Gratis Buku Motivasi "Menggali Berlian di Kebun Sendiri", Klik Disini GITA | Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan -->

RUPS PT GALLUS BERJALAN LANCAR, DAPAT APRESIASI HADAPI PANDEMI

RUPS PT Gallus, Selasa (14/6). (Foto: Dok. Infovet)

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Gallus Indonesia Utama (GITA) tahun buku 2021, berlangsung lancar dan mendapat apresiasi dari Komisaris PT Gallus, Gani Harijanto dan Ketua Umum ASOHI, Irawati Fari, atas inovasi perusahaan di masa pandemi COVID-19, yakni berupa GITA Studio dan inovasi lainnya dalam memberikan layanan kepada industri.

RUPS dilaksanakan pada Selasa (14/6), pukul 10:00-12:00 WIB, secara virtual menggunakan fasilitas GITA Studio yang berada di lantai 3 kantor PT Gallus di wilayah Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Acara dipimpin oleh Direktur Utama PT Gallus, Bambang Suharno, didampingi Direktur Keuangan dan HRD PT Gallus, Rakhmat Nuriyanto, serta dihadiri sejumlah pemegang saham.

Seluruh agenda RUPS berjalan lancar meliputi laporan keuangan hasil audit tahun buku 2021, laporan kegiatan 2021 dan rencana kegiatan 2022, pandangan komisaris dan pandangan dari Ketua Umum ASOHI, serta pandangan dan usulan peserta.

Tahun ini PT Gallus berusia 20 tahun, dengan terus memantapkan kinerja dalam menghadapi perubahan seperti yang disampaikan dalam Annual Meeting tahun ini.

PT Gallus sendiri adalah badan usaha milik ASOHI yang memiliki unit usaha Majalah Infovet, Info Akuakultur, Cat & Dog, GITA Pustaka, GITA EO dan GITA Cosultant. (INF)

SEMINAR ONLINE II: PANDEMI VS BIOSEKURITI, PERLU DICERMATI PETERNAK UNGGAS

Seminar Pandemi vs Biosekuriti yang dihadiri oleh akademisi, pemerintah, swasta dan asosiasi bidang peternakan. (Foto: Dok. Infovet)

PT Gallus Indonesia Utama melalui GITA Organizer dan Infovet kembali menyelenggarakan Seminar Online Kedua mengenai “Pandemi vs Biosekuriti pada Peternakan Unggas”. Seminar yang diselenggarakan Kamis (18/6/2020) diikuti oleh akademisi, pemerintah, swasta dan asosiasi peternakan.

Serupa dengan seminar pertamanya, kegiatan yang kedua kalinya ini kembali menghadirkan National Technical Advisor FAO ECTAD Indonesia, Alfred Kompudu dan Poultry Technical Consultant, Baskoro Tri Caroko, serta dimoderatori langsung oleh Pemimpin Redaksi Majalah Infovet, Bambang Suharno.

Dalam sesi pertama, Alfred Kompudu menyampaikan mengenai implementasi biosekuriti tiga zona di usaha peternakan unggas. Dalam paparannya, ia memaknai biosekuriti sebagai tindakan atau pengamanan hidup yang perlu dicermati oleh peternak.

“Sebagai pengamanan hidup karena prinsip dari biosekuriti itu sendiri adalah mencegah mikroba masuk, berinteraksi, tumbuh dan berkembang, serta menyebar ke seluruh area kandang. Adapun elemen dari biosekuriti tersebut adalah isolasi, kontrol lalu lintas dan sanitasi,” kata Alfred.

Manisfestasi dari biosekuriti dimaksud Alfred adalah dengan mengimplementasikan biosekuriti tiga zona, yakni dengan cara membagi areal kandang dalam tiga zona, yakni zona merah, kuning dan hijau, dengan tujuan memberi keuntungan pada peternak.

“Keuntungan dari mencegah mikroba menginfeksi unggas, menyaring mikroba hingga tiga lapisan perlakuan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat bagi anak kandang, memiliki daya saing perunggasan dari sisi kualitas produk yang dihasilkan, menurunkan ancaman resistensi antibiotik (AMR) bagi konsumen dan yang pasti telah sesuai dengan Good Farming Practices,” jelasnya. 

Terkait dengan bagaimana cara mengimplementasikan biosekuriti tiga zona tersebut, dijelaskan Alfred secara rinci, yaitu dimulai dari membuat layout (denah) kandang, penentuan areal mana saja yang dimasukkan ke dalam zona merah (areal kotor), kuning (areal perantara) dan hijau (areal bersih), kemudian membuat daftar risiko dari orang, benda dan hewan (OBH), lalu urutkan daftar risiko tersebut dari yang tertinggi, pikirkan bagaimana pengendalian daftar risiko dapat dilakukan dengan elemen biosekuriti, serta terakhir sosialisasikan dan berkomitmen untuk intens menerapkannya.

“Jika telah diimplementasikan, hal yang perlu dilakukan adalah monitoring dan evaluasi kegiatannya, mulai dari anak kandang, ternak dan produksinya, serta kesehatan dari ternak yang dipelihara,” ucap dia.

Pembicara seminar Baskoro dan Alfred, bersama Moderator Bambang Suharno. (Foto: Dok. Infovet)

Sementara pada sesi kedua, Baskoro Tri Caroko menyampaikan hal berkaitan dengan pentingnya disinfeksi pada peternakan unggas. Menurut dia, disinfeksi pada dasarnya adalah kegiatan pembasmian hama. Pelaksanaannya ditujukan untuk menonaktifkan virus dan mikroba lain pada berbagai karakteristik hidup yang dimilikinya.

“Fakta lapangan, vaksinasi saja tidak cukup atau tidak mampu memproteksi unggas hingga 100%, padahal risiko penularan penyakit sangat tinggi dari berbagai macam sumber penularan, sehingga upaya disinfeksi diperlukan agar ayam tetap sehat, serta dapat tumbuh dan berproduksi dengan optimal,” kata Baskoro.

Ia pun mengimbau kepada peternak untuk dapat menerapkan One Health, yakni mengendalikan penyakit lebih dini untuk kesehatan manusia, hewan dan lingkungan yang optimal.

“Implementasinya dapat dilakukan dengan cara menerapkan biosekuriti tiga zona, melakukan disinfeksi dengan baik dan tepat guna, amankan unggas dari sumber penularan penyakit, serta istirahatkan kandang selama 14 hari sebelum diisi kembali,” imbuhnya.

Ia juga mengajak peternak untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit menular di usaha peternakan unggas semasa pandemi COVID-19 melalui penerapan biosekuriti tersebut.

Upgrade manajemen pemeliharaan dan kesehatan, serta lakukan vaksinasi tepat guna, tepat waktu, tepat aplikasi dan terprogram dengan baik,” tandasnya. (Sadarman)

HALAL BIHALAL PT GALLUS INDONESIA UTAMA




Masih dalam suasana Idul Fitri 1440 H, bertepatan dengan hari kerja pertama, PT Gallus Indonesia Utama selaku penerbit buku - buku di bidang peternakan termasuk Majalah Infovet, Info Akuakultur dan Cat & Dog melaksanakan halal bihalal. 

Bambang Suharno selaku Direktur Utama PT Gallus Indonesia Utama dalam sambutannya mengatakan bahwa momen idul fitri hendaknya agar dijadikan sebagai pelecut semangat dan motivasi bagi para karyawan agar lebih baik lagi dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari di kantor. Tidak lupa pula ia secara pribadi dan mewakili direksi memohon maaf sebesar - besarnya kepada para karyawan PT Gallus Indonesia Utama apabila dikala menjalankan pekerjaan sering terdapat kata - kata atau tindakan yang salah, menyakiti maupun menyinggung.

Acara kemudian ditutup dengan pembacaan do'a dan makan siang bersama. Tidak ketinggalan pula acara pengundian parcell (bagi - bagi parcell) untuk karyawan PT Gallus Indonesia Utama. (CR)


Annual Meeting 2019, Memantapkan Organisasi yang Tangguh

Foto bersama seluruh Direksi, Staf dan Karyawan PT Gallus Indonesia Utama. (Foto: Infovet/Ridwan)

“Bersama Kita Memantapkan Organisasi yang Tangguh” menjadi tema Annual Meeting PT Gallus Indonesia Utama dalam mengawali awal tahun 2019. Kegiatan tahunan ini dilaksanakan di Jakarta, Kamis (24/1).

Seperti perusahaan pada umumnya, rapat tahunan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi kinerja seluruh divisi PT Gallus sepanjang periode 2018 dan persiapan program kerja pada 2019.

Direktur Utama PT Gallus, Ir Bambang Suharno, mengawali acara dengan pemaparan mengenai ASSA (Asumsi, Sasaran, Strategi dan Aksi) untuk 2019. Dalam presentasinya, sistem manajemen mutu dan memantapkan pemasaran lintas divisi menjadi hal yang ditekankan.

Usai pemaparan direksi, acara dilanjutkan dengan pemaparan ASSA masing-masing divisi PT Gallus, diantaranya oleh Ir Darmanung Siswantoro (Majalah Infovet, Info Akuakultur dan Cat&Dog), Wawan Kurniawan (Gita Pustaka), Efrida Uli (Gita Consultant), M. Sofyan (Supporting Team) dan Mariyam Safitri (Gita EO). Masing-masing divisi menyampaikan perolehan kinerja selama 2018 dan program kerja serta target 2019 untuk mendapat hasil yang maksimal.

Usai penyampaian ASSA, dilaksanakan penandatanganan budgeting 2019 oleh seluruh manajer divisi disaksikan langsung oleh direksi PT Gallus. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemaparan Komisaris PT Gallus, Gani Hariyanto.

Dalam paparannya, Gani mengatakan beberapa resep dalam memantapkan organisasi yang tangguh. Pertama, dibutuhkan profesionalisme, diantaranya memahami tugas dan tanggung jawab, bekerja sesuai Sispro dan target oriented. Kedua, dibutuhkan teamwork untuk melancarkan kerja berantai, informatif dan komunikatif, serta berpikir positif dan solusi oriented. Ketiga, dibutuhkan integritas, di mana bekerja bisa berjalan dengan tulus, patuh dan jujur. 

“Untuk membentuk organisasi yang tangguh, bekerja secara profesional sesuai target dan sasaran, bekerja secara teamwork dan integritas yang harus kuat untuk memajukan perusahaan. Jadi, profesional, teamwork dan integritas dibutuhkan untuk bersama-sama memantapkan PT Gallus yang tangguh,” tutur Gani.

Sementara, hadir memenuhi undangan, Ketua Umum ASOHI (Asosiasi Obat Hewan Indonesia), Drh Irawati Fari, turut mengapresiasi pencapaian yang diperoleh PT Gallus. “Tiap tahun selalu berubah menjadi lebih positif berkat manajemen PT Gallus yang semakin baik. Diharapkan bisa lebih ditingkatkan lagi,” ujar Irawati.

Ia pun mengimbau, capaian target kerja menjadi fokus penting dengan memanfaatkan sesuatu yang baru, salah satunya seperti pelarangan AGP yang dapat menjadi peluang. “Kita harus mencari hal-hal baru, bekerja secara inovatif, komunikatif dan teamwork (lintas divisi). Secara garis besar kalau dilihat optimis sekali untuk PT Gallus karena banyak kegiatan. Tetap semangat di 2019, lebih sukses mencapai target,” pungkasnya. (RBS)

ARTIKEL POPULER MINGGU INI

ARTIKEL POPULER BULAN INI

ARTIKEL POPULER TAHUN INI

Translate


Copyright © Majalah Infovet I Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. All rights reserved.
About | Kontak | Disclaimer