https://www.instagram.com/
INFOVET ACADEMY, DARI INFORMASI MENJADI KOMPETENSI
Karena itu, Infovet Academy hadir untuk membantu praktisi, dokter hewan, pelaku industri, dan pembudidaya mengubah informasi kompetensi yang bisa diterapkan.
Apa yang didapat?
- Materi praktis dan terstandar dari pakar dan praktisi berpengalaman
- Akses belajar fleksibel, on-demand
- E-sertifikat resmi setelah menyelesaikan program
- Materi dapat dipelajari ulang dan tersedia dalam format ringkasan praktis
Program kelas populer:
- Panduan Lengkap Pendaftaran Obat Hewan
- Sterilisasi Hewan Kesayangan dalam Perspektif Medis
Jangan biarkan kompetensi Anda berhenti pada pengalaman lama. Upgrade pengetahuan, tingkatkan keterampilan, dan siapkan diri menghadapi tantangan industri peternakan ke depan.
Daftar sekarang di Infovet Academy:
WhatsApp CS: 0813-1631-2042
Dari informasi menjadi kompetensi. Investasi terbaik untuk masa depan profesi Anda.
https://www.instagram.com/ reel/DdC_4qBB8jn/?stkn= dmNoNjBkbTFudnR4
https://www.instagram.com/
MENAKAR KINERJA PERUSAHAAN PUBLIK PETERNAKAN DI TENGAH DINAMIKA PROGRAM MBG
![]() |
| Webinar Nasional dalam rangka HUT ke-34 Infovet, menampilkan Victor Stefano dan Bagus Pekik, yang dipandu oleh Bambang Suharno. (Foto: Dok. Infovet) |
Kebijakan strategis pemerintah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan menjadi katalisator positif yang mampu mendongkrak kinerja emiten atau perusahaan publik di sektor peternakan/perunggasan nasional. Langkah intervensi ini dinilai efektif dalam menyerap hasil produksi daging ayam dan telur di tingkat domestik guna memperkuat kedaulatan protein bangsa.
Hal tersebut mengemuka dalam Webinar Nasional “Kinerja Perusahaan Publik Peternakan di Tengah Dinamika Program MBG” dalam rangka HUT ke-34 Infovet yang digelar pada Kamis (21/5/2026), dipandu oleh Pemimpin Redaksi Infovet, Bambang Suharno.
Acara dihadiri oleh sejumlah tokoh peternakan, antara lain Ketua Umum ASOHI Akhmad Harris Priyadi, Sugeng Wahyudi dan Setya Winarno (GOPAN), Indra Wahyudi (ADHMI), Baskoro Tri Caroko (konsultan perunggasan), Fadjar Sumping Tjaturrasa (Kementerian Pertanian), serta sejumlah tokoh perguruan tinggi, BRIN, dan lembaga terkait dari beberapa daerah.
Pada kesempatan tersebut, CMO PT Haida Indonesia, Bagus Pekik, didapuk sebagai narasumber yang memaparkan pandangan mendalam mengenai peran subsektor perunggasan nasional.
Menurutnya, sektor ini bukan sekadar lini bisnis biasa, melainkan pilar infrastruktur strategis untuk kedaulatan protein bangsa. Protein hewani berbanding lurus dengan peningkatan kualitas manusia Indonesia.
“Ayam dan telur adalah sumber protein yang paling cepat diproduksi, paling efisien, terjangkau, serta paling demokratis karena dapat diakses oleh hampir seluruh lapisan masyarakat,” ujar Bagus.
Kendati memiliki potensi besar, industri ini masih dibayangi berbagai tantangan klasik dan struktural. Bagus menyoroti volatilitas harga bahan baku pakan impor, seperti jagung dan bungkil kedelai (soybean meal/SBM). Hal ini krusial mengingat komponen biaya pakan menyerap porsi terbesar, yakni berkisar antara 60-70% dari total biaya produksi perunggasan.
Ia mengurai masalah pada sistem perunggasan nasional meliputi, di antaranya ketidakstabilan biaya pakan (feed cost), rantai pasok (supply chain) hulu hingga hilir yang terfragmentasi dan belum terintegrasi secara utuh, lemahnya distribusi logistik antarwilayah yang memicu disparitas pasokan (surplus vs defisit), tingginya ketergantungan pasar pada penjualan ayam hidup (live bird), serta minimnya infrastruktur hilirisasi dan rantai dingin (cold chain), hingga siklus kelebihan pasokan (oversupply) dan kekurangan pasokan (undersupply) yang terus berulang.
Dampak Finansial Kuartal I 2026
Dari sudut pandang pasar modal, Equity Research Analyst PT BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano, yang juga menjadi narasumber, mengonfirmasi adanya lompatan performa yang solid pada kuartal I 2026 (1Q26). Berdasarkan data finansial terbaru, para integrator perunggasan berhasil membukukan laba bersih yang melampaui ekspektasi pasar berkat perbaikan dinamika supply-demand.
Emiten raksasa PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) sukses mencetak rekor laba bersih kuartalan tertinggi sebesar Rp 2,6 triliun pada 1Q26, melonjak 13% secara kuartalan (qoq) dan tumbuh signifikan 68% secara tahunan (yoy). Pendapatan kotor CPIN tercatat kokoh di angka Rp 33,3 triliun. Keberhasilan ini didukung oleh strategi pemanfaatan stok bahan baku pakan yang telah dibangun sejak kuartal keempat 2025 sehingga mampu meredam tekanan biaya produksi.
Langkah positif serupa juga diikuti oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang membukukan laba bersih sebesar Rp 1,8 triliun pada 1Q26, melesat 14% qoq dan meroket 167% yoy. Pendapatan kotor JPFA melonjak 22% yoy mencapai Rp 27,2 triliun, didorong oleh pertumbuhan volume dan harga jual rata-rata (ASP) yang kuat di seluruh segmen.
Sementara itu, PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) mencatatkan pertumbuhan tahunan yang solid dengan laba bersih Rp 123 miliar (naik 96% yoy), meskipun mengalami normalisasi margin sebesar 4,0% secara kuartalan akibat mulai meningkatnya tekanan biaya bahan baku.
Menurut analisis ini, program MBG yang mulai berjalan penuh pada awal 2026 diproyeksikan mampu menyerap tambahan sekitar 13,5-20,3% dari total produksi ayam bulanan. Jika program ini diimplementasikan secara menyeluruh hingga mencapai target 82,9 juta penerima manfaat, tingkat penyerapan pasar berpotensi melonjak hingga 16,5-24,7%/bulan. (RBS)
SEMINAR NASIONAL ISPI: LIVESTOCKPRENEUR STAND OUT
Bisnis peternakan merupakan jenis usaha yang akan terus berjalan selama manusia masih ada di muka bumi. Hal tersebut sangat beralasan karena produk peternakan sebagai penghasil bahan pangan akan senantiasa dibutuhkan oleh umat manusia.
Pembahasan tersebut mengemuka pada gelaran Seminar Nasional ISPI: Livestockpreneur Stand Out, dalam rangkaian ILDEX Indonesia 2025 di ICE BSD, Kamis (18/9/2025).
Founder and President Chickin Indonesia, Ashab Alkahfi, mengatakan bahwa usaha peternakan ayam memang memiliki risiko tinggi (high risk), namun peluangnya masih sangat besar karena permintaan terhadap daging ayam yang terus tumbuh.
"Konsumsi ayam di Indonesia diperkirakan meningkat didorong oleh percepatan PDB perkapita dengan meningkatnya populasi kelas pekerja, yang mana pembukaan kembali perekonomian akan mendorong pertumbuhan itu," kata pengusaha muda tersebut.
Hal senada juga disampaikan oleh CEO Pramoda Egg & Founder Swasembada, Mahardika Agil Bimasono, bahwa usaha di bidang peternakan khususnya unggas memiliki karakteristik yang khas, seperti populasi/volume besar maka omzetnya pun akan besar, kemudian perputaran uangnya pendek, dan siapa yang cepat memindahkan risiko adalah dia yang akan menjadi pemenang.
"Kalau sebagai pemula, yang perlu dilakukan adalah bagaimana caranya agar produk cepat laku karena (produk) mudah rusak. Nanti kalau sudah besar, pikir cara buat amankan supply chain dan sourcing," ungkapnya.
Di lokasi yang sama, CEO Nusa Farms Indonesia, Wahyu Ramdani, berujar yang ideal dalam membangun bisnis adalah dengan model bisnis yang sesuai passion.
"Sejak kuliah saya senang dengan sapi potong. Jadi sekarang ini bisnisnya juga beternak sapi potong," tutupnya. (INF)
PROGRAM MBG MENJADI SOROTAN DALAM SEMINAR ASOHI
“Program MBG (Makan Bergizi Gratis): Angin Segar Bagi Industri Peternakan?” menjadi tema dalam Seminar Nasional Outlook Bisnis Peternakan yang diselenggarakan Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI), Rabu (20/11/2024), di Hotel Avenzel Cibubur.
"Dengan dana yang cukup besar dalam program MBG tersebut sekitar 71 triliun rupiah, tentu protein hewani yang dibutuhkan juga banyak. Saya rasa harapannya ini benar-benar menjadi angin segar bagi pelaku usaha, bukan hanya sekadar angin sepoi-sepoi saja terus lewat. Ini bisa meningkatkan bisnis peternakan kita," ujar Ketua Umum ASOHI, Drh Irawati Fari.
Dengan meningkatkannya bisnis peternakan, lanjut Ira, tentu akan membawa dampak positif bagi bisnis obat hewan di Indonesia. Pasalnya, di tahun ini bisnis obat hewan mengalami kelesuan.
"Kalau industri peternakan membaik, tentu akan berdampak ke bisnis kita (obat hewan). Tahun ini bisnis cukup lesu, bisa bertahan saja sudah alhamdulilah. Semoga di 2025 ada titik cerah, diharapkan dengan program MBG bisnis peternakan semakin membaik yang tentunya akan berimbas kepada bisnis obat hewan," ucapnya.
Program MBG merupakan sebuah inisiatif yang bertujuan untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi kepada kelompok yang membutuhkan, dengan fokus pada anak-anak atau kelompok rentan lainnya. Dalam program ini, makanan yang disediakan mengikuti standar gizi yang ditetapkan, di antaranya kebutuhan protein, vitamin, mineral, dan energi yang mencukupi.
Program MBG ditujukan untuk pelajar di sekolah-sekolah atau anak-anak dalam komunitas yang mungkin tidak memiliki akses yang memadai terhadap makanan bergizi. Dengan menyediakan makanan yang sehat dan bergizi secara gratis, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan kelompok yang dilayani, serta membantu menciptakan kondisi yang lebih baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak bangsa
Dalam acara seminar tersebut, turut menghadirkan beragam pembicara andal di bidangnya, salah satunya pembicara tamu Dr Ir Tigor Pangaribuan MBA (Deputi Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional/BGN) dan para pemimpin asosiasi peternakan, di antaranya Ir Achmad Dawami (Ketua GPPU), Drh Desianto Budi Utomo (Ketua GPMT), Hidayatur Rohman SE MM (perwakilan Pinsar Indonesia), Ir Nuryanto SPt MBA (perwakilan HPDKI), Drh Nanang P. Subendro (Ketua PPSKI), Dr Sauland Sinaga (Ketua AMI), dan Drh Irawati Fari (Ketua ASOHI) yang masing-masing memberikan gambaran bisnis peternakan tahun ini dan prediksinya di tahun depan, serta dampak bagi industri peternakan dari hadirnya program MBG.
Seminar juga dihadiri oleh para peternak/pengusaha peternakan, perusahaan pakan, pembibitan, obat hewan dan peralatan ternak, pelaku bisnis bahan baku pakan dan obat hewan, kalangan peneliti, akademisi peternakan dan kesehatan hewan, aparat pemerintah lingkup peternakan, pengurus asosiasi, konsultan, atase pertanian/perdagangan, hingga investor dan peminat bisnis peternakan.
“Diharapkan seminar ini menjadi referensi penting bagi kalangan pelaku usaha peternakan dalam menyusun rencana dan melakukan evaluasi bisnis. Selain itu, pemerintah juga bisa menerima berbagai masukan dari seminar ini sebagai salah satu referensi kebijakan di bidang peternakan,” kata Ketua Panitia, Rivo Ayudi Kurnia SPt. (RBS)
HADIRI! SEMINAR NASIONAL OUTLOOK BISNIS PETERNAKAN 2025
Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) dengan bangga mengundang Anda untuk menghadiri Seminar Nasional Outlook Bisnis Peternakan 2025 yang mengangkat tema “Program MBG (Makan Bergizi Gratis): Angin Segar Bagi Industri Peternakan?”
Program MBG adalah sebuah inisiatif yang bertujuan untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi kepada kelompok yang membutuhkan, dengan fokus pada anak-anak atau kelompok rentan lainnya. Dalam program ini, makanan yang disediakan mengikuti standar gizi yang ditetapkan, di antaranya kebutuhan protein, vitamin, mineral, dan energi yang mencukupi.
Program MBG ditujukan untuk pelajar di sekolah-sekolah atau anak-anak dalam komunitas yang mungkin tidak memiliki akses yang memadai terhadap makanan bergizi. Dengan menyediakan makanan yang sehat dan bergizi secara gratis, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan kelompok yang dilayani, serta membantu menciptakan kondisi yang lebih baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak bangsa.
Oleh karena itu, sub sektor peternakan diharapkan dapat berkontribusi besar dalam penyediaan protein asal hewani dan menjadi momentum yang sangat tepat. Namun apakah hal itu akan membawa angin segar bagi industri peternakan di Indonesia? Simak kelanjutannya dalam Seminar Nasional Outlook Bisnis Peternakan 2025 “Program MBG (Makan Bergizi Gratis): Angin Segar Bagi Industri Peternakan?” yang akan terlaksana pada:
• Hari/Tanggal: Rabu, 20 November 2024
• Lokasi: Hotel Avenzel Cibubur, Jawa Barat
• Biaya: Rp 800.000/orang (Bank Mandiri Cabang Pasar Minggu Pejaten 126.0098041451 a.n. ASOHI)
Narasumber:
• Dr. Drs. Nyoto Swignyo, M.M. (Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional)*
• Ketua Umum/Perwakilan dari GPPU, GPMT, PINSAR INDONESIA, AMI, PPSKI, HPDKI, dan ASOHI
Moderator: ASOHI
Keterangan: (*) dalam konfirmasi
Kami tunggu kehadiran Anda!
KALENDER BISNIS PETERNAKAN 2024 TAMPILKAN DATA BISNIS DAN AGENDA INTERNASIONAL
Iakarta, MajalahInfovet.com. Majalah Infovet kembali menerbitkan Kalender Bisnis Peternakan (KBP) yang beredar luas di kalangan dunia usaha dan pemerintahan bidang peternakan dan kesehatan hewan. Kalender meja ini terasa istimewa karena menampilkan data bisnis terbaru serta kalender kegiatan nasional dan internasional. Data bisnis yang ditampilkan antara lain data kinerja bisnis peternakan tahun ini (2023) dan prediksi bisnis peternakan tahun depan (2024).
Adapun kalender kegiatan antara lain pameran internasional (Indolivestock Expo, International Production & Processing Expo/IPPE-Atlanta dan lain-lain), seminar internasional di berbagai negara, serta hari-hari besar peternakan, misalnya Hari Ayam dan telur , World Egg Day, Hari Susu Nusantara, Hari Rabies serta hari penting lainnya, termasuk ulang tahun asosiasi peternakan. Tentu saja hari besar nasional juga ditampilkan sebagaimana kalender umum.
Beberapa pelaku bisnis dan pimpinan lembaga pemerintah merespon positif adanya kalender ini karena memudahkan mereka dalam mengagendakan kegiatan sesuai bidang kerjanya.
Penasaran? Silakan klik https://anyflip.com/vmkqs/gihb/ , usap ke kiri/kanan utk pindah halaman. Bisa juga klik di bawah ini:
AGAR BISNIS PERUNGGASAN STABIL DAN BERDAULAT, INI SOLUSINYA
Kedaulatan pangan merupakan konsep pemenuhan hak atas pangan dengan kualitas gizi yang baik, memperhatikan budaya dan potensi kearifan lokal, membangun sistem pertanian dan pangan dengan kemandirian bukan ketergantungan, prinsip diversifikasi menggunakan produksi dari dalam negeri, menerapkan pola pertanian sistem kekeluargaan, berlandaskan prinsip kebersamaan yang berkeadilan sosial, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
Setelah menyimak pemaparan yang disampaikan oleh Peneliti Ahli Muda PR Peternakan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Diana Andrianita Kusumaningrum, dalam webinar yang diselenggarakan BRIN, Selasa (28/11), dengan judul “Assessing the Impact of COVID-19 Pandemic on Small-Holder Poultry Farm Business”. Ketika diberi kesempatan dialog interaktif, maka BTC sebagai seorang praktisi, poultry technical consultant, dan juga pengamat bisnis perunggasan, memberikan tanggapannya.
Agar bisnis perunggasan bisa kembali bangkit dari kelumpuhan, lebih stabil, dan berdaulat di masa mendatang, pemerintah harus mencarikan solusi dan peneliti BRIN berpikir lebih serius lagi untuk melakukan… Simak cerita selengkapnya di kanal YouTube Majalah Infovet:
Agar tidak ketinggalan info konten terbaru, silakan kunjungi:
Subscribe, Like, dan Share. Anda juga bisa memberi komentar dan usulan konten lainnya di kolom komentar.
ARTIKEL POPULER MINGGU INI
-
Cara Menghitung FCR Ayam Broiler. FCR adalah singkatan dari feed convertion ratio, yaitu konversi pakan terhadap daging. FCR digunakan untuk...
-
Di dunia ini terdapat beberapa jenis ayam terbesar di dunia. Baik dari segi tinggi badannya, ukuran badannya, maupun berat badannya. Di anta...
-
Salah satu ciri telur asin yang berkualitas adalah bagian kuning telurnya yang tampak masir. (Foto: Istimewa) Bukan hanya cara menyimpannya,...
-
Grand Opening Prosperra Farms Asia, menandai kiprah baru perusahaan dalam bisnis kemitraan perunggasan. (Foto: Istimewa) PT Prosperra Farms ...
-
Sumber: Balitbangtan Kementan Ayam KUB adalah ayam kampung galur (strain) baru, merupakan singkatan dari Ayam Kampung Unggul Balitbangtan. A...
-
Ayam abang adalah ayam ras petelur yang sudah memasuki masa “pensiun” bertelur. (Foto: Dok. Infovet) Ayam abang menjadi salah satu bisnis “s...
-
Polar atau pollard merupakan salah satu bahan pakan ternak primadona yang berasal dari hasil samping penggilingan gandum. Dalam industri pet...
-
Prof Dr Ismoyowati SPt MP, dari Unsoed, membawakan materi Mekanisme Kemitraan dalam Budidaya Ayam Broiler, dalam webinar Charoen Pokphand In...
-
Foto: ilustrasi Meskipun sama-sama multi purpose breed, yaitu bisa dipelihara sebagai pedaging maupun petelur, namun perbedaan bebek Peking ...
-
Dari sekian banyak jenis ayam pedaging, berikut adalah 6 dari jenis-jenis ayam pedaging yang populer di Indonesia. Artinya cukup banyak dite...






