-->

MENUJU EDISI KE-20: GRAND LAUNCHING INDO LIVESTOCK 2027 EXPO & FORUM RESMI DIGELAR

Grand Launching Indo Livestock 2027 Expo & Forum, Selasa (28/7/2026). (Foto: Dok. Infovet)

PT Napindo Media Ashatama secara resmi menyelenggarakan momentum penting Grand Launching Indo Livestock 2027 Expo & Forum di Aloft South Jakarta Hotel, Selasa (28/7/2026). Peluncuran resmi ini menandai dimulainya tahapan persiapan menuju pameran bisnis peternakan dan kesehatan hewan terbesar di Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 21-23 Juli 2027 mendatang di Grand City Convex, Surabaya.

Penyelenggaraan Indo Livestock 2027 Expo & Forum tidak hanya hadir sebagai ajang pameran dagang tahunan, tetapi juga diproyeksikan sebagai ruang kolaborasi strategis dalam mendorong kemajuan subsektor peternakan dan kesehatan hewan nasional. Melalui berbagai kerja sama, para pemangku kepentingan industri diharapkan dapat saling memperkuat sinergi, memperluas jaringan bisnis, serta meningkatkan daya saing peternakan Indonesia di tingkat global.

Project Director PT Napindo Media Ashatama, Lisa Rusli, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang secara konsisten mendukung perjalanan Indo Livestock hingga saat ini.

“Kami sampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian selaku tuan rumah, serta dukungan dari kementerian, lembaga, asosiasi, mitra bisnis, peserta pameran, hingga insan media. Melanjutkan keberhasilan tema sebelumnya, Indo Livestock 2027 Expo & Forum akan terus hadir sebagai platform strategis yang mendukung pengembangan peternakan dan kesehatan hewan nasional,” ujar Lisa.

Lisa menegaskan, pameran di tahun mendatang memiliki arti yang sangat istimewa. Memasuki edisi ke-20, pameran ini sekaligus menjadi penanda reflektif 25 tahun perjalanan konsisten Indo Livestock dalam menjembatani ekosistem bisnis dan pengetahuan peternakan di Indonesia. Perjalanan seperempat abad ini merupakan cerminan komitmen berkelanjutan Napindo dalam memfasilitasi teknologi, inovasi, serta peluang investasi di subsektor peternakan dan kesehatan hewan.

“Penyelenggaraan Indo Livestock 2027 Expo & Forum di Surabaya merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan ke wilayah ekosistem peternakan yang kuat. Hal ini memberikan akses yang lebih luas bagi pelaku usaha di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya, sekaligus menciptakan peluang investasi baru,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Junior Sales Manager Indo Livestock, Agnes Nilam, turut memaparkan gambaran komprehensif mengenai rencana pelaksanaan Indo Livestock 2027 Expo & Forum. Pemaparan tersebut mencakup target pengunjung, profil peserta pameran, tata letak area pameran, hingga berbagai agenda forum pendukung.

Agnes menjelaskan, Indo Livestock 2027 Expo & Forum ditargetkan akan menghadirkan sekitar 15.000 pengunjung, dengan luas area pameran 5.169 m2, yang akan diikuti oleh sekitar 300 perusahaan dan prinsipal dari 30 negara, dengan menghadirkan 10 paviliun negara. Pameran ini juga bersinergi dengan Indo Feed, Indo Dairy, Indo Vet, dan Indo Fisheries.

Dengan dimulainya rangkaian tahapan peluncuran ini, pihak penyelenggara berharap sinergi yang terjalin antara pemerintah, asosiasi profesi, akademisi, dan pelaku usaha dapat terus memperkuat ekosistem peternakan Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing. (RBS)

PERKUAT KOLABORASI DAN DAYA SAING INDUSTRI PETERNAKAN DI INDO LIVESTOCK 2026

Momen pembukaan Indo Livestock 2026 Expo & Forum. (Foto: Infovet/Ridwan)

Indo Livestock 2026 Expo & Forum, secara resmi dibuka dalam Opening Ceremony pada Rabu (17/6/2026) di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang. Pameran dan forum internasional ini diselenggarakan untuk terus memperkuat kolaborasi dan mendorong inovasi demi meningkatkan daya saing sektor peternakan dan kesehatan hewan di Tanah Air.

Diselenggarakan oleh PT Napindo Media Ashatama (Napindo) dan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian sebagai tuan rumah, pembukaan resmi dilakukan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr Drh Agung Suganda MSi.

Pameran yang bersinergi dengan Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet, dan Indo Fisheries 2026 Expo & Forum ini menghadirkan 600 peserta dari 30 negara dengan tujuh paviliun negara, yakni China, Eropa, Indonesia, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, dan Vietnam. Sebagai wadah strategis diplomasi ekonomi dan pengembangan industri, pameran ini mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, asosiasi, investor, serta profesional dari berbagai negara untuk memperluas peluang kerja sama, transfer teknologi, dan mendorong investasi yang mendukung transformasi industri peternakan, pakan ternak, pengolahan susu, pertanian, kesehatan hewan, alat-alat kedokteran hewan, perikanan, dan akuakultur di Indonesia.

Dalam sambutannya, Agung Suganda menegaskan bahwa sektor peternakan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, pembangunan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat pedesaan. Seiring meningkatnya kebutuhan protein hewani untuk mewujudkan visi Generasi Emas 2045, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan investor guna meningkatkan produksi, memperkuat investasi, serta memperluas akses pasar bagi produk peternakan Indonesia.

“Indo Livestock merupakan salah satu pameran peternakan berskala internasional di Indonesia. Namun lebih dari pada itu, Indo Livestock adalah instrumen diplomasi ekonomi peternakan Indonesia di hadapan dunia, menjadi tempat bertemunya stakeholder peternakan dari luar negeri dan dalam negeri, menjadi tempat dalam melakukan transaksi bisnis, sekaligus menjadi ruang konsolidasi nasional stakeholder peternakan sehingga diharapkan dapat menjadi booster percepatan modernisasi dunia usaha peternakan dan kesehatan hewan yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB)," ujarnya.

Menyambut positif visi pemerintah dalam mendorong kemajuan sektor peternakan dan kesehatan hewan nasional, Managing Director Napindo, Arya Seta, menyampaikan bahwa Indo Livestock 2026 merupakan wujud komitmen Napindo untuk terus menghadirkan platform yang mempertemukan pelaku industri dari berbagai negara dalam satu ekosistem yang mendukung pertumbuhan sektor peternakan dan industri pendukungnya.

Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk dan teknologi, tetapi juga sarana untuk memperluas jejaring bisnis, mendorong transfer pengetahuan, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Lebih dari sekadar ajang pameran, Indo Livestock merupakan platform kolaborasi yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu ekosistem industri yang terintegrasi. Melalui partisipasi ratusan perusahaan dari berbagai negara, kami berharap penyelenggaraan tahun ini dapat mendorong lahirnya peluang kerja sama, investasi, dan transfer teknologi yang berkontribusi terhadap pengembangan sektor peternakan, kesehatan hewan, pertanian, perikanan, dan akuakultur Indonesia," kata Arya.

Banyak Program Unggulan
Selain menghadirkan pameran berskala internasional, Indo Livestock 2026 juga menyelenggarakan beragam program unggulan yang dirancang untuk mendorong pengembangan industri sekaligus memperluas partisipasi masyarakat. Salah satunya adalah Indo Livestock Grand Championship (ILGC) yang menjadi sorotan tahun ini pada penyelenggaraan perdananya. Setelah sukses menggelar Kontes Ternak Domba Garut pada hari pertama, rangkaian ILGC berlanjut dengan Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG) pada hari kedua dan ketiga (17-18 Juni 2026) dan dapat disaksikan secara langsung oleh masyarakat umum.

Program unggulan lainnya, Youth Farmers Day bertema “From Farm to Fame”, hadir sebagai wadah bagi generasi muda, startup, komunitas, dan pelaku industri untuk mengeksplorasi inovasi serta peluang pengembangan sektor peternakan. Kegiatan yang diselenggarakan bersama Kementerian Pertanian pada Kamis (18/6/2026), diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi peternak muda yang adaptif dan kreatif.

Pameran lintas sektor ini juga menyelenggarakan program unggulan di sektor perikanan. Fisheries Buyers Meeting diadakan sebagai program unggulan Indo Fisheries 2026, yang bertujuan untuk mempertemukan potential buyers dengan eksportir dan peserta pameran guna membuka peluang kerja sama dan transaksi bisnis internasional.

Rangkaian kegiatan Indo Livestock 2026 semakin lengkap dengan penyelenggaraan seminar, talkshow, focus group discussion, 82 sesi Technical Product Presentation (TPP), business matching, Live Cooking Demo olahan produk hasil perikanan, bazaar UMKM, serta berbagai kegiatan edukatif yang menghadirkan teknologi, inovasi, dan solusi terkini dari para pelaku industri nasional maupun internasional.

Dengan dukungan dari 51 kementerian, lembaga, asosiasi, dan universitas, Indo Livestock 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai pameran dan forum internasional terdepan bagi industri peternakan dan kesehatan hewan di Indonesia. Melalui kolaborasi lintas sektor dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, penyelenggaraan ini diharapkan mampu memperkuat investasi, memperluas peluang perdagangan, mempercepat transfer teknologi, serta mendorong peningkatan daya saing sektor peternakan, kesehatan hewan, pertanian, perikanan, dan akuakultur Indonesia di tingkat global.

Pemberian Penghargaan 
Pada momen pembukaan, Napindo bekerja sama dengan Yayasan Pengembangan Pangan Indonesia (YAPPI) turut memberikan penghargaan Indo Livestock Innovation Awards 2026 kepada para insan yang mendukung dan memiliki inovasi terbaik dalam pengembangan sektor pangan, di antaranya: 

- Kategori Amerta Adhikarya Pangan Pasupalana diberikan kepada Prof Dr Ir Luki Abdullah MSc Agr (Fakultas Peternakan IPB University) dengan inovasi "Green Concentrate Indigofera (GCI) Sumber Protein Lokal untuk Kemandirian dan Ketahanan Pakan Nasional."

- Kategori Amerta Sidhakarya Pangan Pariskara diberikan kepada Prof Dr Eni Sumarni STP MSi (Fakultas Pertanian Unsoed) dengan inovasi "Aplikasi Root Zone Cooling pada Sistem Aeroponik untuk Produksi Benih Kentang dan Bawang Putih di Dataran Rendah Tropis."

- Kategori Anugerah Sidhakarya Pangan Nusantara diberikan kepada Dr Santi Dwi Astuti STP MSi (LPPM Unsoed) dengan inovasi "Mie Bebas Gluten Berbasis Tepung Singkong Termodifikasi dengan Teknologi Tepat Guna Non Ekstrusi."

- Kategori Anugraha Annadana Nishkama diberikan kepada Adit Prayoga dengan inovasi melalui yayasan yang dipimpinnya, ratusan porsi makan gratis disajikan setiap hari bagi fakir miskin, pemulung, dan masyarakat kurang mampu tanpa membedakan latar belakang.

Kemudian, pada hari yang sama juga dilakukan pemberian penghargaan bagi para exhibitor pameran. Untuk kategori Best Designed Stand diberikan kepada Ceva (Juara III), Cargill (Juara II), dan Charoen Pokphand Indonesia (Juara I). Kemudian kategori Best Performance Stand diberikan kepada Kapha (Juara III), Mensana Aneka Satwa (Juara II), dan Medion (Juara I). Sedangkan kategori Most Unique Stand diberikan kepada Aviagen (Juara III), Highfarve (Juara II), dan Fenanza (Juara I). (RBS)

TECHNICAL MEETING INDO LIVESTOCK 2026, SIAP HADIRKAN INOVASI DAN PROGRAM UNGGULAN

Technical Meeting Indo Livestock 2026 Expo & Forum. (Foto: Istimewa)

Menjelang pelaksanaan Indo Livestock, Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet, dan Indo Fisheries 2026 Expo & Forum, PT Napindo Media Ashatama (Napindo) sukses menggelar Technical Meeting pada Selasa (12/5/2026) bersama para peserta pameran, mitra, venue, dan stakeholder terkait.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju pelaksanaan pameran yang akan berlangsung pada 16-18 Juni 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang.

Sebagai pionir pameran internasional industri peternakan di Indonesia, Indo Livestock terus konsisten menghadirkan platform strategis yang mempertemukan pelaku industri, pemerintah, asosiasi, akademisi, profesional, hingga investor. Melalui ajang ini, para stakeholder dapat memperluas jejaring bisnis, berbagi wawasan, memperkenalkan inovasi, serta mendorong kolaborasi lintas sektor.

Acara dibuka dengan sambutan dari Project Director Napindo, Lisa Rusli, yang menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan kehadiran para peserta. “Sejak pertama kali diadakan pada 2002, Indo Livestock terus berkomitmen mempersembahkan yang terbaik sebagai wujud dukungan kepada industri pameran peternakan di Indonesia. Technical Meeting ini menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan seluruh rangkaian Indo Livestock 2026 Expo & Forum,” ujarnya.

“Kami optimis penyelenggaraan kali ini akan berjalan optimal serta menghadirkan peluang kolaborasi dan inovasi yang lebih besar bagi industri peternakan, poultry dan ruminansia, pakan ternak, pengolahan susu, pertanian, kesehatan hewan, alat-alat kedokteran hewan, perikanan, dan akuakultur di Indonesia.”

Sementara itu, Operation Director Napindo, Adhika Arthapaty, menegaskan bahwa kesiapan Napindo dalam menghadirkan penyelenggaraan pameran yang profesional dan berkualitas guna memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta dan pengunjung.

Technical Meeting ini turut dihadiri perwakilan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian. Dukungan pemerintah, kolaborasi industri, dan program unggulan pada penyelenggaraan edisi ke-19 ini, Indo Livestock secara resmi dituanrumahi oleh Kementerian Pertanian melalui Ditjen PKH. Pameran lintas industri ini juga mendapat dukungan dari 33 kementerian, lembaga, dan asosiasi yang bergerak di berbagai sektor industri terkait.

Tahun ini, Indo Livestock 2026 Expo & Forum siap menghadirkan lebih dari 600 peserta pameran dari 40 negara dengan target 20.000 pengunjung selama tiga hari pelaksanaan. Pengunjung tidak hanya dapat menjelajahi berbagai inovasi dan teknologi terbaru, tetapi juga memperoleh wawasan langsung dari para pakar industri mengenai isu dan tren terkini yang dapat mendukung pengembangan bisnis dan industri nasional.

Selain pameran dan forum, Indo Livestock 2026 juga akan diramaikan dengan sejumlah program unggulan, di antaranya Indo Livestock Grand Championship dan Youth Farmers Day, Program Sosialisasi SDTI (Susu, Daging, Telur, dan Ikan) yang dikemas dalam format Bazaar UMKM, Fun Activities, dan Talkshow turut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. (INF)

KEMENTAN DORONG INDUSTRI PETERNAKAN UNJUK GIGI DI INDO LIVESTOCK 2026

Rapat sosialisasi persiapan Indo Livestock 2026. (Foto: Istimewa)

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama PT Napindo Media Ashatama terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Indo Livestock 2026 sebagai ajang internasional yang mempertemukan pelaku industri peternakan, kesehatan hewan, dan pakan dari berbagai negara. Forum ini diproyeksikan menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi sekaligus memperkenalkan kemajuan sektor peternakan Indonesia ke tingkat global.

Selain berfungsi sebagai pameran, Indo Livestock juga dirancang sebagai wadah pertukaran pengetahuan, teknologi, dan inovasi terbaru. Kehadiran pelaku usaha internasional diharapkan mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas serta mendorong peningkatan daya saing industri nasional.

Upaya tersebut ditandai dengan rangkaian sosialisasi yang digelar selama dua hari pada 20-21 April 2026 di Jakarta. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari kementerian dan lembaga, BUMN, hingga pelaku usaha swasta di sektor peternakan dan industri pakan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nuryani Zainuddin, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperkuat industri peternakan dari hulu hingga hilir. Ia menilai peran BUMN sangat strategis dalam mendukung pengembangan sektor tersebut.

“Kami ingin mendorong agar BUMN tidak hanya hadir sebagai institusi bisnis, tetapi juga sebagai lokomotif pembangunan peternakan nasional dengan mengambil peran strategis sebagai offtaker hasil peternakan rakyat, agregator rantai pasok, sebagai pendukung pembiayaan, logistik, hilirisasi, hingga penguatan ekspor,” ujar Nuryani, menekankan peran kunci BUMN dalam memperkuat ekosistem peternakan nasional.

Ia juga menyebut Indo Livestock 2026 sebagai momentum penting untuk mendorong investasi dan kolaborasi yang lebih luas, seiring dengan potensi besar Indonesia di sektor peternakan, termasuk capaian swasembada ayam dan telur.

Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH Kementan, Makmun, mendorong para pelaku usaha turut serta dalam pameran berskala global tersebut.

“Ditjen PKH bekerja sama dengan Napindo menggelar acara Indo Livestock 2026 sebagai ajang strategis berkolaborasi. Kita ingin para pengusaha peternakan hadir dan ikut dalam acara tersebut supaya para mitra luar negeri yang hadir juga mengetahui perkembangan dan kemajuan industri peternakan di Indonesia,” kata Makmun.

Menurutnya, Indo Livestock bukan sekadar ajang promosi, tetapi juga sarana untuk menampilkan capaian industri sekaligus memperluas jejaring bisnis. Dampak nyata terhadap pengembangan sektor menjadi indikator utama keberhasilan kegiatan ini.

Sementara itu, Sales Manager PT Napindo Media Ashatama, Agnes Nilam Sunardi, menegaskan komitmen pihaknya dalam menghadirkan pameran berkualitas yang memberikan dampak positif bagi industri nasional.

“Kami perusahaan penyelenggara pameran profesional yang memberikan nilai positif bagi bangsa Indonesia di dunia internasional. Kami sudah melaksanakan 100 pameran, dan di antaranya merupakan pameran internasional Indo Livestock Expo dan Forum sejak 2002,” ujar Agnes.

Ia menambahkan, Indo Livestock menjadi sarana untuk memperkenalkan inovasi industri peternakan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program edukatif.

“Acara ini bertujuan memperkenalkan hasil industri peternakan dan kesehatan hewan kepada dunia, mendorong dan memajukan industri agar mampu bersaing di kancah internasional, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui edukasi di bidang peternakan dan pertanian,” pungkasnya.

Indo Livestock 2026 dijadwalkan berlangsung pada 16-18 Juni di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang. Kegiatan ini ditargetkan diikuti lebih dari 600 peserta dari 40 negara dengan sekitar 20.000 pengunjung profesional. Melalui sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, penyelenggaraan Indo Livestock ke-19 ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri peternakan nasional yang lebih terintegrasi, berdaya saing, serta berkelanjutan di tengah dinamika pasar global. (INF)

INDO LIVESTOCK GRAND CHAMPIONSHIP DIPERKENALKAN, DORONG STANDAR KOMPETISI TERNAK NASIONAL

Expo Peternakan & Kontes Sapi Piala Padjadjaran 2026. (Foto: Istimewa)

Indo Livestock 2026 Expo & Forum terus memperkuat posisinya sebagai platform strategis dalam mendukung pertumbuhan dan transformasi industri peternakan nasional. Salah satu bentuk perwujudan tersebut tercermin melalui partisipasi Indo Livestock sebagai mitra dalam Expo Peternakan & Kontes Sapi Piala Padjadjaran 2026, Sabtu (11/4/2026), yang merupakan bagian dari rangkaian acara “Gebyar Ternak Padjadjaran”.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai program seperti kontes ternak, pameran, serta kegiatan edukatif bagi pelaku industri dan masyarakat umum. Melalui kolaborasi ini, Indo Livestock berkontribusi memperkuat ekosistem peternakan, sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong standar dan sistem kompetisi ternak di tingkat nasional, sejalan dengan format kontes yang telah berkembang di berbagai daerah.

Operation Director Napindo, Adhika Arthapaty, melihat adanya potensi besar dalam pengembangan standar kompetisi ternak yang lebih terstruktur dan terintegrasi di tingkat nasional.

“Kompetisi ternak di berbagai daerah menunjukkan antusiasme dan kualitas yang terus meningkat. Ini menjadi sinyal positif bahwa industri membutuhkan sebuah platform yang dapat mengakomodasi standar yang lebih terukur sekaligus mempertemukan para pelaku industri terbaik dalam satu panggung nasional,” ujarnya.

Berangkat dari hal tersebut, pada penyelenggaraan Indo Livestock ke-19 nanti menghadirkan inovasi baru melalui peluncuran Indo Livestock Grand Championship sebagai salah satu highlight utama.

Mengusung konsep kompetisi ternak ruminansia, khususnya sapi dan domba, program ini dirancang sebagai pengembangan dari berbagai ajang serupa yang telah berkembang di berbagai daerah, sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendorong penerapan standar kualitas terbaik di tingkat nasional.

Menariknya, Indo Livestock Grand Championship akan menjadi kompetisi peternakan indoor pertama di Indonesia yang diselenggarakan di dalam hall exhibition, menghadirkan pengalaman baru dalam penyelenggaraan kontes ternak. Ajang ini dirancang tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan atas perkembangan industri peternakan Indonesia, sekaligus membuka ruang apresiasi, jejaring, dan pertukaran pengetahuan antar pelaku industri.

Melalui inisiatif ini, Napindo berharap dapat berkontribusi pada peningkatan produktivitas, daya saing, serta kesejahteraan peternak secara berkelanjutan. Lebih jauh, program ini juga dirancang untuk memperkuat konektivitas antara kegiatan peternakan di tingkat daerah dengan forum industri berskala internasional.

Momentum tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyelenggaraan Indo Livestock 2026 Expo & Forum yang akan hadir dengan skala lebih luas dan program yang semakin komprehensif. Pameran akan berlangsung pada 16-18 Juni 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Indonesia, bersamaan dengan Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet, dan Indo Fisheries. (INF)

NAPINDO HADIR DI IBEF EXPO 2025: DORONG KOLABORASI DAN POTENSI BISNIS MICE

Kehadiran Napindo di IBEF Expo 2025. (Foto: Dok. Napindo)

PT Napindo Media Ashatama (Napindo) mengumumkan partisipasinya dalam Indonesia Business Event Forum (IBEF) Expo 2025, sebuah acara bergengsi yang diselenggarakan Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI), pada 5-6 November 2025, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

Sebagai salah satu professional exhibition organizer (PEO) terkemuka di Indonesia, Napindo telah sukses menyelenggarakan berbagai pameran dan forum internasional. Pada ajang IBEF Expo 2025, Napindo mempromosikan portofolio pameran unggulannya yang mencakup berbagai sektor strategis, antara lain peternakan, pertanian, pakan ternak, pengolahan susu, kesehatan hewan, alat-alat kedokteran hewan, perikanan, akuakultur (Indo Livestock, Indo Feed, Indo Dairy, Indo Agrotech, Indo Vet, Indo Fisheries).

Serta sektor teknologi air, pengelolaan limbah dan daur ulang, energi baru terbarukan dan kelistrikan, keamanan, kebakaran, SAR, penanggulangan bencana dan K3, solusi kota cerdas, pertahanan, penerbangan, pesawat terbang, teknologi bandar udara, serta keamanan maritim.

Melalui partisipasinya, Napindo menegaskan komitmen untuk menciptakan peluang bisnis baru serta memperluas jejaring dan kolaborasi lintas industri. Pihaknya terus berperan sebagai penghubung antara pelaku usaha, peneliti, produsen, kementerian/lembaga, asosiasi, akademisi, dan media, guna memperkuat pertumbuhan industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), maupun perekonomian nasional serta menghadirkan solusi yang berdampak bagi bangsa.

“Kami senang dapat menjadi bagian dari IBEF Expo 2025 yang diselenggarakan ASPERAPI. Ini merupakan kesempatan luar biasa untuk berkolaborasi dengan seluruh industri di ekosistem MICE, sekaligus mengintegrasikan konsep Business to Business (B2B) dengan Business to Consumer (B2C) yang dirancang secara cermat untuk memberikan dampak nyata di sektor ekonomi, sosial, perdagangan, dan ketenagakerjaan,” ujar Senior Operational Manager Napindo, Adhika Arthapaty.

Selama dua hari pelaksanaan di JIExpo, Napindo hadir di stan A13 dengan konsep interaktif yang menampilkan berbagai layanan unggulan dan teknologi pendukung acara terkini, memberikan pengalaman menyeluruh bagi para pengunjung.

Dengan rekam jejak yang solid dan visi ke depan yang kuat, Napindo menegaskan perannya sebagai mitra strategis yang tak hanya menyelenggarakan acara berdampak, tetapi juga secara konsisten memberikan nilai tambah serta membuka peluang baru bagi seluruh ekosistem MICE. (INF)

SEMINAR INFOVET: SOROTI PERKEMBANGAN OBAT HEWAN PASCA PANDEMI & SOFT LAUNCH IOHI 2025

Foto bersama usai seminar Infovet bertajuk “Perkembangan Obat Hewan Pasca Pandemi COVID-19”. (Foto-foto: Dok. Infovet)

Dalam rangka memeriahkan Indo Livestock 2025 Expo & Forum di Grand City Convex, Surabaya, Majalah Infovet menggelar seminar bertajuk “Perkembangan Obat Hewan Pasca Pandemi COVID-19”. Acara berlangsung pada Rabu (2/7/2025), pukul 15:00, di Ruang Teater 2, dan dihadiri oleh para pelaku usaha di bidang obat hewan, pakan, dan peternakan.

Seminar ini juga menjadi momentum soft launching buku Indeks Obat Hewan Indonesia (IOHI) edisi 2025, sebuah publikasi eksklusif yang mendata produk obat hewan terdaftar di Indonesia.

Hadir sebagai narasumber yakni Ketua Umum ASOHI periode 2010-2015, sekaligus Ketua Tim Penyusun IOHI, Drh M. Rakhmat Nuriyanto MM, didampingi oleh pemandu acara selaku Pemimpin Umum/Redaksi Majalah Infovet, Bambang Suharno.

Rakhmat Nuriyanto (kiri) dan Bambang Suharno 

Dalam pengantarnya, Bambang menjelaskan bahwa PT Gallus Indonesia Utama adalah penerbit Majalah Infovet, Info Akuakultur, dan Cat&Dog. Selain itu, Gallus juga memiliki beberapa unit usaha lainnya seperti GITAPustaka, GITA EO, GITA Consultant, dan GITA Studio. GITAPustaka telah menerbitkan berbagai buku, termasuk IOHI yang merupakan satu-satunya buku rujukan tentang obat hewan di Indonesia. Buku ini menyajikan data lengkap obat hewan impor maupun lokal yang telah memiliki nomor registrasi dari Kementerian Pertanian.

Bambang Suharno saat memandu acara seminar

Sementara itu, Rakhmat dalam paparannya mengungkapkan bahwa pasar obat hewan sempat mengalami penurunan selama pandemi, namun kini mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. “Menariknya, data menunjukkan jumlah obat hewan yang didaftarkan terus meningkat. Ini menandakan persaingan antar perusahaan obat hewan semakin ketat,” ujarnya.

Rakhmat Nuriyanto ketika memaparkan presentasinya

Dalam kesempatan tersebut, juga diperkenalkan format terbaru IOHI yang hadir dalam dua versi, yaitu cetak dan online melalui situs indeksobathewanindonesia.com. Versi online memudahkan pengguna mencari data dengan cepat melalui kotak pencarian. Misalnya, cukup mengetik “vaksin unggas” dan berbagai merek vaksin unggas akan langsung ditampilkan.

GITAPustaka juga memberikan promo khusus selama pameran berlangsung, berupa bonus akses gratis IOHI online bagi pembeli IOHI cetak edisi 2025 hingga buku tersebut resmi terbit.

Seminar ini tidak hanya menjadi ajang berbagi informasi tentang dinamika industri obat hewan di era pasca pandemi, tetapi juga mempertegas peran Infovet sebagai sumber informasi utama bagi masyarakat peternakan dan kesehatan hewan. (BS)

INDO LIVESTOCK 2025 RESMI DIBUKA, DORONG HILIRISASI DAN INOVASI PETERNAKAN DAERAH

Foto bersama dalam pembukaan Indo Livestock 2025. (Foto-foto: Dok. Henri/INF)

Surabaya (2/7/2025), pameran tahunan Indo Livestock 2025 Expo & Forum resmi dibuka di Grand City Convex Surabaya dengan semangat sinergi, hilirisasi, dan keberlanjutan di sektor peternakan dan perikanan. Pembukaan acara turut dihadiri berbagai perwakilan kementerian, asosiasi, dan pemerintah daerah.

PT Napindo Media Ashatama sebagai penyelenggara menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta edukasi gizi sejak dini melalui berbagai kegiatan interaktif. Gubernur Jawa Timur melalui Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Indyah Aryani, menyoroti tantangan bahan baku impor dan pentingnya adopsi smart farming untuk menjawab kebutuhan masa depan.

Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Peternakan, Deputi Bidang Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Karsan MM, menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap ketahanan pangan nasional dengan penguatan infrastruktur logistik desa dan dorongan hilirisasi hasil peternakan. Dari sektor kelautan, KKP mencatat nilai ekspor perikanan Indonesia mencapai USD 5,9 juta, didorong oleh peningkatan produk siap saji yang kompetitif di pasar global.

Pada kesempatan tersebut, dilasanakan juga pemberian Indo Livestock Innovation Award 2025, yang diberikan kepada tiga daerah di antaranya Lamongan, Lampung Selatan, dan Bone, atas kontribusi nyata dalam inovasi peternakan dan kesehatan hewan. Penghargaan "Adipraja Satwa Sewaka Utama", "Adipraja Satwa Sewaka Madya", dan "Adipraja Satwa Sewaka Pratama" ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus berinovasi.

Berpose bersama usai pemberian Indo Livestock Innovation Award 2025.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Makmun, menutup sambutan dengan menyampaikan bahwa nilai hilirisasi peternakan nasional kini mencapai Rp 2,2 triliun, termasuk unggas sebesar Rp 277 miliar, naik 145% dari tahun sebelumnya. Indonesia kini menempati peringkat keempat produsen unggas dunia.

Pembukaan ditandai dengan bunyi alarm simbolik, mengawali Indo Livestock 2025 Expo & Forum yang dilaksanakan selama tiga hari, 2-4 Juli 2025, sebagai momentum penting menuju transformasi peternakan Indonesia yang lebih modern, mandiri, dan berkelanjutan. (Henri E. Prasetyo/INF)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer