-->

INFOVET GELAR SEMINAR EFISIENSI PAKAN SEKALIGUS LAUNCHING BUKU TERBARU

Foto bersama usai seminar yang diadakan Infovet di ILDEX Indonesia 2026. (Foto-foto: Dok. Infovet)

Industri perunggasan Indonesia terus menghadapi tantangan berupa dinamika harga bahan baku pakan, tuntutan produktivitas, kesehatan ternak, serta kebutuhan sistem produksi yang semakin efisien dan berkelanjutan. Menjawab tantangan tersebut, ILDEX Indonesia 2026 bersama Infovet menghadirkan seminar “Feed Efficiency Revolution: The Next Generation of Poultry Profitability” Rabu (16/9), di Garuda 8A.

Menghadirkan pembicara Nutritionist & Business Development Manager PT Dinamika Megatama Citra (DMC), Drh Henri E. Prasetyo, dan dimoderatori oleh Drh Eko Prasetio. Diskusi membahas perubahan paradigma feed efficiency yang selama ini sering dikaitkan dengan FCR. Dalam industri modern, efisiensi tidak cukup hanya mengejar FCR rendah, tetapi juga perlu melihat konsumsi pakan, pertumbuhan, livability, uniformity, kesehatan saluran pencernaan, kualitas karkas, biaya produksi, hingga profitabilitas.

Melalui pendekatan precision nutrition, setiap nutrien dalam pakan perlu dimanfaatkan secara optimal. Konsep feed-digestion-absorption-metabolism-growth-profit menggambarkan keberhasilan nutrisi tidak berhenti pada formulasi, tetapi dari seberapa efektif nutrien dicerna, diserap, dan dimanfaatkan ayam. Perkembangan teknologi evaluasi bahan baku, data performa, enzim pakan, asam amino, serta strategi kesehatan usus semakin membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi secara lebih presisi.

Pendekatan tersebut membawa feed efficiency menuju precision profitability, yaitu bagaimana keputusan nutrisi tidak hanya menghasilkan performa teknis yang baik, tetapi juga memberikan nilai ekonomi optimal. Dengan demikian, masa depan efisiensi pakan membutuhkan integrasi antara nutrition, health, management, technology, data, dan economics.

Momen peluncuran buku "100 Tahun Penyakit Newcastle Disease di Indonesia".

Selain seminar, pada acara yang sama juga dilakukan launching buku "Index Obat Hewan Indonesia (IOHI) Edisi XVII 2026" serta buku "100 Tahun Penyakit Newcastle Disease di Indonesia". Peluncuran kedua buku menjadi momentum penting dalam mendokumentasikan pengetahuan dan perjalanan industri kesehatan hewan di Indonesia.

Prosesi launching secara resmi dilakukan Ketua Umum ASOHI Drh Akhmad Harris Priyadi bersama Direktur PT Gallus Indonesia Utama Ir Bambang Suharno.

Selain itu, rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi momentum awal dimulainya INFOVET Academy, sebuah media pembelajaran berbasis video tutorial yang menghadirkan para ahli di bidang peternakan dan kesehatan hewan.

Platform tersebut ditujukan sebagai panduan bagi peternak, praktisi, dokter hewan, mahasiswa, dan profesional yang ingin belajar serta memperdalam keilmuan. Melalui format digital, pengetahuan dan pengalaman para ahli diharapkan dapat diakses secara lebih praktis dan menjangkau masyarakat peternakan yang lebih luas.

Suasana peserta dalam seminar.

Kehadiran INFOVET Academy memperkuat peran media tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran dan knowledge sharing di industri peternakan. (HENRI)

ILDEX INDONESIA KE-8 RESMI DIBUKA, PERKUAT EKOSISTEM PETERNAKAN DAN PANGAN NASIONAL

Pembukaan ILDEX Indonesia 2026. (Foto-foto: Infovet/Ridwan)

Ajang pameran peternakan internasional, ILDEX Indonesia, kembali diselenggarakan untuk kedelapan kalinya, 16-18 September 2026 di ICE BSD, Tangerang. Pameran akbar ini digelar bersamaan dengan Horti & Agri Indonesia, dan menjadi wadah strategis bertemunya para pelaku industri dari dalam dan luar negeri dalam memperkuat ekosistem peternakan dan pangan nasional.

Dalam sambutannya, Direktur PT Permata Kreasi Media (PKM), Fitri Nursanti Poernomo, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, stakeholder, pemerintah, exhibitor, delegasi dari seluruh negara, dan semua pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini," ujarnya dalam Opening Ceremony ILDEX 2026, Rabu (16/9/2026).

Senada dengan hal tersebut, CEO VNU Asia Pacific, Duangdej Yuaikwarmdee, turut menyampaikan welcome speech kepada para delegasi dan peserta pameran internasional yang hadir.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Banten yang diwakili oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Nasir, juga menyampaikan apresiasinya atas langkah konsisten VNU Asia Pacific dalam menghadirkan pameran internasional ini di Indonesia.

Menurutnya, ILDEX memegang peranan penting dalam mendukung kemajuan industri peternakan, kesehatan hewan, pakan dan nutrisi, peralatan serta teknologi, industri susu, rantai dingin (cold chain), hingga sektor pengemasan (packaging) di Tanah Air.

"Forum ini adalah ruang bertemunya teknologi, modal, pengetahuan, dan pasar. ILDEX dapat menjadi ajang business matching yang menghasilkan kerja nyata hari ini dan investasi jangka panjang, serta memperkuat ekosistem pangan Indonesia," ujar Nasir.

Simbolis konsumsi protein hewani dalam pembukaan ILDEX Indonesia 2026.

Acara pembukaan ILDEX Indonesia ke-8 ini secara resmi dilakukan oleh Menteri Pertanian yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Makmun.

Dalam arahannya, Makmun menegaskan bahwa ILDEX merupakan ruang strategis yang mempertemukan informasi serta teknologi terkini, yang tidak hanya menghubungkan para pelaku industri dalam negeri, tetapi juga dunia.

"Dengan terselenggaranya pameran ini, diharapkan sinergi antar-pemangku kepentingan di sektor peternakan, kesehatan hewan, dan pertanian dapat semakin kuat guna mendorong kemandirian serta ketahanan pangan nasional," katanya. (RBS)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer