-->

DRH DEDDY FACHRUDDIN KURNIAWAN ADAKAN AUDIENSI DENGAN ANGGOTA DPR



Drh Deddy Fachruddin Kurniawan dan Tim Melakukan Audiensi Bersama Anggota DPR
(Foto : Sukma, 2026)

Tokoh Muda Veteriner sekaligus Ketua PDHI Jawa Timur II, Drh. Deddy Fachruddin Kurniawan, M.Vet, memimpin delegasi dalam audiensi ke DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta 1 September 2026 lalu.

Deddy mendorong DPR RI agar menempatkan posisi dokter hewan pada porsi signifikan dalam bentuk kewenangan veteriner nasional termasuk pada struktur yang proporsional dalam mendukung penyediaan protein hewani, sebagai pilar utama dalam mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan ketahanan pangan nasional.

Didampingi oleh Drh. Gunadi Setiadarma, Drh. Fitri Nursanti, dan Drh. Sukma Kamajaya, mereka diterima secara resmi oleh jajaran pimpinan dan Anggota DPR RI Fraksi PKS termasuk Dr. H. Ahmad Heryawan, Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Drh. H. Slamet, Drh. H. Achmad Ru'yat, Ir. H. Ateng Sutisna, serta DR. Ir. Junaedi Auli.

Dalam paparan utamanya, Drh. Deddy Fachruddin menyampaikan keprihatinan mendalam mengenai peringkat Human Development Index (HDI) Indonesia yang masih tertinggal, padahal Indonesia sedang menikmati puncak bonus demografi dan menyoroti tentang konsumsi protein sebagai salah satu faktor utamanya. Sebagai Praktisi Veteriner Deddy menyampaikan bahwa pemenuhan konsumsi protein hewani bukan sekadar urusan keberlanjutan pangan, namun juga keamanan pangan, untuk menjamin keamanan sosial dan keamanan nasional.

Melanjutkan pada sesi diskusi teknis, Drh. Deddy menegaskan bahwa penguatan posisi dokter hewan sebagai garda terdepan memerlukan payung hukum yang kokoh melalui  percepatan pembentukan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kedokteran Hewan. 

“Kepastian hukum ini penting untuk pengawasan kesehatan hewan, pencegahan penyakit zoonosis, serta perlindungan profesi dokter hewan secara menyeluruh," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Ahmad Heryawan, menyatakan bahwa Badan Aspirasi DPR RI siap memfasilitasi dan mengawal aspirasi agar dapat disalurkan secara efektif sebagaimana drh. Slamet  yang berkomitmen untuk menindaklanjuti masukan yang disampaikan delegasi audiensi, dan akan mensinkronisasikan hal tersebut dengan RUU Pangan, agar peran dokter hewan didalam memastikan keamanan pangan asal hewani bisa sesuai dengan peran yang ada di RUU kedokteran hewan.

Selain itu drh. Achmad Ru'yat, yang juga ikut berdiskusi mendukung penuh penegasan drh. Deddy tentang pentingnya integrasi pendekatan One Health yang menghubungkan kesehatan hewan dengan kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Diskusi diakhiri dengan penyapampaian keinginan Ir. Ateng Sutisna untuk memanfaatkan teknologi peternakan terkini dalam meningkatkan produktivitas hasil ternak yang pada akhirnya akan mensejahterakan peternak. (INF)

KADIN INDONESIA BAHAS PELUANG KERJA SAMA DENGAN PERWAKILAN URUGUAY


Drh Deddy Fachruddin Kala Menemui Perwakilan Uruguay
(Sumber : KADIN 2026) 

Rabu, 19 Agustus 2026, Drh Deddy Fachruddin mendampingi Wakil Ketua Umum Bidang Peternakan KADIN INDONESIA menerima kunjungan rombongan pemerintah Uruguay, dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Uruguay dan Wakil Menteri Pertanian Uruguay.

Kepada Infovet Deddy mengutarakan bahwa Uruguay, dengan jumlah penduduk yang hanya 3,5 juta (setara malang raya), memiliki jumlah sapi sebanyak 12juta ekor sapi (setara populasi di Indonesia).

"Oleh karena itu, Uruguay adalah salah satu penghasil susu dan daging terbaik di dunia yang mengekspor 75% dari produksi mereka, dengan market share tertinggi nya adalah Amerika-Eropa-China dan Jepang. Kita bisa bekerja sama dengan mereka," tutur Deddy.

Yang menarik adalah Uruguay memiliki definisi yang ketat tentang susu, Hukum Uruguay mendefinisikan susu sebagai produk biologis alami dan sekresi kelenjar ambing. Definisi ini yang membuat produk2 yang “mengaku” susu namun tidak merupakan sekresi alami dari kelenjar ambing, dilarang di uruguay. Hal ini juga yang mengakibatkan, konsumsi susu perkapita di Uruguay adalah salah satu yang tertinggi di dunia, yaitu sebesar 232/liter/kapita/tahun.

Indonesia dan Uruguay juga memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan kemitraan strategis di sektor pertanian dan peternakan. Salah satu peluang utama terletak pada kerja sama di industri susu. Indonesia terus memperkuat produksi daging sapi dan susu dalam negeri, sehingga membuka peluang bagi Uruguay untuk berkolaborasi dalam bidang pembibitan dan genetika ternak, peternakan sapi perah, pengembangan pakan, kesehatan hewan, pengolahan daging, serta industri pengolahan susu.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendorong investasi, transfer teknologi, serta pengembangan kapasitas produksi di Indonesia. Pada saat yang sama, Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekspor produk pertanian ke Uruguay dan memperluas akses pasar ke kawasan Amerika Latin. Produk-produk yang berpotensi dikembangkan antara lain buah-buahan tropis, kopi, kakao, rempah-rempah, produk berbahan dasar kelapa, produk berbasis kelapa sawit, pupuk hayati, pupuk organik, serta berbagai produk pertanian bernilai tambah lainnya.

Bidang strategis lainnya adalah kerja sama dalam teknologi dan penelitian pertanian. Indonesia dan Uruguay dapat mendorong penelitian bersama di bidang bioteknologi, pupuk hayati, pertanian presisi, pertanian cerdas iklim (climate-smart farming), peningkatan produktivitas ternak, mekanisasi pertanian, serta sistem ketertelusuran digital (digital traceability).

Untuk mempercepat implementasi kerja sama, kedua negara dapat mengembangkan kegiatan business matching, pembentukan usaha patungan (joint venture), kemitraan penelitian, pertukaran teknologi, serta peluang investasi yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan para petani. (INF)

Suasana Pertemuan KADIN Indonesia dan Perwakilan Uruguay
(Sumber : KADIN 2026)

Drh Deddy Fachrudin Kurniawan MVet


ARTIKEL POPULER MINGGU INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer