FOOD PROCESS TECHNOLOGY INDONESIA SIAP MAJUKAN INDUSTRI PANGAN MELALUI INOVASI DAN TEKNOLOGI BERKELANJUTAN
SINGKIRKAN BRUTU, AGAR OLAHAN BEBEK NIKMAT DISANTAP
Kusmayanti, salah satunya. Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) ini mengaku tak doyan konsumsi olahan daging bebek. Yang ada dalam bayangannya, olahan daging bebek bau amis dan dagingnya alot.
Tapi itu dulu. Sekarang, sejak ditraktir makan teman sekantornya di salah satu rumah makan bebek goreng madura, wanita 34 tahun ini mulai menyukai. Kusmayanti yang semula tak mau makan bebek goreng, kini tampak begitu nikmat menyantap menu makan siang bebek goreng di sekitaran kantornya.
“Bukan karena ditraktir, tapi kok ini rasanya beda. Enggak amis, dagingnya juga hampir sama dengan ayam presto. Mungkin ngolah-nya dipresto juga, kali ya,” tuturnya kepada Infovet.
Kusmayanti mengaku, pernah bertanya kepada pemilik rumah makannya, bagaimana bisa olahan daging bebek itu begitu terasa nikmat. “Yang punya warung bilang, itu sih tergantung cara ngolah-nya, Neng. Bumbu yang dipakai juga pengaruh banget hasilnya,” ucap dia.
Menurut cerita pemilik rumah makan yang disampaikan Kusmayanti, jeroan dan brutu (pantat) bebek mengandung lemak yang dapat menyebabkan daging bebek berbau amis. Maka itu saat memasaknya, jeroan dan brutu bebek harus dipisahkan. Selanjutnya, daging bebek dicuci menggunakan air mengalir untuk membersihkan dari sisa-sisa lemak yang masih menempel.
Penyebab Bau Amis
Dulu, produk itik yang populer di kalangan konsumen Indonesia adalah telurnya. Kini, daging itik juga sedang berpacu merebut hati konsumen. Sudah mulai eksis di pasar, meskipun masih jauh di belakang dominasi daging ayam.
Salah satu kendala yang menyebabkan pemasaran daging itik dan produknya belum dapat menyaingi daging ayam adalah karena mengeluarkan bau tidak enak atau anyir (off-odor). Daging itik memiliki tekstur yang alot dan warna dagingnya merah.
Dalam sebuah jurnal Balai Penelitian Ternak Bogor, dalam suatu tinjauan literatur mereka mengenai off-odor daging itik menyatakan bahwa dari ketiga kekurangan itu, yang paling tidak disukai konsumen adalah aroma yang anyir.
Ada berbagai cara lokal atau tradisional yang dilakukan peternak ataupun pengolah untuk memperbaiki citarasa olahan daging itik. Yakni menekan ketajaman bau anyir agar lebih diterima konsumen. Salah satu caranya adalah mencekoki itik dengan bahan tertentu sebelum itik dipotong.
Namun dari segi kesejahteraan ternak (animal welfare), cara mencekoki ini tidak dianjurkan. Cara lain yang banyak dilakukan ialah pengolahan daging itik yang sarat dengan penambahan bumbu-bumbu khusus.
Jurnal tersebut menjelaskan, dari sisi kajian ilmiah, bau menyimpang yang menyeruak dari daging itik berasal dari proses oksidasi lemak yang terkandung. Lemak pada daging unggas sebagian besar menumpuk di subkutan, tidak banyak tersebar ke jaringan daging.
Dibanding daging yang tersusun dari serabut putih seperti daging ayam, daging merah yang didominasi serabut merah mengandung lebih banyak lemak. Pada daging itik, kandungan lemak berkisar 2,7-6,8%.
Yang menjadi sumber masalah ialah komposisi lemaknya yang didominasi asam lemak tidak jenuh. Asam lemak tak jenuh mudah mengalami auto-oksidasi yang menghasilkan radikal bebas. Radikal bebas mengakibatkan timbulnya senyawa-senyawa peroksida yang kemudian mengalami dekomposisi.
Proses dekomposisi menghasilkan senyawa-senyawa berbau khas dan tajam, di antaranya aldehida, alkohol, keton, asam karboksilat, dan hidrokarbon. Jurnal ini memang kelihatan terlalu njlimet dalam bahasa sains. Tetapi sebagai konsumen, informasi ini menjadi penting agar lebih tahu dan kaya akan wawasan dengan apa yang dikonsumsi.
Jangan Pelit Rempah
Banyak cara orang memasak daging bebek agar tidak bau anyir dan dagingnya empuk. Lihatlah para pedagang warung makan nasi bebek. Mereka tetap ramai pembeli dan digemari pelanggannya. Ini membuktikan ada cara yang bisa dilakukan untuk menghasilkan olahan daging bebek yang nikmat.
Nurkhikmah, pemilik katering skala rumahan di Depok, berbagi tips agar olahan daging bebek tak bau amis. “Yang paling penting saat masak kita jangan pelit bumbu rempah. Karena karakter daging bebek itu memang lebih amis ketimbang ayam, bumbu harus lebih kuat,” tuturnya.
Menurutnya, ada lima pilihan cara yang dilakukan agar olahan daging bebek tidak bau amis dan disukai pelanggan. Pertama, lumuri daging bebek yang sudah dibersihkan dengan air jeruk nipis.
“Cara menghilangkan bau amis di bebek ini, setahu saya, karena air jeruk nipis bersifat asam, bisa ngilangin bakteri penyebab bau pada daging bebek,” ucapnya.
Jeruk nipis, kata Nurkhikmah, juga dapat membuat daging bebek menjadi lebih empuk. Namun, pastikan hanya melumuri daging bebek sekitar 30 menit, kemudian cuci dan bilas daging dengan air mengalir. Daging bebek yang direndam menggunakan air jeruk nipis akan menjadi lebih mudah hancur. Hal ini penting terutama karena daging bebek umumnya dimasak dalam waktu yang cukup lama.
Kedua, jangan pelit rempah. Rempah-rempah yang bisa digunakan untuk membuang bau amis pada bebek antara lain daun jeruk, daun salam, dan serai. Campurkan rempah-rempah tersebut dan rebus bersama dengan daging bebek selama satu jam menggunakan api sedang. Jika ingin mendapatkan daging bebek yang lebih empuk, dapat merebusnya dengan rempah-rempah tersebut selama tiga jam.
“Campuran rempah yang banyak bisa menghasilkan aroma yang harum, bau amis daging bebek bisa hilang. Dengan semakin lama merebus, bagian dalam daging bebek tidak tercium amis lagi,” ujarnya.
Ketiga, pisahkan jeroan dan brutu bebek dari karkas. Sebelum mengolah daging bebek, cara menghilangkan bau amis di bebek yaitu memisahkan jeroan dan brutu bebek dari dagingnya. Kedua bagian ini merupakan penyebab utama bau amis pada daging bebek. Jeroan dan brutu bebek mengandung lemak yang dapat menyebabkan daging bebek berbau amis. Setelah memisahkan jeroan dan brutu, cuci daging bebek menggunakan air mengalir untuk membersihkannya dari sisa-sisa lemak yang masih menempel.
Keempat, baluri parutan nanas. Parut nanas, lalu balurkan ke daging bebek yang telah dibersihkan. Setelah 30 menit, cuci bersih daging bebek sampai tidak ada lagi sisa parutan buah nanas pada daging. Sama seperti marinasi daging bebek menggunakan jeruk nipis, marinasi dengan nanas sebaiknya tidak dilakukan terlalu lama. Hal ini dikarenakan nanas memiliki sifat yang dapat melunakkan daging. Jika terlalu lama, daging bebek akan mudah hancur saat dimasak.
Kelima, jangan lupa cuci bersih daging bebek. Cara menghilangkan bau amis pada bebek ini wajib untuk dilakukan dibandingkan yang lain. Proses pembersihan ini wajib dilakukan agar tidak ada satupun yang menyebabkan bau amis menempel di bebek yang ingin diolah.
Menurut Nurkhikmah, cara-cara di atas sudah dilakukan oleh pedagang nasi bebek. “Intinya, semua daging yang mengeluarkan bau amis atau perengus bisa kita siasati biar hilang baunya. Termasuk waktu ngolah ikan atau daging kambing,” pungkasnya. ***
DISKUSI PENGEMBANGAN GENETIK MAKSIMAL DENGAN SISTEM CLOSED HOUSE
![]() |
| Para peserta antusias menyimak pemaparan pembicara pertama, Amin Suyono dari Cobb Vantress (Foto: Dok. De Heus) |
PT Rukun Mitra Bersama mengadakan seminar dan diskusi mengangkat tema “Maximum Genetic Development With A Closed House System”, Kamis 17 Oktober 2024 di Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini dihadiri 35 peserta internal.
Informasi yang dihimpun Redaksi Infovet, acara tersebut mengundang
tiga pembicara kompeten antara lain Amin Suyono SPt (Key Account Manager Cobb
Vantress), Sofin Faiz SPt (Fancom B.V Representative Indonesia) dan Taufik
Nugroho SPt (Technical Sales De Heus Indonesia).
Membuka
sesi presentasinya, Amin Suyono mengemukakan salah satu bagian sapronak
pembentuk HPP adalah DOC.
"DOC
hubungannya dengan kebutuhan impor GPS dan ketersediaan PS di beberapa
perusahaan untuk memunculkan FS berkualias," kata Amin.
Ia
menambahkan harga livebird saat ini
fluktuatif hingga di bawah HPP, mendorong beberapa perusahaan mencari
alternatif efisiensi untuk mendapatkan HPP yang baik.
Amin
menjelaskan DOC genetik
Cobb terdahulu memerlukan
suhu brooding yang mencapai 33°C-34°C untuk memaksimalkan target berat badan
saat 7 Hari 4,5x berat DOC. Pembaharuan genetik Cobb 500 terbaru adalah
penurunan suhu untuk fase brooding di 31°C-32°C.
Hal
tersebut turut merangsang kebutuhan wind
speed pada kandang broiler yang dapat dimaksimalkan hingga 3-3,75 m/s pada ayam besar (4-5 minggu), dikarenakan
peningkatan kecepatan pertumbuhan yang membutuhkan sirkulasi udara yang proper
dan baik.
“Hal yang sering dilakukan dalam kandang
namun kurang diperhatikan
yaitu persiapan kandang seperti preheating 24 sampai 48 jam sebelum chick-in. Tujuannya tidak hanya menghangatkan ruang saja,
akan tetapi alas (sekam) hingga ke lantai,” jelas Amin.
Sensor
suhu pada DOC terletak ditelapak kaki, sehingga perlu untuk preheating
tersebut. Pengecekan suhu pada kloaka (std 40°C - 40.5°C) untuk menentukan
target suhu awal saat brooding juga jarang dilakukan sampling.
Standardisasi
yang disampaikan Amin sejalan
dengan kebutuhan kandang yang mumpuni seperti insulasi kandang yang rapat, kokoh dan tahan lama. Juga
pentingnya sistem ventilasi
yang baik dan mumpuni. “Handling
ayam harus sesuai dengan
SOP, lighting program dan watering system kita lebih perhatikan,”
tandasnya.
Sistem Ventilasi Berteknologi Tinggi
Kebutuhan
masyarakat akan
daging ayam yang sehat dan terjaga kualitasnya sangat diperlukan, terlebih untuk
menopang ketahanan pangan Indonesia.
Sofin Faiz
menyinggung indeks
kebutuhan daging ayam per kapita
menurut salah satu badan
survei masih 11 /tahun, dinilai sangat jauh
dibandingkan dengan Filipina yaitu 14 kg/tahun dan Malaysia 43 kg/tahun.
Perusahaan Fancom B.V yang berkantor pusat di
Belanda, kini sedang menggalakkan sistem ventilasi di Indonesia
berbasis Minimum Transtition Tunnel (MTT) yang banyak digunakan di negara eropa.
Penggunaan
sistem MTT dipercaya dapat memaksimalkan tujuan kandang closed house yaitu memaksimalkan potensi genetik ayam, hingga
mendapatkan hasil yang bagus.
“Sistem ini tentunya sudah dihitung dan
disesuaikan dengan iklim tropis Indonesia,” ungkap pria
yang akrab disapa Faiz ini.
Sejalan
dengan Cobb bahwa sistem
MTT dapat menyesuaikan kondisi ventilasi saat periode brooding atau suhu diluar kandang
lebih rendah dari target dalam kandang (minimum ventilasi). Saat pergantian
dari minimum ke maksimum ventilasi
(transition ventilasi) dan ketika
ayam membutuhkan angin yang cepat (tunnel ventilasi) untuk mendinginkan tubuh.
Tiga sistem tersebut sangat dibutuhkan, apalagi
dengan keadaan iklim tropis yang
memiliki kelembaban tinggi dan cuaca yang cukup panas.
“Kuncinya adalah sistem tersebut menyesuaikan
dengan target suhu yang dirasakan oleh ayam. Bukan hanya target suhu ruangan, karena sistem ini memiliki
beberapa
sensor yang berteknologi tinggi serta controller touch screen
yang membantu operator
kandang mengobservasi kondisi ayamnya,” terang Faiz.
Lanjut Faiz, beberapa kandang yang semi-closed
house biasanya akan kesulitan untuk
mendapatkan wind speed yang maksimal
3 m/s. Beberapa
modifikasi seperti
penambahan deflector per 3 meter/6 meter, menjadi saran yang baik untuk
mencapai target tersebut.
Selain itu kipas yang kurang terstandard atau tidak
ada keterangan spesifikasi juga mempengaruhi kondisi kandang, dikarenakan daya hisap yang kurang
maksimal.
Sementara itu,
Taufik Nugroho menyebutkan De heus yang saat ini memiliki 5 feedmill yaitu di Bekasi,
Bogor, Pasuruan, Mojokerto dan Purwodadi memiliki komitmen untuk menyediakan
pakan berkualitas dan support maksimal untuk pelanggan.
![]() |
| Foto bersama pembicara dan peserta (Foto: Dok. De Heus) |
Sebagai partner independen peternak, pihaknya memberikan sarana produksi yang sesuai dengan kebutuhan dalam kandang dan dalam kantong.
Kualitas
yang terus dijaga sehingga antara pabrik, inti, plasma dapat bertumbuh
baik bersama sesuai dengan slogan De Heus yaitu
Powering Progress yang berarti win win
solution.
“Acara kali ini adalah wujud dari
komitmen tersebut untuk memenuhi kebutuhan lapangan dan menjalin hubungan yang lebih intim antara De Heus, PT Rukun Mitra Bersama, Cobb dan
Fancom,” pungkasnya. (NDV)
BULGARIA BERUPAYA MEMBATASI IMPOR TELUR UKRAINA
Kementerian Pertanian Bulgaria bekerja sama dengan para peternak dalam upaya menghentikan sepenuhnya aliran telur Ukraina yang murah ke negara tersebut.
Impor yang berlebihan diyakini menjadi faktor utama yang mencegah industri tersebut pulih setelah wabah flu burung yang menghancurkan pada akhir tahun 2023. Pemerintah Bulgaria mengajukan banding ke Komisi Eropa, meminta untuk melindungi produsen telur dari tren pasar negatif yang muncul sebagai akibat dari impor dari Ukraina.
"Prosedur untuk menyiapkan permintaan tertulis kepada Komisi Eropa telah dibatalkan," Georgi Tahov, Menteri Pertanian Bulgaria, menjelaskan selama konferensi pers.
Pada tanggal 2 Juli, Komisi Eropa memberlakukan kembali kuota tarif pada telur Ukraina, yang membebankan bea masuk sebesar €89 per ton pada impor. Para peternak Bulgaria bersikeras bahwa tindakan tersebut tidak memadai dan berupaya untuk melarang penuh impor telur Ukraina.
Pada tahun 2024, Bulgaria mengalami kenaikan impor telur dari Ukraina sebesar 400%, menurut perkiraan Daniel Bozhankov, ketua Asosiasi Pembibitan Unggas Industri. Menurut Bozhankov, bea masuk tidak berhasil – bea masuk hanya sebesar 5% dari harga grosir telur, sehingga gagal untuk mengekang arus impor. Bahkan, pengiriman telah meningkat sejak tindakan tersebut diperkenalkan.
Bozhankov mengklaim bahwa pada bulan Mei, hampir 311 ton telur diimpor ke Bulgaria, sementara pada bulan Juli, hanya dua wilayah – Veliko Tarnovo dan Dobrich – yang menerima 432 ton telur di pasar mereka. Mengingat ukuran pasar Bulgaria, angka tersebut sangat besar, kata Bozhankov, seraya menambahkan bahwa impor murah menimbulkan kerugian jutaan bagi petani lokal.
Asosiasi Pemuliaan Unggas Industri tidak akan mundur. Mereka menuntut agar pihak berwenang mendesak Komisi Eropa untuk mengaktifkan larangan impor telur Ukraina dalam waktu 120 hari. Jika tuntutan mereka tidak dipenuhi, mereka siap untuk meningkatkan protes mereka dengan unjuk rasa besar-besaran.
Telur Ukraina 20-30% lebih murah dibandingkan dengan yang diproduksi oleh peternak lokal, menurut perkiraan Bozhankov. Ia menjelaskan bahwa produsen Ukraina berhasil menjaga biaya produksi tetap rendah, karena mereka tidak perlu mematuhi standar kesejahteraan unggas Eropa.
Impor yang sangat besar juga menghambat industri unggas Bulgaria untuk pulih dari wabah flu burung skala besar yang menimbulkan malapetaka pada tahun 2023. Lebih dari 1,5 juta ekor ayam petelur mati dalam wabah tersebut, yang menyebabkan penurunan signifikan dalam swasembada telur Bulgaria dari hampir 115% menjadi di bawah 100%. Hilangnya swasembada ini telah menghilangkan status Bulgaria sebagai pengekspor telur bersih.
MIGRASI MUSIM GUGUR MENGANCAM PENINGKATAN WABAH FLU BURUNG
Selama musim panas, antara migrasi burung liar musim semi dan musim gugur, kasus flu burung yang sangat patogen cenderung menurun, yang baru-baru ini terjadi di Eropa. Jumlah kasus yang menurun di negara-negara Eropa juga dapat dikaitkan dengan kekebalan pada beberapa spesies burung liar, menipisnya beberapa populasi burung liar, dan perubahan komposisi genotipe virus flu burung yang sangat patogen yang beredar.
Namun, menjelang migrasi musim gugur, Prancis meningkatkan program vaksinnya, dengan membeli 67,75 juta dosis lagi. Selain itu, tim ahli virologi dari Badan Kesehatan Hewan dan Tanaman Inggris dan lainnya telah menemukan penyebaran global virus flu burung H5N1 telah menyebar ke berbagai spesies burung di Antartika, beberapa di antaranya bermigrasi ke bagian lain dunia sepanjang tahun.
Perusahaan yang biasanya mengizinkan ayam untuk keluar kandang, seperti Kipster, memeliharanya di dalam kandang selama periode migrasi. Perusahaan tersebut mencatat bahwa "akses luar ruangan dan biosekuriti sering kali bertentangan satu sama lain," tetapi, "bahkan selama kurungan untuk penyakit seperti flu burung yang sangat patogen, taman dalam ruangan yang luas dan merangsang menyediakan lingkungan yang aman dan memastikan kesejahteraan ayam tidak terganggu oleh pembatasan."
Selain itu, perusahaan tersebut mencatat penggunaan pakaian pelindung, praktik sanitasi, dan tindakan pencegahan lainnya untuk meminimalkan paparan ayam terhadap flu burung dan mengurangi risiko penularan dari dunia luar. Perusahaan tersebut juga melaporkan bahwa musim semi ini di AS, ketika risiko meningkat karena beberapa wabah flu burung pada peternakan unggas dan sapi perah di Indiana dan negara bagian tetangga, pusat pengunjung Kipster ditutup selama beberapa bulan.
Pusat tersebut dibuka pada awal September, tetapi pengunjung diminta untuk tidak memasuki properti peternakan, termasuk pusat pengunjung, jika mereka telah melakukan kontak dengan burung 72 jam sebelum berkunjung. Ilmuwan yang berbasis di Inggris dalam tim peneliti flu burung yang sangat patogen di Antartika mencatat bahwa flu burung telah menyebar secara global dalam beberapa tahun terakhir, pertama di Eurasia selama 2020-2021 sebelum menyebar lintas Atlantik ke Amerika Utara dan selanjutnya menyebar ke Amerika Selatan.
“Perkembangan di seluruh dunia ini didorong oleh spesies burung liar yang bermigrasi dengan kematian massal burung dan mamalia yang dilaporkan hingga sejauh selatan Patagonia,” mereka menjelaskan. “Pada musim gugur 2023, terbukti bahwa penyebaran ini tidak akan berhenti di Amerika: bukti lapangan menunjukkan bahwa lompatan antarbenua ke Antartika sudah dekat.”
Mereka telah mendeteksi virus flu burung yang sangat patogen H5N1 dalam sampel di Antartika dari skua coklat, fulmar selatan, albatros alis hitam, camar Kelp, burung laut Antartika, burung shag Georgia Selatan, anjing laut gajah selatan, dan anjing laut berbulu Antartika.
SERUAN UNTUK MENAIKKAN STANDAR MINIMUM KESEJAHTERAAN DAGING UNGGAS DI INGGRIS
Menurut penelitian baru yang diterbitkan oleh Humane League, peningkatan kesejahteraan ayam pedaging di Inggris akan menghabiskan biaya konsumen Inggris kurang dari £1/minggu.
Lembaga amal tersebut mengatakan peningkatan standar minimum secara sistematis dalam bentuk Better Chicken Commitment akan menghabiskan biaya maksimal 94p per minggu untuk konsumen Inggris rata-rata.
Dalam laporan terbarunya ‘State of the chicken industry – who’s selling your Frankenchickens?’, Humane League mengatakan sekitar 90% dari 1,1 miliar ayam yang dipelihara untuk diambil dagingnya “dipaksa dalam kondisi peternakan pabrik yang intensif”.
Lembaga amal tersebut didukung oleh juru masak, penulis, dan juru kampanye makanan ternama Hugh Fearnley-Whittingstall, yang mengatakan, “Jika supermarket mempelopori gerakan untuk berhenti menggunakan Frankenchickens, miliaran hewan dapat memiliki kehidupan yang lebih baik di tahun-tahun mendatang. Ini akan menjadi peningkatan besar bagi kesejahteraan hewan di Inggris, mungkin selamanya, dan bisnis dapat memperoleh keuntungan sebagai hasilnya. Kita harus melarang jenis yang sudah menderita sejak lama – status quo itu kejam, boros, dan tidak dapat dibenarkan.”
Humane League berpendapat bahwa standar kesejahteraan minimum harus dicabut secara menyeluruh oleh supermarket dengan mendaftar ke BCC, terutama karena label kesejahteraan dapat membingungkan dan menyesatkan.
Lembaga amal tersebut mengatakan jajak pendapat YouGov, yang ditugaskan untuk laporan tersebut, menemukan bahwa 3 perempat orang mempertimbangkan kesejahteraan hewan saat berbelanja, tetapi 74% dari mereka yang membeli produk daging ayam tidak mengetahui standar kesejahteraan apa yang dijelaskan oleh berbagai label. Sejumlah pengecer, termasuk Aldi, Tesco, Co-op, Morrison, dan Lidl, telah mengumumkan bahwa mereka akan memberikan lebih banyak ruang bagi ayam yang diternakkan untuk diambil dagingnya, tetapi belum mengadopsi banyak komitmen BCC lainnya.
Lebih dari 380 bisnis di Inggris dan Uni Eropa telah berkomitmen pada BCC sejauh ini, termasuk pengecer Inggris Waitrose dan Marks and Spencer.
ADITIF PAKAN UNGGAS BERBASIS CHLORELLA MENJANJIKAN PEMANGKASAN BIAYA
Strain baru Chlorella S-2019 yang dikembangkan oleh sekelompok ilmuwan dari Universitas Negeri Penza, Rusia, ditemukan sebagai pilihan yang menjanjikan untuk menggantikan antibiotik pakan dan menurunkan biaya produksi.
Produk tersebut dikatakan puluhan kali lebih murah dibandingkan dengan antibiotik sintetis dan alternatifnya yang umum. Produk yang dikembangkan tersebut diklasifikasikan sebagai aditif fitobiotik, dan para ilmuwan memperkirakan bahwa produk tersebut dapat menurunkan biaya yang terkait dengan perlindungan kawanan dari penyakit menular hingga 20 kali lipat.
Saat ini, peternakan unggas mencoba menghindari kerugian ekonomi yang terkait dengan penyakit menular pada unggas, dengan secara aktif menggunakan antibiotik, obat hormonal, dan stimulan pertumbuhan, komentar Marina Makartseva, salah satu penulis penelitian tersebut.
Dibandingkan dengan produk berbasis Chlorella lainnya, strain C-2019 menonjol dengan kandungan flavonoidnya yang lebih tinggi, komponen aktif dengan fitur antibakteri yang kuat.
Ilmuwan Universitas Negeri Penza juga telah membagikan rincian metode produksi mereka. Chlorella pertama kali ditumbuhkan dalam pembudidaya khusus, kemudian dikeringkan pada suhu 40°C dalam lemari pengering dan digiling dalam homogenizer, alat yang digunakan dalam produksi farmasi untuk memperoleh campuran homogen dengan struktur stabil dan sifat kimia tertentu.
Serbuk kering ditempatkan dalam falsk dan diisi dengan ekstraktan – etil alkohol 95% – dengan perbandingan 1:30. Campuran tersebut kemudian diinfus dalam penangas air selama 3 jam. Para ilmuwan melaporkan bahwa proses tersebut diselesaikan dengan menyaring ekstrak cair ke dalam botol.
Aditif tersebut dapat diberikan melalui air atau pakan. Sementara peraturan kedokteran hewan Rusia mengharuskan antibiotik pakan dihentikan 14 hari sebelum penyembelihan, aditif fitobiotik dapat digunakan sepanjang siklus hidup hewan.
“Keuntungan lain dari aditif ini adalah tidak hanya membunuh bakteri tetapi juga berfungsi sebagai sumber unsur makro dan mikro esensial yang diperlukan untuk meningkatkan konversi pakan. Aditif ini juga mencegah kekurangan vitamin,” demikian pernyataan kantor pers universitas. Biayanya diperkirakan berkisar antara 300 Rub (€3) dan 350 Rub (€3,5) per 30 ml/l, sementara para peneliti menekankan bahwa harga antibiotik dapat mencapai 6.000 Rub (€60).
Beberapa uji coba lapangan pertama mungkin sudah berlangsung, karena universitas sedang bernegosiasi tentang pengujian aditif tersebut di beberapa peternakan Penza. Para ilmuwan sudah mempertimbangkan rencana ekspor, dengan asumsi bahwa aditif tersebut dapat menarik minat para peternak unggas di Tiongkok, India, dan negara-negara Afrika.
HARGA AYAM BRASIL CAPAI US$2.000/TON
Harga rata-rata ekspor ayam Brasil telah melampaui angka US$2.000 per ton untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19.
Menurut data dari Asosiasi Protein Hewani Brasil (ABPA), harga rata-rata ayam ekspor mencapai US$2.089 pada bulan Agustus, naik 8,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, saat mencapai US$1.918.
Ini adalah harga rata-rata tertinggi sejak Agustus 2022, saat tercatat US$2.106 per ton. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan berakhirnya pandemi Covid-19 pada bulan Mei 2023.
“Harga rata-rata sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan pengiriman ke pasar bernilai tambah tinggi, seperti Jepang,” kata presiden ABPA Ricardo Santin.
Dari Januari hingga Agustus, volume daging ayam yang dikirim mencapai 3,432 juta ton, yang 1,8% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang mencapai 3,495 juta ton.
Pendapatan yang tercatat dalam 8 bulan pertama tahun 2024 mencapai US$6,319 miliar, yang 7,8% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2023 yang mencapai US$6,858 miliar.
“Dampak khusus Newcastle Disase berkontribusi pada hasil yang lebih rendah, terutama dalam pengiriman ke Tiongkok dan Meksiko. Namun, arus bulanan yang tercatat sejauh ini tetap sejalan dengan rata-rata selama 12 bulan tahun 2023, stabil di sekitar 430.000 ton,” tambahnya.
Dalam perincian berdasarkan tujuan, Uni Emirat Arab menempati posisi teratas, mengimpor 39.200 ton dari Brasil pada bulan Agustus, angka yang 17% lebih rendah dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu. Sebaliknya, pengiriman ke Jepang tumbuh sebesar 32%, mencapai 39.000 ton. Diikuti oleh Afrika Selatan dengan 28.100 ton (+11%), Arab Saudi dengan 26.900 ton (-28%), dan China, kini di posisi kelima, dengan 16.300 ton (-69%).
BEBERAPA SEKTOR INDUSTRI UNGGAS AS TERKENA DAMPAK NEGATIF DARI BADAI HELENE
Jumlah korban tewas akibat Badai Helene, yang baru-baru ini melanda negara bagian Florida, North Carolina, South Carolina, dan Georgia di AS, diperkirakan mencapai lebih dari 2.000 orang. Selain mengakibatkan kerusakan properti, badai ini juga mengakibatkan kerusakan dan/atau pemadaman listrik di sejumlah peternakan unggas dan pabrik pengolahan.
Georgia dan North Carolina termasuk di antara negara bagian tempat sebagian besar ayam diproduksi di negara ini. Di seluruh Georgia dan North Carolina, unggas mati selama badai akibat kerusakan bangunan akibat angin kencang dan banjir, dan masih banyak lagi yang akan mati akibat pemadaman listrik yang memengaruhi pengiriman pakan dan air di dalam kandang, pengiriman pakan akibat kerusakan jalan, dan sebagainya.
Bloomberg melaporkan bahwa negara bagian Georgia memperkirakan bahwa Helene akan lebih mahal daripada badai Michael, yang menyebabkan kerusakan pertanian senilai US$2,5 miliar pada tahun 2018. Secara total, gubernur Georgia Brian Kemp telah menyatakan bahwa 107 fasilitas unggas telah "rusak atau hancur total" hanya di negara bagian itu.
Komisaris pertanian negara bagian tersebut menyatakan bahwa, "Masa depan ratusan operasi pertanian di seluruh Georgia tidak pasti... [Helene] datang pada saat yang sangat buruk bagi para petani dan produsen kami, yang sudah menghadapi penurunan pendapatan pertanian bersih yang memecahkan rekor yang disebabkan oleh inflasi, biaya input yang tinggi, kekurangan tenaga kerja, persaingan global, dan harga komoditas yang rendah."
IEC RAYAKAN KEUNGGULAN INDUSTRI TELUR
Komisi Telur Internasional (IEC) mengakui pencapaian luar biasa dalam kepemimpinan, pemasaran, inovasi, dan pemrosesan di seluruh industri telur global pada Konferensi Kepemimpinan Global IEC di Venesia 2024 baru-baru ini.
“Pemenang penghargaan tahun 2024 mewakili yang terbaik dari industri telur global,” kata Greg Hinton, yang saat itu menjabat sebagai Ketua IEC (sekarang Mantan Ketua). “Kami bangga mengakui pencapaian dan kontribusi mereka, yang terus membentuk masa depan telur di seluruh dunia.”
Penghargaan Denis Wellstead mengakui layanan teladan bagi industri. Tahun ini penghargaan diberikan kepada Thor Stadil di Denmark, yang perjalanannya dalam bisnis telur dimulai hampir 50 tahun yang lalu. Dikatakan bahwa Thor sejak awal kariernya, ia membawa perpaduan unik antara pengetahuan, tekad, dan visi ke dalam pekerjaannya, mengidentifikasi peluang yang pada akhirnya akan mengarah pada kesuksesan luar biasa.
Pameran Penghargaan Telur Emas menampilkan 6 presentasi yang menyoroti bagaimana perusahaan dan negara di seluruh dunia terhubung dengan konsumen untuk meningkatkan konsumsi telur. Penghargaan tersebut diberikan kepada Noble Foods.
OEC mengatakan bahwa Penghargaan Inovasi Telur Vision 365 merayakan organisasi yang mendorong batasan untuk menciptakan produk inovatif yang menambah nilai pada telur. Pemenang penghargaan tahun ini adalah Evova Foods Inc. di Kanada, dengan penyebutan khusus untuk produk mereka Egg-cellent Protein Puffs, yang menurut IEC menunjukkan pemasaran dan inovasi yang luar biasa, menggunakan putih telur sebagai bahan utama, dan menghadirkan camilan baru yang sehat dan bergizi.
Penghargaan Clive Frampton mengakui mereka yang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap industri pengolahan telur global. Setelah menunjukkan perpaduan antara kerja keras, inovasi, semangat, dan menjadi keluarga yang baik, jalan pun terbuka bagi Ready Egg Products di Irlandia Utara untuk menjadi salah satu entitas paling sukses dalam industri pengolahan telur global.
Selain penghargaan tahunan, IEC menganugerahkan Keanggotaan Seumur Hidup Kehormatan IEC kepada Peter Dean di Inggris. Peter diakui "tidak hanya sebagai pelopor industri kami tetapi juga sebagai pria sejati – dikagumi karena kepemimpinan dan integritasnya. Kontribusinya telah meninggalkan warisan yang luar biasa, dan ia terus menginspirasi generasi pemimpin industri di masa depan."
IMPOR UNGGAS BEKU YANG MENINGKAT MERUGIKAN PETERNAK MESIR
Peternak unggas Mesir menderita kerugian finansial untuk musim kedua berturut-turut karena kebijakan pemerintah yang mengizinkan impor ayam beku dalam jumlah besar ke negara tersebut, Tharwat Al-Zaini, Wakil Presiden Persatuan Produsen Unggas Mesir, mengatakan dalam sebuah pernyataan.
Rata-rata, peternak unggas Mesir kehilangan sekitar 7 pound Mesir (US$0,14) per kg ayam dalam berat hidup, Al-Zaini memperkirakan. Kebijakan pemerintah tersebut mempertanyakan kelangsungan hidup industri itu sendiri, tambahnya.
Pada tahun 2023, produksi daging ayam di Mesir diperkirakan sekitar 1,59 juta ton, data resmi menunjukkan. Negara itu hampir menggandakan produksi ayamnya antara tahun 2010 dan 2019, tetapi dalam 5 tahun terakhir, kinerja produksi tetap datar.
Pada bulan Juni 2023, pemerintah Mesir untuk sementara menghapus bea masuk impor ayam beku. Mesir mengimpor ayam beku terutama dari Brasil, yang merupakan bagian terbesar dari semua pengiriman.
Pedagang lokal mengatakan Brasil mengirim sekitar 200.000 ton unggas ke Mesir tahun lalu, yang secara substansial meningkatkan impor secara keseluruhan. Selain Brasil, Mesir juga mengimpor unggas dari Thailand, Ukraina, dan AS.
Saat ini, biaya produksi daging ayam pedaging sekitar 74 pound Mesir (US$1,5) per kg. Sementara itu, harga ayam beku impor sekitar 66 pound Mesir (US$1,36) per kg. Al-Zaini meminta otoritas Mesir untuk menemukan solusi, menekankan bahwa ketahanan pangan negara hanya dapat dicapai jika peternak unggas lokal terus beroperasi.
Selain itu, Al-Zaini menyatakan keyakinannya bahwa jika pemerintah Mesir memutuskan untuk menangguhkan impor, konsumen tidak akan merasakan dampaknya. Peternak lokal dapat dengan cepat memperluas operasi dan mengisi kesenjangan tersebut. Ia menambahkan bahwa tidak ada kenaikan harga yang diharapkan karena pasar unggas Mesir sebagian besar masih dikendalikan oleh negara.
DE HEUS BUKA PABRIK DI PURWODADI BERKAPASITAS 15.000 TON
De Heus sebagai salah satu produsen pakan ternak terbesar membuka pabrik kelima di Purwodadi, Jawa Tengah. Pabrik yang memiliki kapasitas produksi hingga 15.000 ton per bulan, semakin memperkokoh posisi De Heus sebagai salah satu perusahaan pakan ternak terkemuka di Indonesia.
"Kami sangat senang bisa memperluas operasi bisnis kami di Indonesia dan mendukung perkembangan sektor peternakan. Pabrik baru di Purwodadi adalah bukti komitmen kami untuk menyediakan pakan ternak berkualitas tinggi dan mendukung praktik peternakan berkelanjutan bagi peternak mandiri," ujar Kay De Vreese, Presiden Direktur De Heus Indonesia dalam rilis yang diterima redaksi Infovet.
Dengan peningkatan kapasitas produksi di pabrik Purwodadi, De Heus menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung peternak lokal dengan memastikan pasokan pakan berkualitas tinggi yang konsisten. Pabrik ini berkomitmen untuk memproduksi pakan ternak sesuai dengan standar internasional, dengan fokus pada solusi peternakan yang praktis dan berkelanjutan.
"Pembukaan pabrik baru kami di Purwodadi, Jawa Tengah, memperkuat komitmen De Heus untuk menyediakan produk yang membantu meningkatkan produktivitas ternak dan mendukung pertumbuhan peternakan pelanggan kami," kata Nofrialdi, Manajer Pabrik De Heus Purwodadi.
De Heus Indonesia juga tetap berdedikasi tinggi dalam mendukung peternak unggas komersial mandiri dan pembudidaya ikan di Indonesia, serta berkomitmen untuk tidak terlibat dalam peternakan broiler komersial atau perikanan itu sendiri. Hal ini dilakukan agar De Heus tidak bersaing dengan peternak lokal dalam bisnis inti mereka. (INF)
SMOKLIN: ASAP INOVATIF PEMBASMI JAMUR
MENYONGSONG ACARA PUNCAK HATN, PINSAR GELAR BAZAR AYAM DAN TELUR MURAH
Ketua Pinsar Jawa Tengah, Parjuni, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye promosi pentingnya konsumsi protein hewani di kalangan masyarakat. Menurutnya, meskipun ayam dan telur adalah bahan makanan kaya nutrisi, namun tingkat konsumsinya di Indonesia masih tergolong rendah.
Melalui bazar ini, Pinsar berusaha memastikan masyarakat memiliki akses mudah untuk membeli ayam dan telur dengan harga murah, sehingga bisa mendorong peningkatan konsumsi protein hewani.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat membeli ayam dan telur dengan harga yang lebih terjangkau, karena ini adalah bahan makanan bergizi yang sangat penting, tetapi sayangnya konsumsinya per kapita masih rendah. Melalui acara ini, kami berharap masyarakat lebih menyadari pentingnya konsumsi protein hewani untuk kesehatan,” kata Parjuni.
Pinsar Jawa Tengah menggandeng berbagai pihak di daerah untuk mendukung kampanye ini, dengan harapan acara serupa dapat diselenggarakan di berbagai wilayah lain di Indonesia. Parjuni berharap bahwa tahun depan konsumsi ayam dan telur bisa meningkat, bukan hanya di wilayah Solo Raya, tetapi juga di seluruh Indonesia.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menginspirasi daerah lain untuk turut mendorong peningkatan konsumsi ayam dan telur, sehingga di masa mendatang konsumsi protein hewani bisa meningkat lebih baik secara nasional,” tambahnya.
Selain sebagai upaya meningkatkan konsumsi gizi, bazar murah ini juga merupakan bagian dari dukungan terhadap peternak kecil. Parjuni menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak mandiri, yang mayoritas adalah UMKM. Ia mengungkapkan bahwa dalam persaingan dengan perusahaan besar, peternak rakyat memerlukan regulasi yang lebih mendukung agar mereka tetap eksis dan berkembang.
Acara ini juga mendapatkan respons positif dari masyarakat. Salah satu warga Pringgading, Ninis Handayani, merasa sangat terbantu dengan adanya Bazar Ayam dan Telur Murah. Ia mengungkapkan bahwa harga yang ditawarkan di bazar jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar.
“Alhamdulillah, ini sangat membantu. Di pasar, setengah kilo telur biasanya dihargai sekitar Rp 13.000, tetapi di sini saya bisa mendapatkan satu kilo telur hanya dengan Rp 20.000. Ini sangat membantu kebutuhan dapur kami,” tukasnya.
Acara puncak HATN berlangsung Minggu 13 Oktober 2024 di area Car Free Day Jl Slamet Riyadi Solo dengan acara utama berupa pemecahan rekor MURI konsumsi ayam dan telur. selengkapnya klik di sini
(WINDRI/INF)
ARTIKEL POPULER MINGGU INI
-
Cara Menghitung FCR Ayam Broiler. FCR adalah singkatan dari feed convertion ratio, yaitu konversi pakan terhadap daging. FCR digunakan untuk...
-
Di dunia ini terdapat beberapa jenis ayam terbesar di dunia. Baik dari segi tinggi badannya, ukuran badannya, maupun berat badannya. Di anta...
-
Prof Dr Ismoyowati SPt MP, dari Unsoed, membawakan materi Mekanisme Kemitraan dalam Budidaya Ayam Broiler, dalam webinar Charoen Pokphand In...
-
Sumber: Balitbangtan Kementan Ayam KUB adalah ayam kampung galur (strain) baru, merupakan singkatan dari Ayam Kampung Unggul Balitbangtan. A...
-
Salah satu ciri telur asin yang berkualitas adalah bagian kuning telurnya yang tampak masir. (Foto: Istimewa) Bukan hanya cara menyimpannya,...
-
Cara menjadi mitra JAPFA untuk kemitraan ayam pedaging adalah dengan melalui PT Ciomas Adisatwa, yang merupakan anak perusahaan dari PT JAPF...
-
Foto: ilustrasi Meskipun sama-sama multi purpose breed, yaitu bisa dipelihara sebagai pedaging maupun petelur, namun perbedaan bebek Peking ...
-
Hijauan kering dan jerami kering Berbagai hijauan pakan yang sengaja dipanen dan dikeringkan serta berbagai jerami kering yang sengaja dipan...
-
Pedet merupakan target utama keuntungan pada beef cattle breeding , sedangkan pada dairy cattle merupakan income kedua setelah produks...
-
Prof Nahrowi (kiri), bersama Dr Syahrial Abdi (tengah), dan Ir Joko Irianto (kanan), dalam Opening Ceremony 3rd ICOP Conference 2026. (Foto-...
.jpeg)




.jpg)

















