menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik.

Begitu pula pada gambaran radiologi, secara umum mengalami perbaikan termasuk 5 pasien yang tergolong moderat pneumonia mengalami perbaikan setelah mendapatkan terapi eucalyptus.

“Meskipun berdasarkan uji klinis produk ini dapat membantu mengurangi gejala klinis yang dirasakan penderita Covid-19, namun penerapan protokol kesehatan dan pelaksanaan vaksinasi tetap menjadi pilihan utama dalam mencegah penularan Covid-19,” demikian Indi mengingatkan.

Uji Klinis Berhasil Baik

Sementara itu, Arif Santoso, Ketua Tim Riset Eucalyptus, Fakultas Kedokteran Unhas mengatakan bahwa pihaknya harus melakukan terapi ke pasien Covid-19 yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Unhas bekerja sama dengan Balitbangtan ingin membuktikan bahwa apa yang terjadi pada pengujian in vitro, uji hewan dan uji laboratorium, kemudian diterjemahkan ke pasien.

“Kita menggunakan metode ilmiah yang standar, memang hasilnya baik. Posisinya, eucalyptus sebagai adjuvan artinya obat tambahan. Jadi pasien mendapat obat yang seharusnya dan eucalyptus. Hasilnya lebih baik dibandingkan tanpa eucalyptus. Itu yang kami dapatkan. Ke depan, kami akan meneliti dalam jumlah sampel yang lebih sehingga bisa kita aplikasikan secara luas ke masyarakat,” terangnya.

Sebelumnya, Berdasarkan studi terkait aktivitas antivirus senyawa 1,8-cineole pada SARS-CoV-2 melalui uji molecular docking yang dilakukan oleh Sharma & Kaur pada tahun 2020, memperlihatkan bahwa Main protease (Mpro) / chymotrypsin seperti protease (3CLpro) dari COVID-19, menjadi target potensial penghambatan replikasi Coronavirus.

Senyawa 1,8-cineole yang juga disebut eucalyptol, adalah komponen utama dari minyak atsiri  yang ditemukan dalam daun eucalyptus.  Senyawa 1,8-cineole dalam eucalyptus memiliki kemampuan dalam menetralisir virus, anti inflamasi dan antimikroba.

Kepala Badan Litbang Pertanian Fadjry Djufry menyebutkan Balitbangtan telah menguji 60 jenis bahan herbal, seperti minyak atsiri, serbuk dan daging buah yang dilaporkan mempunyai kemampuan menetralisir virus. Dari hasil pengujian, eukalyptus memiliki potensi yang lebih tinggi dibandingkan bahan herbal lainnya.

Saat ini Balitbangtan telah mengembangkan beberapa prototipe produk berbasis eucalyptus seperti Roll On, Inhaler, Balsem dan Kalung Aromatherapy. Produk eucalyptus yang dikembangkan menggunakan formula yang telah diuji secara in vitro di Laboratorium BSL-3 BBalitvet. (INF)

AYAM CUBALAYA SI SLOW GROWER

Ayam Cubalaya

Ayam Cubalaya diperkenalkan ke Amerika Serikat pada tahun 1939, ayam yang tampak elegan ini berasal dari Kuba. Ekornya yang mewah dan panjang seperti ekor lobster. Bulu ekornya yang mengkilap mengarah ke tanah dan indah untuk dilihat.

Dibiakkan untuk telur dan daging, ayam Cubalaya adalah pencari makan yang pintar dan tumbuh dengan baik di padang rumput. Ayam jantannya tidak memiliki taji.

Pertumbuhannya termasuk lambat. Membutuhkan waktu hingga 3 tahun untuk mencapai usia dewasa.

Karakternya tenang tapi aktif, bisa agresif pada unggas lain. Teurnya sedang besarnya, berwarna putih, mampu bertelur sekitar 125-170 butir per tahun.

WEBINAR NASIONAL DAN LAUNCHING BUKU SEMARAKAN MILAD INFOVET KE-29 TAHUN

Milad Infovet ke-29 tahun yang disemarakan dengan webinar nasional dan launching buku, Rabu (5/5/2021). (Foto: Infovet/Ridwan)

Webinar Nasional dan launching buku berjudul Kumpulan Perkembangan Penyakit Unggas Aktual terbitan GITA Pustaka, menjadi rangkaian semarak ulang tahun Majalah Infovet ke-29 tahun yang jatuh pada 2 Mei 2021.

Direktur Utama PT Gallus Indonesia Utama (GITA), Ir Bambang Suharno, yang juga Pemimpin Redaksi Majalah Infovet, mengungkapkan dengan menginjak usia kepala dua ini, Infovet semakin berkembang sejak terbitan pertamanya tahun 1992 silam.

Direktur Utama PT GITA, Ir Bambang Suharno, saat memberikan sambutan. (Foto: Infovet/Ridwan)

“Dalam perkembangannya, Infovet dalam wadah PT Gallus terus mengembangkan diri menjadi lebih baik lagi,” kata Bambang dalam sambutannya, Rabu (5/5/2021).

Apresiasi juga datang dari Ketua Umum Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI), Drh Irawati Fari. Dirinya menyebut bahwa dalam rangka milad Infovet, pelaksanaan webinar dan launching buku mengenai kesehatan hewan menjadi hal yang sangat tepat.

“Kegiatan yang sangat bagus dan tepat sekali, dimana kita ke depan dapat menyongsong alternatif pengobatan dan bagaimana kita bisa meningkatkan produksi ternak. Saya sangat apresiasi Infovet yang sudah 29 tahun terus berjaya dan bisa bertahan dengan persaingan industri yang semakin ketat, serta mampu bertahan dikala pandemi COVID-19 melanda,” tutur Irawati.

Sambutan sekaligus pembukaan oleh Ketua Umum ASOHI, Drh Irawati Fari. (Foto: Infovet/Ridwan)

Terus konsisten menyajikan informasi, Ira menambahkan, era digitalisasi saat ini harus bisa dimanfaatkan untuk membuat terobosan dan inovasi dalam memberikan kontribusi di industri peternakan dan kesehatan hewan.

“Ini menjadi tantangan kita ke depan untuk bagaimana Infovet bisa tetap dinikmati oleh pembaca saat ini, khususnya para milenial dengan menyajikan informasi yang bermanfaat, seperti bagaimana peningkatan produksi maupun manajemen yang baik pada ternak,” pungkasnya.

Usai mendengarkan sambutan, kegiatan menampilkan Poultry Technical Consultant, Drh Baskoro Tri Caroko yang didapuk menjadi narasumber Webinar Nasional dengan tajuk “Mengatasi Drop Produksi Telur dengan Manajemen Holistik.”

Drh Baskoro Tri Caroko menjadi pembicara webinar. (Foto: Infovet/Ridwan)

Secara gamblang, Baskoro mengemukakan bahwa penelitian penyakit drop produksi telur masih sangat minim, padahal apabila ayam mengalami hal tersebut yang melibatkan penyakit infeksius akan menyebabkan kerusakan pada ovarium, tentunya kasus akan menjadi lebih rumit dan merugikan peternak.

“Pengobatan hanya meminimalisir kerugian saja. Meskipun sembuh, telur yang dihasilkan tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Sehingga diperlukan cara baru yang lebih komplit, praktis, efektif dan efisien dalam menangani kasus. Dengan pola manajemen holistik, urusan penyakit menjadi lebih mudah,” kata Baskoro.

Lebih lanjut dijelaskan, manajemen holistik sangat praktis karena mudah dikerjakan oleh manusia yang ada di suatu peternakan. Kemudian, efektif karena pengendalian kasus langsung pada sumber penularan dengan memperhatikan pengaruh interaksi antar manusia, hewan dan lingkungan.

“Serta efisien dengan upgrade manajemen, kualitas pakan, kesejahteraan ayam, menekan sumber penularan, mencegah penyebaran dan upaya pengebalan ayam terhadap serangan penyakit,” tandasnya. (RBS)

LIVESTREAMING WEBINAR "MENGATASI DROP PRODUKSI AYAM TELUR DENGAN MANAJEMEN HOLISTIK" (Dalam Rangka Ultah Infovet dan Launching Buku)

TONTON LIVESTREMING WEBINAR NASIONAL 

MENGATASI DROP PRODUKSI AYAM TELUR DENGAN MANAJEMEN HOLISTIK


Dalam rangka Ultah Infovet ke-29 dan launching buku "Kumpulan Bahasan Penyakit Unggas Aktual"

Peserta yang mendaftar akan mendapatkan:
- e-certificate

- Copy materi narasumber

- Buku  "Kumpulan Bahasan Penyakit Unggas Aktual"

Daftar Klik: http://bit.ly/webinar_infovet

WAKTU  :

Hari/Tanggal       : Rabu, 5 Mei 2021

Pukul                  : 09.00 – 12.00 WIB (Zoom dan livestreaming Youtube)

NARASUMBER  :Drh. Baskoro Tri Caroko

(National Poultry Technical Consultant)

MODERATOR     : Darmanung Siswantoro (Pimpinan Usaha & Wapimred Majalah Infovet)


ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer