-->

BREAKING THE CYCLE: MBG DAN KESEJAHTERAAN PETERNAK RAKYAT DALAM EKOSISTEM RANTAI PASOK BERKEADILAN

GOPAN forum di ILDEX Indonesia 2026. (Foto: Infovet/Ridwan)

Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) kembali menggelar forum strategis bertajuk "Breaking the Cycle: MBG dan Kesejahteraan Peternak Rakyat Membangun Ekosistem Rantai Pasok yang Berkeadilan". Acara yang diselenggarakan pada Rabu (16/9/2026), di Ruang Garuda 6B, ICE BSD, Tangerang, ini menjadi bagian dari rangkaian pameran peternakan internasional ILDEX Indonesia.

Forum ini menyoroti pentingnya memutus rantai permasalahan peternakan broiler yang kerap berulang, sekaligus mengoptimalkan peluang besar dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendongkrak kesejahteraan peternak rakyat.

Panitia GOPAN Forum, Yusuf, menjelaskan bahwa tema tahun ini sengaja dibuat lugas dan sederhana mengingat kompleksitas persoalan perunggasan yang terus berulang dari tahun ke tahun. Menurutnya, evaluasi mendalam diperlukan guna menentukan arah perubahan ke depan.

"Terkait tema sangat sederhana karena kita melihat banyak persoalan yang terus berulang. Karena itu, apa yang harus kita ubah ke depannya? MBG memberikan peluang baru, oleh karena itu bagaimana peternakan rakyat dapat memanfaatkan peluang tersebut," ujar Yusuf.

Melalui forum ini, ia berharap pemerintah, Badan Gizi Nasional (BGN), dan para peternak dapat merumuskan arah kebijakan bersama dalam membangun industri peternakan nasional yang tangguh.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum GOPAN, Heri Dermawan, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar peternak rakyat tidak tertinggal di tengah dinamika industri modern.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Agung Suganda. Ia mengungkapkan bahwa harga ayam saat ini menunjukkan tren perbaikan, yang turut didorong oleh guliran program MBG. Ke depan, program strategis ini akan semakin terintegrasi melalui kewajiban bagi rumah pemotongan hewan unggas (RPHU) untuk masuk ke dalam marketplace yang disiapkan BGN.

"Saat ini Surat Edaran terkait optimalisasi penyerapan produk peternakan sedang difinalkan. Intinya, program MBG ini harus menyerap produksi para peternak yang ada di sekitar dapur MBG, baik untuk komoditas ayam maupun susu," ujar Agung.

Ia menambahkan, peluang perunggasan nasional masih sangat terbuka lebar, seiring dengan potensi peningkatan konsumsi per kapita. Tantangannya terletak pada bagaimana menjaga keseimbangan (supply and demand) antara volume produksi dan kebutuhan riil di lapangan.

Lebih lanjut dijelaskan, pemerintah kata Agung, juga mulai memberlakukan sejumlah regulasi ketat guna menciptakan keadilan dalam rantai pasok. Berdasarkan Permentan No. 10/2024, mulai 1 Januari 2027, distribusi DOC dengan skema 50% untuk internal dan 50% untuk eksternal wajib dijalankan pelaku industri. Agung mengapresiasi langkah awal yang telah diinisiasi oleh korporasi seperti Japfa Group dalam mematuhi aturan tersebut.

"Kemudian juga setiap peternak dengan kapasitas produksi unggas mencapai 60 ribu ekor atau lebih dalam per siklus pemeliharaan diwajibkan memiliki RPHU. RPHU inilah yang nantinya berfungsi sebagai marketplace penyedia karkas bagi dapur-dapur MBG di wilayah sekitar," jelasnya.

Di sisi lain, forum ini juga tidak menutup mata terhadap tantangan kenaikan harga pakan akibat melambungnya harga bahan baku. Harga jagung tercatat berada di kisaran Rp 6.200-7.500/kg tergantung wilayah, sementara dedak atau katul telah menyentuh angka Rp10.000/kg. Kondisi ini memberikan tekanan berat bagi perusahaan pakan untuk menahan kenaikan harga, meski dalam rapat koordinasi hari ini, upaya penahanan harga pakan, khususnya konsentrat layer, terus diupayakan demi melindungi peternak petelur di tengah variasi harga telur di berbagai daerah.

Pada kesempatan tersebut, hadir juga perwakilan dari PT Berdikari, Agus Wahyudi, yang turut memaparkan pandangannya dalam forum tersebut. Agus menyoroti pentingnya peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan dalam menjadi penyangga (buffer) stabilitas harga sekaligus mitra strategis bagi peternak rakyat.

Dalam pemaparannya, PT Berdikari berkomitmen untuk memperkuat sinergi hilirisasi melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi peternak rakyat, sehingga distribusi komoditas protein hewani dapat menjangkau masyarakat secara merata, efisien, dan berkeadilan sejalan dengan visi besar program MBG.

Melalui Gopan Forum 2026, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah, BGN, BUMN, dan peternak rakyat untuk mewujudkan industri perunggasan nasional yang adil, mandiri, dan berkelanjutan. (RBS)

INOVASI DAN DIGITALISASI KUNCI DAYA SAING INDUSTRI PETERNAKAN

Peserta Seminar dalam PLI Forum 2025. (Foto: Infovet-DS)

Jakarta, 28 November 2025 – Seminar bertajuk “Inovasi dan Digitalisasi untuk Daya Saing Industri Peternakan Indonesia” yang digelar dalam rangkaian Poultry & Livestock Innovation (PLI) Forum 2025 di JIEXPO Kemayoran berhasil menghadirkan pembahasan menarik seputar arah dan strategi pengembangan sektor peternakan nasional.

Acara yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 11.30 WIB ini menghadirkan sejumlah narasumber ahli dari institusi dan organisasi terkemuka, yakni Dr. Dipl.-Ing. Mulyadi Sinung Harjono, M.T., dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dedi Setiadi dari Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI), serta Ir. H Sugeng Wahyudi, Sekretaris Jenderal Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN).

Sesi tanya jawab menjadi momen paling menyita perhatian ketika drh Rakhmat Nuriyanto mengangkat pentingnya pengembangan obat herbal yang hingga kini masih minim di Indonesia. Ia menekankan perlunya peran BRIN dalam melakukan riset mendalam, pengembangan, serta menjalin kerja sama dengan industri terkait agar inovasi herbal bisa lebih berkembang. Menanggapi hal tersebut, Dr. Sinung menegaskan bahwa pengembangan obat herbal memang memerlukan waktu sekitar dua hingga tiga tahun. Meski industri kerap merasa prosesnya panjang, banyak hasil riset BRIN yang lain sudah sukses ditindaklanjuti menjadi produk yang siap masuk pasar.

Ir Bambang Suharno (di Podium) moderator dalam Seminar PLI Forum 2025. Dari ki-ka: Ir Sugeng Wahyudi, DR Sinung Harjono dan Dedi Setiadi (Foto: Infovet-DS)

Topik perubahan iklim dan mitigasi gas rumah kaca juga tak luput dari pembahasan. Dedi Setiadi memaparkan konsep “jual beli karbon” yang kini tengah diteliti sebagai solusi pemanfaatan limbah ternak. Ia menjelaskan setiap ekor sapi dapat menghasilkan 8–12 kg gas metana yang jika diolah menjadi energi bio gas, dapat menjadi sumber energi alternatif. “Rumah saya sudah sepenuhnya menggunakan bio gas yang berasal dari kotoran sapi,” ujar Dedi, memberi contoh nyata pemanfaatan limbah ternak untuk energi bersih.

Sebagai moderator, Ir. Bambang Suharno-Direktur Gallus sekaligus Pimpinan Redaksi Infovet—menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga riset seperti BRIN dan stakeholder industri. Ia mendorong adanya forum khusus untuk menindaklanjuti sinergi agar banyak inovasi dapat lebih cepat diaplikasikan dan berdampak pada perkembangan industri.

Sementara itu, Sugeng Wahyudi yang mewakili GOPAN, menggarisbawahi pesatnya perkembangan industri peternakan ayam broiler/pedaging selama 25 tahun terakhir. Menurutnya, kemajuan ini tidak lepas dari hasil riset, penerapan teknologi dan digitalisasi inovatif yang menyentuh seluruh mata rantai, dari hulu hingga hilir aspek produksi unggas khususnya ayam pedaging.

Seminar dalam PLI Forum 2025 yang mencerahkan ini menjadi salah satu wahana penting bagi sektor peternakan Indonesia yang akan terus dinantikan pelaku industri dalam menggali inovasi, memacu digitalisasi, serta memperkuat daya saing, khususnya dalam menghadapi tantangan pasar dan isu lingkungan global. Acara terselenggara atas kerjasama PT Songolas Event dan PT Gallus Indonesia Utama (GALLUS) dengan Majalah Infovet sebagai Official Media Partner sekaligus mitra penyelenggara dan event ini sepenuhnya dihelat gratis, memberi kesempatan luas bagi pelaku industri dan akademisi untuk terus ikut berkontribusi pada kemajuan peternakan nasional.*(DS)

DAFTARKAN SEGERA! LAUNCHING POULTRY & LIVESTOCK INNOVATION


Saatnya pelaku industri peternakan membuka wawasan baru. Di tengah gejolak global dan regional, kemana arah industri peternakan ke depan?

Temukan jawabannya di live webinar GRATIS: “Membaca Arah Industri Peternakan di Tengah Gejolak Global dan Regional”

• Speaker: Ibnu Edy Wiyono, Country Director USSEC (United States Soybean Export Council)

• Moderator: Setya Winarno, Ketua Harian GOPAN

Kamis, 2 Oktober 2025
10:00-12:00 WIB
Online - Live Webinar

Klik: https://forms.gle/yBudrKyYxgzpv96n6
atau hubungi:
Ms. Mariyam (+62 877-7829-6375)
Mr. Iwan (+62 816-1959-183)

Jangan lewatkan kesempatan untuk memahami tren, tantangan, dan peluang di industri peternakan bersama para ahlinya.

CATATAN HARIAN SEORANG PETERNAK ALA SUGENG WAHYUDI

Suasana Peluncuran Buku Milik Sugeng Wahyudi
(Foto : Ramdan)


Riuh tepuk tangan bergema di ICE BSD, Tangerang pada Rabu (17/9), ketika Sugeng Wahyudi peternak mandiri sekaligus Sekjen Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) resmi memperkenalkan karyanya yang berjudul: Catatan Harian Seorang Peternak 2015–2025. Buku setebal 106 halaman itu bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan refleksi panjang tentang jatuh bangun perunggasan rakyat selama satu dekade terakhir.

Acara tersebut digelar disela - sela kegiatan pameran peternakan ILDEX 2025. Sugeng yang tampil dengan suara bergetar, namun penuh keyakinan mengucapkan rasa syukurnya dalam peluncuran buku tersebut. 

“Buku ini lahir dari keresahan seorang peternak kecil. Dari pahitnya harga ayam yang jatuh, hingga peliknya kebijakan yang tak berpihak. Tapi ini juga catatan harapan, agar perjuangan kita tidak sia-sia,” ucapnya di hadapan para tamu.

Dari Catatan Kandang ke Panggung Nasional

Dalam bukunya, Sugeng merangkum perjalanan panjang dunia perunggasan. Ia menyinggung era 1970–1980, ketika pemerintah masih membatasi jumlah ayam, hingga masa liberalisasi industri yang membuka pintu persaingan bebas. Namun, kebebasan itu ternyata melahirkan tantangan baru: kepemilikan yang timpang dan persaingan tak sehat antara peternak kecil dan perusahaan besar.

Buku ini terbagi dua: catatan teknis berisi manajemen kandang, pakan, hingga infrastruktur, serta catatan non-teknis yang menyoroti masalah struktural seperti validitas data, kebijakan harga, dan pentingnya peran asosiasi. “Asosiasi itu wadah perjuangan. Di sana kita bisa menyatukan persepsi demi kepentingan bersama,” tegas Sugeng.

Ia juga menuntut kehadiran negara. “BUMN jangan hanya jadi penonton. Mereka harus hadir jadi penyangga harga agar peternak kecil tidak tersisih,” katanya lantang.

Dukungan dan Canda Tawa

Apresiasi pun mengalir deras. Ketua GOPAN, Herry Dermawan, menyebut karya Sugeng sebagai inspirasi. “Saya lebih sanggup bicara lima jam daripada menulis dua lembar. Jadi ini karya luar biasa. Tinggal ditambah catatan utang biar lebih jujur,” ujarnya, disambut gelak tawa audiens.

Tak hanya itu, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Agung Suganda juga memberi penghargaan tinggi. Menurutnya, buku Sugeng adalah refleksi penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan. “Kami mendengar suara peternak. Buku ini adalah salah satu cermin berharga,” kata Agung, sembari mengajak semua pihak menjaga stabilitas harga ayam melalui kerja sama erat.

“Catatan Harian Seorang Demonstran”

Mantan Ketua KPPU, Mohamad Sarkawi, bahkan menyebut karya Sugeng tak ubahnya catatan perjuangan seorang demonstran. “Apa yang dilakukan Pak Sugeng ini luar biasa. Buku ini merekam betul perlawanan peternak rakyat terhadap fluktuasi harga, mahalnya pakan, hingga dominasi integrator besar,” ucapnya.

Sarkawi menekankan kata kunci: efisiensi. Menurutnya, jika biaya produksi bisa ditekan, harga akan stabil dan konsumsi meningkat. Ia juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah yang berpotensi menjadi pasar besar bagi peternak rakyat. “Jangan sampai pasar ini hanya dikuasai yang besar. Peternak kecil harus ikut dalam rantai pasoknya,” tegasnya.

Bukan Hanya Sekadar Buku

Catatan Harian Seorang Peternak 2015–2025 bukan hanya dokumentasi, tetapi juga pesan moral: bahwa peternak kecil tak boleh dibiarkan mati di tengah arus besar industri. “Silakan yang besar tetap membesar, tapi yang kecil jangan sampai tersisih. Kesejahteraan harus kita nikmati bersama,” tutup Sugeng.

Bagi generasi muda, buku ini menjadi pintu untuk memahami kerasnya dunia perunggasan tanpa harus merasakannya langsung. Sebuah karya yang lahir dari kandang ayam, kini menggema di panggung nasional, mengingatkan bahwa perjuangan peternak rakyat masih jauh dari selesai. (CR)

SUKSES GELAR MUNAS KE-V, HERRY DERMAWAN KEMBALI PIMPIN GOPAN

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, saat mengukuhkan kepengurusan GOPAN periode 2025-2030. (Foto: Dok. Infovet)

Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) resmi menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) ke-V di Bogor pada Rabu (6/8/2025). Kegiatan ini menjadi momen strategis untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah perjuangan lima tahun ke depan.

Beberapa agenda utama pun dibahas dalam forum tersebut, antara lain Laporan pertanggungjawaban Dewan Pengurus Pusat (DPP); pembahasan dan pengesahan AD/ART; penyusunan dan pengesahan program kerja dan rekomendasi nasional, serta pemilihan Ketua Umum GOPAN periode 2025-2030.

Dalam Munas tersebut, Herry Dermawan kembali dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum GOPAN untuk masa bakti 2025-2030. Dirinya terpilih secara aklamasi dan dipercaya penuh oleh para anggota untuk meneruskan perjuangan organisasi dalam meningkatkan kesejahteraan peternak.

"Saya sampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada saya untuk memimpin GOPAN lima tahun ke depan. Kita harus kembali kepada tujuan awal berdirinya organisasi ini, yaitu meningkatkan kesejahteraan peternak ayam, yang dalam lima tahun terakhir justru mengalami degradasi," ujar Herry dalam sambutannya saat Munas dan Rembuk Peternakan Nasional, Kamis (7/8/2025).

Herry Dermawan. (Foto: Dok. Infovet)

Dalam keterangannya, Herry juga menegaskan bahwa tim formatur yang telah terbentuk akan segera merumuskan strategi dan rekomendasi konkret guna menghadapi tantangan industri perunggasan ke depan.

Ia juga optimis terhadap masa depan peternak nasional, terlebih dengan adanya program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis yang diprediksi bisa meningkatkan permintaan ayam secara signifikan.

“Indonesia ke depan bukan gelap, justru sangat cerah bagi para peternak ayam. Kami berharap pemerintah bisa menggandeng peternak rakyat dalam program-program tersebut, dan GOPAN siap menjadi jembatannya,” ucapnya.

Terkait program kerja, Herry menyampaikan bahwa prioritas jangka pendek GOPAN adalah memperkuat konsolidasi internal dan sistem administrasi organisasi. Selain itu, pihaknya juga akan memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, industri, dan akademisi, untuk memastikan kesejahteraan peternak dapat terwujud secara berkelanjutan.

"GOPAN akan berperan aktif dalam menangkal masuknya ayam impor ke pasar domestik demi melindungi kepentingan peternak lokal," tegasnya.

Dengan terselenggaranya Munas ke-V, GOPAN meneguhkan komitmennya sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingan peternak ayam nasional. Kepemimpinan Herry Dermawan diharapkan dapat membawa semangat baru dan memperkuat konsolidasi organisasi dalam menghadapi dinamika industri perunggasan yang semakin kompleks, serta optimistis bahwa melalui kerja sama yang kuat dan berkelanjutan, cita-cita untuk menjadikan peternak sebagai pilar ketahanan pangan nasional dapat terwujud secara nyata.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, yang turut hadir memberikan apresiasinya kepada GOPAN. Ia menanggapi terpilihnya kembali Herry Dermawan menjadi ketua umum adalah hal yang tepat.

"Sudah sangat tepat Pak Herry menjadi Ketua GOPAN. Kami sangat apresiasi kepada GOPAN yang telah menyelenggarakan Munas dan Rembuk Peternakan Nasional. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan visi dan menyusun rencana bersama dalam menghadapi dinamika industri perunggasan saat ini," katanya. (RBS)

GOPAN TARGETKAN 70 PERSEN GENERASI MUDA MASUK KEPENGURUSAN

 

Munas IV GOPAN sukses diselenggarakan, 21-22 September 2022. 

Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) menargetkan 70 persen generasi muda masuk dalam struktur kepengurusan dengan tujuan agar re-generasi kepemimpinan berjalan lebih cepat. Hal ini disampaikan Ir H Herry Dermawan yang baru saja terpilih kembali sebagai Ketua Umum GOPAN periode 2020-2025.

Dijumpai awak media usai penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) IV GOPAN, Kamis (22/9) di Bogor, Herry menambahkan adanya beberapa perubahan yang juga dicetuskan bersamaan dalam Munas.

“Struktur organisasi GOPAN dulu ada di pusat, sekarang kita putuskan untuk mengubahnya bahwa tidak hanya ada di pusat, namun akan dapat ditemui  di provinsi dan kabupaten,” ungkap Herry.

Perubahan yang tertuang dalam keputusan munas serta dalam AD/ART, bahwa seluruh insan perunggasan dapat bergabung ke dalam keanggotaan GOPAN. Baik itu individu, koperasi peternak maupun bidang usaha yang bergerak di bidang peternakan ayam boleh bergabung ke dalam GOPAN.  

“Seiring berkembangnya zaman, kita melihat di sepanjang jalan daerah-daerah, banyak peternak di luar sana yang tidak terakomodir oleh organisasi apapun. Peternak yang mempunyai kandang-kandang closed house semakin banyak, tetapi ketika ada masalah bingung mau berbagi cerita ke siapa,” terangnya.

Dalam momen munas ini, Herry merangkul semua insan perunggasan kompak dan bersatu, bangkit bersama bangkit lebih kuat agar kebijakan pemerintah sekaligus implementasinya selalu pro kepada peternak. (NDV) 

IR H HERRY DERMAWAN, KETUA UMUM GOPAN PERIODE 2020-2025

 

Ir H Herry Dermawan

Hasil Musyawarah Nasional (Munas) IV tahun 2022 Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) kembali memilih  Ir H Herry Dermawan sebagai Ketua Umum periode 2020-2025, melanjutkan kepengurusan dari tahun 2020.

Munas yang seharusnya berlangsung di tahun 2020 harus ditunda karena pandemi COVID-19.

Bersamaan dengan Munas GOPAN yang diadakan selama dua hari, Rabu dan Kamis (21-22/9) di Bogor, juga terdapat agenda acara Sarasehan Perunggasan Nasional.

Sarasehan mengundang Prof Dr Ir  Bustanul Arifin MSc dan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dr I Gusti Ketut Astawa SSos MM sebagai pembicara.

Menyoroti data terkini serta pemberitaan ketersediaan stok akhir daging ayam Indonesiayang diperkirakan mengalami surplus sampai Desember 2022, I Gusti Ketut Astawa menyatakan pendapatnya.

“Seperti yang pernah disampaikan bapak Kepala Bapanas, bahwa surplus jangan diangap salah. Kita melihatnya dari sisi ketersediaan, karena banyak negara-negara yang masih kekurangan barang. Selama ketersediaan ini tidak lantas menjadi liar, sehingga harga ayam di kalangan teman-teman peternak tetap bagus,” jelasnya.

Sementara itu, Prof Bustanul menyatakan pentingnya transformasi bisnis menuju integrasi horizontal di mana peternak mandiri mendirikan koperasi ataupun bergabung dengan koperasi peternak yang telah ada.

Seremonial makan daging ayam dan telur. (Foto: Infovet) 

Acara kedua Munas IV GOPAN ini juga ditandai dengan seremonial makan daging ayam dan telur, sebagai bentuk komitmen dan dukungan GOPAN dengan seluruh asosiasi perunggasan untuk meningkatkan konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia. (NDV)

PETERNAK BROILER SIAPKAN "AMUNISI" KAWAL JANJI DAN ARAHAN PRESIDEN

Pertemuan peternak mandiri di Bogor


Pada tanggal 15 September yang lalu akhirnya perwakilan peternak ayam dapat bertatap muka secara langsung dengan Presiden - RI. Diawali oleh aksi nekat Suroto, peternak layer dari Blitar yang membentangkan spanduk dikala kunjungan Presiden, akhirnya Presiden memanggil peternak menuju istana.Dalam pertemuan tersebut, Presiden meminta peternak untuk mengemukakan masalahnya dan berjanji akan segera menyelesaikannya.

Dalam menindaklanjuti hal tersebut GOPAN mengadakan pertemuan di Botani Square pada Selasa (21/9) yang lalu. Pertemuan tersebut dihadiri oleh peternak ayam mandiri Se -  Pulau Jawa. Herry Dermawan Ketua Umum GOPAN menyampaikan bahwa ada beberapa hal terkait isu perunggasan yang waktu itu ia kemukakan di depan Presiden. 

"Kalau Suroto cuma minta jagung dan harga jagung distandarkan, waktu itu saya mintanya lebih banyak, aji mumpung lah sekalian, kesempatan langka juga kan bisa ngomong di depan Pak Jokowi," tuturnya.

Ia menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang ia paparkan kepada Presiden pada saat itu diantaranya pemasaran hasil ayam broiler sering bermasalah, tingginya harga pakan dan Day Old Chick ( DOC ), serta isu mengenai data GPS yang berujung pada terjadinya over supply yang berkepanjangan.

Ketua Umum PINSAR, Singgih Januratmoko yang juga hadir dalam pertemuan tersebut juga menyampaikan bahwa dirinya telah memberikan usulan kepada Presiden agar Indonesia memiliki cadangan jagung sebesar 500 ribu ton dan dikelola oleh BUMN. 

"Kalau pemerintah punya stok, jika nanti harga jagung naik kan lebih mudah dikendalikan, selain itu stok juga bisa digunakan ketika memang jagung sedang langka dan berpotensi menaikkan harga pakan. Jadi semacam buffer begitu," tukas Singgih.

Di akhir pertemuan peternak mengambil beberapa langkah strategis yang akan segera dilakukan untuk menindaklanjuti janji dan arahan Presiden. Hal tersebut adalah : 

1. Pemasaran hasil ayam broiler sering bermasalah, terutama  yang dialami peternak mandiri kecil, karena sering bersaing dipasar tradisional dengan produksi dari perusahaan konglomerasi, oleh karena itu perlu adanya segmentasi produk ayam broiler. Perusahaan konglomerasi tidak  boleh  menjual ayam hidup, karena menjual ayam hidup merupakan segmen pasar peternak rakyat mandiri kecil.

2. Peternak rakyat mandiri sering dihadapkan tingginya harga pakan dan Day Old Chick ( DOC ) / anak ayam umur sehari, hal tersebut dipicu oleh tingginya harga jagung, dimana  jagung merupakan komposisi terbesar dari pakan ayam ( 50% ), sehingga peternak  akan mencoba mengupayakan  jagung dapat dijual dengan harga yang wajar dan ketersediaannya cukup. Seperti kondisi saat ini harga jagung yang mahal maka kami meminta pemerintah untuk melakukan import jagung untuk peternak mandiri lewat BUMN Pangan atau Koperasi.

3. Peternak juga akan mengusulkan pemerintah untuk mempunyai cadangan jagung pemerintah sebanyak 500.000 ton yang dilakukan oleh  BUMN Pangan.

4.  Ditetapkannya Harga Eceran Tertinggi ( HET ) Day Old Chick ( DOC ) / anak ayam  umur sehari dan Pakan, atau harga DOC disesuaikan dengan harga ayam hidup  yaitu sebesar 25 % dari harga ayam hidup, dan revisi harga acuan ayam hidup pada Permendag No. 07 tahun 2020.

5. Jika terjadi harga jual ayam hidup terendah ditingkat  peternak mandiri mohon BUMN  Pangan dapat ikut berperan untuk menyerap ayam-ayam  peternak mandiri dengan  ketentuan harga yang wajar dan dapat menjadi  cadangan pangan.

6. Ayam dimasukan keprogram bantuan-bantuan sosial baik tingkat  pusat, provinsi maupun kabupaten.

7. Kerataan kepemilikan indukan ayam ( Grand Parent Stock ) selanjutnya disebut  dengan GPS yang selama ini dikuasai oleh 2 ( dua ) perusahaan yang mendapat  kuota + 65 %. Peternak akan mengawal dan meminta kepada kementerian terkait agar DOC dapat didistribusikan secara merata dan  berkeadilan sehingga peternak mandiri yang naik kelas bisa juga mendapatkan   GPS tersebut. Dengan komposisi setiap perusahaan atau peternak mandiri mendapatkan kuota maksimal tidak lebih dari 20 %.

8. Terkait dengan  hal-hal tersebut  diatas yang bernuasa perlindungan terhadap  peternak rakyat mandiri kecil mohon diterbitkan PERPRES yang melindungi peternak mandiri.

9. Agar kondisi ini setiap saat dan setiap waktu bisa dilaporkan kepada  pemerintah ( Bapak Presiden ) kami meminta dibuat semacam team kecil  ( team monitoring dan evaluasi yang didalamnya ada perwakilan peternak  ungags rakyat mandiri ). (CR)


ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer