-->

INSPEKSI GMP IRAK PERKUAT LANGKAH MEDION DI PASAR TIMUR TENGAH

Auditor dan Tim Medion. (Foto: Dok. Medion)

Langkah Medion dalam memperluas jangkauan pasar internasional semakin terbuka dengan diperolehnya sertifikat Good Manufacturing Practice (GMP) dari Veterinary Department, Ministry of Agriculture, Republic of Iraq. Sertifikasi ini menjadi salah satu syarat penting dalam proses registrasi produk agar dapat dipasarkan di negara tersebut.

Sebelumnya, pada 16 Februari 2026, auditor melakukan inspeksi GMP di fasilitas produksi PT Medion Farma Jaya. Selama proses inspeksi, auditor melakukan peninjauan terhadap berbagai aspek, mulai dari fasilitas produksi, sistem mutu, hingga penerapan prosedur operasional yang dijalankan.

Meskipun secara prinsip standar GMP yang digunakan mengacu pada praktik internasional, setiap regulator memiliki pendekatan dan fokus evaluasi yang berbeda. Karena itu, persiapan audit ini menuntut koordinasi yang baik agar setiap detail teknis dapat dipahami secara selaras serta meminimalisir potensi perbedaan interpretasi selama proses komunikasi.

Lebih dari sekadar tahapan regulasi, kunjungan ini menjadi momentum bagi Medion, sebagai perusahaan kesehatan hewan untuk menunjukkan kapabilitas perusahaan yang terus berkembang kepada mitra internasional.

Didukung fasilitas produksi yang modern serta penerapan standar GMP yang konsisten, Medion terus memperkuat kepercayaan mitra sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi vaksin dan obat kesehatan hewannya untuk hadir di pasar Timur Tengah. Sebelumnya, produk vaksin dan obat hewan Medion juga telah digunakan pelaku industri peternakan lebih dari 20 negara di Asia dan Afrika. (INF)

EKSPOR PERDANA MEDION KE TAIWAN, ZAMBIA, DAN MESIR

Pelepasan ekspor produk herbal Medion ke Mesir. (Foto: Dok. Medion)

Medion Farma Jaya kembali memperluas jangkauan pasar internasionalnya melalui ekspor produk farmasetik ke beberapa negara tujuan baru. Pada Desember 2025, Medion melakukan pelepasan ekspor perdana ke Taiwan, Zambia, dan Mesir.

Ekspansi ini merupakan bagian dari strategi pertumbuhan Medion setelah berhasil menembus lebih dari 20 negara di kawasan Asia dan Afrika, sekaligus memperkuat daya saing produk farmasetik nasional di pasar global.

Dalam pelaksanaannya, Medion melakukan seleksi distributor potensial melalui agen ekspor Artha Vena International (AVI), menawarkan produk berkualitas ekspor dengan harga yang kompetitif dengan dukungan data scientific yang lengkap dan tim teknis yang siap men-support distributor dalam memasarkan produk, serta pemenuhan pesanan dengan cepat dan efektif.

Medion juga menyediakan pembuatan label khusus sesuai bahasa dan regulasi di negara tujuan, untuk memastikan produk mudah diterima dan digunakan oleh pasar lokal. Adapun produk yang diekspor ke tiga negara tersebut meliputi produk antibiotik, vitamin, dan herbal.

Seluruh produk diproduksi sesuai standar Good Manufacturing Practice (GMP) dan dikirimkan melalui jalur laut maupun udara dengan standar distribusi produk yang baik, sehingga kualitas produk terjaga hingga tiba di negara tujuan.

Medion berharap dapat terus menambah varian produk yang diekspor, khususnya produk herbal untuk membantu meminimalkan resiko antimicrobial resistance (AMR), menjangkau lebih banyak negara baru, serta memperkuat posisinya sebagai produsen utama obat kesehatan hewan di kawasan Asia dan Afrika. (INF)

MEDION WISATA 2023: TREASURE OF BALI

 



AYAM SEHAT DAN PRODUKTIF DENGAN VITESEL C

MEDION RINTIS FASILITAS PRODUKSI TELUR SPF PERTAMA DI NUSANTARA

Seremonial Peletakan Batu Pertama PT Damar Gayatri Jaya

Sabtu 24 September 2022 menjadi hari bersejarah bagi PT Medion. Perusahaan produsen obat hewan asal Bandung tersebut menggelar seremoni peletakan batu pertama di salah satu unit bisnisnya yang bergerak di bidang peternakan yakni PT Damar Gayatri Jaya.

Kegiatan tersebut bertempat di Desa Mekarjaya, Banjaran, Kabupaten Bandung secara daring dan luring. Dalam kesempatan tersebut turut hadir Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung.

Toto Winata selaku Direktur Utama PT Damar Gayatri Jaya dalam sambutannya menyampaikan bahwasanya fasilitas produksi telur Spesific Pathogen Free (SPF) tersebut merupakan upaya Medion dalam mendukung sektor peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia. Dimana nantinya produk yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan dalam penelitian dan produksi vaksin di Indonesia. 

"Ini juga merupakan bukti bahwa Medion adalah mitra pelanggan yang dapat diandalkan, diharapkan dari sini dapat mempermudah produsen vaksin, peneliti, dan user lainnya untuk lebih mudah mendapatkan Hatching Egg (HE) SPF tanpa harus mengimpor dari luar negeri," tuturnya.

Ia melanjutkan bahwa ini pun menjadi kebanggaan bagi PT Damar Gayatri Jaya dimana nantinya mereka akan tercatat sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang dapat memproduksi HE SPF sesuai dengan ketentuan European Pharmacopoeia

Toto juga menyebut bahwa beberapa tahun belakangan ini juga terjadi peningkatan permintaan vaksin unggas, sehingga kebutuhan HE SPF sebagai bahan baku juga meningkat. Dengan munculnya kebijakan pemerintah yang meminta agar impor bahan baku industri dikurangi maka Medion dengan sigap menjawab tantangan tersebut dan melihatnya sebagai suatu kesempatan.

"Selain mendukung program dan kebijakan pemerintah, PT Damar Gayatri Jaya juga membantu produsen vaksin dalam negeri dalam memenuhi kebutuhan HE SPF Nasional. Diharapkan penggunaan HE SPF lokal selain dapat memangkas biaya produksi juga dapat meningkatkan kualitas produk karena mutunya juga tidak akan kalah dengan HE SPF impor," tandas Toto.

Direktur Kesehatan Hewan Drh Nuryani Zainuddin dalam sambutan yang mewakili Menteri Pertanian memberikan apresiasi yang setinggi - tingginya kepada Medion dan PT Damar Gayatri Jaya. Menurutnya Medion dan PT Damar Gayatri Jaya membuktikan bahwa produk lokal tidak kalah dengan impor serta memiliki daya saing yang tinggi.

"Semoga berdirinya PT DGJ ini dapat memberikan manfaat bagi semua stakeholder, dan kami juga berterima kasih atas sumbangsih Medion dan PT DGJ dalam membangun negeri melalui produk yang berkualitas," kata Nuryani.

Proses pembangunan fasilita PT DGJ akan dimulai pada September 2022 dan diharapkan rampung pada bulan Januari 2024 dan dapat segera beroperasi setelah pembangunannya selesai. Kehadiran PT DGJ diharapkan daoat memberi kontribusi positif bagi perkembangan industri kesehatan hewan di Indonesia dan dunia. (CR)

JANGAN SAMPAI LAYER KEKURANGAN NUTRISI

Penuhi Kebutuhan Nutrisi Agar Performa Optimal


Memenuhi kecukupan nutrisi ayam layer merupakan kewajiban yang harus ditunaikan oleh peternak agar performa ternaknya maksimal. Namun sayangnya tidak semua peternak paham dan dapat memenuhi nutrisi ternaknya, ancaman penyakit dan performa yang anjlok pun kerap menghantui peternak akibat tidak terpenuhinya nutrisi.

Dengan tujuan untuk mengedukasi dan menambah wawasan di bidang tersebut, PT Medion melangsungkan technical education melalui daring instagram secara livestreaming pada Rabu (6/10). bertindak sebagai narasumber yakni Hindro Setiawan dan dimoderatori oleh Drh Amir Muhammad.

Dalam presentasinya Hindro Setiawan dari dvisi technical education & consultation PT Medion memaparkan beberapa hal penting terkait komponen nutrisi yang mutlak harus dipenuhi oleh peternak agar ternaknya sehat dan produksinya maksimal.

Ia juga menyinggung beberapa unsur esensial yang luput dipenuhi kebutuhannya dalam pakan seperti Ca, Mg, dan vitamin D. Akibatnya ayam yang mengalami defisiensi akan menunjukkan kelainan pada kualitas telur.

"Kadang kalau kualitas telur menurun, kerabang tidak sempurna, kita sudah curiga duluan dengan penyakit EDS, AI, dll. Padahal yang sering luput adalah kurangnya nutrisi terutama mineral dan vitamin D, ini sering kita temui di lapangan," tutur Hindro.

Ia juga menyinggung terkait kualitas bahan baku pakan yang bisa saja tercemar toksin. Untuk itu dirinya menghimbau kepada peternak agar tidak segan mengujikan sampel pakan maupun bahan bakunya ke laboratorium Medion agar lebih terjamin kualitasnya.

Sesi tanya jawab pun berjalan sangat interaktif dimana para peserta dapat lebih memahamai permasalahnnay dengan mudah dan solutif. Selain itu Medion juga membagikan doorprize menarik bagi para peserta yang beruntung. (CR)


SALURAN PENCERNAAN OPTIMAL, PRODUKSI MAKSIMAL

Peternakan layer yang dikelola Jalil. (Foto: Dok. Pribadi)

Kecukupan nutrisi pada ayam berpengaruh besar terhadap produktivitas dan berkaitan erat dengan fungsi kerja saluran pencernaan. Saluran pencernaan yang berfungsi optimal mampu memanfaatkan ransum melalui proses pencernaan dan penyerapan nutrisi yang berujung pada produktivitas ternak yang maksimal.

Ada banyak kondisi yang mempengaruhi saluran pencernaan ayam, salah satunya faktor stres. Jika sudah begitu ayam akan mudah terserang berbagai penyakit. Hal itu seperti yang dirasakan oleh Abdul Jalil Bahar, pengelola peternakan “Rizky Layer” yang berlokasi di Desa Bulotalangi Timur, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bolango, Provinsi Gorontalo.

Abdul Jalil Bahar
Jalil bercerita, usaha peternakan ayam petelur milik sang kakak yang sudah berdiri sekitar 15 tahun ini kerap bermasalah dengan stres akibat cekaman panas, khususnya saat pergantian musim tiba.

“Masalah yang sering kita hadapi saat berganti musim, terutama saat musim panas. Mungkin akibat cekaman panas yang membuat ayam rentan stres. Akibatnya produksi menurun dan rentan terkena berbagai penyakit terutama pada saluran pencernaan,” ujar Jalil.

Ia pun sempat dibuat khawatir apabila pergantian musim tiba. “Terkadang FCR (feed conversion ratio) tinggi, namun produksi yang dihasilkan tidak mencapai target dan hanya mampu tercapai 78-79%,” jelasnya.

Dari situ ia lantas diperkenalkan Optigrin melalui personil Medion untuk mengatasi masalah tersebut. Optigrin merupakan produk berbahan alami (natural growth promotor) dengan kandungan fitobiotik yang mampu menjaga keseimbangan mikroflora pada usus, memperbaiki performa, meningkatkan daya tahan tubuh ayam dan mengurangi kematian akibat serangan penyakit.

“Pertama kali diperkenalkan Optigrin, kita masih ragu karena ada juga produk lain yang sejenis, tapi setelah dipakai pada ayam ternyata hasilnya bagus, sehingga kami merasa cocok dan sampai saat sekarang masih dipakai,” ungkap Jalil.

“Rizky Layer” yang berlokasi di Desa Bulotalangi Timur, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bolango, Provinsi Gorontalo. (Foto: Dok. Pribadi)

Alasan tersebut karena Jalil mendapat hasil yang sangat memuaskan usai menggunakan Optigrin. “Hasilnya daya tahan tubuh ayam terhadap penyakit pencernaan lebih bagus disamping kita memberikan pakan yang berkualitas yang dapat diserap oleh ayam. Hal ini tentu sangat membantu meningkatkan efisiensi penggunaan pakan,” tuturnya.

Manfaat lain yang dirasakan Jalil yakni pembelian obat-obatan untuk mengatasi penyakit juga menurun. “Kondisi ayam yang sehat tentunya mengurangi pembelian obat. Performa ayam juga terlihat lebih baik. Produksi pun meningkat sebanyak 4%. Sampai saat ini saya masih merasa puas karena hasilnya bagus,” pungkasnya. (ADV)

TIM MEDION PEDULI KESEHATAN SALURKAN BANTUAN CEGAH PENYEBARAN COVID-19

Penyerahan bantuan antiseptik di RS Cahya Kawaluyan. (Sumber: Dok. Medion)

Sejak akhir 2019 sampai saat ini, virus COVID-19 telah mewabah ke seluruh dunia. Tidak hanya menyerang warga masyarakat umum, tim medis yang merawat pasien juga banyak yang tertular dan menjadi korban.

Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah dan banyak pihak, termasuk Medion. Melalui program Medion Peduli Kesehatan, Medion ikut tergerak berpartisipasi menyalurkan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD), antiseptik dan alat semprot untuk tim medis di rumah sakit Kota Bandung.

Melalui keterangan tertulis yang diterima Infovet, Senin (13/4/2020), penyerahan bantuan tersebut telah dilakukan sejak 23 Maret 2020 oleh perwakilan Tim Medion Peduli Kesehatan, Erik, yang juga General Affair Medion. Telah disalurkan bantuan kepada delapan rumah sakit di Kota Bandung, yaitu RS Hasan Sadikin, RS Dustira, RS Paru Rotin Sulu, RS Immanuel, RS Santo Borromeus, RS Cahya Kawaluyan, RS Cibabat dan RS Kebon Jati.

Sejauh ini Tim Medion Peduli Kesehatan telah memberikan bantuan sebanyak 151 set APD, 315 liter antiseptik dan 23 buah alat semprot. Bantuan ini akan terus disalurkan selama rumah sakit masih membutuhkan.

Selain membantu tim medis di rumah sakit, Medion bekerja sama dengan asosiasi peternakan di seluruh provinsi di Indonesia, juga telah memberikan bantuan lebih dari 150 liter desinfektan ke berbagai wilayah di Indonesia, diantaranya Jawa Barat, Sumatra Barat, Sumatra Utara, Sumatra Selatan dan Sulawesi Selatan. Desinfektan tersebut digunakan untuk penyemprotan lingkungan perumahan warga setempat.

Tidak hanya memberikan bantuan berupa barang, Tim Medion Peduli Kesehatan juga melakukan edukasi melalui kampanye “Ayo Cegah Penyebaran COVID-19” pada media sosial Facebook dan Instagram (@medion.id).

Kampanye tersebut mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan penyebaran COVID-19 dengan mengikuti protokol pencegahan COVID-19 yang telah dihimbau pemerintah.

Semua itu dilakukan sesuai dengan nilai Medion, Noble Spirit. Dan diharapkan pandemi COVID-19 segera berakhir. (INF)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer