-->

HOAX AYAM DIBERI HORMON PERTUMBUHAN, BEGINI PENJELASAN KEMENTAN


Ayam diberi hormon pertumbuhan, tidak benar. (Foto: RRI)

Menyikapi beredarnya informasi tentang ayam yang diberi hormon pertumbuhan dan membahayakan bagi kesehatan masyarakat, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menegaskan bahwa informasi atau berita tersebut adalah hoax.

"Undang-undang No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan secara tegas melarang penggunaan hormon bagi hewan konsumsi," jelas Dirjen PKH, I Ketut Diarmita, di Jakarta, (03/04).

I Ketut Diarmita

Menurutnya sesuai dengan amanat Undang-undang, Pemerintah telah mengatur penerapan sistem jaminan keamanan pangan terhadap unit usaha produksi pangan asal hewan (termasuk daging ayam), dari sejak ternak dibudidayakan sampai dengan siap dikonsumsi masyarakat.

"Daging ayam itu termasuk jenis pangan yang mudah rusak (perishable food), oleh karena itu Pemerintah mengawasi keamanan pangannya secara ketat," tambahnya.

Terkait isu pemanfaatan hormon pertumbuhan yang mengakibatkan ayam pedaging (broiler) lebih cepat tumbuh, Ketut menjelaskan bahwa ayam broiler yang ada sekarang merupakan ayam yang secara genetik diseleksi untuk dapat tumbuh cepat dengan pemeliharaan yang spesifik, terukur, dan disiplin, termasuk pemberian pakan dan kesehatan yang diatur ketat dalam sistim pemeliharaannya.

"Jadi tidak ada sama sekali penggunaan hormon pertumbuhan pada ternak ayam," tegasnya.
Lebih lanjut Ketut menyampaikan bahwa pemerintah pusat dan daerah telah mengatur dan juga mengawasi tata cara budidaya yang baik dalam sistem budidaya ternak potong termasuk ayam broiler.

Pengawasan Keamanan Pangan Asal Hewan

Sementara itu, Syamsul Ma'arif, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Ditjen PKH menyampaikan bahwa Kementan secara rutin melakukan Program Monitoring-Surveilans terhadap Residu dan Cemaran Mikroba (PMSRCM) pada produk hewan, dan sejauh ini tidak ditemukan adanya residu hormon pada daging ayam.

Hal yang sama juga terjadi pada pemeriksaan residu antibiotik dalam daging ayam dan telur, Ia memastikan bahwa residu antibiotik yang ditemukan sudah mendekati nol seiring dengan pengaturan penggunaan obat hewan, khususnya penggunaan antibiotik di peternakan.

Terkait hoax seputar daging ayam ini, Syamsul menyampaikan bahwa Kementan telah melaporkannya kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika agar pembuat/penyebar hoax tersebut diproses sesuai ketentuan.

"Selain langkah proaktif kami dalam memberikan komunikasi, informasi dan edukasi tentang keamanan produk hewan kepada masyarakat, diharapkan langkah ini juga didukung oleh swasta, asosiasi, dan pemangku kepentingan terkait lainnya," pungkasnya. (Rilis Kementan)


MEREBAKNYA CORONA, GPMT MINTA PEMERINTAH MEMASTIKAN DISTRIBUSI PAKAN LANCAR



Sumber: gpmt.or.id


Rencana pemerintah memberlakukan karantina kewilayahan (lockdown) di tengah merebaknya pandemi virus corona (COVID-19), Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) membuat beberapa masukan untuk pemerintah.

Dalam surat resmi tertanggal 28 Maret 2020, GPMT memohon kepada pemerintah untuk memastikan transportasi dan distribusi yang berhubungan dengan pakan dan bahan pakan tidak termasuk yang dibatasi. Hal ini dikarenakan pakan dan bahan pakan adalah produk strategis dan pendukung sektor peternakan dan perikanan, dimana produk yang dihasilkan merupakan kebutuhan bahan pokok nasional.




GPMT juga berharap kegiatan bongkar muat dari dan ke pelabuhan terkait pakan dan bahan pakan
agar tetap bisa beroperasi. Selain itu, menambahkan poin penyeberangan antar provinsi atau antar pulau, truk dan/atau kontainer untuk muatan pakan dan bahan pakan agar tetap berjalan normal.



Lebih lanjut dalam surat tersebut disampaikan apabila suplai dan distribusi pakan dan bahan pakan terganggu, maka budidaya peternakan dan perikanan pun terhambat.

Tentunya akan berakibat terlambatnya suplai sumber protein seperti ayam, telur, ikan, udang kepada masyarakat.

Selain produk makanan, GPMT juga menyatakan bahwa pakan serta produk pendukung seperti bahan pakan (jagung, feed additive) juga sangat penting diperhatikan proses pengirimannya.

Dalam UU no 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan pasal 55 ayat 1 disebutkan “Selama dalam Karantina Wilayah, kebutuhan hidup dasar orandan makanan ternak yang berada di wilayah karantina menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat”. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan makanan ternak sama halnya dengan kebutuhan pokok manusia yang harus disediakan, yang transportasi pengirimannya harus lancar tidak dilakukan pembatasan.

Demikian termuat dalam surat yang ditandatangani Ketua Umum GPMT, Desianto Budi Utomo PhD tersebut. (NDV/INF)

TANGGAPI KARANTINA WILAYAH, ASOHI USUL PENDISTRIBUSIAN OBAT HEWAN TIDAK DIBATASI




Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) mengeluarkan surat pernyataan berupa usulan untuk pemerintah terkait karantina kewilayahan atau yang kerap disebut dengan istilah lockdown. Dalam surat resminya, ASOHI menyoroti dampak pandemi corona (COVID-19) yang berimbas pada terganggunya pendistribusian produk obat hewan.

Produk-produk obat hewan dan obat ikan seperti desinfektan, vaksin, antibiotika untuk mengobati hewan yang sakit kemudian vitamin, feed additive, feed supplement sangat dibutuhkan oleh ternak dan pembudidaya perikanan.

ASOHI meminta dukungan kepada pemerintah, agar transportasi dan pendistribusian yang berhubungan dengan produk obat hewan dan obat ikan tidak termasuk yang dibatasi pengirimannya ke para peternak dan petambak budidaya perikanan di seluruh Indonesia.

Hal ini dikarenakan guna demi menjaga kesehatan hewan-hewan ternak dan ikan, sehingga peternak pun terus dapat memenuhi kebutuhan protein masyarakat Indonesia dalam situasi pandemi COVID-19.



Surat resmi bernomor 022/ASOHI/III/2020 tersebut ditandatangani Ketua Umum ASOHI, Drh Irawati Fari tertanggal 31 Maret 2020. (NDV)


MEMBEDAH PENYEBAB STRES PADA AYAM

Kepadatan kandang yang tinggi akan menyebabkan kanibalisme pada ayam, tidak meratanya konsumsi ransum, polusi udara, kualitas litter menurun dan lain-lain, yang berbuntut ayam menjadi stres bahkan berujung kematian. (Sumber: Istimewa)

Dalam pemeliharaan ayam, baik ayam pedaging (broiler), ayam petelur (layer) maupun ayam pembibit (breeder) susah-susah gampang karena berbagai faktor akan menghambat keberhasilan selama perjalanan hidupnya, antara lain salah satunya terpaan stres yang disebabkan berbagai hal. Seringkali peternak menganggap enteng masalah tersebut padahal  fenomena tersebut nyata terlihat secara kasat mata.

Stres adalah sebuah kondisi atau keadaan dimana terjadi ketegangan secara fisik atau psikologis dan stres itu wajar terjadi pada kehidupan, dimana tuntutannya harus menyesuaikan pada situasi/kondisi yang terjadi. Stres ternyata tidak hanya dialami oleh manusia, tetapi sering juga terjadi pada unggas yang kemudian berdampak pada lambatnya pertumbuhan dan penurunan produksi, bahkan kematian. Biasanya stres dibarengi dengan adanya perubahan fisiologis di dalam tubuh ayam, seperti perubahan detak jantung, peredaran darah menjadi lebih cepat, kehausan dan hilangnya rasa lapar.

Ciri dan Cara mengatasi Stres pada Ayam
Ada beberapa ciri-ciri stres pada ayam yang dapat dilihat secara kasat mata oleh peternak, yaitu ayam tampak gelisah di dalam kandang, seringkali membentangkan sayap, lebih banyak minum untuk menurunkan suhu tubuhnya, nafsu makan menurun, kecepatan bernapas lebih tinggi (terlihat megap-megap). Jika ayam menunjukkan hal tersebut, maka perlu segera melakukan penanganan untuk menghindari sesuatu yang tidak diharapkan.

Stres yang terjadi pada ayam dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya tekanan eksternal dan internal, seperti perubahan cuaca/musim secara tiba-tiba, kelelahan, sakit, kegaduhan, transportasi, pemeliharaan rutin, perkandangan, kepadatan ayam, luas kandang, tingkat produksi, perubahan air minum dan pakan secara mendadak. Apabila lambat atau tidak segera ditangani peternak maka stres akan mengundang kerugian.

Sebelum melakukan penanganan terhadap terjadinya stres, peternak harus terlebih dahulu mencari/mendiagnosis penyebab stres yang sebenarnya, baru kemudian melakukan tindakan yang diperlukan sesuai dengan penyebabnya, sehingga tepat sasaran dan tidak mubazir. Beberapa penyebab stres pada ayam dan cara menanganinya sebagai berikut: (Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi April 2020) (SA)

HERBAL BERKHASIAT UNTUK KESEHATAN UNGGAS

Pemberian herbal untuk ternak berdampak pada peningkatan nafsu makan dan ternak menjadi lebih sehat. (Sumber: Herbie.id)

Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke kaya akan plasma nutfah, baik hewan maupun tanaman, termasuk tanaman obat-obatan yang populer dengan nama “herbal”. Dari total 40.000 jenis tumbuh-tumbuhan obat yang telah dikenal di dunia, 30.000 diantaranya berada di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 25% diantaranya atau sekitar 7.500 jenis sudah diketahui memiliki khasiat herbal atau sebagai tanaman obat. Namun baru 1.200 jenis tanaman yang sudah dimanfaatkan untuk bahan baku obat herbal atau jamu (PT Sido Muncul, 2015 dikutip Norbertus K, 2020).

Potensi kekayaan tanaman tersebut belum sepenuhnya digali, berdasarkan data Departemen Kesehatan RI dalam Kotranas (Kebijakan Obat Tradisional Nasional, 2006) ternyata dari 30.000 jenis tanaman yang dimiliki Indonesia tidak kurang 9.600 jenis memiliki khasiat obat. Namun dari jumlah tersebut hanya 5% yang dimanfaatkan sebagai bahan fitofarmaka, sedangkan lebih kurang 1.000 jenis tanaman sudah dimanfaatkan untuk bahan jamu.

Tanaman obat (biofarmaka) yang paling dimanfaatkan dalam industri jamu, baik untuk manusia dan hewan ternak adalah jenis empon-empon (jahe, laos/lengkuas, kencur, kunyit, lempuyang, temulawak, temu ireng, temu kunci, temu putih), kemudian dlingo/dringo, kapulaga, mengkudu, mahkota dewa, kejibeling, sambiloto dan lidah buaya.

Mengapa Beralih ke Herbal?
Pertanyaan tersebut sangat menggelitik keingintahuan masyarakat akhir-akhir ini. Tampaknya kini semakin meluas kesadaran bahwa pemakaian obat-obatan kimia pada ternak unggas secara terus-menerus dapat menimbulkan resistensi dan residu dalam produk unggas (daging dan telur).

Obat-obatan kimia yang diproduksi pabrik obat hewan banyak digunakan dalam operasional peternakan ayam pedaging dan petelur, sehingga produk daging dan telur yang dihasilkan dikhawatirkan membawa residu bahan-bahan kimia tersebut. Karena itu muncul kesadaran untuk mencari alternatif lain sebagai pengganti obat-obatan kimia atau “feed additive” baik diberikan melalui pakan maupun air minum.

Ramuan herbal yang terdiri dari bahan-bahan pilihan dapat dibuat jamu melalui proses fermentasi yang telah diuji pada ternak unggas (ras dan lokal), dimana herbal tersebut digunakan sebagai probiotik (pengganti antibiotik kimia), sehingga diperoleh daging dan telur yang aman dikonsumsi.

Pemberian herbal untuk ternak berdampak pada peningkatan nafsu makan, ternak menjadi lebih sehat dan tidak menimbulkan bau menyengat. Masyarakat kini cenderung memilih obat alami karena diyakini tidak memiliki efek samping dan harga lebih terjangkau (Zainuddin, 2006 dikutip Herbertus, 2020). Keuntungan lain dari jamu unggas ialah terjadinya peningkatan efisiensi pakan yang dampaknya menekan biaya produksi dan buntutnya harga daging dan telur terjangkau konsumen.

Manfaat Pemberian Herbal
Berbagai manfaat yang dapat diperoleh unggas dengan pemberian ramuan jamu antara lain: (Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi April 2020)

Sjamsirul Alam
Praktisi perunggasan, alumni Fapet Unpad

VIDEONYA BERISI UJARAN NEGATIF TENTANG AYAM BROILER, YOUTUBER INI KENA TEGUR ADHPI



Ternak ayam broiler (Foto: Dok. Infovet)

Sabtu, (28/3) beredar video di kanal YouTube milik akun bernama Beemz Aryo yang di-posting pada 27 Maret 2020 berjudul "Kenyataan Dibalik Ayam Yang Kalian Makan!!" (URL/Link: https://www.youtube.com/watch?v=XGlhrNshrjc).

Menanggapi konten pada video tersebut, pada tanggal yang sama, Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia (ADHPI) merilis pernyataan bahwa pihaknya merasa keberatan dengan isi dan pesan yang disampaikan. 

Surat yang ditandatangi oleh Ketua Umum ADHPI Drh. Kamaludin Zarkasie, PhD  dan Sekjen ADHPI Drh Erry Setiawan itu ditujukan kepada Menteri Komunikasi dan Informasi dan Kapolri. Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa konten yang disampaikan Beemz Aryo dinilai mengandung unsur berita bohong atau hoax, ujaran kebencian dan provokasi yang menyesatkan.

ADHPI menuntut agar pemilik kanal YouTube menghapus tayangan tersebut, termasuk jika ada tayangan yang sama di kanal media sosial lain (selain Youtube).

ADHPI juga menginginkan pemilik akun tersebut meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat atas kekeliruan terkait tayangan tersebut, khususnya kepada para peternak ayam broiler dan pemangku kepentingan sektor perunggasan.

Selain itu, surat resmi itu sekaligus sebagai laporan tertulis dari ADHPI kepada aparat penegak hukum (Kepolisian Republik Indonesia) agar memproses pemilik kanal Youtube tersebut sesuai dengan perundangan yang berlaku, terkait dengan penayangannya.

Berdasarkan pemantauan Infovet, Senin (30/3), video tersebut sudah tidak tersedia atau dalam status dilaporkan sebagai spam. 

Chanel IG Bima 
Menurut penelusuran Infovet , Bima Aryo adalah seorang youtuber dan instagramer yang punya pengikut yang banyak. Akun Instagram Bima Aryo dengan nama beemz memiliki follower 300 ribu lebih, sedangkan chanel youtubenya memiliki 120 ribu subscriber.  Sebelum ditutup tayangan youtube berjudul  "Kenyataan Dibalik Ayam Yang Kalian Makan!!" telah ditonton oleh lebih dari 20 ribu orang. Dari judulnya tampak bahwa video itu dibuat untuk memancing kontroversi agar viral dan mendapat pengunjung yang melimpah. Namun kali ini Bima kena batunya. Dengan konten yang tanda dasar akhirnya komunitas peternakan bereaksi keras. 

Kabarnya Dirkesmavet dan beberapa asosiasi perunggasan juga ikut melaporkan dan meminta Kemenkominfo untuk menutup tayangan yang sangat berugikan peternak tersebut. (NDV/INF) 


ASOHI SALURKAN BANTUAN UNTUK TANGGULANGI COVID-19


Prosesi serah terima bantuan dari ASOHI kepada Dinas Kesehatan DKI Jakarta (30/3)

Kegelisahan akibat wabah Virus Corona (COVID-19) nyatanya masih menghantui masyarakat.  Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) sebagai asosiasi yang juga berafiliasi dalam ilmu medis, turut terpanggil untuk berkontribusi nyata dalam menanggulangi COVID-19.

Hari ini saja (30/12) ASOHI menyerahkan bantuan kepada Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta berupa 150  liter cairan desinfektan dan 10 buah sprayer.  Hingga tulisan ini disusun kantor ASOHI Pusat sudah mengumpulkan 282 liter desinfektan dan 15 sprayer dari anggota yang akan disumbangkan ke pemerintah dan tempat ibadah di wilayah Jakarta. Bantuan tersebut tentunya merupakan bentuk dukungan ASOHI dalam menanggulangi wabah COVID-19. Bantuan tersebut dserahkan di kantor ASOHI, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Sekretaris Eksekutif ASOHI Bambang Suharno mewakili Drh Almasdi Rakhman (Ketua Bidang Khusus DKI sekaligus kordinator donasi) yang berhalangan hadir. Bambang berujar bahwa bantuan tersebut juga merupakan komitmen ASOHI dalam pengejawantahan konsep one health.

Selain itu Bambang juga berharap agar bantuan yang diberikan mudah - mudahan dapat berguna bagi pemerintah dan masyarakat dalam mencegah penularan lebih lanjut virus mematikan tersebut. Ia juga berharap agar organisasi atau asosiasi lainnya juga turut berkontribusi dalam penanggulangan wabah COVID-19 yang semakin meresahkan ini.

Bukan hanya sampai disitu, ASOHI pun juga sudah meyiapkan bantuan serupa di beberapa provinsi lain yang dikoordinir oleh Korwil ASOHI di daerah. Total bantuan yang diberikan oleh ASOHI hingga saat ini mencapai 1189 liter cairan desinfektan dan 75 sprayer .

Bantuan tadi sudah didistribusikan oleh ASOHI di seluruh wilayah Indonesia sejak tanggal 24 Maret 2020. Prioritas bantuan akan digunakan pada fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, dan lain sebagainya. Hingga berita ini diturunkan, ASOHI masih menggalang solidaritas untuk mengumpulkan bantuan lainnya untuk membantu pemerintah dalam memerangi wabah COVID-19. 

Masyarakat juga dihimbau agar tetap tenang, tidak panik, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta melengkapi asupan gizi sehari - hari terutama protein hewani. Juga tidak lupa agar mematuhi himbauan pemerintah berupa physical distancing dan membatasi kegiatan bepergian. (CR)

PESAN MENTAN SYAHRUL: CORONA DAN PERINGATAN TUHAN

Mentan Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Humas Kementan)

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, menulis pesan singkat yang berisi renungan kehidupan. Pesan singkat itu ia tulis dengan judul Corona dan Peringatan Tuhan.
Dalam tulisannya, Mentan Syahrul mengajak semua manusia agar mau berusaha dan berserah diri kepada Tuhan. Penyebaran virus Corona baru (COVID-19), kata dia, harus disikapi dengan pikiran dan hati yang bersih.

“Saudaraku semua, terkhusus anak-anakku. COVID-19 rasanya menghantam semua dimensi kehidupan kita. Begitu dahsyat, bahkan luar biasa. Kehidupan sosial tercabik dan tentara aparat keamanan bersenjata, seakan kehilangan kekuatan menjaga negerinya. Politik babak belur. Banyak pemerintah seakan tak berdaya. Ekonomi semua negara anjlok. Bahkan, terjun bebas ke titik nadir,” tulis Mentan Syahrul dikutip dalam siaran persnya, Kamis (26/3/2020).

“Dari fenomena ini, Tuhan tampaknya sengaja mengingatkan. Juga memberikan peringatan bahwa duniamu sekarang telah berubah.”

Menurut Syahrul, kejadian ini adalah penanda bahwa Tuhan merupakan satu-satunya yang berkuasa dalam kehidupan. Tuhan adalah sang pencipta yang mengingatkan manusia akan pentingnya keimanan dan ketaqwaan.

“Sang Maha Kuasa ingin menunjukkan bahwa paradigma hidup telah berganti. Jangan hidup seperti kemarin. Itu jika tidak mau tergilas, lalu mati sia-sia. Your past succes quaranty nothing, if you not changes your day,” tegas dia.

“So, tangan kananmu jadikan simbol bahwa kamu bersih. Bersih di pikiranmu, bersih hatimu, bersih tubuhmu. Dan tangan kirimu, sebagai pertanda tetaplah menggapai materi duniamu, kerja keras dan tak pantang menyerah.”

Sebagai salah satu sikap syukur, Mentan Syahrul berharap masyarakat lebih banyak beribadah di rumah, bekerja dari rumah dan berbuat lebih baik dari rumah.

“Ganti metode atau cara kerjamu dengan digital (work from home). Itu berarti tidak ada lagi kerja tanpa artificial intelligence, tanpa internet of things (IoT). Dan lebih maju lagi, dengan robot yang dilengkapi kecerdasan buatan. On the spot? Bolehlah, tapi tak lebih dari validasi dan random samplingnya, untuk mengkolaborasi dengan kesesuaian fakta yang ada. Lalu, apa arti ini semua? Mari kita pikirkan bersama hikmah di balik virus Corona,” pungkasnya. (INF)

PENCERNAAN SEHAT PERFORMA HEBAT

Kualitas bahan baku pakan mempengaruhi saluran pencernaan. (Foto: Infovet/Ridwan)

Dalam kehidupannya makhluk hidup apapun termasuk ternak butuh nutrisi. Nutrien didapat dari makanan dan minuman yang kemudian digunakan untuk beraktivitas termasuk produksi. Namun nutrisi terbaik saja tidak cukup, organ-organ pencernaan juga harus dijaga kesehatannya agar nutrisi yang terserap dapat dimaksimalkan.

Mengapa saluran pencernaan memegang peran penting? Hakikatnya makhluk hidup memang butuh makan. Perlu diingat bahwa salah satu ciri dari makhluk hidup adalah butuh makan dan minum dalam rangka memperoleh nutrisi untuk menunjang keberlangsungan hidup.

Menjaga Efisiensi
Dalam dunia perunggasan sudah dipahami bahwa pakan memegang peranan penting dalam keberlangsungan hidup, baik ayam maupun peternaknya. Seringkali didengar dalam seminar, kolokium dan lain sebagainya, bahwa persentase terbesar dalam bisnis perunggasan berasal dari pakan, yakni sekitar 60-70%. 

Kembali diingatkan bahwa siapa yang paling efisien dalam biaya pakan maka dialah yang akan mendapat margin terbesar. Hal tersebut juga sering ditemui dalam program-program kemitraan bisnis unggas, plasma berusaha seefisien mungkin untuk menghasilkan performa terbaik dengan pakan. 

Dari kacamata lain, juga tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan genetik ayam di masa kini sangat pesat. Jika pada masa awal perkembangannya, ayam broiler baru bisa dipanen dalam kurun waktu dua bulan, kini mereka sudah bisa dipanen dalam waktu separuhnya. Hal yang hampir serupa juga terjadi pada ayam petelur yang genetiknya sudah berkembang sedemikian rupa hingga dapat menghasilkan telur yang sangat banyak dalam kurun waktu tertentu.

Guru Besar Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Sumiati, pernah mengatakan dalam suatu acara seminar terkait pernyataan di atas. Menurutnya, kini ayam memiliki pertumbuhan yang lebih cepat, namun begitu ayam modern memiliki kekurangan.
“Perkembangan ternak ayam terutama pedaging ini sangat luar biasa, mereka boleh saja kita sebut monster, sebab pada waktu berumur sehari bobotnya masih 40-an gram lalu dalam waktu kurang dari sebulan bobotnya bisa mencapai lebih dari 1 kilogram, itu artinya naik lebih dari 20 kali lipat,” kata Sumiati. 

Pun begitu, beliau mengakui bahwa walaupun pertumbuhannya cepat, keluhan-keluhan peternak terutama masalah penyakit kerap kali datang menyerang. “Ayam modern bisa dibilang mudah stres kalau tidak dipelihara dengan baik pasti sakit, pakannya tidak cocok juga sakit, begitupun jika kandang kondisi kurang layak ayam juga sakit, lalu mati berjamaah,” jelasnya.

Oleh karenanya, perlu diterapkan manajemen yang baik dalam pemeliharannya terutama pakan. “Karena makhluk hidup itu nutrisinya dari situ, kualitas pakan juga harus terjaga, coba lihat kalau nutrisinya tidak mendukung, pasti stres ayam, gampang terkena penyakit karena itu. Belum lagi kalau pakannya terkontaminasi oleh zat yang bahaya seperti mikotoksin, tentunya akan makin parah,” ucap dia.

Dirinya juga tidak memungkiri bahwa aspek manajemen juga turut berperan, tetapi ia menekankan bahwa yang terpenting adalah… (Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Maret 2020) (CR)

PUSAT RISET UNGGAS TERBESAR DI EROPA DIBUKA DI SKOTLANDIA

Bagian dalam AAISC (Sumber: Thepoultrysite.com)

Fasilitas riset unggas bernama Allermuir Avian Innovation and Skills Centre (AAISC) telah didirikan tahun 2019 lalu di Edinburgh, Skotlandia. Menelan biaya 5,6 juta Euro, pusat riset dimiliki oleh Scotland’s Rural College (SRUC), yang juga dibiayai oleh Centre for Innovation Excellence in Livestock (CIEL).

Terbesar di Eropa, AAISC mempunyai fasilitas sebagai berikut:

  • Brooder house untuk 5.800 broiler.
  • Kandang serbaguna dengan 64 unit percobaan untuk hingga 1.344 ayam petelur, dan 4 kandang untuk hingga 960 ayam pedaging.
  • Sebuah ruang besar multi guna, yang mempunyai 36 raised-floor metabolism unit.
  • 30-35 staf, termasuk setidaknya 4 mahasiswa pasca sarjana.

“Tugas kami adalah memberikan uji coba yang direplikasi secara ilmiah, dari pilot skala kecil hingga kondisi yang relevan secara komersial,“ kata seorang juru bicara AAISC. “Kandang yang ada akan dikombinasikan dengan hatchery eksperimental dan pabrik pengolahan kecil, sehingga kami menawarkan kemampuan penelitian, dari telur hingga produk daging ayam.”

Salah satu proyek pertama adalah bekerja sama dengan Gama Healthcare dan CIEL pada antimikroba baru, yang bertujuan menjaga kesehatan usus pada ayam pedaging.

Proyek lain akan menguji peran nutrisi asam amino pada kemampuan unggas untuk melawan tantangan kinerja yang timbul dari gangguan enterik sub-klinis. (Sumber: fwi.co.uk)

3 JENIS AYAM YANG DIREKOMENDASIKAN UNTUK DIPELIHARA

Ayam Australorp (Shutterstock)

Tujuan memelihara ayam sangat terkait dengan jenis ayam yang akan dipilih untuk dipelihara. Apakah tujuannya untuk menghasilkan telur, daging, atu sekaligus daging dan telur?

Ayam petelur yang sangat produktif adalah jenis Golden Comet. Ayam yang relatif tenang perilakunya ini bisa bertelur antara 250 hingga 300 butir per tahun.

Ayam jenis Buckeye dari Amerika menghasilkan daging yang banyak. Selain itu ayam ini mampu hidup hampir di segala lingkungan dan cukup tahan terhadap penyakit.

Jika ingin memelihara ayam untuk diambil daging dan telurnya, ayam Australorp adalah salah satu yang direkomendasikan. Ia mampu bertelur sekitar 250 butir per tahun dan menghasilkan daging cukup banyak.

CLOSTRIDIOSIS, UPDATE PROBLEM UTAMA SALURAN PENCERNAAN PADA BROILER MODERN

Clostridiosis adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Clostridium sp. yang sangat mengganggu fungsi saluran pencernaan dalam menyerap nutisi/zat gizi yang terkandung dalam pakan. (Foto: Dok. Infovet)

Kesehatan saluran pencernaan ayam dalam satu tahun terakhir ini seolah-olah menjadi sesuatu yang tidak pernah membosankan untuk didiskusikan dan bahkan ini menjadi trending pembicaraan di dunia perunggasan paska implementasi regulasi pemerintah terkait pembatasan penggunaan antibiotik tertentu dan pelarangan penggunaan antibiotik sebagai pemicu pertumbuhan (growth promoter).

Bagaimana tidak, berasal dari saluran pencernaan yang sehat maka penyerapan nutrisi/zat gizi yang berasal dari pakan akan berjalan secara optimal. Dampak dari kondisi tersebut tidak hanya sekedar ayam akan tumbuh lebih optimal, namun juga lebih tahan terhadap serangan penyakit ataupun kondisi stres, baik oleh cuaca ataupun perlakuan tata laksana pemeliharaan yang kurang standard. Sebagus apapun komposisi nutrisi dari formula suatu pakan tertentu hanya akan memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan ayam dan pertumbuhannya apabila dapat terserap sempurna. Hal tersebut bisa terjadi apabila saluran pencernaan dalam kondisi yang sehat dan tumbuh optimal.

Clostridiosis adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Clostridium sp. yang sangat mengganggu fungsi saluran pencernaan dalam menyerap nutisi/zat gizi yang terkandung dalam pakan. Bakteri ini termasuk bakteri gram positif, berkapsul, berbentuk batang dan bersifat anaerob dimana bakteri ini akan hidup dan bekembang lebih pesat saat kandungan oksigen dalam jaringan konsentrasinya rendah (hipoksia).

Pada fase vegetatif, bakteri ini mampu menginfeksi jaringan ayam dan selanjutnya memproduksi sitotoksin perusak jaringan (Oakley, et al., 2014). Ada dua macam jenis clostridium yang termasuk dominan menyerang ayam broiler modern, yakni Clostridium collinum (selain menyebabkan radang pada usus/enteritis, juga menyebabkan adanya warna kebiruan pada ujung sayap/blue wing disease) dan Clostridium perfringens yang tidak hanya bisa menyebabkan enteritis, namun juga bisa menyebabkan radang parah bahkan mengalami kematian sel/jaringan (gangrenous dermatitis) di lapisan kulit. Tingginya kasus enteritis sebagai gejala dominan dari kasus ini sering disebut sebagai NE (Necrotic enteritis), dimana radang pada usus menciri dengan adanya nekrosis (kematian sel) yang terjadi di sepanjang saluran pencernaan.

Bakteri ini resisten terhadap kebanyakan desinfektan. Merupakan mikroba lingkungan (ubiquitous microorganism) yang terdapat di dalam tubuh ayam, lingkungan, air minum, bahkan beberapa dijumpai dalam jumlah kecil di peralatan sarana pemeliharaan ayam. Sebagian besar bakteri tersebut dalam bentuk spora, dimana pada situasi anaerob maka akan berubah menjadi bentuk vegetatif.

• Faktor pencetus berulahnya Clostridium sp. di saluran pencernaan
a. Karakter broiler modern (dengan kecepatan tumbuh yang tinggi) cenderung lebih mudah mengalami gangguan pencernaan dengan adanya gangguan keseimbangan mikroflora usus. Kecepatan pertumbuhan broiler modern ini mempunyai... (Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Maret 2020)

Eko Prasetio, DVM
Private Broiler Commercial Farm Consultant

MENSANA SIAP MENGHADAPI TANTANGAN TERKINI


Peserta annual meeting PT Mensana Aneka Satwa berwisata ke Jungleland, Sentul, Bogor (Foto: Dok. Mensana)


Pada tanggal 9-11 Maret 2020, PT Mensana Aneka Satwa menyelenggarakan Annual Meeting ke XXV di Hotel Avenzel, Cibubur yang diikuti oleh seluruh Divisi Marketing, jajaran Manajemen kantor pusat dan perwakilan beberapa divisi. Annual Meeting ini merupakan evaluasi kerja selama tahun 2019 dan puncaknya adalah pengumuman juara Tour De MAS 2019. Untuk Annual Meeting kali ini, Mensana tidak menghadirkan nara sumber dari luar, namun diisi dengan produk knowledge dari beberapa divisi yang terkait dari PT Mensana Aneka Satwa dan PT Sanbio Laboratories.

Acara dibuka oleh Direktur PT Mensana Aneka Satwa, Dani Ong dilanjutkan dengan paparan hasil kerja 2019 dari beberapa cabang dan materi update produk baik dari PT Mensana Aneka Satwa maupun PT Sanbio Laboratories bagi para AHTS. Dengan maraknya inovasi produk dilapangan saat ini maka diharapkan seluruh divisi siap menghadapi tantangan di tahun 2020 ini. Hal ini sangat sesuai dengan tema yang diambil pada Annual Meeting ke XXV ini yaitu “Bersiap Diri Menghadapi Tantangan Terkini”.

Untuk acara hiburan, seluruh peserta diajak berjalan-jalan menikmati Jungleland Adventure Theme Park yang terletak di Kawasan Sentul Nirwana, Sentul City, Bogor - hambalang bogor. Para peserta dimanjakan dengan beberapa wahana yang ada. Untuk menambah keseruan acara, diadakan acara fun game yang harus diikuti oleh seluruh peserta. Hadiah yang disediakanpun cukup menarik. Tidak heran jika para peserta sangat antusias untuk menjadi pemenangnya. Disamping hadiah fun game, tersedia juga hadiah door prize bagi para peserta yang tidak menjadi pemenang fun game.

Kegiatan semakin semarak diisi dengan hiburan berlanjut pada malam harinya yaitu lomba menyanyi yang diikuti oleh penyanyi perwakilan dari cabang masing-masing. Malam kesenian menjadi meriah ketika diadakan lomba yang sekarang sedang banyak digemari oleh semua usia, yaitu lomba tik tok. Seluruh cabang wajib mengikuti lomba tik tok ini dengan tema berhubungan dengan produk Mensana. Tujuannya adalah untuk lebih meningkatkan kerjasama tim masing-masing cabang.

Pengumuman juara Tour De MAS 2019 merupakan puncak acara Annual Meeting ke XXV ini. Para juara terdiri dari juara Group dan Perorangan. Kepada para juara ini diberikan hadiah berupa ibadah umroh, ibadah ke Yerusalem, wisata ke Australia, Hongkong, Singapura serta uang tunai. Manajemen Mensana mengucapkan selamat kepada para pemenang, baik Juara Tour De MAS 2019 maupun para pemenang lomba. Semoga prestasi ditahun 2020 ini lebih baik. (Rilis Mensana/INF)



KORELASI ANTARA MUSIM PENGHUJAN DENGAN PENYAKIT PENCERNAAN

Cuaca saat ini cenderung sulit diprediksi dan berubah-ubah, kondisi ini membawa dampak terhadap penurunan performa produksi ayam broiler. (Sumber: Animal Equality)

Berdasarkan info dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terbaru, bahwa perkiraan anomali musim penghujan sudah terpredisksi dari akhir tahun (sekitar Oktober 2019) hingga awal 2020 (berkisar Januari-Februari 2020), dengan puncak musim hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari hingga Februari.

Cuaca saat ini cenderung sulit diprediksi dan berubah-ubah. Kondisi ini tak pelak juga membawa dampak terhadap penurunan performa produksi ayam broiler. Di sisi lain, genetik ayam pedaging modern saat ini memiliki kepekaan yang sangat tinggi terhadap suhu lingkungan dan DOC baru bisa mengatur suhu tubuhnya secara optimal pada umur minggu kedua. Oleh karena itu, DOC umur pemeliharaan minggu pertama hingga minggu kedua, peran brooder (pemanas) dan manajemen yang optimal sangat mempengaruhi dalam upaya menjaga suhu kandang tetap dalam zona nyaman hingga diakhir periode mampu mencapai produksi optimal.

Memasuki bulan Oktober merupakan awal perubahan dari musim kemarau ke musim penghujan. Banyak peternak yang terlambat menyadari untuk merubah tipe manajemen kandangnya. Kebanyakan dari mereka masih berpatokan dengan manajemen musim panas yang menitikberatkan kepada sirkulasi udara yang lancar dengan cara membuka lebar tirai kandang (untuk menghindari heat stress). Sehingga ketika musim hujan tiba-tiba datang, angin yang berhembus kencang disertai dengan air hujan akan masuk ke dalam kandang langsung mengenai ayam. Kondisi inilah menjadi pemicu awal terjadinya penyakit. Karena perubahan suhu lingkungan secara ekstrem akan menyebabkan penurunan kerja sistem imun tubuh. Secara fisiologis tubuh ayam akan merespon perubahan suhu ekstrem dengan membangkitkan mekanisme sistem imun.

Mewaspadai Peralihan Musim
Hal utama yang menjadi kendala pada musim peralihan dari kemarau ke penghujan adalah penurunan suhu menjadi lebih rendah. Suhu rendah inilah yang memicu pemanjangan masa brooding. Masa brooding yang dilakukan pada musim hujan, seharusnya dilakukan hampir sepanjang hari (siang dan malam) dan bahkan akan melebihi dari dua minggu (> 14 hari). 

Jika tidak dilakukan pemanasan ekstra pada siang hari, DOC tidak mendapatkan suhu yang ideal untuk pertumbuhannya dan akan kedinginan. Dampak lebih lanjut, pertumbuhan DOC tidak akan seragam, sehingga performanya menjadi buruk (bad uniformity). Keseragaman yang buruk merupakan indikasi lanjutan bahwa penyerapan nutrisi di dalam tubuh ayam tidak berjalan dengan semestinya, yang akhirnya berimbas pada buruknya efisiensi pakan (FCR tinggi).

Kemudian pergantian dari musim kemarau ke musim hujan biasanya akan diikuti dengan munculnya angin kencang dari arah yang tidak menentu. Kecepatan angin yang tinggi dan mengenai ayam secara langsung dapat membuat ayam terkena stres dingin (cold stress). Tindakan utama yang dilakukan oleh peternak adalah dengan menutup rapat tirai agar ayam tidak terkena angin langsung. Namun efek domino yang terjadi adalah sirkulasi udara dalam kandang akan berkurang, panas tubuh ayam akan meningkat dan akan menyebakan ayam terlihat terengah-engah (panting). Hal ini terjadi karena... (Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Maret 2020).

Drh Rizqy Arif Ginanjar
Technical Support PT Gold Coin Indonesia

KEMENTAN PETAKAN KEMATIAN BABI DI NTT GUNA CEGAH PENYEBARAN



Tercatat angka kematian babi akibat ASF di NTT capai 4888 ekor (Foto: Dok. Kementan)

Dalam rangka mengoptimalkan implementasi pengendalian kasus kematian babi yang diakibatkan  penyakit African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika (DBA) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kementan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) bersama Pemda NTT tengah menyusun peta kasus dan profiling daerah tertular dan bebas.

"Peta dan profiling tersebut sebagai dasar dalam menyusun strategi spesifik untuk pengendalian di daerah tertular dan pencegahan penyebaran ke daerah bebas," kata Fadjar Sumping Tjatur Rasa, Direktur Kesehatan Hewan, Ditjen PKH, di Jakarta, (20/3).

Menurut Fadjar, Ditjen PKH dan Pemda NTT telah menyepakati rencana aksi pengendalian kasus ASF di Pulau Timor. Hal tersebut telah dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan semua pemangku kepentingan terkait di Kupang pada tanggal Kamis (12/3) yang lalu. "Rencana aksi penting lain adalah pelibatan tokoh masyarakat dan agama dalam mendukung pengendalian ASF, dengan menggiatkan KIE kepada peternak dan pedagang," tambahnya.

Hal tersebut dianggapnya penting mengingat berdasarkan data terakhir, tercatat angka kematian Babi akibat ASF di Pulau Timor, NTT mencapai 4888 ekor di 6 kabupaten/kota yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Belu, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Malaka. "Langkah ini kita ambil agar kasus dapat di tahan di Pulau Timor saja, dan tidak menyebar ke wilayah pulau-pulau lain di NTT," harapnya.

Di dalam Pulau Timor sendiri jelas Fadjar, akan dibuat batas jelas antara daerah tertular dan daerah bebas. Pembatasan ini juga akan dilengkapi dengan posko pengawas lalu lintas ternak babi dan produknya.

"Jadi di dalam Pulau Timor sendiri, nanti masih ada daerah bebas yang punya peluang mensuplai daging atau babi ke daerah lain. Ini kita lakukan untuk menjamin kesehatan hewan sekaligus mendukung berputarnya roda ekonomi peternak," imbuhnya.

Fadjar juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menerapkan prinsip-prinsip biosekuriti yang baik. Ia menjelaskan pentingnya pemetaan dan penandaan dalam penerapan biosekuriti tersebut. Ke depan tambahnya, pedagang yang biasa berkeliling membeli babi hanya bisa membeli babi dari daerah bebas dan tidak masuk daerah tertular.

Ia juga berpesan agar pedagang babi turut menerapkan prinsip biosekuriti dengan menjaga kendaraan, keranjang, dan peralatannya tetap steril dari virus pada saat mendatangi kandang-kandang peternak.

Hal itu dapat dilakukan dengan disinfeksi secara rutin. Fadjar kemudian menerangkan bahwa khusus untul peternak terdampak, pemerintah akan memfasilitasi dalam hal biaya penguburan dan mendampingi mereka agar dapat mengakses fasilitas KUR untuk permodalan.

"Apabila kita dapat mengendalikan dan menekan kasusnya di Pulau Timor, maka kita dapat mengurangi kerugian peternak di Pulau Timor sekaligus melindungi peternak di pulau lain," katanya. (Rilis Kementan)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer