-->

AUDIENSI ASOHI DENGAN MENTERI PPN

Foto bersama usai audiensi ASOHI bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas. (Foto-foto: Dok. Infovet)

Jakarta, Selasa (5/5/2026). Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) melakukan audiensi strategis dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Prof Rachmat Pambudy. Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara pelaku industri obat hewan dengan pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan dan kesehatan hewan nasional.

Dalam pertemuan tersebut, delegasi ASOHI dipimpin langsung oleh jajaran pengurus inti, di antaranya Ketua Umum Akhmad Harris Priyadi, Sekretaris Jenderal Rivo Ayudi Kurnia, Ketua Dewan Pakar Prof Budi Tangendjaja, Ketua Badan Pengawas ASOHI (BPA) Gowinda Sibit, bersama anggota Rakhmat Nuriyanto, serta Sekretaris BPA Bambang Suharno sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Infovet.

Kepada Menteri PPN, ASOHI turut melaporkan gambaran usaha bisnis obat hewan hingga nilai ekspor yang mencapai triliunan rupiah dalam setahun. Harris juga memperkenalkan struktur kepengurusan baru hasil Munas, serta memaparkan kontribusi nyata asosiasi terhadap sektor peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia. Fokus utama yang disampaikan meliputi peningkatan volume ekspor dan upaya asosiasi dalam menjaga standar kualitas obat hewan di pasar domestik maupun internasional.

Diskusi juga berkembang pada isu-isu krusial seperti implementasi One Health. ASOHI juga menegaskan komitmennya terhadap penanganan antimicrobial resistance (AMR) atau resistansi antimikroba yang terus menjadi perhatian utama dalam industri kesehatan hewan global.

Selain itu, ASOHI juga meminta arahan dari menteri mengenai langkah strategis agar industri obat hewan dapat lebih berperan aktif dalam pembangunan nasional di masa mendatang.

Suasana audiensi.

Adapun Menteri Prof Rachmat Pambudy didampingi oleh Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas Jarot Indarto, Perencana Ahli Utama Anang Nugroho, Tim Ahli Suaedi Sunanto, serta jajaran pejabat lainnya.

Prof Rachmat pun menekankan beberapa poin penting bagi ASOHI, di antaranya terkait peningkatan daya saing. Menekankan pentingnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di industri peternakan Indonesia. Kemudian mendorong peningkatan performa ekspor obat hewan. Hingga kontribusi pembangunan dengan mengharapkan peran aktif asosiasi dalam mendukung kebijakan pangan nasional.

Pertemuan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi yang telah lama terjalin. Hubungan antara Prof Rachmat Pambudy dengan media industri peternakan, khususnya Infovet, sudah terbangun sejak lama melalui berbagai kolaborasi, antara lain penerbitan buku “70 Tahun Agribisnis Ayam Ras di Indonesia”, buku “40 Tahun ISPI (Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia)”, serta keterlibatan beliau sebagai narasumber ahli bagi Infovet.

Pemred Infovet Bambang (paling kiri) saat memberikan Majalah Infovet dan Info Akuakultur kepada Menteri PPN Prof Rachmat Pambudy (tiga kanan).

Melalui audiensi ini, diharapkan tercipta keselarasan kebijakan antara pemerintah dan pelaku usaha demi kemajuan industri peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia. (INF)

INSPEKSI GMP IRAK PERKUAT LANGKAH MEDION DI PASAR TIMUR TENGAH

Auditor dan Tim Medion. (Foto: Dok. Medion)

Langkah Medion dalam memperluas jangkauan pasar internasional semakin terbuka dengan diperolehnya sertifikat Good Manufacturing Practice (GMP) dari Veterinary Department, Ministry of Agriculture, Republic of Iraq. Sertifikasi ini menjadi salah satu syarat penting dalam proses registrasi produk agar dapat dipasarkan di negara tersebut.

Sebelumnya, pada 16 Februari 2026, auditor melakukan inspeksi GMP di fasilitas produksi PT Medion Farma Jaya. Selama proses inspeksi, auditor melakukan peninjauan terhadap berbagai aspek, mulai dari fasilitas produksi, sistem mutu, hingga penerapan prosedur operasional yang dijalankan.

Meskipun secara prinsip standar GMP yang digunakan mengacu pada praktik internasional, setiap regulator memiliki pendekatan dan fokus evaluasi yang berbeda. Karena itu, persiapan audit ini menuntut koordinasi yang baik agar setiap detail teknis dapat dipahami secara selaras serta meminimalisir potensi perbedaan interpretasi selama proses komunikasi.

Lebih dari sekadar tahapan regulasi, kunjungan ini menjadi momentum bagi Medion, sebagai perusahaan kesehatan hewan untuk menunjukkan kapabilitas perusahaan yang terus berkembang kepada mitra internasional.

Didukung fasilitas produksi yang modern serta penerapan standar GMP yang konsisten, Medion terus memperkuat kepercayaan mitra sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi vaksin dan obat kesehatan hewannya untuk hadir di pasar Timur Tengah. Sebelumnya, produk vaksin dan obat hewan Medion juga telah digunakan pelaku industri peternakan lebih dari 20 negara di Asia dan Afrika. (INF)

MANFAATKAN MOMEN RAMADAN, ASOHI GELAR BAKTI SOSIAL DAN PEMBERIAN SANTUNAN

Foto bersama dalam kegiatan bakti sosial dan santunan yang dilaksanakan ASOHI. (Foto-foto: Dok. ASOHI)

Mengisi momentum kemuliaan bulan suci Ramadan, Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) menyelenggarakan aksi kemanusiaan berupa bakti sosial dan pemberian santunan. Acara tersebut dilaksanakan di Panti Asuhan Mizan Amanah, Jagakarsa, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial organisasi terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim dan dhuafa, guna mempererat tali silaturahmi serta berbagi kebahagiaan di bulan yang penuh keberkahan.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum ASOHI, Drh Akhmad Harris Priyadi, menyampaikan rasa syukurnya atas terlaksananya kegiatan ini. Menurutnya, Ramadan menjadi waktu yang paling tepat untuk memperbanyak amal kebajikan dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

"Alhamdulillah, di bulan yang mulia ini kita dapat mengadakan kegiatan bakti sosial ASOHI untuk memberikan santunan kepada anak-anak di Panti Asuhan Mizan Amanah Jagakarsa," ujar Harris di sela-sela acara.

Pemberian bingkisan dari Ketua Umum ASOHI Akhmad Harris Priyadi (kanan) kepada Ustaz Saiful Baihaki (kiri).

Kehadiran pengurus ASOHI disambut hangat oleh keluarga besar Panti Asuhan Mizan Amanah. Ustaz Saiful Baihaki, selaku pengurus panti cabang Jagakarsa, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas konsistensi ASOHI dalam menjalankan program sosial tersebut.

"Kami dari Panti Asuhan Mizan Amanah, khususnya cabang Jagakarsa, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ASOHI yang rutin berbagi di bulan yang penuh keberkahan ini," ucapnya.

Anak-anak yatim dan dhuafa pun turut menyampaikan doa dan terima kasihnya atas santunan yang diberikan, "Semoga Allah membalas kebaikan yang telah diberikan oleh ASOHI beserta keluarganya dan selalu dipanjangkan umurnya."

Melalui kegiatan rutin ini, ASOHI berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menginspirasi pihak lain untuk turut serta dalam menebar kebaikan, khususnya selama bulan Ramadan. (RBS)

EKSPOR PERDANA MEDION KE TAIWAN, ZAMBIA, DAN MESIR

Pelepasan ekspor produk herbal Medion ke Mesir. (Foto: Dok. Medion)

Medion Farma Jaya kembali memperluas jangkauan pasar internasionalnya melalui ekspor produk farmasetik ke beberapa negara tujuan baru. Pada Desember 2025, Medion melakukan pelepasan ekspor perdana ke Taiwan, Zambia, dan Mesir.

Ekspansi ini merupakan bagian dari strategi pertumbuhan Medion setelah berhasil menembus lebih dari 20 negara di kawasan Asia dan Afrika, sekaligus memperkuat daya saing produk farmasetik nasional di pasar global.

Dalam pelaksanaannya, Medion melakukan seleksi distributor potensial melalui agen ekspor Artha Vena International (AVI), menawarkan produk berkualitas ekspor dengan harga yang kompetitif dengan dukungan data scientific yang lengkap dan tim teknis yang siap men-support distributor dalam memasarkan produk, serta pemenuhan pesanan dengan cepat dan efektif.

Medion juga menyediakan pembuatan label khusus sesuai bahasa dan regulasi di negara tujuan, untuk memastikan produk mudah diterima dan digunakan oleh pasar lokal. Adapun produk yang diekspor ke tiga negara tersebut meliputi produk antibiotik, vitamin, dan herbal.

Seluruh produk diproduksi sesuai standar Good Manufacturing Practice (GMP) dan dikirimkan melalui jalur laut maupun udara dengan standar distribusi produk yang baik, sehingga kualitas produk terjaga hingga tiba di negara tujuan.

Medion berharap dapat terus menambah varian produk yang diekspor, khususnya produk herbal untuk membantu meminimalkan resiko antimicrobial resistance (AMR), menjangkau lebih banyak negara baru, serta memperkuat posisinya sebagai produsen utama obat kesehatan hewan di kawasan Asia dan Afrika. (INF)

ASOHI KEMBALI GELAR PELATIHAN PJTOH, KINI MASUK ANGKATAN KE-28

Ketua Umum ASOHI, Akhmad Harris Priyadi, saat memberikan sambutannya. (Foto-foto: Dok. Infovet)

Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan profesionalisme tenaga teknis di industri obat hewan melalui penyelenggaraan Pelatihan Penanggung Jawab Teknis Obat Hewan (PJTOH) Angkatan XXVIII.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 10-12 Februari 2026, bertempat di Hotel Luminor dan Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) Gunung Sindur, Bogor, serta melalui daring.

Hari pertama pelatihan, Selasa (10/2/2026), dibuka dengan pendalaman regulasi dan tata cara perizinan obat hewan, dengan serangkaian sambutan dari Ketua Panitia PPJTOH Rezki Eko Nugroho, Ketua Umum ASOHI Drh Akhmad Harris Priyadi, serta pembukaan resmi melalui daring oleh Direktur Kesehatan Hewan (Dirkeswan) Kementerian Pertanian Drh Hendra Wibawa MSi PhD.

Sambutan melalui daring oleh Dirkeswan, Hendra Wibawa.

Para peserta juga mendapat pembekalan materi mengenai aspek legalitas dan tugas pokok PJTOH, antara lain penjelasan mengenai peraturan obat hewan, pengenalan klasifikasi, serta pengawasan dan peresepan obat hewan yang disampaikan oleh Ketua Koordinator Substansi Pengawas Obat Hewan, Drh Arief Wicaksono MSi.

Kemudian diskusi mengenai peran dokter hewan dalam industri obat hewan oleh perwakilan PDHI, Drh Mirjawal MM, dan sosialisasi mengenai alur registrasi obat hewan, tata cara ekspor-impor, serta pembaruan sistem perizinan melalui OSS RBA dan update KBLI 2025 yang dipaparkan oleh tim POH dan tim dari Kementerian Investasi/BKPM.

Sementara pada hari kedua, yang akan dilaksanakan pada Rabu (11/2/2026), peserta dibekali materi yang lebih teknis terkait standar operasional di lapangan, meliputi prosedur CPOHB dan manajemen apotek veteriner, penjelasan mengenai peraturan terkait pakan (CPPB & NPP) dan peran apoteker dalam industri obat hewan, pengenalan struktur organisasi serta penegasan Kode Etik ASOHI bagi seluruh anggota, hingga soal manajemen cold chain yang sangat krusial dalam menjaga kualitas obat hewan.

Sedangkan pada Kamis (12/2/2026), kunjungan lapangan ke BBPMSOH Gunung Sindur menjadi puncak acara rangkaian Pelatihan PJTOH Angkatan XXVIII. Peserta dibagi menjadi dua kloter untuk melihat langsung proses di laboratorium BBPMSOH. Kunjungan ini bertujuan memberikan gambaran riil mengenai proses pengujian mutu obat hewan di Indonesia sebelum rangkaian acara resmi ditutup.

Melalui pelatihan ini, ASOHI berharap para penanggung jawab teknis dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan lebih optimal, memastikan distribusi dan penggunaan obat hewan di Indonesia tetap memenuhi standar keamanan dan kualitas yang ditetapkan pemerintah. (RBS)

KEMENTERIAN PERTANIAN RESMI TERBITKAN ATURAN BARU PELARANGAN OBAT HEWAN

Ilustrasi obat hewan. (Foto: Gemini)

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 63/KPTS/PK.300/F/01/2026, pemerintah secara resmi menetapkan aturan baru mengenai Pelarangan Penggunaan Obat Hewan pada Ternak yang Produknya untuk Konsumsi Manusia.

Peraturan ini berfokus pada pelarangan golongan antibiotik dan obat-obatan tertentu yang sering digunakan pada ternak yang produknya ditujukan untuk konsumsi. Latar belakang diterbitkannya aturan ini adalah adanya perkembangan kebutuhan untuk melarang penggunaan antibiotik golongan fluorokuinolon serta sefalosporin generasi 3 dan 4 demi mencegah dampak negatif jangka panjang bagi kesehatan masyarakat.

Dalam aturan tersebut, secara spesifik merinci jenis-jenis obat yang dilarang penggunaannya sebagai campuran pakan maupun pemberian langsung. Adapun kelompok obat hewan tertentu yang dilarang sebagai imbuhan pakan (feed additive) di antaranya Colistin; Ciprofloxacin; Norfloxacin; Levofloxacin; Ofloxacin; Oxolinic acid; dan Sefalosporin generasi 3 dan 4 (kecuali Ceftiofur).

Sementara kelompok obat hewan tertentu yang dilarang pemakaiannya secara oral, parental, topikal di antaranya Colistin; Ephedrin beserta turunannya; Paracetamol yang tidak berupa sediaan tunggal; Ciprofloxacin; Norfloxacin; Levofloxacin; Ofloxacin; Oxolinic acid; Sefalosporin generasi 3 dan 4 (kecuali Ceftiofur), serta antibiotik yang dibuat dalam satu formula dengan bahan biologik, farmasetika, premix, dan obat hewan alami.

Dengan ditetapkannya peraturan ini pada 5 Januari 2026, maka Keputusan Menteri Pertanian Nomor 9736/PI.500/F/09/2020 tentang Perubahan atas Lampiran III Peraturan Menteri Pertanian Nomor 14/PERMENTAN/PK.500/F/09/2017 tentang Klasifikasi Obat Hewan resmi dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko resistansi antimikroba (AMR) pada manusia yang bersumber dari konsumsi produk peternakan. (INF)

ASOHI SUMUT SELENGGARAKAN SEMINAR REGULASI OBAT HEWAN & OUTLOOK PETERNAKAN

Seminar Outlook Peternakan 2026 ASOHI Sumut. (Foto-foto: Dok. ASOHI Sumut)

Bertempat di Hotel Grand Mercure-Medan, Selasa (6/1/2026), Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) Daerah Sumatra Utara (Sumut) menyelenggarakan kegiatan seminar mengenai Update Regulasi Obat Hewan dan Outlook Peternakan 2026.

Seminar outlook peternakan merupakan yang pertama kalinya digelar ASOHI Sumut di bawah kepengurusan baru, Ir Taviv Ritonga, dengan dukungan ASOHI Pusat. Seminar dihadiri oleh Drh Tesra mewakili Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan tingkat I; Drh Christina Sianturi mewakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan tingkat II; Kepala Bvet Medan Drh Arif Hukmi; Ketua PDHI Sumut; anggota ASOHI Sumut; peternak; pabrik pakan; asosiasi perunggasan; dan beberapa peserta yang hadir dari Pekanbaru.

Pada kesempatan tersebut, ASOHI Sumut menghadirkan tiga pembicara utama di antaranya Drh Arief Wicaksono MSi (Ketua Kelompok Substansi Pengawas Obat Hewan Kementan), Drh Bambang Sutrasno (Regional Head Sumatra PT CPI), dan Drh Akhmad Harris Priyadi (Ketua Umum ASOHI).

Seminar antara lain memaparkan dan membahas topik-topik terkait adanya aturan-aturan baru izin berusaha obat hewan, perubahan kebijakan penunjukan PT Berdikari BUMN sebagai pengimpor jagung-SBM untuk pakan ternak, dinamika sektor kesehatan hewan dengan munculnya kebutuhan segera akan apotek veteriner di setiap provinsi, serta peluang usaha penyediaan obat hewan kesayangan, obat hewan kuda, dan obat hewan satwa liar, hingga imbas penerapan Permenkes No. 14/2021 kepada para kolega dokter hewan.

Terlebih lagi pasca kejadian bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumatra Barat, tentunya bagi pelaku industri obat hewan dan peternakan perlu mengetahui bagaimana tren dinamika bisnis di 2026 ini. Secara nasional, Sumut sendiri berkontribusi 20-25% dari produksi hasil unggas (daging dan telur). Dampak yang segera dirasakan bagi peternakan Sumut di antaranya adalah terkomprominya suplai jagung, mengingat Aceh juga sebagai salah satu penyedia jagung bagi daerah sekitarnya, terutama Sumut. Di sisi lain, terputusnya sarana logistik seperti jalan-jalan utama yang masih tertimbun lumpur, jembatan penghubung yang terputus sangat berdampak pada pengiriman rutin hasil produksi unggas dari Sumut ke Aceh.

Selain itu, terkait program MBG dan rencana pemerintah di 2026 juga dibahas dalam seminar ini, khususnya dampaknya bagi peluang pertumbuhan demand daging maupun telur ayam yang sudah dipastikan porsinya dalam menu MBG. Kemudian persoalan menarik lainnya yakni seputar AMR, juga menjadi momen edukasi bagi pelaku usaha kesehatan hewan (ternak & non-ternak).

Bantuan kemanusiaan oleh ASOHI Sumut.

Selain menggelar seminar, sebelumnya ASOHI Sumut juga melaksanakan kegiatan Bantuan Kemanusiaan Bencana Alam Sumatra Utara dan Aceh pada Jumat (2/1/2026). Dalam kegiatan tersebut ASOHI Sumut membagikan makanan, perlengkapan kesehatan, dan perlengkapan lain seperti kain dan sarung kepada para korban bencana banjir dan longsor di Desa Tanjung Jati, Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. (INF)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer