-->

BERBAGAI MODEL DAN JENIS BAHAN ATAP KANDANG

Atap menyesuaikan jenis dan konstruksi kandang yang didirikan. (Foto: Dok. Andy)

Kandang merupakan salah satu komponen penting dalam menentukan keberhasilan usaha peternakan. Jika tidak direncanakan dengan baik, akan sangat mempengarui keberhasilan pemeliharaan ternak tersebut.

Hal yang perlu diketahui sebelum mendirikan perkandangan adalah menentukan pembangunan kandang tertutup atau kandang terbuka, menentukan arah membujur kandang (barat dan timur), dimensi kandang (panjang dan lebar), maupun pemilihan bahan baku untuk kandang seperti kayu, bambu, ataupun dengan solid wall dengan bata ringan atau piu untuk kandang tertutup.

Hal yang tidak kalah penting adalah menentukan penggunaan bahan untuk atap kandang. Karena atap akan menyesuaikan jenis dan kontruksi kandang yang akan didirikan.

Atap merupakan struktur bangunaan bagian atas yang berfungsi sebagai penutup bangunan untuk melindungi struktur yang ada di bawahnya. Oleh karena itu, pemilihan bahan jenis atap cukup menentukan kenyamanan ayam, khususnya sistem kandang terbuka.

Fungsi utama atap adalah melindungi bangunan dari  suhu panas akibat radiasi sinar matahari,  tampias hujan, petir, mengurangi pergerakan angin dan debu, serta sebagai pelindung dan penutup ruangan juga berfungsi pula sebagai estetika bangunan.

Bentuk atap yang sering digunakan untuk atap bangunan kandang adalah bentuk pelana, yaitu tersusun dari dua bidang miring yang bertemu di tepi atas dalam satu garis lurus. Di daerah tropis dengan suhu dan kelembapan tinggi, banyak peternak menggunakan kandang dengan memakai monitor untuk mengantisipasi suhu udara dan memperbaiki sirkulasi udara dalam kandang (Gambar 1).

Gambar 1. Kandang dengan monitor.

Berbagai macam jenis atap yang sering dipakai untuk kandang adalah genteng, rumbia/kayu, asbes (campuran fiber semen dan pulp), seng warna, galvalum/spandek (galvanis aluminium), PVC berongga (PVC Twinwall).

Genteng adalah atap yang terbuat dari tanah liat, cukup baik dibandingkan bahan baku lainya. Hal ini dikarenakan nilai koefisien konduksi dari tanah liat relatif kecil.

Tanah liat juga memiliki kemampuan menyimpan panas, sehingga lebih cocok digunakan sebagai atap kandang di daerah dingin. Sebagian peternak menggunakan atap genteng karena lebih baik dalam melindungi ayam dari radiasi panas sinar matahari. Disamping itu genteng terbuat dari tanah liat, sehingga tidak mudah terbakar. Namun disisi lain dalam pembuatan kandang diperlukan banyak bahan untuk menopang genteng, disamping itu kontruksi bangunan harus kokoh karena harus menahan beban genteng yang relatif berat.

Gambar 2. Atap kandang genteng, asbes, galvalum (spandec).

Atap PVC berongga (PVC Twinwall) cukup baik digunakan untuk menahan radiasi dan panas, karena didalamnya terdapat rongga udara yang didesain khusus sehingga menjadi penghantar panas yang rendah. Udara adalah penahan panas alamiah yang sangat baik sehingga atap jenis ini juga dapat dijadikan pilihan untuk atap kandang di daerah tropis.

Keunggulan atap jenis ini adalah ringan, praktis dan menarik dari sisi estetika namun mempunyai nilai ekonomis cukup tinggi jika digunakan untuk kandang dan kelemahan atap jenis ini adalah mudah terbakar.

Seperti diketahui bersama, iklim tropis dengan fluktuasi suhu yang cukup lebar dan kelembapan tinggi akan sangat berpengaruh terhadap produksi ayam, baik pencapaian bobot ayam pedaging (broiler) maupun hen day produksi pada ayam petelur (layer). Hal ini menjadi kesulitan tersendiri bagi peternak untuk mencapai potensi genetik dari broiler maupun layer.

Dengan kemajuan genetik layer maupun broiler yang semakin pesat dewasa ini, dibutuhkan struktur perkandangan dan equipment yang bisa mendukung perkembangan genetik tersebut. Perkandangan sistem closed house (CH) menjadi pilihan utama peternak untuk mendapatkan hasil maksimal dalam budidaya saat ini. Hal ini dikarenakan dengan sistem CH, peternak bisa mengatur suhu dan kelembapan, serta kecepatan angin sesuai kebutuhan ayam.

Tabel 1. Suhu dan kelembapan yang nyaman bagi ayam
Broiler
Layer
Umur (Hari)
Suhu (°C)
Kelembapan (%)
Umur (Hari)
Suhu (°C)
Kelembapan (%)
1
32-29
60-70
0-3
33-31
55-60
3
30-27
60-70
4-7
32-31
55-60
6
28-25
60-70
8-14
30-27
55-60
9
27-25
60-70
15-21
28-26
55-60
12
26-25
60-70
22-24
25-23
55-60
>15
24-25
60-70
>25
25-23
55-60

Sumber : Info Medion.

Table 2. Pengaruh kelembapan terhadap suhu yang dirasakan ayam
Suhu Efektif yang Dirasakan Ayam °C
Kelembapan pada Thermohygro (%)
40%
50%
60%
70%
Suhu Kandang pada Thermohygro (°C)
30
36
33,2
30,8
29,2
28
33,7
31,2
28,9
27,3
27
32,5
29,9
27,7
26
26
31,3
28,6
26,7
25
25
30,2
27,8
25,7
24
24
29
26,8
24,8
23

Sumber: Info Medion.

Dengan mengetahui suhu dan kelembapan yang nyaman bagi ayam, maka hal terpenting adalah bagaimana mengondisikan lingkungan dalam kandang sesuai dengan kebutuhan ayam.

Untuk mendapatkan suhu ideal dalam kandang, adakalanya bisa dengan mengatur ketinggian atap dengan jarak batrei teratas (cages) atau dengan lantai (postal) khususnya pada kandang terbuka. Semakin tinggi jarak atap dengan posisi ayam akan semakin baik.

Selain itu juga kipas diperlukan jika kondisi/suhu dalam kandang masih tinggi. Prinsipnya dengan mengalirkan udara dalam kandang akan semakin meningkatkan suplai oksigen dalam kandang, sehingga lebih sejuk dan nyaman.

Sebagian besar suhu tinggi di dalam kandang diakibatkan oleh radiasi sinar matahari dan panas dari tubuh ayam itu sendiri. Radiasi sinar matahari yang sampai ke atap akan ditransmisikan sebagian dipantulkan dan sebagian diserap material atap. Transmisivitas dan reflektivitas dipengaruhi oleh sudut datang radiasi matahari. Sedangkan besarnya absorsivitas hampir konstan untuk semua sudut datang sinar matahari dari 0-90° (Takakura,1989).

Untuk mengurangi radiasi panas dari sinar matahari bisa juga dengan mengatur sudut/kemiringan atap. Semakin besar nilai sudut datang radiasi maka semakin kecil radiasi yang ditransmisikan ke dalam ruangan (Maztalers, 1977). Kemiringan atap normal yang lebih efisien dalam mentransmisikan radiasi sinar matahari yaitu 25-30° (Wulandari 2005) kandang terbuka. Sedangkan sudut atap 10° sudah lazim digunakan pada kandang closed house.

(kiri) Gambar 3. Sudut atap 25°. (kanan) Gambar 4. Sudut atap 10°.

Penambahan plafon juga bisa menjadi pilihan untuk mengurangi efek radiasi dalam kandang. Hal ini dikarenakan pada ruangan yang terbentuk antara penutup atap dengan plafon akan terjadi perpindahan panas secara konveksi, dimana udara panas akan mengalir keluar celah plafon karena perbedaan tekanan udara yang lebih tinggi.

Kandang yang berada di dataran tinggi pada saat malam hari dimana suhu cukup rendah, ini bisa diantisipasi dengan pengaturan tirai kandang dan menjaga ketebalan litter dan menjaga  tetap kering. Prinsipnya menjaga kondisi dalam kandang tetap berada pada suhu ideal dengan memperhatikan sirkulasi yang baik. Jika diperlukan bisa menambahkan pemanas dalam kandang seperti saat periode brooding (1-2 mg). Atap genteng direkomendasikan untuk kandang di daerah dingin karena sifat dari genteng dapat menyimpan panas saat siang hari, sehingga cukup hangat saat suhu dingin di malam hari.

Namun penyesuaian berbagai jenis dan model atap kandang saat ini tidaklah cukup untuk mengatasi problem suhu dan kelembapan, serta sirkulasi udara, dengan kemajuan teknologi yang semakin maju perlu dipertimbangkan aspek manajemen dan sistem perkandangan untuk  mendukung dan meningkatkan hasil produksi.

Pada prinsipnya pembangunan kandang harus mempertimbangkan hal yang paling mendasar berkaitan dengan iklim dan keadaan lingkungan yang variatif, sehingga perlu dilakukan analisis dan keputusan untuk mengatasi dampak tersebut melalui perencanaan strategis jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Inovasi perlu dilakukan dalam rangka mengantisipasi problem tersebut.

Inovasi sederhana dengan hasil optimal perlu dilakukan untuk mengatasi cuaca ekstrem seperti pembuatan cooling net sederhana dan tunnel door sederhana dengan pendekatan tunnel door curtain system dan inovasi sederhana lainnya. Sedangkan jangka panjang pembangunan kandang mutlak menggunakan full closed house. ***

Drh Andy Siswanto
Manager Operational Kopkar Comfeed Makmur

ASPEK KEAMANAN DAN KELAYAKAN DALAM TELUR TETAS INFERTIL

Telur, sumber protein hewani paling ekonomis yang dapat dikonsumsi sehari-hari

Beberapa hari belakangan harga telur ayam ras kembali anjlok. Harga terendah sempat menyentuh angka Rp. 19.000 perkilogramnya di tingkat pasar atau eceran. Salah satu penyebab yang menjadi kambing hitam turunnya harga telur adalah beredarnya telur tetas (HE) infertil hasil afkir.

Beragam pro dan kontra mewarnai beredarnya telur HE ini. Ada satu komentar menarik di pemberitaan media mainstream terkait telur HE, yakni layakkah telur HE ini untuk dikonsumsi?. Bahkan sebuah portal berita online mengatakan bahwa telur HE tidak layak dikonsumsi karena ditengarai lebih cepat busuk dan mengandung lebih banyak bakteri Salmonella.

Beragam infografis terkait perbedaan antara telur tetas dengan telur ayam konsumsi. Bahkan bisa dibilang infografis tersebut terkesan timpang sebelah, menyudutkan telur tetas tetapi tidak sesuai dengan kaidah ilmiah, terutama dari segi kelayakan konsumsi.

Menanggapi hal tersebut, pakar sekaligus staff pengajar Kesehatan Masyarakat Veteriner FKH IPB, Dr. Drh Denny Widaya Lukman ikut berkomentar. Menurutnya telur tetas (HE) masih aman dan layak dikonsumsi oleh manusia dan tidak membahayakan kesehatan konsumennya.

"Kita kan semua tahu kalau pangan asal hewan itu harus aman (safe) dan layak (suitable). Aman maksudnya tidak mengandung bahaya baik secara fisik, kimiawi, dan biologis. Layak artinya memiliki mutu yang baik, tidak bertentangan dengan kaidah agama, adat, dan budaya, serta memenuhi peraturan perundangan," tuturnya.

Untuk itu Denny mengatakan bahwa tidak benar kalau telur HE berbahaya dikonsumsi oleh manusia karena lebih banyak mengandung bakteri atau lebih cepat busuk. Hal ini tentunya juga berkaitan dengan biosecurity di breeding farm yang pastinya lebih ketat ketimbang peternakan komersil.

Namun begitu jika merujuk aspek kelayakan, telur HE tidak layak untuk dikonsumsi. Ia menyebutkan bahwa ada peraturan perundangan yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait telur HE. 

"Kalau tidak salah di Permentan No. 32 tahun 2017 pasal 13 ayat (4) menyebutkan bahwa telur HE GPS dan PS tidak boleh diperjualbelikan. Artinya, jika ada aktivitas jual - beli telur HE, itu adalah peraturan melanggar hukum. Bukan telurnya yang salah, tetapi si oknum penjuanya," tukas Denny.

Ia juga membandingkan telur HE dan telur ayam kampung. Dimana telur ayam kampung yang dikonsumsi oleh masyarakat kebanyakan juga merupakan telur yang fertil.

"Kan banyak masyarakat yang pelihara ayam kampung, terus ketika sudah bertelur lalu dikerami sama induk betinanya, kadang telurnya diambil terus dikonsumsi. Itu juga telur angkrem kan telur yang fertil, tidak masalah toh?," kata dia.

Terkait selebaran, infografis, atau data apapun yang dirasa berat sebelah ia menyarankan kepada pihak yang membuatnya agar melakukan klarifikasi terutama pada aspek mengandung bakteri lebih banyak, memiliki daya simpan lebih pendek, dan membahayakan konsumen.

Namun ia juga tidak mendukung agar masyarakat dibiarkan mengkonsumsi telur HE yang beredar di pasaran. Karena telur - telur tersebut sejatinya ilegal dan tidak boleh diperjualbelikan, bukan karena aspek kemanannya tetapi karena aspek kelayakannya. (CR)





MARAK PRODUK ILEGAL, KEMENTAN-PEMDA PERKUAT PENGAWASAN

Sempat heboh peredaran daging babi yang dipalsukan menjadi daging sapi. (Dok. Shutterstock)

Kementerian Pertanian mengajak dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, untuk memperkuat pengawasan dan pembinaan pelaku usaha yang memproduksi, mendistribusikan dan menjual pangan asal hewan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), I Ketut Diarmita, di Jakarta (13/5/2020), saat diminta menanggapi pemberitaan beredarnya daging celeng di Kabupaten Bandung dan juga telur infertil di beberapa daerah.

“Untuk mengantisipasi potensi penyimpangan peredaran produk hewan yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat, Kementan telah menerbitkan Surat Edaran Dirjen PKH Nomor: 0534/SE/TU.020/F5/04/2020 tentang penjaminan penyediaan produk hewan yang aman, sehat, utuh dan halal pada bulan Ramadan dan Idul Fitri 1441 Hijriah dan pada masa pandemi COVID-19,” ujar Ketut. 

Menurutnya, Ramadan dan Idul Fitri tahun ini terasa berbeda, karena dalam waktu yang sama masyarakat dihadapkan dengan pandemi COVID-19. Kebutuhan pangan asal hewan di masyarakat  perlu terus dijaga, mengingat kebutuhan sumber protein bagi masyarakat sangat penting untuk menjaga stamina dan kebutuhan daya tahan tubuh.

Terkait temuan daging babi yang dipalsukan dan dijual sebagai daging sapi di Bandung, Ketut menyampaikan bahwa proses hukum sedang berjalan. Saat ini sudah masuk ke tahap penyidikan Ditreskrim Polresta Bandung.

“Kami apresiasi kepolisian secara cepat mengungkap penyimpangan ini. Saya ingatkan pelaku usaha, praktik pemalsuan ini dapat dipidana penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal 10 miliar menurut  UU No. 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan," tegasnya.

Sementara adanya peredaran telur infertil, Ketut menegaskan Peraturan Menteri Pertanian No. 32/2017 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi, secara tegas mengatur bahwa pelaku usaha integrasi, pembibit GPS, pembibit PS, pelaku usaha mandiri dan koperasi, dilarang memperjualbelikan telur tertunas dan infertil sebagai telur konsumsi. 

Ia mengingatkan berhati-hati dalam memilih produk hewan untuk konsumsi keluarga. Jangan mudah tergiur harga murah dan sebaiknya membeli produk hewan di tempat penjualan (ritel) yang terdaftar, diakui dan tersertifikasi oleh pemerintah daerah setempat.

“Kita lakukan pengawasan keamanan produk hewan ini dengan memperkuat kerjasama dan koordinasi bersama aparat penegakan hukum,” pungkasnya. (INF)

KERJASAMA GREAT GIANT FOODS, SIERAD PRODUCE DAN REDKENDI SALURKAN 25.000 PAKET MAKANAN

Seremoni penyerahan bantuan ke Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia (Foto: Istimewa)




PT Sierad Produce Tbk bekerjasama dengan Great Giant Foods (GGF) dan RedKendi menyalurkan 25.000 paket makanan kepada pihak Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 Margaguna, Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2020). 

Tim PT Sierad Produce Tbk bersama-sama dengan tim GGF melalui PT Great Giant Pineapple dan PT Sewu Segar Nusantara serta tim PT RedKendi Andalan Mitra menyerahkan untuk menyerahkan secara simbolis bantuan paket makanan asupan gizi untuk warga binaan panti.  

Penyerahan secara simbolis kegiatan sosial perusahaan ini dihadiri Presiden Direktur Sierad Produce Tommy Wattimena, Corporate Affairs Director GGF Welly Soegiono dan Head of Business Development Redkendi, Maela Romdoni.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan 25.000 paket makanan asupan gizi kepada masyarakat membutuhkan dan akan didistribusikan ke masyarakat, komunitas serta lembaga yang membutuhkan di 20 titik yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Cikarang dan Bekasi. Total distribusi sebanyak 5 ribu paket makanan per harinya.

Presiden Direktur Sierad Produce Tommy Wattimena dalam keterangan resmi yang diterima Infovet, Rabu (13/5/2020) mengemukakan penyebaran COVID-19 saat ini merebak hingga ke berbagai pelosok daerah di Indonesia. 

“Imbas dari virus ini sudah mempengaruhi segala aspek kehidupan masyarakat kita. Tidak terkecuali berimbas ke mata pencaharian masyarakat, sehingga menurunkan daya beli dan konsumsi masyarakat kita," terangnya.

Lanjut Tommy, banyak masyarakat kurang mampu membeli makanan yang bergizi dan bernutrisi. Hal ini secara tidak langsung bisa mempengaruhi daya tahan tubuh dalam menghadapi virus ini. 

“Kami sebagai salah satu produsen protein hewani ingin turut berperan serta meringankan beban pemerintah dan masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan gizi dan nutrisi yang sempurna,” tuturnya.

Sementara itu Head of Business Development Redkendi Maela Romdoni mengatakan, Redkendi bekerjasama dengan GGF dan Sierad Produce membuat program Tanggap COVID-19 dengan menyalurkan donasi berbentuk paket box makanan bernutrisi yang disalurkan untuk 25.00 orang terdampak di 20 lokasi dalam waktu 5 hari. 

Selain manfaat bagi penerima seperti masyarakat yang membutuhkan, yayasan yatim dan lansia, serta para tenaga medis, kegiatan ini juga bertujuan membantu para Catering UMKM yang terkena dampak dari pandemi COVID-19 untuk tetap bisa melanjutkan usahanya. PT RedKendi (RedKendi) diketahui sebagai perusahaan marketplace katering di Indonesia. 

Perwakilan dari Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 Margaguna menyampaikan apresiasi dan dukungan atas aktivitas sosial di masa krisis ini. “Kami senang dan  berterima kasih. Saat ini, kakek dan nenek binaan panti ada sekitar 300 orang dan tentunya bantuan yang diberikan bermanfaat bagi kami.”

Sierad Produce melalui program Berbagi Cinta Jaga Sesama telah menyiapkan lebih dari 100.000 paket makanan untuk didistribusikan secara bertahap tepat guna melalui kerjasama dengan berbagai pihak sehingga manfaatnya sampai kepada masyarakat terdampak. 

Great Giant Foods juga telah melakukan kegiatan sosial lainnya seperti GGF Peduli dengan memberikan bantuan kepada beberapa rumah sakit di Jabodetabek dan Lampung. 

Bantuan berupa buah-buahan dan susu yang bertujuan meningkatkan kebutuhan nutrisi tim medis yang bertugas dibeberapa rumah sakit sebagai ujung tombak dalam menangani penyebaran virus ini. 

Selain itu PT Great Giant Pineapple (GGP) juga menyerahkan bantuan peralatan APD kepada pemerintah provinsi Lampung beberapa waktu lalu. (NDV)




KUNCI KURANGI KEMATIAN AYAM SAAT TRANSPORTASI

Transportasi unggas yang baik juga menjadi kunci penting untuk mengurangi kematian. (Sumber: Istimewa)

Dalam usaha peternakan ayam broiler, layer, maupun breeder, peternak pasti akan berusaha semaksimal mungkin untuk  memperoleh keuntungan (profit). Kendati demikian, ada saja hal-hal yang bisa memangkas pendapatan peternak selain masalah penyakit, manajemen pemeliharaan dan lain sebagainya, salah satu adalah kematian ayam saat transportasi dari kandang menuju tempat pemasaran, atau pemindahan ke Rumah Pemotongan Ayam (RPA). Semakin jauh jarak yang ditempuh dan semakin banyak muatan yang dibawa, maka semakin besar resiko kematian ayam terjadi.

Hal ini terutama disebabkan ayam mudah terkena stres panas karena ayam adalah ternak yang tidak memiliki kelenjar keringat untuk mengatur stabilitas suhu tubuhnya. Ayam menstabilkan suhu tubuhnya melalui sistem termoregulasi, yaitu meningkatkan detak jantung, meningkatkan pernapasan, membuka sayap dan konsumsi air minum. Oleh karena itu, peternak sebagai pemilik dan pelaku transportasi ayam perlu peka terhadap masalah tersebut bila ingin meminimalisir angka kematian saat pengangkutan.

Transportasi DOC
Anak ayam umur sehari (day old chick/DOC) adalah makhluk yang sangat rentan, dimana secara alamiah memerlukan perlindungan dan kehangatan sang induk dan terbebas dari suhu panas yang mencekam maupun suhu dingin yang berlebihan, disamping resiko gangguan jenis hewan lainnya. Maka peternak perlu mencari solusi mengatasi ketiga permasalahan tersebut selama dalam pengelolaannya termasuk saat transportasi, yaitu:

1. Penyediaan boks DOC khusus yang terbuat dari bahan kardus, memiliki lubang ventilasi cukup di kiri-kanan, depan-belakang dan penutup boks dan memberi alas berupa potongan kertas sebagai saat terjadi guncangan atau terjadi kemiringan. Juga dinding boks dibuat agak miring agar pada saat ditempatkan berdampingan dengan yang lain tidak saling menutupi lubang ventilasi.

2. Kapasitas pengisian DOC, harus mengikuti standar internasional yang ditentukan, yaitu 100-102 ekor/boks.

3. Mengatur peletakan sementara boks DOC sebelum transportasi, yaitu boks disusun berkelompok dengan jumlah dan tinggi tertentu di ruang yang sejuk (ruang berkipas angin/AC), sehingga memudahkan penghitungan jumlah boks dan memberi kenyamanan pada DOC.

4. Fasilitas kendaraan pengangkut DOC, ada dua macam kendaraan pengangkutan DOC, yaitu kendaraan boks tertutup rapat tetapi dilengkapi kipas angin/AC untuk transportasi jarak jauh (luar kota) dan kendaraan yang baknya memiliki atap tetapi disamping kiri, kanan, depan dan belakang sebagian berdinding kawat dilengkapi tirai/terpal untuk mencegah percikan hujan pada transportasi jarak dekat.

5. Sanitasi kendaraan, kebersihan kendaraaan pengangangkut DOC sangat penting diperhatikan dengan cara pencucian, sanitasi atau fumigasi sebalum kendaraan dioperasikan, mengingat rawan kontaminasi kuman/bibit penyakit karena kendaraan sering berhubungan dengan dunia luar farm/peternakan.

6. Kehati-hatian saat pengangkutan, dalam arti kendaraan diusahakan seminimal mungkin berhenti selama melakukan perjalanan (kendaraan harus langsung menuju tempat tujuan) terutama bagi kendaraan yang tidak dilengkapi kipas angin/AC.

7. Jangan memberikan pakan/minum sebelum transportasi, hal ini karena DOC selama 2x24 jam tahan tidak makan/minum karena memiliki egg yolk sebagian cadangan makanan/minum. Oleh karena itu diusahakan DOC sampai di tempat tujuan dalam tenggang waktu 2x24 jam dan bila melebihi harus diberi pakan/minum di perjalanan. Bila DOC selanjutnya diangkut menggunakan pesawat terbang atau kapal laut, tetap kondisi penyimpanan baik di bandara, bagasi pesawat, maupun pelabuhan, diusahakan berada di ruang khusus berkipas angin/AC (suhu berkisar 20 °C).

8. Kehati-hatian saat bongkar-muat, dimana selama berlangsungnya bongkar muat jangan sampai boks DOC tertindih dan rusak, juga jangan diperlakukan secara kasar (dilempar).

Transportasi Ayam Remaja/Dewasa
Caranya sedikit berbeda dengan transportasi DOC, namun beberapa hal perlakuannya sama. Pengangkutan ayam remaja/dewasa perlu memenuhi beberapa faktor agar dapat menekan tingkat kematian, diantaranya:

1. Pilihan waktu transportasi, sebaiknya dipilih pada menjelang pagi (subuh) atau malam hari dengan pertimbangan bahwa pada kedua waktu itu udara sejuk/dingin dan jalan masih lengang (terhindar dari kemacetan), karena ayam besar sangat rentan terhadap stres panas. Namun bila terpaksa harus diangkut siang hari sebaiknya dengan kendaraan berkipas angin/AC atau truk bak terbuka.

2. Gunakan keranjang ayam plastik/bambu ukuran besar (kapasitas 15-20 ekor) atau kecil (kapasitas 12-15 ekor) dengan asumsi berat ayam 1,0-1,2 kg/ekor). Pengisian ayam jangan melebihi standar masing-masing keranjang tersebut agar terhindar dari hal buruk.

3. Jangan memberikan pakan penuh selama 8-12 jam sebelum transportasi, agar tidak banyak pakan mubazir terbuang, disamping agar dalam perjalanan tidak banyak feses yang keluar, tetapi boleh memberikan air minum bervitamin anti-stres.

4. Jangan berikan antibiotik minimal 2-10 hari sebelum transportasi, agar organ tubuh tidak terpacu menjadi berat hingga ayam tidak tahan terhadap stres fisik selama perjalanan.

5. Atur keranjang ayam pada truk pengangkut sedemikian rupa, agar ventilasi udara tetap mencukupi, dan bila diangkut siang hari berikan ranting berdaun di keranjang paling atas untuk memberikan keteduhan dan kesejukan bagi ayam.

6. Keranjang dan kendaraan transportasi harus bersih dan steril, dalam arti sebelum dan sesudah digunakan harus dicuci, disanitasi atau difumigasi untuk memotong siklus kuman penyakit yang kemungkinan terbawa dari peternakan ayam lain atau terkontamunasi selama transportasi.

7. Kendaraan tidak berhenti/istirahat di tengah jalan agar ayam tidak banyak mati. Kemudian proses bongkar muat ayam dilakukan tidak kasar, agar ayam tidak cacat (patah kaki/patah sayap) atau stres dan kemudian mati.

8. Catatan jumlah ayam di surat jalan dan di keranjang harus sesuai, ini untuk menjaga kepercayaan pemberi tugas transportasi ayam (pemilik peternakan) kepada pengendara dan petugas pengawalan ayam yang diangkut. Bila terjadi kehilangan ayam dalam jumlah tertentu harus ada sanksi.

Demikianlah mengenai kunci mengurangi resiko kematian ayam saat transportasi, semoga bermanfaat bagi semua pelaku yang terlibat. ***

Ir Sjamsirul Alam
Praktisi perunggasan, alumni Fapet Unpad

ZOOM ONLINE SEMINAR "PANDEMI VS BIOSEKURITI (PADA PETERNAKAN UNGGAS)", YUK DAFTAR!

Desinfeksi sebelum masuk dan keluar kandang (Foto: Infovet/CR)


Pandemi COVID-19 menekankan kita akan pentingnya biosekuriti. Bagaimana sektor perunggasan menghadapinya ditengah kemelut dan dampak dari pandemi ini? Ikuti seminar online biosekuriti yang akan digelar Gita Event Organizer pada Selasa, 19 Mei 2020 pukul 10.00 hingga selesai.

Seminar menghadirkan dua pembicara yang telah dikenal berkompeten di bidangnya yakni Alfred Kompudu SPt, MM (Master Trainer Biosekuriti, Australian Centre for International Agriculture Research) dan Drh Baskoro Tri Caroko (National Poultry Technical Consultant).
Kedua pembicara seminar biosekuriti


Dua materi pun siap dipresentasikan kedua pembicara dengan topik “Implementasi Biosekuriti 3-Zona di Peternakan Unggas serta “Desinfeksi yang Tepat untuk Peternakan Unggas.

Untuk pendaftaran dapat menghubungi contact person berikut:

Mariyam 0877 7829 6375, Aida 0818 0659 7525

Format : Nama#Perusahaan/Instansi/Kampus/Umum#No HP#Email_

atau email ke: marketinggita2018@gmail.com

Biaya:

Rp. 100.000/orang
Rp 50.000/orang khusus Mahasiswa/dosen

Transfer ke rek PT. Gallus Indonesia Utama
-  BCA 733-030-1681 KCP Cilandak KKO 1
-  Bank Mandiri 126-000-2074-119 Cab. Jakarta Ragunan
*Bukti transfer mohon di WA ke 0818 0659 7525 (Aida)
(Paling lambat 16 Mei 2020)
*Peserta mendapatkan softcopy materi dan E-Certificate.

POLISI LIBAS KOMPLOTAN PEMALSU DAGING SAPI

Barang bukti daging sapi palsu, diamankan aparat

Kejahatan pemalsuan daging kembali mengegerkan Bandung, Jawa Barat. Kejahatan ini berhasil diungkap oleh personel Polresta Bandung, dimana mereka mengamankan empat pelaku pengedar daging babi yang menyulapnya menjadi daging sapi.

Kronologi penangkapan berawal dari pihak Polresta Bandung yang mendapat laporan dari masyarakat bahwa di sekitar Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, ada aktivitas penjualan daging babi. Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat Polresta Bandung langsung melakukan penyelidikan, dan benar saja, saat di tempat kejadian perkara (TKP) polisi mendapati tersangka sedang melakukan aktivitas "penyulapan" daging babi menjadi daging sapi.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan mengatakan empat pelaku tersebut mengolah daging babi hingga menyerupai daging sapi dengan menggunakan boraks. 

"Jadi secara fisik, daging babi ini lebih pucat, tapi kalau daging sapi ini lebih merah, jadi proses (boraks) daging babi ini menjadi lebih mirip, lebih merah seperti daging sapi," kata Hendra, Senin (11/5).

Sejauh ini, kata Hendra, mereka sudah melakukan aksinya selama kurang lebih satu tahun. Selama aksi itu, menurut Hendra sudah ada sebanyak 63 ton daging babi menyerupai daging sapi yang beredar di masyarakat. Dari kasus tersebut, polisi telah mengamankan total 600 kilogram daging babi. 500 kilogram di antaranya yang diamankan dari freezer dan 100 kilogram sisanya diamankan dari para pengecer.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 91 A jo Pasal 58 Ayat 6 UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan, serta Pasal 62 Ayat 1 jo Pasal 8 Ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (CR)

KEMENTAN: EUKALIPTUS PENDEKATAN DALAM MENCEGAH VIRUS

Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry, saat wawancara mengenai potensi Eukaliptus dapat membunuh virus, Senin (11/5/2020). (Foto: Infovet)

Di tengah pandemi COVID-19, Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) tengah melakukan pendekatan melalui riset penemuan potensi antivirus melalui tanaman Eukaliptus.

Ekstrak tanaman tersebut diklaim memiliki potensi membunuh virus Influenza bahkan Corona, dengan akurasi 80-100%. “Berdasarkan penelitian kita di laboratorium, pengunaan Eukaliptus berpotensi membunuh virus yang ada di tenggorokan, bisa membunuh virus Influenza H5N1, Gamacorona, Betacorona, termasuk potensi membunuh virus COVID-19,” ujar Kepala Balitbangtan, Kementerian Pertanian, Fadjry Djufry, dalam petikan wawancaranya di televisi, Senin (11/5/2020).

Ia juga menyatakan, penggunaan Eukaliptus telah mendapat testimoni positif dari pasien terdampak COVID-19. “Kami telah mencoba menggunakannya kepada pasien COVID-19, dan ada testimoni bahwa penggunaan Eukaliptus ini melegakan sistem pernapasan. Kendati demikian ini baru testimoni saja,” tuturnya.

Menurutnya ke depan pihaknya akan melakukan uji klinis lebih mendalam terhadap potensi tanaman Eukaliptus untuk menangkal COVID-19. “Kami akan merapihkan data untuk segera dilakukan uji klinis. Ini aman digunakan karena tidak melalui oral (diminum) melainkan dihirup. Penghirupan selama 10-15 menit akan mampu membunuh virus,” terang dia.

Minyak atsiri Eukaliptus memiliki senyawa 1,8-cineole yang juga disebut eucalyptol, yang merupakan komponen utama dari minyak atsiri yang ditemukan dalam daun Eukaliptus. Senyawa 1,8-cineole memiliki aktivitas antivirus, anti inflamasi dan antimikroba.

Saat ini Kementan masih memproduksi secara terbatas produk yang mengandung Eukaliptus tersebut. Pengembangan beberapa prototipe produk yang dihasilkan antara lain berupa roll on, inhaler, balsam, minyak aromaterapi, dan kalung. (RBS)

ISPI CABANG BANTEN SALURKAN BANTUAN UNTUK PETERNAK TERDAMPAK COVID-19

Momen penyerahan bantuan (Foto: Istimewa)


Ikatan Sarjana Peternakan (ISPI) cabang Banten melaksanakan darma baktinya dengan memberi bantuan kepada para buruh dan karyawan farm yang dirumahkan, dan peternak ayam mandiri baik ayam broiler dan kampung selama masa pandemi COVID-19. Dengan harapan, agar dapat sedikit meringankan beban yang disandang bagi penerima bantuan, ISPI Banten hadir untuk menjadi solusi dan membantu para pejuang dan insan peternakan, khusus di Provinsi Banten.

Dengan motto "Rakyat Sehat, Peternak Sejahtera, Ekonomi Kuat", pemberian bantuan diberikan secara simbolis oleh Ketua ISPI PC-Banten Aziz Meiaro H, SPt dan Ketua Bidang Kelembagaan/Organisasi Aflimar Asli. Kegiatan sosiasl ini dilaksanakan pada sabtu, 9 Mei 2020. Bantuan diterima para perwakilan peternak ayam mandiri, baik broiler atau ayam kampung.

Dalam pelaksanaannya, program pemberian bantuan diserahkan di dua tahap, yakni tahap pertama diberikan kepada 22 orang pekerja farm atau karyawan yang di rumahkan oleh salah satu farm yang ada di Serang. Tahap kedua dengan pemberian bantuan kepada 11 orang peternak mandiri ayam kampung dan broiler di Pamarayan, Serang. Untuk meminimalisir jumlah orang yang hadir, ISPI cabang Banten hanya mengundang setengah perwakilan dari penerima bantuan, dan sisa bantuan di serahkan oleh Ketua RT setempat.

Aziz menyatakan, ISPI cabang Banten sadar kesulitan yang dirasakan oleh para mitra, salah satunya para peternak ayam mandiri. Hal ini dikarenakan tanpa adanya pandemi COVID-19 pun, untuk tetap "bertahan" sulit, karena harga LB sering kali dibawah HPP, apalagi disaat pandemi saat ini. Melalui bantuan yang diberikan, diharapkan dapat sedikit meringankan beban yang disandang. (IN)

PASOKAN SUMBER PROTEIN HEWANI DUKUNG WUJUDKAN INDONESIA EMAS 2045

Daging sebagai sumber protein hewani. (Foto: Istimewa)

Bonus demografi berupa angka tenaga kerja produktif di usia muda merupakan karunia tak ternilai yang harus dikelola dengan baik, terutama melalui investasi pendidikan dan pembekalan keterampilan siap kerja yang efektif. Jika hal itu bisa dilakukan, maka Indonesia bakal menuai keuntungan dari berbagai bidang, yakni ekonomi, sosial dan kualitas sumber daya manusianya.

Produktivitas negara dan pertumbuhan ekonomi pun akan meningkat dengan limpahan sumber daya manusia yang terserap di berbagai sektor, termasuk sektor peternakan. Di sisi lain, kesejahteraan masyarakat pun membaik karena melimpahnya penduduk usia kerja yang produktif.

Hal itu mengemuka dalam diskusi online dengan tema “Menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Peternakan Unggul dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045" pada Sabtu (9/5/2020). Acara diselenggarakan oleh Yayasan CBC Indonesia (YCI) dan Indonesia Livestock Alliance (ILA), berkolaborasi dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Kadin Indonesia dan Pisagro.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Umum Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Kadin Indonesia Anton J. Supit, dengan menghadirkan narasumber Kepala BPPSDMP Prof Dr Ir Dedi Nursyamsi MAgr, Dekan Sekolah Vokasi IPB Dr Arif Daryanto MEc, Kepala Pusat Pendidikan Polbangtan Dr Idha Widi Arsanti SP MP, Sampoerna Entrepreneur Training Center Sri Hastuti Widowati, serta Direktur Nutricell Pacific Suaedi Sunanto. Adapun pembahas diskusi adalah Dekan Fakultas Peternakan UGM Prof Ali Agus dan Wakil Ketua Komtap Pelatihan dan Ketenagakerjaan Kadin Indonesia Dasril Rangkuti.

Bonus demografi akan menjadi berkah jika semua pihak secara strategis dapat menyiapkan pembekalan pada para generasi muda milenial. Pembekalan pendidikan, ketrampilan dan tata kerama yang berkualitas baik, merata dan terjangkau oleh para generasi muda, akan menghasilkan SDM Indonesia yang terampil, kompeten, berkualitas dan mampu memanfaatkan peluang di depan mata dengan baik.

Namun sebaliknya, jika Indonesia dengan setengah hati mempersiapkannya, justru akan terjadi musibah dari bonus demografi, yakni SDM yang berlimpah dengan kompetensi rendah justru menambah angka pengangguran, sehingga menimbulkan problem sosial tersendiri.

Peningkatan kualitas SDM diyakini menjadi kunci untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dengan pertumbuhan ekonomi pada periode 2016-2045 rata-rata 5,7% per tahun, diperkirakan pada 2036, Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi. Melalui pertumbuhan ekonomi yang terjaga cukup tinggi, Indonesia dapat meningkatkan jumlah penduduk kelas menengah hingga 70% pada 2045. Pada paruh periode pencapaian itu, ada puncak bonus demografi yang diperkirakan terjadi mulai tahun ini hingga 2035.

Untuk mewujudkan hal itu, diperlukan pasokan sumber protein hewani sebagai zat gizi utama pembentuk SDM mumpuni, sebagai langkah awal untuk meningkatkan kualitas kesehatan. Untuk menjamin pasokan sumber protein hewani lokal tetap terjaga, SDM unggul di bidang peternakan harus dibenahi sejak dini, agar menjadi SDM unggul yang siap berkompetisi di tingkat global di era serba digital. (IN)

CORONAVIRUS: AYAM TIDAK RENTAN TERHADAP VIRUS INI?

Foto: ilustrasi

Saat ini sedang diselidiki oleh berbagai lembaga penelitian di seluruh dunia apakah coronavirus, yang semula diyakini berasal dari kelelawar, dapat menginfeksi hewan lain. Hasil pertama oleh Friedrich-Loeffler-Institut menunjukkan bahwa ayam atau babi tidak rentan terhadap virus ini.

Dalam studi infeksi, hewan diinokulasi melalui hidung dengan SARS-CoV-2 untuk meniru rute alami infeksi pada manusia. Telah diperiksa apakah hewan terinfeksi, patogen bereplikasi dan hewan menunjukkan gejala penyakit.

Dalam kondisi eksperimental, ayam atau babi tidak ditemukan rentan terhadap infeksi dengan SARS-CoV-2. Menurut keadaan pengetahuan saat ini, mereka tidak terpengaruh oleh virus dan oleh karena itu tidak menimbulkan risiko potensial bagi kesehatan manusia. Evaluasi lengkap dari semua serial uji akan memakan waktu dan hasil akhir diharapkan keluar pada awal Mei 2020 ini. (Sumber: poultryworld.net)

THAILAND TINGKATKAN EKSPOR SETELAH PASAR AYAM JATUH 50% DI DALAM NEGERI


Thailand bertujuan untuk meningkatkan ekspor daging ayam sebesar 10% tahun ini menyusul penurunan konsumsi domestik sebesar 50% sebagai akibat merebaknya Covid-19, The Nation Thailand melaporkan.

Thailand dapat memproduksi 2,86 juta ton daging ayam per tahun (penyedia terbesar ke-8 di dunia) dengan sekitar 60% untuk konsumsi domestik dan 40% untuk ekspor. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan penurunan 50% konsumsi ayam domestik, dan memangkas harga dari Bt33-34 (sekitar US $ 1) per kilogram menjadi Bt24-25 (US $ 0,75) per kilogram.

Ekspor daging ayam pada kuartal pertama naik 7,21% dibandingkan dengan kuartal terakhir tahun sebelumnya, kata ketua Asosiasi Eksportir Unggas Thailand, Dr Anan Sirimongkolkasem. Namun, lockdown di berbagai negara, terutama AS, UE dan Jepang, dapat menurunkan ekspor hingga 5%.

Permintaan dari Jepang dan Korea Selatan

Karena berkurangnya kasus Covid-19 di Thailand, permintaan impor daging ayam dari Jepang dan Korea Selatan meningkat. Kedua negara itu biasanya mengimpor dari Brasil di mana situasi Covid-19 semakin serius. Menteri Perdagangan Jurin Laksanawisit mengadakan diskusi dengan penyedia dan eksportir daging ayam swasta untuk mengevaluasi situasi ekspor.

Kementerian didesak untuk membuat perjanjian perdagangan bebas dengan UE dan Inggris, menetapkan kuota impor daging ayam sekitar 280.000 - 320.000 ton per tahun, dan untuk mencari tarif impor Inggris yang lebih rendah dari US $ 1.000 per ton. Kementerian juga diminta untuk mencari pasar baru di Jepang dan melobi Cina untuk menyetujui pabrik ayam olahan Thailand dan memperluas pasar daging bebek.

Selain itu, sektor swasta meminta kementerian membangun pasar baru di Korea Selatan, Filipina, Arab Saudi dan Taiwan. Sekitar 920.000 ton daging ayam diekspor pada 2019, sementara dalam 3 bulan pertama 2020, 230.000 ton telah diekspor. (Sumber: poultryworld.net)

HINGGA KINI SERAPAN AYAM PETERNAK MANDIRI SUDAH 600 RIBU EKOR

Pembelian ayam milik peternak mandiri di Kampung Curug Dendeng, Desa Lulut, Kecamatan Kalapa Nunggal, Kabupaten Bogor. (Foto: Humas PKH)

Kerja sama penyerapan ayam ras (livebird) peternak mandiri oleh para mitra peternakan hingga 7 Mei 2020, sudah mencapai 613.870 ekor atau 14,90% dari target 4.119.000 ekor.

“Kami terus mengimbau perusahaan pembibitan ayam ras dan perusahaan pakan ternak yang telah melakukan pembelian livebird agar dapat terus memaksimalkan penyerapan sesuai komitmennya,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (7/5/2020).

Lebih lanjut dikatakan, data capaian pembelian livebird di tingkat provinsi diantaranya Provinsi Jawa Barat (312.024 ekor), Banten (18.695 ekor), Jawa Tengah (181.585 ekor), DI Yogyakarta (6.847 ekor), Jawa Timur (79.487 ekor) dan Sumatera Utara (15.232 ekor).

Ia menambahkan, dari kerja sama tersebut terdapat enam mitra peternakan yang penyerapannya di atas 50% dan empat perusahaan mitra lainnya telah melebihi target (lebih dari 100%) yakni PT Expravet, PT Intertama Trikencana Bersinar, PT Ayam Manggis dan CV Surya Inti Pratama.

Menurut catatan timnya juga, penyerapan terbesar saat ini dilakukan oleh PT Charoen Pokphand sebanyak 190.513 ekor (19,05% dari komitmen) dan PT De Heus sebanyak 115.161 ekor (11,52% dari komitmen). 

“Tentunya kami apresiasi komitmen yang diberikan sebagai wujud solidaritas untuk saling menguatkan rasa kebersamaan dalam membantu peternak saat ini,” ucapnya.

Sementara Head Poultry Value Chain PT De Heus, A. Bagus Pekik, menyampaikan bahwa bagi mereka pembelian livebird peternak ini merupakan bentuk kebersamaan anak bangsa. “Kami siap membeli satu juta ekor livebird peternak mandiri, walaupun kami tidak memiliki RPHU dan cold storage, namun kami carikan untuk membantu masalah ini,” kata Bagus. 

Hal senada juga disampaikan oleh Suwandi pimpinan PT Karya Indah Pertiwi yang berkomitmen membeli livebird peternak mandiri sebanyak 50.000 ekor dengan harga Rp 15.000/kg. “Semoga ini jadi awal perbaikan harga ayam pedaging menuju harga BEP dan mendukung sukses dan berkembangnya peternak rakyat mandiri,” ucapnya.

Dukungan para mitra peternakan disambut baik oleh peternak mandiri juga oleh dinas terkait di enam provinsi. Salah satunya Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah, Muhamad Syafriadi. Ia berharap fasilitasi penyerapan livebird dapat mengurangi supply ayam ke pasar, sehingga akan terjadi keseimbangan.

“Diharapkan harga akan meningkat dan pada gilirannya peternak bisa menikmati hasil usahanya,” pungkasnya. (INF)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer