 |
| Ilustrasi anak ayam yang terinfeksi omphalitis. (Sumber: Shutterstock.com (kiri) & Diseases and Disorder of the Domestic Fowl and Turkey. CJ. Randall, 1997 (kanan)) |
Kolibasilosis adalah infeksi bakteri yang disebabkan oleh Escherichia coli (E. coli), yang secara alami hidup di usus unggas (ayam, kalkun, dan bebek).
Meskipun banyak strain E. coli yang tidak berbahaya, beberapa strain patogen dapat menyebabkan infeksi parah ketika masuk ke bagian lain dari tubuh ayam. Infeksi dapat menyebabkan berbagai kondisi seperti kematian, penurunan produksi telur, dan kerugian ekonomi, selain itu juga menyebabkan septikemia (keracunan darah), peritonitis (peradangan pada rongga perut), dan gangguan pernapasan.
Penyakit ini bisa terjadi secara primer atau sekunder, sangat menular, dan dapat menyebar dengan cepat di antara flock, terutama ketika ayam mengalami stres atau hidup dalam kondisi yang tidak bersih, juga dapat lebih parah jika manajemen kandang buruk, ventilasi tidak memadai, dan kualitas air yang jelek. Gejala yang terlihat bila ayam terkena infeksi adalah diare, gangguan pernapasan, penurunan nafsu makan, serta pembengkakan dan peradangan pada organ tubuh.
Kolibasilosis dapat muncul dalam berbagai bentuk, sehingga sulit jika diagnosis hanya berdasarkan gejala klinis. Penyakit ini sering menyerang sistem pernapasan, akan tetapi dapat juga memengaruhi aliran darah, sistem pencernaan, atau organ lainnya.
Penyebab dan Faktor Predisposisi
Bakteri penyebabnya adalah E. coli yang secara alami ada di usus unggas, tetapi bisa menjadi patogen oportunistik saat kekebalan tubuh menurun, terutama terhadap jenis Avian Pathogenic Escherichia Coli (APEC). Faktor seperti ventilasi buruk, kualitas air minum yang tercemar, kebersihan kandang yang kurang baik, dan tingginya kadar amonia di kandang dapat memicu penyakit.
Kolibasilosis sering muncul setelah unggas terinfeksi penyakit lain/infeksi sekunder, terutama seperti penyakit gumboro, avian influenza, dan newcastle disease. Penularan bisa melalui kontak langsung dengan feses terkontaminasi, kualitas sanitasi tempat penetasan yang buruk, atau secara vertikal melalui telur yang terinfeksi.
Secara garis besar faktor pencetus kejadian penyakit ini adalah berasal dari dalam, yaitu berasal dari DOC atau ayam itu sendiri seperti radang pusar/omphalitis dan stres/dehidrasi karena perjalanan, dan yang berasal dari luar/tata laksana/lingkungan seperti lemahnya biosekuriti, kesalahan fase brooding, dan yang berasal dari udara, air, maupun pakan.
Gejala Klinis Secara Umum
Pada anak ayam terlihat adanya diare, omphalitis, dan tingginya kematian dini. Pada ayam dewasa gejala klinis biasanya diperlihatkan adanya gangguan pernapasan, nafsu makan dan berat badan menurun, diare (feses berair dan berwarna hijau), bulu di sekitar kloaka lengket dan kotor, mata sayu dan meradang, hingga pincang akibat radang sendi (arthritis).
Sedangkan pada ayam petelur terlihat adanya penurunan produksi telur dan penundaan puncak produksi, dan jika menyerang ayam yang sedang berproduksi tinggi terkadang ditemukan keadaan eggs yolk peritonitis.
Beberapa bentuk infeksi E. coli pada ayam petelur, di antaranya:... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Februari 2026.
Ditulis oleh:
Drh Arief Hidayat
Praktisi Perunggasan