![]() |
| PRDC menyebabkan penyakit parah pada peternakan babi, namun beberapa kasus terkadang ringan dan bersifat sementara. (Foto: Dok. Joko) |
Beberapa patogen viral yang terlibat dalam PRDC meliputi Porcine reproductive and respiratory syndrome virus (PRRSV), Porcine circovirus type 2 (PCV2), Swine influenza virus (SIV), Pseudorabies virus (PRV), dan Porcine respiratory coronavirus (PRCV) yang merupakan penyakit endemik pada peternakan babi.
Patogen viral tersebut menimbulkan dampak signifikan yang berbeda antar peternakan, dari sisi produktivitas, regional, antar negara, dan menimbulkan kesulitan dalam pengendalian serta penanganan. Walaupun PRDC menyebabkan penyakit parah pada peternakan babi, namun beberapa kasus tersebut terkadang ringan dan bersifat sementara.
Walaupun beberapa patogen bakterial potensial yang berkoloni di rongga hidung atau tonsil babi, mekanisme pertahanan tubuh normal pada saluran dan organ pernapasan mencegah terjadinya kerusakan dan penyebaran pada paru. Patogen primer dari viral memiliki kemampuan merusak epitel organ pernapasan atas, menyebabkan infeksi pada parenkim paru, dan memicu terjadinya infeksi sekunder bakteri, serta memperparah perkembangan PRDC.
Beberapa agen bakterial tersebut adalah Mycoplasma hyopneumoniae dan Pasteurella multocida, Streptococcus suis dan Actinobacillus pleuropneumoniae dapat berperan sebagai agen infeksi primer ataupun sekunder tergantung pada beberapa situasi. Jika infeksi primer melanjut sebagai infeksi kompleks dengan infeksi sekunder bakteri menyebabkan penyakit yang lebih parah dan penyakit pernapasan kronis serta menimbulkan kerugian ekonomi peternakan.
PRDC menyebabkan morbiditas 40% dan mortalitas lebih dari 50% pada piglet dan babi lepas sapih, serta 60% pada fase grower/finisher. Angka kejadian tertinggi terjadi pada peternakan skala kecil-menengah, tingkat kepadatan populasi, manajemen pemeliharaan, pembesaran, penularan penyakit, serta persistensi agen penyebabnya.
PRDC juga menyebabkan kerugian ekonomi peternakan hingga... Selengkapnya baca di Majalah Infovet edisi Juni 2026.









