-->

REKTOR IPB: PROGRAM PMS KUNCI KEMAJUAN PERTANIAN INDONESIA

Rektor IPB saat memberikan cinderamata kepada Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo pada acara diskusi soal pertanian di IPB. (Foto: Humas kementan)

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria, mendukung penuh penerapan program Pertanian Masuk Sekolah (PMS) Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai jalan keluar atas minimnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian. Program PMS, kata Arif, bisa menjadi kunci majunya pertanian Indonesia yang berjalan secara mandiri dan modern.

“Memang seharusnya program PMS Kementan itu ada dimana-mana karena kalau bicara pertanian tidak boleh berada di menara gading yang terlalu asik dengan teori dan diskusi. Akan tetapi, anak-anak kita juga harus belajar konsep, teori dan definisi praktek di lapangan,” ujar Arif dalam Fokus Grup Diskusi yang diselenggarakan Aliansi Kebangsaan di Auditorium Andi Hakim IPB Dramaga, Bogor, Selasa (25/2/2020).

Ia menambahkan, para petani muda ke depan harus mampu membaca perubahan cuaca dan menyelesaikan tantangan hama. Petani muda wajib mengerti penanganan dampak bencana alam dan memulihkan kembali area lahan pertanian secara utuh.

“Yang akan kita hadapi ke depan adalah masalah perubahan cuaca dan juga tantangan hama, serta penanganan bencana alam. Jadi, masalah tersebut harus kita pelajari bersama, sehingga begitu mereka lulus sarjana, mereka tahu apa-apa saja yang harus dilakukan,” ucap dia.

Arif menilai, program PMS mampu menurunkan angka pengangguran karena terus mencetak generasi muda sebagai entrepreneur unggul yang menguasai bidang pertanian. “Data yang ada sekarang ini minat anak pada dunia bisnis mencapai 69%. Nah nanti kita arahkan ke usaha bidang pangan. Apalagi pertanian itu adalah sesuatu yang abadi, sesuatu yang semua orang pasti butuh makan,” ungka dia.

Di samping itu, Rektor IPB ini mengaku tertarik dengan kelembagaan Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) dan pusat data Agriculture War Room (AWR) yang dibangun Kementan secara singkat. Dari aspek intelektual, kedua terobosan ini patut diapresiasi karena erat kaitannya dengan dunia teknologi yang sedang dikembangkan kampus IPB.

Sementara Ketua Umum Aliansi Kebangsaan, Pontjo Sutowo, mendukung penuh upaya Kementan dalam menerapkan teknologi dan mekanisasi pertanian Indonesia. Teknologi, kata dia, menjadi sangat penting karena faktor diterminan bagi kemajuan peradaban sebuah bangsa agar mampu bersaing di tingkat global.

“Teknologi menjadi faktor yang memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup suatu bangsa. Dalam hal ini pemanfaatan teknologi di bidang pangan sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kita dan juga dunia,” katanya. (Rilis Kementan/INF)

CANGGIH, PETERNAKAN AYAM PETELUR TERAPUNG DI PELABUHAN ROTTERDAM BELANDA

Tengah: desain peternakan ayam terapung (Foto: poultryworld.net)

Perusahaan asal Belanda, Floating Farm, 2 tahun lalu sukses membangun peternakan sapi perah terapung yang masih beroperasi hingga sekarang. Menyusul kesuksesan itu, di tahun 2020 ini Floating Farm bekerja sama dengan Kip van Oranje membangun peternakan ayam petelur terapung.

Peternakan tersebut berlokasi di perairan pelabuhan kota Rotterdam, Belanda. Menempati dek berukuran 30x30 m, tingkat kedua menjadi kandang bagi 7000 ayam, sedangkan tingkat pertama adalah tempat pengepakan dan pemrosesan telur.

Bangunan peternakan ini transparan namun tertutup untuk mencegah kontaminasi penyakit. Jika nanti beroperasi, konsumen bisa membeli telur dan produk telur langsung di peternakan.

Peternakan terapung ini juga menggandeng beberapa pihak untuk menerapkan teknologi tinggi. Di antaranya adalah Vencomatic menangani aviary system, Prinzen menangani pengepakan telur, Hotraco Agri menyuplai control units, Smits Agro membangun pabrik pakan di dek, Moba menangani teknologi pemrosesan telur, dan Stalmeesters menangani emission control.

Mengusung konsep zero emmission, peternakan ini mempunyai solar panel sebagai sumber energi listrik. Debu dan amonia akan disaring sehingga tidak mengotori udara, dan sistem penyaringnya akan selalu dimonitor performanya. (poultryworld.net/NDV)

PENYAKIT PERNAPASAN YANG TIDAK PERNAH BOSAN

Ngorok/nyekrek, gejala umum penyakit pernapasan pada ternak ayam. (Foto: Dok. Infovet)

Bernapas merupakan salah satu ciri dari semua makhluk hidup. Prinsip bernapas yakni menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Masalahnya, saluran pernapasan tidak selamanya dalam kondisi prima. Beberapa penyakit siap mengintai saluran pernapasan dan menurunkan performa bahkan menyebabkan kematian.

Seperti yang sudah dijelaskan, bernapas adalah suatu kewajiban dalam kehidupan. Seluruh makhluk hidup, tanpa terkecuali ayam butuh bernapas untuk meneruskan hidupnya. Nantinya, oksigen yang dihirup digunakan dalam proses pembentukan energi atau lazim disebut oksidasi biologis. Tanpa adanya oksigen, energi yang berasal dari pakan sudah pasti tidak akan bisa terbentuk dan mustahil pertumbuhan dan performa akan tercapai.

Sekilas Sistem Pernapasan Ayam
Tidak seperti hewan lainnya, unggas, termasuk ayam memiliki sistem pernapasan yang berbeda dan unik. Karena pada ayam dan unggas lainnya terdapat kantung udara. Sistem pernapasan ayam terdiri dari saluran pernapasan (hidung, sinus hidung/sinus infraorbitalis, laring, trakea, bronkus), paru-paru dan kantung udara. Laring dan trakea tersusun atas otot dan tulang rawan. Pada permukaan dalam (epitel) terdapat silia, sebagai alat pertahanan terhadap benda asing. Di dalam paru-paru terjadi pertukaran udara bersih dan kotor.

Udara yang kaya akan oksigen akan diedarkan ke seluruh tubuh. Kantung udara merupakan selaput tipis berbentuk seperti balon yang berfungsi untuk membantu pernapasan. Kantung udara memiliki sel fagosit dalam jumlah sedikit, sedangkan proses pertukaran udara juga terjadi di kantung udara tersebut. Padahal setiap udara yang masuk mengandung berbagai macam mikroba, termasuk yang sifatnya patogen. Selain itu, kantung udara tersusun atas sel yang tipis dan sedikit pembuluh darah, sehingga mudah dirusak oleh bibit penyakit. Hal inilah yang menjadi titik lemah pada sistem pernapasan ayam.

Yang Sering Luput dari Pengawasan
Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor, Prof Wayan Teguh Wibawan, yang juga praktisi perunggasan, mengingatkan bahwa ayam pedaging zaman sekarang amatlah cepat. Ayam modern pertumbuhan ototnya sangat luar biasa, paling mudah terlihat adalah massa otot dadanya. Risiko dari pertumbuhan yang cepat ini tentunya... (Selengkapnya baca di Majalah Infovet eds Februari 2020) (CR)

INDONESIA INTERNATIONAL POULTRY CONFERENCE (IIPC) DUKUNG PERTUMBUHAN PERUNGGASAN NASIONAL

Jakarta, 21 Feb 2020. PT Gallus Indonesia Utama (GITA-group Infovet) bersama PT Temali telah membentuk Komite IIPC (Indonesia International Poultry Conference) bersama stakeholder perunggasan berencana menggelar konferensi dimaksud.

Dilatari oleh data potensial market lokal yang besar dengan jumlah penduduk Indonesia 167 juta dan pertumbuhan ekonomi di atas 5%, IIPC yang akan di gelar di kota Solo, Jawa Tengah itu diharapkan bisa berkontribusi dalam keilmuan dan solusi produksi perunggasan di Indonesia.


Bambang Suharno, mewakili penyelenggara pada acara konferensi pers IIPC menyampaikan bahwa Indonesia masuk dalam 10 besar produsen unggas dunia, produsen telur urutan ke tujuh dan broiler nomor 10. "Selain itu konsumsi produk unggas dalam negeri masih terus tumbuh, sedangkan beberapa negara lainnya cenderung stagnan. Ini berarti perunggasan Indonesia akan terus tumbuh di waktu yang akan datang," jelas Bambang.

IIPC yang akan dihelat pada Kamis-Sabtu  2-4 April 2020 di Hotel Alana, Blulukan-Solo itu mengambil tema "Poultry Health Management & Technology in Free AGP Era".

Drh Rakhmat Nuriyanto selaku komite ahli menjelaskan, tema ini dipilih karena sejak adanya pelarangan AGP awal tahun 2018 pelaku usaha perunggasan masih membutuhkan proses penyesuaian manajemen dan teknologi dalam melakukan budidaya unggas tanpa AGP. Para ahli yang akan dihadirkan akan menjelaskan berbagai sisi secara lengkap. 

Konferensi ini menjadi sangat penting untuk dihadiri baik dari kalangan industri perunggasan maupun dari kalangan ilmuwan perunggasan seperti akademisi maupun lembaga terkait lainnya.

Menghadirkan narasumber ahli perunggasan ternama dari dalam dan luar negeri yang meliputi berbagai disiplin ilmu perunggasan, antara lain:
  1.  Dr Luuk Schoonman (FAO Exepert)
  2.  USSEC (United State Syobean Export Council) expert
  3.  Prof.  Dr.  Drh. I Wayan Teguh Wibawan (IPB University)
  4.  Prof. Dr. Drh. Charles Rangga Tabbu (Gadjah Mada University)
  5.  Dr. Drh. Nlp Indi Dharmayanti (Indonesian Research Center for Veterinery Science).     
  6.  Dr. Drh. Michael Haryadi (Gadjah Mada University)
  7.  Mr Tony Unandar (privat Poultry Farm Consultant)
  8.  Narasumber pendukung dari Industri
Dalam rangkaian acara IIPC selain hadirnya para narasumber terkemuka, peserta juga diajak mengikuti acara bernuasa budaya. Direncanakan akan diselenggarakan welcome party bersama Walikota Solo di Loji Gandrung yang merupakan Cagar Budaya Kota Surakarta,  acara wisata kuliner , serta kunjungan ke The Heritage Palace, sebuah destinasi wisata baru di kota Surakarta.


Untuk mengikuti acara IIPC, peserta dapat memilih paket kepesertaan sebesar Rp. 6.000.000/orang  (menginap single bed), atau Rp. 5.000.000 (menginap twin bed). Pendaftaran online melalui klik http://bit.ly/IIPC2020FORM , atau hubungi panitia  +628777 829 6375  (Mariyam )

.
* (DS)

JANGAN LENGAH DENGAN PENYAKIT PERNAPASAN

Penyakit pernapasan merupakan penyebab kerugian terbesar secara ekonomi pada komersial layer dan broiler. (Foto: Dok. Infovet)

Penyakit pernapasan IBV (Infectious bronchitis virus) merupakan penyebab kerugian terbesar secara ekonomi pada komersial layer dan broiler. Penyakit pernapasan IB berdampak kuat terhadap gangguan pertumbuhan, penurunan keseragaman, peningkatan FCR (feed coversion ratio) dan diikuti oleh infeksi sekunder penyebab kematian tinggi.

Pada ayam muda, kerugian akibat infeksi virus IB ini sering terlihat dengan munculnya penyakit pernapasan kronis yang sering diikuti infeksi sekunder E. coli. Di laboratorium dimana lingkungannya bersih dan terkontrol, infeksi virus ini hanya mengakibatkan ciliostatis atau silia yang tidak bergerak. Kondisi silia yang tidak bergerak ini akan menjadi pemicu infeksi lanjutan E. coli yang pada akhirnya juga menyebabkan kematian.

Pada edisi sebelumnya (Infovet edisi 305 Desember 2019), sudah dibahas bagaimana program kontrol untuk meminimalkan kerugian akibat infeksi virus IB, dimana intinya program sanitasi dan vaksinasi yang tepat sangat membantu mengurangi kerugian akibat infeksi virus tersebut.

Ternak yang mengalami infeksi IB, pada saluran pernapasan bagian atas (trachea) mengalami peradangan dan eksudat mukus, sehingga ayam kesulitan dalam bernapas, demam tinggi dan merusak silia trachea yang menyebabkan bakteri dan mycoplasma mudah sekali masuk. 

Untuk mengendalikan kasus pernapasan ini, langkah yang paling penting adalah menjaga integritas sistem pernapasannya dari gangguan berbagai faktor utama pemicunya. Hal ini dapat tercapai jika mampu menjaga sistem mukosiliaris dari saluran pernapasan tersebut. Sistem ini merupakan gabungan dari silia sel epitel pernapasan dan mukus, yang dihasilkan oleh sel mukus yang terdapat di sel epitel trachea. Sistem mukosiliaris ini menjadi benteng pertahanan pertama untuk kekebalan yang bersifat mekanis dan tidak spesifik yang selanjutnya berfungsi mencegah masuknya mikroba sekunder seperti E. coli yang sangat merugikan.

Pada unggas layer dan broiler sangat rentan mengalami penyakit pernapasan meskipun pada sistem kandang tertutup (closed house) sekalipun, hal ini... (Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Februari 2020)

Drh Sumarno
Head of AHS Central & Outer Island PT Sierad Produce

GANJAR PRANOWO LANTIK PENGURUS KAPGAMA PERIODE 2020-2025

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo secara simbolis melantik Ketua PP KAPGAMA, Achmad Dawami (Foto: Dok. UGM)

Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) termasuk alumni Fakultas Peternakan (Fapet) UGM harus saling menyelaraskan peran untuk membangun sumberdaya manusia (SDM). Terlebih bagi mereka yang telah menduduki posisi sebagai pengambil kebijakan dan keputusan pada instansi dan institusi masing-masing.

Demikian dinyatakan oleh Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Ganjar Pranowo SH MIP usai melantik Pengurus Pusat Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (KAPGAMA – KAGAMA Peternakan) di Kompleks Kandang Fakultas Peternakan UGM, Selasa (18/2/2020).

Penyerahan pataka KAPGAMA dari Ketua Umum KAGAMA kepada Ketua KAPGAMA terlantik dilakukan di dalam kandang modern ayam broiler sistem closed house yang berisi ayam berumur 10 hari. Fapet UGM memiliki 2 kandang closed house sumbangan dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

“Banyak alumni kita yang menduduki posisi penting. Sekjen KAGAMA (sambil menunjuk AAGN Ari Dwipayana) ini adalah yang memberikan konsep apa yang akan diucapkan Presiden pada berbagai kesempatan penting. Beliau juga yang menyusun strategi hingga saat ini Jawa Tengah menjadi provinsi yang mendapat predikat terbersih (dari korupsi) oleh KPK. Selain itu ada menteri-menteri dan bahkan Presiden RI adalah anggota KAGAMA,” ungkap Gubernur Jawa Tengah 2 periode ini.

Begitu pula, Ganjar melanjutkan, pengembangan integrated farming di Jateng, yang dia paparkan peluangnya dan mendapatkan umpan balik konsepnya di kampus UGM juga. “Meski hasilnya belum begitu tampak, tapi titik terang ke arah itu sudah terlihat,” katanya.

Ganjar menyoroti kesempatan untuk mengatasi stunting (problem pertumbuhan lambat pada anak) melalui jalan peternakan sebagai produsen utama protein hewani. “KAPGAMA harus punya demplot, saya tawarkan Jawa Tengah,” ujarnya.  Dia menyebutkan, problem stunting harus dicegah sejak fase ibu hamil, dan harus diatasi sejak anak dibawah umur 3 tahun.

“Di Jateng, saya memiliki program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (Jateng Beramai-ramai Mendata Ibu Hamil). Ternyata, ibu hamil bermasalah hanya 20%, ada yang anemia dan kurang gizi,  yang berpotensi pada kematian ibu melahirkan dan melahirkan anak stunting. Setelah berhasil didata, diperiksakan rutin, tinggal nanti setelah lahir, kita perhatikan asupan gizinya agar anak tidak stunting,” papar dia.

Maka Ganjar pun mengaskan siap menyediakan Jateng sebagai demplot bagi KAGAMA dan KAPGAMA untuk mengkonsep secara lebih komprehensif cara mengatasi stunting dengan pendekatan sistemik. “Bagaimana ayam dan telur turah-turah harganya murah. Bagaimana agar jagung tetap tersedia harganya tinggi bagi petani namun wajar bagi peternak. Nanti alumni KAGAMA kehutanan menyediakan lahan, pertanian menyediakan benih dengan genetik unggul yang aman,” tutur dia.

Ir Achmad Dawami Ketua PP KAPGAMA terlantik menyatakan kualitas SDM nasional berkorelasi oleh tingkat konsumsi protein hewan. “Fakta bahwa konsumsi protein hewani kita termasuk terendah diantara negara Asean. Dulu, guru-guru Malaysia belajar kepada kita. Sekarang terbalik, kita belajar ke Malaysia bahkan ke Filipina. Tenaga kerja Filipina jauh lebih baik daripada kita,” ungkap alumni UGM angkatan 1974 ini.

Padahal, urai Dawami, pendapatan perkapita Indonesia USD 4.000, masih lebih tinggi daripada Filipina dan Vietnam. stunting akibat kekurangan gizi - termasuk protein hewani, juga akan menghasilkan generasi yang kecerdasannya rendah, yang secara akumulatif akan berpotensi menjadi masalah besar bagi bangsa Indonesia.

“Jadi ini terkait kesadaran gizi. Bahkan konsumsi rokok lebih tinggi daripada protein hewani. Saya mendorong melalui KAPGAMA kepada KAGAMA sebagai organisasi induk, untuk menyusun konsep meningkatkan kualitas SDM melalui peningkatan konsumsi protein hewani ini, kita sampaikan kepada presiden sehingga lebih didengar,” dia menegaskan.

Selain terkait dengan output SDM nasional, protein hewani juga menyangkut industri peternakan yang telah menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 3,7 juta orang. “Belum dihitung multiplier efeknya, jika dimasukkan jumlah anggota keluarga tenaga kerja industri peternakan ini,” ujar Dawami.

Pada kesempatan itu Dekan Fakultas Peternakan UGM Prof Dr Ir Ali Agus DAA DEA IPU, Asean. Eng. mengucapkan selamat kepada pengurus KAPGAMA yang sudah dilantik. “Semoga memberikan kebaikan dan kemanfaatan kepada berbagai pihak dimana kita semua berinteraksi. Dan KAPGAMA mampu membantu peran UGM di kancah yang lebih luas,” ucapnya.

“Peternakan memiliki peranan yang signifikan sebagai penanggungjawab penyediaan gizi melalui produksi pangan hasil ternak seperti daging, telur, susu, dan madu. Semua produk itu untuk membantu kesejahteraan masyarakat,” ungkap Ali Agus.

Adapun susunan pengurus PP KAPGAMA Periode 2020 – 2025 yang baru dilantik adalah sebagai berikut.

Dewan Penasihat :
1. Dekan Fakultas Peternakan UGM
2. Zaenal Bachrudin
3. Ferry Poernama
4. Krishna Agung Santosa
5. Priyastomo

Ketua            : Achmad Dawami
Ketua Pelaksana Harian            : Chandra Gunawan
Wakil Ketua 1 Bidang Organisasi    : Bambang Suwignyo
Wakil Ketua 2 BidangPemberdayaan Alumni   : Ismatullah Salim
Wakil Ketua 3 BidangKemitraan    : Suryo Suryanta
Wakil Ketua 4 Bidang Hubungan Almamater   : AsihKurniawati
Sekretaris            : Dyah Maharani
Wakil Sekretaris            : Joko Susilo
Biro Pengelolaan Kartu Anggota    : Endah Wulandari
Bendahara            : Idha Susanti
Wakil Bendahara            : Sri Wahyuningsih
Kepala Bidang Organisasi dan Keanggotaan    : Bambang Suwignyo
Kepala Bidang Pemberdayaan Alumni    : Ismatullah Salim
Kepala Biadang Hubungan Almamater    : Asih Kurniawati

*Sumber: Rilis UGM 

BEKERJA SAMA DENGAN SIERAD PRODUCE, APLIKASI WAHYOO LUNCURKAN 100 OUTLET AYAM GORENG BIKIN TAJIR

Momen ketika Ibu Sumarsih bercerita di launcing 100 outlet AGBT (Foto: Infovet)
Senyum sumringah menghiasi wajah Ibu Sumarsih, saat bercerita di acara launching 100 outlet Ayam Goreng Bikin Tajir (AGBT). Pemilik usaha Warung Makan Ragil di Salemba itu adalah salah satu mitra AGBT yang sukses.

“Saya baru bergabung 3 bulan, alhamdulillah belum lama buka ayam goreng ini tapi sudah banyak yang beli. Sehari bisa jual lebih dari 100 porsi, kurang lebih pendapatan 1,5 juta per hari. Kata yang beli, ayam gorengnya enak dan renyah, walaupun murah, tapi rasanya enggak murahan gitu,” cerita Ibu Sumarsih.

Launching yang berlangsung pada 20 Februari 2020 itu bertempat di Sequis Tower, Jakarta Selatan. AGBT ada usaha dengan sistem kemitraan berpotensi mendatangkan penghasilan hingga 15 juta per bulan untuk calon mitra. Merupakan hasil kerjasama Wahyoo, sebuah startup teknologi, dengan Sierad Produce.

Dicky Saelan, Peter Sheare, dan Andre Manuhutu (Foto: Infovet)
“Ayam Goreng Bikin Tajir ini hasil kerjasama Wahyoo dengan Sierad Produce, yang mana Sierad merupakan perusahaan penyuplai makanan fast food berkualitas ke berbagai brand yang sudah terkenal dan pasti terjamin kualitasnya," kata Andre Manuhutu, VP Operation AGBT Wahyoo.

Andre menambahkan, pihaknya yakin program AGBT ini dapat diterima dengan baik oleh konsumen sekaligus bisa memberikan tambahan pendapatan para calon mitra AGBT nantinya.

Sekarang ini mitra AGBT sudah mencapai 100 outlet di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Jumlah tersebut adalah 10 persen dari target 1000 outlet yang ingin dicapai hingga akhir 2020.

Sementara itu Managing Director Foods Sierad Produce, Dicky Saelan mengatakan, "Sierad memandang kerjasama gerai Ayam Goreng Bikin Tajir ini sebagai peluang yang menguntungkan bagi perusahaan dan calon mitra, juga membantu membuka peluang usaha bagi masyarakat. Kami melihat Wahyoo sebagai perusahaan startup agresif yang berkomitmen serius mengembangkan usaha mikro menengah dengan memanfaatkan teknologi.”

Bahan utama ayam potong yang digunakan AGBT dijamin kualitasnya. Proses pemotongan dan pembersihan dilakukan di rumah potong ayam milik Sierad Produce, yang telah bersertifikasi halal dan memenuhi standar kualitas internasional. (NDV)

MENTAN SYAHRUL AJAK MASYARAKAT TURUNKAN ANGKA STUNTING

Mentan Syahrul Yasin Limpo (Foto: Humas Kementan)

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, mengajak seluruh lapisan masyarakat agar melakukan gerakan bercocok tanam untuk menurunkan angka stunting pada daerah rentan rawan pangan.

“Dalam catatan saya, daerah yang rawan pangan ada 17 provinsi dan terdiri atas 267 kabupaten di 900 kecamatan. Saya harus jamin di daerah rentan itu tidak stunting,” kata Mentan Syahrul saat menghadiri talkshow Promotif Preventif Membentuk SDM Unggul Indonesia Maju 2045 di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta, (19/2/2020).

Untuk mendukung hal itu, pihaknya saat ini memiliki program Family Farming dan Pertanian Masuk Sekolah (PMS) di 727 kecamatan. Dia berharap, dua program ini mampu membantu menurunkan rentan rawan pangan hingga 16%.

“Dengan program Family Farming, kita bisa memanfaatkan halaman di sekitar rumah untuk bercocok tanam. Hal itu tentunya akan lebih higenis dan terjamin kesehatannya,” ucap dia.

Syahrul mengatakan, program pertanian masuk sekolah adalah program strategis untuk menjamin adanya pertahanan kesehatan bagi masyarakat. Program ini juga memiliki nilai ekonomis karena dibekali dengan keahlian bertanam.

“Keahlian bertanam itu bisa menjadi sebuah aset di masa depan. Untuk itu program PMS sangat penting dijadikan materi pembelajaran,” jelasnya.

Disisi lain, Mentan mengaku bahwa saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) sudah menetapkan target usaha tani pada 1.600 lokasi. Langkah ini diharap mampu berkontribusi besar pada penurunan prevalensi stunting hingga 28%.

“Saya akan intervensi dengan kesiapan-kesiapan bibit terbaik dengan keterampilan mereka untuk bertanam. Saya siapkan dananya untuk bertanam,” tegas Mentan Syahrul.

Selain itu, Kementan juga menjalin kerjasama dan kesepakatan dengan berbagai lembaga negara dan kementerian lain untuk sama-sama terlibat dalam gerakan pembangunan pertanian ke depan.

Kesepakatan tersebut antara lain adalah program one health jaminan kesehatan manusia, hewan dan lingkungan, penyediaan pangan segar dan beragam bergizi dan aman, pengendalian resistensi antimikroba, serta pencegahan dan pengentasan daerah rentan rawan pangan.

“Selanjutnya kami melakukan pengendalian vektor binatang hewan pembawa penyakit, perizinan distribusi dan penggunaan pestisida. Lalu kami melakukan pelaksanaan komunikasi, informasi dan edukasi, penelitian dan pengembangan, serta pertukaran data dan informasi dengan berbagai pihak,” pungkasnya. (Rilis Kementan/INF)

TROUW LAYER ROADSHOW: KENALKAN PROGRAM PRE-PEAK FEEDING LAYER

Trouw gelar Layer Roadshow di Pasuruan (Foto: Istimewa)

PT Trouw Nutrition Indonesia (Trouw), Jumat (7/2) lalu menggelar acara “Layer Roadshow” yang berlangsung di Pasuruan. Kegiatan ini juga sekaligus memperkenalkan program terintegrasi Pre-Peak Feeding Layers untuk seluruh peternak di Indonesia.

Diketahui ayam petelur mengalami transisi dari fase rearing menjadi sangat produktif (yang disebut fase pre-peak). Trouw menawarkan solusi terintegrasi pre-peak yang akan mendorong produksi telur untuk memiliki nilai jual dan menguntungkan dengan meningkatkan produksi telur +2.5 butir per ekor ayam, setelah fase pre-laying hingga fase puncak produksi (sekitar 18-24 minggu).

Solusi ini dilakukan dengan cara memaksimalkan asupan nutrisi pakan pada saat fase pre-peak, secara bersamaan mengurangi biaya pakan.

“Hari ini kami memperkenalkan lebih dalam solusi terintegrasi pre-peak yang dapat meningkatkan produktivitas ayam petelur selama masa pre-peak. Solusi terintegrasi yang didasari penelitian ini, merupakan komitmen kami sebagai perusahaan penyedia nutrisi hewan sejak tahun 2008 di Indonesia untuk mendukung industri peternakan dan feed-to-food industry,” terang Margaretta Ariesta selaku Country Manager PT Trouw Nutrition Indonesia

Ayam petelur mengalami transisi dari fase rearing (ayam muda) hingga fase produksi, dimana dalam fase ini ayam mengalami banyak perubahan termasuk perubahan hormon, lingkungan, dan kebutuhan nutrisi.

Pertumbuhan produksi telur secara cepat tidak selalu sinkron dengan asupan pakan dan asupan nutrisi yang cukup. Penelitian yang dilakukan R&D Poultry Research Center milik Trouw Nutrition di Casarrubios del Monte, Spanyol membuktikan alternatif nutrisi yang kontras mendukung produksi awal pada ayam petelur melalui pemberian pakan secara strategis mendorong total asupan nutrisi selama fase pre-peak. Selain itu, menghasilkan produksi telur yang lebih banyak dengan kualitas lebih baik.

Sementara itu Presiden Direktur PT Trouw Nutrition Indonesia, Ivan Kupin mengatakan pihaknya sangat bersemangat untuk turut meningkatkan pertumbuhan konsumsi telur ayam di Indonesia. Trouw juga berkomitmen mendukung peternak dengan produk nutrisi berkualitas tinggi yang diproduksi dengan fasilitas manufaktur di Pasuruan berkonsep state of the art technology.

Pabrik Trouw di Pasuruan telah memiliki sertifikasi Good Manufacturing Practice (GMP) for Veterinal Drugs refer to Government Regulations dan ISO 22000 Food Safety Management System. (NDV)


SISTEM KANDANG TERTUTUP: MASALAH AMONIA

Pemeliharaan ayam dengan sistem kandang tertutup. (Sumber: animaux.l214.com)

Oleh:
Tony Unandar (Private Poultry Farm Consultant - Jakarta)

Gas amonia alias NH3 ibarat “siluman” pada peternakan ayam modern. Dampak keberadaannya bisa dirasakan oleh peternak, tapi tak terlihat. Namun, kemahirannya dalam merogoh kocek peternak sudah tidak diragukan lagi. Walaupun publikasi ilmiah sangat terbatas terkait dengan tingginya prevalensi kasus-kasus pernapasan dengan peranan kondisi lingkungan ayam, namun informasi dalam tulisan ini mungkin dapat digunakan para peternak untuk mengurangi resiko yang akan dihadapinya.

Nitrogen sisa dalam metabolisme protein (reaksi katabolisme) makhluk hidup bisa diekskresikan (dibuang) dalam dua jenis senyawa kimia, yaitu senyawa urea atau asam urat yang dibentuk dalam hati. Berbeda dengan manusia, nitrogen sisa berupa urea dibuang lewat air seni dalam bentuk cair, sedangkan pada ayam berupa senyawa asam urat yang berbentuk pasta dengan warna putih sedikit kekuningan.  Dalam 24 jam, ayam yang mempunyai bobot badan 1 kg umumnya dapat mengekskresikan asam urat berkisar 1-2 gram. Asam urat tersebut umumnya dibuang bersama dengan komponen kotoran ayam lainnya yang berasal dari saluran cerna via kloaka.

Dalam litter, asam urat yang tercampur dengan material feses ayam akan mengalami proses dekomposisi (perubahan bentuk) menjadi senyawa urea dengan bantuan bakteri-bakteri lingkungan yang menghasilkan enzim urease. Tahap selanjutnya, dengan adanya kelembapan litter dan suhu yang relatif optimal akan membuat urea mudah terurai menjadi dua molekul gas amonia (NH3) dan gas karbon dioksida (CO2).  Perhatikan urutan proses yang terjadi:


Dalam keadaan normal, umumnya kadar amonia dalam sistem kandang tertutup memang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan sistem kandang terbuka, terutama di area yang dekat dengan exhaust fan atau area outlet. Pada sistem kandang tertutup untuk ayam layer modern, kadar amonia dalam kandang bisa kadang kala mencapai 50 ppm, mulai dari area tengah kandang sampai pada area outlet. Kondisi ini tentu saja akan lebih parah jika kelembapan dalam kandang sudah berada di atas 70%.

Efek Amonia Terhadap Pernapasan
Sistem pernapasan atas ayam sangat penting bereaksi secara spontan untuk mengeluarkan debu ataupun patogen yang terhisap via udara pernapasan dalam bentuk bersin, batuk, ataupun pengenceran patogen via sekresi mukus alias lendir.

Dibandingkan dengan senyawa urea atau asam urat, gas amonia justru bersifat lebih toksik (beracun) terhadap makhluk hidup, termasuk ayam yang dipelihara. Indera penciuman normal manusia bisa mendeteksi kadar gas amonia paling rendah pada tingkat 5 ppm. Dengan kata lain, jika bau amonia sudah tercium dalam suatu kandang ayam, artinya kadarnya paling tidak sudah 5 ppm. Menurut Michael Lacy dari Poultry Diagnostic Centre, Universitas Georgia, pada kadar 5 ppm gas amonia sudah dapat menimbulkan iritasi ringan saluran pernapasan ayam modern, baik ayam pedaging atau petelur.

Pada laporan penelitian lebih lanjut, ternyata ada beberapa efek... (toe) (Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Februari 2020)

INTERNATIONAL SEMINAR OF ANIMAL NUTRITION AND FEED SCIENCE DIGELAR 6-7 JULI 2020


MUKERNAS PB PDHI SUKSES DIGELAR

Para peserta berfoto bersama Gubernur Bengkulu


Dalam rangka mengetahui progress dan evaluasi kinerja pengurus pusat dan daerah selama setahun, PB PDHI menggelar Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) di Villa Erema, Cisarua, Bogor pada 13 – 15 Maret 2020 yang lalu. Lebih dari 150 orang peserta yang terdiri dari 47 pengurus cabang, 8 organisasi non – territorial, dan Persatuan Istri Dokter Hewan Indonesia (PIDHI) hadir dalam acara tersebut.

Drh Suli Teruli selaku ketua panitia mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para peserta yang hadir, sekaligus meminta maaf apabila ada hal yang kurang berkenan dalam pelaksanaan acara tersebut. “Saya mengapresiasi para peserta dan turut gembira karena hampir seluruh cabang dapat mengikuti MUKERNAS ini, mudah – mudahan ini pertanda baik dan semoga acara ini dapat lebih mengeratkan tali silaturahmi antar cabang,” tutur Suli kepada Infovet.

Ketua Umum PB PDHI Drh Muhammad Munawaroh dalam sambutannya juga mengungkapkan kebahagiaannya lantaran pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Provinsi Bengkulu yang juga seorang dokter hewan. “Saya berharap dengan suasana seperti ini, PB PDHI semakin solid dan dapat bersatu dalam menghadapi tantangan kedepannya sesuai tuntutan zaman,” kata Munawaroh.

MUKERNAS kali ini bertema “Penguatan Organisasi dan Finansial Organisasi Untuk Menuju PDHI yang Maju dan Modern”. Hal ini ditujukan agar PB PDHI dalam mandiri dalam hal finansial dan kuat luar – dalam. “Jika organisasi dan finansial sehat, maka kita tentu akan lebih semangat dalam berorganisasi, oleh karenanya saya rasa temanya enggak muluk – muluk amat,” kata Munawaroh.

Wejangan Dari Gubernur Bengkulu

MUKERNAS PB PDHI terasa spesial, hal tersebut karena kehadiran Gubernur Provinsi Bengkulu yang juga seorang dokter hewan. Pria bernama Dr Drh Rohidin Mersyah tersebut menyempatkan waktunya untuk menjadi keynote speaker di acara MUKERNAS PDHI.

Dalam pidatonya Rohidin mengangkat beberapa isu terkait profesi kedokteran hewan, diantaranya tentang ketersediaan pangan asal hewan yang ASUH, penanganan dan pencegahan penyakit zoonosis, kesehatan hewan kesayangan, serta medis konservasi. Menurutnya keempat isu tadi menjadi salah satu tantangan utama bagi Perhimpunan Dokter Herwan Indonesia (PDHI) di era industri 4.0.

“Oleh karenanya PDHI harus benar-benar menunjukkan eksistensinya agar lebih dikenal dan lebih diperhitungkan oleh pemerintah dan masyarakat,” Jelas Gubernur Rohidin. Selain itu lanjut Gubernur Rohidin, PDHI juga diharapkan mampu menjadi organisasi yang kompeten dan andal di bidangnya. “Kompeten itu punya empat ciri yakni kritis yang didasari ilmu pengetahuan,data valid dan mementingkan kepentingan orang banyak, memiliki sifat kreatif, komunikatif dalam menyumbangkan berbagai solusi, dan juga bersifat kolaboratif kepada semua pihak,” tutur alumni FKH UGM tersebut.

Ia juga melanjutkan bahwa keempat hal tadi juga harus menjadi perhatian bagi anggota PDHI di seluruh daerah, supaya terus bersinergi dan berkomuniasi aktif dengan pemerintah pusat. Sehingga jika terjadi permasalahan terkait hewan ternak dan lainnya, PDHI bisa berperan sebagai garda terdepan.

Dalam acara MUNAS tersebut, Ketua Umum PB PDHI beserta para perwakilan PDHI daerah dan pengurus organisasi non – territorial PDHI juga menyampaikan laporan pertanggung jawaban kerja selama setahun yang kemudian dievaluasi bersama. Ada juga paparan mengenai penguatan finansial organisasi, sosialisasi yayasan KDHI, revisi kode etik, dan sosialisasi RUU Keswan. Masih dalam acara yang sama, diluncurkan pula program AYO KE DOKTER HEWAN, dimana nantinya PB PDHI akan lebih menggaungkan kepada masyarakat akan pentingnya peran dokter hewan terhadap kesehatan hewan terutama pet animal. (CR)

PEMKAB MAGELANG GELAR KONTES TERNAK NASIONAL


Kontes ternak di Magelang (Foto: krjogja.com)

Dinas Peternakan dan Perikanan (Peterikan) Kabupaten Magelang akan menggelar kontes ternak tingkat nasional Bupati Magelang Cup 2020. Lomba dilaksanakan di PSH (Pasar Hewan) Grabag 14-15 Maret dan PSH Muntilan 18 Maret mendatang. Selain lomba ternak, juga dilaksanakan lomba foto bersama ternak dengan tema “Aku Cinta Ternak”, melalui media sosial dengan #kontesterbakbupatimagelangcup.

“Kontes ini untuk memeriahkan HUT ke-36 Kota Mungkid. Tahun sebelumnya, kami melaksanakan lomba atau kontes khusus kambing Peranakan Etawa (PE) tingkat Jawa-Bali. Untuk tahun ini, lebih lengkap. Selain PE, kami juga mengadakan kontes sapi potong jantan tingkat nasional. Kemudian kontes ternak tingkat kabupaten magelang,” kata Kepala Dinas Peterikan, Ir Sri Hartini didampingi Plt Kepala Bidang Peternakan Achmad Dulroji, Minggu (16/2/2020).

Khusus untuk kontes ternak tingkat Kabupaten Magelang, kata Sri Hartini, akan mempertandingkan tiga kriteria. Meliputi kontes sapi betina, kambing jawa randu dan kobtes domba betina.

“Sebagai tahap awal, telah dilaksanakan pembukaan pendaftaran pada Senin (3/2/2020) kemarin dan akan ditutup pada Selasa (25/2/2020) besok. Untuk hadiahnya, selain memperebutkan tropi Bupati Magelang, para juara juga akan mendapatkan uang pembinaan ratusan juta rupiah,” lanjutnya.

Untuk lomba kali ini, tambah Dulroji, pihaknya juga didukung oleh Aspekama (Asosiasi Peternak Kambing Magelang) dan APPSI (Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia).

“Bagi peserta kontes sapi potong yang membutuhkan informasi, bisa menghubungi pak joko ke nomor 085701474524. Untuk kontes kambing PE, bisa ke mas slamet dengan nomor 085328087422. Sementara untuk kontes ternak, bisa menghubungi petugas inseminator atau PDPP kecamatan atau datang langsung ke kantor dinas peterikan. Bisa juga dengan membuka instragram kami di kontesternakbupatimagelangcup dan facebook di kontesternak Bupatimglcup,” imbuh Dulroji. (Sumber:krjogja.com)

INOVASI UMM INI ATASI MASALAH PAKAN TERNAK

Produk Biofarm juga dapat meningkatkan kesehatan ternak (Foto: Humas UMM)


Guru Besar Bidang Nutrisi dan Ternak Organik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Ir Indah Prihartini MP berinovasi dengan mengeluarkan produk bioteknologi berlabel Biofarm 5+1 yang dapat menjawab permasalahan pakan hewan ternak.

Dirangkum dari situs jatim.idntimes.com, mulanya Indah melakukan riset mengenai bahaya limbah pertanian yang biasa digunakan sebagai sumber utama pakan ternak. Sebab, terdapat residu pestisida yang tidak menjamin keamanan pangan dari hasil peternakan.

Hasil penelitian yang Indah, mencatat bahwa terdapat 12 residu organoklorin paling berbahaya pada hasil peternakan. Tidak hanya itu, ia juga menemukan bakteri yang dapat mendegradasikan senyawa kompleks hingga senyawa berbahaya.

Menindaklanjuti riset tersebut, Indah membuat produk bioteknologi. Ia berinovasi dalam produk Biofarm 5+1, yang dapat menjawab permasalahan pakan hewan ternak.

“Jadi dalam satu kemasan Biofarm terdapat lima manfaat sekaligus, yaitu sebagai bionutrisi, imunobiotik, biofermentasi, probiotik dan prebiotik,” paparnya, Jumat (14/2).

Produk Biofarm disebutkan, salah satu keunggulannya yakni cukup efektif karena tidak memerlukan banyak untuk dicampur dalam makanan ternak. Peternak hanya perlu 1 liter Biofarm untuk pencampuran dengan 1 ton pakan.

"Satu liter Biofarm dapat mengolah 1 ton pakan atau bisa untuk 1000 liter air,” pungkasnya.

Tercatat sudah 5.000 produk yang terdistribusikan ke peternak dan perusahaan-perusahaan. Hasil yang terlihat adalah tingkat konsumsinya tinggi. “Selain itu ternak juga lebih sehat, dagingnya merah, produksi meningkat baik susu, bobot badan, produksi telur, dan juga tidak bau,” urai Indah. (Sumber: idntimes/INF)

MENCEGAH PENYAKIT PERNAPASAN AGAR TIDAK KERASAN

Kandang yang terlalu padat dapat meningkatkan kemungkinan infeksi penyakit pernapasan. (Sumber: Istimewa)

Setelah ditelaah lebih lanjut mengenai sistem pernapasan dan penyakit-penyakitnya. Alangkah baiknya peternak selalu “sedia payung sebelum hujan”. Karena sejatinya napas ternak juga napas kehidupan bagi masyarakat.

Dalam dunia medis, ada tiga organ vital yang dapat menjadi penyebab kematian hewan maupun manusia, yakni otak, jantung dan paru-paru. Otak tentunya berkaitan dengan sistem syaraf, bisa dibilang otak adalah “server induk” dari suatu organisme. Sementara jantung tentunya berkaitan dengan sistem sirkulasi dan peredaran darah.

Sedangkan paru-paru sudah pasti berkaitan dengan sistem respirasi atau pernapasan. Jika salah satu diantara ketiga sistem tersebut tidak bekerja dengan baik, maka tinggal tunggu kematian datang. Pada unggas, terutama unggas komersil, sistem pernapasan merupakan sistem yang kerap kali jadi bermasalah dan rentan.

Ada Sebab, Ada Akibat
Mengapa penyakit pernapasan sering terjadi dan cenderung berulang? Sudah jelas pasti ada sebabnya. Sudah disinggung tadi mengenai perkembangan genetik dari unggas yang kini dibudidayakan. Peternak yang sudah lama harusnya paham betul akan hal ini, karena kini beternak ayam ras, baik pedaging maupun petelur, dibutuhkan manajemen yang baik, biosekuriti yang terjaga dan lain sebagainya.

Namun sayangnya, perkembangan genetik ayam ras yang sangat cepat tidak diiringi dengan penerapan cara beternak yang baik. Sehingga impaksinya dapat terlihat dari indeks performa dan hasil panen yang kurang memuaskan, serta mudahnya ayam terserang penyakit yang mengakibatkan mortalitas tinggi serta kerugian besar.

Menurut Drh Agus Pranoto, salah satu praktisi perunggasan di Jawa Timur, dirinya bisa dibilang sudah kenyang melihat pemeliharaan ala kadarnya yang dilakukan peternak mitra. Padahal pihak penyedia (inti) sudah melakukan berbagai penyuluhan, seminar teknis dan lain sebagainya dalam mendukung peternak plasma.

“Kadang kita bicara sudah sampai “berbusa” gitu kalau di lapangan, kita menggebu-gebu memberi materi, namun di kandang ternyata tidak ada implementasinya. Agak sebel juga kalau seperti itu,” kata Agus.

Menurutnya, walaupun begitu ada juga peternak mitra yang benar-benar menjalankan apa yang diberikan walaupun tidak sepenuhnya. Jika melihat yang seperti itu, semangatnya pun kembali. Selain itu, Agus juga kerap kali dikomplain... (Selengkapnya baca di Majalah Infovet eds Februari 2020) (CR)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer