Ia sendiri menyebut bahwa pemerintah akan senantiasa mendukung para pelaku usaha yang memang ingin mengharumkan nama bangsa melalui ekspor. Bantuan yang diberikan tentunya dalam aspek legalitas dan pembukaan akses pasar mancanegara.
Sebanyak 545 ton produk unggas mulai dari telur, karkas, serta produk olahan dikirim pada hari itu. Pada kesempatan tersebut nilai transaksi ekspor yang tercatat yakni 18,2 Miliar Rupiah.
![]() |
| Petinggi TIB Group Bersama Perwakilan Ditjen PKH. (Foto: Infovet/CR) |
Salah satu perwakilan perusahaan yakni Ariefin selaku PT Raja Jeva Nisi (TIB Group) ketika ditemui oleh Infovet menyatakan rasa bangganya karena ikut andil dalam mengharumkan nama bangsa melalui ekspor. Menurutnya ekspor adalah salah satu bukti bahwa produk lokal mampu menembus pasar internasional dan diakui kualitasnya.
"Kita sebelumnya pernah ekspor juga produk olahan kita ke Bangladesh, kita sangat senang kalau produk kita bisa diekspor. Artinya produk kita sudah memenuhi standar dari negara pengimpor, dan kita memang fokus di kualitas," tutur Ariefin.
Dalam kesempatan yang sama komisaris PT Raja Jeva Nisi Tjandra Srimulianingsih juga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada kementerian pertanian yang sudah sangat support kepada pelaku usaha.
"Perizinan segala macamnya kita sangat terbantu, saya ucapkan terima kasih kepada Pak Menteri dan jajarannya," tutur Tjandra.
Ia melanjutkan bahwa kedepannya TIB Group juga sedang mengincar beberapa negara lagi untuk dijadikan pasar ekspor, karena menurutnya pasar ekspor terutama produk olahan unggas di luar negeri cukup menjanjikan.
Di hari itu TIB Group sendiri mengekspor sekitar 2 kontainer produk karkas dan olahan daging ayam dengan volume total sebanyak 22 ton. Transaksi yang berhasil dibukukan oleh TIB Group yakni sekitar USD 50.675 atau sekitar 837 juta rupiah. (CR)





